[Freelance] DEVIL BESIDE ME (CHAPTER 12)

DBMchapter12
DEVIL BESIDE ME (CHAPTER 12)

Author :: Sangheera

Title :: Devil Beside Me (Chapter 12)

Cast :: Luhan of EXO as Angel, Kris of EXO as Devil, and Sera (OC) as Devil

Support Cast :: Angel’s line – Suho, Xiumin, Chen, Lay, Kyungsoo.
Devil’s Line – Baekhyun, Chanyeol, Kai, Sehun, Tao

Genre :: Romance, Fantasy

Length :: Multi Chapter

Rating :: PG-17

Disclaimer :: Fanfict ini adalah hasil dari kerja keras neuron di otak kanan author sendiri, jadi mohon jangan diplagiat yaaa…

-o0o0o0o-

Never give up boy even they try us
You and me against the world
With you i ride or die….
(G-Dragon feat Lydia Paek – R.O.D)


Baekhyun terdiam. Matanya menatap lurus kearah kobaran api yang saat ini belum puas melahap hingga habis sebuah rumah yang terbuat dari kayu itu. Merambati pohon yang menjadi tempat rumah itu menempel. Suara percikan api mengambang diudara. Memanaskan suasana membuat para hewan di hutan itu gelisah. Tubuh lemah Baekhyun bersandar dibatang pohon. Kakinya masih terasa lemas. Napasnya masih tersengal karena kepanikan yang melandanya barusan.

“Sera…”gumamnya pelan.

Sedetik kemudian sesosok makhluk bersayap hitam lain muncul dan berdiri disebelah Baekhyun. Makhluk itu—Chanyeol—langsung memegangi lengan Baekhyun, takut jika sahabatnya itu tidak kuat lagi menahan berat tubuhnya dan terjatuh dari atas pohon ini.

“Mereka tidak menemukan Sera dan Luhan disini, Baek. Aku yakin mereka berdua sudah pergi ketempat aman sebelum Tuan Kris datang.”

Baekhyun masih tidak bergeming.

“Kali ini, gantian dirimu yang harus mencari tempat aman untuk sembunyi. Aku akan menemanimu kalau kau mau…”

“Tidak, Chan. Pulanglah. Kau akan dapat masalah jika ikut denganku…”

“Biarlah, kadang-kadang aku bosan menjadi iblis baik yang selalu menurut pada tuannya…”

Baekhyun menoleh kearah Chanyeol. “Kau akan benar-benar ikut dipenjara jika tertangkap membantuku kabur, Chan. Lebih baik kau pulang sekarang sebelum tuan Kris sadar ada tahanannya yang lepas dari sangkar.”

“Tenang, aku tidak berencana untuk tertangkap kok, hehehe…”Chanyeol tertawa. Membuat Baekhyun ikut menyunggingkan seringaiannya.

Satu jam yang lalu, ketika Baekhyun sadar bahwa darahnya telah menggiring Kris ketempat Sera berada membuatnya meneriakkan nama Sera didalam kepalanya.

“Uh… Sera… LARI!!!!”

Tidak disangka-sangka oleh Baekhyun, terdengar jawaban didalam kepalanya. Suara Sera. Baekhyun tercengang.

“Baekhyun?”

“Sera?”

Tapi sambungan telepati itu langsung putus begitu saja. Dan ketika Sehun dan Tao menyeret Baekhyun kembali ke-sel tahanannya, Baekhyun begitu frustasi memanggil-manggil Sera didalam kepalanya. Kali ini tak ada jawaban. Benar-benar tak ada jawaban.

“SERA!! SERA!!!!”Baekhyun tak dapat lagi menahan emosinya dan dengan brutal meneriakkan nama gadisnya sambil memberontak sekuat tenaga. Sehun dan Tao yang memegangi Baekhyun, nyaris kewalahan menghadapi Baekhyun yang tiba-tiba saja berubah liar seperti itu. Mengibaskan lengannya, menendangkan kakinya dan berteriak-teriak seperti orang gila.

Baekhyun ingin memperingatkan Sera… tidak, lebih dari itu, ia ingin berlari pada Sera dan melindungi gadis itu. Lihat, Kris sungguh tidak main-main kali ini. Raja Iblis itu bahkan meluangkan waktunya untuk ikut turun kebumi untuk menemukan Sera. Kris ingin menangkap Sera dengan tangannya sendiri.

“Lock…”

Zleb. Tiba-tiba tubuh Sehun dan Tao mengejang. Kedua iblis itu mengerang kesakitan dengan tangan dan kaki merapat. Tubuh mereka kaku seperti ikan asin, dan sedetik kemudian jatuh kelantai dengan suara berdebam. Tak bisa digerakkan. Baekhyun terkejut karena tiba-tiba 2 orang iblis yang menahan tubuhnya tergeletak tak berdaya dilantai. Baru saja ia hendak mencari siapa pelakunya, seseorang nampak turun dari tangga dengan seringaian lebar dibibir.

“Bagaimana kalau kau memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur, Baek…”ujar Chanyeol dengan nada ceria. Dialah iblis dibalik terkaparnya Sehun dan Tao.

“Ide bagus…”Baekhyun menyeringai. Menampakkan gigi putihnya. Chanyeol tertawa melihat wajah cerah sahabatnya itu. Tidak membuang waktu, Chanyeol langsung memegangi Baekhyun untuk terbang bersamanya. Kekuatan Baekhyun belum cukup untuk mengembangkan sayapnya. Setelah tersiksa didalam penjara selama berhari-hari setidaknya Baekhyun perlu 24 jam untuk memulihkan kondisi tubuhnya. Tapi, dia tetap nekad untuk pergi kedunia manusia. Ada yang harus Baekhyun selamatkan disana.

Tapi ternyata, sesampainya Baekhyun dan Chanyeol di pulau tempat Luhan dan Sera seharusnya berada, Tuan Kris dan pasukannya telah sampai disana terlebih dulu. Awalnya Baekhyun panik tingkat tinggi saat melihat pulau itu benar-benar telah terkepung pasukan Kris. Sera dan Luhan tidak mungkin bisa lari jika dikepung seperti ini. Bahkan pulau itu telah dipasangi jaring agar Luhan dan Sera tidak bisa menggunakan kekuatan teleport mereka.

