[Freelance] MATH vs PHYSICS ( Part 15 )

cover

MATH vs PHYSICS ( 15 )
AUTHOR : AKIKO

GRUP CAST : Boyfriend

CAST : YoungMin as main character
Lisa as his rival
JeongMin as Lisa’s brother
KwangMin as YoungMin’s sibling

Genre : Romance, School life, Friendship and Comedy

 

Author Pov
JooSu segera memacu mobilnya dengan lambat, pikirannya kini entah berada dimana. Tangan kirinya bergerak memegang pangkal hidungnya demi mengekspresikan perasaannya kini. “ ne, aku kan membuatmu melupakannya sebagai jalan satu-satunya untuk melindunginya.”.
Ucapan Rachel terbayang begitu jelas di dalam memorynya namun dibalik semua itu, memorynya lebih sering memutar bagaimana gadis yang ia cintai tersenyum dan tertawa. Matanya kembali memerah dan setetes air mata keluar dari pelupuk matanya dan kini ia tiba-tiba menghentikan mobilnya. Direngkuhnya setir mobilnya dan menenggelamkan wajahnya dalam-dalam. Tubuhnya bergetar begitu hebat karena ia kini tengah menangis seorang diri tanpa seorang pun yang mengetahuinya. Sekilas ia meraba dadanya dan mengeluarkan sebuah liontin berbentuk kunci yang sengaja ia sembunyikan dibalik bajunya. Kunci tersebut merupakan kunci khusus yang pernah ia berikan kepada Lisa untuk membuka lokernya.
“ miane, jeongmal miane. Aku sungguh membenci diriku sendiri yang tak mampu memberikanmu kebahagiaan.”
Kurang lebih 30 menit JoonSu duduk termenung di dalam mobilnya. Bahkan kini ia tak ingin melakukan hal apapun sampai ia mengingat sesuatu hal dalam kepalanya dan segera memacu mobilnya kembali.
Sementara itu,
Lisa begitu senang dengan hasil babak pertama yang baru saja keluar, ia segera menggandeng lengan YoungMin yang sedari tadi hanya memandangi kekasihnya itu dengan wajah bahagia.
“ kajja..” ajak YoungMin sembari merengkuh pundak Lisa untuk memasuki mobilnya.
“ kita akan kemana?” Lisa kembali penasaran karena YoungMin hanya tersenyum menanggapi pertanyaannya hingga mereka berdua sampai di depan pet shop.
“ wae? Mengapa kau mengajakku kemari?”
“ kau akan tau nanti, chagi ^^” YoungMin memegang dagu Lisa pelan sebelum ia turun dari mobilnya dan Lisa hanya mengikutinya dengan ekspresi bingung.
Sesampainya di dalam pet shop tersebut, seorang pelayan segera menghampiri YoungMin dengan sebuah kucing persia berwarna putih bersih. Bulunya terlihat sangat halus ditambah wajahnya yang menggemaskan.
“ aigoo…Chaerin na, kau sudah besar rupanya.” YoungMin mengambil kucing itu dari gendongan pelayan yang membawanya.
“ gomawo noona telah merawat Chaerin selama ini, mungkin aku akan membawa Chaerin kembali ke rumahku hari ini.” YoungMin melanjutkan perbincangannya dengan pelayan wanita di pet Shop itu namun Lisa hanya diam karena ia tak mengerti jika YoungMin memiliki seekor kucing sebagai peliharaannya.
“ apakah itu peliharaanmu YoungMin ah?” Tanya Lisa pelan namun matanya tak bisa lepas dari kucing putih nan lucu yang berada di gendongan YoungMin.
“ ani.. aku membelinya beberapa bulan yang lalu karena aku memiliki misi untuk membuat cho-cho-mu itu menyukaiku.” YoungMin tertawa ringan melihat Lisa yang tak kunjung paham dengan ucapannya.
“ ja..jangan katakan jika kau ingin menjodohkan cho-cho dengan kucingmu itu? Ani…aku tak akan mengijinkannya. Cho-cho memiliki standart yang tinggi, tidak semua kucing dapat mendekatinya apalagi kucingmu. Ya walaupun kuakui kucingmu itu sangat lucu.”
“ wae? Kau meragukan Chaerin? Aku bisa menjamin 100% jika cho-cho-mu akan menyukai Chaerin.”
“ tidak akan pernah! Cho-cho tidak akan mudah tergoda oleh sembarang yeoja.”
“ hahaa… apakah kau itu orang tua cho-cho? Mengapa kau begitu ketat pada kucingmu sendiri eoh? Aku hanya kasian melihat cho-cho yang setiap hari hanya mengikutimu kemanapun kau pergi dan pada akhirnya kau membiarkan cho-cho untuk menganggapku sebagai musuhnya aigoo.. aku tak tahu jika kucingmu itu begitu membenciku.”
