[Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 6)

The Best for Someone Who I Love 2 (Part 6)

Title : The Best for Someone Who I Love 2 (Part 6)
Author : @YoMollayo
Main Cast : Cha Eunsung (OC), Park Chanyeol, Byun Baekhyun
Support Cast : EXO members
Genre : Romance, Friendship
Rating : PG-13/PG-17
Length : Chapter
Disclaimer : All of the stories belong to God but written by me
Poster by : Wuu
Previous : Part 1 , Part 2 , Part 3 , Part 4, Part 5

—AUTHOR POV—

Eunsung memakan sarapannya malas. Tidak ada hasrat dalam diri yeoja ini untuk datang ke kelas. Kwon seongsaenim adalah dosen yang akan mengajar di kelas pagi ini, seorang wanita separuh baya yang terkenal killer dan sangat bawel

“Menyebalkan” Eunsung menatap handphone nya kesal menunggu ucapan ‘selamat pagi’ yang tidak juga datang dari namjachingunya

“Apa dia marah?” Eunsung kembali menatap layar handphonenya

Sejak 2 hari lalu, malam di mana Chanyeol mabuk. Baekhyun tidak pernah lagi menelfon Eunsung. Awalnya Eunsung kesal karena saat 100 hari hubungan mereka berlangsung, Baekhyun tidak melakukan apapun. Eunsung sudah berusaha untuk mengubungi Baekhyun, mengajak namja itu pergi ke luar untuk merayakan bersama tetapi tidak ada balasan dari namjachingunya. Karena kesal, Eunsung tidak menghubungi

Baekhyun sejak kemarin, Baekhyun pun melakukan hal yang sama entah mengapa. Mereka berdua juga tidak bertemu karena jadwal kuliah yang libur

“Tapi kan dia yang salah, bukan aku” Eunsung kembali melahap roti coklatnya lalu segera bersiap untuk berangkat

*****

Sebelum melangkahkan kakinya memasuki halte subway, yeoja mungil ini menghembuskan nafasnya berat

“Jika aku bertemu Chanyeol, apa yang harus kulakukan?”

Eunsung menatap kosong ke depan mengingat semua perkataan dan perbuatan Chanyeol di kedai kaki lima 2 hari yang lalu. Jantungnya berdetak cepat mengiringi angin yang berhembus pagi ini

“Ya! Kau menghalangi jalan” seorang namja muda bersuara berat menatap Eunsung kesal

“Jeo jeoseonghamnida” Eunsung membalikkan badannya lalu membungkukkan badannya singkat

Namja bertubuh tinggi itu pergi tanpa mengucapkan apapun. Eunsung menatap punggung namja tersebut yang semakin lama menjauh, seketika matanya terbelalak dan jantungnya kembali berdetak

“Chanyeol…” ucap Eunsung pelan

*****

Eunsung menatap jam di dinding kelasnya tidak tenang. Lima menit lagi kelas akan di mulai tetapi Baekhyun belum juga datang. Sudah berkali kali yeoja ini mencoba menghubungi namjachingunya tetapi hasilnya nihil. Handphone Baekhyun tidak aktif, pesan yang di kirim Eunsung juga tidak masuk.

Terlambat bukan hal asing yang di lakukan Baekhyun. Biasanya namja berbibir tipis itu akan datang 5 sampai 10 menit setelah kelas di mulai. Hal tersebut tidak masalah karena peraturan di kampus ini jika terlambat sampai 15menit belum di hitung terlambat, kecuali melebihi batas waktu yang di tentukan

Jantung Eunsung semakin berdetak cepat, kegelisahan semakin merasuki dirinya melihat jarum jam panjang yang mendekati angka 12.

‘Andai saja tadi pagi aku menghampiri Baekhyun ke rumahnya’ batin Eunsung

Kwon-Seonsaengnim memasuki kelas dengan wajah juteknya, membuat Eunsung semakin gelisah. Entah perasaan apa yang membuatnya seperti ini. Eunsung tidak pernah merasakan ini sebelumnya. Rasanya yeoja ini ingin sekali berlari keluar kelas dan mencari namjachingunya tapi tidak bisa. Dia sudah mempunyai cukup banyak masalah dengan Kwon-saem. Eunsung tidak mau mendapat nilai jelek di mata kuliah ini

“Annyeong haseyo” sapa Kwon-saem dengan expresi datar nya

“Ahn Jaehyun” panggil Kwon-saem mulai mengabsen mahasiswa di kelasnya

“Byun Baekhyun” panggil Kwon-saem

“Belum datang Saem” balas Sehun dari bangku belakang

“Ah Mianhae, aku lupa” jawab Kwon-saem

Semua anak kelas diam, tidak mengerti dengan maksud guru killer ini

“Sejak 2 hari yang lalu. Byun Baekhyun sudah mengundurkan diri dari kampus ini. Dia bukan siswa di sini lagi” lanjut Kwon-saem

