[Freelance] I CHOSE TO GET MARRIED (CHAPTER 9)

i-chose-to-get-married

Title : I CHOSE TO GET MARRIED CHAPTER 9

Author: Ishani
Length: Chaptered
Rating: PG17+
Genre: Married life, family, Romance, Angst
Main cast:
v Park Chaera ‘OC’
v Cho Kyuhyun
Other cast: Shin Jewo, Cho Ahra, All member super junior, And many more
Credit: Ettaeminho @ springfanfiction.wp.com

My blog : parkchaerastory.wordpress.com

Chaera sedang menatap layar laptopnya, yoeja itu sedang mengerjakan tugas kuliahnya yang terakhir sebelum ia memulai membuat skripsinya. Sesekali yoeja itu menatap layar televisinya yang saat ini sedang menayangkan acara radio star, dengan Kyuhyun sebagai Mcnya, dan anggota SNSD sebagai bintang tamunya.

 

Chaera mengigit biskuitnya, saat member SNSD menggoda suaminya itu tentang ciuman yang dilakukan saat drama musikalnya dengan salah satu anggota member mereka.

 

Yoeja itu tertawa saat melihat wajah Kyuhyun yang merah ketika salah satu mc menunjukan foto namja itu, saat sedang mencium Seohyun eonnie. Tapi tiba-tiba tawanya terhenti, saat acara yang ia tonton itu berpindah chanel. Chaera menatap namja yang melempar remote tv itu keatas sofa disampingnya. “Oppa kenapa kau memindahkannya? Padahal tadi sedang seru”

 

Chaera segera mengambil remote tv itu, dan kembali memindahkan chanel keacara yang ia tonton tadi. Yoeja itu lagi-lagi tertawa saat member SNSD dengan kompak menggoda Kyuhyun, dan Seohyun.

 

Kyuhyun mendengus kesal, melihat yoeja itu yang sedang tertawa geli dihadapannya. Namja itu mencoba untuk merebut remote yang ada digenggaman istrinya itu, namun dengan sigap Chaera sudah lebih dulu menyembunyi remote itu dibelakang tubuhnya.

 

“Sudalah oppa, lebih baik kau duduk dan kita menonton bersama” bujuk Chaera sambil memasang tampang aegyonya, dan menarik tangan namja itu untuk duduk disampingnya. Jika ada yang bertanya kenapa ia bisa bersikap seakrab itu dengan namja itu, jawabannya adalah ia juga tidak tahu

 

Bahkan dengan entengnya ia mengajak namja itu untuk nonton bersama. Entahlah Chaera hanya merasa, ia bisa menunjukan sedikit sifat manjanya pada namja itu. Toh Kyuhyun juga tidak protes dengan sifat aslinya itu, bahkan Chaera melihat Kyuhyun senang-senang saja dengan sifatnya itu.

 

Kyuhyun hanya pasrah menerima tarikan itu, dan duduk manis disamping yoeja itu yang kembali tertawa. Entah apa yang membuat Chaera sampai tertawa geli seperti itu. Bukankah seharusnya seorang istri kesal melihat foto suaminya yang jelas-jelas sedang mencium wanita lain. Tapi sepertinya tidak jika seorang istri itu adalah Park Chaera.

 

Kyuhyun jadi panasaran apa Chaera benar-benar tidak merasakan terganggu akan ciuman yang ia lakukan itu. Yah walaupun itu hanya sebuah peran, tapi tidakah seharusnya gadis itu cemburu dan marah padanya.

 

Jewo saja sempat marah padanya selama dua hari, saat yoeja itu tahu kalau ia akan beradegan ciuman dengan wanita lain. Jewo? Tiba-tiba Kyuhyun teringat akan yoeja itu.

 

Mungkin ia masih berhubungan dengan yoeja itu, dan setiap hari mereka memang sealalu saling mengirim pesan singkat untuk mengetahui kabar mereka satu sama lain. Tapi semua semakin terasa aneh, saat ia mendapati dirinya sama sekali tidak merindukan yoeja itu.

 

Bahkan jika Kyuhyun menghitung-hitung mungkin sudah hampir sebulan mereka tidak bertemu. Tapi anehnya Kyuhyun sama sekali tidak merasa terganggu akan hal itu. Justru saat ini ia lebih sering pulang ke apartemennya, ia juga sudah jarang menginap di dorm.

 

Dan Kyuhyun sadar hal itu membuat semua hyungnya bingung. Bahkan tadi Eunhyuk sempat menggodanya kalau ia ternyata sudah masuk dalam pesona Chaera, dan tidak kuat jika terus berada jauh dengan yoeja itu. Apa yang dikatakan Eunhyuk hyung itu benar?

 

Entahlah Kyuhyun hanya merasa sejak malam dimana Chaera memberikan semua yang yoeja itu punya padanya, Kyuhyun merasa terikat dengan yoeja itu. Ikatan tak kasat mata yang membuatnya merasa tidak dapat berjauhan dengan yoeja itu.

 

Astaga jika memang seperti itu lalu bagaimana dengan Jewo? Bagaiamana dengan perceraian yang sudah dijanjikan Chaera padanya? Tuhan apa yang harus ia lakukan jika semuanya sudah menjadi serumit ini? Ia bahkan tidak tahu seperti apa perasaannya saat ini.

 

Di satu sisi Kyuhyun masih merasa mencintai Jewo, bagaimanapun ia sudah menjalin hubungan dengan yoeja itu lebih dari dua tahun. Tapi disisi lain ia tidak ingin melepaskan Chaera, bukankan sudah ia bilang kalau ia merasa terikat pada yoeja itu. Egoiskah ia karena menginginkan semuanya?”

 

“Oppa” panggil Chaera, yang membuyarkan lamunan namja itu. Kyuhyun hanya menatap istrinya itu, yang masih tertawa. “Oppa kurasa ucapan Fany eonnie tadi benar, kau terlihat begitu kaku saat mencium Seohyun eonnie”

 

Mendengar ucapan polos itu, wajah Kyuhyun langsung merah seketika. Astaga sejak kapan Chaera suka sekali bicara sefrontal itu? “Bukankah kau itu pencium yang sangat handal?” Chaera mengahlikan perhatiannya pada tv itu ke namja yang duduk disampingnya saat ini.

 

“Ah..it..tu” Kyuhyun tergagap-gagap untuk menjawab pertanyaan yang menurutnya sangat blak-blakan itu. Haruskah ia menjawab pertanyaa itu secara langsung saat ini.

 

“Ehmm itu” Kyuhyun berusaha memutar otaknya untuk menjawab pertanyaan itu, sementara Chaera masih saja menatapnya dengan tatapan ingin tahunya. Saat Kyuhyun masih asik memutar otaknya untuk mencari jawaban, tiba-tiba matanya jatuh pada tumpukan buku pelajaran Chaera. Dan sebuah jawaban langsung muncul dalam otaknya. “Kita tidak membicarakan hal ini Chaera, kau belum lulus kuliah” ucap Kyuhyun dengan nada tegasnya.

 

Chaera yang mendengar jawaban itu justru kembali tertawa geli. “Oppa ini bagaimana, Aku bahkan sudah pernah melakukan yang lebih dari sebuah ciuman, kau ingat?”

 

Upss, Medengar ucapan Chaera barusan malah semakin membuat wajahnya memerah. Sepertinya ia justru salah bicara kali ini. Kyuhyun melupakan satu fakta itu, kalau mereka memang telah melakukan yang lebih dari sebuah ciuman.

 

Sekarang Kyuhyun benar-benar telah dipojokan, oleh seorang gadis yang enam tahun dibawahnya. Dan kali ini kau akan menjawab apa Cho Kyuhyun? Jangankan untuk menjawab pertanyaan itu, membuka mulutnya saja rasanya ia sangat sulit.

 

“Ap-ppakah kit-ta har-uus” ucap Kyuhyuh tergagap-gagap. Sementara Chaera hanya menatapnya dengan alis yang terangkat sebelah. Mungkin yoeja itu bingung melihatnya yang tiba-tiba tergagap. “Har-rus membicarakan in-nni?”

 

Sekarang Chaera malah sudah mengerutkan keningnya dengan bingung. “Ehmmm, membicarakan apa oppa?”

 

Kyuhyun lagi-lagi membelakan matanya mendengar ucapan polos gadisnya itu. Jelas-jelas tadi Chaera sendiri yang menanyakan tentang cara ciumannya. Tapi sekarang Chaera justru menanya balik apa yang akan mereka bicarakan.

 

Namja itu menghembuskan napasnya dengan berat. Yoeja ini benar-benar membuatnya gemas saja. Kyuhyun baru akan menjawab pertanyaan menyebalkan itu, sampai bunyi suara ponsel menghentikan keinginan itu.

