[Freelance] THE SWAN

The Swan Poster

THE SWAN

 

Author : aaahraaa

Genre : Life, Romance, Melodrama, Hurt

Main Cast : –     Kim Daehee ( Original Character )

–          Byun Baekhyun (Exo)

Length : Multichapter

Rating : PG-15

Disclaimer :

Cerita ini murni tulisanku.

Byun Baekhyun milik orangtuanya,sment dan tuhan sementara

Kim Daehee hanyalah karakter fiktif.

Warning :

Karena cerita ini adalah hasil imajinasiku so, please jangan plagiat.

Please jangan jadi silent readers, silahkan tinggalkan comment setelah membaca cerita ini.

Maaf bila typo bertebaran.

 

Ini bukan cerita tentang seorang gadis yang dikutuk menjadi seekor angsa.

Melainkan cerita tentang seorang gadis ambisius yang takut untuk menghadapi masa lalunya.

 

The Swan – Chapter I

 

 

Seorang gadis bersurai hitam disanggul tinggi sedang memakai pointe shoes miliknya berwarna putih yang sedikit usang, entah mengapa ia lebih menyukai memakai pointe shoes pemberian ibunya daripada yang sering dibelikan oleh ayahnya.

 

Kim Daehee, si gadis berambut hitam disanggul tinggi, mulai menekan tombol play pada audio yang terdapat di ruangan tersebut. Kemudian mulailah ia menggerakkan kaki dan tangannya sesuai dengan irama pada musik yang sedang dimainkan, raut wajah daehee nampak memancarkan aura keanggunan yang ia miliki.

 

Tiba-tiba suara pintu yang diketuk terdengar dan munculnya seorang pria berperawakan tinggi. Daehee langsung menghentikan gerakannya dan mematikan musik di speaker miliknya.

 

“Maaf menganggumu,nona. Ada yang ingin saya sampaikan.”

 

Daehee menaikkan sebelah alisnya, kemudian ia menghiraukan sekretaris ayahnya dan melanjutkan gerakan yang sempat terhenti.

 

“Ini sungguh penting,nona.”

 

Suara pria tersebut mengganggu konsentrasi Daehee, tentu saja ia kesal. Daehee menghela nafas lalu dengan raut muka datar ia berkata, “Ada apa?”

 

“Kim Sajangnim ingin ada bertemu dengannya sekarang,nona. Ada hal penting yang ingin ia bicarakan kepada nona. Kalau begitu permisi,nona.”

 

Suara pintu tertutup terdengar pertanda pria berperawakan tinggi tersebut sudah pergi. Daehee menahan kesal, siapa yang tidak kesal baru saja ia melakukan gerakan selama beberapa menit tiba-tiba harus dihentikan. Segera saja Daehee bergegas agar tidak membuat ayahnya menunggu terlalu lama.

 

ooo

 

Kim Daehee mulai menuruni tangga menuju ruang makan, sebelum sampai di ruang makan, ia telah di sambut oleh beberapa pelayan. Daehee pun tampak tak memperdulikan mereka dan berjalan seperti biasa, beberapa pelayan yang melihatnya memaklumi anak majikan mereka yang sifatnya memang seperti itu.

 

Daehee memasuki ruang makan yang sebelumnya pintu ruangan tersebut telah dibuka oleh 2 orang pelayan pria. Ruang makan tersebut nampak sangat mewah, ada sebuah meja makan panjang dan kursi yang jumlahnya sekitar enam belas kursi, yang membuat ruang makan tersebut semakin terkesan mewah adalah adanya sebuah lampu kristal raksasa yang menjuntai panjang kebawah dan sebuah cerobong asap raksasa yang diatasnya ada sebuah lukisan monalisa. Sungguh mewah kan?

 

Tuan Kim mempersilahkan Daehee duduk di kursinya setelah Daehee datang, dengan wajah gembiranya, Tuan Kim memanggil anaknya, “Daehee-ya?”

