[Freelance] DEVIL BESIDE ME (CHAPTER 14b)

Devil Beside Me Chapter14b

 

DEVIL BESIDE ME (CHAPTER 14b)

Author :: Sangheera
Title :: Devil Beside Me (Chapter 14b) – BaekFina’s Story
Cast ::Baekhyun of EXO as Devil, Serafina A. Fennet (OC), Sera (OC) as Devil, and Luhan of EXO as Angel

Support Cast :: Angel’s line – Suho, Xiumin, Chen, Lay, Kyungsoo.

Devil’s Line – Kris, Chanyeol, Kai, Sehun, Tao
Genre :: Romance, Fantasy
Length :: Multi Chapter
Rating :: PG-17

Disclaimer :: Fanfict ini adalah hasil dari kerja keras neuron di otak kanan author sendiri, jadi mohon jangan diplagiat yaaa…

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7 || Chapter 8 || Chapter 9 || Chapter 10 || Chapter 11 || Chapter 12 || Chapter 13 || Chapter 14 a ||

 

Recommended Song :: Yiruma – INDIGO

 

-o0o0o0o-

 

 

Fina dibawa keperbatasan oleh Baekhyun. Perbatasan adalah tempat yang paling aman saat ini dan tidak mungkin terdampak oleh perang yang sedang bergejolak didunia manusia. Meski mencemaskan bayi didalam kandungan Fina yang mungkin akan menimbulkan masalah, Baekhyun tak mampu berbuat apapun kecuali mengawasi Fina dan berjanji akan langsung mengambil tindakan jika Fina mengalami sesuatu yang buruk. Meski itu berarti membunuh darah dagingnya sendiri.

Fina dengan kebahagian yang meluap-luap karena kehamilannya membuat perbatasan yang saat itu sedang dipenuhi salju musim dingin seolah telah didatangi oleh musim semi lebih cepat. Sesuatu yang tumbuh didalam perut Fina menjadi pusat perhatian dan dilimpahi kasih sayang bahkan sebelum ia lahir.

Fina sehat, bahagia dan perutnya terus membesar. Selang 2 bulan Fina tinggal diperbatasan, Baekhyun merasa bisa melonggarkan napasnya sejenak karena kekhawatirannya sepertinya terlalu berlebihan. Bayi itu bukan gangguan.

Kalian ingat identitas dan jangka waktu hidup manusia yang berada tepat 7 centimeter diatas kepala yang bisa dilihat oleh iblis dan malaikat? Tentu Baekhyun juga melihatnya diatas kepala Fina, dan dia sungguh bersyukur karena Fina masih akan bertahan hidup hingga 63 tahun lagi. Walaupun Baekhyun juga tidak ada ide sama sekali bagaimana mungkin bayi itu akan hidup nantinya. Belum pernah ada dalam sejarah, kelahiran seorang bayi setengah iblis setengah manusia.

Ya, berarti Fina dan dirinya lah nanti yang akan mencetak sejarah baru. Sound not bad. Mereka bisa membuat perayaan nanti.

“Aku bisa melihat, ada seorang gadis cantik yang tumbuh diperutmu, Fina…”

“Benarkah?”Fina menunduk memperhatikan perutnya yang menggunduk.

“Mm… dia pasti akan mirip seperti dirimu…”Baekhyun menautkan jari-jemarinya dijari Fina dan menaruhnya diatas perut Fina. Bersama, mengusap-usapnya lembut. Baekhyun yang duduk dibelakang Fina—sementara Fina bersandar dengan nyaman dibahunya—berbisik lagi. “Mata biru, rambut coklat keemasan, kulit pucat…”

Fina menggeleng pelan. “No, i dont think so. My little lady akan mirip denganmu nantinya, Baekhyun sayang. Dia akan memiliki kecantikanku, tapi dengan rambut hitam legam dan mata almond milikmu.”

“Menurutmu begitu?”

“Mmm… nanti jika ia lahir, dia akan menjadi makhluk paling bahagia didunia karena memiliki Ibu, Ayah dan banyak sekali paman dan bibi yang mencintainya…”

Baekhyun tersenyum dan mengecup pelipis Fina lembut. Perasaan Fina menular padanya hingga membuat Baekhyun yang semula tidak menginginkan bayi dikandungan Fina, berbalik 180 derajat. Baekhyun ingin menjadi ayah dan ia sungguh bahagia karena anak itu berasal dari rahim wanita yang ia cintai.

Ditengah musim dingin itulah, Baekhyun menciptakan Vibe. Fina memekik senang saat manusia es lucu itu hidup. Bertingkah konyol sepanjang waktu, Vibe benar-benar hiburan yang sangat Fina sukai. Sementara terkadang Baekhyun harus pergi mengurus banyak hal diluar perbatasan, Fina akan ditemani oleh Vibe dan Paran dkk. Vibe dan Lilian bahkan tidak pernah meninggalkan Fina sedetik pun.

Lalu suatu hari, saat Baekhyun sedang pergi dan Fina sedang tertidur diranjangnya yang hangat, Vibe dan Lilian dibuat terkejut dengan kedatangan 2 orang pria asing yang tiba-tiba saja muncul dihadapan mereka. Pria yang pertama memakai jubah yang serba hitam dengan seringai mengerikan. Sedangkan pria yang kedua, yang bertubuh lebih pendek, menatap Fina dengan tatapan datar dan tanpa ekspresi. Mereka berdua memiliki aura yang sungguh luar biasa kuat hingga Vibe dan Lilian kehilangan daya mereka untuk bergerak.

