[Freelance] Prince and I (Chapter 7)

PRINCE AND I

 

Title : Prince and I (Chapter 7)

Author: Mega

Main cast : -Im Haena

– Oh Sehun

Cast : Xi Luhan, Kim Jongin. Hwang ZiTao, Jung Soojung

Genre : Frendship, Family, School life, Romance

Rating : PG 15

Lenght : Chapter

Disclaimer : cerita ini terinspirasi dari BBF dan aku udah ubah ceritanya menurut pemikiranku asli dan jangan plagiat!!!! Don’t siders please

 

Kembali lagi dengan FF yang ga jelas ini -__- gomawo yang nungguin FF ini *bow* maaf kalo ceritanya biasa aja soalnya aku buat FF ini di sela-sela aku lagi ngerjain tugas kuliah yang numpuk bgt J GOMAWO

 

CHAPTER 1CHAPTER 2CHAPTER3CHAPTER4CHAPTER5CHAPTER6

Happy Reading ^^

 

Author POV

 

CIIIIIITTTTT

 

CHU~~

 

Mobil berhenti begitu saja membuat tubuh Sehun hilang keseimbangan hingga terdorong ke depan dan mencium hampir ujung bibir Haena tidak sengaja, posisi mereka yang berdiri di samping pintu membuat Haena tidak bisa menghindar. lama mereka berdiam diri dengan kejadian ini, Haena hanya mengerejapkan matanya berulang kali tanda dirinya kaget dan Sehun hanya diam yang sepertinya masih “menikmati” kejadian ini.

Sehun yang telah sadar dari diam mungkin terkejut, mulai menjauhkan tubuhnya dari yeoja yang ada di hadapannya dan kembali berdiri dengan salah tingkah dan mengusap tengkuknya yang tidak gatal.

Haena yang telah sadar saat sehun sudah menjauhkan tubuhnya pun ikut salah tingkah dengan mengipas-ngipaskan tangannya di wajahnya. Sehun hanya mendehemkan tenggorokkannya beberapa kali yang tidak gatal untuk menghilangkan kegugupannya itu dan mengedarkan pandangannya ke segala arah, tanpa disadari wajah mereka menimbulkan semburat merah setelah kejadian tak terduga itu.

“Aa-aah di sini panas sekali ya” seru Haena dengan senyum gugupnya. Masih dengan mengipas-ngipaskan wajahnya dengan tangan. “Apa itu tadi? Di-dia menciumku tidak mungkin-tidak mungkin Aaaarrggghh” batin Haena. Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tanda dia merutuki kejadian tadi.

 

===o===

 

Terlihat seorang namja berwajah manis di basecamp EXO tempat mereka berkumpul tengah bermain gitar di sofa dengan santai, dan kedua namja yang berkulit tidak terlalu putih itu sedang bermain billiard.

“Lu-ah Sehun oediya? Dari pulang sekolah dia belum juga terlihat” tanya Jongin. Di tengah permainan billiardnya. Luhan yang tetap bermain gitarnya itu pun hanya menggelengkan kepala, Jongin yang melihat respon Luhan seperti itu hanya menghela nafasnya.

“Kau tadi kemana hah? Tiba-tiba pergi, sampai tidak jadi mengantarku” kesal Tao. Ternyata Tao masih kesal dengan Jongin karena ditinggal begitu saja.

“Mianhae, aku ada urusan mendadak tadi” ucap Jongin nyengir. Tao hanya menghela nafas kasar, dia sudah terlalu tahu dengan sifat-sifat temannya ini, Luhan yang selalu sibuk menyendiri dengan alat-alat musiknya, Sehun yang selalu sibuk dengan urusannya yang tidak jelas, dan Kai selalu sibuk dengan yeoja-yeoja yang tidak penting.

 

===o===

 

Sehun POV

 

Aku menghempaskan tubuhku di sofa dan mulai meminum minuman yang ada di meja sampai habis. Hari ini adalah hari yang menyebalkan buatku mulai dari belanja, membayar , menaiki bus untuk pertama kali dan… masih mengingat kejadian tadi membuat tubuhku langsung panas dan salah tingkah.

