MISS ANNOYING [CHAPTER 5]

MISS ANNOYING

 

 MISS ANNOYING [CHAPTER 5]

Author : FanyByun(@afanya_)

Genre : School-life, AU!, Romance, Love-Hate, Friendship

Cast : Byun Baekhyun (E.X.O)| Choi Hyeyoung (OC/YOU) | Kim Jongin (E.X.O) | Do Kyungsoo (E.X.O)

Other Cast : Park Chanyeol (E.X.O) | Lee Minah (OC/YOU) | and other

Summary :Ice boy meet annoying girl, what will happen?

Disclaimer : I own nothing but the story. Baekhyun, Jongin, and EXO member belong to themselves. OC’s belong to me, except Lee Minah—she’s belong to my bestfriend.

Length : Chapter

(TEASER | CHAPTER 1 | CHAPTER 2 | CHAPTER 3 | CHAPTER 4 | CHAPTER 5)

 Poster by me @byunbaek98hyun

Perhatian : tulisan yang di-italic itu merupakan ucapan dalam hati para karakter atau flashback.  

 

 

2014 © AFANYA PRESENT

 


~*~

Previous Chapter :

“Yo, Minah-ssi, senang bertemu denganmu disini, sedang berkencan?” Chanyeol  bertanya penasaran sambil mengedarkan pandangannya, mencari-cari pasangan kencan Minah.

“Aniyo sunbaenim, aku hanya sedang menunggu sepupu juga temanku.”jawab Minah , kalem.

“Maksudmu Jongin dan Hyeyoung?” Baekhyun yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara, membuat dua orang di dekatnya mengerinyit tidak paham.

Pertanyaannya, bagaimana bisa Baekhyun tahu kalau yang Minah maksud itu Choi Hyeyoung dan Kim Jongin?  

 

~*~

Before you come,

 tomorrow just tomorrow,

But

 After you come

 Tomorrow mean new day

—Byun Baekhyun

 

Hyeyoung memperhatikan keadaan di sekitarnya dengan antusias. Myeongdong benar-benar ramai malam minggu begini. Kerlap kerlip lampu hias menyapa indra penglihatan gadis Choi itu. Hyeyoung tersenyum manis sekali. Tangan gadis itu terulur hendak menyentuh gantungan kunci pororo yang menarik perhatiannya sedari tadi Jongin membawa lari gadis itu menjauh dari tempat tesebut.

Hal itu tentu saja membuat gadis Choi itu memandangi  Jongin kesal. Tetapi kekesalan gadis itu sirna ketika melihat pertunjukkan di depannya.

“Ya Tuhan!” jerit gadis itu, terkagum-kagum.

“Seharusnya aku membawa kameraku.” Gumam gadis itu, lalu memandangi Jongin sambil tersenyum manis sekali. Tanda terimakasih, mungkin.

Jongin ikut tersenyum melihat Hyeyoung yang nampak menikmati apa yang sedang dipertujukkan di hadapan mereka berdua. Yep, mereka sedang melihat pertunjukan dance. Memang hampir setiap malam minggu selalu diadakan acara sejenis ini di Myeongdong. Dan kebetulan, mereka berdua datang disaat yang tepat.

Tepatnya, Jongin memilih waktu yang tepat.

Hyeyoung bertepuk tangan ketika pertunjukan itu selesai.

Daebakkk!” pekik Hyeyoung.

Jongin menutup mulut gadis itu menggunakan sebelah tangannya. Hyeyoung membalas dengan menginjak kaki Jongin. Keduanya memberikan tatapan tajam satu sama lain.

Salah satu penari laki-laki dalam pertunjukkan itu meghampiri Hyeyoung juga Jongin.

“Hai Kai.” Sapa laki-laki itu kepada Jongin.

Hyeyoung mengangkat alisnya tinggi-tinggi.

Kai? Nama macam apa itu? Apakah sejenis makanan?

“Kai..?” gumam Hyeyoung , bingung.

Lalu tatapan gadis itu bertemu dengan tatapan si penari, si penari itu memberikan senyuman manisnya. Kemudian mengulurkan tangannya, Hyeyoung memandangi seperti orang bodoh.

