EGOIST

image

  Author : Byunnn
  Cast :
– Cha Eeunjin (You/OC)
– Byun Baekhyun
  Other Cast :
– find it !
  Rating : NC 21
  Genre : NC , Romance
  Length : ONE SHOOT
  Summary :
    “I need You to stop. And You know? You like ecstasy to me”

  Disklimer : all story is mine. Don’t be silent readers or plagiator ockay ?

Eunjin duduk manis sambil membaca buku diruang perpustakaan sekolah. Menjadi seorang ketua kelas rasanya cukup lelah bagi seorang Cha Eunjin. Terlagi yang dipimpinnya adalah kelas 3-B, kelas yang berisi murid murid sangat cerdas namun sulit untuk diatur. Rata rata murid yang duduk dikelas itu adalah orang orang kaya yang pintar namun berperilaku ‘minus’. Saat tau bahwa dia masuk kelas 3-B dia pun cukup heran karena saat ia duduk dikelas 1 dan 2 SMA, dia selalu masuk kekelas yang berisi murid murid yang ‘individualis’ yang tak peduli akan sekitar dan hanya memikirkan dirinya sendiri.

“Ya ! Rupanya kau disini…” Eunjin mengalihkan pandangannya dari buku yang ia baca kearah depan, dan sepasang matanya lansung memandang aneh lelaki yang sedang mengatur nafasnya itu. Bisa Eunjin tebak bahwa lelaki dihadapannya ini habis berlari untuk mencari dia karena ada masalah yang diperbuat salah satu murid kelas 3-B.

” ada apa ? ” Eunjin memandang Jongdae -lelaki yang berada dihapannya- kosong dan santai. Baiklah, mungkin ini saatnya Eunjin bersiap siap agar terlinganya tidak ‘panas’ mendengar informasi Jongdae.

“lelaki gila itu membuat onar lagi, dia berada di ruang guru. Ruang Guru Shin” jawab Jondae terengah engah. Bahkan Jongdae memegang dadanya untuk mengatur nafasnya yang memburu itu. Ya, Jongdae dikategorikan sebagai murid 3-B yang ‘sejenis’ dengan Eunjin. Dan Eunjin pun sudah sangat dekat dengan Jongdae saat ia duduk dikelas 10. So, jangan heran dengan kedekatan Jongdae dan Eunjin yang bahkan melebihi kedekatan Eunjin dengan kekasihnya sendiri.

“siapa maksudmu?” Eunjin menaikkan satu alisnya tak mengerti. Dikamus hidup Eunjin begitu banyak ‘namja gila’ pembuat onar dari kelas 3-B, bahkan ia mengurutinya dari absen pertama sampai terakhir. Jongdae tak menjawab ia masih mengatur nafasnya yang tak karuan itu. Ck, Eunjin benci menunggu. Tak lama setelah nafas Jongdae mulai stabil, mulutnya pun terbuka, “Byun Baekhyun” sebuah nama yang berhasil membuat Eunjin langsung bergegas berlari keluar perpustakaan.

“hei ! Tunggu aku !” seru Jongdae yang ditinggal begitu saja oleh Eunjin. Tanpa pikir panjang Jongdae langsung berlari mengejar Eunjin. Sekuat tenaga Jongdae berlari menyusul Eunjin dan berhasil mensejajarkan langkahnya.

“lari mu kencang sekali Jin-ah” Lenguh Jongdae yang berada disebelah Eunjin. Eunjin terlihat sangat serius, terlihat sekali karena tatapannya hanya tertuju kedepan.

“dia sudah terlalu banyak membuat keonaran, sampai kapan ia mau seperti ini ? ” Eunjin mengepalkan tangannya geram. Ya, namja bernama Byun Baekhyun itu adalah salah satu lelaki yang masuk ke list Eunjin karena lelaki itu benar benar seorang Trouble Maker. Sudah puluhan atau bahkan ratusan masalah yang ia buat disekolah.

Tak lama setelah berlari Eunjin sampai diruang guru, Eunjin dan Jongdae masuk keruangan itu, tak lupa mereka membungkukkan badan mereka kepada guru guru yang berada disekitar mereka. Eunjin menatap kesekitar mencari ‘sesuatu’ yang dimaksud, kakinya mulai melangkah setelah melihat namja yang membungkuk karena mendengar ocehan wanita berambut pendek berumur 30 tahunan keatas.

“lain kali jika kau ingin membuat keonaran jangan disekolah, beruntung keluarga Jiyoon dan pihak sekolah tidak akan melaporkan mu karena kau orang kaya nomor 1 di Korea, bagaimana jika mereka melaporkan mu? Eoh?! Apa kau ingin memperkosa dia ?! Sebanyak apapun uang mu, biarpun kau anak orang kaya nomor satu diKorea, Sonsaengnim takkan memaafkanmu kali ini” suara keras khas milik Guru Shin terus terdengar diruangan ini. Guru yang merupakan wali kelas 3-B ini sudah sangat pusing menghadapi lelaki bermarga Byun ini. Sedangkan guru guru yang lainnya hanya memandang kearah Baekhyun dan guru Shin bergantian lewat sekat sekat yang terdapat diruangan. Baekhyun, -namja yang terkena oceh itu- hanya menunduk sambil berposisi ‘istirahat ditempat’.

“aku minta maaf” suara pelan milik Byun Baekhyun terdengar samar keseleuruh ruangan.

“kalian sudah datang ?”

“ne” jawab Eunjin dan Jongdae serentak sambil membungkukkan badannya 45° menghormati. Baekhyun yang sedari tadi menunduk mulai mengangkat kepalanya menatap gadis berambut panjang yang tergerai rapi dan ada sedikit keringat yang mengalir dipelipisnya. Eunjin.

“Eunjin. Kau urus dia, Sonsaengnim sudah terlalu pusing mengurusnya” Guru Shin langsung memutar kursinya kembali lalu mulai menulis di dokumen dokumen yang entah apa itu isinya.

“ne”

Eunjin menghembuskan nafasnya berat. Menatap lelaki disebelahnya rasanya begitu berat, tapi tekad nya sudah bulat, dia butuh bicara sesuatu oleh namja ini. Dia tidak mau namja ini merasakan sesuatu yang tidak diinginkan lagi. Eunjin benar benar ingin lelaki ini mengerti bagaimana rasa khawatirnya selama ini. Eunjin ingin lelaki ini tau bahwa Eunjin sangat peduli padanya. Dengan gerakan cepat, Eunjin langsung mengubah posisi agar namja ini berada dihadapannya. Eunjin menatapnya lekat walau ada rasa canggung dimatanya. Langkah keduanya berhenti seketika.

“ada apa ? ” Baekhyun -namja itu- mengeluarkan suara.

“sampai kapan kau ingin seperti ini ? ” tanya Eunjin yang terdengar sangat putus asa, tatapannya berubah menjadi khawatir dan sedih yang bercampur. Dan itulah yang memang Eunjin rasakan. Khawatir dengan semua yang Baekhyun perbuat, dan sedih karena sifat Baekhyun yang seperti ini. Sifatnya Seperti laki laki liar yang siap menerkam gadis gadis manapun.

“aku tidak mengerti” Baekhyun menatap Eunjin santai seperti biasa. Tatapan yang selalu Baekhyun berikan kepada semua orang bahkan kekasihnya sendiri.

“kenapa kau seperti ini? Bisakah kau berhenti membuat keonaran? Bisakah kau berhenti bercumbu dengan semua gadis? Bisakah kau berhenti melakukan ini semua? Aku memang tidak tau apa yang terjadi 2 tahun lalu yang membuatmu berubah seperti ini. Tapi bisakah kau berhenti ? Apa yang kau inginkan ?” suara Eunjin terdengar disepanjang lorong sekolah yang sepi ini. Setetes air mata Eunjin berhasil membasahi pipinya. Matanya mulai memerah dan membengkak karena air mata yang mengalir dipipinya. Eunjin tak tau kenapa ia seperti ini. Ia hanya tidak mau Baekhyun seperti ini, ia ingin Baekhyun seperti dulu, dulu saat 2 tahun yang lalu. Baekhyun terdiam, matanya menatap Eunjin yang berusaha menahan air matanya sambil menggigit bibir bawahnya pelan. Baekhyun dapat melihat ekting Eunjin yang ingin terlihat biasa namun sangat menyedihkan di matanya. Eunjin sudah bertanya seperti ini ratusan atau bahkan ribuan kali padanya, tapi sekarang berbeda. Eunjin terlihat sangat sedih, atau lebih tepatnya sakit hati. Ya, walau Eunjin belum pernah melihat Baekhyun bercumbu dengan gadis lain secara langsung, tapi bukankah mendengar itu semua terasa sesak?

