[Freelance] I chose to get married (Chapter 8)

i-chose-to-get-married

Title: I chose to get married Chapter 8

Author: Ishani

Length: Chaptered

Rating: PG15

Genre: Married life, family, Romance

Main cast:

v  Park Chaera ‘OC’

v  Cho Kyuhyun

creditnya : Ettaeminho @ springfanfiction.wp.com

Hampir seminggu sejak kejadian malam itu, dan ada perubahan yang sangat signifikan dari hubungan Chaera, dengan Kyuhyun. Namja itu, tidak lagi bersikap dingin terhadapnya, dan Kyuhyun juga lebih sering berada diapartemen mereka jika namja itu sedang tidak memiliki jadwal.

Kyuhyun juga lebih sering mengajaknya berbicara, meskipun hal yang dibicarakan namja itu bukanlah hal yang penting menurut Chaera. Dan beberapa hari yang lalu Kyuhyun juga mengajarinya menyetir, seperti yang sudah dijanjikan namja itu padanya. Chaera tidak mau berpikiran, jika namja itu berubah karena kejadian malam itu. Ia juga tidak mau mengambil pusing, dengan perubahan yang terjadi pada suaminya itu

 

“Akkhhh”

 

Chaera memejamkan matanya, saat ia hampir saja mencoret lukisannya sendiri karena terkejut mendengar teriakan dari namja itu. Chaera melirik Kyuhyun yang saat ini, sedang memainkan pspnya diruang tengah.

 

Mungkin teriakan sudah menjadi ciri khas seorang Cho Kyuhyun, karena ketika Kyuhyun marah maupun senang, namja itu tetap akan berteriak. Seperti yang ia bilang tadi, namja itu lebih sering berada diapartemen mereka. Tapi jika begini, Chaera tidak tahu mana yang lebih baik, namja itu yang jarang diapartemen, atau yang seperti sekarang.

 

Kyuhyun menghembuskan napasnya dengan berat, saat lagi-lagi ia harus kalah. Tapi bukan GameKyu namanya jika ia tidak bisa menang dalam permainan ini. Dengan terpaksa Kyuhyun kembali mengulangi game itu dari awal.

 

Namja itu masih asik menekan tombol-tombol yang ada dipspnya itu dengan penuh nafsu. Sampai suara dering ponselnya mengganggu kesenangannya itu. Kyuhyun menekan tombol pause di pspnya, dan menatap sebentar nama yang tertera dilayar ponselnya.

 

“Yoeboseyo, eomma” sapa Kyuhyun, pada wanita paruh baya yang ada disebrang sana.

 

“Kyu, apakah kau sedang bersama Chaera saat ini? Jika iya bisakah eomma bicara dengan Chaera?” Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya, saat mendengar ucapan eommanya itu.

 

“Kenapa eomma tidak menghubungi ponsel gadis itu saja? kenapa harus menggangguku main games?” ucap Kyuhyun dengan kesal, saat tahu alasan eommanya itu menghubunginya.

 

“Eomma sudah menghubungi ponselnya, tapi gadis itu tidak mengangkatnya” Kyuhyun melirik sekilas yoeja yang saat ini sedang asik melukis disudut ruangan. Jika sudah memegang kuas, dan cat Chaera akan melupakan semua hal disekitarnya. Yoeja itu akan memusatkan semua perhatiannya tanpa tersisa hanya pada lukisannya.

 

Kyuhyun berjalan menghampiri istrinya yang saat ini, masih asik melukis tanpa menyadari keberadaannya yang sudah berada tepat disamping yoeja itu. Namja itu mengacungkan ponselnya dihadapan Chaera, untuk menarik perhatiannya. “Eomma ingin bicara denganmu” ucapnya, saat melihat raut bingung di wajah yoeja itu.

 

Chaera mengambil benda kecil itu, dan menepelkan benda itu dikupingnya. “Yooeboseyo eommonim” sapa yoeja itu dengan sopan.

 

“Hallo sayang, eomma sangat merindukanmu” Chaera tersenyum mendengar ucapan wanita paru baya itu.

 

“Ya aku juga” balas yoeja itu, yang tetap menggoreskan cat dengan tangan kanannya, dan tangan kiri yang tetap memegang ponsel milik suaminya itu “Ada apa eommonim ingin bicara denganku?”

Saat Chaera masih asik mengobrol dengan ibu mertuanya itu, tiba-tiba saja ia merasakan pundak kirinya yang berat. Chaera melirik sekilas pundak kirinya itu, dan terlihatlah wajah tampan suaminya itu.

 

“Oppa kau menguping?” tuduh Chaera setelah ia mengakhiri sambungan telpon itu

 

“Apa salah jika seorang suami ikut mendengar apa yang dibicarakan oleh istri, dan ibunya?” bukannya mengelak, Kyuhyun justru membenarkan tuduhan Chaera untuknya.

 

“Tetap saja salah, yang namanya menguping tidak akan pernah dibenarkan” ucap Chaera sambil memberikan ponsel itu pada sang empunya. Kyuhyun menerima ponselnya itu, tanpa mau merubah posisinya.

 

Namja itu masih saja menyandarkan kepalanya dipundak Chaera. Sementara Chaera, yoeja itu tidak begitu memperdulikan hal itu, dan kembali melanjutkan lukisannya.

 

Dari posisinya ini, Kyuhyun dapat mencium wangi alami yang keluar dari tubuh istrinya itu. Wangi yang sama saat malam itu, dan mengingatkan namja itu kembali dengan malam indah mereka. Sampai saat ini mereka memang tidak pernah membahas kejadian malam itu. Bukan karena Kyuhyun ingin melupakannya, oh ia tidak akan pernah melupakan malam indah itu. Tapi ia hanya terlalu malu untuk membahas kejadian itu lagi.

 

Kyuhyun membenamkan wajahnya pada lekukan leher istrinya itu, berusaha menghirup semua wangi yang keluar dari tubuh itu.

 

“Oppa bisakah kau menghentikan itu?” ucap Chaera, yang mulai terganggu dengan tingkah Kyuhyun barusan. “Kau menggangguku”

 

Bukannya berhenti, Kyuhyun justru tersenyum mendengar nada kesal yang keluar dari bibir Chaera. Dan Kyuhyun semakin gemas untuk menggoda yoeja itu “Aku tidak mau”

 

Chaera memejamkan matanya, sambil menarik napas panjang berusaha menahan kekesalannya pada namja itu. Chaera paling tidak suka jika ada yang mengganggunya saat ia sedang serius melukis, dan tanpa rasa bersalah Kyuhyun justru mengganggunya.

 

Inilah maksud dari ucapan Chaera tadi, kalau Kyuhyun berubah. Jika di ingat kembali hubungan mereka saat diawal pernikahan, apakah Kyuhyun pernah bersikap seperti ini padanya? berdekatan dengannya saja mungkin tidak mau, tapi sekarang namja itu justru bersikap sebaliknya.

