[Freelance] Romance In School Life (Chapter 3)

wpid-picsart_139662631488810

[CHAPTER 3] Romance In School Life

Kim Yoon Ji (@xojsca)

Park Chanyeol, Irene (OC)

Romance, School Life

PG-15

Chaptered

 

Warning!
Typo tersebar dimana-mana, alur terlalu cepat.(maapkan yah, author masih amatir :D)
Note
FF ini murni buatan author dari khayalan author, NO Plagiat.
Chapter [1] [2]
Sebelumnya-
“YA! Keluar kau jangan bersembunyi saja” teriak Irene. Ia melanjutkan langkahnya dengan sedikit cepat. Angin malam bertiup lagi, kali ini lebih kencang membuat bulu kuduk Irene benar-benar merinding.
Seseorang berjalan di belakangnya suara pijakan sepatu semakin keras, semakin mendekat semakin kencang suara pijakan itu. Seseorang menepuk bahunya dari belakang. Irene menengok dengan cepat. Rasa takut mengerogoti hatinya sekarang ini.
Chapter 3
Dan terlihat namja tinggi dengan telinganya yang lebar tersenyum kepada Irene dengan memperlihatkan senyuman lebarnya, Dia adalah Park Chanyeol orang yang diam-diam tanpa sepengetahuan Irene mencoba mendekati Irene. Mendekati? Ya Chanyeol hanya ingin iseng mendekatinya.
Ia tidak tahu bahwa kedatangannya yang secara tiba-tiba dapat membuat Irene kaget sampai-sampai ia terlihat bingung ketika Irene menganga melihatnya. Dan tiba-tiba saja Irene berteriak sangat kencang.”AAAAAAAAAAA!!” Teriak Irene sampai-sampai salah seorang pemilik rumah keluar dari dalam dan berdiri di balkon rumahnya. “Hey kalian ini sudah hampir malam jangan berteriak, teriakan kalian itu sangat menggangu” pemilik rumah kesal akibat teriakan Irene tadi. “Ah, ne… Mianhae menggangu kenyamanannya” Chanyeol dan Irene merasa tidak enak ditegur seperti itu. Pemilik rumah itu memasuki rumahnya lagi. Setelah itu Chanyeol dan Irene mulai saling bertatapan.
“YA! Kau lagi. kau tadi benar-bebar membuatku kaget, Sedang apa kau mengikutiku?” Irene benar-benar marah karena tingkah Chanyeol tadi.“Ah mian… Aku tidak bermaksud. Aku hanya ingin pulang bersamamu” Chanyeol memohon minta maaf.“Arah jalan pulang kita berbeda, pulanglah” tolak Irene, lalu berjalan cepat.“memangnya kau tahu rumahku dimana? Lagipula mobilku ada didepan rumahmu, bukan?” Chanyeol mencari-cari alasan agar bisa pulang bersama gadis ini.“ah baiklah aku menyerah…” Keluh Irene lemas dengan menurunkan bahunya.“Jadi kita pulang bersama?” Chanyeol menunjukan giginya.“What ever-” Irene menjawab dengan bahasa inggrinya yang masih fasih lalu melanjutkan jalannya.
•••
Malam ini Baekhyun berencana menelepon Jieun, Ia bermaksud minta maaf atas kejadian tadi pagi. Dengan ragu ia menekan nomor Jieun dilayar hpnya.
“Yeoboseyo…” Suara Jieun terdengar dari ujung telepon.
“ … Jieun aku ingin minta maaf soal tadi pagi. Aku benar-benar tidak sengaja menjatuhkan buku-buku itu” Baekhyun terdiam sebentar ketika Jieun mengangkat telponnya.
“oh ne… Soal itu kau sudah kumaafkan kok” jawab Jieun. Salah satu sifat pemaaf Jieun inilah yang membuat Baekhyun makin menyukai Jieun.
“Ah ne… Gomawo”
“Ne… Cheonmaneyo chingu, apa lagi yang ingin kau bicarakan?” Apa Jieun menyebutkan kata ‘chingu’ kepada Baekhyun. Detak jantung Baekhyun berdegup cukup kencang. Hatinya begitu berbunga-bunga dibuatnya. Sepertinya Baekhyun harus berterima kasih kepada Chanyeol yang telah memukul punggungnya tadi pagi.
“T-tidak ada hanya itu saja. Selamat malam maaf menggangu, Bye” jawab baekhyun gugup.
“Ne… malam, bye”
Setelah sambungan terputus, Baekhyun tidak dapat menahan rasa bahagianya saat ini. Baekhyun melempar dirinya ke tempat tidur. “Ahh… Senangnya” Ia mengetik nomor hp Chanyeol.
“Yeoboseyo…”
“YA… Chanyeol aku sangat bahagia hari ini, bisakah kau datang ke rumahku” ajak Baekhyun penuh semangat.
“Kau sungguh merepotkan seperti seorang yeoja saja, aku baru saja sampai dirumah” jawab Chanyeol galak.
“ayolah” Baekhyun memohon, mungkin jika Baekhyun dan Chanyeol sedang bertemu sekarang Baekhyun akan memohon dengan puppy eyes-nya.
“Baiklah, tunggu sekitar 30 menit aku sampai disana” jelas Chanyeol terpaksa.
“Ok” Baekhyun buru-buru memutuskan sambungan telpon dan senyum-senyum sendiri lagi.
•••
“Apa yang ingin kau ceritakan? Aku tidak pasti kalau caritamu itu penting bagiku” pertanyaan Chanyeol membuat jantung Baekhyun berdegup lagi.
“Tadi aku menelepon Jieun” Baekhyun senyum-senyum aneh.
“Lalu”
“Lalu… Jieun memanggilku dengan sebutan …” Baekhyun menggantungkan kalimatnya.“Sebutan apa?” Chanyeol memiringkan kepalanya. “CHINGU…” Teriak Baekhyun tetapi tidak terdengar sampai luar kamarnya.“Itu saja?” Tanya Chanyeol dengan muka super aneh.
“Ne… Itu membuatku bahagia hari ini”
