I Don’t Understand….. ~Chapter 1~

 

simple_lace_u0026amp_texture_background_vector_background_3 222

 

Author:  Byun Moon

Cast:   Park Moon (OC) , Byun Baekhyun  , Oh Sehun

Other Cast : Jung Hyemi(OC) , Bae Kana(OC) , Kim Jongin , and others.

Genre: School life, and romance and others

RatingPG+15

Leght:   Chaptered

 

Happy Reading^^

#Moon  POV

                Hujan semakin deras, langit semakin gelap . Seharusnya aku sedih karna cuaca buruk membuat aku tidak bisa pulang. Tapi, tidak begitu yang kurasakan saat ini . Aku senang saat hujan turun semakin deras. Aku senang langit terlihat semakin gelap . AKu senang aku kehabisan waktu , berteduh di pos sekolah , tidak bisa pulang kerumah dan berada dikamarku yang sangat nyaman . Aku senang melewatkan setiap detik bersama dia__yang aku tidak tau kapan lagi kami bisa seperti ini.

                “Hujan semakin deras . Kita tidak bisa pulang,” Baekhyun menjauh dari tiang pos, mendekatiku, dan langsung berjongkok disampingku.

                “Iya. Apa kau ingin pulang?” tanyaku sedih.

                Baekhyun hanya tersenyum misterius , tanpa jawaban .

                Sama seperti biasa , aku tidak bisa menebak isi hati dan pikiran Baekhyun. Aku bukan malaikat atau jin yang tau semuanya tanpa diberi tau. Aku Cuma bisa menerka-nerka, apa dia punya perasaan yang sama seprti yang kurasakan. Biarpun hujan tidak berhenti sepanjang hari , aku tidak peduli , asal aku bisa berada disamping baekhyun seperti sekarang. Aku tidak taukenapa Baekhyun bisa terkurung disini bersamaku menunggu hujan reda. Biasanya setiap kali jam sekolah usai , dia langsung pulang kerumahnya , tidak seperti aku yang selalu menunggu kakak semata wayangku __Park Chanyeol.

                Aku tidak ingin membuang-buang waktu  , tapi aku tidak tau harus ngomong apa . Aku sudahlama suka dengan Baekhyun, bukan karena dia murid paling cakep disekolahku, tapi karna dia menarik. Baekhyun cuek sama cewek , selalu tampil apa adanya , dan tidak seperti cowok lain seperti Kim Jong-In yang playboy dan suka nge-gombal didepan cewek cantik.  

       Author POV##

                “Baekhyun-ssi, kau mau masuk SMA mana?” 

                “kau?”

                “kau pasti sudah tau aku mau masuk SMA mana,” jawab Moon.

                Baekhyun hanya tersenyum . dari dulu SMA yang hendak Moon tempati adalah Seoul Performing Art School.

                “Kau?” Tanya Moon sekali lagi.

                Sekali lagi Baekhyun tidak menjawab . Dia hanya tersenyum. Sama seperti biasa, Moon sama sekali tidak punya keberanian buat menunutut jawaban dari kebisuan baekhyun. Moon terus diam dan hanya berusaha menebak . Padahal, saat-saat seperti  ini tidak akan bertahan lama, saat-saat penuh kesempatanyang Cuma Moon sia-siakan.

                “Aku suka hujan , tapi aku benci tetes air,” kata Baekhyun pelan.

                “kenapa?”Tanya Moon.

                “bagaimana kalau waktu berhenti sekarang? Air hujan yang turun dari langit tidak akan pergi kemana pun . Akan terus disini, diam tidak bergerak , Tapi aku lebih suka begitu,”

                Moon sama sekali tidak mengerti arah pembicaraan Baekhyun.Tapi,aku terlalu pengecut untuk dan malu untuk menanyakan maksud omongannya. Aku hanya terpaku memandang senyuman manisnya itu.

                “Besok, lusa, setahun kedepan atau kapan , aku pasti ingin kembali disaat-saat seperti ini. Walau Cuma ada  tanda Tanya , tapi bisa kucari jawabannya,”

                Moon semakin bingung, ia tidak mengerti apa yang diucapkan lelaki tersebut.

                “didetik yang sama, pada tahun kedua, mungkin aku bisa lebih menyukai tetes air.”

                Sebelum pertanyaan sempat muncul dibenakku, Baekhyun sudah bediri .

                “Sekarang , hujan-hujanan?,” Tanya Moon tak percaya,

                Baekhyun mengangguk,

                “kau takut?”

                Detik itu pula ia menarik tanganku , menarikku berlari menembus hujan yang langsung membuat kami basah kuyup, Baekhyun  tidak  menghiraukan itu. Dia malah tertawa lepas, membuat Moon tersenyum penuh arti.

 

Aku tidak takut hujan, aku tidak takut basah, aku juga tidak takut sakit, Yang aku takutkan , setelah kita melewati semua ini , aku akan kehilangan kesempatan berduaan denganmu.

