Unpredictable Marriage { Chapter 5 }

| Title Unpredictable Marriage |

| Main Cast Oh Sehoon – Park Minyoung |

| Addictional Cast Kim Myungsoo, Park Jiyeon, Park Chanyeol, Park Chorong, Byun Baekhyun |

| Genre Marriage Life, a little bit comedy, University Life |

| Rating 17+ |

WARNING! TYPO(s) BERTEBARAN

Poster by myself

Marshashinee Present

Unpredictable Marriage

[ Chapter 5 ]

Review :

[Teaser and Talk] | [ Chapter 1 ] | [ Chapter 2 ] | [ Chapter 3 ] | [ Chapter 4 ]

A/N : Mungkin di Chapter ini agak pendek-_- dan ada skinshipnya gituuu._. oiya, bagi yang belum tahu, seperti yang aku bilang kemarin, mulai chapter ini sampai chapter berikutnya bakalan aku protek. (bukan potek ya-_-) dan bagi yang udah dapet password, jangan disebar. Oke? Okedong. Hahaha, Happy Reading! [Hati-hati bacanya😀, ada kejutan loh!]

“Kau.. adalah perebut semuanya, Minyoung. Dan aku.. akan merebut kembali semua itu. Dan akan membuatmu menderita, Minyoung.”ucap Jiyeon lalu pergi meninggalkan Minyoung.

Minyoung hanya terdiam melihat kepergian Jiyeon.

Perebut? Apa yang dimaksudkannya?

Apakah Minyoung tidak diberi hak untuk menyukai orang lain? Dan.. Jiyeon akan merebut semuanya? Apa yang akan direbutnya? Apakah..

Sehun?                       

 

Minyoung bergeming di tempatnya. Ia masih berusaha mencerna perkataan Jiyeon barusan. Apa maksud dari Jiyeon? Padahal mereka baru saja bertemu dan sekarang? Jiyeon malah menghardik-nya habis-habisan. Dan.. Dia akan merebut kembali? Merebut apa?

Bisakah seseorang menjelaskan hal ini?!

Minyoung segera menggeleng kepalanya cepat. Ia tidak mau apa yang di fikirkannya terjadi.

.

.

Membosankan. Sebelas huruf itu terus saja terngiang di kepalanya. Tidak ada Chorong. Dan di tambah sekarang kelasnya Dosen Jung. Dosen yang menurut Minyoung.. Ugh! Menyebalkan!

Dosen Jung terus saja mengulaskan pelajarannya tanpa ada yang masuk di otak Minyoung. Minyoung terus memutar-mutarkan pulpennya. Sesekali mendengus kesal. Yang di fikirkan Minyoung sekarang hanyalah, Bosan.. Bosan.. dan Bosan.

Kapan Minyoung tidak pernah bosan akan sesuatu? Ah! Menggunjing serta membuat orang sebal padanya. Itu keahlian Minyoung. Keahlian yang aneh.. memang.

Sampai Dosen Jung mengakhiri kelasnya pun Minyoung tetap merasa bosan. Tidak ada Chorong yang selalu meledekinya dengan sebutan ‘Siluman, Nyonya Oh, bla bla bla.’ Minyoung merindukan itu. Yah, Chorong adalah sahabat baiknya. Walaupun mereka selalu berdebat hal yang tidak jelas.

Minyoung yang sedang bosan…

Sehun menuruni anak tangga satu-persatu. Sedari tadi, Sehun terus memikirkan Minyoung sedang apa?

Bukankah Sehun tidak ingin menyukai Minyoung? Mengapa justru Sehun memikirkannya sekarang? Apa Sehun menarik kata-katanya kembali?

Sehun diam ditempat. Matanya menangkap seorang gadis yang tengah berjalan sembari mengutak-atik ponselnya. Rambut hitam sebahu memang cocok untuknya. Di tambah lagi dengan postur badan tingginya yang membuat gadis itu bak model profesional. Yah, meskipun tidak lebih tinggi dari istrinya.

Park Jiyeon.