Mendadak kelas menjadi riuh, di penuhi bisikan di sana sini mempertanyakan Baekhyun

“Saem Benarkah? Mengapa mendadak sekali?” Tao membuka mulutnya

“Aku tidak tahu. Dia akan melanjutkan kuliahnya ke luar negeri” jawab Kwon-saem. Kelas kembali menjadi riuh

Sepasang mata membelalakkan matanya tidak percaya. Setelah mendengar kabar yang sangat mengejutkan tersebut matanya mengarah kepada seorang yeoja yang juga terdiam saat ini. Sejak beberapa menit lalu tubuh yeoja itu tidak bergerak, tatapan matanya menjadi kosong

“Eunsung mengapa kau tidak memberi tahu kami sebelumnya?”

“Ne, kami kan bisa membuat perpisahan kecil untuk Baekhyun”

Beberapa pertanyaan menimpa yeoja mungil yang terdiam ini

Yeoja mungil ini mengambil tas nya lalu berlari keluar begitu saja tanpa meminta izin Kwon-saem. Seorang namja yang daritadi memperhatikan yeoja mungil ini berlari keluar mengejar yeoja ini. Suasana kelas menjadi semakin ricuh dengan bisikan-bisikan yang semakin lama semakin keras

“Bisakah kalian diam? Kalian ingin gagal di semester 7 ini?”

Seketika kelas menjadi hening mendengar ancaman dari guru salah satu mata kuliah terpenting di semester 7 ini. Kwon-saem kembali melanjutkan mengabsen kelas

“Jadi nama mereka tadi Cha Eunsung dan Park Chanyeol?”

“Baiklah jika mereka ingin gagal”

Semua ekspresi mahasiswa di kelas mendadak berubah, ada beberapa yang menahan ludahnya dengan ekpresi pahit

“Jeosonghamnida saem” Yixing mengangkat tangan kanannya lalu berdiri menatap Kwon-saem

“Kepergian teman kami, Byun Baekhyun sangat mendadak. Dia tidak memberi tahu siapapun termasuk Cha Eunsung dan Park Chanyeol, dua orang terdekat nya. Tolong berikan toleransi pada mereka, pasti mereka kaget dengan kabar yang sangat tiba-tiba seperti ini”

“Geure? Kalau begitu suruh mereka untuk menemuiku setelah jam pelajaran selesai” Perintah Kwon-saem dibalas anggukan oleh Yixing

Kyungsoo menghembuskan nafasnya lega. Ribuan terima kasih dia ucapkan untuk Yixing

*****

“Ya!! Cha Eunsung STOP!” teriak Chanyeol mengejar sahabatnya yang sejak tadi terus berlari

“Eunsungie hajimaaaa” Chanyeol semakin menguatkan teriakkannya
Eunsung memperlambat langkahnya dan akhirnya berhenti. Dia membalikkan badannya, menatap Chanyeol yang sudah ada di belakangnya

“Ini bohong kan? Hahaha ini pasti bohong” Eunsung terkekeh

“Eunsung” Chanyeol menatap sahabatnya

“Apa Baekhyun ingin mengerjaiku? Ah, rencananya tidak akan berhasil”

Flasback

Eunsung berlari menuju ruang student service. Tempat semua data siswa universitas ini di simpan dan menanyakan hal yang berkaitan dengan siswa

“Byun Baekhyun” Eunsung terengah-engah, berusaha mengatur nafasnya akibat berlari

“Mwo?” balas seorang admin di sana

“Tolong cek data-data Byun Baekhyun, siswa jurusan Teknik Arsitektur semester 7. Apa benar dia resign dari sini?” Eunsung masih terengah-engah

“Ini sudah waktu nya untuk istirahat, kau bisa kembali satu jam lagi” balas salah satu admin

“Palliiii” teriak Eunsung kesal membuat beberapa admin student service menoleh padanya

“Tolong lah, ini sangat mendadak” Chanyeol membuka mulutnya. Admin tersebut melirik mereka sebal, lalu mulai menjelajahi komputernya

“Siswa bernama Byun Baekhyun resign dari sini dua hari yang lalu”

“Ke univeristas mana dia pindah? Apakah benar ke luar negeri?” tanya Chanyeol

“Benar tapi maaf kami tidak bisa memberi tahu anda di mana letak kampusnya. Ini masalah privasi data siswa kami”

“Jebal. Tolonglah, kami bukan orang jahat. Kami teman baik nya” lanjut Chanyeol

“Tidak bisa. Lagipula Byun Baekhyun sendiri yang meminta data untuk perpindahannya di rahasiakan”

End of flashback

Chanyeol menatap nanar sahabatnya. Eunsung mengambil handphone nya berusaha menelfon seseorang

“Byun Baek tolonglah aktifkan ponselmu” Eunsung mondar mandir gelisah

“Byun baiklah kau menang, tapi aktifkan ponselmu jadi aku bisa menghubungimu” Perlahan lahan air mata Eunsung mulai mengalir, tubuhnya mulai bergetar

