[Freelance] Speed and Love

yehet

TITLE : Speed and Love
AUTHOR : Shiningkey
GENRE : Romance, action (maybe), marriage life
MAIN CAST :
• OH SEHUN
• ROH NAYEON (OC)
SUPPORT CAST :
• PARK CHANYEOL (Nayeon’s friends)
• KIM JONG IN (Sehun’s friends)
RATING : PG-17
LENGTH : ONE SHOOT
DISCLAIMER : halo yeorobeun~ ini FF pertama saya (yg berhasil diselesaikan). FF ini saya buat karena terinspirasi abis nonton Fast & Furious tengah malem di tv tetangga /ga . Saya harap banyak yang menyukainya. Jangan lupa RCL nya sehabis baca, saya sangat menghargai komentar kalian. Siders? Pergi aja kerumahnya Bopak /?
XXXXX


NAYEON POV
Alarm kencang yang berdering tepat disebelah telingaku sukses membangunkanku dari mimpi indahku. Aku segera pergi ke kamar mandi untuk bergegas sekolah dan menyiapkan sarapan untuk seorang laki-laki bersifat es balok yang tak kusangka ia adalah nampyeon ku saat ini. Memang pernikahanku tak didasari suka sama suka, melainkan hanya sebuah wasiat yang tak jelas dari halmoeni ku dengan halmoeni laki-laki es balok itu.
“Sehun-ssi, bangun!! apakah kau tak akan telat untuk ke kantor eoh? Palli bangun atau kau akan mendapatkan siraman air panas yang masih baru ku angkat dari kompor!!” teriakku padanya yang masih tertidur pulas di ranjangnya eh aku ralat, maksudnya ranjang kami berdua.
“Ne, ne, aku akan segera bangun” kata nya terdengar malas sambil mengucek matanya
Aku tak akan tertipu dengan paras nya yang polos dan tampan, siapa yang tahu bahwa saat siang mungkin ia kerja memimpin sebuah perusahaan, namun pada malam hari ia selalu terjun ke arena balap liar untuk mengadu kecepatan. Segera ku persiapkan makanan untuknya, hanya sebuah roti yang diolesi selai. Setiap pagi kami memang selalu memakan itu, bukannya aku tak bisa memasak, itu karena aku tak punya waktu untuk mempersiapkan segalanya. Aku juga harus bersekolah. Aku adalah siswa kelas 3 SMA di Gangnam Internasional School yang 2 bulan lagi akan lulus. Sedangkan sehun, dia sudah lulus S1 hanya dengan waktu 2,5 tahun. Cepat bukan? Itu karena kepintaran otaknya.
“Cepat habiskan makanan mu sehun, kalau tidak kau dan aku akan terlambat” kataku cemas
“Biarkan saja, kau ini yang terlambat. Aku bisa datang sesuka hatiku ke kantor kalau tidak gara-gara aku harus mengantar mu kesekolah mu itu” jawabnya santai.
“Yak! Jangan mentang-mentang kau pemimpin di perusahaan mu kau seenaknya masuk dan tidak ada yang menghukum mu” jelasku
“Memang kenyataannya seperti itu kan?” jawabnya lagi santai lalu mengambil segelas minum
“Awas kau, akan ku adukan pada aboeji!” aku mencoba mengancamnya agar ia cemas, namun justru usaha ku gagal total, ia hanya memandangku datar
“Kau hanya bisa berbicara saja Nayeon-ah, kau paling hanya sekedar mengancamku saja” katanya meremehkan perkataanku sambil menunjukkan senyum sinis nya.
__
Kami menghentikan debat itu, lalu Sehun mengantarkan ku ke sekolah ku dengan mobil sport warna silvernya itu. Tak butuh waktu lama kami untuk sampai ke sekolahku, karena Sehun mengendarainya dengan kecepatan lumayan tinggi. Aku keluar dari mobil Sehun, dan selalu saja anak anak sekolah yang lewat memperhatikanku, entah karena curiga siapa yg mengantaran ku atau karena terpesona oleh mobil Sehun. Langkah 2 orang mendekatiku, menyapaku.
“Yak Nayeon!, kau diantarkan siapa eoh?” tanya Minyeon sambil menyenggol-nyeggol badanku
“Seperti biasa, kau tau kan? Siapa lagi kalau bukan namja es balok itu” jelasku
“Maksudmu Sehun?” giliran Minha yang bertanya sambil menunjukkan muka polos nya yang dibuat-buat
“Ne.Kajja kita ke kelas, sebentar lagi pelajaran akan dimulai” ajak ku sambil menggandeng kedua tangan sahabatku.
SKIP~
Sepulang sekolah aku menunggu seorang menjemputku, siapa lagi kalau bukan Sehun. Namun sebuah mobil sport berwarna merah berhenti tepat di depan mataku. Kaca mobilnya perlahan terbuka menampakkan wajah seseorang.
“Kau sedang menunggu siapa Nayeon-ah?” tanya orang itu dengan suara beratnya
“Aku sedang menunggu jemputanku” balasku sambil tersenyum memandang ke arahnya
“Nuguya?” tanyanya lagi
“Kau tak perlu tau” balasku lagi
“Mau pulang bersamaku Nayeon-ah? Ku jamin kau selamat sampai tujuan” katanya menawarkan tumpangan padaku dengan gaya sok cool
“Tidak terimakasih Chanyeol, aku lebih baik menunggu jemputanku saja. Lain kali aku akan ikut bersamamu” jelasku sambil melempar senyum ke arah nya
“Ne, baiklah Nayeon kalau kau tak mau. Kapanpun kau butuh tumpangan ku, aku akan selalu siap Nayeon”sahut Chanyeol seperti layaknya supir pribadiku.
Chanyeol adalah sahabatku, kami sudah cukup lama berteman, mungkin sejak kelas 2 SMP hingga sekarang. Namun, ia tak tahu kalau aku menikah dengan Oh Sehun. Tak lama setelah Chanyeol pergi, mobil silver Sehun datang.

