[Freelance] Romance In School Life (Chapter 4)

wpid-picsart_139662631488810

[CHAPTER 4] Romance In School Life
Kim Yoon Ji (@xojsca)
Park Chanyeol, Irene (OC)
Romance, School Life
PG-15
Chaptered

 

Warning!
Typo tersebar dimana-mana, alur terlalu cepat.(maapkan yah, author masih amatir :D)
Note
FF ini murni buatan author dari khayalan author, NO Plagiat.
Chapter [1] [2] [3]
Sebelumnya-
Seluruh kantin mulai memerhatikan keributan yang ditimbulkan Chanyeol dan seorang Yeoja. Amarah Chanyeol dan yeoja itu sudah memuncak. “Kau tidak tahu kesalahanmu dimana? Namja bodoh”
Chapter 4-
Tampang bingung muncul di raut wajah Chanyeol.”tidak!” Jawab Chanyeol tegas. Plak-
Sebuah tamparan keras mendarat dipipi namja tampan itu. “YA! Apa kau gila?” Tanya Chanyeol dengan amarahnya yang memgebu-gebu. “Temui aku sepulang sekolah nanti dicafe biasa” kata terakhir yeoja itu sebelum ia benar-benar pergi dari kantin dengan mata yang merah. Chanyeol hanya mengerucutkan dahi. “apa-apaan yeoja itu huh” ucap Chanyeol dengan memegangi pipinya yang mulai memerah.
•••
Terdengar bunyi ketukan pintu dari luar rumah. Wanita tua-eomma Irene- membukakan pintu. Dan terlihat seorang namja yang sangat ia rindukan.
“Ah- wooyoung-ssi masuklah, kau pasti lelah sekali” ujar Eomma Irene penuh kasih sayang. “Irene pasti juga merindukanmu, cepat temui dia diatas. Dan sepertinya Irene sakit demam” Namja itu hanya tersenyum.
•••
Chanyeol berjalan menuju mobilnya dengan tampang yang penuh amarah karena kejadian tadi siang. Ia menaiki mobil sport silvernya dan melaju ke tempat janjiannya dengan yeoja gila tadi, menurutnya.

Sampailah Chanyeol diCafe yang dimaksud yeoja itu. Chanyeol terlihat sangat malas ketika melihat yeoja yang tadi siang menamparnya, ia berjalan gontai memasuki cafe itu. Chanyeol duduk di depan yeoja itu. “Ada apa kau menyuruhku datang kesini, cepatlah aku tidak punya banyak waktu” jelas Chanyeol cepat. Kini raut wajah yeoja itu berubah dengan raut wajah yang perlu dikasihani.”Chanyeol-ssi sebelumnya a-aku ingin minta maaf kepadamu telah menamparmu tadi siang” ujar yeoja itu memohon. “Aku tidak mempermasalahkan itu, jadi cepatlah langsung keinti pembicaraan jangan membuang-buang waktu” jelas Chanyeol tanpa menatap yeoja itu melainkan menatap kearah lain. “Waktu itu aku melihatmu pulang bersama yeoja lain … “yeoja itu menggantungkan kalimatnya. “Lalu? apa urusannya denganmu?” Kata Chanyeol penuh dengan tanda tanya. ” … jelas aku cemburu karena aku adalah pacarmu, tidak sepantasnya kau … ” kalimat yeoja dengan cepat dipotong Chanyeol. “Tidak sepantasnya kau bermesra-mesraan dengan namja lain seminggu yang lalu. Jangan kau pikir aku tidak melihatmu, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kau berciuman dengan namja itu” jelas Chanyeol dengan amarah yang sudah memuncak. “B-b-bagaimana kau b-bisa … ” tukas Yeoja itu ketakutan.
Flashback
Chanyeol menghentikan mobilnya dibibir taman ketika melihat seorang yeoja dan seorang namja sedang berdua-duaan dibangku taman. Melihat itu kesal bercampur marah menyelimutinya, ketika ia tahu siapa yeoja itu. Ya yeoja itu pacarnya, Park Jiyeon. Amarahnya milai memuncak ketika Jiyeon berciuman dengan namja itu. Seketika itu juga Chanyeol melajukan mobolnya dengan kecepatan tinggi. “Apa-apaan yeoja itu, brengsek”
Flashback End
“Tentu saja aku tahu, jangan kau pikir aku bodoh. Sekarang aku tahu kau itu wanita seperti apa… ‘wanita murahan’. Dan sekarang aku minta kau dan aku putus!” Jelas Chanyeol sembari bangkit dari kursinya. Melihat Chanyeol bernjak pergu dengan cepat Jiyeon meraih lengan Chanyeol.”Chanyeol-ssi… aku minta maaf, aku tidak bermaksud berselingkuh. Aku sungguh minta maaf, aku tidak mau putus denganmu” air mata Jiyeon tidak bisa terbendung lagi. “Sudah terlambat, aku sudah mencintai yeoja lain. Dan aku harap mulai sekarang kau tidak menggangu hidupku lagi” Chanyeol menghempaskan tangan Jiyeon dan berjalan pergi meninggalkan Jiyeon. “Chanyeol-ssi a-aku minta maaf” jiyeon menangis meratapi kebodohannya.

