Rainy Girl (Chapter 2)

tumblr_lu1l9nUMuD1qj2ukoo1_500_large (1)

Tittle : Rainy Girl

Autor : 7azumi

Main Cast : Park Lunna (OC)

Xi Luhan (EXO-M)

Lee Eun Ja (OC)

Oh Sehun (EXO-K)

Genre : Romance, school life, hurt

Rating : Teen

Length : multichapter

Disclaimer : Selamat membaca ~^^~ semoga ini memuaskan kalian 😀 maaf agak telat nge post nya. hehehehe

7azumi personnaly present

Rainy Girl

(Chapter 2)

Luhan POV

Hujan. Aku tidak membawa payung hari ini. Aku berjalan pulang tanpa pelindung. Membuat seluruh pakaian dan tubuh ku basah. Sehingga, Aku memutuskan untuk berteduh di halte bis.

Samar-samar aku melihat seseorang di seberang jalan, dan akhirnya mulai jelas. Yeoja itu ! Ya, itu dia. Tapi, tidak lama kemudian kedatangan bis menghalangi pandangan ku. Aku harus menemuinya, aku harus tau siapa dia. Tanpa pikir panjang aku menyebrang dan tanpa melihat kanan-kiri. Tiba-tiba …..

Tiiin … Tiiin

Braaakk !!

******

Luhan tidak menyadari bahwa ada sebuah truk melaju dengan kencang dan menabrak nya. Terdengar jeritan orang-orang dipinggir jalan karena mendengar bunyi benturan yang keras itu. Luhan tergeletak di tengah jalan, dengan tubuh yang berlumuran darah. Bau anyir darah nya bercampur dengan aroma hujan, membuat bau anyir itu menguar hingga bisa menusuk indra penciuman.

Seorang yeoja berlari menghampiri Luhan dengan tergesa-gesa. Meski hujan turun cukup deras, raut wajah panik dari yeoja itu masih bisa terlihat sangat jelas. Yeoja dengan rambut berkuncir kuda itu merengkuh dan membelai wajah luhan dengan kedua tangan pucat nya, di iringi dengan isakan tangis yang keluar dari mulut nya.

Luhan ! Luhan, apa kau bisa mendengar ku ??? Luhan !” tangisan yeoja itu semakin keras seiring dengan hilang nya kesadaran Luhan.

Park Lunna POV

Aku benar-benar terkejut sekaligus panik saat mengetahui siapa yang tergeletak di jalan. Aku merengkuh dan membelai wajahnya. Aku tidak tau harus berbuat apa, aku terlampau panik.

Hingga suara sirine ambulance menyadarkan ku. Dengan cekatan, para petugas itu mengangkat tubuh Luhan ke dalam mobil ambulance. Selama perjalan menuju rumah sakit aku terus menggenggam tangannya dan terus berdoa di dalam ambulance.

Rasa takut mulai menyelimuti ku dan jantung ku berdebar dengan sangat keras. Aku masih bisa merasakan hembusan nafas nya meskipun tidak teratur dan suhu tubuh nya yang sedikit dingin. Tuhan kumohon …. selamat kan dia. Kumohon.

Sesampainya dirumah sakit, mereka menurunkan Luhan dari ambulance dan membawanya ke dalam. Mereka melarang ku masuk, sehingga aku terpaksa menunggu di luar ruangan. Aku tidak memperdulikan tubuh ku yang basah dan sudah menggigil sejak tadi. Aku tidak akan pergi sebelum mengetahui keadaan Luhan. Kuharap pihak rumah sakit sudah menghubungi keluarganya.

Auhor POV

Tidak lama setelah itu, seorang pria dan wanita paruh baya berjalan dengan tergesa-gesa menghampiri ruangan dimana Luhan sedang ditangani. Kepanikan terlihat sangat jelas di wajah mereka berdua. Mereka berdiri di depan pintu dengan gelisah, mengacuhkan Lunna yang berdiri di belakang mereka yang sedang menyandarkan punggung nya pada dinding.

Saat itu juga, seseorang memakai jas berwarna putih keluar dari pintu.

bagaimana keadaannya dokter ??” tanya wanita paruh baya itu dengan tidak sabar

apa anda orangtuanya ?”

Ne”

Luhan …. luhan baik-baik saja kan ?”

Tapi, saat mendengar pertanyaan itu sang dokter menghela nafas dalam-dalam.

apa ada sesuatu yang buruk ?”

Pasien …. mengalami koma, tuan“ seketika mata mereka melebar mendengar penuturan dokter, termasuk Lunna. Mereka bertiga layaknya membeku. Hingga akhirnya Lunna membuka mulut.

Ko .. ma ?” ucap Lunna sangat lirih. Air mata jatuh mengalir menuruni lekukan wajah nya yang pucat. Ia berlari meninggalkan rumah sakit, terus berlari dengan air mata yang mengalir semakin deras.

