He’s Back When My Best Friend Is Gone

ulzzang-ulzzang-girls-cute-fashion-photography-favim-com-4710561

Title : He’s back when my best friend is gone

Author : feeyaa (@kmjong1n)

Main cast :

–          Kim Nayoung (OC)

–          Byun Baekhyun (EXO-K)

–          Oh Sehun (EXO-K)

Genre : friendship, sad

Rating : T

Length : OneShoot

Disclaimer : sebenarnya author pengen lanjutin chap 3 dari the six crazy girl tapi entah mengapa malah jadi ff begini haha oke met baca readers~

 

Suasana kota seoul begitu sejuk hari ini. Terlihat salju-salju menutupi atap-atap bangunan hingga trotoar. Wajar jika hanya ada beberapa orang yang berlalu lalang menggunakan jaket tebal sembari meniup-niup telapak tangannya.

Salah satu dari mereka terlihat seorang yeoja membawa beberapa buku sembari membenarkan letak kacamatanya yang melorot.

Yeoja itu berhenti di sebuah apartemen dan melangkah menuju pintu bernomor 24. Dia meletakkan buku itu di sebuah meja dan segera merebahkan tubuhnya di kasur.

“Aishh jinjja.. Aku mengantuk sekali”gumamnya

Saat dia ingin memejamkan matanya, terdengar bunyi ponsel bergetar di saku jaket tebalnya. Yeoja itu menghembuskan nafasnya dengan kasar dan segera mengangkat ponselnya.

“Yeoboseyo?”

“Nayoung-ahh apa kau tidak ingat dengan janji kita?”

“Ne.. Aku ingat”

“Kau dimana sekarang eoh?”

“Aku di rumah. Aku akan segera kesana”

Tut tut tut..

Nayoung mematikan ponselnya dan segera beranjak ke kamar mandi.

 

“Aish jinjja nayoung-ah.. Kau begitu manis”baekhyun menatap nayoung yang menggunakan dress sutra berwarna pink lengkap dengan bando kupu-kupu dengan warna senada.

“Ayolah baekhyun.. Kau tak usah merayuku seperti ini.. Cepat katakan apa maumu? Aku tidak suka basa-basi”ketus nayoung sambil membenarkan letak kacamatanya

“Nayoung-ahh…”

“Emmm”

“Kita bersahabat sudah berapa tahun?”

“Emm, 7 tahun mungkin”tebak nayoung

“Yap kau betul. Dan kurasa sebaiknya kita tidak usah bersahabat lagi”

“YA!! Byun Baekhyun!! Kau tidak mau bersahabat lagi denganku eoh? Apa kau tidak punya uang lagi untuk membelikanku bubble tea? Ayolah baekhyun, kau bercanda kan?”Nayoung menatap baekhyun dengan tatapan tidak mengerti.

“Ani nayoung-ah.. Hanya saja aku ingin kau menjadi yeojachingu ku saja”ujar baekhyun segera meraih tangan nayoung dan menggenggamnya erat.

“MWO?”

“Ne nayoung-ah, kau mau kan? Aku menyayangimu”

“Baekhyun-ahh apa kau tidak ingat perkataanku saat kita duduk di taman sebulan yang lalu?”Tanya nayoung.

 

“Nayoung-ah apa kau punya namjachingu?”

“Ne.. Aku punya tapi kita berpisah saat dia memutuskan akan melanjutkan kuliahnya di amerika”

“Apa kau masih menyayanginya?”

“Ne baekhyun-ah, aku sangat menyayanginya, dia bilang padaku dia akan kembali nanti”

“Apa kau akan menunggunya?”

“Ne”

“Selamanya?”

