MISS ANNOYING [CHAPTER 1]

miss annoying

Author : FanyByun(@afanya_)

Genre : School-life, AU!, Romance, Love-Hate, Friendship

Cast : Byun Baekhyun (E.X.O)| Choi Hyeyoung (OC/YOU) | Kim Jongin (E.X.O)

Other Cast : Park Chanyeol (E.X.O) | Lee Minah (OC/YOU) | and other

Summary :Ice boy meet annoying girl, what will happen?

Length : Chapter

Poster by me @ byunbaek98hyun

TEASER | CHAPTER 1 |


Previous Part :

Hyeyoung memperhatikan Minah yang menunjuk-nunjuk puncak kepalanya. Dengan penasaran Hyeyoung memegang puncak kepalanya, kemudian menarik benda yang bertengger di sana. Mata gadis itu melotot.

“GYAAAAAA!!!!!”

 *

Hyeyoung dan Minah duduk bak seorang tersangka pembunuhan berantai yang siap disidang oleh Hakim Tertinggi. Wajah mereka berdua pucat dan terlihat tanpa tenaga. Setelah kejadian di kamar asrama mereka lima belas menit yang lalu. Baekhyun memboyong keduanya menuju ruang Bimbingan Konserling.Dan disinilah mereka berdua, duduk mematung dihadapan seorang guru laki-laki botak yang lebih akrab disapa Kim saem.

“Sebenarnya, apa yang terjadi, Hyeyoung-ssi? Mengapa anda berteriak seperti itu?”

Bersamaan dengan hembusan napas pelan Hyeyoung memberanikan diri menatap Kim saem. Kemudian gadis itu menjelaskan tentang apa yang baru saja dialaminya. Semuanya, tanpa terkecuali.

Flashback

Hyeyoung memperhatikan Minah yang menunjuk-nunjuk puncak kepalanya. Dengan penasaran Hyeyoung memegang puncak kepalanya, kemudian menarik benda yang bertengger di sana. Mata gadis itu melotot.

“GYAAAAAA!!!!!”

 

OMO!

 

OMO!

 

OMO!

 

DEMI NEPTUNUS! Hyeyoung tidak percaya ini! Ini memalukan! Catat! ME-MA-LU-KAN!

Bagaimana bisa underwear pink bergambar hello-kitty miliknya berada disana? Seseorang tolong bunuh Hyeyoung sekarang.Ia belum siap untuk menjadi bahan tertawaan bahkan sebelum ia mengikuti pelajaran di Jungshin Academy!

“Minah-ya…” Minah memandang Hyeyoung prihatin.

Baekhyun berdeham mengalihkan perhatian dua orang gadis yang sedang saling tatap-menatap dengan mimik yang menyedihkan.Dengan dingin laki-laki itu menarik tangan Hyeyoung dan membawanya keluar dari kamar menuju ruang Bimbingan Konserling.

 

Flashback End

 

“Begitulah, Kim saem.Tapi, aku sungguh menyesal.Maafkan atas kecerobohanku.”ucap Hyeyoung lirih sarat akan kesedihan.

“Tak apa Hyeyoung-ssi.Saya mengerti itu bukan keinginan anda.Tetapi peraturan tetaplah peraturan.”

Hyeyoung mendesah pasrah.Yeah, ia siap menerima hukuman atas kecerobohannya.Kecerobohannya karena tidak mengindahkan kata-kata Minah untuk merapikan barang-barangnya. Sekarang ia baru menyesali perbuatan bodohnya yang memilih bermalas-malasan daripada merapikan barang-barangnya.

“Hukuman untuk Hyeyoung-ssi..”Mr.Kim menghentikan kalimatnya kemudian memperhatikan Hyeyoung.Gadis itu menunduk, tampak sangat frustasi.

“Merapikan buku-buku di perpustakaan setiap sepulang sekolah selama seminggu.”lanjut Mr.Kim. Lalu laki-laki menilik Baekhyun yang berada di muka pintu .

“Baekhyun-ssi akan membantu anda.”

Tidak ada yang berubah dari ekspresi wajah Baekhyun, tetap datar.Sebaliknya , Hyeyoung melotot dan tanpa sadar mulutnya terbuka siap memberikan penolakan.

“Dan saya tidak menerima penolakkan.”

*

 

Sial!

 

Sial!

 

Sial!