“Hi, Kau pasti Choi Hyeyoung. Aku Mark Tuan. Kai sering menceritakan tentangmu.”

“Kai?” tanya gadis itu bingung.

Hei, yang benar saja. Hyeyoung rasa gadis itu tidak mempunyai satu teman pun dengan nama Kai. Apa salah satu temannya mengganti nama dengan nama aneh itu?

“Kai, jangan bilang kau tidak tahu siapa Kai. Begini—“ Mark mendekat ke arah Hyeyoung, hendak menyentuh bahu gadis itu.

Hyung.” Peringatan pertama dari Jongin, tetapi laki-laki yang lebih tua satu tahun dari Jongin itu hanya memberikan senyuman khasnya, lalu menyentuh bahu Hyeyoung. Si empunya membulatkan mata.

Apa apaan ini! Aku bahkan baru mengetahui namanya satu menit yang lalu dan dia sudah menyentuh bahuku? Heol!

Sorry, Mark-ssi.” Cicit Hyeyoung dengan nada risih, pasalnya Mark mencengkeram bahunya.Gadis itu digeret mendekat ke arah Jongin oleh Mark. Setelahnya Mark memeberikan senyuman bersalah.

“Maaf, Hyeyoung-ssi, Kai dan Jongin itu satu orang. Bisa dibilang Kai itu nama lain dari Jongin.” Terang laki-laki itu. Kemudian memberikan senyuman tanpa dosa.

Hyeyoung menggangguk paham. Oh, jadi temannya yang punya nama aneh itu adalah Jongin?

“Kai.” Gumam gadis itu, lalu memberikan senyuman manis.

Mark menepuk-nepuk kepalanya, teringat akan sesuatu. Lalu mendekati Hyeyoung, berbisik di telinga gadis itu.

“Ah, ada satu hal yang harus kau ketahui Hyeyoung-ssi, Kai itu benar-benar anak yang jahil. Ia sering menjahili teman-teman satu sekolahnya.”

Laki-laki bermarga Tuan itu menjauhkan tubuhnya dari Hyeyoung ketika Jongin menarik kerah t-shirt laki-laki tersebut kasar.

Hyung seharusnya pulang.”  Peringatan kedua dari Jongin.

Dibalas dengan cengiran Mark.

“Iya, aku hanya ingin berpamitan dengan Hyeyoung-ssi, omong-omong Hyeyoung-ssi aku ingin kau menjaga anak ini.”

Lalu Mark berjalan menjauh sembari melambaikan tangannya. Keduanya baik Jongin maupun Hyeyoung berdiam diri hingga suara cempereng mengalihkan perhatian keduanya. Mata Jongin melotot, sedangkan Hyeyoung menghembuskan napas leganya.

“Lee Minah!” teriak Jongin dan Hyeyoung hampir bersamaan.

 

*

 

“Akhirnya aku menemukan kalian berdua!” pekik Minah senang, gadis itu menghambur memeluk Jongin dan Hyeyoung bebarengan.

“Aku pikir kalian masuk dalam daftar orang hilang.” Lanjut Minah.

Dibalas dengan pelototan Jongin dan kekehan Hyeyoung. Ketiganya larut dalam perbincangan hingga melupakan dua orang yang sejak tadi berdiri di sebelah Minah. Baekhyun dan Chanyeol. Jangan tanyakan mengapa mereka bisa ada di sini. Ceritanya akan sangat panjang.

Baekhyun berdeham, sementara Chanyeol mengetuk-ngetukkan sepatunya dengan jalanan aspal. Tiga orang yang tadi masih mengabaikan keberadaan mereka berdua akhirnya menoleh dan bersamaan memberikan senyuman tanpa dosa.

“Chanyeol sunbae,  Baekhyun sunbae.” Sapa Hyeyoung, sopan.

Berbeda dengan Hyeyoung, Jongin justru memberikan tatapan tajamnya ke arah Baekhyun. Ada sesuatu yang tidak Hyeyoung sadari mengenai Byun Baekhyun dan Jongin menyadari hal itu. Dan Jongin benar-benar kesal mengetahui kebenarannya. Seseorang tolong ambilkan tongkat atau sejenisnya, saat ini Jongin benar-benar ingin mengajak gulat Byun Baekhyun. Tidak peduli kalau laki-laki Byun itu adalah sunbae-nya.

