DEVIL BESIDE ME (Final Chapter) – SANGHEERA

 Devil Beside Me Chapter18_2

DEVIL BESIDE ME (FINAL CHAPTER)

Author :: Sangheera

Cast :: Luhan of EXO as Human and Sera (OC) as Vampire^^

Support Cast :: Kris, Suho, Baekhyun and Chanyeol of EXO

Genre :: Sad, Romance, Fantasy

Length :: Multi Chapter

Rating :: PG-17

Disclaimer :: Fanfict ini adalah hasil dari kerja keras neuron di otak kanan author sendiri, jadi mohon jangan diplagiat yaaa…

1 || 2 ||  3 || 4 || 5 || 6 || 7 || 8 || 9 || 10 || 11 || 12 || 13 || 14 a || 14 b || 15 || 16 || 17 ||

Note :: Mungkin setting kali ini akan membuat kalian bingung, karena aku sendiri jujur agak kesulitan menggambarkannya. Aku-nya gaptek, jadi gak bisa ngegambarin teknologi dimasa depan itu kayak apa, hehe. Untuk teknologi itu, aku kasih link jika reader pengen tahu penjelasannya. Tolong terus dibaca sampai akhir dan memberikan kritik kemudian jika ada yang kurang sreg^^. Ohya, chapter ini ada yang terinspirasi dari Twilight dan mungkin akan mengingatkan kalian pada suasana di Gaza—Palestina sana. Aku bener-bener ngerjain ini sebelum pecah perang di Gaza, jadi jujur agak sedih saat baca ulang. LET’S PRAY FOR GAZA. Semoga saudara kita yang gugur di Gaza dalam keadaan syahid dan ditempatkan Allah SWT disurga yang indah, amin.

Sorry for typo~~

 

-o0o0o0o-

 

 I’ve been told, one day you’ll know

too much of heaven’s a sin

after the show, it’s only hell that it brings

so take it slow and let time heal everything

they say that time flies, but you keep breaking its wings

you’ll never fade, fade to black

 

(Tablo feat Taeyang – Eyes, Nose, Lips)

 

South Korea – 2057

Seragam berwarna hijau lumut. Tanda pangkat berbentuk trapesium warna ungu bergaris kuning dibagian tengah dengan 3 bintang, tersemat dibahunya. Postur tubuh yang tegap dan liat, hasil dari latihan keras dan kerja lapangan selama bertahun-tahun. Kontras dengan seluruh penampakannya yang tampak sangat berwibawa, pria itu memiliki wajah kecil dan mata yang indah khas pemuda asal negeri tirai bambu.

Wajahnya tampan dan cantik sekaligus. Bahkan meski ia berada didalam kesatuan militer, pria itu nampaknya tidak merasa perlu untuk memangkas rambutnya habis seperti yang banyak dilakukan oleh kawan sejawatnya. Ia percaya diri dengan poni yang menutupi dahi, dan rambut yang dicat warna coklat. Pria itu selalu begitu, nyentrik. Tapi, ketika ia berada diatas awan, mengendarai Chengdu J-50 Black Eagle—jet tempur siluman yang menggunakan teknologi tertinggi dizaman itu—dan bertempur melawan musuh dari negara lain, tidak ada yang bisa menandingi keahliannya. Julukannya adalah Sang Master.

Pria itu memamerkan senyum menawannya saat kakinya melangkah turun dari kokpit pesawat. Berjalan penuh percaya diri kearah para tentara lain yang menyambutnya. Setelah memberikan salam hormat, pria itu nampak mengedarkan pandangannya kesekitar. Tempat ini dulunya adalah sebuah bandara internasional Korea Selatan, namun sejak 3 tahun lalu berubah menjadi pangkalan udara militer China.

Ya, Bandara Incheon yang dulunya megah dan mewah sekarang tak lebih adalah sebuah barak militer. Setelah kejatuhan Korea Selatan pada Perang Dunia III yang terjadi 5 tahun terakhir ini, tidak ada yang tersisa dari Korea Selatan selain puing-puing. Korea Selatan sekarang adalah negara terjajah. Bendera kebanggaan mereka telah diturunkan, dan sekarang bendera-bendera warna merah dengan bintang kuning ditengah adalah penguasanya.

“Selamat datang di Korea Selatan, Captain Xi!”Seorang pria paruh baya yang nampak menyorotkan kesan tegas diwajahnya, maju untuk menyalami pria yang ternyata adalah seorang Captain itu. Sang Master yang sekaligus Sang Captain itu tertawa kecil dan menyambut uluran tangan pria paruh baya itu dengan hangat. Mata indahnya berbinar.

“Berhenti memanggilku Captain, Hangeng-ge. Kau tahu aku tidak suka panggilan itu!”

“Tapi kau memang Captain, Lu. Itu pencapaian terhebat yang bisa dilakukan seorang pria yang baru berusia 21 tahun sepertimu. Seharusnya kau bangga!”kata pria yang dipanggil Hangeng itu.

“Aku bangga, tapi ini juga membuatku canggung…”

“Ck… bahkan setelah perang hebat menaklukkan Amerika itu, kau masih saja tidak berubah. Monster diatas awan itu ternyata tetaplah anak muda tidak matang seperti ini.”Hangeng mengomel.

“Aku masih banyak membutuhkan bimbinganmu, ge…”

Hangeng mencebikkan bibirnya. “Benar, kau masih berada jauh dibawah levelku, Xi Luhan. Omong kosong julukan Sang Master itu.”

Pria itu—ya, dia adalah Luhan—tertawa mendengar perkataan Hangeng. Sama sekali tidak tersinggung mendengar omelan seniornya dimiliter yang sudah sejak 5 tahun lalu ditugaskan untuk menangani Korea Selatan.

“Bagaimana kabar Seoul, ge? Apa benar kita tidak bisa kesana?”tanya Luhan sambil mensejajari langkah Hangeng menuju kantor tempat Hangeng bertugas.

“Ya, Seoul benar-benar hancur total, Lu. Kau tahu sendiri, bagaimana kita sudah menekan Korea untuk mundur dan mengaku kalah. Kita memberi negara ini ultimatum hingga 3 kali. Tapi, Korea Selatan benar-benar negara sombong. Dengan kekuatan militer yang jauh dibawah kita, mereka masih saja menggertak. Padahal Amerika sudah lepas tangan. Jepang juga sudah menyerah. Apalagi yang dipunyai negara ini selain harga diri? Karena itu, atasan kehabisan kesabaran. Kami terpaksa meledakkan kota itu dengan bom nuklir…”

“Sayang sekali. Padahal kita menargetkan untuk menjadikan Korea Selatan sebagai partner. Negara persemakmuran Chinna.”

“Mereka lebih memilih mati daripada menjadi negara yang dijajah. Pada akhirnya semua mengalami kerugian, karena potensi Seoul tidak bisa kita manfaatkan lagi. Kota itu menjadi kota mati. Radiasi nuklir disana jauh lebih parah daripada di Chernobyl. Tidak ada yang boleh masuk kekota itu lagi, Lu.”

Luhan tersenyum pahit. “Banyak hal yang berada diluar prediksi selama perang ini, ge. Aku juga kehilangan lebih banyak pasukan dari yang kita perhitungkan.”

“Yah… paling tidak, Amerika ternyata tidak terlalu menyulitkanmu kan, Lu. Mereka tahu kapasitas mereka sekarang dan bagaimana cara untuk menyelamatkan diri. Tapi, situasi disini tidak baik. Kacau balau. Karena itu kau ditugaskan kesini kan?”

Luhan mengangguk kecil. “Ya…” Lalu langkah pria itu terhenti saat ia tiba dihadapan sebuah jendela kaca besar yang menyajikan pemandangan dunia diluar sana. Dunia yang begitu berbeda dari dunia yang ada didalam ingatannya.

Sera…

“Sayang sekali aku tidak bisa pergi ke Seoul. Padahal itu adalah kota yang paling ingin kukunjungi didunia ini setelah Liechtenstein…”ujar Luhan pelan.

“Memangnya ada apa di Seoul, Lu?”

Luhan tidak menjawab, dan hanya menampakkan senyum simpul. Luhan sendiri tidak tahu pasti apa yang ingin ia cari di Seoul. Karena baginya itu adalah sebuah kota asing yang tidak pernah sekalipun ia injak. Sejak kecil ia tinggal di Beijing China dan selama Perang Dunia III ini ia ditugaskan untuk berperang melawan Amerika di Samudera Pasifik. Tapi sejak kecelakaan yang ia alami 3 tahun lalu, saat pesawatnya ditembak jatuh dan dengan ajaibnya ia bisa terlempar dari pesawat tepat 5 detik sebelum pesawat meledak. Luhan mendapatkan ingatan yang sulit sekali ia percaya.

