[Freelance] I CAN SEE YOU EVERYWHERE (Chapter 2)

CYMERA_20140602_110226[1]

[ FREELANCE ] I CAN SEE YOU EVERYWHERE (Chapter 2)

 

| Title : I Can See You Everywhere | Author : Sandra Jongin (@SandraDPuspita)

| Main Cast |

| Krystal Jung a.k.a Krystal | Kim Jongin a.k.a Jongin / Kai |

|Support Cast |

| Choi Sulli , Member EXO , Jessica Jung , Lee Seonsangnim , Park Jiyeon, Ahn Jaehyun |

| Genre : Romance, Hurt, School Life |

| Length : Chapter |

 

INI CERITA KARYAKU. JADI GA BOLEH ADA YANG COPY PASTE DAN JANGAN JADI PLAGIAT. MIAN KALAU BANYAK TYPO

ANNYEONG~ *PYEONG

 

“Kau menyukainya kan Nyonya Kim? Hm?” Jongin pun mendekatkan wajahnya ke wajah Krystal. Jongin yang melihat reaksi Krystal yang kaget terkekeh geli. Lucunya yeojachingunya itu. Jongin pun semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Krystal. Sampai…..

“A..apa y..yang kau lakukan Kim Jongin?” tanya Krystal terbata-bata. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Demi Tuhan, jantungnya ini tidak bisa diajak kompromi. Pasalnya jantungnya kini sedang berdetak ria, sangat kencang. Dan…..

Tanpa mereka sadari ternyata tepat dibelakang mereka ada Lee Seonsangnim yang sedang memperhatikan mereka. “Omo. Anak jaman sekarang ternyata begini. Aish jinjja” rutuk Lee Seonsangnim yang geram melihat sepasang kekasih di hadapannya yang tengah terduduk dikursi taman dan hendak melakukan ‘KISSEU’ kalau saja tidak….

“Kim Jongin Krystal Jung, apa yang kau lakukan?!” teriak Lee Seonsangnim yang berhasil membuat Kim Jongin dan Krystal Jung kaget dan menjauhkan wajah mereka yang terbilang dekat –sangat dekat.

“Astaga!” ucap Jongin yang tidak bisa dikontrol, karena efek keterkagetannya(?). Ia pun menoleh, dan sesegera mungkin ia mencoba untuk kabur. Tapi pada akhirnya ia tidak bisa karena mendapat deathglare dari seonsangnimnya. “Seonsangnim sialan!” rutuk Jongin dalam hati. Ia sangat kesal sekesal-kesalnya, pasalnya tadi itu hammmpir saja, kira-kira tersisa 2-3cm lagi. Astaga Kim Jongin!

“Eh..i..itu tadi ak—”belum sempat Krystal menjawab.

“Apa yang kalian lakukan ditaman disaat jam pelajaran baru dimulai?” ucap Lee Seonsangnim dengan wajah memerah karena marah. Ia lelah, pasti sepasang kekasih ini selalu begitu, bahkan ia memergoki Jong-Stal berkali-kali dengan adegan itu.

“Aku hanya ingin meniup mata Krystal, Seonsangnim.” Jawab Jongin santai atau bisa dibilang berbohong, sambil menoleh kearah yeojachingunya yang sekarang tengah terdiam. Oh ayolah Kim Jongin, kau pasti akan kena hukuman lagi.

“Oh geurae? Apa benar Krystal Jung?” kini Lee Seonsangnim menatap mata Krystal tajam. Dengan tatapan yang menyelidik. Krystal benar-benar tertegun, ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. “Astaga Seonsangnim sialan. Apa yang harus kulakukan?” rutuk Krystal dalam hati. Lihatlah? Mereka sepasang kekasih yang serasi bukan? Sampai-sampai mereka sama-sama mengatai Seonsangnimnya dengan sebutan ‘sialan?’

“Baiklah kalau kalian tidak mau menjawab. Lari keliling lapangan sebanyak 5 kali, lalu berdiri di lapangan sampai jam istirahat berbunyi. Arraseo?” ucap Lee Seonsangnim dengan penuh penekanan. Astaga. Lihatlah. Ini sudah kesekian kalinya mereka seperti ini. Walaupun mereka nakal, tetapi Jong-Stal itu adalah siswa pintar dan populer.