Beberapa pelayan menyuguhkan makanan yang tersaji untuk Tuan Kim dan Daehee, setelah selesai mereka membungkuk sejenak lalu pergi.

 

Masih dengan tatapan datarnya Daehee meminta ayahnya langsung ke pokok masalahnya, “Ayah ada apa memanggilku? Ayah tahu kan aku tadi sedang latihan?”

 

“Aigoo, anak ayah marah-marah terus. Kau tahu? Ayah telah mendaftarkanmu kelas balet milik teman ayah. Ayah tahu kau selalu latihan sendiri disini, tak ada salahnya kau latihan dengan yang lainnya.” Jelas Tuan Kim.

 

Salah satu alis Daehee terangkat selalu saja seperti itu apabila ia heran dan kemudian ia berkata, “Maksud ayah aku tidak punya teman,begitu?”

 

Tuan Kim tertawa mendengar pertanyaan anak semata wayangnya, sungguh anaknya benar-benar paham makna tersirat yang ia tuturkan kepadanya. Karena tak tahan mendengar suara tertawa ayahnya, Daehee mencoba meminum teh gingseng merah asli korea.

 

“Daehee-ya, bagaimana dengan kuliahmu? Apakah menyenangkan? Apa ada seseorang yang membuatmu tertarik?” Suara tawa Tuan Kim mulai terdengar kembali.

 

Sungguh, Daehee benci sekali dengan pertanyaan-pertanyaan yang ayahnya berikan. Sebenarnya bukan pertanyaan-pertanyaan tetapi hanya sebuah pertanyaan yang membuat ia benci yaitu apakah ada seseorang yang membuat ia tertarik. Dan Daehee pun pasti akan dengan lantang menjawab belum, tapi itu akan membuat ia malu sendiri setidaknya ia masih memiliki rasa malu.

 

“Apakah ayah sudah selesai menertawakanku? Kalau sudah, aku ingin ke kamar.” Kemudian Daehee berdiri dan bergegas pergi tetapi suara ayahnya menghentikan langkahnya.

 

“Jangan lupa besok pukul 3 sore,Daehee-ya.”

 

Tanpa menoleh, Daehee melanjutkan langkahnya menuju kamar walaupun ia mendengar penuturan ayahnya dan mengerti maksud dari penuturannya. Tuan Kim hanya mendesah melihat kelakuan anak semata wayangnya dan satu-satunya keluarga yang ia punya tidak berubah sama sekali selama sepuluh tahun ini.

 

ooo

 

Mendengar Prof. Park pidato membuat Daehee bosan setengah mati. Yang lebih parahnya lagi Prof. Park sedang membicarakan topik cinta pertama−topik yang sangat ingin ia hindari− dan itu tidak ada hubungannya dengan kejurusan yang sedang ia ambil ini, collage of music, benar-benar menyebalkan.

 

Beruntunglah terdengar bunyi pertanda materi yang di ajarkan sudah selesai dan Daehee bersyukur akan itu setidaknya topik yang dibahas hari ini tidak akan terdengar lagi olehnya. Daehee merapikan buku yang tergeletak di mejanya lalu memasukkan kedalam tas, dan ia langsung bergegas menuju kelas balet yang akan diikutinya nanti mengingat sebentar lagi pukul 3 sore. Daehee berjalan menuju pintu utama universitas, ia yakin salah satu utusan ayahnya akan menjemputnya. Sembari berjalan Daehee melihat melalui ekor matanya bahwa banyak mahasiswa dan mahasiswi yang melihatnya dengan penuh takjub, tetapi ia tak peduli. Untuk apa ia peduli? Selama mereka tidak membicarakan hal buruk tentang dirinya.

 

Pintu utama universitas sudah terlihat cukup ramai karena adanya beberapa pengawal yang memang diutus untuk menjemput Daehee dan ditambah lagi banyak mahasiswa-mahasiswi yang melihatnya dengan penasaran. Siapa yang akan dijemput oleh beberapa pengawal ini? Mungkin itu pertanyaan yang kira-kira akan mereka lontarkan.

