NIGHTMARE

NIGHTMARE

Author : FanyByun (@afanya_)

Cast : Krystal Jung [f(x)]

Other Cast : Jessica Jung ( Girls Generation)

Genre : Dark , Thriller, Gore , Violence

Rating : PG-17!

Length : One-shoot (2237 w)

Warning : You’ll see extreme scene and bad word . So if you’re underage, don’t read it!

Recommendation song : Nightmare Contagion – Another OST

 2014 © AFANYA PRESENT 


~*~

Can you see me?
In the coldness of the connected hands
The claws of fresh blood are raised
Why don’t you try frowning?

—    Nightmare Contagion (Another OST)

~*~

 

 

Gadis itu berdiri di sana dengan angkuh, mengacungkan pisaunya tinggi-tinggi. Tawa menakutkan tidak henti-hentinya keluar dari bibir mungil gadis tersebut. Di hadapannya ada gadis lain, berambut hazelnut, tengah berdiri dengan bertumpu pada lututnya. Pipinya dipenuhi dengan tumpahan air matanya. Terlihat tidak berdaya di hadapan gadis yang tengah tertawa seperti seorang psycho.

 

Mentari yang kini tenggelam berganti menjadi purnama remang-remang menjadi saksi bisu kejadian mengerikan yang akan segera terjadi beberapa saat lagi.

 

Tidak.

 

Di balik semak-semak yang menjadi pagar hidup mansion mewah itu, ada sorang saksi lain. Seorang gadis berambut pirang yang kini menetralkan degupan jantungnya yang berpacu dengan waktu. Gadis itu—Krystal Jung—mengamati hal di hadapannya dengan napas satu dua. Ia berhasil melepaskan diri dari cengkraman gadis psycho yang tiba-tiba memasuki mansion keluarga Jung.

 

Ya, Krystal dan keluarganya tengah berlibur di mansion mereka yang berada di Daegu dalam rangka memperingati ulang tahun pernikahan kedua orangtua mereka. Semua orang berharap dengan adanya liburan ini mereka—keluarga Jung—bisa semakin bahagia dan harmonis.

 

Tapi, kenyataan tidak selalu indah. Bukan?

 

Saat ia dan kakak perempuannya—Jessica Jung—makan malam di ruang makan, seorang gadis menghampiri mereka, gadis itu mengacungkan pisau tinggi-tinggi dan siap melukai Krystal maupun Jessica. Tidak ada satupun yang tahu darimana gadis itu berasal.

 

Saat itulah keadaan menjadi semakin genting. Baik Krystal maupun Jessica sama-sama berusaha melarikan diri menyelamatkan diri mereka. Krystal berlari keluar ruang makan melalui pintu sebelah kiri menuju ruang keluarga, sementara Jessica berlari memasuki pintu sebelah kanan menuju halaman belakang.

 

Nasib baik sedang merengkuh Krystal. Gadis misterius yang menyerangnya memilih untuk mengejar Jessica. Tapi, Krystal tidak tinggal diam. Melihat kakaknya kesusahan menghadapi gadis misterius itu ia lantas berjalan mengendap-endap menghampiri mereka.

 

Itulah alasan mengapa Krystal bersembunyi di balik semak-semak, untuk mengamati apa yang sebenarnya terjadi. Anak kedua keluarga Jung itu lantas menyalakan ponselnya, hendak menelepon 119. Tapi ponselnya mati pada saat Krystal hendak menekan tombol telepon berwarna hijau.

 

Sial!

 

Holly Sh*t!

 

Jessica menatap gadis misterius itu dengan tatapan ketakutannya. Peluh sudah membanjiri wajah cantik anak pertama keluarga Jung tersebut. Gadis misterius yang mengenakan tudung hitam itu menggoreskan mata pisaunya ke pipi mulus Jessica, membuat sayatan horizontal panjang. Membuat gadis itu memekik kesakitan. Darah segar menyembur dari luka goresan tersebut, mengotori wajah cantik Jessica.