SEHUN POV
Siapa laki-laki yang menghuni mobil sport merah itu? Kenapa dia mendekati Nayeon? Dan Nayeon pun tersenyum senang dengannya. Lebih baik aku diam disini sebentar, lalu setelah mobil itu bergi, baru aku kesana menjemput Nayeon. Aku harus selidiki ini. Setelah menunggu, akhirnya mobil merah itu pergi dan aku segera melajukan mobilku ke Nayeon.
“Cepat naik, aku masih banyak pekerjaan” kataku datar sambil menurunkan kaca jendela mobil sport ku.
“Cih,jangan sok sibuk kau Sehun-ssi. Aku tau selepas kau mengantarkanku pasti kau mau ke arena balap liar lagi kan” jelasnya sinis dan pernyataannya sukses membuat ku kaget.
“Darimana kau tau aku sering ke arena balap liar eoh?” tanya ku tegas
“It’s a secret” katanya sambil menjulurkan lidah lalu masuk ke mobilku dan duduk disampingku
“Awas kau!” geram ku sambil menggenggam stir mobil dengan kuat
“Apa? Kau mau apa eoh? Kau hanya bisa marah doang Sehun, emosi mu mudah terpancing haha” cletuk nya dengan nada mencibir dan merendahkan ku
“Akan kubuat kau tak bisa berjalan besok OH NAYEON” ancam ku sambil ada penekanan di kata OH NAYEON dan tak lupa smirk andalanku.
“Maksudnya? Aku tak mengerti. Apa jangan-jangan kau ingin melindas kaki ku dengan mobilmu ini eoh?” tanya nya bingung
“Lihatlah saja nanti Nyonya OH” kataku lagi sambil smirk

