You’re My Special [Chapter 7]

Story by Serenade

youre

You’re My Special [Chapter 7]

Son Hanun, Byun Baekhyun

Oh Sehun, Park Chanyeol [other cast]

Romance, Friendship

PG-17

Series

Credits poster :   imjustagirl by HSG

also post at my personal wp : exoticbluelight

Read this first : Prologue – Chapter 1 – Chapter  2 – Chapter 3 – Chapter 4 – Chapter 5Chapter 6

I’ve come with another fanfiction

Cerita ini hanya fiktif belaka. Apabila ada kesamaan nama tokoh itu hanya hiburan semata. Cerita murni dari otak saya.

Semoga dapat terhibur dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan sebuah komentar.

***

Previous :

Gadis itu menekan tombol hijau diponselnya lantas menempelkannya ketelinga.

”Hallo..”, satu suara yang dia dengar bukanlah suara lelaki yang namanya tertera diponselnya tadi. Dia amat hapal.

”Chen-ssi?”, ucap gadis itu ketika mengenal suara cempreng itu milik teman Baekhyun, Chen. Gadis itu semakin berpikiran yang tidak menentu mendengar suara Chen yang terdengar sedikit gelisah atau apa namanya.

”Chen-ssi, ada sesuatu yang terjadi?”, ucapnya pada Chen.

Dia tak tahu sejak kapan ponsel digenggamannya telah terhempas kelantai terpecah berkeping-keping. Gadis itu juga menyadari ketika banyak air yang berurai membasahi pipinya. Sejak beberapa kata yang didengar dari Chen tadi, gadis itu seperti menjadi batu. Gadis itu tidak sempat berfikir secara sehat dan mencerna setiap kata yang diucapkan Chen terhadapnya. Dia hanya ingin apa yang didengarnya adalah sebuah ilusi, bukan kenyataan. Sehun yang melihat Hanun menjadi seperti itu setelah menerima telfon dari orang tadi membuatnya juga bingung harus berucap apa. Sehun hanya mendengar Hanun menggumamkan sebuah nama yang amat lirih, bahkan hanya samar dan tak yakin dengan yang diucapkan gadis dihadapannya ini. Setelah itu Sehun hanya melihat Hanun beranjak dari tempatnya dan berlari.

***

Chapter 7

~My Baby~

”Dimana Baekhyun oppa..”,

Gadis yang masih terengah-engah napasnya berucap dengan mantap didepan beberapa orang yang telah dia kenal akrab. Tak dia pedulikan lagi bercak darah yang menetes dari lututnya. Otaknya amat buntu setelah mendapat panggilan dari Chen beberapa saat lalu. Hingga yang dia pikirkan hanyalah segera berlari ke tempat tujuannya tanpa peduli dengan apa-apa disekitarnya. Bahkan dengan seorang lelaki yang sejak tadi mengikutinya sampai saat ini.

Lelaki bertubuh tinggi yang mengenakan seragam sekolah sama dengannya itu memegangi lututnya karena lelah. Berlari mengejar gadis itu yang bahkan tak mendengar seluruh sapaannya sepanjang jalan, seperti gadis gila yang tak tahu apa-apa disekitarnya. Bahkan ketika gadis itu tersandung marka jalan dan menghantam aspal, dia hanya membantunya untuk berdiri dan setelahnya gadis itu kembali berlari sampai di tempat ini. Rasa lelahnya tiba-tiba menghilang ketika mendengar satu nama yang disebut gadis tadi. Sangat tidak asing.

”Baekhyun..?”, ucap lelaki bernama Sehun yang semakin berpikir jauh.

”Chanyeol oppa, dimana Baekhyun?”,

Gadis itu semakin berteriak kala orang yang diajak bicara malah menatapnya aneh. Chanyeol merasa iba menatap gadis yang tak lain adalah Son Hanun itu. Pasalnya, rambut gadis itu acak-acakan. Sedangkan kakinya kotor dan terluka, bahkan darahnya masih mengucur jelas.

”Hanun-ah, kau terluka. Lebih baik obati dulu lukamu..”, ucap Chanyeol sambil menyentuh pundaknya. Tetapi Hanun justru menghempaskan tangan lelaki itu.

”Dimana Baekhyun, oppa.. Aku ingin tahu dimana dia?”, ucapnya semakin keras tak urung dengan air mata yang mulai membasahi pipinya membuat dua orang lain yang tak tahu menahu tentangnya memasang tanda tanya besar dikepala.

Sehun lelaki itu berpikir apa ‘Baekhyun’ yang disebut Hanun adalah ‘Baekhyun’ yang dia kenal? Sedangkan Elli, gadis itu berpikir hubungan apa yang terjadi antara Baekhyun dengan gadis berseragam yang menangis didepannya saat ini. Seingatnya Baekhyun tak memiliki seorang adik, tetapi dengan melihat Chanyeol yang memperlakukannya dengan baik, terlebih lelaki itu mengetahui namanya. Pastinya ada sesuatu yang tak dia ketahui.

”Oppa, antarkan aku kedalam. Kumohon..”, gadis itu merajuk dihadapan Chanyeol. Matanya sembab dan suaranya semakin parau.

”Maaf, tapi Baekhyun masih ditangani, jadi tahanlah untuk tidak masuk kedalam dulu..”, Elli angkat bicara meski beribu pertanyaan menguasai pikirannya.

”Siapa kau?”, Hanun yang merasa dinasehati oleh seorang gadis asing angkat bicara. Dia menatap Elli dengan tatapan paling tajam yang pernah dia miliki. Dia benci melihat gadis itu, tanpa suatu alas an yang jelas.

”A..aku..”, Elli akan meneruskan ucapannya jika saja tidak ada sebuah tangan yang menggenggam jari-jarinya–Chanyeol.