“Kenapa sunbae bisa ada di sini?” tanya Hyeyoung, masih dengan nada sopan.

Baekhyun memberikan tatapan kepada Chanyeol. Lalu Chanyeol mengangguk, “Tadi aku meminta Baekhyun menemaniku membeli celana dalam polkadot kotak-kotak.”

“Di Myeongdong?” tanya Hyeyoung, masih dengan nada sopan, meskipun ada sedikit nada tidak yakin yang terselip.

Chanyeol menggaruk tengkuknya, memanglah kesalahan besar bagi seorang Byun Baekhyun memintanya untuk mengatasi hal ini. Yang keluar dari mulutnya malah alasan konyol yang bahkan nenek-nenek saja tahu jika hal itu mustahil.

Polkadot kotak-kotak ?

Betapa bodohnya kau, Park Chanyeol.

“Aku juga ingin membeli gantungan kunci.” Kata Baekhyun, menunjukkan gantungan kunci pororonya.

Hyeyoung membulatkan matanya, secara tidak sadar gadis itu mendekat ke arah Baekhyun. Itu tadi gantungan kunci yang sangat ingin dibeli oleh Hyeyoung.

Dan coba lihat, siapa yang memilikinnya terlebih dahulu?

Byun Baekhyun!

“Gantungan kunci sunbae bagus sekali.” Puji gadis itu. Hyeyoung berjinjit hendak menyentuh gantungan kunci milik Baekhyun.

Baekhyun memberikan smirk-nya, lalu menyembunyikan gantungan kuncinya dalam saku jaket laki-laki Byun tersebut. Hyeyoung memberikan tatapan kesal.

“Tentu saja.”

Minah memandangi kedua orang itu dengan tatapan sedihnya. Tanpa ditanyapun ia tahu kenyataannya, tapi mengapa rasanya sakit sekali mengetahui yang sebenarnya. Sambil memegang erat tas cangklongnya gadis itu berlari menjauh setelah meminta izin untuk pergi ke toilet. Biarkan Minah menenangkan dirinya telebih dahulu, karena yang Minah butuhkan saat ini hanyalah ketenangan. Karena dengan ketenangan Minah bisa berpikir lebih jernih. Ia hanya tidak ingin membuat keputusan yang nantinya akan menyakiti hati banyak orang.

Chanyeol memandangi punggung Minah yang menjauh. Ia tidak beniat untuk menghampiri gadis itu, karena gadis yang sedang patah hati akan lebih mudah untuk berpikir pendek. Bukan tidak mungkin Minah akan memintanya menghancurkan hubungan sepupunya dengan gadis yang ditaksir oleh sepupunya saat ini. Dengan  perasaan Chanyeol yang seperti itu kepada Minah bukan tidak mungkin laki-laki Park itu akan mengabulkan keinginan gadis yang saat ini mencuri perhatiannya itu.

Dan Chanyeol tidak ingin hal itu terjadi, untuk selamanya.

*

 

Entah bagaimana ceritanya, kini yang tersisa di tempat itu hanyalah Baekhyun dan Hyeyoung yang masih memperebutkan gantungan kunci pororo yang kini berada di genggaman tangan kanan milik Baekhyun. Hyeyoung berniat untuk menyentuhnya. Sementara Baekhyun tidak mau kalah terus berusaha melindungi gantungan kuncinya agar tidak tersentuh oleh Hyeyoung.

Sunbae, biarkan aku menyentuhnya!” ucap Hyeyoung , emosi.

“Tidak bisa.” Baekhyun menjawab, datar.

Hyeyoung tidak mau usahanya untuk menyentuh gantungan tersebut sia-sia.

Ayo gunakanlah otakmu Choi Hyeyoung, berpikir… berpikir…

“Ah!” pekik gadis itu, memegangi lutut kanannya, sambil meringis kesakitan. Oh tidak, Hyeyoung hanya sedang berakting.

Baekhyun yang tadinya tidak peduli memandangi gadis Choi itu khawatir. Pemuda Byun itu ikut berjongkok seperti yang tengah dilakukan Hyeyoung. Memandangi gadis Choi itu dengan tatapan penuh kekhawatiran. Tangan Baekhyun terulur menyentuh bahu gadis itu. Kedua insan itu berdiam diri, sama-sama merasakan suatu sensasi berbeda yang baru pertama kali mereka rasakan.