“ dia hanya merasa jika kau berada di dekatku maka kau akan mengambilku darinya.” Balas Lisa singkat namun ia kini membuang mukanya dari hadapan YoungMin.
YoungMin tak dapat menahan tawanya saat mendengar ucapan Lisa.
“ ya.. aku melakukan ini juga karenamu juga. Apa kau ingin cho-cho menjalani hidupnya seorang diri? Dia juga perlu bergaul dan memiliki yeoja chingu. Lihatlah dirimu! Kau sekarang bersamaku tertawa dan bahagia namun cho-cho hanya seorang diri. Aish… majikan macam apa kau ini? Ckck”
“ aniya, JeongMin oppa akan menjaga cho-cho selama aku pergi. “
“ kau piker JeongMin oppa seekor kucing eoh? Cho-cho pun membutuhkan teman dari bangsanya sendiri dan kau tau JeongMin Hyung akan sibuk akhir-akhir ini untuk menghadapi ujian akhir jadi jangan bebani dia dengan cho-cho”
“ YA!! Mengapa kau rewel sekali ingin menjodohkan Chaerinmu dengan Cho-cho? “
“ karena aku ingin mengajakmu berkencan..” bisik YoungMin tepat di sebelah telinga Lisa dan sang pemilik telinga hanya dapat terdiam hingga wajahnya memerah.
“ aku harus memastikan cho-cho menyukaiku sebelum aku berkencan denganmu! Apakah kau tak ingin pergi bersamaku?” goda YoungMin lagi karena kini YoungMin mulai menikmati pemandangan dimana wajah Lisa begitu merah sedangkan ekpresinya memancarkan kekesalan.
“ molla, aku lelah hari ini.Segera antar aku pulang!” Lisa segera membalikkan badannya karena ia tak tau apa yang harus ia lakukan jika YoungMin sudah mulai menggodanya.
“ ya…tunggu aku hahaa, bagaimana kau bisa masuk ke dalam mobil jika kuncinya ada ditanganku haha.” YoungMin berusaha menahan tawanya namun gagal total. Lisa tampak begitu menggemaskan ketika ia mulai bertingkah seperti itu di depannya.
“ Chaerin a.. kau harus berusaha menyukai cho-cho, ne? aku akan memberikan laki-laki terbaik untukmu. Jadi kau harus patuh padaku, araso?” ucap YoungMin pada kucing barunya sebelum ia berjalan menyusul Lisa.
“ wae? Mengapa kau memandangku terus menerus? Matamu akan terlepas dari tempatnya jika kau terus memandangku seperti itu.” Lisa sedikit mengalihkan pandangannya pada YoungMin.
“ hahaa…. Ara ara. Sekarang kau pegang Chaerin, aku tak bisa menyetir jika Chaerin ada di pangkuanku.” YoungMin menyodorkan Chaerin pada Lisa namun di luar dugaan Chaerin tampak membenci Lisa karena ia sama sekali tak mau lepas dari gendongan youngMin.
“ ya!! Wae keure? Mengapa ia tak mau lepas darimu? YA!! Chaerin na kajja.. ikut bersama unni ne?” Lisa berusaha membujuk Chaerin namun hasilnya kucing mungil itu justru memperlihatkan taringnya pada Lisa.
“ mwo?? Kau ingin membalasku YoungMin ah?” decak Lisa tak percaya.
“ haha… aku tak mendidiknya seperti ini, aku juga tak mengerti mengapa ia begini.”
“ Chaerin a… kau tau, namja ini adalah milikku jadi kau tak boleh dekat-dekat dengannya, eoh? Ayo ikut bersamaku!” Lisa kembali membujuk Chaerin namun hasilnya tetap nihil. Akhirnya mereka berdua hanya dapat tertawa geli melihat kejadian ini.
“ baiklah jika ini maumu, aku akan memaafkanmu kali ini karena cho-cho. YoungMin ah berikan kunci mobilmu, biarkan aku yang menyetir.” Ucap Lisa yang sudah menyerah membujuk kucing kecil itu.
“ araso, kuncinya ada di saku bajuku.”
“ mwo? Apakah kau tak bisa mengambilkannya untukku?” ucap Lisa gugup karena ia tak sanggup untuk menggambil kunci mobil YoungMin yang berada di saku seragammnya.
“ bagaimana aku bisa mengambilnya jika kedua tanganku memegang Chaerin. Wae? Kau tak berpikiran macam-macam kan? Atau jangan-jangan kau sebenarnya ingin menyentuh tubuhku?”
“ MWO!! Michoso?? Aku tak memiliki pikiran seperti itu!!”
“ lalu? Mengapa kau gugup seperti itu?” YoungMin sepertinya tak ingin berhenti menggoda yeojachingunya.