AUTHOR POV
Malam hari ini, Nayeon membuatkan makanan special untuk Sehun. Setelah semuanya siap di meja makan, Sehun segera turun. Suasana makan malam mereka lebih didominasi oleh kesunyian. Bukannya mereka canggung, namun nampaknya Sehun masih kesal dengan perkataan Nayeon tadi.
“Makanlah, jarang-jarang aku memasak enak seperti ini” kata Nayeon sambil mengambil nasi untuk dirinya sendiri
“Aku tak peduli” perkataan Sehun saat sedang kesal memang selalu singkat dan nyesek jika didengar orang lain.
__
Seusai makan, Nayeon segera membawa semua piring kotor untuk dicuci, namun tiba-tiba
TAP! Bingo, lampu padam, beberapa piring yang dipegang Nayeon terjatuh untung saja kaki Nayeon tak terkena pecahan beling. Nayeon panik, ia sangat sangat takut gelap, ia takut ia akan melihat sosok yang tak ingin ia lihat, setiap gelap Nayeon selalu melihat sesosok wanita membawa pisau tajam ditangannya sambil tersenyum misterius kearahnya
“Sehun-ssi~ eodiseo? Sehun-ssi hiks hiks” panggil Nayeon sambil menutup mukanya dan menangis terisak.
__
Sementara itu, Sehun yang masih duduk ditempat makan menyalakan handphonenya dan segera mencari senter di ruangan kerja nya yang tak jauh dari meja makan. Setelah menemukan senternya, Sehun kebingungan mencari Nayeon. Seingatnya ia tadi membawa piring untuk dicuci ke arah dapur.
“Nayeon-ah~ eodiseo?” teriak Sehun panik
“Aku disini Sehun” kata Nayeon sambil terisak
“Gwaechana? Tenang ada aku disini. Kenapa banyak pecahan beling disini? Dan tanganmu? Berdarah?” tanya sehun panik lalu memegang tangan Nayeon yang terluka.
“Gwaechana, aku sangat takut. Aku takut melihat sesosok misterius , jangan tinggalkan aku sendiri Sehun” jelas Nayeon masih terisak sambil memeluk Sehun tanpa sadar, Sehun yang dipeluk hanya membalas perlakuan istrinya tersebut.
“Ne, kalau begitu kajja, aku akan menggendongmu. Naiklah ke punggungku dan pegang senter ini. Terpaksa, kalau sudah begini mau tak mau kau harus ikut dengan ku ke arena balapan liar” kata Sehun dengan lemah lembut tak seperti biasanya lalu memberikan senternya pada Nayeon.
“Baiklah hiks hiks” balas Nayeon dengan masih terisak
“Kemana Nayeon ku yang selalu berteriak- teriak? Kemana Nayeon yang selalu mengancamku? Kenapa sekarang kau jadi penakut seperti ini?” ejek Sehun sambil tertawa dan tersenyum.
“Diamlah kau Sehun!” protes Nayeon sambil memukul kepala Sehun dengan senter yang ia bawa.
__
Sesampainya di basement apartement, Sehun mengambil kotak obat untuk Nayeon dan menempelkan plaster di tangan Nayeon yang terluka. Sesudah itu, Sehun langsung melajukan mobilnya menuju jalan Cheongdamyeon untuk memulai aksi balapannya. Namun, sehun menyadari Nayeon sedang terlelap di kursi sampingnya dengan memakai jaket Sehun.

SEHUN POV
Entah kenapa, wajahku bahagia saat melihat Nayeon tidur. Sangat damai dan cantik. Dan aku baru tau kalau dia takut gelap. Bayangkan saja, sifatnya bisa berubah 180 derajat tadi saat lampu mati.
“Nayeon, kau itu peri ku, jangan tinggalkan aku, aku tak mau kehilanganmu. Saranghae” kata ku sambil mengelus kepalanya.
“eungg…” nayeon bergerak dari posisi awal tidurnya, membuatku panik dan langsung memfokuskan pandanganku ke jalanan.
Tak lama kemudian, ia tersenyum. Entah apa yang diimpikannya.
“Nayeon-ah, ireona! Kita sudah sampai” kataku sambil mengguncang tubuh Nayeon
“Eoh? Sudah sampai? Baiklah” balasnya
“Tadi, mengapa saat kau tidur bibir mu tersenyum eoh?” tanyaku penasaran.
“Ehmm…itu…ani..ani” katanya panik
“Aku ingin tau OH NAYEON!!” kataku dengan nada tinggi menggoda
“Ada apa? Kenapa kau ingin sekali mengetahui mimpi ku eoh?” teriaknya
“Aku ini suami sah mu Nayeon, dan aku berhak mengetahui apa yg kau mimpikan” jelasku
“Huft, baiklah. Tadi aku bermimpi kau mengatakan padaku ‘Nayeon, kau itu peri ku, jangan tinggalkan aku, aku tak mau kehilanganmu. Saranghae’ sudah kan?” tuturnya sambil kesal
Apakah tadi dia mendengar perkataanku? Bisa hancur reputasi ku kalau dia mendengarnya. Bisa-bisa aku akan dicecar pertanyaan yang sama berulang ulang kali olehnya.
“Yasudah, kajja kita keluar. Aku akan memperkenalkanmu pada teman-temanku” kata ku sambil menarik tangannya tanpa sadar.
“Ne, baiklah”