Hujan masih belum berhenti, rintikan hujan menerpa tubuh mungil Lunna yang masih terus berlari. Hingga secara tak sadar ia tiba di Rainbow café, yang dengan masih memakai baju kerja nya dan dalam keadaan basah. Lunna membuka pintu yang sudah bertuliskan ‘close’ itu dengan perlahan.

Sehun yang belum meninggalkan Rainbow café menoleh ke arah pintu saat mendengar bel pintu berbunyi. Sehun melihat Lunna berdiri tidak jauh dari pintu, ia memperhatikan Lunna dari bawah sampai atas. Melihat keadaan Lunna yang bisa di bilang tidak begitu baik, sehun menghampirinya.

Lunna. Ada apa ? kenapa dengan mu ?” Lunna tetap tak bergeming, wajah nya tertunduk. Menyembunyikan air mata dan wajah nya yang pucat.

Lunna, bicara lah. Jangan membuatku cemas” ucap Sehun yang mulai sedikit panik.

Lunna mengangkat wajahnya yang semula tertunduk, memperlihatkan wajah pucat nya yang dihiasi air mata. Melihat itu Sehun bertambah panik. Sehun memerintahkan Lunna untuk duduk, lalu ia menempatkan dirinya duduk disamping Lunna. Sehun merangkul pundak Lunna dengan maksud ingin menenangkannnya.

ada apa Lunna ? cerita lah padaku” Lunna memandang wajah sehun cukup lama.

Tapi, bukannya berbicara Lunna malah memeluknya sambil tetap menangis. Sehun terkejut atas perlakuan Lunna yang tiba-tiba, lantas ia mengusap-usap punggung Lunna dengan perlahan. Sehun membiarkan Lunna tetap memeluknya, sampai Lunna merasa tenang.

Luhan” Sehun mengerutkan dahinya mendengar apa yang telah di ucapkan Lunna setelah Lunna melepas pelukan nya.

Luhan hyung ? kenapa dengannya ?”

Tubuh Lunna bergetar. Bukan karena tubuhnya yang kedinginan, melainkan bibirnya tak sanggup mengucapkan fakta itu.

Lu.. Luhan. luhan …. kecelakaan. Di … dia sekarang koma” ucap Lunna lirih dan terbata-bata. Mata sehun terbelalak, ia nyaris tidak percaya dengan apa yang sudah ia dengar.

kau serius ?” Lunna hanya menjawab pertanyaan sehun dengan anggukan kecil. Keheningan menyelimuti mereka. Cukup lama mereka berdiam diri, sampai pada akhirnya sehun membuka mulut.

sebaiknya ku antar kau pulang Lunna, kau perlu istirahat. Dan sepertinya … kau agak demam. Besok kita akan menjenguknya” Lagi. Lunna hanya mengangguk kecil sebagai respon untuk Sehun.

******

Lunna, kau masih demam. Kita bisa menjenguk hyung lain kali”

Ani. aku ingin menjenguknya sekarang” Sehun mendesah tanda bahwa ia sudah menyerah. Berulang kali ia membujuk Lunna. Tapi, hasil nya nihil.

baiklah”

Mereka menuju rumah sakit menggunakan mobil milik sehun. Dari rumah Lunna sampai tiba di rumah sakit, mereka tidak terlalu membicarakan banyak hal.

Lunna lebih diam daripada biasanya dan itu membuat Sehun heran. Sehun mengenal Lunna sebagai gadis yang banyak bicara dan ceroboh. tapi hari ini ? dia berubah 180 derajat.

Kini mereka berdua sudah berada di depan ruangan dimana Luhan di rawat. Tubuh Lunna terlihat sangat tegang, seolah-olah dibalik pintu itu terdapat binatang buas yang akan memakannya hidup-hidup.

Ya. kau akan menjenguk bos mu. Bukan akan di eksekusi mati” ucap Sehun saat melihat ekspresi Lunna yang tegang.

kau berkata seolah itu adalah kenyataan” mendengar ucapan Lunna, sehun hanya menggeleng-geleng kan kepala.

Kajja” Sehun memegang gagang pintu dan membuka pintu itu dengan hati-hati.

Sekarang terlihat seorang namja terbaring tak berdaya di atas kasur, dengan mata yang tertutup. Jarum infus tertancap ditangannya dan oksigen yang membantu pernafasan namja itu. Kepalanya dibalut dengan perban. Hening. Hanya terdengar suara alat pendeteksi jantung di ruangan itu.

Karena melihat keadaan Luhan, mereka sampai tidak menyadari bahwa ada nya keberadaan seseorang selain mereka.

Maaf sebelumnya, kalian berdua ini siapa ?” tanya seseorang itu membuat mereka tersentak. Orang itu berpakaian seperti seorang pelayan.

ah, maaf. Sehun imnida, dan ini Lunna” ucap Sehun di ikuti oleh anggukkan Lunna.

