[Freelance] Prince and I (Chapter 6)

PRINCE AND I

 

Title : Prince and I (Chapter 6)

Author: Mega

Main cast : -Im Haena

– Oh Sehun

Cast : Xi Luhan, Kim Jongin. Hwang ZiTao, Jung Soojung

Genre : Frendship, Family, School life, Romance

Rating : PG 15

Lenght : Chapter

Disclaimer : cerita ini terinspirasi dari BBF dan aku udah ubah ceritanya menurut pemikiranku asli dan jangan plagiat!!!! Don’t siders please

 

Kembali lagi dengan FF yang ga jelas ini -__- gomawo yang nungguin FF ini *bow*

CHAPTER 1    CHAPTER 2    CHAPTER3    CHAPTER4     CHAPTER5

 

Happy Reading ^^

Author POV

Yeoja mungil nan imut itu sedang menunggu didepan gerbang sekolah menunggu sahabat terbaiknya dengan senyum yang sangat manis, sepertinya ada sesuatu yang membuatnya senang pagi ini. seseorang yang dia tunggu-tunggu akhirnya datang juga, terlihat mobil bagus soojung sedang melaju menuju arah gerbang dan berhenti tepat di depan yeoja imut tadi – Haena – dengan senyumannya yang manis.

“Annyeong Soojung-ah” sapanya. sambil melambaikan tangan. Soojung segera turun dan langsung memeluk Haena dengan senang.

“Haena-ah boghosippo” ucapnya. Tetap dengan memeluk Haena.

“Aey, Soojung-ah kau itu selama aku sakit terus menjenguk dan bertemu denganku, kau masih tetap bilang “boghosippo Haena-ah” ?” ucapnya. Sambil menirukan ucapan soojung. Soojung yang diejek Haena kesal dan mempout kan bibirnya ”sangat lucu” pikir Haena.

“Yaak berbeda Haena-ah aku rindu saat kita sekolah bersama seperti ini, benar-benar sangat membosankan sekolah saat kau sakit, Haena-ah aku jadi sendiri.” Ucapnya. Sambil berjalan menuju kelasnya mereka terus saja berincang dengan senangnya kadang diiringi dengan tawa mereka berdua.

Sampai mereka berhenti karena melihat EXO yang sedang di kelilingi yeoja karena jalan menuju kelas akan terhalang sebelum para yeoja itu meninggalkan EXO.

Haena yang melihat EXO, bukan! dia sedang melihat Pria tinggi putih -sehun- lewat dihadapannya seperti menahan tawanya dan Sehun pun yang melihat Haena seperti sedang menahan kesalnya terlihat jelas di wajah tampah Sehun.

Soojung yang menyadari keanehan Haena bingung dan sudah banyak pertanyaan yang akan ditanyakan pada Haena.

“Haena-ah ada apa kau aneh sekali” bingung soojung.

“aniya Soojung-ah” sambil tersenyum pada Soojung. Soojung yang tidak puas dengan jawaban sahabatnya itu bingung, memberi isyarat dengan mengangkat kepalanya seperti “yaak ceritakan” Haena yang mengerti hanya menggelengkan kepalanya, lalu merangkul sahabatnya itu menuju kelas setelah EXO pergi dan para yeoja itu menghilang.

 

 

Haena POV

Akhirnya kelaspun selesai juga, aku tidak sabar dengan hari ini sepertinya akan menyenangkan. Aku dan soojung membereskan buku-buku dan memasukkannya ke dalam tas.

“Haena-ah kau mau berlatih dance? Sudah lama kita tidak latihan dance bersama” ucap Soojung.

“Mian Soojung-ah aku tidak bisa hari ini, aku harus membantu eomma” bohongku. Mian Soojung-ah bukan maksud ku berbohong, aku benar-benar tidak enak dengan Soojung karna berbohong, sekali lagi maafkan lah sahabatmu ini.

“Ne gwenchana Haena-ah besok masih bisa” ucap Soojung senyum. akupun membalas senyuman manisnya itu.

“Lalu kau akan pulang?” tanyaku. “Ani aku akan berlatih sendiri sudah lama tidak dance badanku jadi tidak enak” balasnya.

“Mianhae Soojung-ah aku tidak bisa temani hari ini” keluhku.

“Gwenchana Haena-ah sudahlah sana pergi nanti eomma mu menunggu” ucapnya.

“Ya sudah Soojung-ah mianhae, annyeong” pamitku. Lalu memeluknya Soojung pun membalas pelukanku dan kami saling melambaikan tangan.

