[Freelance] The Grey Life {Teaser}

request-poster-light2

Tittle                     : The Grey Life {Teaser}

Author                  : Baba

Main Cast            : Byun Baekhyun, Shim Chaesa, Jung Eunji

Support cast       : EXO member

Genre                   : Marriage life, school life, romance, hurt

Rating                   : PG 17

poster                    : diajengdea23

Summary             :

Kau bisa melupakan semuanya

Tapi mohon jangan lupakan cinta kita

Kedua mata Chaesa membulat seketika ketika merasakan sesuatu yang bergerak dalam genggaman tangannya. Gerakan pelan yang membuat darahnya berdesir, membuat jantungnya berdetak tidak karuan. Ya tuhan, inikah saatnya?

Kedua mata Baekhyun terbuka secara perlahan. Senyum Chaesa melebar seketika. Dia bangkit dari kursinya dan semakin erat menggenggam lengan Baekhyun. saking bahagianya bahkan setetes air mata meluncur turun membasahi pipinya.

Dari belakang datang Chanyeol juga Chen yang buru-buru masuk setelah mendengar teriakan Chaesa. Byun Baekhyun sadar. Byun Baekhyun. suami Shim Chaesa akhirnya bangun dari komanya selama dua bulan, Byun Baekhyun CEO dari Byun Corperation akhirnya membuat matanya setelah terjebak dalam dunia mimpi.

Entah disengaja atau tidak, Baekhyun melepaskan tautan tangannya dari Chaesa. Rasanya sangat sakit, seperti ketika kau diangkat menuju langit yang tinggi dengan tangan yang ada digenggaman Baekhyun, namun satu detik kemudian dengan sengaja Baekhyun menjatuhkan Chaesa hingga membuat punggungnya membentur tanah kasar dan dari atas sana Baekhyun hanya terdiam sambil menatapnya.

“Ya Byun kau bangun, kau hampir membuat kita semua gila!” ucap Chanyeol dengan semangat yang menggebu-gebu. Baekhyun yang masih lemas hanya tersenyum kecil. Kyungsoo datang bersama seorang dokter, namanya Suho, dia adalah sahabat terbaik Baekhyun dan teman yang lainnya saat mereka masih SMA.

Tidak jauh beda, Suho juga terlihat bahagia ketika melihat tahu bahwa akhirnya sahabat baiknya telah sadar. Suho mengeluarkan beberapa alat dokter yang Chaesa juga tidak tahu apa namanya, yang jelas Suho tengah mengecek segala kondisi Baekhyun.

Setelah mengecek semuanya Suho menghela nafas pelan. Dari sikapnya Chaesa tahu, kondisi Baekhyun pasti akan baik-baik saja. dan demi apapun, Chaesa sangat bersyukur akan itu, walaupun kini kondisinya masih terlihat sangat lemah. Ya, Selama dua bulan Baekhyun hanya tidur dan tidak melakukan apapun pada anggota tubuhnya. Chaesa berjanji, setelah ini dia akan membawa Baekhyun pergi untuk berlari disekitar sungai han sama seperti kebiasaan mereka sebelum Baekhyun jatuh koma.

“Selamat datang kembali Baek, kau membuatku hampir gila. Kau tahu, istrimu sangat mengkhawatirkanmu” ucap Suho dengan wajah seolah olah marah pada Baekhyun karena tidak bertanggung jawab.

Bukannya kekehan ringan atau senyuman kecil yang tertera pada wajah Baekhyun, namun kerutan pada kening dan sipitan mata yang secara tidak langsung mengisyaratkan bahwa dia tidak mengerti. Istri? Siapa istrinya?

Baekhyun mengedarkan pandangannya, hanya ada Chaesa dengan wajah pucatnya namun terlihat jelas kalau dia seribu kali sangat bahagia, lalu ada Chanyeol yang tengah memperdebatkan sesuatu yang kecil dengan Chen. Yeah! Mereka memperdebatkan pukul berapa Baekhyun sadar. Lalu Suho yang tengah menuliskan sesutu pada kertas yang dia bawa. Mungkin itu salah satu catatan dokter tentang pasiennya. Namun ada satu yang kurang, seorang wanita dengan tingkat kepercaya dirian yang sangat tinggi.

“Dimana Eunji?”

Seluruh orang yang ada disana terdiam seketika ketika mendengar pertanyaan Baekhyun. Eunji? Untuk apa Baekhyun mengungkit nama yang sudah tidak berarti lagi bagi mereka. Bukankah seharusnya dia bertanya, dimana Byun Taehyun-anaknya yang menggemaskan itu?- atau bertanya apa yang telah dia lewatkan?