Gadis yang pernah Sehun kagumi sebelum ia menikah dengan Minyoung. Mungkin.. Sehun masih mengaguminya? Hanya mengagumi. Ia masih mengingat saat masa orientasi masuk universitas, Jiyeon disuruh maju kedepan untuk memperlihatkan kemampuannya.

Jiyeon menyanyi. Suaranya indah, pikir Sehun kala itu.

Namun Sehun membulatkan matanya karena gadis itu terhuyung kedepan lantaran ada yang tidak sengaja menabraknya. Sehun yang cekatan pun dengan sigap menangkap tubuh Jiyeon agar tidak jatuh.

Mereka saling menatap. Mata bertemu mata. Tidak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka.

Jiyeon itu bangun dan menjauhkan dirinya dari Sehun.

Chosonghamnida..”ucap Jiyeon dan menunduk.

Gwenchana.”sahut Sehun lalu tersenyum. Jiyeon mengernyitkan dahinya sebentar lalu ia mengerti. Laki-laki ini adalah Oh Sehun. Suami dari adik sepupunya. Park Minyoung.

“Terima kasih atas bantuannya..”ucap Jiyeon lalu tersenyum. Sehun hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan Jiyeon.

Sementara itu, Jiyeon menampakkan seringaian di wajahnya saat punggung Sehun menjauh.

New Target.”ucapnya pelan masih dengan seringaian lalu berbalik dan pergi.

Minyoung hanya mengaduk-aduk milkshake nya tanpa nafsu. Bahkan sandwich-nya pun tidak tesentuh sama-sekali. Ia bosan. Tidak ada yang bisa dilakukannya. Biasanya ia akan saling adu mulut dengan Chorong. Tapi hari ini tidak.

Minyoung mendongak saat ada yang duduk di sampingnya. Ia menegakkan posisi duduknya saat suami-nya datang.

“Kau tidak bersama 2 orang idiot itu?”tanya Minyoung yang heran. Sehun menoleh dan menggeleng.

“Tidak. Aku saja tidak mengetahui keberadaan mereka. Mungkin mereka membolos lalu berkencan.”

Minyoung terkekeh. “Ah.. 2 idiot itu..”gumamnya lalu menggeleng.

“Kau tidak bersama kembaran-mu itu?”tanya Sehun dan mengunyah burger-nya. Minyoung mengernyit.

“Kembaran?”

“Siluman harimau kedua, Park Chorong.”

“Dia tidak masuk. Ibunya sakit.”

Sehun hanya mengangguk setelah mendengar jawaban Minyoung. Minyoung dan Sehun mendongak saat melihat gadis yang tiba-tiba duduk di depannya.

Terlebih lagi Minyoung. Minyoung membulatkan matanya saat melihat siapa orang yang datang. Dia.. Park Jiyeon?!

“Hai.. Sehun. Hai.. Minyoung.”sapa Jiyeon lalu tersenyum.

Sehun tersenyum setelah melihat Jiyeon. “Hai juga.”balas Sehun lalu kembali memakan burger-nya.

Minyoung dan Jiyeon bertatapan sebentar. Minyoung melihat aura jahat dari tubuh Jiyeon. Perasaannya tidak enak.

“Ah.. Sehun-ah, terima kasih atas yang tadi.”sahut Jiyeon. Sehun mendongak lalu mengangguk tersenyum. “Sama-sama.”

“Minyoung-ah, bagaimana kabar Paman Doshin?”

“Uhuk-uhuk.”Sehun terbatuk setelah mendengar pertanyaan Jiyeon yang dilontarkan untuk Minyoung. Jiyeon yang melihatnya buru-buru memberikan minumannya untuk Sehun. Begitupun Minyoung. Tetapi Sehun menerima punya Jiyeon. Dan itu membuat Minyoung mendengus sebal.

“Kau.. bagaimana kau bisa mengenal abeoji?”tanya Sehun pada Jiyeon. Jiyeon tersenyum simpul.

“Aku sepupu Minyoung.”

Sehun mengangguk-anggukan kepalanya mengerti. Jadi Jiyeon adalah sepupu Minyoung?

