[FREELANCE] BAD EOMMA? (Part 2)

badeomma

[FREELANCE] BAD EOMMA? Part 2

 

Title : Bad Eomma?
Author : @anitaanamiraa
Main Cast : Park Chanyeol ( EXO )
Lee Hyejin ( OC / You )
Park Juno ( Chanyeol & Hyejin son)
Cast   : Member EXO
Genre : Marriage Life , Romance , Sad
Length : Chaptered
Rating : PG-15

Poster : vanflaminkey91 by http://cafeposterart.wordpress.com
Disclaimer : Ide cerita semua nya murni milik aku. Jika ada kesamaan dalam ide maupun alur itu tidak kesengajaan. Maaf kalau banyak typo/terlalu panjang/gak jelas, soalnya baru pertama kali buat fanfict hehe.

Sebelumnya: Teaser | part 1

DON’T BE A PLAGIATOR AND SIDERS!

MAAF KALAU TYPO DI MANA – MANA ^^

Happy Reading, hope you like it ^^

 

“anak anda mengidap leukemia stadium 3” jawab dokter itu dengan wajah sedih.

“apa? Leukemia? Bagaimana mungkin bahkan saya dan suami saya tidak mempunyai penyakit itu!” jawab Hyejin dengan amarah.

“leukemia bukan penyakit turunan dari orang tuanya nyonya, masih ada yang ingin saya beritahu lebih lanjutnya tolong ke ruangan saya” Jawab dokter itu lagi sambil pergi ke ruangannya.

Hyejin yang mendengar itu langsung terduduk dan menangis sejadi – jadinya. Chanyeol langsung memeluk istrinya dengan sangat erat sambil mengelus punggung istrinya dengan sangat pelan mencoba menenangkan istrinya padahal dia sendiri pun sangat shock mendengar apa yang dokter itu katakan. Suho dan lainnya hanya bisa menunduk mendengar perkataan dokter tadi. “aku dan Kai akan keruangan dokter Kim” ucap Suho memecah keheningan yang terjadi sambil berlalu meninggalkan Chanyeol,Hyejin, dan juga Sehun.

“oppa beritahu aku bahwa yang tadi itu tidak benar!” teriak Hyejin sambil memukul dada suaminya. Chanyeol yang mendengar itu hanya bisa bungkam dan mengeratkan pelukannya. “cepat beritahu aku oppa!” teriaknya lagi sambil melepaskan pelukan suaminya dengan paksa.

“kau harus tenang yeobo,dokter pas-“ belum selesai menjawab perkataannya sudah di potong, “bagaimana aku bisa tenang! Bahkan anak ku sendiri sakit tapi aku tidak mengetahuinya! Apa oppa tidak merasakannya bagaimana kalau menjadi aku? Hah?” teriaknya sambil menangis kembali. “ani Hyejin kamu harus mencoba ikhlas Tuhan pasti mempunyai rencana yang lebih ind- astaga Hyejin!” teriak Chanyeol sambil menangkap tubuh istrinya yang pingsan, “yeobo bangun” sambil menepuk pelan pipi istrinya “Sehun cepat panggil dokter” Sehun yang merasa di panggil langsung berlari memanggil dokter.

***** Bad Eomma? *****

 

Aku membuka mata ku perlahan mencoba menyesuaikan dengan cahaya lampu “eoh? Hyejin kau sudah bangun?” Tanya seseorang. Mata ku sudah terbuka sempurna dan bisa melihat Suho dan teman Chanyeol yang lain sedang melihat ku dengan wajah cemas “ada di mana aku?” Tanya ku sambil menatap muka Suho oppa “kau di rumah sakit Hyejin tadi kamu kelelahan karena terlalu lama menangis dan akhirnya jatuh pingsan” jawab nya dengan senyum tipis di kedua sudut bibirnya. Aku langsung tersadar saat Suho oppa bilang kata “rumah sakit”.