”Aaah.. Dia teman Baekhyun, sama sepertiku..”, ucapan Chanyeol sambil tersenyum kaku. Sedangkan Elli yang berada disampingnya semakin merasumsi jika gadis bernama Hanun itu ada apa-apanya dengan Baekhyun. ‘Mungkinkah dia kekasih Baekhyun?’

Tiba-tiba pintu UGD terbuka dan muncul seorang lelaki berjas putih yang sangat familiar dimata keempat orang disana. Terlebih Sehun yang membelalakkan matanya.

”Hyung…”, ucapnya ketika melihat Baekbeom yang keluar dari sana. Lelaki itu semakin yakin jika ‘Baekhyun’ yang dimaksud Hanun adalah ‘Baekhyun’ yang dia kenal. ‘Byun Baekhyun’ sepupunya sendiri. Anak dari kakak ibunya.

”Bagaimana keadaan Baekhyun..?”, Elli yang menyadari dokter Byun keluar dari sana segera menanyakan kabar Baekhyun. Sedangkan Hanun yang menatap gadis bermata indah itu semakin memasang wajah acuhnya. Siapapun gadis itu, Hanun membencinya.

”Dia baik-baik saja. Lukanya sudah diobati dan dia akan segera dipindah ke ruang inap..”, ucap Baekbeom membuat semua yang ada disana merasa lega. Terlebih Hanun yang kini lantas terduduk di kursi yang ada disampingnya. Meskipun dia belum tahu menahu kronologi macam apa yang membuat Baekhyun berada di dalam sana. Tetapi setelah Baekbeom mengabari keadaannya, setidaknya dia merasa lebih lega.

”Kau baik-baik saja, Son Hanun?”, gadis itu lantas menatap Baekbeom yang melihat keadaannya. Gadis itu lantas berdiri dan memaksakan sedikit senyumnya.

”A..aku baik-baik saja oppa..”, ucapnya lirih. Elli, gadis itu semakin dibuat bingung ketika kemunculan gadis asing itu justru dikenal seluruh orang yang ada didekatnya. Hanya dia yang tak tahu siapa dia.

”Dengan luka dan darah seperti itu..?”, lanjut Baekbeom dan Hanun hanya menunduk. Kemudian Baekbeom menatap Sehun yang masih berdiri di belakang Hanun.

”Dan kamu, Oh Sehun.. Kalian datang dari sekolah yang sama?”, ucap kakak Baekhyun itu membuat Sehun meringis dan terkekeh.

Baekhyun dan Baekbeom memang sepupunya, dan dia sangat dekat dengan mereka berdua. Tetapi semenjak dia disibukkan dengan Ujian Negaranya, lama sudah dia tak berjumpa dengan mereka. Kini justru dia menjumpai hyung-hyungnya itu secara kebetulan.

”Aku akan menghubungi eomoni..”, ucap Elli mengeluarkan ponsel dari tasnya. Lalu Baekbeom merebutnya tiba-tiba.

”Why, oppa?”, ucap Elli dihadapan Baekbeom membuat Hanun mengerngit tak jelas.. ‘Eomoni?’

”Jangan panggil dia. Baekhyun akan marah..”, ucap Baekbeom kepada Elli.

”Setidaknya seorang ibu harus…”

”Ya! Son Hanun, ayo ikut aku. Akan aku obati lukamu di dalam dan juga….. Baekhyun mencarimu”, ucapan Elli dipotong Baekbeom yang kemudian menyeret Hanun masuk ke dalam UGD. Menyisakan pandangan aneh dari Elli dan juga Sehun yang menatapnya. ‘Baekhyun mencari Hanun?’, keadaan makin rumit menurutnya. Sedangkan Chanyeol yang tahu siapa Hanun hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

***

”Dia gadis ceroboh, hyung. Harusnya tidak usah kau obati?”,

Hanun mendelik menatap lelaki yang berbarung diatas ranjang rumah sakit justru malah mengoceh tak jelas. Gadis itu dapat melihat lebam-lebam diseluruh wajahnya, bahkan dari caranya bicara Hanun dapat merasakan betapa sakit selurh tubuhnya. Tapi kini lelaki itu malah mencercanya, tidak tahukah dia yang menyebabkan kakinya yang mulus menghantam aspal.

”Kau hanya perlu diam dan istirahat, anak kecil..”, ucap Baekbeom tanpa memandang Baekhyun yang memicingkan matanya saat hyungnya memanggilnya ‘anak kecil’.

”Aku bukan anak kecil, hyung..”, ucapnya malas sambil menghembuskan napasnya.

”Oh iya, jadi kau teman Sehun?”, Baekbeom justru bertanya kepada Hanun yang sejak tadi berlum bersuara. Gadis itu mendongak menatap Baekbeom, baru saja dia akan berucap ketika Baekhyun kembali menyela.

”Sehun? Oh Sehun anak Bibi? Ya! Son Hanun kenapa kau tidak pernah bercerita jika dia temanmu? Dan hyung kenapa kau menanyakan hal itu? Apa dia yang membuatmu jatuh Hanun-ah? Ya! Jawab aku?”, ucapnya bertubi-tubi membuat Baekbeom yang telah selesai membalut luka Hanun berjalan kearah Baekhyun dan menjitak kepalanya.

”Sudah menyusahkan banyak bicara lagi..”,

”Aww, hyung sakit..”,

Hanun tersenyum menatap pemandangan dihadapannya. Kini dia melihat sisi lain dari Baekhyun lagi. Dia pikir Baekhyun adalah preman yang selalu manatap dengan tajam dan berkata dingin, tapi akhir-akhir ini dia melihat Baekhyun adalah lelaki yang manis. Lihatlah bagaimana dia berargumen dengan hyungnya. Mereka terlihat seperti dua bocah yang saling menyayangi.