Tangan Baekhyun bergerak, ia memegang bibir bawah Eunjin lembut. “jangan seperti ini, bibirmu akan luka” ucap Baekhyun pelan, ia tidak mau melihat siapapun terluka, Sudah terlalu banyak manusia yang ia lihat terluka atau bahkan mati didepan matanya sendiri.

Perlahan wajah Baekhyun mulai mendekat kewajah Eunjin, ia ingin merasakan bibir hangat milik Eunjin lagi, tak tau sudah berapa lama ia tak pernah mencium bibir Eunjin lagi, apa lagi setelah skandal yang terjadi padanya 2 tahun lalu.
Ketika Eunjin merasakan hidung Baekhyun menyentuh hidungnya, Eunjin mulai memejamkan matanya pelan, Baekhyun memiringkan kepalanya kekanan agar lebih mudah menjangkau bibir Eunjin.

Hangat. Lembut. Itulah kesan pertama yang Baekhyun rasakan ketika bibirnya menyentuh permukaan bibir Eunjin ‘lagi’. Tak ada nafsu sedikitpun, yang ada hanya rasa cinta yang mereka salurkan dari ciuman ini. Lama kelamaan, ini semua berubah, Baekhyun adalah lelaki normal yang dapat tergoda walaupun hanya sebuah kecupan bibir bukan? Ia mulai melumat bibir bawah Eunjin lembut, tanpa ada nafsu sedikitpun. Biasanya, jika Baekhyun bercumbu dengan gadis lain, dia akan dipenuhi oleh rasa nafsu dan emosi. Tak membiarkan gadis itu lolos sampai Baekhyun puas bermain dibibir dan tubuh bagian atas gadis incarannya. Ya, selama ini Baekhyun tak pernah bermain sampai ‘kebawah’ dan cukup sampai tubuh bagian atas.

Mereka Beruntung sekolah sudah sepi dan tidak ada murid lagi, so, mereka bisa menyalurkan perasaan mereka dengan lancar tanpa hambatan. eunjin yang sedari tadi hanya diam, mulai merespon lumatan lumatan yang Baekhyun lakukan, entah keberanian dari mana Eunjin mulai mengalungkan tangannya dipundak Baekhyun. Jauh dilubuk hati Eunjin, dia rindu ciuman Baekhyun. Eunjin ingat bagaimana Baekhyun menciumnya untuk pertama kalianya. Itu merupakan ciuman pertama bagi keduanya.

Baekhyun melepaskan ciumannya, menatap Eunjin intens dan lekat. Tangannya mengalung dipinggang indah milik Eunjin.

“kau belum menjawab pertanyaanku” Eunjin membuka suara.

“apa?” Baekhyun menatap Eunjin semakin lekat.

“kenapa kau seperti ini ?”

“kau pasti sudah tau” Baekhyun mengalungkan tangannya lebih erat dipinggang Eunjin, membuat tubuh mereka semakin dekat dan menghapus jarak diantara mereka.

“kapan kau akan berhenti seperti ini ?”

“sudah berapa kali aku harus menjawab? Euhm? Aku butuh dirimu untuk berhenti” sekarang sudah tak ada lagi jarak diantara mereka, tubuh mereka saling berhimpitan, Baekhyun kembali mengaitkan bibir mereka menjadi satu. Kembali saling melumat namun ada sedikit nafsu dari keduanya.

.

.
Flashback
Berawal dari perjodohan yang orang tua Baekhyun lakukan dengan kedua orang tua Eunjin. Kedua orang tua Baekhyun yang tanpa sengaja bertemu dengan Eunjin dan keduanya langsung menyukai Eunjin entah karena apa. Saat itu Eunjin masih duduk dibangku 1 SMA, sama seperti Baekhyun. Bahkan mereka satu kelas. Awalnya kisah cinta mereka hanya terjalin dengan ejekan dan saling berkelahi. Tak pernah sekalipun mereka diam, Baekhyun selalu mencari cara agar Eunjin kesal dan marah. Kekanakan. Memang.

Tapi tak sampai 3 bulan, mereka mulai saling tertarik, saling menyukai, dan mulai tumbuh rasa cinta diantara mereka. Terbukti karena Eunjin dan Baekhyun menjadi sangat akrab. Bahkan keduanya mulai menerima perjodohan yang orang tua mereka lakukan. Dan tak lama kemudian semuanya langsung berubah.

“Eunjin ? Apa hari ini kau ada waktu?” Baekhyun menatap Eunjin yang berada dirangkulannya.

“sepertinya.. Aku punya. Memang kenapa?” tanya Eunjin lalu menoleh sambil memakan strawberry ice cream yang berada ditangannya.

“ayo kita kencan, bukankah, kita tidak pernah berkencan?” Baekhyun mensejajarkan tatapannya dengan mata eunjin. Sedangkan Eunjin hanya terdiam menatap Baekhyun sambil menggigit sendok ice cream nya.

“bukankah sekarang kita sedang berkencan?” tanya Eunjin malu malu Lalu mengalihkan pandangannya kearah bunga bunga yang berada disekitar taman.

“apa kau tak mau sesuatu yang lebih romantis ?” Eunjin menoleh kearah Baekhyun, Baekhyun sedang menatapnya lembut sangat lembut, senyuman simpul bahkan terukir diwajah Baekhyun.

“hari ini kedua orang tuaku pergi menginap, jadi aku disuruh menjaga rumah dan tak boleh kemana mana” Eunjin kembali memakan ice cream strawberrynya dan mengalihkan pandangannya dari wajah Baekhyun.

“kalau begitu bagus, aku akan kerumahmu nanti malam, lalu kita akan bermain, kurasa lebih baik bermain dikamarmu”

“Uhukk.. Uhukk..”

Eunji tersedak setelah Baekhyun berkata seperti tadi. Apa maksudnya ‘bermain’ ? Terlagi dia menambahkan ‘bermain didalam kamarmu’. Bukankah itu terdengar sangat ambigu?

“hei, pelan pelan sayang..” Baekhyun mengelus tengkuk Eunjin berkali kali, sebenarnya, Baekhyun sudah melakukannya dari tadi.

“apa maksudmu bermain? Eoh?” tanya Eunjin antusias sambil menatap Baekhyun tegang.

“kau akan tau nanti” jawab Baekhyun lalu mengecup bibir Eunjin.

Malamnya Baekhyun sudah bersiap siap jalan kerumah Eunjin. Sedangkan Eunjin menggigit kukuknya masih ragu dan takut tentang Baekhyun yang mengatakan mereka akan ‘bermain’, dia takut yang dimaksud Baekhyun adalah ‘itu’. Eunjin adalah gadis berakal sehat dan Baekhyun adalah lelaki normal yang menyukai seorang gadis. Jadi, hal itu bisa saja terjadikan? Apa perlu Eunjin berpura pura sakit agar hal itu tak terjadi ? Apa Eunjin tidak usah membukakan pintu untuk Baekhyun? Tapi bukankah itu sebuah kebohongan dan itu sangat tidak sopan?

Baekhyun berada didalam perjalanan, mobil sport merah milik Baekhyun seakan membelah jalanan kota Seoul. Selama perjalanan dia hanya tersenyum tak jelas mengingat wajah Eunjin ketika dia mengucapkan kata ‘bermain’. Baekhyun yakin Eunjin berpikiran bahwa dia akan melakukan ‘itu’. Terlagi Baekhyun sangat mengenal Eunjin yang memiliki imajinasi dan sangat sensitif dengan hal hal berbau ’18 tahun keatas’. Padahal Baekhyun hanya ingin menggoda Eunjin saja. Di saat sedang asyik asyiknya, dipertengahan jalan tiba tiba mobilnya berhenti , Baekhyun berdecak kesal, Ia pun keluar dari mobil mewahnya itu, berniat untuk melihat mesin mobilnya, karena Baekhyun tau ini adalah kawasan sepi. Dan saat itu lah Baekhyun melihat sesuatu.

