[Freelance] DEVIL BESIDE ME (CHAPTER 16)

Devil Beside Me Chapter 16_2

 

DEVIL BESIDE ME (CHAPTER 15)

Author :: Sangheera
Title :: Devil Beside Me (Chapter 15)
Cast :: Luhan of EXO as Angel, Kris of EXO as Devil andSera (OC) as Devil

Support Cast :: Angel’s line – Suho, Xiumin, Chen, Lay, Kyungsoo.

Devil’s Line – Baekhyun, Chanyeol, Kai, Sehun, Tao.
Genre :: Sad, Romance, Fantasy
Length :: Multi Chapter
Rating :: PG-17

Disclaimer :: Fanfict ini adalah hasil dari kerja keras neuron di otak kanan author sendiri, jadi mohon jangan diplagiat yaaa…

1 || 2 || 3 || 4 || 5 || 6 || 7 || 8 || 9 || 10 || 11 || 12 || 13 || 14 a || 14 b || 15 ||

 

-o0o0o0o-

 

Is it the end?

 

Baekhyun tertegun saat melihat Sera datang dengan langkah ragu kearahnya. Dengan gaun putihnya, Sera begitu anggun dan manis hari ini. Seorang iblis seperti Sera yang memiliki sayap hitam dan terbiasa memakai pakaian berwarna gelap, ternyata mampu nampak bagai peri dengan pakaian serba putih itu.

“Y-ya! Baek… aku ingin bicara denganmu!!”kata Sera yang entah kenapa malah terdengar seperti membentak. Ahhh… dia terlalu gugup.

Chanyeol dan Heechul yang saat itu ada disamping Baekhyun dan mengobrol bersamanya, memilih untuk menyingkir. Membiarkan kedua orang yang hubungannya begitu rumit itu, memperoleh ruang untuk mereka berdua menyelesaikan masalahnya. Baekhyun jelas nampak gugup. Kegembiraannya saat mengantarkan Sera kealtar tadi telah hilang entah kemana saat Sera datang kehadapannya. Gadis itu jelas membutuhkan penjelasan yang lebih to the point daripada sebuah cerita panjang yang berbelit-belit.

Paling tidak, ucapan Sera tadi sebelum masuk kegereja menguatkannya.

“Aku membutuhkan kalian disisiku. Hanya kalian dan semua akan sempurna…”

Sera dan Baekhyun sekarang telah berdiri berhadapan, hanya berdua. Tapi tidak ada dari mereka yang berani membuka pembicaraan. Masing-masing dari mereka larut dalam pikirannya sendiri. Sera bimbang, tidak tahu harus memulai darimana dan bagaimana nanti harus bereaksi ketika Sera mendengar kenyataan itu dari mulut Baekhyun. Aneh memang, karena ia lebih takut membayangkan reaksinya sendiri daripada kenyataan yang akan ia dengar.

“Bukankah kau ingin mengatakan sesuatu padaku?”Baekhyun akhirnya bersuara. Matanya mencoba menganalisis apa yang ada dipikiran Sera dari raut wajah gadis itu. Tapi Sera, sama seperti dirinya, ahli sekali dalam urusan poker face. Wajahnya bisa nampak begitu datar meski didalam dirinya terjadi perang sekalipun. Salah satu hal yang menurun dari Baekhyun.

“Aku hanya ingin penjelasan darimu, Baek…”Sera meneguhkan hatinya. Menatap Baekhyun lurus-lurus. “Kau ini… siapa?”

“SCHADE!!”

Sera dan Baekhyun terkejut dan otomatis menoleh kesamping. Frau Francuiz nampak melambai kearah Sera dan berjalan menghampiri. Interupsi disaat yang tidak tepat, gerutu Sera dalam hati.

“Gawat, schade. Kita benar-benar melakukan kesalahan fatal!”seru Frau Francuiz.

“Ada apa, tante?”tanya Sera.

“Rekaman!”Frau Francuiz menepuk tangannya dengan ekspresi kesal. “Kita terlalu larut menyiapkan persiapan pernikahanmu dan berusaha keras menyembunyikan ini dari Luhan, tapi kita lupa tidak menyiapkan kamera. How a pity!! Kita tidak punya rekamanmu saat dialtar, schade!”

“Rekaman? Apa itu begitu penting?”

“TENTU!! Memori kita kan tidak bisa menyimpan banyak hal secara akurat, tentu saja kita perlu rekaman…”

Ah, benar. Karena mereka manusia, tentu saja mereka butuh hal itu. Bagi Sera yang seorang iblis dan Luhan yang malaikat, memori mereka tidak akan pupus meski telah berlangsung hingga ribuan tahun. Untuk itu malaikat dan iblis tidak pernah butuh mesin perekam bernama kamera.

Tapi, Sera ingat, melihat rekaman bersama-sama seperti saat dirinya bersama Luhan di pulau benar-benar menyenangkan. Beda rasanya jika memiliki memori itu sendiri. Sera juga ingat, cara unik untuk mendapatkan rekaman. Ya, tidak perlu kamera. Luhan punya cara yang lebih praktis…

“Tenang saja, tante. Kami punya rekamannya!”kata Sera.

“Punya? Dimana?”

“Digereja, aku akan mengambilnya dulu…”Sera menoleh pada Baekhyun, mengode Baekhyun lewat matanya untuk pergi menemaninya ke gereja.

“Memangnya di gereja ada CCTV?”Baekhyun bertanya.

“Ada…”jawab Sera. “CCTV spesial. Kau tahu, Baek… Lulu punya kemampuan unik, mengambil memori dari benda-benda mati.”

“Mwo?”

Sera mengangguk. Akhirnya selama perjalanan kegereja, Sera sibuk menerangkan kekuatan Luhan yang unik tersebut. Sera telah melupakan tujuan awalnya untuk bicara dengan Baekhyun. Saat di gereja pun, mereka malah asyik mencari benda apa yang sekiranya memiliki angle tepat untuk menangkap momen pernikahan Luhan-Sera tadi.

Sera dan Baekhyun baru saja sepakat mengambil bunga-bunga mawar yang menjadi hiasan dialtar untuk diambil memorinya, saat tiba-tiba udara disekitar mereka seolah tersedot. Membuat Baekhyun dan Sera merasa sesak tiba-tiba. Tidak cukup hanya itu, tubuh mereka juga terasa ditimpa oleh sesuatu. Tulang bahu mereka terasa remuk, dan sakit luar biasa. Tak mampu menopang tubuhnya, Baekhyun dan Sera jatuh bersimpuh dilantai marmer.

Sera terbatuk. Napasnya tercekat. Baekhyun yang melihat Sera kesakitan, berusaha sekuat tenaga untuk menggeser tubuhnya lebih dekat pada gadis itu. Baekhyun tahu, ia benar-benar tahu apa yang terjadi saat ini.

Sejak tadi, dengan sisa-sisa tenaganya Baekhyun berusaha untuk memunculkan sayap dipunggungnya agar ia bisa terbang dan membawa Sera pergi. Tapi karena bahunya diremukkan oleh kekuatan besar tak kasat mata, seluruh usahanya itu sia-sia. Baekhyun juga berusaha memindahkan posisi mereka dengan teleport, tapi ruang udara yang mendadak kosong ini tidak bisa menghantarkannya pergi kemanapun. Akhirnya, ia hanya bisa memeluk Sera erat, melindungi gadis itu dari ancaman yang menghampiri mereka sekarang.

“Apa kabar, Baekhyun?”

Baekhyun membelalakkan matanya. Tuan Kris……

“…dan kau juga…”

Sera merasa paru-parunya nyaris meledak dan tenggorokkannya buntu saat sebuah tangan putih pucat dengan jemari panjang menyentuh dagunya. Lalu hembusan dingin menyapu wajahnya. “My dear, Sera…”

Tuan Kris tidak datang sendiri. Ada sekitar sepuluh makhluk dengan sayap-sayap hitam lebar ditubuh mereka, mengelilingi Baekhyun dan Sera saat ini. Baekhyun yang masih kesakitan, mencoba mendongak dan melihat siapa saja yang ikut datang dengan Tuan Kris. Sehun, Kai dan entahlah… matanya telah kabur.