“aku harus bertemu dengan anak ku” jawab ku lagi sambil mencoba bangun dan turun dari ranjang rumah sakit ,“dia baik – baik saja Hyejin, tunggu Chanyeol sedang keruangan dokter Kim” cegahnya sambil menahan tangan ku “lepaskan tangan ku, aku harus bertemu dengan anak ku” aku mencoba melepaskan tangan Suho dan Lay yang memegang kedua tangan ku dengan kuat “Sehun cepat panggil dokter, dan Kai kau cepat panggil Chanyeol bilang kalau Hyejin sudah sadar” suruh Suho dengan teriak, Sehun dan Kai pun langsung berlari keluar ruangan. “lepaskan tangan ku,aku mohon oppa” teriak Hyejin dengan mencoba melepaskan pegangan di kedua tangannya dengan menangis dan berhasil, Hyejin langsung melepaskan selang infus dengan paksa darah pun keluar dari tangannya.

 

Saat mencoba untuk keluar kamar Chanyeol pun langsung datang “yeobo tenangkan dirimu, kamu masih belum pulih” bilangnya sambil memeluk Hyejin yang mencoba melepaskan pelukannya “andwae oppa aku ingin bertemu Juno! Lepaskan aku” tangisnya tambah pecah saat Chanyeol memeluknya dengan erat,tetapi dia tetap mencoba melepaskan pelukannya saat itu pun dokter masuk langsung menidurkan Hyejin dengan paksa dan langsung memberikan suntikan bius, Hyejin perlahan dia mulai tidak sadarkan diri.

“mianhae” aku hanya bisa melihat Chanyeol yang berkata dengan memegang tangan ku dengan erat, setelah itu semua menjadi sangat gelap.

****** Bad Eomma******

 

Pagi pun datang. Biasanya akan ada senyuman di pagi hari, tapi ini tidak ada hanya ada keheningan dan juga kesedihan. Hyejin membuka matanya dan merasakan cahaya matahari sangat menusuk matanya dia melihat ke samping ada suaminya tertidur dengan memegang erat tangan istrinya. Hyejin yang melihat itu mulai sedih, merasa dia sangat bodoh karena dengan begitu dia sudah seperti menyiksa suaminya sendiri. Dia mulai menangis dengan pelan, karena merasa terusik Chanyeol bangun dan melihat wajah istrinya yang sedang menangis.

 

“kenapa menangis yeobo? Apa ada yang sakit? Aku akan memanggil dokter” ucapnya sambil bangun tapi Hyejin langsung menahan tangannya dia melihat kepada ku “aniyo oppa tidak ada yang sakit” ucap ku sambil tersenyum pelan dia kembali duduk “lalu kenapa kau menangis hm?” Tanya nya sambil mengusap air mata ku dengan sangat pelan, aku hanya bisa menggeleng kan kepala ku pelan . Chanyeol hanya bisa tersenyum “sekarang waktunya sarapan arra? Kau belum makan dari kemarin” ucapnya sambil mengambil makan di meja nakas di samping ranjang ku.

 

“ayo buka mulutmu sayang” ucapnya dengan sendok di tangannya yang berisi bubur, tapi aku hanya diam menatapnya “ada apa lagi hm? Kau harus makan yeobo” dia meletakkan kembali sendok kedalam mangkuk “aku ingin bertemu Juno” ucapku pelan. Dia hanya mendesah pelan “nanti kita ketemu tapi setelah kau makan, arra?” jawabnya aku pun menganggukan kepala senang.

