MISS ANNOYING [CHAPTER 3]

MISS ANNOYING CHAP 3

MISS ANNOYING [CHAPTER 3]

Author : FanyByun(@afanya_)

Genre : School-life, AU!, Romance, Love-Hate, Friendship

Cast : Byun Baekhyun (E.X.O)| Choi Hyeyoung (OC/YOU) | Kim Jongin (E.X.O)

Other Cast : Park Chanyeol (E.X.O) | Lee Minah (OC/YOU) | and other

Summary :Ice boy meet annoying girl, what will happen?

Disclaimer : I own nothing but the story. Baekhyun, Jongin, and EXO member belong to themselves. OC’s belong to me, except Lee Minah—she’s belong to my bestfriend.

Length : Chapter

(TEASER | CHAPTER 1 | CHAPTER 2 | CHAPTER 3 | )

Perhatian : tulisan yang di-italic itu merupakan ucapan dalam hati para karakter.  

 

2014 © AFANYA PRESENT

 

*~*

 

Previous Part  : Hyeyoung berjalan tanpa melihat ke depan. Ia bahkan tidak melihat kalau Seo saem sudah belok di ujung lorong. Gadis itu terlalu asik dengan pikirannya, hingga tidak sadar jika ia terus berjalan lurus menuju ruang laboratorium.

Langkahnya baru berhenti ketika merasakan lengannya dipegang oleh orang lain. Ia menoleh.

“Annyeong, hoonbae.” Sapa laki-laki bermata besar dengan senyuman manisnya. Hyeyoung membelalakan matanya.

Dia…

Ugh… katakan ini hanya mimpi buruk Hyeyoung saja!

“Kau!” Hyeyoung mengacungkan telunjuknya di depan wajah laki-laki bermata besar itu. Gigi Hyeyoung bergemelutuk, saking kesalnya.

*~*

 

Aura tegang menghiasi udara di sekitar dua orang yang saling memberikan tatapan mematikan itu. Keduanya menutup mulut, membuat aura tegang semakin terasa. Hingga akhirnya, si pemuda memecahkan keheningan.

“Hei, seharusnya kau sopan sedikit pada sunbae-mu, Hyeyoung-ah.”

Hyeyoung berdecih, tatapannya dialihkan, ketara sekali tidak ingin melihat laki-laki dihadapannya. “Kau pikir setelah apa yang kau lakukan, aku masih sudi memanggilmu dengan sebutan itu, huh?”

Pemuda itu tersenyum manis, “Aku senang kau masih mengingatnya, Hyeyoung-ah.” Kemudian pemuda itu melangkah maju mendekati Hyeyoung, memperhatikan tumpukan buku di pelukan gadis itu.

“Perlu bantuan?” tawarnya.

Hyeyoung berdecih kembali.

“Dalam mimpimu.”

Pemuda itu kali ini tertawa kencang, Hyeyoung memberikan pemuda itu tatapan mematikan.

“Hyeyoung-ah, aku punya nama. Atau kau mau memanggilku dengan sebutan ‘prince’ lagi? Omong-omong, panggilan itu manis juga ya.”

“Tutup mulutmu.” Jawab Hyeyoung, tegas dan sarat akan rasa kesal.

Pemuda di hadapannya menarik lengan Hyeyoung kencang, membuat gadis itu oleng ke depan sehingga buku-buku di pelukannya jatuh berhamburan beradu dengan lantai. Hyeyoung meringis kesakitan, dan berusaha melepaskan cengkraman pemuda itu dengan berbagai cara. Sayangnya, tidak ada satupun yang berhasil.

“Lepaskan aku!” pekik Hyeyoung.

Pemuda itu memberikan Hyeyoung tatapan dinginnya, “Tidak sebelum kau memanggil namaku.”

“Kau pasti sudah gila!”

“Ya. Aku memang sudah tergila-gila padamu, Hyeyoung-ah.”

Hyeyoung mendelik, lalu menginjak kaki pemuda itu. Dalam hati Hyeyoung berdoa semoga cara itu dapat membuatnya terlepas dari cengkraman pemuda menyebalkan ini. Ternyata, ia belum berhasil. Pemuda menyebalkan ini masih mencengkeram lengannya bahkan kini menarik Hyeyoung mendekat.