“Sudah sebesar ini, bagaimana bisa kita tidak mengetahuinya?”Pria kedua—menggerutu dengan raut wajah yang berubah kesal. Pria itu adalah Suho—sang raja malaikat.

“Tinggal robek saja kan? Lalu keluarkan makhluk itu dari dalam sana. Toh, semua juga sudah melenceng dari prediksi. Anak itu bukan lagi anak yang layak hidup didunia ini, tidak peduli dia titisan malaikat Seraphim atau bukan…”ujar Pria pertama yang tidak lain adalah Kris—sang raja Iblis.

“Tidak ada perintah untuk membunuhnya…”Suho mengeryitkan dahinya. Nampak sangat terganggu dengan objek dihadapannya. “Tapi jika tidak dibunuh, bayi itu akan membunuh ibunya…”

Vibe dan Lilian yang mendengar kata-kata Suho terkesiap kaget. Takut-takut, Vibe beringsut mendekat pada Fina dan menaruh kedua tangan kayunya ditengah tubuh. “Se-sebenarnya apa yang terjadi pada nona kami? Apakah nona Fina akan benar-benar mati?”

Kris memandang jijik makhluk aneh dihadapannya ini sebelum akhirnya menjawab. “Tentu saja, memangnya apa yang bisa manusia lakukan dengan perut yang berisi anak iblis seperti itu!”

“Tapi nona Fina sehat…”Lilian mencicit. “Nona Fina baik-baik saja…”

Suho tersenyum hangat pada peri kecil itu, “Nampaknya memang demikian, gadis kecil. Tapi, metabolisme manusia tidak akan bisa menangani perkembangan iblis didalam perutnya…”

“Kita harus mengeluarkannya sekarang juga…”Kris mendekat kearah Fina dan hendak menyentuh perutnya, tapi tangan kayu Vibe menahannya. Kris melotot dan Vibe mengkerut karenanya.

“Jangan tuan…”mohon Vibe.

Mata Fina bergerak-gerak dan beberapa detik kemudian gadis itu terbangun. Ia tersentak kaget saat melihat 2 makhluk asing sedang berdiri dihadapannya. Melihat Fina yang telah bangun, Vibe buru-buru meloncat naik keranjang dan merentangkan tangannya untuk melindungi Fina. Lilian juga melakukan hal yang sama.

“Apa yang terjadi, Vibe?”

“Mereka ingin membunuh bayi nona…”jawab Vibe dengan suara gemetar karena takut. Tapi mata bulatnya menatap waspada 2 orang dihadapannya. Kris menyeringai, makhluk rendahan seperti mereka, memangnya bisa apa? Kris bisa dengan mudah menyingkirkannya.

Benar, sekali hentak tubuh Vibe dan Lilian sudah terpelanting jatuh ketanah dan Fina yang ketakutan, merangkumkan kedua tangan keperutnya, beringsut merapat kedinding. Tidak tahu bagaimana harus melawan, yang Fina tahu hanya melindungi bayinya.

“Aku dan Lilian benar-benar takut saat itu, tapi kami bahkan tidak punya tenaga untuk berteriak. Oh, hari yang menyeramkan. Nona Fina hampir saja kehilangan bayinya jika saja pria berbaju hitam itu tidak menghentikan aksinya. Semua karena nona mengatakan hal itu pada sang raja iblis…”Vibe yang bercerita menghela napas panjang.

“Mengatakan apa Vibe?”

Vibe menatap Sera lama sebelum ia menjawab dengan menirukan kata-kata Fina saat itu. “Memangnya apa salahnya jika ia berbeda? Kenapa anakku harus dibunuh? Dia juga makhluk ciptaan-Nya, dia punya hak untuk hidup didunia ini…”

Sera terkesiap.

“Begitulah, nona. Karena Raja Iblis juga dulunya adalah makhluk yang berbeda di surga, saat semua hal baru saja diciptakan. Beliau pasti berpikir, kalau bayi nona Fina sama sepertinya waktu itu. Berbeda dan sendirian…”

Mata Sera memanas mendengarnya. Berbeda. Sendirian. Produk gagal. Semua hal itu berputar dikepalanya. Membuat hatinya semakin terbakar amarah. Sera tidak terima, dia masih tidak mengerti mengapa dirinya harus mengalami semua itu. Menjadi makhluk setengah manusia setengah iblis, ia bahkan tidak punya identitas yang pasti.

Sera beranjak dari duduknya. Enggan mendengarkan kelanjutan cerita Baekhyun. Baekhyun yang melihat Sera berdiri buru-buru meraih tangan gadis itu.

“Kau mau kemana?”

“Aku ngantuk, Baek… ceritamu membosankan.”

“Tapi…”

Baekhyun terdiam, matanya menangkap guratan luka dimata Sera. Gadisnya ini, anak semata wayangnya, benar-benar terluka dengan kenyataan bahwa ia setengah manusia. Satu-satunya iblis didunia ini yang memiliki darah campuran.

“Kau toh baik-baik saja, Sera…”ujar Baekhyun lirih.

Sera yang tahu maksud perkataan Baekhyun, merasa jantungnya dicerabut begitu saja dari tempatnya. Jadi, benar? Ini kisah tentangnya.