 

“Tunggu sebentar oppa” Chaera, menatap ponselnya yang berbunyi, dan manatap layar ponselnya itu. Sedetik kemudian gadis itu sudah tersenyum lebar.

 

“Yoeboseyo Sueng gi oppa” yoeja itu bangkit dari sofanya, dan berjalan menuju jendela apartemen mereka, tanpa menyadari perubahan wajah Kyuhyun yang terlihat sedikit menahan amarahnya.

 

Chaera mendengar secara seksama apa yang saat ini sedang diucapkan oleh gi oppa padanya disebrang sana, tanpa ada yang terlewat sedikitpun. Sampai kalimat terakhir yang diucapkan gi oppa membuatnya terkejut. “Benarkah itu oppa?” ucap Chaera tidak percaya.

 

Kyuhyun yang mendengar ucapan bernada senang Chaera barusan langsung berdiri dari sofanya, namja itu bermaksud untuk menghampiri istrinya itu, dan menanyakan apa yang terjadi.

 

Namun niatnya itu terhenti kembali, saat Chaera justru berjalan kearahnya. Ralat, maksudnya berlari kearahnya dengan wajah yang berseri-seri. Yoeja itu langsung menghambur kepelukannya, hingga membuat Kyuhyun terjungkal kebelakang. Untuk mereka jatuh diatas sofa, jadi Kyuhyun tidak begitu merasa sakit.

 

“Ada apa?” tanya Kyuhyun setelah yoeja itu melepas pelukannya pada lehernya. Chaera masih berada diatas pangkuannya, namun yoeja itu sudah tidak memeluknya lagi dengan erat.

 

“Oppa aku berhasil” Chaera tidak dapat lagi menahan kegembiraanya, saat tadi Gi oppa memberitahunya kalau lukisannya yang ia ikutkan untuk acara amal dikampusnya. Berhasil berada diperingkat pertama dalam acara lelang yang diadakan dikampusnya itu.

 

Dan bukan hanya itu yang membuat Chaera senang, karena kata dosen pembibingnya jika ia berhasil berada di peringkat tiga besar dalam acara amal itu. Maka ia sudah diperbolehkan untuk mempercepat kelulusannya. Karena acara amal itu merupakan pelengkap nilai akhirnya.

 

“Aku berhasil menyelesaikan semua tugas-tugasku” lanjut Chaera, saat ia yang melihat raut bingung diwajah namja itu. “Itu berarti, sebentar lagi oppa akan bisa bersama dengan Jewo eonnie”

 

Sungguh Chaera sangat senang mendengar berita itu, ia tidak sabar untuk menyelesaikan semuanya, dan mengembalikan semuanya ketempat semulanya. Termaksud mengembalikan hidup namja yang ada dihadapannya itu ketempat yang seharusnya berada. “Beberapa bulan kedepan, oppa akan terbebas dariku”

 

Deg

 

Deg

 

Beberapa bulan kedepan, oppa akan terbebas dariku”

 

Kata-kata itu terus saja tengiang dalam kepalanya. Yoeja itu, kenapa Chaera dapat mengucapkan semua itu begitu mudah, dan ringan? Seolah apa yang baru saja ia ucapkan adalah sebuah lelucon sirkus.

 

Tidakah Chaera merasakan hubungan mereka yang sudah mulai membaik. Kyuhyun sudah merasakan cukup nyaman dengan keadaan mereka saat ini. Tapi kenapa Chaera harus mengatakan kata perpisahan itu dengan begitu mudah?

 

Tidak, Kyuhyun tidak dapat melepaskan yoeja di hadapannya itu. Meskipun ia bisa, Kyuhyun tetap tidak ingin. Bukankah sudah ia bilang, ia merasa terikat dengan yoeja itu. Kyuhyun tidak dapat, berjauhan dengan yoeja yang sudah terikat dengannya.

 

“Oppa” Chaera memukul kedua pipi Kyuhyun pelan, saat namja itu justru melamun dihadapannya

 

Kyuhyun segera mengerjap-ngerjapkan matanya, dan menatap wajah cantik Chaera yang tepat berada dihadapannya itu. Demi Tuhan, ia tidak dapat melepaskan yoeja itu.

 

Kyuhyun memeluk tubuh istrinya itu dengan erat, seolah besok, dan besoknya lagi, dan kapanpun itu begitu ia melepas pelukan ini, ia tidak akan dapat memeluk tubuh mungil itu lagi.

 

Chaera berusaha melepas pelukan itu. Bukannya ia mau menolak pelukan yang diberikan suaminya itu. Chaera hanya merasa sedikit sesak, karena Kyuhyun memeluknya sangat erat. “Oppa, kau memelukku terlalu erat”

 

“Biarkan Chaera” Seolah tidak perduli pada ucapan Chaera barusan, Kyuhyun justru memeluk tubuh itu makin erat. Entah apa yang membuatnya seperti ini. Tapi yang jelas ia benar-benar merasa takut saat ini. Kyuhyun merasa ia kan jauh lebih baik, jika ia sudah memeluk tubuh itu dengan erat. “Biarkan aku memelukmu seperti ini”

 

Mendengar itu Chaera hanya menghembuskan napasnya dengan berat. “Baiklah tapi bisakah kau melonggarkan sedikit pelukan ini? Ini membuatku sesak oppa”

 

Namja itu mengacuhkan ucapan Chaera barusan, dan tetap memeluk yoeja itu dengan erat, tanpa berkurang sedikitpun. Sekian menit Kyuhyun hanya memeluk tubuh itu. Namja itu meletakan kepalanya di bahu istrinya, sambil bersenandung dengan nada yang rendah.

 

Namun suara itu masih dapat ditangkap oleh telingah Chaera. Karena Chaerapun juga begitu. Yoeja itu juga meletakan kepalanya dibahu suaminya, sambil mendengar senandungan yang keluar dari bibir Kyuhyun.

 

Saat ini Chaera benar-benar merasa nyaman dalam pelukan suaminya itu. Walaupun ia tahu pelukan Kyuhyun sama sekali tidak mengendur. Padahal tadi ia yang merengek sesak, karena pelukan itu. Tapi sekarang Chaera justru merasa sangat nyaman dalam pelukan itu.

 

Chaera hanya merasa aman dalam pelukan proctectif itu. Yoeja itu merasa terlindungi, dengan pelukan namja itu, dan merasa nyaman dengan senandungan yang keluar dari mulut namja itu.

 

Chaera memeluk erat, leher suaminya itu, dan memutar kepalanya menghadap lekukan leher namja itu. Matanya mulai terpejam merasakan rasa yang begitu asing didirinya. “Oppa aku mengantuk” gumamnya dengan mata terpejam. “Tapi aku tidak mau tidur dikamar, aku mau seperti ini”

 

Mendengar ucapan yang keluar dari yoeja yang ada didalam pelukannya itu. Membuat Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya, yang sudah sangat erat itu. Sebelumnya ia tidak pernah memeluk seseorang, seperti ia memeluk Chaera saat ini. Bahkan tidak pada Jewo sekalipun. “Aku juga chagiya” bisik namja itu, yang tidak perduli Chaera akan mendengarnya atau tidak.

 

 

* * *

 

“Ehmmm…” Kyuhyun menggeram saat pendengaranya menangkap suara bisik dari luar apartemennya. Sama sepertinya yoeja dalam pelukannyapun juga merasa terusik dengan suara itu.

 

Tidak ingin membuat Chaera terbangun karena suara bisik itu, Kyuhyun segera bangkit dari atas sofa, tempat mereka tertidur semalam. Namja itu berjalan dengan gontai menuju pintu apartemennya, dan membuka pintu itu dengan mata yang masih terpejam.

 

“Astaga CHO KYUHYUN” Kyuhyun mengerjap-ngerjapkan matanya, saat mendengar suara salah satu hyungnya, dan yang benar saja saat ini semua hyungnya sudah berada didepan apartemennya. “Kau baru bangun?” Sungmin, melihat maknae mereka yang terlihat benar-benar mengantuk.

 

“Kenapa kalian semua ada disini?” ucap namja itu, yang memang sedikit terkejut melihat kesembilan hyungnya sudah ada didepan apartemennya.

 

“Boleh kami masuk Kyu, diluar sedikit dingin” Kyuhyun menatap Siwon yang merapatkan jaketnya, memang saat ini adalah akhir musim gugur jadi wajar saja jika semua hyungnya kedinginan.

 

Kyuhyun baru akan menyuruh semua hyungnya masuk, saat ia teringat kalau saat ini Chaera masih tidur diruang tengah. Tentu saja Kyuhyun tidak ingin semua hyungnya melihat Chaera yang tertidur dengan gaun tidurnya. Toh meskipun gaun tidur itu masih menutup tubuh yoeja itu dengan rapat.