“Kalian nampaknya bersenang-senang ditempat ini…”

“B-bagaimana tuan tahu—“

Kris memotong. “Bagaimana aku tahu…”Pria dengan tubuh tinggi dan bersurai emas itu tertawa terbahak, membuat kaca gereja bergetar. “Tentu saja aku tahu, Baek! Kau nampaknya meremehkan aku, huh?”Kris memegang leher Baekhyun, memaksa pria yang kepayahan itu agar mendongak kearahnya, “Aku… adalah sang raja! Kau hanya iblis sialan yang mencoba bermain denganku. Apa kau akan menang? Tidak akan!”

“A-aku tidak akan membiarkan tuan membawa Sera…”desis Baekhyun. Kris mencekiknya dengan begitu kuat, membuatnya begitu kesakitan. Tapi Baekhyun harus tetap focus, dia harus berusaha keras untuk tetap sadar dan mempertahankan energinya agar tidak tersedot oleh luapan energy Kris yang mendominasi. Karena Baekhyun punya sesuatu yang harus ia lindungi.

“Aku akan membawanya…”kata Kris ringan dengan senyum licik dibibirnya. Baekhyun yang melihatnya tidak tahan untuk tidak merasa marah.

“Aku tid-ak… uh…”

“Kau ‘tidak’ apa, eo? Memangnya kau bisa apa?!”

Ya. Memangnya Baekhyun bisa apa? Sekali lempar, bahkan tanpa mengeluarkan tenaga besar, Kris dengan mudah melempar tubuh Baekhyun, hingga tubuh itu terhempas menabrak kaca jendela dan menyebabkan kaca itu pecah berantakan bebarengan dengan tubuh Baekhyun yang terhempas dilantai. Baekhyun mengerang. Suara derak tulang patah terdengar mengerikan.

“BAEKHYUN!!!”Sera menjerit histeris. Gadis itu reflek berusaha bangun melawan siksaan Kris pada tubuhnya. Tapi, yang ada malah tubuhnya terasa lebih sakit. Suara gemerincing dikakinya membuat Sera menoleh dan disitu ia menyadari bahwa ada rantai panjang yang membelenggu kedua kakinya. Sera panic, berusaha menarik rantai dikakinya itu dengan seluruh sisa tenaganya, tapi percuma. Rantai yang membelit kakinya itu ratusan kali lebih kuat dari baja.

“Baek…”

Baekhyun yang awalnya tidak sadarkan diri, perlahan membuka matanya.

“BAEKHYUN!! BAEKHYUN!!!!”Sera yang menyadari pergerakan kecil tubuh Baekhyun, berteriak. Ada campuran rasa khawatir dan lega didadanya, membuatnya begitu keras meneriakkan nama Baekhyun hanya demi mendapatkan respons darinya. “BAEK—argh!”

Teriakan Sera berubah menjadi teriakan kesakitan saat Kris menjambak rambutnya dan memaksa Sera untuk mendongak kearahnya. Kris memandang Sera jijik. Seolah Sera adalah kecoak kotor yang perlu untuk segera dibasmi.

“Kau mengkhianatiku…”desis Kris dengan kobaran amarah dimatanya.

“Sejak awal aku tidak pernah menjadi milikmu, tuan…”Sera mencoba membela diri.

“Kau dilahirkan untuk menjadi milikku, jika tidak kau pasti sekarang adalah seorang manusia…”

Sera mengerang saat dirasanya jambakan Kris semakin kuat dikepalanya. “I-tu tidak benar. Kumohon… ini sakit.”

“Sakit? Kau harus merasakan rasa sakit lebih dari ini…”ancam Kris. “Lihat kekacauan apa yang kau buat, Sera!”

“Tidak! Lepaskan dia!!”Baekhyun yang entah mendapat kekuatan darimana telah berdiri meski dengan kaki gemetar dan harus berpegangan pada kursi. Ada noda-noda merah darah diatas kemeja putihnya, tapi luka karena goresan kaca itu sudah menutup sempurna karena metabolisme penyembuhan dirinya.

Baekhyun mencoba melangkah, tapi Sehun tiba-tiba telah berada didepannya. “Minggir!”hardik Baekhyun. Tapi Sehun tidak bergeming. “MINGGIR!!”

Baekhyun semakin panik saat matanya bersirobok dengan mata Sera yang menatapnya sendu. Ada kengerian dimata gadis itu. Ini bukan akhir yang baik. Tidak. Tidak boleh seperti ini. Baru beberapa jam yang lalu gadis kecilnya mendapatkan kebahagiaan yang ia dambakan, tapi semua berubah begitu kontras sekarang. Bukankah tadi Baekhyun juga telah berjanji? Bahwa dirinya akan memusuhi siapapun yang merusak kebahagiaan Sera. Ya, berarti makhluk-makhluk bersayap hitam legam dihadapannya ini adalah MUSUH. Termasuk pemimpin mereka yang sekarang telah berani melukai Sera.

“Minggir kau, Sehun…”desis Baekhyun. Matanya bergelora penuh amarah. Sayap yang semula tersimpan rapi dipunggung, kini telah mekar sempurna. Menampakkan kegagahannya. Baekhyun bukan iblis sembarangan, dia adalah jendral yang memimpin jutaan iblis dan merupakan pioner terdepan dalam kerajaan iblis. Meski tubuhnya terluka, Baekhyun tetap lawan yang tidak akan mudah dikalahkan.

Sebuah bilah pedang dengan sinar yang membutakan mata muncul dari tangan Baekhyun.

“Kau mau apa dengan pedang itu, Baekhyun?”Kris dengan ketenangan suara yang mengerikan menatap remeh kearah Baekhyun. “Bukankah semuanya akan lebih mudah jika kau menurut saja dan kita pulang dengan damai kerumah.”

“Lalu kau akan membunuh kita sesampainya di’bawah’?”tanya Baekhyun sinis. “Tidak akan kubiarkan hal itu terjadi, tuan.”

“Heiii… bukankah yang bersalah harus dihukum, eo? Anak ini…”Kris menarik rambut Sera kuat, membuat gadis itu memekik sakit dan Baekhyun mendesis marah. “…apa kau lupa apa yang dia perbuat? Dia membunuh manusia. Manusia yang baru dijadwalkan mati 50 tahun lagi. Apa kau tahu betapa kacaunya petugas administrasi karena hal ini! Oh, demi neraka dengan api abadi! Aku dimarahi Suho sampai telingaku merah karena gadis sinting ini!”

“Itu bukan alasan yang tepat untuk membawa Sera, tuan. Tuan tahu banyak iblis yang melakukan hal yang sama dengan Sera. Hanya saja anak itu terlalu gegabah dengan menunjukkan kematian didepan umum…”

“Tepat atau tidak, itu bukan dirimu yang menilai, Baek…”kata Kris dingin. “Lagipula, sudah lama aku ingin membunuh anakmu ini. Iblis berdarah kotor. Dia bahkan tidak pantas menginjakkan kakinya didunia bawah. Jika saja dia… dia…”tiba-tiba tenggorokan Kris terasa tersumbat. Entah kenapa ingatannya terlempar pada puluhan tahun lalu. Saat ia dan Suho datang untuk membunuh bayi iblis didalam kandungan seorang manusia bernama Serafina. Kris kehilangan seleranya untuk membunuh janin itu dan berbalik melindunginya dari Suho karena mendengar kata-kata Serafina.

“Memangnya apa salahnya jika ia berbeda? Kenapa anakku harus dibunuh? Dia juga makhluk ciptaan-Nya, dia punya hak untuk hidup didunia ini…”

Kata-kata itu mirip sekali seperti yang Seraphim katakan padanya saat Kris masih tinggal disurga bersama gadis itu dan 7 malaikat lainnya.

Memangnya apa salahnya menjadi berbeda, Kris. Kau memang diciptakan dari api, berbeda denganku dan delapan saudaraku yang diciptakan dari cahaya. Tapi kau kan ciptaan Yang Maha Mulia juga… kau juga punya hak untuk hidup bahagia, benar kan?”