Sera menghentakkan tangannya, melepas genggaman Baekhyun. Siapa bilang? Siapa bilang Sera baik-baik saja! Dia selama ini selalu dikucilkan. Merasa berbeda dengan yang lain tapi Sera sendiri tidak mengerti apa yang salah dengan dirinya. Saat kenyataan itu akhirnya tersampaikan padanya, Sera benar-benar syok. Bahkan ia kehilangan kewarasannya hingga tega membunuh seorang manusia saat di Seoul.

“Seharusnya wanita itu tidak usah melahirkanku, aku toh tidak bahagia hidup didunia ini…”

“SERA!!!”bentak Baekhyun. Pria itu tersinggung karena perkataan Sera. Bagaimana mungkin Sera bisa berkata seperti itu, padahal ibunya rela mengorbankan nyawa demi kelahirannya.

Tapi Sera tidak peduli, gadis itu berbalik dan terus melangkah masuk kedalam.

Baekhyun menatap punggung Sera yang menghilang dari balik pintu dengan tatapan sedih. Perlahan, seolah telah kehilangan seluruh energinya, Baekhyun terduduk kembali diteras. Vibe yang ada dihadapannya, hampir menangis karena melihat sikap Sera dan kesedihan yang ada dimata Baekhyun. Manusia salju itu mendekat, menepuk pelan punggung Baekhyun.

“Nona, hanya syok tuan…”

“Kita memang seharusnya tidak usah memberitahunya…”gumam Baekhyun, menyesal.

Vibe menggeleng. “Nona Sera berhak tahu siapa Ibunya dan nona Fina berhak mendapatkan pengakuan dari nona Sera karena perjuangannya, tuan. Coba bayangkan betapa sedih nona Fina melihat nona Sera bahkan tidak tahu menahu tentang ibunya sendiri…”

Baekhyun menarik ujung bibirnya, tersenyum pedih. “Semua ini salahku…”

“Tuan…”Vibe memelas. “Ini bukan salah siapa-siapa…”

Baekhyun mencengkeram rambut dikepalanya. “Seharusnya aku tak membiarkan Sera lahir jika pada akhirnya gadis itu harus menanggung derita karena perbuatan orang tuanya…”ujarnya frustasi.

“Tuan…”Vibe benar-benar menangis kali ini.

:: SHE HURTS ME ::

Baekhyun masih ingat dengan jelas lanjutan cerita dan akhir dari semua itu.

Setelah pulang dari perjalanannya ke tengah kemelut Perang Dunia, Baekhyun terkejut bukan kepalang saat melihat angka yang tercetak diatas kepala Fina telah berubah.

Yang semula tertulis 63 tahun, sekarang menyusut menjadi 2 bulan yang terhitung mundur.

“Apa yang terjadi padamu? Fina…”Baekhyun melihat lagi kearah identitas Fina. Tidak. Angka itu benar-benar tercetak sejumlah itu. Mata Baekhyun tidak salah. Tapi apa ini? Kenapa tiba-tiba… “Ada sesuatu yang terjadi saat aku pergi, benar kan?”

Fina memandang Baekhyun bingung, “Y-ya…”

Lalu Fina menceritakan tentang kedatangan 2 orang pria yang kata Vibe adalah sang Raja Iblis dan Raja Malaikat. Tapi Fina tidak menceritakan apa yang kedua orang itu hendak lakukan padanya dan bayinya. Vibe-lah yang mengambil alih cerita.

“Mereka yang melakukan ini padamu?”Baekhyun berkata dengan suara bergetar. Matanya dipenuhi oleh ketakutan yang sarat.

“Aku tidak apa-apa, Baek. Mereka pergi tanpa melukai siapapun…”Fina yang tidak mengerti akar kecemasan Baekhyun yang sebenarnya, mengelus lengan Baekhyun, mencoba meredakan ketegangannya.

Baekhyun memandang wajah cantik dihadapannya dengan tatapan nanar. Oh, iya, Fina adalah manusia dan ia tidak bisa melihat apa yang tertulis diatas kepalanya. 2 bulan, itu sesuai dengan waktu kelahiran bayi yang ada dikandungan Fina. Jadi saat itu terjadi… Fina-nya akan…

Baekhyun merasakan ada sesuatu yang mendesak untuk keluar dari matanya. Merasa kacau, pria itu berbalik dan melangkah keluar dari rumahnya. Fina menatapnya dengan tatapan bingung.

Diluar, Paran, Alfan dan beberapa Centaurus lain nampak berdiri berjaga dipintu. Mereka sudah mendengar apa yang terjadi dengan nona mereka dari Lilian dan memutuskan untuk memperketat penjagaan terutama jika Baekhyun sedang pergi.

Paran yang melihat wajah Baekhyun yang keruh, buru-buru mendekati.

“Ada apa tuan?”tanyanya halus.

“Aku akan pergi kedunia bawah, tolong jaga Fina…”jawab Baekhyun pendek.

Saat itu juga, Baekhyun langsung menghadap pada Raja Iblis. Memohon penjelasan atas apa yang terjadi pada Fina.

“Bayi yang manusia itu kandung adalah kesalahan…”Sang Raja Iblis menjawab dengan dingin. “Kau tahu makhluk seperti kita hanya mampu mencabut nyawa tanpa bisa melakukan apapun pada angka diatas kepala itu. Ya, kau benar, karena bayi itulah umur Serafina terpangkas…”

Tidak. Baekhyun bisa melakukan sesuatu. Ia tidak akan membiarkan Fina mati begitu saja.

