[Freelance] Baby Dark Eyes (Part 1)

poster baby dark eyes asli

 

Tittle : Baby Dark Eyes (Part 1)

Author : Alifasyaputri (alifasyp)

Lenght : Chaptered

Main Cast : Exo Sehun, Exo Luhan, dan Ahn So Hyun (oc)

Minor Cast : EXO Member

Theme : Angst, Family, Romance

Credit poster: alifasyaputri

Disclaimer: The Storyline is mine. But the cast not mine except OC as Ahn So Hyun. And Don’t take my Story without permission ! i hope you like it

Author’s note : Please leave a comment after you read this. J

Previous : Prolog

Bodoh bodoh bodoh, apa yang aku lakukan? Oh tuhan, bunuh saja aku. Bagaimana jika membuahkan hasil.

So Hyun terduduk di bawah Shower di kamar mandi kamarnya. Bibirnya bergetar, kulitnya pucat dan mengkerut, matanya bengkak, keadaannya benar benar mengenaskan.

So Hyun menggaruk kasar lehernya yang tercetak jelas bercak bercak kemerahan. Memalukan. Perasaannya kacau balau, ia sudah tidak memiliki masa depan. Hidupnya sudah hancur dari detik dimana ia mengiyakan ajakan pria itu. gadis itu menggigit kepalan tangannya untuk meredam suara yang keluar dari mulutnya.

Ia memang bukan gadis yang taat untuk pergi ke gereja, tetapi ia juga bukan gadis nakal yang tidak mempercaai adanya tuhan. Tapi sungguh, tindakannya kali ini sudah tidak bisa di toleransi lagi. Ia akan mempermalukan ayah dan neneknya, dan ia sudah menghancurkan kepercayaan mereka.

Andaikan ia tidak melakukan hal itu, andaikan ia tidak mengenal pria itu, andaikan.

“So Hyun-ah, kau di dalam?” suara serak nenek So Hyun yang terbangun dari tidurnya menyentak gadis itu dari segalai andai yang berkeliaran di kepalanya.

“I..iya Halmeoni” So Hyun mencoba menstabilkan suaranya yang bergetar hebat.

“kau mandi malam malam di musim dingin seperti ini?” tanya neneknya.

Sungguh So Hyun sangat teriris perasaannya mendengar suara nenek.

“mau ku buatkan air hangat?” tanya wanita tua itu.

“ti…tidak perlu nek, ak…ku sudah akan selesai” gadis itu mematikan Shower dan berjalan mengambil handuk yang tergantung di samping wastafel.

So Hyun terdiam di depan cermin besar yang memantulkan bayangan tubuhnya. Ada beberapa bercak kemerahan yang jumlahnya tidak sedikit hampir di seluruh tubuhnya. Sangat kontras dengan warna kulit So Hyun yang putih cenderung pucat. Gadis itu kembali mengeluarkan air mata.

Nenek sudah tidak memanggil. Ia segera melilitkan handuk ke tubuhnya dan membuka pintu kamar mandi. Lampu ruang makannya gelap. Mungkin nenek sudah kembali tidur di kamarnya. Dengan langkah tertatih So Hyun menyeret kakinya menuju kamar yang terletak di barat ruang makan.

Kamarnya terasa hangat. Nenek sudah menyalakan penghangat ruangan untuknya. Sejenak ia merasa bersyukur memiliki keluarga yang sangat menyayanginya. Walaupun ia tumbuh dan besar tanpa kasih sayang seorang ibu, tetapi hidupnya penuh kasih sayang. sejenak batinnya kembali bergejolak. Apa setelah mereka tahu ‘dosa’ yang ia lakukan, apakah mereka masih menerima keberadaannya? Pertanyaan itu seperti meremas otaknya yang sudah dipenuhi oleh masalah.

***

Luhan, pria berwajah seperti bayi itu berjalan dengan tergesa gesa di gedung fakultas kedokteran. “kau melihat Ahn So Hyun?” pria itu sudah bertanya ke lebih dari sepuluh mahasiswa yang berlalu lalang di sana. Dimana gadis itu? Luhan berjalan mengitari taman fakultas kedokteran yang cukup luas. Biasanya gadis itu akan duduk di bawah pohon apel besar sambil membaca buku.

“Jung Soo Jung, kau melihat So Hyun?” gadis yang di panggil Soo Jung itu menoleh.

