Unpredictable Marriage {Chapter 4}

ds

| Title Unpredictable Marriage |

| Main Cast Oh Sehoon – Park Minyoung |

| Addictional Cast Park Chanyeol, Park Chorong, Byun Baekhyun |

| Genre Marriage Life, a little bit comedy, University Life |

| Rating PG-17 |

WARNING! TYPO(s) BERTEBARAN

Poster by myself

Marshashinee Present

Unpredictable Marriage

[ Chapter 4 ]

Review :

[Teaser and Talk] | [ Chapter 1 ] | [ Chapter 2 ] | [ Chapter 3 ]

Note : Please don’t bash. FF depan sampai chapter akhir akan aku protect. Dan aku mohon yang udah aku kasih password untuk chap selanjutnya jangan di sebar. Ini ffnya gakpernah plagiat. Coba aja dipastiin. Dan yang mau passwordnya udah aku bikin khusus halaman di wp pribadi. Klik disini kalau mau tau pasword ffnya. Kontak aku akan aku cantumin dibawah kaki fanfic. Happy reading^^ DON’T BASH! Karena aku paling gaksuka ada orang yang nge-bash seenaknya aja.

 

 

Previous Part :

Sehun kembali memasang wajah sebal mendengar nama ‘Myungsoo’ yang terlontar dari mulut Minyoung. Tetapi kemudian ia hanya terkekeh pelan melihat Minyoung saat sedang menaruh piring berisi makanan terakhir diaras meja makan.

“Nah sudah si—“

Perkataan Minyoung terputus karena saat ia mendongak, wajah Sehun sangat dekat dengannya. Mungkin hanya sekitar.. 3cm ?

Dan yang membuat Minyoung terkaget saat ini adalah pemberian..

 

Morning Kiss?

 

 

Entah apa yang Sehun lakukan. Diapun juga kaget. Walaupun hanya sebuah ‘kecupan’ tetapi tetap saja membuatnya salah tingkah.

Sama halnya dengan Minyoung. Dia juga kaget atas apa yang di lakukan oleh Sehun. Tidak pernah di duga sebelumnya.

“Uhm.. Ah..”Sehun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Maaf aku..”

“Ah, aku harus pergi.”potong Minyoung cepat lalu mengamit tasnya. “Aku ada kelas pagi.”Minyoung melenggang pergi meniggalkan Sehun yang masih terdiam.

Sehun memandangi meja makan yang sudah menyajikan beberapa makanan. Seperti samgyupsal, bulgogi, dan lainnya. Ia mendesah pelan.

“Apa yang baru kulakukan?”Sehun mengacak rambutnya. “Ah, lebik baik aku makan.”lalu Sehun menarik kursi lantas mendudukinya. Sebelum makan ia memandangi makanan-makanannya dahulu. Ia menggeleng cepat lalu mengambil nasi.

 

 

Minyoung melangkahkan kakinya menyusuri koridor kampus. Sedari tadi ia terus kepikiran dengan morning kiss yang di berikan Sehun padanya. Dan berkali-kali juga Minyoung menangkupkan tangannya di wajahnya. Lantaran merasa pipinya panas.

“Astaga, apa yang terjadi padaku?”ia berucap sendiri.

“Hey, Siluman!”sapa seorang perempuan yang tiba-tiba merangkul Minyoung. Minyoung hanya bisa mendelik melihat gadis ini, Park Chorong. Merasa tidak digubris, Chorong memperkuat rangkulannya pada gadis yang lebih tinggi 6cm darinya ini. Tetapi matanya membulat saat melihat semburat merah yang terpancar dari pipinya.

“Yak, Oh Minyoung. Mengapa wajahmu memerah?”tanya Chorong.

“Jangan memanggilku dengan marga itu.”balas Minyoung malas. “Aku akan menceritakannya di kantin nanti. Kepalaku sudah pening.”Minyoung memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.

“Apa karena Sehun? Atau si Dobi itu?”tanya Chorong. Minyoung memutar bola matanya jengah.

“Kan aku sudah bilang, Rong-ah. Nanti saja di kantin.”