Dengan perasaan kacau, kalut dan takut luar biasa Baekhyun pulang kerumahnya. Matanya telah gelap oleh perasaan-perasaan ngeri karena tidak ingin kehilangan Fina. Gadis satu-satunya yang mampu membuatnya yakin bahwa Iblis pun memiliki perasaan indah itu.

Baekhyun mencengkeram tubuh Fina kuat-kuat. Abai sama sekali dengan jeritan Fina yang memintanya untuk berhenti dan memohon agar tidak melakukan hal yang buruk pada janinnya. Baekhyun kalap, menampar Fina karena menganggap gadis itu bodoh karena rela menyerahkan hidupnya demi bayi yang bahkan tidak seharusnya ia kandung. Baekhyun hampir saja membelah perut Fina saat Fina terisak dan merintih. Mengucapkan kata-kata yang membuat Baekhyun membeku seketika.

“Aku tak akan terselamatkan kan? Karena itu kau berbuat begini…”Fina meraba pipi Baekhyun. Mata Baekhyun bergetar, sesuatu hendak pecah disana. “It’s allright, Baek. Kau bisa memiliki bayi ini untuk menggantikanku, bukan?”

Baekhyun menggeleng. Tidak. Ia tidak menginginkan apapun untuk menggantikan Fina-nya. Ia hanya ingin Fina.

“Ini hadiah untukmu, Baek. Bayi kita, cinta kita…”

Baekhyun tersedak oleh tangisnya. Ya, sang iblis telah runtuh pertahanannya dan mengalirkan airmata penuh kesedihan. Airmata Iblis adalah tanda ketidakberdayaan makhluk yang selalu menyombongkan kekuatan dan kedigdayaannya itu.

Fina yang tersentuh oleh airmata Baekhyun tidak mampu menahan airmatanya lagi. Bohong jika gadis itu tidak takut oleh bayang-bayang kematian. Dan tidak bisa lagi melihat Baekhyun? Oh, hatinya terasa sakit membayangkan hal itu. Fina menangis makin keras. Memeluk Baekhyun kuat-kuat.

Kenapa takdir kejam sekali?

Bulan kesembilan adalah titik balik kondisi Fina. Gadis itu drop. Hampir-hampir tidak pernah memperoleh kesadarannya. Perutnya mengeras dan terkadang bergerak-gerak tidak wajar seolah sesuatu didalamnya hendak menembusnya. Baekhyun merasa kebas setiap melihat Fina mengerang kesakitan. Ia terlalu lelah untuk menangis. Kini, Baekhyun hanya bisa menjaga gadis itu. Menggenggam tangan Fina kuat-kuat. Berharap dengan cara ini, Fina tidak akan pergi meninggalkannya.

Lalu, kelahiran sang bayi tiba.

Fina meronta karena rasa sakit yang teramat sangat, hingga ia harus ditahan oleh beberapa elf yang membantu persalinannya. Lilian dan Vibe menangis dipojok ruangan, tidak sanggup melihat penderitaan nona tercintanya. Rossy yang duduk didekat kepala Fina, dengan telaten mengusap kening Fina yang penuh keringat.

Baekhyun hanya terdiam terpaku dengan tatapan kosong yang menyedihkan. Seluruh tubuhnya terasa digempur tiap kali mendengar jeritan kesakitan Fina. Hati Baekhyun semakin terluka parah saat ia melihat jangka waktu Fina yang semakin menipis.

2 jam 34 menit…

Baekhyun mendekat perlahan, menggantikan posisi Rossy didekat Fina. Fina yang melihat Baekhyun ada disampingnya, tersenyum lemah. Dengan tangan gemetar, Baekhyun menggenggam jemari Fina, menciumnya lama. Pria iblis itu memejamkan matanya dan sebulir airmata jatuh lagi.

1 jam 7 menit…

Fina masih bergumul dengan usahanya untuk melahirkan bayi yang ada diperutnya. Berteriak dan mengejan sekuat tenaga. Napas gadis itu tersengal dan dia tiba-tiba menjadi begitu merindukan Ibunya. Oh, seharusnya pada saat-saat seperti ini, bukan hanya Baekhyun yang ada disampingnya,tapi Ibunya juga. Fina menangis. Kesakitan. Tak berdaya.

Apakah aku bisa melahirkan anakku dengan selamat?pikirnya resah.

56 menit…

Suara tangis bayi memecah keheningan malam. Bersamaan dengan gugurnya salju-salju diangkasa. Bayi yang lahir dibulan januari.

“Bayinya perempuan, tuan… nona…”seru Elsa senang.

Baekhyun tertegun saat melihat bayi yang masih diselubungi warna merah darah itu begitu kecil dan rapuh.

“Anakku… putriku yang cantik…”Fina berujar lemah, tangannya menggapai meminta agar Elsa mendekatkan bayinya padanya. Gadis itu tahu dirinya tak punya banyak waktu lagi, karena itu Fina tidak ingin gadis kecilnya dibawa pergi hanya untuk sekedar dimandikan. Elsa menaruh sang bayi didekat payudara Fina dan dengan instingnya bayi itu bergerak untuk menyusu pada Ibunya. Fina menangis lagi. Tuhan, ini benar-benar perasaan yang indah. Fina tidak menyesal sama sekali telah mengorbankan nyawanya demi kenangan kecil ini.