“ a..aniya. Aku akan mengambilnya, jangan bergerak! Awas jika kau bergerak sedikit saja. Aku akan membunuhmu.” Lisa berusaha mengambil kunci mobil YoungMin yang ada di saku bajunya. Saku tersebut tepat berada di dada kirinya sehingga ketika tangan Lisa memasuki saku tersebut ia dapat merasakan debaran jantung YoungMin. Lisa kembali tercengang dengan apa yang ia rasakan kini sehingga ia kembali berdiri mematung dengan satu tangannya yang masih berada di saku baju YoungMin.
Dengan canggung Lisa segera tersadar dan segera mengambil kuncinya.
“ kau dapat merasakannya?” ucap YoungMin yang kini telah duduk di samping Lisa yang memegang kemudi.
Lisa menatap manik mata YoungMin dalam sebelum ia memegang pelan tangan putih youngMin, “ ne..aku merasakannya dengan jelas.”
“ walaupun aku selalu terlihat tenang di luar, namun jika bersamamu….. aku tak bisa sepenuhnya tenang.” YoungMin menundukkan kepalanya sekilas sembari memandangi tangan Lisa yang sekarang sedang menggegam tangannya.
“ YoungMin ah..”
“ ehmm?”
“ apakah kau percaya padaku jika aku dapat mencintai lagi?”
“ Dengarkan aku Lisa, kita memang memiliki masa lalu, entah itu adalah masa yang sulit atau masa yang indah. Namun ketika kau berusaha untuk terus membawa beban di masa lalumu, bagaimana kelak kau akan menghadapi masa depanmu, ehm? Mungkin ini memang tak mudah bagimu. Aku mengerti….., jika jauh di dalam hatimu kau masih memikirkannya. Aku masih melihat luka itu di dalam pandanganmu. Sebelum semuanya terlambat, apakah kau ingin kembali bersamanya?” YoungMin seolah-olah tak mempercayai apa yang baru saja ia ucapkan namun kini hatinya terasa begitu pedih memikirkan ucapannya sendiri.
“ ani, aku akan semakin melukainya. Aku tak ingin menambah beban di pundaknya, ia sudah cukup menderita karenaku.” Ucap Lisa sedih. Ia sendiri tak mengerti mengapa tiba-tiba percakapan mereka mendadak berubah menjadi kurang nyaman.
YoungMin menghela nafasnya dalam-dalam sebelum ia kembali menjawab ucapan Lisa, “ tanyakan pada hatimu, siapakah yang benar-benar kau pikirkan. Aku tak ingin melihatmu begitu terluka saat bersamaku, aku tak ingin melihat seseorang yang berarti bagiku menangis di hadapanku. Apakah kau ingin memikirkannya lagi? “ Mata YoungMin mulai memerah karena ucapannya sendiri dan kini perasaannya dihantui oleh rasa takut jika ia akan kehilangan gadis itu lagi.
Lisa hanya diam dan menundukkan kepalanya dalam-dalam sedangkan air matanya mulai jatuh membasahi pipinya. YoungMin yang melihat Lisa begitu tersiksa, ia merasa tak sanggup lagi meneruskan pembicaraan mereka.
“ aku akan keluar sejenak jika kau membutuhkan waktu untuk sendiri.” YoungMin segera beranjak dari tempat duduknya namun lengannya segera ditahan oleh Lisa.
YoungMin semakin tak mengerti dengan situasi yang tengah melanda mereka berdua sekarang, sehingga ia segera meletakkan Chaerin ke bangku belakang sebelum tangannya memegang tangan Lisa yang menahannya.
Tanpa ia duga sebelumnya, Lisa segera menarik seragam YoungMin dan mencium bibirnya pelan. Namun YoungMin dapat merasakan air mata gadis itu jatuh sedikit demi sedikit dari matanya.
“ Lisa…” YoungMin menarik pelan wajah gadis itu dan memegang kedua pipinya yang basah.
“ wae keure? Mengapa kau menangis? Katakan padaku, apa yang harus kulakukan, ehm?” YoungMin tetap berusaha menghapus air mata Lisa walaupun ia sendiri tak mengerti mengapa gadis itu tiba-tiba menangis.
“ mianhe YoungMin ah, jeongmal mianhe. Aku pasti membuatmu kebingungan, keutji? Aku hanya tak paham dengan perasaanku sendiri. Dadaku begitu sesak ketika aku memikirkan aku harus berpisah denganmu, namun ketika aku memikirkan JoonSu oppa yang terluka karenaku rasa bersalahku tak henti-hentinya muncul di dalam benakku. Eotokhe YoungMin ah? “
