[Freelance] I CHOSE TO GET MARRIED (Chapter 7)

I chose to get married

Title: I CHOSE TO GET MARRIED Chapter 7
Author: Ishani
Length: Chaptered
Rating: PG17+
Genre: Married life, family, Romance, Angst
Main cast:
v Park Chaera ‘OC’
v Cho Kyuhyun
Other cast: Shin Jewo, Cho Ahra, All member super junior, And many more
Credit: Park Haera @ HSG

Disclaimer : dianjurkan untuk yang baca sudah 17+, kalau ada yang 17- aku harap bacanya diskip aja. Aku gak mau kalau otaknya ada yang terkontaminasi gara-gara baca ini. Warning typo bersebaran seperti ranjau paku.

Dan sedetik kemudian matanya membesar sempurna, saat dilihatnya pemandangan yang ada dihadapannya. “Cho Kyuhyun” gumamnya pelan.

 

Matanya tidak salah lihat, Chaera mengenali sosok pria yang saat ini sedang mencium seorang wanita tepat dihadapannya. Sosok itu adalah suaminya sendiri.

 

Belum selesai rasa keterkejutnya melihat hal itu. Chaera kembali terkejut, dengan sebuah tangan yang menutupi kedua matanya, dan membalik tubuhnya dengan cepat. Setelah itu orang itu memeluknya dengan lembut.

 

Chaera baru akan ingin memberontak, menerima perlakuan itu. Namun ia mengurungkan niatnya saat ia tahu kalau orang yang memeluknya saat ini adalah Donghae oppa.

 

“Jangan melihatnya” bisik Donghae tepat ditelingah yoeja itu.

 

Mendengar itu, Chaera justru membalas pelukan yang diberikan Donghae padanya. “Tidak oppa, aku tidak melihatnya”

 

Donghae tersenyum mendengar jawaban yang diberikan Chaera padanya. Ia bukanlah orang bodoh yang akan langsung percaya pada ucapan yoeja itu. Sudah jelas Chaera melihat hal itu, tapi Donghae tidak ingin memperpanjang hal ini. “Bagus, kau dongsaengku yang penurut” Donghae membelai rambut yoeja itu dengan lembut.

 

“Ya oppa, aku benar-benar tidak melihatnya” Chaera semakin mengeratkan pelukannya dipinggang Donghae. Tidak, Chaera tidaklah cemburu melihat hal itu.

 

Di satu sisi ia merasa senang melihat kemesraan antara suaminya, dan kekasihnya. Namun ia juga mengasihani dirinya sendiri. Mengasihani bertapa buruknya hidupnya, kenapa ia tidak bisa seperti kedua orang itu? Chaera sangat ingin merasakan berada diposisi mereka berdua. Dapat menunjukan rasa cintanya, kepada orang yang ia kasihi. Bukannya justru terjebak dalam pernikahan yang penuh dengan ketertekanan.

 

“Ehemm….” Donghae menatap tajam namja yang berdiri tidak jauh dihadapannya, tanpa ada niat untuk melepas pelukannya pada Chaera. Kali ini Kyuhyun telah kelewat batas. Donghae tahu kalau namja itu masih belum dapat menerima kehadiran Chaera.

 

Tapi haruskah namja itu menunjukan kemesraannya dihadapan istrinya sendiri? Bukankah Chaera juga sudah menjanjikan perceraian padanya? Setidaknya Kyuhyun dapat bersikap lebih baik sedikit sekarang. Jika memang Kyuhyun ingin bermesraan dengan kekasihnya, tidak bisakah namja itu mencari tempat lain.

 

“Ehemmmm” namja itu kembali berdehem, namun kali ini lebih panjang, dan keras dari sebelumnya.

 

Mendengar dehaman itu, Chaera segera melepas pelukannya, dan menatap sepasang kekasih dihadapannya, sambil tersenyum kaku.

 

“Chaera, sedang apa kau disini?” tanya Jewo dengan ramah.

 

“Aku, ada keperluan dengan Hae oppa” Diam-diam Chaera menggenggam tangan namja itu, atau lebih tepatnya meremas tangan namja itu. Saat ia merasakan tatapan tajam dari Kyuhyun yang sejak tadi terus menghujatinya.

 

Donghae yang merasakan genggaman itu tahu kalau Chaera sedang memberikan isyarat padanya untuk segera pergi dari hadapan dua orang itu. “Baiklah kalau begitu aku, dan Chaera akan ke dorm lantai 13 saja” Donghae baru akan mengajak Chaera menuju dorm lantai 13. Tapi langkahnya terhenti ketika mereka mendengar suara wanita baik itu

 

“Jika kalian memang masih ingin disini tidak apa-apa. Aku, dan Kyuhyun oppa juga sudah ingin ke rumah sakit sekarang” potong Jewo sebelum kedua orang itu pergi.

 

“Tidak perlu, kami ingin diatas saja” pamit Donghae, sambil menggandeng Chaera menuju lantai atas.

 

Namja itu membawa Chaera, ke balkon yang ada dilantai itu. “Kau suka melukis sambil melihat pemandangankan?”

 

Donghae tersenyum saat melihat yoeja itu yang menganggukan kepalanya, dan itu berarti tebakannya tadi benar. Sebetulnya ia tidak sepenuhnya menebak, tapi ia memang sering melihat yoeja itu melukis sambil melihat pemandangan. “Tunggulah disini, oppa akan mengambil kanvas, dan fotonya” setelah mengucapkan itu, Donghae segera meninggalkan Chaera sendiri untuk mengambil segera keperluan yang dibutuhkan gadis itu untuk melukis.

 

Sementara Chaera mempersiapkan cat, dan kuasnya. Gadis itu memang sengaja menyuruh Donghae untuk mempersiapkan kanvas untuk ia melukis, karena Chaera tidak ingin repot membawa kanvas berukuran besar itu kekampusnya.

 

Chaera menatap pemandangan kota Seoul dari balkon tempatnya berdiri sekarang. Setelah ia selesai menata semua peralatan lukisnya diatas meja kecil. Matanya menerawang jauh kedepan, sementara pikirannya masih berpusat pada apa yang baru saja ia lihat tadi.

 

Chaera dapat melihat, cara namja itu yang mencium lembut kekasihnya tidak ada amarah, dan paksaan. Tidak seperti cara namja itu menciumnya saat itu. Jika namja itu mencium kekasihnya sebagai tanda cinta pada kekasihnya itu. Sedangkan dengan Chaera, namja itu menciumnya sebagai bentuk pelampiasan amarahnya. Sungguh dua hal yang sangat berbeda, padahal dua namja itu adalah namja yang sama.

 

Donghae dapat melihat Chaera yang saat ini sepertinya sedang melamun sampai-sampai yoeja itu tidak menyadari kehadirannya. Chaera menatap namja yang saat ini berdiri disampingnya, dan mangacungkan sebuah foto padanya. “Ini adalah foto eommaku, tahun lalu. Apakah kau bisa melukiskannya untukku? Aku ingin memberikannya sebagai hadiah ulang tahunnya”

 

Chaera memandang foto yang menampilkan seoarang wanita paruh baya, yang sedang duduk dibangku sambil memperlihatkan senyumnya. Senyum keibuan, senyum yang mengingatkannya pada sosok yang sangat ia rindukan sampai kapanpun. “Dia cantik” gumam Chaera, sambil terus menatap foto itu.

 

Donghae tersenyum menerima pujian tulus dari yoeja yang ada dihadapannya itu. Donghae heran, kenapa Kyuhyun bisa menyia-nyiakan istri seperti Chaera? “Terimakasih”

 

“Aku akan mencobanya oppa” Chaera meletakan foto itu disudut kanvas, dan menggulung tinggi rambutnya, sebelum memulai membuat seketsa gambar itu.

 

Dan Donghae hanya dapat menatap yoeja itu dengan tatapan terpesona. Entah sudah berapa kali ia terpesona pada yoeja yang sama. Apalagi saat Chaera menggulung rambut panjangnya, dan membiarkan beberapa helai anak rambut yang tidak ikut tergulung tertiup oleh angin.

 

Dan hal itu memberikan kesan seksi, dan lucu disaat bersamaan. Sungguh perpaduan yang sangat unik, dan jarang dapat ia temui dari wanita lain. Pasti member yang lain akan iri padanya jika mengetahui hal ini.

 

Tiba-tiba sebuah ide jail terlintas dibenaknya. Donghae segera mengambil ponsel yang ada didalam sakunya, dan mengambil gambar Chaera secara diam-diam.

 

Setelah ia mendapatkan gambar yang bagus, Donghae segera mengirim gambar itu ke semua member suju, kecuali Yesung, dan Eunyhuk, karena ia takut mereka berdua akan mengganggu Chaera. Jika mereka tahu yoeja itu saat ini sedang berada didorm mereka.

 

Tidak berapa lama ponselnya terus bergetar, menampilkan beberapa pesan masuk yang sudah Donghae ketahui dari mana pesan itu datang. Sudah pasti dari semua member yang menerima foto Chaera darinya, dan Donghae tidak berminat untuk membalas pesan itu. Biarkan saja mereka semua penasaran tentang foto itu.

 

Donghae tersenyum menahan tawanya, saat bayangan wajah penasaran semua member terlintas dikepalanya. Pasti wajah mereka lucu sekali. Donghae kembali memperhatikan Chaera yang saat ini masih berkonsentrasi pada lukisannya.

 

Wajah gadis itu terlihat sangat serius, dan Chaera bertambah cantik saat yoeja itu sedang melukis.