Didalam mobil Chanyeol menghirup pelan udara dan membuangnya cepat. Setelah itu Chanyeol menyalakan mesin mobilnya dan pergi dari tempat itu.
Malam itu Chanyeol berencana untuk pergi kerumah Irene. Dalam hitungan menit Chanyeol telah tiba di rumah Irene. Setelah melihat mobilnya terparkir sempurna Chanyeol dengan girangnya masuk melewati pagar rumah Irene dan mengetuk pintu rumah Irene.
tok tok tok
Seorang wanita tua dengan handphone ditangannya membukakan pintu untuk Chanyeol. “Cari siapa?” Tanya wanita tua itu dengan sedikit melirik handphonenya yang sepertinya sebentar lagi akan berbunyi. “Saya temannya Irene ahjumma, Park Chanyeol. Bisakah saya bertemu dengannya?” jelas Chanyeol sembari tersenyum.”ne… Irene ada dikamarnya, kau bisa langsung naik diatas. Silahkan masuk” wanita tua itu mempersilahkan Chanyeol masuk demgan menggeserkan tubuhnya bermasksud memberi jalan. “Ne gamsahamnida ahjumma” Chanyeol menunduk berterima kasih.
Setelah menutup kembali pintu rumah, wanita tua yang ternyata eomma Irene sedikit terkejut ketika handphonenya berbunyi. Denfan sigap ia menekan tombol hijau dan berangsur pergi begitu saja meninggalkan Chanyeol. Chanyeol yang kebingungan harus berbuat apa, akhirnya memutuskan menaiki tangga rumah itu menuju kamar Irene.
Chanyeol terus berjalan hingga menemukan pintu putih dengan sebuah gantungan bertulisan ‘Irene‘. Chanyeol membuka pintu perlahan. Belum sempat ia membuka pintu dengan lebarnya, ia sudah mendapatkan Irene tertawa dengan seorang laki-laki.
Melihat itu Chanyeol merasakan sesak didadanya.
Chanyeol POV
Ada apa ini kenapa dadaku terasa sesak, melihat Irene dengan Laki-laki itu?
Aku tidak mengerti kenapa …? Aiiishh…
A-Aku benar-benar tidak mengerti dengan perasaanku sekarang ini.
Apa aku menyukainya? Tidak, Itu tidak mungkin. Aku hanya menjadikan dia sebagai pelampiasan. Sebelum aku menjadi benar-benar menyukainya, Lebih baik aku pergi dan tidak mengangu dia lagi.
Author POV
Chanyeol berlari menuruni tangga rumah Irene dan mendapatkan Eomma duduk membaca koran.
“ah Ahjumma, saya permisi pulang. Sampaikan kepada Irene saya-Park Chanyeol- datang ne… gamsahamnida ahjumma” Chanyeol menunduk berterima kasih dan pergi membuka pintu rumah. “Anak muda zaman sekarang memang semakin aneh” eomma Irene hanya dapat menggeleng-gelengkan kepala.

Chanyeol terus menggerutu dengan melajukan mobil sportnya dengan kecepetan lumayan tinggi.
“Come on Chanyeol kau ini kenapa, tidak biasanya kau seperti ini karena wanita. Ingat Irene hanya kau jadikan pelampiasan, jangan sampai kau menyukainya” gerutu Chanyeol pada dirinya sendiri.
Semakin Chanyeol frustasi semakin ia mempercepat kecepatan mobilnya. Tanpa ia sadari mobil yang berada di depannya berhenti mendadak. Chanyeol yang berada jauh di belakang mobil itu terkejut ketika melihat mobil didepannya berhenti tiba-tiba. Chanyeol dengan segera menginjak rem mobil, karena pengereman mobil yang secara tiba-tiba mobil Chanyeol terhempas dan terguling-guling. Dalam hitungan detik mobil Chanyeol berhenti dengan keadaan terbalik.
•••
Sebuah mobil ambulance berhenti di depan pintu depan gedung rumah sakit yang didepannya bertulisan ‘UGD‘. Laki-laki yang terbaring lemah di kasur bejalan rumah sakit. Dengan kepala yang banyak mengeluarkan darah. Ya laki-laki itu Chanyeol. Dengan sigap para perawat dirumah sakit itu mendorong kasur rumah sakit menuju sebuah ruangan, sepertinya sebuah ruang operasi. Chanyeol dibawa keruanh operasi.