“ aish.. napeun yeoja.” YoungMin menarik Lisa kedalam pelukannya dan menepuk-nepuk punggungnya perlahan.
“ apakah kau mengerti perbedaan antara cinta dan simpati? Ataukah rasa bersalah itu merupakan bagian dari cinta? Kau menjadi seperti ini, apa karena aku? “ YoungMin berusaha mengurai sedikit demi sedikit kekacauan dari pikiran Lisa.
“ aku hanya merasa jika aku membiarkan JoonSu oppa menderita seorang diri, sedangkan aku? Aku sama sekali tak bisa berbuat apapun untuknya.” Jawab Lisa datar.
“ apakah kau ingin pergi bersamanya?”
“ ani, hatiku akan semakin terluka jika aku bersamanya sekarang.”
“ wae?”
“ karena…karena…ada satu titik dimana aku tak dapat memahaminya, aku tak dapat menjelaskannya secara detail tapi hatiku terasa sakit jika aku memaksakan agar keadaan kembali seperti dulu.”
“ lalu?”
“ aku ingin berpikir egois, tapi aku tak sanggup. Aku ingin mengakuinya tapi aku tak ingin melukai pria yang begitu baik padaku, aku ingin mengakui jika sebenarnya sejak dulu hatiku hanya menunggumu, bahkan aku sama sekali tak pernah menceritakan tentang cinta pertamaku padanya. Kau tau mengapa? Karena jika aku menceritakan padanya, …. Aku tahu ia akan menyadari kekosongan di antara kita. Dimana hubungan kita dulu benar-benar rapuh, aish.. bahkan aku sama sekali tak mengetahui apapun tentangnya.”
“ tapi ia sangat mencintaimu,”
“ ne, karena itu lah beban di hatiku semakin berat YoungMin ah..”
“ ikuti kata hatimu, Lisa. Sekarang lihat aku baik-baik, jika kau ingin melihat bagaimana aku melihatmu. Lihatlah bayanganmu sendiri di dalam mataku sehingga kau bisa mengerti bagaimana perbedaan antara cinta dan simpati. Aku tak ingin melukaimu, sungguh aku hanya ingin kau bahagia bersamaku namun jika aku tak dapat melakukannya untukmu maka aku akan mencari jalan lain untukmu agar kau dapat menemukan kebahagianmu.” YoungMin memandang gadis itu dengan tatapan yang teduh, walaupun kini hatinya terasa seperti teriris-iris. Ia merasa harus memastikan jika gadis yang dicintainya itu benar-benar bahagia bersamanya.
“ YoungMin ah, mengapa kau melakukan semua ini padaku? Apakah aku ingin membiarkanku pergi?”
“ ani, jika aku bisa aku akan menahan dan mengikatmu agar kau selalu berada di sisiku namun ketika aku melihat seseorang yang kucintai terluka dan tak bahagia bersamaku, apakah kelak kita akan bahagia? “
“ YoungMin, apakah kau kini sedang meragukan perasaanku padamu?”
“ tidak, aku hanya tidak yakin pada diriku sendiri. Aku hanya takut jika aku bertindak egois dan pada akhirnya aku hanya melukaimu saja.”
“ shireo, jangan pernah katakan hal itu lagi! Aku hanya…aku …….sepertinya aku benar-benar mencintaimu YoungMin ah..” Lisa kembali terisak akan ucapannya sendiri. “ aku takut mengakui jika aku nyaris gila memikirkan bagaimana kehidupanku tanpamu, apakah aku terlalu egois? Apakah aku akan melukai JoonSu oppa jika aku melakukan semua ini padanya?”
YoungMin melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi Lisa dan menghapus air matanya dengan kedua ibu jarinya. “ kau akan semakin melukainya jika kau tak mengatakan hal yang sebenarnya. Jelaskan padanya apa yang sesungguhnya kau rasakan agar kelak kau tak ada lagi penyesalan dan beban dalam menjalani kehidupanmu.”
“ apakah aku melukaimu karena kita membicarakan semua ini?”
