[Freelance] GET AWAY … ! from My Wife (Chapter 4)

GET AWAY  ! from My Wife Chapter 4

Title                 :           GET AWAY … ! from My Wife Chapter 4

Author             :           Hyo-ya ( @ohvee12)

Main Cast        :           Oh Sehun ( EXO ) , Han Hyo Ra (OC / You )

Genre              :           Marriage Life , Romance

Length             :           Chaptered

Rating              :           PG – 15

Disclaimer       :           I’m not plagiarism and I hate plagiarism

Previous Chapter        1          2          3

Annyeonghaseo Yerobun Hyo kembali membawa chapter 4 . Nggak pernah lupa Hyo ucapkan ‘Terima Kasih Banyak’ untuk comment, kritik , saran dan review kalian yang sangat membantu Hyo buat ngelanjutin FF ini , tentu Hyo sudah baca semua . Banyak juga yang udah ngobrol, kenalan sama Hyo dan ngasih semangat di twitter, iya kan ? . Dan seperti biasa juga Hyo ga yakin chapter ini akan sebagus yang kalian mau mungkin akan tambah ga jelas atau bagaimana ? Readers berkurang Hyo akan terima =)

 

~^^~

 

Sehun memandang jam dinding di kamarnya , sudah cukup lama Hyo Ra pergi untuk berbelanja dan sekarang belum kembali juga , tau kah Hyo Ra jika perutnya sudah mulai melakukan demo besar – besaran menuntut makanan yang membuatnya kenyang . Sehun duduk di tepi ranjangnya menggapai benda tipis di nakas menyentuh layarnya lalu menempelkannya ditelinga berharap tersambung dengan seseorang diseberang .

 

“ Yeoboseyo … “

 

“ Kau belum selesai ? “

 

“ Aku sudah selesai , aku akan pulang “

 

“ Cepatlah , aku lapar “

 

“ Tunggulah sebentar “

 

“Eoh “

 

Sehun mengurungkan niatnya menutup sambungan telfon saat mendengar suara lain di belakang suara Hyo Ra , sepertinya Hyo Ra juga tidak sadar bahwa dirinya masih tersambung dengan Sehun . Sehun dapat mendengar jelas suara itu memanggil Hyo Ra dan sejurus kemudian Sehun tau siapa pemilik suara tersebut .

 

“ Hyo Ra –ssi apa kau perlu kuantar ?“

 

“ Eoh Luhan –ssi …“

 

Tepat pada saat nama itu disebut oleh Hyo Ra – Sehun segera menutup telfonnya , mendengar suara namja itu membuatnya muak ditambah sekarang istrinya yang sudah mendapat larangan menjauhi namja yang ia sebut ‘ Malaikat Neraka’ itu berada didekatnya . Yang dapat Sehun lakukan saat ini adalah menahan emosinya mengepalkan tangannya erat – erat dan menunggu bagaimana seorang Hyo Ra akan menjelaskannya .

 

~^^~

 

“ Sebenarnya aku dan Sehun dulu adalah seorang teman tapi ada masalah yang membuat hubungan kami sampai sekarang menjadi tidak baik “ jelas Luhan

 

“ Masalah ? “ tanya Hyo Ra penasaran

 

“ Ne Hyo Ra –ssi masalahnya terlalu rumit jika kujelaskan . Apa kau sudah selesai berbelanja , kajja ke kasir “ Luhan berjalan mendahului Hyo Ra berharap yeoja itu tak membahas lagi hubungannya dengan Sehun , Luhan tak ingin dirinya terlihat salah dengan menceritakan masalah sebenarnya pada Hyo Ra .

 

Sedangkan Hyo Ra mendengus kesal karna tak mendapatkan penjelasan apapun dari Luhan taukah namja itu rasa penasarannya sudah melebihi batas normal , setidaknya tidak mendapat penjelasan dari Sehun dirinya dapat mendengarnya dari Luhan . Tapi apa ini , dua namja yang bahkan sudah dikatakan berhubungan tidak baik seakan berkerja sama untuk merahasiakan masalah itu darinya .