 

Donghae masih saja asik memperhatikan wajah istri dari dongsaengnya itu. Sampai bantingan pintu kaca balkon itu, membuyarkan kesenangannya. Namja itu hanya melirik sekilas Kyuhyun yang menatapnya dengan tatapan tajam. Terlihat sekali kalau maknaenya itu sedang memendam amarah padanya.

 

Tapi Donghae mengabaikan hal itu. Seharusnya Kyuhyun merasa bersalah atas apa yang tadi namja itu perbuat dengan kekasihnya. Bukannya justru menatapnya seperti ia yang baru saja mencium istrinya itu.

 

“Kita pulang sekarang” Kyuhyun menarik tangan istrinya itu dengan kasar, sehingga membuat tangan kecil itu sedikit memerah. Melihat itu Donghae segera menahannya. “Nanti aku akan mengantarnya pulang Kyu”

 

“Aku bilang sekarang” Kyuhyun mengabaikan tawaran dari hyungnya, dan kembali menarik Chaera.

 

Donghae sedikit menggeram melihat kelakuan Kyuhyun pada Chaera, yang terlihat kasar dimatanya. “Dan sudah kubi….”

 

“Tidak apa-apa oppa” potong Chaera, yang dapat melihat kilatan amarah dari kedua namja dihadapannya itu. Jika ia tidak segera pergi, mungkin kedua namja itu bisa saling memberi tinju, dan Chaera tidak ingin menjadi sumber permusuhan antara kedua namja itu.

 

Cukup dengan rasa bersalahnya yang telah menjadi penghalang kisah cinta Kyuhyun dengan kekasihnya. Dan Chaera tidak mau ditambah lagi dengan rasa bersalah, jika ia sampai merusak persaudaraan yang ada diantara member super junior.

 

Lagian bukankah ia juga sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk mengikuti semua perintah Kyuhyun. Selama perintah namja itu tidak kelewat batas.

 

“Aku akan melanjutkan lukisannya dirumah” Chaera melepas genggaman Kyuhyun yang ada dipegelangan tangannya, dan memasukan semua peralatan lukisnya kedalam tasnya.

 

“Kalau begitu sampai berjumpa besok oppa” pamit Chaera, sebelum yoeja itu menyusul Kyuhyun yang telah lebih dulu berjalan keluar, sambil menenteng kanvas lukisannya yang belum selesai itu

 

Donghae hanya menatap punggung Chaera yang sudah menghilang dari balik pintu dorm mereka, sambil tersenyum sinis. Ternyata reaksi Kyuhyun lebih cepat dari apa yang ia perkirakan.

 

Donghae kembali menatap gambar yang tadi ia kirim kesemua member. Digambar itu memperlihatkan Chaera yang terlihat serius dengan gambarnya, sangking seriusnya yoeja itu bahkan tidak sadar dengan noda cat yang ada dipipinya.

 

Dan selain gambar Donghae juga mengirim sebuah pesan singkat yang bertuliskan. Apakah kalian bisa tebak, siapa bidadari yang saat ini sedang ada didorm kita? Jika bisa, bertapa beruntungnya namja yang saat ini bisa melihat bidadari seksi, dan lucu itu.

 

Tidak sampai 15 menit ia mengirim pesan itu. Iblis penjaga Chaera ternyata sudah datang, dan langsung melabraknya.

 

* * *

 

At Kyura Apartement

19:00 KTS

 

Setelah sampai apartementnya Chaera segera menuju ketempat biasa ia melukis, untuk melanjutkan lukisan pesanan Donghae oppa tanpa memperdulikan bantingan pintu kamar yang dilakukan oleh suaminya itu.

 

Chaera sudah cukup terbiasa dengan suara bantingan-bantingan pintu yang dilakukan oleh Kyuhyun diapartement mereka. Lagian jika pintu-pintu itu rusak karena bantingan namja itu, Chaera yakin Kyuhyun pasti akan langsung membetulkannya. Tidak mungkinkan mereka tidur tanpa pintu, apalagi dengan tipe apartemen mereka yang serba terbuka ini.

 

Tidak berapa lama Chaera melihat Kyuhyun yang keluar dari kamar mereka. Namja itu berjalan kearahnya. “Siapa yang mengizinkanmu untuk datang ke dorm?” ucap Kyuhyun dengan nada dinginnya.

 

“Maaf oppa, aku tadi hanya ingin membantu Donghae oppa yang ingin memberi hadiah lukisan pada eommanya” jelas Chaera, tanpa mengahlikan perhatiannya pada lukisan yang ada dihadapannya itu.

 

“Apa tidak cukup aku bertemu denganmu disini, sampai aku juga harus melihatmu didorm?” Kyuhyun masih bicara dengan nada yang sama. Namja itu berusaha menahan amarahnya yang telah mencapai puncak kepalanya. Apalagi saat melihat Chaera yang saat ini seperti mengabaikan keberadaannya.

 

“Baiklah jika oppa tidak suka, aku tidak akan lagi datang kedorm tanpa seizinmu” Chaera masih saja berkonsentrasi pada lukisannya, tanpa memperdulikan ucapan dingin suaminya. Yoeja itu menjawab seperti mereka sedang mengobrol biasa.

 

Melihat sikap cuek yoeja itu, membuat Kyuhyun tambah geram, dan sepertinya namja itu tidak dapat lagi menahan amarahnya. “TATAP AKU PARK CHAERA JIKA AKU SEDANG BICARA PADAMU” Teriak Kyuhyun tepat disamping Chaera.

 

Chaera memejamkan matanya, saat teriakan Kyuhyun kembali masuk kedalam pendengarannya. Yoeja itu meletakan kuas didalam gelas berisi air yang ada diatas meja lukisnya, sambil mengaduk-aduk pelan kuasnya untuk melunturkan cat yang menempel di ujung kuas itu.

 

Setelah itu Chaera berdiri dari kursinya, dan berdiri tepat dihadapan Kyuhyun. Yoeja itu menatap tepat dimata suaminya, dengan tatapan datarnya. “Aku sudah menatapmu. Apa yang ingin oppa bicarakan padaku?”

 

Entah mengapa melihat reaksi Chaera yang terkesan cuek, dan tidak perduli seperti ini, membuat Kyuhyun bingung apa yang harus ia lakukan pada yoeja itu. Chaera masih saja terus menatap matanya dengan intens, dan itu membuat Kyuhyun makin bingung dengan apa yang harus ia katakan.

 

“Berengsek kau” Dan hanya itu kata yang dapat keluar dari mulutnya. Setelah mengucapkan itu Kyuhyun segera pergi menuju kamarnya, dan sudah dapat ditebak namja itu pasti akan membanting pintu kamar mereka kembali.

 

Chaera tersenyum mengejek setelah mendengar ucapan Kyuhyun tadi. Siapa yang lebih brengsek, seorang istri yang membantu temannya membuat lukisan sebagai hadiah untuk eommanya, atau seorang suami yang mencium kekasihnya dengan mesra?

 

* * *

Chaera sedang berendam didalam bath-upnya, untuk meluapkan rasa lelahnya. Tadi ia baru saja menonton pertunjunkan drama musikal yang diperankan oleh suaminya itu bersama dengan Krystal, dan Bin oppa yang ia paksa untuk ikut.

 

Dan di pertunjukan itu ada adegan dimana, Kyuhyun harus mencium Seohyun eonnie diatas panggung. Rasanya baru beberapa hari yang lalu ia melihat suaminya itu mencium kekasihnya, dan tadi ia harus kembali diperlihatkan oleh adegan yang sama dengan perempuan yang berbeda.

 

Tapi tetap saja kedua ciuman itu masih lebih baik, dari pada ciuman yang diberikan namja itu padanya. Sejak pertengkaran mereka terakhir, tidak ada komunikasi diantara mereka. Sepertinya mereka memang tidak di takdirkan untuk menjalinkan hubungan baik, apalagi berteman.

 

Chaera menghembuskan napasnya dengan berat. Sudahlah ia juga sudah terbiasa dengan hal ini, apalagi saat ini ia harus tetap fokus untuk menyelesaikan kuliahnya. Chaera segera membilas tubuhnya dari sisa-sisa busa yang menempel ditubuhnya itu.

 

Setelah tubuhnya bersih dari sisa-sisa busa itu, Chaera segera mengambil kimono mandinya, dan keluar dari kamar mandinya. Yoeja itu sedikit terkejut saat mendapati Kyuhyun yang sedang duduk diatas ranjang mereka. Namja itu langsung menatapnya dengan tajam begitu ia keluar dari kamar mandi.

 

Sementara Chaera, hanya mengabaikan keberadaan suaminya itu. Yoeja itu berjalan cuek menuju walk in closetnya. Namun belum sampai ia berada disana, sebuah tangan menahan lajunya.

 

“Bukankah aku sudah sering bilang jika aku tidak suka kau membantahku”

 

Chaera mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan maksud ucapan Kyuhyun barusan. Astaga perintah yang mana lagi kali ini? Ia tidak merasa kalau ia telah membantah perintah namja itu.

 

“Aku tidak mengerti apa yang oppa bicarakan?” ucap Chaera sambil berusaha melepas genggaman tangan Kyuhyun dipergelangan tangannya. Namun bukannya melepas genggamannya Kyuhyun justru semakin erat menggenggam pergelangan tangannya itu. Hingga Chaera merasa tangannya mungkin akan remuk, jika namja itu menggenggam pergelangan tangannya seperti itu.