“Yaak Sehun kenapa kau datang tiba-tiba eoh? ” ucap Jongin heran. Kalau saja dia tahu apa yang sudah terjadi hari ini pasti dia akan tertawa puas. Aku hanya diam tidak menanggapi.

Jongin dan Tao mulai duduk bersama denganku dan Luhan di sofa.

“Sehun-ah wae?” Tanya Luhan. Lihatlah dia enak-enak di sini bermain gitar sedangkan aku iisssh.

“Ini semua karna dirimu” ucapku dingin. Jongin, Tao dan Luhan menatapku aneh. Luhan berhenti bermain gitar setelah aku mengatakannya.

“Mwo? Wae nae wae?” ucap Luhan heran.

“Ne, apa hubungannya? kau ini aneh sekali Sehun-ah” ucap Tao. Kalian ini aiishh apa aku harus menceritakannya.

“Ciih, Kau yang menyuruhku untuk minta maaf dengan nona roti itu, dan apa yang dia lakukan? yeoja itu memberikanku syarat untuk bisa memaafkanku, kau tau?” ucapku kesal. Masih dengan wajah mereka yang heran, mereka seperti menuntutku untuk melanjutkan ceritanya.

“Dan kalian tau apa syaratnya? Aku harus menuruti perintahnya selama 3 hari” ucapku sambil membentuk angka 3 dengan jariku. Dan benar aku lihat wajah Kai dan Tao seperti menahan tawa mereka dan Luhan hanya tersenyum mengejek.

“Mwo? Hahaha Sehun-ah sial sekali dirimu” ucap Kai tertawa puas.

“Berani sekali yeoja itu memerintahmu Sehun” lanjut Tao dengan tertawa juga. Lihatlah ini yang membuatku tambah kesal melihat mereka tertawa puas diatas penderitaanku.

“Sudahlah terima saja, ini semua karna kelakuanmu yang sudah kelewatan” ucap Luhan. Apa dia bilang aigoo aku salah pergi kesini dan bertemu kalian.

“Lalu apa yang kau lakukan dengannya? Apa yang kau sebut ada urusan tadi pergi dengan yeoja itu? Hahaha” Kai masih saja tertawa.

BUUKKK

Sebuah bantal melayang di muka Kai, Kai tidak marah malah dia semakin keras mentertawakan ku.

“Diamlah Kkamjong! dia menyuruhku, membawakan dan membayar semua barang belanjaanya yang banyak. Dia itu yeoja yang cerewet dan menyebalkan” ucapku kesal. Kai dan Tao tertawa makin keras dan saling memukul satu sama lain. Apa menurut mereka ini lucu?.

“Dan aku harus pulang dengan menggunakan Bus kota yang penuh dengan orang-orang dan tadi di bus aku men…” lanjutku terpotong.

“Dan men.. apa?” ucap Tao penasaran. Aku masih tetap diam. Mereka menunggu jawabanku.

“Aiisshh sudahlah lupakan, aku tidak mau mengingat kejadian hari ini” ucap ku kesal dan meninggalkan mereka semua, lebih baik aku pulang kerumah dan beristirahat. Kalau saja aku tadi sampai menceritakan bagian aku mencium yeoja itu, bisa-bisa mereka mentertawakanku lebih puas dan membuatku semakin kesal dan malu.

 

Haena POV

Aku sedang berdiri di kamar mandi dan menatap diriku sendiri di depan cermin, menatap heran wajahku di depan cermin itu. Aku masih mengingat kejadian di bus itu dan itu membuatku tidak bisa tidur, entahlah apa yang aku pikirkan sampai tidak bisa tidur apa aku memekirkan tetang namja itu yang menciumku?

“andwae andwae” gumamku. sambil mengacak-acak rambutku, aku melihat wajahku di cermin lagi dan membasuh mukaku dengan air, setelah itu beranjak mandi untuk berangkat sekolah.

 

At School

 

“Haena-ah mari ke kantin” ajak Soojung.