 

“ Sebenarnya apa yang mereka sembunyikan ? “ Hyo Ra mengikuti langkah Luhan yang mendahuluinya , seakan lupa dengan larangan suaminya bahwa seharusnya seorang istri dari Direktur Utama OS Company menjaga jarak dengan namja tampan dan manis , Xi Luhan .

 

Hyo Ra lebih dulu selesai membayar belanjaannya sedangkan Luhan masih berada di depan kasir , Hyo Ra baru sadar bahwa dia harus bergegas pulang karna Sehun pasti sudah menunggunya untuk memasakan sarapan pagi . Tak peduli dengan Luhan , berjalan keluar Super Market dan mencari taksi adalah tugas gadis itu sekarang tapi sesuatu yang bergetar di tasnya menghentikan langkahnya sesaat setelah keluar dari Super Market .

 

“ Yeoboseyo … “

 

“ Kau belum selesai ? “

 

“ Aku sudah selesai , aku akan pulang “

 

“ Cepatlah , aku lapar “

 

“ Tunggulah sebentar “

 

“Eoh “

 

Hyo Ra menjauhkan handphonenya dari telinga saat merasakan seseorang menepuk pundaknya halus , membuatnya menoleh dan menatap namja yang tadi berbelanja bersamanya .

 

“ Hyo Ra –ssi apa kau perlu kuantar ?“ tawar Luhan halus

 

“ Eoh Luhan –ssi , tidak terima kasih aku naik taxi saja “ Memangnya Hyo Ra mau mengambil resiko apa jika Luhan mengantarnya pulang dan Sehun mengetahuinya bisa – bisa perang dunia ke III di mulai . Hyo Ra segera menghentikan taksi yang kebetulan lewat di depan Super Market , yeoja itu berniat segera memasuki taksi namun terhenti saat Luhan menarik pergelangan tangannya membuat Hyo Ra memandang Luhan heran .

 

“ Apa kau tidak akan berpamitan padaku untuk ketiga kalinya ? “ tanya Luhan sambil tersenyum simpul

 

“ Ah matta , mianhe aku lupa “ Hyo Ra tersenyum kikuk lalu segera melepaskan tangannya dari tangan Luhan

 

“ Aku pulang dulu Luhan –ssi , sampai jumpa “ setelah sedikit membungkuk , Hyo Ra segera masuk kedalam taksi dan melesat meninggalkan Luhan yang masih berdiri memandang kepergiannya . Seperti ekspresi dingin Sehun yang tak pernah lepas dari wajahnya , senyum Luhan pun tak pernah luntur jika sudah menyangkut Hyo Ra dan siapa yang tau apa arti senyum simpulnya itu .

 

“ Aku benar – benar menyukainya “

 

~^^~

 

Hyo Ra masuk kedalam apartemen dan mendapati Sehun yang duduk bersandar di kursi meja makan yang berada di dekat dapur dengan kedua tangan yang dilipat didada , gadis itu berniat menaruh barang belanjaannya di pentri dapur saat suara Sehun mengintrupsi .

 

“ Kau darimana ? “ tanya Sehun dingin tanpa menatap Hyo Ra

 

Hyo Ra tak habis pikir dengan pertanyaan Sehun bukankah sudah jelas sekali membawa banyak kantong plastik dengan bebagai bahan makanan di dalamnya tidak mungkin Hyo Ra kembali dari ‘bioskop’ , lagipula seingatnya tadi dirinya sudah berpamitan pada Sehun untuk berbelanja kenapa masih menanyakannya .

 

“ Kau tidak lihat aku membawa banyak belanjaan Oh Sehun , tentu saja aku dari Super Market “ Hyo Ra tetap menjawab pertanyaan Sehun

 

“ Benarkah ? Bukan untuk bertemu dengan Malaikat Neraka itu ? “ Kegiatan Hyo Ra yang mulai mengeluarkan bahan makanan terhenti karna pertanyaan dari Sehun .