Tentang sebuah tempat yang begitu damai. Tentang dirinya yang memiliki sepasang sayap putih bercahaya dipunggungnya. Tentang dirinya yang memiliki berbagai kekuatan magic dan wajah tampan luar biasa. Tentang Suho, Xiumin, Chen, Lay dan seluruh penghuni dunia asing yang sangat indah. Lalu…

Tentang seorang gadis dengan sayap hitam dipunggung. Tentang gadis dengan kecantikan tak terperi. Tentang gadis yang mengalirkan sengatan listrik menyakitkan saat disentuh. Tentang gadis yang begitu Luhan cintai.

Ya, Luhan mengingat semuanya. Mengingat dengan jelas semua perjalanan hidupnya yang luar biasa 33 tahun lalu. Konyol bukan? Bagaimana mungkin Xi Luhan yang seorang manusia biasa berusia 21 tahun memiliki ingatan tentang dirinya 33 tahun lalu. Ini tidak masuk akal. Benar-benar tidak masuk akal.

Tapi tidak… jika ditelaah lebih jauh, semua ini begitu masuk akal. Semua pasti menjadi masuk akal jika mengikutsertakan campur tangan Yang Maha Kuasa didalamnya, bukan?

Begitu pula dengan Luhan.

Dirinya sekarang hanyalah seorang manusia biasa. Tapi Luhan ingat semuanya. Ia mengingat dengan baik semua kejadian hidupnya sebelum sayapnya patah dan merubahnya menjadi manusia. Terutama ingatan tentang hari itu, ingatan mengerikan yang membuatnya tidak bisa tidur nyenyak dan terkena insomnia parah setelah ingatannya kembali.

Hari itu, 33 tahun yang lalu, seorang malaikat bernama Xiumin menyampaikan sebuah kiriman padanya. Sebuah kotak hitam yang dikirimkan oleh seseorang dari dunia bawah. Lantaran berpikir bahwa itu mungkin adalah pesan dari Sera, Luhan tergesa membuka isi kotak itu.

Itu memang adalah pesan dari Sera. Sebuah pesan yang mengatakan bahwa tubuh gadis itu kini telah lebur menjadi butiran pasir hitam. Hal yang terjadi jika makhluk dari dunia bawah kehilangan nyawanya.

Luhan ingat dunianya terasa runtuh hari itu. Dan ingatannya yang lain, ingatan yang lebih lama ada dan tersimpan dimemorinya menyeruak begitu saja. Mencekiknya sedemikian rupa oleh rasa sakit yang sarat didalam dadanya. Luhan melakukannya lagi. Ia telah membunuh gadis yang ia cintai, lagi.

Luhan marah, kecewa, ia membenci dirinya sendiri lebih dari apapun didunia ini. Dan karena amarahnya itu, Luhan lepas kendali. Dengan kekuatannya yang meledak tak terbendung, Luhan memorak-morandakan labirin yang mengurungnya. Amarahnya menggulung tiap inchi dunia atas. Menggegerkan tempat itu. Xiumin yang berada didekat Luhan saat itu tak pelak harus menderita luka parah ditubuhnya. Suho dibantu oleh Chen dan Kyungsoo terpaksa harus melumpuhkan Luhan dengan mengerahkan seluruh tenaga.

Lalu perintah itu datang. Sayap Luhan harus dipotong.

Suho mengiba, memohonkan ampun untuk Luhan. Tapi perintah tetap perintah. Tak ada tawar menawar. Tanpa adanya pilihan lain, Suho terpaksa melaksanakan perintah itu.

Suho memotong sayap Luhan. Membuat Luhan berubah menjadi kepingan jiwa yang suci kembali. Luhan harus dilahirkan kembali menjadi manusia agar ia bisa hidup.

Dan beginilah akhirnya. Luhan yang sekarang.

Awalnya Luhan juga tidak bisa mempercayai ingatannya itu. Luhan pikir itu semua adalah imajinasi gilanya, bahkan Luhan sempat memeriksakan dirinya ke Psikiater karena mengira dirinya menderita schizophrenia atau apa. Tapi, Luhan waras. Tidak ada yang salah dengan otaknya. Luhan semakin yakin saat suatu hari seseorang yang ada diingatannya mengunjunginya. Ya, Xiumin. Pria itulah yang akhirnya meyakinkan Luhan bahwa dirinya memang versi lain dari Luhan atau Lucifer didunia atas. Ini mengejutkan. Sangat!

Luhan sendiri menyadari bahwa kembalinya ia hidup sebagai manusia adalah sebuah hukuman untuknya. Hidupnya tidak pernah mudah. Ia terlahir dikeluarga miskin. Ayahnya adalah seorang bekas tentara yang cacat dan ibunya adalah seorang wanita yang didera sakit sepanjang hidupnya. Luhan kecil hidup ditengah kerasnya dunia. Terpaksa ikut kamp militer demi mendapatkan makan setiap hari. Untungnya sebagai mantan malaikat, Luhan masih memiliki kemampuan yang lebih tinggi dari manusia kebanyakan. Karirnya dimiliter melesat cepat. Meski pada akhirnya, ia harus lagi-lagi menjalani kehidupan yang keras karena meletusnya Perang Dunia III. Berkali-kali hampir mati dan berkali-kali melihat kematian sahabat-sahabatnya. Semua ingatan akan penderitaan seumur hidupnya itu melekat kuat diotaknya.

Apalagi sekarang, ditambah ingatan tentang masa lalunya sebagai malaikat dan Sera.

Ingatan tentang Sera, terutama, adalah hal yang paling menyiksanya. Kenyataan bahwa Luhan masih mengingat perasaan cintanya pada gadis itu, mengingat setiap detil paras gadis itu dan kenyataan bahwa dirinya tidak akan bertemu Sera lagi adalah hukuman terberat yang harus Luhan tanggung. Luhan menderita karenanya. Apalagi tidak ada satupun yang tersisa untuk mengenang gadis itu selain dari ingatannya. Liecstenstein dan Seoul sudah musnah akibat perang. Luhan kehilangan jejak cintanya dan Sera.

Luhan yakin, karena itulah Tuhan mengembalikan semua ingatan padanya. Untuk menghukum Luhan.

“Ini foto-foto dari para korban…”Hangeng menampilkan hologram dihadapan Luhan yang duduk dengan ekspresi serius disofa mewah ruang kantor Hangeng. Hologram itu menampakkan gambar-gambar mayat mengenaskan. 2 bulan ini ada kasus aneh di Korea. Pembunuhan merajalela di negara yang tengah terpuruk ini. Hal itulah yang membuat Hangeng menggunakan istilah ‘kacau balau’ untuk menjelaskan kondisi Korea saat ini.

Bukan hanya sekedar pembunuhan biasa karena targetnya benar-benar dipilih secara random. Entah itu penduduk asli atau para tentara china, sepertinya pembunuh kali ini tidak pandang bulu dalam memilih korbannya. Pola ini sangat aneh, jika kasus ini adalah kasus pembunuhan berantai, biasanya pembunuh akan memilih korbannya dengan ciri khas tertentu. Seperti halnya pembunuh legendaris Jack The Ripper yang hanya membunuh wanita.

Karena kasus inilah Luhan dikirim keKorea. Ia dipercaya untuk menuntaskan kasus ini sesegera mungkin.

Luhan memicingkan matanya melihat foto-foto para korban tersebut. Dengan gerakan tangannya, Luhan menarik elemen hologram dengan ketajaman 6000 pixel itu agar lebih dekat kearahnya. Zaman itu, hologram dan Google Glass telah merajai teknologi komunikasi dan informasi didunia. Handphone dan tablet sudah sejak lama tak digunakan lagi. “Ada gigitan dileher mereka?”

“Ya, itu poin kesamaan dari kasus pembunuhan ini. Gigitan dileher. Bukankah ini mengingatkan kita pada legenda tentang vampire yang populer ditahun 2010-2020 lalu? Ah… iya kau belum lahir saat itu, Lu. Tapi dulu ada film berjudul Twilight yang populer sekali. Film konyol. Sama konyolnya dengan mereka yang percaya bahwa kasus pembunuhan berantai ini adalah perbuatan vampire…”

Hangeng salah, Luhan tentu saja tahu film itu, ia ingat pernah menontonnya bersama teman-temannya dulu saat masih menjadi malaikat dan menyamar sebagai manusia. Kisah Bella dan Edward yang legendaris. “Kau tidak percaya adanya vampire, ge?”

Hangeng mendengus. “Itu hanya legenda, Lu. Mana ada makhluk semacam itu didunia ini?”