 

Tapi tetap saja ia tidak ingin membuat hyungnya melihat pemandangan yang tidak seharusnya mereka lihat, dan ia tidak akan pernah membiarkan itu terjadi. Karena hanya ialah namja seorang yang dapat melihat itu.

 

“Baiklah, tunggu sebentar” Kyuhyun langsung menutup pintu apartemennya, tanpa menunggu jawaban dari semua hyungnya itu. Bahkan ia dapat mendengar teriakan Eunhyuk yang meneriakinya dongsaeng kurang ajar.

 

Tapi Kyuhyun tidak memperdulikan teriakan itu, dan langsung berjalan menghampiri istrinya yang masih tertidur. Tadinya namja itu ingin langsung membangunkan Chaera, namun ia kembali teringat ucapan yoeja itu kemarin.

 

Namja itu segera berlari kekamar mandi, untuk membasuh mukannya, dan menggosok giginya. Kyuhyun tidak ingin kalau Chaera sampai berkomentar lagi tentang bau mulutnya dipagi hari. Kyuhyun juga tidak mau, kalau Chaera sampai menilainya sebagai namja yang jorok. Sebisa mungkin Kyuhyun ingin tampak bersih, dan tampan didepan istrinya itu.

 

Setelah ia selesai dengan urusannya dikamar mandi, Kyuhyun segera menghampiri Chaera, dan membangunkan yoeja itu. Namja itu duduk disamping istrinya yang masih tertidur disofa. “Chaera” Kyuhyun mengguncang lembut tubuh istrinya itu.

 

Tapi bukannya terbangun, Chaera justru merubah posisi tidurnya. Sebetulnya Kyuhyun juga tidak ingin mengganggu tidur Chaera. Tapi mau bagaimana lagi saat ini semua hyungnya sudah berada didepan apartemen mereka.

 

“Chaera” Kyuhyun berbisik lembut tepat ditelingah yoeja itu, dan Chaera hanya menggeram dalam tidurnya merasa terganggu dengan bisikan itu. Kyuhyun tersenyum melihat Chaera yang terlihat kesal dalam tidurnya. Lagi-lagi Kyuhyun mendengar suara bel apartemennya yang terus berbunyi, apa semua hyungnya itu tidak bisa diam sebentar saja?

 

“Hai bangun” Kyuhyun membelai lembut pipi mulus yoeja yang masih betah memejamkan matanya. Tiba-tiba matanya jatuh pada bibir tipis itu, lagi-lagi keinginannya untuk mengecup bibir itu kembali muncul dalam pikirannya. Bukankah sudah ia bilang kalau ia ingin setiap pagi dapat mengecup bibir itu.

 

Kyuhyun segera meletakan telapak tangannya didepan mulutnya, dan menghembuskan napasnya didepan telapak tangannya itu, hanya untuk memastikan sesuatu. “Tidak bau” gumam tersenyum, dan sedetik kemudian ia sudah menempelkan bibirnya, dibibir tipis Chaera.

 

Kyuhyun melumat bibir itu dengan pelan, dan penuh kasih. Setiap lemutan yang ia berikan, membuat jantungnya memompa darah lebih cepat lagi keseluruh tubuhnya. Darahnya berdesir hebat. Kyuhyun mengeratkan pelukannya dipinggang yoeja itu, merasakan sensai aneh didirinya.

 

Astaga ia tidak tahu, jika dirinya dapat merespon berlebihan seperti ini atas sentuhan yang ia berikan pada Chaera. Padahal ini adalah ciuman sepihak yang ia lakukan sendiri, tapi kenapa rasanya ia seperti akan gila seperti ini. Dan Kyuhyun sangat yakin mungkin ia kan benar-benar gila, jika yoeja itu sampai membalas ciumannya ini.

 

Yah, Kyuhyun menyadari satu hal sekarang. Namja itu akhirnya menyadari satu hal yang selama ini berusaha untuk ia abaikan. Kalau ternyata ia tidak akan pernah sanggup menahan segala bentuk godaan yang ada pada Chaera.

 

Setiap inchi yang ada ditubuh yoeja itu bagaikan heroin untuknya, yang tidak akan pernah bisa Kyuhyun tahan. Tapi yang anehnya adalah, ini hanya terjadi pada Chaera, bahkan pada Jewo, ia tidak merasakan seperti ini. Meski ingin, tapi Kyuhyun selau dapat menahan hasratnya pada Jewo. Ia juga tidak pernah mendapati dirinya yang terlalu proctec pada kekasihnya itu

 

Dan Kyuhyun menyadari kalau hati kecilnya tidak dapat menerima jika ada namja lain yang mendekati Chaera. Meskipun namja itu adalah semua hyungnya ataupun namja yang dianggap oppa oleh yoeja itu.

 

Bahkan tanpa sadar ia selalu mengatur Chaera seperti yang ia mau. Kyuhyun juga meminimalisir setiap hal yang membuat yoeja itu dapat dekat dengan namja lain. Seperti mengajarinya menyetir, agar tidak ada lagi oppa-oppa gadis itu yang akan mengantar jemputnya.

 

Atau melarang gadis itu untuk tidak menerima tawaran apapun dari agensi pencari bakat yang berminat padanya. Seperti ini saja Chaera sudah memiliki banyak fans, apa lagi jika gadis itu menjadi artis?

 

Kyuhyun juga tidak tahu kenapa ia melakukan hal itu, yang jelas ia tahu satu hal kalau ia telah melakukan semua itu sejak awal pernikahan mereka. Bahkan sejak ia masih suka mengumbar-ngumbar bertapa ia membenci gadis itu sampai keakar-akarnya.

 

“Ehmm…” Kyuhyun menjauhkan wajahnya, saat dirasa yoeja itu sudah bangun. Namja itu menunjukan senyumannya tepat didepan wajah Chaera.

 

“Oppa kau membuatku sesak napas” ucap Chaera dengan kesal saat tidurnya harus diganggu dengan ciuman itu. Apa Kyuhyun mau balas dendam karena kemarin ia telah mengganggu acara tidur namja itu?

 

Melihat Chaera yang merajuk justru membuat Kyuhyun tertawa, sungguh Chaera lucu sekali bila sedang merajuk seperti ini. “Aku sudah menggosok gigiku tadi” Kyuhyun berusaha membuat Chaera melupakan kekesalannya.

 

Dan benar saja yoeja itu langsung tertawa geli. “Oppa kemarin aku hanya bercanda saja padamu” Chaera tidak habis pikir kalau Kyuhyun menganggap serius ucapannya kemarin. Padahal sudah sangat jelas ia hanya bercanda.

 

Lagi-lagi suara bel menghancurkan pagi manis pasangan suami istri itu. Chaera manatap namja yang ada dihadapannya itu dengan tatapan bertanya. Sementara Kyuhyun hanya mengehembuskan napasnya dengan berat.

 

Jika didengar dari bunyi bel mereka, sudah pasti semua hyungnya memencet bel itu secara brutal. “Itu semua hyungku” jawab Kyuhyun, yang sudah tahu arti tatapan itu.

 

“Oppadeul ada disini?” Chaera segera bangkit dari tempatnya berbaring, begitu tahu kalau para member super junior ada didepan apartemen mereka. Rasanya sudah lama sekali, ia tidak bertemu dengan para namja tampan itu.

 

Yoeja itu segera berjalan menuju pintu apartemennya, bermaksud untuk membukakan pintu itu, dan mempersilahkan namja-namja tampan itu untuk masuk.

 

“Ehm.. Chaera” panggil Kyuhyun, saat istrinya itu berjalan dengan semangat menuju pintu apartemen mereka. Apa Chaera sesenang itu saat yoeja itu akan bertemu dengan semua hyungnya?

 

Mendengar namja itu memanggilnya, Chaera segera berbalik dan menatap suaminya itu dengan alis yang terangkat sebelah. “Tidakah seharusnya kau membasuh muka, dan berganti baju dulu”

 

Chaera menatap gaun tidurnya itu, menurutnya apa yang ia pakai saat ini, tidak begitu terbuka. Ia tidak menggunakan gaun tidur transparan, ataupun lingeri, karena selain tidak punya ia memang tidak suka. Chaera lebih suka menggunakan gaun tidur berbahan satin yang lembut.

 

“Nanti saja, setelah aku menyuruh oppadeul untuk masuk. Kasihan jika mereka menunggu lama, saat inikan cuaca sudah mulai dingin” Tanpa memperdulikan perintah Kyuhyun tadi, Chaera kembali berjalan dengan santai menuju pintu apartemennya.