 

Kyuhyun bangkit dari ranjangnya, dan menatap yoeja itu dengan tajam. “Kau tidak mengerti dengan apa yang aku ucapkan?” ucap namja itu sambil tertawa garing, entah apa yang ia tertawakan. “Oh, Chaera kau ini polos, atau bodoh?”

 

Chaera semakin mengerutkan keningnya. Sungguh ia tidak mengerti kemana arah pembicaran namja itu. Dan seakan mengerti kebingungan yoeja itu, Kyuhyun kembali melanjutkan ucapannya.

 

“Bukankah aku sudah memberikan mobil untukmu? Lalu kenapa kau tidak memakainya, dan justru lebih memilih diantar oleh ‘oppa-oppamu’ itu” Kyuhyun sengaja memberi sedikit penekanan pada kata oppa-oppamu dikalimatnya barusan.

 

Yah tadi Kyuhyun memang sempat bertemu dengan salah satu ‘oppa’ gadis itu saat ia akan masuk ke dalam lift di gedung apartemennya ini. Entah siapa nama namja itu, Kyuhyun tidak peduli, dan tadi namja itu juga sempat menyapanya.

 

Kyuhyun juga sempat betanya pada namja itu untuk apa dia datang keapartemennya, dan tebak jawaban apa yang Kyuhyun dapat? Ternyata namja itu bersama dengan dua sahabatnya, memang selalu mengantar jemput Chaera, kemanapun gadis itu akan pergi. Pantas saja waktu itu Kyuhyun melihat kunci mobilnya dilaci, karena Chaera memang tidak pernah menggunakan mobil permberiannya

 

Dan ternyata Chaera sangat pandai. Tidak hanya satu orang, yoeja itu bahkan bisa memanfaatkan tiga namja sekaligus. Dan mungkin setelah mereka cerai, Chaera bisa menikahi ketiga namja itu sekaligus.

 

Setelah mendengar apa yang diucapkan suaminya tadi. Sekarang Chaera tahu kemana arah pembicaraan namja itu. “Bukan begitu oppa, hanya saja aku…”

 

“Aku tahu” potong Kyuhyun sebelum Chaera menyelesaikan penjelasannya. “PASTI KAU TIDAK MAU MENGGUNAKAN MOBIL LAMAKAN” teriak namja itu, sampai Chaera dapat melihat urat-urat yang ada disekitar lehernya.

 

Chaera menghembuskan napasnya dengan berat, saat Kyuhyun meneriakinya tepat didepan wajahnya. Jika terus seperti ini, mungkin pendengarannya bisa terganggu. “Bukan seperti itu oppa dengarkan aku dulu” Chaera berusaha memberikan penjelasan pada namja yang saat ini terlihat terbakar emosi.

 

“Oh, aku tahu. Pasti kau sengaja tidak menggunakan mobil itu” Kyuhyun kembali memotong ucapan Chaera, dan menatap yoeja dihadapannya yang hanya menggunakan kimono mandi dari bawah ke atas. Namja itu meneguk salivanya yang terasa menyangkut ditenggorokannya, setelah tatapannya berhenti ke wajah cantik istrinya itu.

 

Kyuhyun menarik pinggang Chaera mendekat padanya. “Karena kau suka, diantar oleh namja-namja yang selalu menatapmu dengan tatapan memuja” bisik Kyuhyun tepat ditelingah Chaera, dengan suara yang rendah.

 

Chaera berusaha melepaskan tangan Kyuhyun dari pinggangnya. Entah mengapa posisi ini membuatnya sedikit tidak nyaman. Apalagi saat tadi Kyuhyun menatapnya dengan tatapan yang aneh. “Tidak oppa, aku mohon dengarkan aku dulu”

 

Kyuhyun mengabaikan ucapan Chaera, dan mempererat pelukannya dipinggang yoeja itu.“Tapi aku akan menunjukan padamu, siapa yang berkuasa disini?”

 

Setelah mengucapkan kalimat itu, Kyuhyun segera mendorong Chaera, kekasur dan menindih tubuh kecil gadis itu. Namja itu mencium bibir manis istrinya itu dengan membabi buta.

 

Sementara Chaera hanya memejamkan matanya, bukan karena ia menikmati ciuman itu. Tapi ia berusaha menguatkan dirinya, yang lagi-lagi dilecehkan oleh suaminya sendiri, targis bukan. Tangannya masih terus berusaha mendorong namja diatasnya itu. Ia sudah pernah mendapatkan perlakuan seperti ini, dari namja yang sama. Sudah ia katakan Kyuhyun hanya akan menciumnya, untuk melampiaskan amarahnya.

 

Kyuhyun masih asik menciumi bibir yoeja itu, sampai suatu bayangan menyadarkannya dari tindakannya itu. Bayangan yang mengingatkannya pada saat ia dulu juga mencium Chaera dengan cara yang sama, dan membuat yoeja itu ketakutan.

 

Kyuhyun segera melepaskan ciumannya, dan menempelkan dahinya, dengan dahi istrinya itu. Ia menatap Chaera yang menutup matanya dengan rapat, dan nafas yoeja itu yang masih terengah-engah sama sepertinya.

 

Melihat Chaera yang tidak kunjung membuka matanya, membuat Kyuhyun takut. Apa yoeja itu kembali ketakutan padanya? “Mi-mian” ucap Kyuhyun dengan ragu, dengan dahi yang masih menyatu dengan dahi Chaera.

 

Tidak berapa lama Chaera membuka matanya, setelah yoeja itu mendengar permintaan maaf yang keluar dari mulut Kyuhyun. Dan tepat setelah ia membuka mata, tatapannya bertemu dengan mata tajam Kyuhyun.

 

Seakan terkunci dengan tatapan itu, Kyuhyun tidak dapat mengahlikan tatapannya selain pada yoeja itu. Mata Chaera begitu indah untuk ia lewatkan saat ini, dan begitupun dengan Chaera, yoeja itu juga terus menatap lebih dalam lagi ke mata hitam suaminya. Berusaha menyelami mata yang selalu memberikan tatapan tajam dan dingin padanya. Mereka masih terus menatap seolah mereka dapat berbicara satu sama lain hanya dengan sebuah tatapan.

 

Chaera dapat merasakan darahnya yang berdesir dengan cepat, saat ia berhasil menatap dalam mata tajam itu. Sampai ia merasakan sebuah benda lembut, yang mendarat diatas keningnya cukup lama. Chaera membelakan matanya terkejut, saat tahu kalau benda material lembut itu adalah bibir suaminya.

 

Apa Kyuhyun baru saja mencium keningnya? Oh God, apa yang terjadi pada namja itu? Chaera dapat merasakan kelembutan dari ciuman itu, dan itu adalah ciuman terlembut yang pernah Kyuhyun berikan padanya.

 

Meskipun ciuman itu hanya dikening, tapi Chaera lebih menyukai ciuman itu. Dan setelah sadar apa yang baru saja Kyuhyun lakukan padanya, membuat wajahnya seketika memerah. Entah apa yang membuat wajahnya semerah itu?

 

Setelah namja itu mencium keningnya, Kyuhyun kembali membuatnya terkejut dengan tangan namja itu mengelus pipinya yang terkesan ragu, namun lembut. Pandangan mereka kembali bertemu, dan itu membuat wajah Chaera lebih merah lagi dari sebelumnya.

 

Kali ini Kyuhyun menatapnya dengan tatapan yang berbeda, dan Chaera tidak tahu tatapan apa itu, karena sebelumnya ia tidak pernah melihat tatapan itu dari wajah Kyuhyun.

 

Sampai namja itu memejamkan matanya, dan dengan gerakan perlahan dan yakin kalau wajah itu kembali mendekat padanya. Chaera meremas kuat sprai berwarna putih yang ada dibawah tubuhnya. Saat ia kembali merasakan benda lembut itu, yang menempel kembali tepat diatas bibirnya. Cukup lama, Kyuhyun hanya menempelkan bibir mereka, sampai pada akhirnya Chaera merasakan sebuah gerakan dari bibir itu.

 

Kyuhyun menciumnya dengan perlahan, dan lembut. Benar-benar sangat berbeda dengan ciuman yang dilakukan namja itu sebelumnya. Apa selembut ini juga ketika Kyuhyun mencium yoejachingunya?

 

Dan apa seperti ini rasa dari ciuman itu sesungguhnya? Mengingat hanya Kyuhyunlah, namja pertama yang menciumnya, dan juga namja satu-satunya yang ia izinkan untuk menciumnya.

 

Jika ada yang bertanya kenapa ia melakukan ini? Jawabannya adalah mungkin ia sudah mulai gila. Karena Kyuhyun sendiri juga tidak tahu kenapa? Kenapa ia melakukan ini?

 

Mencium gadis yang telah menghancurkan dirinya, mencium gadis yang telah menjatuhkan bom dihidupnya hingga meluluh lantahkan semuanya, gadis sebagai sumber mimpi buruknya.

Selama ini ia, dan Chaera selalu saja berada disisi yang bersebrangan. Mereka tahu, mereka sama-sama keras kepala, untuk tidak mau menyebrangi jembatan yang mimisahkan mereka.

 

Tapi kali ini apa Kyuhyun akan menyebrangi jembatan itu? Entahlah yang Kyuhyun tahu saat ini, mencium Chaera adalah hal yang sangat menyenangkan sekaligus menakjubkan. Kyuhyun tidak dapat menemukan tombol stop untuk menghentikan semua kegilaan ini. Jikapun ia menemukannya Kyuhyun tidak yakin jika ia akan memencet tombol itu.