“Lalu apa penjelasan masuk akal yang gege miliki untuk menjelaskan semua kasus ini?”Luhan menggeser-geser hologram dihadapannya, sehingga gambar-gambar itu berganti-ganti seperti saat kita membalik halaman buku. Beberapa kali Luhan nampak memperbesar tampilan gambar dan mencermati tiap luka yang ada ditubuh korban. Luhan juga mencermati dengan seksama bekas gigitan yang ada dileher mereka. “Ini jelas bukan perbuatan manusia. Benda apa yang bisa menancap dileher mereka dan membuat lubang semacam ini selain taring. Lalu hasil otopsi juga mengatakan bahwa para korban ini mati karena kehabisan darah, bukan? Jika bukan vampire, tolong beri aku opsi siapa yang ada dibalik ini semua, ge.”

Hangeng menatap Luhan tak percaya. “Jadi ternyata kau adalah salah satu dari mereka yang percaya dengan legenda omong kosong ini, Lu?”ujarnya dengan nada suara yang menyiratkan kekecewaan. Hangeng kira Luhan yang terkenal jenius ini akan berpikir secara rasional dan tidak mempercayai adanya keberadaan makhluk mistis itu seperti dirinya.

“Ini bukan omong kosong, ge…”kata Luhan tegas. Bagaimana bisa Luhan menganggap ini legenda omong kosong dan kemungkinan irasional jika dirinya sendiri telah melihat bahwa iblis dan malaikat memang benar-benar ada didunia ini.

“Bukankah ada kemungkinan bahwa ini adalah perbuatan hewan buas? Banyak hewan buas yang berkeliaran dikota setelah perang, Lu…”

“Atau manusia yang gennya termutasi? Seperti dalam film almarhum Will Smith itu—I Am Legend. Gege bilang radiasi nuklir di Seoul benar-benar luar biasa.”Luhan menyeringai.

“Memangnya ini film Sci-fi?!”Hangeng kesal. Teori-teori Luhan makin lama makin ngaco. Sebenarnya, Hangeng sendiri juga tidak yakin untuk mengungkap kasus ini teori mana yang sebenarnya bisa dikatakan masuk akal dan mana yang tidak. Semua serba ambigu dan tidak ada petunjuk selain bekas gigitan itu. Pelakunya benar-benar pandai dalam urusan tidak meninggalkan jejak. Ia bahkan entah bagaimana caranya bisa luput dari pengamatan satelit diluar angkasa sana. Satu kemungkinan lain yang paling masuk akal yang bisa Hangeng simpulkan sejauh ini hanya bahwa pelakunya benar-benar cerdas. Amat sangat cerdas. Yang membuat kesimpulannya bahwa semua ini adalah perbuatan hewan buas langsung terbantahkan seketika.

Apa mungkin memang vampire? Atau manusia mutan?

“Kalau begitu aku akan pergi ke TKP, ge. Mungkin aku bisa menemukan sesuatu disana…”pamit Luhan.

Hangeng hanya mengangguk dengan kening yang masih terlipat.

Kasus ini sungguh tidak mudah. Luhan sendiri nyaris putus asa karena selama 1 bulan di Korea ia tidak mendapatkan petunjuk apapun. Bahkan 3 hari yang lalu, Luhan sempat kecolongan. Salah satu prajurit didivisi Captain Zhang ditemukan tewas dengan gigitan dileher. Mayatnya ditemukan tergeletak dekat reruntuhan mall di pusat kota Incheon. 2 orang kawannya yang pergi patroli bersamanya saat itu mengatakan bahwa tiba-tiba saja prajurit itu hilang saat mereka sedang patroli.

Ini pasti bukan perbuatan manusia.

Hari ini, Luhan pergi bersama salah satu bawahannya mengecek hingga kepinggiran Kota Seoul yang sekarang menjadi forbidden area. Teknologi pelindung yang dikembangkan khusus oleh China untuk menangkal penyebaran radiasi nuklir dipasang membentengi tempat itu. Luhan mengecek kadar radiasi lewat Google Glass-nya. Kadar radiasi menunjukkan ia berada dalam area aman.

“Apa satelit kita benar-benar tidak bisa mengambil gambar tempat ini?”tanya Luhan pada prajurit yang menemaninya, Ji Yuwei.

“Tidak, captain. Radiasi nuklir disini menyebabkan kamera kita tidak bisa melihat kedalam kota.”

“Radiasi nuklir ya…”gumam Luhan. Mata pria itu menatap tajam kekejauhan. Kedalam Kota Seoul yang telah berubah menjadi kota mati yang porak poranda. Seluruh bangunan hancur lebur, menunjukkan bagaimana dahsyatnya nuklir yang meledakkan tempat itu. Bahkan bukit tempat Menara Namsan dulu berdiri, sekarang tidak ada lagi.

Setelah berbagai laporan yang diterimanya dari seluruh penjuru Korea tentang kasus ini dan tidak ada yang memberinya sebuah titik terang, Luhan mulai mencurigai Seoul. Mungkin tempat inilah sarang para makhluk yang membunuh banyak manusia disini. Karena manusia sendiri tidak bisa masuk ke Seoul, tempat ini sungguh akan menjadi Zona Aman untuk mereka.

Tapi jika ini memang perbuatan Vampire, apa yang harus Luhan lakukan untuk menghentikan mereka?

Luhan jadi teringat pada satu-satunya Vampire yang pernah ia kenal. Undertaker atau Heechul. Paman Sera.

Luhan menghela napas dalam. Lagi-lagi. Ingatannya terbawa pada Sera. Sungguh. Mengingat gadis itu benar-benar membuat Luhan sakit. Kenyataan bahwa Sera telah mati benar-benar…

“Kita kembali kemarkas,”Luhan melangkah pergi dari tempat itu. Ia berjalan mendahului Ji Yuwei untuk menyembunyikan roman wajahnya yang pasti nampak kacau. Luhan tidak mau tampak menyedihkan didepan bawahannya.

“Captain!”panggil Ji Yuwei saat ia dan Luhan telah setengah jalan menuju mobil Range Rover mereka.

Luhan berbalik. “Ada apa, Prajurit Ji?”

“Apa anda tidak mendengar sesuatu?”Ji Yuwei nampak mengedarkan pandangannya kesekeliling dengan raut serius.

Luhan diam dan ikut menajamkan pendengarannya. Ji Yuwei benar, Luhan mendengar suara erangan kesakitan dari balik reruntuhan bangunan diarah jam tiga. Luhan dan Ji Yuwei saling berpandangan lalu sedetik kemudian mereka berdua udah melesat menuju tempat itu. Beberapa kali Luhan dan Yuwei harus melompati reruntuhan dinding. Tubuh dua prajurit China itu begitu gesit. Mereka semakin menambah kecepatan mereka saat suara erangan itu semakin terdengar jelas. Sedikit lagi. Mereka harus menyelamatkan orang itu.

Luhan dan Ji Yuwei terkesiap saat melihat pemandangan mengerikan dihadapan mereka. Sekitar 10 meter dari tempat mereka berdiri, seorang pria yang dilihat dari seragamnya adalah prajurit Angkatan Laut China, nampak tergeletak ditanah. Tubuh pria itu mengejang, matanya mendelik dan dari bibirnya keluar erangan kesakitan.

Yang paling mengerikan dari itu semua, hal yang membuat Luhan dan Ji Yuwei dilanda rasa takut adalah pada kepala yang ada dileher laki-laki itu. Pemilik kepala itu jelas-jelas sedang menancapkan taringnya dileher prajurit itu. Makhluk itu memiliki rambut yang panjang dan indah. Tubuhnya dibalut dengan kaos tanpa lengan putih dan rok pendek sepaha warna merah.

Vampire wanita.

Luhan mengeluarkan pistol dan membidikkan ketubuh vampire itu. Ia tidak boleh membiarkan begitu saja vampire itu membunuh prajuritnya didepan matanya. Namun lagi-lagi Luhan harus terkejut saat tiba-tiba vampire itu menegakkan kepalanya dan dengan matanya yang merah darah itu ia memandang lurus kearah Luhan dan Ji Yuwei berada. Ji Yuwei sampai terjatuh saking terkejutnya.

Bukannya takut karena ketahuan, vampire itu malah berdiri dengan penuh percaya diri dan menampakkan seringaiannya. Bibir vampire itu belepotan darah. Dengan jarinya, ia menyeka bibirnya dan menjilat darah ditangannya dengan tatapan mengintimidasi.

Tubuh Luhan membeku, mata pria itu membelalak lebar.

“C-captain, sebaiknya kita pergi dari sini…”suara Ji Yuwei bergetar. Prajurit itu benar-benar ngeri membayangkan dirinya akan menjadi santapan gadis vampire itu selanjutnya. Ini benar-benar diluar akal sehatnya. Ji Yuwei sendiri adalah salah satu yang tidak percaya dengan keberadaan makhluk-makhluk dunia bawah seperti vampire. Tapi melihatnya langsung seperti sekarang sungguh membuat nyali Ji Yuwei ciut. Pria itu menarik bagian belakang kemeja biru Luhan, memohon pada captainnya itu untuk tidak melawan vampire itu dan pergi saja dari tempat ini.