Kami berdua teman Luhan”

Ah, ne. silahkan”

Ganzahamida” ucap mereka hampir bersamaan. Mereka menempatkan diri di sisi ranjang Luhan. Memperhatikan Luhan dengan seksama.

hyung”

tuhan tidak mengabulkan do’a ku, dia tidak dalam keadaan yang baik-baik saja. Bahkan sampai separah ini’ ucap Lunna dalam hati

Kemana presdir dan istrinya ?”

Presdir dan nyonya besar sedang dalam perjalanan menuju Jepang. Mereka sedang mengurus suatu hal disana”

oh, begitu” sehun lalu mengalihkan pandangannya kepada Lunna. Yeoja itu kini tengah terdiam, sibuk dengan pikirannya. Tapi, iris mata nya memandang lurus kearah Luhan.

Apa sudah ada kepastian kapan dia akan sadar ?” tanya sehun pada pelayan itu.

sejauh ini, belum” sehun terdiam mendengar jawaban itu. Lunna menaruh buket bunga yang ia bawa kedalam vas didekat jendela, lalu berjalan ke arah sehun.

emm, sehun ssi ?”

ne ?”

Lunna menggigit bibir bawahnya, ragu akan apa yang ingin diucapkan nya. tapi, ini sudah keputusan bulatnya.

Aku …. aku akan merawat Luhan dan menginap disini” ucap Lunna tanpa ragu. Sehun mengangkat kedua alis nya. ia bahkan sampai kehilangan kata-kata. Entah ia harus menjawab apa, ia tidak mempunyai hak untuk melarangnya tapi ia juga tidak mempunyai hak untuk menyetujui hal itu.

Kumohon … tak apa kan ?”

tapi, Lunna—“ wajah Lunna seketika memelas hingga sanggup memotong perkataan Sehun. ia menghela nafas dalam-dalam, entah sudah berapa kali dia menghela nafas hari ini.

baiklah. Baiklah, Lunna” mendengar hal itu, mata Lunna berbinar-binar dan bibir nya tersenyum.

Gomawo sehun ssi” ucap Lunna masih dengan tersenyum.

apa dia boleh merawat nya ?”

lama pelayan itu terdiam memikirkan jawaban, tapi akhirnya dia mengangguk dan hal itu membuat Lunna semakin senang.

kau mulai hari ini Lunna ?”

ne”

kalau begitu, tak apa kan kalau aku pergi sekarang ? ada yang harus ku urus” Lunna mengangguk, membuat rambut berkuncir kuda nya bergerak naik turun.

******

Sejak saat itu Lunna bermalam di rumah sakit tepatnya di ruang inap Luhan. Dia bangun pagi-pagi buta dan pulang ke rumah, lalu berangkat sekolah. Dan sepulang kerja dia kembali lagi ke rumah sakit dengan membawa sebuket bunga, setiap hari ia mengganti bunga yang ia letakkan di dalam vas.

Ia juga menuliskan catatan Luhan di sekolah agar Luhan tidak tertinggal. Terkadang ia terjaga semalam suntuk sambil sedikit memijat kaki dan tangan Luhan agar tubuhnya tidak kaku, mengusap wajah nya dengan air, menceritakan kejadian yang dialaminya seharian itu dan memperdengarkan lagu untuk Luhan melalui ponselnya .

Hal itu sudah berlangsung selama satu bulan. Dan selama itu orang tua Luhan maupun Eunja tidak pernah datang untuk menengok Luhan ataupun sekedar mengetahui keadaannya.

Lunna tidak memperdulikan kesehatannya sendiri, tidak memperdulikan tubuhnya yang sering kali demam atau kepala nya yang pusing. Ia tidak makan jika tidak disuruh. Sering kali sehun dan sang pelayan mengingatkan nya, tapi Lunna selalu mengabaikannya.

Hingga suatu malam Lunna menangis disamping ranjang Luhan sambil memegang erat tangannya. Malam itu, ia benar-benar sangat takut jika Luhan tidak lagi bernafas dan mata itu, tidak akan lagi terbuka.

Kenapa kau tidak segera bangun ? ini sudah satu bulan lamanya tapi kau tidak enggan membuka mata mu. Bangun lah …. Kumohon, bangunlah” pinta Lunna dengan menangis. Lunna memejamkan matanya dan sedikit menunduk, layak nya orang sedang berdoa.

Aku akan melakukan apapun jika dia bangun. Aku tidak akan menganggu nya lagi. Bahkan, tak apa jika dia melupakan, membenci dan mengacuhkan ku setelah ini. Tapi, dia harus bangun” setelah cukup lama Lunna menangis, ia akhirnya memejamkan mata dan terlelap.

*****

Sinar matahari menerobos masuk melalui jendela. Menusuk mata yeoja yang sedang tertutup itu dan membuat nya terbangun. ia masih mengumpulkan nyawa dan berusaha untuk sadar sepenuhnya setelah membuka matanya.