           

            Seandainya saja Moon bisa mengatakan semua itu ke Baekhyun, tidak  Cuma menyimpannya dalam hati. Yang terjadi saat ini sangat indah . Suatu saat ini akan menjadi sebuah kenangan berharga yang selalu Moon rindukan . Selama mengenal  Baekhyun , seakrab apapun mereka, baru sekarang Moon bisa berduaan dan menikmati waktu bersama Baekhyun.

                Waktu tetaplah waktu. Dengan cara apapun Moon berusaha menghentikannya , dia terus berputar, menghilangkan tiap detik kehidupannya. Dan Baekhyun , dia benar-benar pergi, menghilang lebih dari yang wanita itu pikirkan. Hari itu,sore itu , hujan itu, semua yang ada saat itu , detik detik kebahagiaanku , pergi tanpa bisa kucari  lagi . Moon hanya bisa menangis sendiri, berusaha melupakan dia yang Moon tidak tau sekarang ada di mana. Apakah Baekhyun masih ingat Moon, memikirkan Moon, atau malah melupakan semua yang terjadi saat itu . Saat untuk yang pertama dan terakhir kalinya Moon dan Baekhyun bisa bersama tertawa lepas melewati.

               

                                DUA TAHUN KEMUDIAN……

 

                “Ya! Moon, kenapa kita harus melakukan  ini semua? Ini kan bukan tugas kita,” keluh Kana kepada Moon.

                “Mmmm…. Ini sangat membuatku lelah” ucap Hyemi.

                Dengan cekatan kedua sahabat Moon itu menempelkan selembar puisi di madding sekolah.

                 “Tapi tunggu..,Ini sih bukan puisi , tapi surat cinta buat Moon,” Hyemi menyodorkan selembar kertas tepat didepan wajah Moon.

                “Mwo? Jinjja?” Tanya Kana bodoh.

                “Ya!! Kana,tentu saja.” omel Hyemi kesal.

                “Yah… Moon beruntung, sudah banyak namja  ganteng ingin menjadikanmu sebagai pacarnya.” Ucap Kana lemas.

                Sementara itu, Moon hanya terdiam,ini tidak masuk akal.

                “Coba kulihat,” Kana langsung merebut kertas yang Hyemi pegang.

                Moon sangat bosan karna selalu dapat surat yang sama, walau dari orang yang berbeda, Moon sama sekali tidak menghiraukannya. Sementara Kana membacanya dengan mulut ternganga.

                “Mmmm….isinya romantis kok.” gumam Kana.

                “Kalau kau sih ,apa pun pasti dibilang romantis. Biar sandal jepit sekalipun asal tulisannya kata-kata gombal juga romantis,”sahut Hyemi.

                “Moon, bagaimana? Apa kau menerimaku?” Tanya seseorang tiba-tiba.

                Aku  berbalik kearah asal suara tersebut. Ternyata Kim Jongin, playboy nomor satu di sekolah. Bukan karena tampang kegantengannya—menurutku dia tidak telalu  cool  seperti baekhyun (Maaf^^)—-tapi karna dia anak pejabat.Walau begitu, buatku  dia tidak lebih dari cowok bodoh pada umumnya yang punya kelebihan apa-apa. Setiap hari dia biasanya ngebuntutin Oh Sehun, aku tidak pernah mengenal siapa itu Oh Sehun, hanya saja banyak murid yang bilang Sehun itu namja yang ramah nan dingin dan paling disegani murid-murid ini di sekolah.

                                Author POV#

                “Maksudmu?” Tanya Moon bingung.

                Jongin melirik surat yang ada ditangan Kana. Moon mengambil surat tersebut dan mulai membacanya.

                Moon, mungkin surat ini membuat kau kaget. Tapi, aku tidak cukup berani untuk bilang secara langsung, aku suka sama kau Park Moon. Pertama kali melihatmu , aku langsung jatuh cinta. Wajah kamu setiap malam selalu menghantu tidurku. Dan senyum manis kamu tidak pernah bisa kubuang jauh dari pikiranku, rasanya sampai kapan pun, aku akan siap menunggumu. Aku rela ngelakuin apa aja buat kamu . Moon, beri aku kesempatan untuk bisa membuktikan semuanya ke kamu. Aku belum pernah merasakan cinta sedahsyat ini. Aku benar-benar jatuh cinta kepadamu . terimalah  cintaku .

                                                                                                    From Your Love

                                                                                                          Kim Jongin

 

                        Moon POV#

                Yeakkkkkkkk! Aku mau muntah rasanya . Isinya bener-bener sangat menjijikkan. Aku tidak tahan untuk ketawa cekikikan. Kalau saja tidak kutahan,mungkin ketawaku bisa didengar semua orang yang ada disini.

                “Moon , bagaimana ? Apa kau menerimaku ?” Tanya jongin.

                Kulipat surat itu menjadi tiga lipatan hingga membentuk persegi panjang. Dengan senyum yang meremehkan,aku memandang teman-teman kumpulan Jongin. Selain ada Xi Luhan, Kyungsoo  dan Suho yang berdiri disamping Jongin, ternyata ada Sehun yang sejak tadi berdiri bersandar ditiang sekolah dan asik memandang kearah lain. Sementara itu,Kana dan Hyemi yang ada disampingku hanya menonton kejadian ini.

                “Bagaimana Moon?” Jongin masih berharap.

