Rival [Opening]

 

RIVAL

 

Author : Kj

Title : Rival

Main Cast : Oh Sehun

Im Yoona, Wu Yifan, Kwon Yuri

Support Cast : Kim Jongin, Jung Soojung, and find it later

Genre : School life, Romance

Length : Chaptered

Desclaimer : FF ini murni dari author sendiri. Please don’t plagiat!

Tepi sungai Han kini ramai dengan kumpulan namja dengan seragam sekolah dua macam. Kericuhan tergambarkan disana, tak ada warga yang melapor ke polisi karena memang tak ada satupun warga disana.

Perkelahian terjadi disana. Saling memukul, menendang, meninju dan memaki maki tak henti-hentinya dijuruskan satu sama lain.

“ Hey! Ya! Kau mengotori sepatuku,bodoh!”

BUG!

Satu tendangan keras diterima namja berambut cepak itu. Ia ambruk seketika.

Si pemukul melihat sekelilingnya. Senyum kebanggaan terpantri mulus di wajah tampannya melihat kubunya menang. Seluruh siswa Hikaru High School terkapar tak berdaya dengan penuh luka. Ia, pemimpin kubunya, Printon Highschool berdiri di sebelah pemimpin geng Hikaru yang tergeletak lemas dengan seragamnya yang robek-robek.

Ia mencengkram seragam Pemimpin Hikaru itu, “ Puas dengan hari ini? Kalau kau punya waktu, mampir ke sekolah kami, kita akan bermain lagi.”

 

BRUKK

 

Tubuhnya dihempaskan keras ke tanah. Terlihat raut kebengisan di wajah pemimpin Hikaru itu. Tentu saja, merasa dirinya telah diinjak-injak oleh namja di depannya itu. Apalagi musuhnya lebih muda darinya, seakan ia telah diinjak dengan sepatu berlumuran kotoran hewan.

“ Jangan sungkan mampir ke sekolah, Oh ya, jika kau butuh perbaikan untuk rambut keritingmu, aku selalu siap dengan setrikaku.” Seru namja berkulit lebih gelap dari lainnya meledek.

Di luar dugaan, anak buah musuh yang diledek masih sanggup  berdiri lalu menghampiri Kai, yang meledeknya tadi.

Namun sampai 3 langkah di depannya, tangan panjang Kai terjulur, menahan kepalanya hingga ia bergerak bagai banteng yang marah dengan kepalanya.

“ Ya! Lepaskan aku! Akan kuberi kau pelajaran, keparat!”

Mata tajam Kai melotot tak percaya. Tangannya telah terangkat bersiap meninju lawannya, namun ditahan tangan Kris. “ Hentikan, Kai. Kasihani mereka.” Ia berucap bijak namun terselip ledekan di kalimatnya.

Smirk sempurna milik Kai terukir indah. Lalu ia melepas tangannya, beralih menendang lutut namja itu hingga kini namja itu berlutut di depannya. “ Kau benar, hyung. Kasihan mereka. Setelah ini, pergilah ke rumah sakit.” Lalu ia berlalu mengikuti teman-temannya yang lain pergi.

Namun langkah mereka terhenti ketika si pemimpin juga berhenti mendadak. Ia berbalik, melangkah kembali mendekati pemimpin Hikaru tadi yang entah masih sadar atau tidak.

Kris mendecak kesal, ia hanya ingin segera pulang dan memeluk bantal empuknya.“ Ada apa lagi, Oh Sehun?”

Sehun merogoh saku bajunya, lalu mengeluarkan seikat uang berjumlah 100.000 won. “ Jauhi noonaku. Jika kudengar kau masih menggodanya, kupastikan kau akan kehilangan kepalamu, Jung Daehyun!” Tatapan dinginnya mengakhiri peringatannya, lalu ia melanjutkan langkahnya yang tertunda tadi.

 

.

 

Kafetaria Printon Highschool selalu ramai mengingat saat ini adalah jam istirahat. Terlihat murid-murid berjubel berdesakan mengantri di kios-kios makanan, berebut mendapat asupan makanan sebelum bel pengakhir jam istirahat berdering.

Namun, telah menjadi rahasia umum di antara para siswa Printon yang membuat sekolah ini berbeda dari sekolah lainnya.

Sekolah ini merupakan satu kompleks besar namun terdiri dari sekolah perempuan dan laki-laki. Tak ada pembatas atau apapun. Hanya ada satu garis merah tebal yang membagi rata kanan dan kiri bagian sekolah. Dimana di sisi kanan merupakan daerah yeoja dan di sisi kiri merupakan daerah namja.