Baekhyun yang mendengar apa yang ada dibenak Fina, tak sanggup lagi berada didekat gadis itu. Ini terlalu menyedihkan. Terlalu menyakitkan untuk Baekhyun tangani sendiri.

Melihat Baekhyun yang hendak pergi, Fina meraih tangan pria itu. “Kau mau kemana, Baek? Bukankah waktuku tinggal sedikit lagi, kau tidak mau bersamaku disaat terakhir?”ujar Fina pelan, seolah tanpa beban.

Baekhyun mengeryit tak suka, kata-kata Fina seperti mengisyaratkan bahwa dirinya baik-baik saja ketika sebentar lagi harus pergi meninggalkan Baekhyun. Tapi toh Baekhyun akhirnya bersedia duduk kembali disamping Fina. Fina tersenyum dan beringsut memosisikan kepalanya dipangkuan Baekhyun. Sang bayi masih asyik menyusu dipelukannya.

Mata Fina berkabut oleh genangan air mata dan hatinya begitu melambung oleh rasa bahagia. Berbanding terbalik dengan Baekhyun yang begitu hancur saat melihat wajah pucat Fina dan tubuhnya yang semakin terasa dingin.

“Bisakah kau menciumku dalam posisi seperti ini, Baek?”disisa tenaganya Fina mencoba bergurau. Apalagi dilihatnya wajah Baekhyun yang diliputi kesedihan.

Baekhyun tersenyum sedikit dan merendahkan tubuhnya. Fina membalas dengan menegakkan sedikit tubuhnya untuk menggapai bibir Baekhyun. Ciuman itu singkat saja. Tapi saat mata keduanya bertemu, Fina dan Baekhyun sama-sama tahu, bahwa ciuman singkat itu mungkin adalah ciuman terakhir mereka. Mengerang putus asa, Baekhyun kembali meraup bibir Fina dan menciumnya sebanyak yang ia bisa.

Kau tidak boleh mati, Fina.

Gadisku tercinta, kau tidak boleh meninggalkanku.

3 menit…

Napas Fina mulai tersengal. Sinar dimatanya menghilang. Ditengah tubuhnya yang semakin melemah, Fina masih saja mendekap bayinya kuat-kuat. Tangan Baekhyun merangkumnya dalam pelukan, dan Fina bisa mendengar isak tangis Baekhyun didekat telinganya.

Pria iblis itu benar-benar merasa tidak berdaya saat napas Fina semakin jarang dan terputus-putus. Jantung gadis itu berdetak lemah dan suhu tubuhnya terus menurun.

“Fina, kumohon, tolong….”Baekhyun mengiba. Dadanya sesak dan ini sangat menyakitkan.

Secercah cahaya, turun dari langi. Seorang malaikat dengan sayap yang sungguh megah datang untuk menjemput Fina. Baekhyun mengerang tidak jelas, semakin mengetatkan pelukannya ditubuh Fina dan menatap sang malaikat dengan tatapan nyalang penuh kebencian.

“Jangan bawa dia!! Aku akan membunuhmu jika kau berani menyentuhnya!”

30 detik….

“KUBILANG JANGAN SENTUH DIA!!!!!”teriak Baekhyun sambil melemparkan sihir mematikannya pada sang malaikat. Tapi sihir itu bisa ditangkis dengan mudah oleh sang malaikat yang tak lain adalah Sang Suho—raja para malaikat.

“Lepaskan Serafina, Baekhyun. Sejak awal kau tidak punya hak untuk memiliki gadis ini, sekarang lihatlah akibatnya…”

“Pergi…”desis Baekhyun. “PERGI KATAKU!!!”

“Aku akan pergi bersama Fina…”

10 detik…

Fina tersedak oleh napasnya yang terhenti ditenggorokan. Tubuh gadis itu terhentak. Membuat sang bayi yang tengah menyusu dipayudaranya kaget dan menangis keras.

“Jangan Fina… kumohon… aku mencintaimu, kau tidak boleh meninggalkanku…”

3 detik…

2 detik…

1 detik…

Jantung Fina terhenti. Tubuhnya telah dingin dengan sempurna. Tangan Fina terkulai lemah. Dan mata biru itu telah tertutup untuk selama-lamanya.

Baekhyun meneriakkan tangis pilunya. Membungkus Perbatasan malam itu dalam duka. Paran, Elsa, Alfan, Rossy, Vibe dan Lilian ikut menambah pilu suasana dengan tangisan mereka. Malam itu perbatasan kehilangan sang manusia. Baekhyun kehilangan gadis yang ia cintai. Dan bayi yang baru saja menghirup udara dunia itu telah kehilangan ibunya.

Tangis melengking bayi Fina menyayat hati siapapun yang mendengarnya.

Wujud sejati Fina, roh sucinya perlahan terlepas dari tubuh fananya. Berayun ringan dan membelai lembut tubuh bayi mungilnya. Senyum Fina merekah saat putri kecilnya berhenti menangis dan memandangi roh Fina dengan mata bundarnya yang jernih.

“Lihat, Baek. Benar kan kataku…”Fina mendongak menatap Baekhyun. “Bayi kecil kita secantik diriku. Tapi dia memiliki mata coklat dan rambut gelapmu. Cantik sekali…”

Baekhyun mengarahkan tatapannya pada bayi Fina dan tangisnya pecah saat untuk pertama kalinya ia memusatkan perhatiannya pada makhluk mungil yang sejak tadi dipeluk oleh tubuh Fina.