Chorong melepas rangkulannya. “Baiklah, Nyonya Oh.”

“Sudah kubilang jangan memanggilku seperti itu, Nona Park.”

“Yayaya.. Siluman.”

“Lebih baik kau memanggilku siluman daripada Nyonya Oh.”guman Minyoung.

.

.

.

Minyoung merasa mengantuk. Ia terus menopang wajahnya menggunakan tangan kanannya sesekali menguap. Bahkan ia tak mendengarkan ulasan sastra dari Dosen Im.

“Nona Park—Uhm, Maksudku Nona Oh Minyoung, Mengapa kau tertidur? Kau tidak mendengarkanku?”Dosen Im berkacak pinggang.

“Oh Minyoung?”ucap Chorong tertahan mengulangi perkataan Dosen Im. “Bhahahaha..”Chorong terkikik pelan.

“Maaf, Dosen Im, aku kurang tidur. Aku berjanji tak akan mengulanginya lagi..”mohon Minyoung.

Dosen Im hanya menggelengkan kepalanya lalu membalikkan badannya menghadap papan tulis lantas melanjutkan ulasannya tentang pendalaman karakter blablabla.

“Hei Oh Minyoung…”panggil Chorong dengan tawa tertahan. Minyoung hanya memutar bola matanya jengah.

“Diam kau Park Ceret.”delik Minyoung sebal.

 

 

Minyoung dan Chorong sudah sampai dikantin. Minyoung hanya memesan orange juice sementara Chorong—bibimbap. Makanan favoritnya hasil buatan dari Ny.Jung

“Jadi apa yang akan kau ceritakan?”Chorong angkat bicara tanpa melihat ke arah Minyoung yang hanya mengaduk-aduk orange juice-nya menggunakan sedotan.

“Sehun.. memberikan morning kiss.”

“HAH?!”pekik Chorong spontan. Oh, lagi. Dia memuncratkan butiran nasi ke wajah Minyoung.

Jangan lagi, Chorong. Batin Minyoung sebal.

“Chorong.. sekali saja jika kau kaget, jangan memuncratkan nasimu.”ujar Minyoung setelah membersihkan wajahnya. Chorong hanya terkekeh kecil lalu meminum air mineral dinginnya.

“Lalu apa yang kau lakukan setelahnya?”tanya Chorong lalu meneguk air mineralnya lagi.

“Meninggalkannya..”

PRUUUUT!

Chorong.. Menyemburkan air dari mulutnya ke wajah Minyoung.

“PARK CHORONG!”pekik Minyoung. Ia kembali membersihkan wajahnya.

“Maaf..”sesal Minyoung lalu tertawa renyah. “Minyoung..”panggil Chorong.

“Kenapa?”sahut Minyoung tanpa menoleh ke arah Chorong.

“Kau harus berubah, Minyoung.”ujar Chorong. Minyoung memberhentikan aktivitasnya yang lagi membersihkan wajahnya. Ia menatap Chorong dengan pandangan bertanya dan kening yang mengkerut. “Maksudmu?”

“Kau harus merubah sikapmu, Minyoung. Bagaimanapun sekarang kau telah menyandang status sebagai seorang istri. Seorang istri harus bersikap layaknya istri pada umumnya. Yah seperti… Patuh kepada suaminya.”

Minyoung mengernyit—lagi. “Jadi maksudmu, aku harus.. bermanja-manja pada si kulkas berjalan itu?”

Chorong menggeleng cepat. “Tidak harus begitu juga. Paling tidak, kau harus memberi perhatian pada Sehun. Dan juga, lupakan Myungsoo.”

Minyoung terkejut. Lupakan Myungsoo?

“Myungsoo adalah masa lalumu, Minyoung. Bagaimanapun, kau itu sudah milik Sehun.”ujar Chorong sedikit lembut.

“Tapi pernikahanku dengan Sehun itu—“

“Entah itu perjodohan atau bukan, kau tetap harus menerimanya, Minyoung. Kau harus belajar membuka hati untuk Sehun”potong Chorong cepat.