 

“ Itu … aku tidak sengaja bertemu dengannya ? “ jawab Hyo Ra sedikit gugup

 

“ Jadi benar kau bertemu dengannya ? “

 

“ Aku tidak bisa menjauhi dia Sehunna jika kau tak memberiku alasan yang jelas , lagipula aku hanya menganggapnya sebagai teman biasa “

 

“ Tapi dia menganggapmu lebih dari teman biasa “ Sehun mulai tak dapat mengendalikan kata – katanya haruskah dia menjelaskan semuanya sekarang dalam keadaan emosi seperti ini , sepertinya Sehun harus berpikir ulang untuk melakukan itu bisa – bisa Hyo Ra salah paham .

 

“ Mwo ? “ Hyo Ra yang tadi membelakangi Sehun kini berbalik menatap namja itu tak percaya , dirinya tak mengerti apa yang sedang di maksudkan dengan ‘lebih dari teman biasa’ . Ayolah Hyo Ra baru mengenal Luhan selama 3 hari bagaimana mungkin Sehun bisa mengatakan hal seperti itu, benar – benar berlebihan .

 

“ Apa kau menyukainya juga Han Hyo Ra sampai tak menuruti laranganku untuk menjauhinya ? “ Sehun menatap dingin pada Hyo Ra

 

“ Oh Sehun ! “ Hyo Ra sedikit meninggikan suaranya , gadis polos ini cukup terpancing emosi juga dengan perkataan Sehun yang sudah keterlaluan .

 

“ Wae ? Apa itu benar ? “ Sehun berdiri menghampiri Hyo Ra yang menatapnya dengan tatapan sulit diartikan .

 

“ Kau keterlaluan Oh Sehun “ Nada bicara Hyo Ra mulai mendingin sama seperti seseorang dihadapannya saat ini .

 

“ Aku tidak akan seperti ini jika kau tak berada di luar sana dengannya , ingat Han Hyo Ra kau baru mengenalnya beberapa hari kau tidak akan tau dia sebenarnya “

 

“ Lalu bagaimana denganmu. Kau pikir aku mengenalmu dengan baik selama setahun ini ?“ Dingin sangat dingin ucapan Hyo Ra, membuat pikiran Sehun beku seketika. Kata – kata Hyo Ra bagai gembok yang mengunci seluruh tubuhnya mencekat suaranya hingga tak dapat menjawab pertanyaan Hyo Ra .

 

“ Tapi sekarang aku mengenalmu . Kau , Oh Sehun yang dingin dan keterlaluan ! “ Hyo Ra menatap Sehun yang juga menatapnya, tak dapat di pungkiri gadis ini dengan susah payah menahan tangisnya agar tak tumpah di depan Sehun .

 

“ Pernahkah kau tau Oh Sehun kenapa aku tak pernah mengatakan ‘tidak’ sekalipun padamu , dan sekarang kau menuduhku menyukai orang lain ?!“ Setelah mengatakan hal tersebut Hyo Ra pergi dari hadapan Sehun , dia memilih keluar apartemen entah kemana . Sedangkan Sehun hanya bisa terpaku dengan tatapan kosong pikirannya terus memutar perkataan Hyo Ra .

 

Sehun terduduk lemas dengan kedua tangan menopang tubuhnya secara tidak langsung Hyo Ra sudah mengatakan isi hatinya .Sehun tak perlu berpikir panjang untuk alasan Hyo Ra tak pernah mengatakan ‘ tidak ‘ , apalagi kalau bukan karna gadis itu mencintainya . Mencintai dirinya yang bahkan tak mengerti sama sekali dengan perasaannya sendiri terhadap istrinya .

 

 

~^^~

 

Hyo Ra terus berjalan menjauh dari gedung apartemen , tak peduli dengan tatapan aneh orang – orang yang berlalu lalang di sekitarnya . Mungkin saja Hyo Ra sekarang sedang dikira anak hilang yang menangis mencari ibunya, berjalan lurus tak punya tujuan . Hyo Ra masih merasakan sakit karna perkataan Sehun yang menuduhnya menyukai namja lain , sungguh keterlaluan .

 

Ibaratkan hatinya sebuah pohon. Dimana di pohon tersebut Hyo Ra mencoba mengukir nama seseorang dengan susah payah, menyempurnakannya selama 1 tahun terakhir ini dan bukankah akan sangat sulit jika harus menghapusnya lalu mengganti dengan nama baru yang bahkan tak pernah terfikir dihati Hyo Ra . Nama yang sudah terukir indah di hati Hyo Ra adalah nama suaminya sendiri Oh Sehun , gadis itu yakin bahwa dirinya sudah mencintai Sehun sepenuhnya .