Baekhyun menyeringai aneh. “Aku pulang…” Chanyeol bangkit dari lantai yang Ia duduki lalu berjalan meraih gagang pintu dan membukanya.“YA! Chanyeol-Ah…” Teriak Baekhyun, karena Chanyeol sudah meninggalkan tempat itu Baekhyun pun melanjutkan senyuman anehnya itu. Baekhyun sepertinya sudah gila karena cinta.
•••
Langit sudah cerah namun belum ada tanda-tanda matahari akan terbit. Seorang Yeoja terbaring lemah ditempat tidurnya sangat lemah kelihatannya.
Seorang wanita masuk kekamar Irene.
“Irene… Bangun… Sudah siang” eommanya membangunkan Irene.“Ah- Eomma… Sepertinya aku sakit, badanku terasa tidak enak” Eomma menenpelkan punggung tangannya dengan jari-jari yang lentik di kening anaknya itu. “YA! Badanmu panas sekali, eomma akan memanggil dokter” eomma hendak pergi meninggalkan kamar Irene, tapi buru-buru Irene menolak.
8k“Andwae… Eomma, nanti juga sembuh”
Eommanya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala, lalu berjalan keluar dari kamar.
•••
Seorang namja berkacamata hitam membawa kopernya yang besar berjalan disebuah gedung yang didepannya bertulisan “KIMPO INTERNASIONAL AIRPORT”, dengan 2 orang bodyguard dan seorang laki-laki bertubuh besar dan tinggi.Banyak orang beramai-ramai menunggu di pintu kedatangan, terlihat beberapa orang membawa spanduk bertulisan “장우영” (Jang WooYoung).
Ketika namja yang membawa koper besar itu keluar menuju pintu kedatangan, orang-orang mulai ribut berteriak-teriak. “Jang WooYoung saranghaeyo” seorang yeoja bertubuh kecil dan pendek berteriak.
Wooyoung hanya dapat tersenyum kecil. Yeoja bertubuh pendek itu berteriak histeris setelah mendapat senyuman dari Wooyoung itu. Wooyoung masuk ke dalam mobil hitam mengkilat, Ia terlihat sangat lelah akibat jalannya yang sempat terhalang oleh fans-fansnya.
Sambil terus mengeluh Wooyoung berbicara pada laki-laki bertubuh besar dan tinggi tadi. “Ah- kwajangnim(general manager) aku sangat lelah” keluh WooYoung lagi kepada laki-laki tadi dengan sebutan kwajangnim.“Tidurlah dulu, setelah itu kau harus melanjutkan konser diMusicBank nanti” jelas Kwajangnim. Mendengar kata-kata yanh baru saja dilontarkan Managernya itu wooyoung mengeluh lagi. “Jinjja… Aniyo…” Keluh Wooyoung lagi sambil merebahkan diri dikursi mobil.“Ne… Kau harus berpindah sekolah juga, sekolahmu yang lama telah terjadi keributan akibat kau datang padahal kau baru masuk sekolah itu 2 hari, seharusnya kau masuk sekolah yang terdapat banyak artis sepertimu juga” jelas Kwajangnim mengingatkan.
“Mian… kwajangnim aku tidak bermaksud membuatmu susah” Wooyoung meminta maaf kepada managernya itu.
“Ne… Tak apa ini sudah tugasku sebagai managermu bukan?” jelas kwajangnim sambil meneguk sekaleng softdrink.
“Ne… Gomawo kwajangnim, tapi setelah perform di MusicBank selesai, aku ingin ke rumah seseorang dulu sendiri. Aku pinjam mobil ini ne?” Wooyoung memohon.“ ah bailklah, tapi jangan lama-lama kau harus beristirahat setelah itu” jelas kwajangnim lagi panjang lebar.
•••
Didalam kelas Chanyeol melirik kearah kursi yang ditempati Irene. Ia binggung kenapa Irene tidak masuk hari itu.
“Ah- dimana anak itu? mungkinkah dia sakit? ah- kenapa aku begitu khawatir dengannya? Apa aku menyukainya?” gerutu Chanyeol dalam hati.Dengan cepat Ia menjawab pertanyaan yang berputar terus diotaknya.“Ah- tidak mungkin Ia sakit. Tidak mungkin juga aku menyukainya. Arkkhh…” Chanyeol mengacak-acak rambutnya yang sebelumnya tertata rapi menjadi berantakan. Melihat itu Kim seonsaengnim menatap Chanyeol heran dan menegurnya.“YA! Kau sedang apa Park ChanYeol-A” kim seonsaengnim bertanya kepada Chanyeol dengan galaknya.“Ah- tidak seonsaengnim, kepalaku sedikit terasa gatal” ujar Chanyeol asal. Seisi kelas tertawa akibat ucapan yang baru dilontarkan Chanyeol itu. Chanyeol hanya menunduk menahan malu dan meratapi kebodohanya tadi.
•••
Aku senang sekali katanya Jang WooYoung artis terkenal yang kusukai akan bersekolah disekolah yang sama denganku. Aku sangat bahagia
Tulis Jieun di atas buku diary nya.
Jieun sangat menyukai Jang WooYoung karena mukanya yang tampan, suaranya yang bagus dan gerakannya pada saat Ia melakukan dance sangat energic. Karena heran melihat Jieun senyum-senyum sendiri Baekhyun akhirnya memajukan kepalanya sedikit kedepan dan mempertajam matanya, tidak lain dan tidak bukan ia hanya ingin melihat yang ditulis Jieun tadi. Baekhyun yang duduk tepat dibelakang Jieun itu melirik tulisan yang Jieun tulis.
ketika bel berbunyi Jieun berjalan keluar dengan membawa tasnya. Pada saat kelas sudah berubah menjadi kosong Baekhyun berjalan lemas keluar, raut wajahnya berubah ketika membaca tulisa Jieun tadi. Baekhyun keluar kelas gonyai sambil berkata “Arkkhh… Lawan yang cukup sulit”