”Hyungg…”, ketiga orang didalam sana menengok kearah pintu yang memunculkan sosok Sehun dan Chanyeol dari sana.

”Ya! Oh Sehun, apa kau yang membuat Hanun terluka? Teman macam apa kau ini?”, Sehun membeku di tempat.

Dia baru saja ingin mengetahui keadaan hyungnya itu tapi baru masuk saja dia sudah dituduh semacam itu. Lagi, kenapa Baekhyun berkata seolah-olah dia adalah ayah Hanun yang tak rela putrinya disakiti orang lain? Atau mungkin, ayolah Sehun tak ingin berasumsi jika Baekhyun memiliki hubungan dengan Hanun.

”Kau menuduhku sembarangan, hyung..”, Sehun tersenyum dan berjalan kearah Baekhyun mencoba membelakangkan pikiran yang menggelora didalam hatinya.

”Wajahmu seperti tersangka Hun..”, lanjut Baekhyun kemudian meringis kesakitan saat Sehun menonjok pelan lengannya yang terasa sakit. Membuat semua orang yang ada disana tertawa.

Tiba-tiba pintu terbuka lagi, sosok Elli masuk dan berjalan dengan santai. Atmosfir Baekhyun berubah ketika menatap gadis yang masih mengenakan baju yang sama dengan tadi pagi. Tiba-tiba tawanya menghilang, berganti dengan wajah dingin yang selalu dia tampakkan ketika bertemu gadis itu.

”Baekhyun-ssi. Ba..gaimana keadaanmu?”, ucapnya lirih membuat Baekhyun menatapnya jengah.

Sedangkan Hanun yang duduk disamping Baekbeom meremas ujung roknya sambil menatap gadis itu tak kalah tajamnya. Ingatlah selalu jika Hanun membenci Elli sejak pertama dia melarangnya masuk keruang UGD tadi. Tak peduli siapa dia sebenarnya.

”Pulanglah…”, hanya itu yang dapat Baekhyun ucapkan.

Baik Baekbeom maupun Chanyeol hanya menghela napas pasrah seolah tahu apa yang ada dalam pikiran lelaki dengan piyama rumah sakit itu. Sedangkan Sehun yang tak tahu apa-apa memilih untuk melirik Hanun, dan dia benar-benar kaget saat melihat Hanun juga menatap Elli tajam. Semua amat rumit, pikirnya.

”Aku akan mengantarmu pulang, Elli-ssi..”, Chanyeol yang tidak tega melihat Elli segera berjalan dan menarik tangannya untuk keluar. Dia sempat tersenyum dan pamit pada semua yang ada disitu. Tak lupa dia berucap sekilas kepada kawannya.

”Cepat sembuh, man.. Aku akan kesini lagi besok..”, ucapnya tanpa menyimpan rasa dendam kala melihat Elli yang terlihat begitu menyakitkan mendengar ucapan Baekhyun.

Harusnya Baekhyun berterima kasih padanya, tapi Chanyeol tak akan pernah mendengar mulut Baekhyun mengucap itu. Sekalipun jika lelaki itu tahu Elli yang pertama menolongnya.

Setelah kepergian Chanyeol dan Ellissya, Baekbeom pun beranjak dari tempat duduknya dan mengagetkan Sehun yang masih berdiri di samping ranjang Baekhyun.

”Ya! Hun-hun, temani aku cari makan diluar. Kalian pasti belum makan..”, ucap Baekbeom sambil menunjuk Hanun dan Sehun bergantian.

Lelaki berambut coklat itu hanya menurut dan mengikuti Baekbeom keluar ruangan, meskipun hatinya sedikit tak rela meninggalkan Hanun didalam hanya berdua bersama Baekhyun. Mengapa harus dia yang diajak Baekbeom?

”Ya! Anak kecil..”, ucap Baekhyun setelah kepergian Baekbeom beberapa saat lalu dan menatap Hanun yang tetap duduk di sofa yang jaraknya agak jauh dari ranjang Baekhyun. Sesaat dia melihat Hanun mendelik menatapnya, membuat lelaki berkulit putih itu ingin sekali tertawa.

”Jangan panggil aku dengan sebutan sesuka hatimu, tuan..”, Hanun masih menatap Baekhyun dengan tatapan tajam yang dibuat-buatnya.

”Kemarilah..”, tatapan tajam Hanun berubah. Kini dia melotot melihat tangan Baekhyun mengayun memintanya mendekat. Haruskah?

”Why?”, ucapnya ketus.

”Kau mau kesini tidak? Atau kau mau uang sakumu aku tahan selama sepuluh hari?”, Baekhyun tak yakin untuk memotong uang saku Hanun. Ini hanyalah sebuah tak tiknya untuk gadis itu yang pasti akan berhasil. Lihat saja ketika Hanun langsung beranjak dan menyeret kursi untuk duduk disebelah ranjang Hanun. ”Hahaha, ternyata kau percaya kata-kataku…”, Baekhyun tertawa dan Hanun menjitak kepalanya.

”Aww.. Sakit..sakit..”, Baekhyun meringis dibuat-buat.

”Ha?? Maaf…maaf, oppa mana yang sakit?”, lagi-lagi gadis itu tertipu. Tangannya yang mengusap kepala Baekhyun langsung dihempas begitu saja ketika mendengar tawa lelaki itu.

”Menyebalkan..”, ucapnya sambil mengerucutkan bibir sedangkan Baekhyun masih tertawa dengan keras.

Sesaat tawa Baekhyun berhenti, lelaki itu mencoba bangun dari ranjang dan terduduk menatap Hanun.

”Kau bilang tadi keluar bersama teman-temanmu?”, ucapan Baekhyun hanya dijawab dengan anggukan dari Hanun. Gadis itu memilih untuk memilin selimut yang digunakan Baekhyun tanpa mau menatap lelaki dihadapannya. Dia hanya takut jika….. Dia terpesona lagi nantinya.