Tapi Luhan tak bergeming. Pria itu terpaku ditempatnya. Luhan dan gadis vampire itu saling pandang.

Oh… ini gila. Luhan nyaris tidak mempercayai apa yang ia lihat. Seolah seluruh ingatannya sekarang melompat keluar membentuk objek dihadapannya ini. Luhan merasakan seluruh tubuhnya lemas saat paras cantik itu ada mewujud nyata didepan matanya.

Bentuk wajah itu sama persis dengan yang pernah Luhan tangkup dengan kedua tangannya. Kening yang sama persis dengan yang pernah Luhan kecup. Bentuk mata yang sama indahnya meskipun dengan warna iris yang berbeda. Lalu hidung lancip itu. Bibir itu… uh… bagaimana bisa gadis vampire itu memiliki paras yang sama dengan kekasihnya. Dengan Sera-nya yang telah tiada.

Gadis vampire itu berbalik. Hendak pergi. Tidak! Jangan!

 “C-captain!”Ji Yuwei berteriak panik saat tiba-tiba Luhan melompat kedepan, berlari mengejar gadis vampire itu.

Luhan berhasil menangkap pergelangan tangan gadis vampire itu, membuat gadis itu berbalik dengan ekspresi terkejut. Manusia mana yang berani menangkapnya seperti ini!

“Sera!”nama itu keluar dari bibir Luhan, matanya tertuju tepat pada mata gadis dihadapannya ini. Oh, bahkan ekspresi kagetnya sama persis seperti ekspresi Sera yang ada diingatan Luhan. Bagaimana ini bisa terjadi?

“Kau…”suara gadis duplikat Sera didepannya ini bagaikan lagu ballad terbaik yang pernah Luhan dengar. Luhan hampir tidak mampu menguasai dirinya. Sera-nya masih hidup. Ia akhirnya bisa kembali bertemu dengan Sera, oh, ini keajaiban!!

“…siapa?”

Eh?

“Bagaimana kau bisa tahu namaku?”

Bibir Luhan ternganga. Tidak mungkin…

“Ahhh… didunia ini segala puji hanya pantas ditujukan pada-Nya, pada Yang Maha Pemurah, Maha Pengasih dan Penyanyang. Sungguh hebat kasih sayang yang Dia berikan pada Luhan dan Sera…”Seorang pria nampak duduk bersandar dengan santai diatas bangku taman. Mata bening indah miliknya menatap lurus pada kerumunan manusia dihadapannya.

Pria disebelahnya, yang memiliki dagu lancip dan mata tajam bagai elang nampak mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Pria itu jelas tidak sesenang pria pemilik mata bening indah. Wajahnya terlihat kesal dengan alis yang mencuat keatas dan kening mengeryit.

“Kau masih saja tidak terima ya, Kris?”Pria bermata bening indah yang tak lain adalah Suho itu menoleh pada pria disebelahnya—Kris.

“Beliau selalu saja tidak adil padaku,”keluh Kris.

“Sera memang bukan ditakdirkan untukmu,”balas Suho santai sekali yang membuat Kris ingin mematahkan leher Sang Raja Malaikat itu.

“Jadi malam itu kau menolong Sera, kan?”Suho yang tidak peduli dengan kekesalan Kris melontarkan pertanyaan retoris. Tentu saja Suho tahu jawabannya. Suho selalu tahu. “Kau yang seperti itulah yang membuat Sera akhirnya kembali pada Luhan, Kris.”

Kris mendengus sebal.

Ya, Suho benar. Hari itu, 33 tahun lalu jika dihitung dengan penanggalan manusia, saat Sera telah kehilangan kewarasannya dan berusaha menghujamkan pedangnya lurus-lurus kearah jantungnya, Kris menarik lengan Sera. Meloloskan gadis itu dari maut.

Tapi, pedang itu mengenai sayap Sera, membuat salah satu sayap Sera patah. Sera mengerang kesakitan dan Kris tidak punya pilihan lain selain memotong sayap yang satunya untuk membebaskan Sera dari rasa sakit yang mendera punggungnya. Sayap itulah yang Kris kirim kepada Luhan untuk menipu pria itu.

Apa yang terjadi pada iblis yang kehilangan sayapnya? Ia akan berubah menjadi makhluk rendahan dunia bawah.

“Jika sayapku patah, aku akan menjadi makhluk rendahan didunia bawah. Seperti makhluk-makhluk yang menjadi pengikut Penyihir Putih di Narnia. Tapi karena kecantikanku, mungkin aku akan menjadi Vampire, Empousa, Dwiwozona, Naiad, Dryad, Alkonost dan sebagainya. Tapi tetap saja, itu lebih mengerikan daripada mati…(Chapter 3 )”

“Dia dulu iblis. Tapi jalan pikirannya yang aneh itu membuatnya berakhir dengan memotong sayapnya sendiri dan berubah menjadi Vampire…(Chapter 13)

Bulu hitam mengkilat yang berubah menjadi pasir… hanya bulu. Hanya sayap.

“Kau berubah menjadi vampire dan lupa tentang diriku?”

Gadis vampire itu—Sera—berusaha menarik tangannya lepas, tapi Luhan tidak membiarkannya. “Kau sungguh lupa siapa aku?”tuntut Luhan.

“Aku tidak punya ingatan apapun tentang kau! Dan apa kau bilang? Bahwa aku dulu iblis, karena itu aku menjadi vampire? Omong kosong! Aku dulu adalah manusia, ayahlah yang merubahku….”

“Ayah?”Satu nama terlintas dibenak Luhan. “Baekhyun bersamamu? Jadi dia selamat?”

Sera tersentak. “Bagaimana kau bisa tahu nama ayahku?” Iris gadis itu berubah merah cemerlang. Sikapnya berubah lebih defensif. “Siapa kau?!”tanyanya tajam.

“Luhan… aku Luhan…”Hati-hati dan penuh penekanan, Luhan menyebutkan namanya. Ia berharap dengan begitu Sera akan menemukan lipatan memori tentangnya. Luhan maklum, karena dulu ia toh pernah melupakan tentang jati dirinya yang sebenarnya, ada kemungkinan Sera juga mengalami hal yang sama setelah perubahan wujudnya.

Tapi reaksi Sera tidak seperti yang Luhan harapkan. Gadis itu mengeryit, wajahnya sama kerasnya seperti saat pertama mereka bertatap muka. Tidak ada perubahan ekspresi yang berarti. Apalagi senyum cerah dan tawa bahagia, tidak, tidak ada hal seperti itu. Sera tidak mengingat apapun.

“Kau ini siapa, Luhan?”

Luhan kecewa.

“Rumah sakit. Apartemenku di Seoul. Pulau di Samudera Pasifik. Lalu… Vaduz. Kau sungguh tidak mengingat itu semua?”

“Hentikan kata-katamu yang berbelit-belit itu, Luhan! Kau ini siapa? Bagaimana manusia sepertimu bisa mengenalku dan ayahku?!”

“Jika aku bilang bahwa aku adalah kekasihmu, apa kau akan percaya?”

Sera membulatkan matanya. Tidak. Gadis itu tidak percaya. Luhan menghela napas sedih. “Kalau begitu pertemukan aku dengan ayahmu. Luka dipunggungnya dulu sepertinya telah membuat sayapnya patah, karena itu ia menjadi vampire kan? Sama sepertimu. Bukankah Undertaker ada bersamamu juga? Kau bisa membawaku bersamamu lalu semua akan kami jelaskan. Aku tidak tahu kenapa Baekhyun tidak menceritakan hal yang sebenarnya, tapi—“

“Hentikan!”potong Sera. Wajah gadis itu nampak gusar setelah mendengar kata-kata Luhan. “Apa kau sudah gila?! Masih mending sekarang aku tidak langsung menerkammu dan menghisap darahmu karena aku baru saja selesai makan. Tapi kau mau bertemu dengan ayahku?”Sera tertawa. Menertawakan Luhan yang nampak sangat tidak waras dimatanya. “Dan demi neraka! Kau juga mengenal Heechul? Oh, kau pasti benar-benar pria dari masa laluku. Tapi kau seorang manusia, kau tahu kan akibatnya jika berurusan dengan kami? Jadi sebaiknya, lupakan saja kenangan masa lalumu itu. Aku tidak berminat untuk mengingatnya…”

“Tidak. Tidak bisa…”Luhan bersikeras. Mana mungkin Luhan akan membiarkannya begitu saja. Setelah penderitaan panjangnya karena merindukan Sera, sekarang gadis itu ada dihadapannya. Luhan tidak akan melepaskannya apapun yang terjadi.

