[Freelance] NAREREUL ITJIMARAYO (DON’T FORGET ME) (CHAPTER 2)

Nareul Itjimarayo

NAREREUL ITJIMARAYO (DON’T FORGET ME)

CHAPTER 2

 

Scriptwriter : Desyun (@des4yun)

Main Cast : Kim Jongin (Exo) | Bae Suzy (Miss A) | Im Jae Bum/JB (GOT7)

Supported Cast : Choi Min Rae (OC) | Suho (Exo) And others

Genre: School Life, Romance, Friendship, Sad

Rating : +15

Lenght : Multi Chapter

 

Disclaimer: Terinspirasi dari OST ‘Gu Family Book’ yang dinyanyikan oleh Bae Suzy(Miss A). Karena ini adalah karyaku mohon jangan ada yang copy yah. Mari saling menghargai hasil karya orang lain. Mohon kasih komentar yah.

Happy reading ^_^

 

 

 

 

Dan aku tahu itu milik Jongin. Aku terkejut dan membuka mataku, aku tergagap sehingga mulutku terbuka karena kaget, Jongin malah menjadi leluasa bergerak di atas bibirku selama hampir satu menit. Jantungku berdegup kencang dan serasa ingin lompat keluar. Aku merasakan pipiku panas seperti terbakar. Aku mencoba untuk melepaskan diri dari Jongin, tapi Jongin menarik pinggangku semakin mendekat dengan lengannya yang kuat aku tak bisa melepaskan tautannya. Aku menyerah, aku hanya bisa menikmati sentuhan bibir Jongin, tanpa sadar aku membalas ciumannya.

 

Jongin POV

Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh bibir Suzy. Aku pun menciumnya, aku merasakan penolakan dari Suzy. Dia bergerak untuk melepaskan dirinya dariku, tapi aku menahannya. Aku tak ingin dia pergi. Sekali saja aku bisa menyentuh bibir manisnya, aku tak akan pernah bisa melepaskannya lagi. Aku melingkarkan lenganku membawanya lebih dekat padaku. Aku tahu dia akan menyerah karena dia membalas ciumanku pada akhirnya. Jujur aku tak ingin momen ini berakhir, tapi arghh…ponsel Suzy bunyi merusak suasana yang baru saja dimulai indah. Ingin rasanya aku menendang ponsel Suzy yang dengan sukses mengganggu saat-saat penting ini. Kemudian Suzy tersadar dan mendorong tubuhku menjauh, dia kaget wajahnya merah seperti kepiting rebus. Aku ingin mengatakan sesuatu tapi Suzy dengan cepat berlari menjauh masuk ke dalam rumahnya.

 

“SUZY……!!”, aku berteriak memanggilnya namun Suzy tidak menoleh sedikit pun.

Arrghhh….aku merasa kesal dengan sikapnya. Apakah dia menyesali kejadian yang baru saja terjadi? Pikiranku jadi kacau, aku berharap dia tidak menyesalinya. Aku berjalan mengikutinya dan aku melihatnya naik ke lantai dua, ke arah kamarnya. Aku berkali-kali memanggilnya namun tak sedikit pun Suzy menoleh ke arahku. Kenapa dia harus bertingkah seperti ini, yah aku memang menciumnya tapi…tunggu dia juga membals ciumanku. Apa yang salah? Aku mencoba membuka pintu kamarnya tapi sepertinya Suzy menguncinya. Aku mengetuk berkali-kali namun tak ada jawaban dari Suzy. Aku pun menyerah dan meninggalkannya di kamarnya,

 

Suzy POV

Aku menutup wajahku dengan bantal. Bayangan kejadian beberapa menit yang lalu masih jelas lalu lalang di ingatanku. “OMO…!!!! apa yang sudah aku lakukan? Aku tidak percaya bahwa aku membalas ciuman Jongin!!!!, nappeun yeoja,nappeun yeoja!!!”, aku berteriak sambil menutup wajahku dengan bantal.

 

Ini tidak bisa terjadi, kau nappeun yeoja Suzy. Bagaimana bisa terjadi padahal aku sudah pacaran dengan JB bukan Jongin. Bagaimana kalau JB tahu hal ini??? Huff…Pabo Pabo Pabo yeoja. Aku mendengar suara langkah Jongin sudah menjauh dari pintu kamarku, aku melihat ponselku. Aku baru tersadar bahwa ponselkulah yang sudah menghentikan ciuman dengan Jongin tadi. Aku membaca sms dari Min Rae.