“aku tidak melihatnya Oppa, aku juga mencari gadis itu” pria itu semakin prustasi mencari Sahabatnya. Sepuluh menit lagi kelasnya akan segera dimulai. Akhirnya Luhan memutuskan untuk mencari gadis itu seusai kelas hukum.

“kau dari mana saja?” Tanya Xiumin. Pria yang sama sama memiliki wajah bayi itu menyipit curiga. Tidak mungkin Xi Luhan datang terlambat. Yang benar saja, mahasiswa teladan KyungHee University datang terlambat.

“aku mencari So Hyun, gadis itu tidak bisa dihubugi” bisiknya pelan. Materi penulisan hukum sedang terpampang jelas di proyektor yang sedang di presentasikan oleh Proffesor Kim, tetapi pikirannya sedang berkelana ke gadis itu.

apa ia sakit? Bukankah ia calon dokter? Tapi apa dokter tidak bisa sakit?

Sepanjang pelajaran Luhan tidak bisa berkonsetrasi, beberapa kali Xiumin rekan sebangkunya menyikut lengan pria itu karena Proffesor Kim yang memandang tajam ke arah Luhan.

”Apa yang kau pikirkan Xi Luhan?” tanya Xiumin sarkartis begitu kelas usai.

“Eobso” jawabnya acuh.

Pria itu segera berlari dengan terburu buru setelah menjawab pertanyaan Xiumin. Tujuannya adalah fakultas kedokeran KyungHee University. Dan ketika sampai di sana, Ia harus menelan Kecewa begitu salah satu teman sekelas So Hyun mengatakan bahwa gadis itu tidak masuk karena sakit.

***

So Hyun merenung di samping jendela kamarnya yang menghadap taman belakang. So Hyun menghela nafas panjang, sungguh memprihatinkan gadis itu. berhenti mengasihani dirimu sendiri Ahn So Hyun! Berulang kali dalam benaknya ia mengucapkan kalimat tersebut.

“So Hyunnie, ada Luhan. Kau ingin ia masuk?” nenek memanggilnya. Ia segera menghapus air mata yang tanpa sadar meleleh di pelupuk mata hitamnya.

“So Hyun-ah, ini aku Luhan. Boleh aku masuk?” gadis itu berjalan menuju pintu kamar dan membuka kuncinya perlahan. Begitu pintu terbuka, hal pertama yang ia lihat adalah Luhan yang sedang bersedekap dengan sekantung makanan di tangannya.

“ku dengar dari temanmu kau sakit? Mana So Hyun yang perkasa itu?” Luhan menoyor pelan kepala gadis itu tanpa rasa bersalah.

“huh, aku sedang tidak mood Xi Luhan” gadis itu melenggang masuk dan membiarkan Luhan mengekorinya.

“kau lapar? Aku membawakan Bulgogi kesukaanmu” Luhan menaruh bungkusan yang ia bawa ke meja di samping tempat tidur So Hyun.

“ada apa, kau terlihat tidak baik baik saja?”

“tidak apa apa, aku hanya kurang enak badan” jawab So Hyun parau.

“tunggu… kau habis menangis?”

Luhan menarik tangan So Hyun yang hendak berbalik. Ia menatap mata gadis itu lamat lamat, dan menyadari betapa bengkaknya mata indah hitam sahabatnya.

“Ceritakan padaku apa yang terjadi!” Luhan menarik gadis itu yang berusaha menghindar.

“tidak apa apa Xi Luhan, aku hanya sedang terbawa emosi” bohong So Hyun. Pria itu tahu, jika So Hyun sedang berada dalam kondisi yang tidak baik, ia akan menyimpan perasaannya rapat rapat. Dan terkadang Luhan tidak menyukai kebiasaan sahabatnya ini.

“aku tahu bagaimana kau, jangan berbohong kepadaku!” gadis itu kembali menangis saat menatap mata sahabatnya.

“aku merindukan ibu” So Hyun segera menjatuhkan tubuhya ke pelukan Luhan, dan pria itu menerimanya dengan senang hati. Walaupun Luhan tidak sepenuhnya yakin dengan apa yang dikatakan So Hyun, tapi ia tetap menghargai privasi sahabatnya.

Mereka menghabiskan waktu dengan makan bulgogi yang di bawa oleh Luhan bersama. Menurut So Hyun, di dunia ini hanya ada tiga orang yang paling berharga dalam hidupnya. Ayah dan neneknya tentu saja dan Xi Luhan, sahabat kecilnya. Dan seketika ia merasa sangat sedih harus mengkhianati sahabatnya.