“Panggil namaku Hyeyoung-ah.” Bisik pemuda tersebut di telinga kanan Hyeyoung.

Hyeyoung meringis kesakitan karena pemuda itu mencengkeram lengannya semakin kuat. Hyeyoung rasa lengannya akan remuk sebentar lagi, jika laki-laki itu masih mencengkeramnya.

“Tolong lepaskan aku…” pinta Hyeyoung. Jujur saja Hyeyoung amat sangat lelah, dan rasa sakit di lengannya menambah kadar kelelahannya hari ini. Ditatapnya laki-laki yang lebih tua dua tahun darinya itu. Yang ditatap mengerjapkan matanya sebentar, sebelum menarik Hyeyoung semakin dekat. Dipeluknya gadis Choi itu.

Saranghae, Hyeyoung-ah.” Bisik laki-laki itu.

Hyeyoung meronta dan memukuli dada  laki-laki tersebut, “Berhenti bicara omong kosong, Kyungsoo.”

Pemuda yang ternyata bernama Kyungsoo menidurkan kepalanya di bahu Hyeyoung, “Biarkan seperti ini sebentar saja, Hyeyoung-ah.”

Hyeyoung terdiam, membeku di tempatnya. Berbeda dengan tadi, Kyungsoo kini berbicara dengan nada lembut, dan itu sedikit membuat hatinya bergetar. Biar bagaimanapun, Kyungsoo pernah mengisi hari-harinya beberapa tahun yang lalu.

 

*

 

Minah memeriksa tas selempangnya, memastikan tidak ada satu barangpun yang tertinggal di kamar asramanya. Kemudian setelah memeriksa penampilannya , Minah berjalan keluar Gedung Asrama Putri menuju ruang rapat OSIS. Di sepanjang perjalanannya Minah tak berhenti untuk tersenyum. Ia sedang membayangkan raut wajah Baekhyun yang tersenyum saat menerima makan siang buatannya.

Tatapan mata Minah jatuh kepada langit biru dengan awan-awan putih yang berlalu lalang. Wuah, betapa indahnya dunia.

Gadis itu kemudian mengambil ponselnya, memeriksa apakah Hyeyoung sudah membalas pesanya. Ugh, ternyata belum.

“Sebenarnya apa yang dilakukan gadis itu sih? Apa segitu pentingnya hukuman membereskan buku hingga ia mengabaikan pesanku. Dasar kutu buku.” Oceh Minah.

Andai saja Minah tahu apa yang sedang dialami oleh sahabatnya. Ia pasti tidak akan memperolok sahabatnya itu. Sayangnya, gadis Lee ini tidak tahu.

Saat Minah berbelok di ujung lorong, ia bertemu dengan iris hitam laki-laki yang mengalihkan perhatiannya beberapa hari ini.

Park Chanyeol.

“Hi,” sapa pemuda itu. Minah menoleh ke sana-sini, memastikan kalau pemuda itu sedang menyapanya. Dengan tampang polosnya Minah menunjuk dirinya sendiri. Chanyeol yang melihatnya tekekeh pelan.

“Kau pikir siapa lagi yang aku sapa?” kemudian pemuda itu tertawa. Minah hanya menggaruk tengkuknya, bingung untuk menganggapi.

“Omong-omong, siapa namamu?” Tanya Chanyeol, setelah beberapa menit mereka terdiam dalam kecanggungan.

Minah memberikan senyumannya, “Minah,  Lee Minah.”

“Senang berkenalan denganmu Minah. Namaku Chanyeol, Park Chanyeol.” Kemudian pemuda itu menyalami tangan Minah.

Aku sudah tahu namamu, Chanyeol, kau sudah memberitahuku saat petama kali kita bertemu.

“Chanyeol!”

Seorang laki-laki memanggil Chanyeol, pemuda itu menatap Minah sebentar. Mengetahui isyarat dari Chanyeol, Minah segera mengangguk. Chanyeol memberikannya senyuman sebelum akhirnya berlari mengikuti orang yang memanggilnya.

