[Freelance] MY NUMBER ONE ENEMY (COULD THIS BE LOVE?) [Part 2]

My Number One Enemy

Title : MY NUMBER ONE ENEMY (COULD THIS BE LOVE?)

[Part 2]

 

Author : Desyun (twitter: @des4yun)

Genre : School Life, Romance, Comedy

Rating : G

Lenght : Multi Part

Main Cast : Oh Sehun (Exo) | Lee Mi Cha (OC) |Krystal Jung |Choi Minho

Supported Cast : Member Exo, Amber, Soo Ah and others.

 

Disclaimer : This is my second FF. Alur dan cerita adalah PURE milik saya, karena sebagian cerita merupakan pengalaman pribadi saya, hehehe..so don’t ever think to PLAGIAT OR BASHING the character.

 

Happy Reading Readers 🙂

 

 

Sehun baru saja selesai latihan bersama teman boybandnya di dance room. Dia keluar ruangan sambil menyeka keringatnya yang mengalir memenuhi kening dan lehernya. Berjalan di koridor lantai 2 bangunan rumah produksi itu sambil bercanda dengan sahabat-sahabatnya yakni Tao dan Chanyeol. Beberapa langkah keluar dari pintu dance room matanya menangkap penampakan dua orang gadis yang sangat dia kenal. Senyum jahilnya terlihat jelas disela-sela menyeka keringatnya.

 

“Ada mainan untuk dijahilin nih”, batin Sehun. Sepertinya menyiapkan sesuatu di dalam kepalanya untuk menjahili gadis yang beberapa tahun ini membuat jiwa jahil dan usilnya muncul setiap melihat penampakan Lee Micha.

 

“Yaa Micha…, Lee Micha berhentilah tersenyum seperti orang gila. Aku hampir ikutan gila karena melihatmu seperti ini”, Soo Ah protes dengan keanehan Micha yang tidak mereda sejak tadi.

 

“hehehe..mianhae Soo Ah ya tapi hari ini rasanya bahagia sekali”, ujar Micha sumringah.

 

“Yayayaya…ini semua karena Minho Sunbae tadi. Orang jatuh cinta memang susah dimengerti”, Soo Ah melipat tangan di dadanya merasa harus memaklumi tingkah Micha yang menurutnya berlebihan karena Minho tadi hanya tersenyum dan mengacak-acak lembut rambut Micha. Tapi Micha sudah kesenangan luar biasa.

 

“Minho sunbae? Micha jatuh cinta dengan Minho sunbae?”, gumam Sehun sangat pelan. Sehun mendengar sepintas pembicaraan Amber dan Micha ketika hampir berpapasan di koridor. Sehun, Tao dan Chanyeol akhirnya berpapasan dengan Soo Ah, namun Sehun hanya memasang wajah dingin dan cuek tidak seperti bisanya jika ketemu Micha pasti kejahilannya tak akan lepas dari Micha. Hanya Tao yang yang menyapa ke dua gadis itu dengan ramah.

Soo Ah merasa keanehan setelah melihat Sehun dkk berlalu begitu saja tanpa melakukan ritual hariannya yakni mengganggu Micha. Dahi Soo Ah mengkerut bingung. Tiba-tiba terdengar suara teriakan Soo Ah yang menyadarkan Micha dari kesenangannya akan sunbaenya.

“OMOOOO, DAEBAK!!!!, teriaknya antusias sambil bertepuk tangan pelan.

 

Micha tersadar dan penasaran kenapa lagi dengan sahabatnya Soo Ah yang berteriak antusias. “Mwoya?”, tanya Micha dengan wajah penasarannya.

 

“Apa kau tidak sadar apa yang baru saja terjadi Micha-ya?”, Soo Ah terheran dengan Micha yang tidak menyadari bahwa kejadian luar biasa baru aja terjadi.

 

Micha memandang Soo Ah beberapa detik lalu kembali kepada kegiatan semula yang tersenyum mengenang peristiwa yang luar biasa di abad ini yakni bisa sedekat itu dengan namja pujaan hatinya, Choi Minho.

 

Soo Ah mendengus memandang sahabatnya yang sudah dianggapnya berlebihan. “Aigoo..kalau jatuh cinta itu bisa membuat orang menjadi gila lebih baik aku putuskan tidak akan jatuh cinta”, celoteh Soo Ah pada dirinya sendiri setelah melihat reaksi Micha yang tidak sadar akan keanehan Sehun hari ini.