 

Hyeyoung menilik punggung laki-laki yang berjalan di depannya.Siapa lagi kalau bukan Baekhyun. Pelajaran telah usai sekitar lima belas menit yang lalu. Oleh karena itu, lorong terlihat sangat sepi karena siswa-siswa sudah kembali ke asramanya masing-masing.

Suara sepatu yang beradu dengan lantai menjadi latar suasana tersebut.Keadaan benar-benar hening.Hyeyoung sudah mendengar gosip tentang Baekhyun yang dijulukki ‘Pangeran Es’ dan tidak pernah berbicara lebih dari satu kalimat—pengecualian jika Baekhyun sedang menerangkan rumus Fisika—pada orang-orang tak terkecuali pada saem. Hyeyoung bergeridik ngeri, ia sudah membuktikannya sekarang, bahwa Byun Baekhyun memang merupakan ‘Pangeran Es’. Bagaimana bisa ada orang yang begitu diam?

Hyeyoung merasakan kepalanya berdenyut sakit. Oh, mungkin sudah saatnya ia behenti memikirkan hipotesa-hipotesa mengapa seorang Byun Baekhyun bisa sediam dan sedingin itu.

Gadis Choi itu berjalan mengikuti setiap langkah Byun Baekhyun.Apa Hyeyoung belum memberi tahu kalian?

Baiklah biar diperlurus, sebenarnya peta sekolah yang diberikan oleh pihak sekolah pada tiap murid milik gadis itu telah hilang. Hyeyoung sudah mencarinya di segala penjuru kamar asrama, bahkan hingga mengobrak-abrik tong sampah. Tapi ia tidak menemukan petanya dimanapun. Oleh karenanya, Hyeyoung hanya bisa mengikuti Byun Baekhyun tanpa memberikan protes apapun. Sebab, hanya dengan mengikuti Byun Baekhyun lah ia dapat menyelesaikan hukumannya untuk hari ini.

Sepertinya Hyeyoung terlalu asik melamun.Ia tidak menyadari kalau sedari tadi Baekhyun telah berhenti dan mengamati gadis itu yang berjalan dengan konyol. Hyeyoung terus berjalan hingga…

 

DUAK!

 

APPO!”

Sadar atau tidak tadi Baekhyun sempat mengembangkan senyumnya sekilas sebelum mengubah mimiknya kembali datar.Hyeyoung mengelus dahinya yang berubrukan dengan pilar beton.Ups, pasti sakit.

“Sialan!” omel gadis itu sambil menepuk-nepuk kasar pilar beton dihadapannya.Tapi kemudian gadis itu mengalihkan pandangannya, melihat Baekhyun yang sedang memperhatikannya. Ah, ia malu sekali. Ini hari pertamanya mengikuti kegiatan belajar mengajar dan sekarang ia sudah bertingkah konyol.

Gadis itu mengikuti arah pandang Baekhyun dan tersenyum senang, sebentar lagi ia akan menyelesaikan hukuman di hari pertamanya. Oh ada satu hal lagi yang membuat Hyeyoung senang, karena ia bisa pergi ke perpustakaan setiap jam istirahat pertama untuk melaksanakan hobinya, membaca.

Sunbae…”

Baekhyun tidak menyahut tapi laki-laki itu memperhatikan Hyeyoung menanti kelanjutan kata-kata gadis tersebut.

“Terimakasih.”

*

 

Rak-rak buku yang menjulang tinggi menyambut kedatangan Baekhyun dan Hyeyoung.Keduanya mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru perpustakaan. Hanya ada penjaga perpustakaan alias Go saem yang sedang sibuk mengetik entah apa. Segelintir murid-murid kelas 11 sedang berdiskusi di sebuah meja yang terletak di tengah-tengah ruangan.Mungkin mengerjakan tugas, dilihat dari banyaknya buku-buku astronomi yang tergeletak di atas meja.

Sunbae, aku harus memulai dari mana?”

Baekhyun melirik Hyeyoung, sedari tadi gadis itu sudah berbicara sangat banyak.Hyeyoung berbicara layaknya sebuah radio kuno yang sudah rusak, tidak pernah berhenti, dan itu memuakkan.

“Terserah padamu.” Balas lelaki itu dengan nada teramat dingin.Hyeyoung sempat takut menyadari bahwa aura dingin dan kelam milik Baekhyun kembali menguar. Oh, perlukah Hyeyoung memanggil cenayang untuk mengusir aura-aura menakutkan ini?