Baekhyun dan Chanyeol mencari celah, sebisa mungkin mereka harus masuk kedalam pulau tanpa diketahui oleh Kris. Walaupun itu berarti mereka berdua harus melumpuhkan beberapa iblis. Entah kekuatan darimana, mungkin karena keinginan yang kuat untuk menyelamatkan anaknya, Baekhyun berhasil melumpuhkan beberapa iblis dengan fisiknya yang lemah itu. Tekadnya begitu kuat, dan Baekhyun tidak mau diam saja membiarkan Chanyeol bertarung sendirian.

Hingga teriakan itu terdengar…

Bukan. Bukan teriakan Sera atau Luhan… tapi Kris. Teriakan marah yang berisi sumpah serapah paling kasar yang ada dalam kosakata makhluk dunia bawah. Lautan bergejolak dan langit bergetar mengeluarkan ledakan dan kilat, seolah hendak runtuh.

“Apa yang terjadi?”tanya Chanyeol. Secara alami, ia merasakan ketakutan mendengar amarah Sang Raja. Tubuhnya gemetar hingga Chanyeol butuh untuk berpegangan pada Baekhyun. Padahal tubuh Baekhyun-lah yang lemah. Tapi Baekhyun tetap berdiri tegak. Walaupun wajahnya pucat dan tubuhnya seolah akan ambruk saat itu juga, Baekhyun tidak ingin bersikap lemah saat ini.

Baekhyun tidak menjawab. Matanya menangkap gumpalan asap yang meninggi dari balik rimbunnya warna hijau dedaunan.

Beberapa saat kemudian nampak Tuan Kris yang terbang meninggalkan pulau itu bersama para pengawalnya. Baekhyun dan Chanyeol buru-buru menyembunyikan diri dan berharap agar Tuan Kris tidak merasakan kehadiran mereka ditempat ini.

Setelah Kris benar-benar telah pergi, Baekhyun dan Chanyeol keluar dari persembunyian mereka dan menuju kedalam hutan. Mereka menuju asal asap hitam yang mengepul dilangit. Dan mereka menemukan rumah pohon Luhan dan Sera telah berkobar dilahap api.

“Tapi, ngomong-ngomong, kemana Luhan membawa Sera pergi ya?”tanya Chanyeol membuyarkan lamunan Baekhyun.

Baekhyun menengadahkan kepalanya. Dikepalanya berputar-putar pertanyaan yang sama seperti yang Chanyeol lontarkan barusan. Bagaimana caranya Baekhyun menemukan Sera sekarang? Jejak darah?

“Apa kita harus menggunakan Mapcroice jika ingin menggunakan darahku untuk mencari Sera, Chan?”tanya Baekhyun.

Chanyeol mengedikkan bahunya,”Entahlah. Aku bahkan baru tahu ternyata darah kita bisa berfungsi untuk mencari seseorang seperti itu.”

Tidak ada clue. Baekhyun perlu bertanya pada seseorang. “Kita pergi sekarang…”

“Eh? Kemana?”

“Sudah lama kita tidak mengunjungi sahabat lama kita bukan? Kudengar sekarang ia bermigrasi ke Inggris…”Baekhyun tersenyum mengingat sahabatnya itu. Ya, sudah lama sekali sejak pria itu memilih memotong sayapnya dan hidup bebas didunia manusia. Menjadi puncak rantai makanan sebenarnya dalam dunia manusia. “Undertaker…”

Chanyeol mengerucutkan bibirnya tak suka. “Uhh… kau benar-benar sudah tidak waras jika ingin bertemu dengannya, Baek! ingat apa yang dia lakukan padaku saat terakhir kita bertemu. He kissed my lips!! Yaks!”

Baekhyun tergelak. “Dia hanya bercanda, Chan. Walaupun bercandanya cukup ekstrim, tapi yasudalah, dia satu-satunya orang yang mungkin bisa menolongku untuk menemukan Sera saat ini…”

“Ukh, allright. Apapun demi gadis kecilmu itu…”Chanyeol mengibaskan tangannya. “Apa kau tahu alamat barunya Pak Tua Undertaker itu?”

Baekhyun melebarkan senyumnya dan mengangguk. “Kurasa aku tahu ia dimana. Undertaker selalu suka menghuni kastil-kastil tua…”

Penasaran dengan apa yang terjadi pada Sera dan Luhan sebenarnya?

Saat itu, Sera sedang mencoba untuk memejamkan mata untuk tidur, saat tiba-tiba gadis itu mendengar suara dikepalanya.

“Uh… Sera… LARI!!!!”

Sera sekejap itu tersentak dan menarik tubuhnya bangun. “Baekhyun?!” Balas Sera dalam pikirannya.

Nada suara Baekhyun aneh. Dia berteriak padanya. Berteriak menyuruhnya berlari. Tapi, kenapa? Tidak! Jangan-jangan…

“Ada apa Sera?”suara Luhan didekatnya membuat Sera tersadar. Pria itu memegang lengan Sera, bingung sekaligus khawatir dengan sikap aneh Sera.

“Lu…”Sera menatap Luhan dengan tatapan panik. Luhan ikut tertular tatapan itu. Merasakan rasa panik merambati dadanya. Ada sesuatu yang tak beres.

“Kita harus pergi sekarang!!”

“Wae?”Luhan masih saja sempat melontarkan pertanyaan itu. Dia sungguh tidak mengerti dan menginginkan penjelasan. Padahal ia tahu, mereka tidak punya waktu untuk penjelasan. Dunia bawah, Kris… pasti telah menemukan posisi mereka.

“No question. Bawa aku pergi sekarang…”

Luhan mengangguk dan memeluk tubuh Sera untuk kemudian melesatkan tubuhnya dalam ruang hampa udara yang akan mengantarnya pergi ketempat manapun yang Luhan inginkan dalam hitungan detik. Luhan sempat merasakan ada kekuatan besar sedang menuju kearah mereka. Ya, Sera benar, Kris entah bagaimana caranya telah menemukan lokasi mereka dan raja iblis itu turun tangan sendiri untuk menangkap Sera dan dirinya.

Tepat saat Luhan berteleport, Kris dan pasukannya mendarat di pulau. Jadi ketika, Kris sampai kerumah pohon tempat Sera dan Luhan semula tinggal, dua makhluk itu telah pergi kebelahan dunia lain.

“Vienna, Austria?”Sera terperangah melihat perubahan disekitarnya. Luhan benar-benar hebat dalam urusan teleport. Sera saja Cuma bisa berteleport paling jauh adalah dari Korea ke Jepang.