Apa Luhan masih akan menganggapku sebagai sahabatnya, jika pria itu mengetahui yang sebenarnya terjadi? Tentu saja tidak. Berarti ia harus siap melepaskan sahabatnya ini.

“Xi Luhan, bolehkah aku memelukmu lagi?” tanya So Hyun di sela sela kunyahannya.

“kau jatuh cinta padaku?” tanya pria itu. biasanya So Hyun tidak pernah meminta untuk dipeluk. Bahkan So Hyun tanpa ragu akan memukul kepalanya jika ia berani bermanja manja dengan sahabatnya itu. “hanya dalam mimpim Xi Luhan”

Mereka kembali melanjutkan acara makan dengan hening.

“A…apa yang kau lakukan?” Luhan tiba tiba saja memeluknya dari belakang saat gadis itu akan membawa bekas makananya dan Luhan keluar. “aku hanya menuruti keinginanmu” jantung gadis itu bertalu talu. Oksigen di kamarnya terasa menipis. Jujur saja, gadis itu sangat menikmati pelukan sahabatnya. Dan ia tidak ingin pria yang tengah memeluknya ini melepaskan pelukannya.

“aku menyayangimu Ahn So Hyun” bukan, bukan kata itu yang ingin So Hyun dengar. Gadis itu kembali meneteskan air mata, buru buru ia menghapusnya sebelum Luhan tersadar. “A…Aku… juga menyayangimu” Gadis itu mengusap pelan lengan kekar Luhan yang ada di pinggangnya.

Bukan bukan itu yang sebenarnya ingin Luhan katakan. Ia berbohong. Tapi keberaniannya tidak sebesar yang semua orang pikirkan. Semua orang selalu megatakan bahwa ia adalah laki laki Gentle yang sopan dan rajin. Tapi ia tidak se’gentle’ itu. ia pengecut. Untuk menyatakan perasaannya saja ia tidak berani. Hampir di seluruh hidupnya ia memedam perasaanya seorang diri. Tidak, ia tidak sanggup kehilangan sahabatnya jika So Hyun tahu perasaannya yang sesungguhnya.

Pria imut itu mengeratkan pelukannya. Menghirup harum rambut So Hyun yang entah sejak kapan telah menjadi favoritnya. Seluruh inderanya seolah telah terbiasa dengan kehadiran gadis itu. Luhan telah mengenal gadis ini sejak ia berusia tujuh tahun, dan saat itu So Hyun masih berusia tiga atau empat tahun.

Gadis kecil yang manis, dan Luhan akui itu. tetapi ia tidak dalam sekejap mencintainya. setelah So Hyun berusia enam tahun, wajahnya mulai terlihat berubah dimata Luhan. Gadis itu semakin cantik di setiap harinya. Dan sejak saat itu hatinya mulai tertambat dengan teman bayinya, Ahn So Hyun.

***

“Sehun-ah, Kau terlihat kacau” Kai yang sedang tertawa terbahak bahak bersama dengan yang lainnya terdiam begitu melihat keadaan kacau salah satu sahabatnya. Sehun hanya menggeleng tidak bersemangat.

Pria itu memang benar benar merasa kacau sejak dua hari yang lalu. Pikirannya melayang mengingat gadis cantik yang ia hancurkan masa depannya.

“kau yakin? Mungkin kami bisa membantumu” Tao menambahkan. Setidaknya ia masih memiliki teman yang bisa diandalkan. “tidak sekarang, mungkin nanti” jawab pria itu tak acuh. Ia membereskan beberapa buku yang berantakan dan memasukannya kedalam tas punggung hitam miliknya. Waktu kuliah akan segera dimulai sepuluh menit lagi.

Sebagai mahasiswa manajemen rekayasa industri, salah satu fakultas yang jarang diminati. Pria itu terhitung cerdas. Ditambah ayahnya adalah raja maskapai Korea Selatan. Menjadikan pria itu sebagai pewaris tunggal seluruh maskapai yang dimiliki ayahnya. Sehun menghembuskan napas kasar mngingat beban yang sedang ditanggungnya.

Semoga saja gadis itu tidak hamil, jadi ia tidak perlu bertanggung jawab. Tidak tidak tidak, sekalipun dia tidak hamil kau juga harus tetap bertanggung jawab Oh Sehun.