Tapi itu beberapa menit yang lalu, karena kini yang Hyeyoung rasakan adalah sebaliknya.Ia tidak lagi takut malah bisa dibilang sangat nekad. Kenapa?Ya karena kini Hyeyoung mengamit lengan Baekhyun dan menyeret sunbaenya itu menuju rak buku-buku non fiksi yang didominasi oleh buku-buku tebal layaknya novel-novel Harry Potter, bedanya buku-buku ini lebih panjang daripada novel Harry Potter.

Sesampainya mereka di hadapan rak buku non fiksi Hyeyoung buru-buru membenarkan letak kacamatanya. Gadis itu belum sadar jika tangannya yang lain masih mengamit lengan Baekhyun teramat kencang. Empunya lengan menatap Hyeyoung datar namun mematikan, deathglare andalan laki-laki itu untuk menghentikan tingkah konyol Chanyeol. Sayangnya, deathglare tersebut tidak berlaku untuk Hyeyoung. Karena gadis itu belum juga sadar dengan apa yang ia lakukan.

“Hei..” akhirnya setelah bergulat dengan pikirannya, Baekhyun menegur Hyeyoung, agar gadis itu sadar dengan apa yang gadis itu lakukan. Beberapa detik setelahnya Hyeyoung menoleh menatap manik mata Baekhyun yang menatap tajam ke arah tangannya.

“UPS!” Hyeyoung setengah berteriak, akibatnya suara yang ia hasilkan layaknya cicitan tikus. Gadis itu buru-buru melepas tautan tangannya dengan lengan Baekhyun.Kemudian gadis itu menunduk dalam-dalam.

“Maafkan aku, sunbae…”

*

 

 

Minah menatap layar handphone-nya gelisah. Hyeyoung bilang ia akan kembali dalam 15 menit. Tapi nyatanya, gadis itu belum kembali lebih dari 30 menit.Beberapa pikiran buruk menyelinap masuk ke dalam otak Minah, membuat gadis berambut panjang tersebut menggigit bibir bawahnya sendiri, menahan teriakan frustasi yang bisa lolos kapan saja.

Karena tidak tahan dengan keadaan kamar asramanya, Minah memilih untuk keluar kamar, menenangkan dirinya dan juga menge-check keadaan Hyeyoung yang sebenarnya.

Saat ia melangkah keluar dari gerbang asrmanya betapa kagetnya ia melihat wajah seseorang begitu dekat dengan wajahnya. Bahkan hingga Minah dapat merasakan hembusan napas orang itu di pipinya.Sesaat kesadarannya seperti ditarik keluar, Minah malah memperhatikan wajah orang itu. Ternyata seorang lelaki .

 

Matanya besar juga ya, wajahnya juga tampan.

Lee Minah!!

Apa yang sedang kau pikirkan?!

Kau kan menyukai Byun Baekhyun-sunbae!!!

 

“Maaf,”

Laki-laki itu mengeluarkan suaranya dan mundur selangkah, membuat jarak antara ia dengan Minah.

Minah mendapatkan kesadaannya kembali, gadis itupun mengangguk sebagai jawaban.

“Aku Park Chanyeol, Ketua Majelis Permusyawaratan kelas. Apa kau melihat sepupuku Baekhyun?”

Tunggu, laki-laki ini bilang apa? Sepupu Baekhyun? Jadi, Baekhyun juga belum kembali dari perpustakaan?

Pikiran-pikiran buruk kembali memasuki otak Minah.

 

Jangan-jangan Baekhyun-sunbae dan Hyeyoung diculik.

Atau jangan-jangan mereka menjadi korban kasus sodomi.Pikir Minah.

 

“Ehm, tentu saja kau tidak melihatnya.Maaf sudah mengganggumu.”

Chanyeol memutar langkahnya hendak kembali ke gedung asramanya.Hanya saja, Minah menahannya.Entah mendapatkan dorongan dari mana, gadis itu mencengkeram lengan Chanyeol.Dengan kepala yang menunduk gadis itu berbicara.

“Mungkin Baekhyun-sunbae… masih berada di perpustakaan.”

 

*

 

 

Hyeyoung mulai berpikir kalau ini adalah hari tersialnya.Ia terjebak di dalam perpustakaan bersama Byun Baekhyun. Hanya berdua. Berdua, dengan Baekhyun yang lebih cocok menyandang gelar sebagai patung berjalan, bukannya manusia.