 

 

From: Choi Min Rae

Annyeong…gimana acara makan malammu dengan Kim Jong In? Kau sudah janji akan memberi tahuku Suzy ahh. Ppali telefon aku.

 

Setelah membaca sms Min Rae aku merasa lega karena bukan dari JB. Karena merasa tak nyaman dengan keadaan, aku mematikan ponselku dan berusaha memejamkan mata berharap bisa melupakan kejadian tadi. Tapi otakku tak bisa berhenti untuk memikirkan kejadian tadi. Apa aku menyukai hal itu?? Omo..aku tahu itu salah, mencium Jongin, tapi kenapa aku tidak bisa menahan diri?? Aku masih bisa merasakan sentuhan bibir Jongin. Jika saja Min Rae tidak mengirimiku sms aku sungguh tidak tahu apa yang akan terjadi saat itu. Aku harus bicara pada Jongin dan juga JB. Jujur aku sangat takut memikirkan bagaimana reaksi JB jika dia tahu. Dia akan sangat marah dan juga terluka.

 

Aku hampir gila dengan hanya memikirkannya saja. Sebaiknya aku tidur saja melupakan masalah ini selama tidur sepertinya ide yang bagus. Tiba-tiba aku mendengar ada seseorang mengetuk kamarku. Aku hanya berharap yang mengetuk adalah Suho Oppa atau appa bukan namja yang sedang memenuhi kepalaku.

 

“Suzy ahhh, tolong buka pintunya, jebalyo…”, terdengar suara Jongin di balik pintu kamarku dibareingi suara ketukan.

 

Omo, apa lagi yang diinginkan namja yang satu ini. Apa dia tidak tahu aku sudah cukup gila saat ini?!

 

“Suzy ahh jebal….aku ingin bicara denganmu sebentar saja”, kata Jongin lagi.

 

Aha..apa lagi yang mau dibicarakan namja ini. Aku butuh mengontrol suasana hatiku saat ini.

 

“Suzy ahh jangan seperti ini..ini tak akan menyelesaikan masalah. Aku tak akan pergi sampai kau buka pintunya dan kita bicara”, lanjut Jongin. Kali ini suara Jongin terdengar sangat serius dan tegas.

 

Aku membiarkannya di luar selama hampir satu jam, tidak mengeluarkan suara sedikit pun. Aku mendengar suara langkah dari luar kamar, hmm..aku tahu dia tidak akan menunggu. Dia tidak akan serius dengan kata-katanya. Aku mengendap ke arah pintu kamar, aku melihat bayangan di bawah pintu kamar. Dia mungkin saja sudah pulang. Geunde..aku salah, setelah satu jam berlalu dia masih di luar kamarku. Omo..kenapa namja tan ini keras kepala sih? Aku mendengar suara langkah yang lain mendekat ke arah Jongin.

“Omona..Jongin ahh, neo neun mwohaneungeoya? Kenapa kau tidur di depan pintu kamar Suzy?, aku mendengar suara bibi Lee, eomma Jongin.

 

Aku mendekatkan telingaku ke daun pintu untuk mendengar dengan jelas pembicaraan ibu anak itu.

 

“Eumm…eomma, aku hanya menunggu Suzy membuka pintu kamarnya”, Jongin menjawab dengan suara setengah mengantuk. Sambil menguap dia berdiri sambil menggaruk kepalanya.

 

“mwo? Apakah dia selama apa di dalam sampai kau tertidur di sini?, tanya Lee heran dengan apa yang di lakukan Jongin.

 

“Dia tadi permisi ke toilet, aku tidak tahu kenapa yeoja begitu lama di toilet”, jawab Jongin sekenanya.

 

MWOYA??? Jawaban apa yang sedang dilontarkan namja hitam ini. Lihat saja nanti aku akan memberinya pelajaran.

 

“Jeongmal?? Ahh tidak mungkin Suzy selama itu Jongin ahh”, ujar bibi Lee lembut.

