[Freelance] Miracle In December

miracle-in-december

  • Tittle:Miracle In December
  • Author:xopark
  • Lenght: Oneshot
  • Genre:Romance,Sad
  • Rating:T
  • Main Cast:Oh Sehun(EXO),Park Sooyeon(OC)
  • Disclaimer:FF ini asli buatan saya,asli dari hasil pikiran absurd saya/?.Jika ada kesamaan saya memohon maaf,jika ada yang plagiat mohon beri tahu!
  • Authors note:Ini pertama kali saya post FF disini,terimakasih sama admin yang mau post ff gaje saya ini.Untuk nama author,kalau kalian nemuin nama author ‘Tria’,berarti itu adalah saya/?.Jadi saya ada dua uname Tria dan xopark,selain itu bukan saya.Thanks!Enjoy My FanFic!

 

***

-Miracle In December-

Oh Sehun,dengan perlahan membuka matanya saat mendengar sesuatu berbunyi di samping tempat tidurnya.Pagi,sebelum natal tiba memang indah.Sangat damai dan tenang dari hari-hari sebelumnya.Sehun tidak mendengar satu pun suara teriakan dari luar kamarnya.Hanya ada suara tv yang menyala walaupun itu dalam volume kecil.

Sehun mematikan alarmnya,sebelum teman di sampingnya itu juga ikut terbangun.Selama beberapa detik,tidak ada yang ia lakukan.Hanya duduk di samping ranjang.Ia sendiri tidak mengerti apa yang ia pikirkan.Apa karena efek jadwal padat beberapa bulan yang lalu?.Entahlah,saat ini Sehun merasa tua sampai tidak tahu apa-apa.

Sehun menghela nafas pendeknya dan menyibak selimutnya.Dengan segera,ia keluar dari kamarnya.Benar saja, ruang tengah dorm EXO tampak lenggang—tanpa satu makhluk pun di sana. Kali ini mereka memanfaatkan hari libur dengan baik.Tidak seperti biasanya yang selalu diisi dengan hal-hal konyol.

Sehun mencuci wajahnya di wastafel kamar mandi kemudian di lanjutkan dengan menyikat giginya.Hanya sebuah keberuntungan bahwa ia dapat bangun sepagi ini.Tidak harus berebutan masuk kamar mandi,tidak terburu-buru dan mendengar teriakan yang jujur—saja—membuat setiap telinga yang—mendengarnya akan—sakit.Setelah menggosok giginya,ia berdiam sementara dengan menatap kaca yang ada di depannya.Ia hanya..merenung?

Mengingat kejadian dua tahun lalu.

Kejadian yang tak bisa ia lupakan dengan mudahnya.

-Miracle In December-

Sehun— tersenyum menatap tetesan salju dari balik jendela.Sesekali,ia menyesap hangatnya susu coklat dan menghela nafas.24 Desember,sebentar lagi natal.Ya,pada waktu itu tidak ada schedule.Mereka(maksudku,EXO)bisa menikmati waktunya dengan bersantai atau pulang.
Tanggal 24 tidak ingin ia habiskan dengan bermain ‘Truth Or Dare’ ataupun latihan duapuluh empat jam penuh.

Hey!”

 

Sehun memutar kepalanya dan menemukan Jongin disana yang sedang menguap sambil meregangkan tubuhnya.Sehun sudah bisa menebak bahwa ia dipaksa bangun oleh Kyungsoo.Haah..dia memang seorang hyung yang menyebalkan dan tidak bisa memanfaatkan waktu libur.

“Apa?”tanya Sehun.Ia pun kembali menatap tetesan salju.
“Sedang apa?”tanya Jongin balik.
“Tidak apa-apa.”jawab Sehun asal.Kemudian,meninggalkan Jongin yang sedang kebingungan akan kelakuannya pagi itu.

“YA!”teriak Jongin.

“Aish..Kim Jongin jangan berteriak”

Sehun sedikit berjengit saat tiba-tiba Chanyeol bangun dari sofa ruang tengah dengan mata setengah terbuka. Sesudah balas berteriak pada Jongin, Chanyeol kembali merebahkan tubuhnya. Sehun hanya berharap Chanyeol tidak benar-benar bangun sebelum dirinya keluar dari dorm. Ia tidak ingin dirinya diganggu oleh manusia seperti Chanyeol,Baekhyun dan Jongdae.