“Kau menang Baekhyun, kau berhasil menipuku. Lihat? Aku sudah menangis, aku sangat takut”

“Byun….. jebal” Suara cegukan mulai terdengar dari mulut Eunsung, dia berusaha mengatur nafasnya, berusaha untuk tenang tapi semuanya percuma

“Byun…….” teriak Eunsung menjadi-jadi

Orang-orang sekitar memperhatikan Chanyeol dan Eunsung. Chanyeol berusaha untuk menenangkan sahabatnya tapi percuma

“Eun…. Sung…” Chanyeol memanggil sahabatnya lembut sambil memegang sebuah kertas yang berhasil menyihir sahabatnya menjadi seperti ini. Kertas yang di dapat dari nyonya Byun saat Eunsung dan Chanyeol berlari ke rumah Baekhyun setelah mendengar kabar dari student service

Drrrtttt Drrrrrrt Drrrrrtttt Drrrtttt

“Kalian dimana?” tanya Kyungsoo di seberang

“Dua blok dari rumah Baekhyun. Kalian cepatlah datang, aku butuh bantuan” Chanyeol tidak melepas pandangannya dari Eunsung

“Arra kami segera ke sana” balas Kyungsoo cepat lalu segera mematikan telefon begitu juga dengan Chanyeol

“Eunsung sudahlah” Chanyeol mendekati, lalu berusaha memeluk lembut sahabatnya

“Shiro!” teriak Eunsung dengan tangan yang tetap menutupi wajahnya, berusaha untuk menyeka air mata

“Kau membenciku bukan? KA! Pergi!” Eunsung menjauhkan tangannya dari wajahnya lalu menatap tajam Chanyeol

“Eunsung-ah.. kau” Chanyeol menatap Eunsung

“Pergilah! Aku membencimu! Karena mu, Baekhyun pergi” balas Eunsung berteriak

Chanyeol menatap Eunsung kosong. Kata-kata yang di keluarkan dari bibir yeoja mungil ini berhasil menjadi anak panah yang menancap di dada Chanyeol, membuat namja ini merasakan sakit yang tidak terkira

“Aku membencimu” Eunsung menatap Chanyeol tajam lalu segera berlari

“Eunsungah” panggil Chanyeol lemah sambil menatap Eunsung yang pergi dari hadapannya

“Yeol” teriak Yixing dan Kyungsoo sambil berlari menuju Chanyeol

“Ap ap apa yang terjadi? Huh huh” tanya Yixing terengah engah

“Kenapa Eunsung?” Kyungsoo juga terengah engah

Chanyeol diam, menatap kedua sahabatnya kosong

“Dia…. Membenciku” balas Chanyeol pelan

“Mwo?” Kyungsoo dan Yixing tidak mengerti

“Karena ini” Chanyeol menunjukkan sebuah kertas pada kedua sahabatnya. Kertas yang Baekhyun titipkan pada eommanya untuk di berikan ke sahabat dan juga kekasihnya. Setelah dari student service, Eunsung dan Chanyeol berlari menuju rumah Baekhyun untuk mencarinya, tetapi hasilnya nihil

‘Eunsung, Chanyeol, Yixing, Kyungsoo… kalian tidak perlu mencariku. Eunsung-ah maafkan aku, tapi hubungan kita cukup sampai di sini saja, ada orang lain yang sangat mencintaimu, hiduplah bahagia bersamanya – Baekhyun’

*****

“Jadi hari ini Eunsung tidak datang lagi?” tanya Lee-seonsaengnim lembut
Chanyeol dan Kyungsoo mengangguk pelan

“Wah sudah 3 hari dia tidak ikut bimbingan. Padahal minggu depan akan ada ujian bab kedua skrispsi” Lee-saem sedikit khawatir

“Kami sudah berusaha menghubungi nya Saem tapi nihil” balas Kyungsoo sambil menatap Chanyeol yang sejak tadi hanya diam

“Wah sulit sekali ya. Lusa dia harus datang, aku tidak ingin dia sampai gagal di ujian” jawab Lee-saem dengan nada keibuannya

“Geure. Chanyeol, Kyungsoo. Kalian coba hubungi Eunsung lagi. Tanyakan alasan kenapa dia tidak datang” Lee-seonsaengnim menatap Chanyeol dan Kyungsoo

“Ne.. ne seonsaengnim” Kyungsoo menganggukkan kepalanya begitu juga dengan Chanyeol

Chanyeol dan Kyungsoo keluar dari ruangan Lee-saem lalu melempar pandangan satu sama lain

“Kita harus menemui Eunsung” Kyungsoo menatap Chanyeol

“Ani. Aku saja. Aku yang akan berbicara dengan dia”

“Mwo? Dia saja sangat marah padamu. Kau pikir dia mau bertemu denganmu?”