3 orang laki laki bertuxedo dengan wajah tanpa dosanya mengarahkan pisaunya keleher seorang gadis yang menggunakan gaun minim berwarna merah maroon. Tak hanya itu saja, bahkan 2 orang yang lainnya menembaki gadis itu dengan pistol ditangannya. Baekhyun mematung, kakinya tak bisa bergerak. Dia hanya bisa terdiam.

Merasa diawasi ketiga lelaki itupun mulai mendekati Baekhyun, membius Baekhyun lalu membawa Baekhyun entah kemana. Baekhyun diculik selama 2 bulan lamanya. Dan selama diculik, Baekhyun melihat sesuatu yang sangat mengenaskan. Selama 2 bulan full Baekhyun sudah melihat ratusan orang mati terbunuh didepan matanya. Darah segar berwarna merah mengalir dan luka luka yang gangster gangster ini lakukan. Tak jarang, mereka memperkosa korban mereka didepan Baekhyun terlebih dahulu lalu membunuhnya. Laki laki maupun perempuan. Ya,Baekhyun memang diculik para gangster.

Mereka selalu mengancam “jangan pernah kau beri tahu ini kepada satu orang pun kalau kau tidak mau mati seperti mereka”

Itupun Baekhyun masih diberi toleransi karena Baekhyun adalah orang kaya. Itu semua karena para gangster itu meminta tebusan yang sangat besar kepada keluarga Baekhyun.

Dihari tebusan itu ditukar oleh Baekhyun, polisi berhasil menangkap para gangster itu. Dan untuk pertama kalinya Eunjin mendapat tatapan kosong dari kekasihnya sendiri. Baekhyun mengacuhkannya seakan ia tidak mengenal Eunjin. Itu terus terjadi dengan waktu yang cukup lama. Hingga orang tua Baekhyunpun bertanya kepada Eunjin apakah Eunjin masih mau dijodohkan dengan Baekhyun. Tentu saja Eunjin menjawab tetap ingin bersama Baekhyun.

Eunjin selalu berusaha mengobrol dengan Baekhyun walaupun sebentar. Hingga akhirnya keonaran keonaran mulai Baekhyun lakukan, disekolah Baekhyun sangat suka memaksa gadis gadis untuk menuruti nafsunya, ada yang menolak, namun ada juga yang mau. Tapi Baekhyun tak pernah bermain hingga keterlaluan, ia hanya bermain sebatas bibir sampai payudara lalu selesai. Awal perlakukannya itu hanya ketidak sengajaan, tapi mungkin karena kecanduan, Baekhyun terus melakukannya.

Flashback End

Eunjin melangkahkan kakinya pelan menyusiri lorong lorong yang disekat oleh lemari lemari kayu tinggi yang bersisi buku buku beraneka ragam. Dia bermaksud untuk menyelidik suara suara aneh itu karena saat langkah kaki pertamanya tadi masuk kedalam perpustakaan dia sudah mendengar semuanya.

“hmmmhh..” tak henti hentinya Eunjin mendengar desahan desahan yang terdengar samar ditelinganya. Hingga langkah kakinya terhenti, matanya tertuju kepada sepasang insang yang sedang bercumbu panas, seketika tangannya gemetar, keringat dingin mengalir dipelipisnya, tubuhnya menegang dadanya terasa sesak, sangat sesak.

Semua berita yang ia dengar selama ini akhirnya terbukti, bahkan ia melihat dengan kedua matanya sendiri. Almameter coklat tua kehitaman gadis itu tergeletak begitu saja diatas lantai, ke empat kancing kemejanya terbuka begitu saja memperlihatkan 2 gundukan yang terbalut bra berwarna soft pink. Eunjin menutup mulutnya dengan kedua tangannya tak percaya. Tangisnya pecah begitu saja. Lelaki yang sedang menyalurkan nafsunya itu tak henti hentinya melumat bibir sang gadis. Tangannya bermain nakal menyelusup kesela sela bra sang gadis, Eunjin tak tau apa laki laki itu meremas atau hanya menyentuhnya saja. Yang jelas, Eunjin tak mau tau dan tak akan mau tau apa yang mereka lakukan.

“kurasa sudah cukup” lelaki itu mengeluarkan tangannya dan melepas tautan bibirnya. Tak lupa ia mengancingkan kembali baju sang gadis dan mengambil almameternya lalu memberikan pada gadis itu yang entah siapa namanya. Lelaki itu mengelus rambut sang gadis sebelum ia berbalik untuk meninggalkannya.

Eunjin, laki laki itu, dan gadis itu tersentak bersamaan. Gadis itu yang entah namanya siapa menatap Eunjin ketakutan.

“Jin-ah? Aku-” suara dari laki laki itu terdengar, tapi Eunjin tidak mengindahkan katanya, Eunjin berlari kencang sekencang kencangnya meninggalkan keduanya, hal yang sudah ratusan kali Eunjin tangani, dan Eunjin baru melihatnya sekarang. Rasanya lebih atau bahkan sangat sesak dari pada mendengar beritanya.

Eunjin terus berlari tanpa hentinya, suara ketukan sneakers milik Eunjin yang bersentuhan dengan lantai marmer warna putih terus terdengar disepanjang lorong sekolah, sepi, ah tidak, ada suara lain tak jauh dibelakang Eunjin. Eunjin tau siapa dia. Bukan Jongdae atau bahkan gurunya. Bukan, sama sekali bukan. Eunjin menutup telinganya rapat. Sudah beratus kali mendengar ini, tapi kenapa rasa sesak yang sangat terasa malah terasa sekarang ? Kenapa tak dari dulu saja ia merasakan semua ini?

“Eunjin ! ” eunjin tak mau mendengar suara orang itu. Ia menutup telinganya rapat rapat. Langkah kakinya terus berlari tanpa henti, hingga akhirnya Eunjin merasakan seseorang menarik tangannya dan dengan sangat cepat Eunjin sudah berada dipelukan seseorang itu.

“lepaskan aku bajingan” Eunjin memukul dada Baekhyun keras, tapi Baekhyun tak mengindahkan kata Eunjin dan malah mengeratkan pelukannya dipinggang Eunjin. Eunjin terus memukul dada Baekhyun sambil terisak dan sesekali memberontak dipelukan Baekhyun.

“lepas kan aku bajingan… Lepaskan aku… Lepaskan…” isak Eunjin pelan. pukulan Eunjin melemah, tenaganya sudah mulai habis. Ia menangis, air matanya terus mengalir membasahi pipinya.

“lepaskan..” Eunjin masih memukul dada Baekhyun walau tenaganya sangat pelan. Baekhyun dapat merasakan dada dan bajunya basah karena air mata Eunjin. Baekhyun kembali melihat air mata Eunjin yang mengalir dipipi mulus miliknya. padahal Baekhyun sangat menghindari hal itu. Tak tau kenapa melihat Eunjin menangis itu membuat dadanya sangat sakit, padahal Baekhyun sudah sering melihat ribuan air mata yang mengalir saat ia diculik 2 tahun lalu. Bahkan ia mendengar segala jenis jeritan ditelinganya, dan itulah yang membuat Baekhyun tak peduli dengan korban korban pelampiasan nafsunya yang menangis atau meronta. Baekhyun sudah terbiasa dengan itu semua. Tapi tidak dengan Eunjin. Semuanya berbeda jika itu Eunjin.

“aku tak akan melepaskamu sampai kapanpun” Baekhyun memepererat pelukannya, ia membenamkan wajah Eunjin didada bidangnya. Membiarkan Eunjin terisak dipelukannya walau telinganya terasa sangat amat panas mendengar itu semua.

“kau egois…” lirih Eunjin masih sambil memukul dada Baekhyun pelan tanpa tenaga.

“ya, aku adalah laki laki egois. Egois karena aku meninginginkanmu secara utuh” Baekhyun mengelus rambut Eunjin pelan, sedangkan kepala Eunjin masih terbenam didada bidang milik Baekhyun. Eunjin tak berhenti memukul dada Baekhyun, ya walau pukulan yang Baekhyun rasakan malah seperti sebuah sentuhan biasa karena tenaga Eunjin benar benar sudah habis.