“Aku mencintaimu…”ujar Fina pelan sembari mencium bibir Baekhyun yang basah untuk terakhir kalinya. Gadis itu juga mengulaskan kecupan lembut dileher Baekhyun. Tempat tattoo bertuliskan YOURS itu berada.

“Fina, please…”pinta Baekhyun sekali lagi. Tapi terlambat. Tubuh Fina telah lenyap ditelan cahaya. Yang Baekhyun ingat terakhir kali adalah senyum gadis itu dan bisikan lembutnya.

“Bukankah nama Sera terdengar cantik? Berikan nama itu untuk gadis kecil kita Baek…”

“Sera…”

Sera yang baru saja memasuki kamarnya, menyunggingkan senyum seadanya saat melihat Luhan yang ternyata masih terjaga sedang duduk bersandarkan head-board tempat tidur. Tangan pria itu terulur, memanggil Sera untuk merebahkan diri disisinya.

Saat ini Sera memang sedang butuh sandaran, dan dia sungguh bahagia karena memiliki Luhan disampingnya. Gadis itu memosisikan tubuhnya disamping Luhan, menyandarkan kepalanya dibahu malaikat itu dan melingkarkan tangannya ketat dipinggang Luhan. Luhan mengecup lembut puncak kepala Sera dan menarik bahu Sera agar semakin lekat padanya.

Dear…”panggil Luhan penuh sayang.

“Mm?”

“Apa manusia seburuk itu bagimu?”

Sera terkejut dengan pertanyaan Luhan. Ia tidak menjawab dan hanya mendongakkan kepalanya kearah Luhan yang tersenyum lembut padanya.

Luhan membelai pipi Sera sambil menambahkan, “Maaf, karena telingaku bisa menjangkau hingga keteras rumah kita. Aku mencoba untuk tidur dan tidak terus menguping, tapi pembicaraanmu dan Baekhyun terlalu menarik…”

“Kau…”Mata Sera menatap ngeri. “…tahu? Kau mendengar semuanya?”

Luhan mengangguk. “Aku ingin kau tahu kalau hal itu bukan masalah bagiku, Sera. Aku sungguh tidak peduli tentang siapa dirimu yang sebenarnya, apakah kau manusia atau iblis, atau makhluk tak terdefinisikan sekalipun…”

“Jangan bohong, Lu…”Sera menarik tangannya dari pinggang Luhan, berusaha menjauh. “Bukankah sekarang aku nampak rendah dimatamu? Ada darah manusia didalam diriku, makhluk rendahan…”

Luhan menahan tangan dan tubuh Sera. “Sera…”ujarnya. “Kenapa kau selalu berpikir bahwa manusia adalah makhluk rendahan? Mereka makhluk ciptaan Tuhan yang bahkan derajatnya lebih tinggi daripada kita…”

Kenapa? Ya, kenapa Sera selalu membenci manusia?

“Kenapa nona Sera membenci kenyataan bahwa dirinya setengah manusia, tuan? Apa menjadi iblis murni adalah hal yang begitu penting?”Vibe bertanya.

Baekhyun menggeleng. “Itu karena aku…”

Vibe yang tidak mengerti maksud kata-kata Baekhyun menelengkan kepalanya isyarat meminta penjelasan.

“Setelah Fina pergi aku membawa Sera kedunia bawah, memohon ampun pada ayah dan memintanya untuk membolehkan aku merawat Sera.”Baekhyun menyunggingkan senyum miris saat mengingat kenangan lama itu. “Ayah bahkan tidak mau memandang wajah Sera dan hanya demi promosiku untuk menjadi jenderal kerajaan, ayah memutuskan untuk mengangkat Sera sebagai anak. Aku pikir itu tidak ada gunanya karena Tuan Kris telah mengetahui semuanya, tapi aku terkejut karena beliau hanya diam. Ternyata alasannya adalah itu, karena Sera adalah titisan Seraphim yang ingin ia lihat perkembangannya.”

Baekhyun terdiam sebentar, sebelum melanjutkan. “Sera tumbuh menjadi gadis yang berbeda dan itu membuatku resah. Sejak kecil ia tidak tertarik dengan planning-planning yang harus iblis siapkan untuk menjerumuskan manusia kejurang dosa. Aku tahu dari tatapan matanya bahwa Sera benci menjadi seorang iblis. Ayah sering memukulinya karena pemberontakan yang Sera lakukan. Astaga, Vibe, Sera bahkan belum genap 8 tahun saat itu, tapi dia tidak takut untuk bersikap berbeda dengan iblis-iblis lain…”

“Aku semakin khawatir saat Sera mulai ditinggalkan oleh teman-temannya dan menjadi bahan gunjingan iblis lain. Dengan sikapnya seperti itu, aku takut Sera tidak akan diterima di dunia bawah. Jika dunia bawah tidak menerimanya, dimana lagi Sera bisa tinggal dengan kondisinya seperti itu? Aku juga tidak akan sanggup jika gadis itu berada jauh dari sisiku…”

Baekhyun menarik napas panjang. Vibe yang serius mendengarkan cerita Baekhyun ikut menarik napas dalam. “Sampai suatu hari, ketakutanku seolah menjadi sesuatu yang nyata… Saat Sera menolong seorang gadis kecil yang hampir tertabrak mobil dan membiarkan tubuhnya terluka karena menjadi tameng, aku menyadari bahwa Sera tidak boleh dibiarkan terus-terusan memiliki sisi manusia didirinya.