Tapi, ia merasakan ada sesuatu yang bergerak di dalam genggaman nya. saat ia sudah benar-benar bangun, ia melihat ke arah tangan nya. seketika itu juga ia terkejut dan matanya membulat.

ta..tangan luhan …. Bergerak !’ ia langsung berdiri dari tempatnya dan berlari untuk memanggil dokter.

Saat Lunna tengah berlari menyusuri koridor, ia bertemu dengan pelayan Luhan dan membuat nya berhenti.

ada apa nona ? kenapa anda berlari ? di rumah sakit dilarang berlari seperti itu”

Lu … luhan. Luhan “ucap Lunna dengan nafas yang tersengal-segal.

apa yang terjadi pada tuan muda ?!” Tanya pelayan itu panik. Lunna sedikit demi sedikit mulai mengatur nafas nya, lalu baru bicara.

Luhan. Dia sadar ! dia sadar dari koma !”

benarkah ?” ucap pelayan itu nyaris tak percaya.

cepat panggil dokter !” tanpa ba-bi-bu pelayan itu pergi melakukan apa yang diperintahkan Lunna.

Sekarang hanya Lunna yang berada di koridor. Ketakutan dihatinya kini seperti terangkat begitu saja. Otaknya pun bisa berfikir lebih jernih.

terima kasih Tuhan. Kau telah mendengar doaku. Aku ….. sungguh-sungguh berterima kasih padamu” bulir-bulir air mata jatuh seketika menuruni wajahnya. Tapi, tiba-tiba Lunna sadar akan suatu hal.

Jika Luhan sadar, ….. aku harus …”

******

Nona Lunna, tuan muda sudah sadar dari koma. Tapi, kenapa anda tidak masuk ke dalam dan menemuinya ?” ucap pelayan itu pada Lunna yang berada di samping nya. Lunna menghela nafas, lalu ia meraih tangan pelayan itu dan menatap nya serius.

berjanjilah pada ku. Jangan memberitahu Luhan bahwa aku yang merawatnya selama ini. Jangan pernah sebutkan nama ku di depannya. Aku mohon pada mu”

tapi, kenapa nona ?”

Karena … itu janji ku jika dia sadar dari koma” aku Lunna dengan nada yang sedikit bergetar.

aku pergi” lunna melepas pegangannya dan berbalik. Ia melangkahkan kaki nya menjauh dari tempatnya berpijak tadi.

Nona Lunna !” panggil pelayan itu, tapi Lunna tetap berjalan dan tidak menghiraukan panggilan itu.

aku ingin segera pergi dari tempat ini’

Lunna terus berjalan dengan kepala yang mengarah ke lantai, sampai ia melihat sepasang high hells berada di depannya seolah-olah menghalangi jalannya. Saat ia mendongak, nampaklah seorang yeoja berparas cantik dengan rambut yang agak bergelombang.

annyong” sapa yeoja itu dengan senyum tipis.

Lunna memperhatikan apa yang dikenakan yeoja itu dari atas sampai bawah. Melihat itu, ia sadar bahwa yeoja dihadapannya ini berasal bukan dari kalangan bawah.

a … annyong” Lunna membalas sapaan yeoja itu dengan sedikit kebingungan.

siapa dia ?’ batin Lunna

jadi, kau kekasihnya ? aku tidak menyangka akan bertemu dengan mu disini”

apa maksud mu ?” Tanya Lunna semakin kebingungan.

aku Yo Eun Ja. ‘Calon’ tunangan Luhan” ucap Eunja dengan memberikan penekanan pada kata calon.

Mata Lunna tak berkedip mendengar penuturan Eunja.

kau pasti bertanya-tanya bagaimana aku bisa tau hubungan mu dengan Luhan” Lunna bungkam, ia tetap tak bergeming.

Mudah saja. Mata-mata ku yang—“

Aku … bukan kekasihnya” potong Lunna sambil membuang muka. Ucapan nya membuat kedua alis Eunja terangkat .

baguslah. Aku sudah menyadari nya dari awal. Mana mungkin Luhan mau dengan gadis seperti mu”

Saat Eunja berjalan melewati Lunna, ia secara sengaja menyenggol bahu Lunna. Dan itu membuat Lunna bergeser dari tempatnya beberapa senti. Tapi, meskipun begitu Lunna tetap diam dan hanya kembali berjalan.

Luhan POV

Rasanya aneh. Seperti aku sudah lama tidak membuka mata. Kepala ku juga terasa berdenyut dan aku tidak mengingat apapun. Yang terakhir kali kuingat hanya kecelakaan itu dan, …. seorang yeoja membelai wajahku. Selain itu, …. Kosong.