Ironis memang, jika dipikir kembali bahwa sekarang Seraphim mengalami hal yang sama seperti yang Kris alami dulu. Sekarang Kris punya banyak pengikut setia yang sama-sama diciptakan dengan api seperti dirinya. Tapi Seraphim?

Kris menatap kearah Sera.

Lihatlah, sang titisan Seraphim ini. Iblis setengah manusia satu-satunya didunia. Memang kekuatannya bisa setara dengan iblis, tapi emosinya sama labilnya seperti manusia. Hingga membuatnya terjebak pada cinta terlarang. Cinta pada malaikat. Pada malaikat itu…

Kris menggertakkan giginya.

“Kau tidak seharusnya kubiarkan hidup…”

Sera mengarahkan tatapannya pada Kris dan terkejutlah Sera melihat api kemarahan yang berkobar didalam mata pria itu. Tidak. Bukan hanya amarah, tapi juga luka. Luka yang dalam hingga jauh didalam sana ada sesuatu yang nampak begitu menyakitkan. Sera tak pernah menyadari ini sebelumnya, bahwa mata Kris memang sebenarnya selalu nampak seperti itu. Mata yang diliputi kesedihan. Yang ia samarkan dengan perbuatan-perbuatan jahat dan kekejamannya.

Kris—pria yang dianugerahi kekuasaan tanpa batas didunia bawah itu—terlalu sombong untuk mau mengakui bahwa ia kesepian. Bahwa ia begitu merindukan gadis yang pernah ia kagumi. Bahwa ia begitu patah hati ketika gadis itu meninggalkannya.

Bahwa ia begitu membenci gadis itu karena telah membuat seorang iblis sepertinya jatuh cinta.

“Aku membencimu, Seraphim!”desis Kris. Sera membulatkan matanya karena lagi-lagi Kris memanggilnya dengan nama itu. Seraphim?

“Lepaskan dia, Kris!!”teriak Baekhyun yang tidak sabar dengan situasi yang menekan ini. Pedangnya terayun, hendak menebas penghalang pertamanya, Sehun. Sehun menangkisnya. Pedang mereka beradu dan berdenting nyaring. Memekakkan telinga. Dua kekuatan yang sama-sama besar itu beradu. Sehun adalah pengawal khusus Raja, yang artinya dia punya kekuatan istimewa yang membuatnya memiliki hak istimewa untuk selalu berada disamping Tuan Kris.

Pedang Baekhyun berayun cepat hingga hanya nampak berupa kilatan-kilatan cahaya, membuat Sehun kewalahan menangkisnya. Satu dua luka mulai muncul sebagai akibat sabetan pedang Baekhyun. Tapi ketangguhan Sehun tidak akan mudah terkalahkan. Ketika Baekhyun mengangkat pedangnya, celah itu terlihat. Sehun dengan cepat menebaskan pedangnya sekuat tenaga membuat tubuh Baekhyun terpental karena angin kuat yang muncul dari sabetan pedang itu memukul tubuhnya. Baekhyun terpekik saat tubuhnya menabrak dinding gereja dan membuat retakan besar disana.

Baekhyun tidak perlu banyak waktu untuk memulihkan tubuhnya. Tebasan angin Sehun tidak banyak berdampak pada tubuhnya. Tapi saat Baekhyun berdiri, sesuatu yang lain membuatnya ngeri.

Kris mengarahkan pedangnya pada Sera.

Situasinya nampak janggal karena Sera sekarang sedang duduk bersimpuh dilantai dengan kepala mendongak dan tersenyum sedih kearah Kris. Sementara wajah Kris nampak begitu terguncang dan diliputi emosi.

“Bunuh saja aku, Kris. Jika memang itu yang kau inginkan…”kalimat itu terlontar dari bibir Sera. “Maafkan aku karena menyakiti hatimu…”

“DIAM KAU!!!”Kris entah mengapa nampak gusar. Matanya diliputi kengerian yang sarat. Ya. Dihadapannya sekarang bukanlah Sera. Entah mengapa gadis itu berubah menjadi orang lain. Orang yang selalu berusaha Kris usir jauh-jauh dari hidupnya.

“Seraphim…”Baekhyun mendesis. Ia menyadari perbedaan Sera karena nada suara dan ekspresi wajah gadis itu.

Sayangnya Baekhyun tidak mempunyai banyak waktu untuk mengamati apa yang terjadi karena Sehun—dan bahkan sekarang Tao—sedang melancarkan serangan kearahnya. Baekhyun dengan cepat menebaskan pedangnya melintang, memunculkan kilatan cahaya yang tajam dan mampu membelah apapun selayaknya pedang. Membuat Sehun dan Tao harus segera menangkisnya. Sementara Tao menangkis kilatan cahaya itu, Baekhyun berpindah dengan teleportnya, muncul didepan Tao. Tao membelalakkan matanya, tapi terlambat, ayunan pedang Baekhyun tepat menuju kearahnya dan dalam posisi yang sangat dekat.

“Cih…”umpat Tao seraya mencoba sebisanya untuk menghindar. Tao akhirnya memang berhasil menghindar, tapi bahunya tak terselamatkan. Terluka cukup dalam karena pedang Baekhyun.

Dengan cepat Baekhyun beralih pada Sehun, bahkan ia tidak merasa perlu mengambil napas terlebih dulu setelah melumpuhkan Tao. Baekhyun hendak menebas perut Sehun, tapi Sehun berhasil menangkisnya. Sehun memang lebih kuat dari Tao karena itu Baekhyun perlu strategi ekstra untuk mengalahkan Sehun. Adu pedang terjadi. Dan sementara itu, Kris dan Sera masih dalam kondisi krisis. Baekhyun berusaha mencuri pandang untuk mengetahui keadaan Sera, dan kesempatan itu digunakan Sehun untuk melancarkan serangan pada Baekhyun.

“Argh!”

Pinggang Baekhyun terkena tebasan pedang. Baekhyun jatuh terduduk dengan menopang tubuhnya pada kaki kirinya. Baekhyun mendesis marah. Ia tidak terima Sehun berhasil melukainya. Dengan mata yang berkilat, Baekhyun segera bangkit dan menyerang Sehun. Sehun memasang kuda-kudanya bersiap menahan serangan.

Sementara itu, Kris dan Sera…

“K-kau… bagaimana bisa?”Kris menatap Sera tak percaya. Tubuh dan perawakan itu memang Sera, tapi Kris yakin seyakin-yakinnya, bahwa entah mengapa Seraphim yang ada ditubuh Sera telah bangkit dan ada dihadapannya sekarang. “Kau! Tidak seharusnya muncul lagi didalam hidupku. Aku benar-benar membencimu, Seraphim…”

Sera—atau Seraphim—menatap Kris dengan tatapan sedih. Ya. Ini adalah kesalahannya dimasa lalu. Kesalahan yang mengguratkan luka pada pria dihadapannya ini. “Kris…”tangan Sera terulur tapi Kris buru-buru menjauh.

“Jangan dekati aku!!”

“Maafkan aku karena tidak bisa membalas cintamu…”

“DIAM!!!”

Kris mengayunkan pedangnya. Matanya telah gelap oleh amarah dan yang Kris inginkan sekarang adalah melenyapkan sumber rasa marah yang ada dihadapannya.

Gelegar amarah Kris seolah menjadi tamparan keras pada Sera, membuat gadis yang tadi sempat berubah menjadi orang lain itu mendapatkan kembali kesadarannya. Sera membelalakkan matanya saat melihat pedang Kris terayun cepat kearahnya.

Apakah ini akhir? pikir Sera.

“TIDAKKK!!!”

Zrashhh!!!

“Schade!! SCHADE!!!!”

Frau Francuiz tersentak kaget. Masih dengan wajah terkejutnya, ia menoleh pada Herr Francuiz yang berdiri disampingnya.

“Heiii… ada apa denganmu? Kenapa kau menatap kue pie apel sambil melamun seperti itu, schade?”tanya Herr Francuiz.

