[Freelance] LET’S ESCAPE (Chapter 1)

jkh copy

Title:  LET’S ESCAPE

Author: deerkkamjong07

Rating: PG-15

Genre: Romance, Friendship, School life.

Length: Chaptered

Cast :

Kim Jongin (EXO K)

Im Hyesung (OC)

Minor Cast : You will find it in the story

Desclaimer: Cerita ini hanya fiksi belaka dan murni hasil imajinasi author sendiri. Jadi, jika ada kesamaan apapun itu, entah peran, karakter atau bahkan jalan ceritanya saya benar-benar minta maaf, karena saya sama sekali tidak tahu menahu. Dan semoga FF ini bisa menghibur kalian semua! Gamsahamnida.. >.< Dan mohon bantuannya..

Description :

Ketika suatu hari kau menemukan belahan jiwamu. Disaat itu berbagai perasaan muncul. Perasaan sering dipermainkan oleh keadaan dan situasi. Terkadang bahagia juga sedih silih berganti datang. Tapi percayalah belahan jiwa sejatimu pasti akan selalu memberi masa-masa indah berdua.

Chapter Sebelumnya >> TEASER

Aku tidak tahu sejak kapan perasaan ini menguasai hatiku. Itu sulit diungkapkan. Tapi aku berani bertaruh padamu, bahwa hati ini akan sama seperti ini sampai kapanpun. Hanya kau yang selalu ada dimataku,hatiku, dan pikiranku. Kau selalu berhasil merebut perhatianku. Walaupun aku tahu bahwa kau tidak pernah menyadari perasaanku ini. Aku tahu itu. Tapi bagiku berada disisimu sudah cukup bagiku. Aku harap suatu saat nanti kau juga memiliki perasaan yang sama sepertiku. Saat ini yang kuinginkan adalah selalu berada disisimu. Saranghae Jong In. –Im Hye Sung-

Ketika suatu hari kau menemukan belahan jiwamu. Disaat itu berbagai perasaan muncul. Perasaan sering dipermainkan oleh keadaan dan situasi. Terkadang bahagia juga sedih silih berganti datang. Tapi percayalah belahan jiwa sejatimu pasti akan selalu memberi masa-masa indah berdua.

HyeSung Pov.

Pagi ini aku menjalani rutinitas sehari-hariku seperti biasa. Di mulai dari menyiapkan makan pagi untuk ayah dan adikku, membersihkan rumah kecilku ini kemudian bersiap pergi ke sekolah. Setiap pagi aku selalu menunggu kedatangan temanku, teman itu bukan teman biasa, tapi teman sekaligus orang yang berhasil menguasai otak dan hatiku. Tapi dia bukan pacarku , melainkan sahabatku. Namanya Kim Jong In. Walaupun kebanyakan orang sering mengganggapnya seorang siswa nakal atau orang menyebutnya dengan badboy , tapi sebenarnya dia memiliki kepribadian yang lembut, bahkan menurutku hampir seperti anak kecil. Dia memang seorang player. Dia sering tidur dikelas. Jarang mengerjakan tugas sekolah. Sering pulang larut malam. Dan banyak hal-hal buruk lain tentangnya. Tapi aku sangat tahu tentang dirinya. Dia selalu menangis ketika semua orang tidak menyadarinya. Dia benar-benar laki-laki yang kesepian. Yang paling aku sukai dari dia adalah dia selalu membuatku tersenyum. Aku masih ingat ketika ibuku meninggalkanku dan keluargaku untuk selama-lamanya, orang yang selalu ada disampingku dan selalu berusaha untuk menghiburku adalah Jong In. Saat itu dia bagaikan malaikat tanpa sayap yang dikirim Tuhan untuk menemaniku di dunia ini. Dia benar-benar orang yang sangat penting dihidupku.