 

“Soo Ah yaa..aku lapar, cari makan yuk!”, ajak Micha dengan menunjukkan aegyonya.

 

“Eoh, aku pikir orang yang jatuh cinta tidak akan merasa lapar”, jawab Soo Ah santai sambil berjalan duluan meninggalkan Micha yang manyun.

 

Di cafetaria ternyata sudah ada Sehun dan kedua sahabatnya Tao dan Chanyeol, yang sibuk membicarakan persiapan debut mereka yang akan akan berlangsung kira-kira sebulan lagi, di saat Tao dan Chanyeol antusias berdiskusi, Sehun hanya memandangi pintu masuk cafetaria seolah-olah pintu itu adalah sesuatu yang menarik untuk dipandang.

 

“Chan, kau tahu aku sudah hafal gerakan yang sebelumnya selalu aku lupakan setiap latihan”, curhat Tao antusias kepada Chanyeol yang sedang menggigit sandwichnya.

 

jeongmal??..geu joheun. Jangan lupa lagi Tao ah”, sahut Chanyeol sambil menepuk pundak Tao menyemangatinya.

 

“Bagaimana denganmu Sehun? Apa pergelangan kakimu masih sakit? Kau harus hati-hati dengan gerakanmu agar tidak mencelakai kakimu lagi?”, Chanyeol bertanya kepada Sehun yang duduk di hadapannya, Sehun masih memandang pintu masuk sejak tadi, tangan kanannya memegang gelas minumannya tapi tidak meminumnya.

 

Chanyeol mendongakkan kepalanya memandang Sehun karena sekian detik tidak ada jawaban dari Sehun setelah Chanyeol melontarkan beberapa pertanyaan.

“Ya Sehun ahh…apa kau mendengarku? Kenapa kau tidak menjawab?”, Chanyeol melambaikan telapak tangannya di depan mata Sehun tapi Sehun belum menyadarinya. Tao dan Chanyeol berpandangan, saling menanyakan ada apa dengan maknae mereka ini.

 

“Ya..Oh Sehun!!!”, teriak Tao yang kemudian mnyadarkan Sehun yang ternyata sedang melamun.

 

Sehun tersadar dari lamunannya, dia memandang Tao dan Chanyeol bergantian. Sehun melihat wajah hyung-hyungnya yang bingung. “Ne..hyung ada apa huh??”, jawabnya datar.

 

“Aishhh….ada apa denganmu?”, tanya Tao penasaran.

 

“Hey Sehun ah, kenapa kau aneh sekali hari ini?”, sambung Chanyeol.

 

Aaaa Aniyo hyung, mungkin aku hanya kelelahan latihan dan kepikiran debut”, jawab Sehun. Sesungguhnya Sehun sedang memikirkan percakapan Micha dan Soo Ah tadi. Entah kenapa ada yang lain yang Sehun rasakan setelah mendengar pembicaraan itu. Tapi Sehun tidak tahu rasa apa itu dan dia tidak mengerti kenapaharus kepikiran. Sebisa mungkin dia kembali kepada dunia nyatanya berdiskusi dengan Tao dan Chanyeol

 

Baru saja Sehun ingin membuang pikirannya tentang Micha, dia malah melihat penampakan gadis itu yang sedang masuk ke cafetaria bersama Soo Ah. Mata keduanya bertemu, Micha melihat Sehun sesaat, kemudian matanya mencari tempat untuk duduk, Micha melewati meja Sehun, ada perasaan was-was karena Sehun pasti mengerjainya seperti biasa, seperti membuatnya terjatuh, menarik rambut Micha atau mengambil pesanan Micha. Namun ketika Micha melewati meja Sehun, Sehun seolah tidak menyadari keberadaan Micha dan Soo Ah. Sehun sibuk berbincang dengan hyungnya.

 

Sesungguhnya Tao dan Chanyeol yang menyadari keberadaan Micha terheran, karena biasanya Sehun akan memberikan tontonan gratis kepada mereka dengan tingkahnya menjahili Micha. Tapi kali ini Sehun hanya diam.