Garis perbatasan itu terlihat jelas di kantin, dimana yeoja dan namja terpisahkan oleh garis merah tebal itu di pijakan lantai tengah. Dan sebagai ketetapan masing-masing penguasa daerah, jika ada yeoja melampaui garis merah itu dan otomatis menginjak daerah namja, maka tamatlah riwayatnya.

Peraturan lisan yang telah diketahui oleh seluruh siswa Printon, dimana jika ada yang menginjak daerah berlawanan dalam kata lain melewati garis merah itu, maka si yeoja akan menjadi bahan bullian para namja dan sebaliknya jika namja akan menjadi bahan bullian para yeoja.

Aturan tak tertulis ini baru saja dirilis tahun baru ajaran kemarin. Tepatnya, saat ketua organisasi kesiswaan terbentuk.

Oh Sehun. Ialah ketua organisasi kesiswaan. Selain ketegasannya yang tidak pandang bulu, ia merupakan putra dari pemilik yayasan Printon. Jadi tak khayal jika jabatan itu berada di tangannya. Selain menjabat sebagai ketua organisasi itu, ia juga dikenal sebagai pemimpin komplotannya, Exo group, itu anggapan seluruh siswa mengingat sangat tertutupnya identitas anggota Exo.

Mereka hanya sekedar tahu bahwa para anggota exo merupakan pewaris perusahaan besar di korea. Hanya itu. Tak ada yang tahu lebih lanjut tentang perusahaan apa, dimana dan milik siapa. Tak hanya ketertutupan tentang identitas keluarga mereka, Exo group juga tertutup perihal perkelahian yang terjadi hampir setiap minggu. Selain si ketua organisasi kesiswaan, Oh Sehun, sang wakil ketua juga merupakan dalang dari terbaginya bangunan Printon itu.

Im Yoona. Wakil ketua kesiswaan ini merupakan yeoja berwajah lemah lembut dan tipikal ramah. Namun memanglah benar kata pepatah. Jangan nilai buku dari covernya. Melihat ke dalam menjurus ke tingkahnya sehari-hari mungkin label lemah lembut dan ramah berbalik 360 derajat.

Mata lembut yang mengalunkan tatapan yang lembut pula hanylah dalih. Siapa sangka mata lembut itu akan berubah menjadi setajam pisau bila ia memperebutkan produk on sale limited terbaru di mall dengan yeoja lainnya. Bibirnya yang tipis dan manis hanyalah cover. Hujatan dan kata-kata tajam menusuk keluar setiap detiknya dari mulut itu. Bahkan, setiap akhir pekan tak jarang banyak orang yang memergokinya tengah jambak-menjambak dengan yeoja lain di mall hanya karena high heels branded limited edition.

Selain itu ia juga dikenal sebagai pemimpin group shopaholic. Setidaknya ia memiliki komplotan yeoja dengan hobi yang tak jauh berbeda dengannya. Namun, karena saking terkenalnya group Exo dan group shopaholic, begitu mereka saling menyebut, bahkan konflik dia antara kedua komplotan itu berefek pada seluruh sekolah. Akhirnya memisahkan namja dan yeoja.

Dan sebuah perturan konyol untuk masing-masing anggota kedua komplotan itu diciptakan oleh para pemimpin mereka.

‘ JANGAN PERNAH TERTARIK BAHKAN BERPACARAN DENGAN GROUP RIVAL’

Hanya aturan itu yang di cetak setengah dari tembok di markas mereka dan tertempel sempurna di dinding markas mereka. Entah apa yang akan terjadi jika ada yang melanggar aturan keramat itu, hanya Tuhan dan ketua mereka yang tahu.

 

Terparkir dua mobil sport edisi terbaru tahun ini di lahan parkir Pirnton High School. Menyusul di belakangnya, sebuah Ducati hitam dengan namja berseragam Printon di atasnya. Sehun, Kris keluar dari aventador putih dan berjalan santai menyusuri lorong sekolah diikuti Luhan dan Baekhyun yang turun dari Aston silver di belakangnya serta Kai yang baru saja melepaskan helm full facenya menuju ke cafetaria sekolah.

Melalui lorong terlihat banyak murid namja yang tengah bersenda gurau menikmati jam istirahat. Sampai di cafetaria, mereka langsung menempati meja yang memang sengaja kosong untuk mereka. Mengamati seisi cafetaria sekolah, termasuk ke zona yeoja dimana terdapat kumpulan yeoja berisik dengan tampilan modis.

Sehun menyelipkan earphone ke telinganya.“ Hh, Shopaholic itu berisik sekali.”