 

Ini sudah tidak benar pikirku di balik pintu kamar. Aku memutuskan untuk membuka pintu. Omo…begitu aku membuka pintu, Jongin jatuh terduduk di bawah kakiku, rupanya Jongin menungguku dengan bersandar di balik pintu.

 

Aku kaget tapi dengan cepat mancari alasan kenapa lama membuka pintu. Aku pura-pura menguap cantik di depan bibi Lee dan Jongin. “Eum…mianhae Jongin ah sepertinya aku tertidur”, kataku bohong.

 

Jongin dan bibi Lee memandangku beberapa detik yang cukup membuatku canggung.

 

“Ne, ne, ne…apa sekarang aku boleh masuk Suzy ah?, Jongin memandangku dengan pandangan yang memohon.

 

“Geunde..kita harus segera pulang chagi”, ajak bibi Lee sambil memegang lengan Jongin.

 

“Eomma…bolehkah aku tidur di sini?”, rengek Jongin kepada bibi Lee.

 

Aishhh…ank ini benar-benar! Aku berharap bibi Lee menjawab TIDAK!!!

 

Yah dulu waktu masih kecil, Jongin memang sering tidur di rumahku karena keasikan bermain. Tapi sekarang ceritanya sudah berbeda, kita sudah besar dan Jebalyo bibi Lee tolong tolak permintaan anakmu yang kesar kepala ini. Lagi-lagi aku monolog di dalam kepalaku.

 

Bibi Lee memandangi Jongin yang merengek seperti anak umur 5 tahun. Bibi Lee menarik nafas.

 

“Geureom…tapi izin dulu dengan eomma Suzy yah”, jawab bibi Lee.

 

Aku lemas mendengar jawaban bibi Lee. Aishh..kenapa aku harus ada di situasi ini! Dengan semangat Jongin menuruni anak tangga untuk menemui eomma.

 

“Maafkan Jongin kalau melakukan hal buruk padamu Suzy ah. Jongin memang kadang-kadang bisa sangat menjengkelkan”, bibi Lee tersenyum sambil membelai rambutku lembut.

 

Aku membalas senyuman bibi Lee yang hangat dan keibuan. “Gwaencana bibi Lee”, jawabku tersenyum dipaksa.

 

Jongin menaiki tangga dengan wajah yang berbinar bahagia, aku bisa menebak jawaban apa yang dia dapatkan dari eomma.

 

“Eomma, bibi mengizinkanku menginap di kamar tamu”, kata Jongin antusias kepada eommanya

 

AISHHHH….OMONA…ANDWAEEEEEEEEE!!!!!!! Aku tidak percaya hal ini terjadi. Kenapa eomma mengizinkan namja ini menginap lagi. Setelah bibi Lee meninggalkan kami berdua, aku dan Jongin hanya diam berdiri di depan kamarku. Jongin memandangiku selama beberapa menit.

 

“Mwoya?”, tanyaku kasar tanpa memandangnya sama sekali.

 

Aishh..dia diam dan hanya memandangiku terus. Aku mempersilahkannya masuk, karena aku tak ingin eomma mendengar pembicaraan kami. Aku duduk di atas tempat tidurku sedang Jongin memilih duduk di kursi belajarku. Sudah beberapa menit berlaru tapi aku tidak melihat tanda-tanda bahwa Jongin akan bicara. Suasana dalam ruangan ini seperti aneh jadinya, aku ingin sekali tidur dari pada menghadapi situasi seperti ini.

 

“Suzy…apa kau menyesal?”, akhirnya suara Jongin keluar juga.

 

Aku memandang Jongin tapi Jongin memandang ke arah lain. Aku tak tahu harus menjawab apa. Aku tak bisa menjawab IYA.

 

“Mian”, ucap Jongin lirih

Sungguh saat ini aku tak ingin mendengar apapun yang Jongin ingin katakan. Aku ingin segera tidur dan mengeluarkannya dari kamarku. Tapi..entah sejak kapan Jongin sudah ada disampingku di saat aku sibuk dengan pikiranku. Jongin menarik pinggangku, aku melihat lengannya perlahan melingkar di pinggangku kemudian memandang ke atas melihat wajahnya yang sudah ada di hadapanku entah sejak kapan. Aku melihat kesedihan di wajahnya, aku berusaha membuang muka ke arah lain tapi Jongin meraih daguku agar menatap matanya.