 

Ternyata Chaera lebih suka Kyuhyun yang bersikap dingin dan cuek padanya, dari pada namja itu yang bersikap manja padanya, karena itu sangat menyebalkan. Jika tahu sikap Kyuhyun padanya akan berubah seperti ini, seharusnya malam itu Chaera menghentikan hal itu, sebelum mereka benar-benar melakukannya.

 

Chaera meletakan kuasnya dengan sedikit membanting. “Jika oppa tidak bisa menghentikan, aku akan pindah”

 

Mendengar ancaman yang keluar dari mulut istrinya itu Kyuhyun hanya tersenyum geli. “Baiklah oppamu ini akan mengahlah” ucap Kyuhyun tepat ditelingah Chaera. Setelah mengucapkan itu, Kyuhyun sengaja memberikan kecupan panjang dileher yoeja itu.

 

“Oppa” ucap Chaera terkejut, sambil menatap namja itu dengan tatapan horor, seolah Kyuhyun adalah hantu yang keluar dari sebuah film horor yang baru saja ia tonton. Yoeja itu segera menutup lehernya yang baru saja dikecup oleh suaminya itu.

 

Dan dengan kurang ajarnya, namja itu justru hanya mengerutkan keningnya tanpa dosa. “Waeyo?”

 

Chaera menggelengkan kepala, ia tidak habis pikir dengan namja dihadapannya itu. Apa Kyuhyun tidak tahu bertapa sulitnya menghilangkan tanda merah itu? Ia bahkan masih mengingat dengan jelas bertapa malunya dirinya, saat ia datang kekampus setelah malam itu. Chaera sama sekali tidak tahu jika tanda merah seperti yang ada ditubuhnya saat itu harus ditutupi. Untung saja saat itu Krystal segera memberitahunya, sebelum semua teman kampusnya melihatnya.

 

Jika yoeja-yoeja barbar itu sampai tahu, mungkin akan timbul gosip baru lagi tentangnya dikampus. Dan sekarang dengan seenaknya namja itu justru membuat tanda itu lagi. “Oppa kau tahu ini tidak akan hilang sampai besok” ucap yoeja itu dengan nada yang jelas terdengar kesal.

 

Sementara Kyuhyun yang mendengar nada itu hanya mengangkat bahunya dengan santai. Bukankah memang itu fungsinya, agar semua namja yang melihat Chaera dapat tahu kalau yoeja itu sudah menjadi milik seseorang.

 

Malah tadinya Kyuhyun ingin memberikan tanda kepemilikannya itu ditempat yang akan dilihat oleh namja-namja mata keranjang itu. Tapi? Sebetulnya buat apa juga ia melakukan hal itu? Kyuhyun kembali mengahlikan perhatiannya pada yoeja yang ada dihadapannya itu.

 

Terlihat sekali yoeja itu masih kesal atas perbuatannya tadi, karena ia dapat melihat Chaera yang terus bergumam dengan suara yang rendah, entah apa yang yoeja itu ucapkan? Tapi Kyuhyun yakin, kalau itu pasti tentang perbuatannya tadi.

 

Namja itu mengacak-ngacak rambut Chaera dengan gemas. Tanpa memperdulikan wajah istrinya itu yang sudah merah padam “Tadi eomma sudah memberitahumukan, kalau besok kita akan makan malam bersama bukan?”

 

Chaera hanya mengaggukan kepalanya, karena ia sudah telanjur kesal duluan dengan namja itu. Dan Kyuhyun yang mengetahui kekesalan istrinya itu hanya kembali tersenyum geli melihat hal itu. Wajah kesal Chaera saat ini sungguh sangat mengemaskan baginya. Sebetulnya namja itu ingin sekali kembali memeluk Chaera dengan erat, tapi ia takut jika istrinya itu kembali menolaknya lagi.

 

Entah apa yang membuatnya seperti ini. Kyuhyun hanya mendapati dirinya merasa nyaman jika ia berada didekat yoeja itu. Jangan ditanya kenapa? Karena sampai saat inipun Kyuhyun masih belum tahu alasan di balik semua tingkahnya ini. Tapi ia masih akan terus mencari tahu alasan itu.

 

“Kalau begitu aku pergi dulu, dan mungkin malam ini aku akan menginap di dorm” pamit Kyuhyun, karena malam ini ia sudah memiliki jadwal untuk siaran di Sukira. Dan tidak mungkin jika ia pulang keaparetemnnya ini. Mengingat jarak dari Sukira keaparetemnya ini lebih jauh, dari pada ke dorm super junior.

 

Chaera hanya melirik namja itu, setelah sosok Kyuhyun sudah menghilang dari balik pintu apartemennya. See, sejak kapan namja itu berpamitan padanya, dan memberitahukan padanya, kalau akan menginap di dorm?

 

Sudahlah Chaera tidak akan mengambil pusing dengan perubahan aneh namja itu.

 

* * *

 

Untuk pertama kalinya mereka tampil dimuka umum berdua. Walaupun tidak secara langsung, dan terang-terangan. Tapi tetap saja, malam ini mereka tampil berdua.

 

Kyuhyun melihat sosok Chaera, yang saat ini sedang berjalan menuju pintu masuk restoran tempat mereka sekeluarga akan bermakan malam bersama. Mereka memang memutuskan untuk tidak masuk kedalam restoran itu bersama.

 

Sudah pasti alasannya adalah profesi Kyuhyun yang seorang penghibur. Jika besok mereka tidak mau menjadi hot news, maka sudah seharusnya mereka harus menjaga hubungan mereka dengan sangat rapat.

 

Kyuhyun menggeram didalam mobilnya, saat namja itu melihat Chaera yang masuk kedalam restoran itu diikuti dengan pandangan para lelaki yang ada disana. Apakah semua lelaki yang melihat Chaera harus memasang tampang sebodoh itu? Tidak tahukah mereka kalau yoeja yang mereka pandang itu sudah menjadi milik seseorang?

 

Lagian kenapa Chaera harus menggunakan dress putih itu. Tidak tahukah gadis itu bertambah cantik jika dia menggunakan baju semacam itu. Yah, walaupun baju yang Chaera gunakan masih dalam kadar sopan.

 

Tapi tetap saja Kyuhyun tidak suka melihat cara namja-namja itu memandang Chaera, seperti mereka akan menelan yoeja itu hidup-hidup. Seharusnya tadi ia menyuruh Chaera untuk menggunakan t-shirt saja

 

Dan ya ampun haruskah Chaera berjalan selambat itu? Kenapa yoeja itu tidak langsung berjalan menuju ruang VIP yang mereka pesan? Apa Chaera memang sengaja ingin menarik perhatian namja-namja itu?