 

‘Oh Sehun – Cinta Pertama seorang Han Hyo Ra’

 

Hyo Ra semakin terisak langkahnya mulai melambat , entah sekarang dirinya berada dimana . Dia sudah merasa berjalan cukup jauh dari apartemen . Hyo Ra merasa tubuhnya dingin dan ringan tapi kepalanya terasa pusing , matanya mulai gelap tak dapat melihat jalanan dengan baik dan sejurus kemudian Hyo Ra kehilangan kesadarannya .

 

“ Agashi … kau kenapa “

 

“ Agashi … bangunlah “

 

Seorang ahjumma yang melihat Hyo Ra tergeletak di pinggir jalan segera memangku kepala Hyo Ra dan menepuk pelan pipi Hyo Ra agar tersadar . Namun semua sia –sia Hyo Ra masih memejamkan matanya , wajahnya juga sudah pucat . Ahjumma yang melihat itu segera meminta pertolongan kepada orang – orang yang mulai mengerumuni Hyo Ra .

 

“ Yaa siapapun cepat carikan taksi atau tumpangan untuk Nona ini “

 

Seorang lelaki tanpa pikir panjang berlari ke samping jalan menghadang sebuah mobil hitam yang kebetulan melintas . Membuat sang pengemudi harus mengerem mendadak mobilnya , ‘apa yang sedang dilakukan lelaki ini apa dia mau bunuh diri ‘ . Pengemudi tersebut pun keluar dari mobilnya berjalan menuju seseorang yang baru saja membuatnya berhenti di tengah jalan .

 

“ Apa yang sedang anda lakukan , itu berbahaya ! “ Pengemudi tersebut sedikit berkacak pinggang

 

“ Tuan ada seseorang yang harus di bawa kerumah sakit , bisakah kau memberi tumpangan ? “ Sang pengemudi tak jadi emosi setelah mendengar perkataan lelaki itu ternyata dia sudah salah sangka .

 

“ Dimana dia ? “ Pengemudi tersebut tak suka basa – basi apalagi untuk menolong seseorang disaat seperti ini , ia tak mau pikir panjang .

 

“Disana Tuan, kajja !!! “ Lelaki itu menunjukkan dimana Hyo Ra tergeletak lemah , dan kenapa juga banyak yang mengerumuni Hyo Ra seperti itu layaknya tontonan gratis membuat lelaki dan pengemudi kesulitan menerobosnya .

 

“ ASTAGA HAN HYO RA !!! “ Setelah berhasil menerobos kerumunan yang cukup ramai , pengemudi tadi terkejut ternyata seseorang yang harus ditolongnya adalah seseorang yang dikenalnya juga .

 

“ Kau mengenalnya Tuan ? “ tanya lelaki yang berusaha menggendong Hyo Ra

 

“ Ne, aku mengenalnya, cepat bawa dia ke mobilku “

 

Pengemudi tersebut segera melajukan mobil setelah Hyo Ra sudah berada didalamnya , tak lupa sebelumnya ia berterima kasih pada orang – orang yang menolong Hyo Ra tadi . Sekarang yang harus dilakukannya adalah membawa Hyo Ra ke Rumah Sakit .

 

 

~^^~

 

Hyo Ra membuka matanya perlahan , kepalanya masih sangat pusing dan tubuhnya juga terasa lemas . Ia mulai sadar sepenuhnya dapat dilihatnya sekarang sebuah ruangan bernuansa putih dengan bau khas obat –obatan yang malah membuatnya sedikit mual , Hyo Ra bangkit dari tidurnya mencoba duduk . Ditangan kirinya sudah terpasang infus dan itu sudah dapat membuktikan bahwa presepsi Hyo Ra dirinya sedang berada dirumah sakit adalah benar .