Hyeyoung memandangi pintu perpustakaan yang tertutup rapat. Sungguh gila, ia dan Baekhyun sedang merapikan buku-buku sejarah kemerdekaan korea yang terletak di rak paling ujung. Ketika mereka selesai dengan pekerjaan mereka dan hendak kembali ke asrama masing-masing, mereka baru menyadari bahwa perpustakaan sudah sangat sepi. Tidak ada tanda-tanda adanya Go saem pun murid-murid kelas 11 yang tadi sedang sibuk berdiskusi. Dan paling parah, pintu perpustakaan sudah tertutup dan terkunci.

“Baekhyun sunbae…”

“Hmm.”

“Baekhyun-sunbae…”

“Hmmmmmm.”

“Baekh—“

Baekhyun yang tadinya duduk bersandar kini berdiri, ia memukul meja kayu yang berada di hadapannya dengan cukup keras. Hyeyoung berjengit—hampir terjungkal—kemudian memegangi punggung kursi. Mulut gadis itu terkunci rapat, tidak seperti tadi yang terus mengoceh ini itu padahal Baekhyun tak sekalipun memberikan balasan. Tatapan Baekhyun terlihat lebih menusuk dari biasanya, Hyeyoung melirik Baekhyun takut-takut.

Tatapan mata mereka bertemu.

Ternyata Baekhyun sunbae tampan juga. Heol, apa yang kau katakan Hyeyoung!

Sadar dengan monolog hatinya, buru-buru Hyeyoung menggeleng kencang, kacamatanya ikut bergoyang dan jatuh tepat di telapak tangan Baekhyun. Laki-laki itu memperhatikan wajah gadis di hadapannya yang melotot sembari meraba-raba wajahnya ,mencari kacamatanya. Bodohnya gadis itu tidak mencari meja atau memeriksa apakah Baekhyun sudah menemukan kacamatanya.

Baekhyun memandang jengah perilaku gadis itu. Benar-benar tidak ada manis-manisnya. Diraihnya lengan Hyeyoung, yang dibalas dengan teriakan gadis itu. Baekhyun mengeram dalam hati, sungguh gadis ini benar-benar menyebalkan. Baekhyun menarik Hyeyoung membawanya ke salah satu rak buku terdekat. Hyeyoung masih tetap saja meronta minta dilepaskan dan berteriak-teriak.

Percuma saja Hyeyoung berteriak, tidak ada satupun yang bisa mendengar. Karena ruangan perpustakaan sudah di setting kedap suara, sehingga orang di luar ruangan tidak akan mendengar suara apapun yang berasal dari perpustakaan.

“LEPASKAN AKU BAEKHYUN-SUNBAE!” teriak Hyeyoung.

Baekhyun melepaskan lengan Hyeyoung, tapi laki-laki itu medorong Hyeyoung ke rak buku, mengunci gadis itu dengan kedua lengannya. Tatapan mata mereka bertemu untuk kedua kalinya. Hyeyoung menatap Baekhyun takut-takut, sedangkan Baekhyun menatap Hyeyoung kesal.

“Jadi begini…” bisik Baekhyun tepat di telinga Hyeyoung, membuat gadis itu menahan napasnya menanti lanjutan kalimat Baekhyun. Degupan jantung Hyeyoung sudah terlampau cepat hingga rasanya akan meledak. Degupan karena rasa takut yang menggebu-gebu.

“Cara membuatmu diam.”

Bersamaan dengan kata-kata Baekhyun tersebut, kacamata ber-frame cokelat mahoni milik Hyeyoung telah kembali menghiasi wajah manis gadis itu. Hyeyoung memegangi kacamatanya, menatap Baekhyun yang balas menatapnya.

Seperti sihir keduanya larut dalam tatapan masing-masing. Saling menyelami manik mata masing-masing. Tangan Baekhyun hampir menyentuh pipi Hyeyoung. Tetapi ketukan heboh dari pintu mengalihkan fokus Baekhyun.

Baekhyun menghampiri pintu. Sedangkan Hyeyoung sedang menetralkan degupan jantungnya yang semakin menggila.

Apa yang sebenarnya…terjadi padaku?

 

*

 

 

“Aku menghawatirkanmu.”

Minah menghampiri Hyeyoung, lalu memeluk gadis itu. Yang dipeluk hanya bisa tersenyum kecil, lalu balas memeluk sahabatnya.

“Sudah, Minah-ya, buktinya aku baik-baik saja , ‘kan?”

Minah memukul punggung Hyeyoung, lalu tertawa seperti orang idiot. “Kau ini! Kau pasti belum makan! Ayo makan!”