 

Tapi lagi-lagi langkah terhenti begitu ia mendengar suara geraman laki-laki itu. “Park Chaera bukankah aku sudah sering bilang kalau aku tidak suka jika kau…..”

 

“Baiklah oppa, aku akan mengganti sekarang” potong Chaera, sebelum namja itu benar-benar marah padanya. Chaera segera memutar arahnya menuju kamarnya, tanpa menyadari Kyuhyun yang tersenyum penuh kemenangan. Karena untuk kesekian kalinya ia berhasil menaklukan yoeja itu.

 

Setelah yakin kalau Chaera sudah masuk kekamar mereka, Kyuhyun segera berjalan untuk membuka pintu apartemennya. Dan yang benar saja begitu ia membuka pintu itu, Kyuhyun langsung dihadiahi dengan jitakan-jitakan yang diberikan semua hyungnya.

 

“Awww, Apa yang kalian lakukan?” ucap namja itu, sambil melidungi kepalanya dari jitakan-jitakan itu. “Kalian ingin membuatku gagar otak karena jitakan itu?”

 

“Dasar kau maknae kurang ajar” Sungmin kembali memberikan dongsaeng kesayangannya itu sebuah jitakan keras.

 

“Kau tidak akan gagar otak karena sebuah jitakan Kyu” kali ini sang leder tidak lagi menjitak kepala maknae mereka, tapi menjewer dengan gemas kuping namja itu.

 

“Akhhhh, hyuungg sakitttttt” Kyuhyun merintih kesakitan, sambil berusaha melepaskan tangan Leteeuk dari kupingnya, saat namja itu menjewer kupingnya tanpa perasaan.

 

“Kau ingin kami semua mati kedinginan disini, he?” Eunhyuk sudah tidak kuat lagi, dengan cuaca yang mulai dingin ini segera menerobos masuk kedalam apartemen si maknae bersama istrinya, di ikuti oleh member yang lain, yang sudah puas memberi hukuman pada pemilik apartemen ini.

 

Kyuhyun mengusap kuping kanannya yang terasa panas akibat jeweran dari ahjussi tua itu. Sebelum ia menutup pintu apartemennya dan mengikuti member lain yang sudah lebih dulu masuk ke apartemennya sebelum ia persilahkan.

 

“Kyu dimana istrimu?” Donghae melempar tatapannya keseluruh penjuru apartemen namja itu.

 

Sementara Kyuhyun hanya mendengus mengejek. Apa pantas seorang tamu datang pagi-pagi, dan langsung menanyakan istri sang pemilik rumah tanpa basa-basi terlebih dahulu? Sejak awal ia sudah menduga kalau tujuan semua hyungnya datang pagi-pagi kemari hanya untuk bertemu dengan Chaera.

 

“Oppppaaa”

 

Belum sempat Kyuhyun menjawab, idola semua hyungnya itu sudah muncul. Dan bertapa terkejutnya ia, saat ia melihat Chaera yang dengan santainya langsung memeluk Leeteuk. Dan seakan itu belum cukup, member yang lain justru ikut bergabung dalam pelukan itu.

 

Sekarang mereka terlihat seperti teletubis yang saling memeluk tumpuk menumpuk, dengan istrinya yang sebagai pusat dalam pelukan itu.

 

“Ehemmm..” Kyuhyun berdeham, berusaha untuk menarik perhatian mereka semua. Tapi dengan kurang ajarnya, mereka justru masih asik berpelukan, tanpa memperdulikan dehamannya itu.

 

“Ah hemm uhuukkkk, uhhuukk” Kali ini namja itu pura-pura tebatuk, seperti ia baru saja menelan bokahan jangkar kapal.

 

Dan beruntungnya namja itu, kali ini ia berhasil menarik perhatian istrinya itu berserta semua hyungnya. Tapi bukannya ia merasa senang, justru namja itu bertambah kesal dengan kelakuan semua hyungnya itu, yang tetap memeluk Chaera, meskipun mereka semua sudah sadar keberadaannya disini.

 

“Cih, mau sampai kapan kalian akan berpelukan seperti itu?” Sindir namja itu, dengan nada yang ketus, dan dingin.

 

Dan setelah mendengar sindirian ketus itu, namja-namja itu segera menjauh dari istri maknae mereka. Chaera sendiri meski sudah tidak memeluk Leeteuk, tapi yoeja itu tetap berada dijarak yang sangat dekat dengan sang leder.

 

“Oppadeul, ada keperluan apa kemari?”  Chaera menatap namja-namja tampan dihadapanya itu satu persatu, yang justru membuat semua namja itu menjadi salah tingkah karena tatapannya itu.

 

Leeteuk hanya tersenyum kaku dihadapan Chaera, namun sedetik kemudian namja itu sudah dapat menguasai dirinya kembali. “Saengil chukha hamnida saengil chukha hamnida saranghaneu Chaera saengil chukha hamnida” ucap Leeteuk diikuti oleh member yang lain, yang juga ikut menyanyi

 

Mendengar itu, tentu saja membuat Chaera tersenyum bahagia. Bagaimanapun ia tidak pernah membayangkan kalau member super junior akan mengucapkan ulang tahun padanya secara eksklusif seperti sekarang

 

Bahkan tahun lalupun ia hanya dapat melihat mereka didepan layar televisi, atau ketika mereka sedang mengadakan konser saja. Tapi sekarang ini semua seperti mimpi saja. Chaera dapat kenal, dan dekat dengan super junior.

“Oppa terimakasih” Jujur Chaera tidak tahu, harus mengatakan apa lagi saat ini. Yah, walaupun oppedeul telat sehari, tapi ini tetap membuatnya senang. Oppadeul yang tahu hari ulang tahunnya saja, itu sudah cukup bagi Chaera. “Saranghae oppa” ucapnya sambil menatap leder super junior itu

 

“MWO” ucap semua member yang lain, beserta suami yoeja itu, saat mereka mendengar dengan pasti apa yang baru saja Chaera ucapkan. Sementara yoeja yang membuat mereka terkejut, justru hanya menatap mereka dengan tatapan bingung.

 

Sungguh Kyuhyun tidak percaya apa yang baru saja masuk dalam pendengarannya. Bagaimana bisa Chaera menyatakan cinta didepan namja yang masih berstatus sebagai suaminya? Dan lagian apa yang Chaera lihat dari hyungnya yang paling tua itu? jelas-jelas ia lebih menang dari segala hal, tentunya kecuali umur.

 

Chaera mengerjap-ngerjapkan matanya dengan bingung, saat semua orang yang ada diapartemennya ini menatapnya dengan mata yang membesar. “Ad-da apa?”

 

“Kau baru saja mengucapkan cinta pada Leeteuk hyung” ucap Yesung yang masih tidak percaya dengan pendengarannya barusan. Chaera baru saja mengatakan cinta pada leder mereka. Oh ayolah, meskipun mereka tidak benar-benar suka pada yoeja itu, tapi masa mereka kalah dengan ahjussi tua itu.

 

Yoeja itu hanya tertawa, begitu ia tahu apa yang membuat semua namja itu menatapnya dengan horor. Pasti oppadeul salah paham dengan kata cinta yang ia maksud untuk Leeteuk oppa. “Memangnya aku tidak boleh mengucapkan cinta pada Leeteuk oppa? Diakan oppaku”

Mendengar itu Kyuhyun menghembuskan napasnya yang entah sejak kapan ia tahan. Sementara member yang lain hanya ber O ria, termaksud namja yang baru saja mendapatkan pertanyaan cinta dari istri maknae mereka itu.

 

“Oh iya Chaera, kami juga membawa kado untukmu” Heechul, menyodorkan beberapa paper bag, pada yoeja cantik itu.

 

Chaera segera menerima hadiah yang diberikan oleh oppadeul untuknya. “Seharusnya oppadeul tidak perlu repot-repot, kalian tahu ulang tahunku saja itu sudah membuatku senang”

 

“Tentu saja kami tahu Chaera” ucap Eunhyuk sambil mengacak-ngacak rambut Chaera dengan gemas. “Yah walaupun sepertinya, ada seseorang yang berniat untuk menyembunyikan ulang tahunmu pada kami” Eunhyuk menatap Kyuhyun yang berdiri tidak jauh darinya, dengan senyuman yang mengejek.

 

Jika kemarin Changmin tidak keceplosan tenang ulang tahun Chaera, mungkin mereka semua tidak akan tahu hari ulang tahun yoeja cantik itu. Mereka tidak tahu, apa Kyuhyun sengaja menyembunyikan fakta itu dari mereka, atau memang namja itu yang lupa untuk memberi tahunya,

 

Tapi jika memang Kyuhyun sengaja menyembunyi fakta itu, mereka dapat menyimpulkan dua hal disini. Yang pertama, mungkin Kyuhyun masih sangat membenci Chaera, sehingga namja itu tidak ingin mereka semua terlihat perhatian pada Chaera. Dan yang kedua mungkin Kyuhyun tidak rela jika mereka semua berhasil menarik perhatian istrinya itu.