“ Ya! Kai, pesan sesuatu, aku lapar.” Kris menatap ke arah Kai yang melamun di ujung meja.

Merasa terpanggil, Kai langsung beranjak dari duduknya dan berlari ke arah beranda cafetaria, memesan menu, berbaur dengan para yeoja. Walau telah dibagi, zona yeoja dan namja, tetap saja hanya ada 1 tempat pemesanan dan itu yang akan mempertemukan namja dan yeoja menjadi satu.

Kris mencibir Kai yang telah berbaur di tengah para yeoja. “ Ish, anak itu tak pernah bisa menjaga gengsinya di depan yeoja.”

Baekhyun mengangguk-angguk setuju dengan Kris. “ Mungkin faktor keturunan. Mengingat Myungsoo hyung sejauh ini telah mengencani lebih dari 50 yeoja. Bahkan prinsip mereka sama.”

“Hey, dia itu temanmu, Baek. Tak jauh berbeda denganmu.” Baekhyun merengut kesal mendengar penuturan Luhan.

 

Kai tengah mengantri sambil tersenyum tak jelas pada yeoja di sekelilingnya. Tentu saja mereka berteriak atau sekedar berdecak kagum. Kai tinggi, tampan dan rupawan ditambah ia anggotan Exo, yeoja mana yang tak akan terpikat.

“ Ah!! Appo!!” Ia meringis sakit ketika merasakan sesuatu mencubit keras lengannya. Lantas menoleh ke belakang.

“ Ya. Kau-“ Tangan halus itu menutup mulut Kai.

“ Sst! Kajja!”

Ia menarik tangan Kai dengan cepat dan menghilang dari cafetaria.

 

Sekeliling meja yang dihuni beberapa yeoja itu penuh dengan makanan ringan dan aksesoris terbaru. Ocehan tak penting yang bertema shopping mengoar. Apalagi dari pemimpin mereka yang kini tengah mempromosikan jam tangan branded keluaran bulan ini.

“ See… cocok kan? Bisa kau bayangkan aku harus melepas heelsku dari jarak lima meter dan berlari lalu melompat menubruk wanita keriput itu. Bila gagal, ah, aku tak akan mau menjejaki mall itu lagi. Bahkan 4 security mengelilingiku.” Ia tersenyum bangga memamerkan perjuangannya demi mendapat jam itu.

Yuri, yeoja berambut legam panjang mengangguk-angguk. Mencoba menghargai penuturan temannya itu. Namun sebesar apapun usahnya, bunyi aneh menyeruak dari perut ratanya. Sepertinya ia membutuhkan asupan segera.

“ Ish, dimana Krystal. Lama sekali, biasanya ia langsung menyelonong masuk ke dapur dan mengambil sendiri makanan.”

Suzy melotot kesal merasa aktifitas updatenya terganggu ketika lengannya ditarik paksa Yuri. “ Ayo, temani aku menyusul Krystal. Perutku sudah berteriak sangat keras.”

“ Ya! Kenapa kau tidak pergi sendiri saja? Aku masih ada urusan.” Ia kembali meletakkan pantatnya di dudukan kursi.

SRET

“ Yak! Kwon Yuriii! Aku masih sibuk, Yak!”  Teriakan menggelegar keluar dari bibir seksi Suzy karena Yuri menarik paksa tangannya. Yuri tersenyum bangga melihat rencananya berjalan mulus. Teriakan nyaring itu memusatkan perhatian penjuru kantin ke mereka. Hingga para siswa yang mengantri menoleh ke belakang, dan memisahkan diri dengan sendirinya, memberi jalan pada Yuri.

“ Ish! Kenapa kau berisik sekali!” Suara lucu dari namja lucu pula berkoar dari kubu seberang. Luhan yang memasang earphonennya melepaskan kembali, dan menatap sebal ke arah Suzy.

“ Ya! Siapa yang berisik? Aku hanya bicara biasa, bocah!” Tuturan sengit dibalas Suzy. Suara nyaring nan menggelegarnya terdengar jelas bahkan terlampau jelas di zona namja.

Luhan menghela nafas keras, raut wajahnya terlihat ia mulai tersulut emosi. “ Ya,Ya Ya! Siapa yang kau panggil bocah, ahjumma?!” Luhan tak kalah keras.

“ Hah! Ahjumma? Kau memanggil aku? Oh, kukira matamu tak berfungsi dengan baik!”

Smirk tipis tercipta di bibir lucu Luhan, “ Ya, Ahjumma, kau bahkan terlihat 5 tahun lebih tua dari ahjummaku. Hahaha!”