 

“Kenapa hari ini kau tidak memberikan kami tontonan gratis Sehun ah”, Chanyeol berkata sambil memandang Sehun dengan smirknya.

 

“Mwo?”, tanya Sehun.

 

Chanyeol mengarahkan bibirnya menunjuk ke arah Micha yang duduk dua meja dari meja mereka. Tao pun mengikuti arah yang dimaksudkan Chanyeol.

 

“Aku sedang tidak mood”, jawab Sehun datar kemudian menyeruput minumannya.

 

“Eohh..bukankah selama ini tiap kau tidak mood kau selalu mengganggunya agar moodmu kembali, kau selalu mengatakan itu tiap kali orang menanyakan alasan kau selalu menjahilinya..”, ujar Chanyeol lagi.

 

“Ah.. Ne, aku ingat. Kau selalu kembali bersemangat kalau kau sudah menjahili Lee Micha. Tapi kenapa sekar-….”, kata-kata Tao terputus karena langsung dipotong Sehun.

 

“Hyung..itu dulu tapi sekarang aku sedang tidak punya mood mengganggu yeoja aneh itu”, Tao dan Chanyeol memandang Sehun intens karena mereka menilai ada yang salah dengan maknae mereka hari ini. Jawabannya sangat tidak beralasan. Karena dipandangi aneh seperti itu, Sehun mencari alasan yang masuk akal, karena dia tahu hyung-hyungnya tidak akan berhenti bertanya.

 

“Ah..maksudku, aku sedang menyimpan energiku untuk latihan debut kita hyung, debut sangat penting”, jawab Sehun sungguh-sungguh dengan wajah serius.

 

Tao dan Chanyeol yang menemukan keseriusan dari jawaban Sehun kemudian hanya mengangguk.

 

Sementara itu di meja Micha, Amber sedang menikmati mie ramennya dengan lahap. Micha menikmati minumannya dengan sedotan, dia memikirkan sesuatu yang berbeda hari ini. Kenapa Sehun diam dan tidak menjahiliku ya?, dia melihatku datang tapi kok tidak menggangguku seperti biasa?..ahh bukankah itu bagus? Aku jadi terbebas dari ulahnya, benak Micha.

 

***

Sudah seminggu ini Sehun sibuk dengan teman-teman Boybandnya berlatih keras di ruang dance. Dari pagi ke pagi lagi mereka berlatih keras demi debut dan showcase yang tinggal sebentar lagi. Latihan dance dan vokal sangat menguras tenaga para namja Exo, boyband yang dinaunginya. Namun Sehun merasa yang lebih lelah adalah pikirannya. Entah kenapa selama seminggu ini pikirannya selalu memikirkan Micha dan Minho sunbae. Sehun tidak tahu kenapa pembicaraan Micha dan Soo Ah begitu mengganggu pikirannya.

Sehun menyeka keringatnya, dia sedang duduk menikmati istirahat yang diberikan pelatihnya. “Aishh..kenapa dengan otakku ini? Kenapa tidak bisa berhenti memikirkan hal itu”, benaknya sembari menggaruk kepalanya frustasi.

 

Sementara member lainnya berkumpul bercanda menikmati waktu istirahat yang sempit. Hanya dua puluh menit, namun Sehun sibuk sendiri dengan pikirannya. “Aishh….”, dengus Sehun kesal sama dirinya sendiri.

 

Sementara di ruangan lain Micha juga sedang berpikir keras, sementara Soo Ah sedang bermain piano bersama dengan trainee lainnya. Sebenarnya adalah hal yang baik bahkan sangat baik kalau Oh Sehun sudah pensiun dari julukannya sebagai orang jahil selama Micha hidup sampai detik ini. Tapi tidak mungkin kan seorang Sehun yang sejak mereka kecil sudah jahil, tidak ada hujan, tidak ada badai tiba-tiba berubah menjadi diam, bahkan terkadang seolah-olah tidak mengenal Micha ketika beberapa kali mereka berpapasan. Mengingat mereka ada di tempat trainee yang sama, mau gak mau mereka pasti bertemu paling sedikit sekali dalam sehari. Ini sangat ganjil!!! Ada apa dengan anak itu, begitulah isi pikiran Micha.

 

“Micha ya…kenapa melamun”, Soo Ah menghampiri Micha yang lagi bengong di sudut ruangan.