Hari ini berlalu dengan sangat tidak menyenangkan. Beberapa adik kelas mengirimkan surat cinta dan cokelat yang terkadang membuat Sehun muak menerimanya. “kau ambilah ini” Sehun dengan sembarangan memberikan dua batang coklat kepada seorang junior kutu buku yang lewat dihadapannya. Junior yang terkejut dengan pemberian Sehun itu hanya bisa mengangguk gugup menerima cokelat dari sunbaenya.

***

So Hyun mengeluarkan beberapa lembar uang Won dari kantung celana jeansnya. Beberapa hari ini gadis itu sudah mengkonsumsi Granula Bar secara berlebihan. Ia bisa menghabiskan sepuluh hingga lima belas bungkus makanan manis itu dalam sehari. Belum lagi kesukaan tiba tibanya dengan permen kapas.

Nenek dan ayah So Hyun mengeryitkan alis heran melihat gadis itu yang selama dua hari belakangan selalu mengunjungi minimarket hanya untuk membeli Granula Bar. “So Hyunnie, terjadi sesuatu padamu?” ayah yang sedang menyaksikan acara komedi favoritnya di televisi akhirnya memutuskan untuk bertanya. “ti..tidak, memangnya ada apa?” Ayah hanya menggeleng pelan dan kembali fokus dengan acara komedinya.

Setelah meliburkan diri dengan alasan kurang enak badan selama tiga hari dan meyakinkan diri bahwa tidak ada ‘sesuatu’ yang sedang tumbuh di dalam rahimnya, So Hyun memutuskan untuk kembali ke kehidupannya dan melupakan kejadian itu.

Tidak ada yang terjadi, Lupakan! Dan buka lembar baru.

Suasana fakultas tidak berbeda jauh dengan sebelum ia ‘Vakum’ selama tiga hari. Soo Jung adalah orang pertama yang menyapanya diikuti oleh beberapa teman lain.

“Kau sakit lama sekali, maaf aku tidak sempat menjengukmu” Soo Jung merajuk manja di lengan So Hyun.

“bukan masalah Jung Soo Jung” So Hyun tersenyum menanggapi sifat manja Soo Jung yang terlihat imut dimatanya. Kelas hari itu berjalan cukup baik untuk So Hyun, bahkan Proffesor Kang masih sempat memuji kepintarannya.

So Hyun sedang menunggu Soo Jung ketika Luhan datang dan membawakannya sebungkus permen kapas. “Gomawo Xi Luhan” So Hyun tersenyum dan mencubit kedua belah pipi Luhan. Gadis itu benar benar menikmati permen kapas yang terasa meleleh dimulutnya dengan binar bahagia. Ketika Soo Jung datang, mereka menghabiskan waktu bertiga bersama.

Soo Jung adalah teman perempuan paling dekat So Hyun. Pertemanan mereka terjalin ketika So Hyun dan Soo Jung sama sama menginjak bangku SMA. Karena dari kecil ia selalu bersama dengan Luhan, sahabat laki lakinya. Mungkin awalnya agak sedikit sulit bagi So Hyu untuk bergaul dengan Soo Jung yang sangat feminim.

Luhan yang hari itu kebetulan sudah tidak ada kelas mengajak So Hyun untuk pulang bersamanya. Rumah mereka tidak begitu jauh, karena itu So Hyun dari kecil selalu merepotkan Luhan. Walaupun pria imut itu selalu mengeluhkan kekurangajaran sahabatnya, toh ia akan tetap menyambut gadis itu dengan tangan terbuka.

Luhan mengendarai Vespa putih kesayangannya dengan santai. Tidak terlalu terburu buru. Menaiki Vespa putih Luhan adalah salah satu kegemaran So Hyun sejak masih duduk di bangku SMA.

Waktu Luhan pertama kali dibelikan oleh kedua orangtuanya motor sebagai hadiah ulang tahun yang ke tujuh belas, dan dengan polosnya pria itu segera mengendarai Vespa barunya menuju rumah So Hyun.

Ahn So Hyun adalah Gadis pertama yang diizinkan Luhan menumpang bahkan merusak Vespa putihnya. Gadis itu memang selalu menjadi yang pertama untuk Luhan.