Minah menghela nafasnya. Ia tidak boleh seperti ini terus. Ia tidak boleh merasakan perasaan itu saat bersama dengan Chanyeol. Karena yang ia sukai hanyalah Byun Baekhyun. Tidak ada yang lainnya. Dan tidak akan pernah.

Kemudian gadis itu melihat jam tangannya.

 

“Ya Tuhan!!!!”

 

*

 

Baekhyun keluar dari ruang rapat OSIS dengan wajah kusutnya. Ia sangat bosan menjalani rapat OSIS yang dipimpin oleh Suho. Bagaimana tidak, sedari tadi Suho dan Sehun saling beradu argumen mengenai festival musim panas yang akan berlangsung sebentar lagi.

Suho kukuh pada tema : alam. Sementara Sehun tak mau kalah, tetap mempertahankan pendapatnya untuk menggunakan tema : horror.

“Ia pikir festival musim panas itu malam Halloween[1]! Huh dasar anak-anak.” Omel Suho ketika melangkah keluar dari ruangan rapat. Baekhyun memperhatikannya, lalu memberikan smirk.

Coba lihat, orang yang membicarakan orang lain seperti itu, bukankah lebih tidak dewasa?

Lelah berdiri, Baekhyun mencari kursi tedekat untuk menyandarkan punggungnya. Setelah menemukannya Baekhyun langsung mendudukan dirinya.

“Baekhyun sunbae.”

Baru saja Baekhyun akan menutup matanya, tetapi ia terlebih dahulu di ganggu oleh suara seorang gadis. Seorang adik kelas—Hey, sepertinya ia pernah melihat gadis itu di suatu tempat. Ah, mungkin hanya perasaannya saja.

Baekhyun tidak menjawab, hanya memandangi gadis itu dengan tatapan dinginnya. Gadis itu—tidak lain adalah Minah—mengambil sesuatu dari tas selempangnya, tepatnya kotak bekal berwarna biru yang diatasnya terdapat gambar pororo. Kekanakan memang, tapi yang ia temukan di kamar asrama hanyalah kotak bekal tersebut. Kotak bekal itu pastilah milik Hyeyoung, karena setahu Minah, ia tidak pernah mempunyai kotak bekal seperti itu.

Baiklah, ayo kembali kepada Minah. Kali ini Minah, sudah menyodorkan kotak bekalnya kepada Baekhyun. Baekhyun tidak merespon hanya menatap kotak bekal itu dengan tatapan dinginnya. Dasar Pangeran Es!

Minah menghela nafas sebelum biacara, “Terimalah ini, sunbae. Sunbae tidak perlu membalasnya sekarang, kapanpun itu aku akan menunggunya.”

Kemudian gadis itu berlari menjauh. Baekhyun memandangi kotak bekal di tangannya, lalu membukanya.

Bentō . Buatan Han ahjumma, aku pikir dia membuatnya sendiri. Kalau begini, mana mungkin aku menerima perasaannya.” Monolog Baekhyun.

“Lagipula siapa yang mau menerima perasaannya.” Lanjut Baekhyun.

Tetapi meskipun berbicara seperti itu, Baekhyun tetap memakan bentō[3] tersebut. Karena selain lelah, Baekhyun juga merasa sangat lapar. Dan bentō buatan Han ahjumma—bibi penjual makanan di cafeteria—bisa mengganjal rasa laparnya untuk sementara waktu.

Baekhyun selesai memakan bentonya dalam 10 menit. Ia memeriksa tasnya, ingin mengambil botol minumnya. Tenyata Baekhyun tidak seberuntung itu. Ia lupa kalau tadi pagi Chanyeol sudah mencuri botol minumnya. Dasar si giant itu!

Dengan kesal Baekhyun beranjak, hendak ke cafeteria untuk membeli minum. Tetapi pandangan matanya bertemu dengan pandangan mata seorang gadis. Tiba-tiba rasa hausnya menghilang entah kemana. Tatapannya tidak pernah luput memandangi gadis itu.