 

Kyuhyun menghembuskan napasnya dengan lega. Begitu sosok Chaera sudah masuk keruangan yang sudah mereka pesan. Tunggu, buat apa ia harus selega ini? Tidakah ini aneh untukmu Cho Kyuhyun? Masa bodoh jika namja-namja itu memang memandang Chaera dengan tatapan terpesona. Itu bukanlah urusanmu, kau ingat?

 

Tidak ingin berpikir macam-macam lagi. Kyuhyun segera memasang alat penyamarannya, begitu dirasa sudah cukup lama waktu untuk menyamarkan keberangkatan mereka. Namja itu segera turun dari mobil, dan berjalan menuju restoran.

 

Begitu ia masuk, Kyuhyun dapat merasakan beberapa orang yang mungkin dapat mengenali identitasnya sebagai seorang publik figure karena tampilannya yang memang sedikit mencolok. Tapi, namja itu tetap berjalan santai menuju ruang VIP yang sudah dipesan oleh keluarganya.

 

Kyuhyun menatap nomor yang ada pintu ruangan VIP, nomor yang sama yang dikirim Ahra noona keponselnya tadi siang. Namja itu langsung membuka pintu itu, dan terlihatlah Chaera, bersama dengan ketiga anggota keluarganya.

 

“Oh, Kyuhyun duduklah” ucap nyonya Cho, saat beliau melihat anak laki-lakinya itu yang baru masuk. Namja itu duduk dibangku yang ada disamping Chaera.

 

“Melihat kalian duduk bersebelahan seperti sekarang, membuat eomma mengingat saat dulu eomma baru menikah dengan appamu” Terlihat sekali kalau nyonya Cho begitu senang melihat Kyuhyun, dan Chaera yang hadir bersama malam ini.

 

Gadis itu hanya dapat tersenyum mendengar ucapan ibu mertuanya itu, berusaha menunjukan bertapa bahagianya ia menjalani pernikahann ini. Walaupun wanita itu juga tahu betapa abnormalnya pernikahan mereka ini. Tapi Chaera tetap ingin menunjukan bahwa ada sedikit kemajuan dari kehidupan pernikahannya.

 

Tidak berapa lama, dua orang pelayan datang dengan trolinya, dan meletakan berbagai ragam masakan. Chaera hanya menatap masakan-masakan itu, mereka hanya berlima buat apa memesan makan sebanyak itu? Ia tidak yakin jika mereka akan memakan semua makanan itu. Jika mereka tidak memakan semua itu, bukankah itu hal yang bubazir?

 

Setelah para pelayan itu pergi, maka makan malam itupun dimulai. Mereka makan dalam diam, atau lebih tepatnya hanya Chaeralah yang makan dalam diam. Walaupun kadang Ahra eonnie, dan eommonim sesekali mengajaknya untuk mengobrol, tapi ia hanya menanggapinya dengan singkat.

 

Entahlah, sejak awal Chaera merasa sedikit tidak bersemangat untuk menimpali obrolan itu. Sebetulnya hari ini ia ingin menghabiskan waktunya bersama dengan keluarga pamannya, dan oppanya dirumah sakit. Mengingat hari ini adalah hari ulang tahunnya. Tapi sayangnya hal itu harus dibatalkan karena acara makan malam ini.

 

Ahra melihat adik iparnya itu yang mengaduk-ngaduk makanannya dengan malas, telihat sekali kalau gadis itu sedang bosan. Melihat tingkah Chaera seperti itu justru malah membuatnya tersenyum. “Chaera apa kau tahu sejak fotomu beredar banyak sekali agensi pencari bakat yang menanyakan nomormu padaku?”

 

Chaera segera mengangkat kepalanya begitu ia sadar kalau kakak iparnya itu baru saja mengajaknya berbicara. Tanpa ditanya lagi Chaera tahu foto apa yang dimaksud oleh Ahra eonnie. Tentu saja fotonya yang menggunakan baju desain yoeja itu.

 

“Melihat itu, apa kau tidak sadar, kalau kau berpontensi menjadi model terkenal” tambah yoeja itu.

 

Chaera hanya tertawa mendengar ucapan eonnienya. Berpontensi? Apa Ahra eonnie sedang ingin bercanda, jelas-jelas butuh waktu lima jam untuk mereka mendapatkan dua pose yang diinginkan yoeja itu. “Bukannya eonnie lihat sendiri bertapa payahnya aku didepan kamera”

 

“Menurut eomma jika kamu memang mau, kamu bisa berlajar. Lagian foto kamu waktu itu sangat cantik sayang. Bahkan beberapa teman eomma iri pada eomma karena memiliki menantu secantikmu” sambar nyonya Cho, sambil mengedipkan sebelah matanya dengan penuh arti.

 

“Jika kamu memang mau, abonim bisa memasukanmu sebagai traine di SM” Sekarang ayah mertuanya yang Chaera tahu jarang sekali bicara juga ikut angkat bicara prihal masalah fotonya.

 

Chaera hanya dapat diam kaku dihadapan ketiga orang yang saat ini sedang memusatkan seluruh perhatian padanya. Sebetulnya jika Ahra eonnie, dan eommonim ia masih dapat menolaknya. Tapi jika abonim? Ia sedikit takut untuk menolaknya.

 

Lagian Chaera tidak yakin jika Kyuhyun akan mengizinkannya. Mengingat kejadian beberapa minggu yang lalu saat mereka kembali bertengkar, karena namja itu tidak mengizinkannya menerima tawaran dari salah satu agensi.

 

Lagi pula jika Kyuhyun mengizinkanpun, Chaera juga tidak mau. Sejak awal menjadi seorang model bukanlah cita-citanya. Meskipun Chaera memenuhi semua aspek yang dibutuhkan untuk menjadi seorang model. Bukannya ia bermaksud sombong, tapi memang seperti itulah kenyataannya.

 

“Saat ini Chaera harus menyelesaikan kuliahnya dulu”

 

Yoeja itu segera memutar kepalanya dengan terkejut. Chaera tidak menyangka jika Kyuhyunlah yang akan menjawab segela ucapan dari ketiga orang dihadapannya itu. Atau mungkin namja itu cukup tahu diri, kalau dialah salah satu alasan kenapa Chaera tidak mau menjadi model.

 

“Bilang saja, jika kau tidak suka bila ada lebih banyak lagi pria yang dapat menikmati kecantikan Chaera” Kyuhyun hanya memutar bola matanya dengan malas begitu mendengar celetukan yang keluar dari bibir noonanya itu.

 

Jika ia sering dibilang evil oleh fans-fansnya, maka noonanya adalah ratu dari segala keevilan. Jika mereka sudah berdebat, noonanya itu tidak akan pernah mau mengalah padanya. Begitu ia yang menang, Ahra akan mengatakan kalau Kyuhyun adalah dongsaeng yang kurang ajar, karena tidak mau mengalah padanya.