Frau Francuiz menggeleng. Ia lalu menatap kue pie apel itu lagi dan mendesah pelan. Ia sendiri sedang bingung pada dirinya. Tiba-tiba ia merasa aneh, tapi tidak tahu kenapa dan apa yang aneh itu. “Kue pie ini… ada yang begitu menyukainya. Tapi siapa?”

“What?”Herr Francuiz bingung dengan penjelasan istrinya itu.

Frau Francuiz tidak menjawab. Ia lagi-lagi tenggelam dalam lamunannya.

“Ini enaaaak!!!”

“Aku pasti akan merindukan kue buatanmu, tante…”

Siapa? Kenapa Frau Francuiz tidak dapat mengingat wajah itu? Frau Francuiz merasa dadanya seperti terhimpit sesuatu. Ada yang tidak benar. Entahlah, rasanya…

“Rasanya aku seperti telah ditinggal pergi oleh orang yang kusayangi…”ujar Frau Francuiz sedih sambil mengambil satu potong kue pie dan memakannya pelan.

Tiba-tiba Luhan datang menghampirinya dan langsung melontarkan pertanyaan dengan wajah panik yang kentara sekali. “Tante, katakan siapa nama istriku!”

Frau Francuiz terkejut dengan pertanyaan aneh Luhan. “Sera…”jawabnya sambil menatap Luhan bingung.

Luhan menghembuskan napas lega.

“Bukankah nama istrimu tertera disana.”Frau Francuiz menunjuk kearah belakang Luhan. Luhan berbalik dan melihat tulisan berpendar ‘Happy Wedding – Luhan & Sera’. “Ngomong-ngomong, kau belum mengenalkan istrimu pada tante, dimana dia?”

Dan seketika wajah Luhan berubah pias.

Sera membelalakkan matanya. Pedang itu berhasil menebas tubuh. Membuat luka melintang yang mengerikan dipunggung. Mengoyak daging itu dalam. Terlalu dalam hingga merusak jaringan yang ada ditulang rusuk. Tubuh itu ambruk. Darah menggenang dilantai marmer.

“BAEKHYUUUUNNN~~!!!!!”jerit histeris Sera memenuhi gereja. Menggema hingga kelangit-langit. Ya, bukan tubuh Sera yang terkena sabetan pedang Kris, tapi Baekhyun yang entah muncul darimana dan menamengi tubuh Sera-lah yang terkena.

Saat itulah Luhan, Chanyeol dan Heechul datang. Terkejut melihat situasi gawat yang ada digereja ini. Mereka terlambat, karena Baekhyun telah terluka parah.

“Baekhyun!!”Chanyeol yang pertama berlari kearah Baekhyun. Memegangi tubuh Baekhyun yang hampir kehilangan kesadarannya. Luhan menatap panik kearah Kris yang saat ini telah berdiri sambil menodongkan pedang keleher Sera. Mencegah gadis itu mendekat kearah Baekhyun yang terkapar kesakitan. Bibir Sera bergetar dan berkali-kali menyebut nama Baekhyun.

“OH SHIT!!”umpat Heechul sambil matanya bergantian menatap Sera dan Baekhyun. Sera yang disandera dan Baekhyun yang terluka parah. Situasi apa-apaan ini?!!

“Baekhyun bertahanlah…”mohon Chanyeol sambil menepuk pelan pipi Baekhyun.

“Tolong… uhuk…”darah segar mengalir dari sela bibir Baekhyun. “Tolong Sera, Chan…”

“Tidak. Tidak. Aku harus mengobatimu lebih dulu. Kau tidak boleh… ah, sial, kau SEKARAT, BAEK!!”Chanyeol benar-benar panik sekarang. Bagaimanapun Baekhyun adalah sahabatnya yang berharga. Chanyeol tidak akan membiarkan Baekhyun seperti ini. Ia harus menyelamatkan Baekhyun apapun yang terjadi.

“Tolonglah, Chan… Sera…”

“Berhenti hanya memikirkan gadis itu, Baek!! Uh oh… darahnya banyak sekali…”

Baekhyun mencengkeram kemeja Chanyeol, matanya yang redup itu menatap Chanyeol lurus-lurus. Memohon dengan sungguh-sungguh. “Selamatkan anakku…”

Chanyeol terdiam dan nampak ada keraguan dimatanya. Kini tatapannya teralih pada Sera dan Kris. Membaca situasi. “Tidak…”

“To—”

“BAWA DIA PERGI DARI SINI, CHAN!!!”Sera berteriak sekuat tenaga. Air mata telah mengucur deras dari kedua mata beningnya.

Baekhyun melirik kearah Sera, terkejut mendengar teriakan gadis itu. “Sera…”

“Bawa dia pergi, Chan…”Sera terisak. “Tolong selamatkan, ayahku…”

Mata Baekhyun terbelalak.

‘Ayahku’ katanya? Apakah Baekhyun tidak salah dengar, tadi Sera memanggilnya ‘ayah’??

“Selamatkan ayahku, Chanyeol… kumohon…”Sera terisak, membungkukkan tubuhnya seolah sedang bersujud memohon. Baekhyun terenyuh, tidak percaya bahwa akhirnya Sera memanggilnya ayah. Airmata bening merembes dimata Baekhyun dan menetes kepipi ketika pria itu memejamkan matanya. Ada perasaan lega yang menyusup didadanya, membuat rasa sakit yang ia derita hilang entah kemana.

“Bawa Baekhyun pergi!”Luhan mengembangkan sayapnya. Siap bertarung. “Aku yang akan melindungi Sera…”

Chanyeol mengangguk dan mengangkat tubuh Baekhyun.

“Kau juga, Undertaker. Chanyeol tidak akan mampu menyembuhkannya tanpa bantuanmu bukan?”

Heechul bimbang. “Kau bisa menangani ini sendiri?”

Luhan menatap Sera. Dan Sera balas menatapnya. Ya, mereka tidak perlu menggunakan kata-kata untuk mengungkapkan bahwa mereka cukup siap menanggung akibat dari perbuatan mereka. Semua ini adalah karena keputusan mereka menerabas larangan untuk tidak saling mencintai. Karena itu, Luhan dan Sera akan menghadapinya sendiri. Cukup Baekhyun saja yang terluka karena mereka. Tidak boleh ada korban lagi.

“Ya…”jawab Luhan mantap.

Akhirnya Chanyeol dan Heechul membawa Baekhyun pergi untuk diobati. Masih dikuasai rasa syoknya, Sera hanya menatap kepergian ketiga orang itu dengan lelehan airmata dipipinya. Baekhyun akan terselamatkan bukan? Bahkan dengan luka separah itu, ia akan selamat, kan?? Sera meremas bagian dada gaunnya. Mencemaskan seseorang ternyata rasanya sesesak ini. Seandainya bisa, Sera ingin sekali mendampingi Baekhyun. Memastikan Heechul dan Chanyeol bisa menyelamatkannya. Tapi apa daya, kakinya dibelenggu oleh rantai yang dibuat oleh Kris. Hanya kekuatan yang lebih besar dari Kris yang bisa melepaskannya.

“Ayah…”gumam Sera sekali lagi.

Sementara Luhan sekarang harus berhadapan dengan para iblis dan raja mereka. Pedang panjang berwarna putih telah ada ditangan kanan Luhan. Luhan mengeratkan pegangannya kuat-kuat, sekuat tekad yang ada dihatinya untuk menyelamatkan Sera.

“Turunkan pedangmu, Lu…”

Pergerakannya lembut, dengan jas putih berbahan sutra ditubuh dan sayap megah luar biasa yang terkembang dipunggung. Rambut hitamnya bergerak sesuai arah angin, membingkai wajah tampannya yang tanpa cela. Mata itu menatap dengan keteduhan yang menenangkan, tapi juga sekaligus menggambarkan ketegasan dan kekuatan. Sang Raja Malaikat—Suho, telah hadir diruangan gereja ini. Dibelakangnya nampak Xiumin, Chen, Kyungsoo dan Lay.