Gadis itu berjalan memasuki lorong, Baekhyun mengikutinya. Hanya penasaran gadis itu akan pergi kemana. Setelah berjalan cukup lama, Baekhyun akhirnya menemukan fakta jika gadis itu berjalan menuju cafeteria. Baekhyun baru ingat mengenai rasa hausnya ketika melihat botol air mineral. Lalu ia menghampiri stan minuman dan membeli air mineral sebanyak dua buah.

Ketika mengedarkan pandangannya, ia tidak menemukan gadis itu diseluruh penjuru cafeteria. Ditenggaknya air mineral itu kasar. Ia hanya sedang kesal.

Tunggu dulu…

tunggu dulu….

Mengapa ia harus kesal?

Baekhyun menggaruk tengkuknya dan berjalan keluar cafeteria—tidak memperdulikan desahan kecewa fansnya yang terdengar ketika ia keluar dari cafeteria—dengan langkah lebar-lebar. Senyumannya mengembang ketika menangkap keberadaan gadis yang tadi mencuri perhatiannya.

Dihampirinya gadis tesebut. Si gadis tetap menundukan kepalanya, tidak menyadari keberadaan Baekhyun yang sudah berdiri di hadapannya.

“Aku memang sudah gila…” gumam gadis tersebut, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya. Terlihat sangat aneh dimata Baekhyun. Oh benar, gadis seperti Choi Hyeyoung ini bagaimana bisa tidak aneh.

Baekhyun berpura-pura batuk untuk mendapatkan perhatian gadis tersebut. Berhasil. Kini Baekhyun sudah mendapatkan perhatian penuh dari Hyeyoung. Ya, Hyeyoung menatap Baekhyun dengan matanya yang membulat, karena kaget.

“Baekhyun sunbae…” gumam gadis itu.

Baekhyun memberikan gadis itu tatapan tajamnya.

“Bukannya sunbae seharusnya masih mengikuti rapat OSIS?”

Pemuda Byun itu memberikan pandangan curiga pada Hyeyoung. Gadis Choi itu menggeleng, “Baekhyun sunbae, aku bukanlah seorang stalker , sungguh. Aku hanya.. mengetahuinya dari Kim Hyunmin dia kan juga anggota OSIS. Karena Baekhyun sunbae juga seorang anggota OSIS jadi ya kupikir Baekhyun sunbae seharusnya masih berada dalam ruang rapat.”

Baekhyun tidak memberikan respon apa-apa, hanya diam sambil menatap Hyeyoung dingin. “Sunbae, boleh tidak aku bertanya?”

Ternyata ditatap dingin seperti itu membuat Hyeyoung risih juga, oleh karena itu Hyeyoung membuka pembicaraan dengan memberikan Baekhyun sebuah pertanyaan, lebih tepatnya permintaan izin.

“Ya.”

Sial, responnya hanya seperti itu? Hyeyoung-ah , tarik napas keluarkan… ingat yang ada di hadapanmu ini kan ‘Pangeran Es’, jadi diam itu sudah menjadi kebiasaannya.

Hyeyoung menarik napas pelan. “Sebelum itu, seharusnya Baekhyun sunbae duduk di sini.” Gadis itu menepuk-nepuk tempat di sebelahnya. Baekhyun menurut, duduk di sebelah gadis tesebut.

“Baekhyun sunbae, apa diam itu menyenangkan?” Tanya Hyeyoung.

Kemudian hening. Baekhyun sibuk memilah-milah mana jawaban yang tepat untuk diberikan kepada gadis tersebut. Di lain pihak, Hyeyoung sedang malas untuk mengeluarkan suara. Ia lelah berteriak ini itu pada Kyungsoo tadi. Huh, sudahlah, jangan membahas laki-laki yang satu itu.

Diawali dengan dehaman Baekhyun menjawab pertanyaan dari gadis tesebut. “Diam itu emas. Diam itu menyenangkan karena dengan diam kau tidak akan menyakiti hati orang lain. Karena dalam diam kau bisa memahami perasaan mereka. Tanpa perlu melukai hati mereka, hanya karena omongan kasarmu. Karena dalam diam kau bisa lebih leluasa untuk berkomentar.”