 

 

Saat ini kelas Sehun telah usai. Semua mahasiswa maupun Dosen keluar dari kelas mereka. Mereka langsung menghambur ke kantin untuk mengisi perut mereka yang terasa lapar.

Chanyeol telah selesai membereskan alat tulis serta buku-buku tebalnya. Ia memasukkannya ke dalam tasnya lalu menyandangnya di bahu lebar miliknya.

“Chanyeol-ah!”panggil Sehun lantang. Chanyeol membalikkan badannya ke belakang.

“Ada apa, Sehun?”balas Chanyeol.

“Aku ingin bertanya tentang suatu hal padamu.”ujar Sehun serius saat ia telah berdiri dihadapan Chanyeol. Chanyeol mengerutkan dahinya.

“Bertanya sesuatu? Tentang apa?”tanya Chanyeol bingung. Tidak biasanya Sehun se-serius ini.

“Aah.. begini. Aku ingin bertanya padamu. Kau tahu.. Kim Myungsoo?”

“Kim Myungsoo?”ulang Chanyeol. Ia nampak berfikir. “Aaah, aku tahu.”lalu Chanyeol menjentikkan jarinya. “Kim Myungsoo adalah mantan dari.. Minyoung. Yah, bisa dibilang cinta pertamanya.”

Sehun mengangguk lemah. “Aah.. begitu..”lalu ia menghakhirinya dengan tawa hambar. “Baiklah, aku pergi.”Sehun meninggalkan Chanyeol didalam.

Didalam, Chanyeol menggarik kepalanya bingung. Selanjutnya ia mengendikkan bahunya lalu berjalan keluar dari kelas.

 

 

 

Minyoung hanya duduk di sofa dengan lutut yang di tekuk. Ia terus memikirkan perkataan Chorong.

“Entah itu perjodohan atau bukan, kau tetap harus menerimanya, Minyoung. Kau harus belajar membuka hatimu untuk Sehun.”

Perkataan itu seperti jarum jam yang terus berputar di otak Minyoung. Seakan-akan tetap menyuruh Minyoung untuk tetap memikirkannya.

Minyoung mengacak rambutnya frustasi.

Kalau ia harus membuka hatinya untuk Sehun, berarti.. ia harus siap melupakan Myungsoo. Ia tetap tidak bisa. Walaupun Myungsoo sudah merelakannya, tetapi tetap saja Minyoung tidak bisa melupakannya.

“Apa yang harus aku lakukan?”ucap Minyoung pada dirinya sendiri.

Ia kembali mengacak rambutnya.

“Bodoh, bodoh, bodoh.”makinya. ”Tentu saja aku harus memilih si Kulkas Berjalan menyebalkan itu.”Minyoung mengadahkan kepalanya keatas.

“Hey kau kenapa?”sahut lelaki yang tiba-tiba berdiri di depan Minyoung. Minyoung tersentak. Sejak kapan lelaki ini di hadapannya?!

“Aku?”tunjuk Minyoung pada dirinya sendiri. “Tidak apa-apa. Sejak kapan kau berada disini?”

“Sejak tadi saat kau mengadahkan kepalamu.”balas Sehun tenang. Sehun duduk di samping Minyoung.

“Kau.. ada masalah dengan..”Sehun menghembuskan nafas kasar. “Pacar pertamamu itu?”tanya Sehun sedikit penekanan pada ‘pacar pertama’.

“Tidak.”jawab Minyoung. “Aku.. sedang memikirkan sesuatu.”

Sehun mengernyit, “Memikirkan sesuatu? Sejak kapan kau serius dalam memikirkan suatu hal?”

Minyoung mencubit pinggang Sehun dengan keras.

“Sakit bodoh!”ringis Sehun.

“Jangan sok tahu!”hardik Minyoung. Ia kembali menenggelamkan kepalanya di tekukkan kakinya.

“Kalau kau ada masalah.. Ceritakan saja padaku.”sahut Sehun. Minyoung mendongak dan menolehkan kepalanya ke arah Sehun.