“ aniya, gwencana. Aku akan baik-baik saja, Lisa. Kau telah melakukan hal yang benar jika kau hanya menyimpan semua ini sendirian mungkin kau akan melukaiku ataupun JoonSu sunbae di kemudian hari. Aku menghargai seluruh pendapatmu.” Perlahan YoungMin meletakkan tangan Lisa di pangkuannya dan menggenggamnya erat, “ ketika dua orang telah memutuskan untuk bersama, kau pikir cinta saja cukup untuk membuat mereka bahagia? Ani, mereka harus menyelaskan mata dan telinga mereka. Menyelaraskan mata mereka agar mereka dapat melihat suluruh masalah yang terjadi dengan sudut pandang yang objektif, menyelaraskan telinga mereka agar mereka dapat saling mendengarkan dan memberikan kekuatan satu sama lain. Ketika sebuah hubungan hanya berlangsung tanpa keselarasan dan komunikasi yang baik, kekuatan cinta akan meredup seiring berjalannya waktu. Karena hati manusia itu tak selalu berada di jalan yang sama selamanya, maka dari itu manusia membutuhkan kasih sayang untuk membuat cinta itu berlangsung selamanya.”
Lisa hanya dapat terdiam dan memeluk YoungMin erat ke dalam pelukannya,” gomawo, gomawo. Aku sungguh beruntung memilikimu, sungguh aku benar-benar tak ingin kehilanganmu untuk kedua kalinya.”
“ ne, aku pun akan menginginkan hal yang sama denganmu.” YoungMin memejamkan matanya membalas pelukan Lisa.
–oOOo—
Di sebuah restoran dengan penerangan yang redup dan bernuansakan alam pedesaan yang asri, Rachel duduk dengan gelisah menunggu JoonSu yang tiba-tiba ingin bertemu dengannya. Walaupun perasaannya senang karena ia memiliki waktu untuk bertemu dengan tunangannya tersebut, batinnya kembali diliputi kecurigaan karena nada suara JoonSU terdengar begitu dingin saat ia meneleponnya.
20 menit kemudian, JoonSu yang masih menggunakan setelan jasnya segera duduk di kursi yang tepat berada di depan Rachel.
“ mianata, aku terlambat.” Ucap JoonSu singkat.
“ ah, gwencana oppa, aku baru saja datang jadi aku tak menunggumu terlalu lama.”
“ keure, ..” JoonSu hanya menjawab perkataan Rachel dengan jawaban yang singkat sebelum ia mengambil buku menu yang disodorkan oleh pelayan.
“ o..oppa, apakah aku boleh bertanya sesuatu padamu?” Tanya Rachel hati-hati karena ia sungguh takut dengan ekspresi JoonSu yang semakin dingin.
“ kita akan makan terlebih dahulu.”
“ oppa…?”
“ apakah kau ingin kita keluar dari sini dengan perut kosong?, aku lapar jadi jangan berdebat denganku sekarang.”
Rachel kembali diam dan menundukkan kepalanya dalam-dalam sembari membenarkan letak serbet yang berada di pangkuannya.
Selama menunggu makanan mereka datang, JoonSu hanya sibuk berbicara dengan sekretarisnya dan membicarakan tentang hal-hal yang harus ia urus di perusahaan ayahnya, sedangkan Rachel hanya diam memperhatikan pria yang tampak begitu sempurna di hadapannya.
Tanpa JoonSu sadari, Rachel telah memperhatikannya selama beberapa menit. Gadis itu memperhatikan lekat-lekat pahatan indah yang terbentuk sempurna menjadi wajah yang begitu rupawan. Sedetik kemudian Rachel segera membuang mukanya dan tersenyum getir.
“ kau,.. terlalu jauh bagiku oppa. Kau berada tepat di hadapanku namun aku merasa jika kini, aku tengah duduk seorang diri dan melihat bayanganmu yang tak mungkin teraih olehku, apa yang harus kulakukan untuk hanya sekedar meraihmu? Dapatkan kau melihat kepadaku sekali saja?” batin Rachel pelan sebelum ia meminta izin pada JoonSu untuk pergi ke toilet.
Di dalam toilet wanita, Rachel segera menyalakan kran air yang berada di wastafel dan membasuh wajahnya yang mulai memerah. Matanya meneteskan air mata yang tak pernah ia keluarkan sebelumnya.
“ kau harus kuat Rachel, walaupun ia belum melihatmu sekarang setidaknya kau kini memiliki tubuhnya.” Ucap Rachel untuk menghibur dirinya sendiri.
Sekembalinya ia dari toilet, ia dapat melihat kursi yang diduduki JoonSu telah kosong. Rachel berjalan dengan langkah yang gontai menghampiri mejanya yang telah menghidangkan dua piring makanan dan dua gelas wine. Namun gelas wine milik JoonSu telah kosong.
“ ia pergi, dan ia hanya menghabiskan wine-nya. Kau benar-benar membenciku oppa, keutji? Aku bisa melihat jika kau memiliki waktu yang berat saat bersamaku.” Rachel menilik kembali kertas putih yang tergeletak di meja.