 

“Suzy ah”, bisik Jongin lembut. Cukup membuatku merinding. Aku sudah tidak bisa dengan hal ini. Isi kepalaku berkecamuk.

 

“Eum..sebaiknya kau tidue saja Jongin, aku ingin sendiri dulu. Kita bisa bicara nanti”, ucapku berusaha menghentikan apa yang Jongin lakukan.

 

Jongin melepaskan lengannya dari pinggangku. Jongin dengan wajah yang sedih menjauhkan dirinya dari ku. “Baiklah”, jawabnya kemudian keluar dari kamarku.

 

Jongin POV

Sebenarnya aku hanya ingin bicara dengan Suzy. Aku tahu tak seharusnya aku mencium Suzy, tapi aku gak bisa menahan diriku. Aku sangat menyukai Bae Suzy. Sangat. Aku masuk ke kamar tamu rumah Suzy yang berada tepat di sebelah kamar Suzy. Aku merebahkan badanku ke kasur yang empuk. Aku melihat jam di ponselku sudah hampir jam 11 malam KST. Aku berusaha memejamkan mataku tapi gak bisa juga. Aku memandang langit-langit kamar mencoba menenangkan pikiranku. Namun bayangan wajah Suzy seperti terpatri di langit-langit kamar ini. Kembali kupejamkan mataku, namun sama saja, wajah Suzy bahkan jauh lebih jelas ketika mataku terpejam. Aishh…wajahnya, senyumnya, mata coklatnya yang bulat, bibirnya yang merah muda dan rambut panjangnya yang hitam. Arghhh…aku pasti sudah gila!!! Satu jam berlalu namun rasa kantuk tak kunjung datang. Aku harus bicara dengan Suzy tentang apa yang terjadi di taman tadi besok pagi. Karena tak juga bisa tidur aku memutuskan untuk bangun dan berjalan ke arah kamar Suzy. Aku pasti sudah gila!

 

—Nareul Itjimarayo—

 

Aku sudah berada tepat di depan pintu kamar Suzy, dengan penuh hati-hati aku memutar handle pintu kamarnya, aha…terbuka. dia tidak menguncinya. Aku perlahan membuka pintu agar tidak terdengar, tapi…gelap sekali. Aku lupa kalau Suzy tidak bisa tidur dengan lampu yang menyala. Dengan cahaya minim dari koridor kamar aku melangkah pelan-pelan ke arah tempat tidur suzy. “Suzy…”, panggilku berbisik. Aku mendekat ke arah kasur Suzy. Aku melihat pemandangan yang sangat indah. Suzy yang tertidur pun terlihat sangat cantik. Aku menyentuh pundaknya lembut mencoba membangunkannya. Aku memanggilnya lagi pelan, Suzy membuka matanya perlahan dengan kantuk yang tertahan.

“Jongin”, pekik Suzy sambil menutup mulutnya takut suaranya terdengar keluar kamar. “Jongin ah, mwohaneungeoya?, tanya Suzy.

Suzy menyalakan lampu di sebelah tempat tidurnya, aku bisa melihat wajah ngantuknya sekarang.

 

“mian, aku tak bisa tidur Suzy ah”, kataku sambil mendudukkan pantatku di tepi tempat tidur Suzy. Suzy memandangku tak suka.

 

“Mwo? Jadi karena kau tak bisa tidur lantas kau bisa seenaknya masuk ke kamarku lalu membangunkanku, begitu?”, Suzy memandangku kesal.

 

Tiba-tiba suasana menjadi hening karena Suzy dan aku diam sibuk dengan pikiran masing-masing. Aku ingin bicara dengan Suzy tentang apa yang terjadi karena hal itu yang membuatku gak bisa tidur.

 

“Kenapa kau datang ke kamarku?”, tanya Suzy malas.

 

“Kita harus bicara Suzy ah”. Aku mendekat ke arah Suzy berada. Suzy menyadari gerakanku, dia memblokir dengan bantal agar menjaga jarak dengannya. Aku mengerti maksudnya.

 

“Bicara tentang apa huh..?”, tanyanya.

Sebenarnya dia sudah paham apa yang harus dibicarakan.