 

Eoh…, kau sudah selesai latihan pianonya bersama Luna?”, sahut Micha tanpa menjawab pertanyaan Soo Ah.

 

“Sudah. Wajahmu serius sekali, apa yang sedang kau pikirkan?”, tanya Soo Ah yang masih penasaran karena Micha tak juga menjawab pertanyaan Soo Ah.

 

Eoh.. Eobseo. Soo Ah ya..aku-“ kalimat Micha terhenti. Sebenarnya Micha ingin menceritakan apa yang dipikirkannya. Namun diurungkannya dia ragu apa sekarang harus menceritakannya pada Soo Ah.

 

“Aishh..kenapa diam, ayo lanjutkan. Kau kenapa Micha ya?”, Soo Ah duduk di depan Micha menunggu Micha melanjutkan kata-katanya.

 

“Eoh…aku-“, kali ini kalimat Micha terputus karena seseorang masuk ke ruangan itu dan memanggil nama Micha. Yang datang rupanya adalah sunbaenya Hyohyeon.

 

“Lee Micha Ssi”, panggil Hyohyeon ramah, tangannya memegang sebuah amplop putih.

 

“Ne sunbaenim”, sahut Micha setelah membungkukkan badannya menghormati sunbaenya.

 

“Aku hanya ingin memberimu ini Micha Ssi”, Hyohyeon memberikan amplop putih kepada Micha.

 

Micha menerima amplop putih itu dengan kening berkerut. “Sunbae, apa ini?”, tanyanya.

 

“Dua minggu lagi adalah perayaan ulang tahun Direktur Lee, jadi kau diberikan tugas sebagai pengisi acara. Kau bisa baca undangannya di dalam amplopnya”, jawab Hyohyeon tersenyum.

 

Micha membuka amplop dan membaca isinya, mata Micha membelalak membaca isinya. Soo Ah penasaran apa isi amplop itu, kemudian mengambilnya dari tangan Micha.

“Daebak…!! Micha kau diundang pengisi acara, menari berpasangan. Omo.….kau hebat bisa terpilih Micha ya. Semua trainee dan direktur akan melihat dan mengenalmu. Daebakkkk…..”, celoteh Soo Ah kesenangan mengetahui Micha terpilih sebagai dancer untuk acara ulang tahun direktur mereka. Ini terbilang hebat karena Micha masih trainee tapi sudah terpilih dan akan tampil di hadapan direktur dan tamu-tamu penting nantinya bersama sunbae-sunbaenya yang berpengalaman.

 

“Apa ini sungguhan sunbaenim? Tapi aku masih-“, Micha masih tak percaya dia terpilih. Mengingat begitu banyak trainne yang berbakat selain dirinya.

 

“Kau terpilih karena pelatih yang merekomendasikanmu, berarti kau dinilai mampu. Baiklah nanti datang ke ruang dance di Lantai tiga pukul tiga sore, jangan terlambat. Kau akan menari bersama tiga orang temanmu yang lain. Jangan bertanya siapa, nanti kau akan tahu sendiri. Persiapkan dirimu karena waktu latihan hanya tinggal beberapa hari lagi sebelum hari-H.”, jelas Hyohyeon panjang lebar kemudian pamit keluar ruangan.

 

***

Lima belas menit sebelum pukul tiga sore, Micha sudah berada di ruangan dance yang dimaksud Hyohyeon. Belum ada siapa-siapa. Micha memandang dirinya di cermin yang menempel di semua sisi ruangan dance. Micha merasa senang sekaligus cemas. Terdengar suara pintu dibuka, Micha menoleh ke arah pintu. Matanya mendapati pelatih dance, yang sering dipanggil Jang Sonsaengnim.

 

Micha menunduk memberikan salam. “Annyeong Haseyo sonsaengnim”, sapanya sopan.

 

Ye, kau sudah datang Lee Micha Ssi?”, tanya Pelatih Jang ramah.

 

Ne sonsaengnim”, jawab Micha.

 

“Eoh..”, Pelatih Jang melirik jam di tangannya. “Jakkamanyo, yang lainnya akan segera sampai”, lanjut pelatih Jang.