Luhan sejenak terpaku pada Xiumin, teringat olehnya perbuatannya dulu yang menusuk Xiumin agar dirinya bisa mengcopy wujud pria itu dan melarikan diri dari dunia atas. Seperti perhitungan Luhan, Xiumin tidak akan terluka parah. Ia lega, sahabatnya itu baik-baik saja.

“Semua berubah menjadi terlalu berlebihan sekarang…”keluh Suho yang tanpa Luhan duga sekarang telah berdiri disamping Kris. Apa mereka berkomplot??

“Aku hanya punya urusan dengan gadis ini,”Kris meremas rambut dibagian puncak kepala Sera, membuat gadis itu meringis kesakitan. Suho yang ada disebelahnya, menengok kearah Sera. Gadis itu pun juga memandang Suho dengan mata coklat beningnya. Tatapan mereka bertemu. Ini adalah pertama kalinya Sera bertemu dengan raja para malaikat itu. Tapi, ada perasaan aneh didalam dirinya…

“Gabriel…”gumam Sera. Membuat Kris, Suho dan Luhan terkejut. Sera sendiri juga terkejut mendengar nama itu keluar dari mulutnya. Xiumin dan para malaikat lain saling berpandangan.

Suho menyunggingkan senyum lembutnya. “Kau mengenalku?”tanyanya sambil membungkuk kearah Sera yang terduduk dilantai.

Luhan mengeryitkan dahinya, memandang Suho dengan pandangan bingung. Gabriel adalah nama lain dari Suho, tapi nama itu sudah tidak pernah Suho gunakan lagi sejak penciptaan Adam. Ia menghibahkan nama itu untuk nama klannya seperti halnya yang dilakukan malaikat Michael yang sekarang menggunakan nama L.

Ya, manusia mengira bahwa nama-nama malaikat seperti Gabriel, Azrael, Michael, Uriel, dll adalah milik perorangan. Awalnya memang iya, ketika saat itu malaikat masih hanya berjumlah 9 orang. Tapi sekarang, setelah milyaran malaikat diciptakan didunia ini, nama itu menjadi nama klan, nama kelompok malaikat untuk membedakan kelompok satu dengan yang lainnya sesuai tugas mereka.

Yang mengherankan Luhan, tidak mungkin Sera mengenal Suho. Mereka tidak pernah bertemu. Apalagi Sera saat ini memanggil Suho dengan nama aslinya. Hal yang bahkan tidak pernah dilakukan malaikat lain ketika memanggil Suho.

“Kurasa…”Sera menggumam lagi. Matanya menyipit. Memastikan bahwa ia memiliki kenangan tentang pria dihadapannya ini. Aneh, semakin Sera berusaha mengingat, kenangan itu semakin kabur. Meski demikian, Sera yakin, ia amat sangat yakin bahwa dirinya mengenal pria ini. Tapi bagaimana mungkin? Dia adalah raja para malaikat.

“Ini membuatku terkejut. Terima kasih karena ‘masih’ mengenaliku…”Suho menekankan kata ‘masih’ sembari melebarkan senyumnya. “…Seraphim.”

Luhan dan Sera bersamaan membelalakkan mata mereka mendengar nama Seraphim disebut—lagi. Kali ini yang lebih mengejutkan adalah Suho yang mengucapkannya, bukan Kris!

“Se-Seraphim?”ulang Sera, terbata.

“Apa maksudmu memanggil Sera dengan nama itu, Suho?”tanya Luhan. Dirinya diliputi perasaan yang aneh. Takut. Cemas. Gelisah. Entahlah, perasaan itu muncul begitu saja didalam diri Luhan. Padahal ia sendiri tidak tahu mengapa harus takut. Ia juga tidak tahu mengapa harus merasa cemas dan gelisah. Tapi ini pasti muncul karena jawaban yang akan Suho berikan padanya. Ya…

“Bukankah kau membacanya?”Suho berdiri kembali dan memunculkan sebuah buku bersampul hitam ditangannya. Buku itu kemudian dilemparkan kearah Luhan, melayang cepat dan dengan sigap ditangkap oleh Luhan. Luhan nampak syok saat tahu buku apa itu.

LUCIFER ‘Secret of the Fallen Angel’.

Dengan ayunan ringan, Suho membuat buku itu membuka sendiri dan lembar demi lembarnya berganti cepat hingga sampai pada Chapter yang sangat Luhan hapal.

“Aku yang menyuruh Xiumin untuk membisikkan kisah itu pada manusia. Kau tahu kan apa artinya jika malaikat yang membisikkan sebuah kisah?”

Tangan Luhan mendadak gemetar. Jantungnya berdebar tak terkendali. Perlahan ia mengarahkan tatapannya lagi pada Suho. Mungkinkah??

“Ya, kisah itu fakta. Kisah tentang gadis itu…”Suho menoleh kearah Sera. Diikuti oleh tatapan Luhan yang sekarang juga berpindah pada Sera.

Kris menarik lengan Sera, memaksa gadis itu untuk berdiri. Sera yang sedikit limbung, ditahan tubuhnya oleh Kris dengan cara melingkarkan lengannya ketat dipinggang gadis itu. Membuat tubuh Sera begitu lekat dengan tubuh Kris.

Jadi Sera adalah Seraphim? Tapi, ini mustahil! Bagaimana bisa?! Bukankah titisan Seraphim akan lahir melalui rahim seorang manusia?

Luhan mendadak memperoleh kesadaran itu. Benar. Rahim seorang manusia. Sera, adalah iblis. Tapi ia juga setengah manusia. Oh Tuhan… jadi…

Lalu Lucifer… Luhan mengarahkan tatapannya kali ini pada Kris.

“Bagaimana mungkin ini kisah tentangku?”protes Sera sambil dengan sisa tenaganya mencoba lepas dari kuncian lengan Kris ditubuhnya.

“Bahkan ibumu memberikan nama yang mirip dengan Seraphim untukmu, apa kau pikir itu kebetulan?”

“Lepaskan dia, Kris!!”Mata sang malaikat terbakar cemburu. Kris dan Suho dapat melihatnya dengan jelas. Dua raja beda dunia itu penasaran dengan apa yang dipikirkan Luhan tentang ini. Berniat menguji, Kris bukannya melepas Sera, tapi malah menarik gadis itu lebih dekat padanya. Dengan jari-jarinya, ia mengangkat dagu Sera dan mendekatkan wajahnya. Napas dinginnya menyapu wajah Sera yang diliputi kengerian.

Luhan yang terkejut dengan sikap Kris, memajukan sebelah kakinya. Tapi langkahnya tertahan oleh perasaan bingung dihatinya. Ini apa? Sebenarnya apa maksud semua ini?

“Seraphim, inilah yang kubenci darimu…”bisik Kris. “Sungguh kau tidak mengenalku?”

“A-aku tidak mengerti apa maksudmu?”

“Bahkan sedetikpun aku tidak pernah melupakanmu! Berani-beraninya kau…”

Sera bergidik. Mata itu—lagi-lagi—berkilat penuh amarah.

BLAR!!

Sera tersentak kaget saat tiba-tiba terdengar bunyi keras dan sapuan angin beserta serpihan-serpihan benda hancur mengitarinya. Saat asap dari ledakan itu terkikis, gadis itu melihat Luhan yang terengah dengan pedangnya yang berubah merah membara. Luhan lah yang melancarkan serangan tadi. Melihat dari bagian lantai yang terkelupas, memanjang, jelas arah serangan Luhan adalah Kris. Tapi yang lebih mengejutkan, serangan itu berhasil ditahan dengan mudah. Bukan oleh Kris tapi Suho.

“Apa yang kau harapkan dengan serangan lemah seperti itu, Lu?”

Luhan yang tidak menyangka Suho akan menahan serangannya, berseru marah. “Apa sekarang kau sedang melindungi iblis itu, Suho?!”