Sehun menggeleng kemudian melanjutkan langkahnya ke dapur.Di dapur sedang ada Kyungsoo,Luhan dan Suho sedang menyiapkan makanan.Aish,seharusnya mereka menyiapkan makanan pada waktu siang saja.

“Luhan Hyung.”
Luhan mengangkat kepalanya dan menemukan Sehun yang sedang berdiri di sampingnya.Mereka saling tersenyum.
“Hari kita libur sehari penuh kan?”tanya Sehun.
“Tampaknya.”jawab Luhan.
“Hmm..Kyungsoo Hyung,Suho hyung.Bagaimana?”
“Aku rasa,iya.”jawab Kyungsoo sambil memasukkan beberapa bahan makanan kedalam wajan.

Suho mengangguk.
“Aku rasa juga seperti itu.”

 

Sehun tersenyum,membuat orang yang ada di sekitarnya kebingungan akan hal apa yang mungkin nanti dilakukan oleh anak ini.
“Memangnya mau kemana?”.

“Bukan apa-apa.”

Sesudah itu,Sehun berjalan menuju kamarnya,meninggalkan ketiga hyungnya yang saling pandang.Lagi-lagi sang maknae bersikap aneh.Luhan menebak-nebak apa yang akan dilakukannya oleh satu hari ini.

 

Tampaknya,Sehun ada janji.Dalam batinnya,ia berpikir seperti itu.

Hyung,apa Sehun memberitahu mu sesuatu?.”

 

Mereka hampir saja jantungan saat Jongin tiba-tiba datang tanpa basa-basi(?).Mereka menghela nafas sesudahnya.Benar-benar anak ini.

 

“Memberitahu apa?”

“Ah,ternyata tidak,yah.”Jongin menyendarkan tubuhnya di konter dapur sambil mengangguk-angguk.Apa-apaan anak ini.Datang sesukanya tanpa mengucapkan kalimat yang sama sekali tidak jelas.

“Kau tahu tidak,hyung?”Jongin berbalik lagi.Ia menatap ketiga namja itu bergantian(maksudku,Luhan,Kyungsoo dan Suho).

Mereka bertiga saling pandang,lalu menggeleng pelan.

Apa yang diketahui mereka kalau tidak diketahui Jongin.
“Sepertinya Sehun sedang ada rencana.”Jongin mengusap-usap dagunya seolah-olah dialah orang terpintar saat itu.”Tampaknya,mereka akan merayakan natal bersama.”

 

Natal?gumam Luhan dalam hati

 

“Jongin-a,sekarang tanggal berapa?”
Jongin mengangkat bahunya.“Hmm..24 Desember.”

Ah!Luhan ingat sekarang.Pantas saja Sehun bahagia.24 Desember.Tepat 2 tahun kecelakaan itu terjadi.Kecelakaan yang tidak akan pernah diinginkan siapapun.Entahlah,mungkin ini adalah sebuah kesialan bagi Sehun.Kekasihnya harus mengalami koma.Kecelakaan itu terjadi saat Sehun kencan bersama gadisnya,tepat pada ulang tahun kekasihnya.24 Desember.
Malangnya,di perjalanan mereka mengelami kecelakaan dengan truk besar.Sehun selamat.Hanya saja,kekasihnya harus mengalami koma.Itu sebuah keajaiban,bukan?

 

Hyung,kau mengetahui sesuatu?”

“Kim Jongin,jangan berisik!”

Luhan meringis mendengar teriakan Jongin yang kemudian dibalas Chanyeol dari ruang tengah.Seharusnya,ia berdiam diri kamar jika tidak ingin mendengar apapun.Dan Jongin…mungkin nanti akan ada obat tidur dalam makananya.

 

Luhan tentu mengerti sekarang,namun ia tidak ingin memberi tahu siapapun.Biarkan sang ‘maknae’ berbahagia dengan gadis-nya.Luhan berharap semoga saja benar-benar ada keajaiban pada gadis-Sehun dan dapat melepasnya dengan baik.

 

Luhan tahu dua tahun ini,Sehun masih terngiang akan kesalahannya.Luhan pernah mendapati Sehun menangis karena gadis itu.Bukan apa-apa,
hanya saja,rasa salah yang besar masih terbayang di benaknya.
Dirinya menangisi sebuah foto dan video nya bersama gadis tersebut.Bahkan,Sehun sering menyebutkan nama gadis itu dalam tidurnya.Entah,apa yang terjadi pada mereka didalam mimpi Sehun.