“MWO???” sekali lagi! Jongin membalas pernyataan Seonsangnimnya dengan sangat ‘tidak sopan’. Sangat mengagetkan, ditambah lagi dengan suara Jongin yang bisa dibilang keras. Krystal yang mendengarnya pun segera menyenggol lengan Jongin memberikan kode kepada namjanya. Jongin yang mulai tersadar pun segera meminta maaf kepada Lee Seonsangnim sambil membungkukkan badannya. Mati kau Kim Jongin!.

“Ah mianhae Seonsangnim. Tapi apa aku tidak salah dengar?” Jawab Jongin sedikit ragu. Ia takut diserang tiba-tiba oleh Seonsangnim sialannya itu.

“LAKUKAN SEKARANG!!!!!” SKAK! Mati kau Kim Jongin!.

“Ne seonsangnim” jawab Jong-Stal bersamaan. Dan mereka pun berjalan ke arah lapangan dengan langkah gontai, kemudian mereka menjalankan hukuman yang diberikan oleh Lee Seonsangnim. Satu putaran, dua putaran, tiga putaran…

“Apa kau lelah Chagi?” tanya Jongin menoleh kearah yeojanya dengan senyuman yang tak pernah luntur.

“Ani. Aku tidak lelah. Apa kau lelah Jongin-a?” Krystal pun balik bertanya kepada namjachingunya dan membalas senyuman Jongin. Sungguh. Kalau Krystal bisa menghentikan waktu, mungkin ia akan menghentikan waktu itu agar tidak berlalu dengan cepat. Senyuman itu. Senyuman yang mampu membuat hati Krystal tenang. Ia bahkan tidak pernah bosan setiap hari melihat namjachingunya tersenyum. Karena senyuman itu adalah alasan dari senyuman manis milik Krystal. Tanpa ada senyuman indah milik Jongin. Maka tidak ada juga senyuman manis milik Krystal.

“Eum.. aku tidak pernah lelah. Apa kau lupa? Kita sudah terlalu sering melakukan ini hahahaha.” Jawab Jongin sambil tertawa. Ia tidak percaya, bahkan mereka bisa dibilang langganan menerima hukuman dari Lee Seonsangnim. Sungguh pasangan yang aneh bukan? Ya. Itu semua karena ulahmu Kim Jongin. Mana mungkin Krystal menolak ajakanmu yang selalu mengajaknya ke taman, ke kantin, ke tempat manapun dengan tiba-tiba. Ia pasti tidak akan menolak. Karena dalam cinta tidak ada yang namanya ‘tidak’ untuk orang yang dicintai. Begitu pun dengan Krystal yang selalu menuruti kemauan bodoh namjachingunya. Hahaha sungguh malang nasibmu Krystal.

“Hahaha kau benar juga, aku bahkan hampir lupa. Woahh kau memang pintar Jonginie.” Jawab Krystal manja dengan dua jempol yang ia acungkan lalu tangannya ia rapatkan dengan tangan Jongin. Apa kalian bisa bayangkan? Berlari mengitari lapangan sambil berpegangan tangan? Oh astaga. Bahkan mereka sekarang tengah jadi bahan tontonan. Tak jarang siswa yeoja yang iri dan cemburu dengan Krystal, karena mereka selalu berharap bisa diposisi Krystal sekarang. Siapa yang tidak mau dengan namja yang tampan seperti Jongin? Mereka berlari bersamaan sambil berpegang tangan. Romantis? Tentu. Tapi tanpa mereka sadari, mereka telah berkeliling lapangan lebih dari 5 kali. Keren? Parah? Atau? Selagi mereka berdua, pasti mereka akan melupakan apapun termasuk yang ada di sekelilingnya. Dan juga termasuk kedatangan Seonsangnim..ehem ‘sialannya’ itu. Mereka tetap asik berlari sambil berpegangan tangan.