“ YA! Ish, bocah ini!!!” Suzy berjalan cepat mendekati kubu di seberangnya, sembari menyingsingkan kedua lengan bajunya.

“ Hey, Suzy! Suzy!” Panggilan Yuri dihiraukannya, makin dekat dengan garis merah itu, oh baik, bisa tamat riwayatnya jika ia menyebrangi garis itu.

“ YA! Bae Suzy!!”

“ Suzy!!!”

Makin dekat langkahnya ke garis itu, panggilan teman-teman groupnya berkoar, namun tak satupun dihiraukannya. Smirk licik tergambar di raut Luhan dan teman-temannya. Sedikit lagi, yeoja itu akan menjadi bahan bullyannya.

Tinggal selangkah lagi

SRET

Tubuh Suzy memundur seketika. Kerah bagian belakangnya ditarik paksa oleh sebelah tangan Yuri dan tangan lain Yuri memegang nampan berisi makanan.

“ Hey! Paboyaa!” Ia menyelentik dahi mulus Suzy.

Luhan yang tak terima akan kegagalan Suzy yang hampir melewati perbatasan mendekat ke garis dimana masih ada Suzy dan Yuri di sampingnya.

“ YA! YA! Kau tidak berani menghampiriku, HAH!” Ia menantang dan berhenti tepat di belakang garis.

Lirikan tajam menusuk Suzy tidak menyulutkan semangat Luhan untuk membawa yeoja itu masuk ke zona namja. Seisi kantin pun mulai berbondong-bondong mendekat ke mereka.

“ Aku? Tak berani? Hey!” Kepalan tangannya membumbung siap meninju Luhan di depannya. Namun tangan Yuri menahannya.

“ Ya! Hey namja cantik, apa kau tak tahu adat, hm?” Alis Yuri naik, ia menarik Suzy menjauh, berdiri di belakangnya. Kini ia yang berhadapan dengan Luhan.

“ Adat? Oh, benar, kau takut temanmu masuk kesini? Aku tahu, hampir sedikit lagi ia akan menjadi pembantuku bila kau tak menghentikannya. Dan siapa yang kau panggil namja cantik, coklat?” Luhan melipat tangannya di depan dada.

“ Oh, bukan itu. Ah iya aku lupa, kau.. berasal dari China ya? Mungkin adat disana berbeda. Tapi menurutku, hanya seorang namja pengecut yang membiarkan yeoja menghampirinya dulu. Bahkan di hadapan orang banyak.”

Kerutan samar terpantri di dahi Luhan, “ pengecut? Kau bilang apa?!”

Senyum kemenangan terbekas di bibir indah Yuri. “ Kukira bukan hanya penglihatanmu yang terganggu, namun pendengaran dan otakmu juga. Pastikan orang tuamu mengantarmu periksa ke rumah sakit setelah ini.”

Wajah merah Luhan semakin merah menahan amarah, Ia melangkah dekat menuju ke Yuri.

Namun sebuah tangan menahannya. Kini di sebelahnya, berdiri Kris dengan wajah datarnya menatap lurus Yuri. Sama dengan Yuri, ia menahan Luhan di belakangnya. Kini, 2 orang yang terkenal dengan tatapan dinginnya beradu pandang di Cafetaria itu.

“ Maaf, nona. Tapi kukira, temanmu yang memulainya dulu.” Tuturan sopan tajam dilontarkan Kris. Yuri meletakkan nampannya di meja sebelahnya lalu menancapkan pandangannya ke mata elang Kris.

“ Tapi, temanku akan biasa saja jika teman cantikmu itu tak mengganggunya. Bahkan oktaf temanku ini sangat rendah, temanmu mungkin memiliki gangguan pendengaran hingga ia bisa mendengar suara temanku ini. Tapi jika kau lihat, daritadi tak ada yang keberatan dengan suara temanku, kan?”

Kris mendorong pelan perut Luhan ketika merasakan Luhan mulai maju. “ Kau, diam.” Titahnya pada Luhan yang langsung membuatnya membeku.

“ Maaf, tapi memang sudah patut jika seorang namja merasa terganggu jika ada yeoja yang bersura seperti anjing yang menggonggong, bukan begitu?”

Yuri mendelik sebal mendengar balasan Kris. Ia membuka mulutnya, bersiap membalas

“ Hey! Kau-“

“ Dan satu lagi, aku dan dia memang dari China, dan adat disana, kami hanya melayani yeoja yang baik dan berperilaku sopan, dan kami menghargai yeoja yang tidak bersuara mengganggu bahkan tidak berperilaku seperti yeoja tulen.”

Yuri membuka mulutnya lebar-lebar, kaget dengan ledekan namja tinggi di depannya itu.