 

Gadis misterius itu tertawa semakin kencang bersamaan dengan teriakan kesakitan Jessica. Tidak mau tinggal diam, Krystal berusaha menghampiri mereka, tetapi baru setapak ia kembali lagi bersembunyi di  balik semak-semak. Krystal merasa dadanya terasa sangat sakit, hingga membuatnya tidak mampu berdiri pun berjalan.

 

“Sial, sial, sial.” maki Krystal.

 

Ia merasa sangat bodoh membiarkan kakak perempuannya disakiti oleh gadis psycho bertudung hitam itu. Ingin sekali Krystal memukul mundur gadis psycho itu dan mengatakan dengan gentle bahwa dirinya akan selalu menjaga kakak perempuannya. Tapi apa daya, kini Krystal justru terbaring lemah di balik semak-semak. Hanya bisa pasrah dan memperhatikan keadaan kakaknya dari jauh.

 

Teriakan keras Jessica membuat Krystal yang sempat menutup matanya kembali terjaga. Melihat kakaknya kini telentang di halaman belakang mansion dengan luka-luka di sana sini. Luka dari sayatan pisau gadis psycho bertudung. Jessica menangis, air matanya bercampur dengan cairan merah kental yang keluar dari pipinya. Bau anyir kini merangsak masuk melalui indra penciuman Krystal.

 

Sungguh membuat gadis Jung itu muak.

 

Diperhatikannya lagi Jessica. Kini gadis bertudung itu menggerakkan pisaunya di sekitar rambut hazelnut Jessica, kemudian menarik seluruh rambut Jessica kasar, menggerakkan pisaunya dengan lincah, hingga rambut-rambut Jessica beterbangan melayang-layang di udara.

 

Krystal tahu jika rambut adalah harta paling berharga bagi Jessica. Hal yang akan selalu Jessica jaga seperti Jessica menjaga Krystal selama ini. Kehilangan rambutnya rasanya akan lebih sakit ketimbang luka-luka yang diderita oleh Jessica. Setidaknya itu sedikit yang Krystal tahu dari keadaan kakak perempuannya saat ini.

 

Kini Krystal merasa menyesal. Seharusnya ia tidak mengizinkan orangtuanya pergi ke Seoul untuk mengurus pekerjaan mereka dan meninggalkan mereka berdua di mansion sendirian.

 

Sayangnya, penyesalan selalu datang di akhir.

Pada saat itulah pandangan Krystal bertemu dengan tatapan si gadis bertudung, memang wajah gadis itu tidak nampak jelas. Tapi melalui tatapan matanya saja rasanya Krystal tahu siapa gadis itu.

 

Jadi, siapa sebenarnya gadis itu—

 

“AKHHHHH!”

 

Darah segar muncrat hingga mengenai pipi kanan Krystal—karena gadis itu kini berjalan mendekati Jessica. Dia memperhatikan Jessica yang berjalan menghampirinya sambil tertatih-tatih.

 

“K-krystal…” kata Jessica pelan , tapi siapapun tahu Jessica pasti mengerahkan tenaga yang sangat luar biasa, mengingat saat ini ada pisau yang menancap di dada kirinya. Menembus hingga bagian punggungnya. Siapapun yang melihatnya pasti tidak akan tega. Begitupun Krystal.

 

“Apa kau bisa melihatku Krys? A-aku begini, itu semua ugh…” Jessica memuntahkan cairan merah kental dari mulutnya, mengenai kelopak mata Krystal. Krystal bergetar ketakutan. Bukan karena darah yang mengenai kelopak matanya. Itu karena ia yang—

 

“Karenamu.”

 

*

 

 

Ini sudah hari ketiga setelah kematian Jessica, kakak kandungnya.

 

Kasus sudah ditutup, tetapi tidak dengan suasana berkabung yang masih menyelimuti keluarga Jung. Orangtua Krystal dan Jessica terus-terusan menyalahkan diri mereka sendiri atas kematian putri pertama mereka. Sangat tidak heran jika mereka melakukan hal tersebut, karena Jessica merupakan putri mereka yang sangat berprestasi, cantik, dan berbakat.

 

“Malangnya Sooyeon-ku, seharusnya kau masih bisa meraih mimpimu, nak.” Tuan Jung berucap dengan putus asa.