***

Seusai kelas terakhirnya hari ini. Sehun memutuskan untuk beristirahat sejenak di taman dekat lapangan parkir motor. Taman ini tidak begitu ramai, hanya ada beberapa mahasiswa yang duduk sambil mendengarkan musik atau membaca buku. Sehun terhanyut sesaat dengan suasana hening di taman ini. pria itu kembali teringat dengan gadis yang telah ia sakiti. Bagaimanapun tindakannya tidak dapat dibenarkan. Sehun kembali menegak colanya. Memikirkan gadis itu membuat kepalanya terasa akan pecah.

“YA Xi Luhan !” Sehun mengalihkan perhatiannya ke arah suara itu berasal. Suara itu…. dalam sekejap perhatiannya teralihkan pada seorang gadis yang terlihat tergogop gopoh menghampiri seorang pria yang ia kenal bernama Xi Luhan dari fakultas hukum.

gadis itu… mengapa bisa bersama dengan Xi Luhan?

dalam kepalanya terbesit puluhan pertanyaan mengenai hubungan antara gadis itu dengan Luhan.

Apa mereka sepasang kekasih?

Tanpa sadar kaleng cola yang ia genggam sudah penyok tepat di genggamannya. Entahlah, perasaan kesal itu merasukinya.

Sehun melajukan Aston Martin hitamnya dengan kecepatan di atas rata rata. Setelah malam ‘itu’, ia selalu merasa harinya sangat buruk. Dan pelampiasan pria itu hanyalah minum. Meminum beberapa gelas soju bersama teman temannya yang lain rasanya sedikit meringankan beban walaupun hanya sementara.

Pria itu memutuskan untuk pergi ke Pub langganannya di daerah Itaewon sebelum kembali ke rumahnya di daerah Gangnam.

Ketika lampu lalu lintas bertanda merah, Sehun mengitarkan padangannya untuk melepas penat sejenak sembari menunggu lampu kembali hijau. Ia terpaku sejenak saat menoleh ke arah minimarket yang terletak di seberang jalan.

Gadis itu sedang terduduk di salah satu bangku yang disediakan di depan minimarket sambil memakan entah makanan apa di tangannya. Ada sebersit perasaan ingin menghampiri gadis itu. tapi apa ia mau berbicara dengannya?

Dan akhirnya Sehun berakhir dengan menjadi stalker seorang gadis. ia hanya memandang So Hyun di balik kaca mobilnya yang terparkir lima meter dari tempat gadis itu duduk sekarang. yang Sehun lakukan hanya duduk diam dan memandang So Hyun yang dengan lahapnya memakan berbungkus bungkus Granula Bar.

Wahjanya terlihat bahagia begitu bongkahan bongkahan granula bar yang ia gigit memenuhi rongga mulutnya. Ia jadi teringat dengan malam itu.

Saat itu, bibir So Hyun menjadi satu satunya benda kenyal dan manis di dunia ini menurut Sehun. Dan ciumannya menjalar ke leher putih gadis itu yang berbau bunga lili dan rasanya sangat manis.

Belum lagi ia teringat dengan suara desahan serak dan tatapan nanar yang gadis itu pancarkan. Seketika saja mobil Aston Martinnya terasa panas. Keringat mengucur dari pelipisnya. Jangan berpikiran mesum Oh Sehun! Sehung menggeleng gelengkan kepalanya mencob untuk menjernihkan pikirannya yang mulai kotor.

So Hyun berjalan santai sambil menenteng seplastik penuh granula Bar di tangan kirinya. Sementara tangan kanannya a gunakan untuk memegang granula bar yang sedang ia makan. Hatinya terasa lebih baik hari ini. Luhan mengajaknya berjalan jalan dengan Vespa putih miliknya dan berjanji akan mentraktir gadis itu Jajangmyeon lusa. Ia tersenyu keetika teringat saat dulu ia merusak vespa Luhan.

“Hati Hati Ahn So Hyun, kau akan menghancurkan motorku” Luhan mengejar So Hyun yang menambah kecepatan Vespa putih Luhan. “tidak tidak kau tenang saja! Aku handal” So Hyun menengok ke belakang dan melihat Luhan yang berlari tergopoh gopoh mengejarnya. Ia tertawa terbahak bahak tanpa menyadari di hadapannya terdapat pohon sakura.

“SO HYUN-AH….” Luhan yang melihat temannya kesakitan segera berlari menghampri gadis itu. So Hyun meringis saat Luhan mencoba menarik kaki kirinya yang tertimpa motor.

“kau tidak apa apa?” rok yang So Hyun kenakan terdapat bercak bercak darah. Belum lagi kepalanya yang membentur tanah.