“kau menginginkanku secara utuh tapi kau seperti ini ? Kapan kau berhenti ?” isak eunjin dalam pelukan Baekhyun, badannya lemas, sangat lemas. Bahkan kakinya terasa sudah tak sanggup untuk berdiri.

“aku akan berhenti setelah memilikimu secara utuh” Baekhyun mencium kepala Eunjin kemudian.

“aku sudah berada disampingmu, apa itu tidak cukup ? ”

“aku ingin lebih. Tapi tidak untuk sekarang”

Eunjin melonggarkan pelukannya, memberi sedikit jarak diantara mereka. Eunjin menatap Baekhyun dalam, Baekhyun dapat melihat mata sembap, bengkak dan merah milik Eunjin. Bahkan masih ada air mata Eunjin yang tertahan didalam matanya.

“apa maksudmu lebih ? ” tanya Eunjin tak mengerti. Ia sungguh dan benar benar tak mengerti apa arti dari ‘lebih’. Apa Baekhyun memintanya agar ia lebih mencintai Baekhyun ? Apa Baekhyun meminta Eunjin untuk lebih perhatian padanya ?

“kau benar ingin tau ?” tanya Baekhyun sambil memandang Eunjin serius. Mensejajarkan pandangan mereka kedalam satu garis lurus yang tak akan pernah terputus.

“ya, aku ingin mengetahuinya, bahkan aku akan melakukannya sekarang jika itu akan membuatmu berubah seperti dulu lagi” Baekhyun tertegun mendengar jawaban Eunjin, ia menelan ludahnya perlahan lalu berkata, “berjanjilah”.

“aku berjanji” jawab Eunjin mantap.

“kalau begitu aku juga berjanji akan selalu berada disampingmu selamanya, dan kau adalah tanggung jawabku mulai detik ini”

Baekhyun langsung mengecup bibir Eunjin sekilas, menatapnya lembut sebentar, lalu menarik tangan Eunjin pelan. Eunjin mensejajarkan langkahnya dengan langkah Baekhyun. Mereka berjalan menuju motor MV Agusta F4 CC milik Baekhyun yang sangat mewah terparkir diparkiran sekolah. Walaupun Baekhyun adalah anak orang kaya, tapi Baekhyun tidak suka membawa koleksi mobil mewahnya kesekolah, menurutnya lebih baik pakai motor karena ia berpikir itu sangat praktis dari pada harus naik mobil.

“kita mau kemana ? ” tanya Eunjin sambil menatap Baekhyun yang sudah naik keatas motor.

“naiklah”

Eunjin naik keatas motor perlahan, awalnya ia sempat ragu, tapi dia tidak bisa menolak. Baekhyun langsung memakai helm hitamnya ketika Eunjin sudah duduk dibelakangnya.

“pegangan yang kuat nona Byun” gurau Baekhyun.

“itu bukan margaku” jawab Eunjin kesal lalu mulai mengalungkan tangannya dipinggang Baekhyun.

” I don’t care ” jawab Baekhyun langsung menancapkan gasnya membuat motor melaju sangat cepat.

        at Byun Baekhyun’s home

Baekhyun menutup dan mengunci pintu kamarnya rapat rapat, kamar yang berdominan warna putih ini terlihat sangat mewah dan classic. Setelah mengunci pintu kamarnya, Baekhyun langsung menghimpit Eunjin ketembok.

“kenapa kita kesini?” tanya Eunjin ketika Baekhyun menatapnya intens.

“menjadikanmu milikku utuh, untuk apa lagi?” Baekhyun langsung melahap bibir mungil Eunjin, nafsu sudah merajai tubuh Baekhyun. Ia melumat bibir bawah Eunjin lembut namun ada sedikit nafsu disana. Eunjin hanya diam, hingga ia merasakan begitu nikmatnya ciuman ini. Ia mulai memejamkan matanya dan mengalungkan tangannya dileher Baekhyun, ia melumat bibir atasnya lembut namun tak ada nafsu, berbeda dengan Baekhyun yang sedikit dikuasai oleh nafsunya. Eunjin mulai kehabisan nafas, ia membuka sedikit mulutnya bermaksud untuk menghirup oksigen , namun kesempatan itu tidak dibuang sia sia oleh Baekhyun, ia langsung memasukan lidahnya kedalam rongga mulut Eunjin. Baekhyun menarik tengkuk Eunjin memperdalam permainan mereka. Lidah mereka saling bertautan, berperang, dan bermain. Mereka saling menukar saliva. Tangan Baekhyun tidak diam, dia langsung melepaskan almameter Eunjin lalu menjatuhkannya begitu saja keata lantai. Ia juga melepaskan ikatan dasi Eunjin tak sabaran.

Tangannya gatal dan melepas kancing kemeja Eunjin, hingga terlihatlah dua gundukan besar milik Eunjin yang tertutup bra warna hitam tanpa tali. Baekhyun langsung mengelus punggung putih nan halus milik Eunjin bermaksud untuk mencari pengait bra Eunjin. Setelah menemukannya, Baekhyun langsung melepaskannya dengan sigap. Bra Eunjin pun terjatuh keatas lantai. Mulut Baekhyun masih berperang dan bermain dengan lidah Eunjin, bukan Baekhyun namanya jika tangannya hanya diam, kedua tangan Baekhyun asik bermain main dikedua gundukan Eunjin. Meremas, memilin atau bahkan mencubit nipple nya.
“mmhhhh..” desah Eunjin disela sela ciuman mereka, ciuman Baekhyun turun keleher jenjang milik Eunjin. Tangan kirinya turun kebelakang mencari kaitan rok seragam Eunjin, Sedangkan tangan kanannya masih bermain disalah satu gundukan milik Eunjin.

Srett…

Rok Eunjin terjatuh keatas lantai, menyisakan celana dalam hitam yang menutupi organ intimnya.
“eunghh..” desahan desahan kecil Eunjin terdengar sangat seksi ditelinga Baekhyun ketika dengan sengaja Baekhyun meremas payudara Eunjin kuat. Baekhyun kembali mencium atau lebih tepatnya berperang lidah lagi setelah puas memberi tanda kepemilikan dileher Eunjin. Baekhyun menuntun Eunjin kearah ranjang tanpa melepaskan tautan lidah mereka. Hingga akhirnya Baekhyun mendorong dengan kasar tubuh Eunjin keatas ranjang king size miliknya. Tanpa pikir panjang, Baekhyun langsung menindih tubuh Eunjin dan kembali melahap bibirnya. Kedua tangannya ia topangkan dikedua sisi kepala Eunjin agar Eunjin tidak terlalu menahan beban bobot tubuh Baekhyun. Bosan dengan bibir, Baekhyun kembali turun keleher dan pundak Eunjin, mengukir tanda kemerahan atau bahkan keunguan dileher Eunjin sebagai tanda kepemilikannya. Baekhyun yang masih lengkap dengan seragam nya menuntun tangan Eunjin untuk melepaskan seragam yang masih menempel ditubuh Baekhyun. Baekhyun kembali keatas menciumi bibir Eunjin ganas. Bahkan lebih ganas dari ciuman yang tadi. Sekarang Baekhyun benar benar dikuasai oleh nafsunya, nafsunya membara karena tubuh gadis yang sangat amat ia cintai. Cha Eunjin. Sedangkan Eunjin tak perlu repot repot untuk melepaskan baju Baekhyun karena Baekhyun tidak mengkancingkan semua bajunya dan Baekhyun juga tak terbiasa memakai dasi, itu membuatnya cepat melepaskan pakaiannya. Dan sekarang keduanya sama sama dalam keadaan half naked. Bedanya yang tersisa ditubuh Eunjin adalah cd-nya sedangkan Baekhyun masih terbalut dengan celana panjang.
“mmhhh…” Baekhyun mendesah ketika tanpa sengaja Eunjin menyentuh lembut deretan abs diperut Baekhyun. Baekhyun kembali melepaskan ciumannya dan turun kebawah lagi, sekarang bukan keleher Eunjin, melainkan kekedua gundukan besar milik Eunjin, ia menghirup aroma madu bercampur cherry dari tubuh Eunjin. Harumnya sangat memabukkan, membuat Baekhyun terlalu ‘candu’ pada tubuh Eunjin.
Baekhyun langsung melahap salah satu gundukan Eunjin, menyesap, mengulum, dan menggigitnya seperti seorang bayi yang sedang menyusu pada sang ibu, sedangkan gundukan yang lainnya sedang asyik diremas, dipilin, dan dicubit oleh tangan Baekhyun.
“eunghh.. ahhhh.. Oppahhh.. Ahh..” Eunjin menggelinjang ketika ia mendapat service dibagian tubuh atasnya. Ia merasa geli ketika Baekhyun memperlakukan kedua gundukan nya bergantian.