Hyeyoung mengerinyit, selain bingung dengan jawaban Baekhyun, ia juga sedikit kaget saat Baekhyun berbicara sepanjang itu. “Maksud sunbae?”

Baekhyun memberikan tatapan tajamnya pada Hyeyoung, membuat gadis itu menutup mulut. Menelan bulat-bulat kebingungannya.

“Kau akan tahu nanti.”

Lalu Baekhyun berjalan menjauh, meninggalkan Hyeyoung dalam kebingungannya.

 

*

 

Jongin menghampiri Hyeyoung yang sedang berjalan menuju Gedung Asrama Putri. Hyeyoung menoleh, menemukan Jongin yang menatapnya. Lalu gadis itu tersenyum dan memukul bahu Jongin.

“JONG-IN~!” pekik gadis itu senang.

Jongin menringis merasakan bahunya nyeri. Lalu ditatapnya Hyeyoung kembali. “Hyeyoung-ah.”

“Ya?”

Jongin menghela napasnya sebentar sebelum melanjutkan kata-katanya. “Sabtu besok, apa kau ada acara?”

Hyeyoung berpikir sebentar sebelum menggeleng. “Memangnya ada apa, Jongin?”

Jongin tersenyum senang, “Sabtu malam, ayo jalan-jalan bersama denganku. Aku ingin melihat-lihat snapback[2] di Myeongdong.”

Hyeyoung mengangguk, “Baiklah,”

Lalu gadis itu berbalik hendak memasuki asrama. Di lain pihak, Jongin tepekik senang , tangannya ditinjukan ke udara—seperti sedang melakukan fighting—saking senangnya.

Malam ini ia harus merayakan kesenangannya dengan mengerjai siswa-siswa lainnya. Yeah, bukan ide yang buruk mengejai Park Chanyeol ataupun Do Kyungsoo. Haha, lihat saja nanti malam.

“HUAH!” pekik pemuda itu, sebelum menutup mulutnya ketika melihat Cheon saem menatapnya aneh.

Hey, apa ada yang salah?

Jongin hanya sedang senang!

 

*

“Bagaimana?”

Baekhyun menatap Chanyeol memberikan tatapan bingungnya. Ia tidak mengerti apa yang ditanyakan oleh sepupunya itu.

“Bagaimana apanya, Yeol?”

Chanyeol menepuk dahinya kesal sekaligus geli dengan tingkah laku Baekhyun. “ Bagaimana, apa gadis itu, maksudku Choi Hyeyoung menerimamu?”

Baekhyun menggeleng , “Jadi dia menolakmu? Ya Tuhan, apa gadis itu idiot?”

Chanyeol menutup mulutnya saat Baekhyun memberikannya tatapan mematikan. “Aku tidak menyatakan perasaanku padanya. Dan yang idiot itu kau Chanyeol, bagaimana bisa kau mendapatkan nilai 50 di mata pelajaran astronomi?”

Chanyeol merasa mendapatkan pukulan telak dari Baekhyun. “Hei, saat itu aku tidak belajar—“

“Itu bukan alasan.” Baekhyun menyela. Chanyeol memberikan Baekhyun tatapan kesal. Kemudian laki-laki Park itu berjalan menuju kamar mandi, berendam di bath tub akan mengembalikan moodnya.

Baekhyun terduduk di kasurnya, memandangi langit-langit kamar asramanya. Tiba-tiba bayangan wajah gadis itu seolah-olah terpasang apik di langit-langit kamar asramanya. Pemuda Byun itu menggeleng kencang.

“Apa yang sebenarnya terjadi padaku?”

 

*

 

Minah membenarkan letak bandananya, disaat yang bersamaan Hyeyoung keluar dari kamar mandi dalam balutan piyama. Gadis Lee itu sedari tadi ingin mengutarakan sesuatu kepada Hyeyoung, tetapi selalu gagal. Mungkin ini saat yang tepat. Ya, dia sudah menjalankan misinya. Dan ia berjanji akan memberitahukan Hyeyoung orang yang disukainya setelah ia selesai dengan misinya.