Luhan dengan sigap menyelipkan tangannya di balik llipatan paha dan leher gadis itu. ia mengangkat So Hyun tanpa ragu ragu dan membiarkan motor kesayangannya teronggok tak berdaya.

So Hyun meringis dan menempelkan wajahnya di dada Luhan. karena kejadian itu, Vespa putih Luhan harus berada di bengkel Hong Adjussi selama tiga hari.

Tanpa sadar So Hyun sudah berada di depan pintu toko kelontong ayahnya. “Aku Pulang” begitu So Hyun masuk, Ayah sedang menonton acara komedi favoritnya dan nenek duduk di samping ayah sambil berharap drama favoritnya belum selesai.

Sehun hanya mematung berdiri di hadapan toko kelontong dengan papan bertuliskan Ahn So Hyun di depannya. Ia tidak menyangka gadis itu ternyata hanya anak dari seorang pemilik toko kelontong. Lampu di dalam toko yang mati tiba tiba menyala menandakan seseorang sedang berada di dalamnya. Mungkinkan itu So Hyun?

Ia sudah menguntit gadis itu selama satu setengah jam. Ini adalah rekor terlamanya tidak melakukan apa apa hanya memandang seorang gadis dari kejauhan.

***

So Hyun memandang layar ponselnya yang berkedap kedip

Xi Luhan is Calling…..

Gadis itu mengernyit. Ia memandang jam weker yang terletak di meja samping tempat tidurnya. Pukul sebelas malam. Degan bingung akhirnya gadis itu mengangkat panggilan dari sahabatnya.

“Yeoboseyo”

“ini aku Luhan”

“aku tau itu kau bodoh”

“turunlah ke bawah, disini dingin”

“ehmm arraseo”

So Hyun mematikan sambungan teleponnya dan mengambil sweater merah muda yang tadi ia kenakan untuk ke minimarket.

Luhan sedang berdiri sambil menggosok kedua lengannya. Pria itu terlihat semakin imut dengan kupluk berwarna biru yang dikenakannya. “sepertinya aku memang berteman dengan bayi” ucapnya menyadarkan Luhan. pria itu berbalik dan tanpa seizin So Hyun ia sudah masuk ke toko kelontong keluarga Ahn. “ada apa malam malam begini kau kemari?” tanya So Hyun tanpa basa basi.

“memangnya tidak boleh?” jawab luhan tak acuh. “aku ingin mengajakmu memakan Jajangmyeon” So Hyun mengernyit bingung. “kau gila? Ini sudah malam, aku tidak mau”

So Hyun menggeleng dan hendak mendorong Luhan keluar dari toko Kelontongnya. “ayolahhh, aku sangat ingin Jajangmyeon” pria imut itu mulai mengeluarkan Aegyo andalannya. Dan Luhan tau, So Hyun tidak bisa menolak Aegyonya.

Dan mereka berakhir dengan Luhan yang menikmati Jajangmyeon dengan lahap, sedangkan So Hyun hanya mengaduk aduk Jajangmyeonnya dengan tidak semangat. Perutnya terasa mual mencium bau mie kacang hitam yang ada di dalam ruang makan.

“kau tidak mau memakannya?” Luhan bertanya dengan mulut yang penuh dengan mie kacang hitam.

“aku tidak berselera, Xi Luhan aku mual” So Hyun meletakan sumpitnya dan menatap Luhan.

“baiklah” Pria itu menyudahi acara makannya dan meletakan beberapa lembar uang won di atas meja.

Mereka berjalan beriringan menuju rumah So Hyun. Ketika melewati taman yang terdapat ayunan, kaki So Hyun tanpa diperintah berjalan dan duduk di salah satu ayunan. “Yak! Kau mau kemana?” Luhan mengejar gadis itu.

“Xi Luhan, ayunkan yang kencang” teriaknya. Luhan dengan malas berjalan ke balik punggung So Hyun dan mulai mengayun dengan pelan. “lebih cepat” rengeknya manja.

Seperti seorang anak TK, So Hyun benar benar bahagia saat bermain ayunan. Wajahnya memerah karena bersemangat dan terlalu banyak tertawa. Luhan yang sedang mengayun ikut tertular atmosfir bahagia dari gadis itu.

“SARANGHAE XI LUHAN” Teriak So Hyun kencang diiringi derai tawa. Luhan mambatu untuk sepersekian detik. Ketika ayunan kembali ke arahnya dengan sigap pria itu menangkap kursi ayunan yang diduduki So Hyun.