”Jadi Sehun juga salah satu temanmu yang berkencan dihadapanmu, tadi?”, ucapan Baekhyun selanjutnya membuat Hanun menghentikan aktifitasnya.

Tiba-tiba dia teringat ucapan Sehun di halte tadi. Betapa bodohnya dia melupakan hal itu, sampai-sampai Sehun mengikutinya sampai rumah sakit. Dan? Oh, Hanun baru sadar jika Sehun memanggil Baekhyun dengan sebutan hyung.

”Oppa, kau mengenal Sehun?”, ucap Hanun memotong pertanyaan Baekhyun sebelumnya.

”Tentu, dia sepupuku. Anak dari bibiku..”, Hanun menganga. Tidakkah itu kebetulan yang luar biasa. Dunia amat sempit dirasanya dan Hanun merasa perasaannya akan semakin rumit nantinya.

”Kau belum menjawabku, apa Sehun termasuk temanmu yang berkencan dihadapanmu tadi?”

”Iya itu benar…”, balas Hanun dengan singkat.

”Hanun-ah..”, tiba-tiba Baekhyun menatap gadis itu tajam membuat yang ditatap menjadi salah tingkah..

”M..mwoya?”

”Tadi kau juga bilang jika salah satu mantan kekasihmu juga ikut tadi?”, Baekhyun berkata dengan serius dan Hanun membelalakkan matanya tiba-tiba. Jangan sampai Baekhyun mengetahuinya karena itu akan semakin rumit.

”Dan sekarang, bocah itu mengantarmu sampai rumah sakit.. Katakan padaku jika lelaki bajingan yang memutuskanmu itu bukan Oh Sehun…”,

Hanun membeku, dia mencengkeram selimut Baekhyun lebih keras. Kepalanya menunduk takut menatap Baekhyun yang bisa menusuk hatinya. Semua yang dikatakan lelaki itu benar dan tepat sasaran. Apa lagi yang harus dia jawab? Mungkinkah Baekhyun akan mengusirnya dari rumah, lalu dimana dia akan tinggal nantinya.

”Baby…”, Hanun tersentak. Mungkinkah Baekhyun memanggilnya? Tak ada orang lain disini selain dirinya. Sudah pasti itu untuk dirinya.

”Kau tak mau menjawabku?”, lagi-lagi Hanun tersentak.

Mulutnya belum mampu berucap tapi semenjak tangannya ditarik Baekhyun dengan kasar. Tubuhnya terhuyung dan jatuh diatas pangkuan lelaki itu. Dia mencengkaram lengan Baekhyun karena takut akan terjatuh.

”Oppa…”, ucapnya tak terima sambil sebelah tangannya memukul dada Baekhyun.

”Kau belum menjawab pertanyaanku, Baby..”, jawab Baekhyun selanjutnya dan Hanun semakin terpojok, bibirnya mengerucut.

”Ya, ya, ya. Dia memang mantan kekasihku dan dia mengikutiku sampai kesini. Kau puas?”

”Kalau begitu suruh dia pulang saja..”, lagi-lagi Hanun tercengang. Ada apa sih dengan lelaki dihadapannya ini.

”Why? Dia kan ingin menjengukmu, kau sepupunya?”

”Tidak. Dia mungkin akan mendekatimu lagi. Kalau dia lama-lama berdekatan dengamu lagi. Dia akan memintamu menjadi kekasihnya lagi, kau mau memangnya?”, lelaki itu berucap panjang lebar membuat Hanun menatap heran. Baru saja Hanun ingin turun dari pangkuan Baekhyun ketika lelaki itu menahannya. ”Kau hanya perlu menjawab pertanyaanku. Jangan beranjak..”, perintahnya.

”Kalau aku mau memangnya kenapa? Apa itu masalahmu?”, Hanun mengalah dengan menjawab pertanyaan Oppanya itu. Tetapi sepertinya Baekhyun tidak puas dengan jawaban itu. Buktinya lelaki itu malah menarik pinggang Hanun dan merapatkan tubuhnya.

”Aku melarangmu kembali dengannya..”

”Haa? Memangnya oppa siapa?”, jawab Hanun dengan ketus meskipun dia merasa ribuana kupu-kupu menggelitiki perutnya. Mengapa Baekhyun berubah menjadi cheesy? Gadis itu merasa senang dengan perlakuannya.

”Pokoknya jangan dekat-dekat dengannya. Apalagi berusaha untuk kembali dengannya lagi. You’re mine!! Ingat itu..”

Hanun terdiam, pikirannya berkelana jauh. Baekhyun berkata dia adalah miliknya? Dasar apa yang membuat lelaki itu mengatakan hal semacam itu? Apa Baekhyun hanya menggodanya saja sedangkan Hanun sudah terlanjur bahagia. Baekhyun tak pernah berkata menyukainya apalagi mencintainya. Baekhyun hanyalah lelaki yang menampungnya dan memberinya uang saku saat dia pergi ke sekolah. Baekhyun lelaki dingin nan kejam lalu apa yang mendasari kata-katanya tadi.

Hanun kembali tersentak saat sebelah pipinya didekap olehnya. Kepalanya yang menunduk kini menatap wajah Baekhyun yang kacau, banyak luka disekujur wajahnya yang putih. Membuat gadis itu meringis ikut merasakan bagaimana sakitnya.

”Oppa..”, ucapnya lirih mungkin hanya Baekhyun yang mampu mendengarnya. Jarak mereka amat dekat, bahkan hanya sejengkal dan Hanun dapat melihat sorot mata lelaki itu. ”Siapa yang membuatmu seperti ini?”, gadis itu kembali berucap, hatinya pilu. Lelaki dimanapun dan siapapun itu yang membuat Baekhyun menjadi seperti ini. Hanun bersumpah akan mengguyurnya dengan kopi panas ketika bertemu.

