You’re My Special [Chapter 2]

Story by Serenade

you-are-my-spesial2

You’re My Special [Chapter 2]

Son Hanun, Byun Baekhyun

Oh Sehun, Xi Luhan, Chen, Kris, Kim Jong In [other cast]

Romance, Friendship

PG-17

Series

Credits poster : Dhazdev by HSG

also post at my personal wp : exoticbluelight

Read this first : Prologue – Chapter 1

I’ve come with another fanfiction

Cerita ini hanya fiktif belaka. Apabila ada kesamaan nama tokoh itu hanya hiburan semata. Cerita murni dari otak saya.

Semoga dapat terhibur dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan sebuah komentar.

****

Previous :

Tanpa selang lama nama Baekhyun dan Luhan dipanggil oleh salah satu pria yang memimpin mereka di arena balap ini. Luhan tersenyum meremehkan Baekhyun saat mengingat minggu lalu pria yang ditatapnya itu memenangkan pertandingan mereka meskipun Baekhyun harus menanggung sedikit luka pada tangannya saat hendak terjadi sebuah kecelakaan di garis finish.

”Hello Baekhyun..”, ucapnya dengan senyum sinis di wajahnya. Sedangkan Baekhyun hanya menatapnya tajam.

”Wanita mana lagi yang kau bawa hari ini?”, Baekhyun berucap tanpa menghilangkan tatapan tajamnya pada Luhan. Sedangkan Luhan lagi-lagi hanya tersenyum meremehkan.

”Aku akan mencari dulu?”, ucap Luhan lantas matanya mencoba mencari satu gadis yang dapat dijadikan taruhannya malam ini. Lantas tatapannya jatuh pada satu gadis yang sedang memegangi kedua lututnya yang tidak terbungkus kain. Dia tersenyum miring lantas kembali berucap. Luhan beranjak dari motornya dan menarik lengan gadis yang dilihatnya lagi meski awalanya gadis itu berontak. Tapi apa daya, cengkeraman tangan Luhan lebih kuat darinya. Sehingga dia hanya bisa pasrah saat lelaki itu menariknya.

”Bagaimana jika gadis ini, Byun Baekhyun?”, ucap Luhan menunjuk gadis yang telah mendongakkan wajahnya. Baekhyun tercekat menatap gadis di depannya, tangannya sudah mengepal di bawah, amarahnya makin meningkat saat menatap wajah Luhan dengan seringai dan gadis itu bergantian. Semua yang berada di arena ini sontak kaget saat sebuah sapuan dari kepalan tangan Baekhyun melayang mengenai rahang Luhan.

”Kurang ajar kau, Xi Luhan..”

****

Chapter 2

~Meet His Scary Friends~

Luhan merasakan rahangnya berdenyut keras akibat hantaman dari kepalan tangan Baekhyun. Pria itu tersenyum mengejek lantas mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan sedikit darah. Luhan lantas berdiri dan dengan tiba-tiba justru melayangkan sebuah tinjuan gratis pada wajah Baekhyun mengakibatkan beberapa orang disana berteriak histeris melihat tontonan laga gratis dari dua orang didepan mereka.

”Apa seorang Byun Baekhyun mau menjadi pahlawan kesiangan, huh?”, Luhan berucap dengan tangan yang dilipat di depan dada. Sedangkan Baekhyun masih tersungkur di aspal akibat pukulan Luhan.

”Oppa…”, gadis yang ditarik Luhan tadi lantas terduduk di depan Baekhyun. Ada sedikit rasa khawatir menatap pria yang meringis menahan sakit dihadapannya tanpa ada rasa takut dengan Luhan yang memiliki senyum dingin dan tatapan mata setajam belati. Luhan yang menyaksikan pemandangan di depannya kembali menyumbangkan senyum mengejek pada salah satu rivalnya itu.

”Hahaha.. Melankolis sekali, Byun Baekhyun. Apa gadis itu kekasihmu?”,

Sekali lagi Baekhyun menatap bengis Luhan. Amarahnya telah memuncak. Tangannya kembali mengepal untuk segera melayangkan tinjuan untuk kedua kalinya, tapi dia terhenti karena gadis dihadapannya meraih lengannya. Baekhyun menatap gadis itu tajam berusaha agar gadis itu takut dan menyingkir dari hadapannya. Tapi yang dapat pria itu lihat adalah tatapan sendu penuh mohon dari gadis itu. Kali ini Baekhyun benar-benar tidak dapat mencerna kinerja otaknya, sebagian memintanya untuk menghajar Luhan, tapi disatu sisi terbesit rasa yang tak dapat dia ungkapkan menatap gadis yang mulai menitikan air mata didepannya.