Setelah beberapa menit aku menunggu Jong In di depan rumah, akhirnya orang yang ditunggu-tunggupun datang. Dan penampilannya saat ini benar-benar tampan. Kuakui walaupun kulitnya tidak seperti orang korea kebanyakan, tapi dia memiliki aura yang berbeda dengan orang lain. Dan itu benar-benar menggangguku. Sangat mengganggu.

“Mian, apa kau sudah menunggu lama?” tanyanya, setelah memarkirkan motor sportnya di depanku.

“Tidak terlalu lama. Kajja, kita harus segera berangkat ke sekolah.” Kataku sambil mengambil helm yang biasa aku pakai. Tapi sebelum itu, tiba-tiba, tanpa sebab dan tanpa kata Jong In tiba-tiba memelukku. Memelukku dengan begitu erat. Dalam sekejap akupun merasa tersihir menjadi sebuah patung. Benar-benar bingung dan sulit mendapat oksigen dengan tingkahnya yang seperti ini. Setelah pulih dari rasa kagetku yang sering berlebihan, akhirnya aku membalas pelukankannya. Mungkin saat ini dia sedang banyak masalah.

“Ya ! kau kenapa Jong In? Kenapa kau tiba-tiba memelukku seerat ini? Aku tidak bisa bernafas tau“. Meskipun aku berbicara seperti itu, tetapi dalam hati aku benar-benar menyukai saat-saat seperti ini, benar-benar nyaman. “Apa kau sedang ada masalah ?”

“Ani, aku hanya sedang ingin memelukmu. Kau tau orang yang paling aku sayangi saat ini hanya kau. Kuharap dalam keadaan apapun kau selalu ada disisiku. Temani aku terus Hye Sung-ah “ katanya sambil mempererat pelukkannya. Aku benar-benar membeku saat Jong In mengatakan itu. Aku dalam hati sudah berjanji dalam keadaan apapun aku akan selalu berada disampingnya, walaupun jika suatu saat sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, aku akan selalu bersamanya.

“Sudah, lepaskan pelukkanmu, kau lupa jika sekarang kita ada didepan rumahku. Bagaimana jika Jae Yeol melihat kita, aku benar-benar tidak menginginkannya” kataku sambil berusaha melepaskan diri dari pelukkannya. Akhirnya Jong In melepas pelukannya .

Jong In POV

Aku merasa sangat lelah akhir-akhir ini. Banyak sekali beban pikiran di otakku. Aku butuh seseorang yang selalu ada disisi. Dan beruntungnya aku sudah memilikinya, namanya Im HyeSung. Dia temanku, tidak- dia tepatnya sahabatku, dia sangat penting dalam hidupku. Banyak yang menyangka dia pacarku, padahal bukan seperti itu kenyataannya. Aku benar-benar sangat menyayanginya. Dan seperti biasa setiap pagi aku selalu menjemputnya untuk berangkat sekolah bersama. Ketika sudah dekat dengan rumahnya, aku melihatnya sedang menungguku, sepertinya aku sedikit terlambat hari ini. Dari pertama aku mengenalnya sampai saat ini dia tidak berubah, dia cantik dan baik, aku menyukainya.

“Mian, apa kau sudah menunggu lama?” tanyaku sambil memarkirkan sepeda dan turun dari motor. Aku melihat mukanya sedikit bosan. Mungkin dia sudah menungguku cukup lama.

“Tidak terlalu lama. Kajja, kita harus segera berangkat ke sekolah.”

Entah dorongan angin atau apapun itu namanya. Tiba-tiba aku ingin sekali memeluknya. Mungkin karena akhir-akhir ini aku jarang memeluknya. Memang benar hampir setiap hari aku mendapat pelukan dari yeoja-yeoja genit itu, tapi ketika aku sedang memeluk HyeSung rasanya benar-benar berbeda, itu sangat nyaman.

Ketika dia akan mengambil helm yang biasa dia pakai, tiba-tiba dorongan itu tidak bisa dielakkan lagi. Dengan cepat aku menarik pergelangan tangannya dan membawa tubuhnya kedalam dekapanku. Aku tidak peduli lagi dengan pandangan orang, yang aku inginkan saat ini hanya memeluknya.