“Bolehkah?”

Sehun mengangguk. “Kau ‘kan istriku, bodoh.”

“Aah.. begini…”

Minyoung menceritakan semuanya pada Sehun. Tentang Chorong menyuruhnya untuk merubah sikapnya (Tentunya ia tidak menceritakan tentang Chorong yang menyuruhnya untuk membuka hatinya untuk Sehun).

Dan konyolnya, Sehun bertanya kepada Minyoung. Apa hubungan Minyoung dan Myungsoo semakin dekat? Dan bagaimana Myungsoo dan Minyoung bisa berpacaran. Minyoung hanya tertawa mendengar pertanyaan konyol Sehun. Mungkin Minyoung tidak tahu-menahu sebabnya kenapa Sehun menanyakan hal itu.

Minyoung juga menceritakan tentang keputusan Myungsoo untuk merelakan Minyoung pada Sehun (dan itu membuat Sehun bernafas lega. Entah). Minyoung juga menceritakan bagaimana ia bisa bertemu Myungsoo dan menyukainya hingga berpacaran.

Minyoung menceritakannya dengan wajah yang sumringah. Senyumannya tak pernah pudar dari wajahnya saat menceritakan kisahnya dengan Myungsoo. Dan.. itu membuat Sehun panas. Ia hanya menanggapi Minyoung dengan senyuman kecut.

“Sekarang giliran kau, Sehun. Apakah kau mempunyai cinta pertama?”tanya Minyoung.

Sehun nampak berfikir sebentar. “Aku pernah menyukai seorang gadis. Dia sepantaran denganku. Dia cantik, pintar, suaranya bagus. Sayangnya.. ia pendiam.”

“Siapa namanya?”tanya Minyoung.

“Park Jiyeon.”jawab Sehun. “Yang jelas ia lebih baik darimu. Bahkan.. Aku menggemarinya.”

Park Jiyeon?

Minyoung kesal mendengarnya. “Terserah.”

Sehun hanya terkekeh melihatnya. “Yayaya, kelasnya di sampingku. Dulu sebelum menikah denganmu, sesekali aku mengintipnya dari jendela kelas. Pernah suatu hari ketahuan. Tetapi aku bersikap sedingin mungkin agar tidak terlalu kelihatan.”

“Kau memang kulkas berjalan.”sahut Minyoung. “Lalu, apakah kau masih menyukainya?”

Sehun mengangguk. “Mungkin iya.. Mungkin tidak.”

“Aku ingin tidur.”Minyoung bangkit dari duduknya. Mendengar jawaban Sehun membuatnya ingin menendang Sehun kembali. Padahal ia baru saja berniat untuk membuka hatinya. Tetapi setelah Sehun menceritakan gadis yang disukainya itu membuat ia jengah.

“Yak, aku belum selesai bicara!”

 

 

Pagi sekali, Minyoung telah bangun dan menyiapkan sarapan untuk suami-nya itu. Yah, setelah memikirkan semalaman, ia memutuskan untuk membuka hatinya untuk Sehun. Chorong benar. Ia harusnya bersikap baik pada Sehun. Toh, Sehun juga tidak terlalu memperlihatkan sifat dinginnya.

Perlahan Minyoung tahu, Sehun juga mempunyai sisi hangat. Hey! Dia juga memiliki hati. Tapi.. apakah Sehun juga akan membuka hatinya untuk Minyoung?

Paling tidak, Minyoung harus mencobanya.

Minyoung mendengar ponselnya bergetar di saku celananya. Ia mengernyit setelah melihat nama pengirim yang tertera di layar ponselnya.

From : Ceret menyebalkan.

 

Minyoung, aku hari ini izin untuk tidak masuk. Ibuku sakit. Dan aku harus menjaganya lantaran ayahku ada tugas di Pulau Jeju. Tolong sampaikan pada Dosen Han dan Dosen Gong, yaa. Bagaimana denganmu? Apakah kau memutuskan untuk membuka hatimu untuk Sehun? Kuharap iya.

 

Minyoung membalas pesan dari Chorong.