“Mereka memang benar-benar. Membuatku darah tinggi saja eoh?!!” rutuk Lee Seonsangnim sambil berkacak pinggang. Dan menghampiri mereka berdua.

“Kim Jongin Krystal Jung, apa kau bermain-main dengan hukuman ini?!” teriak Lee Seonsangnim yang berhasil dan sangat berhasil membuat Jong-Stal kaget. Bahkan sampai membuat Krystal melepaskan tangannya dari tangan milik Jongin. Kini mereka berhenti berlari kemudian menoleh kebelakang menatap Lee Seonsangnim yang berada di belakangnya saat ini. Oh bahkan mereka benar-benar tak menyadari kehadiran Lee Seonsangnim? Astaga. Tak ada yang mengeluarkan suara, baik Krystal maupun Jongin. Keduanya masih setia menatap Lee Seonsangnim dengan tatapan yang entahlah. Hingga Krystal yang kemudian berbicara.

“Ka-kami sudah selesai, Lee Seonsangnim.” Ucap Krystal sopan dan dengan senyuman yang sangat manis. Oh. Sepertinya senyumanmu barusan tidak akan mempan oleh Lee Seonsangnim, Krystal Jung!.

“Tapi aku belum lihat kalian berdiri di lapangan.” Jawab Lee Seonsangnim sinis dan senyuman yang menyeringai bagaikan iblis. Astaga. Seonsangnim ini sangat sinis terhadap Jong-Stal. Karena apa? Karena dulu anaknya yang kebetulan yeoja ( Lee Jaera ) menyukai Jongin, dan Jongin menolaknya mentah-mentah tepat didepan Lee Seonsangnim. Bahkan anaknya tidak mau bersekolah disana lagi. Karena siapa? Oh God pasti kalian tau kan? Makanya Lee Seonsangnim sinis dengan Jong-stal. Percaya ga percaya sih.

“Tapi Seon—” seperti biasa, belum sempat dijawab. Lee-Seon sudah menjedanya.

“Apa perlu kuperjelas Krystal Jung?” jawab Lee Seonsangnim. Lalu pergi meninggalkan mereka, tapi sebenarnya ia tetap mengawasi mereka dari kejauhan. Barangkali pasangan itu akan melakukan hal yang ‘iya-iya’ lagi hahaha.

“Astaga! Apa yang ada dipikiran Lee Seonsangnim itu sih?” ucap Jongin dengan wajah yang penuh dengan amarah. Dan mereka berdua pun berdiri dilapangan. Ya Tuhan. Itu salahmu sendiri Kim Jongin! Kalau saja kau tidak membawa kabur Krystal ke taman sekolah dan hendak melakukan kisseu pasti semua ini tidak akan terjadi. Pasti? Entahlah.

“Ya apalagi kalau bukan balas dendam dengan kita? Apakah kau mengingat anaknya yang waktu itu mengatakan cintanya padamu Kim Jongin? Heol. Aku bahkan masih mengingat jelas raut wajahnya yang terlihat sangaaaat senang berubah menjadi menyedihkan ketika kau menolaknya. Kau terlihat jahat, Tuan Kim.” jawab Krystal yang sebenarnya hanya untuk menggoda Jongin. Karena jujur saja, anaknya Lee Seonsangnim itu gemuk sangat gemuk mungkin ( Ingat peran IU di drama korea Dream High yang masih gendut? Nah. Seperti itulah.) Jelek? Tentu. Itu bukan selera seorang Kim Jongin.

“Yak Krystal Jung!” teriak Jongin dengan refleksnya menoleh kearah Krystal yang dibalas dengan senyuman manis gadis itu Jongin pun ikut tersenyum. Mereka masih berdiri dilapangan sampai jam istirahat berbunyi. Dan selama itu juga mereka selalu tertawa bersama. Bahkan tak jarang mereka menyeka keringat yang ada di dahi atau pun disamping wajah mereka dengan bergantian. Jongin kini menyeka keringat Krystal yang mengalir tepat disamping wajahnya sambil sesekali mencubit pipi yeojanya itu. Begitupun sebaliknya. Dan itu cukup membuat yeoja-yeoja yang melihatnya itu kegerahan. Itulah mereka. Susah? Ya selalu bersama. Senang? Ya bersama juga. Jadi indah bukan? Sangat indah. Mereka selalu berdua. Teman? Mereka punya teman, bahkan teman dekat atau bisa dibilang sahabat. Tapi sahabatnya mengerti kalau Jong-Stal memang tidak bisa dipisahkan.