Hari itu, sang gadis kecil yang ditolongnya menangis tersedu-sedu dan Sera hanya berdiri terpaku saat Ibu sang gadis merebut anaknya dengan kasar dari tangan Sera. Manusia-manusia disekitarnya menatap Sera ngeri karena tubuh Sera tidak terluka terlalu parah setelah mobil dengan kecepatan tinggi menghantam tubuhnya. Sera—yang saat itu masih berusia 9 tahun—mampu berdiri tegak, sedangkan mobil yang menabraknya hancur. Sera tidak akan diterima didunia manusia karena kekuatannya, dan dia juga tidak akan diterima didunia iblis karena kebaikan hatinya.”

“Karena itu Tuan memilih salah satu? Menjadikan nona Sera manusia atau iblis seutuhnya…”tanya Vibe.

“Ya… aku akan bersikap keras padanya jika ia berbuat baik pada manusia. Sangat keras hingga Sera harus merasakan sakit hingga berhari-hari lamanya. Aku jugalah yang mendoktrinnya agar membenci manusia dan mengganggap mereka makhluk rendahan. Karena semua perlakuanku padanya, Sera belajar bahwa manusia telah membuatnya menderita dan akhirnya berbalik membencinya…”

“Tapi, Ibu nona adalah manusia, tuan… bagaimana tuan bisa tega—“

“Aku tidak ingin Sera menjadi lemah, Vibe!”potong Baekhyun. “Aku tidak ingin ia lemah dan aku tidak ingin mengingat Fina lagi. Kepergian Fina terlalu menyakitkan bagiku…”

“Tuan…”

“Ara!! Aku tahu aku salah… tapi apa yang harus aku lakukan? Aku tidak tahu caranya membesarkan seorang anak. Aku membutuhkan gadis itu tapi dia tidak ada lagi disisiku. Memangnya aku bisa apa, Vibe?! Untuk pertama kalinya aku menemukan seseorang yang berharga bagiku, dan apa yang ia lakukan padaku sekarang. Ia meninggalkanku sendirian. Melukaiku seperti ini!”

Vibe ternganga. Terkejut karena dibentak seperti itu oleh Baekhyun. Baekhyun sendiri memilih membuang muka dari manusia salju ciptaannya itu. Baekhyun memejamkan matanya erat-erat, rasa sakit itu hadir lagi.

“Seandainya dia ada disini…”lirih Baekhyun.

“Aku selalu ada, Baek…”

Suara itu, membelai lembut indera pendengaran Baekhyun. Lalu selubung hangat itu melingkupinya. Baekhyun bisa merasakan sentuhan yang sangat ia kenal dikulitnya dan wangi tubuh yang sangat ia rindukan.

“Kau memang selalu ada, Fina…”Baekhyun membuka matanya. Seperti yang biasa terjadi saat Baekhyun bertemu dengan Fina, sekelilingnya selalu berubah menjadi tempat terakhir mereka bersama. Tidak ada lagi rumah mungil LuSera, tidak ada lagi Vibe yang berdiri dengan wajah sendu didepannya. Baekhyun terseret oleh kenangannya.

Kedalam rumah dibawah pohon ek raksasa diperbatasan.

“…kau selalu ada didalam kenanganku…”lanjut Baekhyun sambil menyibakkan helaian rambut yang menutupi pundak Fina kebelakang. Hanya untuk melihat tattoo bertuliskan MINE disana.

Fina tersenyum lembut dan menyapukan jarinya dileher Baekhyun. Memunculkan kembali tattoo yang setelah kepergian Fina selalu Baekhyun tutupi. “Yours…”gumam Fina sambil merendahkan tubuhnya dan mengecup tulisan dileher Baekhyun itu.

Baekhyun menyusupkan jemarinya dihelaian rambut Fina. “Yes, i’m yours, Serafina…”

“Omong kosong!! Manusia hanya makhluk lemah yang terombang-ambing oleh takdir. Mereka bahkan tidak bisa berbuat apa-apa tanpa uang dan makanan. Bumi benar-benar menjadi tempat sia-sia karena mereka huni. Kau tidak tahu itu? Derajat manusia lebih tinggi daripada kita?”Sera tersenyum mengejek. “Lihat, ibuku. Dia bahkan terlalu bodoh dengan menyerahkan tubuhnya pada iblis. Manusia menjijikkan…”

“Sera…”

“Sejak kecil aku diajari untuk membenci manusia, Lu. Tapi, ternyata… ayahku sendiri berhubungan dengan makhluk menjijikkan itu. Apa yang Baekhyun bilang tadi? Cinta? Iblis pada manusia?”Sera mendengus. Tidak mengerti mengapa cerita Baekhyun terasa begitu ambigu sekarang. Ayahnya yang jahat itu, bagaimana bisa memiliki cinta?

“Kau mencintaiku, bukankah sama tidak mungkinnya seperti cinta ayahmu pada manusia itu?”

Sera menggeleng. “Peter. Iblis itu bernama Peter dan dia bukan ayahku…”

Luhan tidak mengerti. “Apa maksudmu, Sera?”