Ya,semoga saja ini hari terakhir Sehun menangisi gadis tersebut.

-Miracle In December-

Sehun menatap kaca didepannya itu.Disana,ada bayangan dirinya yang sedang menggunakan kaos berwarna putih,coat berwarna hitam,dan celana jeans.Sangat sederhana dan…normal.Ia tidak perlu memakai jas atau pakaian mewah untuk merayakan hari ini.Ini bukan ulang tahun teman artisnya yang dirayakan di hotel ataupun oleh keluarganya.
Tidak,ini hanya ulang tahun seorang biasa dan kecil-kecilan.

Dan mungkin…hanya dirinya yang menghadiri pesta itu.

Sehun mengambil topinya di atas tempat tidur.Benar-benar style-nya.Namun,kali ini sederhana.Lalu,ia tersenyum memakainya.Tinggal memakai syal atau masker.Maka,penyamarannya akan berjalan lancar.Ia berdoa sedari tadi agar tidak ada fans satupun yang mengenalinya.Ia tidak ingin harinya ini gagal.

Pasalnya,tahun lalu ia tidak merayakan ulang tahun kekasihnya.Sooyeon.Dikarena jadwal gila-gilaan itu.Sehun tidak bisa bernafas benar waktu itu.Merayakan ulang tahun dengan Sooyeon adalah sebuah impiannya.

Oke,dia sudah siap.

Sehun mengambil ponsel dan dompetnya sebelum keluar dari kamar. Di ruang tengah, hampir sebagian besar member sudah bangun dan tengah menonton tv bersama. Begitu Sehun berdiri di dekat sofa, perhatian mereka teralihkan sepenuhnya pada Se-Hun.

“Kau?!” Baekhyun memekik sambil menunjuk Sehun.

“Mau kemana??” kini Jongdae yang menganga melihat Sehun

“Dengan tampilan itu?” Chanyeol ikut-ikutan.

Hah… gagal sudah rencana Sehun untuk berangkat sebelum makhluk-makhluk itu bangun. Sudah Sehun duga, ketiga orang itu akan heboh sendiri melihat tampilan rapi Sehun. Sebenarnya bukan hanya mereka bertiga, Sehun juga melihat tatapan heran dari member yang ada di sana—terutama Jongin. Tapi mereka lebih bijak untuk tidak bertanya.

“Memangnya ada yang salah?” balas Sehun datar

“Tunggu,” Jongdae mengangkat tangan dan menyipitkan matanya. “Kau sungguhan berkencan dengan Krystal, ya?”

Kalau saja,disamping nya ada truk pasir.Sehun sudah pasti akan melemparkan truk tersebut ke kepala Jongdae tanpa memperdulikan bahwa sebutir makhluk itu lebih tua darinya.
Hey,sejak kapan rumor itu tersebar?.Ia hanya bertemu Krystal dan berbincang hal biasa.Tapi,tiga butir makhluk itu memang tidak bisa jika tidak membuat fakta menjijikan seperti itu.

Sehun mendengus kesal.”Terserahlah.”kemudian ia beralih pada Luhan dan Suho yang duduk bersebelahan.”Aku keluar sebentar,aku akan kembali beberapa saat lagi.”

Luhan mengangguk,”baiklah,hati-hati di jalan.”

“Kalau ada masalah,hubungi kami.”Ucap Suho.

 

Sehun masih bisa bersyukur bahwa kedua hyung nya tadi itu.Tidak seheboh trio pengacau itu.Sehun yakin pasti Luhan tahu apa yang akan ia lakukan.Suho yang bijak tidak mungkin bertanya yang berlebihan dan tidak akan ikut campur.

 

Sehun mengangguk tanpa memperdulikan racauan tidak jelas dari member lain,Sehun melangkah ke pintu dan mencari sepatunya.Mengambil sebuah payung berwarna biru muda(itu memalukan,tapi sudahlah.)Ia keluar dari dorm.Di luar sana,salju masih turun dan entah kenapa,Sehun makin senang.

Sehun turun dengan lift dan keluar melalui pintu belakang apartemen.Ia tidak bisa memastikan dengan baik bahwa tidak ada satupun fans-yang berkumpul.Jadi,ia berjaga diri.