Degupan jantung yang bertalu-talu.

Sengatan listrik bervoltase tinggi saat mereka melakukan skinship.

Dan kupu-kupu yang beterbangan ketika manik mereka bertemu pandang.

Apa sebenarnya yang terjadi ?

“Aku mendapatkannya!” jerit Hyeyoung, kemudian tertawa keras. Baekhyun memelototkan matanya, kemudian tatapan matanya jatuh pada benda yang berada dalam genggaman gadis Choi tersebut. Gantungan kunci pororo milik Baekhyun telah berpindah tangan.

“Huaaaaa, imutnyaaaa.”

“Kembalikan.” Baekhyun berkata dengan nada tegasnya.

Oh, itu tidak berlaku bagi Choi Hyeyoung yang sedang tergila-gila dengan barang-barang moe[1]. Hyeyoung memainkan kedua tangan pororo ke kanan dan ke kiri berulang kali. Sambil terus bersenandung salah satu OST PORORO yang masih sering ditontonya—meskipun usianya sudah menginjak 16 tahun.

“Dunia berselimut salju~ Beri jalan untuk pororo~ Riang gembira… selalu~”

Baekhyun menarik paksa lengan Hyeyoung, membuat si empunya kehilangan keseimbangan hingga menubruk tubuh Baekhyun. Untuk menyeimbangkan tubuhnya gadis itu memegangi bahu Baekhyun. Posisi mereka sekarang layaknya sepasang kekasih yang sedang berpelukan—karena tangan Baekhyun refleks melingkari pinggang ramping Hyeyoung. Keduanya bertemu pandang untuk yang kesekian kalinya.

Kemudian membuang muka hampir bersamaan.

Sadar atau tidak, pipi kedua insan itu bersemu merah muda.

“Ya Tuhan, kakak-kakak itu romantis sekali kan, Jinri-ya?” suara seorang anak kecil mengintrupsi kegiatan mereka.

Hyeyoung mengalihkan pandangannya ke arah dua gadis kecil yang memandangi Baekhyun dan Hyeyoung sambil terkagum-kagum. Sialnya, Hyeyoung masih belum sadar jika tangannya masih mencengkeram erat bahu Baekhyun.

“Benar, eonni dan oppa itu sangat romantis. Besok kalau sudah besar aku akan mencari pacar yang setampan oppa itu kemudian kami akan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh oppa dan eonni itu. Bukankah itu ide yang keren, Irine-ah?”

Baekhyun ikut memandangi dua gadis yang kini telah beranjak pergi meninggalkan Baekhyun dan Hyeyoung serang diri di jalanan tersebut. Diam-diam laki-laki itu mengulas senyum tipis memandangi kepergian dua gadis kecil tersebut.

“Hya! Maaf sunbae. Aku tidak bermaksud untuk—“ Hyeyoung melepaskan cengkramannya dari bahu Baekhyun dan melangkah mundur. Semata-mata untuk memberikan jarak bagi mereka berdua. Pipi Hyeyoung bersemu merah muda, untung saja lampu hias di jalan itu tidak terlalu terang, sehingga Baekhyun tidak bisa melihat pipinya yang memerah. Semoga saja begitu.

“Tidak apa-apa.”

 

*

 

Minah memandangi danau buatan itu dengan pandangan sedihnya.

Ia teringat saat Baekhyun dan Hyeyoung berebut gantungan kunci pororo seperti sepasang kekasih yang saling menggoda satu sama lainnya.

Hatinya sakit.

Seperti diremas-remas lalu ditusuk-tusuk dengan ribuan jarum. Hancur tak bersisa.

Ingin rasanya menyambung kembali serpihan-serpihan hati itu. Tapi tentu saja hal itu akan memakan waktu yang lama. Minah telah menyukai Byun Baekhyun sejak ia menginjak kelas tiga di SMP. Ia mengenal Baekhyun karena laki-laki itu sering dipanggil saat upacara karena prestasi yang laki-laki itu dapatkan.