 

“ Kenapa aku bisa disini ? “ gumamnya lemah

 

Hyo Ra menoleh ke kanan dan kekiri , tak ada siapapun sekalipun itu seorang suster . Setidaknya dia harus tau siapa yang sudah membawanya kesini , tidak mungkin kan Hyo Ra berjalan sendiri tanpa alasan ke Rumah Sakit .

 

CEKLEK

 

Hyo Ra spontan menoleh kearah pintu , seorang dengan balutan sweater coklat masuk kedalam ruangan tersebut .

 

“ Sekretaris Yoon ? “ Apa Hyo Ra sedang berhalusinasi sekarang kenapa ada Sekretaris Yoon disini . Apa Sekretaris Yoon beralih profesi menjadi dokter , tapi tidak mungkin seorang dokter memakai pakaian casual seperti itu .

 

“ Kau sudah sadar rupanya ? “ Ji Hyuk mendekat ke sisi ranjang Hyo Ra

 

“ Kenapa kau berada disini , apa kau yang membawaku kemari ? “ tanya Hyo Ra penasaran

 

Ji Hyuk tersenyum hangat lalu segera mengangguk pelan “ Hmm … kau tadi pingsan dipinggir jalan , dan kebetulan sekali ada seseorang yang menghadang mobilku untuk meminta bantuan “

 

“ jjinjayo ? aku pingsan “ Hyo Ra bahkan tak ingat bahwa dia tadi pingsan yang dia tau hanya baru saja terbangun dari tempat tidur rumah sakit .

 

“ Eoh, kata Dokter kau kelelahan dan belum makan itu akibatnya kau pingsan “

 

Dan sekarang ingatan Hyo Ra kembali ke waktu dimana ia baru saja bertengkar dengan Sehun , dan memang sebelumnya Hyo Ra harus berbelanja dan membawa bahan makanan yg yah cukup berat dengan perut kosong dan belum terisi apapun sejak pagi . Ditambah setelahnya ia harus mengeluarkan emosi dan air matanya tidak kah itu cukup untuk membuatnya pingsan .

 

“ Kau tadi ingin pergi kemana Hyo Ra –ssi ?”

 

Hyo Ra yang mendapat pertanyaan seperti itu tak dapat menjawab apapun , gadis itu menundukkan kepalanya tak ingin mengungkit apa yang tadi terjadi . Namun belum Hyo Ra menjawab pertanyaan tadi , Ji Hyuk seakan tersadar dari sesuatu .

 

“ Ah matta aku lupa belum memberitahu suamimu bahwa kau disini “ Ji Hyuk segera merogoh sakunya mengambil handphone dan segera mencari nomor Sehun saat selangkah lagi Ji Hyuk menekan tombol ‘Call ‘ tangannya ditarik pelan oleh Hyo Ra membuatnya tidak jadi tersambung dengan atasannya itu .

 

“ Tidak perlu Sekretaris Yoon , kau tak perlu memberitahunya “ Hyo Ra berujar lirih dan juga dengan tatapan yang menyedihkan .

 

“ Waeyo ? Apa kau bertengkar dengannya ? “ tebak Ji Hyuk dan hanya di balas anggukan oleh Hyo Ra

 

“ Jadi itu sebabnya kau berada di pinggir jalan tanpa membawa apapun ? “ Hyo Ra kembali mengangguk , gadis itu kembali berpikir konyol tentang Ji Hyuk yang sepertinya dapat mengetahui apapun tentang masalahnya . ‘Tidak salah lagi dia pasti peramal ‘ batin Hyo Ra

 

“ Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang Nona Han ? “ tanya Ji Hyuk lagi

 

“ Aku tidak tau , untuk saat ini aku tidak ingin bertemu dengannya “ ucap Hyo Ra lirih

 

“ Kau tidak akan pulang ? “ tanya Ji Hyuk lagi dan Hyo Ra hanya menggeleng lemah

 

“Aku tidak tau kenapa kalian bertengkar tapi lebih baik kalian segera menyelesaikannya , tidak baik lari dari situasi seperti ini “ tambahnya

 

“ Sebenarnya aku tidak ingin lari dari masalah ini , hanya saja untuk sementara waktu aku tidak ingin melihat Sehun. Aku mohon jangan memberitahu apapun padanya “ benar saja Hyo Ra tak ingin melihat Sehun , melihat namja itu dapat mengingatkannya tentang pertengkaran tadi dan kata – kata Sehun yang …. Ah lebih baik Hyo Ra tak perlu memikirkannya kembali .

