MISS ANNOYING [ CHAPTER 2 ]

caramel machiatto

 

MISS ANNOYING [CHAPTER 2]

Author : FanyByun(@afanya_)

Genre : School-life, AU!, Romance, Love-Hate, Friendship

Cast : Byun Baekhyun (E.X.O)| Choi Hyeyoung (OC/YOU) | Kim Jongin (E.X.O)

Other Cast : Park Chanyeol (E.X.O) | Lee Minah (OC/YOU) | and other

Summary :Ice boy meet annoying girl, what will happen?

Disclaimer : I own nothing but the story. Baekhyun, Jongin, and EXO member belong to themselves. OC’s belong to me, except Lee Minah—she’s belong to my bestfriend.

Length : Chapter

(TEASER | CHAPTER 1 | CHAPTER 2 )

 

Perhatian : tulisan yang di-italic itu merupakan ucapan dalam hati para karakter.  

 

2014 © AFANYA PRESENT

*~*

 

Previous Part :

Minah mendelik, meminta Jongin untuk tidak memberitahu Hyeyoung. Melihat tingkah Minah, Jongin malah semakin ingin menjahili gadis itu. Jongin membuka mulut, siap untuk memberitahu Hyeyoung. Minah menggeleng semakin kencang, ia bahkan menarik-narik seragam Jongin hingga salah satu kancing seragam laki-laki itu terlepas.

“Yang disukai oleh Minah itu….”

 

*~*

The story isn’t over …

 

Baekhyun berjalan bersebelahan dengan Chanyeol, berjalan menuju kamar asrama mereka. Sambil mengendurkan dasinya, Baekhyun melemparkan pandangannya ke seluruh penjuru, tidak biasanya Gedung Asrama Pria sesepi itu. Kemudian Baekhyun memfokuskan pandangannya kepada Chanyeol, meminta penjelasan pada Ketua Majelis Permusyawaratan Kelas.

“Mereka sibuk menonton video.” Kata Chanyeol.

Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia hapal betul kebiasaan konyol siswa-siswa yang satu ini. Mereka—siswa laki-laki Jungshin Academy—berkumpul di hall Gedung Asrama Pria,  menyalakan proyektor, kemudian mematikan setiap lampu. Bisa ditebak, lampu asrama pasti akan mati dalam hitungan…

 

Satu…

Dua…

Tiga…

 

Bet.

 

Lampu mati, seperti perkiraan Baekhyun sebelumnya. Laki-laki itu mengangkat salah satu sudut bibirnya membuat sebuah seringaian, sebagai penghargaan atas perkiraannya yang tepat sekali.  Bisa dibilang Baekhyun, saat ini em sedikit… narsis.

Dengan langkah yang lebar-lebar, Baekhyun menghampiri hall. Chanyeol mengekor di belakangnya. Kemudian menepuk pundak Baekhyun ketika berhasil menyamai langkah sepupunya itu. Baekhyun tidak menoleh sama sekali.

“Baek…”

“Tidak usah khawatir , Yeol.”

“Tapi Baek—“

Mereka berdua berada di sana, menyaksikan sebagian besar siswa laki-laki Jungshin Academy menatap layar dengan konsentrasi tinggi. Baekhyun menaik napas kemudian mengeluarkannya perlahan. Menahan diri untuk tidak tertawa terpingkal-pingkal—ia hanya sedang senang—entah karena hal apa.

Chanyeol memperhatikan Baekhyun, melemparkan tatapan bingung kepada sepupunya itu. Sebab, Baekhyun berjongkok sembari memegangi perut. Seperti menahan sesuatu yang siap meledak kapan saja.

“Baek…”

“HAHAHA!” Baekhyun tertawa, kencang. Chanyeol menatap saudara sepupunya itu shock. Pasalnya , Baekhyun tidak pernah tesenyum hampir tiga tahun lamanya. Tepatnya setelah kejadian itu.