Sehun mulai memakai masker dan menurunkan topinya begitu pintu keluar sudah ada di depan mata.Ia pun membuka payungnya.Sepertinya,Tuhan sangat baik pada Sehun hari ini.Tetesan salju turun sepanjang hari meskipun tidak banyak.Semua tampak damai tanpa ada satupun fans yang menganggu harinya kali ini.

Sehun sengaja tidak meminta manajernya atau member lain untuk mengantarnya. Ia ingin sendiri, dan ingin senormal mungkin. Sehun ingin merasakan bagaimana rasanya seorang pemuda datang ke tempat gadis yang disukainya saat ulang tahun. Membawa benda kesukaan sang gadis sebagai hadiah, dan meniup lilin bersama.

Walaupun itu tidak bisa ia lakukan.

Ya,memang Sehun tidak bisa.Biarkan ia ‘berpura-pura’.

Karena setelah hari ini,ia akan benar-benar hidup sebagai seorang idol yang tetekang oleh jadwal padat.

 

Sehun berdiri di halte bus,disana tidak banyak orang yang menunggu bis.Hanya ada beberapa.Setelah bus datang,ia segera naik dan duduk pada bagian belakang.Seperti yang sering ia lakukan dengan Sooyeon.Dari belakang sini,tidak ada yang menyadari dirinya sebagai Oh Sehun.

Sehun meraba tempat kosong di sebelah kanannya.Merasakan kehangatan Sooyeon.Hangat tubuhnya dan tangannya.Semuanya tampak sama.

Sehun menghela nafas lalu menatap jendela yang ada di sampingnya.Diluar sana sejoli..maksudku,duajoli..tigajoli..empatjoli(ugh,populasinya banyak sekali).
Ia tidak boleh menangis,ini adalah hari yang ia tunggu.Sehun tidak boleh menjadi anak cengeng.Ia ingin membuat gadis itu bahagia.

 

-Miracle In December-

Sehun menatap bangunan sederhana di depannya sambil tersenyum di balik masker.Hujan salju mulai berhenti,jadi dia tidak perlu repot-repot membuka payungnya.
Sebuah toko buku kecil.Sehun tahu betul,bahwa toko ini menjual buku-buku cetakan lama,ia mengetahui hal itu saat browsing semalaman.

Ia harus membeli buku untuk hadiahnya kepada Sooyeon.Sooyeon sangar suka membaca buku cetakan lama.Sehun sangat tahu hal itu.Cukup sulit mencari pengarang buku yang Sooyeon inginkan.

Ia masuk ke toko buku itu perlahan.Sebelumnya,ia menaruh payungnya di rak penitipan.
Ia tersenyum ramah pada seorang kakek.Sekali lagi,Sehun bersyukur karena penjaganya juga merupakan ‘cetakan lama’.Di sini mungkin Sehun bisa memilih dengan leluasa.

Dari luar,bangunan itu tampak reyot.Namun,di dalamnya,tampak kokoh dan antik.Lantai dan langit-langitnya terbuat dari kayu,dindingnya bercat putih.Semua buku tersusun rapi di rak-rak.Suasana di toko itu cukup tenang di tambah dengan lentunan musik klasik yang terdengar dari sebuah radio.

Sehun menghindari kumpulan mahasiswa yang mencari buku.Rencanya,ia ingin membeli buku kumpulan puisi.Namun,mengingat Sooyeon yang tidak terlalu tertarik pada kumpulan puisi.Daftar itu ia coret dan beralih pada novel.

Akhirnya,Sehun menemukan sebuah novel yang cocok untuk Sooyeon.Dari pengarang sampai judul,sudah sangat khas untuk Sooyeon.Singing In The Rain.Judulnya memang seperti sebuah drama musikal.Tapi jalan ceritanya jauh berbeda.Penulisan gaya kuno oleh novelis-favorit Sooyeon.Pasti akan sangat disukai oleh gadis tersebut.

Haraboeji,tolong yang ini.”

Kakek penjaga toko itu tersenyum.Lalu mengambil buku yang dipegang Sehun.

“Kau suka penulis novel ini?,”tanyanya.

“Ah,aniyo.”Sehun tersenyum seraya merogoh dompetnya.”Itu untuk temanku.”

“Dia pasti pria yang menarik.”

“Sebenarnya,temanku itu perempuan.”Sehun menyerahkan uangnya.Kakek itu terkekeh malu.

Jwoseonghamnida.”Kakek itu menyerahkan bungkusan plastik kepada Sehun.