 

Tapi yang manapun alasannya mereka tidak peduli. Mereka hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahun pada idola mereka sendiri.

 

* * *

 

Hari ini Chaera mengunjungi oppanya kembali, setelah tiga hari ia tidak bertemu dengan namja itu akibat kesibukannya di kampus, dan di galeri. Semenjak ia mulai membuat skripsinya Chaera hanya memiliki waktu luang sedikit. Tapi ia berusaha untuk tetap dapat meluangkan waktunya untuk bertemu Yoohwan oppa.

 

Dan hari ini sekalian ia melakukan rutinitas yang ia biasa ia lakukan sebulan sekali, yaitu donor darah. Memang semenjak oppanya dirawat dirumah sakit ini, Chaera rutin sebulan sekali memberikan darah untuk keperluan medis disini. Ia bahkan hafal beberapa suster yang biasa mengambil darahnya itu.

 

Selain karena untuk menolong orang, Chaera juga senang begitu ia tahu kalau ada darahnya yang mengalir ditubuh orang lain, itu seperti sebuah kebanggan tersendiri untuknya.

 

Chaera mengusap-ngusapkan lekukan sikunya dengan sebuah kapas, tempat tadi jarum suntik itu menancam ditubuhnya untuk pengambilan darah. Yoeja itu sedang menunggu lift, yang akan mengantarnya ke lantai dasar.

 

Tidak berapa lama lift dihadapannya sudah berbunyi, dan pintu lift dihadapannya itu terbuka. Bukannya segera masuk kedalam lift itu, Chaera justru mematung ditempat begitu ia melihat pemandangan yang seharusnya sudah tidak asing lagi dihadapannya.

 

Cho Kyuhyun, dengan kekasihnya dan mereka berciuman, lagi. Ingin rasanya ia segera berbalik, dan pergi dari situ. Bukan, bukan karena ia cemburu akan apa hal yang baru ia lihat barusan. Tapi Chaera sangat yakin, pasti akan terasa sangat canggung begitu ia berjalan, dan masuk kedalam lift itu bersama pasangan kekasih itu.

 

Jewo segera menjauh dari namja dihadapannya itu, begitu ia sadar kalau pintu lift yang mereka naiki sudah terbuka. Dan bertapa terkejutnya ia, begitu yoeja itu tahu kalau apa yang mereka lakukan tadi didalam lift disaksikan oleh istri kekasihnya itu. “Chaera” Jewo berusah untuk menyapa yoeja itu senormal mungkin.

 

Chaera hanya tersenyum membalas sapaan itu, ia tidak berani menatap kearah namja yang saat ini berdiri disamping Jewo. “Jika kalian mau, aku bisa menunggu lift selanjutnya?” Tawar Chaera dengan ringan, seolah apa yang baru saja ia lihat bukan sesuatu yang tadi sempat membuatnya syok.

 

“Kau melihatnya?” Jewo tersenyum malu, dan wajah yoeja itu langsung merah seketika, begitu melihat Chaera yang menganggukan kepalanya. “Tidak perlu, masuklah”

 

Kenapa yoeja itu harus menyuruhnya masuk? Chaera akan lebih berterimakasih lagi kalau Jewo eonnie justru menyuruhnya untuk menunggu lift selanjutnya lagi. Tapi seolah tidak dapat membantah hal itu, Chaera malah melangkahkan kakinya masuk kedalm lift itu, bersama dengan suami dan kekasihnya itu.

 

Sekarang didalam lift ini hanya ada mereka bertiga. Chaera berdiri, dipojok kanan, dan Kyuhyun dipojok kiri, sementara Jewo sudah pasti ditengah-tengah pasangan suami istri itu. Jika ada orang yang melihat hal ini, mungkin mereka tidak akan mengira jika Chaera dan Kyuhyun adalah pasangan suami istri. Bahkan mungkin mereka juga tidak akan mengira kalau mereka saling kenal.

 

Mereka lebih mirip seperti dua orang yang tidak sengaja berada didalam lift yang sama. Benar-benar canggung, dan bingung harus berbuat apa dalam situasi ini. Chaera menatap lift, yang baru akan menuruni lantai dua. Kenapa lift ini bergerak sangat lambat? Seharusnya pihak rumah sakit, sudah harus mengecek lift ini. Mungkin saja besok lift ini sudah macet, dan membuat orang yang ada didalamnya terjebak.

 

“Kau habis mengunjungi oppamu?” Jewo berusaha menghancurkan benteng kecanggungan yang mengurung mereka saat ini.

 

Chaera melirik yoeja disampingnya itu dengan ekor matanya, hanya untuk memastikan kalau yoeja itu memang bicara padanya. “Ya”

 

“Kenapa dengan tanganmu?” tanya Jewo sekali lagi, saat melihat yoeja disampingnya itu yang memegangi tangannya dengan sebuah kapas.

 

“Ehmm” Chaera menatap lekekukan sikunya itu, yang sekarang sudah tidak begitu sakit lagi. “Aku baru saja donor darah disini”

 

Jewo hanya mengangguk mengerti, sebetulnya yoeja itu juga merasa canggung sekaligus merasa bersalah disaat yang bersamaan. Bagaimanapun tadi ia sudah mencium suami orang didalam lift, dan yang lebih parahnya lagi hal itu dilihat langsung oleh istri dari namja yang ia cium tadi.

 

Walaupun ia tahu kalau Chaera tidak akan marah padanya, ataupun Kyuhyun. Tapi tetap saja Jewo merasa kalau ia telah menjadi perusak rumah tangga orang. Meskipun memang rumah tangga mereka tidaklah seharmonis seperti pasangan suami istri lain.

 

Tapi jika ia boleh jujur, ia tidak sanggup meninggalkan suami dari yoeja itu. Ada sisi egoisnya yang menginginkan Kyuhyun menjadi miliknya seutuhnya. Walau Chaera berjanji akan melepaskan Kyuhyun, tapi tetap saja kadang ketakutan akan kehilangan Kyuhyun terus saja menghantui hidupnya.

 

Chaera meremas kedua tangannya, sekarang ia benar-benar merutuki fasilitas rumah sakit ini. Bagaimana bisa lift ini sangat lambat jalannya? Oh, berhentilah menyalahkan liftnya Park Chaera, bukan lift itu yang berjalan lambat, tapi kaulah yang sudah ingin cepat keluar dari dalam sini.

 

Chaera menghembuskan napasnya dengan lega, begitu lift itu sudah sampai membawanya kelantai yang ia tuju. Tidak berapa lama, pintu lift itu terbuka, dan matanya langsung menangkap sosok namja yang sedang berdiri tepat didepan pintu masuk rumah sakit. Namja itu adalah Kim woo bin.

 

“Eonnie, oppa aku duluan” Chaera segera keluar dari lift yang terasa mencengkramkan untuk beberapa saat tadi. Yoeja itu keluar begitu saja, tanpa menatap sosok suaminya itu.

 

Sementara Kyuhyun, tanpa sadar namja itu mencengkaram kuat tangannya yang ada didalam saku celananya, saat mengetahui kalau Chaera ternyata masih memperbudak oppa-oppanya itu untuk mengantar jemputnya.

 

Sebetulnya Kyuhyun sejak tadi sudah berusaha menahan amarahnya ketitik yang paling rendah. Sejak ia tertangkap basah oleh istrinya sendiri sedang bermesraan didalam lift bersama dengan kekasihnya itu.

 

Memang disini yang seharusnya marah adalah Chaera, ‘seharusnya’. Tapi coba lihat kenyataannya, gadis itu justru datar-datar saja. Padahal apa yang baru saja dilihat oleh Chaera adalah sebuah perselingkuhan.

 

Dan seharusnya itu bukanlah sebuah masalah baginya. Chaera marah ataupun tidak itu adalah masalah gadis itu. Dan seharusnya Kyuhyun senang dengan fakta itu, fakta yang mengatakan mungkin Chaera tidak memiliki perasaan yang lebih padanya. Jika gadis itu tidak marah melihat apa yang baru saja ia lakukan bersama dengan Jewo

 

Tapi Kyuhyun tahu hati kecilnya tidak dapat dibohongi, akan perasaan itu. Ia kecewa, sangat, dan akan lebih jauh melegakan saat ia mendapati Chaera yang marah padanya, atau mungkin memakinya pria brengsek, atau apapun itu.