“ Ap-“

“ Hey, kau mengganggu temanku.” Suara khas itu keluar dari mulut seorang Im Yoona. Ia berdiri dengan gagahnya di belakang Suzy dan kali ini ia tepat di depan Kris.

“ Kau benar-benar mengganggu.”

Namun Kris digeser oleh pemimpinnya, Oh Sehun. Kini di tempat itu, berhadapan dua orang yang paling berkuasa.

“ Temanmu itu baru saja mengatai temanku, Oh Sehun.”

Tampang dingin Sehun tak berubah, tak ada ekspresi disana. “ Ia tak memulai jika temanmu tak memulai.”

“ Jadi kau menyalahkan temanku?” Suaranya tegas dan penuh penekanan.

Sehun mengangguk pelan. “ Bisa dibilang seperti itu.”

“ Tak ada yang boleh menyalahkannya! Kau tahu itu?” Yoona mulai emosi.

Sehun kini memiringkan wajahnya, melihat remeh pada Yoona. “ Oh, begitukah? Kenapa? Karena ia tak bisa disalahkan? Karena ia berteriak dengan pelan. Ey, kukatakan padamu, Im Yoona.”

Sehun mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona, kini hanya tersisa beberapa centimeter antara mereka.

“ Temanmu itu hanyalah yeoja pengganggu yang bisanya mengganggu temanku. Jadi singkirkan temanmu sekarang dari hadapanku.” Bisikan tajam tu diiringi smirk meremehkannya.

Rahang Yoona mengeras, ia melirik tajam ke Sehun.

BYUR

Dengan sigap ia mengguyur Seragam Sehun dengan air soda milik Yuri. Seisi kantin berbisik dan teman-teman di belakang Sehun menggeram dan menahan emosinya. Sedangkan yang terkena guyuran, kini melihat ke lantai, mencoba menahan emosinya. Ia mengambil cake krim di meja sampingnya.

SET

Lalu menimpukkan cake penuh krim itu ke rambut Yoona. Kini keadaan semakin gawat, mengingat Yoona adalah yeoja perfeksionis akan penampilannya dan ia tak akan membiarkan siapapun merusak rambutnya. Oh tapi kini tatap kaget ada di matanya. Rambut indahnya, kini tertutupi dengan krim?! Hell.

“ Nah, begitu lebih cantik, haha.” Sehun tertawa, lalu membalikkan badannya pergi dari sana diikuti oleh teman-temannya.

Yoona, mengepalkan tangannya kuat-kuat. Kini komplotannya pun sudah sigap dengan air, kecap, saos dan bahan lainnya.

 

“ YAAAKKK!!! OH SEHUN!”

 

BYUR BRAK BLAR

Sehun membalikkan badannya dan kini ia melihat segala macam cairan khas cafetaria menghunus ke arahnya. Tak ada waktu menghindar, jadilah ia terkena segala macam cairan senjata milik komplotan di depannya.

“ Jadi kau mau memulai perang, hah! Yak! Serang!” komando Sehun langsung diiringi pergerakan dari group Exo. Baekhyun segera mengambil saos pedas di meja, Luhan mengambil cuka dan cabai, Kris mengambil air kopi dan soda milik siswa lain lalu Sehun maju dengan tangguh sambil menggenggam kecap dan whipcream di tangannya.

TBC

 

 

29 responses to “Rival [Opening]

  1. aduuuuh genk exo kata2nya panas abis,terutama sehun sm kris omo.. yoona sm genk nya berisiiik haduuh.. tp seru thor,apalagi pas perang makanan 😀 lanjuut

  2. aduuuuh genk exo kata2nya panas abis,terutama sehun sm kris omo.. yoona sm genk nya berisiiik haduuh.. tp seru thor,apalagi pas perang makanan 😀 lanjuuttt

  3. wahhh..seru bnget ff nya author…

    exo n shopaholic gokil bngett..
    ahh..pngen cpet2 bca lnjtnnya..

    cptan update ya thor..hwaiting

  4. hahaha … ceritanya lucu, karakter yoona eonni bda bda bget kyak crta2 sblumnya.. dtggu ya chap slnjutnya

  5. daebak2
    beda alur cerita nya dri yg lain
    kai sma krystal nya mereka ngapain tuhh
    yoona vs sehun
    yuri vs kriss
    suzy vs luhan
    bener2 saigan mereka
    di tunggu ya kelanjutan nya

  6. Wkwkwkwkwkwkwkwkwk… Aku nggak bisa berhenti ketawa.. Hahahahahaha.. FF nya lucu walaupun menegangkan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s