Chaesa menatap Suho dengan tatapan penuh tanya bahkan kedua matanya sudah mulai berkaca-kaca. Pertanyaan Baekhyun tadi sudah membuat hati Chaesa bagai diremukkan dengan sekali hentakan. Bagaimana bisa seseorang yang dia cintai mencari seseorang dari masa lalunya?

Dengan nafas yang tidak teratur-Suho juga cukup tegang sekarang ini- dia kembali mengecek kondisi Baekhyun. Chanyeol dan Chen melangkah mundur memberikan akses yang lebih luas untuk Suho menangani Baekhyun.

***

Chaesa duduk dibawah pohon yang ada disamping rumah sakit. Air matanya terus mengalir ketika mendengar bagaimana kondisi Baekhyun saat ini. terlebih ketika Baekhyun melupakannya, melupakan berbagai hal tentang dirinya dan segala yang telah mereka lakukan. Dan lebih menyakitkan ketika tahu, bahwa Byun Baekhyun masih terjebak dalam masa lalunya bersama wanita lain.

“Aku tidak tahu akan begini kejadiannya Chaesa, maafkan aku” Suho yang duduk disamping Chaesa hanya mampu mengusap rambut panjang Chaesa sayang. Bagaimana pun Suho sudah menganggap Chaesa sebagai adiknya sendiri. Chaea adalah saudara untuk Suho.

Chaesa mengusap air matanya pelan. Dia mencoba tersenyum walau satu detik kemudia dia kembali mengeluarkan air matanya. “Tidak apa-apa oppa, ini bukan salahmu”

Suho tersenyum lalu mengangguk. Dia menarik punggung Chaesa lalu memeluknya. Memeluknya seperti seorang kakak memeluk adiknya yang sedang rapuh. Chaesa sangat beruntung ada seseorang yang mau memeluknya saat ini, namun sungguh demi apa, dia sangat membutuhkan pelukan Baekhyun. pelukan suaminya, pelukan seseorang yang dia cintai.

“Cepat atau lambat, Baekhyun akan kembali mengingat semuanya, kembali mengingat kau, Taehyun dan segala tentang kalian” Chaesa mengangguk dalam pelukan Suho. Dia berharap ini adalah sebuah mimpi buruk yang ketika dia bangun Baekhyun telah ada disampingnya memeluknya erat lalu kembali membuatnya tidur dengan mimipi indah seperti saat lalu.

“Jadi dia hilang ingatan?”

“Tidak, dia ada yang salah dengan dirinya. Semuanya baik-baik saja. aku juga tidak tahu apa yang sedang terjadi”

***

                Keringat dingin mengalir deras dari kening Chaesa sesekali terdengar deru nafas keras, seperti seseorang yang tengah ketakutan, kepalanya bergerak kesana kemari. Rambutnya yang panjang sedikit berantakan karena sesekali Chaesa mengacaknya kasar lalu menjambakknya.

                Baekhyun yang tidur disampingnya tersadar akan apa yang terjadi pada Chaesa. Dia bangun lalu menepuk pelan pipi Chaesa, disingkirkannya rambut Chaesa yang menghalangi wajah cantiknya.

                “Yeobo, sadar ada apa denganmu?” tanya Baekhyun sambil sesekali mengguncangkan tubuh Chaesa pelan. Wanita ini, harus segera sadar. Baekhyun tidak tahan, dia tidak tega ketika wanita menyaikiti dirinya sendiri. Sebenarnya apa yang telah terjadi dengan Chaesa hingga membuatnya melukaidirinya sendiri?

                Chaesa membuka kedua matanya secara mendadak. Nafasnya memburu seperti seseorang yang baru sadar lari maraton sepanjang satu kilometer. Dilihatnya seorang pria yang menatapnya sambil mengerutkan kening. Baekhyun setidaknya tersenyum kecil ketika sudah melihat istrinya sadar dan berhenti menyakiti dirinya. Dengan gerakan cepat Chaesa berhambur kedalam pelukan Baekhyun hingga membuat Baekhyun sedikit terguncang dan hampir jatuh dari atas kasurnya, beruntung satu tangannya memegang dashbor kasur mereka, Baekhyun masih mampu menahan tubuhnya agar tidak jatuh. Setelah yakin bahwa dirinya tidak akan jatuh, Baekhyun melepaskan genggaman tangannya lalu beralih membalas pelukan Chaesa.