NAYEON POV
Ada apa dengan anak itu? Kenapa sikapnya sangat berubah padaku? Dan mengapa sekarang dia selalu memanggil ku Oh Nayeon? Padahal dulu ia sama sekali tak mau memanggilku seperti itu. Aku dan Sehun sekarang sedang berada di kerumunan orang, mereka terheran-heran melihat ku.
“Yo~ Oh Sehun, siapakah yang kau bawa ini eoh?” tanya laki-laki berkulit hitam sambil menunjuk ke arah ku. Sedangkan Aku yang ditunjuk oleh nya sangat takut, dia seperti srigala yang akan memangsa rusa. Aku pun segera bersembunyi dibalik tubuh Sehun.
“Kenalkan, dia istriku Oh Nayeon” tegas nya sambil menarik tangan ku agar aku tak dibelakang tubuhnya terus
“A-An-Anyeonghaseyo~ Oh Nayeon imnida. Salam kenal” jelasku terbata-bata sambil membungkuk
“Sopan sekali istrimu Hun, tak seperti dirimu” celetuknya
“Diamlah kau Kai, dasar item pesek” tegas Sehun sambil mengejeknya.
“Mwo?apa kau bilang? Jangan menghina ku ~ itu adalah anugrah Tuhan” katanya membanggakan tubuhnya
Aku hanya bisa tertawa cekikikan mendengar mereka berdua bertengkar, bayangkan saja, hanya karena sebuah hidung dan kulit mereka beradu argumen.