Syukurlah, kau sudah sadar Luhan ssi. Kami, hampir saja menyerah” suara itu membuyarkan lamunan ku. Lantas, aku mengarahkan pandanganku pada 3 orang berjas putih yang sekarang ada dihadapanku.

kau mengalami koma selama hampir satu bulan, Luhan ssi”

satu bulan ?” ucap ku tidak percaya

ne. setelah ini, kau harus beristirahat total dan jangan memikirkan hal-hal yang berat” aku mengangguk tanda mengerti atas saran yang mereka berikan.

kalau begitu, kami permisi” setelah berucap ketiga orang itu pergi meninggalkan ruangan.

Ruangan ini menjadi senyap. Bahkan, aku bisa mendengar hembusan nafasku dengan jelas. Mendengar suara pintu terbuka spontan aku menoleh. Ternyata …. pelayan Yi.

bagaimana keadaan mu tuan muda ?”

emm …. Biasa saja” setelah ia mendengar jawaban ku, ia tersenyum dan mulai sibuk dengan pekerjaannya.

Aku berusaha untuk merubah posisi ku menjadi duduk. Tapi tidak semudah yang kukira, mengetahui itu Yi dengan cepat membantuku.

Luhaaan !” baru saja aku akan mengambil nafas, tiba-tiba seorang yeoja meneriakkan namaku dan berlari memeluk ku.

aku …. benar-benar khawatir padamu” ucapnya dengan menangis. Setelah itu ia melepas pelukannya dan berdiri, sehingga kini aku bisa melihat wajahnya .

eunja ?” ucapku setelah mengetahui siapa yeoja itu

kenapa ekspresi mu seperti itu saat melihat ku ?” tanyanya tidak terima

kau mau aku bagaimana ?”

paling tidak tersenyumlah”

aku menakutkan jika tersenyum”

Aku mengedarkan pandangan ku ke seluruh ruangan. Lalu, pandangan ku tertuju pada bunga-bunga berwarna merah yang diletakkan di dalam vas dekat jendela. Bunga-bunga itu ….. terlihat indah saat tertimpa cahaya matahari.

Yi, siapa yang memberi bunga itu ?” tanya ku pada Yi yang sedang menata surat kabar yang berada di atas meja. Tapi entah kenapa saat mendengar pertanyaan ku, ia menjadi gugup dan kebingungan.

emm …. Itu, itu dari ….”

aku yang memberi bunga itu” suara Eunja tiba-tiba menyela.

setiap hari aku menggantinya dengan yang baru, agar atmosfer udara di ruangan ini menjadi lebih nyaman” terangnya sembari tersenyum. Sekilas aku melirik Yi. Ia …. terlihat sedang menyembunyikan atau menahan sesuatu.

Ne, setiap hari. Syukurlah kau cepat sadar dari koma. Aku hampir saja menyerah. Selama koma aku yang menjaga mu sepanjang hari, siang dan malam. Maka dari itu berterima kasihlah padaku dan jangan menunjukkan ekspresi sepert itu di depanku”

Aku terperangah mendengar apa yang dilontarkan oleh yeoja yang sedang duduk dipinggir ranjangku ini.

Lalu, aku memperhatikan wajah nya. ketika itu juga sepotong kejadian muncul di kepala ku. Sosok Eunja yang sedang tersenyum saat hujan. Seluruh tubuh dan pakaian yang ia kenakan basah. Ia menengadahkan kepala dan mengangkat kedua lengan nya seperti menadah hujan. Setelah itu terlintas wajah seorang yeoja di fikiran ku. Dan aku teringat akan ….

Yi, apa sebelumnya ada yeoja dengan rambut agak panjang dikuncir ekor kuda datang kemari ?”

Lagi. Yi menjadi gugup. Bahkan lebih gugup dari sebelumnya karena mendengar pertanyaan ku.

Ani. Tidak ada yeoja seperti itu yang datang kemari. Aku yang menjaga dan merawatmu. Jadi, aku tau siapa saja yang datang dan pergi dari ruangan ini”

Jadi, Lunna tidak menjengukku ? apa dia tidak tau ? tapi tidak mungkin. Aku merasa ada yang aneh disini. Begitu juga dengan pelayan Yi dan Eunja.

Author POV

Setelah satu minggu lamanya beristirahat total, akhirnya Luhan di izinkan pulang dan bisa kembali beraktifitas seperti biasanya.

Saat Luhan masuk sekolah, para yeoja sibuk memberikan perhatian pada Luhan. Seperti, memberikan coklat, membawakan buku yang ia bawa, mengelap keringat nya dengan tissu dan memberinya minuman atau makanan.

Kabar tentang Luhan yan mengalami koma karena kecelakaan sudah tersebar seantero sekolah. Sehingga, begitu Luhan masuk, para yeoja memperlakukannya seperti itu. Bahkan, mereka tidak memberi kesempatan pada Luhan untuk menanggapi perlakuan mereka.

Saat Luhan berjalan menyusuri koridor menuju gedung olahraga, tak sengaja ia berpapasan dengan Lunna. Dan itu membuat keduanya menghentikan langkah masing-masing.