Gwenchana,aku memberikan ini sebagai hadiah ulangtahunnya.”

Sebenarnya,Sehun tidak ada niat untuk memberitahu orang lain mengenai ulang tahun Sooyeon.Tapi,kau tahu?tampaknya ia ingin membagi rasa bahagianya itu.

Jinjja?”goda Kakek itu.”Ucapkan selamat dari ku.”

Ghamsahamnida,harabeoji.”
Sehun berpamitan.

“Hati-hati di jalan nak,semoga hari mu menyenangkan.”

Sebelum benar-benar keluar dari toko.Ia membungkuk sejenak lalu keluar,tidak lupa untuk mengambil payungnya.Setelah ini,ia harus membeli se-buket bunga.Sooyeon tidak pernah memberitahu apakah dia menyukai bunga atau tidak?bunga kesukannya apa?.Tapi,tidak untuk Sehun.Ia yakin Sooyeon akan senang bila menerima bunga.

 

Tidak perlu berjalan jauh,di dekat toko itu.Ada sebuah toko bunga yang cukup kecil.
Mungkin setengah dari toko buku tadi.Meskipun begitu,bunga yang ia jual tampak segar dan sangat harum.Bunga-bunga itu tampak tersenyum pada Sehun.

“Ada yang bisa ku bantu?’

Seseorang ahjumma keluar dari toko tersebut saat Sehun sedang asik menatap satu persatu bunga yang ada di luar toko.Sehun mengangkat kepala lalu tersenyum.Ia kembali beruntung karena menemukan penjaga toko dalam usia tua.Atau mungkin….ini kawasan orangtua?.Entahlah.

 

“Apa disini ada mawar merah?”

Ahjumma itu mengangguk sopan,”tentu saja ada.”

“Kalau begitu tolong satu buket.”

Ahjumma itu kembali mengangguk.Selagi menunggu pesanannya,Sehun kembali menatap bunga yang ada.Ada Tulip,mawar putih,sun-flower,bahkan anggrek.Penataan yang sederhana dan sangat baik.Benar-benar seperti taman bunga.

“Kau ingin menyerahkannya untuk pacarmu?”

“Ah..Ne?”

Sehun memutar kepalanya untuk melihat ahjumma yang sedang sibuk merangkai bunga.Ahjumma itu tersenyum geli.Sehun menjadi salah tingkah.

“Ah..bukan apa-apa,hanya teman biasa.”

Sehun ingin membenarkan.Sebenarnya ia memang kekasih Sooyeon.Tapi,kau tahulah..

“Kau ingin menyatakan?”

Jujur saja,Sehun cukup terganggu atas sikap ahjumma itu,tapi demi menjaga kesopanannya.Ia hanya bisa tersenyum.

Ahjumma itu sadar.Bahwa itu adalah pertanyaan pribadi.Jadi,dia mengalihkan pembicaraan dan memberikan pesanan Sehun.
“Nah,ini pesananmu.”

Sehun sedikit tersentak,kemudian merogoh sakunya.Dan membayarnya.

Setelah menyerahkan uangnya sambil tersenyum.Kemudian mengambil buket bunganya.

Ghamsahamnida.”

Sehun membungkuk kemudian dibalas oleh ahjumma itu.Ia segera keluar dari toko tersebut sambil kembali memasang maskernya.Ia harus cepat-cepat sampai.Sebelum hujan turun

-Miracle In December-

Benar saja,kali ini bukan hujan salju yang turun.Tapi,hujan sesungguhnya(?).Sehun mempercepat langkahnya.Ia membuka payungnya dengan buru-buru.
Ia tidak ingin hadiahnya basah.

Hujan semakin deras dan semakin mempercepat langkah Sehun.Ia tidak peduli sepatu hitamnya basah karena terkena cipratan air.Yang terpenting,hadiahnya tidak basah.
Yang ia pedulikan,cepat-cepat menemui Sooyeon.Ia ingin memberinya hadiah dan meniup lilin ber-

Astaga!kue!

Sehun lupa membeli kue.Ia memukul kepalanya dan berhenti berjalan.Ia mencoba mencari toko kue yang ada.Sayangnya,tidak ada.

Sampai akhirnya mata Sehun menangkap stand kecil yang dijaga tiga anak seusia sekolah dasar dengan rambut diikat dua. Sebenarnya bukan itu yang menarik perhatian Sehun, tapi tulisan besar yang ada di depan stand itu. Cupcake.

