Artificiality Part 3

Gambar

Artificiality

Cast : Cho Kyuhyun

Park Rae Il a.k.a Cho Tae Il

Oh Sehun

|Author : ataly46|

|Genre : Angst, Hurt, |

|Rating : PG 15|

Cast :

– Cho KyuhyunPark

– Rae Il (OC)

– Oh Sehun

Disclaimer : ini asli dari pikiran saya. Don’t Copy and bash .

Banyak ranjau typo dimana-mana.

So, bagi yang gak suka langsung back ajah. ^^

Design Art : Hanhyema

Previous : Part 2

-kelabu, adalah warna tak jelas karena dia terjebak diantara putih dan hitam-

^sebelumnya^

“sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Rae il

“jawab pertanyaanku sajangnim.” Ujarnya kembali.

Masih tak ada jawaban sama sekali. Pria itu lebih memilih diam dan tetap membiarkan wanita yang sedang digandengnya itu terus menggurutu sendiri. Ting. Pintu lift terbuka, dua orang sekretaris yang berada di depan ruang kerja kyuhyun menganga tak percaya. Bosnya membawa wanita kemari dan wanita itu adalah istri sahnya. Pertama kali, catat ini adalah wanita pertama yang dibawa kyuhyun kemari selain ibunya.

*********

Kelabu, mendominasi diruangan ini. Pengelabui-itulah salah satu makna warna tersebut. Campuran warna netral putih dan hitam ini yang dipilih sang empunya. Entah rasa apa yang ada didalam diri seorang pria dingin ini. Entah suci, sebersih, sejernih warna putih atau sekelam, sesuram, sekotor warna hitam.

Kelabu, itulah yang berada diasa hatinya sekarang. Tak ada yang tahu jalan pikiran dan hatinya. Dia bisa menjadi pria yang sangat amat baik, menyenangkan, menenangkan siapapun yang ada disekitarnya. Tapi, seolah berkepribadian ganda dia bisa sangat mengerikan. Siapapun yang berada disekitarnya seolah enggan untuk berlama-lama didekatnya dan tak mau berurusan dengannya selain dengan-uang sangkutannya.

“kenapa rasanya aku berada dirumah berhantu,” ujar Rae il setelah masuk kedalam ruangan yang disebut kantor oleh Cho Kyuhyun.

“kalau begitu berdoalah semoga tidak ada hantu yang mengganggumu.” Balas kyuhyun dingin dan duduk dikursi kebanggaannya.

“semuanya kelabu bahkan nyaris hitam. Ditambah warna merah menyala yang menambah kesan berani dan tegas. Ketidak jelasan ditambah berani, merupakan kombinasi yang sangat serasi.”

“cish-begitukah. Diam dan duduk manislah dikursi be-ra-ni itu.” Dengan penuh penekanan disetiap penekan pada kata berani.

“aku bosan.” Ujar wanita itu setelah dengan tidak sopannya duduk selonjoran di sofa yang merah menyala tersebut.

“belum 2 detik kau duduk disana.” tetap tak menatap wanita yang sedang bosan duduk di sofa merahnya tersebut. Kyuhyun- pria ini lebih memilih melihat berkas-berkasnya daripada objek hidup diruangannya ini.

“hah… untuk apa kau membawaku kemari?” Park Rae Il tetap berusaha membawa suasana tak senyap dengan keadaan ruangan ini yang sangat mencekamnya.

“hanya ingin menjadi suami yang baik.” Jawabnya seadanya.

“ma..maksudmu?” tidak dipungkiri ada yang berdetum kencang dibagian jantungnya saat pria itu berkata suami.

“ayolah. Aku tak ingin di cap suami buruk dengan tidak membawa istri ketempat ruangan pencetak uang suaminya. Atau memperkenalkan istri dari direktur ini mungkin.” Jawabnya acuh tak acuh.

“cish, hentikan sandirawa menjadi suami baik.”

“kenapa? kau tidak suka.” Kyuhyun melirik wanita yang disebut istrinya itu. Dia sedang tiduran di sofa merah yang disebutnya berani itu.

“arraso, arraso….apa kau terjebak?” tanya rae il tiba-tiba mengubah topik, lebih tepatnya menghindari topik tersebut.

“ne.??” Kyuhyun menoleh cepat pertanda tak mengerti dengan topik yang dibawa rae il.

“perasaanmu, hatimu. Apa kau bingung dengan apa yang kau rasakan sekarang?”

“hmm…. apa pedulimu?”

“menjadi istri yang baik.” Mengulang perkataan kyuhyun sebelumnya.

“contohnya?” tanya kyuhyun merasa tertarik dengan topik ini.

“menetapkan perasaanmu terhadap ayahmu contohnya. Kau membencinya tapi kau juga menaruh sayang padanya.”

“cish, kau terlalu sok tahu nona. Lagipula kau tak bisa begitu saja mendiskripsikannya begitu saja tanpa bukti.”

“banyak bukti sayang. Kau terjebak dan tak bisa memilih putih atau hitam.”

“begitukah. Sepertinya kau seorang peramal atau seorang psikolog.”

“tidak keduanya tapi jika boleh memilih aku ingin menjadi seorang peramal.”

“warna apa yang kau pilih antara putih dan hitam?” tanya kyuhyun.

Sunyi. Pertanyaan kyuhyun mengubah suasana yang sedikit bersuara menjadi sunyi senyap. Bahkan suara dengungan nyamuk pun tak ada sama sekali. Sangat bersih dari polusi suara. Dua penghuni ini tetap diposisi masing-masing. Tak ingin mengubah posisi nyaman mereka. Wanita anggun ini tetap terlentang di sofa berani dan Cho Kyuhyun yang menyandar nyaman pada kursi kerjanya.