 

Setelah selesai sarapan Chanyeol mengkabulkan janji untuk bertemu dengan Juno. Dan disini lah aku sedang duduk di samping ranjang rumah sakit sambil menatap anak ku yang terlelap dengan tenang bahkan dia tidak terlihat sedang sakit. Aku mengelus rambutnya pelan dan mengecupnya pelan tapi penuh dengan rasa sayang, memejamkan mata sambil berdoa semoga anak ku cepat sembuh. Chanyeol yang melihat itu hanya tersenyum tipis sambil mengelus punggung ku pelan “kau harus kembali ke kamar mu yeobo, kau harus banyak istirahat agar cepat sembuh bagaimana kau mau merawat Juno tapi eomma nya sakit?” jawab Chanyeol tetap mengelus punggung ku. Aku langsung bangkit dari duduk ku melihat ke arah anak ku dengan tatapan sedih “kau benar oppa nanti Juno akan makin sedih kalau melihat eommanya sakit” ucap ku tanpa mengalihkan pandangan dari anak ku. Chanyeol hanya tersenyum sambil merangkul pundak ku dan mencium rambut ku lama. “ayo kita kembali oppa” Chanyeol langsung menganggukan kepala sambil memegang tiang infus dan kembali ke dalam kamar inap ku.

*Hyejin pov*

 

Hari berganti. Tidak terasa sudah seminggu aku di rawat, bosan. Itu yang kurasakan aku sangat susah untuk makan bahkan ini waktunya untuk makan pagi tapi aku hanya berdiri diam di balkon rumah sakit melihat banyak mobil dan juga orang yang mulai sibuk beraktivitas. Chanyeol oppa tidak bisa menemani ku karena ada rapat mendadak yang tidak bisa di tinggal. Aku hanya mendesah pelan merasakan nasib hidup ku. Aku hanya tinggal berdua dengan appa ku, untuk masuk kuliah pun itu hasil dari beasiswa yang aku dapatkan saat SMA. Bisa menikah dengan Chanyeol pun aku masih sangat bingung, pertemuan kita berawal saat dia tidak sengaja menabrak ku dan menjatuhkan semua makananku aku memarahi dia dengan sangat kencang bahkan semua orang yang ada di kantin mulai melihat ke arah kami seperti tontonan gratis. Aku hanya bisa tertawa saat mengingat tentang hal itu.

 

Dan mulai sejak itu hubungan kita semakin dekat. Sampai sekarang, aku bisa menikah dengan nya. Dulu hubungan kita tidak di restui oleh kedua orang tua Chanyeol. Tentu saja siapa yang mau anaknya menikah dengan anak pemilik kedai ramen tentu saja derajat mereka berdua sangat beda. Tapi setelah itu kedua orang tua Chanyeol merestui kami karena Chanyeol yang selalu memohon kepada orang tuanya. Aku mulai merasakan pandangan di depan ku mulai kabur satu kedip saja air mata ku akan keluar, aku menahan air mata ku agar tidak keluar tapi itu gagal. Aku mulai menangis pelan dan terduduk di lantai balkon yang sangat dingin memeluk kedua lutut ku menangis dengan sangat pelan takut ada seseorang yang mendengarnya menangis. Tapi tanpa di ketahui ada seseorang di depan pintu melihatnya dengan tatapan iba dan segera menutup pintu kamar dengan sangat pelan.

*Chanyeol pov*

 

Selesai rapat aku langsung menuju ke rumah sakit dan berjalan menuju kamar rawat inap istri ku dengan membawa banyak makanan di kedua tangan ku. aku tersenyum saat melihat kamar bernomer 1200 dan mulai membukanya pelan.

“Hyejin opp-“ aku menghentikan ucapan ku saat melihat istri ku sedang menangis terduduk di balkon dengan memeluk kedua lututnya seolah olah sedang memeluk dirinya sendiri. Aku yang melihat itu hanya tersenyum iba dan menutup pintu itu kembali dengan sangat pelan dan terduduk di bangku depan kamar rawat istriku. Aku hanya menundukan kepala merasakan sakit yang sangat saat melihat Hyejin menangis seperti tadi. Merasakan bebannya yang selalu menjaga Juno hampir 24/7, aku bahkan selalu bekerja walaupun itu hari libur dan selalu pulang malam tidak bisa bermain dengan anak ku atau pun merawatnya.