 

Tepat di sebelahnya, ada Nyonya Jung yang tidak jauh beda keadaannya dengan Tuan Jung.

 

“Sooyeon-a, seharusnya kau masih bisa menjadi pengacara. Tapi, kenapa begini, sayang…”

 

Tangisan Nyonya Jung pecah, Krystal yang duduk menyendiri di sudut ruang tamu memandangi kedua orangtuanya dengan mimik sedih.

 

Ya, kakaknya. Jung Sooyeon atau yang lebih sering disapa Jessica, seharusnya masih bisa menjalani hidup dengan bahagia. Meraih cita-citanya, menikah dengan orang yang ia cintai, dan menjadi ibu bagi anak-anak yang sehat dan lucu. Sayang sekali kakaknya harus melepas itu semua.

 

Ini sudah tiga hari. Dan selama itu pula Krystal tidak pernah berbicara dengan kedua orangtuanya. Bukan karena kedua orangtuanya menghindarinya. Lebih tepatnya Krystal yang menghindari kedua orangtuanya. Ia masih ingat kata-kata terakhir Jessica yang sangat menyayat hati. Bahwa Jessica mengalami hal itu, karena Krystal.

 

Memikirkannya membuat kepala Krystal berdenyut-denyut sakit.

 

Dan rasa sakit itu seolah menjalar hingga ke dada Krystal. Rasa sakit yang sama seperti tiga hari yang lalu. Krystal memegangi dada kirinya. Ugh, kenapa rasanya bisa sesakit ini sih?

 

*

 

 

Krystal terbangun dari tidurnya, matanya mengerjap. Dan tatapan matanya disuguhi oleh ceceran darah yang memenuhi ruangan. Tunggu, ini ruangan kerja ayahnya kan? Lalu dimana ayahnya?

 

Jangan bilang gadis psycho itu melakukan hal yang sama pada ayahnya. Ini tidak boleh terjadi!

 

“Soojung…”

 

Itu suara ayahnya!

 

Dari arah kamar mandi di ujung ruangan. Yang membuat Krystal merasa sangat tertekan adalah, ceceran darah yang ia lihat berujung di sana.

 

Tuhan, tolong selamatkanlah ayah.

 

Abeoji!” pekik Krystal, ia membuka pintu kamar mandi, matanya mengedar ke sekeliling mencari di mana ayahnya berada.

 

Ayahnya berada di bath tub berwarna putih yang kini ternodai oleh warna merah pekat darah.

 

Dan mata milik Krystal bersirobok dengan milik ayahnya. Ada air mata di sana, di manik mata milik ayahnya.

 

Krystal rasa ia ingin menangis saat itu juga.

 

Tubuh ayahnya sudah penuh dengan darah. Begitupun kemeja putih yang dikenakan oleh ayahnya. Yang lebih mengerikan, tangan kanan ayahnya berpisah dari badan ayahnya. Krystal bisa melihat darah mengalir deras dari bagian yang terpisah tersebut. Pun urat-urat dan daging yang terlihat sangat jelas—amat sangat mengerikan. Belum lagi ada pisau yang menusuk leher ayahnya, hingga menembus ke belakang, menyebabkan darah keluar dari tempat itu pula.

 

Tangan Krystal bergerak memegang bagian lehernya. Tangan yang lain  bergetar hebat, karena Krystal melihat darah menempel di tangan tersebut. Badan Krystal bergetar hebat.

 

Apa penglihatannya tidak salah?

 

Krystal tidak mungkin menyentuh tubuh ayahnya yang berlumuran darah, karena gadis itu bahkan tidak beranjak dari ambang pintu kamar mandi. Lalu apa yang sebenarnya terjadi—

 

Ayahnya yang tengah sekarat menuliskan kode morse di dinding kaca sebelah bath tub.

 

Krystal tahu morse, dan dia tahu jelas apa yang tertulis di sana.

 

‘Apa kau melihatku Jung? Kau yang membuatku seperti ini.’

*

 

 

Krystal berdiri dari duduknya, menghampiri ibunya yang menangis tersedu-sedu memandangi tubuh suaminya yang tengah diangkat oleh salah satu perawat rumah sakit untuk diotopsi. Ibunya memperhatikan Krystal, lalu berjalan mendekati putrinya itu.