“Aku akan memaksanya. Biar aku saja, Do Kyungsoo” Chanyeol menatap Kyungsoo. Tidak ada keraguan dimatanya setelah itu dia pergi meninggalkan Kyungsoo seorang diri

Kyungsoo menghela nafas lemah. Dia tidak mengerti apa yang akan di lakukan sahabatnya

“Jika dia tidak mendengarkanmu, aku yang akan turun tangan” Kyungsoo menatap punggung Chanyeol yang semakin lama semakin menghilang dari hadapannya

*****

Sudah tiga hari sejak kepergian Baekhyun, sudah tiga hari juga Eunsung tidak masuk kelas bimbingan skripsi, tidak ada kabar terdengar darinya. Entah apa yang sedang dia lakukan. Minggu ini adalah minggu yang cukup berat untuk seluruh siswa semester 7. Seminggu ini, setiap dosen pembimbing wajib memberikan bimbingan selama seminggu penuh untuk mempersiapkan ujian skripsi bab 2 yang akan berlangsung minggu depan. Jika tidak lulus ujian, maka harus mengulang skripsi di tahun depan

Chanyeol menghembuskan nafasnya lemah, menatap pintu di hadapannya. Dengan segala keraguan, namja ini menekan bel pintu ini. Berkali kali di tekannya, tetap tidak ada hasil. Chanyeol diam untuk beberapa saat lalu memasukkan beberapa nomor kombinasi untuk membuka pintu

“Sungie-ya” panggil Chanyeol pelan sambil melangkahkan kaki nya memasuki apartemen kecil sahabatnya

“Eunsung?” Chanyeol membelalakkan matanya lalu segera berlari panik mendekati sahabatnya yang setengah badannya tersungkur lemas di meja makan, seperti orang yang sudah hampir mati

“Sung? Waeyo? Apa yang terjadi padamu? Apa kau belum makan?” tanya Chanyeol panik

“Nuguya?” balas Eunsung lemas, masih pada posisinya. Rambut panjangnya menutupi seluruh wajahnya

“Chanyeol, Park Chanyeol paboya” Chanyeol sedikit membentak

“Aku tidak mengenalmu, pergilah” balas Eunsung ketus membuat Chanyeol kembali membelalakkan matanya. Chanyeol menghirup nafas panjang, berusaha menahan perasaannya

“Aku tau kau membenciku. Kau boleh memukul atau memakiku saat ini juga. Aku hanya ingin menyampaikan pesan dari Lee-saem. Minggu depan kita ada ujian skripsi, kau harus datang bimbingan. Saem tidak ingin kau sampai mengulang di tahun depan”

“Mengulang atau tidak. Tidak ada urusannya dengan mu” balas Eunsung ketus tetap pada posisinya

Chanyeol menggigit bibir bawahnya. Tubuhnya sedikit bergetar. Rasanya dia ingin marah tetapi tidak bisa. Sikap dan kata-kata yang yang di lontarkan sahabatnya berhasil menyakiti hatinya untuk kesekian kalinya. Chanyeol mengambil nafas panjang lagi, lalu menghembuskannya berat

“Sejak dua hari yang lalu eomoni dan aboji terus menelfonku menanyakan kabarmu. Mereka bilang suara dan nada bicaramu berbeda di telefon. Mereka sangat kawatir dengan keadaanmu. Aku berbohong mengatakan jika kau hanya sangat lelah karena skripsi”

“Jika eomoni dan aboji menelfon lagi, aku tidak akan berbohong. Akan ku beritahu keadaan mu yang sebenarnya. Aku permisi”

“Ah, satu hal lagi…..”

“Kau harus ingat. Aboji dan Eomoni sudah mengeluarkan banyak uang untuk keperluan kuliahmu. Jika kau harus mengulang di tahun depan, berarti akan ada tambahan biaya, waktu dan tenaga yang harus di keluarkan. Bukankah kau ingin segera lulus dan membuat bangga Aboji dan Eomoni dengan hasil nilai akhirmu? Jika kau gagal lalu mengulang, justru akan membuat mereka kecewa”

“Pikirkanlah dengan bijaksana. Mungkin, orang yang kau sayangi pergi meninggalkanmu tapi masih banyak orang-orang yang sangat menayangimu di sekitarmu. Annyeong”

Chanyeol melangkahkan kakinya menuju pintu keluar apartemen ini. Eunsung menatap punggung sahabatnya yang menghilang. Hatinya bergetar, perlahan air mata keluar dari sudut mata nya. Eunsung berteriak sekuat tenaga mengeluarkan amarahnya, pikiran dan hatinya benar-benar kacau saat ini

Chanyeol menghapus sedikit cairan bening yang keluar dari ujung matanya. Dada nya sesak, tubuhnya bergetar mengingat kondisi Eunsung saat ini yang tidak memiliki semangat hidup, kantung mata nya semakin membesar, mata nya sembab dan wajah nya seperti orang yang memohon belas kasihan

‘Mianhae’ guman Chanyeol pelan lalu berjalan menuju lift untuk turun ke lantai dasar apartemen ini

*****

“Jeosonghamnida”

Seorang yeoja mengetuk pintu sebuah ruangan kecil yang sunyi, seketika 3 pasang mata tertuju padanya

“Wah Eunsungie, silahkan duduk” jawab seorang yeoja lembut. Eunsung membungkukkan badannya sebentar lalu segera duduk di tempatnya.