“Chanyeol-ah” sapa seseorang aku langsung mengangkat kepala ku melihat siapa yang memanggil ku dan ternyata itu Lay dan Tao.

“oh kalian,ada apa?” sapa ku dengan senyum.

“kami ingin menjenguk Hyejin” Tanya Lay.

“Hyejin sedang tidak ingin di jenguk” jawab ku

“wae? apa kalian habis bertengkar?”

“ani, hm akan aku ceritakan tapi tidak di sini. Lebih baik kita ke kantin rumah sakit” jawab ku sambil bangun dan menuju ke kantin rumah sakit.

 

*Hyejin pov*

 

Aku mulai bangun karena dingin semakin menusuk tubuh ku. aku mengeratkan sweater dan berjalan keluar ruangan sambil memegang tiang infus menuju ke kamar anak ku.

 

“annyeong Juno” sapa ku penuh sedih saat melihat dia sedang terlelap. Sudah seminggu ini dia tidak sadarkan diri ya, dia koma. Aku langsung duduk di bangku yang sudah tersedia dan melihat wajah anak ku penuh dengan tatapan yang sedih.

 

“cepat bangun sayang, eomma merindukan suara tangisanmu.” Ucap ku dan tak terasa air mata mulai mengalir dengan deras, aku langsung mengusapnya dengan kasar. Aku melihat wajah terlelapnya terlihat seperti tidak ada beban di dalam tidurnya. Aku mengusap rambutnya perlahan dengan air mata yang tambah deras. Aku memegang tangannya dengan erat dan mengecupnya berkali kali dengan rasa sayang. Rasanya ingin sekali sakitnya pindah kepada ku,aku tidak tega melihat badan mungilnya terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit dengan banyak selang yang menempel di tubuh kecilnya. Satu jam lebih sudah aku melihat wajah tidurnya yang sangat damai dan tanpa terasa aku mulai memejamkan mata dan ikut tertidur.

 

*Chanyeol pov*

 

Lay dan juga Tao sudah pulang sambil menitipkan beberapa makanan dari mereka berdua untuk Hyejin dan Juno. Aku segera kembali kedalam ruangan Hyejin dan sangat terkejut melihat ruangan itu kosong.

 

“Hyejin kamu dimana?” teriak ku tapi tidak ada suara yang menyaut panggilan tersebut. Aku mulai merasakan kecemasan dan mengingat anak ku “pasti dia ada di ruangan Juno” batinku dan segera melesat menuju kamar anak ku membuka pintu ruangan pelan dan tersenyum tipis saat melihat istri ku ada di sana sedang tertidur dengan posisi terduduk sambil memegang tangan Juno dengan erat. Aku segera masuk dan menaruh kantong makanan di meja nakas samping ranjang. Aku segera menggendong tubuh Hyejin dan sedikit kesusahan karena satu tangan ku memegang tiang infus. Segera ku tidurkan tubuh rampingnya di sofa yang ada di kamar Juno dengan sangat pelan takut membangunkan istri ku. aku segera duduk di lantai dan menatap wajah cantiknya yang tampak tirus karena dia jarang sekali makan sambil mengelus pipinya dengan pelan.

“cepatlah sembuh yeobo aku tidak ingin kedua orang yang aku sayangi sama sama terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit” ucapku penuh dengan kesedihan dan mengecup keningnya pelan sambil berdoa agar istriku cepat sembuh dari sakitnya.

******** Bad Eomma? *******

 

Satu bulan sudah Juno dirawat di rumah sakit Hyejin juga sudah sembuh dan kembali merawat Juno. Yang membuat kami berdua senang adalah dia sudah sadar dan mulai bermain bersama kami.

“eomma, ayo coba ucapkan Juno” ucap Hyejin

“ eom-ma” ucapnya dengan suara serak dan di akhiri dengan senyuman.