 

“Soojung, ibu sangat menyayangimu, jangan tinggalkan Ibu nak.”

 

Nyonya Jung memeluk putrinya itu erat. Krystal membalasnya sama eratnya.

 

“Ibu, Krystal tidak akan meninggalkan Ibu.” Kata gadis itu, lirih.

 

Seorang inspektur polisi menghampiri mereka, mengatakan bahwa akan menyelidiki kasus ini dan berharap agar orang yang mendalangi kasus ini bisa ditemukan dan dihukum sesuai aturan yang berlaku. Nyonya Jung merespon dengan anggukan sebagai tanda persetujuan. Sementara itu Krystal memandangi si inspektur, si inspektur balas memandangi Krystal, sebelum akhirnya pamit.

 

Putri kedua keluarga Jung itu memandangi Nyonya Jung, turut bersedih dengan musibah yang menimpa keluarganya beberapa hari ini. Bagaimana tidak, baru tiga hari yang lalu putri sulung keluarga ini di ambil. Dan sekarang, kepala keluarga Jung, tulang punggung keluarga ini, pun diambil oleh Tuhan.

 

“Bu, jangan menangis lagi. Krystal akan selalu bersama ibu.”

 

 

*

“Jangan mendekat!”

 

Teriakan itu mengagetkan Krystal yang sedang membaca novelnya. Ia berlari menuruni tangga dengan kecepatan super, menuju ruang keluarga—dimana teriakan itu berasal.

“IBU!”

 

Krystal menghampiri tubuh ibunya yang kini melayang. Di lehernya terdapat tali tambang yang memilit erat. Jangan bilang kalau ibunya…bunuh diri?

 

Tidak.

 

Krystal tahu Nyonya Jung bukanlah wanita yang selemah itu. Ibunya pasti memilih untuk hidup bersamanya dan menjalankan bisnis keluarga ketimbang memilih untuk mengakhiri hidupnya. Jadi, ada yang membunuh ibunya?

 

Siapa?

 

Siapa orang yang tega melakukan hal tersebut kepada ibunya?

 

“BAJINGAN!!!” makian itu berasal dari bibir tipis milik Krystal.

 

Ia kemudian memukul cermin di sebelahnya, untuk menyalurkan perasaannnya saat ini. Dan membelalakan mata ketika melihat pantulan dirinya sendiri di cermin. Tudung hitam, sarung tangan, dan sebuah pisau berada di tangan kanannya. Lengkap dengan seringaian di bibirnya.

 

Tunggu, apa yang sebenarnya terjadi.

 

“Angkat tangan!”

 

Suara gaduh berasal dari pintu masuk ruang keluarga. Sekitar lima orang polisi memasuki ruangan dan mengunci kedua tangan Krystal. Krystal meronta-ronta minta dilepaskan. Tetapi tidak ada satupun orang disana yang melakukan apa yang diminta olehnya.

 

“Mengapa kalian melakukan ini? Apa salahku?” tanya Krystal ketika tangannya sudah diborgol oleh dua orang polisi yang menahan tubuhnya tadi.

 

Inspektur polisi yang pernah Krystal lihat saat kematian ayahnya menghampirinya. Kemudian pria berusia empat puluh tahunan itu menyetel sebuah rekaman dari ponselnya.

 

Awalnya ponsel itu mengeluarkan suara gemeresek seperti kantung plastik yang digosok-gosok. Tetapi kemudian suara seorang gadis terdengar setelah beberapa detik hening.

 

“Selamat malam. Aku Jung Soojung, anak kedua dari keluarga Jung. Keluarga yang punya aturan bodoh dimana anak yang paling berpengaruh maka ialah yang akan mendapat kasih sayang lebih dari kedua orangtua. Tapi anak itu bukan aku, anak itu kakak perempuanku, Jung Sooyeon, atau kalian bisa memanggilnya Jessica. Ia cantik, baik, punya senyuman menawan, dan dia pintar. Tapi aku tidak menyukainya. Kenapa? Tentu saja karena ia merebut kasih sayang orangtuaku dariku. Ya, semejak usiaku menginjak 8 tahun, orangtuaku seolah tidak mempedulikanku lagi. Mereka selalu menanyai ini dan itu pada kakakku sepulang ia sekolah. Tapi hal itu tidak berlaku untukku. Mereka mengacuhkanku, menganggapku tidak ada.”