 

Terdengar suara pintu terbuka seorang gadis cantik masuk lebih dulu diikuti seorang namja. Mereka memberikan salam kepada pelatih Jang. Micha memandang dua makhluk di hadapannya, satunya adalah gadis cantik yang sudah terkenal di kalangan trainee karena kecantikannya dan kepintarannya bernyanyi serta menari, namanya Jung Krystal. Dan..seorang namja yang tak asing lagi bagi Micha, Oh Sehun.

 

“Hufffttt…..”, Micha menghela nafasnya dalam. Dia merasa tidak nyaman dengan keadaan yang sekarang sedang berlangsung.

 

“Lee Micha Ssi, kemarilah. Bergabung dengan dua orang temanmu ini”, Pelatih Jang menyuruh Micha bergabung dengan Krystal dan Sehun.

 

“Ne, Sonsaengnim”, Micha berjalan ke arah pelatih dan Sehun serta Krystal berada.

 

Annyeong, namaku Krystal”, Krystal mengulurkan tangannya memperkenalkan diri.

 

Cantik sekali kalau dilihat dari dekat seperti ini, benak Micha yang memandang wajah Krystal. “Annyeong, aku Micha, Lee Micha”, Micha menyambut tangan Krystal.

 

“Oh Sehun”, ucap Sehun dingin memperkenalkan diri. Padahal mereka sudah saling mengenal sejak kecil. Namun Sehun bersikap seolah-olah mereka baru berkenalan saat ini.

 

Micha sempat heran dengan sikap Sehun itu, namun dengan cepat dia menyadari bahwa Sehun aneh. “Lee Micha”, jawab Micha singkat.

 

“Baiklah, kita tinggal menunggu satu orang lagi, sambil menunggu kalian bisa melakukan pemanasan lebih dulu”, perintah Pelatih Jang.

 

Lima menit kemudian, seseorang yang ditunggu masuk ke ruangan latihan.

“Annyeong Haseyo Sonsaengnim, joesonghamnida saya terlambat sonsaengnim tadi baru menyelesaikan syuting iklan”, terang namja itu sopan.

 

“Gwaencana Minho Ssi, silahkan bersiap-siap lalu bergabung dengan mereka”, jawab Pelatih Jang.

 

Mata Micha membulat sempurna melihat sunbae pujaannya ada satu ruangan bersamanya. Sungguh Micha tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang berbinar, ketika Minho tersenyum padanya sebelum masuk ke ruang ganti. Sehun melihat reaksi Micha yang bertemu dengan Minho, ada perasaan tidak suka. Padahal selama ini Sehun sangat mengagumi Choi Minho sebagai sunbae yang memiliki prestasi luar biasa. Tapi setelah melihat kejadian barusan entah kenapa ada perasaan tidak suka.

 

Mereka berempat duduk di tengah ruangan mendengarkan penjelasan pelatih Jang menjelaskan tentang konsep dance kali ini.

“Baiklah, konsep dance kali ini adalah ada dua pasang penari yang akan menari dengan gerakan yang berbeda namun sama-sama sexy dance. Bertemakan HipHop dan R&B. Saya akan membagi kalian menjadi dua pasang. Oh Sehun akan berpasangan dengan Jung Krystal dan Choi Minho dengan Lee Micha”.

 

Micha merasakan perutnya seperti digelitikin, rasa senang luar biasa karena hal ini tidak pernah dipikirkannya dari dulu. Dulu dia hanya bisa memandang Minho dari jarak jauh sekarang dia akan lebih dekat melihat Minho, mungkin saja tanpa jarak..karena ini sexy dance. “omo…”, gumamnya sangat pelan.

 

Krystal pun tersenyum mengetahui pasangan dancenya adalah Sehun. Sudah lama dia menyukai Sehun sejak mereka sama-sama menjadi trainee walaupun yang duluan debut adalah Krystal. “Kita berpasangan”, kata Krystal tersenyum manis kepada Sehun. Sehun hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Krystal.

 

Latihan pun dimulai dengan gerakan-gerakan ringan sampai gerakan yang cukup berat menurut Micha, karena dibandingkan ketiganya Micha yang paling akhir menjadi trainee. Pengalamannya masih sedikit. Apa lagi untuk acara besar, Micha belum pernah. Kecemasan dan kegugupan menjalari tubuhnya, Minho bisa melihatnya karena gerakan Micha yang kaku.