“Ayahku tidak mungkin Peter… tapi ibu-ku… ibuku pasti Serafina itu…”Sera menggerakkan-gerakkan matanya. Entahlah, otaknya tiba-tiba mulai bekerja untuk menganalisis sesuatu yang aneh disini. Sera tidak menyadarinya saat ia mendengarkan cerita Baekhyun karena terlalu terbawa emosinya. Tapi kini saat pikirannya mulai jernih, ia sadar. Ayahnya, pria jahat tanpa belas kasih itu tidak mungkin Peter. Sera memang sudah sangat yakin sejak awal kalau Peter hanyalah nama karangan Baekhyun, tapi itu pasti bukan ayahnya!! (Ayah disini maksudnya ayah-nya Baekhyun. Iblis jahat yang Sera anggap sebagai ayah padahal sejatinya adalah kakeknya)

“Setauku bukan ayah yang terjun ke perang dunia 1, ayah tidak punya catatan tentang perang itu… tapi, yang pergi kesana…”Sebuah pemahaman tertancap begitu saja. Mengurai benang yang semula nampak begitu kusut. Sera mencengkeram kemeja Luhan kuat saat akhirnya dirinya bisa menarik kesimpulan dari semua yang terjadi dalam hidupnya. Kesimpulan yang membuat dadanya terasa dihantam oleh palu.

Seluruh perhatian.

Kasih sayang.

Hanya datang dari satu orang.

Lalu jejak darah…

“Itu adalah ritual pencarian jejak seseorang dengan menggunakan genetiknya yang berada didalam darah. Darah Baekhyun bisa mencari darahmu karena ikatan genetik kalian, Sera…”

“Itu hanya berlaku untuk saudara, bukan orangtua-anak…”

Chanyeol berbohong!

“Sera…”Luhan nampaknya telah mulai memahami kemana arah pikiran Sera. Pria itu mengawasi raut wajah Sera yang nampak gusar.

Sera menggumam, mengulang kata-kata yang beberapa jam lalu keluar dari bibirnya. “Satu-satunya keluargaku. Keluargaku yang berharga…( Chapter 13)”

Sera tertawa, tawa yang terdengar miris dan menyedihkan. “Bagaimana bisa? Ini tidak mungkin. Kumohon Lu, katakan padaku kalau dia bukan ayahku…”Sera menyentuh wajah Luhan, memaksa pria itu mengatakan apa yang ia ingin dengar dengan tatapan matanya.

Tapi Luhan menggeleng, dan hanya memeluk gadis itu seerat yang ia bisa. Hatinya pedih karena melihat penderitaan yang terus datang menghampiri gadisnya.

Tidak Sera, ini nyata. Pria itu memang ayahmu…

To be continued~~~

 

Oke. Jadi akhirnya Sera tahu atau tidak kalau Baek ayahnya? Menurut reader? Hehehe~~ gantung yah? Emang sengaja… #ketawaevil. Ohiya, kemarin aku lupa buat ngucapin BIG THANKFULL for My Saeng Kamalia Amanda and My Friend Aerren Flamerella karena uda mau jadi Beta Readerku… Gamsahamnidaaaa~~~

Karena Chapter 14b uda selesai dari kemarin, langsung deh aku kirim… gimana readerdeul?? Senang? Hehehe…

Ngomong2 kemunculan Serafina diakhir itu terinspirasi dari Mohabattein, jadi yang muncul bukan Serafina asli ya, itu hanya bayangan Baekhyun. J

Kali ini aku gak mau terlalu banyak cakap. Makasii uda baca ampai selesai dan ketemu si TBC, hehe. Jangan lupa ninggalin jejak ya…. komen or like.

 

Regard,

Seara Sangheera

 

288 responses to “[Freelance] DEVIL BESIDE ME (CHAPTER 14b)

  1. Hikss hikss sedih amat kisah Baek-Serafina 😥 dan Sera akhirnya tau ayah nya yg sbnrnya adalah Baekhyun.. Duhh psti tertekan banget ya Sera.. Lanjut eon.. Fighting~

  2. kan bener kan sera sulit nerima dan akhirnya nambah luka .
    pdhal baekhyun disini juga terluka .
    semoga aja mereka bisa memahami satu sama lainnya .

  3. Pasti nyesek banget jadi baekhyun harus ngelepasin orang yang dia cintai harus ngebesarin anaknya sendirian harus nutupin identitas dia yang sebenarnya dari anaknya sendiri

  4. 😦
    Baek 😦
    Miris banget sama cerita hidup’a Serafina ama Sera 😦
    Bener2, kasih ibu sepanjang masaa 😦
    Dari ff ini bisa belajar, gmna pengorbanan seorang ibu 😦
    Oh, miss my mom so much 😦

  5. dan pada akhirnya sera tahu kebenarannya. gmna sera mnerima ikuuu. sera jgn egois, dsni baekhyun jg terluka n tlh mlakukan yg terbaik untuk sera.

  6. Hhhhuuuwwwwaaaaaa…..sediiihhhhhhh…..:'( nyesek. Perasaan Baek pasti hancur bgt saat itu. Pengen peluk Baek…TT*dijewer author
    Cerita BaekFina,so deep banget eon…kok bisa sih?? Kok bisa sih?? Author bikin cerita kaya gini…terlepas dr latar belakang karakter2 tokoh disini,cerita ini tuh,manis bgt. >< Keep writing!!! FIGHTING!! *popoBaek XD

  7. Aaaah kisah hidup sii Baekhyun disinii kayaknya menyedihkan bangett,
    Aduhh sii Sera kayaknya udahh tau nii kalo ayahnya yg sebenernya ituu sii Baekhyunn
    Uuuh jadii makin penasarann

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s