Baekhyun berdiri lantas mencengkeram lengan gadis itu, menariknya kasar sampai gadis itu hampir jatuh. Dengan langkah besarnya, Baekhyun menyeret gadis itu kasar lalu menyuruhnya naik pada jok motornya, meninggalkan arena balap dengan kecepatan hebat tanpa memperdulikan suara Kai yang meneriaki namanya. Biarlah Baekhyun menjadi pecundang untuk kali ini saja.

Setelah dirasa jauh dari arena balap liarnya, pria bersurai hitam itu menghentikan laju motornya. Dia kembali menarik lengan gadis untuk turun dari motornya.

”Apa yang kau lakukan disana, huh?”, Baekhyun berteriak penuh amarah tak lagi peduli dengan gadis dihadapannya yang mulai bergetar hebat, mungkin pertahanan air matanya akan segera runtuh.

”JAWAB AKU?”, Baekhyun kembali berteriak, tangannya mencengkeram kedua pundak gadis dihadapannya, sedangkan gadis itu hanya menunduk menatap aspal yang dipijaki kedua kakinya.

”A..a..aku..”, ucapnya mulai terbata. Ia masih takut menatap wajah Baekhyun yang mengerikan.

”Kau itu siapa? Dan mengapa selalu mencampuri urusanku, gadis gila?”, ucapan Baekhyun yang tetap tajam mampu menohor hati gadis manis itu. Air matanya runtuh seketika, dia sesenggukan.

”Ayo kita pulang, oppa..”, hanya itu yang dapat disampaikan gadis yang makin terisak keras.

Bukankah dari awal misinya memang mengajak Baekhyun untuk pulang? Tak peduli dengannya yang masih dianggap orang asing oleh pria yang berdiri dihadapannya penuh amarah. ”Ayo pulang, oppa…”, sekali lagi gadis itu berucap dan makin membawa angan Baekhyun melayang pada kejadian beberapa tahun lalu. Saat gadis berambut sebahu itu masih ada dalam hari-harinya, gadis yang mampu memcairkan suasana dengan senyum manis dan candaannya. Satu orang yang menjadi semangat hidupnya setelah perceraian kedua orang tuanya, tapi gadis itu tak menepati janjinya dengan pergi dan tak akan pernah kembali. Menyisakan rasa sakit yang mendera disudut hati pria ini. Baekhyun tak dapan memungkiri jika gadis itu hampir atau bahkan sangat mirip dengan gadis dihadapannya saat ini. Entah itu takdir dari Tuhan atau apa jenisnya, salah satu fakta mengapa Baekhyun mau menolong gadis asing yang merajuk padanya adalah karena gadis yang tak lain bernama Son Hanun itu mirip dengan gadis pada masa lalunya. Sekali lagi biarlah Baekhyun menjadi pria kejam nan brengsek. Pria itu bungkam lalu kembali menarik Hanun untuk naik keatas motor untuk membawanya entah kemana.

 

 

***

Seorang wanita paruh baya sedang menikmani indahnya suasana malam dari balkon apartmentnya. Dari caranya berpakaian dia termasuk golongan orang terpandang. Dia menyesap wine dari gelas yang dibawanya, pikirannya melayang jauh menyeberangi luasnya samudera. Wanita itu sontak kaget saat sebuah lengan melingkar di pinggangnya tanda seseorang memeluknya dari belakang. Wanita itu lantas tersenyum mencium aroma yang tak lagi asing dari orang di belakangnya—Suaminya.

”Apa kau tidak kedinginan? Ini sudah malam?”, ucap pria yang makin mengeratkan pelukannya dengan aksen China yang kental dari caranya berbicara.

”Aku tidak merasakannya?”, sang wanita lantas meletakkan gelas yang berisi wine pada meja yang terletak disampingnya. Lantas dia berbalik dan menghadap pada suami barunya.

”Kau merindukan anak gadismu?”, sontak wanita itu menunduk. Senyumnya pudar mengingat anak gadisnya yang dia tinggal seorang diri di negeri kelahirannya. Sejenak dia kembali mendongakkan kepalanya, menggeleng pelan pada lelaki didepannya. ”Jika kau ingin mengunjunginya, aku bisa mengantarmu kesana?”, lelaki bermata sipit itu kembali berujar.