 

Minho tersenyum dan menyentuh puncak kepala Micha sewaktu mereka diberi waktu istirahat lima belas menit. Micha kebanyakan mendengus karena banyak melakukan kesalahan ketika latihan.

“Tidak apa..kan masih latihan pertama kali”, hibur Minho yang ikut duduk di sebelah Micha memamerkan senyuman manisnya.

 

“Eoh, sunbae. Aku banyak melakukan kesalahan tadi, Joesonghamnida”, ucap Micha membungkuk.

 

“Gwaencana Micha Ssi, aku akan membantumu. Kita akan berlatih bersama setelah pulang latihan”, jawab Minho menenangkan Micha.

 

Jinjja? Ahh..apa sunbae tidak lelah harus mengajariku setelah latihan”, tanya Micha.

 

“Lelah sih, tapi kau harus membayarnya”, kata Minho dengan mimik serius.

 

“Membayar? Berapa harus ku bayar sunbae?”, tanya Micha polos.

 

“Hahaha…kau sangat lucu Micha ah, aku hanya bercanda. Kau tak perlu membayar , cukup menampilkan yang terbaik pada hari H”, jawab Minho yang kemudian mengacak lembut rambut Micha, gemas dengan jawaban polos Micha.

 

Selama latihan Sehun sering kali melirik ke arah Micha yang selalu tersenyum kepada Minho. “Aish..kenapa dia harus tersenyum terus selama latihan”, gumam Sehun.

 

“Ya kau bilang apa Sehun ah?”, tanya Krystal yang samar-samar mendengar gumaman Sehun di sela-sela gerakan dance yang mereka lakukan bersama.

 

“Eohh…Aniyo..aku hanya teringat sesuatu saja”, bohong Sehun.

 

Latihan hari pertama sudah selesai, mereka bersiap meninggalkan ruangan dance. Micha berpapasan dengan Sehun ketika mengambil tasnya. Sehun yang melihat Micha buru-buru mengalihkan pandangannya ke tempat lain. Micha heran melihat tingkah Sehun baru-baru ini seperti orang asing saja.

 

Sesampainya di rumah, Micha tidak konsentrasi mengerjakan tugas kampusnya. Lagi-lagi sikap musuh bebuyutannya aneh hari ini. Sudah seminggu dia tidak mengerjaiku, bertingkah seolah-olah tidak mengenalku. Huh, ada apa dengan namja aneh itu, batin Micha. Micha merebahkan tubuhnya di kasur, meninggalkan tugas kampusnya begitu saja di meja belajarnya. Sepertinya masalah yang mengganggu pikirannya lebih penting dibanding tugas kuliahnya saat ini.

 

Micha tersenyum mengingat bagaimana dia berlatih dance bersama sunbae pujaannya, Micha memeluk bantal gulingnya gemas mengingat betapa indahnya latihannya tadi bersama Minho..tapi tiba-tiba bayangan wajah Sehun muncul dan menguasai pikirannya lagi.

“Aishhhh….kenapa namja aneh itu merusak hayalan indahku bersama Minho sunbae”, teriaknya kepada bantal gulingnya.

 

TBC…..

 

Mian Part 2 lama munculnya, semoga part 2 ini bisa menghibur para pembaca FF di blog ini. Jangan bosen-bosen kasih komentar ya chingudeul. Part selanjutnya gak akan lama kok. Bagi yang sudah membaca, kasih komentar yak. Gamsahamnida, jengmal gamsahamnida ^_^

4 responses to “[Freelance] MY NUMBER ONE ENEMY (COULD THIS BE LOVE?) [Part 2]

  1. ahe ahe….. iyakan… betulkan…. sehun cemburu……
    semoga semoga…. mereka makin seru perang cintanya….

  2. udah ngerasa saling kehilangan tuuh kkk~ awkward yaa suasananya kalo mereka diem2an gitu.. lanjuut thor 🙂

  3. cie cie mulai ada rasa nih si sehun ama micha… oh ya kasih saran aja kykx ada beberapa typo ya? itu soo ah ketuker ama amber tulisannya… atau emang aq yg salah#? intinya overall bagus… tpi nnti ex chapter dipanjangin lgi ya .. .. ditunggu kelanjutannya ya^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s