AUTHOR POV
Bunyi mobil sport menghentikan perbincangan mereka, seketika semua pandangan tertuju pada mobil itu dan penasaran siapa yang ada di dalam mobil itu. Namun, lain halnya dengan Nayeon, ia tahu persis siapa yang ada di dalamnya. Ia baru ingat bahwa Chanyeol juga sering balapan.
“Park Chan…yeol” kata Nayeon pelan dan panik, ia bingung dan ingin segera melarikan diri dari sini.
“Kau kenapa Nayeon-ah?” tanya Sehun bingung
“Ani, aku pergi sebentar ne Sehun-ssi, aku ingin jalan-jalan disekitar sini” jelas Nayeon
“Ne, baiklah asalkan jangan jauh-jauh” ucap Sehun tersenyum sambil mengelus rambut Nayeon.
__
Sementara Nayeon menghilang entah kemana, di Race balap sudah ada 4 mobil berjejer menunggu balapan dimulai. Namun, Sehun sepertinya mengenal mobil sport itu. Ia mencoba mengingatnya.
“Kai-ah, siapa pengemudi mobil merah itu eoh?” tanya Sehun menyelidik
“Namanya adalah Park Chanyeol, setau ku dia masih bersekolah di SMA” jawab Kai
“Oh, bocah tengik itu. Untuk apa dia datang kemari lagi. Bukankah dulu ia menghilang.” Kata Sehun dengan nada yang tak senang dengan kehadiran Chanyeol.
Chanyeol adalah musuh bebuyutan Sehun dari dulu namun sempat tak muncul lama di race.Sehun geram dan ia ingin sekali mendekati Chanyeol namun justru Chanyeol pergi berbincang dengan temannya.Alangkah sial dirinya. Tak lama setelah itu mereka bersiap di mobil masing-masing dan memulai balapan. Jarak yang harus mereka tempuh sekitar 1KM. Garis Finish dan garis Start digabung. Sehun yang sedari tadi mobilnya berada di posisi 2 kesal, ia ingin menyalip Chanyeol namun gagal. 200 meter sebelum garis finish, Sehun duluan menyalakan Nitro nya namun tak lama kemudian Chanyeol juga menyalakannya alhasil posisi pertama diduduki oleh Chanyeol dan selanjutnya Sehun.
“Hebat juga anak itu, aku masih menyimpan dendam padanya” ucap Sehun sambil tersenyum sinis.
“Tenanglah hun, kau pasti bisa menduduki peringkat satu lain waktu” ucap Kai sambil menepuk-nepuk punggung Sehun
Tiba-tiba, ada suara berat dari seorang laki-laki memecah percakapan Sehun dan Kai dari belakang
“Sudah kubilang Sehun, kau tak akan menang melawanku”ucapnya terdengar seperti nada meremehkan
“Mungkin kau menang dalam balapan, namun dalam otak? Aku yakin di otakmu hanya memikirkan makan lalu tidur, tak ada bedanya dengan otak kedelai” balas Sehun dengan kata-kata yang bisa dibilang cukup menyakitkan.
“Awas Kau Oh Sehun!” geram Chanyeol sambil mengepalkan kedua tangannya.
__
Sementara itu, ditempat lain seorang wanita sedang duduk di sebuah taman sambil memandangi langit- langit membayangkan sesuatu.
“Akankah Sehun mulai menyukai ku sekarang? Kenapa sikapnya berubah semenjak tadi aku ketakutan saat mati lampu. Biarlah waktu saja yang menjawab” gumam Nayeon.
Drttt…
Ponsel di saku Nayeon bergetar dan tertera sebuah tulisan disana, Sehun, ya sehun meneleponnya.
“Yeoboseyo Sehun-ssi?” tanyaku
“Eodiseo? Cepatlah kesini, aku sudah selesai” perintahnya
“Ne, aku akan kesana” jawabku
“dan jelaskan siapa Chanyeol itu. Apakah dia yang menjadi alasan kau ingin jalan-jalan tadi” jelas Sehun dengan nada tinggi seperti marah
Namun saat Nayeon ingin menjawab, panggilan sudah ditutup sepihak oleh Sehun. Dan itu membuat Nayeon panik entah penjelasan apa yang harus ia jelaskan pada Sehun.

NAYEON POV
“dan jelaskan siapa Chanyeol itu. Apakah dia yang menjadi alasan kau ingin jalan-jalan tadi” jelas Sehun dengan nada tinggi.
Ada apa dengannya? Kenapa ia bisa tau kalau itu alasanku kesini dan sepertinya Sehun marah besar padaku. Sudahlah, aku harus cepat-cepat kesana.
__
“Sehun-ssi, mianhae” sesal ku sambil menarik narik lengannya.
“Untuk apa? Naiklah, kita pulang” jawabnya singkat lalu ia masuk ke mobil sport nya.
“N-ne”
Diperjalanan, suasana sunyi lebih mendominasi mobil sport Sehun. Aku canggung dengan keadaan ini, dan aku yakin sekarang Sehun sedang marah padaku. Tapi untuk apa dia marah padaku? Toh, biasanya dia masa bodo dengan ku
“Se-sehun?” panggil ku memberanikan diri
“Waeyo?” balas Sehun
“Akan kujelaskan siapa itu park Chanyeol. Tapi aku punya satu pertanyaan untuk mu” jelas Nayeon dengan gemetar
“Apa itu?” tanya nya dengan nada datar
“Kau sedang marah padaku? Atau kau sedang cemburu karena Chanyeol eoh?” tanyaku mencoba memberanikan diri.
“Untuk apa aku cemburu? Lagipula aku tak memikirkan urusanmu. Tak ada gunanya memikirkan urusanmu.” Jawab Sehun dingin
“Lalu, kalau begitu aku tak akan menjelaskan siapa Chanyeol, karena itu urusanku” balas Nayeon dingin.
“Karena dia itu musuh bebuyutan ku, dan jangan sekali-kali kau mendekatinya” balas Sehun dengan nada tinggi.
“DIA ITU SAHABATKU OH SEHUN! ATAS HAK APA KAU MELARANGKU MENDEKATINYA EOH? JANGAN CAMPURI URUSANKU DENGAN URUSANMU! DAN SATU LAGI! KAU TAK BERHAK MELARANG KU UNTUK BERTEMU SAHABATKU” Jelas Nayeon marah, dan selesai dia mengucapkan kata itu, bertepatan dengan mereka sampai tujuan. Nayeon segera keluar dan berlari, menumpahi cairan putih bening seperti kristal yang sudah ia tahan sedari tadi di matanya.