Baekhyun tak menjawab pertanyaan gadis itu. Dia justru terus menatap Hanun dari jarak sedekat ini. Kini kedua tangannya menangkup pipi Hanun. Gadis itu masih hampir menjatuhkan air matanya. Dia benci diberi harapan palsu, dia benci Baekhyun yang bertingkah seolah-olah adalah orang yang paling berharga untuknya. Dia benci dipermainkan lelaki itu.

”Aku baik-baik saja jadi jangan keluarkan itu..”, ucap Baekhyun menunjuk mata Hanun yang mulai berkaca-kaca siap untuk meluncur membasahi pipinya.

”Katakan padaku orang yang..hmmph..”.

Pertahanan Hanun runtuh seketika. Jarinya meremas baju rumah sakit Baekhyun yang terlihat kebesaran dan air matanya telah turun menjadi aliran kecil pada pipinya ikut jatuh tertelan kedalam bibirnya.

Hatinya benar-benar kacau saat ini, dia menangis sejadi-jadinya yang dia bisa tak peduli dengan eksploitasi bibir Baekhyun yang mencumbui bibirnya. Berbeda dari pagi tadi, ciuman yang manis dari lelaki ini. Kini dia merasakan asin yang mendominasi akibat cairan matanya. Ucapan Baekhyun beberapa saat lalu dan perkataan Sehun di halte bus menguap menjadi satu di kepalanya. Dia pusing.

Sedangkan Baekhyun yang melihatnya kemudian melepas bibirnya. Matanya menyerngit melihat Hanun justru menangis semakin kencang. Ditariknya gadis itu ke dalam pelukannya. Kecupan-kecupan ringan dipuncak kepala gadis itu sedikit meredakan tangisnya.

”Kenapa wanita suka sekali menangis..”, ucapnya sambil menepuk-nepuk punggung Hanun pelan.

”Karena dia tidak suka ketika orang yang disayanginya terluka..”

”Berarti kau menyayangiku?”, ucap Baekhyun tanpa melepas pelukannya. Meskipun bibirnya merekah bahagia.

”Tidak, aku membencimu..”, Baekhyun makin tersenyum lebar mendengar ucapan Hanun. Dia tak benar-benar yakin dengan ucapan gadis itu, terbukti dengan lengannya yang memeluk pinggang Baekhyun makin erat.

Semua terjadi tanpa diketahui siapapun kecuali mereka berdua ketika Baekhyun meraih tangan Hanun dan meletakkan pada lehernya. Lelaki itu tersenyum miring dan menyatukan keningnya dengan milik gadis itu sehingga dapat melihat mata Hanun yang masih sembab.

”Apa yang kau lakukan, Baekhyun?”, ucapan Hanun tak dijawab justru lelaki itu mendekatkan wajahnya dan memainkan hidungnya dengan milik Hanun.

”Kau ingin tahu apa yang ingin kulakukan?”, belum sempat Hanun menjawab ketika lelaki itu telah menghabiskan jaraknya dengan meraup bibir merah gadis itu. Manis dan menuntut.

***

Baekbeom duduk di salah satu kursi kantin rumah sakit dan diikuti Sehun yang duduk dihadapannya. Kedua lelaki itu sedang memesan makan malam untuk mereka dan satu bungkus untuk Hanun nanti.

”Jadi, kau teman sekolahnya?”, ucap Baekbeom memecah suasana.

”Bisa dibilang begitu..”, balas Sehun acuh tak acuh.

”Lalu kenapa kalian bisa datang bersama?”, Sehun tak harus mengungkapkan kejelasan yang gamblang kepada hyung nya itu. Dia memilih menjawab pertanyaan Baekbeom dengan jawaban yang santai.

”Kami merayakan hari kelulusan bersama.. Maksudku ada beberapa teman yang lain tadi..”, jawab Sehun membuat Baekbeom menggangguk tanda mengerti. ”Kami pulang bersama tadi lalu dia mendapat panggilan entah dari sapa kemudian langsung berlari sambil terisak..”, penerangan Sehun membuat kakak laki-laki Baekhyun itu menghela napasnya.

”Jadi kalian belum sampai dirumah Baekhyun?”, Sehun menyerngit tanda tidak paham dengan maksud Baekbeom.

”Rumah Baekhyun hyung?”,

”Iya, kau bilang pulang bersamanya?”, kata Baekbeom makin memperumit Sehun.

”Lalu apa hubungannya aku pulang bersama dengan rumah Baekhyun hyung?”, lanjut Sehun kemudian Baekbeom memiringkan kepalanya.

”Tunggu dulu, jangan bilang kau tidak tahu jika Hanun tinggal dirumah Baekhyun?”, Sehun melongo dan tersedak ludahnya sendiri. Jadi selama ini Hanun menghilang dari flatnya dan tinggal bersama Baekhyun?

”Hyung jangan bercanda?”, lanjut Sehun tetap tidak mempercayai fakta yang dilontarkan Baekbeom barusan.

”Aku tidak bercanda Oh Sehun..”, Sehun baru saja akan menjawab ketika seorang pelayang kantin datang membawa pesanan mereka.

”Ini pesanan anda tuan..”, ucapnya kemudian Baekbeom membayar makanan itu dan lekas berdiri diikuti Sehun yang belum sempat menanyakan hal yang lebih jauh tentang hubungan kedua orang tadi.

”Aku ada operasi malam ini, jadi bisakah kau antarkan makanannya untuk Hanun?”, Baekbeom menyerahkan makanan tadi kepada Sehun kemudian pamit untuk pergi.

