[SERIES] Overprotective Daddy {Luhan Ver.} – Acchan

poster31

Tittle : Overprotective Daddy ║ Author : Acchan ║ Main Cast : Xi Luhan, Xi Ryin Yi, Oh Sehun║ Genre : Family, Hurt/Comfort, Fluff ║ Length : Series ║Rating : PG-15 ║

Disclaimer : FF ini murni dari hasil imajinasi aku dan  ini jugadi pulish di Wp pribadi aku…

A/N : Annyeongg aku balik lagi bawa series baru yang mungkin berbeda dari lainnya. karena disini para anggota Exo berperan sebagai seorang Daddy 😀

oke Happy Reading 🙂

 

Luhan masih berkutat dengan laptop dan tumpukan tumpukan kertas di meja kerjanya. Padahal ini sudah hampir tengah malam. Guratan lelah dan lesu tampak di wajah baby facenya. Siapa yang menyangka dengan wajah baby face itu, ternyata ia adalah seorang ayah. Yyyap! Luhan memang dulunya menikah di usia yang tergolong sangat muda. Dan itu adalah pilihannya.

Luhan menghembuskan napasnya kasar. Ia kembali menyesap kopinya yang sudah mulai dingin. Perlahan pintu kamarnya terbuka. Luhan mengalihkan pandangannya dan tersenyum saat melihat seorang gadis dengan baju tidur bermotif Taddy Bear masuk ke dalam kamarnya. Gadis itu langsung duduk di hadapan Luhan, menjatuhkan kepalanya di atas meja dan membuat wajahnya terlihat sangat imut saat mempoutkan bibirnya.

“Ada apa sweety?” tanya Luhan lembut. Namja itu langsung menghentikan segala aktivitasnya saat melihat Xi Ryin Yi, sang anak yang tiba tiba datang ke kamarnya tengah malam begini.

“Ryn tidak bisa tidur papa” jawab gadis itu lesu.

Luhan menaikkan sebelah alisnya bingung. Lalu ia beranjak dari kursinya, mendekati Ryn yang tetap dalam posisi terlungkup dia atas meja. Apa yang membuat anak gadisnya sampai sampai tidak bisa tidur tengahmalam begini? Pasti ada yang mengganggu pikiran anak gadisnya itu. “Ceritakan pada papa”

Ryn mengangkat kepalanya perlahan. “Apa papa pernah merasakan jantung papa berdetak dua kali lebih cepat ah tidak tiga kali lebh cepat atau mungkin seratus kali lebih cepat dari biasanya. Apa papa pernah merasakan hal itu?”

Luhan langsung tersentak mendengar ucapan Ryn.

“Apa kau sedang menyukai seseorang?” Ryn mengangguk perlahan sambil menyembunyikan wajahnya dengan telapak tangannya. Ia tidak ingin papanya melihat wajahnya yang memerah.

Inilah yang Luhan takutkan. Ryn merasakan namanya jatuh cinta dan Luhan masih tidak rela anaknya mengalami hal itu, apalagi di umurnya yang baru 16 tahun. Luhan sangat tidak rela. Baginya Ryn tetaplah gadis kecilnya. Luhan tidak ingin hati Ryn untuknya itu terbagi. Setidaknya untuk saat ini.

“Apa dia seorang namja?”

Ryn melengos mendengar pertanya papanya yang terdengar aneh. “Tentu saja dia seorang namja papa”

“Apa dia teman sekolahmu?”

“Ne, lebih tepatnya dia teman sekalasku.

“Siapa namanya?”

“Namanya Oh Sehun”

“Apa dia baik?”

“Ne”

“Apa dia tampan?”

“Tentu saja!”

“Apa dia pintar?”

“Hmmm… tidak juga sih, tapi dia juga tidak bodoh”

“Dimana rumahnya?”

“Hmm… tidak tahu. Ya! papa! Kenapa papa mengintrogasiku seakan aku ini pencuri?” Ryn mulai jengah dengan pertanya Luhan yang bertubi tubi.

“Baiklah ini pertanyaan terakhir. Apa dia menyukaimu?” Skak mat untuk Ryn. Gadis manis itu langsung terdiam seketika mendengar pertanyaan Luhan yang satu ini. ia tidak tahu harus menjawab apa pertanyaan sang papa. Karena ia juga tidak tahu apakah Sehun, teman sekalsnya yang berasal dari korea itu menyukainya atau tidak.

Luhan menghembuskan napasnya kasar saat tak menerima respon apa apa dari Ryn. “Baiklah papa pikir jawabannya tidak. Dan Ryn masih terlalu kecil untuk mengalami perasaan itu. papa masih belum rela Ryn merasakan hal itu, karena Ryn masih gadis kecil papaa”

“Papaaa… Ryn kan sudah 16 tahun.” Ryn mulai merajuk.