“Tetapi, mengapa kau tidak datang di pesta pernikahan?”tanya Sehun—lagi.

“Aku sangat sibuk. Jadi aku tidak bisa datang. Maaf.”sesalnya. Sehun hanya mengangguk. “Ah, Sehun-ah. Ini.. apa kau suka bulgogi?”tanya Jiyeon dan menunjuk ke bulgogi-nya.

Sehun mengangguk. “Tentu saja. Apa kau akan memberinya padaku?”Sehun mencoba memanasi Minyoung. Lalu ia menoleh ke arah Minyoung. Dan ia masih bersikap cuek seperti biasanya.

“Ah.. tentu saja.”sahut Jiyeon menyanggupi lalu memotong bulgogi itu menjadi potongan kecil. Jiyeon menusuk potongan kecil itu menggunakan garpu lantas menyuapi Sehun. Sehun menerima suapan Jiyeon.

“Enak?”tanya Jiyeon dan menaikka kedua alisnya. Sehun mengangguk antusias. “Enak.”

Pemendangan itu membuat Minyoung jengah—walaupun ia masih menampakkan wajah cueknya. Minyoung membuka bungkus sandwich-nya kasar. Lalu melahapnya satu suapan. Ia mengunyahnya seperti orang yang sedang kesal.

Sehun mengamati diam-diam wajah Minyoung dari samping. Dalam hatinya ia tertawa tetapi tidak diluarnya. Ia lebih memilih bersikap cool seperti biasa ketimbang tertawa terbahak-bahak melihat Minyoung saat ini.

“Ah, Jiyeon-ah, beri aku lagi.”ucap Sehun meminta pada Jiyeon. Jiyeon menyanggupinya lagi lalu memotong bulgoginya menjadi potongan kecil dan menyuapinya ke mulut Sehun.

“Enak..”sahut Sehun antusias. Sehun sengaja karena ingin membuat Minyoung panas.

Kesal dengan Sehun, Minyoung menatap ke samping lalu kemudian ia tersenyum lebar. “Myungsoo-ya!”seru Minyoung memanggil Myungsoo. Merasa namanya dipanggil, Myungsoo menoleh ke arah suara dan selanjutnya ia tersenyum. Minyoung menepuk-nepuk kursi sebelah kirinya bermaksud menyuruh Myungsoo duduk disampingnya.

“Hey, Myungsoo. Kita bertemu lagi!”

Minyoung berseru antusias. Myungsoo hanya menanggapinya dengan senyuman manisnya. Ia menoleh ke arah Sehun. “Ah, Sehun-ssi. Apa kabar?”tanya Myungsoo kemudian tersenyum.

“Baik.”balas Sehun dengan senyuman paksa. Minyoung tersenyum puas melihat ekspresi Sehun.

“Myungsoo-ya! Ayo kita berjalan-jalan!”ajak Minyoung. Belum sempat Myungsoo berjalan, tangan Minyoung sudah mengamit lengan Myungsoo dan pergi meninggalkan Sehun serta Jiyeon. Sehun hanya bisa menganga melihat kepergian Minyoung dengan Myungsoo.

Sehun mendecak sebal lalu meminum orange juice nya. Sehun meneguk orange juice nya hingga tandas lalu menaruh gelas yang sudah kosong itu dengan keras.

Cemburu?

“Kau kenapa, Sehun-ah?”tanya Jiyeon. Sehun mendongak lalu ia tertawa hambar.

“Tidak apa-apa.”

“Ah, Sehun-ah. Bisakah nanti kita berjalan-jalan? Hitung-hitung saling mengenal diri dan sekaligus membalas kebaikanmu tadi.”

Sehun mengangguk menyanggupi. “Baiklah.”

 

Minyoung tertawa terbahak-bahak setelah pergi meninggalkan Sehun. Ia sangat uas dengan ekspresi wajah Sehun tadi. Sikap Minyoung saat ini membuat Myungsoo menautkan alisnyal. Ia bingung dengan yang dilakukan Minyoung saat ini. Apa Minyoung sudah gila?