                Kusodorkan surat yang kupegang kepada pemiliknya. “Mianhe,aku tidak bisa,” jawabku

                “Mwo? Wae?”

                “Aku tidak bisa saja”

                “Kau tidak percaya pada cintaku?”

                Aku mendengus kesal. Cowok seperti ini harus diberi penolakan dengan tegas. Lagian, kenapa ia menembak aku? Jelas aku tidak ingin menjadi koleksinya,

                “Kau…serius cinta kepadaku?”tanyaku ,berusaha memancing kejujurannya.

                Jongin mengangguk.

                “Serius. Aku rela ngelakuin apa saja untukmu.”

                “Apa yang bisa kau lakukan  untukku?”

                “Apa pun yang kau inginkan,akan aku lakukan.”

                “Yakin?” ucapku.

                Jongin mengangguk lagi.

                “Kau mau apa?”

                Kuraih tangannya dan kukembalikan surat yang ada ditanganku. “Aku kembalikan, Dengan uangmu , kau tidak bisa memberi  apa yang aku mau.”

                Aku langsung berbalik, bersama Kana dan Hyemi, pergi menjauh dari kumpulan laki-laki itu.

                “Park Moon, aku rela loncat dari atap sekolah buat kamu!” teriak Jongin nyaring , membuat siapa saja yang ada disekitar kami menoleh

                ”Loncat saja, aku sama sekali tidak peduli ! Kalau kau mati, itu kan pilihanmu, bukan masalahku!”

                Terus terang, kata-kataku membuat Jongin dan yang lain bengong menatapku. Kenapa, aku terlalu nekat ya?

                “Jangan lupa sekalian loncat dari  gedung tertinggi didunia, biar kamu masuk Koran! Lumayan kan bisa terkenal !”tambahku lagi. Sambil tersenyum aku meneruskan langkahku kelas.

                “Moon, kamu bisa membuat anak pejabat di Korea ini bisa mati,” kata Kana khawatir.

                “Apa kau percaya pada kata-katanya?Jongin tidak akan bunuh diri, dia saja yang suka mendramatisasi masalah. Besok,paling sudah ada wanita baru yang digadengnya,” sahut Hyemi.

                Sebenarnya aku ingin mencoba membuat hari-hari baru dan merasakan indahnya cinta,sebelum aku kehilangan masa-masa SMA-ku. Sayangnya sampai saat ini belum ada cinta lain yang lebih indah dari pada cinta yang kurasakan dua tahun lalu. Biarpun sangat menyakitkan, tapi kenangan paling indah yang sangat menyakitkan, tapi kenangan paling indah yang sampai sekarang tidak tergantikan oleh siapapun—–Byun Baekhyun.

                  `~~~~~~~~

                Pagi ini tidak berbeda dari pagi-pagi sebelumnya.Moon menjalani rutinitas yang sama , belajar, dan pergi ke kantin bersama Kana_teman baiknya. Seharusnya begitu, kalau saja di jam istirahat pertama Kana tidak muncul dengan barang mengesalkan yang dia bawa buat Moon.

                “ya !! kembali barang itu sama yang punya,” tolak Moon. Bagaimana ia bisa menerima surat cinta dari pria lain, itu sangat menjijikan.

                “Jangan gitu dong, kan sayang kalau tidak diterima.” Bujuk Kana.

                “Pokoknya tidak! Aku tidak mau Jongin mikir yang bukan-bukan cumin karena aku nerima hadiah itu. Di dunia ini tidak ada orang yang 100% baik, pasti ada maunya.”

                “Paling tidak, kau buka dulu Moon . Apa kau tidak penasaran?”ujar mimi.

                “Tapi memang tidak ada salahnya juga kalau aku ngeliat isi kotak warna pink itu.”ucap Moon dalam batinnya.

                Moon dan Kana membukanya.

                Tapi ini….

 

                                                                                                `~~~~~~~~~~

                Moon POV#

                “Aku harus ngembalikan hadiah ini, lagian kenapa ia memberikanku Handphone? Aku kan punya Hanphone sendiri.”

                Sesampainnya  di kelas Jongin ,aku hanya menemukan kelas yang kosong.

                “Anak di kelas ini pada ke mana?tanyaku pada  sunbae yang baru saja lewat.

                “Mungkin masih di gedung olahraga.”

                “Oh.. kamsahammida sunbae.” Aku pun bergegas ke gedung olahraga.

                Sesampai disana kulihat Jongin dan teman-temannya sedang main bola basket. Sepertinya sekarang bukan waktu yang tepat untuk mendatangi Jongin dan marah-marah kepadanya. Di samping lapangan ,duduk guru olahragaku  yang super galak.  Pandanganku terpaku pada beberapa laki-laki yang duduk disamping Kang soensoenim.Tidak semua murid ikut bermain basket, ada juga beberapa murid cowok yang malah asik-asikan duduk dibangku penonton. Mungkin karna murid cowok cukup banyak, jadi tidak semua bisa ikut main, harus bergantian.

                Mataku tertuju pada seseorang. Daripada nungguin Jongin , lebih baik aku hampiri  orang itu dan tanpa ragu-ragu aku langsung ngomong padanya.