“Tidak, Kris bisa melindungi dirinya sendiri dari serangan lemahmu, Lu. Aku hanya ingin memperingatkanmu bahwa disini tidak akan ada yang mendukungmu. Pada akhirnya Sera akan pulang kedunianya dan kau juga…”

“Tapi bukankah Sera titisan Seraphim??”Luhan memberanikan diri mengeluarkan fakta itu dari pikirannya. “Dia pantas bersama kita didunia atas…”

Suho menatap tajam, tidak suka dengan pendapat Luhan. “Dia iblis, Lu. Tidak peduli dia titisan siapa, wujud Sera tidak akan berubah. Jangan berimajinasi terlalu tinggi. Kelahiran Seraphim kembali bukan berarti ia akan kembali menjadi malaikat. Bahkan Seraphim tidak seharusnya menjadi makhluk ghaib. Kelahirannya sebagai iblis adalah kesalahan…”

“Tutup mulutmu, Gabriel!!”

Suho terkejut mendengar teriakan membentak dari arah belakangnya. Ya, Sera-lah yang membentaknya. Gadis itu nampak terengah, seolah ia mengumpulkan seluruh tenaganya hanya demi menghadiahi Suho sebuah bentakan. Kris yang ada disamping gadis itu memandanginya heran, menunggu kata-kata apa yang akan keluar dari gadis itu.

“Aku akan menyobek mulutmu jika kau berani sekali lagi mengatakan bahwa aku adalah kesalahan! Aku tidak terima jika kau menganggap cinta Serafina dan Baekhyun hanyalah kesalahan! Aku tidak peduli siapa diriku, memangnya kenapa jika aku titisan Seraphim, eo? Aku tidak mengingat apapun tentang malaikat itu. Lalu untuk apa aku hidup dengan menyandang namanya. Konyol sekali…”Sera tersenyum sinis dan menoleh kearah Kris. Entah mendapat keberanian darimana, gadis itu berkata, “Nampaknya Seraphim pernah menyakitimu dimasa lalu, Tuan. Dan kau melampiaskannya padaku, begitu? Benar-benar tidak adil. Sera adalah Sera dan Seraphim adalah Seraphim. Kita berbeda!”

Kris melotot sadis. “Apa kau sadar apa yang baru saja kau katakan, Sera?”desisnya.

“Ya…”

Melihat keputusan Sera, Luhan akhirnya juga mulai mengambil sikap. Soal Seraphim itu urusan lain. Sekarang yang harus ia lakukan adalah merebut Sera dari tangan Kris. Jika benar Kris adalah Lucifer, maka ia harus dijauhkan dari gadisnya. Bukankah Lucifer yang membuat Sera dimusnahkan dari dunia atas? Jadi, Sera tidak boleh kembali kesisi Kris lagi.

“Sera adalah milikku…”kata Luhan. “Kau tidak berhak menyentuhnya, Kris.”

Kris tersinggung dengan kata-kata Luhan. Saat ia menoleh, Kris harus terkejut karena Luhan tiba-tiba melesat kearahnya. Bahkan Suho sendiri tidak menyangka Luhan akan bergerak secepat itu. Didetik terakhir, saat pedang Luhan hendak menusuk pinggangnya, Kris reflek melepas Sera dan mundur satu langkah lalu mengeluarkan pedangnya dan menangkis serangan Luhan.

“Cih…”umpat Luhan karena serangannya gagal. Tapi ia dengan segera merubah arah serangannya dan tidak memberikan kesempatan pada Kris untuk balas menyerang. Sabetan Kris pasti memiliki kekuatan puluhan kali lebih kuat dibanding Luhan, jadi cara satu-satunya hanyalah terus menyerang dan membuat Kris terpaksa harus terus-terusan bertahan.

Kecepatan bertarung Kris dan Luhan menyebabkan banyak kerusakan didalam gereja. Sementara kedua makhluk itu adu kekuatan, para iblis dan malaikat yang berkumpul ditempat itu hanya mampu menahan napas, merasakan ketegangannya tanpa bisa melakukan apapun. Pertarungan harus dilakukan dengan terhormat. Yang artinya satu lawan satu. Selain itu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena semua orang yakin kalau Kris lah yang pada akhirnya akan menang.

Benar saja. Setelah lama menyerang dan Kris bahkan tidak terluka sedikitpun. Luhan mulai kelelahan. Dia mengurangi sabetan pedangnya dan beralih kesihir-sihir menyerang yang ia kuasai. Kemampuan teleportnya menyelamatkan Luhan setiap Kris memiliki celah untuk menyerang.

Sera semakin cemas. Apalagi sekarang posisinya terbalik menjadi Kris yang menyerang dan Luhan yang bertahan. Beberapa kali gadis itu bahkan harus melemparkan tameng untuk melindungi Luhan.

“Apa kita akan membiarkannya terus begini, Suho?”Xiumin yang tidak tahan melihat pertarungan itu, melayangkan protes pada Suho. “Luhan bisa mati!”

“Kita biarkan dulu seperti ini. Luka ditubuh mungkin bagus untuk menyadarkannya. Kau tenang saja Xiu, aku tidak akan membiarkan Kris membunuh Luhan…”

Xiumin menghela napas pasrah. Lalu matanya kembali memandang cemas pada pertarungan sengit didepannya. Lebih dari apapun, Xiumin benar-benar berharap Luhan tidak terluka. Seandainya Luhan menyerah, itu tidak akan membuat masalah menjadi serumit ini.

Sayangnya, harapan Xiumin tidak terwujud. Saat Luhan lengah karena konsentrasinya menurun dan tubuhnya yang kelelahan. Kris mengambil kesempatan itu untuk menebas tubuh Luhan. Luhan yang untungnya sadar, mengambil langkah menghindar. Tapi tetap saja, ia tidak cukup cepat. Sabetan itu tetap mengenai tubuhnya, membuatnya terlempar menabrak dinding.

“LUHAN!!!!”jerit Sera panik.

Luhan meringis kesakitan dan menekan perutnya yang terkena sabetan pedang Kris. Darah mengucur deras dari sana. Untung Lay dengan cepat datang padanya. Tidak peduli dengan Kris yang memandangnya sengit. Pria itu masih menganggap Luhan sebagai sahabat, ia tidak tega melihat Luhan terluka. Dengan kekuatan penyembuhnya Lay mengobati luka diperut Luhan. Tapi luka yang dihasilkan oleh pedang Kris bukan luka sembarangan. Lay sampai meneteskan keringat karena kesulitan menyembuhkannya.

“Aarrgh… Isssh, sial…”erang Luhan. Matanya semakin kabur. Apa ia telah kalah hanya dengan satu luka ini saja? Tidak. Luhan tidak akan membiarkan Kris menang. Perlahan, ditopang oleh kekuatan tekadnya, Luhan berusaha sekuat tenaga untuk berdiri.

“Apa yang kau lakukan? Lukamu belum sembuh benar, Lu!”bentak Lay. Tapi Luhan tidak peduli. Dengan teleport, ia berpindah kedepan Kris. Menantang pria itu lagi. Kris menyeringai, menganggap sikap Luhan adalah lelucon konyol. Malaikat rendahan tak tahu diri.

Trang.

Suara pedang beradu. Tapi Luhan sudah terhuyung karena tidak kuat menahan pedang Kris. Tapi saat Kris hendak mengayunkan pedangnya lagi, Luhan menghilang. Berteleport kearah Sera dan ….

TRANG!!!

Menebas rantai baja yang menahan kaki Sera.

Bukan hanya Kris yang terkejut dan merasa kecolongan. Tapi juga seluruh malaikat dan iblis yang ada ditempat itu. Jadi tujuan Luhan menyerang Kris adalah untuk menjauhkan sang raja iblis itu dari Sera? Agar Luhan bisa membebaskan gadis itu? Begitu? Luhan benar-benar pintar. Tapi Kris tidak akan membiarkannya begitu saja…

Baru saja Luhan memegang lengan Sera untuk membawa gadis itu berteleport, Kris menerjangnya hingga membuat tubuh Luhan terdorong kebelakang dan punggungnya menabrak lantai marmer. Membuar lantai marmer itu terkelupas dan retak disana-sini.

“Kau pikir kau bisa mengelabuiku, eo?”Kris mendesis marah. Tangannya mencengkeram kuat leher Luhan.