“Ini tempat yang sering aku kunjungi. Ketika kau minta aku membawamu pergi, tempat ini adalah tempat yang pertama kali terlintas dipikiranku, Sera…”jelas Luhan sambil menarik tangan Sera melewati kerumunan orang di-alun alun kota Vienna. Alun alun kota Vienna diramaikan oleh cafe-cafe sepanjang jalan dan butik-butik fashion yang menawarkan produk lux dari perancang ternama. Louis Vuitton, Escada, Gucci dan Chanel, ada juga toko yang terjangkau harganya oleh semua kalangan seperti Esprit, St Oliver dan H&M, selain itu juga banyak toko souvenir yang menarik untuk dikunjungi. Itulah mengapa tempat ini ramai sekali dikunjungi oleh manusia.

“Aku tidak menyangka kau suka belanja, Lu…”komentar Sera saat melihat deretan butik-butik itu.

“Err… yah, aku suka memakai pakaian yang bagus. Semua orang suka kan?”

“Aku tidak, aku suka pakaian yang nyaman…”

“…dan bagus,”tambah Luhan.

“Tidak harus bagus, yang penting nyaman,”ujar Sera bersikeras.

“Ya baiklah… nyaman… tidak harus bagus karena kau selalu terlihat bagus memakai apapun…”

Sera nyengir lebar. “Itulah intinya! Menjadi wanita cantik memang anugerah…”

Mereka berbicara santai selama menyusuri jalanan dikota Vienna, ibukota negara Austria. Berbanding terbalik dengan suasana hati dan pikiran mereka yang masih kalut karena baru saja lolos dari cengkeraman Sang Raja iblis. Vienna sedang memasuki musim peralihan dari musim dingin ke-musim semi. Salju-salju mencair, sedangkan pucuk-pucuk daun mulai nampak diranting-ranting pohon. Udara masih cukup dingin diluar. Semua manusia ditempat ini memakai pakaian hangat. Asap mengepul dari cangkir-cangkir minuman mereka.

Luhan dan Sera nampak sangat kontras dengan manusia-manusia ditempat itu. Mereka masih memakai pakaian ala pulau tropis. Kemeja dan celana panjang untuk Luhan, sedangkan Sera hanya memakai kaos Luhan yang kebesaran ditubuhnya dan minipants. Mereka bahkan tidak sempat memakai alas kaki saat berteleport. Tubuh mereka juga masih berada dalam mode normal, yang itu berarti mereka masih memakai wujud mereka sepenuhnya, hanya saja tanpa sayap. Jadi ketika mereka melintas dihadapan manusia, manusia itu pasti akan terhenti segala aktivitasnya, terpaku, dengan kecantikan Luhan dan Sera yang terlalu sulit diterima nalar.

“Kita harus mencari pakaian hangat dan menurunkan kadar kecantikan kita, Lu. Manusia bisa gila jika terlalu lama melihat kita dengan wujud seperti ini…”kata Sera.

Luhan setuju. Ia lalu menarik Sera masuk kedalam sebuah butik dan mengambil beberapa potong pakaian disana. Ya, mengambil. Kasir dan manajer butik itu dengan senang hati merelakan baju mereka dibawa oleh Luhan dan Sera karena terlalu kagum dengan kecantikan kedua makhluk itu.

“Kupikir kau bukan tipe orang yang suka mencuri, Lu…”komentar Sera saat mereka sudah kembali turun kejalan dengan pakaian hangat menempel ditubuh. Level kecantikan sudah diturunkan hingga level terbawah. Sekarang mereka sudah nampak lebih normal.

Luhan mengedikkan bahunya, cuek. “Aku tidak punya waktu untuk berkonsentrasi dan mengirimkan semua ‘kartu’ yang aku punya. Aku meninggalkan kartu-kartu itu dirumah kita di Seoul.”

Sera manggut-manggut. Ternyata Luhan bisa juga bersikap nakal seperti itu. Yah, ‘mengambil barang manusia tanpa membayar’ itu memang sudah biasa Sera lakukan, jadi dia tidak merasa keberatan dengan sikap Luhan. Sera hanya tidak menyangka, ternyata malaikat seperti Luhan juga bisa melakukan hal tak terpuji seperti itu. Ya, Luhan memang banyak berubah.

Keberadaan manusia selalu berbanding lurus dengan keberadaan malaikat dan iblis. Dan itu juga berbanding lurus dengan kecemasan Luhan. Saat ia berpapasan dengan malaikat atau iblis, Luhan akan membungkus dirinya dan Sera dengan glamour tingkat tinggi untuk mengelabui mata mereka. Ia dan Sera akan nampak seperti manusia biasa, jelek dan tua. Masalah akan muncul kalau malaikat dan iblis itu melihat dengan seksama pada mereka berdua, karena Luhan dan Sera tentu saja tidak punya catatan identitas diatas kepala mereka seperti yang biasa iblis dan malaikat lihat pada manusia.

Luhan menarik Sera kecelah diantara dua gedung yang cukup sempit, berkonsentrasi tinggi untuk menemukan tempat yang ingin ia kunjungi didalam lipatan memorinya. Setelah tempat itu tergambar jelas diotaknya, Luhan memeluk Sera dan membawa gadis itu berteleport lagi kesebuah ruangan bernuansa minimalis dengan perabot berwarna perpaduan hitam, putih dan silver. Ruangan itu luas, dengan sekat dan dinding yang memisahkan ruangan satu dengan ruangan lainnya, didesain sedemikian rupa oleh desainer terkenal dari Jerman, diisi barang-barang bermerk dan mahal. Mansion Luhan di Vienna kontras sekali dengan apartemennya di Seoul dan rumah pohonnya dipulau Samudera Pasifik.

“Seleramu kali ini dingin sekali, Lu…”Sera berjalan menuju kaca besar yang menyajikan pemandangan kota Vienna dari ketinggian sambil mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan.

“Aku akan memelukmu untuk menghangatkan tempat ini…”ujar Luhan sambil memeluk Sera dari belakang. Melingkarkan lengannya dipinggang kecil Sera.

“Uhh… so cheesy…”cibir Sera. Luhan terkekeh.

“Sampai kapan kita harus kabur-kaburan seperti ini, Lu? Kalau terus begini entah kapan kita bisa hidup tenang…”

Luhan mengecup belahan antara leher dan bahu Sera sebelum menjawab. “Aku berencana untuk melakukan ini sampai Suho dan Kris menyerah. Tidak peduli jika itu baru terjadi 1000 tahun lagi. Aku tidak ingin berpisah denganmu, Sera…”

Sera terdiam. Dirinya teringat pada suara Baekhyun yang ia dengar dikepalanya yang memintanya untuk pergi dari pulau. Baekhyun… bukankah dia sedang berada dipenjara karenanya. Sera ingat sekali Chanyeol bilang padanya kalau Baekhyun dipenjara karena dirinya yang tidak mau kembali ke dunia bawah.