                “Mmmmm….bisa ngomong sebentar?”tanyaku.

                Sehun mendongkak. Dia tampak kaget melihatku yang tiba-tiba ada disampingnya.Segera dia berdiri dan mengikutiku yang langsung pergi kepojok ruangan,menjauh dari semua orang.

                “Ada apa?” tanyanya.

                Kusodorkan barang yang ada ditanganku tepat didepan wajahnya.

                “Tolong beri ini ke Jongin,bilang padanya bahwa aku tidak butuh semua ini dan jangan mengganggu aku dengan hadiah-hadiah yang tidak penting seperti ini.”

                “Kenapa tidak langsung bilang pada orangnya saja? Bentar lagi ia selesai,”

                Aku menggeleng.

                “Jebal, aku tidak ingin bertemu lagi dengannya, berurusan dengan lelaki  playboy hanya akan membuatku frustasi.”

                Sehun tersenyum, “OH..  senyumnya manis sekali” ucapku dalam batin dan terus menatapnya, “memang tidak salah jika ia dibilang orang yang sangat manis saat tersenyum.” Sehun mengambil barang itu dari tanganku.

                “Gomawo ne… mianhe, jika aku nge-repotin kamu.”

                Sehun hanya mengangguk dan sekali lagi tersenyum manis. Aku hanya membalas senyumannya dengan senyumku, lalu pergi meninggalkan gedung olahraga.

                                Author POV#

                Moon kembali kekelas, menemui  Kana dan Hyemi yang sudah menunggu dari tadi. Belum sempat duduk, Kana langsung menyerbu dengan pertanyaan, “Kenapa kau lama sekali? Apa kau yang kau bicarakan padanya? Apa kau benar-benar menolaknya? Apakah kau kembalikan barangnya tadi?”

                “Ya!!! Apakah kau bisa Tanya satu-satu?” geram Moon.

                                `~~~~~~~~

                Sepulang sekolah, Park Chanyeol—-kakak laki-laki Moon, sudah menunggu Moon di mobil. Moon sudah SMA , tapi tetap saja ia harus diantar-jemput kakaknya. Padahal, Moon sudah tidak mau diantar-jemput lagi. Dan sepertinya sekarang Moon harus mengatakan keinginanya tersebut. Lagian, rumah Moon dan Hyemi searah ,jadi bisa bersama setiap pulang sekolah.

                Moon masuk ke mobil dan duduk dibangku depan,disamping oppanya. Setelah Chanyeol menyalakan mesin mobil  dan tancap gas, Moon mulai mengutarakan keinginannya tersebut/

                “Oppa, mulai besok, oppa tak usa lagi menjemputku”

                “Wae? Kau sudah punya pacar ya? Jadi tidak perlu lagi kuantar-jemput? Baguslah. Akhirnya aku bebas dari tugas rutin.”ucap Chanyeol  Oppa yang mulai tertawa.

                “Yaa!! Kau senang jika kau tak menjemputku lagi?”

                “Of Course.. Park Moon “ ledek Chanyeol.

                “keterlaluan,sepertinya dia sama sekali tidak mengkawatir adiknya sendiri”. Ucap Moon pelan.

                “Mwo? Apa yang Kau bilang?”

                “Aniya.. aku tidak bilang apa-apa”dengus Moon.

                Tapi, memang tidak aneh kalau Chanyeol bersikap begitu. Justru jika kakak-nya marah, itu baru namanya aneh.

                “Tap..i ,Op..pa ..kau harus memberi uang tambahan ne? buat naik taxi,Hehehe…” ledek Moon.

                “Ya!! Kau pikir aku appa yang sering kau mintai uang?

                ‘dasar,kakak pelit’

                “Eh, lusa kau mau datang ke reuni tidak?”

                “Huh? Reuni apa?”

                “Tentu saja SMP kita. Lima angkatan. Kau mau datang tidak? Kalau kau tidak mau datang,ya sudah… aku pergi dengan pacarku saja,”

                “Emang oppa punya pacar? Mustahil jika ada orang yang menyukaimu,dia pasti gila.”

                “Tentu saja ada, aku kan famous disekolah, jadi banyak yang menyukaiku,”

                “Siapa namanya?”

                “Sandara Park.”

                “Nama yang bagus.”ucap  Moon.

                “Orangnya juga bagus , dan bahkan lebih cantik darimu!”

                “Hei… kenapa kau selalu meledekku? Dasar… telinga lebar.”

                “Ya!! Kau lucu sekali , bilang saja karna kau tak punya pacar , dasar iri! “

                “Siapa bilang aku tak punya pacar? Liat saja.. aku akan punya pacar yang bahkan lebih keren darimu!”

                “ya sudah… , terserah mu saja,,”

                ~~~~^^~~~

                Moon POV##

                Palau aku mau pergi, aku bisa pergi bersama Chanyeol oppa. Walau beda empat tahun , tapi kami pernah sekolah di SMP yang sama . Jadi reuni Chanyeol oppa juga sama dengan reuni angkatanku.