Dan sekarang, secara menakjubkan Baekhyun bisa tertawa—sekencang itu. Chanyeol mengikuti arah pandang Baekhyun yang tidak fokus, tidak memperhatikan video pun hal lainnya. Keadaan yang seperti itu membuat Chanyeol menjadi lebih kritis dari biasanya. Chanyeol rasa ia harus menyelidiki hal tersebut.

“Baek, kau ingin menonton video?” itu bukan suara Chanyeol, melainkan Suho.  Si Ketua OSIS memandang aneh Baekhyun yang sedang mengelap air mata dari sudut matanya.

Hey, apa benar yang ada dihadapannya ini, Byun Bekhyun si ‘Pangeran Es’?

Baekhyun menatap Suho sebentar, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Chanyeol .

“Maaf Suho, kami ingin istirahat.”kata Chanyeol.

Suho mengangguk mengerti, “Oh, begitu…” lalu laki-laki cebol itu kembali fokus menonton video bersama yang lainnya. Video film Disney yang sedang terkenal itu, ‘Fozen’.

 

*

 

“WUAH! Caramel Macchiato [1]!” saking senangnya Hyeyoung tidak menyadari bahwa dirinya tengah beteriak sehingga menjadi perhatian semua orang di cafeteria. Gadis itu menutup mulutnya dan menunduk, menahan malu.

Minah memandangi Hyeyoung heran. Beberapa detik yang lalu Hyeyoung masih marah-marah karena Minah tidak menceritakan mengenai orang yang gadis itu sukai, detik berikutnya gadis itu sudah kembali ceria hanya karena sebuah Caramel Macchiato.

Ketika Minah mengutarakan pendapatnya itu, Hyeyoung tidak ragu-ragu memberikan sahabatnya itu deathglare.

Caramel Macchiato tidak dapat di samakan dengan hal yang tidak penting, Minah.”

Baiklah-baiklah, Minah mengerti Hyeyoung memang penggila jenis kopi yang satu itu. Hanya saja yang tidak gadis itu mengerti, mengapa Hyeyoung bisa berubah mood dalam sekejap mata? Apa pengaruh Caramel Macchiato begitu besar bagi gadis itu?

Mungkin saja. Minah mengalihkan pandangannya pada Jongin, yang sedang memasang wajah cemberut. Ia tahu betul hal yang membuat laki-laki itu kesal. Ya, tadi Jongin akan membeberkan nama seseorang yang disukai oleh Minah, tetapi Minah lebih beruntung. Karena saat Jongin akan membeberkan rahasia Minah tersebut, Caramel Macchiato pesanan Hyeyoung datang di saat yang bersaman. Poor Jongin.

Dunia pun tahu, Hyeyoung tidak akan memperhatikan hal lain selain Caramel Macchiato- nya.

Minah tersenyum kecil, ia memang akan memberitahukan tentang orang yang ia sukai, tetapi bukan sekarang. Ia akan memberitahukan nanti, jika ia berhasil menjalankan misinya. Saat itulah ia akan memberitahukan Hyeyoung siapa orang yang ia sukai.

Gadis Lee itu terkikik membayangkan wajah Hyeyoung yang melongo dan shock, atau paling parah gadis itu akan kejang-kejang kemudian epilepsi karena mendengar penuturan Minah. Eh, jangan begitu. Ia belum siap kehilangan sahabat tersayangnya.

“Minah, kau baik-baik saja ‘kan?”Tanya Hyeyoung khawatir, ugh Minah juga menangkap tatapan bingung Jongin yang mengarah padanya.

“Hey, aku baik-baik saja.” Kata Minah, mengalihkan pandangannya pada gelas Caramel Macchiato milik Hyeyoung yang sudah kosong. Pantas saja  Hyeyoung sudah memperhatikan Minah lagi. Lalu pandangan Minah bertemu dengan pandangan seorang laki-laki yang memasuki cafeteria. Seseorang yang sama, seseorang bermata besar yang mampu menggetarkan hatinya.

Cukup Lee Minah, yang kau sukai itu Byun Baekhyun!