Dan ini saatnya.

“Young-ah.” Panggil Minah.

Hyeyoung menegang, ia hanya sedikit shock ketika Minah memanggilnya dengan sebutan itu. Ia jadi mengingat kejadian dua tahun lalu, kejadian yang sangat mengguncang jiwanya. Yang membuat luka tak kasat mata dalam hatinya. Terlalu dalam. Telalu sakit. Dan terlalu membekas.

Melihat respon Hyeyoung yang hanya terdiam, Minah menganggapnya sebagai izin untuk berbicara lebih jauh.

“Sebenarnya orang yang aku sukai itu—”

Tok

 Tok

 Tok

Hyeyoung beranjak hendak membuka pintu kamar asrama. Sedangkan Minah menghela nafas, ia kembali gagal untuk mengungkapkan siapa seseorang yang ia sukai.

“Sehun sunbaenim?” Hyeyoung mengerinyit , bingung kenapa laki-laki itu bisa berada di depan pintu asramanya disaat seperti ini. Sebuah brosur di tangan laki-laki itu mengalihkan perhatian Hyeyoung.

Disana tetulis besar-besar ‘DUKUNG TEMA FESTIVAL MUSIM PANAS TAHUN INI DENGAN TEMA HORROR! LET’S SCREAAAAAAAM!’, Hyeyoung menggeleng merasakan kepalanya sedikit pusing melihat tulisan tersebut.

“Ambil 2 buah brosur, dengan begitu kalian sudah mendukungku. Ingat, tidak boleh mengembalikan brosur. Apabila kalian melakukannya, kalian akan tahu akibatnya.” Itu ucapan Sehun sebelum Hyeyoung menutup pintu kamar asrama tanpa mengambil brosur dari laki-laki tersebut.

Hal macam apa ini? Festival Musim Panas bertema horror ? Ini Festival Musim Panas, bukan Halloween!

Minah memandang Hyeyoung bingung, “Ada apa?”

Hyeyoung mendekati Minah kemudian duduk di sebelah Minah. “Sehun sunbae, sepertinya laki-laki itu ingin menjadikan Festival Musim Panas ajang uji nyali.”

“Oh, pasti brosur itu ya?” Tanya Minah.

Hyeyoung mengangguk, “Ya. Benar sekali. Bukankah itu menakutkan?”

Minah tesenyum mengejek, “Sebenarnya itu mengasyikan, loh.”

“Tidak itu menakutkan!”

“Mengasyikan!”

“Menakutkan!”

“Mengasyikan!”

Jadi begitulah, keduanya larut dalam pertengkaran kecil. Hingga Minah tidak teingat tujuannya untuk memberitahukan siapa yang sebenarnya ia sukai kepada Hyeyoung. Semoga saja, itu tidak berdampak buruk terhadap tali persahabatan mereka kedepannya. Semoga saja.

 

*

 

“Kyungsoo.”

Suho berjalan mendekat. Menghampiri Kyungsoo yang sedang duduk tenang. Sahabatnya ini sepertinya sedang mengalami hal buruk. Telihat dari tatapan laki-laki itu yang tidak fokus pada apapun, dengan kata lain, laki-laki Do itu melamun.

“Kenapa kau melamun?” Tanya Suho. Kyungsoo menggeleng sebagai jawaban.

“Tidak, aku tidak melamun.”

“Kau melamun, Kyung.” Jawab Suho tegas. “Kalau itu karena ulah Jongin, aku minta maaf.” Lanjutnya.

Kyungsoo memberikan senyuman simpul, “Tidak, bukan karena itu.”

Mau tidak mau Kyungsoo jadi mengingat masalah tadi, ketika Jongin menyembunyikan sepatunya dalam kamar Baekhyun. Belum lagi Jongin tenyata juga menukar tasnya dengan tas milik Chanyeol yang kembar dengan miliknya.

“Lalu?”

Kyungsoo menatap Suho serius, “Ini mengenai dia.”

“Jadi kau sudah bertemu dengannya?” Suho bertanya, antusias.