Sehun mendekati stand itu.Lalu menurunkan maskernya.”Apa masih ada yang tersisa?”

Kegita anak itu saling pandang.Satu anak mulai berani menatap Sehun.

Mianhae,oppa.Hanya ada satu.Dan itu untuk kami.”

“Ya!Mi Yoo-a.”

Ketiga anak itu berbicara bergantian. Anak pertama menyatakan permohonan maafnya sambil menunjukkan satu cupcake yang tersisa, namun anak di sebelah kirinya menyahut dengan nada ketus.

Mereka bertiga memang sudah berniat memakan cupcake terakhir itu di salah satu rumah mereka setelah hujan reda. Tapi Sehun tiba-tiba saja datang dan menanyakan cupcake yang tersisa. Mereka bimbang sekarang. Antara membiarkan Sehun membelinya atau tidak menyerahkannya sama sekali.

 

“Ah,geurae.”Sehun tertunduk lemas.Baiklah,tidak kue juga tidak apa-apa.

Chakkaman,oppa.Temanku ini hanya bercanda.

Gadis yang di tengah kembali berucap,diulurkannya kue itu.

“Harganya lima ratus won.”Sehun tersenyum senang,meskipun anak disampingnya cemberut.Ia memberikan anak itu seribu won.

“Ambil saja kembaliannya.”

Mata anak di sebelah kiri itu berbinar-binar.Dia tidak lagi cemberut menatap Sehun,ia menatap Sehun bahagia.

Ghamsahamnida,oppa”.Ucap ketiga anak itu serempak.

Sehun terkekeh sendiri melihatnya.Aneh,biasanya,Sehun susah sekali berinteraksi dengan anak kecil.Dan sekarang,ia merasa anak kecil tidak buruk juga.Mereka tidak terlihat sepeti monster peminum susu,yang selama ini Sehun bayangkan.

-Miracle In December-

“Annyeong,Sooyeon-a”

Sapa Sehun.Sekelilingnya putih,bau-bau obatan tercium.Di ruangan itu,hanya ada dirinya dan tubuh Sooyeon yang terbaring lemah.Ibu dan Ayah Sooyeon belum datang.

Sehun mendekat ke ranjang Sooyeon.Ia duduk dengan kursi yang ada.Disampinya,ada sebuah meja dan monitor yang menunjukkan detak jantung Sooyeon.

“Aku menepati janji ku kan?”

“Oh iya,bagaimana kabarmu?maaf lama tidak mengunjungi mu.Aku membawa kan mu beberapa hadiah.”

Sehun menaruh hadiah-hadiah tersebut ke dekat Sooyeon.

“Aku mendapat buku yang kau inginkan.Semoga kau menyukainya.”ucap Sehun irih,ia mencoba menahan agar matanya tidak berair.

“Sooyeon-a,kapan kau bangun?maafkan aku yah.Sudah membuatmu seperti ini.”

“Aku ada kue untuk mu,bisa kau makan saat kau terbangun.Biar aku meniup lilinnya.”

Sehun meniup lilin pada kue itu dan menaruh kue itu di meja.Ia tersenyum,kemudian bernyanyi.

Saengil Chukkae Hamnida.

Tangshinne sangireun.

Happy Birthday To You

Happy Birthday To You.

Sehun terisak.

Sehun mengenggam tangan Sooyeon

“A-aku,mencintaimu.”ucapnya lirih.

Tetesan air mata jatuh dari matanya.

Sehun menangis terisak-isak.Penyesalan besar tampak pada dirinya.

Tiba-tiba,tangan Sooyeon bergerak.Sehun menatap pelan Sooyeon.Matanya terbuka dengan pelan,ia mencoba menerka-nerka siapa yang ada didepannya.Meskipun belum jelas,ia bisa tersenyum.

“Sooyeon?benarkah ini?kau terbangun?”

Sehun menampar wajahnya.

“Ka-ka-kau,Se-se-hun?”ucap Sooyeon terbata-bata.

Sehun mengangguk pelan,matanya berbinar-binar.

“Kau tertidur sangat lama.Hmm,biar aku mencari dokter yah.”

Sooyeon mengangguk.Sehun keluar dari ruangan itu dan mencari dokter yang selama ini menangani Sooyeon.Sehabis itu.

Tidak lama,ia menemukan dokter itu.