“tak dapat dipungkiri putih dan hitam seperti yin dan yang. Mereka berdua adalah warna pondasi. Berdasar putih dan berakhir hitam.”

“kenapa berakhir hitam?” tanya kyuhyun

“semua warna jika sudah terlalu banyak tercampur atau bagaimana yah menjelaskannya. Yah- jika kita terlalu banyak mencampur warna atau menginginkan warna yang pekat atau tua akhirnya akan gelap sampai menghitamkan.-kau mengerti?” jelas rae il panjang lebar.

“terlalu berbelit. Aku tahu. Jadi warna apa yang akan kau pilih antara putih dan hitam?”

“putih dilambangkan sebagai kesucian, ketulusan, kebersihan. Sedangkan hitam dilambangkan dengan kegelapan, kedengkian dan kotor. Tapi terlalu putih akan mudah dinodai, terlalu pucat berkesan dingin dan tak berwarna sehingga tak berperasa.” Ujarnya menerawang kelangit-langit gelap ruangan tuan cho-suaminya.

“tak ada yang sempurna didunia ini. tetap segala kebaikan pun akan dilengkapi dengan perasaan emosi dalam jiwa.” Ujar kyuhyun yang sudah terhanyut dalam percakapan memaknai warna untuk kehidupan.

“yah kau benar. Hitam mempunyai sifat tetap, tak mudah goyah. Seberapa banyak warna yang mencorengnya dia akan tetap kokoh dengan warna gelapnya. Bahkan dia akan menelan warna yang mengusik sehingga warna-warna itu tercampur satu dengan hitam. Menjadikannya-hitam menjadi sosok yang teguh, kokoh dan juga percaya diri.” Jelas Rae il kembali.

“kalau begitu aku tak salah memilih warna bukan, kelabu.” Ujar kyuhyun mulai mempertegas ucapannya.

“tidak, setiap orang harus memiliki pendirian. Jika kau membuat kelabu-mu sebagai penggiringmu maka itu salah. Buatlah dia sebagai pelengkapmu.” Balas Rae il tak mengubah nada lembutnya dan tenangnya sama sekali. Yah, walaupun kyuhyun sudah menambah suaranya satu oktaf.

“kau berkata seolah-olah kau juga orang yang benar. Mempunyai tujuan yang jelas tanpa kehilangan arah. Sekarang jawab jawabanku dengan benar. Warna apa yang kau jadikan pedoman hidupmu?”dengan sedikit membentak dan menatap tajam orang yang menasehatinya karena merasa orang yang menyedihkan.

“hitam. Hitam langit. Hitam yang ditemani cerahnya sinar dibelakangnya. Tetap hitam tapi memberikan kesan indah dan sejuk. Banyaknya elemen yang ingin menemani dan melengkapi gelapnya malam yang hitam membuatnya tak gelap dan suram dalam arti hitam yang ada dipikiran semua insan-.”

“-bintang, bulan, lampu dipijakan bumi ini, angin sepoi malam yang sejuk. Ditambah ketenangan yang dibutuhkan manusia sibuk sepertimu dari padatnya rutinitas dengan terlelap tidur saat malam.” Jawab Rae il tenang dan yakin.

Kyuhyun, pria itu termenung mendengar penjabaran warna dalam hidup wanita yang telah menjadi istrinya itu. Dia tak tahu wanita dihadapannya ini sungguh memukaunya. Dia merasa lidahnya kelu saat mendengar kepastian yang dijawab oleh wanita ini. Tanpa disadarinya sudut bibirnya tersungging indah menunjukan senyuman.

“yah terserah kau sajalah.” Ujar kyuhyun acuh dan kembali berkutik dengan setumpuk berkasnya.

“kau kata kelabu adalah warna tak jelas karena dia terjebak diantara putih dan hitam.” Ujar kyuhyun melanjutkan.

“ dia bisa menjadi warna pelengkap. Memang dia menutupi cerahnya biru langit tapi saat kelabu awan datang dia membawa berkah, hujan.”

“kelabu tak selamanya membawa hujan. Adakalanya dia membawa suram,mendung.”

“suram, tak selalu identik dengan gelap. Teduh, dia melindungi dari terik matahari.”

“ne ne arraseo. Sebaiknya kita akhiri rapat memaknai warna ini karena sudah waktunya makan siang.” Ujar kyuhyun yang sudah bangkit dari duduknya.

*********

Warna apa yang kau pilih sebagai kesukaanmu itu adalah hakmu. Mengenai arti makna yang ada didalamnya berdasarkan filosofi hidup, itu selalu berbeda makna tergantung bagaimana kita mengartikan dan menerapkannya dalam kepribadian. Makna warna yang kau pilih tak menentukan tindakan atas perilakumu kedepannya. Hanya dirimulah yang menentukan bukanlah warna yang hanya sebagai pelengkap salah satu arti hidupmu.

*********

TBC

Maaf maaf banget yah aku lama ngepost karena aku sibuk banget mau menjelang UKK. Guru-gurunya nyebelin ngasih tugas numpuk pas detik-detik UKK T.T. Doain yah semoga UKK aku lancar dan nilainya memuaskan.

Don’t Forget Give Me Your Comments and Like ^^

11 responses to “Artificiality Part 3

  1. Ooo apa rae I’ll itu wanita simpanan ayah kyu, pacar sehun dan istri kyu. Ah hubungan yang rumit dan penuh hawa jahat saling menjatuhkan satu sama lain. Penuh dendam! Author keren.

  2. aq suka ama gaya penulisannya, kelaan mateng, cuma kadang typo masih keliatan ya 😀 sebenernya kyu itu beneran gay apa cuma digosipin gay karna ga pernah keliatan ngegandeng cwe ke kantor? udah mulai saling terjebak kayanya kyu ama rae kkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s