Puas dengan payudara, Baekhyun kembati turun kearea bawah milik Eunjin, ia mengelus dinding vagina Eunjin lembut yang masih dibalut dengan celana dalam. Ia merasakan sesuatu, tangan Baekhyun merasakan sesuatu yang basah.

“kau sudah basah rupanya” Baekhyun menyeringai lalu dengan tak sabaran membuka celana dalam Eunjin, karena bagian intim Eunjin sudah tak tertutup apapun, secara refleks tentu Eunjin merapatkan pahanya.

” don’t… This is mine right now “ dengan gerakan pelan Baekhyun membuka rapatan paha Eunjin. Dilihatnya vagina milik Eunjin yang menurut Bakhyun sangat menggiurkan. Tanpa pikir panjang, Baekhyun memajukan kepalanya, mendekati vagina milik Eunjin. Dijilatnya dinding vagina milik Eunjin sedekutif.
“ouuhhh.. Hmmm..” Eunjin mengapit pahanya ketika merasa sesuatu yang geli berada divaginanya. Lidah Baekhyun masuk kelubang vagina Eunjin, dan sesekali bibirnya menghisap klitoris Eunjin. Eunjin menarik kepala Baekhyun agar memperdalam service-nya itu. Sesekali Eunjin mengangkat kepalanya tak tahan karena menurutnya ini benar benar nikmat.
“ahhh.. Oppa.. Ini nikhmathhh… Ahhhh..”
Baekhyun terus menyesap vagina Eunjin sampai akhirnya ia merasakan sesuatu yang mengalir. Eunjin kembali orgasme. Dengan telaten Baekhyun menelan cairan Eunjin yang bahkan Eunjin tak tau bagaimana rasanya. Setelah tak ada setetespun cairan yang tertinggal, Baekhyun kembali mencium bibir Eunjin sebentar lalu berbaring disamping Eunjin. Baekhyun memejamkan matanya sambil mengatur nafasnya.
“puaskan dia chagi..” ucap Baekhyun dengan mata terpejam. Eunjin bangun dari tidurnya.

Ia melepas ikat pinggang Baekhyun perlahan, Baekhyun hanya memejamkan matanya sudah tak tahan karena merasa sesak dibawah sana. Eunjin dapat melihat sesuatu yang besar menonjol dari balik celana Baekhyun, ia meneguk salivanya susah. Eunjin tau, bahwa malam ini tubuh mereka akan menyatu, dia rela melakukan apapun demi Baekhyun walau sikap Eunjin pada Baekhyun terkesan cuek didepan orang orang. Eunjin menurunkan celana Baekhyun pelan beserta CD-nya, Baekhyunpun tak diam, tangannya membantu Eunjin melepas celananya, Eunjin sedikit tertegun ketika melihat ‘benda’ milik Baekhyun yang sangat panjang dan besar berdiri tegak. Bahkan ukurannya melebihi apa yang Eunjin pikir. Eunjin kembali meneguk salivanya susah, ia terdiam sebentar karena bingung Apa yang harus ia lakukan itu terlihat sekali dari wajah Eunjin. “kocok… Sajahhhh..” lenguh baekhyun. Eunjin memegang benda milik Baekhyun ragu ragu.
“cepat lakukan chagi… Aku tidak tahan” erang Baekhyun tak sabaran. Eunjin mengocok ‘litte’‘ Baekhyun pelan. Tangannya benar benar ragu untuk melakukannya, tapi ia tidak bisa menolak.
“lakukan lebih cepat Jin-ahh….” perintah Baekhyun masih sambil memejamkan matanya. Eunjin mengindahkan perkataan Baekhyun, ia pun mempercepat kocokannya.
“ohhh… Yeahh.. Like that.. Ahhhh… You’re so smart chagiyaa” lenguh Baekhyun panjang.
“his…saphh..” Baekhyun kembali memerintah Eunjin. Eunjin tak mengerti; “kulum saja dia..” dengan penuh keraguan Eunjin mulai mengulum penis Baekhyun dengan telaten dan piawai. Seakan Eunjin sudah melakukan ini sebelumnya.
“ouuuhhhh.. Ahhh.. Inihhh.. Nikhhmatthh..” Baekhyun mendorong kepala Eunjin agar memperdalam kulumannya. Darah Baekhyun mensesir cepat, ia merasakan sesuatu membludak dari dalam tubuhnya, oh ini saatnya.
“Eunjin-ahh.. Akuhh- ahhh” cairan sperma Baekhyun masuk kedalam mulut Eunjin, Eunjin sempat terkejut, dan ingin memuntahkan cairan itu.
“telan saja.. Itu nikhmathh..”
Eunjin terkejut mendengar ucapan Baekhyun barusan, nikmat ? Bahkan dimulut Eunjin rasanya sangat aneh.

Mau apalagi, dengan pelan Eunjin menjilat, lalu menelan cairan atau lebih tepatnya sperma yang keluar dari ‘little‘ Baekhyun. Belum selesai menghabiskan semuanya, Baekhyun langsung menarik Eunjin dan kembalu menindihnya.
“aku sudah tidak tahan” ucap Baekhyun lalu mengecup bibir Eunjin sekilas. Ia langsung melebarkan paha Eunjin lebar lebar.

“ini akan sakit” ucap Eunjin sambil menatap Baekhyun, ada rasa takut dan ragu dimatanya. Berbeda dengan Baekhyun, Baekhyun menatap Eunjin intens dan yakin dengan semua ini. Baekhyun tersenyum lalu mengelus rambut Eunjin yang berantakan.
“memang sakit, tapi aku yakin tak akan lama, dan ini akan menjadi sangat nikmat”

“kau yakin ?”

“percayalah padaku” Baekhyun menatap Eunjin mantap, ia mencium kening, kedua mata eunjin, hidung, kedua pipi, lalu berakhir dibibir cherry Eunjin bergantian. Ia melepas ciumannya, lalu kembali menatap Eunjin. “aku percaya padamu” satu kalimat yang membuat Baekhyun sangat bahagia. Ia kembali mencium bibir Eunjin lembut dan langsung dibalas oleh Eunjin, Eunjin memeluk tubuh kekar Baekhyun. Tangan kanan Baekhyun meremas lembut payudara Eunjin, sedangan tangan satunya sedang asyik mengocok vagina Eunjin dengan ketiga jarinya.
“ouuhh..” desah Eunjin disela sela ciuman mereka. Tangan Baekhyun dengan sangat telaten mengocok bagian intim Eunjin. Eunjin ingin melayang saat merasakan service diseluruh bagian sensitifnya. Baekhyun mengeluarkan jarinya, sekarang mungkin adalah waktunya, Baekhyun mencoba memasukkan penisnya kedalam vagina Eunjin. Dengan sekali hentakan, ‘milik’ Baekhyun tertancap sempurna divagina eunjin. Baekhyun menatap mata Eunjin yang mulai berkaca kaca, Baekhyun tak tau bagaimana rasa sakitnya, tapi Baekhyun yakin itu pasti sangat sakit. Baekhyun melepaskan ciuman mereka, mengelus rambut Eunjin lembut.
“gwaenchanda?” tanya Baekhyun khawatir.

“nan gwaenchanda” jawab Eunjin mantap walaupun selangkangannya terasa sangat sakit.

“kau yakin mau melanjutkan-”

“Aku percaya padamu” jawab Eunjin tersenyum sambil mengelus pipi Baekhyun lembut. Baekhyun tersenyum yakin. Ia mulai menggerakkan pinggulnya in-out perlahan.