Kenapa aku jadi berbohong seperti ini pada Soojung, mian Soojung-ah nanti akan ku ceritakan kalau misiku berhasil. Aku terus berjalan di koridor sekolah yang sudah mulai sepi ini, saat jalan aku mendengar alunan musik piano sepertinya aku kenal siapa yang memainkan musik ini. aku pun berjalan menuju ruang musik, ingin mendengarkan dia bernyanyi sudah tiga hari aku tidak mendengarnya bernyanyi dan bermain musik, aku mendengerkan dia bernyanyi di depan pintu ruang musik suaranya benar-benar enak sekali dan membuatku sering terhanyut dengan alunan piano dan suaranya yang bagus.

 

KREEK

 

Suara pintu terbuka, pabo Haena-ah kau ketahuan lagi sedang mengintip dia bernyanyi. Kenapa kau selalu terhanyut dalam permainan dan suaranya sampai-sampai kau tidak sadar kalau dia sudah berhenti. Akupun terdiam menundukkan kepalaku karena malu dan membungkuk lalu segera membalikkan tubuhku dan menaruh telapak tanganku di kening “Haena pabo” rutukku dalam hati.

“Chankaman, kau sudah tidak apa-apa” ucapnya. Saat aku ingin melangkah pergi dia bersuara dan membuatku berhenti. Dia berjalan kearahku dan sekarang dia sudah ada di hadapanku.

“Kau sudah tidak apa-apa kan?” tanyanya lagi. aku masih tetap terdiam bingung ingin menjawab apa?, kenapa dia tau kalau aku ada apa-apa kemarin.

“Eoh ne aku lupa, naneun Xi Luhan imnida neo Im Haena Nde?” ucapnya (lagi). dengan suara yang lembut memperkenalkan diri sendiri, aku hanya mengangguk tanda membenarkan. Ada apa dengannya kenapa tiba-tiba dia memperkenalkan diri dan baik padaku? Biasanya dia bersikap dingin dan cuek padaku? Aku benar-benar bingung.

“Haena-ssi apa Sehun sudah minta maaf padamu?” tanyanya lagi. aku mengangkat kepala ku dan menatapnya dengan tatapan bingung dan penuh tanya.

“Aku tau kau kemarin sakit karena ulah sehun dan sahabatmu Soojung-ssi sudah menceritakannya, maafkan Sehun yang sudah keterlaluan denganmu.” ucapnya lembut. Tidak pernah aku mendengar suara namja selembut ini apalagi namja ini tampan. Kulihat dia mengucapkannya dengan tulus tidak seperti nappeun namja itu sama sekali tidak tulus.

“Ah nde gwenchana sunbae, kau tidak perlu meminta maaf seperti itu” akhirnya aku mengeluarkan suaraku untuk menjawab pertanyaannya.

Ku lihat dia tersenyum senang, ya tuhan dia benar-benar tampan dan baik kenapa hatiku senang melihat senyumnya.

“Aku menyuruh Sehun meminta maaf padamu, apa dia sudah meminta maaf padamu?” ucapnya lagi. “mwo? Jadi nappeun namja itu di suruh oleh Luhan sunbae untuk meminta maaf? Aigoo lihat saja nanti kau Oh Sehun” rutukku dalam hati. Aku menganggukan kepalaku.

Aku lihat dia menganggukkan kepala juga dengan senyumannya yang manis.

“Baguslah, Haena-ssi aku harus pergi dulu salam kenal Bangapseumnida” pamitnya. Dan dia tersenyum manis lagi, akupun membalas senyumnya dan membungkukkan badanku.

“Annyeong” ucapnya. “Annyeong sunbae” Jawabku. Dia berjalan menjauh dari hadapanku dan melihat punggunya sudah tak terlihat lagi, setelah itu aku melompat senang karna bisa berkenalan dengan namja yang aku suka.

 

 

Author POV

Tiga orang namja tampan sedang berjalan dikoridor sepertinya mereka sedang berbicara tidak tepatnya dua namja tan yang tampan yang sedang berbicara dan bercanda sedangkan namja putih tinggi itu hanya diam dengan muka datarnya itu.

“Sehun-ah temani aku” ajak namja tan yang paling tinggi diantar mereka pada namja yang di panggil Sehun itu.

“Aku tiba bisa, Jongin temani dia” ucap Sehun. Lalu pergi meninggalkan mereka begitu saja.