”Tidak. Aku tidak ingin kesana.”, dengan mantap wanita itu berujar. Seakan tak lagi peduli dengan anak gadisnya.

”Bukankah kau sudah hampir dua bulan kau tak menghubinginya?”, dari caranya bicara terkesan lelaki itu sangat berwibawa dan baik hati.

”Dia sudah besar, aku yakin dia bisa mengurus dirinya sendiri.”, jemari wanita itu merangkak naik menyentuh pipi suaminya. Mulutnya berbicara berbanding terbalik dengan hatinya yang berdentum kencang bila mengingat tentang anak gadisnya. ”Lagi pula dari yang aku dengar, kakaknya akan segera kembali dari Thailand. Mereka bisa hidup tanpaku”, dan wanita itu menyapukan bibirnya pada milik lelaki dihadapannya. Mengakhiri malam ini dengan masuk kembali kedalam apartment mewahnya.

 

***

 

Hanun turun dari motor Baekhyun saat disadarinya telah sampai didepan rumah pria itu. Dia masih berdiri didepan pagar saat dilihatnya Baekhyun justru tetap bertahan diatas jok motornya. Gadis itu menyerngit saat Baekhyun hendak melajukan motornya lagi.

”Oppa..”, dengan wajah was-was Hanun berjalan kedepan motor Baekhyun berusaha menghalang jalannya.

”Masuklah, aku masih ada urusan..”, ucapnya dingin tapi tak sekasar tadi. Hanun menggeleng keras membuat Baekhyun lagi-lagi menatapnya tajam.

”Masuk atau aku akan menyuruhmu keluar dari rumahku?”, ucapnya tak membuat Hanun goyah. Justru dia malah kembali naik ke jok motor Baekhyun dan memeluk pinggangnya.

”Aku tidak akan masuk kalau oppa tidak masuk..”, ucapnya samar dari belakang punggung pria itu. Baekhyun menghela napasnya kasar.

”Sekali saja kumohon..”, Hanun cukup tersentak mendengar suara Baekhyun yang beda dari biasanya. Terdengar halus dan penuh permohonan. Tapi tak membuat gadis itu turun dari motornya, dia makin mengencangkan pelukannya pada pinggang pria itu dan menggeleng keras. Baekhyun pasrah menghadapi gadis keras kepala seperti Hanun. Dia kembali melajukan motornya dan membawa gadis itu pada tempat tujuannya.

Beberapa menit setelahnya mereka tiba di depan sebuah bangunan yang tidak terlalu ramai mengingat waktu hampir menunjukkan pukul 11 malam. Hanun turun dari motor Baekhyun lantas mengekor pria yang berjalan mendahuluinya masuk kedalam bangunan itu. Pertama kalinya untuk gadis itu masuk kedalam tempat seperti ini, dia sempat berpikir jika didalam sana adalah sebuah bar dengan lampu disko berkerlap-kerlip, tapi setelah sampai disana yang gadis itu lihat beberapa meja bilyard dengan dominasi pria di dalamnya. Gadis itu terbatuk saat mencium asap rokok dari beberapa pria disana. Hanun makin merapat pada pria itu, kedua tangannya mencengkeram ransel yang ada dipunggung Baekhyun. Beberapa kali dia digoda oleh pria-pria yang dilewatinya, dan gadis itu terlihat bodoh saat baru menyadari jika dirinya hanya mengenakan hotpants setengah pahanya.

”Oppa..”, gadis itu berujar lirih membuat pria itu menghentikan langkahnya dan menoleh.

”Itu akibatnya jika tidak menuruti kataku..”, gadis itu tercekat dengan wajah yang sulit diartikan. Banyak mata-mata pria jahil yang menatap kearahnya. Dia merasa lengannya ditarik Baekhyun yang membawanya kesudut ruangan.

”Diam disini dan jangan kemana-mana..”, ucap pria itu sambil menyerahkan ranselnya pada Hanun. Gadis itu duduk di sebuah bangku panjang mengamati Baekhyun yang menjauh dan bergabung dengan beberapa rekannya di salah satu meja biliyard.