 

Hening sejenak, Krystal memandangi si inspektur dengan tatapan tajamnya.

 

Darimana? Darimana dia tahu kalau Krystalpernah merekam hal itu?

 

“ Oleh karena itu aku ingin balas dendam padanya, pada kakakku. Aku ingin ia merasakan apa yang aku rasakan. Rasanya diacuhkan, rasanya tak dianggap. Aku ingin ia merasakannya. Mula-mula aku mulai menjalankan rencana yang cukup lumrah. Saat ia mencalonkan dirinya menjadi ketua OSIS di sekolah, akupun juga begitu. Sayangnya, ia lebih unggul dariku. Ia memenangkan perolehan suara dan berhasil menyandang gelar ketua OSIS tersebut. Lalu aku melakukan hal yang lebih berani. Aku mendengar jika ia sedang dekat dengan salah satu teman pria sekelasnya, dan dia menyukai pria itu. Aku berusaha mendekati pria itu, berusaha membuatnya mencintaiku yang itu berarti membuat kakakku patah hati. Tetapi tetap saja, hal itu tidak berjalan sesuai rencanaku. Pria itu tidak tertarik padaku, dan parahnya dia malah berkencan dengan kakakku.”

 

Kembali hening, kini Krystal menundukan wajahnya. Kemudian tertawa terbahak-bahak. Ditatapnya nyalang semua polisi yang berada di ruangan tersebut. Lalu suara rekaman tersebut membuat Krystal menghentikan tawanya.

 

“Kalian, apa kalian sedang melucu? Aku tidak mungkin melakukan hal itu kepada kakak—“

 

“Kurasa cara seperti itu tidak akan membalaskan dendamku padanya. Jadi aku membuat rencana yang lebih besar. Aku ingin membunuhnya. Aku ingin ia merasakan hal yang membuatnya sedih sampai rasanya tidak bisa meneteskan air mata. Aku ingin dia mati. Dia akan kehilangan segala masa depan cemerlang yang selama ini ia idam-idamkan. Ia akan kehilangan kasih sayang kedua orangtua seperti yang aku rasakan. Ia akan kehilangan kebahagiaannya. Dan dengan begitu dendamku terbalaskan.”

 

Sang inspektur memandangi Krystal prihatin. Gadis ini hanya membutuhkan kasih sayang. Tapi sayangnya, kedua orangtuanya tidak menyadari hal tersebut. Bahwa gadis ini merasa terabaikan, merasa tersisihkan dari kakaknya yang begitu bercahaya. Sayang sekali, sudah terlambat untuk membalik keadaan. Gadis ini sudah melakukan hal yang akan membuatnya menyesal seumur hidup.

 

“Ya, aku yang melakukannya! Memang aku yang membunuh Sooyeon eonni! Memang aku yang membunuh abeoji dan aku pula yang membunuh ibu! Tangkap saja aku! Aku ini memang hanyalah sampah dalam keluarga ini, tidak pernah dianggap dan selalu disisihkan! Coba kalian berada diposisiku! Kalian juga akan melakukan hal yang sama denganku!”

 

Krystal berteriak, kencang, sambil beruraian air mata. Tudung yang sedari tadi menutupi kepalanya kini terbuka, menampilkan rambut pirang yang kotor oleh bercak-bercak darah.

 

“Tapi asal kalian tahu… aku kesepian, ternyata hidup tanpa tiga bajingan itupun aku tidak bisa. Aku menyesal… harusnya aku bunuh diriku saja saat itu.”

 

Lalu Krystal menurut saja saat tubuhnya digiring keluar kediaman keluarga Jung memasuki mobil polisi.

 

Can you see me?
In the coldness of the connected hands
The claws of fresh blood are raised
Why don’t you try frowning?