“Ne kajja” jawabku dengan senyum.

Bel telah berbunyi tanda istirahat tiba, aku dan soojung pergi makan di kantin, tentu yang membeli makanan kantin mewah itu dan aku membawa bekal sendiri.

“Haena-ah tempat latihan dance kita sudah di ketahui anggota EXO” ucap Soojung saat kami tengah berjalan menuju kantin. Aku menoleh pada Soojung dengan tatapan bingung dan kaget.

“Mwo? Jjinja? Nugu ya nugu?” tanyaku.

“Kkam.., ah maksudku Kim Jongin” jawab Soojung. Hah Jongin? Kenapa dia bisa tahu? Bingungku.

“Dia ternyata mengikuti kemarin dan dia melihat danceku dan bertepuk tangan, namja itu benar-benar menyebalkan” kesal Soojung. Mengikuti Soojung? Ada urursan apa Jongin dengan Soojung? Apa mereka saling kenal? Sederet pertanyaan ada di pikiranku.

“Bagaimana bisa? Apa kalian saling kenal?” tanyaku.

“Aku tidak kenal dengan mereka tapi aku pernah bertengkar dengan EXO terutama Jongin tentang kejadian mu itu Haena-ah” ucap Soojung. Aku tidak mengerti? Apa ada yang belum di ceritakan Soojung padaku?.

“Tap…”

“Sudahlah Haena aku malas membahas tentang mereka” potong Soojung.

“Yaak kau yang membahas tentang mereka” jitakku. Dan Soojung hanya memperlihatkan giginya itu dan tertawa malu.

Di tengah perjalanan aku dan Soojung berpapasan dengan EXO, kami berhenti dan saling memandang satu sama lain. Aku menundukkan kepalaku saat mataku dan Sehun bertemu, rasanya aku malu dengan kejadian kemari. “ayolah Haena apa yang kau pikirkan lupakan kejadian memalukan itu”batinku.

Aku melihat Soojung memandang kesal pada salah satu dari mereka siapa lagi kalau bukan Jongin. Soojung langsung menarikku menghindari EXO.

 

Author POV

 

Hari ke-2

Angin malam mulai terasa dingin, padahal musim akan memasuki musim semi di seoul tapi kenapa anginnya terasa sangat dingin. Di tengah perjalanan yang tidak cukup ramai oleh kendaraan itu, sepasang manusia tengah berada di luar kedai roti. Seorang yeoja tengah memegang keranjang roti dan ingin mengambil sepedanya dan seorang namja tengah berdiri di dekatnya hanya diam tidak membantu yeoja yang sedang kerepotan itu.

“Yaakk kemari, pegang keranjang ini” perintah yeoja itu. Namja yang di perintahnya itu masih tetap diam tidak menuruti.

“YAAKK Oh Sehun ppali, pegang keranjang ini aigoo kau itu benar-benar lamban” kesal yeoja itu. Namja yang ternyata Sehun itu berjalan dengan malas menuju tempat yeoja itu dan mengambil keranjangnya.

“Nona roti , kenapa tidak memakai mobilku saja eoh? Aku tidak mau memakai sepeda yeoja seperti ini.” ucap Sehun.

”Haena- Im Haena, bisakah kau memanggil dengan namaku” kesal Haena. Berkali-kali Haena sudah menyuruhnya untuk memanggil namanya bukan nama panggilan “Nona roti” menyebalkan.

“Sudah ku bilang aku tidak perduli, kau belum menjawab pertanyaaku” datar Sehun. Haena menghembuskan nafasnya, yeoja itu harus benar-benar menghadapi namja dihadapannya ini. Haena mulai menaiki sepeda itu.

“Sudah ku bilang Turuti saja perintahku dan jangan protes, cepatlah naik nanti pelanggan akan menunggu lama” ucap Haena. Sehun namja dengan muka paling datar itu mulai menaiki sepeda tepatnya boncengan sepeda Haena. Yeoja itu yang membawa sepeda dan Sehun yang memegang keranjang rotinya.