“ahhh..” desah keduanya bersamaan. Baekhyun bisa merasakan bagaimana sempitnya vagina Eunjin karena ini adalah pertama kalinya bagi Eunjin, dan ini juga pertama kalinya bagi Baekhyun. Tapi walaupun sempit, Baekhyun tetap menyukainya, ia merasa sangat nikmat karena dinding vagina Eunjin terus memijat bagian vitalnya.
“ahhh.. Eush.. Ahhh.. Baekhyunnn.. Aahh” desah Eunjin panjang. Baekhyun suka saat Eunjin mendesahkan namanya. Itu Terdengar sangat seksi ditelinga Baekhyun. Baekhyun mempercepat gerakannya. Eunjin meracau, ia meremas kuat kuat bantalnya, keduanya tak henti hentinya mendesah membuat nafsu keduanya saling bergejolak.
“ahhhhh… Ouuhhhh.. Mashitaa…”
“ahh..”

Baekhyun mengerang nikmat. Desahan keduanya memenuhi kamar Baekhyun, hawa hawa seks sangat terasa diruangan ini, Baekhyun terus menggenjot pinggulnya dan terus memainkan tangannya dikedua gundukan Eunjin, Baekhyun terus mengerang ketika vagina Eunjin memijit ‘miliknya’, begitu pula dengan Eunjin ketika penis Baekhyun terus menyentuh G-SPOT nya.

“giliranmu, apa kau bisa ? ” tanya Baekhyun pada Eunjin setelah melepas ciumannya.

” I.try ” jawab Eunjin yakin.

” good girl ” Baekhyun mengecup bibir Eunjin sekilas lalu merubah posisi. Sekarang Eunjin lah yang berada diatas Baekhyun, Eunjin mulai menaik turunkan tubuhnya, tangan Baekhyun memegang pinggang Eunjin menuntun Eunjin untuk menyamakan ritmenya. Eunjin bergerak naik turun perlahan, ada yang membuat Baekhyun geram pada Eunjin jika di posisi woman on top. Eunjin selalu melakukannya perlahan dan membuat Baekhyun tidak akan bisa orgasme. Baekhyun bersabar agar Eunjin bisa merakasan bagaimana rasanya diposisi woman on top. Tapi kesabaran Baekhyun tak berlangsung lama, baru 20 menit diposisi woman on top , Baekhyun kembali mengubah posisinya dengan cepat dan sedikit kasar.

“aku sudah tidak tahan lagi sayang” Baekhyun langsung menggerakkan.pinggulnya lagi keluar dan kedalam sangat cepat bahkan lebih cepat dari pada tadi. Baekhyun terus menusuk g-spot Eunjin tak henti hentinya. Kasur baekhyun ikutan berdecit selaras dengan gerakan Baekhyun. Eunjin meremas bantalnya kuat merasakan nikmat duniawi yang mereka buat sendiri. Baekhyun menggenjot pinggulnya tak beraturan, ia terlalu dikuasai nafsu primitifnya. Dikuasai nafsu untuk memiliki gadis ini secepatnya secara utuh. Kali ini keduanya mendesah lebih kencang. Bahkan Baekhyun dengan penuh nafsu meremas payudara Eunjin tanpa henti hentinya. Tubuhnya benar benar horny karena gadis ini.
“ahhh.. Baekhyun.. Aku keluarhhh..” baekhyun kembali merasakan penisnya dilumiri cairan hangat milik Eunjin untuk kesekian kalinya. Baekhyun terus menggerakkan pinggulnya, hingga Baekhyun merasakan klimaks yang luar biasa.

“Eunjin aku- ahhhhh…” jutaan sperma Baekhyun membanjiri rahim Eunjin. Baekhyun tergelatak disamping Eunjin. Ia kembali melumat bibir Eunjin, Eunjin pun membalas lumatan Baekhyun. Tangan Baekhyun terus meremas gundukan Eunjin tak henti hentinya.

“ehmmhh..” Eunjin mendesah disela sela ciumannya. Baekhyun mengeratkan pelukkannya agar tubuh mereka saling berdempetan. Dada mereka yang saling bergesekkan karena terlalu dekat membuat mereka merasakan sensasi tersendiri. “eunghhh..” Eunjin kembali mendesah karena Baekhyun secara diam diam mulai memasuk-keluarkan miliknya lagi perlahan. Baekhyun terlalu dikuasai nafsu primitifnya, hingga akhirnya baekhyun mengeluarkan penisnya dari vagina Eunjin. Baekhyun juga melepas ciumannya, ia bangkit dari tidurnya, lalu duduk diatas kasur.

“menungginglah” perintah Baekhyun dengan mata terpejam.

“eoh?” Eunjin terkejut, tapi tanpa pikir panjang Eunjin menungging didepan Baekhyun, Kedua tangan dan lututnya dijadikannya sebagai penopang. Baekhyun mengelus punggung Eunjin lembut dan meremas payudara Eunjin dari belakang. Baekhyun sempat memejamkan matanya menikmati, dengan waktu yang cukup lama Baekhyun bermain gundukan kembar Eunjin. Lalu dengan perlahan memasukkan ‘miliknya’ dari belakang. Tidak tau kenapa, tangan Baekhyun tak pernah bisa berhenti meremas dada Eunjin. Baekhyun menggenjot miliknya dari belakang sambil bermain dengan dada eunjin. Baekhyun terus memejamkan matanya menikmati, mengerang menikmati karena ‘miliknya’ terus dipijat oleh milik Eunjin. Baekhyun terus menggerakkan pinggulnya tanpa berhenti, bahkan Eunjin sudah beberapa kali orgasme karena gerakan Baekhyun. Tangannya terus meremas dada Eunjin atau meremas bokong Eunjin pelan, tak pernah berhenti.

“baekhyunahh.. Aku lelahh…”

“sedikit lagi sayang…” erang Baekhyun menikmati. Lama lama ia meng’in-out’kan miliknya cepat sangat cepat dan bahkan tidak beraturan, nafsu primitifnya makin bergejolak. Tangan Baekhyun masih memeras dada Eunjin pelan. Tangannya tanpa sengaja meremas kuat dada Eunjin karena ia merasakan ada sesuatu yang bergejolak dari dalam tubuhnya dan memaksa ingin keluar. Dan pada akhirnya cairan sperma Baekhyun kembali memenuhi rahim Eunjin.

“aaaahhhhh ..” desah mereka bersamaan. Baekhyun dan Eunjin jatuh keatas kasur lemas.

“aku lelah Byun” ucap Eunjin pelan sambil mengatur nafasnya. Dada Eunjin naik turun dan membuatnya terlihat sangat seksi, terlagi keringat yang mengalir ditubuhnya semakin memperseksi body indahnya itu.

“ayo kita mandi” ajak Baekhyun. Ia bangkit dari tidurnya lalu menggendong Eunjin ala briddal style. Baekhyun membawa Eunjin kedalam kamar mandi yang berada dikamarnya. Ia menurunkan Eunjin dan menyuruhnya duduk di kloset.

“kau mau wangi apa ? Rose, lafender, vanila or maskulin ?” tanya Baekhyun pada Eunjin.

“terserah padamu” jawab Eunjin sambil tersenyum.

“kalau begitu aku pilih maskulin” Baekhyun memasukan cairan yang berisi sabun kedalam battub berisi air hangat. Baekhyun langsung merendamkan tubuhnya didalam sana.

“masuklah” ucap Baekhyun sambil terpejam. Eunjin memperhatikan wajah Baekhyun lalu mulai berjalan masuk kedalam battub. Eunjin duduk didalam battub. Ia melipat kedua kakinya dan kepalanya terbenam ditangannya.

“jangan jauh jauh dariku, duduk dipangkuanku, aku ingin bicara sesuatu padamu” perintah Baekhyun. Eunjin hanya diam tak mengindahkan ucapan Baekhyun. Merasa tak digrubis , Baekhyun pun membuka matanya.

“kau tak mendengarkan ku tadi?” Baekhyun yang melihat posisi Eunjin pun sedikit tertegun. Eunjin terlihat sangat sedih dimatanya.