                Dulu, sekolah itu memeng sekolah yang sangat berharga dan indah . Tapi sekarang, aku seakan tidak ingin pergi kesana lagi. Biarpun sekarang ini , sekolah itu banyak berubah , tapi kenangan yang ada dibenakku masih sama. Kenangan itu terlalu indah , membuat aku merasa tidak mampu untuk kembali disana.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~`

                Setelah semalam penuh berpikir , Moon memutuskan kalau dia tidak akan ikut pergi ke reuni SMP . Dalam hatinya ia berpikir bahwa oppa-nya pasti akan senang , bagaimana tidak ? ia akan pergi bersama kekasihnya.

                ~~~~skip~~~~

                Sama juga seperti biasanya , Moon menjalani rutinitas sebagai anggota kesiswaan yang baru-baru ini diadakan. Dan yang paling ia tidak pernah terpikir bahwa atasannya sendiri adalah Oh Sehun. Lelaki itu sangat ramah , apalagi dengan muka cute-babynya ,semua wanita yang disekitarnya bisa saja tiba-tiba menyukainya  pada pandangan pertama.

                “Moon-ssi , kau dipanggil Choi songseonim.”kata seorang sunbae tiba-tiba  pada Moon.  Padahal ia sedang melamunkan seorang- Oh Sehun. Tidakkkk… ia tidak boleh menyukainya. Tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan Baekhyun , tapi mengapa Moon masih mengharapkan pria itu? Pria yang meninggalkannya disaat-saat ia semakin mencintainya?

                Moon  bergegas untuk menemui Choi songsoenim-guru kesiswaan di sekolah ini. Sesampai di kantor Choi songsoenim, Moon hanya melihat ruangan yang sepi-tanpa ada seorang pun. “Dari pada aku harus diluar menunggu, lebih baik aku duduk saja didalam” ucap Moon

                ~~~~~~

                Hampir setengah jam  ia duduk gelisah menunggu choi songsoenim , tapi tidak ada siapa pun datang.

                “Ini benar-benar membuatku bosan.”

                Srekkk…

                “Apa kau sendirian?”tanya seseorang.

                Moon menoleh. Tanpa minta izin , Sehun langsung duduk disamping Moon.

                Sehun hanya memandang Moon dengan intens.

                “Sehun.. kau kenapa?”Tanya Moon sambil melambai-lambaikan tangannya di depan muka pria tersebut.

                “Ehh.. tidak ,mana songsoenim?”Tanya Sehun.

                “Entahlah… ia belum juga datang-datang.”

                “Teman-temanmu?”

                “Sedang pacaran.”ucap Moon cuek.

                Ya,,, memang Kana dan Hyemi sedang pacaran sekarang,apalagi pacar mereka adalah sahabatnya Kim Jongin sendiri. Hyemi sedang bersama Luhan di kantin , sedangkan Kana pacaran dengan D.O , salah satu murid terpintar di sekolah, dan.. mereka sangat beruntung.

                “Kita juga lagi pacaran,” kata Sehun

                DEG..

                Moon menoleh memandang Sehun , ia merasa tidak percaya bahwa sehun bisa bicara seperti itu didepannya.

                “Kita kan sama-sama tidak punya pacar, duduk berduaan disini. Anggap saja sedang pacaran.”

                “Tap-i….”

                “Oh ya , kau suka pria yang bagaimana?”ucap sehun memotong perkataan Moon.

                Moon berpikir sejenak , “apa yang dipikirkan pria ini?’

                “Yang… yang tidak seperti Jongin pastinya. Kau sendiri yang bagaimana?

                “yang seperti kau, kau itu sangat manis.”

                Senyum moon langsung lenyap . Ia memandang sehun yang sama sekali tidak mengarah memandang moon. Dia tetap fokus memandang ke depan , dengan senyum tipis dibibirnya.

                “Aku tidak tau cara untuk membuat wanita senang, aku  cuman mengatakan  apa yang aku rasakan dihati, biar suatu saat aku tidak akan menyesal.”

                DEG…

                Aku semakin terpaku . Tiba-tiba hati Moon menjadi kelu , jantungnya seakan berdetak tidak beraturan , cepat dan semakin cepat. Sehun benar-benar baik mengungkapkan hal seperti itu daripada hanya menguburya dalam hati, yang akhirnya dalam hati, yang akhirnya cuma jadi sebuah penyesalan.

                Sehun menoleh, memandang Moon yang masih terpaku menatapnya.

                “Mmmm… tidak usa dianggap serius . Aku  cuma  mau mengatakan apa yang aku rasakan.

                DEG..

 

                MOON POV#

                Aku semakin terpaku. Tiba-tiba hatiku menjadi kelu, jantungku seakan berdetak tidak beraturan , cepat dan semakin cepat. Sehun benar-benar baik mengungkapkan hal seperti itu daripada hanya menguburnya dalam hati, yang akhirmya akan menjadi sebuah penyesalan. Kalau saja aku se-berani Sehun , mungkin aku bisa memahami setiap kalimat yang dikatakan Baekhyun , sebelum ia lenyap tanpa jejak dan meninggalkan aku yang masih mencintainya.

                SEHUN POV#

                “Sehun-ssi kau dipanggil Choi songsoenim!”ucap seorang sunbae padaku.