“aigoo anak eomma tambah pintar” ucap ku sambil mengecup keningnya.

“sekarang kita makan arra? Juno ingin cepat sembuh kan?” ucap ku lagi sambil mengambil mangkuk berisi bubur

“hm ne” jawabnya dengan senyuman yang lebar. “sepertinya kebiasaan Chanyeol menurun kepada Juno” batinku sambil tertawa pelan.

 

Setelah Juno selesai makan dia kembali tertidur dengan lelap. Aku menaikan selimutnya dan tidak lupa memberikan kecupan hangat di keningnya. Aku hanya berdua dengan Juno karena Chanyeol harus kembali bekerja. Aku ingin membuka pintu dan keluar dari kamar Juno menuju ke taman untuk menghirup udara segar tapi aku urungkan saat mendengar suara yang aku sangat kenal ya, Chanyeol.

“hyung, tadi dokter mengatakan Juno harus segera membutuhkan donor tulang sum – sum untuknya.” Aku mendengar Chanyeol yang sedang menelfon seseorang dan cukup terkejut mendengar itu “kenapa dia tidak memberitahu kepadaku?” batin ku dan mulai mendengarkan ucapan Chanyeol kembali.

“ah ne tolong beritahu kepada yang lain hyung aku sangat berterima kasih hm ne gomawo hyung” selesai ucapan Chanyeol aku pun langsung pergi menuju ke taman.

 

*Chanyeol pov*

 

Aku memutuskan sambungan telfon dan menuju masuk kedalam kamar anakku. Saat masuk aku hanya melihat Juno yang sedang tertidur tapi aku tidak melihat ada Hyejin di situ.

“kemana lagi dia?” batinku sambil masuk dan mencari istriku. Aku sudah mencari dia tetapi tidak ada aku juga sudah mencoba menghubunginya tapi dia tidak membawa handphone. Aku keluar dari kamar anak ku dan segera mencari istriku. aku tersenyum tipis saat melihat istriku ada di taman rumah sakit sedang bersandar di balik pohon akupun segera menghampirinya dan duduk di sampingnya tapi sepertinya dia tidak menyadari kehadiranku.

 

“kenapa kau ada disini? Bahkan kau tidak menggunakan sweatermu bentar lagi akan musim salju Hyejin bagaimana kalau kamu sakit lagi? Aku cepat kita masuk” omelku pelan dan mencoba menarik tangannya. Tapi dia hanya menatap kearah depan dengan tatapan kosong.

“ada apa yeobo? Apa kau sakit?” Tanya ku sambil menaruh tangan di keningnya tapi dia segera menipis tangan ku kasar. Aku terkejut melihat itu.

“apa Juno membutuhkan donor tulang sum sum?” Tanya nya tanpa melihat ku.

“cepat kita masuk Hyejin di sini sema-“ lagi lagi dia memotong perkataan ku.

“cepat katakan oppa!” dia melihat ku dengan tatapan marah.

Aku cukup terkejut karena dia sudah mengetahuinya “n-ne Hyejin, tapi kau tenang saja kita akan mendapatkan donor yang cocok dengan Juno” jawab ku dengan senyuman.

“kenapa kau tidak memberitahu ku? memang oppa pikir aku itu siapa? Aku eomma nya oppa!” dia bertanya dengan air mata mengalir di kedua matanya.

“a-ani Hyejin aku hanya tidak ingin membuat kamu tambah khawatir hanya itu”

“tapi aku eommanya oppa! Hiks oppa kau benar benar membuat ku pusing” dia tambah menangis dengan sangat kencang.

 

*Hyejin pov*

 

Aku sudah benar benar lelah dengan semua ini. Bukannya aku menyesal karena sudah menikah dengan Chanyeol dan mempunyai anak, tapi aku benar benar kesal karena Chanyeol merahasiakan hal yang benar benar sangat penting. Aku tetap menangis dengan kencang dan kembali memeluk kedua lututku dengan sangat erat. Aku merasakan Chanyeol memeluk ku dengan erat tapi aku segera menepis tangannya.