Sepanjang lorong rumah sakit yang sepi, Sehun kembali berpikir tentang ucapan Baekbeom beberapa saat lalu. Jadi jika benar Hanun tinggal hanya berdua dengan Baekhyun, apa saja yang dilakukan gadis itu berdua dengan hyung nya itu? Mungkinkah mereka telah menjalin hubungan yang lebih dari sekedar teman. Tunggu, Sehun berhenti dan berpikir bagaimana Hanun bisa bertemu dengan Baekhyun?

Sehun kembali melangkahkah kakinya untuk kembali ke kamar Baekhyun dan menyerahkan makanan untuk Hanun. Tetapi langkahnya terhenti di depan pintu kamar bernomor 123 itu. Dari kaca pintu itu Sehun dapat melihat dua orang yang amat dikenalnya sedang melakukan sesuatu yang bahkan tak pernah Sehun pikirkan sebelumnya. Sehun tahu Hanun bukan gadis sembarangan yang mau saja dicumbu dengan ciuman oleh orang lain. Hal itu membuatnya sadar jika dia tak lagi memiliki kesempatan apa-apa lagi atas Hanun. Karena nampaknya gadis itu telah menemukan lelaki lain yang tidak brengsek sepertinya. Dan lelaki itu adalah sepupunya sendiri, hyung kesayangannya — Byun Baekhyun.

Sehun tak kuasa untuk menatap gadis yang masih dicintainya justru berciuman mesra diatas pangkuan Baekhyun. Dengan segala amarah yang mengepul dikepalanya, Sehun berlalu begitu saja dan membuang satu kotak makanan yang tadinya akan diberikan kepada Hanun ke dalam sampah.

***

Chenyeol mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Matanya memandang jalanan tapi fikirannya terpecah oleh gadis yang duduk di jok sampingnya. Gadis itu terdiam sejak tadi, tanpa mengutarakan satu katapun. Sedangkan Chanyeol, egonya amat tinggi untuk memecah keheningan. Lelaki itu menatap Elli yang memasang wajah masamnya dan demi apa Chenyeol benci melihat itu.

”Elli…”, ucapnya untuk pertama kali tanpa memberi embel-embel ssi. Gadis itu menoleh memperhatikan Chanyeol.

”Ah.. Tidak jadi..”, lanjut Chenyeol sedangkan Elli tak mempermasalahkannya dan kembali menatap jalanan diluar kaca. Namun gadis itu terpikir akan sesuatu yang mengganjal dalam pikirannya.

”Chanyeol-ssi..”, ucapnya dan lelaki itu menoleh sejenak.

”Ya? Ada apa?”, lanjutnya sambil kembali terfokus pada jalanan.

”Kau mengenal siapa Hanun?”, Elli cukup terhenyak saat tubuhnya terhuyung ke depan akibat rem mendadak dari Chanyeol. Untung saja gadis itu menggunakan sabuk pengamannya. Chanyeol menghentikan mobilnya dan meminggirkan di tepi jalan.

”Ya, aku mengenalnya..”, ucapnya sambil menatap Elli.

”Apa dia sepupu Baekhyun?”

”Tidak..”

”Apa dia adik perempuannya?”

”Tidak juga..”, Elli terdiam. Lalu siapa Hanun?

”Kalau begitu siapa dia?”, Elli memperhatikan Chanyeol yang menatapnya dalam. Dia tak yakin apa yang terjadi pada lelaki dihadapannya ini.

”Kupikir dia kekasih Baekhyun..”, dan saat itulah Elli merasakan hantaman yang sangat keras diulu hatinya. Entah mengapa perjuangannya untuk mencintai Baekhyun harus pupus ditengah jalan. Haruskah dia mempertahankan perjodohan ini?

”A..aku tak pernah tahu itu..”, Elli menunduk mencoba menghilangkan rasa sedih yang mendominasinya. Tapi tiba-tiba Chanyeol mencengkeram kedua pundaknya membuat gadis itu melebarkan matanya.

”A..apa yang kau lakukan Chanyeol-ssi..”, ucapnya melihat tatapan Chanyeol.

”Sampai kapan kau akan bertahan.. Kau tahu Baekhyun tak akan merubah pendiriannya, Elli. Jangan sakiti dirimu sendiri karena Baekhyun tidak pernah mencintaimu..”, ucap Chanyeol menciptakan mata Elli berkaca-kaca.

Chanyeol lelaki yang baik, Elli melihat dari cara bicara dan perlakuananya. Mungkin jika dulu dia tidak dipertemukan dengan Baekhyun, Elli akan menyukai lelaki dihadapannya ini. Tapi sayang, otaknya dipenuhi oleh Baekhyun. Meskipun tak satupun lelaki itu membalas perasaanya.

”Maaf Chanyeol-ssi, aku terlanjur mencintainya.”

***

Malam semakin dalam ketika jarum jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Tetapi malam tak berarti apa-apa bagi dua sejoli yang nampaknya sedang kasmaran dan ingin menghabiskan malam dengan mengobrol hanya berdua saja. Sejak Dokter Byun alias Baekbeom memeriksa keadaan Baekhyun setengah jam lalu, dia meminta Baekhyun untuk istirahat malam ini dan esok siang dia akan diperbolehkan pulang. Tapi nampaknya lagi-lagi Baekhyun sedang tidak ingin memejamkan matanya, karena sesuatu yang ada didepannya saat ini lebih menarik untuk dilihat.

”Jadi kemana saja kalian menghabiskan hari ini?”, ucap Baekhyun lirih sambil menatap wajah gadis yang ikut berbaring diatas ranjang rumah sakit yang sempit bersamanya. Seragam sekolahnya masih menempel dan gadis itu sama sekali tak peduli. Kini dia lebih menyukai aktifitas Baekhyun yang memainkan rambutnya.

”Hmm.. Hanya makan bersama lalu pergi ke noraebang..”, ucap Hanun sambil membenarkan selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua. Baekhyun tersenyum lalu mencubit hidung gadis dihadapannya.