SEHUN POV
Apa yang kulakukan? Apakah tindakanku salah? Aku hanya ingin dia tak terjebak dalam lingkaran api Chanyeol. Aku berjalan gontai menuju apartemen ku dan Nayeon. Saat sampai di dalam, aku tak bisa membuka pintu kamar kami. Mungkin ia mengunci nya dari dalam.
“Nayeon-ah~ cepat buka pintunya. Penghuni kamar itu bukan hanya kau saja, jadi jangan egois” ucap Sehun sambil mengetuk pintu.
“…” Namun tak ada respon dari dalam
“Mungkin, lebih baik aku mencari kunci cadangannya saja. Kalau tak salah aku menaruhnya di laci meja kantorku.” Gumam ku
Clek~ Pintu berhasil terbuka olehku dan aku menemukan peri ku sedang tertidur pulas menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Aku yakin sehabis tadi ia marah, pasti ia langsung tertidur pulas. Ku ambil kemeja tidurku lalu mengganti nya. Kira-kira tadi aku sampai di apartemen sekitar jam 01.00 pagi.
“Jaljayo yeobo~” ucap sehun sangat pelan lalu akhirnya tertidur membelakangi Nayeon.

AUTHOR POV
1 Minggu telah mereka lewati tanpa komunikasi sedikitpun. Nayeon bangun pagi menyiapkan makanan lalu pergi sebelum Sehun bangun, begitu pula Sehun. Sehabis ia pulang dari kantor jam 16.00 ia pergi ke rumah Kai lalu pulang jam 01.00 pagi saat Nayeon tidur. Ingin rasanya Sehun menhentikan pertengkaran ini, namun ia sudah menyerah. Nayeon saat marah susah sekali untuk diajak berbicara sedikitpun sampai suatu hari, Sehun melihat Chanyeol bersama Nayeon sedang berjalan di taman. Hati Sehun membara menahan kesal, ia mendengar percakapan antara Chanyeol dan Nayeon dari mobilnya. Dan nampaknya mereka berdua tak menyadari kehadiran Sehun.
“Nayeon-ah, kalau dihitung-hitung kita sudah berapa lama sahabatan ?” tanya Chanyeol sambil menggandeng tangan Nayeon.
“Sekitar..heum..4 tahun. Waeyo Chan?” jelas Nayeon
Tiba-tiba Chanyeol menghentikan langkah kakinya, ia berdiri berhadapan dengan Nayeon dan mensejajarkan tubuhnya dengan Nayeon. Nayeon yang melihat Chanyeol seperti itu bereaksi memundurkan badannya. Namun Seorang yang berada di dalam mobil tak jauh dari tempat itu masih memandang kemesraan mereka berdua dengan tatapan kematian.
“Nayeon-ah, aku ada satu permintaan untuk mu” ucap Chanyeol sambil memegang kedua tangan Nayeon, Sehun yang melihatnya makin membara menahan amarah.
“Apa itu Chanyeol-ah?” tanya Nayeon bingung
“Maukah Kau menjadi Yeoja chingu ku Nayeon-ah? Aku sudah lama memendam perasaan ini, ku harap kau mau” tanya Chanyeol agak sedikit gugup
“Aku mau Chanyeol, Aku mau”
Tapi Sehun yang sedari tadi mendengar percakapan itu segera memacu mobil nya meninggalkan 2 manusia yang sedang bersama tersebut karena saking kesalnya, dan Nayeon yang melihat mobil sport yg sangat ia kenali segera ingin mengejarnya namun tangan Chanyeol menahannya.
__
Sehun yang masih kesal hanya bisa merutuki perasaannya. Ia meluapkan rasa kesalnya dengan mengemudikan mobil sportnya dengan kecepatan tinggi. Tujuannya saat ini menuju apartement nya dan menunggu penjelasan dari Nayeon. Sesampainya di apartement ia hanya duduk di sofa sambil menonton tv.
Clekk.. terdengar suara pintu terbuka, sehun yakin itu Nayeon.
“S-Sehun? Sejak kapan kau ada disini?”tanya Nayeon gugup
“Wae? Ini rumahku, apakah aku salah ada disini? Kalau begitu aku akan segera pergi” jawab sehun dingin, lalu ia berdiri dari sofa bergegas pergi dari apartement ini.
“Sehun-ssi, kajima~ kenapa kau seperti ini?” tanya Nayeon bingung
“Aku tak apa. Ngomong-ngomong, Chukkae ya untuk mu dan Chanyeol” Balas sehun