                Tangis Chaesa benar-benar pecah pada dada Baekhyun. kedua tangan Chaesa meremas kuat kaos hitam yang Baekhyun gunakan. Dia benar-benar ketakutan sekarang. Dengan gerakan lembut, Baekhyun mengusap punggung Chaesa dan membalas pelukan Chaesa dengan sangat erat. Bukan maksud apa-apa, dia hanya ingin membuat istrinya itu menjadi lebih tenang.

                Setelah beberapa menit, Chaesa masih dalam pelukan Baekhyun, namun kali ini dia terlihat lebih tenang, tangisnya sudah berhenti, namun kelihatannya dia menjadi begitu lemas. Baekhyun mendorong pelan tubuh Chaesa lalu melihat wajah Chaesa dengan baik.

                “Ada apa denganmu? Mimpi buruk? Mau cerita?” tanya Baekhyun dengan sangat lembut. Chaesa menatap kedua mata Baekhyun, dia ingin mengatakan sesuatu, dia ingin mengatakan jika dia baru saja mimpi sesuatu yang sangat membuat dirinya terguncang. Dia mimpi ketika suaminya pergi meninggalkan dirinya dalm berada dalam pelukan wanita lain. Rasanya sangat sakit dan menyesakkan. Wajah bukan jika Chaesa menangis, dia sudah terlanjur sangat mencintai Baekhyun. dan mimpi itu terlihat begitu nyata membuat Chaesa tidak bisa untuk tidak menangis. Namun lidahnya terasa kelu, dia bahkan tidak bisa untuk hanya mengucapkan satu kata pun.

                Baekhyun mengerti, setelah bertahun-tahun bersama Baekhyun setidaknya sudah mengetahui apa saja tentang Chaesa seperti saat ini, mungkin ketika besok pagi Baekhyun bisa bertanya pada Chaesa apa yang telah terjadi. Baaekhyun mendekatkan tubuhnya pada Chaesa. Dengan sangat lembut Baekhyun mengecup kedua mata Chaesa yang sembab secara bergantian. Setelah itu menuju ke pipinya dan mengecupnya cukup lama. Baekhyun berhenti sejenak ketika kedua matanya menatap bibir merah jambu Chaesa-yang selalu terlihat menggairahkan setiap saat- lalu selang satu detik kemudian Baekhyun mengecupnya lama. Memberikan segala ketenangan lewa kecupan sederhana yang sudah puluhan kali atau mingkin ratusan kali Baekhyun berikan pada Chaesa.

                Tidak lama, Baekhyun lalu melepaskan ciumannya. Dia menjauhkan wajahnya namun hanya beberapa senti, setelah itu dia tersenyum kecil “Sudah baikkan?”

                Chaesa menggeleng kecil, well, sebenarnya dia memang berubah sedikit lebih baik dari sebelumnya kecupan itu hanya membuat perubahan dalam hatinya hingga beberapa persen. Bahkan belum setengahnya. Dengan senyum lebar, Baekhyun kembali mendekatkan wajahnya pada Chaesa, dia kembali mengecup bibir kecil itu.

                Tidak hanya kecupan, kali ini Baekhyun menambahkan lumatan-lumatan kecil, melumat bibir atas Chaesa dengan sangat lembut lalu bergantian melumat bibir bawahnya. Tangannya tidak hanya diam, satu tangannya mengusap leher Chaesa membuatnya merasa geli dan mau tidak mau Chaesa ikut hanyut dalam permainan kecil Baekhyun ini. dengan kesadaran penuh Chaesa mengalungkan kedua tangannya pada leher Baekhyun, jari-jari lentiknya menyusuri setiap helai rambut Baekhyun. satu lagi tangan Baekhyun mulai bergerak nakal dari ujung kepala Chaesa berjalan pelan turun hingga kini ada dipundak Chaesa karena, ugh! Chaesa yang menghentikannya. Dia tahu kemana tangan itu akan pergi jika Chaesa hanya membiarkannya.

                Chaesa melepaskan tautan bibir mereka-membuat Baekhyun sedikit mengerucutkan bibirnya karena, Hey permainan baru saja dimulai.

                “Kau mengambil kesempatan dalam kesempitan Baek” Baekhyun menyeringai kecil ketika mendengar itu.

                “Tapi kau menerima kesempatan itu kan?”

                Chaesa menundukkan kepalanya, hell!! Iya benar dia memang menerima kesempatan itu lalu apa? Ugh! Bahkan dia tidak mampu untuk mengatakannya. Mimpi buruk tadi hilang entah kemana. Baekhyun kembali mendekatkan wajahnya pada Chaesa. Hembusan nafas Baekhyun menggelitik membuat Chaesa tidak bisa untuk tidak tersenyum.