Lalu pandangan gadis itu menangkap figur orang yang sudah berhasil mencuri hatinya dari tiga tahun yang lalu. Gadis itu tidak dapat mengalihkan pandangannya dari laki-laki itu. Surai hitam laki-laki itu bergoyang besamaan dengan langkah laki-laki itu yang mendekati meja mereka. Tunggu… apa dia benar-benar akan menghampiri meja ini?

GOD DAMN IT!

Hyeyoung dan Jongin yang sedang bercakap-cakap mengenai anime mengalihkan pandangannya ketika merasakan kehadiran seseorang mendekati meja mereka. Tatapan mereka jatuh kepada Byun Baekhyun.

Apa yang akan dilakukan laki-laki dingin itu?

Tatapan seluruh penghuni cafeteria jatuh pada mereka berempat. Hyeyoung menggaruk tengkuknya yang tak gatal, ia tidak suka menjadi spot of attention. Hyeyoung mengeram, ia menangkap tatapan mematikan dari sebagian murid perempuan. God, mereka pasti fans dari Byun Baekhyun.

“Baekhyun-sunbae, ada apa?” Tanya Hyeyoung, suaranya sangat kecil layaknya hembusan angin yang tidak pantas diberi perhatian lebih. Hebatnya, Baekhyun dapat mendengarnya.

“Hanya memastikan.” Kata laki-laki itu, memberikan tatapan tajam ke arah Jongin. Jongin menatap laki-laki itu aneh. Seseorang tolong beritahu Jongin, apa ia melakukan kesalahan lagi?

Minah memperhatikan laki-laki yang menjadi first crush-nya itu, mendengarkan suaranya sedekat ini, rasanya Minah ingin mati saja. Ia tidak tahan mendengar degupan jantungnya yang semakin menggila ketika berada didekat laki-laki itu. Kalau bisa ia ingin mengeluarkan jantungnya, menguburnya dalam-dalam, agar ia tidak mendengar degupan memalukan itu lagi. Sayangnya nenek-nenek tuli pun tahu, itu hal yang sangat mustahil untuk direalisasikan.

“Besok aku tidak bisa membantumu merapikan buku-buku di perpustakaan.” Lanjut Baekhyun.

Hyeyoung memberikan anggukan, tanda mengerti. “Tidak apa-apa sunbae. Lagipula, saya sudah mengetahui jalan menuju perpustakaan. Sunbae bisa melakukan aktivitas sunbae yang lain. Terimakasih untuk bantuan sunbae yang tadi.”

Baekhyun memperhatikan Hyeyoung. Memperhatikan bagaimana cara gadis itu berbicara. Memperhatikan segala ekspresi yang tergambar jelas di mimik gadis tersebut. Ibarat sebuah buku, Hyeyoung layaknya buku yang terbuka lebar, oleh karena itu setiap orang dapat melihat perubahan emosi yang terjadi pada gadis itu hanya dengan memperhatikan wajahnya.

“Ya, gadis ceroboh sepertimu itu, tidak mungkin tak membutuhkan bantuan.”kata Baekhyun, santai. Hyeyoung mendelik kesal. Dari sekian banyak kata didunia ini, ia paling sebal dengan kata ceroboh. Kata yang nampaknya sangat cocok untuk dipasangkan dengannya. Ayolah, Hyeyoung sudah berusaha untuk lebih berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu.  Dan laki-laki ini dengan mudah mendiktenya seorang yang ceroboh?

Tapi sayangnya  itu … BENAR.

“Lagipula, ini tugas.”lanjut Baekhyun.

Lalu laki-laki itu berlalu dengan sepupunya keluar dari cafeteria. Hyeyoung memukul-mukulkan tangannya ke arah meja.

“Seenaknya saja mengatai orang lain. Ia pikir ia siapa? Huh, dasar balok es berjalan!”

 

*

 

Jongin berjalan bersama dua gadis disebelahnya. Hyeyoung masih kesal dan menjelek-jelekan Baekhyun. Sedangkan Minah terus berusaha mengembalikan mood gadis itu. Jongin menghentikan langkahnya ketika mereka berada di depan Gedung Asrama Putri.