 

Suzy POV

Huff…aku tahu apa yang ingin Jongin bicarakan. Tapi kenapa harus sekarang? Aku sedang tak ingin bicara apapun dengannya apalgi membicarakan hal itu.

 

“Tentang…eumm…tentang kejadian yang tadi”, katanya dengan canggung dan salah tingkah sambil menggaruk tengkuknya.

 

“Ne..yang tadi itu kenapa huh?”, tanyaku sambil menekuk lututku sebagai sandaran tanganku.

 

“Apa kau menyesalinya”, tanya Jongin tanpa memandangku.

 

“Molla”, jawabku singkat.

 

“Apa maksudnya Molla?”, tanya Jongin heran.

 

“Jjinja, Mollayo Jongin ah. Kalau aku tahu, maksudku…seperti aku pikir aku seharusnya menyesalinya karena kau telah menciumku”, jawabku.

 

“Geureu..aku memikirkan hal yang lain yang kau inginkan sejak kau membals ciumanku”, terang Jongin yang dengan sukses membuat wajahku memerah malu dengan kata-kata Jongin.

 

Masih terkejut dengan kata-kata Jongin yang membuatku malu dan tiba-tiba dia menaruh wajahnya di lututku. Melihat wajahnya yang begitu dekat aku kembali teringat dengan kejadian beberapa jam yang lalu, aku membalas ciumannya. Aish..kenapa aku membalas ciumannya? Ahh Pabo!

“…itu karena..eum..karena kau melingkarkan lenganmu di pinggangku dan tidak membiarkanku pergi”, kataku mencari alasan yang masuk akal.

 

“Itu karena aku tak ingin kau pergi. Aku sudah menunggu waktu yang sangat lama untuk memintamu menjadi kekasihku sebelum aku pindah ke Jepang. Tapi aku belum menemukan waktu yang tepat, tiba-tiba aku harus pindah ke Jepang”, jelas Jongin panjang lebar yang membuatku terkejut.

 

Mataku dan Jongin saling menatap. Aku memandang wajah tampannya yang tidak berubah, namun sikapnya sedikit berubah dibanding lima tahun yang lalu.

 

“Geureu..kau tahu kan aku juga menunggumu untuk memintaku jadi kekasihmu tapi tidak pernah terjadi, dan sejak kau pindah ke Jepang JB hadir dan mengisi hari-hariku tanpamu. Ketika JB mengatakan bahwa dia menyukaiku dan mengajakku berpacaran maka aku menerimanya. Aku benar-benar tak tahu kalau kau akan kembali lagi ke Korea. Aku baru tahu dari eomma beberapa hari sebelum kau sampai di sini”.

 

“Baiklah, suatu hari nanti aku akan mengatakannya lebih dulu padamu”, kata Jongin lemah.

 

“Mwo? Suatu hari nanti? Jadi kau akan kembali lagi ke Jepang?”, tanyaku

 

Matanya membulat mendengar pertanyaanku. “ Aniyo, bukan seperti itu maksudku. Aku harus melanjutkan kuliahku di sana”, jawabnya.

 

“Wae? Jadi kenapa kau kembali k Korea kalau kau ingin meneruskan kuliahmu di Jepang?”, tanyaku tak percaya.

 

“Eumm..aku kembali karena kau Suzy ah. Bogosippo. Neomu bogosippo”, Jongin memandangku intens dengan mata indahnya.

 

Aku mengedipkan mataku beberapa kali, terkejut dengan jawaban Jongin. Karena aku sama sekali tidak berpikir dan berharap dia pulang karena aku. “Waeyo?”, tanyaku penasaran.

 

Dia tersenyum tipis, lebih tepatnya dia mengeluarkan smirknya. “Sudah kukatakan sebelumnya bahwa aku ingin bersama mu Suzy ah”, Jongin bangkit dari tempatnya duduk dan mendekat ke arahku.

 

“Hajiman…kau tak bisa lakukan itu Jongin ah”, gumamku.

 

“Wae Haji?”, tanya Jongin mencoba melingkarkan lengannya di pundakku tapi aku menahannya.

 

“Aku sudah punya JB!”, jawabku tegas.

 

Jongin memasang wajah marah ketika aku mengatakan hal itu. Dia mengepalkan tangannya dan memukulnya ke atas kasur.