 

To : Ceret menyebalkan.

Baiklah, akan kusampaikan. Yah, setelah kufikir beberapa kali tidak ada ruginya. Aku akan mencobanya. Terima kasih atas saranmu, Park Chorong^^

 

Lalu Minyoung menekan send dan melipat ponselnya lalu dimasukkannya ke saku.

.

.

Beberapa menit setelahnya, Sehun keluar dari kamar dengan rambut yang masih acak-acakan dengan mata yang masih redup.

“Kau sudah bangun?”Minyoung menuangkan susu instan ke dalam gelas. Sehun langsung menyeruput susu itu sampai habis.

‘Yak! Padahal susu itu untukku!”gertak Mnyoung. Sehun mendongak.

Mwo? Bukankah kau sudah mempunyai Susu?”

“Hah?”sahut Minyoung spontan. “Aku sudah mempunyainya? Apa maksudmu?”

“Itu..”Sehun menunjuk dada Minyoung dari jauh. Minyoung menundukkan wajahnya melihat arah tunjukkan Sehun. Minyoung mendongak lalu menatap Sehun dengan tatapan membunuh.

“OH SEHOON!”

 

Minyoung berjalan di koridor kampus bersama… Sehun. Well, ini pertama kalinya. Awalnya saat sarapan (setelah kejar-mengejar dan saling melempar bantal) Sehun hanya iseng menwarkan untuk berangkat bersama. Tetapi untung Minyoung tidak menolaknya. Yah…

Karena Sehun berbeda tingkat dengan Minyoung, Sehun menaiki tangga sementara Minyoung berjalan lurus. Sehun mengucapkan “sampai jumpa nanti.” Tetapi hanya dibalas anggukan dengan Minyoung. (miris amet lu bang-_-)

Merasa menahan untuk buang air kecil, Minyoung pergi ke toilet. Ia langsung mengacir ke kamar mandi yang tersedia.

Dirasa selesai, Minyoung keluar dari kamarmandi dan ke wastafel untuk mencuci tangannya. Tetapi ia terkejut dengan wanita yang disampingnya kini. Minyoung menoleh ke samping.

“Jiyeon.. eonnie?”panggil Minyoung.

Wanaita yang dipanggil Jiyeon menengok ke arah Minyoung. “Minyoung?”panggilnya datar tanpa ekspresi.

“Kau.. Ternyata kau kuliah disini? Mengapa.. Kau tidak ikut Myungsoo ke Jerman saja?”ujar Jiyeon sedikit sinis. “Ah, aku lupa. Sekarang kau.. telah menjadi Nyonya Oh.”Jiyeon sedikit memberikan penekanan di kata ;Nyonya Oh’.

“Hentikan, Eonnie. Bukankah dulu kita seperti kakak adik?”sahut Minyoung, sedikit memelas.

“Itu dulu, Minyoung. Setelah kau berpacaran dengan Myungsoo, tidak ada kata kakak-adik seperti dulu. Kau tahu? Aku benci orang munafik sepertimu. Dan terlebih lagi, Padahal aku adalah cucu tertua sebelum Chanyeol. Tetapi mengapa Kakek dan Nenek begitu menyayangimu?”

Eonnie..

“Kau.. adalah perebut semuanya, Minyoung. Dan aku.. akan merebut kembali semua itu. Dan akan membuatmu menderita, Minyoung.”ucap Jiyeon lalu pergi meninggalkan Minyoung.

Minyoung hanya terdiam melihat kepergian Jiyeon.

Perebut? Apa yang dimaksudkannya?

Apakah Minyoung tidak diberi hak untuk menyukai orang lain? Dan.. Jiyeon akan merebut semuanya? Apa yang akan direbutnya? Apakah..

Sehun?

 

| To Be Continued |

 

Chapter depan akan aku protect karena Sehun dan Minyoung lebih intim sekaligus ke konfliknya. Mungkin sekitar chapter 8/9 Sehun bakalan kena stress gara-gara Minyoung /bocorin rahasia/ wkwk._. adakah yang bisa nebak Jiyeon itu siapa?