“Kembalilah ke kamar”

Ryn beranjak dari duduknya lalu berjalan kesal keluar dari kamar Luhan. “Papa menyebalkan!!”

***

Pagi yang indah dengan matahari yang bersinar cukup terang. Luhan tengah asik membolak balik Koran paginya selagi menunggu anak gadisnya untuk sarapan bersama. Yap… luhan memang merupakan Single parents. Istrinya telah lama meninggal saat usia Ryn masih sangat kecil. Dan sejak saat itu Luhan mencoba untuk menjadi sosok papa sekaligus mama yang baik untuk anak gadisnya.

“Pagi papa” Sapa Ryn cuek dan sedikit dingin. gadis itu langsung duduk di meja samping Luhan dan mulai mengolesi rotinya dengan selai. Ryn sepertinya masih kesal dengan Luhan karena kejadian semalam, gadis itu bahkan tak memberikan ciuman selamat pagi untuk Luhan.

“Mulai saat ini papa akan mengantar dan menjemputmu” Ryn seketika langsung tersedak mendengar pernyataan Luhan.

“Papaa Ryn bisa berangkat dan pulang sekolah sendiri” tolak gadis itu.

“Pulang sekolah dengan seorang namja, itu maksutmu?” Ryn langsung tersentak. Bagaimana papanya tahu kalau ia pernah pulang dengan seorang namja?

“Bibi Ahn yang memberi tahu pada papa” Jawab Luhan seolah bisa menebak apa yang dipikirkan anak gadisnya.

“P-ppa————“

“Tidak ada penolakan Ryn” Luhan langsung memotong perkataan Ryn. Ia tahu Ryn akan menolak keputusannya. Tapi mau bagaimana lagi? ia tidak ingin Ryn semakin larut dalam perasaan cintanya. ia masih kecil dan Luhan belum siap kehilangan hati gadis itu. maka dari itu mulai sekarang ia akan memperketat menjaga Ryn.

“Papa benar benar menyebalkan!!!”

***

“Sehun-ah, terimakasih telah membantuku menyelesaikan tugas piketku tadi” Ujar Ryn pada pria jangkung yang kini berjalan bersamanya. Oh sehun. Mereka berdua berjalan beriringan keluar gerbang sekolah. Yyah… ini memang sudah jam pulang sekolah dan mereka baru saja selesai mengerjakan tugas piket membersihkan kelas.

“Gwenchana, lagi pula aku senang menemanimu” jawab Sehun sambil tersenyum. ah benar benar manis! Dan kata katanya benar benar sukses membuat kedua pipi Ryn menjadi semerah tomat.

“Sehun-ah aku—————“ ‘TINN TINNN TINNNNN’ ucapan Ryn terpotong oleh suara klakson mobil yang dibunyikan beruntun. Okey! Gadis itu langsung tahu siapa tersangka yang mebunyikan. Dugaannya benar benar tepat saat seorang pria turun dari sebuah mobil audy hitam metallic yang terparkir tak jauh dari pagar sekolah. Ryn menghela napasnya kasar saat melihat sang papa yang berdiri dengan tangan yang terlipat di dada memandangnya.

“Sehun-ah, mianhe aku tak bisa pulang bersamamu”

“Kau dijemput?” Ryn mengangguk lemah. Sehun sekilas menatap wajah pria yang menjemput Ryn. Pria itu bahkan memandanganya tajam.

“Aku duluan… dan terima kasih untuk hari ini” Ryn meninggalkan Sehun dan berjalan kea rah Luhan yang menunggu. Tanpa basa basi, ia langsung masuk ke mobil dengan wajah kusut. Tak beberapa lama Luhan menyusulnya. Luhan langsung menjalankan mobilnya. Hening. Tak ada satupun dari mereka yang memulai percakapan. Padahal biasanya papa dan anak ini bertemu selalu ada saja bahan obrolan yang diperbincangkan.

“Jadi dia namja yang kau ceritakan semalam?” Luhan akhirnya menyerah dalam kebisuan. Namja itu memulai perbincangan meski dengan nada yang sedikit dingin. Ryn tetap terdiam tak menanggapi ucapannya. Gadis itu malah sibuk melihat keluar jendela, dimana banyak mobil dan kendaran yang melaju di jalan.

“Papa bertanya padamu Ryn!” Luhan sedikit meninggikan suaranya.

Ryn, gadis itu akhirnya menoleh. “Kalau aku jawab iya, apa papa akan memarahiku lagi? atau papa akan semakin mengekangku?!”

“Ryn!!”