Annyeong Haseyo.”Sehun membungkuk.Kemudian di balas dokter itu.
“Ada apa yah?”
“Park Sooyeon terbangun.”
“Sungguh?”

Dokter itu berjalan cepat ke ruangan Sooyeon diikuti Sehun dan seorang perawat.

Dokter itu menemukan Sooyeon yang terbangun.Kemudian langsung memeriksa keadaan Sooyeon.

Dokter itu menghela nafas.
“Dia hampir pulih,segera telfon orang tuanya.”pintah dokter itu pada perawat itu.

Perawat itu mengangguk.

 

Selang beberapa menit,orang tua Sooyeon datang.Ia berhamburan memasuki ruangan itu dan langsung memeluk Sooyeon.Ibu nya menangis haru.
“Tuhan..aku tidak percaya.”ucap Ibu Sooyeon.

Sehun yang berdiri cukup dekat dari tempat itu hanya bisa tersenyum.Ayah Sooyeon melirik Sehun.

“Ah,Annyeong Haseyo,abeoji.”Sehun membungkukkan tubuhnya kemudian di balas ayah Sooyeon.

-Miracle In December-

“Bagaimana keadaanmu?apa karir mu baik?”tanya ayah Sooyeon.
Sehun mengangguk.Kini,mereka duduk di ruang tunggu.
“Maaf,aku tidak pernah mengunjungi Sooyeon.”

“Ah,bukan masalah.”

Keduanya hening,mereka hanyut dalam pikiran masing-masing.

Tiba-tiba,Ibu Sooyeon keluar.
“Sehun,bisa tinggalkan kami?”tanya Ibu Sooyeon.

Sehun mengangguk sopan.Ia segera pergi dan masuk ke ruangan Sooyeon.

Disana,Sooyeon sedang membaca novel pemberian Sehun.

Sehun tersenyum.

“Bagaimana,kau suka?”

Sooyeon tersenyum.

“Ya,baru berapa lembar saja.Dan itu cukup manis.”Sooyeon tampak tertarik akan novel itu.

“Eh,Sehun.”panggil Sooyeon.
“Apa?”
“Aku harap,aku akan cepat pergi.”

Sehun mendekat kemudian duduk di samping Sooyeon.

“Maksudmu?”

Sooyeon menaruh novelnya dan menoleh ke arah Sehun.

“Aku ingin cepat meninggalkan dunia.”

Sehun menghela nafasnya.
“Jangan berbicara seperti itu.”

“Aku tidak ingin menganggu aktivitas mu.”

Tiba-tiba.Sooyeon memegang dadanya,rasanya sesak.Kepalanya pun sakit.

“Kau baik-baik saja.”Sehun memegang Sooyeon.

Kepalan tangan Sooyeon terhadap kepalanya semakin kuat.

 

Sehun memanggil orang tua Sooyeon.Mereka segera menghampiri Sooyeon yang sedang kesakitan.
Ibu nya tampak khawatir.Terlebih Sehun.Ayahnya memanggil dokter.
Dokter pun datang.Ia memeriksa keadaan Sooyeon.
Tiba-tiba

‘TITTTT..’

Sooyeon sudah pergi.Tangis mereka tak bisa dibendung.Terlebih Sehun
Ia memeluk Sooyeon yang sudah tak bernyawa.
Sehun mengusap rambut Sooyeon sambil menangis terisak.

Kenapa keajaiban Tuhan hanya sebentar?.Batin Sehun.

Ia tidak percaya,ia baru bertemu dan kenapa?Sooyeon cepat sekali pergi?

-Miracle In December-

Sehun menatap kalender

24 Desember.1 tahun kepergian Sooyeon.

Ia berencana ke makam Sooyeon untuk mengunjunginya.

“Aku datang..”
“Sesuai perintahmu,aku akan melupakanmu.”

Sehun mengusap nisan makan Sooyeon yang berhawa dingin.

Tidak lupa akan semua kado yang ia bawa.Kado yang sama.Buku,sebuket bunga dan kue tentunya.

Sehabis hari itu,ia tidak akan mengunjungi Sooyeon lagi.

Tangisan kembali tampak di wajah indah Sehun.

Sehun menyanyikannya sebuah lagu.Lagu yang pernah ia nyanyikan sewaktu Sooyeon di rumah sakit.

“Aku membawakanmu buku ini..bukannya tidak menghargaimu.Tapi,aku mencoba pergi.”