 

•••

 

Selang beberapa jam.
1 Jam
2 Jam
3 Jam
4 Jam
Operasi masih belum juga selesai.
Diruang tunggu operasi sudah terlihat sepasang suami istri yang menunggu anaknya didalam ruang operasi.
“Ottoekkhe? Operasinya lama sekali. Aku tidak mau terjadi apa-apa pada Chanyeol. Kita harus bagaimana?” Seorang wanita tua namun cantik itu terus saja menggerutu dan menangis. “Tenang saja operasi Chanyeol akan berjalan lancar, berfikirlah positif” jawab Laki-laki disebelahnya.
Tak lama setelah itu Seorang dokter keluar dari ruangan itu bersama dengan seorang perawat. Dengan cepat eomma Chanyeol menghampiri dokter itu. “Bagaimana keadaan anak saya dok? Apakah operasinya bejalan lancar?” Tanya eomma Chanyeol takut-takut. Appa Chanyeol hanya merangkul eomma Chanyeol dan mengelus bahu istrinya agar sedikit tenang. Dokter tersenyum kecil. “Operasinya berjalan lancar, sebaiknya biarkan dia istirahat dulu. Jangan membuatnya banyak pikiran sampai chanyeol sembuh total, jika ia banyak pikiran mungkin kepalanya akan pusing” jelas dokter yang tadi mengoperasi Chanyeol. “Apa kepalanya sempat terbentur?” Tanya appa Chanyeol. “Ya, Sempat terbentuk kepalanya bagian kiri. Sebaiknya biarkan Chanyeol beristirahat selama beberapa hari” jelas dokter lagi dan berangsur pergi.
“Sebaiknya kita tunggu sampai Chanyeol sadar”jelas Appa Chanyeol pada istrinya yang masih memasang raut muka khawatir. Tak ada jawaban dari istrinya itu.
•••
Matahari belum menunjukan sinarnya. Pagi-pagi sekali Irene datang kesekolah. Alasana mengapa ia datang pagi-pagi karena ia hari ini ada jadwal piket mau tidak mau harus tetap dijalankan.
Ketika memasuki kelas, terlihat beberapa murid yang juga piket hari itu sedang membicarakan sesuatu sepertinya penting.
“Kau tau tidak katanya Chanyeol kecelakaan mobilnya juga sempat terguling” seorang yeoja berambut pendek memberitahu temannya. “Ah jinjja? Park Chanyeol yang sekelas kita?
” Teman-temanya kaget mendengar berita itu. “Ne katanya Chanyeol harus dioperasi karena mendapat benturan yang cukup keras dikepalanya dikepalanya. Kakinya juga sempat retak untungnya tidak sampai patah” jelas yeoja berambut pendek itu lagi. “Ah jinjja? Kasihan sekali dia?”
Mendengar nama Park Chanyeol disebut dengan cepat Irene menghampiri kerumunan yeoja-yeoja itu. “Apa yang terjadi dengan Chanyeol?” Tanya irene dengan raut muka khawatir. “Chanyeol mengalami kecelakaan lalu lintas, sekarang sedang koma dirumah sakit” jelas yeoja berambut pendek. “Ada dirumah sakit mana?” Tanya Irene dengan mengerutkan keningnya. “Rumah sakit daerah Gangnam” tanpa mengatakan apa pun Irene berlari keluar kelas menuju pintu gerbang sekolah.
Irene berlari secepat mungkin agar sampai di rumah akit tempat Chanyeol dirawat. Bodohnya ia lupa membawa uang. Karena Irene tidak berhati-hati dijalan ia menabrak seorang Namja tinggi kurus berambut sedikit pirang sehingga bubble tea yang dipengang namja itu tumpah ke tanah. “YA!” Bentak namja itu. “Ah maaf aku tidak sengaja, lain kali akan ku ganti sungguh. Sekarang aku sedang buru-buru maaf” jelas irene meminta maaf dengan menundukan kepalanya. Tanpa menunggu jawabam dari namja itu Irene melanjutkan larinya menuju rumah sakit.
-TBC-

 

 

3 responses to “[Freelance] Romance In School Life (Chapter 4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s