“Sudah sampai, aku pergi dulu ya.” Kata Jongin.

Hyeyoung sadar terlebih dulu, lalu melambaikan tangannya. Jongin membalasnya dengan senyuman manis yang tulus. Minah memandangi Jongin aneh. Selama tujuh belas tahun hidupnya, ia baru pernah melihat Jongin tersenyum tulus sebanyak tiga kali—dihitung dengan yang ini—yaitu saat Jongin mendapatkan hadiah PSP dari kedua orangtuanya di ulang tahun laki-laki itu yang ke-enam. Yang kedua, saat laki-laki itu memenangkan lomba dance se Korea Selatan beberapa bulan yang lalu.

“Minah, kau kenapa?”

Minah memandang Hyeyoung lalu menggeleng, “Tidak apa-apa.”

Hyeyoung mengangkat bahunya, Minah memang lebih sering untuk menyembunyikan rahasianya. Tetapi Hyeyoung yakin, suatu saat nanti Minah pasti akan memberitahukan rahasianya itu pada Hyeyoung. Minah hanya butuh waktu untuk mengatakannya, begitulah yang Hyeyoung pikirkan.

“Kalau begitu, ayo masuk. Aku harus menyelesaikan tugas logaritma dari Cheon-saem.” Ajak Hyeyoung.

Minah mengangguk, mengikuti langkah Hyeyoung. Mereka bejalan menuju kamar asrama mereka dalam keheningan.

“Hyeyoung-ah.” Panggil Minah.

Hyeyoung menoleh, “Ya?”

“Bagaimana kalau…” Minah menghentikan kalimatnya, telihat ragu-ragu untuk melanjutkan. Tetapi ketika melihat mimik Hyeyoung yang menanti kata-katanya, Minah membuang segala keraguannya.

“Sahabatmu juga menyukai laki-laki yang kau sukai?” Tanya Minah.

Hyeyoung menekuk alisnya, tanda ia sedang berpikir. Lalu beberapa detik setelahnya gadis itu mengeluarkan suaranya.

“Kalau aku mengalaminya, aku akan menyerah. Persahabatan bagiku lebih penting ketimbang asmara. Karena sahabat akan selalu ada disisiku, baik  saat suka maupun duka. Sedangkan orang yang kusuka, belum tentu mau melakukannya.”  Kata Hyeyoung, tenang namun sarat akan ketegasan.

Minah tersenyum, seolah mendapatkan ilham dari langit. “Aku juga akan melakukannya, Hyeyoung-ah. Aku akan memilih persahabatan ketimbang asmara.”

“Hem, itu bagus.” Jawab Hyeyoung, kemudian mereka memasuki kamar asrama.

*

 

Chanyeol melirik Baekhyun melalui sudut matanya. Saat ini laki-laki Park itu sedang tiduran di atas sofa. Sementara Baekhyun sedang sibuk merapikan tempat tidurnya. Chanyeol berdeham berharap dapat mengambil perhatian Baekhyun. Sayangnya, Baekhyun sama sekali tidak terganggu.

“Hoi, Baek.”

Baekhyun mengalihkan pandangannya ke arah Chanyeol. “Kenapa?”

“Tadi itu, petama kalinya.” Gumam Chanyeol tidak jelas, Baekhyun mengerinyit, tidak paham dengan apa yang sedang dibicarakan kakak sepupunya.

“Maksudmu?”

Chanyeol berganti posisi dari tiduran menjadi duduk bersila di sofa. “Itu pertama kalinya aku melihatmu memulai pembicaraan.”

Gluk!

Baekhyun menelan ludahnya, ada apa dengannya sebenarnya? Mengapa ia merasa begini gugupnya, padahal Chanyeol hanya menanyakan hal yang tidak penting. Ya, amat sangat tidak penting.

“Itu tidak penting kan, Yeol.”

Chanyeol mendelik kesal. “Tentu saja itu penting, Baek.” Lalu laki-laki Park itu memberikan tatapan jahil. Siapapun tahu, jika Chanyeol sudah memberikan tatapan seperti itu, ia pasti akan mendapatkan deathglare menakutkan dari Baekhyun.