“Ya ! kau kenapa Jong In? Kenapa kau tiba-tiba memelukku seerat ini? Aku tidak bisa bernafas tau “ dia benar-benar tidak berubah, dia masih sering shock dengan tindakanku yang seperti ini terhadapnya. Tapi aku sangat menyukainya, dia menggemaskan.

“Apa kau sedang ada masalah ?” tanpa aku sadari dia telah membalas pelukanku, seulas senyum terukir di bibirku.

“Ani, aku hanya sedang ingin memelukmu. Kau tau orang yang paling aku sayangi saat ini hanya kau. Kuharap dalam keadaan apapun kau selalu ada disisiku. Temani aku terus Hye Sung-ah “ kataku sambil mempererat pelukkanku. Aku merasa semuanya tepat ketika aku sedang memeluknya. Duniaku terasa benar. Terkadang aku bingung dengan apa yang aku rasakan ketika bersamanya. Itu sangat sulit untuk kudefinisikan.

“Sudah, lepaskan pelukkanmu, kau lupa jika sekarang kita ada didepan rumahku. Bagaimana jika Jae Yeol melihat kita, aku benar-benar tidak menginginkannya” dia berusaha melepaskan pelukkanku. Setelah menikmati saat-saat seperti ini akhirnya aku melepaskan pelukanku. Ketika aku melihat wajahnya, wajahnya benar-benar lucu, pipinya bersemu merah.

 

HyeSung POV

Setibanya disekolah, tidak ada yang berubah sedikitpun. Setiap siswa selalu memandang kami-tepatnya padaku dengan tatapan yang tidak mengenakan, tatapan mencela tepatnya. Siswa tersebut kebanyakan adalah cewek-cewak penggemar fanatik si Jong In. Tidak heran jika dia memiliki banyak fans seperti itu, dia benar-benar memiliki aura bintang yang sangat ketara. Dan aku, yang biasa-biasa saja –menurutku, hanya bisa menjadi teman yang selalu ada disampingnya, dan itu tidak lebih sampai kapanpun, karena itu mustahil bagiku. Perbedaan kita benar-benar sangat jauh. Terkadang aku juga heran , kenapa Jong In bisa beta berteman denganku cukup lama. Mungkin itu hanya keberuntungan bagiku. Karena sejak kecil aku benar-benar tidak mempunyai teman. Bagiku teman terbaikku hanya Jong In sampai kapanpun. Semoga itu menjadi kenyataan.

“Jong In, mungkin sebaiknya kita tidak perlu berangkat bersama lagi. Aku benar-benar tidak suka pandangan mereka terhadap kita, terutama padaku “ kataku sambil menundukkan kepala. Aku benar-benar tidak ingin mengatakan ini. Tapi aku benat-benar merasa terganggu saat ini.

“Apa kau tidak ingin dekat-dekat denganku lagi, apa kau bosan? “

“Bukan begitu, maksudku.. Apa kau tidak merasa terganggu dengan tatapan mereka yang seperti itu?

“Aku tidak merasa terganggu sama sekali, sekarang yang terpenting hanya kau. Ingat kau sudah berjanji padaku jika kau akan terus bersamaku”. Aku benar-benar bingung saat ini. Kenapa dia begitu baik padaku, memangnya apa yang telah aku perbuat hingga dia begitu baik padaku?

“kenapa kau begitu baik padaku?” tanyaku sambill terus memandang kedepan. Saat ini aku tidak berani menatapnya.

“Karena aku temanmu dan aku menyayangimu. Itu tidak akan berubah sampai kapanpun. Kau tau sendiri bukan, jika kau orang yang sangat berarti dalam hidupku” jawabnya santai. Aku memang sudah mengira jawabannya akan sepert itu. Itu melegakan, namun itu juga menyakitkan. Secara tidak langsung itu membuktikan bahwa sampai kapanpun hubungan kita hanya sekedar teman. Seandainya dia tahu bagaimana perasaanku saat ini terhadapnya, aku penasaran dengan apa yang akan diperbuatnya saat ini.