Ketika Chanyeol berjalan keluar, tatapannya langsung tertuju pada seorang laki-laki yang sangat ia kenal, Baekhyun. Terlihat temannya tersebut memasang raut muka yang tidak menyenangkan untuk dilihat. “Baekhyun…” panggil Chanyeol dengan melambaikan tangan. Dengan berlari Chanyeol dapat dengan cepat menghampiri Baekhyun dan memukul bahunya.
“Hey! Mukamu sungguh tidak enak untuk dilihat, bibirmu itu seperti bebek(?)” tukas Chanyeol memerhatikan muka Baekhyun yang bibirnya manyun. “YA! Bilang apa kau tadi. Bebek? Huh?”Baekhyun sedikit kesal dengan satu kata terakhir yang dilontarkan Chanyeol tadi. “Ah aniya… aku cuma bercanda Baek, baiklah aku pergi dulu. Semoga harimu menyenangkan Baek” jelas Chanyeol meminta maaf dan berlalu pergi.
‘Menyenangkan apanya?’ Pikir Baekhyun dalam hati.

Chanyeol berjalan membawa nampan yang penuh dengan makanan siangnya.
Tanpa ia ketahui sebelumnya, seorang yeoja cantik datang dan melempar nampan yang berisi makanan siang Chanyeol.

Brak-

“YA! Apa kau sudah gila, huh?” Chanyeol marah sambil menunjuk yeoja tersebut dengan telunjuknya. Yeoja itu tersenyum licik dengan melipat kedua tangannya di dada. “Kenapa kau marah kepadaku? Seharusnya aku yang marah kepadamu!” Jelas Yeoja itu tidak kalah marahnya dengan Chanyeol. “Waeyo? Aku punya salah denganmu?” Tanya Chanyeol penuh amarah.
Seluruh kantin mulai memerhatikan keributan yang ditimbulkan Chanyeol dan seorang Yeoja. Amarah Chanyeol dan yeoja itu sudah memuncak. “Kau tidak tahu kesalahanmu dimana? Namja bodoh”
-TBC-

3 responses to “[Freelance] Romance In School Life (Chapter 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s