 

*   *   *

 

Hari ini Kyuhyun sengaja pulang keapartemennya, begitu ia selesai mengisi acara di salah satu stasiun TV. Sebetulnya seharusnya hari ini ia menginap didorm, mengingat besok ia harus berangkat pagi ke bandara untuk melakukan promosi album mini Super Junior M di China.

 

Tapi sejak tadi namja itu tidak merasa tenang, sebelum ia melihat wajah Chaera setelah kejadian dilift tadi siang. Kyuhyun kembali teringat kejadian yang ia alami tadi siang saat ia , Jewo, dan Chaera berada didalam ruangan yang sama. Dan ia juga masih ingat, kalau istrinya itu sama sekali tidak menatapnya bahkan sampai yoeja itu keluar dari lift.

 

Kyuhyun segera berjalan menuju kamarnya, saat ia tidak menemukan sosok istrinya diruang tengah. Namja itu membuka pintu kamar mereka, dan segera mengedarkan penglihatannya, saat ia tidak menemukan sosok yang ia cari.

 

Dan matanya langsung jatuh pada sebuah piama yang ada diatas ranjang mereka. Kyuhyun mengambil piama, dengan motif kotak-kotak berwarna merah itu. Bukankah ini piama untuk pria? Kyuhyun merasa tidak pernah mempunyai piama seperti itu.

 

“Oppa”

 

Namja itu segera membalikan badannya, saat mendengar suara seorang wanita yang sudah sangat ia hafal ditelingahnya. Chaera berdiri tidak jauh darinya, sepertinya yoeja itu habis dari kamar mandi.

 

Kyuhyun melihat Chaera, yang menggunakan piama dengan motif yang sama seperti yang ia pegang saat ini. Apa Chaera membeli piama untuk pasangan? Tapi rasanya tidak mungkin, jika yoeja secuek Chaera dapat melakukan itu.

 

“Itu, kado dari Ahra eonnie untukku kemarin” jelas Chaera, seakan mengerti tatapan yang ada diwajah suaminya itu. “Jika oppa tidak ingin memakainya, tid…”

 

“Aku akan memakainya” potong Kyuhyun, sebelum Chaera menyelesaikan kalimatya itu. “Malam ini” tambahnya, dan setelah mengucapkan itu namja itu segera memasuki kamar mandi yang ada dikamar mereka.

 

“Tidak apa-apa” Chaera melanjutkan kalimatnya tadi yang sempat dipotong oleh suaminya itu, dan mengerutkan keningnya dengan bingung, saat melihat Kyuhyun yang terlihat sangat senang dengan piama pemberian kakaknya itu. Bukankah seharusnya yang senang adalah ia, karena Ahra eonnie memberikan piama itu untuknya.

 

Yoeja itu mengangkat bahunya tidak peduli, dan segera menaiki ranjang mereka. Tidak berapa lama, Chaera sudah melihat suaminya itu yang sudah berganti pakaian dengan piama yang sama sepertinya.

 

“This is cute” ucap namja itu, sambil menaiki ranjang mereka. Chaera hanya menggelengkan kepalanya, tidak percaya dengan tingkah kekanakan namja yang enam tahun lebih tua darinya itu. “Kau berlebihan oppa”

 

“Tapi itu memang benar. Kenapa kau tidak mangatakan sejak awal, kalau Ahra noona memberikanmu piama ini?” Kyuhyun menatap yoeja yang saat ini sedang berbaring disampingnya. Namja itu sedikit lega begitu ia tahu kalau tidak ada yang berubah antara hubungannya dengan Chaera. Tapi disisi lain ia juga merasa kecewa karena reaksi yang diberikan Chaera padanya setelah kejadian di lift tadi siang. Apa itu berarti Chaera memang tidak memiliki rasa untuknya?

 

Chaera hanya mengangkat kedua bahunya tidak peduli, ia rasa pertanyaan yang diajukan oleh Kyuhyun, bukanlah jenis pertanyaan yang wajib dijawab olehnya. Chaera justru penasaran dengan kehadiran namja itu diapartemen mereka. Karena seingatnya tadi pagi suaminya itu bilang akan menginap didorm, agar dia tidak kesiangan kebandara. “Bukankah oppa bilang akan menginap didorm?”

 

“It-itu” Saat ini Kyuhyun bingung harus menjawab apa. Tidak mungkin ia bilang kalau ia hanya ingin memastikan kalau yoeja yang ada disampingnya ini tidak marah padanya. Rasanya pasti akan aneh sekali, kalau ia sampai mengatakan itu. “Ada beberapa pakaianku yang tertinggal” kilahnya dengan cepat.

 

Chaera hanya ber O ria, bermaksud untuk mengakhiri obrolan mereka malam ini. Karena ia sudah cukup lelah dengan hari ini. Namun sepertinya usahanya tidak berhasil, karena Kyuhyun kembali mengajaknya mengobrol.

 

“Aku telah mendaftarkanmu untuk ujian SIM besok, dan besok Ahra noona akan menemanimu untuk kesana”

 

Chaera segera terduduk di ranjangnya, begitu mendengar kalimat yang baru saja diucapkan oleh suaminya itu. Apa Kyuhyun bercanda? Ia saja masih ragu dengan kemampuan menyetirnya dan namja itu justru sudah mendaftarkannya untuk ujian SIM, tanpa memberitahunya dulu. “Oppa bukannya aku tidak mau. Tapikan kau tahu aku baru belajar beberpa kali”

 

“Lalu?” ucap Kyuhyun, namja itu membalas tatapan terkejut yang diberikan Chaera untuknya dengan tatapan datarnya.

 

Chaera mendesah frustasi melihat Kyuhyun yang seolah tidak peduli dengan keterkejutannya. Chaera tidak tahu lagi harus seperti apa lagi ia berekspresi. Sebetulnya seperti apa isi otak dari seorang Cho Kyuhyun itu.

 

“Chaera aku yakin kau pasti lulus” Kyuhyun berusaha menghibur istrinya itu, yang terlihat sangat kesal atas apa yang ia perbuat. “Kau cukup baik, saat terakhir kali aku mengajarimu menyetir”

 

Chaera hanya menggelengkan kepalanya, dan kembali mendesah berat. Percuma saja ia memberi pengertian pada namja itu. Bukankah ia tidak boleh ‘membantah’ semua peritah seorang Cho Kyuhyun. “Kau selalu saja semaunya padaku” gumam yoeja itu pelan, tanpa didengar oleh orang yang ia maksud.

 

Chaera kembali berbaring, dan segera berbalik memunggungi suaminya itu, bersiap untuk tidur. Kejadian malam itu, sama sekali tidak membuat posisi tidurnya berubah. Mungkin Kyuhyun sudah bisa tidur berbaring, maupun menghadap padanya. Tapi Chaera tidak bisa, ia sudah terbiasa memunggungi namja itu ketika ia akan tidur.

 

Tidak peduli sebaik apa hubungan mereka. Chaera merasa posisi ini sudah cukup nyaman untuknya. Karena Chaera tidak ingin begitu ia menghadap Kyuhyun, dan menatap wajah namja itu rasa bersalah itu kembali datang dan mengantarkannya masuk kealam mimpi.

 

 

* * *

 

Kyuhyun mamantut dirinya didepan meja rias, yang ada dikamarnya. “Tampan” gumamnya saat melihat bayangannya sendiri didepan cermin itu. Namja itu sudah rapih dengan t-shirt abu-abu, dan sebuah mantel hitam. Mengingat ini sudah memasuki musim dingin, jadi ia harus mengenakan baju tebal untuk menghangatkan dirinya jika ingin keluar.

 

Kyuhyun menatap yoeja yang saat ini, masih tertidur diatas ranjangnya. Sungguh Chaera sangat manis ketika yoeja itu sedang tertidur seperti ini. Tanpa sadar Kyuhyun sudah duduk disamping istrinya itu, ia uga tidak sadar ketika tangannya membelai lembut kepala gadis itu.

Chaera menggeliat dalam tidurnya, saat ia merasakan sebuah tangan yang membelai kepalanya. Namun belaian itu tidak sampai membangunkan tidurnya. Kyuhyuh hanya tersenyum penuh arti melihat kelakuan Chaera dalam tidurnya. “Hai, wake up” bisik namja itu tepat ditelingah Chaera.

 

“Ehmm.. oppa kau menggangguku” rengeknya yoeja itu dengan mata yang masih terpejam, karena tidak terima tidurnya diganggu lagi.

 

“Aku hanya ingin memberitahumu, kalau Ahra noona akan menjemputmu sebelum makan siang” ucap Kyuhyun sambil terus membelai rambut istrinya itu, sementara Chaera yang merasa nyaman akan belaian itu tanpa sadar mendekatkan dirinya pada namja itu.