“Aku pergi sesuai keinginanmu,bukan?”

Tidak ada sebuah keajabain terindah kecuali menatap indahnya wajah Sooyeon.

~end~

how?bad?typo?gaje

Maaf kalo ada banyak kesalahan,komen anda sangat saya butuhkan J .Komen adalah menandakan bahwa adalah readers yang baik.Terima kasih sudah membaca!

Advertisements

20 responses to “[Freelance] Miracle In December

  1. Huua…Sediihh thor.. Sehunnya kasian bgt 😦
    Sabar Oppa masih ada aqu #LOL *abaikan*
    Udah Daebak thor,,feelnya dapet dan bahasanya udah bagus menurutqu..tapi masih ada sedikit typo yg kyak’nya salah pengetikan atau apa,,hehe
    Tapi buat aq sih gg masalah,,,ceritanya ttp keren dan mudah dipahami (y)
    Awalnya aqu kirain miracle’nya Sooyeon bklan bisa smbuh sepenuhnya..tapi keajaibannya cuma sebentar yah,,, jadi pengen nangis Sooyeon pergi,,apalagi bayangin Sehun nangis! Huuaa,,,
    Oke,,, keep writing and fighting thor^^

  2. huhu.. kenapa harus sad ending…
    nyesek bacanya… nge-feel banget sadnya..
    sayangnya ffnya pendrk banget…
    buat sequel dong.. kehidupan sehin setelah sooyeon meninggal kayak gimana ?
    Ii need sequel.. FIGHTING !!!

  3. Yah sad ending, nyesek juga sih bacanya, walaupun feel nya kurang dapet but bot bad lah. Btw ini perasaan aku aja apa emang bener? Soalnya di sini ada ff EXO First Love Sehun ver dan ceritanya sama kayak ini, dan di exofanfiction juga ada. Maaf ya author cuma nanya hehe

  4. Ehh,,, knpa aqu balik lagi ksini?? pdahal udah baca n coment kemarin -,-
    coz udah terlanjur mampir jadi aq iseng aja mastiin comentqu udah kpost atw blm, n syukur udah kpost…hehee~
    mmm..tpi tampaknya aqu mlihat ad coment yg agak mencurigakan(?) *ehh?*
    jadi,,,aqu udah mampir k blog yg tertera diatas n authornya sama koq..ya kan?!
    kalo aq gg salah nama authornya juga xopark deh..tapi aqu yakin sama koq…
    jadi aqu percaya ini murni imajinasi author..
    Oke aqu cuma mau pastiin doang…hehee
    mian kalau mengganggu karna aqu mampir lagi..
    skali lagi,keep writing and fighting author-nim^^

    • aku gak pernah ganti display name aku. dan yang dipost di exoff itu dengan judul ‘happy birthday, angel’ pake nama ‘ziajung’
      maaf ya bukannya apa apa

  5. Sebelumnya aku mau minta maaf thor!! Bukannya aku mau nuduh ato gimana..
    Tapi sebelumnya, aku pernah baca FF seperti ini, dengan cerita hampir 85% mirip!!
    Tapi FFnya cuma beda Judul sama beda nama Authornya aja!! dan yang pasti nama Authornya bukan ‘xopark’ atopun ‘Tria’
    Jalan cerita, tata bahasa, dan kalimatnya juga banyak yang sama dg FF yang pernah aku baca!!

    Maaf, bukannya aku nuduh Plagiat ato gimana, aku cuma ngutarain apa pendapatku

  6. maaf ya sebelumnya. ini persis banget sama fanfic aku yang judulnya ‘happy birthday angel’ yang mana itu sequel dari efl-nya sehun. aku udah post ini di exofanfic dan blog pribadi aku allfictionstory. aku gak pernah ganti nama pena aku. selama ini masih ziajung
    jadi maaf ya authornim ini kata per katanya sama banget. aku merasa gak dihargain disini. seenggaknya kamu gak harus ‘niru’ kata per kata seperti ini. aku yakin kamu bisa lebih bagus dari aku, tapi tolong jangan pake cara kayak gini
    regards: ziajung

  7. Ahhhhh sedih banget ending nyaa 😦 menyentuh banget ceritanyaa. Ahhhh, december.. 😥
    Ternyata sooyeon bangun buat perpisahan terakhir sama sehun dan orangtua nyaa :((
    Hahhhhhhhh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s