                “Jangan membuang kesempatan Chaesa, karena kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya”

                Baekhyun kembali mengecup bibir Chaesa. Seperti sebuah narkoba yang memberikan candu, Baekhyun tidak dapat berhenti jika sudah menyangkut dengan ciuman bersama Chaesa. Baekhyun kembali melumat bibir Chaesa sedikiit lebih ganas sekarang, dia bahkan mengigit bibir bawa Chaesa. Dia ingin sesuatu yang lebih didalam sana. Chaesa menurut, dia membalas ciuman Baekhyun hingga mengeluarkan suara desahan aneh yang membuat Baekhyun semakin gila. Dengan gerakan pelan, Baekhyun mendorong kedua bahu Chaesa pelan untuk jatuh tidur diatas kasur dan Baekhyun menindihnya. Ugh! Malam ini akan jadi malam yang panjang bagi mereka berdua.

                ***

Hari sudah menjelang malam. Semenjak tahu bahwa Baekhyun kehilangan ingatannya selama beberapa tahu terakhir-Baekhyun hanya ingat saat dia duduk dipertengah tahun ketika dia kelas 3 SMA, saat dirinya masih bersama Eunji- dan Chaesa baru berani masuk kedalam ruangan Baekhyun ketika pukul sembilan malam. Seharian dia mengurung diri didalam kamarnya dan menangis sepuasnya. Dia butuh waktu sendiri. Dia butuh waktu untuk mempersiapkan segalanya. Dan dia berharap Baekhyun sudah tidur agar dia tidak mendengar pertanyaan mengenai wanita lain yang keluar dari bibir Baekhyun.

Namun salah, malam ini, Baekhyun masih terjaga dengan kedua tangan yang yang sibuk bermain dengan ponsel putihnya. Hati Chaesa mencelos seketika. Bagaimana ini, dia takut terjadi sesuatu, bukan yang sangat dia takutkan adalah, dia takut Baekhyun menanyakan sesuatu yang membuat dirinya sakit. Terlebih dia sangat takut ketika Baekhyun akan menanyakan tentang wanita lain. Eunji Jung Eunji.

Pria kecil-yang kira-kira berusia empat tahun- berlari mendekati ranjang Baekhyun. senyum riang dan teriakan nyaring membuat Baekhyun hampir saja menjatuhkan ponselnya. Baru saja dia akan berteriak kesal dan mengatakan sumpah serapahnya tangan kecil seseorang membuatnya membatalkan semuanya. Baekhyun sedikit mengerutkan kening kekita melihat seorang bocah yang sangat senang melihatnya. Memangnya apa yan telah Baekhyun perbuat hingga membuat bocah itu tertawa riang?

“Appa!! Appa sudah sadar? Appa! Aku merindukan appa!!” bocah itu memanggilnya, Appa? Jadi ini pria kecil yang Chanyeol dan Chen beritahu tadi siang. Byun Taehyun adalah anaknya dengan Shim Chaesa-yang sekarang sudah berubah menjadi Byun Chaesa-.

Pertama kali mendengarnya memang sangat membuaut Baekhyun terkejut. Bagaimana tidak, dia merasa jika hari kemarin adalah hari ketika dirinya dan Eunji tengah bertengkar hebat didepan sebuah halte bus, lalu ketika dia bangun dia sudah berada dirumah sakit dengan menyandang status sebagai istri Shim Chaesa. Sepertinya otaknya sudak mulai terganggu.

Mendengar suara aneh dibawah sana, Taehyun yang sedang mencoba naik katas kasur membuat Baekhyun kembali sadar. Dia tersenyum kecil ketika melihat tingkah menggemaskan dari anaknya. Sebenarnya rasanya terlalu asing, bagaimana bisa dia sudah mempunyai anak diusia semuda ini? atau, mungkin yang lebih tepat adalah, bagaimana mungkin dia mempunya seorang anak diusia yang dia kira masih muda.

Baekhyun menarik Taehyun naik keatas kasurnya. Lalu dengan cepat Taehyun berhambur kedalam pelukan Baekhyun. Baekhyun sedikit tersentak. Pandangannya beralih pada Chaesa yang masih terdiam diambang pintu dengan mata sendunya. Dia merasa, sakit sekali. Sakit karena melihat ekspresi Baekhyun yang tidak terlihat bahagia.