“Young-ah..”panggil Myungsoo. Minyoung berhenti tertawa dan menoleh. “Apa?”

“Kau… Kenapa? Apa kau sudah gila?”

Minyoung meninju pelan bahu Myungsoo “Tentu saja tidak. Aku hanya puas melihat ekspresi Sehun tadi.”jawab Minyoung lalu kembali tertawa. Dan hal itu membuat Myungsoo semakin.. aneh.

“Ah..”sahut Myungsoo. “Kau.. menyukai Sehun?”

Minyoung berhenti tertawa. Ia terkesiap. Minyoung menolehkan kepalanya ke arah Myungsoo. “Uhm.. Masih dalam proses.”

Myungsoo tersenyum mendengar jawaban Minyoung. “Berusahalah, Minyoung. Hwaiting!

Minyoung tersenyum. “Terima kasih, Myungsoo-ya.”

Minyoung sudah berada di apartement. Tetapi tidak bersama Sehun. Wajar, Minyoung diantar oleh Myungsoo karena sudah malam.

Minyoung melempar tas-nya asal. Minyoung melangkahkan kakinya ke dapur untuk mengambil minum. Ia meneguk air itu hingga tandas. Hingga getaran ponsel di saku celananya terdengar.

Minyoung merogoh saku jeans nya dan mengernyit setelah mendapati nama yang tertera di layar ponselnya. Chorong?

From : Ceret menyebalkan.

Minyoung-aaah! Aku besok sudah mulai masuk. Aku menyewa perawat untuk menjaga ibuku^^

Minyoung melipat ponselnya ke dalam sakunya lagi. Ia enggan membalas pesan Chorong. Minyoung mengambil langkah ke ruang tv untuk menonton beberapa acara. Mungkin dengan menonton bisa mengatasi kebosanannya.

Minyoung terus-terusan mengganti channel tv tanpa niatan untuk menonton. Ia jengah. Di tv hanya ada drama, talk show, dan acara memasak. Tidak ada yang menarik perhatian Minyoung. Ia terus-terusan mengganti-ganti channel. Lalu ia mendongak melihat jam dinding.

Jam 8 malam.

Sehun belum pulang? Kemana pria menyebalkan itu?

Minyoung mematikan TV lalu beranjak ke dapur untuk menyiapkan makan malam. Ia hanya memasak omurice karena memang ia sedang malas melakukan apapun. Minyoung meletakkan 2 piring omurice itu di atas meja makan. Ia kembali melihat jam dinding.

Jam 9 malam?

Uh, menyebalkan. Kemana lelaki itu?! Minyoung mengambil ponselnya lalu mengetik pesan untuk Sehun.

To : Kulkas berjalan

Kau dimana?

Lalu Minyoung menekan tombol Send. Ia terus melihat ke arah ponselnya untuk menunggu pesan dari Sehun. Tetapi nihil. Tidak ada balasan.

Minyoung kembali mengirim pesan yang sama ke nomor Sehun. Tetapi tidak dibalas juga.

“Menyebalkan!”gerutu Minyoung.

Merasa bosan, Minyoung memasukkan makan malamnya ke dalam kulkas. Karena tidak munkin Sehun ingin makan malam-malam seperti ini.

Minyoung menyambar jaket tebal dan tasnyalalu pergi keluar dan berjalan-jalan. Hanya sekedar ingin mencari angin. Ia ingin membersihkan pikirannya.

Tiba-tiba melintas di fikirannya untuk meminum teh hijau. Minyoung menyetop taksi yang melintas didepannya.

Mango Cafe, pak.”

Lalu taksi itu melaju dengan kecepatan sedang untuk sampai ditempat tujuan.

Minyoung membuka pintu Cafe dan disambut oleh pelayan disana.

“Selamat datang, Nona.”sambut pelayan berwajah manis dengan lesung di pipinya saat pelayan itu tersenyum pada Minyoung. Minyoung hanya mengangguk dan tersenyum menanggapinya.