”Dia pria yang baik, sebenarnya..”, gadis itu kaget bukan main saat bangku disebelahnya diduduki oleh seorang pria. Ia menatap pria itu dengan was-was, sambil memeluk ransel Baekhyun kuat-kuat. ”Oh..tenanglah nona, aku bukan pria jahat..”, ucapnya lagi dengan sebuah senyuman menciptakan tatapan bingung dari gadis itu.

”Ba..bagaimana mungkin aku mempercayaimu?”, jawab gadis itu terbata sambil terus mengamati gerak-gerik pria disampingnya itu.

”Kau bisa tanyakan pada Baekhyun setelah ini..”, pria itu mengulas senyumnya lagi. ”Namaku Chen..”, gadis itu memandang tangan pria yang meminta berkenalan dengannya. Dalam hati ia masih harap-harap cemas apakah benar pria yang ada dihadapannya adalah pria baik-baik. Tapi mengingat senyum tulus yang dikembangkan pria itu, dengan sedikit gugup Hanun menjabat tangannya.

”S..Son Hanun..”, hanya sekilas lalu dia segera melepas jabatan tangannya. Hanun kembali menatap Baekhyun diseberang sana yang masih asik dengan permainannya.

”Aku tak tahu jika Baekhyun sudah berani memiliki kekasih lagi?”, Hanun kembali menoleh pada pria disampingnya itu.

”Maksudmu?”, ucap gadis itu.

”Aku temannya saat SMA dan kekasih sekaligus cinta pertamanya meninggal karena bunuh diri..”, pria itu kembali mengingat masa-masa suram seorang Byun Baekhyun beberapa tahun silam. Saat hanya ada satu orang yang dapat membuat Baekhyun tersenyum dan lagi-lagi orang itu meninggalkannya. ”Orang tua Baekhyun bercerai dan mulai saat itu dia keluar dari rumahnya. Hidupnya mulai berantakan dan mengenal dunia malam. Tapi hanya gadis bernama Aerin yang mampu membuatnya tersenyum, dan tiba-tiba Aerin justru bunuh diri karena masalah keluarganya..”, Hanun hanya tercengang mendengar kisah pria yang menampungnya saat ini.

”Lalu kenapa dia tidak tinggal bersama salah satu dari orang tuanya?”, ucap gadis itu antusias untuk mendengar kembali kisah pria itu meskipun itu dari temannya yang lain.

”Dia tidak akan mau. Pernah suatu hari untuk melampiaskan perasaannya pada Aerin di mencoba menjalin hubungan dengan kakak perempuan teman kami, tapi itu tak berlangsung lama. Dia menjadi pria yang dingin terhadap wanita dan kini hidupnya hanya bergantung dengan taruhan balap motor dan di tempat ini..”, Chen mengakhiri ceritanya.

”Tapi mengapa dia mau menolongku kalau begitu?”, hal itu memenuhi pikiran Hanun. Sejenak Chen mengamati wajah Hanun membuat gadis itu was-was.. ”A..apa yang kau lakukan Chen-ssi..”

”Kupikir karena kau mirip dengan Aerin, bahkan hampir seluruhnya..”, mata Hanun hampir meloncat dari rongganya.

”Be..benarkah?”,

”Kupikir seperti itu..”, jawan Chen lagi.

”Oh..”, dan gadis itu hanya bisa ber oh ria.

”Lalu jika Baekhyun kuliah, kau dirumah dengan siapa?”, pertanyaan Chen mampu membuat Hanun berpikiran dari mana pria itu tahu jika dia tinggal dengan pria itu?

”Darimana kau tahu aku tinggal ditempatnya, dan apa maksudmu dengan kuliah?”

”Tunggu sebentar, janagan-jangan kau tak tahu dengan siapa kau tinggal?”, Hanun menggeleng pelan menanggapi pertanyaan Chen.

”Kau jangan bohong? Kau benar-benar tak tahu jika Byun Baekhyun itu mahasiswa jurusan kedokteran dengan kepintaran tingkat akut dan nilai terbaik setiap ujian?”, gadis itu menganga mendengar penjelasan Chen. Dia tidak salah bicara kan? Atau mungkin pendengaran Hanun tidak sedang rusak kan? Baekhyun? Pria gengstar itu seorang mahasiswa terpandai.

”Jangan bercanda Chen-ssi?”