                “Mmm… baiklah , apa cuma aku yang dia panggil?”tanyaku.

                “Tidak , Moon juga dipanggil.”

                “Ya sudah.. aku segera kesana.”

                Aku merasa senang saat Moon juga dipanggil , tentu saja karna ia adalah bawahanku, dan karna aku_

                ~~~~skip~~~~

                Aku mulai menelusuri sepanjang koridor menuju kantor tersebut, sampai didepan pintu ,aku hanya melihat Moon yang termenung sendirian tanpa jelas di kantor tersebut. Aku hendak memasukinya.

                Srekkk

                “Apa kau sendirian?”tanyaku.

                Ia menoleh, tanpa izin darinya , aku langsung duduk disampingnya.

                DEG..

                Aku tidak tahu kenapa jantungku bisa secepat ini, ia memiliki manik yang indah , tubuhnya yang ramping dan bibirnya yang mempesona serta rambutnya yang hitam ikal membuatku terpesona melihatnya.

                “Sehun-ssi, kau kenapa?”ucapnya saat melihatku dan melambai-lambaikan tangannya tepat didepan wajahku.

                “Eh… tidak , mana Choi songsoenim?”tanyaku pada gadis yang kian menarik perhatianku ini.

                “Entahlah… ia belum juga datang-datang.”ucapnya

                “Teman-temanmu?”

                “Sedang pacaran.”ucap Moon cuek.

                Entah apa yang ada dipikiranku , tiba tiba aku mengucapkannya.

                “Kita juga lagi pacaran,” kataku

                Ia hanya memandangku kebingungan .

                “Kita kan sama-sama tidak punya pacar, duduk berduaan disini. Anggap saja sedang pacaran.”ucapku cepat

                “Tap-i….”

                “Oh ya , kau suka pria yang bagaimana?”ucapku memotong perkataan gadis tersebut.

                Ia lama sekali menjawab pertanyaanku , aku merasa ia mulai risih.

                “Yang… yang tidak seperti Jongin pastinya. Kau sendiri yang bagaimana?

                “yang seperti kau, kau itu sangat manis.”ucapku tanpa panjang lebar dan sesekali tersenyum tipis.

                Hening…

                “Aku tidak tau cara untuk membuat wanita senang, aku  cuman mengatakan  apa yang aku rasakan dihati, biar suatu saat aku tidak akan menyesal.”ucapku lagi tanpa ada respon darinya..

                Sehun menoleh, memandang Moon yang masih terpaku menatapnya.

                “Mmmm… tidak usa dianggap serius . Aku  cuma  mau mengatakan apa yang aku rasakan.”ucapku lagi.

                MOON  POV#

                Sehun mengacak-acak rambutku dan pergi begitu saja meninggalkanku yang masih terpaku atas pengakuannya. Yang tersisa adalah keresahan dan kebimbangan dihatiku. Sehun tidak seperti Baekhyun, tapi menurutku dia pria yang baik. Pengakuan Sehun tadi membuatku meninggalkan sebuah tanda tanya besar . Apakah ia menyukaiku? Kalau memang ia benar-benar  menyukaiku , kenapa sikapnya sesantai tadi? Kalau ia tidak suka , kenapa ia berbicara seperti itu ? BIngung.“ . Aku sama sekali tidak mengerti jalan pikiran seorang pria , mereka sulit ditebak.

                Huh! Kenapa tiba-tiba aku jadi sepenasaran ini sama Sehun , sama seperti saat aku penasarn pada Baekhyun. Masa-masa seperti itu bisa muncul lagi karena kata-kata yang begitu sepele . Tapi saat aku jatuh cinta pada Baekhyun , logika tidak jalan. Selama berbulan-bulan aku selalu menggap-nya sebagai pria paling aneh . Tidak kusangka , akhirnya aku malah suka pada pria aneh tersebut.

               

                AUTHOR POV#

                “Moon , kenapa kau masih disini? Apa kau tak mendengar bahwa kau tak jadi dipanggil ? Huh! Dasar telinga sumbat , ayo kekelas!” ucap Kana yang tiba-tiba ntah darimana datang.

                “Mmmm? Kapan aku tidak jadi dipanggil ?” Tanya Moon bingung.

                “Sudahlah… ayo pergi saja”

                Kana mengambil tangan Moon dan pergi dari ruangan tersebut sambil tertawa riang seperti biasanya , biarpun banyak orang memperhatikan mereka dengan tanda tanya (?).

                ~~~~skip~~~~

                Satu minggu berlalu dengan cepat. Setelah kejadian siang itu , Sehun sama sekali tidak pernah bicara sesuatu ataupun hanya sekedar berusaha mendekati Moon. Setiap kali mereka bertemu , yang hanya ada ialah senyuman tipis Sehun menatap Moon , dan Moon hanya membalas dengan senyuman manisnya. Moon tidak tahu mengapa , ia malah memikirkan Sehun. Memikirkan Sehun membuat pikiran Moon terlalu sibuk buat mikir yang lain , termasuk Baekhyun.

                “Moon!!” panggil seseorang nyaring dari arah pintu kelas.