 

“ Baiklah , mungkin memang menenangkan diri tidak buruk . Aku tidak akan memberitahukan ini pada Sehun “ Ji Hyuk mengerti kenapa Hyo Ra seperti itu dan tidak ada salahnya ‘sedikit’ membantu menyelesaikan masalah mereka berdua , namja itu tau apa yang harus dilakukannya .

 

“ Terima kasih Sekretaris Yoon, “ Hyo Ra tersenyum pada Ji Hyuk , Ji Hyuk pun juga membalas tersenyum dan megelus pelan puncak kepala Hyo Ra .

 

“ dan Sekretaris Yoon … “ kalimat dari Hyo Ra menggantung membuat Ji Hyuk menatap Hyo Ra penasaran .

 

“ Mwo ? “ tanya Ji Hyuk lembut

 

“ Aku lapar “ Hyo Ra menatap Ji Hyuk polos , mau bagaimana lagi perutnya benar – benar terasa lapar dan dia sudah tak dapat menahannya . Apa Sekretaris Yoon tak mendengar perutnya sudah berbunyi dari tadi .

 

Ji Hyuk terkekeh pelan , ternyata masih ada seseorang yang bahkan sudah menikah masih sepolos ini . Ia tak habis pikir jika gadis sepolos Hyo Ra harus menghadapi Sehun sedingin itu .

 

“ Arraseo , setelah cairan infus ini habis kau sudah diijinkan pulang setelah itu kita cari makanan untukmu “

 

~^^~

 

Sehun terduduk di samping tempat tidurnya , pikirannya kalut atas perkataan Hyo Ra . Dia seperti mencari jawaban atas perasaannya . Sehun sadar dia bukan Sehun yang dulu, bukan Sehun yang akan tetap tersenyum walau memang sifatnya dingin , bukan Sehun yang suka membuat gurauan meskipun dengan nada datar . Apapun yang ada di dirinya saat ini sudah berubah kecuali … hatinya . Hati yang memiliki sedikit perasaan yang entah masih bisa disebut ‘cinta’ atau tidak ….

 

‘ Satu hal yang tidak dapat aku lakukan adalah membuatmu kembali ’

‘ Aku tak percaya jika aku sudah berubah sejauh ini ‘

 

‘ Cintamu yang masih merubahku seperti ini ‘

 

PRAAAANKKKKKK ….

 

Sehun mengambil gelas yang berisikan air putih di meja nakas lalu melemparkannya ke dinding kamar . Emosinya memuncak seketika saat mengingat masa lalunya , tak berbeda jauh dengan Hyo Ra hatinya juga sakit sama seperti dulu . Sehun tak berniat mencari Hyo Ra , namja itu yakin istrinya butuh waktu tanpanya . Setidaknya nanti Hyo Ra akan pulang dan Sehun berjanji akan menceritakan masalahnya jika emosi mereka berdua sudah stabil .

 

Mengguyur tubuhnya dibawah shower . Mungkin dengan hal ini dapat membantu Sehun meredamkan emosinya dan melupakan sejenak masalahnya . Peduli apa dengan tubuhnya yang bahkan masih berpakaian lengkap , yang ia butuhkan sekarang hanyalah sendiri dan ketenangan .

 

~^^~

 

Setelah selesai makan Hyo Ra dan Ji Hyuk segera menuju ketempat dimana mobil hitam tadi terparkir .

 

“ Hyo Ra –ssi kau bilang tak ingin pulang ke apartemen Sehun , apakah kau akan pulang ke rumah orang tuamu ? “ Tanya Ji Hyuk sebelum mereka berdua masuk ke dalam mobil .

 

“ Sepertinya tidak Sekretaris Yoon “ Hyo Ra saja masih bingung dia harus pergi kemana , jika pergi kerumah orang tuanya yang berada di Busan pasti mereka akan sedih dan berpikir yang tidak – tidak tentang pernikahan .