 

Karena kenyataannya sampai detik ini, ia masih menikmati ciuman itu, dan tidak berniat untuk menghentikannya. Dan Kyuhyun sadar ia menginginkan yang lebih dari ini, dan ia tahu itu berarti ia menginginkan Chaera. Yoeja itu mungkin tidak membalas segala lumutannya. Tapi Kyuhyun tahu kalau Chaera juga tidak menolak segera sentuhan yang ia berikan padanya.

 

Kyuhyun menghentikan ciuman sepihaknya, dan menatap Chaera yang saat ini juga sedang menatapnya. Terlihat nafas yoeja itu yang terputus-putus, akibat ciuman panjang yang ia lakukan sepihak.

 

Tatapannya kembali terahli pada bibir Chaera yang sedikit memerah, dan basah akibat ciuman itu, hingga membuat Kyuhyun tidak tahan untuk tidak menciumnya kembali.

 

Berbeda dari ciuman tadi, kali ini Kyuhyun lebih berani dari sebelumnya untuk memperdalam ciumannya dengan memegang kedua rahangnya. Dan Chaera tahu kalau namja itu menuntut balasan darinya. Dengan ragu Chaera membalas ciuman Kyuhyun.

 

Kyuhyun menarik pinggang gadis itu, saat dirasa Chaera membalas ciumannya. Sungguh ia tidak pernah tahu kalau mencium Chaera, bisa senikmat ini atau ia mungkin hanya tidak menyadarinya saja. Kyuhyun juga tidak menampik, kalau ia sudah beberapa kali berciuman dengan seorang yoeja, baik itu dengan Jewo, maupun dengan wanta lain yang dulu juga pernah tinggal dihatinya. Tapi kali ini berbeda, ia sedang mencuim yoeja yang sudah menjadi miliknya, dan sudah direstui oleh tuhan. Dan rasanya begitu menakjubkan.

 

Tapi ia juga tahu berciuman dengan Jewo maupun dengan yoeja lain, sangat berbeda berciuman dengan Chaera. Kyuhyun tidak dapat menghentikan segala sentuhan yang ia berikan pada yoeja itu. Mungkin karena ia menyadari kalau Chaera adalah kepemilikannya, dan semua tahu itu.

 

Padahal sudah sangat jelas ini bukanlah ciuman pertamanya. Ia bukanlah lagi anak remaja, yang pertama kali melakukan sebuah ciuman karena rasa penasarannya. Kyuhyun adalah orang dewasa yang sudah mengerti ‘lebih dari itu’.

 

Yah meskipun ia belum pernah melakukannya. Tapi jika boleh jujur ia memang pernah beberapa kali menonton tayangan yang ‘lebih dari itu’ bersama dengan beberapa hyungnya didorm, meskipun ia tidak menonton hal itu sampai habis. Dan Kyuhyun menginginkan itu, menginginkan malam pertamanya bersama dengan gadis ini.

 

Sejauh keinginannya yang masih belum goyah sampai saat ini, dan Kyuhyun juga tahu, kalau Chaera juga menyadari keinginannya itu. Dan entah kenapa, Kyuhyun juga yakin kalau yoeja itu juga tidak akan menghentikan kegilaan mereka ini.

 

Meski ini ciuman pertamanya, maksudnya ciuman dalam artian yang sesungguhnya. Tapi Chaera dapat berlajar dengan cepat, tangannya bahkan tidak lagi meremas kain sprai itu. Tapi berahli ke rambut suaminya itu, dan kini ia bahkan sudah memejamkan matanya menikmati setiap lumatan yang diberikan Kyuhyun padanya.

 

Sekian menit mereka hanya bebalas cium, dengan beberapa kali jeda untuk mengisi persedian oksigen di paru-paru mereka. Mereka saling meresapi kecapan yang dihasilkan dari pergulatan mereka, dan sama-sama merasa sayang jika hal ini harus dihentikan sampai sini.

 

Chaera tahu, dan bahkan sangat sadar dengan apa yang mereka lakukan saat ini. Mungkin ini tidak hanya sampai disini, dan mungkin ini akan menjeremus ke hal yang mungkin lebih dari sekedar ciuman.

 

Tapi ia juga sadar, mungkin inilah saatnya Kyuhyun meminta haknya. Haknya sebagai seorang namja yang sudah mengikat janji dengannya dihadapan tuhan. Dan Chaera tahu haknya Kyuhyun adalah kewajiban baginya.

 

Bahkan ini adalah kewajiban utama seorang istri. Chaera tidak akan bertanya pada Kyuhyun, alasan kenapa namja itu mau meminta haknya pada Chaera. Bukankah Chaera sudah berjanji apapun alasannya, jika Kyuhyun memintanya dengan baik-baik Chaera akan memberikannya. Karena baginya sendiri ini adalah sebuah kewajibannya sebagai seorang istri.

 

Chaera menyusupkan jari-jari didalam rambut cokelat Kyuhyun, saat dirasa ciuman ini semakin liar.

 

Entah bagaimana ia bisa tidak sadar, kalau ia kini sudah terduduk di atas ranjang mereka. Kyuhyun melepaskan ciuman mereka, dan menatapnya dengan tatapan yang entah Chaera juga tidak tahu. Tapi yang jelas itu bukanlah tatapan tajam yang biasa diberikan namja itu padanya.

 

Kyuhyun menjauhkan wajahnya, dari wajah Chaera, dan sekian menit mereka hanya saling memandang tanpa melakukan apapun. Meskipun begitu Chaera tahu kalau itu bukan berarti mereka telah selesai. Chaera kembali meremas sprai putih dibawahnya, dan memejamkan matanya saat ia merasakan sebuah tangan yang membelai pipinya.

 

Belaian tangan itu turun ke lehernya, lalu kepundak kirinya, dan semakin turun memebelai tangan kirinya. Chaera semakin memperkuat remasannya, saat dirasa tangan itu mencoba untuk menarik tali kimono mandinya. Chaera dapat merasakan jantungnya yang memompa darahnya lebih cepat dari sebelumnya, Ia juga dapat merasakan kakinya, tangannya, tubuhnya terasa sangat kebas karena sentuhan itu,

 

Chaera sadar, saat tali kimono itu lepas, saat itulah tubuhnya untuk pertama kali terpampang jelas dihadapan seorang namja tanpa dihalangi apapun. Entah bisa seberapa lagi remasannya pada sprai itu yang sekarang mungkin sudah sangat kusut akibat remasannya.

 

Dan sekarang Chaera dapat merasakan hawa dingin yang menerpa tubuhnya, itu berarti kimono itu sudah terlepas dari tubuhnya. Chaera masih menutup matanya dengan rapat tidak berani melihat apa yang sedang Kyuhyun lihat.

 

Tuhan Kyuhyun sedang melihatnya, pada hal yang selama ini selalu berusaha ia tutupi.

 

Kyuhyun meneguk salivanya, saat ia menatap pahatan tuhan dihadapannya dengan takjub. Sungguh ini melebihi apa yang selama ini ada dipikirannya. Bagaimana bisa tuhan bersikap begitu tidak adil dalam menciptakan mahluknya?

 

Kyuhyun kembali menatap wajah Chaera, yang saat ini sedang menutup matanya. Jelas yoejanya ini sedang sangat gugup dihadapannya. Chaera yang selama ini selalu bersikap cuek, dan dingin padanya, ternyata juga dapat gugup dihadapannya.

 

Kyuhyun mendaratkan sebuah ciuman dikening istrinya itu, lalu dikedua matanya yang masih betah untuk tepejam. Namja itu membelai lembut permukaan pipi Chaera seolah takut belaiannya itu dapat merusak ciptaan tuhan yang sempurna ini. “Kau cantik Chaera, sangat” bisiknya tepat ditelingah gadis itu

 

Sementara Chaera yang mendengar bisikan itu, langsung membulatkan matanya terkejut. Apa tadi ia tidak salah? Kyuhyun baru saja memujinya cantik, apa itu benar? Chaera berusaha memberanikan dirinya, untuk menatap namja itu dan saat itu pula ia melihat Kyuhyun yang tersenyum padanya.

 

Dan oh God, Kyuhyun tersenyum padanya? Apakah ia tidak salah lihat? Setelah tadi namja itu memujinya cantik, sekarang Kyuhyun juga tersenyum padanya. Ini adalah senyum pertama yang diberikan namja itu padanya. Belum selesai rasa keterkejutannya, Kyuhyun kembali mencium bibirnya, dan Chaera tahu inilah saatnya ia menjalankan kewajibanya.

 

Kini mereka telah berciuman panas, lidah mereka bahkan kini sudah saling membelit satu sama lain, meskipun yang lebih dominan tetaplah Kyuhyun. Tapi Chaera, tetap tidak mau menyerah, yoeja itu berlajar cukup baik, dan cepat.

 

Kyuhyun membaringkan tubuh istrinya itu, dan kini bibirnya mulai menjelajahi leher putih Chaera, yang selalu membuatnya menelan salivanya setiap ia melihat leher putih itu. Yoeja itupun mendongakan kepalanya, seolah memberikan askes untuk suaminya itu. Dan Kyuhyun semakin tidak terkendali, saat ia mendengar desahan frustasi yang keluar dari bibir istrinya itu.

 

Sementara Chaera, kini yoeja itu sudah menjambaki rambut coklat suaminya itu berusaha menahan segela perasaan asing yang seperti membakar setiap sel tubuhnya. Chaera berusaha mengigit bibir bawahnya, saat ia menyadari kalau ia baru saja mengeluarkan suara yang aneh ketika suaminya itu menciumi lehernya. Mungkin memang berlebihan, saat Kyuhyun hanya menciumi lehernya, dan sesekali menghisapnya. Tapi sungguh ini sangat menyiksanya, apa lagi Kyuhyun namja pertama yang melakukan itu padanya.