“Kenapa tidak bisa?! Kau manusia paling bodoh yang pernah aku kenal, Lu!”

“Karena aku mencintaimu!!”Luhan menatap lurus kemanik mata Sera. Menghujamnya dalam dengan ketulusan dan kelembutannya.  “Aku mencintaimu, Sera…”

You’ll never fade, fade to black

“Pada akhirnya ingatan itu bukanlah sebuah hukuman…”Suho berkata pelan. Matahari menukik turun diufuk barat. Menyisakan semburat merah yang melukis langit. “Karena dengan ingatan itu, Luhan bisa menemukan Sera.”

Kris yang duduk disebelah Suho hanya diam mendengarkan. Matanya tertuju pada pemandangan dihadapannya tapi fokusnya hilang. Raja para iblis itu membawa pikirannya melayang jauh. Membuatnya terjatuh dalam lamunan.

Setelah Sera berubah menjadi vampire, sebenarnya gadis itu tidak kehilangan ingatannya. Tapi, ketika Kris dengan besar hati mau menerima Sera apa adanya dan tetap menawarkan tahta permaisuri padanya, gadis itu menolak. Kris yang kecewa, memantrai Sera dan membuat Sera kehilangan seluruh ingatannya.

“Geurae, inti dari cerita ini adalah Luhan dan Sera, tentu saja sang tokoh utama harus mendapatkan akhir yang bahagia. Sekarang tinggal bagaimana Luhan kembali mendapatkan gadis itu, aku sudah tidak peduli!”

Suho tertawa. “Hooo… Tuan Kris~ nampaknya kau sekarang semakin dewasa, eo?”Suho menepuk-nepuk pundak Kris. Kris yang merasa jengah dengan sikap Suho menggeser pundaknya menjauh. Tapi Suho tetaplah Suho, dia benar-benar malaikat usil yang menyebalkan. Dengan tawa kerasnya ia mencondongkan tubuh dan berusaha menggapai pundak Kris, menepuk-nepuknya lagi. Semakin Kris menghindar semakin gencar Suho menggodanya. Astaga, dua Raja ini benar-benar seperti anak kecil.

“YAK!!”bentak Kris kesal.

Suho terkekeh. “Tenang saja Kris, kau juga nanti punya jatahmu sendiri…”Pria berwajah bersih dan bercahaya itu melemparkan lagi tatapannya kedepan. Kearah kerumunan para pengungsi Korea yang mengantri demi jatah ransum. Korban perang tak ubahnya gelandangan ditempat ini. Mereka hanya makan jika tentara China memberi mereka ransum. “Bahkan ditempat menyedihkan ini, mungkin kau akan menemukan cahaya, Kris…”

Kris tertegun. Dari tatapannya jelas sekali Sang Raja Iblis itu bingung dengan kalimat yang Suho lontarkan. Suho yang selalu selangkah lebih tahu dari dirinya itu, tersenyum penuh arti pada Kris. Lalu sayap megah dipunggungnya melebar, dan sedetik kemudian sosok Suho telah lenyap.

Kris yang sendiri, hanya memandangi tempat kosong yang baru saja Suho tinggalkan dengan gerutuan pelan dibibirnya. Malaikat sok tahu itu benar-benar membuat kepala Kris nyaris pecah. Selalu saja bersikap sok misterius. Hahh… Kris bersumpah akan mencekiknya suatu saat nanti jika Suho berulah lagi seperti ini.

“Ahjussi…”

Suara manis dengan intonasi lucu membuat Kris menoleh. Dihadapannya sekarang berdiri seorang gadis kecil berusia 8 tahunan yang nampak kumal dengan baju rombeng dan muka kotor. Tapi mata gadis itu begitu bening, menampakkan kemurniannya. Bahkan Kris, seolah tersihir saat menatap gadis kecil itu.

“Ahjussi tidak mengantri makanan? Sebentar lagi ransumnya habis. Tentara tidak akan menambah jatah makan lagi.”

Kris masih kesulitan menguasai dirinya sendiri. Ini tidak mungkin. Bagaimana bisa…

“Waeyo? Ahjussi sakit?”tangan mungil gadis kecil itu terulur dan menyentuh pipi Kris. Kris tersentak. Matanya membulat saat rasa hangat mengalir dengan begitu lembut didalam dadanya. Perasaan ini tidak asing. Tapi bagaimana mungkin dengan gadis kecil ini. Kris tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya.

“Ahjussi tidak boleh sakit ditempat ini. Jika ahjussi sakit, ahjussi tidak akan kuat bekerja, lalu para tentara itu akan memukuli ahjussi. Ahjussi bisa mati seperti ayahku.”Mata gadis kecil itu berkaca-kaca. “Tunggu sebentar, aku akan memintakan ransum untuk ahjussi.”

Gadis itu meletakkan mangkuk berisi bubur kental berwarna coklat menjijikkan disamping Kris dan segera berbalik untuk meminta ransum. Tidak peduli bahwa nanti ia mungkin akan dipukuli karena meminta jatah 2 kali, ahjussi didepannya ini harus makan agar tidak sakit dan mati seperti ayahnya.

“Tunggu…”Kris meraih lengan kurus gadis kecil itu. Menahannya. Pria itu masih dikuasai rasa syoknya. Benar. Ia tidak salah. Identitas diatas kepala gadis ini tidak mungkin menipu. Gadis kecil ini manusia tapi bagaimana bisa masa usianya… dia Immortal? “Kau, bagaimana kau bisa hidup?”

“Apa maksudmu, ahjussi?”

“Aku sudah membunuhmu dulu! Bagaimana mungkin kau bisa hidup?!”teriak Kris frustasi.

Gadis kecil ini, benar-benar adalah makhluk itu. Makhluk menjijikkan yang Kris ambil dari dalam perut Sera. Makhluk yang telah Kris hancurkan. Apa mungkin? Oh… mungkin saja gumpalan berdenyut itu telah memiliki kepingan jiwa didalamnya dan Kris tidak menyadarinya. Sehingga ia hanya menghancurkan fisik makhluk itu dan membiarkan jiwanya melayang-layang hingga akhirnya menemukan tempatnya bernaung.

Didalam tubuh anak manusia ini.

“Aku tidak mengerti. Apa maksud, Ahjussi?”

Bola mata bening itu seolah menenggelamkan Kris pada pesonanya. Bahkan siratan ketakutan yang nampak dimata gadis kecil itu tak membuat Kris tergerak untuk melepaskan lengannya.

“Siapa namamu?”

Gadis kecil itu menatap Kris lamat-lamat sebelum akhirnya menjawab. “Cheonsa… Shim Cheonsa…”

Bibir Kris tertarik membentuk sebuah senyuman. Cheonsa? Malaikat?

“Bahkan ditempat menyedihkan ini, mungkin kau akan menemukan cahaya, Kris…”

Seoul berkabut dengan kungkungan atmosfer udara yang mematikan. Sebuah rumah yang masih berdiri kukuh nampak ganjil ditengah-tengah reruntuhan kota. Bahkan dengan kadar radiasi nuklis yang dikategorikan kedalam Rank15—Rank tertinggi sepanjang sejarah, yang artinya 80 kali lebih parah daripada radiasi nuklir di Chernobyl yang memiliki Rank 7—tidak membuat pria yang menghuni tempat itu merasa terganggu. Tubuhnya istimewa, keras dan abadi, radiasi nuklir sekalipun tidak akan mampu melumpuhkannya.

“Annyeong, chingu!”

Pria itu menoleh, dan seringaiannya melebar saat dilihatnya seorang pria bertubuh jangkung dengan sebuah sayap dipunggungnya nampak melambaikan tangan padanya.

“Annyeong, Chanyeol-a!!”

Chanyeol—si pria jangkung bersayap itu balas menyeringai. Menampakkan deretan giginya yang rapi dan putih. “Yak! Baekhyun-a, tidak bisakah kau mencari tempat tinggal lain yang lebih wajar untuk ditinggali? Aku merasa dunia kiamat tiap kali melihat tempat ini…”

“Wae?? Ini tempat yang nyaman.”

“Nyaman apanya? Apa kau tidak kasihan melihat Vibe harus memakai masker aneh itu tiap hari?”

Baekhyun sontak menoleh dan ia tidak bisa menahan tawanya saat melihat Vibe—si manusia salju—yang sedang berjalan dengan membawa nampan berisi sebotol besar Gin dan 2 gelas kecil memakai masker pelindung besar diwajahnya.