“Yaak Oh Sehun mau kemana kau” teriak namja yang di panggil Jongin itu. Sehun tidak menjawab dan Jongin hanya mendengus kesal. Tiba-tiba Jongin melihat seseorang menuju belakang sekolah, sepertinya Jongin tau siapa dia? Dan Jongin ingin mengikutinya.

“Tao-ah aku tidak bisa menemanimu, mianhae” Jongin lalu berlalu pergi begitu saja meninggalkan Tao.

“Yaakk Kkamjong kemana kau? Aigoo kenapa semua mempunyai kesibukkan tiba-tiba dan kenapa aku mempunyai teman seperti kalian tidak setia kawan” ucap Tao. Dengan kesal Taopun pergi sendiri tanpa di temani kedua sahabatnya itu.

 

Jongin POV

 

Untuk apa dia kebelakang sekolah saat pulang sekolah seperti ini? dengan penasaran aku mengikuti yeoja itu ke belakang sekolah, dan saat sampai aku heran kenapa dia masuk keruangan itu? Itu kan ruangan bekas tempat dance EXO dulu? Untuk apa dia kesana? Tidak berpikir lagi akupun menuju ruangan itu karena penasaran apa yang yeoja itu lakukan di ruangan itu.

Akupun sudah berada di depan ruangan itu dan membuka pintu dengan hati-hati agar tidak ketahuan, saat ku buka terdengar musik yang kencang dan sepertinya musik itu untuk dance.

Aku pun membuka dan terkaget melihat yeoja itu sedang dance, aku tidak percaya yeoja itu bisa dance tapi aku akui dancenya sangat bagus meskipun aku lebih bagus darinya, tapi gerakannya sangat sesuai dengan musiknya dari mana dia belajar dance sebagus ini.

 

PROK PROK PROK

 

Aku bertepuk tangan saat dia selesai latihan dancenya, aku semakin penasaran dengan yeoja ini siapa dia sebenarnya? Beda sekali dengan yeoja-yeoja yang aku kencani selama ini.

“NEO? Kenapa kau bisa di sini eoh?” kagetnya.

“Aku tidak menyangka kau bisa dance sebagus itu?” tanyaku. Dia hanya memutar bola matanya dan menatapku tajam. Lalu dia mengambil minum dan handuk, setelah membersihakan keringatnya dia lalu mengambil tasnya dan pergi.

“Yaak yeoja aneh, aku sedang bicara denganmu” kesalku. Dia berhenti dan membalikkan badannya.

“Yaak Kkamjong aku tidak mau bicara denganmu, selera danceku hilang saat ada kau di sini Arra” kesalnya.

“Jangan memanggilku Kkamjong” ucapku. Dia hanya tersenyum remeh.

“Heh, itu nama yang cocok untukmu Kkamjong” ucapnya. Lalu berlalu pergi begitu saja.

“YAAKK YEOJA ANEH” teriakku kesal. Yeoja itu sangat menyebalkan ternyata sikapnya tidak mencerminkan seorang yeoja yang anggun. Dari mana dia belajar dance bagus seperti itu? Yaak Jongin-ah tidak usah memikirkan yeoja aneh itu.

 

Sehun POV

 

#FLASHBACK

“apa harus dengan cara seperti ini? kau maafkan aku atau aku akan menciummu, eotthe?” ucapku. sambil tersenyum evil dan terus mendekatkan wajahku. akupun mulai merasakan hembusan nafasnya. Dan diapun menginjak kakiku (lagi) dan aku menjauh darinya dan mengerang kesakitan

“YA NEO” teriakku.

“Aku akan memaafkanmu dengan syarat” ucapnya tersenyum miring.

“Mwo? Kau itu merepotkan sekali. Apa syaratnya?” ucapku

“Kau harus menuruti apa mauku, besok setelah sekolah aku tunggu di supermarket pusat kota, arra” perintahnya.

“Yaak mana bisa begitu” Protesku.

“Tidak ada protes, sudah aku pulang perasaanku sudah tidak nyaman jalan mala-malam seperti ini, Annyeong jangan lupa besok ok?” ucapnya dengan tangan membentuk seperti O dan tersenyum miring. Aku mengacak kepalaku kesal ini semua karna Luhan yang menyuruhku harus minta maaf dengannya dan jadinya seperti ini lihatlah kau Luhan.

 

#FLASHBACK OFF

 

“YAAKK ppali ppali, kau itu namja tapi lelet sekali” teriaknya. Aigoo dia itu kecil tapi suaranya nyaring.