 

Kyuhyun sendiri, juga tidak tahu mengapa ia melakukan ini. Hanya saja mencium setiap jengkal tubuh Chaera, bagaikan sebuah heroin baginya sangat berbahaya, dan sulit dihentikan. Sampai keinginan yang lebih itu tidak dapat ia tahan lagi. Kyuhyun berusaha memberanikan diri, untuk menyentuh dua gunung kembar istrinya itu. Tangannya baru saja mendarat tepat diatas sana, sampai ia merasakan tubuhnya yang limbung dan jatuh ke lantai.

 

“Akhhh” teriak namja itu kesakitan, saat pantatnya mendarat tepat diatas lantai kamarnya.

 

Chaera segera terduduk diatas ranjangnya, sambil membetulkan kembali kimono mandinya itu, dan menatap suaminya yang saat ini sedang terduduk dilantai dengan tatapan tajam padanya. Tiba-tiba Chaera merasa kalau jantungnya seperti diremas, ketika ia melihat tatapan tajam itu. “Mi-mi-mian oppa” ucapnya dengan takut.

 

Sungguh tadi itu ia tidak sengaja mendorong tubuh suaminya itu. Ia hanya reflek, saat ia merasakan dadanya yang disentuh oleh namja itu. Dan bukankah tadi ia sudah bilang kalau ini adalah yang pertama untuknya, jadi wajar saja kalau ia malu sekaligus takut. “Aku hanya malu dan takut oppa”

 

Mendengar ucapan itu perlahan tatapan Kyuhyun berubah menjadi tatapan geli, melihat yoejanya itu yang tertunduk malu. Sebetulnya tadi ia sempat kesal saat Chaera mendorongnya hingga jatuh kelantai. Tapi kini, ia dapat memahami itu.

 

Kyuhyun bahkan dapat dengan jelas melihat kegugupan diwajah istrinya itu. Dan anehnya melihat itu justru semakin membuai keinginannya untuk menyentuh yoeja itu. Apa lagi tadi ia sudah melihat dengan jelas tubuh istrinya itu, dan. Oh astaga ia sudah tidak dapat lagi menunda ini semua, hastranya sudah berada dipuncak.

 

Kyuhyun bangkit dari tempatnya terjatuh, dan melepas seluruh pakaiannya, hingga hanya tersisa boxer yang menempel ditubuhnya. Tadinya ia juga ingin melepasnya, tapi saat matanya tidak sengaja bertemu pandang dengan matanya istrinya itu, ia jadi mengurungkan niatnya. Bagaimana tidak, Chaera menatapnya dengan tatapan horor, seolah ia semacam mahluk halus, ataupun sejenis alien yang baru pertama kali yoeja itu lihat. Jadi mungkin ia akan pelan-pelan menunjukannya pada Chaera.

 

Setelah melepas pakaiannya, Kyuhyun berjalan menghampiri istrinya itu dan duduk dipinggir ranjang tepat dihadapan Chaera. Dan yoeja itu, tetap masih betah menundukan kepalanya.

 

Kyuhyun mengangkat dagu istrinya itu, agar menatapnya dan sebisa mungkin menunjukan senyum hangatnya. Cukup lama ia menatap wajah itu, ia terbuai akan ciptaan tuhan itu. Sekarang ia bahkan tidak peduli jika ia sudah menjadi salah satu dari namja yang memuja yoeja itu. “Kau tidak perlu malu, sekarang bukankah kita sama?”

 

Chaera mengigit bibir bawahnya saat melihat suaminya itu yang hampir polos, yoeja itu tidak tahu harus menjawab apa. Sementara Kyuhyun yang melihat Chaera mengigit bibirnya itu, semakin membakar darah yang ada didalam tubuhnya. Sungguh ia tidak dapat menghentikannya, jika Chaera menolaknya. “Aku tidak akan mengatakan jika hal ini tidaklah sakit untukmu. Tapi aku janji akan melakukannya selembut mungkin”

 

Yoeja itu hanya menatap suaminya itu, dan ia masih tetap diam. Sungguh Chaera tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini. Jadi kini ia hanya bisa diam, dan membiarkan semuanya berjalan seperti apa adanya.

 

Kyuhyun menghembuskan napasnya dengan berat, saat melihat istrinya itu yang masih bungkam. “Baiklah jika kau masih malu, lakukan seperti apa yang aku lakukan” Kyuhyun menggengam tangan kanan Chaera, dan mengarahkannya untuk menyentuh pipinya. Sementara tanganya yang satu lagi menyentuh pipi yoejanya itu. Kyuhyun sengaja melakukan itu, agar Chaera terbiasa dengan sentuhanya.

 

“Kau lihat, kau menyentuh pipiku, dan aku juga menyentuh pipimu” Chaera hanya menatap suaminya itu, sambil menganggukan kepala mengerti. Dan Kyuhyun yang melihat hal itu, kembali mengarahkan tangan Chaera, untuk menyentuh bibirnya, dan tanganya yang lain menyentuh bibir manis istrinya itu yang sedikit bengkak karena ciuman yang ia lakukan tadi.

 

Kyuhyun memejamkan matanya, saat justru ialah yang terpancing sendiri dengan aksinya itu. Namja itu mengecup jari istrinya yang berada tepat diatas bibirnya. Atau awalnya memang seperti itu, sampai ia memasukan jari-jari itu kedalam mulutnya, dan kembali meresapi jari mungil itu.

 

Sementara Chaera hanya menatap namja dihadapannya itu dengan bingung, saat ia melihat Kyuhyun yang justru memasukan jarinya itu kedalam mulut. Apa itu berarti ia juga harus memasukan jari namja itu kedalam mulutnya? Bukankah tadi Kyuhyun bilang kalau ia harus mengikuti apa yang dilakukan namja itu? “Ehemm, oppa” panggilnya.

 

Dan tepat setelah ia mendengar suara yoeja itu, Kyuhyun baru sadar apa yang saat ini ia perbuat. Ia baru saja memasukan jari Chaera kedalam mulutnya lagi, dan kali ini Kyuhyun benar-benar tidak tahu, apa yang membuatnya begitu menyukai jari itu? Salah, maksudnya ia begitu menyukai apapun yang ada di Chaera. Apapun itu.

 

Kyuhyun berusaha untuk tetap terlihat biasa saja. Meskipun kenyataannya ia merasakan wajahnya yang panas karena malu. Dan Chaera, astaga. Gadis itu hanya menatapnya dengan tatapan polosnya itu, dan itu semakin membuai Kyuhyun untuk menyentuhnya. Namja itu kembali mengahlikan tangan itu untuk menyentuh dadanya.

Namja itu menatap kearah dada istrinya itu, yang kini kembali tertutup oleh kimono mandinya. Chaera yang melihat itu, berusaha merapatkan kimononya itu dengan sebelah tangan yang bebas. Entah mengapa ia tidak suka dengan pandangan suaminya itu.

 

Kyuhyun justru mengerutkan keningnya, saat melihat istrinya itu yang malah lebih merapatkan kimono mandinya. Namja itu menarik tangan Chaera, yang menggenggam kimononya itu dengan sangat erat. “Buka Chaera. Kau sudah menyentuh dadaku, sekarang gantian aku yang menyentuh dadamu” ucapnya yang sedikit geram, sementara Chaera hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kuat. Bukankah itu tidak masuk akal? Jelas-jelas namja itu sendiri yang mengarahkan tangannya untuk menyentuh dada namja itu.

 

“Aku bilang buka” Kyuhyun semakin gemas, saat tangan yoeja itu masih menggenggam erat kimononya, dan kini meraka sudah saling tarik menarik. Astaga, apakah sesulit ini saat sepasang suami istri akan melakukan hubungan? Padahal difilm yadong yang ia tonton dengan hyung-hyungnya itu tidaklah sesulit ini.

 

Kyuhyun menghembuskan napasnya dengan berat, saat Chaera yang kembali menggelengkan kepalanya. “Terserah kau sajalah aku tidak akan peduli” setelah mengucapkan hal itu, Kyuhyun langsung berbaring diatas ranjangnya, dan membenamkan wajahnya dibawah bantal. Mungkin Chaera memang belum siap untuk melakukan hal lebih dengannya, dan ia tidak akan memaksanya.

 

Namja itu sedang berusaha memendam kembali segala gejolak hasratnya, yang tadi sempat bangkit karena istrinya itu, atau justru masih bangkit. Sungguh ini begitu menyiksanya, padahal tadi Chaera terlihat pasrah saja. Tapi sekarang yoeja itu justru bertingkah menyebalkan.

 

Oh God, ‘dia’ sudah benar-benar berdiri. Bagaimana ini, apa yang harus ia lakukan? Tidak mungkin jika ia memaksa Chaera untuk berhubungan sementara yoeja itu tidak mau. Tapi ia benar-benar menginginkan yoeja itu saat ini juga.

 

Chaera menatap punggung namja yang saat ini sedang berbaring disampingnya. Sebetulnya ia sama sekali tidak keberatan jika Kyuhyun memang menginginkannya. Tapi hanya saja ia terlalu malu, apa lagi saat membayangkan jika tangan Kyuhyun menjelajahi seluruh tubuhnya.