“Vibe hanya menyesuaikan situasi, seharusnya dia tidak akan apa-apa tanpa masker itu. Oh, Vibe! Tolong jangan berlebihan…”

“Disini benar-benar tempat yang buruk, tuan. Pemandangannya tidak bagus sama sekali! Kalau bukan karena kesetiaan Vibe pada tuan, Vibe sekarang pasti ikut tuan Undertaker tinggal di London,”omel Vibe. Baekhyun yang sudah mendengar omelan yang sama berulang kali dilontarkan oleh Vibe hanya tersenyum geli.

“Aku sungguh tidak keberatan kau tinggal bersama Undertaker, Vibe.”

Vibe tersinggung. “Tuan, tidak boleh menguji kesetiaan Vibe seperti itu! Bagaimana bisa Vibe meninggalkan tuan dan nona sendirian ditempat ini. Vibe kan punya harga diri dan kesetiaan. Sebagai makhluk buatan tuan, Vibe tentu saja harus disisi tuan…”

Vibe merepet panjang lebar. Baekhyun masih bisa mendengar semua omelan Vibe meski manusia salju itu telah menghilang kedapur. Semenjak kejadian di Vaduz, Vibe memang tak pernah sedetikpun meninggalkan Baekhyun. Baginya apa yang terjadi pada Baekhyun lalu adalah bagian dari kegagalannya melindungi tuannya itu.

Baekhyun sendiri sekarang bukanlah lagi Baekhyun yang dulu. Sabetan pedang Kris yang melukai punggungnya telah merusak inti sayap dipunggungnya. Sehingga Baekhyun yang seorang iblis tak terselamatkan lagi dan harus bertransformasi menjadi seorang vampire. Karena kondisinya yang menyedihkan ini, Baekhyun sempat enggan untuk menemui Sera. Tapi ternyata…

“Sudah 33 tahun berlalu, kurasa kau sudah banyak beradaptasi dengan wujud barumu ini, Baek…”

“Yah… pada awalnya aku bukanlah makhluk yang memiliki kebutuhan khusus, tapi sekarang aku bisa gila jika tidak menghisap darah manusia. Ini berat. Aku sungguh hormat pada Undertaker yang bisa mengatasi semua penderitaan ini. Apa kabar dunia bawah, Yeol?”

“Semua iblis sedang bersenang-senang sekarang, kau tahu sendirilah, perang selalu menjadi pesta besar. Tapi yah…”Chanyeol menyandarkan tubuhnya disandaran sofa. Menatap Baekhyun dengan tatapan penuh arti. “… dunia bawah tidak seru lagi karena tidak ada kau, Baek.”

Baekhyun yang sedang meneguk segelas gin, menghentikan aktifitasnya. Matanya yang kecil namun memiliki sorot tajam itu menghujam kearah Chanyeol. Chanyeol yang ditatap seperti itu, buru-buru mengalihkan arah pandangannya. Tiba-tiba saja suasana berubah canggung.

“Aku sudah bilang padamu kan, yeol?”Baekhyun meletakkan gelasnya.

“M-mwo?”

“Bahwa aku tidak tertarik pada sesama pria.”

Chanyeol melotot dan menegakkan punggungnya. “Y-yak!! Bukan itu maksudku!!”teriaknya tidak terima.

Baekhyun terkekeh. Menyenangkan sekali menggoda sahabatnya ini. Meskipun sekarang mereka bukan makhluk yang setara, tapi Chanyeol tetap setia disisinya.

“Oh iya.. dimana gadis itu, Lu? Anak manjamu tercinta…”

“Sera?”Baekhyun tertawa kecil. “Ahhh…dia tidak dirumah. Beberapa minggu ini Sera punya mainan baru”

Chanyeol mengeryit. “Mainan baru?”

“Eo. Setelah aku merahasiakan semuanya agar Sera tidak mengingatnya lagi, siapa sangka Tuhan masih berbaik hati mempertemukan mereka berdua…”

“Mwo?! Maksudmu, Sera dan pria itu—”

Baekhyun mengangguk. “Ya…”

Bite me! And I’ll be yours forever!

Senyum tak pernah lepas dari bibir Luhan. Lensa mata pria itu seolah tak pernah puas merekam objek dihadapannya. Seorang gadis dengan tinggi tubuh semampai, dibalut dengan gaun hitam sederhana dan rambut hitam tergerai lembut dipunggung, nampak berdiri dengan anggunnya didepan jendela. Tirai putih dikanan-kiri gadis itu—yang tak lain adalah Sera—melambai tertiup angin malam.

Luhan duduk disofa, menyilangkan kakinya sambil terus mengamati gerak-gerik Sera. Kenangannya terbawa keapartemen tempatnya tinggal di Seoul, tempat dimana Sera dan dirinya pernah tinggal bersama dulu. Kali ini, apartemen sederhana Luhan di Incheon menjadi lokasinya dan Sera berada. Gadis itu, sejak mereka bertemu beberapa hari lalu, menjadi sangat penasaran pada Luhan. Alasan itulah yang membuatnya datang dan datang lagi setiap harinya.

Pria dengan wajah tampan itu beranjak dari duduknya. Menghampiri Sera yang terpaku menatap bulan purnama dilangit. Lengan pria itu menyusup diantara tangan Sera, melingkarkannya dipinggang gadis itu. Bagian depan tubuhnya Luhan lekatkan dipunggung Sera sementara ia menyandarkan dagunya dengan nyaman dibahu gadis itu. Aliran listrik menyakitkan ketika menyentuh Sera sudah tidak ada lagi. Sekarang digantikan rasa dingin menggigit dari tubuh gadis itu. Sera adalah vampire. Mayat hidup.

“Meski kau mencintaiku, bukan berarti kau bebas memelukku seperti ini, Lu!”ujar Sera dengan nada kesal. Jemari gadis itu berusaha mengurai lengan Luhan yang melingkar dipinggangnya, tapi Luhan tidak berniat sama sekali untuk melepaskan Sera. Pria itu bergeming. Keras kepala. “Bau darahmu menyiksaku, ara?”

“Kita pernah melakukan yang lebih dari ini…”Luhan bergumam pelan. Ukh, seandainya Sera memiliki degup jantung dan semburat merah diwajahnya, pasti jantung gadis itu akan berdenyut cepat dan pipinya memerah mendengar kata-kata Luhan. Sera menurunkan arah pandangannya. Merasa malu melihat pantulan bayangan dirinya dan Luhan dikaca jendela.

Sera tidak mengerti. Sejak kapan kehadiran manusia ini bisa membuat Sera kacau seperti ini, uh?! Meski Luhan berkali-kali meyakinkan dirinya bahwa ia dan Luhan pernah mencintai 33 tahun yang lalu, tapi Sera masih tidak bisa mengingatnya. Hingga akhirnya Luhan tidak peduli lagi dan bertekad untuk membuat Sera jatuh cinta lagi padanya. Apapun caranya.

“Aku masih menunggu jawabanmu, Sera…”suara rendah Luhan menggelitik indera pendengaran Sera. “Bukankah tawaranku menarik, eo? Gigit aku dan rubahlah aku menjadi vampire, lalu aku janji akan menyerahkan seluruh hidupku padamu. Aku akan menjadi milikmu selamanya.”

“Itu bukan hal yang mudah, Lu. Kau mungkin akan berakhir menjadi mayat karena aku tidak mampu menghentikan diriku untuk terus menghisap darahmu…”Sera tanpa sengaja menghela napasnya dan ia langsung mengutuki dirinya sendiri karena bau darah Luhan benar-benar menggiurkan. Manis.

Luhan membalik tubuh Sera, mendorong lembut gadis itu agar bersandar pada pinggir jendela. Mata pria itu berkilat terkena cahaya bulan, membuat Sera sejenak merasa tersihir karena aura magis dari pria dihadapannya itu. Luhan terlalu tampan. Pria ini adalah manusia tertampan yang pernah Sera lihat.

“Jadi, apakah itu berarti kau takut aku mati? Kau takut kehilanganku?”

“Bukan…”

Luhan mendekatkan wajahnya dan membuat Sera terkesiap karena pria itu mengecup bibirnya lembut. Errrgh… Sera bisa gila. Luhan benar-benar harum dan pria itu begitu menggoda dimatanya.

“Bohong!”Mata Luhan kini tepat menatap kemanik mata Sera. “Lalu kenapa kau selalu berburu dan makan terlebih dulu sebelum bertemu denganku? Bukankah itu supaya kau kenyang dan memiliki kontrol lebih untuk tidak menerkamku, hm?”

Ukh… Bagaimana Luhan bisa tahu? Batin Sera. Tapi harga diri gadis itu masih terlampau tinggi untuk mengaku. “Tidak, kau jangan salah paham! Aku—umph…”

Lagi-lagi Luhan menyumpal bibir Sera dengan bibirnya. Kali ini bahkan disertai lumatan lembut. Luhan, please! Sera benar-benar tersiksa dengan sikapmu! Bau darah dan feromon yang menguar dari diri Luhan begitu tak tertahankan. Sera menginginkan pria ini!