Minyoung berjalan untuk mencari tempat duduk. Tetapi langkahnya terhenti saat matanya menangkap 2 orang yang duduk berhadapan itu. Kedua orang itu sangat Minyoung kenal. Mereka terlihat akrab dengan saling mengobrol sesekali tertawa.

“Sehun?”gumam Minyoung pelan.

Jadi ini alasannya? Sehun tidak membalas pesannya, Dia pulang malam, karena bersama Jiyeon?!

Minyoung terus melihat ke arah 2 orang itu. Sehun dan Jiyeon. Ingin sekali ia menarik Sehun dan membawanya pulang tetapi tidak bisa. Tubuhnya tidak mampu melakukannya.

Minyoung bisa melihat Jiyeon dan Sehun berdiri dari duduknya. Dan saat itu, Jiyeon melihat Mnyoung tetapi Sehun tidak (Minyoung juga tidak menyadari kalau Jiyeon melihatnya). Saat Sehun ingin beranjak pergi, Jiyeon menahannya dan membuat Sehun berbalik.

Dan saat itu pula, kecupan dari Jiyeon mendarat di pipi Sehun. Dan.. Sehun hanya tersenyum?!

HEY! MINYOUNG MELIHATNYA!

Entah apa yang dirasakan Minyoung saat ini, hatinya sakit. Mengingat ia mencoba berusaha untuk menyukai Sehun. Tetapi.. INIKAH BALASANNYA?!

Ingin sekali Minyoung berlari tetapi kakinya terasa kaku. Ia tidak bisa. Butiran bening itu meuncur bebas di pipi mulusnya. Ia tidak kuat.

Dan saat itu pula, Sehun melihat Minyoung yang berdiri kaku 5 meter darinya. Sehun terkaget saat melihat Minyoung.

“Minyoung..?”ucap Sehun pelan.

Minyoung berbalik dan pergi dari Cafe itu. Ia tidak kuat.

Sehun berlari mengejar Minyoung meninggalkan Jiyeon di Cafe. Jiyeon yang saat ini puas melihat Minyoung menangis pun menunjukkan seringaian jahatnya.

“Sudah kubilang, kan?”

.

.

.

Minyoung terus menangis di taksi. Mengapa ia menerima anjuran dari Chorong untuk mencoba menyukai Sehun?! Seharusnya Minyoung tidak mencobanya!

Ia tidak perduli saat tadi Sehun mengejarnya. Ia tidak perduli.

Sampai di depan apartement pun ia tetap menangis. Yah, Walaupun tidak keras. Minyoung berlari ke kamarnya dan menutup pintu dengan keras.

.

.

.

“Minyoung.. Buka!”

Suara Sehun dari luar kamar yang menyuruh Minyoung untuk membuka pintunya. Ia begitu khawatir. Berkali-kali ia menggedor pintu kamar tetapi tetap tidak ada sahutan.

“Minyoung-ah! Buka!”

Sehun kembali memekik. Kali ini ia berjalan ke dapur. Ia mengobrak-abrik laci dapur lalu mengambil sebuah kunci cadangan disitu. Lalu Sehun kembali berjalan kearah pintu kamar. Ia memasukkan kunci pada lubang kunci lalu memutar kenopnya.

Sehun mengernyit saat mendapati keadaan kamar yang.. KOSONG?!

Lalu ia membalikkan badannya kebelakan saat mendengar suara pintu tertutup. Sehun segera membelalakan matanya saat melihat.. Minyoung?!

Minyoung yang baru keluar dari kamar mandi didalam kamar (yang hanya dipakai Khusus Minyoung) hanya memakai handuk yang membungkus tubuhnya sampai setengah paha-nya.

“Apa.. yang kau lakukan disini?”tanya Minyoung yang bingung karena Sehun berhasil masuk ke kamar. “Tadi.. pintunya aku.. kunci.”

“Ah.. Aku..”ucapnya terputus. Ia menggaruk kepalanya lantaran gugup karena melihat Minyoung yang errr… (wkwkwk._.)

Minyoung yang belum sadar karena ia saat ini hanya memakai handuk, hanya melihat Sehun dengan tatapan anehnya. Tetapi Minyoung yang ingat karena ia sedang merajuk, Mnyoung berjalan melewati Sehun karena ingin mengambil baju.