“Appa! Aku merindukanmu!!” ucap Taehyun dengan sangat riang. Baekhyun tersenyum kecil lalu membalas pelukan bocah itu.

“Nado, appa juga merindukanmu” bohong. Merindukan apanya? Dia bahkan tidak pernah tahu jika dia pernah mengenal bocah lelaki yang memiliki mata dan bibir yang sama seperti dirinya.

***

Chaesa berjalan menuju sofa lalu menyelimuti anaknya dengan menggunakan selimut yang dia bawa. Hanya tinggal menunggu sopir dan membawa Taehyun pulang. Dia tidak tega jika harus membiarkan anaknya sakit punggungnya hanya untuk tidur satu kamar bersama ayah yang telah melupakannya.

“Chaesa” Chaesa sempat tersentak ketika namanya dipanggil, rasanya begitu menyesakkan dan dia merindukan panggilan itu. jika saja Baekhyun tidak sedang melupakannya, maka Chaesa akan segera berlari berhambur kedalam pelukan pria itu lalu menangis tersedu-sedu dalam dekapan hangatnya dan mengatakan jika dia sangat merindukannya. Merindukan pelukan Baekhyun, rindu ketika namanya dipanggil, dan rindu ketika mereka berdua bersama dalam memadu cinta.

Chaesa membalikkan badannya untuk menatap Baekhyun. disana-ditempat tidur- Baekhyun tengah menatapnya dengan tatapan bertanya. Tanya yang mengatakan jika dia merasa ini semua adalah hal konyol yang terjadi pada dirinya.

“Katakan yang sebenarnya, kenapa aku bisa menikah denganmu? Apa kau menggodaku? Lalu bagaimana dengan Eunji, apakah aku telah mencampakkannya karena kau?”

_TBC_

 

Huaaaa ini nih salah satu dari ff project ku, gimana? Kalo banyak yang suka aku bakal lanjt next part waktu aku udah beres UKK, kalo sedikit yang suka, yaa terpaksa enggak bakal aku lanjut ini ff, aku liat suka atau enggaknya jadi banyaknya komen. Makasih yaaa 😀

                ask me on ask.fm : angginindyasari

dan follow Twitter aku : @AnggiNindyas

 

115 responses to “[Freelance] The Grey Life {Teaser}

  1. Huwaa pliss lanjut thor, miris banget deh bacanya, baekhyun hilang ingatanny seram ah lupa sama istri dan anak sendiri. Keep writing thor, nan neomu johayo^^

  2. tega bnget baekhyun blng chaesa nggodain dy….. seakan” chaesa it cwex murahan…..

    daebak thor..
    next…
    keep writing

  3. aku suka sma jalan cerita’a walaupun sedih bacanya tpi ini bikin aku penasarann..
    jebal dilanjut..^^

  4. Benar-benar HARUSS LANJUT thor kasihan chaesa dilupain sama suami sendiri. Aku penasaran sama kisah mereka selanjutnya. jangan lama-lama ya thor..

  5. waaaaaa~ gak sabar,, bener ngak sabar thor..
    serial kelanjutan kehidupan baek ama chaesa.. penasarn bgt. bacanya miris bgt sampe nyayat ke hati thor lihat baek ngelupain chaesa.. aduh, jdi inget ff you don’t know everything.
    thor boleh mintk link chap endnya u don’t know everything g’ thor, udah aku cari2 gak ketemu2 padahal pwnya aku udah dapet dari author, dan ak gak punya twit thor, jdi gak bisa nanya disitu. moga2 author lagi mood jadi dikasih deh linknya. gomawo 🙂

  6. I’ve been waiting for a long time, authornim. tapi kenapa lama banget yaa update chapter 1 nya? Sumpah penasaran sama kehidupan mereka selanjutnya. kasihan juga Chaesa sm anaknya dilupain baekhyun T_T

  7. astaga astaga astaga…….. ini miris ceritanya kasian chaesa kasian taehyun juga 😦
    duh penasaran apa yg bikin baek koma sblmnya smpe amnesia gini trs ttg eunji juga penasaran bgt eon…………..

  8. Huaa author.. aku baru nemu ff ini dilanjut dong thor!! Serius ini keren banget!! Alurnya seru penasaran juga ujubgnya bakal kayak gimana?? Lanjut dong thor!! Aku tau ini udah telat bnget -,- Fighting!!

  9. aku baru nemu ff ini,,
    Lnjut ,,,,,
    Oya Dmana aku bisa menemukan ff you don’t know everything nya,,,
    Aku suka banget sama ff itu,,, gomawo
    Oya bias kita sama anggi,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s