“hei.. Ada apa denganmu sayang ?” tanya Baekhyun lembut sambil mengelus pipi Eunjin. Tangannya mengangkat kepala Eunjin yang terbenam dikedua tangannya sendiri. Baekhyun menarik tangan Eunjin agar duduk dipangkuannya. Eunjin memeluk tubuh Baekhyun erat sangat erat, dan begitu pula yang dilakukan Baekhyun pada Eunjin. Mereka sama sama lelah, mungkin hari ini adalah hari paling melelahkan untuk mereka berdua. Eunjin membenamkan wajahnya dipundak Baekhyun.

“hari ini aku sangat senang” ucap Baekhyun memperat pelukannya, ia menghirup aroma tubuh Eunjin. Wanginya sekarang sedikit berbeda dari pada yang tadi. Wangi madu bergabung cherry Eunjin sekarang lebih berdominan dengan wangi tubuh Baekhyun. Baekhyun suka wangi ini.

“wae?” tanya Eunjin masih dengan posisinya.

“karena membuatmu sebagai milikku secara utuh”

“apa ‘lebih’ itu maksudnya adalah seperti tadi ?”

“ya, ”

“kau tau? mungkin aku akan hamil karena perlakuanmu itu”

“aku tau itu”

“lalu? Bagaimana jika itu terjadi ?”

“kita akan menikah, dan kau resmi menjadi milikku”

“kita masih SMA bodoh. Seminggu lagi kita melakukan ujian universitas, apa kau mau status kita adalah sepasang suami istri jika masuk universitas nanti ? ”

“begitu kenyataannya, mau apa lagi ? ”

“bodoh”

“kau mengataiku bodoh ?” Baekhyun tak terima.

“ya, kau bodoh”

“lebih baik kau tutup mulutmu, atau kita akan melakukan ronde 3” bisik Baekhyun nakal

“nafsumu sangat besar Byun”

“tadinya aku ingin melakukan ini lusa. Yahh.. Berhubung skandal tadi.. Jadi akhirnya kita melakukannya sekarang”

“maksudmu ? ” Eunjin langsung menatap Baekhyun tajam.

“tadinya aku ingin first night kita lusa. Bukankah 2 hari lagi adalah pernikahan kita ? ”

“pernikahan kita?” Eunjin semakin terkejut sekaligus tak mengerti.

“ada apa? Apakah calon ayah mertua tak bilang kepadamu?”

“siapa maksudmu calon ayah mertua?”

“siapa lagi kalau bukan ayahmu sayang, tuan Cha Youngjin”

“ayah tidak memberi tahuku soal ini”

“ah, jinjja? Kalau begitu harusnya aku tak memberi tahumu soal ini, agar aku dapat melihat wajah lucumu karena terkejut saat pernikahan kita nanti hahahaha…” Baekhyun tertawa renyah didepan Eunjin. Saat itu juga Eunjin meneteskan air matanya, ya dia memang gadis cengeng, tapi dia tidak menangis karena ledekkan Baekhyun. Ia hanya terharu, sudah lama ia tak melihat tawa atau bahkan senyuman Baekhyun.

“sayang, kenapa kau menangis lagi ?” tanya Baekhyun sambil menghapus air mata Eunjin yang mengalir dipipinya. Tanpa aba aba Eunjin langsung memeluk erat Baekhyun. Sangat erat.

“wae geurae Jin-ah ?”

“kenapa kau baru melakukannya sekarang? Kenapa tidak dari dulu? Aku rindu dirimu yang seperti ini”

“aku tak mengerti”

“kau tertawa padaku bodoh”

“lalu?”

“kau tidak pernah tertawa lagi denganku sudah 2 tahun lebih, aku rindu semua yang ada pada dirimu dulu. Apa kau tak mengerti?” isak Eunjin dipelukkan Baekhyun.

“aku akan berhenti” ucap Baekhyun tiba tiba. Eunjin melonggarkan pelukannya lalu menatap Baekhyun.

“berhenti?” Eunjin megerutkan dahinya.

“aku akan berhenti berbuat onar lagi”

“kau serius ? ”

“seperti yang kukatakan, aku butuh dirimu untuk berhenti, dan aku sudah mendapatkanmu”

“ada yang ingin kutanyakan padamu”

“apa?”

“saat kejadian 2 tahun lalu kenapa saat itu kau tiba tiba berubah drastis? Lalu kenapa tatapanmu kosong saat pertama kali bertemu denganku waktu itu? Kenapa kau sekarang sering bercumbu dengan gadis lain? Kenapa kau-”

“sstt..” Baekhyun menaruh jari telunjuknya dibibir Eunjin, mengisyaratkannya untuk berhenti bicara.

“aku akan ceritakan semua. Okay?” Baekhyun menarik kepala Eunjin ke pundak lebar miliknya. Eunjin mengistirahatkan kepalanya disana, sedangkan Baekhyun mengelus rambut Eunjin lembut.

“dengarkan aku baik baik, jadi, saat kejadian 2 tahun lalu aku sering melihat banyak orang terbunuh didepan mataku sendiri, mereka disiksa-”

“jangan ceritakan bagian itu, aku tau bagaimana kejamnya mereka”

“kau takut mendengarnya?”

Eunjin mengangguk.

“baiklah, aku lanjutkan, aku sangat shoked setelah itu, karena itulah aku memandang setiap orang kosong, aku berpikir saat itu aku butuh sendiri untuk menenangkan diri, hingga aku sadar, aku butuh orang untuk bicara, aku ingin berbicara padamu, tapi aku bingung harus seperti apa, keonaran pertama yang kubuat adalah bertengkar dengan Yongguk. Saat itu kau datang menghampiriku. Saat itulah, aku berpikir bahwa membuat masalah adalah cara yang tepat agar aku bisa mendekatimu. Ya walau, ujungnya kau akan memarahiku abis abisan aku tak peduli, mendengar dan berada didekat denganmu membuatku tenang. Kau seperti pil ekstasi untukku. Tentang aku bercumbu dengan para gadis aku lakukan karena emosiku mencuat. Ketika melihatmu berjalan atau hanya saling menyapa bersama Kai, Chanyeol, Xiumin atau laki laki lainnya tiba tiba emosiku naik begitu saja, terlagi jika kau bersama si Troll Jongdae, kau tau aku sangat cemburu. Kau selalu tersenyum pada mereka apa lagi dengan Jongdae, kalian seperti kekasih sungguhan kau tau? Dan apa kau sadar ? Semua gadis yang kucumbu adalah gadis yang dekat dengan teman teman laki lakimu itu. Aku melakukannya pada gadis gadis yang dekat dengan laki laki yang dekat denganmu. Ya, aku cemburu. Dan soal perjodohan ini, aku yang meminta kedua orang tuaku, aku jatuh cinta pada pandangan pertama denganmu sejak aku duduk dibangku kelas 6 SD. Aku seperti orang gila setiap kali memikirkanmu, jantungku bahkan menggila jika mendengar apapun atau segala sesuatu yang berbau dirimu. Dan tentang aku membutuhkanmu untuk berhenti, aku ingin kau mengahapus noda noda kotor yang telah aku perbuat dengan kedua tanganku dan bibirku. Aku ingin mengakhirkan segala hal bersamamu. Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu”

“aku juga mencintaimu Byun” Eunjin mempererat pelukannya.

“kau boleh menanganggapku laki laki egois. Karena itu memang benar. Aku tak suka saat air matamu menetes, aku tidak suka saat kau tersenyum dengan laki laki lain, dan aku sangat tidak suka saat kau bersama laki laki lain. Aku selalu berpikir kau milikku, bahkan aku bingung kenapa aku begini. I was Overdose because of you

“aku mencintaimu Byun, sangat mencintaimu. Aku adalah milikmu mulai sekarang”

yes, you’re mine. lusa kita menikah, ada satu hal yang ingin aku pinta denganmu”

“apa?”

“aku ingin kita punya 6 anak”

“euhm? itu banyak sekali”

“kalau begitu bagaimana jika 11 anak?” eunjin langsung menatap Baekhyun tak percaya.

“itu semakin banyak”

“bukankah bagus? kita bisa beraktifitas diatas ranjang lebih lama kan? Bahkan tak hanya diatas ranjang, aku ingin mencoba bermain didapur atau didalam battub? Bagaimana jika kita lakukan ronde 3 disini?”