Haena dan Sehun hanya diam tanpa bersuara dalam perjalanan mengantarkan pesanan roti dan kue milik pelanggannya. Di tengah perjalanan tiba-tiba sepeda yang Haena bawa oleng dan menyebabkan Sehun memgang pinggang Haena, yeoja itu terkejut dan memberhentikan sepedanya.

“Yaak jangan pegang pinggangku dasar mesum” kesal Haena. Sambil memukul tangan Sehun dan menyingkirkannya.

“Yeoja Aneh siapa yang mau memegang pinggangmu oeh? Kalau kau tadi benar bawa sepedanya aku tidak akan memegang pinggangmu, kan aku sudah bilang pakailah mobilku, dasar keras kepala” cerocos Sehun. Haena hanya diam tidak tau harus jawab apa, yeoja itu mulai menaiki sepedanya lagi dan berkata.

“Diamlah, kita jalan lagi” Sehun hanya tersenyum melihat tingak Haena yang seperti itu, Sehun mulai merasa senang berada dengan yeoja yang dia sebut “nona roti” ini. sehun baru pertama kali melihat yeoja seperti Haena yang berani memerintahnya seperti ini berbeda dengan yeoja-yeoja yang selalu mengejarnya karna dia kaya.

Dan Haena lah yang merebut ciuman pertamanya meskipun hanya di pipi hampir ujung bibirnya, tetap saja itu sebuah ciuman namja pada yeoja. Sehun mulai menikamati bersepeda dengan angin malam yang dingin, kalau Sehun bisa bersepeda pasti dia yang akan membawa sepeda bukan Haena.

 

Soojung POV

Berada di toko CD adalah hobiku yang lainnya, selain dance aku juga sukai sekali dengan menyanyi menurut Haena suara ku bagus kekeke dan aku juga suka menonton drama dan film. Aku kemari ingin membeli CD musik dan bebeberapa drama untuk aku lihat nanti di rumah. Aku sedang berada di bagian rak musik dan aku sedang melihat-lihat.

“Aku duluu…” ucapku terpotong. Saat aku sedang mengambil CD yang aku cari dan ada tangan yang akan mengambinya juga. Dan wajahku langsung berubah menjadi kesal saat tau siapa orang mengambil CD yang sama denganku.

“Neo? Sepertinya kita ditakdirkan selalu bertemu oeh?” Ucapnya. Percaya diri sekali namja ini aigoo. Aku hanya memutar bola mataku malas.

“Ambillah kasetnya, aku sudah tidak mau” ketusku. Lalu memberikan kaset pada namja itu. Aku berjalan melewatinya tapi tangannya menahan tanganku sehingga aku berhenti dan berbalik.

“Bisakah kau manis sedikit padaku? Apa salahku eoh? Aku kan bukan yang mencelakakan sahabatmu? Apa kau masih kesal karna kejadian itu?” ucapnya.

“Lepaskan lah Kkamjong” ketusku. “Jangan panggil aku Kkamjong, aku ini lebih tua darimu dan sunbaemu di sekolah, setidaknya kau panggil aku Jongin sunbae” cerocosnya lagi. kenapa namja ini cerewet sekali.

“Lepaskan” ucapku dingin.

“Aku tidak akan melepaskanmu sampai kau bersikap manis padaku dan memanggilku sunbae” ancamnya. Yaak yaak apa-apaan namja ini, apa yang dia inginkan sebenarnya, aigoo kenapa aku selalu bertemu dengan namja menyebalkan ini.

“Baiklah Jongin Sunbae jebal lepaskan tanganku” ucapku. Dengan gaya bicara yang dibuat-buat dan pura-pura tersenyum. Dan dia pun melepaskan tanganku, aku berbalik dan meninggalkannya dan cepat-cepat keluar dari toko ini.

Mood ku benar-benar rusak saat aku betemu dengannya, entalah apa yang menyebabkan aku bersikap dingin dan ketus dengannya mungkin karna dia sahabat Sehun dan aku selalu lihat dia berganti-ganti yeoja. Cemburu? Tidak-tidak aku tidak cemburu lagipula aku mempunyai pilihan sendiri.