Bagaimana keadaanmu, Baek? Sera berusaha meneriakkan kalimat itu diotaknya. Berharap ia akan mendengar jawaban. Jika benar Baekhyun dipenjara karena dirinya, lalu bagaimana nasib Baekhyun jika Sera tidak kembali kedunia bawah. Baekhyun tidak akan mati, tapi mungkin pria itu bisa gila karena terpasung kebebasannya.

Sera mencemaskan Baekhyun karena bagaimanapun dia adalah kakak Sera. Baekhyun-lah yang merawatnya sejak kecil, walaupun cara merawat Baekhyun bisa dibilang sangat keras dan kejam. Tapi itu lebih baik daripada ayah Sera yang tidak pernah memedulikannya sama sekali. Atau Ibu Sera yang sejak kecil tidak pernah Sera lihat. Oh tentu saja, karena ternyata wanita itu bukan iblis. Dia pemilik darah rendahan yang mencemari darah iblis Sera.

Astaga… sayangnya Sera tidak tahu kenyataan yang sebenarnya tentang siapa Baekhyun. Tentang bagaimana pria itu begitu menyayanginya dan alasan dibalik itu semua adalah karena Sera putri Baekhyun. Bukan hanya adik… Sera adalah darah daging Baekhyun.

“Apa yang kau pikirkan, Sera?”

“Tidak ada…”jawab Sera sekenanya. Ia tidak ingin membahas ini dengan Luhan. Ia tidak ingin Luhan melihat kebimbangannya.

“Kau lelah dengan semua ini?”tanya Luhan lagi. Kali ini suara pria itu terdengar begitu sedih. Luhan tahu, masalah yang mereka hadapi sangatlah berat. Bahkan kata ‘berat’ pun rasa-rasanya kurang menggambarkan bagaimana rumitnya masalah Sera dan Luhan. Seolah mereka dihadapkan pada goa yang ternyata buntu, sementara tidak mungkin bagi mereka untuk berbalik karena jalan masuk telah runtuh. Mereka terjebak ditengah. Tidak ada jalan keluar.

Sera mengangguk, berusaha untuk jujur. “Mmm…”

Luhan tersenyum miris dan matanya menatap wajah Sera yang terpantul dikaca jendela. Wajah gadisnya nampak dingin tanpa ekspresi. Tapi mata itu nampak berkabut karena airmata.

“Aku tahu hidupku tak lagi damai sekarang, tapi kurasa itu jauh lebih baik dari hidupku dulu. Oh, entahlah Lu. Aku bahkan tidak tahu apa yang terbaik untuk diriku sendiri…”Sera menyentuh jemari Luhan yang tertaut didepan perutnya. Menghantarkan rasa menyengat yang pedih ditelapak tangannya.

“Rasa sakit saat menyentuhmu sudah membuatku begitu gila. Aku bahkan begitu merindukan rasa sakit ini saat kau tidak ada. Kita berdua saling mencintai tapi juga saling menyakiti, Lu. Benar-benar seperti pasangan masochist…”Sera tertawa hambar. “Apa kita akan baik-baik saja seperti ini? Aku sungguh ingin tahu bagaimana akhir kita nanti…”

Luhan mengangguk. “Hmm… aku juga. Malaikat dan iblis yang saling mencintai, betapa tidak masuk akalnya itu…”

“Ya… tapi perasaanku padamu rasanya begitu nyata dan benar. Seolah aku memang terlahir untukmu. Seolah pertemuan kita memang seharusnya terjadi. Seolah aku memang harus berada disisimu selamanya. Tapi jika itu benar, kenapa kita diciptakan seperti ini? Mengapa aku harus lahir sebagai iblis…”Napas Sera tercekat. Mengapa aku harus menjadi iblis setengah manusia, Lu. “Dan mengapa kau harus lahir sebagai malaikat. Mengapa kita berbeda? Mengapa kita diciptakan bertolak belakang seperti ini?”

“Aku tidak punya jawabannya, Sera…”Luhan menyembunyikan wajahnya dibahu Sera. “Seandainya aku punya jawabannya…”

Sera menghela napas. Dadanya terasa sesak.

Sera dan Luhan tinggal di Mansion itu tidak lebih dari 3 hari. Setelahnya mereka memutuskan pergi ke sebuah negara kecil ditepi Sungai Rheine, diantara negara Austria dan Swiss.
Liechtenstein.

Liechtenstein adalah negara monarki yang hanya memiliki luas 160 km2. Tapi negara kecil itu begitu kaya. Selain itu, khas seperti negara-negara Eropa lainnya, Liechtenstein adalah negara yang indah dengan pegunungan dan bangunan-bangunan kunonya yang terawat. Selama di Liechtenstein, Luhan dan Sera tinggal di Ibu Kota Negara yang bernama Vaduz.

Jangan membayangkan Vaduz sebagai kota yang ramai khas ibu kota negara. Vaduz hanya dihuni kurang lebih 5200 manusia. Kota tua Vaduz benar-benar seperti kota-kota di negeri dongeng.

Pegunungan Alpen yang tertutup salju menjadi latar pemandangan indah kota ini. Vaduz Castle, bangunan kastil yang berdiri kokoh di puncak bukit dengan latar pohon-pohon evergreen di belakangnya. Bangunan bergaya gothic yang dibangun sejak abad 12 Masehi ini adalah tempat tinggal pangeran Liechtenstein. Kastil itu tidak semegah istana di Kerajaan Inggris, tapi jelas lebih bernuansa fantasi. Seolah kita dibawa kembali ke abad-pertengahan saat sistem monarki berkuasa disetiap belahan dunia.

Ada anekdot tentang Liechtenstein. Jika melintasi negeri ini dengan bus sambil merokok, saat perjalanan dimulai dari perbatasan Switzerland rokok baru dihidupkan, maka ketika sampai di Austria rokok masih tetap menyala. Negara ini memang nyaris tak tercantum dalam peta dunia. Bahkan di peta Eropa hanya sebuah noktah kecil. Namun seluruh dunia memandangnya dengan takjub. Kagum pada keindahan dan kemakmuran negeri yang pernah menjadi bagian dari Provinsi Raetia, pada masa Imperium Romawi Kuno itu.