Yang mau minta password untuk chap selanjutnya, sertakan id komen kalian dan kontak twitter, facebook, atau akun yang bisa dipake untuk minta password

Yang mau minta password? Kontak :

 

Twitter | Facebook

Advertisements

1,019 responses to “Unpredictable Marriage {Chapter 4}

  1. Yes, aku stuju banget sama saran Chorong ke Minyoung. Yeah itung2 ngilangin sakit hati gegara di tinggal Myungsoo :3
    wahh….Jiyeon kok nyeremin banget ya? aku takt ih nanti Minyoung di apa-apain T.T

  2. waw minyoung ternyata udh mulai membuka hati nya nih buat sehun :’D
    btw jiyeon itu siapa ya? penasaran euyy

  3. huwaaa,uda lama hiatus gak baca ff sekalinya baca lagi nemu ff ini. suka thor sama ceritanya apalagi ada bang sehunnya :D, boleh lanjut baca chapter 5 nya gak thor kalo boleh minta passwordnya ya lewat twitter @puput044 makasih thor ({})

  4. hahahha…ternyata sehun mesum juga…..eh apa hubungan jiyeon sama minyoung….???gimana cara dapetin PWnya…kasih aku FB sama Tweeternya dong….soalnya aku gak bisa buka dari komputer…maklum komputer kantor hehehehe

  5. apa maksud jiyeon itu sehun? Jadi jiyeon sama minyeong sodara? Pantes aja minyeong kayak yang agak gimana gitu pas sehun bilang nama jiyeon next yaa

  6. Jadi jiyeon sama minyoung sepupu? Duh jiyeon jangan rusak rumah tangga sehun minyoung yaaa.. mana sehun suka lagi sama jiyeon.. penasaran iniiii.. chapter selanjutnya diprotect yaa???? Aku boleh kan minta passwordnya?

  7. Ceritanya bagus, seenggaknya semin udh mulai saling mendekat satu sama lain. Tapi kehadiran Jiyeon di wc yg langsung frontal gtu yang bikin kesannya agak aneh , kesannya kayak langsung benci, terburu” tanpa basa-basi dan pura” baik gimana gtu. Kesannya jahatnya frontal wkwkwk. Tapi overall aku suka ceritanya, bagusss.. next chap

  8. aishhh seru bgt author ceritanya.
    hah kenapa harus ada pengganggu sih.!!!
    Aurhor kalau minta PW part 5 gimna caranya?? please respon me kalau bisa kirim lewat email ya authorr. pleaseee.

  9. Bagus ya allah min lanjut Terus min. Apaan sih jiyeon ah mempersulit keadaan. Mian oen baru comment soalnya baru nemu yang part ini doang. Nanti coba Aku browsing deh di google

  10. Duh,,,rugi banget. Baru nemu ff yang selama ini aku cari.(terlambat nemu). Tp,gpp. Setelah baca ffnya. Daebak. Jeongmal daebak. Bagus banget…..aku suka part2 pas si kulkas berjalan ama si siluman barengan. Tambah manis aje…

  11. jadiii minyoung ama jiyeon saudaraan??? kayanya bakal ada konflik rumit berhubung katanya sehun dlu suka sama jiyeon dan jiyeon saudara minyoung pula hmmm jgn sampe deh itu ngerusak keromantisan ala2 mereka 😦

  12. Entah kapan minyoung dan sehun bisa akur gak sering berantem lagi. Eon aku minta pw chapter 5 yakk, id twitter aku @Sehunwinter

  13. jengjeng… jiyeon datang konflik pun datang. padahal sehun sama minyoung udah mulai deket. author bales ya mention aku. aku udah mention.

  14. Ada hubungan apa jiyeon sma minyoung ? Sepupukah ? Tpi kok jiyeon jahat ..
    Semoga gk ada yang ngehancurin hbungan minyoung sma sehun ..

  15. Anyyeong bagus banget ff nya . Thor minta pw chapter 5 dong . Akun Facebook ya id Titi Dwia
    khamsahamnida 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s