Beberapa jam kemudian

“Bailah, bimbingan untuk hari ini selesai. Kyungsoo, Chanyeol dan Eunsung. Aku ingin di pertemuan selanjutnya, kalian sudah menguasai materi ini” Lee Seonsaenim menunjuk sebuah bab di dalam buku lalu dibalas anggukan oleh ketiga murid bimbingannya

“Hmm Eunsungie, kau sudah tertinggal beberapa materi yang mungkin keluar untuk ujian. Mintalah Chanyeol atau Kyungsoo mengajarimu” Lee-saem menatap Eunsung

“Ne… Saem” jawab Eunsung pelan

“Baiklah, sampai di sini saja. Terima kasih untuk hari ini” Lee-saem tersenyum lembut lalu segera keluar ruangan

“Kamshamida Saem” Kyungsoo, Chanyeol dan Eunsung membungkuk

“Sung, ada yang tidak kau mengerti?” Chanyeol berjalan mendekati Eunsung yang sedang merapikan bukunya

“Tidak” jawab Eunsung tanpa menoleh

“Kau sakit? Wajahmu pucat sekali” tanya Chanyeol

“Tidak”

Chanyeol diam, menoleh ke Kyungsoo sesaat dan hanya dibalas gelengan oleh Kyungsoo

“Apa kau lapar? Ayo kita cari makan” tawar Chanyeol

Eunsung diam dengan tatapan kosong lalu segera berjalan keluar ruangan

“Sunga” Chanyeol menahan tangan sahabatnya. Eunsung berusaha melepas paksa tetapi tidak bisa, tenaga Chanyeol jauh lebih kuat dari nya

“Lepaskan! Tidak kah kau sadar aku membencimu?” Eunsung menatap Chanyeol

Chanyeol terdiam, kata-kata tersebut berhasil membuat jantungnya merasakan sakit yang amat sangat. Kyungsoo hanya bisa diam, menatap drama di hadapannya

“Waeyo?”

“Karena mu, Baekhyun pergi. Kau membenciku kan? Untuk apa kau berpura-pura baik padaku?” Eunsung menatap Chanyeol sebentar lalu segera pergi dari ruangan ini

Chanyeol terdiam untuk kesekian kalinya, menatap punggung sahabatnya yang semakin menghilang. Kyungsoo menghembuskan nafasnya berat, semuanya semakin rumit

“Gwenchana?” Kyungsoo mendekati Chanyeol

“Ani” Chanyeol menggeleng pelan

“Eottokhe?” guman Chanyeol

*****

-Malam Harinya-

Eunsung merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu, membiarkan tubuh lelahnya beristirahat sejenak sambil menatap kosong langit langit rumahnya

“Bogoshipo” Perlahan tapi pasti cairan bening mulai muncul di sudut mata bulat yeoja ini. Udara di sekitarnya memanas, memaksanya untuk meluapkan segala emosinya

“Wae?” guman Eunsung pelan

TingTongTingTong

TingTongTingTong

TingTongTingTong

TingTongTingTong

TingTongTingTong

TingTongTingTong

“Mwoya?” teriak Eunsung

TingTongTingTong

TingTongTingTong

TingTongTingTong

TingTongTingTong

Dengan langkah malas, Eunsung berjalan menuju pintu rumahnya lalu membukanya tanpa mengintip dulu siapa yan datang

“Apa kau tuli?” seorang namja berbicara ketus

Eunsung diam, tidak menunjukkan ekspresinya. Perlahan-lahan dia menutup pintu

“Ya!” teriak Kyungsoo menahan pintu

“Apa yang kau inginkan?” tanya Eunsung datar

“Biarkan aku masuk”

Eunsung menatap Kyungsoo sesaat lalu membiarkannya masuk, dia tidak peduli apa yang akan di lakukan namja mungil ini

“Silahkan keluar”

“Mwo?”