Sera dan Luhan tinggal disebuah rumah kecil didekat perkebunan anggur yang merupakan kebun anggur milik pangeran “Herawingert”, yang memiliki luas 4 hektar. Kebun anggur ini merupakan kebun anggur yang paling tradisional dan paling penting di Vaduz dan dianggap sebagai jantung untuk produksi anggur kerajaan sejak tahun 1712. Kebun ini kini milik Sang Pangeran. Dari perkebunan ini, Pinot Noir dan Chardonnay menemukan anggur yang berkualitas sangat baik. Setiap tetes anggur di sini sangat mahal sekali harganya. Oleh karena itu, petani harus berhati-hati memerasnya.

Sera tentu saja sangat menyukai tempat ini. Gadis itu penggila anggur, dan seharian ia bisa menghabiskan sebotol anggur berumur ratusan tahun. Itupun karena Luhan selalu mengomel panjang lebar setiap melihat Sera minum, jika tidak Sera mungkin bisa menghabiskan sampai puluhan botol dalam sehari.

Luhan setiap hari membantu para petani merawat kebun anggur mereka. Lumayan untuk kegiatan. Sedangkan Sera hanya menonton dan sesekali ikut mengobrol dengan wanita-wanita penduduk asli tempat ini. Ia dan Luhan sangat populer ditempat ini sebagai pasangan muda yang cantik dan tampan.

Apalagi Luhan sangatlah baik dan ramah pada penduduk sekitar.

Mereka telah tinggal ditempat itu selama hampir dua minggu dan tidak ada hal berarti yang terjadi ditempat itu. Malaikat dan iblis yang mereka temui hanya malaikat dan iblis kelas rendahan yang bisa dengan mudah mereka akali. Jika tidak ada kegiatan, Sera dan Luhan bisa dengan bebas pergi berjalan-jalan dipadang rumput sambil menikmati udara Liechtenstein yang bersih dan pemandangan khas pegunungannya yang indah.

Malam hari di Liechtenstein adalah favorit Sera. Udara ditempat ini cukup dingin, tapi mereka bisa menyalakan perapian dan menikmati secangkir penuh coklat panas dan marsmallow. Saat weekend penduduk kota senang membuat pesta kecil-kecilan dipadang rumput dekat kebun anggur. Membuat api unggun, membagikan pie, kue-kue kecil, menyenandungkan lagu-lagu berbahasa Jerman-Swiss, dan menyalakan kembang api. Karena udara Liechtenstein yang bersih, bintang-bintang bisa terlihat sangat jelas dilangit. Seperti jutaan berlian yang ditebar begitu saja dihamparan selendang hitam.

“Kota yang indah…”ujar Sera pelan sambil menyandarkan kepalanya dibahu Luhan. Bibir gadis itu tak henti menyunggingkan senyum melihat Frau Francuiz—tetangga sebelah rumah mereka yang baik hati dan selalu mengantarkan makanan-makanan lezat kerumah—menyanyi dengan suaranya yang sumbang. Tidak ada yang peduli dengan suara sumbang Frau Francuiz, mereka semua menyukai bagaimana wanita tua itu menari dengan tubuh tambunnya dan menularkan sifat cerianya pada orang-orang disekitar. Bahkan Frau Francuiz bisa membuat Sera lebih manusiawi alias lebih bisa bersosialisasi ditempat ini. Sifat ceria-nya membuatnya tidak mudah tersinggung jika Sera melontarkan kalimat-kalimat kasarnya.

“Aku tidak menyangka keisenganku melihat brosur wisata dan memikirkan tempat ini ketika berteleport membuat kita menemukan tempat yang nyaman untuk tinggal. Aku benar-benar jenius…”kata Luhan memuji dirinya sendiri dengan tampang sok serius yang membuat Sera geli.

“Hei kalian pasangan baru!”

Sera dan Luhan menoleh pada Herr (Tuan) Francuiz yang memanggil mereka dengan bahasa jerman-nya yang berlogat aneh.

“Ja?”tanya Luhan.

“Bukankah seharusnya kalian berdua menari dan menyanyi untuk menghibur kami?”Herr Scootz, tetangga yang lain menjawab pertanyaan Luhan yang langsung disambut seruan setuju dari orang-orang yang berada ditempat itu.

“Oh, nein… nein…”Luhan mengibaskan tangannya. Menyanyi? Oh, tidak tidak… tidak jika dihadapan banyak orang seperti ini.

“Schade (sayang), tidak apa-apa, kami sungguh tidak akan mengejek jika suaramu fals atau apa…”kata Frau Francuiz dengan senyum hangat dibibir.

Sera menoleh kearah Luhan dan menyenggol pinggang pria itu. Luhan balas menoleh, menatap mata Sera yang seolah berkata ‘bagaimana?’. Luhan menggeleng pelan.

“Ish, kau tak asyik!”Sera tanpa terduga berdiri. Membuat Luhan membulatkan matanya saat gadis itu dengan santainya melenggang ketengah lingkaran manusia. Berdiri disamping api unggun yang hangat. Suara tepukan tangan memenuhi udara membuat Sera tersenyum semakin lebar.

“Aku tidak tahu lagu dalam bahasa Jerman, jadi aku akan menyanyikan lagu inggris yang populer…”kata Sera memberi pengantar. Gadis itu mengerling kearah Luhan, meminta Luhan memperhatikan aksinya. Membuat pria itu tertawa kecil.

It might seem crazy what I’m about to say
Sunshine she’s here, you can take away
I’m a hot air balloon, I could go to space
With the air, like I don’t care baby by the way

Baru Verse pertama dan Sera sudah dihujani dengan tepukan tangan penuh semangat oleh seluruh penonton. Mereka semua tahu lagu ini. Tentu saja, karena lagu ini adalah original soundtrack film animasi yang didistribusikan oleh Universal Studio dan populer sekali tahun lalu. DESPICABLE ME 2. Akordion dimainkan, perkusi, gitar, dan harmonika menambah serunya lagu milik Pharrell William itu. Semua kompak berseru… “Because I’m Happy!!” sambil bertepuk tangan mengikuti irama.