 

Tiba-tiba Chaera merasa merinding sendiri jika membayangkan hal itu. Tidak bisakah jika mereka langsung keintinya saja, tanpa melakukan yang namanya pemanasan seperti itu. Sungguh ia terlalu buta untuk hal semacam seks, ataupun sejenisnya. “Oppa” Chaera menggunjang pelan tubuh suaminya itu.

 

Kyuhyun kembali menggeram saat merasakan tangan Chaera yang mengguncang tubuhnya. Dan bodohnya ia, Kyuhyun justru merasakan itu seperti belaian, dan hal itu justru semakin menaikan hasratnya. “Diamlah Chaera, jangan menyentuhku” ucap namja itu dibawah bantalnya.

 

Kini gantian Chaera yang menghembuskan napasnya dengan berat, saat ia melihat dengan jelas kalau suaminya itu sedang merajuk padanya. “Oppa kau salah paham, aku tidak bilang jika tidak ingin melakukannya”

 

Dan yang benar saja, tepat setelah ia mengucapkan itu Kyuhyun segera bangkit, dan kembali terduduk diatas ranjangnya. “Benarkah?” tanya Kyuhyun dengan senyum yang merekah diwajahnya, seperti seorang anak kecil berumur lima tahun yang baru saja dibelikan sepeda oleh eommanya.

 

Chaera menganggukan kepalanya, meskipun dikeningnya muncul kerutan bingung karena melihat kelakuan suaminya itu. “Tapi bisakah, jika kau tidak menyentuhku”

 

Apakah kau pernah merasakan diajak terbang tinggi oleh sesorang yang kau harapkan, hingga menembus fartamorgana, dan bertemu dewi kuangin. Namun setelah itu dia menghempaskanmu kembali ke bumi hingga kepaling dalam, itulah yang dirasakan Kyuhyun saat ini.

 

Bagaimana tidak, Chaera baru saja mengatakan jika yoeja itu tidak keberatan jika mereka melakukan hubungan suami istri. Namun setelah itu yoeja itu mengatakan jika ia tidak boleh menyentuhnya.

 

Kyuhyun tidak pernah melihat sepasang suami istri yang melakukan hubungan tanpa saling menyentuh. “Maksudmu kau disini, sementara aku diluar, dan kita bisa bercinta diruangan berbeda, begitu?” tanya Kyuhyun mencoba memastikan kembali ucapan Chaera.

 

“Bukan, bukan” ucap Chaera cepat. Tentu saja bukan seperti itu, lagian memang bisa seperti itu? Meski ia buta tentang seks, tapi ia cukup tahu kalau apa yang dikatakan Kyuhyun barusan sangatlah tidak masuk akal. Lagian jika memang bisa seperti itu sudah pasti mereka akan melakukannya seperti itu. “Tentu saja itu tidak bisa oppa. Maksudku tidak bisakah kau melakukannya, tanpa meraba tubuhku yang lain”

 

Chaera kembali menundukan kepalanya, dan tangannya saling meremas satu sama lain, saat lagi-lagi ia merasakan tatapan Kyuhyun yang tajam padanya. “Ak-ku ma-lu oppa” ucapnya dengan suara rendah, namun Kyuhyun masih dapat mendengarnya. “Ini pertama kalinya bagiku”

 

Chaera dapat merasakan tangan Kyuhyun yang kembali membelai pipinya. “Jangan takut Chaera, bukankah aku suamimu, dan aku sudah berjanji akan melakukannya selembut mungkin” Kyuhyun mendekatkan wajahnya kewajah istrinya itu dan mengecup singkat bibir manis istrinya itu. “Parcayalah padaku” bisiknya sambil mengigit kecil kuping yoeja itu, dan Chaera kembali hanya dapat memejamkan matanya, saat ia kembali merasakan sentuhan Kyuhyun ditubuhnya.

 

Iya, ia sudah yakin dengan keputusannya ini. Ini adalah yang benar, ia tidak boleh menyesalinya. Anggaplah ini sebagai kewajibanmu, dan salah satu penebusan dosamu atas perbuatanmu yang telah merusak kehidupan namja itu. Kyuhyun pantas mendapatkannya selain karena dia suamimu, bukankah ia juga yang telah membantumu membayar perawatan oppamu?

 

Saat ini Chaera tidak peduli jika ia terlihat seperti menjual dirinya sendiri pada namja itu. Karena mungkin keadaannya tidak jauh berbeda dengan seperti apa yang saat ini ada dipikirannya. Dan Chaera yakin akan memberikan apa yang saat ini paling berharga dirinya untuk namja itu, untuk seorang Cho Kyuhyun. Suaminya.

 

Kini bibir namja itu kembali berahli kebibir istrinya dan mencium bibir itu selembut mungkin. Kyuhyun menarik tangan Chaera yang menggenggam erat kimononya itu, dan entah keberuntungan dari mana Chaera sama sekali tidak memberontak. Kyuhyun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, namja itu segera melepas kimono mandi Chaera dan membuangnya kimono sialan itu entah kemana, hanya agar yoeja itu tidak kembali menutupi tubuh indahnya itu.

 

Chaera berusaha mengatur napasnya yang kini sudah tidak teratur ketika Kyuhyun kembali mencium lehernya, dan ketika kulit mereka bersentuhan tanpa adanya penghalang. Namja itu juga membaringkannya kembali diatas ranjang. Yoeja itu menghembuskan napasnya frustasi, sambil menjambaki rambut suaminya itu saat ia merasakan tangan Kyuhyun yang kembali berada diatas dadanya, dan meremasnya dengan lembut. Sungguh seperti ini saja sudah sangat menyiksanya, dan Chaera tidak dapat membayangkan jika Kyuhyun benar-benar memasuki tubuhnya.

 

Sementara Kyuhyun hanya tersenyum, melihat Chaera yang berusaha menahan desahanya dengan mengigit bibirnya. Coba saja kita lihat seberapa bisa kau menahan desahanmu itu Park Chaera. Kyuhyun menurun rabaannya itu keperut Chaera, dan bermain sebentar disina. Lalu tangan namja itu kembali turun menyentuh kepemilikan Chaera, yang sebentar lagi juga akan menjadi miliknya.

 

Menjadi miliknya? Mengingat itu membuat detakan dadanya semakin kencang. Apakah memang ini yang ia inginkan? Tapi jika tidak, Kyuhyun sungguh tidak dapat menghentikan semua kegilaan ini sekarang. Ia ingin memiliki Chaera, dan hasratnya itu sudah tidak dapat dibendung lagi.

 

Chaera segera menarik tangan Kyuhyun menjauh dari daerahnya yang tidak pernah disentuh oleh namja manapun, saat merasakan tangan suaminya itu yang berada disana.

 

“Jangan menghalangiku Chaera, kau harus ingat aku adalah suamimu” mendengar nada dingin itu, Chaera segera menarik tangannya kembali. Dan tepat setelah tangannya menjauh, namja itu segera mempermainkan daerahnya itu dengan tangannya. Dan bibir namja itu kembali menjelajahi seluruh tubuhnya tanpa ada satupun yang terlewat dengan kecupannya itu.

 

Kini Chaera sudah tidak dapat lagi menahan desahan, malah mungkin kini sudah mirip seperti rintihan yang erotis. Oh tuhan, Chaera berharap jika malam ini cepat berakhir karena ia sudah tidak sanggup lagi menahan segala gejolak aneh yang ada didalam tubuhnya. Rasanya saat ini seluruh selnya sedang terbakar. Dan hal itu justru semakin membuat Kyuhyun bersemangat untuk membuat desahan istrinya itu semakin kencang.

 

Ia bahkan tidak peduli dengan jambakan yang dilakukan Chaera padanya. Dan demi tuhan ia tadi dapat melihat beberapa helai rambutnya yang ada dijari yoeja itu. Tapi Kyuhyun sama sekali tidak peduli, Ia bertekad akan membuat malam ini, menjadi malam yang tidak akan pernah dilupakan oleh Chaera meskipun gadis itu mau. Kyuhyun memasukan jarinya, dan mempermainkan jarinya didalam sana yang sudah basah oleh cairan istrinya itu, dan itu berarti Chaera sudah terangsang oleh permaianannya.

 

“Su-dddd-aahhh cukkkkk-uuup opp-ppa” ucap Chaera frustasi, sambil menggelengkan kepalanya kesana kemari, ketika Kyuhyun justru semakin gencar mempermainkannya, dan tidak memperdulikan rintihannya itu. “Cukkuupp” ucapnya yang sudah tidak kuat menahan sesuatu yang sepertinya akan keluar dari dalam pusat tubuhnya itu. Chaera membenturkan kepalanya, dengan kepala namja itu.

 

“AAAWWW” Kyuhyun segera memegang dahinya yang terbentur dengan kepala istrinya itu dengan kedua tangan. “Kali ini apa lagi Chaera?” ucap Kyuhyun, yang lebih mirip geraman kesal.

 

“Maaf oppa, tapi sepertinya aku harus kekamar mandi sekarang” Dan dengan tanpa rasa bersalahnya, Chaera justru mendorong tubuh suaminya itu dari atas tubuhnya.

 

“Tidak” Kyuhyun segera menahan tubuh Chaera, dan kembali memposisikan dirinya diatas tubuh yoeja itu. Bisa-bisa Chaera bicara seperti itu, disaat mereka sudah akan memulainya. Kyuhyun tidak akan membiarkan yoeja itu lepas lagi.

 

“Hanya sebentar oppa, aku janji akan langsung kembali lagi” mohon Chaera dengan tampangnya yang memelas. “Aku hanya ingin buang air kecil”

 

“Buang air kecil?” tanya Kyuhyun dengan kening yang berkerut. Entah kenapa alasan itu sedikit aneh menurutnya.