Aku berpisah dengan Jong In ketika kita sudah sampai di koridor kelas, aku berbeda kelas dengannya, dan itu membuatku sedikit tenang sekaligus sedikit kecewa. Tenang karena jika kami satu kelas maka pandanganku pasti tertuju kepadanya, dan sedikit kecewa karena aku tidak bisa dekat dengannya.

Sesampai dikelas aku langsung menuju bangkuku, bangku nomor dua dari depan pinggir jendela di sebelah kiri. Jika aku bosan maka aku akan menghadap ke arah jendela, melihat pemandangan luar benar-benar membuatku merasa tenang.

“Hey, apa kau sudah dengar berita heboh pagi ini ?” kata teman sebelahku. Dia Jae In, teman yang paling dekat dengan ku setelah Jong In.

“Apa begitu penting?” kataku datar. Aku memang selalu tidak menghiraukan berita-berita gossip yang menyebar dikalangan para siswa seperti ini. Itu membosankan.

“Ya..! apa kau menutup telingamu selama masuk ke sekolah ini. Kau harus tahu berita ini, ini berita penting.” Dia mendekatkan dirinya ke telingaku untuk membisikannya.

“Dengar-dengar akan ada anak baru disekolah ini, dia pindahan dari Amerika. Keren bukan. Aku harap dia namja yang tampan. “ katanya penuh harap.

“Ya..! hanya itu? itu benar-benar tidak penting JaeIn-ah. Sebaiknya perbaiki dulu otakmu, pikiranmu hanya dikelilingi oleh namja-namja tampan”

Tidak lama kemudian Kim Songsaenimpun datang dengan membawa berkas-berkas bertumpukan. Ini akan menjadi pelajaran yang panjang dan begitu banyak memeras otak.

Akhirnya hal yang ditunggu-tunggupun datang juga. Pelajaran Kim Songsaenimpun usai. Dan beberapa waktu yang lalu adalah waktu yang berat, pelajaran tadi begitu rumit dan susah dimengerti, itu sangat membuatku frustasi. Ketika si Kim itu keluar, aku dan Jae In langsung melangkahkan kaki menuju cafetaria sekolah. Ketika aku melewati koridor depan kelas JongIn aku melihatnya sedang dikelilingi oleh yeoja-yeoja itu, bahkan siswa dari kelas 1 dan 2 pun ada. Dia benar-benar populer. Ketika aku telah hanyut dalam pemikiranku, tanpa aku sadari aku telah menabrak seseorang. Dan efek dari kejadian itu adalah aku terjatuh dan kakiku keseleo. Itu tepat di depan kelas JongIn, dan kejadian itu benar-benar membuat semua mata di koridor tertuju ke arahku. Aku benar-benar malu saat ini, kenapa aku begitu ceroboh hari ini.

Tiba-tiba ada uluran tangan didepanku. Sepertinya tangan seorang namja. Aku tidak berani mendongakkan kepalaku, hingga..

“Gwenchanayo?” tiba-tiba dia sudah berjongkok dihadapanku. Suaranya seperti orang asing. Ini bukan Kai. Ya Tuhan betapa malunya hambamu ini.

“Gwenchana”, jawabku masih tetap menundukkan kepala.

“Apa kau masih bisa berdiri ?”, tanya namja dihadapanku ini.

“Ne, aku bisa”. Ketika aku akan mencoba berdiri tiba-tiba pergelangan kakiku terasa sakit, dan itu membuatku sulit berdiri. Ketika aku akan mencobanya kembali, dan saat itu pula aku terjatuh kembali. Astaga, kenapa disaat seperti ini tidak ada orang yang menolongku, bahkan Jae In yang tadinya bersamaku tiba-tiba menghilang bak dimakan bumi. Kai ? mungkin dia sekarang sedang sibuk dengan yeoja-yeoja genit itu.