Clap along if you feel like a room without a roof
Because I’m happy
Clap along if you feel like happiness is the truth

Sera menarik Luhan untuk berdiri dan memaksa pria itu menari bersamanya. Gerakan tari yang sepenuhnya ngawur membuat kaki mereka saling menginjak satu sama lain. Ah iya, kalau dipikir mereka belum pernah menari seperti ini sebelumnya. Tapi ini seru dan membuat orang-orang disekitar mereka tertawa dan ikut menari disekitar mereka.

Because I’m happy
Clap along if you know what happiness is to you
Because I’m happy
Clap along if you feel like that’s what you wanna do

Mata Luhan tidak lepas menatap wajah Sera yang begitu cerah dengan senyum yang begitu cantik merekah dibibir gadis itu. Kesenangan malam ini membuatnya dan Sera lupa akan permasalahan yang sebenarnya mengintai mereka setiap harinya. Sera saat ini nampak begitu manusiawi, menyatu dengan penduduk kota Liechtenstein yang baik hati dan ceria. Memberikan energi dan emosi positif pada gadis iblis itu. Luhan sungguh tidak ingin merusak kebahagian ini. Ia ingin waktu berhenti saat ini juga. Saat kekasihnya memperoleh kedamaian dan bisa tersenyum bahagia seperti ini.

Happy, bring me down
Can’t nothing, bring me down
Love is too happy to bring me down
Can’t nothing, bring me down
I said

Because I’m happy~!!

Dikejauhan, sepasang mata menatap Luhan dan Sera yang sedang menari ditengah-tengah para manusia. Wajah pemilik mata itu nampak tercengang tak percaya dengan pemandangan dihadapannya. Hatinya diliputi perasaan hangat dan bahagia yang meluap-luap.
Gadis itu baik-baik saja. Syukurlah ia baik-baik saja…

Dibelakang sosok itu berdiri 2 sosok lain yang sama-sama memandang kearah Sera dan Luhan berada. Satu diantaranya, yang memiliki rambut panjang sepunggung menepuk pundak sosok pertama pelan.

“Aku membawamu ketempat yang tepat kan, Baek?”

Baekhyun—sosok pertama itu—tersenyum,”Kau memang selalu bisa diandalkan, Undertaker… oh, tidak, kau bilang aku harus memanggilmu dengan nama aslimu kan?”

Sosok berambut panjang yang Baekhyun panggil Undertaker itu menyeringai.

Baekhyun balas menyeringai. “Heechul-a…”

17 hari yang lalu.

“Omo, omo… coba lihat siapa yang mengunjungiku hari iniiiii….”seorang pria dengan jubah gemerlapan menyambut Baekhyun dan Chanyeol yang berdiri didepan pintu sebuah kastil tua dan terabaikan. Pria itu memiliki rambut berwarna abu-abu panjang hingga kepinggang. Membingkai wajah cantiknya. Orang-orang akan salah sangka jika melihat pria itu dan mengira ia adalah seorang wanita.

“Undertaker…”Baekhyun tersenyum dengan sambutan sahabat lamanya itu. Tubuhnya sekarang sudah dipeluk mesra oleh Undertaker. Baekhyun tak keberatan dengan pelukan Undertaker tapi Chanyeol yang berada dibelakangnya merengut tak suka melihatnya. Pria jangkung itu mundur satu langkah dan memasang sikap defensif.

“Hai, jerapah tampan…”Undertaker mengedipkan sebelah matanya pada Chanyeol dengan raut wajah menggoda, membuat Chanyeol hendak muntah saat itu juga. Chanyeol dengan sigap menjauhkan kepala Undertaker dengan tangannya saat pria aneh itu berusaha mendekat padanya.

“Aku hanya meminta pelukan!”rajuk Undertaker.

“Tidak akan kubiarkan kau menyentuh tubuhku, makhluk sialan!”

“Ish, kau jahat sekali…”Undertaker menyerah. Ia mengerucutkan bibirnya dan menyedekapkan lengannya didepan dada. “Apa kau lupa malam yang kau habiskan saat itu denganku, ha? Dasar nakal.”

Chanyeol melotot. Baekhyun ternganga. Undertaker mengibaskan rambutnya tak peduli dan masuk kedalam kastilnya yang penuh debu dan sarang laba-laba disana-sini.

“Jadi… ternyata kau seperti itu, Chan?”Baekhyun memandang Chanyeol dari atas kebawah dengan tatapan tak percaya.

Chanyeol gusar. “Apa? orang itu bicara ngawur! Dia bohong!”

Baekhyun mendesah pelan. Merasa prihatin. Ia menepuk-nepuk bahu Chanyeol sembari berkata diplomatis. “Aku menghormati pilihanmu, kawan. Kau tidak perlu khawatir kok, aku janji hal ini tidak akan membuat persahabatan kita berubah…”

“Baek…”Chanyeol memelas. Makhluk kurang ajar bernama Undertaker itu benar-benar jahat mulutnya!

“Tapi aku berharap kita tidak usah tidur sekamar lagi ya Chan. Tolong hormati orientasi-ku juga, aku tidak berpacaran dengan pria. Maaf…”tandas Baekhyun sebelum kemudian mengikuti Undertaker masuk kedalam kastil.

Freeze. Chanyeol kehilangan kata-kata. Fitnah sungguh lebih kejam daripada pembunuhan.

“YA!! BAEKHYUN!! KAU SALAH PAHAM!!!!”

Sepanjang malam itu dihabiskan Chanyeol dengan mengomel panjang lebar. Undertaker tergelak senang karena ternyata Baekhyun percaya saja dengan kata-katanya. Baekhyun yang dibohongi malah ikut tergelak, ia menganggap ekspresi Chanyeol terlalu lucu.

Undertaker adalah sahabat lama Baekhyun. Bisa dibilang ia adalah kakak Baekhyun karena mereka masih ada hubungan darah dan Undertaker seratus tahun lebih tua daripada Baekhyun. Tapi sekitar satu setengah abad yang lalu, Undertaker memutuskan untuk memotong sayapnya dan hidup didunia manusia. Ia berubah menjadi Vampire. Undertaker adalah namanya setelah ia berubah sebagai vampire. Nama asli pria itu adalah Heechul.

Undertaker terkejut mendengar cerita Baekhyun tentang apa yang saat ini terjadi didunia bawah. Pria itu tentu sangat mengenal Sera dan ia juga tahu bahwa Sera sebenarnya adalah anak Baekhyun dengan Serafina. Namun yang membuatnya tak habis pikir adalah bagaimana mungkin Sera itu adalah titisan Seraphim dan lagi sekarang gadis itu sedang menjalin cinta dengan seorang malaikat. Penjelasan Baekhyun tidak sepenuhnya ia mengerti. Undertaker merasa seolah dirinya sedang mendengarkan kisah picisan dari dunia khayal Baekhyun semata. Tapi, tentu saja itu bukan khayalan, cerita itu adalah kenyataan sebenarnya.