 

See, percuma saja bukan jika ia meladenin ucapan noonanya itu.

 

“Maaf abonim, aku cuma ingin menjadi pelukis. Berkerja di entertain bukanlah bakatku” Chaera berusaha untuk menolak tawaran ayah mertuanya dengan cara yang paling halus. Yoeja itu tidak ingin kalau abonim sakit hati atas penolakannya.

 

“Tidak apa-apa Chaera, kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu. Lagian menurut abonim kau sangat cocok menjadi seorang pelukis” ucap tuan Cho, sambil tersenyum hangat pada menantu pertamanya itu.

 

Melihat itu, Chaera ikut tersenyum, karena ia tahu kalau abonim tidak tersinggung atas penolakannya.

 

“Oh iya Chaera, eomma punya sesuatu untukmu” nyonya Cho mencari sesuatu yang ada didalam tasnya, tidak berapa lama wanita itu menemukan benda yang dicarinya, dan menyodorkannya pada Chaera sebuah kotak berludu warna biru. “saengil chukhahaeyo, sayang”

 

Yoeja itu hanya mengerjap-ngerjapkan matanya saat mendengar ucapan dari ibu mertuanya itu, sementara namja disampingnya membelakan matanya terkejut. Kyuhyun sama sekali tidak tahu kalau ternyata hari ini, adalah hari ulang tahun istrinya. Oh astaga , bagaimana bisa ia sampai tidak tahu hari ulang tahun istrinya itu?

Tapi jika di ingat-ingat lagi, sepertinya ia memang tidak tahu apa-apa mengenai Chaera. Tidak apapun, dan bertapa bersalahnya ia karena tidak tahu apapun yang ada pada istrinya itu.

 

Dan ternyata bukan tanpa alasan eommanya tiba-tiba mengajaknya makan malam bersama. Alasannya adalah karena eommanya itu ingin merayakan ulang tahun Chaera bersama. Dan dengan bodohnya Kyuhyun justru datang keacara makan malam ini, tanpa tahu tujuan acara makan malam itu

 

“Eom-eomma tahu ulang tahunku” ucap Chaera yang tidak dapat berkata-kata, kalau eommonim ternyata tahu hari ia dilahirkan 21 tahun yang lalu. Sungguh Chaera dapat merasakan kasih sayang yang diberikan wanita itu padanya.

 

Dari segala hal yang menyakitkan yang terjadi dalam hidupnya belakangan ini. Ternyata masih ada lagi salah satu alasan untuk Chaera mensyukuri hidupnya. Tuhan mungkin telah mengambil eommanya untuk tinggal disurga bersamanya.

 

Tapi dengan cepat juga, tuhan menggantikan kasih sayang eommanya, pada sosok wanita yang ada dihadapannya ini. Tapi apakah ia masih pantas mendapatkan kasih sayang wanita itu? setelah apa yang ia perbuat pada anak laki-lakinya?

Nyonya Cho tersenyum melihat Chaera yang seakan tidak percaya, kalau ia ternyata mengetahui ulang tahun gadis itu. “Bukalah sayang” wanita itu kembali menyodorkan kado pemberiannya.

 

Dan dengan patuh Chaera membuka kado itu. Sedetik kemudian matanya membulat sempurna begitu ia melihat, benda yang ada didalam kotak itu. Chaera segera mengahlikan perhatiannya pada wanita paruh baya yang ada dihadapannya itu.

 

“Eom-ma ini” yoeja itu tidak dapat menyembunyikan rasa harunya, begitu ia melihat kado pemberian dari eommonim. Koda itu berisikan kalung peninggalan eommanya, yang sembilan bulan yang lalu ia gadaikan untuk membiayai rumah sakit oppanya.

 

Bukankah seharusnya kalung ini sudah dilelang tiga bulan yang lalu? Dan Chaera juga mengikhlaskan jika kalung ini memang bukan lagi miliknya. Tapi ternyata sekarang, ia justru sedang memegang kalung ini kembali dalam genggamannya. “Eommonim terimakasih, kalung ini sangat berharga untukku”

 

“Eomma tahu itu” ucap nyonya Cho sambil tersenyum lembut pada menantunya itu. Mungkin hanya inilah cara wanita itu untuk berusaha mengembalikan kembali senyum Chaera. Senyum yang sudah lama lenyap dari wajah cantik gadis itu, bersamaan dengan tragedi kecelakaan yang menimpah keluarganya.

 

Wanita paruh baya itu berdiri dari bangkunya, dan berjalan menuju bangku Chaera. “Biarkan eomma yang memasangkannya untukmu” Nyonya Cho mengambil kalung yang ada digengaman Chaera, dan memasangkan kalung itu dileher jenjang menantunya.

 

Chaera memandang kalung yang saat ini menghiasi lehernya. Kalung peninggalan eommanya, yang berliontin seekor burung merpati dengan sayap yang cantik. Dulu kalung ini adalah hadiah dari eomma, atas biasiswa yang ia peroleh.

 

Eomma ingin ia dapat terbang tinggi untuk dapat menggapai impiannya. Meski ia bukan burung yang memiliki sayap, tapi ia tetap dapat terbang tinggi dengan kemampuannya untuk menggapai impiannya itu. Dan Chaera selalu mempercayai apapun yang dikatakan oleh eommanya, karena wanita itu tidak akan pernah membohonginya. Tidak akan

 

Tes

 

Tanpa disadari oleh yoeja itu, air matanya kembali menetes, saat kenangan itu kembali menghiasi ingatannya. Tidak bisakah ia kembali ke masa-masa itu, Chaera rela memberikan apapun yang ia punya hanya demi kembali kemasa-masa itu, meski hanya beberpa detik saja.

 

Chaera ingin memeluk tubuh wanita itu, dengan sangat erat, membaui tubuh wanita itu dengan dalam, agar ia dapat menyimpan bau wanita yang telah meminjamkan rahim padanya di dalam ingatannya.

 

Melihat Chaera yang meneteskan air mata, membuat nyonya Cho dapat merasakan kesedihan gadis itu, dan membuat wanita paruh baya itu tanpa sadar ikut menangis. Nyonya Cho, langsung memeluk menantunya itu, dan bertapa terkejutnya ia, saat Chaera juga balas memeluknya dengan sangat erat.

 

Jika Chaera memang tidak sanggup menghadapi kesedihanya sendiri, nyonya Cho rela menjadi tumpuhan gadis itu. Wanita itu ingin Chaera membagi kesedihan padanya. “Maaf sayang, maafkan eommonim”

Mendengar suara lembut itu, Chaera makin memperatkan pelukannya. Tuhan seharusnya ia dapat bersyukur pada hidupnya saat ini. Bukannya malah meminta untuk kembali ke masa lalunya.