 

Krystal bernyanyi menyenandungkan lagu itu dengan sumringah. Detik berikutnya gadis itu menangis tersedu-sedu. Lalu kemudian tersenyum lagi. Begitu seterusnya.

—fin


A u t h o r  Note :

Hai kawan-kawanku yang tegah menunggu comeback f(x) 7 Juli nanti.

Nggak mau ngomong banyak, cuma mau ngomong kalau kita satu spesies hahaha XD .

Soal fanfiction-ku yang sering menuhin home SayKoreanFanfiction, aku minta maaf dengan sangat, karena ide lagi mengalir deras coyyy. Jadi terlalu sayang untuk tidak dituangkan ke dalam tulisan.

Sebenernya, ide penulisan fanfiction ini muncul saat ngeliat foto teaser-nya Krystal eonni di Red Light. Ya Tuhan, dia gothic  abis. Dan karena hal itu aku langsung search original soundtrack opening-nya anime paling serem yang aku tonton Another semata-mata buat bikin feel gore dan thriller semakin menjadi-jadi. Karena anime itu emang bener-bener gore abis. Darah dimana-mana. Wuhhh, pokoknya serem deh.

Terus ngomong-ngomong soal fanfiction ini. Sebenernya aku pengin keluar dari zona nyamanku juga sih. Biasanya aku nulis tuh kan nggak jauh-jauh dari fluff ataupun romance anak remaja. Pokoknya biasanya aku nulis yang merah muda begitulah bunyinya /eror/. Jadi, anggap aja ini perubahan menjadi yang lebih baik, untuk indonesia yang lebih baik. /eh malah kampanye/.

Buat yang belum mudeng gemana ceritanya. Jadi sebenernya si Krystal itu lah gadis psycho bertudung yang membunuh Jess, papah Jung, dan mama Jung. Ia membunuh karena rasa dendam kesumat pada ketiganya. Tapi di sini dia seolah-olah diceritain nggak bersalah, padahal dia emang melakukan hal tersebut. Udah mudeng kalian? Bagus deh, ikut seneng kalo begitu 🙂

Seperti biasanya, jangan lupa kasih komentar, saran, ataupun review kalian tentang fanfiction ini.

Hope you guys like it!

I love you , all~~~~ :*

PS : Sorry for typo dan diksi yang tidak sesuai.

27.06.2014

Sincerely,

FanyByun

Advertisements

19 responses to “NIGHTMARE

  1. thor, entah kenaa aku kepikiran sma bloody mary -_- duh malem-malem bikin srem (/\)
    TAPI BAGUS!! entah kenapa emang aku demen banget ama fanfic ini hahaha 😀
    keep writing^^

    • Please bloody mary itu serem gilak ‘^’
      Makasihh banyakkk :”) jadi terharu.

      Tapi seremnya masih kurang wkwk, kalo ada adegan usus dan segala organ dalam keluar itu baru serem gila /slap//ikut2an ketawa kaya Krystal/

      Oke oke, thanks a lot :*

  2. termyata si krystal itu psycho OMG! kasihan juga sih ya si krystal, aku juga gak bisa bayangin kalo aku jadi dia, pasti sedihb banget, tapi cara dia yang salah malah bikin dia jadi nyesel akhirnya

    untuk awal ff thriller ini udah bagus banget thor, mysteri nya dapet, kan lagi mainstream ff tema psycho dan ini keren banget..

    • Iya dia psycho abis , kelainan jiwa dsb tp cuma di fanfiction ini kok. Aslinya si eonni kan sexy cantik baik bertalenta ulala.

      Nah bener, Krystal cuma butuh perhatian dan kasih sayang dari ortunyaaaaa… Tapi yah jalannya sesat

      Mistery omg aku nggak nulis genre itu tp malah ada di cerita wkwk. Aku pikir mistery itu cuma buat cerita detektif detektifan (maaf aku emang blm berpengalaman)

      Btw, makasih komentarnya gif 🙂

  3. Keren thor, akuu tau anime anotheer itukan parah abis . Tengang kelas 9.3 kan ?? Eung keren thor keep writing

    • Makasih makasih makasihhh 🙂

      Iya, kamu nonton juga? Mana ada horrornya lagi.Btw itu ada adengan yg aku adaptasi dari another loh (coba baca lagi ffnya).