“ Mianhe, appa memintaku untuk menggantikannya dalam rapat malam ini. Aku telah membayar semuanya. Kau tak perlu khawatir, supirku telah menunggumu di luar. “
Rachel sedikit mendongakkan kepalanya untuk menahan agar air matanya tak turun dari pelupuk matanya. Perlahan ia meremas kertas yang baru saja ia baca dan membuangnya ke sembarang arah.
–oOOo—
Rumah YoungMin
Dua saudara kembar itu tampak asyik dengan kegiatan mereka sendiri, YoungMin sedari tadi sibuk merapikan seluruh buku-bukunya sedangkan KwangMin sibuk dengan handphonenya.
KwangMin melirik hyungnya diam-diam dan ia dapat melihat hyung-nya itu mengeluarkan dua buah tiket bioskop dari sakunya. Sedetik kemudian KwangMin tersenyum puas karena rencananya akan berjalan lebih cepat.
“ Sandra, apakah kau sudah tidur?” KwangMin segera mengirimkan pesan singkat pada Sandra.
Beberapa detik kemudian KwangMin mendapatkan balasan dari Sandra.
“ ani, aku baru saja selesai berlatih piano. Waeyo?”
“ kau ingin pergi ke bioskop bersamaku?”
“ mwo? Kau ingin rambutku dijambak oleh semua fansmu yang notabenya adalah adik kelas yang brutal? Shireo!!! “
“ aniya, kupastikan jika mereka tak akan melukaimu. Kau ingat rencana kita mengenai kakakku?”
“ O_O oh ne? waeyo? Apakah itu berkaitan dengan ajakanmu ke bioskop?”
“ ne, makanya kau harus menemaniku besok untuk membuat semuanya berjalan lancar.”
“ ehmm aku akan mempertimbangkannya.”
“ YA!! Kau harus pergi denganku! Aku tak menerima penolakan.”
“ haha.. ara..ara. Tapi kau harus mentraktirku makan di tempat biasanya. Bagaimana?”
“ aish sudah kuduga, baiklah. Aku akan mentraktirmu hingga kau tak sanggup makan lagi. Kau puas?”
“ ne.. ^^”
“ baiklah, aku akan menghubungimu lagi besok. Good Night  “
“ Good Night ^^”
Segera setelah ia mendapat rekan dalam rencananya, KwangMin segera menarik selimutnya dan melihat YoungMin sejenak.
“ kau memaksaku untuk membongkar rahasiamu Hyung, jadi bersiaplah…” batin KwangMin sebelum ia memejamkan matanya.
–oOOo—
“ omo.. nae dongsaeng sungguh hebat.!” Ucap JeongMin sembari mencubit kedua pipi Lisa dan adiknya itu tampak mengerutkan dahinya melihat perlakuan kakaknya yang kekanak-kanakkan.
“ oppa hentikan memperlakukanku seperti bayi!”
“ wae? Kau memang uri baby ^^, memoryku hanya mengingatmu sebagai bayi selamanya karena aku menganggapmu paling menggemaskan saat kau lahir.”
“ mwo? Jadi kau sama sekali tak melihatku jika aku telah tumbuh dewasa?”
“ haha dewasa? Mana ada wanita dewasa mendidik cho-cho untuk bermusuhan dengan namjachingunya sendiri hahaa” JeongMin meledakkan tawanya sebelum ia melihat Cho-cho yang menatapnya dengan tatapan tak suka.
“ kau lihat itu!! Cho-cho membencimu karena kau mengucapkan kalimat yang menyakitiku!”
“ hahaa lihatlah! Belum sedetik aku menutup mulutku namun kau telah membuktikannya. Haha”
“ OPPA!!! “ Sebuah bantal segera melayang menghantam kepala JeongMin.
“ kau marah padaku?”
“ ne, waeyo?” Lisa masih mengerucutkan bibirnya dan menolak untuk melihat kakaknya dan lebih memilih bermain-main dengan cho-cho yang bergelayut manja di pangkuannya.
“ araso araso… apakah kau menginginkan sesuatu sebagai hadiah keberhasilanmu di babak pertama? Katakan pada oppa, oppa akan membelikannya untukmu saat ini juga.” JeongMin berusaha membujuk adik perempuannya itu dengan ekspresi aegyo-nya. Ia tahu jika Lisa tak akan pernah bisa marah padanya jika ia telah berekspresi seperti itu.
“ ehmm.. aku ingin cheese cake dengan saus blueberry yang dijual di toko kue didekat bandara.”
“ mwo?? Toko itu jauh sekali dari rumah kita Lisa,” protes JeongMin
“ ya sudah jika kau tak mau membelikannya untukku, lupakan niatmu untuk berbaikan denganku.”
“ aigoo… kau jangan marah-marah seperti itu. Oppa akan membelikannya untukmu, tapi kau harus menjelaskan satu hal padaku.”