 

Mungkin tuhan memang membencinya, sebab itu tuhan terus saja membuatnya sengsara didunia ini. Tapi Chaera akan membuktikan kalau ia tetap dapat bersyukur atas hidupnya ini.

 

Melihat kedua wanita itu yang saling berpelukan itu, membuat hati Kyuhyun menghangat. Namja itu dapat merasakan bertapa sayangnya eommanya itu pada Chaera. Mungkin rasa sayang wanita itu lebih besar pada Chaera, daripada dengannya.

 

Tapi anehnya ia sama sekali tidak merasa iri pada hal itu, padahal seharusnya ia iri melihat hal itu. Melihat eommanya yang lebih sering memeluk noonanya saja, membuat Kyuhyun iri setengah mati, tapi sekarang perasaan itu justru tidak ada.

Dengan anehnya Kyuhyun justru senang melihat hal itu. Sebelumnya namja itu tidak pernah melihat eommanya memeluk seorang gadis, seperti eommanya memeluk Chaera. Bahkan pada Jewo sekalipun, yang sudah dikenal oleh eommanya lebih dari tiga tahun.

 

Chaera melepas pelukannya, dari wanita paru baya itu, dan mengahapus air mata yang ada dipipi nyonya Cho. “Seharusnya aku yang minta maaf pada eommonim. Tidak seharusnya aku menangis”

 

“Bukan sayang, eomma minta maaf karena eommonim, dan abonim tidak dapat menemanimu dihari itu” Chaera cukup tanggap dengan hari yang dimaksud oleh eommonim padanya tadi. Hari itu, adalah hari tepat satu tahun kepergian orang tuannya.

 

“Seharusnya eomma menemanimu, bukan malah menitip pesan pada Kyuhyun, dan menyuruhnya untuk menemanimu saat itu”

 

Mendengar hal itu, membuat Chaera terkejut. Yoeja itu tersenyum masam, ternyata Kyuhyun mengetahui hari itu, dan namja itu lebih memilih untuk berkencan dengan kekasihnya.

 

Tidak, Chaera sama sekali tidak marah jika Kyuhyun memang ingin berkencan dengan kekasihnya itu. Tapi haruskah Kyuhyun bersikap seolah-olah namja itu tidak mengetahui apa-apa.

 

Apa sebegitu tidak berartinya ia dimata Kyuhyun? Demi tuhan Chaera tidak akan pernah mengganggu acara kencan namja itu. Kyuhyun hanya perlu mengatakan maaf karena tidak dapat ikut bersamanya kepemakaman saja, itu juga sudah cukup baginya. Setidaknya Kyuhyun masih menghargai kedua orang tua yang saat ini sudah berada disurga-Nya.

 

“Tidak apa-apa eomma” Chaera berusaha untuk memperlihatkan senyumannya pada eommonim.

 

“Dan ini kado dari eonnie” Ahra memberikan bingkisan tas, berwarna perak pada adik iparnya itu.

 

“Eonnie kau tidak perlu sampai segitunya padaku” Chaera tidak dapat menahan senyum behagianya, saat ia dapat begitu banyak perhatian dari keluarga barunya itu. Di luar dari ia yang kecewa dari sikap Kyuhyun, yang selalu bersikap semaunya.

 

“Jangan buka disini” larang Ahra, saat melihat Chaera yang akan membuka kado pemberiannya itu. “Kau bukanya, nanti saja saat kalian sudah sampai apartemen”

 

Chaera hanya menganggukan kepalanya dengan patuh, dan meletakan paper bag itu, dibangku kosong yang ada disampingnya.

 

“Sepertinya hanya abonim saja yang hanya memberikan doa untukmu” ucap tuan Cho, dengan nada yang dibuat sedih.

 

Yoeja itu hanya tertawa melihat kelakuan ayah mertuanya itu, karena ini pertama kali baginya melihat abonim yang bergurau. “Tidak apa-apa ebonim, aku menerima segala bentuk hadiah yang diberikan untukku”

 

“Sepertinya bukan hanya appa yang tidak memberikan kado” sindir Ahra, saat melihat Kyuhyun yang hanya menduduk kepala dalam. “Coba appa lihat, namja disamping Chaera. Sepertinya dia lebih parah dari appa”

 

Kyuhyun hanya mendengus sebal mendengar sindiran langsung dari noonanya itu. Rasanya ia ingin sekali membalas ucapan noonanya itu. Tapi sayangnya ia tidak tahu harus membalas apa, jadi dari pada ia salah bicara, dan malah membuatnya semakin terpojong lebih baik ia diam saja. Saat ini Kyuhyun benar-benar merasa seperti seorang pecundang yang sedang dipermalukan didepan umum.

 

* * *

 

At Kyura Apartemen

21:30 KTS

 

Kyuhyun sedang duduk diatas ranjangnya, sambil memegang sebuah ponsel ditelingahnya. “Kau harus membantuku saat ini juga Shim Changmin” ucap namja itu dengan nada tegas, pada seseorang yang berada disebrang sana.

 

“Baiklah aku akan memberikanmu jam tangan itu, jika kau membantuku” ucap Kyuhyun dengan nada berat, dan tidak rela. Akhirnya setelah mereka bernegoisasi cukup lama, mereka menemukan titik kesepakatan. Yah, walaupun Kyuhyun merasa pihaknya yang lebih dirugikan.

 

Bagimana ia tidak rugi, jika ia harus memberikan namja itu jam rolex keluaran terbaru. Kyuhyun bahkan tidak sanggup untuk mengubah mata uang itu, dari dollar ke won, karena jika dihitung dengan won harganya pasti akan jauh lebih banyak.

 

Bagaimana bisa, namja itu masih bisa mengambil keuntungan disaat ia memperlukan bantuannya. Lihat saja jika namja itu memperlukan bantuan darinya Kyuhyun akan membalaskan dendamnya lebih dari ini.

 

“Tenang saja Cho Kyuhyun, kau tidak akan bangkrut jika hanya memberikanku jam tangan itu” Dan tanpa merasa berdosa, namja itu justru tertawa bahagia disebrang sana.

 

Kyuhyun hanya memutar bola matanya dengan malas begitu mendengar tawa bahagia sahabatnya itu. Namja itu baru akan membalas ucapan kurang ajar dari Changmin, namun ia urungkan saat melihat Chaera yang keluar dari kamar mandi, yoeja itu telah berganti baju dengan piamanya.

 

“Kita bertemu nanti” Kyuhyun segera mematikan sambungan telpon itu, saat ia melihat Chaera yang berjalan keranjang mereka. Yoeja itu mengambil tempat di sisi lain ranjang mereka, dan langsung menarik selimut, dan memunggunginya.