 

>Flashback off<

 

**

( 11:00 pm KST )

Malam yang sangat indah untuk seseorang bernama Kim Jongin. Ya. Sekarang ia berada di dekat jendela tempat dimana ia berlatih. Setelah berlatih hampir beberapa jam lamanya yang berhasil membuatnya merasa kelelahan. Sejenak ia memejamkan kedua matanya, lalu kemudian ia menatap keluar jendela. Melihat lampu-lampu kota yang menyala, lalu lalang kendaraan yang membuatnya terlupa akan sesuatu yang sedari tadi mengganjal pikirannya.

“Kai-a, gwaenchana?” Baekhyun menghampiri Kai yang sedang berdiri menatap keluar jendela. Dan berdiri tepat disamping Kai sambil mengikuti apa yang sedang Kai lihat.

“Eo.. hyung. Kau sedang apa?” tanya Kai kikuk yang tersadar akan kehadiran Baekhyun disampingnya.

“Aku bertanya padamu, Kai-ah. Apa yang sedang kau pikirkan? Bicaralah.” Baekhyun yang tak tega melihat Kai seperti itu pun mulai angkat bicara. Sebenarnya ia tau kalau Kai tidak akan semudah itu untuk menceritakan apa yang selalu mengganjal dipikirannya. Namun ia tidak akan mungkin membiarkannya terus-terusan seperti ini. Itu tidak baik. Sungguh.

“Kai-a?” Setelah merasa pertanyaannya tidak dijawab Baekhyun pun kembali memanggil Kai dan menepuk pelan bahu Kai. Hingga membuat Kai tersadar kembali dari lamunannya.

“Ah.. nan gwaenchana. Jeongmal gwaenchana, hyung.” Sebisa mungkin Kai tersenyum, namun yang terpancar dari wajahnya adalah senyuman yang menunjukkan kepedihan yang mendalam. Oh Tuhan. Bahkan sekarang sosok Kim Jongin yang terlihat cuek bisa menyedihkan seperti ini?

“Apa kau merindukannya?”

“Nugu?” Jawab Kai datar. Sangat datar. Bahkan ia tak menoleh sedikitpun kearah lawan bicaranya –Baekhyun.

“Krystal Jung? Kau merindukannya? Aku tau kau selalu memikirkannya, tapi tidakkah kau berpikir bahwa tindakanmu selama ini sudah keterlaluan? Kau hanya memikirkan perasaanmu sendiri Kim Jongin.” Sungguh kali ini Baekhyun sudah lelah dengan apa yang terjadi dengan Kai. Bagaimanapun juga mereka sudah bersahabat sejak duduk dibangku SMA. Dan mana mungkin Baekhyun tidak peduli dengan apa yang menimpa sahabatnya itu. Walaupun sebenarnya Baekhyun tidak tau alasan Kai meninggalkan Krystal karena apa.

“A-aku tidak mengenal siapa gadis itu” Ia pun pergi meninggalkan Baekhyun. Sungguh. Mendengar namanya saja sudah membuat hatinya sakit. Kau tau? Itu tak semudah yang ia pikirkan. Menghilang? Menjauh? Oh ayolah. Itu sudah ia lakukan dengan sangat berat hati.

 

Dan ketika mendengar nama itu, rasanya memang benar yang dikatakan oleh Baekhyun. ‘Kau hanya memikirkan perasaanmu sendiri Kim Jongin’. Ucapan Baekhyun yang beberapa menit lalu masih terngiang dipikirannya dan kini berhasil membuat Kai berhenti melangkah.

“Wae?” Baekhyun yang melihat Kai berhenti pun menghampirinya. Dan sekarang Baekhyun berada tepat didepannya. Menatap Kai intens. Seolah-olah sedang menginterogasi tawanan yang mungkin akan pergi lagi.