Hyeyoung pasrah tangannya ditarik kesana kemari oleh Minah. Ia mengartikannya sebagai kasih sayang Minah untuknya. Lagipula, Minah memiliki niat baik , mengajaknya makan.

Disinilah Hyeyoung dan Minah sekarang, cafeteria Jungshin Academy. Mereka berdua melepaskan pandangan ke seluruh penjuru cafeteria dengan antusias—sebenarnya hanya Minah yang antusias—lalu melangkah menuju meja kosong di yang berhadapan langsung dengan jendela.

Mereka duduk di kursi masing-masing. Lalu beberapa detik setelahnya Minah beranjak untuk memesan makanan. Hyeyoung duduk sembari mengamati siswa-siswa yang lewat. Pikirannya melayang kembali ke saat-saat dimana dirinya terjebak bersama Baekhyun di perpustakaan.

Kalau diperhatikan lebih dalam, Baekhyun-sunbae itu sebenarnya tampan.

Hanya saja, sikap dinginnya itu mengurangi ketampanannya, sebenarnya apa sih yang menyebabkannya menjadi balok es berjalan seperti itu?

 

“BOO!”

 

OMO!”

 

Hyeyoung berteriak keras. Saking kerasnya,hingga seluruh penghuni cafeteria menatapnya dengan tatapan bertanya. Hyeyoung menepuk-nepuk dadanya, kemudian mengalihkan pandangannya untuk melihat siapa yang dengan berani mengganggu acara daydreamnya.

Baik, Hyeyoung rasa ia pernah melihat laki-laki berkulit kehitaman ini. Tapi dimana?

“Kau pasti melupakanku…” laki-laki itu berkata dengan nada sedih yang sialnya terdengar lucu.

Hyeyoung tidak mengelak, hanya bisa memandangi laki-laki itu bingung. Si laki-laki balas menatap Hyeyoung lalu menepuk-nepuk puncak kepala gadis itu.

“Aku Kim Jongin, yang mengantarmu ke asrama tempo hari.” Terang Jongin, laki-laki berkulit tan itu mendudukan dirinya di sebelah Hyeyoung. Gadis itu baru ingat sekarang, lalu memberikan senyuman kecil—sebagai ungkapan maaf—kepada Jongin.

“Kau sendirian di kantin?”

Hyeyoung menggeleng, “Aku bersama temanku, kau sendiri?”

Jongin terkekeh, “Tadinya aku bersama Suho hyung tapi laki-laki cebol itu sudah menghilang entah kemana. Keberatan jika aku duduk disini?”

“Silahkan saja,”

Jongin mengamati Hyeyoung yang kembali larut pada lamunannya. Laki-laki itu menghembuskan napas berat. Ia menghampiri bangku Hyeyoung bukan untuk didiamkan. Jongin sedang butuh teman untuk diajak berbicara. Ia melirik Hyeyoung, mungkin sulit mengajak gadis ini untuk berbicara di saat yang seperti ini.

“Jongin! Bagaimana bisa kau ada di sini?!” teriakan cempreng itu, Jongin sangat menghapalnya. Teriakan cempreng yang selalu menghantui selama tujuh belas tahun hidupnya. Jongin mengalihkan pandangannya, menatap gadis itu.

“Hai, sepupu.” Sapa Jongin pada Minah, gadis yang disapa malah mengalihkan pandangannya, memperhatikan Hyeyoung yang sibuk melamun. Mata Minah memicing,menatap Jongin curiga. Jongin buru-buru mengelak.

“Bukan aku yang membuatnya begitu, sungguh.”

Minah mengambil tempat di hadapan Hyeyoung, menatap gadis itu khawatir. “Hyeyoung, apa kau sakit?”

Hyeyoung tidak bergerak barang sedikitpun, bahkan ia tidak menjawab pertanyaan Minah. Semakin menguatkan hipotesa bahwa Hyeyoung memang sedang tidak baik-baik saja.

Jongin menatap Minah, begitupula sebaliknya. Lalu mereka mengangkat bahu hampir bersamaan, memilih untuk membiarkan Hyeyoung larut dalam lamunanya. Semoga saja Hyeyoung tidak akan lama-lama berdiam diri seperti itu.

“Oh ya Minah, apa kau masih naksir pada balok es itu?” tanya Jongin dengan nada yang mengesalkan, niatnya untuk mengerjai Minah, tapi yang terjadi malah tidak ia duga sebelumnya. Minah mengaduh kesakitan karena Hyeyoung memukul kepala gadis tersebut.