Saat pertama melihat laki-laki itu rasanya hatinya bergetar hebat. Matanya tidak mau mengalihkan pandangannya dari Byun Baekhyun, barang satu milimeter pun.

Seperti telah ditakdirkan, pada saat itu Minah telah menyatakan dirinya jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seorang ‘balok es’ berjalan Byun Baekhyun.

“Kenapa sakit sekali.” Gadis itu memukul-mukul dadanya, di mana rasa sesak itu berasal. Tangannya berhenti memukuli dadanya ketika ada sebuah tangan yang menahan tangannya kencang. Tatapan gadis itu bertemu dengan tatapan tajam laki-laki yang sempat mengalihkan pandangannya beberapa hari ini.

“Behenti menyakiti dirimu sendiri, Minah.”

Gadis itu seperti kehilangan kesadaran dirinya, ia menangis tersedu-sedu. Lalu berhambur ke dalam pelukan laki-laki itu. Ke dalam pelukan Park Chanyeol. Chanyeol merengkuh gadis itu, tidak telalu erat namun cukup kencang.

“Masih banyak laki-laki lain yang lebih pantas untukmu , Minah. Misalnya aku.”

Minah merasa dirinya tenggelam dalam perasaan yang sempat ia rasakan saat pertama kali melihat Baekhyun. Bedanya, kini perasaan itu ditujukan pada Park Chanyeol.

Minah mengangguk, lalu pelukannya pada Chanyeol semakin erat. Gadis itu berbisik.

“Ya Chanyeol sunbae. Buatlah aku bahagia, bersamamu.”

 

*

 

Hyeyoung meringis terpaksa. Ia baru saja memisahkan gantungan kunci pororo milik Baekhyun dari badannya. Gadis itu memandangi Baekhyun merasa bersalah.

Sunbae, aku benar-benar minta maaf.”

Baekhyun memandangi Hyeyoung tajam. Baekhyun kesal, karena Hyeyoung merusak gantungan kunci kesukaannya. Benar-benar gadis ceroboh. Tidak hati-hati. Tidak ada manis-manisnya.

Sunbae, tolong maafkan aku. Sunbae boleh meminta apapun asal sunbae memaafkanku.”

Pemuda Byun itu tesenyum miring. Sepertinya mengerjai Choi Hyeyoung akan menyenangkan.

“Apapun?” Baekhyun memastikan.

Hyeyoung mengangguk mantap. “Apapun, asal aku bisa melakukannya.”

Baekhyun mengangguk-angguk, mengerti. Kemudian menggandeng tangan Hyeyoung, membawanya berjalan menuju sebuah kedai ice cream yang berada tidak jauh dari mereka.

Ice Cream?” tanya Hyeyoung, memandangi Baekhyun.

“Memang kenapa?” Baekhyun bertanya balik, sambil berjalan santai menuju bangku di sebelah kaca jendela. Seolah olah laki-laki itu sering datang ke kedai ice cream tersebut.

Jangan-jangan laki-laki ini memakan ice cream setiap hari. Itulah sebabnya hatinya beku sehingga tidak pernah menampakan emosi apapun, batin Hyeyoung.

Sunbae mau memesan apa?” Hyeyoung bertanya sambil membuka menu yang tergeletak di meja.

Strawberry choco-chip sundae saja.” Balas Baekhyun, pemuda itu duduk bersandar sambil memandangi orang-orang yang lewat dari jendela besar di sebelah mereka.

Hyeyoung melihat menu-menu di hadapannya. Ia tidak terlalu suka ice cream. Dibandingkan ice cream gadis bermarga Choi itu lebih memilih cake atau sejenisnya. Yeah, oleh karena itu makanan kesukaannya tidak jauh-jauh dari yang namanya cake. Strawberry shortcakelah favoritnya.

“Aku caramel macchiato saja.” Kata Hyeyoung.

Si pelayan yang sedari tadi menunggu pesanan mereka mencatatnya.

“Baik, satu strawberry choco-chip sundae dan satu caramel macchiato. Pesanan akan segera datang.” Kata pelayan tersebut, kemudian berlalu.