”Biasanya para gadis akan menghabiskan hari kelulusannya untuk shopping di mall..”, gadis itu mengerucutkan bibirnya mendengar penuturan lelaki yang sejak tiga jam tadi telah resmi menjadi..hmm. Jangan sebut lagi karena Hanun akan semakin malu.

”Aku bukan gadis biasa, aku lebih suka…….”

”Menjadi obat nyamuk dibelakang teman-temanmu yang berkencan?”, potong Baekhyun dan Hanun memukul lengan lelaki itu.

”Kau menyebalkan, oppa..”, dan gadis itu semakin terlihat lucu dimata Baekhyun. Sakit disekujur tubuh akibat hantaman Luhan tadi siang serasa menguap entah kemana.

”Seharusnya kau memanggil kekasihmu tadi, jadi kau tidak merasa kesepian..”, ucapan Baekhyun tiba-tiba membuat Hanun memanas. Gadis itu menutup mukanya dengan telapak tangannya.

”Aku tidak memiliki kekasih, oppa..”, ucapnya tidak jelas karena terhalang tangannya sampai-sampai tak menyadari ketika Baekhyun telah merengkuh tubuhnya ke dalam dekapan dan menarik selimut lebih tinggi hingga membungkus tubuh mereka seperti kepompong.

”Benarkah? Ku dengar kau sedang menjalin hubungan dengan adik salah satu dokter di rumah sakit ini? Oh. Mungkin aku salah dengar…”, ucap Baekhyun sambil terkekeh. Gadis itu kembali memukul dada Baekhyun bertubi-tubi.

”Hey, kau ini kenapa?”, lanjut Baekhyun ketika Hanun terus saja menghujani pukulan-pukulan kecil.

”Hah.. Memang kau salah, karena aku tidak menjalin hubungan dengan adik dokter siapapun itu. Karena aku menjalin hubungan dengan putra tunggal pemilik Oh Corps.. Puas?”

”Malangnya nasibku, belum genap sehari saja sudah dikhianati..”, Baekhyun geleng-geleng. Lelaki itu hanya ingin menggoda gadis manis itu dan ternyata memang dia tergoda.

”Aaaaaaaa…. Aku akan pulang kalau begitu”, Hanun menyibak selimut yang membungkus tubuhnya lalu berdiri disamping ranjang Baekhyun. Sedangkan lelaki itu tak bergeming karena yakin gadis itu tak sungguh-sungguh dengan ucapannya.

”Wah, sayang sekali. Kalau sebentar lagi Ellissya akan datang menjengukku, berarti aku bisa berduaan dengannya..”, Baekhyun menopang kepalanya dengan siku dan memperhatikan Hanun yang baru saja melangkah tiba-tiba berbalik dan meloncat keatas ranjang, meringkuk disamping Baekhyun lagi. Gadis itu mengingat bagaimana Baekhyun menceritakan siapa sosok Ellissya sebenarnya beberapa saat lalu, dan kala itu Hanun memang tidak salah untuk membenci Elli. Karena dia merasa tersaingi, untuk merebutkan Baekhyun.

”Tidak jadi pulang, Baby?”, godanya dan Hanun hanya menatap Baekhyun malas tanpa menjawab ucapannya.

”Bodoh..”, jawabnya singkat lalu memejamkan matanya. Baekhyun tertawa lepas, dunia terasa sangat indah saat ini. Mungkin dulu Aerin adalah dunianya, tapi kini dia menemukan dunia baru yang menghapus masa suramnya. Dia menemukan gadis sembilan belas tahun yang bisa membuat moodnya kembali ceria walau hanya menatap wajahnya saja.

Baekhyun meraih tubuh Hanun untuk merapat. Dia mendekapnya amat erat seolah tak mengijinkan hantu yang berkeliaran mencuri gadisnya.

”Tidurlah, kau pasti lelah..”, ucapnya lembut sedangkan Hanun makin merapatkan wajahnya kedada Baekhyun. Mencium aroma parfum yang masih melekat pada piyama rumah sakit oppanya.

”Oppa…”, kata Hanun dengan mata yang terpejam. Baekhyun yang mengeratkan pelukannya dan kembali menarik selimut hanya berdehem menjawab panggilan Hanun.

”Terima kasih..”, lanjut gadis itu.

”Untuk?”, Baekhyun berujar sambil mengecup puncak kepala Hanun dan mengendus aleovera yang menguar dari rambut gadisnya.

”Untuk semua..”, malam ini berakhir dengan sebuah kecupan hangat di dahi Hanun dan ucapan selamat malam yang manis dari Baekhyun, tak akan pernah dilupakannya.

”Good Night, my baby..”

To Be Continued

 

 

READ THIS!!

 

Helo reader, seperti yang author dulu janjiin kalo tanggal 23 bakalan balik. So, author tepatin janji dan bener-bener balik sama YMS.

 

Mungkin aku ngomong dikit panjang tapi aku harap kalian sudi buat baca.

Pertama aku ucapin Thanks buat reader yang udah ngikutin FF ini dari mulai chap awal sampai sekarang, dan juga terimakasih banget jika saja ada reader yang berhenti dan nggak mau lanjutin buat baca FF ini dengan alasan yang mungkin aku juga udah tahu.

First, Alhamdulilah Allah lancarin 2 Ujian Masuk ku (meskipun ada yang belom ujian), tapi demi obatin kangen dan janji aku makanya aku balik lagi.

Kedua, mungkin semua juga udah tahu ada apa beberapa hari atau mungkin sampai saat ini juga masih berbau hal itu.. Aku tahu mungkin udah banyak fans yang hilang dari peradaban dan mungkin beberapa adalah pembaca FF aku. It’s okey. Aku gak masalah kok, karena aku juga tahu kalo komentar pasti akan turun dari sebelumnya, bahkan drastis.