“Baiklah jawabannya sudah kutemukan, papa akan membentakku” ujar Ryn enteng, namun tersirat ketakutan saat gadis itu mengatakannya. Apalagi saat tiba tiba Luhan mengerem mendadak mobilnya. Dan langsung menatapnya tajam.

“XI RYIN YI!! TAK BISA KAH KAU MENJAWAB PERTANYAAN PAPA DENGAN SERIUS!” bentak Luhan refleks. Ryn kembali bungkam. Bahkan gadis itu menunduk. Ia tak berani menatap wajah Luhan yang sedang marah. Tanpa terasa tetes air bening itu mengalir di wajahnya.

Luhan yang melihat itu langsung mengusap wajahnya. Apakah ia baru saja membuat anak gadisnya menangis? ah! Apa yang sudah ia lakukan! “Rynn… ma—mmaafkan papa” gumamnya. Tapi tetap saja gadis remaja itu masih menangis. malah semakin menjadi. Luhan tak tahu apa yang harus dilakukan. Pikirannya blank, dan terpaksa ia kembali menjalankan mobilnya dengan Ryn masih menangis.

***

Luhan menyandarkan kepalanya pada kursi di meja makan yang hanya ada dirinya dan setumpuk makanan di atas meja yang belum sama sekali disentuhnya. Ia tak mau makan tanpa ada Ryn disisinya. tapi sayangnya semenjak pulang sekolah tadi, gadis remaja itu mengurung diri di kamarnya.

Okey Luhan akui, ini salahnya karena tadi ia tidak sengaja membantak Ryn. Ia tak menyangka Ryn akan semarah ini padanya. Awalnya ia mengira amarah Ryn hanya sebentar, mungkin akan membaik 1 atau 2 jam. Tapi kali ini berbeda. Ini sudah ber jam-jam. Ryn bahkan tak mau keluar kamar, meski Luhan sudah meminta maaf padanya berkali kali.

“Apa papa pernah merasakan jantung papa berdetak dua kali lebih cepat ah tidak tiga kali lebh cepat atau mungkin seratus kali lebih cepat dari biasanya. Apa papa pernah merasakan hal itu?”

Tiba tiba kata-kata Ryn malam itu terngiang di pikiran Luhan. ah! Ini dia titik masalahnya. Saat kau mempunyai anak gadis yang sudah menginjak usia remaja, kau harus siap kehilangan separuh hatinya karena di usia itu cinta mulai tumbuh. Yaahh… dan inilah yang dikhawatirkan Luhan. ia belum siap untuk berbegi tempat dengan orang lain di hati anaknya. Ryn tetaplah gadis kecilnya, miliknya dan tak ada yang bisa mengambilnya dari Luhan. terdengar egosi memang yyah tapi itulah perasaan seorang ayah yang tidak ingin kehilangan anak gadisnya. Hmmm… setidaknya sampai Ryn benar benar tumbuh menjadi gadis dewasa.

Luhan bangkit dari duduknya. Ini tidak bisa dibiarkan. Ryn tidak boleh berlarut larut marah padanya. Yyah mungkin ini saatnya ia mulai berbicara dari hati ke hati pada anak gadisnya. Luhan mulai berjalan menuju ke lantai 2 tempat kamar Ryn berada. Belum sampai ia mengetuk pintu kamar itu, terdengar suara isakan dari dalam sana. Apakah Ryn menangis? putrinya menangis? oh Luhan apa yang telah kau perbuat!

“Kumaa~ Teman-teman Ryn di sekolah selalu bercerita pada mamanya saat mereka menyukai seseorang, tapi Ryn tidak punya mama… Mama Ryn ada di surga~ Ryn memang selalu bercerita pada mama… tapi Ryn tak pernah mendapatkan balasan apapun. lalu apa salah Ryn bercerita pada papa? tapi kenapa papa tidak mengerti perasaan Ryn. Papa bahkan memarahi Ryn… hikss”

Luhan tertohok saat kata-kata itu jelas terdengar di telinganya. Anak gadis itu sedang mencurahkan isi hatinya pada Kuma yang merupakan boneka Rillakumanya. Boneka yang diberikan Luhan saat ia masih bayi. Dan selama ini boneka itulah yang menjadi tempat curhat seorang Xi Ryin Yi.

Apa benar yang Ryn katakan? Ia sama sekali tak mengerti perasaan Ryn? Ah! Papa macam apa dirinya ini! Luhan menghela napas sedalam dalamnya. ia tidak bisa membiarkan Ryn semakin larut dalam kesedihannya. Ia mulai merogoh saku celananya mengeluarkan sebuah kunci. Yyap kunci cadangan kamar Ryn. Dimasukkannya kunci itu kedalam lubang pintu. Dan tak beberapa lama suara ‘ceklek’ terdengar.