“Meski kau tidak mengingatku, kau pasti merasakannya kan? Betapa berharganya diriku bagimu, baby…”Luhan berbisik didepan bibir Sera.

“Ukh, hentikan, Lu… menjauhlah dariku! Kumohon!”Sera berusaha mendorong Luhan, tapi pria itu menahan tangannya. Sera—gadis itu sebenarnya bisa saja melemparkan Luhan kesudut ruangan, tapi ia enggan. Ya, Sera sendiri tidak mengerti gejolak aneh didalam dirinya. Ia ingin Luhan menjauh tapi juga tidak ingin melepaskan diri dari lingkup pria itu. ini membingungkan! Apa memang Luhan sebegitu berarti untuknya?

“Tidak…”kali ini Luhan mengecup ujung bibir Sera, membuat gadis itu mengerang pelan. “Bite me, Sera! And i’ll be yours forever…”

“Aku sungguh tidak akan bertanggung jawab jika kau mati, Lu…”

“Jangan pikirkan hal itu. Just do it…

Sera yang masih dikuasai keraguan, mencari sesuatu  dimata Luhan untuk memantapkan hatinya. Luhan yang memintanya melakukan ini, ini bukan keinginannya. Jadi jika Luhan mati, Sera bersumpah untuk tidak akan peduli.

Tapi, kebersamaan selama beberapa minggu ini bersama Luhan tiba-tiba terasa begitu berharga baginya. Sejak Luhan menahan tangannya dan mengatakan hal-hal yang bahkan sampai sekarang masih terasa tak masuk akal baginya, gadis itu tidak pernah bisa berhenti memikirkan manusia tampan itu. Apalagi, Baekhyun dan Vibe tidak mau menjelaskan pada Sera siapa Luhan. Ayah dan pelayannya itu senang sekali bersikap misterius. Yang jelas, Ayah, Vibe dan Luhan memang saling kenal. Tidak diragukan lagi.

Suatu hari setelah pertemuan mereka, Luhan menceritakan kisahnya dan Sera 33 tahun. Kisah yang rumit dan sungguh sulit dipercaya. Cinta malaikat dan iblis? Bagaimana bisa hal itu terjadi? Lalu, beberapa hari setelahnya, Luhan menceritakan cerita yang melatarbelakangi kisah 33 tahun lalu itu. Kisah Lucifer dan Seraphim.

Meski awalnya Sera menganggap cerita itu hanya bualan Luhan, tatapan mata tulus dan begitu memuja dari pria itu akhirnya mampu menyakinkan Sera. Menyebabkan gadis itu merasakan perasaan aneh tiap kali ia pulang kerumahnya direruntuhan kota Seoul. Sera ingin bertemu Luhan lagi dan lagi. Ia ingin merasakan luapan perasaan pria itu padanya. Seperti saat ini…

Sera mendorong tubuh Luhan pelan. Mata mereka masih saling bertatapan intens.

“Kau sungguh rela melepaskan segalanya hanya demi diriku?”tanya Sera. Kaki gadis itu terus melangkah kedepan sementara Luhan terdorong untuk terus melangkah kebelakang.

“Aku tidak pernah memiliki apapun, Sera. Hanya dengan mendapatkanmu, maka itu berarti aku telah memiliki segalanya didunia ini,”jawab Luhan lembut.

“Kau akan menjadi pengkhianat bangsamu, Lu. Kau mungkin akan memakan sahabat-sahabatmu, orang-orang yang kau kenal…”

“Mungkin. Karena itu aku akan belajar mengendalikan diriku dan memilih mangsaku…”

“Itu tidak akan mudah. Darah benar-benar sesuatu yang akan membuatmu gila.”

“Aku akan berusaha sekuat tenaga karena tahu hal itu tidak mudah. Selama ini aku terbiasa hidup menderita, Sera baby. Karena itu aku yakin aku bisa mengatasinya.”

Langkah Sera terhenti. Begitu pula dengan Luhan. Bagian belakang kaki pria itu tertahan pinggiran tempat tidur.

“Aku sudah memperingatkanmu berkali-kali, Lu!”kali ini Sera berujar tegas. Ini bukan keputusan mudah. Jika Luhan berubah menjadi vampire, mustahil baginya untuk kembali menjadi manusia.

Luhan mendudukkan dirinya dipinggir ranjang. Jemari pria itu menggenggam jemari Sera yang sedingin es. “Arasseo…”ujar pria itu sembari tersenyum lembut sekali. Mata pria itu tak pernah lepas sedetikpun dari wajah cantik Sera. Penuh kekaguman, pemujaan yang hakiki. Luhan sangat mencintai Sera. Sangat.

Hal itulah yang membuat Sera menyerah.

Gadis vampire itu memosisikan tubuhnya dipangkuan Luhan dan dengan lembut mendorong pria itu hingga terbaring diranjang. Sera yang berada diatas Luhan, membungkukkan tubuhnya. Hidung gadis itu membaui leher Luhan, merebakkan hawa dingin disana.

“Kau tidak boleh menyesal karena memilihku…”

Luhan membelai lembut rambut Sera. “Ya…”

“Kau tidak boleh pergi lagi dari sisiku…”

Luhan merasakan dadanya bergemuruh. Lengan yang satunya ia lingkarkan ditubuh Sera. Pria itu memejamkan matanya. “Aku bersumpah, Sera…”

“Jambak rambutku jika aku menghisap darahmu terlalu banyak…”

Kali ini senyum geli tergambar diwajah Luhan karena kata-kata Sera. “Arasseo.”

“Kau tidak boleh mati!”

“Aku percaya padamu…”

Sera sejenak tertegun. Ia bahkan belum merasa yakin pada dirinya sendiri. Selama ini tidak pernah ada korbannya yang selamat. Lalu bagaimana jika Luhan…

“Aku percaya padamu, Sera…”ujar Luhan lagi.

Ya, Luhan percaya padanya karena itu Sera tidak boleh membunuh pria ini. Siapa lagi pria didunia ini yang mencintainya selain ayahnya, Vibe dan Luhan. Karena itu, Sera akan menjaga Luhan tetap ada. Karena Luhan mencintainya.

“Katakan kau mencintaiku, Lu…”Sera mengecup pelan leher Luhan. Seolah menandai dimana ia akan menancapkan taringnya nanti.

“Aku mencintaimu, Sera…”

Sera tersenyum. Lalu taring digiginya memanjang. Mata gadis itu berubah merah cemerlang. Luhan yang memeluknya erat tersenyum saat pria itu merasakan dinginnya bibir Sera menyapu lehernya.

I’ll bite you! So you’ll be mine forever

Mereka berdua diciptakan dalam masa yang sama. Dipisahkan oleh takdir, lalu dipertemukan lagi dalam wujud yang berbeda dan ingatan yang telah terhapus. Hari itu diselasar rumah sakit, setelah sama-sama menunaikan tugas mencabut nyawa manusia, cinta tumbuh dihati mereka. Melingkari dua makhluk itu hingga terikat kencang dan tak mampu lepas lagi. Kebersamaan yang manis. Gejolak perasaan yang tak tertahankan. Pemujaan yang abadi. Luhan dan Sera saling mencintai.

Meski, terpisahkan lagi dan lagi, mereka akan tetap bertemu seperti ini. Merajut lagi kisah mereka dengan nuansa dan alur yang berbeda. Meski, ingatan terhapus lagi dan lagi, mereka akan mengingat setiap percikan perasaan dan kebutuhan akan satu sama lain.

Dan akhirnya mereka akan mencintai lagi dan lagi.

Is it the END??

Yap, it’s an unexpected happy end, right? ^^

Fiuhhhh… hal yang terlintas diotakku setelah menyelesaikan ini adalah ALHAMDULILLAH UTANGKU PADA READER-READERKU TERCINTA TERTUNTASKAN SUDAH!!! Maaf ya karena lama… Minggu ini benar-benar mencekik karena UAS dibulan puasa, tugas yang meraung-raung minta diselesain, ngumpulin laporan 125 mahasiswa dan yang paling bikin nangis tuh koreksi laporan mahasiswa yang dikejar deadline. Sampai sekarang belum selesai… hikshiks #nangisdarah.

Eotte? Immortal Love-nya bener-bener clue kan? Ada yang uda baca Immortal Love dan menebak clue-nya dengan benar?? Maaf sekali lagi ya karena aku gak balesin komen kalian satu satu. Ma’aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaf banget!!!!! Tapi aku baca semuanya kok dan aku bener-bener berterimakasih ma kalian yang uda nyempetin baca and komen. Aku juga terharu banget ngerasain antusiasme kalian. Karena itulah aku punya energi lebih untuk menyelesaikan DBM ini.