Tapi reader, seperti yang aku pernah katakan di TL ku. Aku nggak akan berhenti menulis FF ini sampai akhir, entah nanti aku postingnya lebih lamaan atau apa tapi kalian harus tahu kalo aku nggak berhenti nulis FF ini. Karena menurut aku semua masih sama kaya yang dulu dan gak ada yang berbeda.

Guys, kita cuma butuh buka mata saat ini.. Mungkin sebagian dari kalian belom bangun, so WAKE UP NOW!..

Ingat nggak mungkin pas kalian lagi sedih, ato seneng, bahkan pas kalian baru jadian ato pas diputus sama pacar. Aku yakin sebagian (pasti ada) yang gak cuman sekedar bilang ”Baekhyun oppa, I’m happy” atau lain-lain..

Guys, disaat Baekhyun justru mengalami suatu hal yang mungkin bisa dibilang buruk, lalu mengapa kalian justru lari dan pergi? Dia butuh kalian dibelakannya, buat jadi semangat dia..

Tuhan ciptain manusia dengan segala kelebihannya, semua manusia yang diciptakan Tuhan punya hati dan perasaan. Mungkin kalian tahu itu, begitupun Baekhyun dia juga punya hati dan perasaannya. Mungkin kalian bilang kalo aku omong kosong atau mungkin kalian pikir aku ngomong karena aku fans nya Baekhyun.. No, guys. Aku cuman pengen kalian buat bangun dari rasa benci.

Kita mungkin bisa punya pacar, nikah, bahkan punya anak nantinya. Tapi mereka (EXO) gak ngelarang kita buat jadi fans mereka, gak ada batasana dan kasta buat jadi seorang fans.. Tapi guys, kenapa justru idol kita yang menjalin hubungan dan kita nggak terima? Itu salah guys. Mereka juga butuh hidup dan punya rasa suka lain jenis.

Kita emang fans, cuman bisa liat mereka dari layar (kaya aku juga), fans itu jumlahnya jutaan. Kalo semua minta dinikahin sama bias itu juga gak mungkin, oke. Mungkin habis ini bakalan banyak yanag unfoll atau nge bash aku.. It’s okey, but aku cuman pengen kalian wake up, kita fans dan mereka idola. Sampai kapanpun fakta itu tidak akan berubah..

Aku nulis tulisan ini waktu aku ada di dalam bis perjalanan balik habis tes di Surabaya ke kota aku (Ponorogo), dan disini. Ditengah himpitan penumpang yang berdesaka-desakan air mataku jatuh. Sejak pertama aku lihat ‘itu’ mungkin 3 hari lalu, aku terus nguatin diri dan nahan buat nggak nangis.. NGGAK NANGIS. Tapi hari ini, aku melihatnya dicaci dan dibenci banyak orang, tapi aku melihatnya bisa tersenyum (di MC Inkigayo) buatku itu cukup.. Dia baik-baik aja.

 

Aku pun merasa seperti ditampar secara sadar pas pertama lihat ‘itu’. Tapi aku kembali kalo aku fans aku emang sayang sama Baekhyun. Rasa sayang seorang fans pada idolanya, dan aku menunjukkan rasa sayang aku dengan nulis FF, dan selalu support dia..

 

Yasudah, abaikan tulisan aku, kupikir setiap orang punya pendirian dan perndirian kita mungkin berbeda.. Buat kalian yang tetep mau out, it’s okey aku nggak masalah, dan buat kalian yang masih bertahan. Tolong support Baekhyun yang sedang terhimpit.. He’s just a common people, guys.. Manusia biasa sama seperti kita, berhenti nyakitin diri kalian sendiri..

Open your eyes and wake up!

 

 

Now, let’s just support him!!

Bpb5tjXCcAAFqTxer

 

 

Look at when he smile..

14356736424_f50307c3cd_o

 

 

Leave your comment, guys!

Thanks for still reading my FF.

 

 

 

315 responses to “You’re My Special [Chapter 7]

  1. bener banget thor, Hari ini kita sekua fans EXO harus WAKE UP apapun yg terjadi aku terus suport mereka semua kok!!!💞
    Ffnya keren thorr like😱👍

  2. bener banget thor, Hari ini kita semua fans EXO harus WAKE UP apapun yg terjadi aku terus suport mereka semua kok!!!💞
    Ffnya keren thorr like😱👍

  3. Pingback: SERENADE PRESENT: | exoticbluelight·

  4. Aku setuju sama unni!! Huaaa akhirnya mereka jadian jugaaaa^^ aigooo.. Lanjutin ne un! Aku dah gasabar pen baca

  5. Oh my baek, lo mesra2 an di atas ranjang RS??
    Untung yg liat sehun.. klo emak lo gimane hayyooo??
    Ni ff update pas britanya ‘itu’ ya?
    Doain aj dia cepet sadar akan pilihannya,,

  6. bener banget kakkk…aku juga ngerasa kita cuma fan. kita cuma bisa ngedukung apapun keputusan bias kita. OK, kembali ke ffnya. aa…kakkk makin kerasa banget kontroversinya -huaa gaje- pokonya makin kerasa deh konfliknya. dan makin manis antara baekhyun sama hanun. keep writing kak

  7. Kak, aku reader yg kemarin itu… Ya yg itu… Gk tahu? Ya sudahlah.

    Oke, FF kakak ini bagus!!! Fiuh, untungnya sehun gk jahat. Hahahhaha.

    Oh ya kak, email aku bales dong. Aku bum dapet PW chapter 5. Lumutan nunggu + ingin tahu isinya apa. T_T

    Cepetan di bales ya kak,
    Fighting kalau lagi biki FF baru! ^^

    From your reader Cantika ♡♡

  8. Setelah ditahan2 gk dimunculkan di part sblumnya, akhirnya netes juga part yg bikin diabetes gara2 kemanisan scence nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s