“Kurasa kau memerlukan bantuan orang lain. Apa kau ingin aku bantu berdiri, …. atau.. kau ingin kugendong menuju UKS sekolah..??”. mengapa namja ini terlihat begitu percaya diri dengan kemampuannya. Lagipula separah apapun aku tidak ingin digendong oleh orang yang tidak kukenal, dan namja ini termasuk didalamnya. Setelah berpikir, akhirnya aku mendongakan kepalaku untuk melihat siapa namja ini.?.

“Jangan bermimpi kau. Aku akan berusaha sendiri. Jadi pergi saja kau dari sini”. Saat aku melihat wajah namja didepanku ini, sepertinya aku baru melihatnya. Walaupun aku orangnya kurang update berita, aku masih peduli dengan orang disekitarku. Bahkan kemampuan seperti itu lebih baik aku daripada JaeIn yang selalu up to date tentang gossip di sekolah ini.

“Kau yakin, sepertinya.. kau butuh bantuanku”

Ketika sudah lebih dari lima kali aku mencoba berdiri dan hasilnya nihil dan ditambah lagi tidak ada orang yang kukenal lewat sini, akhirnya aku mempertimbangkan tawarannya untuk membantuku.
“Bagaimana…, apa kau perlu bantuanku, jika tidak, aku akan pergi dari sini? “ tawarnya lagi.

“Baiklah. Tapi, aku tidak ingin kau gendong. Cukup memapahku saja”. Jawabku sambil memandang bawah. Aku benar-benar tidak ingin dilihatnya dan dilihat orang lain. Aku malu dan bisa-bisa aku menjadi bahan perbincangan dikalangan sekolah ini.

Setelah aku menerima bantuannya lalu dia mengulurkan tangannya kembali didepan mukaku.

“Ayo, jika kau ingin segera pergi dari sini kau harus rela tanganmu kugenggam”

“Aishhh..” aku benar-benar tidak suka jika tanganku digenggam orang lain, itu selain keluargaku dan … kalian pasti sudah tau jawabannya..

Kali ini aku terpaksa, terpaksa menggenggam tangan namja ini, namja yang belum kukenal.

Tapi ketika tanganku sudah ada digenggamannya dan aku akan bangkit untuk berdiri, tiba-tiba ada yang memisahkan tanganku dan namja asing ini, tepatnya memisahkan dengan paksa.

“Lepaskan tangamu. Dia milikku, jadi biarkan aku yang mengantarnya ke UKS”

-TBC-

Author`s Note : Hai Readers… maaf banget telat buat uptadenya. Aku bener-bener sibuk sama tugas sekolah. Tugasnya ngalah-ngalahin gunung himalaya. Pusing banget pokoknya… -_- akhirnya disela-sela waktu yang padat ini, akhirnya aku bisa nyelesaiin chapter 1. Maaf banget buat kelemotan saya.

Oiya, terima kasih banget sama readers yang udah koment. Koment kalian sangat berarti banget buat aku.

Di Chapter 1 ini bakalan ada satu tokoh baru, kalian bisa tebak sendiri deh, ini tokoh pengganggu atau bukan. Dan kalau ada yang mau nyaranin siapa yang cocok buat meranin ini tokoh, silakan koment aja ya.. =) . Soalnya aku bingung buat nentuinnya.

Dan kalau kalian penasaran sama siapa yang ngomong di bagian akhir tadi, silakan ikuti FF ini ya…. =)

Jika ada saran , silakan koment ya… =)

Oiya, jangan lupa buat koment ya temen-temen, koment kalian sangat berarti banget buat aku.. NO SILENT READERS ya… =) =)

Dan kali ini aku kasih bonus pic, buat kalian yang penasaran sama mukanya Hyesung.