Lunna sudah berusaha untuk tidak bertemu Luhan sebisa mungkin, tapi entah takdir apa yang tiba-tiba mempertemukan dia dengan Luhan saat ini. Lunna meneruskan langkahnya, seolah-olah tidak ada siapapun di depan nya.

Tapi, Luhan menarik tangan Lunna dan mencegahnya.

Lunna mencoba untuk tidak menatap matanya secara langsung, ia terus saja mengalihkan pandangannya. Lunna menarik paksa lengannya yang sedang di pegang Luhan.

wae ? kenapa kau menghalangi jalan ku ? minggir !” karena Luhan tidak enggan menyingkir, Lunna mengambil jalan disamping Luhan. Tapi tetap saja, Luhan menghadangnya.

Ya ! ada apa dengan mu?”

seharusnya aku yang bertanya seperti itu” bantah Luhan. Lunna hanya diam dan mengalihkan pandangannya.

aku hanya ingin tau apa alasan mu sampai tidak menjengukku ? apa kau tidak tau keadaan ku saat itu ? bahkan sekarang, kau tidak memandang ku”

Lunna membuka mulut dan memandang Luhan tepat di matanya.

untuk apa aku menjenguk mu ? aku lebih senang jika kau seperti itu. Dengan begitu, kau tidak bisa memanfaatkan ku”

Ucapan Lunna sukses membuat mata Luhan melebar. Luhan tidak menyangka kata-kata seperti itu keluar dari bibir mungil yeoja berkuncir ekor kuda itu.

Apa maksud mu ?”

Kau memanfaatkan ku untuk mencegah pertunangan mu kan ? apa kau tak memikirkan perasaan ku ? aku tau kau berasal dari keluarga yang kaya. Tapi, jangan memainkan perasaan ku seenakmu. Kau mempersulit hidupku ! Dan sekarang tanpa merasa bersalah kau menghalangi jalan ku ? menyingkirlah !”

Lunna merasakan matanya mulai memanas, ia berusaha keras untuk menahan air matanya agar tidak keluar.

Aku hanya menanyakan alasan mu. Tapi kenapa kau malah memperbesarkannya ? kenapa kau bisa berfikir seperti itu, aku tidak memanfaatkan mu”

Mwo ?”

Aku tidak memanfaat kan mu. Aku memang …. menyukaimu, Lunna”

Mendengar penuturan Luhan, air mata Lunna jatuh menuruni pipinya tanpa ia sadari. Hanya dengan tiga kalimat tadi, sanggup membuat fikiran Lunna menjadi kacau seketika.

Luhan. Apa kau bodoh ? kau tau betapa benci nya aku pada mu ? bagaimana bisa kau mengungkapkan kata-kata tolol seperti itu ?”

Ya Park Lunna !!” bentak Luhan. Ia mencoba untuk meredamkan amarahnya kepada yeoja di depannya itu.

kenapa kau ini ? ucapan mu itu benar-benar rendah. Dan disamping itu semua aku adalah sunbae mu !” lanjut Luhan.

Jika kau tau begitu, mengapa kau menyukai ku ? sekarang kau tau bukan bahwa aku ini orang rendahan ? kau—“

Cukup” potong Luhan dengan tetap menahan emosi nya. Ia tidak habis pikir dengan apa yang telah terjadi. Ia memejamkan matanya, frustasi.

Ne. aku memang bodoh.” ucap Luhan sambil membuka matanya lagi.

Aku yang menyukai orang rendahan dan tak mempunyai sopan santun seperti mu”

Kau lebih suka jika aku koma ? Kuturuti ucapanmu. Aku tidak akan berbicara ataupun memandang mu setelah ini. Dengan begitu kau bisa beranggapan kalau aku masih dalam keadaan koma. Puas ?”

aku akan berterima kasih pada tuhan jika kau melakukannya”

Luhan melangkah mendekati Lunna, mendekat kan bibir nya ke telinga yeoja itu.

kau merubah perasaan suka menjadi benci hanya dalam sekejap. Bahkan, …. kurang dari satu menit. Kau benar-benar hebat. Aku bersumpah akan membenci mu” bisik Luhan.

Luhan berjalan melewati Lunna tanpa memandangnya.

Setelah Luhan berada cukup jauh, Lunna menumpahkan air mata yang telah ia bendung. Sekarang bulir-bulir air mata telah membanjiri wajahnya.

Ia berdiri dan kembali berjalan menuju kelas sembari mengusap air matanya dengan punggung tangannya secara kasar.

******

Annyong sehun ssi” mendengar ada yang menyapa, sehun menoleh dan tersenyum.

Ah, annyong Lunna. Kau datang lebih awal hari ini” ucap sehun

tak apa kan ? aku ingin segera bekerja”

kenapa tidak ?” mendengar itu Lunna hanya tertawa kecil.