“Ugh…”Luhan merasakan napasnya tertahan oleh tangan Kris. Tenggorokannya bisa hancur karena cekikan Kris yang begitu kuat. Tapi bukan Luhan namanya jika ia tidak melawan. Tangannya terus menggapai. Ganti mencengkeram lengan Kris, berusaha mematahkannya.

“KRIS HENTIKAN!!”terdengar teriakan Suho.

Kris menoleh dan menatap Suho yang menatap kearahnya. Mata sang raja iblis itu membulat melihat ada kepanikkan yang sarat dari mata Suho yang sedang berjongkok dilantai. Mata Kris kemudian beralih pada sesuatu yang ada dihadapan Suho.

Sempurnalah sudah keterkejutan Kris. Bahkan tanpa pikir panjang lagi, ia langsung melepaskan Luhan begitu saja. Luhan yang tidak tahu apa yang terjadi, berusaha meraih Kris. Ia masih dikuasai nafsu untuk melumpuhkan iblis itu. Tapi baru saja tangan Luhan terulur, tangannya telah ditahan oleh Xiumin dan Chen.

“Lepaskan!”berontak Luhan.

“Diamlah sebentar, Lu! Kau tidak lihat apa yang terjadi, eo?!”kesal Chen.

Mendengar kata-kata Chen, Luhan terdiam. Ikut mengamati apa yang menjadi perhatian Chen dan Xiumin.

Kris nampak sedang bersimpuh dilantai, menopang sesosok tubuh dilengannya. Kepala Kris tertunduk. Menutupi wajah si pemilik tubuh yang ditopang Kris. Tapi dari perawakannya, dari sepatu dan gaun yang sosok itu pakai, Luhan mengenalinya.

“Ya!! Bangun Sera!! Oh, Demi Tuhan…”Kris mengguncangkan tubuh itu. Terdengar suara erangan kecil, lalu suara tersedak dan darah tercecer dilantai marmer.

Wajah Luhan memucat. Jantungnya serasa memenuhi seluruh tubuhnya. Berdetak tak terkendali. Membuatnya pusing.

Tidak.

Tidak…

Visi Lay…

“SERA!!!!!!!”jerit Luhan histeris. Chen dan Xiumin terus saja memegangi Luhan. Tidak membiarkan pria itu lepas dari tangan mereka. “Lepaskan!!!”Luhan mengibaskan tangannya sekuat tenaga.

Oh tidak, kenapa Sera seperti itu? Apa yang terjadi?

Sebenarnya, saat Kris dan Luhan sibuk dengan pertarungan mereka. Sera yang saat itu telah lepas dari rantai yang membelenggunya, berniat untuk membantu Luhan. Paling tidak ia punya kekuatan yang sedikit lebih tinggi daripada iblis lain. Tapi, belum sempat tubuhnya bangkit berdiri, perut Sera bergejolak kembali. Kali ini terasa lebih sakit daripada sebelum-sebelumnya. Membuat tubuhnya limbung.

Sera sadar kali ini rasa sakitnya lebih parah dari sebelumnya, tapi ia berusaha tegar, mencengkeram altar yang dihiasi mawar-mawar merah untuk berpegangan. Ini bukan saatnya meratapi rasa sakitnya. Luhan dalam bahaya dan kondisi mereka sedang dalam keadaan terpojok sekarang. Jika mereka tidak mampu mempertahankan diri, kemungkinan besar mereka akan dipisahkan. Sera tidak mau hal itu terjadi lebih dari apapun.

Sayangnya, saat sesuatu dalam perutnya menghentak, Sera kehilangan seluruh kekuatannya. Jatuh kelantai. Bahkan memuntahkan darah. Ia dipaksa menyerah oleh rasa sakit menggigit diperutnya. Mengerang putus asa, memanggil Luhan tapi tidak terdengar, Sera menangis merasakan siksaan ditubuhnya.

Saat itulah Suho datang tergopoh menolongnya. Lay berusaha meredakan rasa sakit Sera tapi semua kekuatannya tak berguna. Apa yang bisa Lay lakukan? Dia adalah seorang malaikat, iblis seperti Sera jauh dari jangkauan kemampuannya. Apalagi ini penyakit aneh. Ada sesuatu yang janggal dengan kondisi Sera.

Melihat kondisi Sera semakin memburuk, apalagi gadis ini mulai kejang tidak terkendali, Suho spontan memanggil Kris.

Tapi ternyata hal itu membuat Luhan salah paham.

“Jangan sentuh dia, Kris!! Aku akan membunuhmu jika kau menyentuhnya!!”ancam Luhan.

Tapi Kris tidak peduli, dengan mantra penyembuhnya ia berusaha melakukan sesuatu pada rasa sakit yang menyiksa Sera. “Jadi kau melakukannya dengan malaikat sialan itu? Apa kau sudah gila!! Kau akan membunuh dirimu sendiri!!!”bentak Kris pada Sera yang sekarang sudah tidak sadarkan diri. Sekali lagi Kris memantrai tubuh Sera, menggunakan mantra yang lebih kuat.

Sera terbatuk dan lagi-lagi memuntahkan darah. Kali ini darahnya berwarna hitam pekat. Darah yang dicemari oleh racun tingkat tinggi. Kris yang melihatnya membulatkan mata. “Terlambat…”batinnya.

Merasa tidak ada waktu lagi, Kris membopong tubuh Sera. Berniat membawa Sera kedunia bawah. Tapi Luhan menahannya.

“Mau kau bawa kemana dia, Kris?!”

Kris berbalik dan menatap Luhan tajam. “Aku akan menjauhkan Sera darimu, malaikat b*****t!”

“Aku akan membunuhmu jika kau berani membawa Sera!”Luhan mengibaskan tangannya, dirinya benar-benar dikuasai nafsu amarah sekarang. “LEPASKAN AKU!!!”jeritnya frustasi. Matanya telah dibutakan, hingga ia tidak bisa melihat dengan benar apa yang sebenarnya terjadi. Ketakutannya akan kehilangan Sera benar-benar melumpuhkan seluruh neuron otaknya hingga membuatnya tidak bisa berpikir jernih.

“AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU MEMBUNUH SERAPHIM LAGI, LU!!!”

Seolah baru saja menerima sebuah tamparan keras, Luhan terdiam. Membeku dengan tatapan yang diliputi teror. LAGI?? Apa maksudnya ‘lagi’? Dia pernah membunuh Sera sebelumnya?? Tidak mungkin. Omong kosong apa lagi ini?

Kris berbalik, tidak peduli lagi pada Luhan. Namun langkah kakinya ternyata membuat kontrol diri Luhan semakin tak terkendali. Tidak bisa, malaikat itu tidak bisa membiarkan Kris membawa pergi Sera.

Bukankah mereka baru saja menikah. Mengucapkan janji akan selalu bersama hingga kematian menjemput mereka? Demi janjinya pada Sera, demi tanggung jawabnya untuk melindungi gadis itu, Luhan tidak akan tinggal diam.

Kekuatan yang selama ini terpendam dalam didalam dirinya, bangkit. Kemarahan, rasa putus asa, ketakutan dan rasa cinta yang menggebu itu membuat mata Luhan berubah merah menyala.

Sekali hentak, ya, hanya sekali hentak, Xiumin dan Chen terlempar dari samping Luhan. Membuat kuncian didiri Luhan akhirnya terlepas. Secepat kilat tubuh itu melesat menuju kearah Kris.

Menggeram penuh amarah, sesuatu yang tertidur didalam diri Luhan akhirnya bangkit.

Ia tidak akan membiarkan dirinya kehilangan lagi.

“Ukh!”

Suara patahan tulang rusuk terdengar mengerikan.

Tinju Suho yang disarangkan kedada Luhan dengan kekuatan tertinggi, melumpuhkan Luhan bahkan sebelum serangannya mencapai target. Menyebarkan kekuatan besar itu menjadi sebuah ledakan disekitarnya. Meruntuhkan dinding-dinding gereja. Menghancurkan altar dan patung-patung yang menghiasi gereja itu. Tabrakan kedua kekuatan besar itu bahkan tak mampu ditahan oleh iblis dan malaikat lain.