Gamsahamnida yeoreobunnnn~~~

Dan yang silent reader, makasih juga ya uda baca^^.

Aku gak tahu apakah ending DBM ini sesuai dengan harapan kalian. Aku hanya berusaha sekuat tenaga mengeluarkan apa yang ada didalam otakku. Semoga kalian tidak kecewa ya? Style-ku emang kayak gini, suka bikin ending yang gantung-gantung gimana gitu. Coz aku pengen reader bisa ngembangin imajinasi kalian sendiri tentang lanjutan nasib cast FF-ku. Seperti halnya dengan Immortal Love yang endingnya gantung banget itu 😛

Readerku tercinta yang gak bisa kusebutin satu-satu, sampai disini ya DBM-nya.

Sampai jumpa di FF lainnya… Castnya mungkin Lusera lagi, gak apa kan? Aku uda lengket banget ma couple ini soalnya. Tapi mungkin genre-nya gak fantasy. School life?? Hehe… masih banyak ide cerita yang belum sempet aku tulis. Masih dalam proses memilih yang mana yang mau aku tulis dulu.

Reader maunya baca LuSera yang genrenya apa nih??

^^

PRAY FOR GAZA!!

Regard,

Seara Sangheera

Advertisements

340 responses to “DEVIL BESIDE ME (Final Chapter) – SANGHEERA

  1. Pingback: Rekomendasi FF EXO Chapter | mylovepurple·

  2. Bagus bgt….
    Ini ff fantasy yg paling gx bosenin ,diantara yg pernah ku baca……
    Keep writing ya thor….
    Fighting….

  3. akhirnya selesai juga 😀
    3harian, kepotong gegara banyak tugas-tugas yang menumpuk + ujian yg bergilir-terus
    kalo boleh jujur, dulu pernah jadi silentreadersnya kak sangheera waktu ff wildboy 😦
    aku ngerasa bersalah thor, maafkan aku:’D
    besok habis uts, aku sempetin lagi mampir ke ff-nya kak sangheera & gak ngulang menjadi silentreaders 😥 hehe
    buat ff dbm..
    author bener-bener hebaat (y)
    genre fantasy tapi berasa nyataaaa 🙂
    perfect bangetlah, gak ada kekurangan 😀 *bagiku
    walaupun masih rada’ gantung, tapi menurutku lu-sera kembali lagi, selamanya.. huhu
    makasih banyaak kak sangheera, cerita bikin aku jatuuh cinta sama lu-sera lagi 😉
    lav lav lav ❤ ❤ ❤

  4. DAEBAK FanFiction!!!
    Hoah!!
    Segala jenis jempol buat ĸª♍υ Sangheera!!!!!
    Imajinasi , penggambaran dan fantasymu dari part 1 – 18 ini , bener2 gg bisa diragukan lagi !!
    Awal part emang sedikit membosankan , tapi kenapa lanjut ke part2 selanjutnya malah bikin penasaran ,
    Dan akhir DBM ini , gak mengecewakan , yah meskipun penasaran gimana ceritanya Luhan dan Baekhyun ketemu lg setelah mereka -Sera&Baek- jadi vampire 😀
    But its okay, ak cukup bayangin ajaa… Muehehehee xD

    Dan Kris , iya si raja iblis , setelah ketemu sama cheonsa , gimana nasib cheonsa coba 😦
    Apa dia yg bakal gantiin posisi Sera atau gimana???
    Ahh aku penasaran 😥

    Pokoknya over all its AMAZING !!!
    Aku bakalan suka dan sll nunggu setiap fanfiction buatanmu 🙂 🙂

  5. agak kecewa krna q pkir bkal brakhir sad ending tp tyta happy ending. mreka d pertemukan lgi. tp gpp in bgus.. fighting ya….

  6. Jujur aja aku bingung mau komen apa ToT
    Dari awal sampe selesai baca aku cuman bisa bilang ‘wooow! it’s been so long since i’ve found an amazing fanfic like this’ hahaha diawal chapter aku udah ninggalin komen yah, karena aku ga kuat untuk ga nyampein rasa penasaran aku sama fanfic ini. Di tiap chapter ada suguhan konflik yang bakal bikin penasaran buat baca next chapnya (sampe aku ga bisa tidur pengen nyelesaiin baca) dan aku bersyukur baru nemu fanfic ini baru2 ini karena aku ga bisa bayangin gimana penasarannya para reader yg harus nunggu next chapnya :D. Intinya, you did a great job sangheera-ssi aku selalu suka dan nyari2 karya kamu sejak aku baca wild boy beberapa waktu lalu. Di DBM meskipun imajinasinya harus tinggi dan konfliknya complicated tapi aku enjoy bgt bacanya. menurut aku fanfic ini memang berkualitas, bikin enjoy bacanya, diksinya pas, feelnya dapet, alur ceritanya teratur meskipun maju mundur dan kamu bisa mengemas fanfic ini ga jauh2 beda sama penulis novel. Thank you for making such a great story. Thousand thumbs up for you ^_^
    Maaf bilang ga tau mau komen apa tapi cuap2 kayak gini 😉

  7. Author ㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠ
    Huaaaaaaa ceritanya kerennnnnn , maaf cuman komen di eps terakhir 😀
    Sukaaaa sukaaa banget ! Fantasy nya beneran dapet , wow banget author jago penyusunan katanya *-* aaaaaaaaa keren (y)
    Apakah ada lagi lanjutan cerita LuSera hihihi

  8. Aku baca ulang lagi ff ini..
    Miss you so much Sangheera..
    Mungkin cuma aku yg nunggu side story Kris Cheonsa..
    Tapi aku rasa side story Kris Cheonsa bakalan oke banget..
    Karna Kris pantes dapetin yg terbaik, walaupun dia iblis, nyatanya dia ga sejahat itu ko..
    Pemikiran aku emang kadang aneh haha, tapi aku bener2 suka banget sama karakter Kris, dia jahat karna nutupin dirinya yg kesepian..
    Ditunggu comebacknya dear ^^

  9. KakT______T maaf aku ngebaca tanpa ninggalin jejak perchapternya hehe^^
    Jejakku disini cuma mau bilang, terimakasih utk karyamu yang ini(?) Fantasi. Padahal dulu aku ngehindari genre ff itu cuma krn karya2 kamu aku jd suka cerita fantasi😘
    KESELURUHANNYA BAGUS! BANGET! Alurnya gabisa ditebak, apik, rapi, penuh emosional aah selalu suka sama karyamuuuuu kak, mwahh
    Tapi, utk endingnya aku malah lebih berharap pada krissera hehe:(
    Pemilihan line-nya juga mantap kak, muka2 penuh dosa (sebut saja oknum kris dkk(?)) memang cocok diline devil, dan muka2 malaikat memang cocok diline angel
    KAK BALIK DARI HIATUS DONG HUHUHUHUHU
    Much luvvvvv❤❤❤

  10. Akhirnya aq selesai baca ini,,,
    semua jempolku deh buar sangheera,Jjang pkoke,,,
    gk nyesel aq terdampar disini, Kau berhasil membuat emosiku naik turun ditiap chapnya, buat endingnya emnk udh takdirnya mereka buat sama-sama, aq jg nunggu side story kris chonsa,
    jadi semnagat sangheera
    fighting!!!

  11. HAI KAKKKK AKU BARUSAN SELESAI BACA DARI CHAPTER SATU HAHAHAH. Aku udah komen di chapter 1. Astaga aku suka bgt sama ffnya. Fantasy yang manis hahahah. Dan ughhh luhan beneran adiktif. Keren bgt ff nya. Terus berkarya ya!:)

  12. Udah gak ngerti kata2 apa yg bisa digunakan buat menggambarkan FF ini. Kayanya ini the best FF yang pernah aku baca. Tata bahasa, penggambaran karakter, penjelasan situasinua semua bikin aku jadi ikut berfantasi sama adegan2 di FF ini. Salut banget sama kak sangheera yg punya imajinasi sempurna buat bikin FF fantasy sebagus ini ^^

  13. asliiiii ini ff bener2 keren banget dari awal sampe akhir bisa menyita perhatian gue penasaran banget si setiap chpaternya trus cerita yg beda dari yg lainnya pokonya fav banget ini couple + authornya heheh
    akhirnya bener2 puas dan ga mau muluk2 minta lbh, liat mereka akhirnya bisa berasama aja udh girang banget biar deh sekarang imajinasi gue yg mengarang setelah ending ini hahaha
    pokonya ff terbaikkkk!!

  14. Untuk author keren yang fantasy nya luar biasa,😍 aku hanya bisa mengatakan ini ..
    Its the best fan fiction i’ve ever read “!👑

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s