“Ne.. Aku akan menunggunya”

 

“Apa kau masih mengharapkannya?”Tanya baekhyun

“Ne baekhyun. Dia akan kembali bulan april”

“MWO? Dan kau tidak ingat jika bulan april sudah lewat? Ayolah nayoung, sekarang bulan mei”

“Ne baekhyun, aku tahu. Tapi aku percaya dia akan kembali dan menemuiku”

“Arraseo.. Terserah kau sajalah”

“Tapi kita tetap sahabatkan?”Nayoung menatap baekhyun sembari mencubit pipinya.

“Tentu saja nayoung”baekhyun mengacak rambut nayoung gemas.

Nayoung hanya cekikikan melihat tingkah baekhyun.

“Kau masih ingin disini? Aku mau pulang. Ada sesuatu yang harus kuselesaikan”baekhyun beranjak dari kursinya sambil menatap nayoung yang masih memperbaiki rambutnya.

“Ne baekhyun-ah, kau pulang saja duluan, hati-hati”

Baekhyun hanya mengangguk kecil dan segera berlalu meninggalkan nayoung yang masih berkutat dengan pikirannya sendiri.

 

“Apa sehun akan benar-benar kembali?”

 

Nayoung masih asyik dengan mimpinya walaupun ponselnya berdering dengan keras. Dan entah ini sudah yang keberapa kalinya, ponsel yeoja itu masih saja berdering dengan keras tidak membiarkan mimpi nayoung berlanjut. Tak lama nayoung pun bangun dari tidurnya dan mengumpat kesal sembari mengangkat ponselnya.

“Yeobose-”

“YA!! KIM NAYOUNG! Kau dimana eoh?”

“Eomma ada apa? Ya tentu saja aku di apartemenku”

“Kau tidak tahu eoh? Sehun sudah kembali! Apa kau tidak ingin menemuinya?”

Sehun sudah kembali.

Sehun sudah kembali.

Entah kenapa kalimat itu membuat nayoung serasa mati kutu. Yeoja itu hanya bisa diam mendengar perkataan eommanya.

“Kenapa eomma bisa tau jika dia sudah kembali?”

“Eomma melihatnya tadi duduk di teras rumahnya”

“Ne eomma. Aku akan kesana”

Tut tut tut

Nayoung segera beranjak dari tempat tidur dan bersiap-siap menemui sehun. Masa lalunya.

 

Nayoung tiba di rumah eommanya tepat saat dia melihat sebuah mobil berwarna hitam keluar dari pagar rumah sehun. Yah, rumah sehun dan nayoung memang bersebelahan. Itulah sebabnya mereka sangat akrab dan bahkan berpacaran.

Nayoung tak sempat menemui eommanya karena yeoja itu sudah tidak sabar lagi bertemu dengan sehun. Tepat saat dia berdiri di depan pagar rumah sehun, yeoja itu melihat seorang namja menggunakan T-shirt hitam polos dan jeans lengkap dengan sepatu sportnya sedang duduk di kursi teras sambil mengutak-atik ponselnya.

Nayoung hampir saja meneteskan air mata saat melihatnya.

Dia sehun.

Dia oh sehun.

“Sehunniee”teriak nayoung sambil menghampiri sehun

“Na.. Nayoung? Kau nayoung kan?”Tanya sehun tak berkedip melihat nayoung yang berjalan menghampirinya.

“Ne sehunnie.. Aku nayoung. Kau benar-benar kembali?”

“Aku sudah janjikan padamu, jika aku akan kembali. Dan menemuimu”

Nayoung tak bisa mendeskripsikan betapa bahagianya dia hari ini. Dia tak bisa mencegah dirinya. Dia sangat ingin memeluk sehun sekarang.

Tepat saat nayoung ingin memeluk sehun, tiba-tiba seorang anak kecil menghampiri sehun dan memeluk kakinya. Nayoung menatap anak kecil itu heran dan beralih menatap sehun seakan bertanya mengenai hal ini.

“Appa? Eomma ma..mana?”Anak kecil itu tiba-tiba berbicara sambil menatap sehun.