Dan Baekhyun melakukannya, ia memberikan Chanyeol deathglare-nya.

“Jujur saja Baek, kau menyukainya kan?”

Baekhyun melotot, suaranya meninggi. “Apa maksudmu sebenarnya, Yeol?!”

Chanyeol memberikan wink andalannya pada Baekhyun, “Oh ayolah, kau pikir aku bodoh, aku melihat semuanya.”

Baekhyun melotot lebih lebar. Oh, Chanyeol sampai takut jikalau bola mata Baekhyun akan menggelinding karena sepupunya itu terlalu lebar membuka matanya.

“Kau melihat apa, Yeol?”

Pikiran Baekhyun mulai bercabang kemana-mana. Jangan-jangan Chanyeol melihatnya hampir menyentuh pipi gadis itu saat di perpustakaan. Oh, bisa hancur reputasinya jika Chanyeol mengetahui hal itu. Chanyeol itu layaknya ember yang bocor, semua rahasia yang amat sangat rahasia bisa tumpah-ruah kemana saja jika Chanyeol mengetahuinya.

“Menurutmu, aku melihat apa, Baek?”

Sungguh, Baekhyun saat ini ingin sekali menjambak rambut Chanyeol. Kalau perlu menenggelamkan si giant[2] di bath tub kesayangan sepupunya itu. Kalau saja itu boleh dilakukan, Baekhyun sudah melakukannya sedari tadi.

“Cukup Yeol, aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan.”

 

*

 

Jongin menatap layar laptopnya tanpa minat. Oh, apa yang terjadi pada laki-laki berkulit tan itu? Seorang Kim Jongin, memilih untuk tidak memperhatikan anime-nya? Mustahil.

“Hei Jongin.” Itu suara Suho, laki-laki itu memang sekamar dengan Jongin di asrama. Suho kembali ke kamar hanya menge-check, apakah Jongin sudah pulang atau belum. Yeah, Jongin pergi saat Suho dipanggil oleh Kim saem untuk mengumpulkan laporan bulanan tiap asrama.

“Darimana saja kau?” Tanya Suho.

Jongin menoleh, “Kantin,hyung.”

Suho duduk di atas kasur, tepatnya bersebelahan dengan Jongin. “Kau, tidak mengerjai orang lagi kan Jongin?” Tanya Suho, agak ragu.

“Tidak hyung.” Jawab Jongin, tegas. Kemudian laki-laki berkulit tan itu memilih untuk menidurkan dirinya. Matanya masih terbuka.

Hyung, aku boleh bertanya sesuatu?” Tanya Jongin. Suho memperhatikan Jongin, penuh minat.

“Boleh, tentu saja.”

Jongin menghela napasnya. “Bagaimana rasanya jatuh cinta, hyung?”

 

*

 

Hyeyoung benar-benar capek. Pelajaran baru saja selesai dan ia harus segera ke perpustakaan untuk membereskan buku. Dengan langkah yang lebar-lebar gadis itu berjalan menuju perpustakaan. Tetapi di tengah lorong ia bertemu dengan Seo saem yang kerepotan membawa buku fisika. Oh ya, Seo saem itu guru fisika—sekedar info.

Saem, biar saya bantu.” Kata Hyeyoung. Jangan ditanya, gadis itu memang suka membantu. Apalagi pada orang yang sedang membutuhkan bantuan.

Seo saem menatap Hyeyoung lalu tesenyum. Perempuan berusia setengah abad itu menyerahkan setengah buku fisika yang dibawanya kepada Hyeyoung. Yang dibalas dengan cengiran Hyeyoung.

“Omong-omong saem, buku ini mau ditaruh dimana?”

“Perpustakaan. Oh ya, Hyeyoung-ssi, Olimpiade Fisika kan sebentar lagi, saya ingin Hyeyoung-ssi mengikuti seleksi minggu depan. ” ucap Seo saem.