Dia mengikuti sampai keluar toko ini dan menahan tanganku lagi.

“Yaak mau mu apa” kesalku. Aku benar-benar marah sekarang dengannya.

“SOOJUNG” teriak seorang namja dari belakang. Aku menoleh dan melihat namja itu.

“eoh? Minho oppa” ucapku kaget dan setelah itu tersenyum.

 

Author POV

Terlihat namja dan yeoja sedang berada di depan rumah besar. Si yeoja tengah menekan-nekan bel dan namja satunya tengah memegang keranjang dengan wajah datar dan malasnya.

“Yaa neo, saat pelanggan kita keluar kau harus menyapanya dan memberikan roti ini arraseo?” perintah Haena. Sehun namja itu hanya memutar bola matanya malas.

“Annyeonghaseyo” bungkuk Haena. Sehun hanya berdiam diri tidak menyapa seperti yang yeoja itu katakan.

“Ne, annyeong” jawab pemilik rumah itu.

“Kami membawa pesanan anda aghassi” senyum Haena ramah. Melihat sehun tidak memberikan pesanannya Haena menyikut lengan sehun dengan sikutnya dan memberi isyarat seperti “cepat berikan rotinya” sehun yang tau dengan isyarat yeoja itu mulai mengambil roti di keranjangnya dan memberikan roti itu dengan malas.

“Igeo” malas Sehun. Haena yang melihat itu memberi tatapan death glarenya.

“Jweseonghamnida aghassi atas sikapnya” bungkuk Haena tidak enak hati dengan kelakuan Sehun. Pemilik rumah itu mengangguk tersenyum lalu kembali masuk ke rumah, setelah itu Haena langsung menatap tajam Sehun.

“Yaak apa yang lakukan eoh? Kau ingin aku kehilangan pelanggan gara-gara kelakuan memalukan mu itu, aiissh jinja kenapa kau selalu membuatku kesal eoh!” marah Haena. Haena sangat takut kehilangan pelanggan kalau sikap Sehun seperti itu pada pelanggannya bisa-bisa image keramahannya bisa rusak karena namja ini –Sehun-.

“Kenapa kau suka sekali marah-marah eoh? Sikapku memang seperti ini, mana mau aku membungkuk pada mereka ciih tidak akan” ucap Sehun santai. Haena yang mendengar jawaban Sehun semakin kesal dan ingin sekali memukulnya, dan alhasil namja tinggi itu mendapat jitakan dari yeoja itu.

“Pabo ya namja, aigoo bisa-bisa aku gila berada terus di dekatmu” ucap Haena. Meredam amarahnya dan mulai mengatur nafasnya agar tenang kembali.

“Kau yang membuat diriku selalu di dekatmu eoh? Jadi salahkan dirimu sendiri” santai Sehun dan tersenyum miring.

Binggo seperti berada di dalam bongkahan es Haena seketika diam membeku dengan jawaban namja tinggi putih itu, “ah benar juga, sekarang kau yang pabo Haena-ya” batin Haena.

Sehun yang melihat Haena membeku seperti itu menahan tawanya dan bersikap normal kemabli. “Kau kena lagi nona roti” batin Sehun. Sudah dua kali namja itu membuat yeoja yang berada di sampingnya membeku mendengar ucapan Sehun, Haena kembali sadar dan “Diamlah kita lanjutkan lagi” ucap Haena.

Haena pun mulai menaiki sepedanya dan Sehun pun begitu duduk di boncengan sepeda Haena. Sehun lagi-lagi tersenyum senang melihat yeoja ini membeku dan itu sangat lucu melihat ekspresi wajahnya sangat polos pikir Sehun.

 

Sehun POV

Hari ke-2 hampir saja selesai dan besok adalah hari terakhir bebas dari hukuman yeoja ini, tapi kenapa perasaanku malah tidak senang seperti ini. perasaan aneh mulai muncul lagi dan tubuhku mulai terasa panas, angin yang berhembus pun tidak terasa apa-apa. Sepeda ini mulai oleng lagi dan dia pun berhenti.