“Aku sudah membiarkan mu masuk, jadi sekarang keluar”

“Aku ingin menyampaikan sesuatu padamu”

“Jika kau ingin membela sahabatmu, lebih baik kau pergi” jawab Eunsung ketus

“Sore ini, Chanyeol mengalami koma karena kecelakaan” Kyungsoo menatap serius Eunsung

“Kau pasti bercanda” Eunsung tersenyum kecil

“Apa wajahku menujukkan kalau aku bercanda?” balas Kyungsoo heran
Eunsung mebelalakkan matanya, jantungnya berdetaknya cepat, tubuhnya bergetar. Perlahan air matanya mulai turun

“Andwaeyo…. Andwae..” yeoja mungil ini menutup sengtengah wajahnya dengan telapak tangannya

“Kondisinya sangat kristis, dia mengalami pendarahan hebat. Dokter bilang tidak besar peluang untuk bertahan hidup”

“Dimana dia sekarang? Antarkan aku ke sana” Eunsung mulai panik

“Sebelum koma dia bilang, dia tidak akan mati dengan tenang jika kau tidak memaafkannya”

“Argggh tidak bisakah kita ke rumah sakit sekarang?” Eunsung menggaruk kepalanya frustasi

“Bukankah kau membencinya? Untuk apa melihatnya?”

“Kau bodoh? Cepat antarkan aku” Eunsung memohon, dia menggigit kukunya panik

“Tidak bisa. Chanyeol melarangku”

“Cepat antarkan aku” Eunsung memohon, sambil mendorong dorong bahu Kyungsoo dengan sekuat tenaganya, membuat naja mungil ini hampir jatuh

“Bukankahkah kau membencinya?” Kyungsoo menaikkan suaranya lalu menjauhkan dirinya dari Eunsung

“Ne! Aku membencinya. Untuk saat ini biarkan aku melihatnya” teriak Eunsung memohon
Kyungsoo menarik nafas panjang, menatap Eunsung sesaat

“Kau menyalahkan Chanyeol atas kepergian Baekhyun. Chanyeol tidak pernah memaksa Baekhyun untuk meninggalkanmu. Baekhyun pergi

karena keinginannya sendiri. Dia tidak pernah main-main dalam mengambil suatu tindakkan, pasti dia sudah memikirkan hal ini matang-matang”

“Untuk kesekian kalinya kau menyakiti hati Chanyeol. Mungkin kau tidak pernah sadar, selama ini dia sangat menderita. Kau sudah memiliki Baekhyun tetapi tetap saja meminta Chanyeol selalu disismu. Apa kau tidak sadar jika kau sangat egois?”

“Mwo? Kau bilang aku….. egois?” Eunsung menyipitkan matanya

“Kau selalu memberinya harapan seolah olah kau mencintainya dan ingin selalu bersamanya”

“Aku….”

“Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaan Baekhyun juga?” Bentak Kyungsoo berusaha menahan emosinya
Eunsung mengambil nafas panjang sesaat

“Jadi… Jadi selama ini aku terlihat seperti memberi harapan pada Chanyeol? Apa Chanyeol berpikir seperti ini juga? Apa aku terlihat sejahat itu?” Eunsung menaruh satu tangan di depan dadanya yang sesak

“Chanyeol…. Dia selalu menjaga dan menolongku seperti adiknya. Aku adalah anak satu satunya di keluargaku, aku selalu ingin punya saudara kandung karena itu aku selalu meminta Chanyeol di sisiku karena aku mengganggapnya sebagai oppa ku. Apa aku salah melakukannya?” Eunsung menatap Kyungsoo

“Lagipula Baekhyun tidak pernah merasa keberatan karena Chanyeol selalu bersamaku” lanjut Eunsung

“Kau memang tidak bersalah. Satu hal yang harus garis bawahi, Chanyeol menyangimu bukan sebagai dongsaengnya tetapi sebagai seorang gadis yang mengisi hatinya”

Eunsung diam mencerna semua yang baru saja di katakan Kyungsoo, air matanya kembali mengalir mengingat semua perkataan Chanyeol di kedai tteokbokkie beberapa hari yang lalu

“Mianhae…” guman Eunsung pelan

“Benar… Chanyeol mencintaiku, mengapa aku bodoh sekali? Selama ini aku menganggap hal ersebut seperti angin yang berlalu” Eunsung menutup setengah wajahnya dengan telapak tangannya

“Tapi Eunsungah… Apa benar kau hanya menganggap Chanyeol sebagai oppa mu. Kau sudah tidak mencintainya? ”

“Kau tidak suka melihat Chanyeol dan Minsung bersama bukan?”

“Ba ba bagimana?”

“Baekhyun, dia bilang kau masih mencintai Chanyeol”

“MWO?” Eunsung berteriak

“Tidak, dia tidak benar benar berkata seperi itu.. Beberapa hari setelah Chanyeol keluar dari rumah sakit aku dan Baekhyun pergi untuk makan bersama. Selama makan dia diam saja tidak seperti biasanya. Dengan ekspresi kosong Baekhyun tiba-tiba bertanya..”

Flashback

“Jika seorang yeoja tidak suka melihat seorang namja dengan yeoja lain, artinya yeoja itu menyukai namja tersebut bukan?” tanya Baekhyun sambil memainkan handphone nya lalu di balas anggukan malas oleh Kyungsoo

“Jika kau di suruh memilih appa atau eomma untuk di selamatkan dari kecelakaan, kau pilih siapa?”