 

“ Biar aku tebak , kau tak memiliki tujuan bukan ? “ Ji Hyuk sudah dapat menangkap ekspresi Hyo Ra yang sedang berpikir .

 

Hyo Ra hanya mengangguk lemah , betapa bodohnya dia pergi tanpa membawa uang sepeser pun atau paling tidak handphone . Untuk makan tadi saja dirinya harus merepotkan Sekretaris Yoon . Lagipula dia tak punya rencana untuk keluar dari apartemen tadi dan meninggalkan tas yang berisi barang – barangnya di dapur jika bukan karna Sehun . -__-

 

“ Kau mau ikut denganku ? “ tawar Ji Hyuk

 

“ Ikut denganmu ??? “ Hyo Ra tak tau apa maksud Ji Hyuk

 

“ Kau bisa tinggal dirumahku sementara waktu sampai kau siap bertemu Sehun , ada seseorang di rumah yang mungkin akan senang jika kau mau ! “

 

“ Benarkah Sekretaris Yoon aku boleh tinggal dirumahmu ? “ Tanya Hyo Ra tak percaya

 

“ Hmm , kau mau ? “

 

Hyo Ra mengangguk semangat , tapi sejurus kemudian ekspresinya berubah .

 

“ Eumm , Sekretaris Yoon apa aku tidak terlalu merepotkanmu nantinya ? “ pertanyaan Hyo Ra membuat Ji Hyuk tersenyum

 

“ Aku sama sekali tidak merasa direpotkan , Sehun sudah kuanggap adikku . Dan tidak ada salahnya juga membantu adik iparku ? “

 

Mereka berdua segera masuk ke mobil Ji Hyuk dan melesat melewati jalanan kota Seoul . Ji Hyuk juga kadang membuat gurauan agar mencairkan sedikit kesedihan Hyo Ra . Ia penasaran apa yang sudah dilakukan Sehun saat bertengkar tadi sampai membuat Hyo Ra pergi dari apartemen , apakah Sehun menamparnya , atau Sehun mencaci maki Hyo Ra yang tidak – tidak . Sedangkan kenyataannya Sehun sama sekali tak melakukan itu semua , hanya saja anggapan Ji Hyuk yang terlalu berlebihan .

 

Mobil hitam itu berhenti di sebuah rumah mewah namun terkesan sederhana karena arsitekturnya . Ji Hyuk dan Hyo Ra turun dari mobil dan menuju kearah pintu utama rumah tersebut , Ji Hyuk membuka pintu dan mempersilahkan Hyo Ra untuk masuk . Baru selangkah mereka berdua memasuki rumah sebuah suara terdengar .

 

“ Astaga Yoon Ji Hyuk kenapa kau baru pulang eoh ? “ Seorang wanita dengan perut yang membuncit menghampiri Ji Hyuk ia bahkan belum menyadari keberadaan Hyo Ra berada di belakang Ji Hyuk .

 

“ Eoh , siapa dia ? “ Tanya wanita itu saat sudah berada di dekat Ji Hyuk , sedangkan Hyo Ra hanya memandangnya polos dan penuh tanda tanya .

 

“ Eum kenalkan dia Han Hyo Ra istri Sehun “ Ji Hyuk memperkenalkan Hyo Ra

 

“ OMO !! Jadi kau istri dari Iblis Tampan itu ?? “ Jerit wanita tersebut

 

“ Iblis Tampan ?? “ Hyo Ra mengerutkan dahinya tak mengerti dengan maksud wanita di hadapannya .

 

“ Itu julukan suamimu dulu Hyo Ra –ssi “ jelas Ji Hyuk

 

“ Kenalkan aku Yoon Ji Hyun istri dari Yoon Ji Hyuk hehe , waa~ ternyata kau sangat cantik yaa ? “ mata Ji Hyun seakan ingin meneliti wajah Hyo Ra dengan baik sampai harus mendekatkan wajahnya pada Hyo Ra , membuat gadis polos itu risih juga .

 

“ Yaa Nyonya Yoon kau membuatnya tidak nyaman “ Ji Hyuk memundurkan tubuh Ji Hyun agar menjauh dari Hyo Ra .