“Mwo ya?” tanyaku. Nona itu turun aku pun ikut turun dari sepeda ini dan dia mulai melihat sepedanya.

“aigoo ban nya kempes, aah ottoekhae?” ucapnya bingung. Mwoo? Kempes? Lalu kita pulang bagaimana? Dengan apa?.

“Yaak jangan bercanda” ucapku panik. Haena menatapku tajam.

“Lihatlah sendiri” kesalnya. Aku melihatnya dan memegang ban itu dan ternyata benar.

“Bagaimana kita akan pulang” lanjutku.

“Kita jalan dan bawa sepeda ini” ucapnya. Mwo? Jalan kaki apa yeoja ini sudah gila.

“Yaak apa kau gila? Kita naik taxi saja” saranku.

“Kau saja yang naik taxi, aku akan jalan kaki dan menuntun sepeda ini, berikan keranjang itu” ucapnya. Mengambil keranjang dan mulai berjalan sambil menuntun sepedanya.

“Yaak mana bisa begitu, ini sudah malam ayolah kita naik taxi? tidak mungkin kita berjalan kaki dengan jarak yang jauh seperti ini” mohonku. sambil mengejar dan menyamakan jalanku dengannya. Ya tuhan aku harus memohon seperti ini pada yeoja? Biasanya terbalik yeoja yang memohon padaku. Dan tidak mungkin aku meninggalkannya sendiri dengan membawa sepeda tengah malam seperti ini, bagaimana pun dia seorang yeoja kalau terjadi sesuatu bagaimana?.

“Aku tidak apa-apa aku sudah biasa seperti ini Oh Sehun” ucapnya lagi. yeoja ini memang tidak ada takutnya. Tidak tidak aku tidak akan meninggalkannya sendiri.

Aku mulai memberhentikan taxi, setelah taxi itu berhenti di depanku aku mulai menggendong Haena paksa, aku harus melakukan hal ini kalau tidak seperti ini dia tidak akan mau dan menolaknya.

“YAAKK OH SEHUN TURUNKAN AKU YAAKK” teriaknya. di depan telingaku dan memukul-mukul bahuku. Aku tidak perduli setelah memasukkannya dalam taxi aku memasukan sepeda itu dalam bagasi taxinya dan mulai menutup pintu.

Aku melihat nona roti itu memasang muka yang seperti akan menerkam mangsanya. Tatapannya tajam dan aku hanya diam menatap lurus ke depan dan memasang wajah angkuh, dalam hati aku tersenyum puas.

 

Haena POV

Taxi pun berhenti di depan rumahku dan sepeda yang ku bawa tadi di turunkan oleh supir taxi ini dan namja itu pun ikut turun. “untuk apa dia turun” pikirku. Masih dengan wajah kesalku dengan sikapnya hari ini akupun mulai berjalan masuk kedalam rumah.

“Chankaman” cegah Sehun. Akupun berhenti dan berbalik saat tadi aku akan masuk kedalam rumah. Dia pun mulai berjalan ke arahku dengan gaya coolnya itu, tapi aku tidak tertarik. Dia terus berjalan dan sampai di hadapanku, dia mulai mencondongkan tubuhnya dan sekarang wajahku dan wajahnya sejajar. Dia terus memajukan wajahnya semakin dekat kearahku dan mulai memiringkan wajahnya.

Apa yang akan dilakukan oleh nappeun namja ini, aku mulai kebingungan wajahnya semakin dekat hanya berjarak 5cm dengan wajahku, nafasnya pun mulai terasa di wajahku.

“M-mwo, ma-mau apa kau eoh” gagapku. Dia hanya tersenyum miring senyuman yang paling aku benci saat pertama bertemu dengannya.

“Yaak Oh Sehun” ucapku lagi. Dia hanya diam tidak menjawab lalu mulai memejamkan matanya. “Apa yang dia lakukan? Apa dia mau menciumku lagi?”.