40 responses to “[Freelance] LET’S ESCAPE (Chapter 1)

  1. Yaaaaa seru thor. Saran ya thor hehe gpp kan? *iya gpp.
    Ganti pov boleh cuma pengulangannya jgn terlalu panjang pasti reader ngeskip deh thor. Hehe *mnurutku. Miann.. But over all.. Aku bakal nunggu ff ini. Daebak thor!!

  2. chanyeol aja thor chanyeol buat tokoh yg terakhir hahaha bagus kok ceritanya, aku suka 😉 aku tunggu kelanjutannya

  3. Boleh usull ga thorr ?
    Biasa’a kalo ada kai suka ada sehun,
    jadi sehun ajja buat tokoh baru’a 🙂
    ini kereenn,
    di tunggu next chap’a thorr ,

  4. emmm kalo kai itu sering sama exo lainnya, saingannya lain boy band exo deh thoorr,, pasty makin greget 😀
    povnya di benerin lagi ya thoor 😀
    kereennn bnget penasaran nunggu kelanjutannya 🙂

  5. Saranku dri boyband lain ja thor …
    Aku lbh suka klau sehun jdi tmn baiknya Kai.
    Apalagi dtmbh baekyeol.
    Next dtnggu thor.

  6. kai sebenernya juga suka ya thor? wkwk sotoy. tapi ff nya keren,aku brharap cowo yg blm diketahui itu sehun hehe.. lanjut yaaa 🙂

  7. Bagus thor……
    Kalo mnrut aq klo cwo itu bkal jd cwo pengganggu yg rese mnding sehun.tp klo cwo itu ganggu tp dy baik hati mnding luhan hehe

  8. Banyak yang mikir itu Sehun. Aku juga gtu tadi 🙂 cast siapa aja aku tetep suka ff ini kok 🙂

  9. Mau kasih saran nih thor, kalo bisa tokoh barunya dri boyband lain aja. Biar lbih keliatan saingannya. Dan satu lagi thor, ceritanya kurang panjang hehe..
    Tpi ini dah bgus bgt kook 🙂
    Next chapter ditunggu

  10. Sehun ajha thor,wajahnya kan cocok meranin “bad boy” pengganggu hubungan ><
    Ceritanya keren thor,ditunggu next chap 🙂
    Hwaiting!!!

  11. Wah keren tu jong in kah???

    Untuk peran pengganggunya sehun z biasax jongin tu lawannya sehun,

    Ditunggu next chapterx.
    Keep writing,

  12. baguus baguus
    tapii untuk pov-nyaa niih
    tolong diperbaikii yaa

    eeeemm
    kaloo untuk tokoh tambahan pengganggu sehun aja thor
    dia ekspresi datar dingiin menghanyutkan gituu

    next chap ditunggu
    keep writing
    fighting
    😀

  13. Keren thor ..
    JongIn jadi badboy lagi , Pria dingin yang berhati lembut tipe aku banget >_<

    kalo buat Castnya yang satu lagi buat Sehun atau Jung Kook (BTS) aja Thor ..
    Keep writing dan tetap semangat yaa thor 😀

  14. ceritanya bagus banget.. aku suka karakternya kai, hyesungnya juga gak terlalu berlebihan dan ceritanya juga gampang di pahamin. nice dehh

    tbcnya ngeganggu masa.. bhaqq. 😂

  15. Wah… keren. Tapi skrng dah 2015 padahal nih ff 2014. Maklum readers baru blm begitu lama. Siapa ya yg jdi PHO di sini?
    haha 😀

  16. Jong perlakuanmu seperti memberi harapan terhadap hyesung. Kasian dia bertepuk sebelah tangan.
    Pasti itu murid baru yang pindahan dari amerika. Btw yang memisahkan tangan hyesung sama namja itu, jongin kan?

  17. Kai ini sebenernya suka sama hyesung ya ? Kenapa dia main meluk hyesung kayak gitu. Nanti kalau hyesung salah paham sama perlakuan kai gimana dong

Leave a Reply to chymund Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s