 

“ Eiiyy aku kan hanya mengamatinya “ Ji Hyun mengerucutkan bibirnya kesal

 

“ Dia akan tinggal disini sementara waktu Ji – ya “

 

“ Waeyo ? Apadiatakpunyarumah.BukankahIblisTampanituorangyangkaya,tega-teganyadiamenelantarkanistrisecantikini ?!! “ Hyo Ra dibuat melongo dengan perkataan Hi Hyun yang ceplas – ceplos dan sungguh cepat seperti pesawat jet yang melintas .

 

“ Astaga kau cerewet sekali , dia ingin menghindari Iblis tampan itu .. mereka sedang bertengkar “ bisik Ji Hyuk agar tak membuat Hyo Ra merasa sedih lagi .

 

“ OOOH !!! Apa yang sudah dilakukannya padamu huh ? Apa dia melukaimu ? Apa dia memukulmu ? Lihat saja Oh Sehun jika kau bertemu denganku akan kucincang tubuhmu yang seperti tiang listrik itu “ Ucap Ji Hyun berlebihan sambil menangkup pipi Hyo Ra dan menggelengkannya kesana kemari seakan memastikan bahwa tidak ada yang terluka .

 

“ Yaa Yoon Ji Hyun kau …. “ belum sempat ji Hyuk menyelesaikan perkataannya Ji Hyun sudah memotongnya

 

“ Diamlah Yoon Ji Hyuk , aku akan membawanya ke kamar tamu dia terlihat lelah “ Ji Hyun merangkul bahu Hyo Ra dari samping dan mengelus rambutnya pelan . Dan lihatlah Hyo Ra sekarang , dia hanya menatap polos kelakuan istri dari Sekretaris Yoon itu , ‘Sungguh aneh’ pikir Hyo Ra .

 

Ji Hyun segera menuntun Hyo Ra kearah kamar tamu dan berlalu dari hadapan Ji Hyuk yang memasang wajah tak percaya dengan kelakuan istrinya . Dia sudah tau sifat istrinya seperti itu , tak perlu diambil pusing . Tapi bagaimana dengan Hyo Ra bisa – bisa gadis polos itu tertular oleh si Ji Hyun sang Ratu Drama , tak bisa dibayangkan .

 

“ Aku harap calon anak ku nanti tak sepertinya “

 

“ AKU MENDENGARNYA YOON JI HYUK ….. !!!!“

 

~^^~

Hari sudah malam , Sehun terus mencoba menghubungi Hyo Ra yang belum pulang . Sehun pikir Hyo Ra akan kembali jika emosinya sudah surut, tapi sampai saat ini Sehun belum melihat Hyo R dan kenapa juga telfonnya sama sekali tak diangkat tidak taukah Hyo Ra bahwa Sehun khawatir . Khawatir ??? bahkan Sehun tak tau benarkah dia sekarang khawatir pada istrinya ???

 

“ Dimana kau Hyo –ya ? “

 

 

TBC

 

Bagaiman Readers ? Jelek ya ? hehe~ Maaf yaa … Untuk pembuatan chapter ini Hyo mau ucapin terima kasih sama unni Young yang sedikitnya membantu Hyo . Buat Chapter selanjutnya mohon semangatnya yaa~ *iya kalo ada yang nunggu …..

See U Bye –bye =*

 

Preview Next Chapter

 

“ Apa kau memikirkan apa yang kupikirkan ? “

 

“ Lama tidak berjumpa Oh Sehun , masih mengingatku ? “

 

“ Mianhe “

 

“ Yaa Tiang Listrik !! Kemari kau !! …. “

58 responses to “[Freelance] GET AWAY … ! from My Wife (Chapter 4)

  1. kirain bakalan terbongkar masalalunya,, huuh,, masih banyak tanda tanya nya ni,, perlu ke chap selnjutnya,,,
    cap cuuus,,,,,,

  2. jadi,sehun kykny pny masa lalu yg bkin dy jd dingin ky gni?hyo ra udh trg2an blg kalo dy suka sehun,tp apa sehun jg suka hyo ra??ksian hyo ra..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s