Baekhyun masih tidak melepaskan pandangannya dari jendela, sementara Hyeyoung cukup bosan dengan keheningan seolah tak berujung ini. Baiklah, mungkin setelah ini Hyeyoung akan menambahkan kalimat ‘Bersama Baekhyun’ ke dalam list hal yang paling tidak ia sukai.

Sunbae..”

“Ya?”

Kemudian hening.

“Kenapa sunbae menyukai ice cream?” Hyeyoung bertanya, sekedar memecah keheningan yang menyelimuti mereka.

“Kenapa? Aku hanya suka rasa stroberi itu saja.”

Oh, itulah alasan mengapa Baekhyun memesan Strawberry chocho-chip sundae. Bukan karena laki-laki itu menyukai ice cream. Tapi karena laki-laki itu menyukai rasa stroberinya. Hyeyoung  juga menyukai stroberi. Apalagi buah stoberi yang masih fresh dan belum diolah. Rasanya yang asam asam manis memberikan sebuah sensasi ketagihan bagi seorang Choi Hyeyoung dan mungkin Byun Baekhyun.

“Sama. Tapi kalau untuk kudapan aku lebih menyukai Strawberry shortcake sih.” Timpal Hyeyoung, Baekhyun memberikan senyuman sekilas.

Lalu pesanan mereka datang. Hyeyoung tesenyum senang melihat Caramel Macchiatonya yang diatasnya diberi hiasan buah cherry. Bukan hanya karena hal itu, ia tersenyum juga karena ice cream Baekhyun yang diatasnya dihiasi sebuah stoberi.

“Baekhyun sunbae—”

Baekhyun menjejali mulut Hyeyoung dengan buah stroberi yang menjadi hiasan ice creamnya. Hyeyoung diam tak bersuara. Wajahnya menampakan raut kesal tetapi kemudian berubah menjadi tersenyum manis. Ya, stoberilah yang membuat Hyeyoung tersenyum begitu.

Sementara itu Baekhyun sibuk menetralkan degupan jantungnya yang bertalu-talu.

 

*

 

Minho memperhatikan jalanan di hadapannya sembari terus menghela napas panjang.

Ia lelah setelah melayani banyak pasien dari pagi hingga malam.

Dikendurkannya dasi merah yang meliliti lehernya. Jalanan Seoul memang ramai malam-malam begini. Maklumlah, banyak orang yang berjalan-jalan hanya untuk melepas penat.

Tatapan mata laki-laki itu membulat saat pandangan matanya bertemu dengan seorang gadis yang pernah mengisi hari-harinya beberapa tahun lalu.

Buru-buru ia menepikan mobilnya.

Di injaknya rem dengan tiba-tiba. Saat ia membuka pintu mobil dan berjalan menuju gadis tersebut. Gadis itu telah melarikan diri entah kemana.

Ingin rasanya Minho menangis.

“Kenapa ia melakukan ini, padaku?”

Lalu Minho kembali memasuki mobilnya, mengemudi dengan kecepatan yang berada di atas rata-rata.

 

*

 

Singkat cerita, kedua insan itu berjalan bersama-sama untuk mencari keberadaan Park Chanyeol, Lee Minah, dan Kim Jongin. Bukan apa-apa, karena tadi Hyeyoung datang bersama Jongin dan Baekhyun datang bersama Minah juga Chanyeol jadi mereka harus pulang bersama-sama.

“Mereka ada di mana sih?” omel Hyeyoung, ia sedang berusaha menelepon Minah. Tapi si empunya mematikan ponselnya.

Baekhyun yang duduk santai di sebuah kursi taman hanya memandangi Hyeyoung tanpa niat menanyai atau semacamnya. Baekhyun hanya sedang capai, sehingga ia terlalu malas untuk mengeluarkan suara. Pun untuk menanyakan apa Hyeyoung berhasil menghubungi Minah ataupun Jongin.

Lalu getaran dari saku celana laki-laki itu mengalihkan perhatiannya. Diambilnya ponselnya.

Park Chanyeol Hyung : Baek, aku pulang bersama Minah. Bilang pada Hyeyoung ia tidak perlu mengkhawatirkan Minah. Kau bisa naik taksi kan?

Ya, tentu saja. Kau fikir seorang Byun Baekhyun itu penakut? Dasar giant tidak punya otak.