Kyungsoo memberikan senyuman simpul, “Hem…”

To be Continue

 

 

 

Catatan Kaki :

[1] Halloween : Halloween atau Hallowe’en adalah tradisi perayaan malam tanggal 31 Oktober, terutama dirayakan di Amerika Serikat. Tradisi ini berasal dari Irlandia, dan dibawa oleh orang Irlandia yang beremigrasi ke Amerika Utara. Halloween dirayakan anak-anak dengan memakai kostum seram, dan berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga meminta permen atau cokelat sambil berkata “Trick or treat!” Ucapan tersebut adalah semacam ‘ancaman’ yang berarti “Beri kami (permen) atau kami jahili.”

[2] Snap-back : Merupakan nama sejenis topi. Ciri khas utama dari topi snap-back adalah lidah di bagian depan untuk melindungi wajah dari terik matahari, dan kancing di bagian belakang topi yang berfungsi untuk menyesuaikan ukuran topi dengan kepala pemakainya. Meskipun modelnya paling tua, topi ini nyaris tak lekang oleh zaman. Topi ini tetap terlihat trendy sebagai suatu asesoris untuk  tampil gaya dan aktif terutama di kalangan anak muda.

[3] Bentō Bentō (弁当 atau べんとう) atau o-bentō adalah istilah bahasa Jepang untuk makanan bekal berupa nasi berikut lauk-pauk dalam kemasan praktis yang bisa dibawa-bawa dan dimakan di tempat lain. Seperti halnya nasi bungkus, bentō bisa dimakan sebagai makan siang, makan malam, atau bekal piknik.

 :

 

Author Note  :

Happy Sunday evening, guys!

Aku udah netapin bakal nge-post fanfiction ini setiap hari Minggu. Maaf banget kalo alurnya telalu cepet juga ceritanya yang kurang panjang. Aku masih harus banyak berlatih biar bisa nulis dengan baik dan benar, oleh karena itu aku butuh review dari kalian semua guys. Maaf juga kalo misalnya banyak typo disana sini—aku males ngedit soalnya hoho.

Makasih buat yang udah ngasih komentar di chapter-chapter sebelumnya, kalian yang terhebat!

Sekali lagi aku minta maaf karena belum bisa balas komentar kalian satu-satu. Insyaallah akan aku lakukan di chapter kedepan.

Buat yang mau berkomentar silahkan berkomentar, tidak dilarang asal komentar itu tidak menyinggung pihak manapun dan sopan. Jujur aja , selama ini jumlah viewers itu lebih banyak daripada yang komen itu artinya lebih banyak yang jadi silent readers daripada jadi good readers,  padahal itu kan masalah klasik. Udah nggak jaman deh jadi silent readers kini tuh saatnya kalian eksis dengan cara kasih komentar. (kok kaya kampanye, ah biardehh)

Dan yeah tentang siapa itu Kyungsoo akan dijelaskan di chapter selanjutnya. Buat yang udah bisa nebak kalo cowo itu Kyungsoo, selamat ya! Kalian mendapatkan kupon pelukan dari bias masing-masing hahahaha XD !

Aku agak minder buat nge post chapter yang ini, coz aku ngerjainnya dalam 3 jam dan itu bener-bener lagi nggak dalam mood yang baik. Takutnya karakter Baekhyun disini agak nikung dan nggak kelihatan Pangeran Es-nya. Kalo emang bener karakter Baekhyun itu jadi nggak dingin di chapter ini aku bakal nulis ulang deh chapter yang ini.

Buat yang mau kenal aku lebih dekat bisa follow twitter aku di @afanya_ , kalo udah follow jangan lupa mention minta followback ya.

Sincerely ,

FanyByun_

Advertisements

207 responses to “MISS ANNOYING [CHAPTER 3]

  1. Cieee, Baek udah mulai suka sama Hyeyoung.
    Ada lagi si Jongin kesenengan setengah mati gara-gara pengen ehem, kencan 😀
    Yaudah, izin baca next chapter ya authornim ^_^

  2. Huhuhu semakin seru plus penasaran sama ff ini,, kayaknya bakal banyak yang suka sama hyeyoung nih hmmm aku suka banget!!
    Fanya DAEBAK deh!!
    Keep writing ya!
    Gomawo and fighting!