 

“Sebetulnya aku juga tidak tahu, tapi rasanya aneh sekali jadi sepertinya aku harus kekamar mandi dulu” Kyuhyun tersenyum geli tepat setelah Chaera bicara seperti itu. Ia tahu yang dirasakan Chaera bukanlah ingin buang air kecil, tapi ‘buang air kecil’ yang lain. “Chaera apa kau tidak pernah berlajar biologi?”

 

Yoeja itu membulatkan matanya terkejut. “Dari mana oppa tahu? Dulu aku memang sering sekali bolos pada jam pelajaran biologi”

 

Sekarang gantian Kyuhyun membulatkan matanya, saat Chaera justru menganggap gurauannya itu serius dan menghembuskan napasnya dengan berat. Oh tuhan apakah Chaera harus sepolos ini? “Apapun yang kau rasakan keluarkan disini” ucap Kyuhyun tegas. Namja itu kembali melanjutkan aktivitasnya yang sempat terganggu tadi, karena ulah istrinya itu.

 

Chaera lagi-lagi membulatkan matanya mendengar ucapan suaminya itu. Yang benar saja, bisa-bisa ranjang mereka akan basah nanti. “Tapi oppa ak…”

 

“Dengar Chaera” potong Kyuhyun yang sudah geram, saat lagi-lagi istri itu mengintrupsikan kegitannya. “Aku suamimu, dan aku menginginkanmu malam ini juga” Kali ini namja itu berusaha untuk tetap sabar menghadapi istrinya yang super polos itu.

 

“Dan sekali lagi kau menghalangiku aku pastikan kau akan menyesal” bisik Kyuhyun dengan dingin, dan mendengar itu Chaera merasa tubuhnya membeku ditempat. Ia tahu dengan jelas kalau Kyuhyun serius dengan ucapannya itu, dan bukankah namja itu tidak suka dibantah.

 

Kyuhyun kembali menghembuskan napasnya dengan berat, saat melihat Chaera yang justru membeku ditempat. Sungguh apakah sesulit ini menyentuh seorang gadis? Tapi Kyuhyun benar-benar tidak dapat menghentikan semua ini. Jika tadi mungkin ia masih bisa, tapi sekarang sudah tidak bisa.

 

Keinginannya untuk menyentuh gadis itu semakin besar setiap tariakan napasnya. Apa lagi saat ini kulit mereka sudah saling bersentuhan tanpa terhalang apapun. Apa lagi ketika saat ini ia melihat Chaera dalam keadaan yang berkeringat dan tenpa sehelai benangpun. Dan Kyuhyun juga menyadari kalau Chaera adalah kepemilikannya, dan yoeja itu juga memilikinya. Meskipun tidak sampai dihati mereka masing-masing.

 

Tapi Kyuhyun benar-benar menginginkan Chaera, menginginkan yoeja yang berstatus istrinya itu. “Percayalah padaku Chaera” Kyuhyun memberikan senyum hangatnya saat mata mereka kembali bertemu mengantarkan arus listrik berteganggan 2000 volt yang akan memberikan kejutan pada mereka. Memeberikan hal yang sebelumnya tidak pernah mereka rasakan masing-masing. Menjadi yang pertama untuk hal yang paling menkjubkan didunia

 

*   *   *

 

Kyuhyun berbaring disamping istrinya itu sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka. Namja itu melirik sekilas, napas Chaera yang tidak teratur akibat apa yang mereka lakukan barusan. Wajah yoeja itu juga dipenuhi oleh peluh keringat.

 

Kyuhyun benar-benar hanya meliriknya sekilas, setelah itu ia membalikan badannya memunggungi yoeja itu. Sekarang ia benar-benar seperti pria berengsek, yang meninggalkan yoeja itu setelah apa yang ia mau terpenuhi.

 

Bukan, bukan seperti itu. Kyuhyun hanya tidak tahu alasan apa yang akan ia berikan jika Chaera bertanya kenapa ia melakukan hal ini padanya? Karena Kyuhyun sendiri juga tidak tahu.

 

Nafsukah? Cintahkah? Atau hanya rasa penasarannya saja? Sepertinya bukan ketiga itu. Tapi yang jelas Kyuhyun sama sekali tidak menyesali perbuatanya itu. Berengsekah ia, disaat ia seharusnya menyesal karena telah mengambil harta yang paling berharga dari yoeja itu, ia bahkan sekarang berpikir ingin mengulangi hal itu lagi. Kyuhyun menyadari perasaan nyaman yang terjadi ketika diantara tubuh mereka tidak ada jarak.

 

‘Bagus Cho Kyuhyun kau benar seorang pria brengsek sejati, kau tidak tahu alasan kenapa kau melakukan itu padanya? dan sekarang kau justru ingin mengulanginya lagi’ makinya dalam hati.

 

“Oppa” Kyuhyun menahan napasnya saat mendengar panggilan dari yoeja itu. Bagus, sekarang jawaban apa yang akan kau berikan jika yoeja itu bertanya padamu.

 

“Oppa aku” Kyuhyun semakin gusar, menunggu kalimat yang akan diucapkan Chaera padanya. Sumpah Kyuhyun tidak tahu alasan apa yang akan ia berikan. Kyuhyun takut jika ia akan melukai gadis itu, dengan tindakannya ini.

 

Kyuhyun tidak tahu apa alasannya melakukan ini? dan sekarang setelah kemauanya terpenuhi, ia justru memunggungi gadis itu. Ia bahkan dengan berengseknya menginginkan gadis itu lagi.

 

Putar otakmu Cho Kyuhyun, cari alasan yang tepat, dan yang tidak akan melukai perasaan yoeja itu.

 

“Aku tidak bisa menyetir”

 

Kyuhyun membulatkan matanya, begitu mendengar kalimat yang baru saja diucapkan Chaera padanya. Dan detik itu juga Kyuhyun tidak bisa menahan tawanya yang sudah meledak.

 

Bisa-bisanya Chaera bicara seperti itu, disaat ia hampir saja terkena serangan jantung akibat ulahnya. Kyuhyun masih saja tertawa geli, bahkan sampai kedua matanya mengeluarkan air.

 

“Oppa ada apa? Apa aku salah bicara?” ucap Chaera hati-hati, saat dilihat punggung Kyuhyun yang bergetar disampingnya. Apa namja itu akan marah lagi padanya.

 

Kyuhyun berusaha menghentikan tawanya, dan berbalik menatap istrinya itu yang kini sedang menatapnya sambil mengerutkan kening. “Apa oppa menangis?” tanya yoeja itu dengan tampang polosnya, yang membuat Kyuhyun kembali tertawa.

 

Melihat namja itu yang tertawa geli, justru membuat kerutan dikening Chaera makin banyak. Melihat hal itu Kyuhyun tahu, kalau Chaera merasa bingung dengan tingkahnya ini.

 

Kyuhyun menopang kepalanya dengan tangannya, menghadap yoeja itu. “Bisakah kau mengulangi kalimatmu yang terakhir?”

 

Chaera berpikir sebentar, mengingat kembali kalimat terakhir yang ia ucapkan. “Apa oppa menangis?”

 

“Sebelumnya” ucap Kyuhyun sambil menyingkirkan beberapa helai rambut, yang berada dikening Chaera.

 

“Apa aku salah bicara?” tanya Chaera, sambil mengangkat sebelah alisnya.

 

“Sebelumnya”

 

“Ak-ku tidak bisa menyetir?”

 

Tepat setelah ia mengucapkan kalimat itu, tawa Kyuhyun kembali meledak. Sungguh Chaera tidak mengerti mengapa namja itu bisa tertawa geli seperti itu? ia sama sekali tidak menemukan letak kelucuan dikalimat itu. “Oppa kenapa kau tertawa?”

 

Kyuhyun kembali menghentikan tawanya, dan menghapus air mata yang ada disudut matanya akbiat dari ia yang terlalu banyak tertawa. “Sungguh Chaera, kau ini lucu sekali. Kenapa kau tidak mengatakan padaku sejak awal, jika kau tidak bisa menyetir? Jika kau mengatakannya mungkin aku tidak salah paham padamu”

 

“Tadinya aku juga ingin memberitahunya padamu oppa, setelah kau pulang dari konser SM Town di Amerika. Tapi kaukan tahu setelah itu kita terus bertengkar. Selain karena aku jadi lupa, aku juga tidak ingin melihatmu marah lagi”

 

Kyuhyun tersenyum lembut mendengar jawaban yang diberikan Chaera padanya. Bagaimanapun Kyuhyun tidak tahu mana yang lebih baik, Chaera yang mengatakan hal itu sejak awal, atau Chaera yang mengatakan hal itu saat ini.

 

Karena jika yoeja itu mengucapkannya sejak awal, mungkin malam indah ini tidak akan pernah terjadi padanya. “Kalau begitu aku akan mengajarkanmu menyetir, saat aku tidak ada jadwal”

 

Chaera hanya tersenyum, sebagai jawaban kalau ia setuju dengan tawaran itu. Yoeja itu memejamkan matanya, bermaksud untuk tidur karena ia sudah benar-benar lelah malam ini. Tapi tiba-tiba ia merasakan sebuah jari yang membelai keningnya, lalu turun ke hidungnya, dan berhenti dibibirnya jari itu masih terus membelai kedua bibirnya. Sementara Chaera hanya menutup matanya, menerima belaian jari dari namja yang saat ini berstatus suaminya.