 

Chaera dapat mencium wangi parfum namja itu, wangi yang seperti pohon pinus, dan vanilla mengingatkannya pada sebuah musim panas. “Aku akan berangkat sekarang, jaga kesehatanmu” bisik namja itu lagi.

 

Kyuhyun mencium pelipis istrinya itu lama, sebelum ia pergi meninggalkan Chaera sendiri selama beberpa minggu kedepan. Jika dulu mungkin ia tidak peduli pada yoeja itu. Tapi sekarang Kyuhyun ingin memastikan kalau Chaera akan baik-baik saja selama ia tidak ada.

 

“Aku akan menghubungimu setelah aku sampai sana” lanjut namja itu, sebelum ia benar-benar pergi.

 

* * *

 

Hari ini, Chaera mengunjungi oppanya, namun tidak seperti biasa. Chaera tidak kerumah sakit sendiri, maupun tidak dengan ketiga oppanya. Tapi bersama dengan Krystal Jung, yoeja itu terus saja menganggunya sejak tadi pagi untuk jalan dengannya.

Tapi karena Chaera tidak punya waktu luang yang banyak, dan jika adapun Chaera lebih memilih untuk bersama oppanya. Jadi, dengan terpaksa ia harus meminta teman wanitanya itu untuk menghabiskan waktu dirumah sakit bersamanya.

 

Saat ini mereka sedang berjalan menuju kamar oppanya yang terletak dilantai tiga rumah sakit ini.

 

“Apa oppamu benar-benar sudah tidak sadarkan diri selama satu tahun?” tanya Krystal yang seakan masih belum percaya, saat tadi Chaera bercerita tentang tergedi satu tahun yang lalu yang menimpa kedua orang tuanya, berserta oppanya itu.

 

Chaera hanya menatap yoeja itu dengan malas, bukan tadi ia sudah menjawab pertanyaan itu.

 

“Seharusnya kau mencari seorang gadis untuk menciumnya, mungkin saja dia akan sadar begitu dia mendapatkan ciuman cinta sejati”

 

Chaera hanya menggelengkan kepalanya, tidak percaya dengan pemikiran polos temannya. “Kalau begitu bagaimana jika kau yang mencium oppaku lebih dulu?”

 

“Tergantung, jika pagi ini oppamu sudah menyikat giginya, mungkin aku akan menciumnya nanti”

 

Chaera hanya tertawa mendengar ucapan yoeja itu. Sifat Krystal, sangat mirip dengan sifat Ahra eonnie jadi tidak sulit baginya untuk dekat dengan sosok itu. Sampai tawanya terhenti begitu ia melihat sosok yoeja cantik, dengan jas putihnya. “Jewo eonnie” gumamnya, saat Chaera melihat kekasih dari suaminya

 

“Di berkerja disini?”bisik Krystal, saat melihat yoeja itu yang berjalan kearah mereka. Chaera hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban, atas pertanyaan temannya itu.

 

“Anyeonghaseyo eonnie” sapa Chaera begitu yoeja itu sudah sampai dihadapannya.

 

Jewo tersenyum, pada kedua yoeja dihadapannya itu, begitu ia sudah sampai dihadapan istri kekasihnya itu, bersama dengan teman yoeja itu, yang ia tahu adalah member f(x). “Apa kau ada waktu?Bisakah kau menemani aku minum sebentar?”

 

Chaera melempar tatapannya pada Krystal, bermaksud meminta persetujuan dari yoeja itu. Bagaimanapun sejak awal mereka sudah berencana untuk menghabiskan waktu mereka berdua. Dan memang saat ini sangat sulit untuk mereka menemukan waktu luang yang sama.

 

Krystal hanya menganggukan kepalanya, sebagai jawaban atas tatapan yang diberikan Chaera padanya. “Baiklah eonnie”

 

Chaera tidak tahu, apakah Jewo memang memintanya untuk hanya sekedar menemaninya minum, atau ada maksud tersembunyi dari ajakannya itu. Apapun itu, nanti ia juga akan tahu

 

“Krystal, kau tunggu dikamar oppaku saja” ucap Chaera, sebelum ia pergi bersama Jewo untuk ‘minum’ bersama. “Dan, jangan coba-coba untuk mencium oppaku” Krystal hanya tertawa mendengar peringat itu, yang lebih mirip seperti gurauan.

 

Sementara Chaera, ia sudah berlalu pergi bersama dengan yoeja cantik, dan baik hati itu.

 

* * *

 

Tangannya mengoyang-goyangkan gelas kertas, yang tinggal terisi setengah oleh kopi, dan membuat kopi itu seperti sebuah pusaran kecil. Sudah beberapa menit berlalu, sejak Jewo membawanya ketaman rumah sakit ini. Tapi yoeja itu tidak kunjung bicara padanya, Jewo hanya menatap lurus dan sesekali Chaera dapat mendengar hembusan napas dari yoeja itu.

 

Sejak tadi kakinya tidak pernah bisa diam, entah kenapa Chaera merasa sedikit tegang dengan suasana ini. Sebetulnya apa yang ingin dikatakan Jewo eonnie padanya, kenapa Jewo eonnie begitu terlihat lesu?

 

Rasanya Chaera ingin sekali menanyakan hal itu, tapi entah kenapa bibirnya seperti dilem oleh lem super yang membuatnya tidak bisa membuka mulut.

 

Jewo menghembuskan napas dengan berat, yoeja itu menyendarkan punggungnya di senderan bangku taman yang saat ini mereka duduki. “Dia berubah”

 

Chaera memalingkan wajahnya pada yoeja cantik itu. Tanpa perlu di tanya ia sudah tahu, tokoh utama yang ada didalam obrolan mereka ini. Siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun?

 

Tapi yang membuat Chaera tidak mengerti adalah, arah pembicaraan mereka ini. Jewo eonnie bilang Kyuhyun berubah. Berubah yang dimaksud oleh yoeja itu berubah seperti apa, berubah menjadi baikah, atau menjadi buruk? Dan apa yang membuat namja itu bisa berubah?

 

“Dia tidak lagi sama”

 

Chaera mengerutkan keningnya berusaha mencari tahu garis besar obrolan mereka ini, karena sejak tadi Jewo terus saja bicara dengan singkat yang justru semakin membuatnya bingung. “Maksud eonnie?”

Jewo membalas tatapan yang diberikan Chaera padanya, dan tersenyum pada istri dari kekasihnya itu. Ia tahu kalau Chaera sudah berjanji padanya akan melepaskan Kyuhyun. Tapi tidak bolehkah ia merasa takut? Ia sangat takut, sangat.

 

Ia takut jika pada akhirnya ia akan tetap kehilangan Kyuhyun. Jika dulu ia bisa melepaskan Kyuhyun dengan segala rasa sakit yang ia tahan. Tapi sekarang mungkin ia tidak bisa melakukannya.

 

Mungkin cintanya pada namja itu selalu bertambah dosisnya setiap hari, hingga Jewo takut mungkin nanti ia akan over dosis karena cintanya itu. Jewo sadar ia tidaklah secantik Chaera, dan mungkin ia tidak akan bisa membuat semua pria terpesona jika melihatnya.

 

Tapi ia tidak peduli, asalkan namjanya itu tidak akan berpaling darinya. Tapi sekarang, entah kenapa ketakutan itu semakin membuatnya tidak tenang. Ia takut Kyuhyun berpaling darinya, karena tidaklah sulit untuk seorang pria jatuh cinta pada sosok yoeja yang ada dihadapannya saat ini.

 

Mungkin ia akan sedikit tenang jika yoeja itu bukanlah Chaera, dan bukannya ia ingin pesimis. Tapi Jewo sudah merasa kalah sejak ia pertama kali bertemu dengan Chaera.

 

Dan firasatnya itu mulai terbukti, dengan perubahan yang terjadi pada hubungan mereka. Mungkin mereka memang masih berkomunikasi hingga sekarang. Tapi tidak seperti dulu lagi.

 

Jika dulu Kyuhyun yang akan selalu menghubunginya duluan, dan selalu mengerecokinya dengan pesan-pesan singkat yang namjaitu kirim keponselnya. Tapi sekarang Kyuhyun sangat jarang menghubunginya duluan, namja itu sudah tidak pernah lagi mengiriminya pesan singkat.

 

Dan Jewo juga dapat merasakan perubahan itu, ketika mereka jalan bersama. Meski Kyuhyun sedang bersamanya, tapi ia tahu pikiran namja itu tidaklah bersamanya. Kyuhyun juga tidak sehangat dulu padanya. Dan kemarin, Kyuhyun bahkan tidak mengabarinya ketika namja itu sudah sampai di China.