  3. yaah si kyungsoo ketemu sang mantan… kyungsoo gagal move on yaa kyk anak ababil huahahah

    ijin lanjut author-niiiimm!!!

  4. tuh kan baek naksir hyeyoung . ciiee ntar klo jadian Pj ya ..
    kyungsoo? mantan hyeyoung ? huh hah penasaran jadinya

  5. Ya ampun, Baekhyun kamu dingin banget sih.
    D.O ternyata mantannya hyeyoung.
    Wow cinta bersegi-segi..

  6. Pasti dyo dulu pernah nyaakitin hyeyong deh yaahhh
    Tp disini dyo kesannya kaya badboy yah ..
    Eh kalo hyoyong tau minah suka sm baek gmn yaah ??

  7. Oke, semakin kesini karakter Baek memang ‘agak’ nggak dingin (?) menurut aku. Dia malah serasa punya power ‘dingin’ di chap 1 dan aku bener-bener pengen gigit tuh anak. Entah apa kakak ingin mengubah atau mengurangi sifat Baek yang gitu. Yeah, that’s my opinion. But, overall I like it! Apalagi si Hyeyoung kayaknya punya masa lalu yang masih misterius.

  8. Wah makin seru aja jalan ceritanya :D. Aku gak nyangka kalau Hyeyoung pernah punya hubungan dengan Kyungsoo. Fany, aku udah follow twitter kamu^^. Follback twitterku ya. My twitter @ShushyAjha^^.

  9. Oho! Ternyata dulu si kyung pernah punya hubungan yah sama hye. Tp kok hye kyk gk minat gitu ketemu kyung? Apa dulu kyung ngehianatin dia? Hmmm penasaran

    minah gagal mulu ngasi tau ke hye siapa org yg dia sukai. Lanjut deh ke part selanjutnya

  10. Kyungsoo kaya physo.
    Kyungsoo mantannya Hyeyoung? Kok bisa putus? Akhirnya nyesel deh sekarang.

    Sehun kaya bocah -_- mentang-mentang gak takut hantu.

    Setuju banget sama Baek tentang diam.

    Keren, thor

  11. Eh, ada Kyungsoo. Terus, Hyeyoung punya masa lalu sama Kyungsoo? Apa Hyeyoung bakal direbutin 3 orang? Whoah, daebak 😮
    Sehun, tobatlah tong, tak gigit ntar, srememet aku -_-
    JongIn mulai mengeluarkan jurus, ma Man! :v
    lanjut 🙂

  12. baekhyun knp sih ngga ungkapin ajj rasanya sm hyeyoung, nnt klw dh diambil jongin ajj bru tau rasa…
    fany klw bsa minah sm chanyeol ajj yaa, jebballl…
    keep writing and fighting…

  13. Kyungsoo dapet cast beda oke aku suka dan apa hbungan di masa lalu nya sama hyeyoung *mantan* itu pendapatku
    Baek kelewat dingin pdhal udah mulai suka
    Si kkamjong juga dapet cast anak baik *prok”*
    Kalo gitu izin baca next chap

  14. Hmm ternyata d.o mantannya hyeyoung. Tapi gimana kalo minah tau baekhyun suka sama hyeyoung -_-

  15. Aduh duh duh, burung owlku masuk jadi main cast ternyata. Jadi masa lalunya yg cewek.
    Udah lah my kyungsoo, biarkan baekki menjadi masa depannya dan km mnjadi masa depan aku.😘😘💋💋❤💜

    Wkwkwk,
    Overall kenapa kok aku berpikir kalau nanti minah ama hyeoyeong bakalan rebutan baekki? Mudah2 an sih enggak. Pokoknya Bagus kak, izin baca next chapter ya…

    From,
    Cantikapark61

  16. jadi kyungso itu mantannya hyeyoung? tapi kok kayaknya kyungsoo masih cinta ya sama hyeyoung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s