 

Sama seperti Chaera, namja itu juga berbaring diatas ranjangnya namun ia tidak memunggungi yoeja itu. Kyuhyun justru menatap punggung Chaera saat ini. Entah mengapa sejak tadi mereka pulang dari restoran Chaera terus saja mengacuhkannya.

 

Bahkan saat tadi Kyuhyun berusaha mengajaknya bicara didalam mobil, dalam perjalan pulang Chaera hanya menjawab dengan sangat singkat semua pertanyaannya.

 

Maksudnya benar-benar dengan singkat, jika yoeja itu bisa menjawab dengan anggukan ataupun gelengan kepala maka Chaera akan lebih memilih melakukan itu sebagai jawaban atas pertanyaannya.

 

Apa Chaera marah padanya, karena ia tidak tahu hari ini adalah hari ulang tahunnya? Tapi demi tuhan Kyuhyun tidak bermaksud untuk seperti itu. Ia benar-benar tidak tahu, walaupun bagaimanapun juga ia tetap salah.

 

Kyuhyun sudah tidak tahan lagi dengan keadaan mereka seperti ini. Namja itu meletakan tangannya dipinggang Chaera, dan menarik sedikit tubuh yoeja itu kearahnya dari belakang. “Kau marah padaku, karena aku tidak tahu hari ulang tahunmu?” bisik Kyuhyun tepat ditelingah Chaera.

 

Seperti yang ia katakan tadi, yoeja itu hanya menggelengkan kepalanya, sebagai jawabannya. “Lalu kenapa kau tidak mau bicara padaku sejak tadi?”

 

“Tidak apa-apa oppa, aku hanya sedikit lelah” Akhirnya yoeja itu mau juga bicara sedikit panjang padanya. Yah, walaupun Kyuhyun merasa sedikit dibohongi dengan jawaban Chaera. Namja itu dapat melihat dengan jelas jika bukan hanya itu alasannya.

 

Kyuhyun menghembuskan napasnya dengan berat. Sepertinya ia harus menyelesaikannya saat ini juga. “Istirahatlah, aku akan keluar sebentar” setelah mengatakan itu Kyuhyun turun dari ranjang mereka, dan meninggalkan istrinya itu sendirian.

 

Sementara Chaera memejamkan matanya saat ia mendengar suara pintu apartemen mereka yang tertutup, dan menandakan kalau namja itu memang sudah pergi.

 

Chaera memang tidak marah pada Kyuhyun, namun rasa kecewanya begitu besar pada namja itu. Apa Kyuhyun harus bersikap sepolos itu? tidakah namja itu tahu kalau Chaera merasa dibohongi.

 

Ia sama sekali tidak marah, jika Kyuhyun memang tidak tahu hari ulang tahunnya, karena Chaera sendiripun menganggap hal itu tidak begitu penting dihidupnya saat ini. Baginya hari ini, kemarin maupun besok sama saja tidak ada yang spesial.

 

Tapi yang membuat Chaera kecewa pada namja itu adalah, kenapa Kyuhyun bisa sejahat itu padanya, dengan berpura-pura tidak tahu hari kematian kedua orang tuanya? Apa Kyuhyun tidak bisa menghormati kedua orang tuanya? Chaera tidak meminta namja itu untuk ikut bersama kepemakaman dengannya.

 

Namja itu hanya cukup mengucapkan rasa dukanya saja, itu sudah cukup baginya. Hal ini lebih jauh melukainya, dibandingkan saat namja itu membentaknya dengan penuh emosi.

 

“Tidakah kau merasa bersalah oppa?” gumam yoeja itu, yang entah pada siapa karena memang hanya ia seorang didalam kamar itu.

 

* * *

 

Chaera mengerjap-ngerjapkan matanya, berusaha membiasakan matanya itu dengan sinar matahari pagi. Yoeja itu memlirik jam yang ada diatas nakas samping tempat tidurnya.

 

05:00

 

Sepertinya ia bangun terlalu pagi, padahal semalam ia tidur cukup malam. Chaera melirik namja yang saat ini sedang tidur disampingnya, tangan namja itu berada diatas pinggangnya.

 

Chaera pikir Kyuhyun tidak akan pulang, karena saat semalam ia tertidur di jam setengah duapun namja itu belum pulang. Yoeja itu memindahkan tangan suaminya itu yang ada dipinggangnya dengan perlahan, takut membuat namja itu bangun.

Setelah tangan namja itu berhasil ia pindahkan, Chaera segera bangkit dari ranjangnya. Dan berjalan kekamar mandi untuk menggosok gigi, dan membasuh mukanya. Yoeja itu tidak berniat mandi sekarang, karena masih terlalu pagi, dan terlalu dingin untuk ia mandi.

 

Chaera keluar dari kamar mandi, setelah yoeja itu selesai membasuh mukanya dan berjalan keluar dari kamarnya. Chaera pikir dari pada ia berdiam diri dikamar, lebih baik ia melanjutkan lukisan pesanan Donghae oppa yang belum ia selesaikan hingga saat ini.

 

Yoeja itu berjalan ketempat dimana, ia biasa melukis, dan matanya langsung jatuh pada bingkisan berwarna pink yang ada dimeja lukisnya. Chaera segera mengambil bingkisan itu, dan membaca note yang ada diatasnya.

 

Saengil chukhahaeyo Park Chaera.

I always pray for you

of your handsome husband Cho Kyuhyun

 

Chaera tersenyum geli melihat kartu ucapan itu. Suami tampan? Sejak kapan namja itu begitu narsis padanya? dengan rasa senang Chaera segera membuka bingkisan itu

 

Sedetik kemudian matanya membesar sempurna, saat ia tahu isi dari bingkisan itu. “Ini” gumam Chaera tidak percaya.

 

Saat ini ia sedang memegang cat termahal, dengan merek terkenal diseluruh dunia. Oh God, bahkan sebelumnya Chaera tidak pernah berpikir untuk dapat memegang cat ini.

 

Cat ini memang berisi lima biji, dengan warna primer. Tapi harganya cat ini mungkin bisa untuk membayar rumah sakit oppanya selama setahun penuh. Dan Chaera tidak pernah sedikitpun membayangkan jika ia bisa membeli cat ini.

 

Selain karena harganya yang setinggi langit, cat ini juga dijual terbatas, karena bahan yang digunakan untuk membuat cat ini juga sama terbatasnya. Jika menggunakan cat ini, kau tidak perlu bisa melukis, karena dengan cat inipun lukisanmu akan tetap terlihat bagus.

 

Chaera meletakan kembali bingkisan itu, dan segera berlari menuju kamarnya sudah pasti tujuannya adalah untuk menemui namja yang saat ini masih tertidur diranjangnya.