Lunna menuju loker dan mengambil baju kerjanya. Entah kenapa, ia merasa nyaman bekerja di Rainbow café. Meskipun hanya sebagai pelayan dan upahnya pun tidak seberapa, ia tetap merasa senang. Atau karena sehun yang baik padanya ? ia tidak tau. Lalu, Lunna berjalan menuju dapur untuk melaksanakan tugasnya.

Luhan hyung sudah masuk sekolah kan hari ini ?” mendengar nama yang diucapkan sehun, Lunna tersentak.

N … ne. dia …. sudah masuk hari ini” jawab Lunna dengan suara lirih.

aish, kenapa lagi dengan anak ini ?’ batin sehun.

kemungkinan besar, dia akan kemari hari ini” Lagi. Ucapan sehun berhasil membuat Lunna tersentak. Bahkan sekarang, sanggup membuat mata nya melebar.

Ya, Lunna. Kenapa kau selalu terkejut akan ucapanku ? kau tidak mengidap syndrom atau semacamnya kan ?” Lunna memutar bola mata nya mendengar pertanyaan konyol sehun.

Ne. aku mengidap syndrom”

Omo. Syndrom apa ?”

kecenderungan ingin membunuhmu”

Ya ! aku serius Lunna !”

kau pikir aku tidak ?”

Sehun menghela nafas. Ia tidak habis pikir dengan yeoja satu itu. Saat mereka berdebat seperti tadi, Lunna lah yang selalu memenangkan percakapan.

kau belum menjawab pertanyaan ku”

yang mana ?” ucap Lunna dengan nada yang lesu.

kenapa kau terkejut setiap aku berbicara tentang hyung ?”

Lunna diam, ia tidak tau bagaimana menjawab pertanyaan sehun.

aku harus mengelap meja-meja” Lunna mengalihkan pembicaraan nya dan hendak pergi. Tapi sehun mencegahnya.

jangan mengalihkannya Lunna”

apa kau …… menyukai hyung ?” lanjut sehun

A … ani. Aku …. aku tidak menyukai nya” jawab Lunna sembari membuang muka.

jika tidak, kenapa kau merawatnya sampai seperti itu saat dia koma ?”

Lunna bungkam, ia tidak sanggup menjawab pertanyaan sehun.

Bingo ! aku berhasil !’ batin sehun penuh kemenangan.

sekarang sudah jelas. Saat hyung datang nanti, aku akan memberitahu semua nya”

Lunna terbelalak. Dengan cepat ia mencegah sehun.

sehun ssi. Tolong jangan katakan apapun pada nya. kumohon”

Lunna menelengkupkan kedua telapak tangannya di depan dada dan memasang ekspresi memelas kepada Sehun.

apa yang kau lakukan ? setelah kau ingin membunuhku sekarang kau memohon padaku ? kau benar-benar mengidap syndrom. Syndrom akut”

kumohon pada mu, jangan katakan apapun padanya termasuk kalau aku yang merawatnya saat dia koma. Kumohoon~” ucap Lunna semakin memelas.

Sehun yang tidak tahan dengan ekspresi yeoja itu, menghela nafas.

Baiklah baiklah. tapi singkirkan wajah mengerikan mu itu. Aku tidak ingin melihat sesuatu yang horor hari ini”

Oke” Lunna tersenyum lebar, lalu meneruskan pekerjaan nya.

Suara bel pintu terdengar di telinga mereka. Sontak mereka mengarahkan pandangan ke arah yang sama.

Luhan datang bersama dengan Eunja. Dan Eunja sedang menggaet lengan Luhan mesra. Luhan pun tidak terlihat keberatan akan hal itu. Melihat pemandangan itu, Lunna merasa ingin menangis sekaligus ingin memarahi yeoja itu.

Annyong hyung !” sambut sehun dengan senyum dan mempersilahkan keduanya duduk. Sedangkan Lunna pergi menuju dapur untuk mengambil minuman.

bagaimana kabarmu hyung ? kau sudah sepenuhnya sehat ?”

Ne” jawab Luhan dengan senyum yang tipis.

Melihat lunna berjalan ke meja mereka dengan membawa baki berisi minuman, Luhan menatap nya tajam.

Lunna terus menunduk, ia tak berani menatap Luhan maupun Eunja.

Saat Lunna akan menaruh minuman di meja, secara sengaja Eunja menyenggol Lunna. sehingga minuman itu tumpah mengenai pakaian Luhan dan Eunja. Spontan mereka berdua berdiri.

ma …. Maaf kan. Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak sengaja”

Luhan ! kenapa kau bisa memiliki pelayan seceroboh ini ? bahkan jalan saja dia menunduk dan tidak menatap pelanggan ! kau bisa rugi jika tetap menggaji nya. pecat saja dia !” sehun terkejut mendengar penuturan Eunja, tapi Lunna hanya diam dan menundukkan kepala.

kau benar eunja”

Luhan mendorong kursi yang tadi ia duduki dan berjalan mendekati Lunna. “Mulai hari ini dan seterusnya. Kau …. dilarang bekerja disini”

Hyung !”