Luhan membuka pelan pintu itu. pertama yang dilihatnya adalah Ryn yang terlungkup di atas boneka rillakuma dipangkuannya. Gadis itu pasti menangis. perlahan Luhan berjalan mendekati anak gadisnya itu. Ryn yang merasakan kehadiran seseorang segera mengangkat kepalanya. ia sontak kaget saat melihat Luhan kini duduk di hadapannya.

“Apa yang membuat gadis manis papa ini menangis Hmm?” tanya Luhan selembut mungkin.

Ryn. Gadis itu terdiam menunduk sambil menyeka air matanya. Ia tak berani menatap Luhan ataupun berbicara pada namja itu.

“Baiklah… papa mengaku salah. Maafkan papa… maafkan papamu yang membuatmu seperti ini Ryn”

Ryn masih terdiam. Luhan mulai melanjutkan kata-katanya. “Maafkan papa yang tidak pernah mengerti perasaanmu. Maafkan papa tidak bisa menjadi pengganti mama yang baik. Tapi jauh dari lubuk hati papa yang terdalam papa sangat menyayangi Ryn. Ryn itu segalanya bagi papa. Papa tak bermaksut melarang Ryn untuk jatuh cinta…tapi papa masih belum siapp, menurut papa Ryn masih gadis kecil papa…”

“Ryn sudah 16 tahun…” Ryn mulai mengeluarkan suaranya semenjak dari tadi terdiam.

“Papa tahu… dan mungkin mulai sekarang papa harus belajar membagi cinta yang selama ini Ryn berikan pada papa”

Ryn mengangkat kepalanya bingung. “Maksut papa?”

Luhan tersenyum. yyah mungkin ini yang harus ia lakukan. Ia harus belajar berbagi cinta di hati Ryn. Karena hati Ryn kini mungkin tidak sepenuhnya menjadi miliknya lagi. dan ia harus belajar akan hal itu.

“Ceritakan tentang namja bernama Oh Sehun itu”

[END]

jangan lupa tinggalin jejakkk RCLnya yyapp

see you di series berikutnya ‘-‘)/

Advertisements

191 responses to “[SERIES] Overprotective Daddy {Luhan Ver.} – Acchan

  1. Pingback: [SERIES] Overprotective Daddy {Suho Ver.} | SAY - Korean Fanfiction·

  2. Pingback: [SERIES] Overprotective Daddy {Suho Ver.} | Acchan's World·

  3. Pingback: [SERIES] Overprotective Daddy {Tao Ver.} | SAY - Korean Fanfiction·

  4. Pingback: [SERIES] Overprotective Daddy {Tao Ver.} | Acchan's World·

  5. kasian bgt luhannya jdi single parent,,,sini sini,,nikah sama aku aza han hehee,,*plak,,d gampar sehun 😀

    ceritanya menyentuh bgt,,,ngrti lah jdi luhan gmn sedihnya gmn g relanya klo anaknya udah mulai suka sama cwo lain…lebih tepatnya mgkn cemburu hehee
    baca yg lain ahhh 😀

  6. Wihhh keren bgt luhan udah jd bapak2 ea..
    Yg seriesnya luhan bagus sihh tp masih bagus yg suho.. Bikin aku nangis beneran

    Aku kira yg jd ryn itu ryn chibi ternyata enggak
    Jangan sampe yg jd ryn chibi!!no no no gk suka bgt!!

    Eh berarti ryn piatu?ya udah aku aja yang jd eommanya wkwk masak umur eommanya lebih muda dari anaknya ryn 16thn masak aku 12thn wkwkwk^^

    #abaikan-_-

  7. Pingback: [SERIES] Overprotective Daddy {Do. Ver} | SAY - Korean Fanfiction·

  8. Pingback: [SERIES] Overprotective Daddy {Chanyeol Ver.} | SAY - Korean Fanfiction·

  9. Pingback: [SERIES] Overprotective Daddy {Kris Ver.} | SAY - Korean Fanfiction·

  10. Omoo mau gtu baca ff luhan tpi udh punya ank trus cari jodoh haha dijadiin mama buat anknya. Lucu pasti apa lgi anaknya kyk yoogeun aigoo. Thorr buat dong, chapter gtu hehe. Ini ajh idh daebak ><

  11. kereen banget!! ceritanya menyentuh hati..
    emang sesuai judulnya, overprotective daddy. ini series kan? aku ketinggalan banget T.T
    aku baru nemu ff ini, tau-taunya yang Kris ver. udah keluar -_-
    yang kris itu yang ke12 kan?
    pokoknya keep writing, kak! lanjuut yaa^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s