“Minyoung…”panggil Sehun.

Minyoung berbalik menghadap Sehun. Terlihat dari sorot matanya yang menyiratkan ada-apa. Perlahan Sehun berjalan mendekati Minyoung.

“Maaf…”ucap Sehun pelan. “Aku tidak mengabarimu. Aku—“

“Aku mengerti.”potong Minyoung cepat. “Mungkin.. bisa di bilang ini langkah pendekatanmu dengan Jiyeon eonnie, kan?”lanjut Minyoung. Ia menundukkan kepalanya agar matanya yang berkaca-kaca saat ini tidak dilihat Sehun.

“Tidak, Minyoung. Maksudku—“

“Kau tahu?”potong Minyoung lagi. “Chorong memintaku untuk mengikuti sarannya.”lanjut Minyoung.

Sehun tidak mengerti. Ia tidak mengerti apa yang ingin Minyoung katakan. Chorong meminta Minyoung untuk mengikuti sarannya? Apa maksudnya?

“Dia ingin aku mencoba untuk menyukaimu. Dan.. melupakan Myungsoo. Aku mencoba untuk membuka diriku didepanmu. Aku mencoba untuk menyukaimu. Mencoba merubah sikapku untuk tak melawanmu. Tetapi.. Aku tahu. Melihatmu dengan Jiyeon eonnie tadi membuatku mengerti. Kau tidak akan pernah menyukaiku..”lanjutnya.

“Minyoung..”panggil Sehun lirih. Sehun menangkupkan tangannya di lekukkan wajah Minyoung dan memaksanya untuk menatap Sehun. “Kau tahu? Mungkin seharusnya aku yang mengatakan semua itu. Entah apa yang kurasakan saat ini. Melihatmu dengan Myungsoo membuatku kesal. Aku tidak suka saat kau bersama lelaki lain. Tadi saat aku pergi dengan Jiyeon, aku hanya sebatas menyanggupi keinginannya. Yaitu menemaninya karena Jiyeon ingin membalas budiku saat aku menolongnya siang tadi.”jelas Sehun.

“Jadi kumohon. Aku ingin.. Kita belajar membuka diri, belajar saling mencintai satu sama lain. Belajar menjadi sepasang suami-istri seperti pada umumnya. Bisakah kau menyanggupi itu?”tambahnya.

Minyoung mengangguk. “Baiklah. Aku akan mencoba semuanya. Mencoba yang terbaik.”ucapnya menyanggupi.

Sehun tersenyum. “Baiklah. Mulai sekarang, Oh Sehun dan Park Minyoung adalah pasangan suami-istri yang harmonis. Tidak ada lagi pertengkaran. Tidak ada lagi kesedihan. Dan aku berjanji..”ujarnya lembut. Sehun mengecup lembut kedua mata Minyoung bergantian. “Tidak akan membuat mereka mengeluarkan air mata lagi..”

Minyoung terharu. Ia ingin menangis saat ini. Sehun yang mengerti langsung mendekap Minyoung ke dalam pelukan hangatnya. Ia mengecup serta mengelus puncak kepala Minyoung.

“Minyoung..”panggil Sehun. Minyoung merenggangkan pelukannya “Ada apa?”sahutnya.

“Kurasa kau melupakan sesuatu.”ujar Sehun. Minyoung mengernyit. “Apa?”

“Kau.. masih memakai handuk.”

Minyoung terkejut bukan main. Benar, Ia masih mengenakan handuk. Minyoung melepas pelukan Sehun dengan kuat.

“Keluarlah, aku harus memakai baju.”titah Minyoung. Tetapi Sehun justru menampakkan Smirk-nya.

“Kenapa? Bukankah aku suami-mu, Minyoung?”tanya Sehun masih dengan smirk nya. Oh tidak. Minyoung memiliki perasaan yang tidak enak.

“Ke-Keluar!”perintah Minyoung gugup. Ia mengambil bantal sofa disampingnya lalu dilemparkannya ke arah Sehun. Sehun terlonjak.