“ menjelaskan apa oppa?”
“ mengapa lencana Golden Class Chief berada di kamarmu? Aku tak sengaja melihatnya ketika aku membereskan kamarmu yang lebih mirip kapal pecah daripada kamar seorang yeoja.”
Lisa segera membelalakkan matanya dan segera menutup mulut kakaknya rapat-rapat dengan tangannya.
“ sst…apakah kau berniat mengumumkannya pada seluruh dunia? Pelankan suaramu.”
“ ne, waeyo? Apakah JoonSu telah meletakkan jabatannya dan menunjuk ketua yang baru?”
“ ne oppa,” jawab Lisa ragu-ragu karena ia dapat melihat kakaknya kini memijat dahinya.
“ aish.. JoonSu kau benar-benar..”
“ waeyo oppa?”
“ aniya, simpan baik-baik lencana itu sebelum hari pelantikanmu digelar. Jika orang lain mengetahui lebih awal, maka Rachel akan semakin mengincarmu.”
“ aku tahu oppa,.. aku tak ingin melukai JoonSu oppa karena ini, jadi aku akan berusaha menyimpan lencana itu baik-baik.”
“ ne, kau harus menyimpannya, dan kau juga tak boleh memberitahukan YoungMin. Araso?”
“ wae?”
“ aishh… pabo!! Aku tak mengerti mengapa JoonSu memilihmu namun aku yakin ia memiliki pertimbangannya sendiri. Kau harus mempersiapkan dirimu karena posisi itu bukanlah posisi yang mudah, dan yang pasti kau akan terus terikat dengan seluruh ketua dari angkatan sebelumnya. Apakah kau sudah mengetahui rahasia ini?”
“ mwo? Jeongmal?”
“ kau benar-benar !!! sepertinya aku harus terus mengawasimu mulai sekarang.
“ oppa kau jangan menakut-nakutiku! Katakan padaku secara detail!”
“ intinya, kelak kau akan terus berhubungan dengan JoonSu walaupun ia telah lulus karena notabenya ia adalah ketua sebelum kau menggantikannya. Kau mengerti sekarang? “
“ araso, lalu mengapa kau mengkhawatirkanku?”
“ pabo!! Aku mengkhawatirkan YoungMin, karena ia yang akan paling menderita karena hal ini. Karena ia tak boleh mengetahui apa yang kau dan JoonSu bicarakan jika itu mengenai pekerjaanmu sebagai Golden Class Chief. Sekarang kau sudah paham? Mengapa aku mengingatkanmu dari awal?”
“ oppa…”
“ aku tahu kau akan seperti ini, maka dari itu oppa akan terus berada di belakangmu dan mengawasimu ketika kau telah menjabat kelak.”
“ oppa, aku penasaran mengapa kau mengetahui semua rahasia di sekolah kita?”
“ haha.. jangan pikirkan bagaimana aku mengetahuinya, tapi pikirkanlah cara kerjaku Lisa. Jika kau ingin bertahan maka kau harus jeli melihat keadaan di sekitarmu.”
Lisa semakin mengerucutkan bibirnya dan berdecak kesal
“ YA!! Oppa kapan kau akan pergi?? Aku nyaris kehilangan selera makanku jika kau tak segera pergi sekarang!”
“ aish.. baiklah! Aku pergi sekarang,” JeongMin segera meraih jaketnya dan mengambil kunci mobilnya yang tergeletak di atas meja.
Di dalam perjalanan, JeongMin hanya memikirkan adik perempuannya itu. Ia menggelengkan kepalanya sebagai tanda tak puas akan hal yang baru saja ia ketahui.
“ aku benar-benar harus bekerja ekstra kali ini.”
Sesampainya ia di depan toko roti dimana cheese cake kesukaan Lisa dijual, JeongMin segera berlari kecil dan meraih pintu masuknya.
Setelah beberapa detik ia berputar-putar mencari cake kesukaan Lisa, akhirnya ia menemukannya. Wajahnya terlukis senyuman lega karena cake tersebut belum habis, walaupun hanya tersisa satu di tempatnya.
Ketika ia menggerakkan tangannya untuk mengambil cake tersebut, di saat yang bersamaan terdapat seseorang yang ingin mengambil cake yang sama.
JeongMin mengarahkan pandangannya untuk melihat pemilik tangan tersebut, dan matanya kembali membulat melihat sosok yang tengah berdiri di hadapannya.
“ JoonSu??”
TO BE CONTINUED…………
Chingu.. sebelumnya author meminta maaf untuk chap sebelumnya yang terlalu pendek, karena jadwal Author yang mulai padat. Maklum tugas menumpuk #curcol. Jadi author hanya bisa menulis lanjutannya di akhir pekan.
Mianhe jika kalian harus menuggu lama.