“Kau naksir seseorang dan tidak menceritakan padaku? Ya Tuhan, Minah-ya, kau menganggapku ini apa, huh?” omel Hyeyoung.

Jongin tekekeh melihat Hyeyoung menyiksa Minah—memukul bahu Minah pelan—dan melemparkan omelan pada gadis bermarga Lee tersebut. Tatapan mata Hyeyoung beralih pada Jongin, lalu gadis itu menghentikan aksi pukul-memukul dengan Minah.

“Jongin beritahu aku, siapa yang Minah taksir sebenarnya.”

Minah mendelik, meminta Jongin untuk tidak memberitahu Hyeyoung. Melihat tingkah Minah, Jongin malah semakin ingin menjahili gadis itu. Jongin membuka mulut, siap untuk memberitahu Hyeyoung. Minah menggeleng semakin kencang, ia bahkan menarik-narik seragam Jongin hingga salah satu kancing seragam laki-laki itu terlepas.

“Yang disukai oleh Minah itu….”

To Be Continue

Author Note : 

Hi ! Fany comeback nih. Ada yang ngangenin nggak? Ga ada ya? Oh yaudah /kabur/.

Ok, Aku ngerjain Chapter 1 ini banyak banget halangan, dimulai dari liburan ke Jogjakarta, dan masalah Wu Yi Fan gege yang heol bikin aku bener-bener down banget.

Finally ,Chapter 1 dapat diselesaikan juga./tiup terompet/

 Dan yeah posternya baru! Aku lagi nyoba-nyoba ngedit yang fancy gitu, jadi sori kalo masih jelek.

Maaf kalo nggak sesuai sama harapan kalian dan mengecewakan, aku emang masih amateur *bow*. Nah, misteri benda di atas kepala Hyeyoung udah kejawab kan? Selamat buat yang udah bisa menebak! 🙂

Makasih buat yang udah mention di twitter nanyain kapan Miss Annoying dilanjut, aku terharu banget fanfiction abal-abal ini masih ada yang nunggu T-T.

Sori buat typo dan ketidaksesuaian diksi disana sini. Terakhir, jangan lupa komen ya :). Komen kalian sangat berharga buat aku!

PS : Makasih kemarin yg komen udah nembus angka 80, aku bener-bener terharu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

227 responses to “MISS ANNOYING [CHAPTER 1]

  1. Baru kali ini baca ff, Baek pendiem. Malu banget kalo jadi Hyeyoung. Pertama celana, kedua tembok.

    Minah pikirannya kenapa ke sodomi sih? Wkwkwk.

    Keren, thor. Saya reader baru.

  2. Huaaa~
    Kependekan thor, terus TBCnya ga enak banget T.T ngerusak mood fantasi yg lagi lucu-lucunya, hehe mian. Tapi seru kok, nyaman bacanya.

  3. minahnya sama2 hyperaktif sm kayak hyeyoung yaudah dah tambah bergila mereka-_-
    ngebauangin baekhyun cool itu…merasa mau ngakak aja._.

  4. Wahhhh ffnya seruuu bgtzz…
    Aq ska pas momd t baekhyun hyeyoung yg di perpusss mrk so sweet bgtzzz…
    wahhhh kyknya jongin ska yaa sm hyeyoung?
    next chapter selanjutnya….

  5. tadi pas chanyeol nyari baekhyun, aku agak sliwer kali ya. aku kebingungan sendiri masa x’D

    Aduh hyeyoung se freak itu ya_- tapi kocak sih kalo di satuin sama baekhyun.

    aku lanjut baca lagi ya thor-nim!^^

  6. bakal kacau nih….minah kan suka sm baek, gmna tar pertemanan hyeyoung am minah dong….

    smg cepet di lanjut yo………

  7. Heol, ternyata underwear, aku kira atasannya ∩˙▿˙∩(・∀・) wkwkwk. Keren kak, tapi mudah2 an minah ama hyeohyeon gk jadi musuhan karena baekki (?) R.I.P. permusuhan antar sahabat karena Cinta 😂😂😂

    Pokoknya keren kak izin baca next chap.

    From, cantikapark61

  8. baekhyun sifatnya dingin banget disini. aku suka ceritanya, aku berharap baekhyun sama hyeyoung.

  9. wah baek dingin banget ya cuek lagi… iyaya sebenernya baek kenapa sifatnya bisa begitu… hyeyoung harus hati hati tuh pada baek…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s