“hahahhaah. Oh jadi karena seperti itu kau jadi begini” tawa Nayeon menggelegar mengisi apartement yang sunyi ini
“Kenapa kau eoh?” tanya Sehun kebingungan
“Kau saja yang tak mendengar semua percakapannya. Dasar Sehun pabo” jelas Nayeon sambil mencubit kedua pipi Sehun. Dan Sehun yang dicubitnya hanya memberikan muka polos.
“Apa aku salah?” tanya nya lagi.
“Akan ku ceritakan, duduklah Sehun pabo” jawab Nayeon.
~FLASHBACK ON~
“Nayeon-ah, aku ada satu permintaan untuk mu” ucap Chanyeol sambil memegang kedua tangan Nayeon, Sehun yang melihatnya makin membara menahan amarah.
“Apa itu Chanyeol-ah?” tanya Nayeon bingung
“Maukah Kau menjadi Yeoja chingu ku Nayeon-ah? Aku sudah lama memendam perasaan ini, ku harap kau mau” tanya Chanyeol agak sedikit gugup
“Aku mau Chanyeol, Aku mau menjadi teman mu saja Chanyeol” jawab Nayeon agak takut
“Wae?” tanya nya lagi
“Sudah ada yang special di hati dan pikiranku saat ini Chanyeol-ah, mianhae” sesal Nayeon
“Oke, tapi bisakah kau masih menjadi sahabatku eoh?” tanya nya lagi
“Ne. Sudahlah, aku mau mengejar seseorang yang sepertinya sedang ngambek. Anyeong Chan~” kata Nayeon riang sambil berlari menjauhi Chanyeol yang masih terdiam di tempatnya.
~FLASHBACK OFF~
“Masih mau ngambek heum?” tanya Nayeon meledek
“Masih, kalau kau belum memberitaku ku siapa yang special itu” balas Sehun yang semakin memperpendek jarak diantara mereka berdua.
“Jauhkanlah dulu muka mu namja pabo, lalu akan kuberitahu” ucap Nayeon
“Cepat beritahu aku, yeobo~” balas Sehun penasaran
“Baiklah. Dia orang yang memiliki 2 kepribadian, lalu dia itu selalu berbicara dengan kata-kata manis saat aku sedang tidur..” belum sempat Nayeon menyelesaikan ucapannya, Sehun terkaget saat Nayeon berbicara ‘dia itu selalu berbicara dengan kata-kata manis saat aku sedang tidur..’Sehun menyadari kalau itu pastilah ia, namun apakah perkataannya saat di mobil dan dikamar ia mendengar semuanya.
“lalu, ia mudah ngambek dan sebenarnya ia selalu cemburu tanpa sebab padaku. Selesai” jelas Nayeon
“Itu pasti aku kan. Namun apakah kau yakin dengan perkataanmu yang ‘dia itu selalu berbicara dengan kata-kata manis saat aku sedang tidur..’eoh?” tanya Sehun selidik
“Aku mendengar semua Sehun-ssi, aku sebenarnya tak tidur saat itu ckckck” jawab Nayeon yang membuat Sehun malu.
“Saranghae yeobo~” ucap sehun sambil memeluk erat Nayeon, dan Nayeon pun membalas pelukan Sehun “Nado Saranghaeyo Sehun” Sehun yang menyadari Nayeon membalasnya lalu melepaskan pelukannya dan beralih mendekatkan wajahnya dengan wajah Nayeon. Nayeon hanya bisa memejamkan matanya dan menikmati setiap perlakuan Sehun, dan
Chu~ciuman Sehun mendarat tepat di bibir Nayeon. Dengan tak sadar, Nayeon mengalungkan kedua tangannya di leher Sehun, Sehun yang merasa Nayeon mulai nyaman perlahan melumat habis bibir Nayeon. Mereka berdua menikmati nya bersama.
__
Sementara itu orang yang mendengar percakapan mereka menggunakan headphone mendengus kesal. Chanyeol sengaja menempelkan benda sekecil setengah uang koin yang berguna sebagai perekam yang biasa digunakan para detektif di tas Nayeon sebelum ia pergi.
“Jadi, cintaku ditolak hanya karena dia. Oh Sehun Tunggulah pembalasanku” erang Chanyeol kesal.
-END-
Akhirnya, Selesai juga ini FF, *peluk Sehun* /dilemparin sepatu sama pens sehun/. Makasih banyak yang udah baca FF ini, sehabis baca jangan lupa komentar. Komentar kalian sangat berharga buat saya dan kekurangan FF ini. Sekian, dan Terimakasih *bow bareng sehun dan xiumin*