Luhan nyaris ambruk namun ditahan oleh Suho. Kepala Luhan bertopang dibahu Suho, membuatnya masih bisa melihat kedepan. Kearah Kris yang dengan wajah dinginnya, melengos dan memunggungi Luhan. Berjalan pelan dengan Sera digendongannya. Sayap Raja Iblis itu terkembang lebar.

“Tidak… Sera…”

“Sudahlah, Lu…”Suho berbisik pelan. “Kumohon hentikan…”

Bayangan Kris perlahan memudar, masuk kelubang hitam yang membawanya menuju kedunia bawah. Luhan mengerang tidak jelas saat sosok itu akhirnya menghilang.

Membawa kekasihnya pergi.

“Lu…”

Luhan membelalakkan matanya, mendengar namanya disebut oleh suara pelan yang tertangkap telinganya. Suara Sera.

Tapi lubang hitam itu telah lenyap. Para iblis itu telah pergi.

“Lu…” kali ini suara itu nampak berbeda. Tapi dengan intonasi dan kelembutan yang sama. Suara semanis madu yang Luhan rindukan.

Rasa sakit didada Luhan membuat kesadarannya menurun. Namun ingatannya malah memuncak memunculkan memori lama yang sebelumnya dikunci rapat didalam otaknya. Kehilangan Sera nampaknya membuat syok akut pada Luhan, dan membuat sesuatu didalam sana terdorong untuk menunjukkan eksistensinya.

Lu…”

Ya… Luhan setengah sadar menjawab. Ia seolah melihat gambaran surga didepannya. Lalu sinar putih itu memenuhi pandangannya. Hingga kemudian sosok itu muncul. Sosok dengan rambut panjang sewarna emas yang indah, gaun putih panjang, dan paras cantik yang begitu Luhan puja.

Sera?

Sosok itu tersenyum kearahnya dan kemudian menggerakkan bibirnya membentuk sebuah nama.

“Lucifer…”

Lucifer?

Kenapa kau memanggilku Lucifer? batin Luhan sebelum akhirnya seluruh kesadarannya lenyap.

To be continued….

Annyeong haseyooo… kembali bertemu di Chapter 16!!!

Gimana teman-teman chapter ini?? Ditunggu ea komennya… ^_^

Yosh!! Segini aja sambutannya… makasiii sekali kalian mau bertahan baca sampai TBC, semoga bisa bertahan baca juga sampai nanti DBM tamat ya, hehe…

 

Regard,

Seara Sangheera

307 responses to “[Freelance] DEVIL BESIDE ME (CHAPTER 16)

  1. Maaf ya eon bru komen skrng T.T
    Aku gk tw mau ngomen apa, ff eonni bnr2 bgus. Untuk ke 2 kali nya aku nangis krna baekhyun ;( stiap bca ff baekhyun aku gk prnh nangis tpi pas bca part baek-fina bkin aku nangis .. Huaaaaaaaaa .. Aku bca ff eonni satu malam an lho , smpe2 gk kerasa udh pagi 😀 . Untuk eonni nya aku slalu nunggu ff nya eonni kok, jdi ngepost nya lama2 ne ~ fighting for author-nim.. *maaf komen ku kepanjangan*

  2. demi tuhan astaga, di chapter ini aku nangis + tegang. Imajinasimu bener” perfect. i cant texting anymore. Omg ! this is amazing !!!. Applause for you.

  3. Huh …
    Part yg bikin tegang , terharu , gemes ..
    Kris , gk pngn khilangn Sera untuk yg kedua kalinya …
    Dan Lu Han , masih blum sadar klo dia Lucifer ..
    Haduhh , baca yg bag. terakhir … gemes sndri saya nya …
    Ayo saya dukung LuSera !!! tapi ,, kok kasian kris nya …

  4. Ehm
    Jd gmn klo end x d bkin. Sampe sni aja biar smw reader ngamuk
    Hahahahahaha # ukh tlat ini bahkan dah ada chapter 17 x ya
    Ya udah 2 jempol thor

  5. hi eonnie aku readers baru, oh ya ampunnnnn ini ff fantasy yg paling mengagum kan yg pernah aku baca, eonni daebak sekali, terus bekarya ya eonni^^ jan pisahin LuSera ya eonn

  6. Aaaaaakkkkk ingin teriaakkk>< Luhaannn Seraaa kalian ga boleh pisah:'( Tapitapitapi kalian berbeda/? Itu baekhyun nya kasian, nasib dia gimana?:( Keep writing thor=))

  7. yakan yakan yakann!! gilaaa tebakanku bener!! untuk pertama kalinya tebakanku bener kaaaakkk!!! hahaha aku seneng tapi juga sedih banget di chapter ini. sumpah chapter ini bener bener berhasil mengguncang seluruh dunia kak (?) aku mewek mewek dibawanya #apaan sih! haha abaikan. cinta sma perjuangannya seraphim sama lucifer gila ya, sampe mereka berubah jadi luhan dan serapun cinta sama perjuangan mereka malah makin besar. huhuu terharuu, kakak aku lanjut chapter 17 ya^^

  8. Tuhkaaaaaaaan bener tebakankuuuu :3 luhan adalah lucifer dan baekhyun yg akan membiarkan dirinya terluka parah demi menghindarkan pedang kris ke sera ;(
    Apa yg akan terjadi sama mereka? Sera yg hamil dan tersiksa akan kehamilannya dan ingatan luhan yg mulai akan masa lalu terkuak. Kelanjutan hubungan mereka akan seperti apa? Sepertinya akan terlalu menyedihkan ;'(

  9. Aaiih tegang lah baca chap ini ?
    Itu knp seraa ? Kris knp mrh waktu tau sera ngelakuin itu sm luhan ? Makin penasaran deeh aih ..

  10. Mampussssss tegang gilaaaaa….!!!!!!
    Kenapa ini?????kenapa malaikatnya malah saling serang…..
    Sera sebenarnya kenapa??
    Aduh penasaran BANGET…

  11. tuh kan bner kalo lucifer itu luhan..terus kalo sera hamil anak luhan memangnya bakal bikin dia mati atau gimana? lanjut ya..

  12. kak maafkan aku yg bru comment Di chap ini sepertinya,sumpahlah ini ff emang bener” deabak sampe nangis seriusan deh ini,apalagi pas partnya baekhyun sumpah kak gua meneteskan air Mata /sumpahiniagaklebay.pokoknya keep writing lah and hwaitig!!

  13. Ah… semakin aneh dan unsur fantasy nya dpet bnget… aku jadi ngerasa seneng digodain iblis klo iblisnya setampan bang bacon plus bangkris… hihi

  14. Deg”annn ini gilaaaaa… Apakah Sera meninggal? ._. Andwaee.. Trus gmna dong Luhan? Ah molla molla T_T penasaran bangettt… Izin lanjut eon~

  15. Tuh kan bener luhan itu lucifer terus sera itu mau dibawa kemana sama kris ??? Apa kris bisa nyelametin sera ??? Nasibnya luhan gimana kalau ditinggal sama sera ke dunia bawah ???

  16. asli, ceritanya makin gregetgreget;;
    konfliknya juga makin naik-naik
    uh, gimana nasibnya lusera 😦
    partnya bikin sedih berujung dg baper 😥
    baekhyun :(, duh. harus baik-baik biar bisa nolongin sera
    tidak ingin berkalut dg kesedihan..
    *langsung ke part 17 😀

  17. Aaaaa Sera beneran hamil 😀
    Semoga Baekhyun baik2 aja , Sera dAn LuhAn juga 🙂
    Tegang sekalee bacanyaa ,, berasa nonton anime di tv , fantasy’a keliatan keren dan nyata !

  18. ya ampun seru bgt…. bkin dag dig dug. akhirnya terkuak smuanya. btw knpa sera tiba2 jd suaranya seraphim?

  19. Kyaaaaaaaa….!!! Apa lagi ini,thor…?? INI KEREN!!! KEREN! KEREEEENNN…!!><Ah,LuSera…neomu johaaaaaa….FIGHTING,kakak!!!^^

Leave a Reply to se21 Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s