Hyeyoung mengangguk-angguk. Fisika merupakan salah satu pelajaran kesukaannya, tidak heran ia selalu mendapat nilai sempurna di pelajaran itu. Sebenarnya, Hyeyoung memang pandai dalam semua bidang. Baik itu akademis maupun non akademis.

“Baik, saem.”

Mereka berjalan beriringan , Seo saem di depan dan Hyeyoung mengikuti di belakangnya. Hyeyoung menghela napas. Hari yang melelahkan akan datang sebentar lagi. Yeah, itu tidak masalah. Selama itu membuat appa dan eomma-nya bangga.

Hyeyoung berjalan tanpa melihat ke depan. Ia bahkan tidak melihat kalau Seo saem sudah belok di ujung lorong. Gadis itu terlalu asik dengan pikirannya, hingga tidak sadar jika ia terus berjalan lurus menuju ruang laboratorium.

Langkahnya baru berhenti ketika merasakan lengannya dipegang oleh orang lain. Ia menoleh.

Annyeong, hoonbae.” Sapa laki-laki bermata besar dengan senyuman manisnya. Hyeyoung membelalakan matanya.

Dia…

Ugh… katakan ini hanya mimpi buruk Hyeyoung saja!

“Kau!” Hyeyoung mengacungkan telunjuknya di depan wajah laki-laki bermata besar itu. Gigi Hyeyoung bergemelutuk, saking kesalnya.

 

To be Continue

 

Catatan Kaki:

[1] Caramel Macchiato: sejenis kopi yang merupakan kombinasi espresso segar diseduh dengan susu berbusa dan sirup caramel. Cukup mirip dengan latte, tetapi mengandung sirup caramel dan tekadang mengandung sirup vanili / vanilla ecstract.

[2] Giant : panggilan yang Baekhyun berikan pada Chanyeol dikarenakan tinggi badan Chanyeol yang mencapai 1,80meter-an  membuatnya Nampak seperti raksasa. Jika diartikan ‘giant’ artinya raksasa.

 

AUTHOR NOTE :

Hello everybody, Ore-sama is here! / GUBRAK/ 

Ada yang nunggu kelanjutan fanfiction ini nggak? Nggak ada ya? Yaudah deh /naik phoenixnya Chanyeol/.

Masih kebawa suasana nonton anime yang kemaren. Ada yang tau Diabolik Lovers ? Ato nggak Brother Conflict? Sumpah dua anime itu sama-sama bikin gereget! Gatel pengin nyomot Shuu (Diabolik Lovers) sama Tsubaki (Brother Conflict) ! Duh malah jadi curhat kan. 

Ok, pertama aku minta maaf sebesar-besarnya karena nggak bisa nge-post fanfiction kemaren. Soalnya minggu kemaren itu bener-bener full buat latihan dance dan kegiatan-kegiatan lainnya. Aku lagi sibuk nyari SMA juga, yeah akhirnya bakal jadi anak SMA! 

Kedua, posternya baru, hahaha ^^. Aku lagi suka banget ngedit-ngedit poster gitu.Maaf kalo poster barunya amat mengecewakan / DEEP BOW/.

Ketiga,  seperti keinginan para reader-deul fanfiction-nya udah lebih panjang daripada yang chapter sebelumnya. Sekitar 2k+ kata. Semoga kalian suka ya dengan fanfict absolutely absurd ini.

Terakhir, jangan lupa meninggalkan komentar ataupun like. Komentar apapun dari kalian itu sangat berharga buat aku. Asal jangan saling bash aja. Ini fanfiction bukan ajang gulat, OK? 🙂

Sampai jumpa di Chapter selanjutnya!

 

 

Advertisements

205 responses to “MISS ANNOYING [ CHAPTER 2 ]

  1. Ihhhh… Penasaran banget sama si sunbae bermata belo itu.
    Izin baca next chapter lagi 😀

  2. Lanjut..lanjut..lanjut penasarannn..!!
    Bermata besar? Itu kyungsoo kah??
    Tp bener deh seru banget bikin ketagihan bacanya kekeke 😀
    Keep writing fanya!
    Gomawo and fighting!!