 

Sampai belaian jari itu berubah menjadi sesuatu yang lembut yang melumat bibirnya. Chaera juga dapat merasakan tangan Kyuhyun yang memeluk pinggangnya dengan erat. Lagi, Chaera hanya sebatas melakukan kewajibanya sebagai istri saja.

 

* * *

 

Sinar matahari yang menembus sela-sela korden membangunkan yoeja cantik yang baru saja melakukan ritual malam pertamannya.

 

Chaera membuka matanya secara perlahan, yoeja itu berusaha membiarkan cahaya matahari itu masuk secara perlahan kedalam retina matanya. Ketika mata itu telah membuka sempurna, terlihatlah hamparan kosong disampingnya.

 

Chaera meraba sprai yang seharusnya ditempati oleh namja itu. Dingin, berarti Kyuhyun sudah pergi sejak tadi. Chaera memang sudah tahu kalau namja itu memang memiliki jadwal pagi, dan beruntungnya ia, karena ia tidak memiliki jadwal kuliah pagi.

 

Bisa dibayangkan, bertapa lelahnya ia jika saat ini ia benar-benar memiliki jadwal kuliah pagi. Bahkan rasanya badannya sekarang seperti akan remuk.

 

Chaera mencoba untuk menduduki tubuh polosnya itu diatas ranjang. Dan, Oh Astaga. Rasanya sakit sekali di bagian bawah perutnya. Semalam Chaera tidak berpikir jika akan sesakit ini dipagi harinya.

 

Jika sesakit ini apakah ia bisa pergi kekampus? Chaera melirik jam yang terpajang disalah satu dinding kamarnya. Jam setengah delapan, itu berarti masih sekitar dua jam lagi sebelum jam kuliahnya dimulai.

 

Chaera mengambil handuk kimononya yang semalam ia gunakan. Handuk kimono itu terlipat rapih disampingnya, mungkin Kyuhyun yang melipat handuk itu. Mengingat semalam ia memang baru selesai mandi. Yoeja itu segera menggunakan handuk kimono itu, dan menatap sebentar ranjang yang baru saja ia tempati itu.

 

Chaera menatap ada sedikit noda merah diatas sprai putih itu. Tiba-tiba bayangan apa yang terjadi padanya semalam terekam kembali dalam ingatannya. Chaera segera menggelengkan kembali kepalanya dengan kuat, entah kenapa ia tidak ingin mengingat hal itu. Chaera menarik lepas sprai itu, dan membawanya kekeranjang yang ada didalam kamar mandi.

 

Yoeja itu berpikir mungkin berendam didalam bath-up dapat mengurangi rasa sakitnya. Chaera memutar keran, untuk mengisi bath-up yang akan ia gunakan. Setelah itu yoeja itu duduk diatas closet yang tertutup, sambil menunggu bath-up yang akan ia gunakan penuh.

 

Saat masih asik menunggu bath-up itu penuh, tiba-tiba pandangannya jatuh pada sebuah cermin yang ada didalam kamar mandinya. Chaera mengigit bibir bawahnya dengan kuat, kedua tangannya saling meremas satu sama lain.

 

Haruskah ia melihat dirinya sekarang? Apakah saat ini, ia masih sama dengan Chaera yang kemarin? Sungguh ia takut jika dirinya tidak sama lagi dengan kemarin. Tidak Chaera tidak ingin melihatnya, ia takut jika ia telah berubah.

Tapi pada kenyataannya kakinya tidak sejalan dengan otaknya. Chaera justru berjalan menuju cermin itu. Chaera memejamkan matanya begitu ia telah sampai didepan cermin itu. Yoeja itu menarik tali handuk kimononya, dan secara perlahan handuk itu telah jatuh kelantai.

 

Chaera berusaha membuka matanya dengan ragu, dan sedetik kemudian terpampanglah tubuh seorang yoeja yang tidak terbalut apapun didepan cermin itu. Chaera mengamati tubuhnya itu yang memperlihatkan dari bagian perut keatas.

 

Tidak, Chaera tidak menemukan perubahan yang berarti pada tubuhnya. Tapi yoeja itu dapat melihat dengan jelas beberapa bercak kemerahan disekitar leher, pundak, dan semakin kebawah. Ia dapat melihat bertapa banyak tanda merah itu, seolah Kyuhyun memang sengaja ingin mengubah warna kulitnya itu menjadi merah. Chaera tidak tahu, sebetulnya apa yang dipikirkan Kyuhyun ketika namja itu membuat banyak tanda seperti ini ditubuhnya.

 

Bercak merah yang menandakan jika ia telah menjadi milik Kyuhyun sepenuhnya, tanda yang menunjukan kempemilikan namja itu atas dirinya. Yah, tubuh ini bukan lagi hanya miliknya tapi juga ada hak Kyuhyun disini.

 

Dan tidak hanya tanda merah yang baru Chaera lihat pertama kalinya di sekujur tubuhnya, yang membedakan tubuh ini dengan tubuhnya yang sebelumnya. Tapi yoeja itu juga sudah menyadari sejak awal, ketika ia melakukannya maka dirinya tidak akan pernah lagi sama dengan sebelumnya. Dan Chaera sudah menerima konsekusinya, termaksud, mungkin akan tumbuh sesuatu dalam rahimnya atas apa yang mereka lakukan semalam.

 

Chaera tidak menyesali apa yang ia perbuat semalam. Meskipun ia melakukan itu bukan dengan orang yang ia cintai, dan juga mencintainya. Bukan juga atas dasar cinta, tapi hanya sebatas kewajibannya sebagai seorang istri.

 

Tidakkah sebagai seorang wanita seharusnya ia berpikir untuk melakukan hal itu dengan namja yang sangat mencintainya, bukan dengan namja yang justru cinta mati dengan kekasihnya.

 

Jika dulu mungkin Chaera juga akan berpikiran seperti itu, tapi sekarang keadaanya berbeda. Ia sudah menikah, cinta atau tidak itu sudah menjadi tugasnya melayani seorang suami.

 

Tapi yang jadi pertanyaannya, apakah ia juga berpikiran seperti itu jika namja itu bukanlah Cho Kyuhyun?

 

 

Next Chapter :

 

Kyuhyun membenamkan wajahnya pada lekukan leher istrinya itu, berusaha menghirup semua wangi yang keluar dari tubuh itu.

 

            “Oppa bisakah kau menghentikan itu?” ucap Chaera, yang mulai terganggu dengan tingkah Kyuhyun barusan. “Kau menggangguku”

 

            “Oh iya Chaera, eomma punya sesuatu untukmu” nyonya Cho mencari sesuatu yang ada didalam tasnya, tidak berapa lama wanita itu menemukan benda yang dicarinya, dan menyodorkannya pada Chaera sebuah kotak berludu warna biru. “saengil chukhahaeyo, sayang”

.

 

            Kyuhyun sudah tidak tahan lagi dengan keadaan mereka seperti ini. Namja itu meletakan tangannya dipinggang Chaera, dan menarik sedikit tubuh yoeja itu kearahnya dari belakang. “Kau marah padaku, karena aku tidak tahu hari ulang tahunmu?” bisik Kyuhyun tepat ditelingah Chaera.

 

            “Lain kali kau harus menggosok gigimu dulu, sebelum menciumku” setelah mengucapkan itu tanpa dosa Chaera kembali melenggakan kakinya menuju kamar mandi. Entah bisa semerah apa lagi wajah Kyuhyun saat ini, saat mendengar ucapan polos yang baru saja dilontarkan istrinya itu.

 

Note : Maaf FF-nya gak jadi aku protect, soalnya kalau aku protect ada beberapa rider yang gak bisa baca, karena gak bisa nanya lewat e-mail. Sementara aku hanya melayani permintaan PW lewat e-mail aja. Dan aku menghargai beberapa rider itu yg udh mau bc, aku jg minta maaf yg udh terlanjur nanya PW lewat e-mail. Tapi ternyata gak jadi di PW. dan untuk yang 17- aku harap kalian bacanya di skip, tapi kalau masih ngotot untuk baca aku cuma berdoa semoga kalian tidak terserang virus yadong, kaya Kyuhyun waktu lihat Chaera ganti baju hehehe.

 

            Dan maaf juga kalau Ncnya gak sesuai harapan, dan feelnya kurang dapet dibagian NCnya, dan gak sampai selesai soalnya aku gak bisa buat part yadongnya. Ini aja dibantuin temanku.

 

            Dan makasih yang udah mau komen dichap sebelumnya. Buat aku itu banyak bgt soalnya yang biasa bc karyaku cuma temen aku aja. Awalnya pengen aku protec bukan untuk ngindari sider, tapi supaya yang 17- gak bisa baca, karena aku takut otak mereka akan terkontaminasi kaya aku hehehe. Dan aku gak pernah maksain untuk komen, aku juga gak mempermasalahin yang dinamain sider. Dan kalaupun dichap ini jadi diprotec aku akan kasih Pw kesiapa aja yang nanya ke e-mailku. Karena aku buat FF ini murni karena aku cinta dunia tulis, sangat, Malah melebihi rasa cinta aku ke pacarku. Tapi aku tetap menghargai komennya kok, bahkan aku baca semua sampai mulutku pegel #iniserius. Maaf kalau kebanyakan curhat, dan maaf kalau kata-kataku ada yg menyinggung. Aku benar-benar gak bermaksud untuk menyinggung siapapun disini.

155 responses to “[Freelance] I CHOSE TO GET MARRIED (Chapter 7)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s