“Ada Ap…” tepat ketika gadis itu berbalik, sesuatu yang lembut mengenai bibirnya. Ia hanya bisa terpana saat menyadari bibir Luhan kini tengah menyentuh bibirnya.

Luhan memejamkan matanya, entah keberanian dari mana ia mencium sahabat yang dicintanya. Ia tidak menciumnya, hanya menempelkan bibirnya ke bibir So Hyun. Tapi jantungnya serasa ingin pecah saking kencang degup jantungnya.

Lima detik…………….. Sepuluh detik…………….. lima belas detik………

Entah sudah berapa saat yang mereka lewati. Dan tidak ada satupun yang tersadar atau ingin melepaskannya terlebih dahulu. So Hyun mulai bereaksi dan mengalungkan lengan kurusnya ke leher Luhan. Ciumannya semakin dalam. Dan Luhan menjadikan bbir gadis itu sebagai bibir gadis pertama yang disentuhnya.

86 responses to “[Freelance] Baby Dark Eyes (Part 1)

  1. Enak banget jd so hyun ya, dicium sehun eh skrg dicium luhan hahaha #abaikan
    Kayaknya so hyun udah mulai ngidam ya, kasian dia.. Gmn kalo nenek sm ayahnya tau..
    Sehun juga ngapain pakek jd stalker sgala.. Ampirin aja kali.. Trus tanggung jwb deh..
    Luhan sm so hyun ciuman di taman ! Gila mereka berdua.. Gak ngerti tempat umum kali ya hahaha
    Tp tetep romantis sihhh..
    Semoga so hyun bisa milih antara luhan ato sehun deh..
    Ditunggu part 2 authornim.. Kamsahamnida.. ^^

  2. sehun,,,kamu harus temui so hyun,,lamar dia,,nikahi dia..beres kan.
    masalah sekolah,,luhan,,atau bahkan so hyun yg gak suka ma kamu urus belakangan,
    yg penting kamu harus tanggung jawab.
    waduh,,ini yg punya cerita bisa marah nih,,hehe..maaf ya author,itu cuma angan”ku saja
    ditunggu chap selanjutnya

  3. Sehun gak tanggung jawab tuh?? Aigooo masak harus luhan ?? Tp luhan sohyun so seeet bgt , sehun jd org ketiga dong

  4. sehunnn tanggung jawab noh
    yaampun luhannya suka so hyun dan keknya sohyun suka luhan juga…
    nah itu kl so hyun nya hamil gimana luhannya…?

    astaga tegang bacanya…
    nice nice nice
    sehun jangan lupa tanggung jawab yah…
    hehehe….

  5. Kok SoHyun bilang ‘Saranghae’ ke Luhan?

    Semoga Sehun tanggung jawab. Amin 😀

    Ohiya apakah Sehun beretemana sama Luhan? atau mereka musuhan?

    Oke ditunggu chap 2 nya.
    Keep writing 🙂

  6. Omoo…
    Daebak thoorr…
    Lanjuut….
    Kira” apa ya yg bkal d lkuin sehun..
    Omooo….
    TT
    Keep wrriting thooorr…
    Hwaiitiing…
    ^-^

  7. Astagaaaa luhan so sweet banget. Pangen deh punya sahabag kayak dia :’)

    Lanjutttt… aku tunggu next chapternya ya. Anyeong :*

  8. kasihan sohyun bisa bahagia apa mungkin ia menyukai luhan..
    dan sehun mulai menyukainya dan sehunnya bertanggung jawab nampaknya udah ada tanda” hamil deh..
    oh ya penasaran dengan hubungan sehun dan luhan apa mungkin mereka pernah dekat
    next chapternya jangan lama-lama ya thor

  9. wah….. antara kasian dan so sweet. Kl luhan tau keadaan yg dialami sohyun kyk gtu. Trs… nnti kl misalkan mreka smua mau tanggung jwb so hyun akan mlh sp???
    Klihatannya ini akan seru kshnya. Hwaiting buat klanjutannya ya.

  10. Ngremet kaleng cola sampai hancur. Sehun tanpa sadar, dia cemburu :-O So sweet Luhan & Sohyun^~^ sayang cuma sahabat. Sama2 suka ya mereka? Tapi pada gak peka sih

  11. omoo
    sehun cemburuu

    udaaah sehun
    hampiri aja si sohyun
    bilang sarangahe terus dilamar deeh
    sekalian tanggung jawab
    hhehee

    teruus hubungan sehun-luhan apa??
    temen?? musuh?? dulu temen terus jadi musuh??

    next chap ditunggu~

  12. Huah daebak thor..
    Kasian sama luhan, kalo dia tau semua fakta tentang sohyun dan sehun T-T
    Ditunggu next chapternya, jangan lama2 ya thor..
    Semangat!!