“Minah pulang bersama Chanyeol.” Kata Baekhyun, Hyeyoung memandangi sunbae-nya itu. Lalu mengangguk, mengerti.

“Lalu Jongin?” tanya gadis itu.

Baekhyun mengangkat bahunya.

“Apa aku perlu menghubungi Mark-ssi ya?”

Laki-laki Byun itu buru-buru membuka matanya yang sempat menutup. Apa telinganya tidak salah dengar? Gadis itu memanggil nama Mark. Jangan bilang kalau laki-laki yang dimaksud gadis itu adalah Mark Tuan.

“Mark?” Baekhyun bertanya, memastikan.

Hyeyoung memandangi Baekhyun heran. Perasaan Hyeyoung saja, atau memang Baekhyun terlihat tidak suka saat Hyeyoung menyebut nama laki-laki itu. Ah, pasti hanya perasaan Hyeyoung saja.

“Ya, Mark Tuan. Dia temannya Jongin.”

Mimik wajah Baekhyun mengeras. “Jangan berhubungan dengannya.”

Hyeyoung memberikan tatapan bertanya, “Kenapa?”

Baekhyun memandang Hyeyoung tajam, ia berdiri menghampiri Hyeyoung yang berdiri sambil memandangi Baekhyun bingung.

“Sekali ku bilang jangan, maka jangan.”

Baekhyun menarik tangan Hyeyoung hingga tubuh gadis itu bertubrukan dengan miliknya. Tatapan gadis itu penuh dengan tanda tanya. Sementara Baekhyun menatap gadis itu tajam. Dipeluknya gadis itu, semnetara Hyeyoung berusaha melepaskan diri.

“Jangan dekat-dekat dengan Mark Tuan.”

 

To Be Continue


Catatan kaki : 

  1.  Moe : bisa diartikan sebagai barang-barang yang imut dalam bahasa per-anime-an.

 

Author Note : 

It’s not working!

So stop fronting !

I know you want me!

Let’s start Talking~ /nyanyi bareng Mark/

Gaada yang nunggu ya? Baiklah /bersembunyi di balik pelukan Mark/ /apadeh/ /dipukul/

Maaf ya author satu ini emang dewanya telat post kayanya. 😦

Coz, aku lagi terpukul banget guys. Karena dua hal yang sama-sama beharga buat aku diambil begitu aja. Sekitar seminggu yang lalu sepupuku berpulang. Aku shock . Pengin nangis dan sejenisnya. Dia emang udah kena kanker serviks semejak menginjak kelas 2 SMP. Tapi yah, kalo emang itu kuasa Tuhan aku bisa apa selain menerima , ya nggak?

Hal kedua yang bikin aku down sampe level tebawah   . Tidak lain dan tidak bukan adalah karena Byun Baekhyun! Iya cabe-cabean satu itu /ditendang/ /peluk Mark/. Dia bikin heboh seantero dunia per-fangirling-an dengan beritanya yang menggemparkan galaxy bima sakti. Berita apa? Yeah, kalian bisa baca beritanya di twitter, aku malas buat ngungkit-ngungkit. Bukan gitu, aku udah ngerelain dia sih. Tapi ya gemana ya, orang namanya bias ya tetep aja ada rasa sakit yang mengganjal di hati . /plis-_-/Bahkan aku sempet males nulis ff gegara cabe-cabean satu itu.

Seperti biasa, harap memaklumi jika banyak typo yang berserakan disana sini, diksi yang kacau, dan penistaan bias kalian apalagi Chanyeol /ehhh/. Penistaan bias semata-mata hanya untuk hiburan.

Jangan lupa meninggalkan komentar, semakin banyak komentar semakin cepat fanfiction di post. /promosi/

Kalo sidersnya makin merajalela, bukan nggak mungkin Chapter-Chapter selanjutnya bakal aku protek, so guys, Let gimme comment 😉

—2014.06.24

Sincerely, 

FanyByun

(@afanya_ on twitter)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

241 responses to “MISS ANNOYING [CHAPTER 5]

  1. wahhh aku suka bgt author crta.a mskin seru plus lucu.. ga gebosenin.. feel.z dapat baget.. alur.a jg bgs .. kern dh