                Moon mendongkak memandang ke pintu.  Jongin berdiri memandang Moon . Kali ini Jongin datang sendiri .

                “Wae??”

                “Kesini!”pinta nya.

                “Ya!! Kau saja yang kesini!” jawab Moon jutek .

                Jongin mengalah. Dia masuk kekelas dan menghampiri Moon , dan duduk seenaknya di depan Moon.

                “Kenapa lagi ? Bukannya urusan kita sudah beres ?” Tanya Moon sinis.

                “Bukannya hari ini kau akan bicara sesuatu yang penting samaku ?” Jongin senyum-senyum tidak jelas.

                “Bicara apa?”Tanya Moon bingung.

                “Serius , aku tidak mengerti apa yang kau maksud Jongin-ssi,”ungkap Moon serius.

                Senyum Jongin lenyap. Dahinya berkerut, kedua alisnya saling bertaut pertanda kalau ia pun sekarang jadi bingung.

                “Kau lupa? Hari ini kan kamu akan nerima cintaku?”

                Moon terpekik kaget. Ia merasa gila-nya pria ini semakin menjadi-jadi setiap hari.

                “Kau kerurupan , ya? Kan kau sudah tau.  Sudah berulang kali ku bilang , kalau aku tidak suka dan tidak mau menjadi pacarmu ! Kalau kau mau loncat dari gedung tertinggi silahkan , aku tak punya urusan denganmu ! Dan aku tidak mau menerimamu !” kata Moon lantang.

                “Tapi, Kana bilang , kalau aku selalu memberimu makanan yang enak buat kamu seminggu penuh , kau akan menerima cintaku. Ini kan sudah seminggu.”

                Moon mengiris. ‘Aku mengerti sekarang’ .Ternyata teman belum tentu benar-benar baik, bisa juga menusuk temannya sendiri  dari belakang. Tega sekali Kana ngemanfaatkan teman.

                Moon langsung berdiri.

                “Ayo , ikut aku!”

                Dengan langkah cepat Moon menuju kantin. Jongin tampak kebingungan , dan hanya diam tanpa bicara apa-apa. Moon sekarang kesal , bukannya melindungi temannya, Kana malah menjerumuskan Moon dalam masalah seperti ini.

                Moon berhenti tepat di samping salah satu meja kantin . Penuh kesal Moon pandangi Kana yang Cuma bisa bengong memandang Moon.

                “Kenapa?”tanya Hyemi.

                “Kau minta apa saja ke Jongin?” tuding Moon pada Kana.

                “Mianhe Moon , aku gak sengaja.”jawab Kana.

                “Aku tanya kau minta apa saja ke dia bukan tanya kenapa kau ngelakuin ini.”

                “Aku lupa , banyak….” Ucap Kana sambil menggigit bibir bawahnya, terlihat begitu menyesal dan merasa sangat bersalah.

                Moon beralih menatap Jongin.

                “Aku tidak merasa menerima apa pun darimu . Jadi , semua yang sudah kau beri ke Kana , kau bisa minta ganti rugi ke dia. Urusan kita sudah beres , tidak ada lagi masalah.”ucap Moon.

                “Aku tidak mau ganti rugi , aku maunya  kau menjadi pacarku.”

                “Ya!! Kan bukan aku yang menikmati pemberianmu. Jadi kau pacaran saja sama yang menikmatinya.”ledek Moon.

                “Ya!! Moon aku tak mau!”jawab Kana cepat.

                Moon dorong kepala Kana saking gemasnya.

                “Kalau kau tidak mau, kenapa kau membuat masalah ?”

                “Iya, kau itu kenapa bisa begini sama Moon ?” tambah Hyemi ikut mengomeli Kana.

                “Aku tidak mau bersama Kana , aku sukanya sama kau Moon!” Jongin tetap bersikeras.

                “Harus berapa kali aku bilang padamu , kalau aku T-I-D-A-K  S-U-K-A denganmu!”kata Moon gusar.

                “Tapi kan Kana sudah berjanji denganku.”

                Huh! Ini pria memang keras kepala, sepertinya dia tidak mengerti omongan manusia , sudah ditolak berkali-kali pun , tidak mau menyerah.

                “Yang janji samamu itu kan Kana, bukan aku. Jadi urusanmu sama Kana , bukan aku.”

                “Aku tidak mau tau , kau harus jadian denganku. Kalau kau setia teman , kau pasti tidak akan menolakku.”

                Oh MY  GOD!!! Kenapa ada manusia seperti ini? Tidak punya malu!

                “Moon pacarku!”sahut seseorang.

                Semua orang serempak menoleh ke asal suara . Sejak kapan Sehun ada disampingku? . Dengan santai Sehun merangkul pundak Moon.

                “Moon milikku,”tambah Sehun lagi, menyakinkan semua orang.

                Kata-kata Sehun barusan bukan hanya Moon saja yang dia buat kaget , tetapi semua orang yang ada disekeliling mereka pun kaget. Terlebih-lebih Jongin.

                “Kau bicara apa? Kau bercanda kan?” sahut Suho yang berdiri disamping Sehun.

                “Aku tidak pernah seserius sekarang.”