 

Pintu mobil untuk penumpang belakang dibuka oleh salah satu pengawal lalu ditutup kembali setelah Daehee masuk, tatapan Daehee hanya lurus kedepan tanpa melihat mereka−mahasiswa/mahasiswi−yang memandangnya dengan iri.

 

Aku tak peduli.

 

ooo

 

Salah satu ruang latihan terbesar di Latanza−nama kelas balet tersebut−terdengar suara keributan yang terjadi dikarenakan adanya sebuah fakta bahwa salah satu balerina terbaik yang berasal dari negeri paman sam itu mendaftarkan diri di Latanza.

 

“Aku mengaguminya, kalian harus tahu bagaimana penjiwaannya pada saat melakukan gerakan. Dia benar-benar sangat hebat.”

 

“Aku setuju denganmu, pasti sangat keren sekali .”

 

“Aku belum pernah melihatnya, tetapi mendengar cerita kalian pasti ia sangat hebat.”

 

Seluruh siswi menoleh kearah salah satu teman mereka yang belum pernah mengetahui bahkan mungkin belum pernah melihat Daehee, raut wajah mereka melihat Yura−siswi yang berkata ia belum pernah melihat Daehee−seakan akan berkata ‘Apa kau serius?’ dan Yura yang melihat hanya meringis tidak jelas.

 

Pintu ruang latihan tersebut terbuka dan masuklah instruktur mereka bersama dengan seorang gadis berambut hitam disanggul tinggi, siapa lagi kalau bukan Kim Daehee.

 

“Baiklah semuanya, kita langsung saja mulai latihannya.”

 

Instruktur itu berjalan ke arah speaker lalu menekan tombol play. Semua para siswi tampak mengalami sedikit masalah mengenai gerakan yang baru saja kemarin diajarkan kecuali Yoon Yura dan Kim Daehee. Yura sendiri sudah berlatih semalaman mengingat gerakan yang kemarin diajarkan akan dijadikan ujian untuk kenaikan tingkat sedangkan Daehee, sedari dulu ia memang sudah hafal dengan gerakan ini dan hal tersebut membuat Yura sedikit kagum dengan Daehee.

 

Setelah sekitar 2 jam berlatih, semua para siswi diijinkan untuk pulang. Salah satu dari para siswi menghampiri Daehee yang sedang membenarkan ikat rambut yang sedikit berantakan, “Kau Daehee kan? Yang berasal dari Amerika? Senang berkenalan denganmu, aku Han Sora.”

 

Daehee tetap terdiam sembari melihat tangan Sora yang menjulur ke arahnya, bukannya membalas jabatan tangan Sora, Daehee hanya menatap wajah Sora dengan ekspresi datarnya sejenak lalu pergi. Han Sora hanya bergeming melihat tindakan Daehee tadi, setelah tersadar ia segera mengikuti temannya menuju ruang ganti namun dengan raut wajah yang sepertinya kecewa.

 

Daehee melangkahkan kakinya menuju ruang latihan khusus untuknya, ruang tersebut hanya ia yang boleh menggunakan. Daehee meminta ayahnya memberikan ruang latihan khusus untuknya sebagai salah satu syarat yang ia ajukan kepada ayahnya, baru ia akan mengikuti kelas balet di Latanza.

 

Ruangan tersebut sangat luas apalagi yang menggunakan hanya Daehee seorang, padahal kapastias ruang latihan tersebut sekitar duapuluh orang lebih. Bisa dibayangkan betapa luasnya ruangan itu,kan? Namun, Daehee menyukai tempat latihan yang luas, menurutnya itu dapat membuat ia bebas untuk bergerak tanpa ada yang mengganggunya. Ya itu cukup masuk akal.

 

Suara alunan musik terdengar di seluruh ruangan tersebut. Dengan perlahan-lahan ia mengikuti irama beberapa lagu yang dimainkan. Lagu klasik tersebut merupakan salah satu lagu favoritnya. Gerakan kaki dan tangannya sangat teratur, dan ia turut tenggelam dalam alunan lagu tersebut.