“tidak usah memeluk ku oppa! Aku benar benar kecewa kepadamu” ucap ku dengan penuh marah.

“Hyejin mianhae, aku salah tapi ku mohon maafkan aku” ucapnya lagi dengan muka sedih.

“aku eomma yang bodoh oppa bahkan aku tidak mengetahui anak ku sendiri mempunyai penyakit. aku eomma yang bodoh hiks”

“stt jangan berbicara lagi semua itu adalah rencana dari Tuhan yeobo mungkin itu yang terbaik buat Juno”

“aku eomma yang bodoh oppa. Eomma yang sangat bod-“ belum selesai ku bicara bibir ku sudah di bungkam oleh bibir Chanyeol.

“jangan menyalahi dirimu sendiri, semua sudah rencana dari Tuhan arraseo? Sekarang kita masuk cuaca sudah semakin dingin” ucapnya setelah melepaskan ciumannya. Aku hanya menganggukan kepalaku dan bangkit untuk masuk kedalam.

***** Bad Eomma? ******

 

Malam pun datang. Aku sedang menggendong Juno yang tidak bisa tidur sebelum di gendong oleh ku, itu adalah kebiasaannya. Dan itu sedikit sulit untuk sekarang karena di satu tangannya ada infus aku takut melukainya, tapi aku sangat tidak tega melihat dia yang terus menangis. Aku sedang di balkon bersama Juno di pelukkan ku melihat bagaimana orang di luar sana sangat sibuk. Sudah satu bulan ini aku selalu berada di rumah sakit dan tentu saja aku sudah jarang berada di luar. Aku bosan,stress, semua dalam satu pikiran itu membuat ku benar benar pusing. Chanyeol sedang bekerja ya, dia selalu bekerja. Aku tau pekerjaan dia sangat sibuk dan tidak bisa di biarkan begitu saja karena dia seorang direktur dan itu pekerjaan yang sangat berat. Dia sudah berkali – kali meminta maaf kepada ku karena tidak bisa menemani Juno selama di rumah sakit dan aku hanya bisa memaafkannya. Aku mulai memejamkan mata ku sejenak berfikir “apakah aku ibu yang buruk untuk Juno?” Atau “apakah aku istri yang buruk untuk Chanyeol?” aku selalu memikirkan itu setiap hari. Aku kembali membuka mata ku dan sudah memikirkan apa yang akan aku lakukan selanjutnya. Aku segera masuk kedalam kamar dan menidurkan Juno dan juga tidak lupa menyelimuti dan memberi kan kecupan di kening dengan rasa sayang. aku duduk sambil memegang erat tangan Juno dan mulai memejamkan mata mencoba untuk tertidur.

 

Jam sudah menunjukkan waktu 6 pagi. Aku sudah terbangun sejak tadi karena akan pergi ke suatu tempat untuk mengurus suatu masalah. Aku segera memakai jaket ku dan melihat ke arah Chanyeol ya, dia baru pulang sekitar jam 12 malam. Saat itu aku tidak terbangun aku hanya merasakan ada seseorang yang memindahkan tidur ku. aku hanya melihat ke arah Chanyeol dengan tatapan sedih dan segera mendekatinya. Aku duduk di lantai mensejajarkan badan ku sambil mengelus rambutnya dengan sayang dan tidak lupa mengecup keningnya pelan dan langsung bangun dari duduk ku untuk segera bergegas pergi.