 

“Oppa” Chaera duduk ditepi ranjangnya, sambil mengguncang-guncang tubuh Kyuhyun, agar bangun. “Oppa” ucap Chaera lagi yang sedikit lebih kencang saat ia tidak mendapat tanggapan dari namja itu.

 

“Ehmmm… ada apa?” gumam Kyuhyun,dengan mata yang masih terpejam rapat.

 

Melihat respon Kyuhyun tadi membuat Chaera sedikit kesal. Ia hanya butuh waktu namja itu sebentar, Chaera hanya ingin mengucapkan terimakasih atas kado yang diberi Kyuhyun padanya.

 

Tiba-tiba sebesit ide jahil muncul dalam otaknya yang pintar ini. Chaera membuka mata Kyuhyun dengan jarinya, dan dengan sengaja meniupkan udara ke mata itu.

 

“Chaera” geram Kyuhyun yang kesal dengan kelakuan Chaera, namun tidak sedikit pun namja itu membuka matanya. “Carilah kesenangan lain selain menggangguku” Kyuhyun memutar tubuhnya memunggungi yoeja itu, dan menarik selimut hingga menutupi kepalanya.

Mendengar geraman kesel itu, Chaera justru tidak takut. Entahlah Chaera hanya merasa itu bukanlah geraman kesal yang biasa Kyuhyun lakukan jika namja itu sedang benar-benar marah padanya.

 

Dengan jahil Chaera menarik selimut yang menutupi tubuh suaminya itu, dan kembali mengguncang tubuh itu lebih kencang. “Oppa aku hanya ingin bicara sebentar” ucap yoeja itu tepat ditelingah Kyuhyun.

 

“Ehmm..” Kyuhyun menggeram kesal dengan lakukan Chaera ini. Namun anehnya meski bibirnya ini menggeram, Kyuhyun dapat merasakan tarikan dikedua sudut bibirnya yang membentuk suatu lengkungan.

 

Kyuhyun merasa heran melihat tingkah Chaera seperti ini. Tidak biasanya yoeja itu akan mengganggu tidurnya seperti ini. Biasanya Chaera selalu bersikap dingin, dan cuek padanya. Bahkan kalau bukan ia yang mengajak bicarapun yoeja itu tidak akan mau bicara padanya. Ada apa dengan istrinya itu?

 

“O-p-p-a” Kyuhyun kembali mendengar suara Chaera yang sengaja dibesar-besarkan oleh yoeja itu tepat di telingah kananya. Sepertinya ia benar-benar sudah tidak bisa tidur lagi, mendapat perlakuan seperti ini dari istrinya itu.

 

Kyuhyun segera menarik tubuh yoeja itu, dalam pelukannya. Kini tubuh Chaera berada di bawah tubuh namja itu. Kyuhyun menahan tubuhnya dengan kedua tangannya agar tidak meniban tubuh istrinya itu.

 

“Kau sudah mengganggu tidurku” ucap namja itu dengan nada dingin. Namun Chaera sama sekali tidak takut dengan nada itu. “Kau tahu akibat jika aku kurang tidur, aku akan merugi hingga ratusan won”

 

Mendengar itu, Chaera justru tertawa geli. “WOW” ucap Chaera dengan wajah takjub yang dibuat-buat.

 

Kyuhyun menahan tawanya, melihat wajah polos Chaera dipagi hari ini. Sungguh tidak pernah terpikirkan olehnya, kalau Chaera dapat bersikap semanja ini padanya.

 

Kyuhyun mungkin sering melihat Chaera yang bersikap manja pada semua hyungnya, terutama Leeteuk, dan Donghae. Namun tidak sekalipun yoeja itu bersikap manja padanya, padahal sudah sangat jelas jika ialah suami yoeja itu.

 

“Karena kau sudah tahu itu, kau harus menerima hukumannya” Kyuhyun menunjukan evil smirknya dihadapan Chaera, yang membuat yoeja itu mematung seketika dihadapannya.

 

Namja itu langsung mengelitiki tubuh istrinya itu. Hingga membuat Chaera tertawa geli, dan mencoba untuk membalas kelitikan yang ia beri padanya.

 

“Akhhh, oppppa ammpun gellii” Chaera sudah tidak sanggup lagi menahan kelitikan yang diberi Kyuhyun padanya. Bahkan rasanya dadanya sampai sesak karena terus-terusan tertawa.

 

Mendengar rengekan itu, Kyuhyun menghentikan aksinya dan menatap yoeja yang saat ini sedang berada didalam kukungannya. Kyuhyun menatap lekat wajah cantik istrinya itu pagi hari. Ia heran kenapa ia selalu melewatkan wajah cantik itu setiap paginya?

 

Namja itu masih betah menikmati wajah cantik istrinya itu, sampai matanya jatuh pada bibir tipis itu. Kyuhyun meneguk ludahnya sendiri, membayangkan bertapa bahagiannya ia jika ia dapat mengecup bibir itu setiap paginya.

 

“Oppa” panggil Chaera, saat melihat namja itu yang justru melamun. Namun didetik berikutnya matanya membulat kaget, saat namja itu justru menyentuh bibirnya, dengan bibir namja itu, dan memberikan kecupan-kecupan ringan diatas bibirnya.

 

Kyuhyun menghentikan kecupan itu, dan tersenyum lembut pada Chaera. Ia sadar yoeja ini sudah menjadi miliknya dihadapan tuhan, maupun negara, dan semua orang tahu itu.

Chara membalas senyum Kyuhyun dengan kaku, jelas ia masih sedikit merasa syok dengan kecupan itu. Tapi Chaera berusaha untuk membalikan kembali kesadarannnya, dan bersikap biasa saja. Toh namja itu juga pernah melakukan lebih dari sebuah kecupan padanya. Dan sama seperti malam itu, Chaera hanya berusaha menjalankan kewajibannya saja. “Oppa aku mau….”

 

Belum selesai Chaera bicara Kyuhyun sudah memotongnya, dengan kembali memberikannya sebuah kecupan yang lebih panjang dari sebelumnya.

 

Chaera memutar bola matanya dengan malas, jika seperti ini terus ia tidak akan pernah dapat menyelesaikan kalimatnya tadi. Lagian ia juga harus bersiap-siap untuk pergi kuliah satu jam lagi.

 

Chaera menghentikan aksi Kyuhyun, yang masih asik mengecup bibirnya dengan meletakan telapak tangannya didepan bibir namja itu. “Oppa aku mau bicara”.

 

Kali ini gantian Kyuhyun yang memutar bola matanya dengan malas. Namja itu membetulkan posisinya, dan berbaring disamping Chaera. “Baiklah, katakan” ucap Kyuhyun dengan nada memerintah.

 

Chaera tersenyum senang, saat Kyuhyun mempersilahkannya untuk bicara. “Aku hanya mau mengucapkan terimakasih atas kado yang oppa berikan padaku” Chaera menatap namja disampingnya itu, yang saat ini juga sedang menatapnya.