TBC~

Gimana ? menurut ku udah panjang tapi enggak tau kalian para readers menanggapinya gimana. I’m waiting your comment ^.^

32 responses to “Rainy Girl (Chapter 2)

  1. OMG!
    Eunja jahat bgt sih, demi apa pun rasanya pengen jambakin rambutnya.
    Luhan jga kenapa malah jdi benci sma lunna. Kasian bgt lunnanya T^T

    Ffnya makin seru hor. Cuma masih kurang panjang nih. Ditunggu next chaptnya

  2. Kurang pnjang. Ganzahamnida -> gamsahamnida. Terus fontnya tolong disamakan ya~~
    LANJUTTTTT

  3. keren tapi eunja pingin ku apain gituh … picik banget tuanak …… yaudah next ditunggu …

  4. si eunja kamvret..
    ngaku-ngaku ngerawat luhan, lunna juga gitu sih~
    aduh.. greget banget pgen gua remet >.<
    next chap ditunggu, Hwaiting 😀

  5. Aku plg benci sm tipe cewk kayak eunja dech
    Sp yang capek , usaha
    Dia tinggal nikmati hasil ny az
    Grrrr
    berasap bgt dech
    Aku bs maklumin skp ny luhan
    Tapi aku ttp sedih buat lunna

  6. knapa lunna menyembunyikan law dy yg jaga luhan …..
    bru jengkel skali dgan eunja kshnd lunna gara2 dy…..

    lnjutt thorrr……..
    postx jgan lma2 thorr….

  7. bagus thor, tapi lunna kok merendah banget >< kan kasian luhan jadi benci dia .
    si eunja jahat banget sihh, pengen kubuang ke laut aja 😀

  8. eunja pengen gw getok pke palu dasar*****
    luhan kejam banget sich mau aja dipanas panasin cwek gila aduh kenapa gw yang jadi jengkel#plakkkk
    next

  9. hati gue ikut2an sakit 😦 kasihan Lunna .. sumveh.. miris bgt hidupnya lunna 😦
    KEEP WRITING AUTHOR !! 🙂 fighting

  10. aku berharap pelayan yi atau sehun segera memberitahu luhan yg sbenarnya kalau luna yg merawat luhan selama dia koma,,sehingga eunja langsung dilempar begitu saja…..get out
    gregetan rasanya kalau liat eunja,,pengen aku jambak rambutnya

  11. Kasihan bgt lunna nya… jadinya aku yg skt hati kalau Luhan buat Lunna gt… dan makin baca.. aku makin benci bgy sm si Eunja itu !!

  12. Omooo…
    Kelewatan bngeet sich eunja…
    Omooo…
    Luhaaannn…
    Sadar dong… klau dr awal udh ngrsa aneh..
    Knp pda akhirnya kmu ttep prcya??
    Wae luhan?? Wae???
    Omooo…
    Daebaakk thoorr…
    Lanjuut trs…
    Hwaiitiiingg…
    ^-^

  13. Nangis woy nangis wkwkw
    Eunja bener” memanfaatkan keadaan dasar wanita bermuka hantu , demi apa pun rasanya pengen garuk tuh muka wkwkwk :3

    Lunna juga kalo cinta sama dayang ngapain ditutup”segala sih …
    Bikin esmosiii nihh …

    Next pallie wa penasaran part 3 nya

  14. new reader dan baru baca chap 2 hehw makanya bingung apa hub sebelumnya antara luhab dan luna 🙂
    aku nyesek kalo jadi luna :’) dia kuat banget ya

  15. Aish~ knapa harus begini alur ceritanya ?? Bikin aku gedeg.
    Tpi aku suka sih thor, hehe^ apalagi ama main cast namjanya 🙂

    oke, teruskan thor. Fighting!!!

  16. eunja
    dasar yeoja jgfsjdfbcdscjh
    #cakarmukaeunja

    enak ajaa ngga cape-cape ngurus, eh ngaku-ngaku
    lunna juga kenapa diem aja sii
    kan luhannya jadi bencii

    next chap ditunggu~

  17. Aduuuh sebenernya Lunna itu kenapa sih? Jadinya makin ribet gini kan, Luhan jadi gak mau ketemu sama dia padahal Lunna yang selalu ada disampingnya dia waktu Luhan koma sampe dia sadar. Eunja nya juga licik lagi pake bilang dia yang jagain Luhan segala. Makin belibet ini salah pahamnya pasti nanti Luhan jadi benci banget sama Lunna dan Lunna menderita deh huhuu 😦

  18. Ya ampun luhan jahat banget sama lunna nya kasiankan. Lanjut thor aku tunggu chap selanjutnya!

  19. Wah nyesek bngt c jadi lunna,
    Luhan n eunja jahat bngt c,
    Huuhh greget dech jadinya,
    Jinjja lunna bkalan dipecat???
    Y ampun. . .
    Next thor,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s