 

“Geureu..kau bisa putus dengannya”, kata Jongin santai.

 

Aku memandangnya tak percaya dengan ucapannya barusan. “MWO???”, aku berteriak cukup keras.

 

“Yaaa…suaramu bisa membangunkan semua orang Suzy ah..”, kata Jongin berusaha menenangkanku.

 

Aku mengatur emosiku berusaha untuk tenang. “Andwaeyo!!! Aku tidak akan putus dengan JB”, kataku sambil mengatur posisiku untuk tidur agar Jongin berhenti bicara.

 

“Tapi…Suzy ahh…dia..dia..—“, kata-kata Jongin terhenti karena aku mendorongnya untuk bangkit dari kasurku. Jongin terjatuh karena aku mendorongnya cukup keras, Jongin terkejut dengan tindakanku. Aku benar-benar tidak punya waktu untuk mendengarnya membicarakan hubunganku dengan JB.

 

Aku duduk di atas kasurku dan memandang benci pada Jongin. “Kalau kau di sini hanya untuk bicara agar aku memutuskan hubunganku dengan JB lebih baik kau keluar dari kamarku”, marahku pad Jongin sambil mengarahkan tanganku ke arah pintu agar dia keluar.

 

Jongin sama sekali tidak bergerak setelah mendengar ucapanku, karena kekesalanku yang memuncak aku kembali berbaring memutar tubuhku ke arah lain agar aku tidak melihat wajah Jongin yang terduduk di lantai di samping tempat tidurku.

 

Aku mendengarnya bangkit dari posisinya sejak aterjatuh karena ku dorong. Aku memejamkan mataku mencoba untuk tidur.

 

“Suzy ah”, Panggil Jongin lembut.

Aku bangkit dan duduk kembali. Aku kesal dan memandang Jongin penuh kekesalan. “JONGIN!! Pergilah ke kamarmu dan tidur! Tinggalkan aku sendiri, jebal!”, teriakku kesal.

 

“Mianhae..jeongmal mianhae Suzy ah”, katanya dengan wajah sedih. Aku memandangnya berharap dia segera pergi.

 

“Suzy ah, mianhae..jeongmal mianhae. Kisseu..aku minta maaf karena telah berani menciummu. Aku tahu itu hal yang tidak benar dan mianhae aku sudah bicara yang salah tentang JB dan menyuruhmu memutuskannya. Mian.”, Jongin berjalan ke arah pintu dan hilang di balik pintu yang sudah tertutup rapat.

 

 

Huff..akhirnya aku bisa sedikit bernafas. Aku kembali berbaring dan menatap langit-langit kamarku. Aku tetap memikirkan ciuman tadi. Aku mencoba memejamkan mata untuk bisa tertidur dan melupakan sejenak kejadian hari ini. Benar-benar hari yang melelahkan sekaligus hari yang memusingkan dalam hidupku, gumam Suzy sebelum masuk ke dunia mimpi

 

 

TBC

 

Gimana chapter 2 nya readers? Mianhae kalau belum maksimal yah. Mohon tinggalkan komentar untuk perbaikan chapter selanjutnya. Gamsahamnida readers. ♥♡♥★♥★

10 responses to “[Freelance] NAREREUL ITJIMARAYO (DON’T FORGET ME) (CHAPTER 2)

  1. masa suzy ngga ada perasaan sm sekali sih ke jongin? pdhal jongin udh segitunya lo ke suzy.. lanjut thor,penasaran jongin berhasil bikin suzy suka sm dia apa engga 😀

  2. masa suzy ngga ada perasaan sm sekali sih ke jongin? pdhal jongin udh segitunya lo ke suzy. lanjut thor,penasaran jongin berhasil bikin suzy suka sm dia apa engga 😀

  3. agak pendek sich tapi bagus kok
    jadi suzy punya perasaan gk sich ma jongin….
    makin complicated aja
    next chapter…

  4. tetap lanjut authornim ^^
    makin seruu.. ternyata jong in bakalan ke jepang lagi..
    suzy di tinggal lagi.. nanti setelah kai pergi baru suzy nyadar dehh.. jangan begitu.. kasian nanti >,<
    kelanjutannya aku tunggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s