Kenapa aku menyetujui syarat nona roti itu cerewet berisik dan menyebalkan, ya tuhan image Oh Sehun hancur sudah karena nona roti itu. Aku pun berjalan menuju nona roti itu dengan membawa keranjang berisi banyak barang hasil mengelilingi supermarket ini.

Dengan kesal aku mengikuti arah nona roti ini, berani sekali dia mengerjai seorang Oh Sehun harus menemani belanja di supermarket seperti ini, untung saja aku memakai topi dan Hoodie jadi bisa menutup wajahku dari orang-orang yang mungkin akan mengenaliku.

Kalau saja orang suruhan namja tua itu ada disini dan menemukanku bisa mati di gantung oleh nya. Kenapa lama sekali tidak cukupkah dia dengan belanjaannya yang sudah banyak ini.

“Yaakk kau mau membeli apalagi eoh? Ini sudah banyak sekali barang yang kau beli nona roti” kesalku. Dia menoleh dan melihat-lihat lalu menggerutu menyebutkan barang yang sedang aku bawa ini.

“Ya sudah cukup, mari kita ke kasir” aku bernafas lega karena kesialan ku akan berakhir setelah ini. aku dan nona roti itu berjalan menuju tempat kasir dan menghitung semua barang-barang ini.

“Bayarlah” ucapnya. “Mwo” heranku.

“Aku bilang bayar semua barang-barang ini, ppali antrian masih panjang lihatlah” ocehnya. Dia menunjukkan orang-orang yang sedang menunggu antrian dan aku melihat “panjang sekali” batinku.

Dengan kesal dan terpaksa aku membayar semua belanjaan ini dan melihat nona roti itu tersenyum puas.

“Sepertinya aku kenal dengan namja ini, seperti pernah lihat di televisi” ucap kasir itu. Aku membelalakan mataku kaget Bisa bahaya ini, aku pun segera menurunkan topiku agar menutup wajah dan menundukkan kepala.

“Ah itu hanya perasaanmu saja, dia itu hanya pesuruh tokoku” ucap nona roti. Aku menoleh dengan tatapan tajamku dan dia hanya menjulurkan lidahnya tanda ejeknya. Sialan, yeoja ini benar-benar membuatku malu dan kesal. Sabarlah oh Sehun semua ini akan berakhir.

“Sudah, ayo kita pulang” perintahnya. Apa-apaan dia memerintah seenaknya seperti itu. Bisa-bisa gilaa aku dekat dengan nona roti ini.

 

 

Haena POV

 

Benar-benar menyenangkan mengerjai nappeun namja itu. Oh Sehun rasakan lah pembalasanku, ini belum seberapa dibandingkan dengan ulahmu itu. Mengingat kejadian itu membuatku brigidik ngeri mengingat aku hampir mati tenggelam di kolam renang.

“Ini barang-barangmu merepotkan” di lemparnya barang belanjaanku ke lantai dengan seenaknya.

“Yaak kau” kesalku. Sambil mengambil barang belanjaanku.

“Apa? Tugasku sudah selesai bukan” datarnya. Sambil memasukan tangannya dalam saku “dasar sombong” batinku. Dan apa dia bilang tadi sudah selesai? Ciih enak saja hanya tugas sekecil ini saja sudah mengeluh.

“Mwo, apa kau bilang sudah selesai? Tidak-tidak syaratku berlaku untuk 3 hari ke depan dan Neo!!” tunjukku padanya “Harus menuruti perintahku ok?” ku jentikkan jariku di depan mukanya dan tersenyum miring. Rasakan lah itu, 3 hari akan menjadi hari tersialmu Oh Sehun.

“Yaak, apa-apaan kau ini mana bisa begitu, nona roti” protesnya.

“Jangan memanggilku nona roti, aiisshh aku ini punya nama HAE-NA, Im Haena” ucapku.

“aku tidak perduli, aku tidak mau 3 hari menuruti perintah mu, tidak ada seorangpun yang memerintahku” protesnya lagi melanjutkan yang tadi. Aigoo namja ini keras kepala sekali.

“Aku, aku orang pertama yang akan memerintah mu. Wae? Kau protes lagi hah? Kan sudah ku bilang tidak ada protes arra?” tekanku. Aku lihat mukanya sudah memerah menahan kesal mungkin dia menahan amarahnya, aku tidak takut denganmu nappeun namja.

“Yaak ppali antar aku pulang” Perintahku lagi. senang sekali menyuruhnya seperti ini dan dia hanya menahan kesalnya.

“Aku tidak membawa mobil” ucapnya. Siapa yang mau menaiki mobilnya aku terus saja membatin.