“Aku datang kesini untuk meminta bantuanmu, Undertaker. Aku harus menemukan Sera…”

“Akan sulit untuk menemukannya, Baek. Aku harus membuat Mapcroice dan itu tidak mudah…”

“Kau bisa membuat Mapcroice?”tanya Chanyeol dengan tatapan penuh minat pada makhluk didepannya ini. Undertaker memang terkenal sebagai ilmuwan jenius didunia bawah. Tapi sifatnya yang freak membuatnya tak populer disana. Lihat saja keputusannya yang aneh itu. Memotong sayap dan berubah menjadi vampire. Mana ada iblis yang rela berubah menjadi makhluk rendahan dunia bawah selain Undertaker.

“Ya jika ada bahannya. Akhir-akhir ini tanduk Unicorn hitam susah ditemukan di Tir Na Nog, dan Freyja sering mengomel karena aku malas mengunjunginya diakhir bulan. Oh memangnya aku bisa apa sekarang? Aku sudah tidak punya sayap untuk terbang ke Samudera Atlantik…”

Dalam mitologi Irlandia, manusia menyebut Tir Na Nog sebagai surga. Padahal tempat itu sebenarnya tidak lebih dari tempat pengembang biakan makhluk-makhluk kelas rendah dunia bawah seperti para Valkyrie, Peri, Banshee, Werewolf, Troll, dll. Tempat ini ada di Bumi yakni jauh di Samudera Atlantik. Luas Tir Na Nog bahkan hampir seluas Kalimantan, tapi kau tidak akan menemukannya dipeta atau Google Map karena tempat itu diselimuti kabut tebal yang membuatnya ghaib.

Lalu Freyja, dia adalah Ratu yang memimpin para makhluk dunia bawah di Tir Na Nog. Dalam mitologi Norwegia, nama Freyja terkenal sebagai ratu para Valkyrie yang juga merupakan dewi cinta dan nafsu. Makhluk rupawan yang disebut-sebut sebagai Aphrodite-nya Norwegia itu adalah mantan pacar Undertaker. Yaya, undertaker sebenarnya adalah pria normal yang suka wanita cantik dan sexy, hanya kepribadiannya saja yang aneh.

“Berarti kita harus ke Tir Na Nog untuk menemukan bahan Mapcroice?”tanya Baekhyun. Jika benar begitu, ini sungguh tidak akan mudah. Tir Na Nog jauh dan tempat itu terlalu liar untuk dikunjungi tanpa persiapan matang.

Heechul aka Undertaker mengibaskan rambutnya,”Untuk apa? Merepotkan! Aku akan menyuruh Freyja mengirimnya kesini, biar dia mencarikannya untuk kita…”

“Memangnya wanita itu mau?”

Undertaker menghela napas berat. “Aku hanya harus bilang kalau aku akan menemaninya satu dua malam dan dia pasti akan bersedia mencarikanku apapun yang kumau…”

“Freyja masih tertarik padamu yang berwujud seperti ini?”Chanyeol tak percaya.

“Gadis itu tergila-gila padaku, man…”ujar Heechul pede.

“Lalu kenapa kau putus dengannya?”

Heechul mendecakkan lidahnya. Memandang Chanyeol seolah pria itu adalah pria paling picik sedunia.

“Pria adalah makhluk bebas, sayang. Aku akan melakukan apapun yang kusuka dengan siapapun yang kumau,”kata Undertaker sok.

“Oh okelah, terserah apa maumu. Jadi intinya sekarang kita kumpulkan dulu bahan untuk membuat Mapcroice. Kira-kira akan butuh waktu berapa lama?”

“Jika Freyja tidak merajuk dan segera mencarinya, mungkin dalam 10 hari semuanya telah siap…”
Kening Baekhyun mengeryit. Sepuluh hari?

“Terlalu lama? Eiiii, jika aku mencarinya sendiri, mungkin bisa membutuhkan waktu hingga satu bulan, Baek. Kali ini aku mengorbankan diriku untuk diumpankan pada Freyja demi keponakanku tercinta. Jadi terima saja!”

Chanyeol menepuk punggung Baekhyun keras. Membuat pria itu tersentak sedikit. “Luhan akan melindungi Sera selama waktu itu. Katanya kau percaya pada kemampuan dan kesungguhan malaikat itu. Apalagi kalau benar bahwa Luhan adalah Lucifer. Dia lebih dari mampu untuk melindungi Sera. Kalau kau masih cemas, kita bisa mencarinya secara manual menjelajahi dunia manusia sementara menunggu bahan Mapcroice siap.”

Baekhyun tersenyum mendengar kata-kata Chanyeol. Pria itu benar.

“Baiklah…”

Dan akhirnya 17 hari kemudian, Mapcroice telah siap digunakan. Freyja berhasil mengumpulkan bahan-bahannya tepat waktu. Namun tetap butuh waktu berhari-hari untuk membuat benda itu siap digunakan. Baekhyun menggunakan darahnya untuk menemukan Sera. Ya, Jejak darah-lah yang menggiring Baekhyun, Chanyeol dan Undertaker datang ke Vaduz malam ini.

Baekhyun merasakan kelegaan luar biasa memenuhi rongga dadanya, ia telah menemukan Sera dan gadis itu jauh lebih baik dari yang bisa dibayangkan Baekhyun.

Tapi, Baekhyun tidak ingin langsung menemui gadis itu malam ini. Ia memilih untuk menjaga Sera diam-diam. Memperhatikan gadis itu dari jauh.

Lagi, Sera merasakannya lagi. Sebenarnya rasa sakit apa ini?

Sera berusaha menggigit bibirnya kuat-kuat dan menekan perut bagian bawahnya yang terasa sakit luar biasa. Seolah usus didalam perutnya direnggangkan secara paksa dan membuatnya tercerabut dari tempatnya. Sera membalik tubuhnya memunggungi Luhan yang saat ini sedang tertidur pulas disampingnya.

Merasa bibirnya sakit, Sera ganti menggigit bantal guling putih yang ada dipelukannya. Rasa sakit ini begitu menyiksa dan tak tertahankan. Pandangan Sera menggelap, ia nyaris saja kehilangan kesadarannya saat tiba-tiba rasa sakit itu menghilang begitu saja. Berganti dengan rasa panas diperutnya.