  13. sohyun kasihan ya….
    kalo beneram hamil gimana nih?
    luhan bakalan tetep cinta sama sohyun nggak ya kalo tau?
    next^^

  14. Kasia so hyun, bimbang.
    Sepertinya cinta segitiga. So hyun apa dia hamil, tanda tandanya dia hamil. Kalau beneran hami berarti sehun tokcer ╠╣ªªª=D ╠╣ªªª:D ╠╣ªªª =))

  15. sehun kamu hrus temui dan brtanggung jwab. yahh.., stidaky minta maf lah.
    hduhh knla mrekamlah ciuman. ntr sehun giman dong.

  16. wahhhh kerennn
    aku dukung so hyun ama sehun
    *kok kaya dukung worldcup kekekekekkk
    sehun ama luhan ga akur ya? ato gmn?

  17. Weihh enak bngt, sehun-luhan huahh g bisa milih,
    So hyun kykx udh tanda” ngidam y tu,
    Mual”. . .
    Makan bnyak,
    Woahh.
    Bagaimna tanggapan ayah n nenekx lw tw so hyun hamil?
    Pasti syok bngt,
    Next thor,

  18. Senengnya jadi So hyun punya Sahabat kayak luhan, tapi perasaannya lebih dari. Sekedar sahabat.. Trus Gimana sehunnya..?
    Hemmm cinta segitiga yang bikin Galau..
    Di tunggu Chap 2..
    Keep writing..

  19. Waaahhh…. So Hyun.. U serius bilang “Saranghae xi luhan…” Trs nanti si sehun gmana?? Sehun bakal dtg ke So hyun kann?? Utk bilang dia mau tanggung jawab kan?? Itu si so hyun lg ngidam yaa? Makannya yg manis2 muluu… akhhh…. Luhan jg gmana nihh… Makin runyam aja nihh ceritanya.. Gara2 so hyun jg….
    Btw, pas so hyun + luhan kissing, si sehun liat ga yaa? Kan dia lg stalking si so hyun….
    Trs jg si Sehun kenal sm Luhan?! Mang mreka 1 kampus yaa?

    Aduhhh thor maaf kalau comment kebanyakan manya… Ehheheehe
    Keep writing ya thorrr… Ditunggu cahp 2 nya SEGERA! Hehhe… Gomawoyo chingu-ya
    Annyeong! ^^

  20. ini si Sehun kenal sama Luhan nih? Ah berantem ajalah sana elah. Ini lagi kenapa sih cewek-cowok yang sahabatan pada saling suka semua aduuh. aku rasa Sohyun juga suka-nya sama Luhan sih tapi karena dia kayaknya hamil anaknya Sehun jadi ya gitu deh nanti nikah sama Sehun tapi hatinya ke Luhan. Ugh cinta bertepuk sebelah tangan ya? Sakit deh Sehunnya </3

  21. wahhh luhan baik banget jdi sahabat…
    apa tindakan sehun selanjutnya???

    next,y ditunggu thor..

  22. kyaaa yaampun luhan cium bibir cewek akunya potek thor 😥
    untung pas mereka ciuman si sehun galiat , coba klo sehun liat pasti langsung panass haha 😀
    jgn² so hyun cinta sma luhan ? terus klo misalnya so hyun hamil apa luhan masih mau nerima nantinya?
    ah ayo thor dilanjut lgi , ini bikin penasaraaannnn 😀
    ff nya daebak , aku suka aku suka 😉 . Hwaiting nulisnya thor !!

  23. omonanannana omonannana apa ini,,,daebak bngettttt penasaran penasaran knp2,,,, aduhh q qo jd pendukung so hyun-luhan akhh hehhehe d tunggu chap 2 nya chingu

  24. trlalu cpet klo so hyun hamil skrg, kn kjadiannya bbrpa hari lalu… wah luhan akhirnya brani jg kekekekeke

  25. yayayaya… aku jg maw dicium ma sehun dan luhan dong.. tp dipipi aja yahh. hihihi
    oh y ko g da lanjtnnya thor..
    ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s