40 responses to “[Freelance] MATH vs PHYSICS ( Part 15 )

  1. siapa itu…… wah kayaknya joengmin oppa bakalan dpt loveline….

    kwangmin modus… mo ajak kencan sandra aja pake youngmin-lisa buat alasan….

    ok, g majalah chingu. yg penting dilanjut…..

  2. aaaaakkkk gaberasaaa udh tbc ajaa, selalu dan tetep suka sama gaya bahasanya author. bahasa2 puitisnya yang diucapin youngmin ke lisa juga ngena banget jleb jleb jleb hahaha fighting thor 😀

  3. akhrnya dilanjt jg,,

    huh kasian youngmin kalo lisa jd ketuanya
    tp menarik,

    next chap jgn kelamaan yah,, tp kalo sibuk gpp sih

    fighting

  4. bgus thor…

    cmn aq blm trllu mngerti apa yg di jelasin jeongmin ke lisa…..

    next thor,….
    fighting

  5. nih YoungMin sengaja beli Chaerin agar Cho-cho punya teman,jd klau cho-cho punya teman brrti YoungMin gak perlu takut lg gitu ama Cho-cho kekeee modus nihhh

    Brrti Joonsu sengaja ngasi Lisa Lencana golden class itu supaya dia bisa ttp drkat ama Lisa dong ?? wahhh Joonsu emang blm bsa lepasin Lisa nihh kayanya.

    next update ditunggu ya,
    fighting

  6. youngmin ksih chaerin k cho2 biar cho2 gk benci sm youngmin ya? 😀
    trus joonsu ksih lencana itu k lisa biar mereka tetep bisa dket nih ya?? -_-

    aku heran, knp hampir setiap kli aku baca ff ini serasa alur nya maju tp cmn dkit2 ?
    tp utk ini aku gk terlalu masalahin yg ptg ff ny seru dan menarik!! ^^

    lanjut nya klo bisa jgn lama2 yaa^^
    hwaiting ^^9

    • ne, 🙂 chaerin sbenernya cuma akal2anya si YoungMin aja 🙂
      masalah JoonSu kita lihat di chap selanjutnya ya /// 🙂

  7. Akhir.a kluar juga chap 15!
    Keren thor!!! Cho-cho & Chaerin kagak rela kayak.a majikan.a pacaran kekeke

  8. Joonsu modus nih biar bisa deket sama Lisa -.-

    Youngmin beli Chaerin biar Cho Cho lebih sibuk sama chaerin wkwkwkwk modusss

    Chap selanjutnya jangn lama-lama ya 🙂

  9. itu knp bisa joonsu disitu?? semoga lisa ttp ama youngmin, lucu kali ya klo si younmin bw chaerin ke rmh lisa trus ditemuin chocho berantem kali ya kek youngmin ama lisa dulu wkwk btw next part ditunggu kkk

  10. Yah thor lisa ga boleh deket2 ama joonsu lagi, dia hanya milik youngmin..

    Ditunggu kelanjutan ffmu ya thor

  11. Annyeong thor,
    Aku reader baru ffmu, mian gk komen di chap yg dulu.
    Keren thor sma ceritanya, next chapter ditunggu.

  12. waaah author maaf klo ak baru komen di chap ini, soalnya aku baru nemu ffnya kemarin-.-” tapi thor ffnya keren bgggttt..aaaa gasabar pgn tau kelanjutannyaa, nextnya thorr~

  13. unniyaa~ cepet lanjut dong.. Aku baru nemu ff ini..
    Jujur ffnya nyesek bgt brpa kali nangis inidah
    lanjut song.. Ceritanya lisa nyes bgt dihati kek kisah nyataku ..
    Cuma gada olimpiade doang
    cepet ya unni

  14. Pertama aku ingin minta Maaf bru komen di part ini, soalnya jaringan di sini bnr-bnr nguras emosi (?)
    Dan juga aku ingin katakan bahwa ff ini bbbbeennnaaaar-bbeennnaarr bagus. Aku suka bgt alur ceritanya. Gak terlalu tergesa2.. author memang best..
    Semangat nulisnya thor.. Hwaitingg..
    From : Nyonya cho kyuhyun (istri sah) #langsungditaboksparkyu.

  15. Gak sabar nunggu dipost chap 16 nya.. author bisa nulis lebih cepat gak? Maaf bukannya mau maksa ingin diselesaikan lebih cepat tapi aku cuma mau nanya. Maaf kalau itu membuat author tersinggung…

  16. “ YoungMin ah, mengapa kau melakukan semua ini padaku? Apakah aku ingin membiarkanku pergi?”
    Apakah ini sebuah typo?Mianhae, aku nggak mau ngebash, kok. Just asking. Oh ya, apa image Youngmin emang semanis itu?? Akiko, kasih gambarnya Cho-Cho sama Chaerin, dong. Soalnya aku gk terlalu suka sama kucing. Jadinya sulit buat ngevisualin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s