Itu hanya sesaat. Karena..

“Kau.. akan menyesal, Oh Minyoung.”ucapnya.

Sehun berjalan mendekati Minyoung lalu melingkarkan tangannya di pinggang Minyoung. Sehun menarik tengkuk Minyoung dan meraup bibir mungil Minyoung.

Awalnya hanya lumatan lembut yang diberikannya. Tetapi lumatan itu berangsur-angsur menjadi ciuman yang penuh gairah. (Oh tidak-_-)

Merasa terbius dengan ciuman Sehun, Minyoung tidak sadar karena Sehun telah membawanya ke ranjang hingga Sehun menindih Minyoung. Mereka terlalu hanyut dalam ciuman mereka. Puas dengan bibir, Sehun menggigit bibir bawah Minyoung hingga bibir Minyoung terbuka. Sehun semakin memperdalam ciumannya dengan menjelajahi mulut Minyoung menggunakan lidahnya.

Perlahan, tangan Sehun melepas handuk yang Minyoung kenakan dan melemparnya asal. Minyoung melepas tautan bibir mereka.

“Sehun, apa yang akan kau lakukan?”tanya Minyoung.

“Kau akan tahu nanti, Nyonya Oh.”jawab Sehun lalu kembali melumat bibir Minyoung.

Mereka.. akan melakukan penyatuan malam ini..

| To Be Continued |

Oh tidaaak~ apa yang aku tuliss? -_- Marsha sadar marshaa -_- wkwkwk. Berhubung otak gue lagi yadong -_- terus numpahinnya disini deh-_-

Makasih yaa yang udah komentar di chapter sebelumnya. Itu aku terharu banget sumpah (/\)

Dan untuk yang belum dapet password, aku minta maaf yang sebesar-besarnya (/\) mengingat kondisi hapeku yang lagi… yah gitu deh! Kwkwkwk.

Adakah yang bisa nebak apa yang terjadi selanjutnya? Dan… pokoknya chapter-chapter depan bakalan seru deh.. wkwkwk /ketawa yadong/

Liat rating!

Gomawo~

Sekian,

Marshashinee

406 responses to “Unpredictable Marriage { Chapter 5 }

  1. ya allah. apa yg sehun lakukan. sehun tobatlah. hhaa.

    keren kak ff.nya. keep writing yaa. ditunggu next chapnya.

    Like

  2. Sumpah yah… Gw kesel sama Jiyeon, rasanya tuh pingin gw tinju tuh anak, benar-benar menyebalkan. Dasar rubah licik..

    maaf yah aku jadi kebawa emosi kayak gini.

    sehun pervert banget sih.mmm

  3. Ah, Jiyeon bikin kesel aja sih. Tapi makasih, gara-gara dia Sehun jadi kayak gituin(?) Minyoung #evil_laugh

    Ini nggak batalkan puasanya?? waduh, jadi khawatir sendiri-_-

  4. Miaan baru commen authornim. Baru ada waktu senggang :3

    wah kereenn :3 makasih untuk pw.nya , aku bakal comment di chap selaanjutnya

  5. Jiyeon minta aku masukkin karung goni terus aku titipin ke alien biar musnah disana(?) Peace thor…daebakkkk hehheeh

  6. Panas, disini panas huuuu kebakar*apaandahlebay* otakku bisa terkontaminasi ini*ok abikan
    Ok next chapter…

  7. Uri thehun telah tumbuh kekeke~
    Eonni aku minta pw nya nee buat chapter yang di lock^^ jeball

  8. Mulai cemburuan ini..hmmm.
    Kuharap mereka menjadi pasangan yang harmonis beneran yek?? hihi. Soalnya mereka pas banget jadi couple.
    Wihh konflik mulai ini :v Oh My Ghosh(?) mereka mau ngapain??! sok polos dah saya *plakk

  9. Menyadarkan diri satu sma lain ..
    Bikin iri nih pasangan yng stu ini ..
    Kepo sma chap 6’nya ..
    Ka, aku blm minta pw’nya ..
    Udh penasaran nihh ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s