“Baekhyun kau-”

Baekhyun langsung melahap bibir mungil Eunjin. Tak membiarkan gadis ini lolos sampai ia puas. Dan mungkin mulai dari sekarang kehidupan mereka akan seperti dulu lagi. Terlagi mereka akan segera menikah 2 hari lagi. Akan ada keluarga kecil yang dibangun mereka sebentar lagi.

FIN

.

.

_____________________________

Gaje?

Waaaaa!!! Akhirnya comeback lagi. Setelah hampir 1 bulan pingsan(?) gak kerasa bangkit(?) lagi. Oh ya, sebelum itu aku mau mengucapkan terimakasih buat Shin Hyebyung sama YoungAh Hwang eonni^^, karena kalian udah ngajarin sama menginspirasikan aku buat ff bergenre dewasa ini. Kkk~~~ Ya walau, kalian berdua sering ngejekin aku gak bisa buat ff yadong XD akhirnya aku membuktikan bahwa aku bisa. Dan gak terasa kita bakalan berpisah sebentar lagi. Hiks.. Hikss.. Don’t forget me yo. Pokoknya terimakasih banget deh buat kalian soalnya kalian benar benar berperan dalam ep ep ini. Apa lagi sama Youngah eonni yang bahkan udah punya anak Hwang Jinroo unyu . Anaknya unyu banget kayak aku. Hahahaha 😀

Yang kedua aku mau ngucapin minta maafku karena gak bisa menuhin janji kepada kalian para readers. Pas post-an sebelumnya aku bilang aku bakal buat ff chapter. Tapi aku gak bisa menuhin janji aku yang itu. Gara gara aku sibuk banget. Dan beberapa draft ff nya ada yang keapus. Entah karena apa. Tapi tetep aku usahain kok, tenang aja. Secepat mungkin Author luncurin ffnya. Aku juga minta maap soalnya tiba tiba aku kombek(?) dengan ff dewasa begini

Dan ketiga, author galau mikirin Kris. Dimana dia sekarang? Aduh galau. Udah segitu aja dari author. Sejuta lope buat kalian :-*

        Maap Kalo ada typo ya readers

150 responses to “EGOIST

  1. wah wah keren haha
    harus ada sequel ini pas malam kedua mereka menjadi pasangan suami istri yg sah abis nikah haha
    keep writing thor ^^

  2. jadiii… baek udh jatuh cinta sejak kls 6 sd? emg gmn awal dr petemuan mrka? Sequel thor, plis jebal. Fighting

  3. pas baca sampe tengah, eh ke atas lagi NC.nya 21 *saoloh.shock* salahkan saya thor *mianhae*bow*
    tapi, bagus thor /? *ceritanya :3
    keep writting author !!

    • Tenang aja, Bagian yadongnya gak murni dari hasil aku, ada yang diajarin sama temen aku yang jauh lebih tua dari aku, dia udah punya anak namanya Hwang Jinroo. Aku juga masih dibawah umur kok tenang aja 🙂

  4. Huaannjer gue bacanya smbil ngakak masa long time no see dengan ff NC xD
    Tapi konfliknya keren kok hihi bukan NC nya aja kok xD
    Ehh masa ya gue kira abis ronde pertama bakal selesai eh ternyata pas baekhyun nyuruh nungging gue syook beraat/? Ternyata belum selese lol xD
    Okeeh nice ff, keep writing^^

  5. Whooooaaaaa…… Keren…… baekhyun bener2….. hah… baca it bner2 greget..
    hiii.. i’m new reader here… 🙂

  6. Baekyun nakal dsnii thorr ..
    Haahhahahah ..
    Sembuh’a hrs d dgn cara sama eunjin ..
    Hahahha .. bleh jg thor baek pnya anak 11 ..
    Bkin boyband baru ..
    Hahahahha
    Keep writing !!

  7. Baekyun nakal dsnii thorr ..
    Haahhahahah ..
    Sembuh’a hrs d dgn cara sama eunjin ..
    Hahahha .. bleh jg thor baek pnya anak 11 ..
    Bkin boyband baru ..
    Hahahahha
    Keep writing !!!

  8. jirrrrrr, baca ff nc kayanya ini yg paling nc yg prnh aku baca elah. Intinyaa semangat authornim, ditunggu next ff nya yaaa

  9. Gue masih 19th wkwk.. cukup sih baca ginian plaakk maafkan aku Ya Tuhan. aku jarang bgt baca NC, pernah tp ga parah juga sih.tp ini konflik nya menarik.makanya pen baca.. eeh kebawahnya ternyata hot -.- wkwk.. tp gpp. pengalaman /plak/

  10. Astogeeh thoorr ㅠㅠ so wild sekaleeh
    Jadi ceritanya baekhyun belajar kaya begituan pas dianya diculik gitu? Uweew
    gileeee. Ude mau nikah aja baru mau lulus sma aja ‘-‘ padahal itu lanjutin aja thor gimana ronde ke 3nya //eh
    sequel ya thor~~ gimana mereka menjalani marriage lifenya owowowowww 😀
    Nice ff thor~ keep writing 🙂

  11. Ya Baekhyunaa… neo jeongmalllll. Ah….. bbr2 deh…..
    Jdi gk kebayang kl Baekki bnrn jdi trouble maker.
    Dan bnr2 gk.kebayang kl hrs diculik slama 2 th apa 2 bln ya??? Q lpa…..

  12. hai author?? XD aku mau tanya .. anak umur 17tahun udh bisa baca blm ya wkwkwk– XD karena aku blm 21 tahun alhasil (?) yaa.. aku trpaksa bacalah .. ditambah hasrat sudah menggebu karena melihat rating NC-21 *plakk bgt yadongnya masyaallag(?) XD .

    kisah romance baekhyun bgtu mendramatisir sprti korean drama ahahaha 😀

    aku harap kmu bisa melanjutkan karya2 km yg lain yah author.. fighting ^^

    Regards,
    최윤라~~~~

  13. Kyaaaaa baek liar bgt!! sbnernya aku msih belum bisa baca ini.. tpi selain encehhnya yg bkin panasdingin.. konfliknya jga mnarik.. keyen keyen!! Daebakk thor sampe bikin aku shock liat keliaran baek disini.. jujur ini ff baek terliar yg prnah aku baca wkwkwk.. bikin sequelnya dong thorr! Keep writing yaa fighting!

  14. long time no see dg ff genre begian :v buakakakak
    yaampun baek ternyata kamu ganas juga nak :’v

  15. aku juga sebenernya masih dibawah umur malah ini detail dan hot banget lagi. Tapi bukan itu sih yang akubfokusin. Aku lebih fokus sama alur, tema, dialog, ending, sama suasananya. Aku kira ini cuma isinya yadong doang tapi nyatanya salah. Sudah paket kompit iniii. endingnya aw terharu sama kata kata baekhyun

  16. *melupakan julukan chabe yg melekat pada baekhyun utk sejenak*
    Gila gila gila. Baek di sini hot parah! Authornim hebat! Aku masih 17 sih… ya gapapalah ya 😡 terus berkarya, authornim. ❤

  17. Keren thorr ffnya.. genrenya gua bgt tuu.. Baekhyun omaigatt yadong amatt..
    Seremm klo 2 bulan bawaannya tiap hari liat pembunuhan & pemerkosaan.. ihh seremm dahh.. keep writing yakk

  18. Keren thorr ffnya.. genrenya gua bgt tuu.. Baekhyun omaigatt yadong amatt..
    Seremm klo 2 bulan bawaannya tiap hari liat pembunuhan & pemerkosaan.. ihh seremm dahh.. keep writing yakk thor

  19. kayaknya si Baek kena post effect stlh 2 bln sering ngliat hal sprti it! but trlepas dr tema NC luarr biasa nya, ff nya sukses thor, alurx mantep bgt, n critanya ga ngawur, haha *untgAja q nya ud klewat 21 thoor jd ya g ngerasa aneh* wkwk 😛 tp thor q tkut deh sma pict. author, uuu seyyyeeeem.. see U thor.. ! 🙂

Leave a Reply to Chesychia Wu Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s