“Se..sehuniee? Apa dia?”Nayoung menatap sehun dan anak kecil itu bergantian

“Ne nayoung-ah dia putraku”ujar sehun sambil menatap anak kecil itu.

“Apa kau sudah menikah?”Tanya nayoung

“Ne nayoung-ah”

“Kenapa kau tidak memberitahuku eoh? Kenapa kau menyuruhku menunggumu tapi kau sudah punya orang lain? Wae sehun? Wae? “Teriak nayoung kesal sambil menatap sehun dengan mata berkaca-kaca.

“Bukan begitu nayoung-ah, aku ingin memberitahumu tapi ponselmu selalu saja tidak aktif”

“Sudahlah sehun.. Aku kecewa!!”

“Nayoung-ah kau tak perlu seperti ini. Kita masih bisa berteman kan? Kau tau? Aku juga melakukan ini karena terpaksa”sehun menahan lengan nayoung yang berniat untuk pergi.

“Arraseo. Aku mengerti. Bisakah kau melepaskan tanganku? Aku mau pulang”ujar nayoung sambil berusaha melepaskan tangan sehun.

“Bukankah rumahmu di sebelah?”

“Ani.. Aku sudah tinggal di apartemen. Emm sehun bisakah kau melepaskan tanganmu?”Tanya nayoung sambil menatap sehun dengan mata yang sembab.

“Baiklah. Pulanglah. Aku menyayangimu… Kim nayoung”

“Ani sehunnie. Kau tak boleh menyayangiku. Kau sudah punya org lain. Apalagi kau sudah punya pangeran kecil ini.”Nayoung menatap anak kecil itu.

Sehun tak mengubris perkataan nayoung, dia malah menatap nayoung dalam.

“Baiklah.. Aku pulang dulu. Sampaikan salamku pada yeoja yang beruntung itu”nayoung melambaikan tangan sambil menyunggingkan senyum manisnya dan berlalu meninggalkan halaman rumah sehun.

Sehun membalasnya dengan lambaian tangan juga tanpa tersenyum. Dia menatap nayoung seakan tak ingin membiarkan yeoja itu pergi. Tapi, dia tidak bisa. Sampai kapanpun dia tak bisa mencegah nayoung. Yeoja itu meninggalkannya dengan dan dia yakin yeoja itu tak ingin melihatnya lagi.

 

Nayoung pov

‘Appa.. Eomma ma..mana?’

Aish jinjja kenapa suara anak kecil terus mengiang di kepalaku. Aku memukul kepalaku berulang kali berharap suara itu agar lenyap. Aku segera berlari ke mobilku saat kurasa air hujan mulai menetes ke kepalaku. Segera kurogoh tasku untuk mencari ponselku, aku berniat menghubungi baekhyun dan memberitahunya tentang ini. Entah dia akan ketawa atau malah sedih yang jelas aku harus menemuinya sekarang. Entah kenapa aku sangat merindukan namja itu. Tapi, kenapa ponselku belum kudapat juga? Kukeluarkan semua isi tasku. Aku tidak mendapat ponselku juga. Sepertinya ponselku tertinggal di apartemen. Tadi aku terlalu terburu-buru menemui sehun. Aish. Sehun lagi. Namja itu sudah meninggalkanku. Ani. Namja itu sudah kutinggalkan.

 

Saat pulang dari rumah sehun, aku mengunjungi rumah baekhyun dan tidak sempat ke apartemen mengambil ponselku.

Aku tiba di rumah baekhyun tepat saat gerimis berhenti. Suasana rumah baekhyun sangat sepi. Biasanya mobil appanya terparkir disana. Kutekan bel beberapa kali tapi tak ada tanda-tanda pintu ini akan dibuka. Sepertinya baekhyun tidak di rumah. Aku berniat pulang tetapi aku mendengar suara pintu terbuka. Aku menoleh dan mendapati eomma baekhyun yang tersenyum hangat padaku.