“Siapa yang bilang akan naik mobilmu, kita akan naik itu” Tunjukku. Pada mobil besar berwarna hijau yang sudah ada banyak penumpang yang menaiki angkutan umum itu.

“Itu, Bus? Kau yakin? Aku tidak mau, aku tidak biasa menaiki mobil murahan seperti itu.” Protesnya lagi dan lagi. namja ini terbuat dari apa kenapa dia menyebalkan sekali eoh? Aigoo rasanya aku ingin membuang dia ke tempat yang tidak ada penghuninya.

“Yaak ppali jangan protes, kita akan ketinggalan busnya” Kesalku. Karna kesal melihatnya hanya diam aku menarik tangannya dengan cepat atau aku benar-benar akan ketinggalan bus itu.

Setelah lelah berlari dan mengejar aku membayar dan berdiri di antara banyak orang di bus ini dan namja itu berdiri disamping pintu.

Kenapa padat sekali bus ini aigoo aku sesak sekali kenapa orang-orang ini tidak mau diam? Mentang-mentang aku kecil. Sesaat kemudian ada tangan yang menarikku dari desakkan orang-orang itu, aku kaget sekali kalau namja itu yang menarikku dan menyandarkanku di samping pintu dan dia di depanku.

 

 

Author POV

Suasana canggung menghampiri dua insan yang berada di dalam padatnya bus yang mereka naiki. Setelah namja tinggi dan tampan –Sehun- menarik tangan yeoja kecil dan imut –Haena- dari desakkan di antara orang-orang yang menghimpitnya. Namja itu merasa tidak tega melihat yeoja itu berada di antara desakan orang-orang itu, walaupun dia masih kesal dengan yeoja yang dia sebut “nona roti” itu.

Canggung masih melanda mereka berdua, terlebih lagi mereka terdiam dan salah tingkah karena posisi mereka saat ini yang berhadapan. Haena hanya memilih menunduk dan Sehun hanya terdiam dengan tatapan lurus dan datarnya.

Haena mencium bau harum dari tubuh Sehun harumnya benar-benar menyejukkan dan membuat Haena suka dengan harum tubuh Sehun. Masih di selimuti dengan rasa canggung dan diam meraka tetap di posisi masing-masing yang menurut mereka mengilangkan rasa aneh dan canggung di antara mereka. Dan entah apa yang akan mereka lakukan agar tidak ada disuasana seperti ini.

 

CIIIIIITTTTT

 

CHU~~

 

 

TBC

 

Mian ya kalau makin gaje ceritanya L entahlah otakku nyampe ke cerita kaya gini -__- ok ga mau banyak cuap-cuap THE COMMENT nya ya?? Hehe maksudnya Comment juseyo 😀 ^^ GOMAWO

67 responses to “[Freelance] Prince and I (Chapter 6)

  1. ahhh ya ampun penyakit tbc datang lg lg seru serunya chingu….
    itu busnya berhenti mendadak ya apa mereka ciuman….ahhh penasaran…

  2. Apa sehun mencium haena saat bus mengerem mendadak?nex chapnya. Makin seru dan nakin penasaran.

  3. YEIIII
    UDH DI UPDATEEE
    EH EH EH AUTHOR UDH GAK ADA TYPO LAGI LOOO
    TRS UDH LEBIH BAGUS
    aku harap nnti ff ini alurnya jgn kecepatan ya
    OKE LANJUTTT

  4. Apa td sehun mencium haena d akhir???wahhhh penasaran…..
    Jongin n soojung jg bkin gregetan…
    Cpet d next…..

  5. Waduhh ada chu nya
    ayo thorr cepat ngepost next chap ya thorr soalnya udah penasaran ^^

  6. aaaaaa, itu terakhirnya knapa harus tbc thooorr???!!! T.T itu kecium atau apa? tp klo kecium gk mungkin deh, kan sehun tinggi, haenanya imut hahhahaha ditunggu next chapnya ya…

  7. Omo!!
    Itu hal yang memalukan.
    Bagaimana bisa mereka ciuman pas dibus??
    Tapi salah supir bus-nya juga sihh, yang tiba-tiba berhenti.
    Keren thor, lanjut ya, aku penasaran banget!!

  8. Hayoo,itu kisseeu ya thor? Di mama tuh kissue’a?pipi kah?atau bibir? Ah penasaran thot.cepet di lanjut ya thor 😀

  9. Pingback: [Freelance] Prince and I (Chapter 7) | SAY - Korean Fanfiction·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s