 

Kyuhyun tersenyum saat melihat istrinya itu yang saat ini sedang memperlihatkan senyuman padanya, setelah semalam yoeja itu terus saja mendiamkannya.

 

Ternyata pengorbanannya tidak sia-sia meskipun ia harus mengeluarkan uang yang cukup besar untuk mendapatkan cat itu, sekaligus untuk membelikan sahabatnya yang brengsek itu sebuah jam tangan mahal.

 

Shim Changmin memang pintar mengambil keuntungan dalam kesempitan. Jika kalau bukan karena namja itu memiliki koneksi disalah satu perusahan yang mengeluarkan cat itu, Kyuhyun tidak akan pernah mau meminta bantuan pada namja itu.

 

Terlebih lagi dengan biaya pengirimannya yang super kilat. Oh Kyuhyun tidak akan pernah mau menghitung seluruh biaya yang ia kelurkan dalam satu malam itu. Walaupun hal itu memang tidak sampai menguras seluruh tabungannya.

 

Tapi Kyuhyun sangat senang begitu ia tahu kalau ternyata Chaera menyukai kado pemberiannya. Dan bukan hanya sejumlah uang yang harus ia korbankan demi memberi kado istrinya itu, tapi juga jam tidurnya. Ia bahkan baru pulang jam empat pagi tadi setelah cat yang ia pesan sampai. Tapi melihat Chaera yang tersenyum padanya pagi ini membuat ia merasa pengorbananya tidak sia-sia. “Kau suka?”

 

Chaera hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban pertanyaan yang Kyuhyun berikan padanya tadi.

 

“Sangat oppa” Chaera mendekatkan wajahnya kearah suaminya itu, dan mendaratkan sebuah ciuman diatas kening Kyuhyun. Sebagai ucapan terimakasihnya atas kado yang ia temukan pagi ini.

 

Sementara Kyuhyun, namja itu hanya dapat mematung ditempat menerima ciuman lembut di atas keningnya yang diberikan Chaera padanya. Dadanya berdetak sangat cepat, saat yoeja itu meletakan bibir lembut itu selama beberapa detik diatas keningnya itu.

 

Entah kenapa Kyuhyun merasa seperti ada banyak kupu-kupu yang mengepakan sayap indah mereka didalam perutnya. Dan itu membuat Kyuhyun merasa bahagia. Ini pertama kali Chaera memberikan ciuman padanya. Wajahnya seketika memerah menerima ciuman itu.

 

Setelah selesai mencium kening itu, dengan kurang ajarnya Chaera bangkit dari ranjang mereka dan berjalan menuju kamar mandi tanpa memperdulikan wajah suaminya itu yang sudah seperti kepiting rebus.

 

Yoeja itu menghentikan langkahnya sebentar, dan berbalik menatap Kyuhyun yang masih syok akibat perlakuan istrinya itu. “Oh iya oppa” panggil Chaera, yang membuat namja itu menatap kearahnya.

 

“Lain kali kau harus menggosok gigimu dulu, sebelum menciumku” setelah mengucapkan itu tanpa dosa Chaera kembali melenggakan kakinya menuju kamar mandi. Entah bisa semerah apa lagi wajah Kyuhyun saat ini, saat mendengar ucapan polos yang baru saja dilontarkan istrinya itu.

 

Apa Chaera memang sepolos itu? haruskah yoeja itu mengucapkan hal itu sefrontal itu? Astaga, bahkan wajah Chaera begitu datar saat dia mengucapkan semua itu.

 

Saat ini Kyuhyun benar-benar malu sekali mendengar ucapan polos itu. Apakah mulutnya sebau itu dipagi hari, sampai Chaera harus menyuruhnya menggosok gigi dulu?

 

Next Chapter :

 

“Aku berhasil menyelesaikan semua tugas-tugasku” lanjut Chaera, saat ia yang melihat raut bingung diwajah namja itu. “Itu berarti, sebentar lagi oppa akan bisa bersama dengan Jewo eonnie”

 

            “Beberapa bulan kedepan, oppa akan terbebas dariku”

 

            Kata-kata itu terus saja tengiang dalam kepalanya. Yoeja itu, kenapa Chaera dapat mengucapkan semua itu begitu mudah, dan ringan? Seolah apa yang baru saja ia ucapkan adalah sebuah lelucon sirkus.

 

            “Oppa terimakasih” Jujur Chaera tidak tahu, harus mengatakan apa lagi saat ini. Yah, walaupun oppedeul telat sehari, tapi ini tetap membuatnya senang. Oppadeul yang tahu hari ulang tahunnya saja, itu sudah cukup bagi Chaera. “Saranghae oppa” ucapnya sambil menatap leder super junior itu

 

            Cho Kyuhyun, dengan kekasihnya dan mereka berciuman, lagi. Ingin rasanya ia segera berbalik, dan pergi dari situ. Bukan, bukan karena ia cemburu akan apa hal yang baru ia lihat barusan. Tapi Chaera sangat yakin, pasti akan terasa sangat canggung begitu ia berjalan, dan masuk kedalam lift itu bersama pasangan kekasih itu.

 

            “Sejak awal Kyuhyun oppa milikmu, bukan milikku. Dan sampai kapanpun dia akan tetap menjadi milikmu. Sekalipun nanti aku jatuh cinta padanya, aku akan tetap melepaskannya”

N.b : Oh iya kemarin aku baru aja bangun rumah. Kalau sempat silahkan berkunjung di parkchaerastory.wordpress.com. terimakasih

 

118 responses to “[Freelance] I chose to get married (Chapter 8)

  1. huwwaaa jadi sedih baca nya kenapa mereka mau pisah jngan smpai pisah dong 😥
    kyuhyun senang bngt sih popo dismbrang tmpat kasian kan diliat chaerin lagi 😦
    lanjut thor!! ff nya daebakkk banget dah aku senang 😀

  2. Pingback: [Freelance] I Chose To Get Married (Chapter 10) | SAY - Korean Fanfiction·

  3. Ngerasa bnget Klo kyu it egois di stu sisi dya pnyk istri dan di stu sisi dya msh berhbngan sma kekasih nya
    klo jd chaera nyakit bnget.. Nyesek nya di hati

  4. ciye ciye yg makin manja sama “istri”nya setelah kejadian FIRST NIGHT XD !!
    KALO MAU MAH NGOMONG AJA LAGI KYU SAMA ‘CHAERA’ GAUSAH PAKE BASA BASI DEH #PLAKK ! wkwk

  5. gak kebayang liat wajah kyu yg cengo krn ucpn istrinya “oppa sikat gigi dlu sblum mencium ku” heehee

Leave a Reply to putryamalia Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s