Napas Sera terengah. Ia mengelus perutnya perlahan. Berharap panas diperutnya akan segera menghilang pula seperti rasa sakit tadi. Sayangnya, panas itu menetap. Memang bukan panas yang menyiksa, Sera masih mampu menolerirnya. Tapi tetap saja rasa panas itu terasa aneh karena Sera tidak pernah merasakannya sebelumnya.

Sera beranjak dari tidurnya. Menurunkan kakinya kelantai dan memungut kemeja Luhan yang berada dibawah kakinya. Sera memakai kemeja itu dan mengancingkannya asal untuk menutupi tubuh polosnya. Gadis itu menuju cermin besar yang berada dikamarnya dan Luhan. Memandangi sosok dirinya didepan cermin itu. Tangannya menyentuh perutnya yang terasa panas dan mengelusnya pelan.

Dalam bayangan cermin itu, perutnya nampak normal. Tapi kenapa sering sekali terasa sakit?

Saat di Vienna, Sera pernah sekali merasakan sakit itu lagi. Untung saat itu Luhan sedang pergi keluar rumah untuk membeli keperluan sehari-hari mereka. Ya, Sera memang sampai saat ini belum mau menceritakan hal ini pada Luhan. Ia khawatir akan merusak kedamaiannya dan Luhan sekarang.

“Apa iblis juga memiliki penyakit? Ataukah ini perbuatan seseorang? Tuan Kris mungkin?”ujar Sera dalam hati. Tapi untuk apa? Untuk apa Tuan Kris mengirimkan penyakit padanya? Apa untuk menghukumnya? Menghukum Sera yang sekali lagi kabur meninggalkannya?

“Apa yang harus aku lakukan?”gumam Sera pelan, sambil lagi-lagi mengelus perut datarnya. Merasakan rasa panas itu seolah berputar didalam perutnya.

TBC

Ehehe… Hallo, wie geht’s euch? Sangheera’s back… n Lusera too… 😀
Author sedang dalam masa-masa bahagia karena laporan interpretasi author telah selamat sampai selesai dan sekarang tersimpan rapi di loker asisten. Aaa~~ aaaa~~~ Because I’m

Happyyy~~~~makanya author kirim Chapter 12!!!!! Kekeke~ lagu Pharrell William itu bener-bener hipnosis ampuh saat author berada di titik terendah mood dan titik tertinggi frustasi saat mengerjakan laporan, coba deh donlot lagunya..  lagu itu juga muncul di EXO Showtime Epi.5 pas mereka lagi perjalanan ketempat istirahat, abis main sambung kata ituuu~… Because I’m happyyyy~

Ukelah, cukup sekian curhat colongan author, penasasaran ma Chapter selanjutnya? Spoiler dikit ye, nanti Baekhyun ma Sera REUNIANNN!!! So, jangan bosen dulu ya? Tungguin Chapter selanjutnyaaa… okle??

Makasih udah baca Chapter ini… Jangan lupa kritik, saran dan komennyaa yaaa? Hobby author sekarang nambah 1, yaitu baca komen kalian, hahah…

Bis später …..!!!

 

259 responses to “[Freelance] DEVIL BESIDE ME (CHAPTER 12)

  1. masih curious banget nih sama sakit perutnya sera#ceilah curious. ini seru banget lusera ke vienna hehe. karna aku langsungan baca chapter 12 ke 13 aku jadi lupa mau ngomen apa disini kak 😀 mungkin komen yang lebih jelas ada di chapter 13 ya kak. caoo^^

  2. Penasaran sebenernya apa sih yang diderita sera sampe segitu menyakitkan :’ apakah itu tanda sera hamil?
    Kapan nih baekhyun mau kasihtau kalo dia sebenernya ayah kandung sera dan menceritakan segalanya? Gasabar deh baca sampe akhir hehe

  3. Eh iblis bisa hamil ngga ? Apa gara2 ngelakuin itu sera hamil ? Iya ngga sih hehhe
    Ehm itu hechul bodor bgt deh hahaha
    Eh itu sera kalo tau baek ayahnya , dia bkal gmn dong ?

  4. apa cuman gua nih bebh yg penasaran ama daerah Sungai Rheine, diantara negara Austria dan
    Swiss.
    Liechtenstein.,,itu beneran ada gak??

    keanya ahir2 ini LUHAN sering ngelakuin “ITU” YAH AMA SERA,,KEKEKEKEKKJ

  5. Sera itu hamil apa PMS ya hehehe… Mian.. Krn itu yg ada dipikiranku… Tambah penasaran malah sama sktnya sera..

  6. Imajinasi author liar skli kekeke hebat banget smpe melala buana ke negeri orng :3 hadeh Sera knp sih? Knp ga crita ke Luhan-_-? Oke fikss.. Ini bkin pnsrn banget.. Oke lanjut eon~ fighting~

  7. kyaa:3, ada heechul/? *salah fokus
    sensasinya serasa dibawa ke ceritanyaa 😀
    makin penasaraan.. next chap ❤

    hihi, fighting thor! 😀

  8. Jadi penasaran kenapa coba terus Sera sakit perut..
    Coba berasumsi kalii ajaa Sera kena Kangker/plak!
    Tapi kenapa punya firasat kalo sebenar’a Sera hamil/mikir/
    Dan kenapa Luhan gg bisa ngerasain atau curiga mungkin..
    Lohh, emang mereka gg inget gt pernah ‘haveFun’ bareng trus tumbuh jadi jabang bayi?
    Yaelaahh…

  9. loh sbnernya sera it knpa,.?? kok sering sakit perutnya. beakhyuun sgra muncul donk k hdpan sera n blg sera ankmuuu

  10. Hhhuuwwwaaa,akhirnya aku balik lagi ke blog ini!! Ayo dong Luhan dikasih tahu… makin greget deh nih couple!!>< Ada Heechul Oppa…!!^^ Hahaha,pokoknya pengen cepet2 lanjut!! FIGHTING,kakak!! *Ah,aku jadi pengen dwonload lagunya..heheg

  11. Seneng rasanya liat sera udh bisa tersenyun dan luhan yg dengan penuh cinta buat sera nyaman

    Akhirnya baekhyun bisa menemukan sang anak kesayangannya, sera

    Apa sih yg sbnernya pada sera?
    Apa rasa sakitnya itu karena sera…hamil?

    Author kerennn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s