“Bisakah kau tak menyebutkan namanya lagi? Aku muak dengan semua ini hyung…”

“Waeyo? Kau membencinya? Kau tak merindukannya? Apa kau sekarang sedang mencoba menutupi semuanya dariku? Aku tau kau men—”

“Keumanhae hyung, jebal” potong Kai.

“Kim Jongin! Aku ini sahabatmu. Kita sudah saling mengenal sejak lama. Aku tau kau sedang menyembunyikan sesuatu. Beritau aku, setidaknya aku bisa membantumu. Aku tidak tau apa yang terjadi dengan kalian. Yang aku tau kau meninggalkannya dan—”belum sempat diteruskan. Kai memotong pembicaraan Baekhyun.

“Geurae. Aku meninggalkannya. Nan napeun namja, hyung.” Tanpa disadari kini air mata yang sedari tadi ia tahan kemudian perlahan jatuh dari dalam mata indah miliknya. Sungguh. Pertama kalinya Baekhyun melihat sahabatnya menangis seperti ini.

“Aku bahkan membenci diriku sendiri. Aku..aku tidak sanggup lagi hyung. Appo…” Kai menangis. Ya. Sekarang ia menangis. Tangannya menarik rambutnya frustasi sesekali ia memukul dadanya yang terasa sesak, air mata yang deras mengalir, bahkan kini ia terlihat sangat menyedihkan. Baekhyun yang melihat itu pun langsung mendekap Kai ke dalam pelukannya. Berusaha untuk menenangkannya.

“Menangislah… jangan kau sembunyikan rasa sakit itu.” Baekhyun mengelus punggung Kai dengan penuh kasih sayang. Berharap agar Kai bisa tenang. Kai masih menangis dipelukan sahabat sekaligus kakak baginya. Ia merasa sudah tidak sanggup lagi, yang bisa ia lakukan sekarang hanyalah menangis, menyesali apa yang sudah ia lakukan. Yang membuatnya kehilangan seseorang yang sangat ia cintai.

 

 

 

 

 

“Aku merindukanmu, Krystal Jung. Bahkan sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa melupakanmu dari hidupku. Ya. Aku memang egois. Tapi ini yang terbaik untuk kita. Aku sangaaaat ingin bisa berada disisimu, tapi aku bisa apa? Aku bahkan bukan sosok yang pantas untukmu. Tapi aku lelah menutupi semuanya,rasanya aku bahkan hampir ingin mati tanpa kau. Aku lelah, Krystal-a. Aku ingin kau ada disisiku, menemaniku disaat aku merasa jenuh dengan dunia ini. Kau…kau yang selalu bisa membuatku merasa bahagia. Mianhae, geurigo Saranghae Krystal-a. Jeongmal Saranghae, Krystal Jung.”Lirih Kai dalam hati.

 

 

 

_TO BE CONTINUED_

 

 

Huahhh…akhirnya selesai juga chapter 2 ini. Aku gatau gimana bentuk chapter 2 ini-_- yang jelas aku sudah memposting chapter 2 ini. Gimana? Feelnya dapet ga? Mian. Kalian masih bingung ya sebenarnya Kai sama Krystal kenapa?

Tapi jujur, aku sedikit kecewa sih. Ga sesuai yang aku harapkan. Kalau kalian gimana? Jangan lupa tinggalkan komentar ya sehabis baca ff aku. Kasih tau juga kurangnya dimana supaya bisa di perbaiki. Gomawo yang sudah baca J

Istri sah Kim Jongin undur diri. Sampai ketemu di chapter selanjutnya.

Annyeong~

12 responses to “[Freelance] I CAN SEE YOU EVERYWHERE (Chapter 2)

  1. aaaah sedih 😦 sedih bgt pas jongin ngomong itu td, masa2 pacaran mereka romantis bgt,susah seneng nya bner2 dijalanin bareng,tp skrng jd kyk gini,kai nya juga smpe kyk gtu,kenapa sih mslhnya??? lanjutt thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s