”Aku tidak bercanda Hanun-ssi, itu kenyataannya. Baekhyun mengambil kuliah pagi hingga sore dan malamnya dia berkeliaran di dunia bebas. Jangan hanya memandang luarnya saja, dia pria yang bisa menangkap apa yang diterangkan dosen hanya dengan mendengarnya saja..”, lagi-lagi gadis itu menganga hebat. Dia hampir saja menjatuhkan ransel pria itu kalau saja Chen tidak menahannya. ”Hanun-ssi, kau tak apa-apa?”, Hanun tersadar dari lamunannya lantas menggeleng. Ia baru saja akan mengucap beberapa bertanyaan pada Chen jika saja lengannya tidak ditarik seseorang.

”Ayo..”, Hanun mendongak dan mendapati Baekhyun sudah menariknya hingga berdiri. Gadis itu menyerahkan ransel yang dibawanya kepada pemiliknya lantas membungkuk singkat pada Chen.

”Kamsahamnida Chen-ssi atas perkenalannya..”, ucap gadis itu dan dijawab Chen dengan anggukan dan senyuman pastinya.

”Aku pulang dulu Chen..”, Kini giliran Baekhyun yang berucap dan lagi-lagi Chen hanya tersenyum. ”Thanks..”, ucap Baekhyun setelahnya.

Baekhyun berjalan melewati beberapa meja biliyard dengan Hanun mengekor dibelakangnya. Mereka baru saja akan mencapai pintu keluar saat tiba-tiba seorang pria menghadang jalannya.

”Jadi ini kekasih seorang Byun Baekhyun?”, ucap pria tadi dan lancangnya membelai pipi Hanun membuat gadis itu menegang dan mencengkeram ransel milik Baekhyun.

”Siapa yang mengijinkanmu untuk menyentuhnya, Kris?”, Baekhyun menampik lengan Kris yang ingin kembali menyentuh Hanun.

”Wah.. Benar kata Luhan. Calon dokter kita ingin menjadi pahlawan kesiangan..”, bukan Baekhyun namanya jika tidak gampang tersulut emosi.

”Hentikan omong kosongmu. Jangan bertindak semaumu hanya karena kau sulit mengalahkanku dalam banyak hal..”, Baekhyun tersenyum mengejek.

BUGH~

”Oppaaa…”, gadis itu menjerit saat menatap pria bernama Kris yang disebut Baekhyun melayangkan satu tinjuan.

”Kurang ajar kau Baekhyun..”, Kris akan berusaha meninju Baekhyun lagi kalau saja tidak ada beberapa teman yang menahan dibelakangnya.

Baekhyun berlalu tanpa menghiraukan apa yang dikatakan Kris, pria itu berjalan keluar tempan biliyard diikuti dengan gadis yang terisak dibelakangnya. Hanun menangis memikirkan pria didepannya yang menerima beberapa tinjuan hari ini, dan semua karena kehadirannya. Gadis itu merasa dirinya menjadi asal mula kesialan Baekhyun hari ini.

Baekhyun baru menyadari gadis itu menangis saat dia akan memberikan helm untuk dipakai gadis itu. Pria itu menghela napas dan menatap bosan gadis dihadapannya.

”Berhenti menangis dan berhenti berpikir jika semua itu salahmu..”, Ucapan Baekhyun tepat dengan pikiran gadis itu. Pria itu menyerahkan sebuah helm pada Hanun lantas menaiki motor sportnya, membawa gadis yang masih terisak dipunggungnya itu kembali kerumahnya.

 

 

***

 

Baekhyun berbaring diatas ranjangnya. Matanya menatap langit-langit putih diatasnya, pikirannya menerawang jauh pada masa-masa indahnya dulu. Pria itu menoleh kesamping menatap figura foto yang berisi gambarnya dengan seorang gadis yang tersenyum manis disana. Pria itu ingat foto itu diambil saat ulang tahunnya. Tanpa terasa air matanya jatuh membasahi pipi. Seorang Baekhyun pria dingin itu bisa menangis juga karena kenangannya dengan gadisnya yang kini telah tiada—Kim Aerin.

Pria itu sontak terduduk diatas ranjang saat menatap gadis yang masuk melewati pintu kamarnya, seorang gadis yang tiba-tiba membuatnya mengingat Kim Aerin yang telah dia coba lupakan. Seorang gadis yang teramat mirip dengan kekasih tercintanya dahulu–Son Hanun. Baekhyun membiarkan Hanun duduk diujung ranjangnya, sedangkan pria itu menundukkan wajahnya.