  2. Loh kai td kemanaa yah ?? Ngilang aja ,,
    Eh mark itu siapa sih ? Bingung hehehe
    Ahdedeuy minah dateng jg kepelukan bang chanie hahah

  3. Apakah cabe cabean itu ditunjukan untuk Taeyeon ? Kalo iya maaf nih yah sebaiknya jangan begitu sama taeyeon dia juga merasa sakit digituin coba deh kakak di posisi taeyeon lalu ada orang yang maki maki kakak sakit kan ? Kalo bukan cabe cabean ditunjukan kepada taeyeon saya mohon maafkan saya karna saya lancang menuduh anda kak 🙂

  4. ou ou ou…. Mark jd sosok misterius di chap ini.. knp Baek tb2 larang Hyeyoung dkat sm Mark? ada apakah gerangan?

  5. Ya amploooop. Jadi si minah uda tau ya kalo si baek itu suka sama hyeyoung. Jongin jg uda nyadar. Tinggal hyeyoung nih yg blm nyadar klo dia disukain baekhyun. Cieeee aku tunggu jadiannya deh

    anyway, kok itu si baek ngelarang hye deket deket sama Mark? Mmg Mark berbahaya gitu? Wah patut dicurigai nih. Oke jd yeol-minah uda resmi jadian nih?

  6. akhirnya >__<
    baekhyun cmburu ??:G
    ad apa ama minho thor??
    kok minah bsa tau klo baek ama hye sling suka thor???
    membuatku bingung.-.
    keep writing ya thor 😉

  7. Kok bisa si Baek dapet gantungan kuncinya?

    Kai kok bisa ngilang? Bukannya tad dia cemburu? Kok malah ninggalin Hyeyoung?

    Emang kenapa sama Mark Tuan? Kok Baekhyun gak nyetujuin Hyeyoung temenan sama dia?

    BaekYoung kaya bocah bocah, gantungan aja direbutin. Tapi so sweet banget.

    Lanjut, thor.

  8. siapa mark tuan ?
    baekyoung momentnya lucu 😀
    cie kai teleport *apacoba* ;v
    minah ama chanyeol aja deh biar gak ganggu baekyoung ;v *jahatbanget*
    keep writing ;*;*^_^

  9. Pororo? Crong Crong.. :v
    Polkadot kotak-kotak? Suka-suka Dobi saja -_-
    Yang aku bingungin, kemana ngilangnya Jongin?
    Ini, Mark-nya juga ada apa?
    Lanjut 😀

  10. Kasian jongin niat nya ngjak hyeyoung eh malah hyeyoung sma baek *jongin sama aku aja*
    Minah udah ngerelain baek nih milih chanyeol ciyee selamat *abaikan*
    Who is mark tuan ? Dia antagonis ya
    Well izin baca next chap

  11. Minanya terlalu peka banget kasian ama dia cinta bertepuk sebelah tangan kenapa ya si baekhyun jd ky pangeran es alasan 3 tahun yg lalu baekhyun kenapa author ahh jd penasaran cerita selanjutannya mark tuan siapa sih jangan” pernah ngerebut cintanya baekhyun truss demen dehhh peran yeolie disitu maaf ya author komentnya banyak aku new reader baru sempet koment di chap ini

  12. kenapa baekhyun ngelarang hyeyoung buat deket sama mark tuan? ada masalah apa sebelumnya baekhyun sama mark tuan? huhh aku penasaran bgt nih 😀

  13. Duhh… makin sweet aja mereka berdua
    Jongin kemana? Kok ngilang?

    Emaangnya ada apa sama mark? Kok baek larang young buat deket deket?

    Izin next yaa…

  14. Kai ilang 😨😨😱😱 pake jurus teleportasinya mungkin 🙏🙏 wkwkwkwk. Chanyeol ama minah? Okelah. Yg penting kagak ganggu baekki ama oc. Wkwkwkkw,
    Izin baca next chapter.

    From,
    Cantikapark61

  15. minah udah sma chanyeol aja dan baekhyun sama hyeyoung, ada masalah apa ya baekhyun sma mark? ehm makin penasaran..

  16. kasihan si minah, tapi kan emang hyeyoung gatau kalau minah suka sama baekhyun. trus jongin kemana ya kok menghilang gitu aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s