                Sementara semua orang semakin dibuat kaget , Moon hanya diam seakan mengiyakan omongan Sehun. Bukannya membantah atau berusaha mengelak, Moon pasrah mengikuti permainan Sehun. Kalau semua ini bisa membuat Jongin berhenti mengejarku, mungkin ini cara terbaik, dan mungkin dia ingin menolongku.

                “Mulai sekarang , kau bisa menjauhiku.” Kata Moon ke Jongin.

                Jongin terlihat kesal. Kedua tangannya terkepal kuat.Dia kembali memandang Sehun dan tanpa sepatah kata pun Jongin berbalik dan meninggalkan Moon dan yang lainnya. Yang terlihat seakanpersahabatan diantara mereka telah pecah menjadi dua__Suho  dan D.O ikut Jongin, sementara Luhan tetap diam ditempatnya siap mendukung Sehun.

                “Gomawo, Sehun-ah , sudah membantuku,”kata Moon kepada  Sehun.

                Sehun hanya tersenyum.

                “Sehun-ssi , apa kau suka Moon?”tanya Hyemi.

                “Ya, aku menyukainya”jawab Sehun singkat.

                Hyemi dan Kana terdiam memandang Sehun, sedangkan Moon  cuma bisa meringis serba salah. Moon merasa bahwa ia tidak bisa menolak ,walaupun ia merasa cinta atau tidak, Sehun itu baik dan bukan playboy yang suka bermain dengan wanita-wanita penggoda.

                ~~~~skip~~~~

                Setelah kejadian itu, tidak banyak hal yang Moon bicarakan dengan Sehun. Mereka semua sengaja duduk disatu meja untuk mengobrol. Moon sendiri tidak tahu harus bicara apa, selain meliat Kana yang keliatan takut.

                “Moon-na, mianhe ne…?”pinta Kana. Wajahnya begitu memelas.

                “Awas kalau kau mengulanginya lagi, aku tidak mau tau,kau harus mengembalikan semua barang yang sudah kau ambil darinya.”

                “Tapi, kan semua barang yang kuambil hanya makanan. Kan sudah masuk keperutku, masa harus kumuntahin!”

                “Deritamu!”jawab Moon cuek.

                Mata Moon tidak sengaja bertemu dengan mata Sehun. Langsung saja Moon alihkan pandangannya kearah yang lain. Malah, Sehun terus menatapnya dan membuat Moon grogi.

                Saat lonceng berbunyi, mereka semua langsung kembali kekelas masing-masing. Mungkin sekarang Moon bisa bernafas lega, semua masalah Moon dan Jongin sudah beres.

                “Moon, sudah lama kau tahu kalau Sehun menyukaimu?”tanya Hyemi sambil berjalan menuju parkiran sekolah.

                “Mmmm.. seminggu yang lalu.”

                “Terus , apa tidak kau terima?”

                “Bukan begitu. Aku sendiri tidak tahu kalau omongannya serius atau tidak.Dia memang bilang suka kepadaku, tapi dia sama sekali tidak menanyakan kalau aku suka dia atau mau menjadi pacarnya.”jelas Moon ke Hyemi.

                Tap… Tap… Tap…

                “MOON!!! PPALLI!!! Aku liat Sehun dan Jongin sedang berkelahi!.”teriak Kana nyaring. Kana berhenti mendadak tepat didepan Moon dengan ngos-ngosan.

                Jantung Moon berdebar kencang. Rasa cemas mendadak mengisi penuh pikirannya.

                “Di…dimana?”

                Hyemi menarik tangan Moon , menyeret tangannya dengan berlari cepat melewati semua siswa. Mereka menuju halaman kosong yang ada disamping gedung. Tapi, sesampainya disana, Moon tidak menemukan apa-apa.

                “Tadi mereka disini,”kata Kana.

                “Terus, sekarang mereka dimana?”tanya Moon khawatir.

                Kana langsung berlari pergi menghampiri beberapa orang siswa yang kebetulan berdiri tidak jauh dari tempat Moon berada. Beberapa detik kemudian, Kana langsung menghampiri Moon.

                “Tadi ada guru yang datang, terus mereka kabur. Ada yang melihat Sehun lari ke gudang kosong di belakang sekolah.”

                Dengan cepat Moon berlari ke gudang sekolah. Siapa tau Sehun masih disana. Dia tidak mungkin pulang kerumah dalam keadaaan terluka. Pasti orangtuanya akan marah. Mudah-mudahan dia baik-baik saja.

 

TBC…..

 

Anyyeong^^

Karna sebelumnya yang nulis itu yantimargareth, karna aku sudah author tetap, jadi aku gantiin judulnya.

Maaf typo berterbangan dimana-mana ,

Ini FF pertama aku ,

Memang belum keliatan si Baek , tapi nanti muncul tiba-tiba ..

Tungguin terus ya !!

Advertisements

7 responses to “I Don’t Understand….. ~Chapter 1~

  1. lanjut-lanjut thor..
    serius ini ffnya keren banget..
    mudah-mudahan saja si sehunnya gak apa-apa biar moon sama sehunsaja daripada sama baekhyun yang entah kemana kan kasihan si moonya jadi sedih gitu..
    next chapternya thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s