“Aku? Lebih baik aku mati daripada di suruh memilih satu”

“Wae?”

“Karena aku menyayangi keduanya”

Baekhyun diam, menatap makanan di hapadapannya. Wajahnya terlihat sedang memikirkan sesuatu

“Menyayangi……..” guman Baekhyun pelan

“Cepat makan makananmu, setelah ini jam Kwon-saem” Kyungsoo menatap Baekhyun datar

End of flashback

“Baekhyun memilih pergi mungkin karena dia tidak bisa lagi menahan diri melihat penderitaan Chanyeol, sahabat terbaiknya. Dia juga tidak bisa melakukan apapun karena tidak ingin menyakiti perasaan yeojachingunya. Baekhyun berada di posisi yang sangat sulit. Karena itu, lebih baik dia kehilangan keduanya daripada memilih satu pihak dan membuat satu pihak yang lain menderita”

“Apa…. kau mengerti sekarang?” tanya Kyungsoo

“Ini… sangat menyakitkan….” Eunsung menghapus air matanya perlahan lahan

“Seperti ini juga yang di rasakan Chanyeol dan Baekhyun” Kyungsoo menatap Eunsung

Eunsung menatap kosong Kyungsoo

“Minsung…. Dia… Dia sepertinya bukan yeoja yang baik, banyak sekali gossip yang tidak baik tentangnya karena itu aku…”

 

“Ah ne…. Aku mengerti”

“Kyungsoo… Biarkan aku menemui Chanyeol” Eunsung meminta lembut

“Kau memaafkannya?”

Eunsung mengangguk pasrah

“Dia tidak bersalah, akulah yang bersalah. Karena itu izinkan aku menemuinya dan meminta maaf padanya” Eunsung menghapus beberapa

air matanya

“Kau harus memaafkan aku juga”

**TBC**

Annyeong…. Maaf banget aku kirim ff nya lama soalnya tugas dan ulangan mengalir terus 😥 semoga reader masih inget ff ini dan tetap baca hehehe

46 responses to “[Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 6)

  1. aduh yaampun akhirnya baekhyun beneran pergi jugaa:((
    tapi sayang chanyeol malah jadi dibenci eunsung
    ditunnggu next chapternya xoxo

  2. gue curiga jangan” kyungsoo bohong lagi soal keadaan chanyeol??hanya untuk menyadarkan eunsung…thor next..penasaran!!

  3. udah banjirr ini ari mata turun terus …
    eh sebelum TBC ada tulisan berkata “Kau harus memaafkan aku juga”
    langsung senyum” sendiri dan langsung berpikir
    “Kau harus memaafkan aku juga” = kalau begitu kau harus memaafkan ku karena aku berbohong atas koma nya chanyeol td ..
    kalo bener begitu gw BUNUH lu torrr wkwkwkwk #JushKiding ><

  4. emosinya kuat banget nih.
    aku gak bisa bayangin jika aku jd salah satu dari mereka sama sama harus memilih antara teman dan cinta

  5. Waahhh q baru baca part ini,, part yg sebelum- sebelumnya q blm baca… Hheee 🙂
    Itu kyungsoo pasti lagi boongin eunsung yaa…
    Next…next… 🙂

  6. Baekhyun beneran pergi? aigoo kasian dy..
    kyk.e yeol gg kecelakaan deh?? kurang percaya sama omongannya kyungsoo, lagi dikerjain itu eunsung..hhe

  7. masih inget lah… dan itu juga yg mo aku sampein ke eunsung sama ky yg disampein kyungsoo ke eunsung. eunsung itu egois, minta diperhatiin chanyeol ama baekhyun tapi ga pernah merhatiin gimana perasaan baekyeol ke eunsung -_- mang baek pergi kemana si? *kepo*

  8. aaakk sedih banget si baekhyun mesti pergi T^T eh tapi kayaknya ini yg dibilang kyungsoo boongan nih, chanyeolnya ga koma kan thor? jangan dibikin koma ya thor kasian masa baru keluar rumah sakit masuk lagi

  9. air mata bercucuran.. haha lebay. :p
    itu si kyungsoo boongan apa beneran thor?
    terus itu baekhyun pergi kmana?
    jangan bikin saya penasaran thor.. next chap ditunggu secepatnya.
    keep writing thor 🙂

  10. hey authornim, maaf baru komen disini. aku baca ngebut dari seson awal sampe part ini ngebut dalam sehari hihii
    kurang suka ya sama sifat eunsung disini. dia terlalu egois, ga konsisten. harusnya dia bisa tegas sama sikapnya. karena sikapnya sendiri dua2nya
    semoga next chapter dia bisa lbh baik lg. baekhyunnya balikin lg dong. aku lbh suka dia sama baekhyun 🙂

  11. aq ngrasa kyungsoo bohong saat blang chanyeol koma.. mkanya dy mita eunsung utuk memaafkannya juga.. gimana aq benar kan???
    kisah cinta yg benar2 rumit.. kehilangan sahabat dan cinta??? rasanya aq ikut prustasi dech..