“Ahjumma, aku mencari baekhyun”

“Mwo? Baekhyun? Apa baekhyun tidak menghubungimu? Baekhyun ke bandara 2 jam yang lalu. Dia akan melanjutkan kuliahnya di amerika.”

Baekhyun

Melanjutkan kuliahnya.

Di amerika.

Entah berapa kali kalimat itu menghantui pikiranku. Aku merasa aku tak bisa menopang tubuhku lagi. Aku sedih. Kecewa. Mengapa baekhyun tak menghubungiku jika dia ingin pergi?

Ponselku kan tertinggal di apartemen.

Aishh jinjja nayoung kau memang pabo, aku yakin baekhyun pasti menghubungiku tadi.

“Oh geurae.. Ahjumma aku pulang dulu”pamitku pada eomma baekhyun

“Ne nayoung. Hati-hati. Baekhyun menitip salam padamu”

Aku hanya tersenyum dan segera meninggalkan rumah baekhyun.

 

Kubuka pintu apartemenku dan saat itu juga aku melihat ponselku yang tergeletak di atas kasur.

Aku melihat ada 10 panggilan tak terjawab dan 3 pesan baru. Semua dari baekhyun. Entah mengapa aku ingin menangis saat itu juga.

 

From : baekhyun

Nayoung-ah bisakah kau ke rumahku? Aku ingin memberitahumu sesuatu.

 

From : baekhyun

Nayoung-ah kau tak bisa ke rumahku? Aku akan ke amerika. Aku harap kau bisa mengantarku ke bandara.

 

From : baekhyun

Geurae nayoung-ah, aku tau kamu sibuk. Tak apa jika kau tak ingin mengantarku ke bandara. Aku pergi ya! Aku menyayangimu. Jangan lupa hubungi aku jika sehun sudah kembali. Saranghae<3

 

Aku tak bisa berkata-kata lagi. Entah kenapa pesan baekhyun yang terakhir membuatku menangis sejadi-jadinya.

Kenapa aku tak memilih baekhyun sejak dulu? Kenapa aku malah menunggu sehun yang sudah jadi milik orang lain?.

Sekarang, baekhyun telah pergi. Dia meninggalkanku. Dia pergi saat aku ingin mulai membuka hatiku padanya.

Kutatap bingkai foto yang terdapat diatas meja belajarku. Disana aku dan baekhyun berpose aneh saat di pantai.

Terima kasih baekhyun.

Terima kasih telah menemaniku selama 7 tahun ini.

 

END

Advertisements

40 responses to “He’s Back When My Best Friend Is Gone

  1. sedih banget thor..sampe aku nangis
    sequel dong thor jadi gk rela klau nayoung gk sama baekhyun. 🙂

  2. kenapa nayoung ga nyusul aja ke bandara? u,u sequel dooonngg thor penasaran sama sehun, nayong-baekhyun ><

  3. Huaaa sehunnya yang php ato nayoung yang terlalu ngarep?
    Need sequel thor, biar happy ending ntar
    Next ditunggu

  4. nyeseekkk bgt thorrr,,seakan” aku alamin sendiri..aku sampe menitikan air mata,,*lebay__
    sequel donk thor,,ceritanya keren niihh,, 😀

  5. gantung bgt endingnya masa. Bikin sequel bisa kali. Gasuka endingnya masa gue. Gantung bgt. Yaudahlah gapapa. Tapi cukup menguras perasaan bgt pas baca. Kesian Nayoung nunggu berlama lama ria buat yg ga pasti dan malah nyianyiain yg ada di depan mata yg udah 100% pasti. Oke. Tetep semangat ya author! Love ya~~

  6. aku ini dong” yaa padahal aku udah ngesave ff ini lamaa tapi baru dibaca sekarang

    ternyata sedih bangettt ceritanyya sampe aku pingin nangisss 😥

    thor daebak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s