 

ooo

 

Semenjak kuliah, tak pernah sekalipun laki-laki berusia duapuluhsatu ini memasuki gedung dimana tempat ibunya bekerja. Selama ini ia selalu sibuk dengan kuliah dan mengurusi beberapa tugas perusahaan yang ayahnya percayakan kepadanya. Byun Baekhyun−nama laki-laki tersebut−memasuki gedung Latanza milik ibunya. Ibunya dulu adalah seorang ballerina namun sekarang ia hanya menjadi pelatih dan membuka kelas balet untuk mencari ballerina yang bisa diikutkan kejuaraan.Mengingat ibunya adalah seorang pemimpin sekaligus pemilik, maka ruangannya berada di lantai 10.

 

Ibu benar-benar membuatku lelah.

 

Baekhyun lelah? Tentu saja karna ia sehabis pulang dari jepang untuk mengurusi perusahaan ayahnya disana. Baekhyun juga merasakan bagaimana repotnya ia mengurusi perusahaan ayahnya disana, walaupun untuk kuliah ia sudah mendapat izin cuti selama beberapa bulan. Baekhyun memasuki lift lalu menekan tombol angka 9, karna di lift memang tidak disediakan tombol angka 10. Bunyi dentingan lift terdengar oleh Baekhyun, lalu ia keluar dan melangkah menuju escalator yang berada tepat di sebelah kiri lift.

 

Namun, langkahnya terhenti ketika ia mendengar alunan lagu yang sumbernya berada di salah satu ruangan di lantai 9 tersebut. Karena penasaran, Baekhyun melangkah kakinya perlahan menuju arah sumber suara.

 

Pintu ruang tersebut tidak tertutup dengan rapat sehingga ada celah dan memperlihatkan seorang gadis sedang menari mengukuti irama alunan lagu tersebut. Baekhyun cukup terkagum melihat bagaimana tubuh ramping gadis tersebut sangat indah bila menari ditambal lagi dengan raut wajah gadis itu yang memancarkan aura keanggunan seolah-olah Baekhyun terhipnotis olehnya.

 

Tak terasa Baekhyun sudah memandanginya dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan, tiba-tiba saja ponselnya berbunyi dan tertera nama ibunya. Sontak saja gadis itu menoleh ke arah Baekhyun lalu berkata, “Siapa disana?”

 

Baekhyun yang mendengar suara gadis itu hanya tersenyum kikuk sejenak lalu menutup pintu tanpa mengucapkan sepatah-katapun. Dan ia menyandarkan tubuhnya ke dinding lalu tangannya menyentuh dadanya sembari mengatur nafasnya.

 

Kau benar-benar telah menghipnotisku,nona.

 

ooo

A/N :

Hai kembali lagi sama aku^^

Maaf banget belum bisa melanjutkan sequel ‘Goodbye,dear’ nya.

Karena tiba-tiba otakku menyuruh untuk aku bikin cerita baru /plaak/.

Sebenarnya cerita ini terinspirasi dari film Black Swan, pada tau kan?

Tapi tenang aja, alur ceritanya tentu beda. Aku hanya terinspirasi lho ya bukan mengikuti jalan ceritanya. Jangan lupa comment-nya yaa^^ likes juga boleh kok~

안녕 !!! >.<

7 responses to “[Freelance] THE SWAN

  1. Next Thor.. Itu Si Kim Da Hee ceritanya dingin gitu?? Hohohohoho~ feel nya belum Kena
    Yaiyalah, masih Chap 1 -_-
    Keep Writing Thor
    Oya, Itu Baekhyun langsung suka sama Dahee?

  2. Nice story 🙂 bhasa penulisan author jg bgus, gak sbr nggu kelnjutannya ~~ Next chapter ditunggu~~

  3. kereeen..
    bagus jalan ceritanya..itu daehee dingin bgt si, apa ada masalah sama masa lalunya ??
    baekhyun jatuh cinta kah sama daehee??
    kkkk…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s