65 responses to “[Freelance] Speed and Love

    • inyaallah nanti kl banyak yg minta dibuat^^ makasih udah mau baca sama komen *bow bareng umin sehun*

    • makasih udah baca sama komen. eh maap, typo dikit hehe maksudnya keledai^^ saya nervous pas bikin nih ff, soalnya sambil diliatin xiumin ^^

    • makasih udah mau baca sama komen. insyaallah nanti kalau banyak yg minta, saya bikinin kok chingu^^

  1. Perlu sekuel ini..Belum selesai itu ceritanya…Sehunnya belum bwt Nayeon gak bisa jalan (?) *loh hahahaha

    • makasih udah baca sama komen. chingu inget aja nih sehun mau bikin nayeon nggak bisa jalan. insyaallah nanti saya bikin sequel kl bnyk yg minta^^

    • insyaallah nanti saya buat sequelnya chingu^^ gomawo udah mau komen dan baca *bow bareng umin*

    • insyaallah nanti saya bikin sequelnya^^ gomawo udah mau baca sama komen chingu *bow bareng umin*

    • insyaallah nanti saya buat sequelnya chingu^^ gomawo udah baca sama komen *bow bareng umin*

  2. Sequelnya dong thor
    Soalnya penasaran banget ama si chanyeol mw balas dendam apa ke sehun ^^

    • nanti kl banyak yg minta, nanti saya usahakan untuk buat sequel. gomawo udah mau baca dan komen *bow bareng umin*

    • nanti kl banyak yg minta, nanti saya usahakan untuk buat sequel. gomawo udah mau baca dan komen *bow bareng umin*

  3. wah… thor… sequel dong thor… jebal…
    ini eman bgt kl gk di buat sequel.
    speed i like it :*

    • ne chingu^^ nanti kl banyak yg minta, nanti saya usahakan untuk buat sequel. gomawo udah mau baca dan komen *bow bareng umin*

    • hehe, mian kl agak cepet^^ saya soalnya takut nggak keburu buat nyelesain nih ff^^ gomawo udah mau baca dan ngasih kritik^^ *bow bareng umin* sequel sedang saya usahakan

  4. q ska thor… di buat sequel dong thor… jebal.
    speed ini q ska bgt…. sequel.ya thor

    • nanti kl banyak yg minta, nanti saya usahakan untuk buat sequel. gomawo udah mau baca dan komen *bow bareng umin*

  5. wah..singkat tp menarik n lucu..tp kalo bisa lain x tlg dpanjangin y chingu ceritanya..biar alurnya g kecepetan..gomawo..fighting chingu..

    • sama lucu nya dengan muka saya hehe. gomawo chingu udah mau baca sm komen *bow bareng umin*

  6. Daebak thorr bagus banget ff nya heheh sequel dong thorr ahhaha di tunggu thor hhe fughting thor 😀

    • sequel? akan saya usahakan chingu.. gomawo udah mau komen sama baca *bow bareng umin*

  7. Hahaha.. daebak thor…
    Sehun nya lucu banget, hehe..
    Buat sequel nde.. 😀 😀
    Keep writing!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s