”Maafka…”

”Sudah kukatakan ini bukan salahmu..”, ucapan Hanun dipotong oleh Baekhyun. Gadis itu tertegun dan kembali bisu. Kamar Baekhyun diselimuti kecanggungan dua insan manusia yang masih sibuk dengan pikirannya masing-masing. Tiba-tiba, gadis itu menyerahkan ponsel miliknya kehadapan Baekhyun yang memandangnya aneh.

“Se..setidaknya beri aku nomor ponselmu..”, ucap Hanun sambil terbata menyembunyikan ekspresinya dengan menunduk. Baekhyun meraih ponsel gadis dihadapannya lantas mengetik sebuah nomor kesana. Setelah dirasanya selesai, pria itu mengembalikan ponsel gadis itu.

”Tentang Aerin eonnie. A..aku sudah tahu. Maaf.”, Hanun menunduk dalam takut pria itu akan menatapnya tajam lagi. Karena tak mendapat jawaban, Hanun mendongak dan kaget saat tatapan matanya jatuh pada pandangan Baekhyun. Pria itu sedang manatapnya, hanya saja tidak ada raut kemarahan disana. Hanun salah tingkah mengamati wajah pria yang bisa dibilang. Err.. Tampan.

”Kembalilah ke kamar dan tidurlah. Ini sudah malam..”, pria itu berujar pelan dan lembut membuat Hanun berpikir setan apa yang merasuki tubuh pria itu saat ini. Hanun tahu dia lelah begitu pula pria dihadapannya saat ini. Jam dinding di kamar Baekhyun menunjuk angka 2. Hampir pagi memang. Gadis itu merasa Baekhyun butuh istirahat untuk kuliahnya esok pagi. Sehingga dengan sedikit berat hati, gadis itu melangkah meninggalkan kamar Baekhyun. Hanun telah mencapai pintu, langkahnya terhenti dan dia berbalik.

”Oppa, terima kasih..”, tanpa menunggu respon apapun dari Baekhyun, gadis itu melangkah pergi menuju kamarnya. Menyisakan Baekhyun dengan pandangan yang sulit diartikan.

 

To Be Continued.

 

 

Hello aku balik dengan amat cepatnya.

Alhamdulilah setelah pesta graduation day kemarin aku makin semangat buat lanjutin ini FF.

Berhubung hari ini juga ultah leader kita.. uwaaaa

#HappySuhoDay semoga dia tetap bisa menjadi leader yang kuat buat EXO.

Maaf kalau chapter ini kurang menarik atau apa, semoga kalian tetap setia buat nungguin lanjutannya.

Buat reader, sebelum aku kasih protect nggak jelas sama FF aku mending hargai aku yang udah nulis capek-capek dengan tinggalkan komentar.

Yang pengen lebih deket sama aku, sharing-sharing aau apa bisa follow twitter aku di @EndartyanaRatih kalau mau minta follback mention ya.

Udah dulu, sampai ketemu chapter selanjutnya.

 

Leave your comment!!

313 responses to “You’re My Special [Chapter 2]

  1. Aku gak tau mau ngmong apa.. Baekhyun nya berasa misterius bgt,, kelihatan kejam. Tapi sbenarnya rapuh.. Ugh!
    Trus ibunya Hanun itu mak macam apa???? Masa anaknya ditelantarkan gitu aja?

  2. huwaahh ternyata anak jenius calon dokter yaa, jiiee baekie jenius..hahahahaaa
    ayo baek move on..tapi jangan dijadiin pelampiasan yaa sii hanun nyaa

  3. Ohh. karna hanun mirip sama kekasihnya yang udah meninggal tooo… Mungkin hanun bakal jadi pengganti aerin dihatinya baek yaaa. 🙂

  4. Hallo kak.. aku udah lama baca ff ini dan udah tamat dr lama jugaaaa. Dan skrg aku mau baca lagiii hehe..

  5. lebih penasaran ke ibunya hanun, apa sih alesan dia bisa kgk peduli lg sama hanun padahal rasanya dia tuh sebenernya sayang sama hanun pasti ada alesan utk itu, nambah penasaran dan aku masih penasran sama sosok baekhyun yg sebenarnya

  6. chapter 1 gk bisa kebuka jadi aerin itu meninggal karna bunuh diri agak lupa sedikit ama ceritanya

  7. itu pasti ibunya hanun tega banget dia anaknya luntang-lantung (bahasa apa ini) gak jelas dia malah hidup enak sm suami barunya, gak tahu nasib anaknya yg gak jelas….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s