 

TBC

 

Waahhhh akhirnya selesai juga 😀 mian-mian kayanya cerita ini jelek banget deh, ga tau lagi mesti gimana jalan ceritanya, dan inilah hasilnya L mian hanya ini yang bisa aku kasih… semoga kalian ga kecewa dengan cerita gaje ku ini -__- COMMENT JUSEYO^^

68 responses to “[Freelance] Prince and I (Chapter 7)

  1. huahh.. sehun mau ngapain tuh??”
    hun jangan bilang..
    hahhh.,,, jebal ceritanya bikin geregetan,.. Nextnya chingu..
    fighting yahhh…
    #nyakarTembok_GigitPensil_

  2. Jjinjja -> jinjja. Wae nae wae -> naega wae. Nugu ya nugu -> nuguya. Sekian doang yang penulisan nya salah.
    Panjangin lagi ya thor. Trs alurnya jgn terlalu cpt dan terlalu lambat.
    Dtgg kelanjutannya~~

  3. Wae? Wae? Aissh jinja Oh Se Hun →_→ dia mesti di kasih Privat kepribadian biar mukanya ga datar dan sifatnya ga jutek” amat… Soojung sama Kai bakalan couplean??

    • ya tuh harus.a kekeke baby sehun mank bgtu lol
      maunya couple apa ga nii kekeke tunggu ya
      gomawo udh comment><

  4. stelah sekian lama akhirnya nich ff muncul juga itu lagi seru serunya pake tbc…ampun dech bikin penasarannnn

  5. wah lma bnget eonni publish nya…
    tpi gk ap2, sdah terbayar penasaran, dngan kelanjutan ff nya…
    sehun oppa mau ngapai tuh…
    chap selanjutnya d tnggu bngeeetttt eonni… semangat eonni…

  6. Bagus thor makin keren ceritanya 😀
    Ini konfliknya belum muncul ya? Ok ditunggu konfliknya yaa biar greget :3
    Nice chapter^^ ditunggu chapter selanjutnya

  7. Waduhhh tbc ganggu aja
    authorr ini agak kependekan thorr next part panjangin dikit lagi ya thorr truss di tmbah moment sehun sama haena nya ya thorr

  8. hahaha cie sehun udah mulai suka tuh..jahil terus sama haena 😀
    hmm..alurnya sedikit kecepetan menurut aku.
    next nya ditunggu yaaa 🙂

  9. Jijnjja sehun mw ngapain tuch,
    Aishh sehun sll z melakukan pemaksaan,
    Sehun kenapa mukamu sll datar kyk tembok,
    Hahah. . .
    Netx thor,

  10. Huaaaa seru nih cerita next chapter nya di tunggu yah kalo Kata aku alur nya rada kecepetan tpi gak apa2 ini seru 😀

  11. waaahh daebak aku penasaraaan ama lanjutannyaaa aku udah nungguin lamaa ff ini thoor
    Next chap nya jangan lama lama yaaaaa
    Fighting!!!!

  12. Hunnie mau ngapain tuhh???;-)
    Jadi gregetan ma mereka dehh…next chap bisa banyakin momen merka tgor kn msh ad wktu 1harig tihh??!!!!!

  13. Ehh, itu Sehun mau ngapain??
    Sehun udah mulai suka sama Haena yaa?? #evilsmirk

    Kai, kenapa kyaknya ngejar Krystal terus ya??
    Suka, barang kali ya??
    Hubungannya Krystal sama Minho apaan??

    Lanjut thor, penasaran 😀

  14. yaaak lg seru2 ada tulisan TBC -.-
    sehun dkit lg suka nih asikk

    knp kai sama krystal kaya gtu ya haha
    wah jngn2 suka juga nih?
    penasaran! next thor

  15. wahhhhh sehun nya mau ngapain tuh ……
    penasaran gimana kelanjutannya
    ditunggu next chapternya
    keep writing ^_^

  16. Daebak! Daebak!
    Si sehun mau ngapain tuh?!
    Thor aku ko’ nemu banyak typo nih,
    Next! Penasaran nih!
    Keep writing!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s