  3. bermata besar?? hmm si kyungsoo ya??? aduu chap ini udah ada romancenya jd tambah semangat baca!^^

    ijin lanjuuutt~~~

  4. Annoying 3

    ciiie ada yg lagi lovey dovey nih sma hyeyoung hahaha 😀 . ciiie baekhyung ehem~
    itu siapa cwok yg manggil hyeyoung? penasaran ciuusss ;o:::

  5. Waaaa penasaran sama laki2 yg pegang tangan hyoyeong.critanyaa makiinn ke sini makiinnn menarikk.author hebaatt deehhh!!

  6. Eh minah sm kai kan sepupuan tp kok marganya beda yah ??
    Ehm konfliknya blm keliatan yah ?
    Eh itu siapa yg narik tangan hyeyong ? Mata besarr ? Hmmm channie atau dyo ?

  7. Emang Jongin belum pernah jatuh cinta, trauma kah? Siapa yang pegang2 Hyeyoung coba?penasaran. lanjut baca,be?

  8. minah da feeling hyeyoung suka sm baek kh??
    kok nanya gtu ke hyeyoung..
    tu siapa yg narik tangan hyeyoung..
    chan,,suho,,jongin,,baek,,ato cast baru??

  9. Aduh Hyeyoung jangan melamun nanti nabrak lagi..
    Siapa tu sumbae yang bermata besar? Penasaran sama next chapternya :D.

  10. Eh tunggu tunggu! Itu si baek ngakak krn nontonin video apa krn tiba-tiba keinget kekonyolan si hyeyoung pas di perpus?

    Ughh, mesti bgt si minah suka sama chanyeol. Gk boleh rusak persahabatan minah-hye krn si baek ;;;

    nah loh? Itu siapa yg ketemu sama hye? Kayaknya kyungsoo deh. Klo chanyeol tdk mgkin dia seheboh itu

  11. Haha baekhyun udah mulai*eh mulai apa?
    Hyeyoung lucu banget sih :3
    Tapi siapa yang ketemu hyeyoung?jangan jangan bang?
    daebak,keep writing!

  12. seenggaknya ada sifat baekhyun yg ganormal juga disini wkakakakakakakk
    masa lalu baekhyun emg apa kok bisa bikin dia sedingin itu..

  13. wawwww ffnya mkn keren ajj nihh chinguu…
    apalagi pas saat baekhyun kyknya dh mlai sk sm hyeyoung…
    minah sm chanyeol ajj kek…
    coz mrk berdua kliatan cocok bgtzzz drpd minah sm baekhyunn…
    next dh ke chapter selanjutnya…

  14. sumpah!
    aku gatau darimana asalnya ngerasa lega waktu minah bilang bahwa dia lebih mementingkan persahabatan dari pada asmara!

    wakwakwak aku rasa itu feeling baik/?

  15. d.o bukan itu sunbae,
    wah…kereenn….makin seru..
    jalan ceritany juga bagus
    aku suka,.
    next…ijin baca ya…

  16. Firasatku mulai tidak enak!! Eottoke Eottoke? Aq merasa akan ada pertumpahan air mata nanti (?)
    Terus juga, baekki kenapa tertawa kayak gitu? Eum, apakah karena underwearnya si Oc?
    Kak, jujur deh. Aku kesusahan nulis si Oc. Naanya belibet bin ribet. Meaw :3
    Pokoknya bagus. Sipp buat authornya.

    From, cantikapark61

  17. sepertinya jongin suka sama hyeyoung. terus baekhyun gimana? sepertinya sunbae bermata belo itu mungkin Do ya?? mungkin

  18. wah baek memulai bicara pada hyeyoung Pasti baek udah ada rasa pada hyeyoung… jong in juga mulai syka pada hyeyoung… tapi yang pegang tangan hyeyoung itu siapa? apa jangan-jangan dyo ya?… kan mata nya besar heeheh… 🙂

  19. waw siapakah sunbae bermata besar itu?. makin penasaran aja sama jalan ceritanya. semangat ya ka bikin ffnya. bagus banget aku suka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s