 

Perubahan yang terjadi pada Kyuhyun, sungguh membuatnya takut, dan tidak tenang. Dan Jewo hanya ingin memastikan kalau Kyuhyun akan tetap bersamanya “Apa kau akan menepati janjimu?”

 

Chaera membasahi bibirnya yang tiba-tiba terasa kering, begitu ia mendengar pertanyaan langsung yang dilempar oleh Jewo untuknya. Chaera tahu dengan pasti janji mana, yang dimaksud Jewo untuknya.

 

“Ya” ucapnya sambil menganggukan kepalanya, untuk lebih meyakinkan yoeja dihadapannya itu. Karena sepertinya Jewo masih belum bisa mempercayainya. Dan Chaera sadar kalau secara tidak langsung ia juga telah menyakiti yoeja itu.

 

Apa yang ia perbuat dengan Kyuhyun malam itu, pastilah telah melukai yoeja baik hati itu? Tapi sungguh Chaera tidak bermaksud untuk membuat luka itu semakin parah. Dan sekarang rasa bersalah itu semakin bertambah begitu ia dapat melihat dengan jelas raut sedih, dan lelah dari wajah cantik kekasih suaminya itu.

 

Tapi bisakah ia meminta pengampunan sekali lagi? Chaera tidak tahu mana yang lebih baik, menolak menjalankan kewajibannya sebagai istri, atau memilih menusuk yoeja itu dari belakang? Oh, ia rasa dua-duanya sama.

 

Itu sama saja ia berada di tepi jurang, dengan sekumpulan serigala yang mengelilinginya. Dan Chaera tinggal memilih melompat kejurang itu, atau membiarkan tubuhnya tercabik-cabik oleh taring serigala-serigala itu.

 

Bahkan saat ini, Chaera merasa ia sudah tidak pantas lagi untuk bertatap muka dengan yoeja itu.

 

“Bahkan meski kau jatuh cinta sekalipun padanya?”

 

Sekita matanya membesar sempurna begitu mendengar pertanyaan yang baru saja diajukan oleh yoeja dihadapannya itu padanya. Namun hanya sebentar setelah itu Chaera hanya tertawa kecil. Ini seperti de javu bukan? Dulu Bin oppa juga pernah menanyakan hal yang sama padanya, dan Chaera juga sudah tahu jawaban apa yang akan ia berikan pada Jewo. Yaitu jawaban yang sama, yang ia berikan pada Bin oppa waktu itu.

 

“Bahkan meski aku jatuh cinta sekalipun padanya” ulang Chaera, namun bukan dengan nada pertanyaan, tapi dengan nada yang sangat yakin. “Eonnie aku sudah berjanji padamu untuk mengembalikan semuanya seperti awal” yoeja itu berusaha meyakinkan kembali kekasih suaminya itu yang terlihat ragu padanya.

 

“Sejak awal Kyuhyun oppa milikmu, bukan milikku. Dan sampai kapanpun dia akan tetap menjadi milikmu. Sekalipun nanti aku jatuh cinta padanya, aku akan tetap melepaskannya”

 

Jewo menatap mata cokelat itu dengan dalam, berusaha untuk mencari tahu kebohongan yang mungkin terselip dari setiap kalimat yang diucapkan Chaera barusan. Tapi sayangnya ia tidak menemukan kebohongan itu.

 

Chaera mengatakan itu semua dengan begitu yakin dan ringan, seolah gadis itu memang tidak pernah menganggap Kyuhyun lebih dari teman satu atapnya.

Next Chapter :

“Kau tahu, kau adalah orang paling sombong yang pernah ku temui. Kau merasa, kau dapat menyelesaikan semua masalahmu sendiri” kali ini Krystal menatap Chaera dengan merendahkan, seolah Chaera adalah musuh besarnya

Yoeja itu menarik napas dengan dalam, berharap cairan yang ada dipelupuk matanya juga akan ketarik kembali kedalam tubuhnya. “Apa lagi meninggalkanku, kau tidak akan melakukan itu padakukan?” yah akhirnya pertahannya runtuh.Chaera menangis terisak-isak diatas dada oppanya. Berharap oppanya itu akan bangun, dan mengelus kepalanya dengan lembut, sama seperti dulu, saat ia juga menangis.

 

Yoeja itu menghembuskan napasnya dengan frustasi. “Chaera kau tahu dengan pasti, bagaimana hubungan diawal pernikahan kalian, dan sekarang eonnie harap kau jangan menyia-nyiakan perhatian yang diberikan Kyuhyun untukmu”

 

Leeteuk dan Ahra tidak tahu saja, kalau apa yang ia lakukan saat ini hanya untuk melindungi segala hal yang sedikit demi sedikit mulai berubah. Chaera tidak akan bersikap seperti itu pada Kyuhyun, jika sikap namja itupun tidak berubah padanya. “Aku hanya ingin semuanya tetap seperti dulu oppa”

 

92 responses to “[Freelance] I CHOSE TO GET MARRIED (CHAPTER 9)

  1. Akhirnya muncul jga heheheh
    Wahh smpah si chaera blom sma sekali ad prasaan ya??
    Hembb penasaran sma cerita selanjutnya knpa si krystal mrah ke chaera

  2. Akhirnya, publish juga eh..
    Fiuuhh… Nyeseknya udh mulai terasa, ayo thor, buat yg makin nyesek lagi,, biar chaera lbih ragu buat nglepas kyu..kk~ kyak’nya seru kalo ada konflik perebutan dn slah stu tetap hrus ada yg mengalah,, buat chaera tragis dlu yak..hehe biar dia yakin sma perasaannya.

  3. Ceritanya makin seru , greget bgt..

    Perasaan chaera gmn ya sama kyuhyun?

    Ditunggu next chapternya ^^

  4. Caera jangan sampek pisah sama kyu ya, kenapa caera gak hamil trus eonni. Dtggu chapter slanjutnya 🙂

  5. Chaeranya msih sma, dtar ma kyu.. Perasaannya gmna ya ma kyu..
    Mkin seru aja thor..
    Dttgu next chap nyaaa yaaaaa.. 😀

  6. semoga aja kyuhyun cepet menyadari perasaannya. chaera juga semoga dia bisa jatuh cinta sama kyuhyun. wkwkwkwk lucu deh sama para member sujunya pada ngefans semua sama chaera.

  7. semoga aja kyuhyun cepet menyadari perasaannya. chaera juga semoga dia bisa jatuh cinta sama kyuhyun. wkwkwkwk lucu deh sama para member sujunya pada ngefans semua sama chaera. next thor ^__^

  8. Aduh makin complicated aja nih cerita…
    Nyesek nya mulai kerasa

    Chaera msh datar” aja ama kyu nih T.T

    Ditunggu next chap nya ya !!

  9. Wah daebak…..bener” dbuat pnsaran stngah mati…..
    Kuharap jewo bisa mlpaskan kyuhyun deh….
    Dtnggu lnjtanya….klau bsa jngn lma”….

  10. waaaaa daebakk!! akhirnya bisa baca juga
    wew chaera bner2 keren masa dia ga peka sama perhatian2 kyu
    apa jgan2 chaera ga ada rasa sedikitpun??
    ditunggu ya kelanjutanya fighting^^

  11. huwaahh cerita nya makin seru aja semoga chaera sama kyu gk jadi cerai deh..
    dan semoga kyu lebih milih istrinya daripda pacarnya 😀
    lanjut nya jangan lama2 ya thor 😀

  12. Duuhhhh
    sangat ditunggu sekali kelabjutannya
    pemasaran
    itu nanti d chap berikutnya krys knp?spt’a marah

  13. oh my god suka banget sama cerita ini kapan di lanjutkan? ya ampun seru bagus udahlah juara ceritanya top 😀

  14. Pingback: [Freelance] I Chose To Get Married (Chapter 10) | SAY - Korean Fanfiction·

  15. author sblmnya aku mau tanya.. diatas kn dijelSin kalau Chaera itu 6th dibawah Kyuhyun? berarti umur Chaera 20th kah? muda banget O.O tapi masih sepolos itu?? pliss.. 10:1 yeoja kya bgtu kyanya wkwkwk !
    aku baru nyadar trnyta yg aku baca kemarin itu udh chapter 11 😀 aku kira baru Chapter 1 author maaf salah liat.. makanya aku smpet kaget .. hehe ! yaudah aku mau baca chapter2 slanjutnya ya author.. see u in next chapter .. chuuu~~

  16. Ap chaera benar gakada perasaan sedikitpun sma kyuhyun, bahkan kyuhyun aja udah mulai perhatian sama chaera….

  17. Penasran nih, apakah nnti chaera akan mentepati janjinya itu walaupun dia jatuh cinta ke kyuhyun..

    Jjang deh ff ini

    b^^d

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s