      Udah coba baca sambil ndengerin ostnya. Gila bakal merinding disko nanti kamunya. Aku aja yg ndengerin lagu doang jadi merinding gimana gituuu…

      Okesip 🙂

  4. ooh , mksud ny tuh si pelaku gak mnyadari prbuatan ny gtu ??
    bngung jga sih, kan yg wktu d critain pmbunuhan jess, kta ny dia smbunyi d smak” . . .
    ah au gelap thor 😀 /males mikir/

  5. Pingback: { EXO Drabble} Miniskirt | SAY - Korean Fanfiction·

  6. Bagus-bagus.. Seram..
    Pertama tama aku kira c krystal ini bipolar gitu. Kepribadian ganda, ternyata ga hehehe..

  7. Wahahaha hallo ByunFany lai-lagi aku tertarik sama ff kamu OuO

    Cuman sayang aku orangnya memang rada takut sama darah, jadi pas baca ini rasanya uggggh ngeri :”(

    Oh iya itu emang bener tuh foto teasernya Krystal sumpah nyeremin banget udah kayak setan di kolong jembatan * ehh emang ada? * Tapi gitu-gitu Krystal juga bias aku wkwkwk. Dan another kamu nonton anime itu ? Demi apa??? Sumpah aku aja gak berani. Pernah sih di suruh temenku buat nonton itu, yah awalnya aku search di youtube dan waktu ngeliat adegannya itu sumpah bikin eneg. Jerit-jerit sendiri di kamar >< Apalagi yang payung-payung itu urghhh jebal gak tahan.

    Dan menurutku ff ini juga gak kalah nyeremin. *Emang dasarnya penakut sih ya sama yang berbau darah*

    Ngomong-ngomong soal ceritanya emang dari awal aku mikir kalau cewek psycho itu Kystal. Tapi kok bisa-bisanya kamu bikin karakter Krystal gak bersalah. Aku aja sampe tertipu dan gak jadi nebak kalau yang bunuh Krystal. Eh gak taunya…………..

    Yaudah deh emang kamu keren abis. Terus bahasa kamu yang juga enak aku suka aja bacanya ;D Aku jatuh cinta deh sama karya-karya kamu :3 *ini lebay mode on tapi seriusan ‘-‘* Oh iya exo drabble udah di post ya? Main castnya Kris? Oke sip sip sip nanti aku baca ^o^

    Anyway keep writing and fighting ByunFany ! ❤

    (P.S : Kita udah temenan kok di twitter uname aku @TokiarikaJung jadi kalau mau dm-an soal anime ayo ayo kita dm-an /? )

  8. Author nonton another jugaaa?? haaahh aku laff banget sama anime itu *-* ngihihihi emang serem sih, tapi aku suka horror.. tapi pas nonton another itu aku selalu skip opening ostnya, takut..mueheheh. Dan ini ceritanya jadi kayak another juga, bibinya yg ga sadar atau purapura gatau kalo dia yg bunuh yaa-.- tapi thorr ini ff lebih ngingetin gue sama Johan di novel series Obsesi. lu kudu mesti baca itu novel keren bgt lah *jadipromo wkwk. Yaa ceritanya sama gitu, ttg orang phsyco. Emang seru banget yah baca cerita phsyco walopun serem emang ngahaha.
    Two thumbs up buat author. Keep writing yaaa~ ^^

  9. awal2 nya aku sudah mikir kalo ktystal yang ngebunuh.-.
    tapi gara2 authpr tulis kalo ada saksi lain yaitu krystal, yah jadi aku pikir krystal dengen pembunuhnya itu orang yg berbeda deh😅
    ini keren^^ keep writing ya!^-‘)9
    *aku juga sekalian promote ke temen yaks^^

  10. Oh, gitu tooh 😀 baru ngerti. Kasian banget 😦 cuma karena kurang perhatian & kasih sayang akibatnya sampe ke pembunuhan 😦 nice story thor, aku suka ;D walaupun agak sadis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s