 

*Chanyeol pov*

 

Aku merasakan cahaya menusuk memaksakan untuk ku membuka mata. Aku menggerakan badan ku ke kanan dan ke kiri untuk menghilangkan rasa pegal yang teramat sangat, aku segera terduduk dan melihat di kamar rawat hanya ada Juno yang sedang tertidur tetapi tidak ada Hyejin. Aku langsung mengambil handphone ku dan ternyata sekarang sudah jam 8 tepat, aku segera langsung bangun dan segera ke kamar mandi untuk membasuh muka ku. setelah selesai aku langsung membersihkan muka ku dengan handuk yang berada di kamar mandi dan langsung mendekati Juno yang sedang tertidur pulas. Aku hanya tersenyum kecut melihat anak ku terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Aku masih menunggu ada donor tulang sum – sum yang cocok untuknya, dan itu benar benar membuat ku pusing mungkin bukan hanya aku yang pusing tapi juga Hyejin setelah mengingat nama itu aku langsung tersadar dan segera mengambil handphone ku dan segera menelfon istri ku. setelah lama menunggu akhirnya dia menjawab telfon ku.

“yeobo, kamu ada di mana?”

“…..”

“jangan pulang terlalu lama,arra?”

“…..”

“arra cepat pulang ne” aku segera menutup telfon ku dan memejamkan kembali mata ku mungkin hari ini aku akan cuti bekerja.

 

*Hyejin pov*

 

Hari sudah malam. Aku kembali ke rumah sakit kembali untuk berbicara dengan Chanyeol. aku segera masuk kedalam kamar Juno dan membuka pintu dengan sangat pelan, aku langsung mendapatkan pemandangan Juno yang sedang tertidur aku pun langsung masuk dan melihat Chanyeol yang berada di balkon tidak melakukan kegiatan hanya diam di situ aku pun langsung menghampiri Chanyeol yang seperti sedang melamun.

“oppa” panggil ku pelan, dia pun langsung tersadar dari lamunannya.

“eoh? Dari mana saja? Hm?” dia membalikkan badan dan langsung memeluk ku

“aku hanya pergi sebentar oppa” jawab ku sambil membalas pelukannya dengan sangat erat.

“oppa aku ingin memberikan sesuatu” sambil melepaskan pelukannya. Aku langsung memberikan sebuah map berwarna coklat dan dia hanya melihat ku.

“apa ini?” tanyanya tapi aku tidak menjawab pertanyaannya hanya bisa menunduk.

“apa? Cerai?”

 

TBC

Huwaaaa maaf yaa kalau part ini kepanjangan maaf banget. Semoga yang baca makin banyak wkwk. Jangan lupa comment or like! Thank you sampai ketemu di chapter 3! ^^

63 responses to “[FREELANCE] BAD EOMMA? (Part 2)

  1. Pingback: Bad Eomma? (Chapter 4) | EXO Fanfiction·

  2. “apa ? Cerai ?”
    itu perjanyaan apa pernyataan 😛 , masa iya cerai, kasihan Yeol dan Juno -_-

  3. prediksiku sih hyejin mau ndonorin sum”nya, makanya minta cerai.. *soktau-_-
    kk, seru.. lnjut~

  4. Knp hyejin minta cerai?
    Oh iya ada kata2 yg ngga baku thor kaya kata kamu lebih baik di ganti jadi ‘kau atau dirimu’, trus sudut pandangnya ada yg ngga dikasih keterangan ..

  5. Yahhhhhh hyejin knp kamu minta cerai dr chanyeol, memang chanyeol salah apa sm km…chanyeol otu suami yg sgt baik lho hyejin buktinya walaupun dy bekerja siang malam dy ttp perhatian sm kalian berdua, dy itu suami yg pengertian bgt ngga nuntut apapun…juno sakit ngga sepenuhnya salahmu hyejin, jgn menyalahkan dirimu sendiri kyk gt..ngga tau apa klw cintanya yeollie sm kamu itu besar bgtzz buktinya disaat hubungan kalian ngga dorestui sm ortunya chanyeol dy sll berusaha memohon sm ortunya dan akhirnya kalian bsa nikah dan bahagia kan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s