  12. Ah baguuus :””) kyungsoo boong brarti .. aaaaa mau tau bgt lanjutannya !!
    Lanjut ya thoor ><

  13. Akhrnya Baekhyun beneran pergi jg. Kasian… Gak tau mesti belain siapa,,huft.
    Tp Kyungsoo bohong dech..

  14. aa baekhyunnya beneran pergi ya?? uuhh sedih banget deh..aku ngarepnya eunsung ama baek
    kyungsoo lagi boongkan?? masa iya tiba2 chanyeol koma..
    aa ni konfliknya makin rumit aja .. antara sahabat dan cinta.. bener2 pilihan yg sulit
    lanjut lagi ya FIGHTING!!!

  15. Jadi penasaran ama kelanjutan ceritanya
    Hubungan eunsung dan chanyeol jadi seperti apa ya nantiya ?
    Lanjut thor ^^

  16. waaaaaaa ini ga ada baekhyun scenenya ? (?)
    adanya di flashback doang..
    baek cepat datang..
    eonni tolong biarkan baekhyun bersama eunsung TT__TT hahaha
    keep writing eonn^^

  17. Ahhh ga rela baekhyun pergi…tapi makin rumit bgt kisah mereka bertiga….next chapter semoga baekhyun nongol….next chap jgn lama2 thor!!! 🙂

  18. kyungsoo bhobgkn???? klo si channyeol koma,,
    baekhyun ny pergi kmn thor??? kok nggk ad baekhyun sceneny…

  19. annyeong… aduh maaf ya kalau Baekhyun nya ga ada di chapter ini tapi aku masukin ke cast nya
    Jadi kalau misalnya ga ada Baekhyun di cerita selanjutnya lebih baik ga usah aku masukin ke cast ya?
    Oke terima kasih untuk semua reader^^

  20. woaaah…kyungsoo keren..akhirnya bisa nyadarin eunsung..dia emang bijak..^^
    Pasti kyungsoo ngebohong soal chanyeol koma biar eunsung sadar..pengorbanan baekhyun jg besar..aku salut sama dia..saeng fighting y..^^

  21. Huwaaa… Sedihh T^T
    Baek pergi kmana??
    Chanyeol koma?! Kyanya nggak dehhh… Trs itu si kyungsoo jg bilang “Kau harus memaafkan aku juga”. Brarti si kyungsoo bertindak sndiri coz sebel ngeliat hubungan eunsung + chanyeol yg smakin burukk. Ya kan thorr?!?! Si chanyeol ga koma beneran kann?!

    Trus gmana nasibnnya Baekhyun? Muncul lg ga thor TT_TT. :3

  22. iya nih agak lama publish nya, bagus thor.. feel nya kerasa bgt apalagi pas kyungsoo bilang chanyeol koma, mata gue berkaca” (?) tp eh taunya dibohongin -.-
    bikin si eun seung jgn labil mulu dong, greget nih bacanya gak paham” jg perasaan chanyeol, nah si baekhyun ceritanya gmn jg tuh.. penasaran nih, chapter lanjutannya semoga bisa cepet ne ^^

  23. Uh yeah, suddenly Baek oppa ‘disappear’ from their life~
    Jd keingat Kris gege 😦 Yah tp ttp mendoakan yg terbaik u/mereka aja apapun hasil finalnya nanti.
    Chan oppa engga bnr” kecelakaan kayaknya ya, itu yg terkahir bertanya sepertinya Chan oppa kkkk
    Review-nya, tanda baca titik diakhir kalimat msh perlu diperhatikan ya. Oh iya, flashback yg pertama itu sepertinya bukan flashback ya

    Sippo…. Keep writing n fighting ne!!^^
    Nb: Gwaenchanha tlt update, yg penting ttp diteruskan 😉

  24. Huuuaaa dari awal baca sampe yg ini dapet banget feelnya thor
    jangan lama2 ya lanjutannya, chanyeol-nya kasian, sampe nangis 😥

  25. Kenapa ceritanya bkin ruwet bgini.. Tpi gpp sihh, keren ceritanya…
    Aku tunggu next chap thor, santai aja…
    Heheh

  26. it bneran kn??? …. chanyeol kcelakaan dan baekhyun pergi…???
    atau jngan” it cuman tipuan??
    daebak thor…. nangis bcany 😥

    next thor…
    fighting

  27. Pingback: [Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 7) | SAY - Korean Fanfiction·

  28. huaaa sedih banget knpa baekhyun harus pergi 😥
    benerkah chanyeol koma?
    next chap :’)
    hwaiting 🙂

  29. Pingback: [Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 8) | SAY - Korean Fanfiction·

  30. Pingback: [FREELANCE] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 14) | SAY KOREAN FANFICTION·

  31. Pingback: [FREELANCE] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 15/END) | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s