LOVELINESS (CHAPTER 3) – THREE OF SWORDS

loveliness

 

LOVELINESS (Chapter 3) – Three Of Swords

Main Cast : Exo’s Kai and Han Yurin/OC |

| Support Cast :Lim Jae Bum a.k.a GOT7’s JB

Kim Young Won a.k.a  C-Real’s Chemi

EXO’s Member |

You Can Find if you Read

                          | Genre : Romance & Drama | Ratting : Pg-16 | MultiChapter|

Poster ByFLAMINTSKLE16 @Poster Channel

Loveliness | 1 | 2 | 3 |

A/N : Original story By Kainear so STOP PLAGIAT! Sorry if you find typo and enjoy this FF thanks for all J jangan lupa ninggalin jejak kalau memang kamu adalah

“GOOD READER”

 

“Sudah kubilang kau adalah milikku dan itu berarti kau hanya untukku” jelas Kai menatap Yurin intens

Yurin tak berani membalas ucapan Kai, sebenarnya bukan tak berani tapi memang tak berniat, mau di balas-pun Kai akan bersikukuh, jujur saja Yurin masih tak mengerti dengan ucapan ‘kau milikku’ dari Kai, ia beranggapan Kai hanya memanfaatkannya dengan motif yang belum Yurin tau apa tujuannya

“A..ku tak bisa melepaskan Jae Bum apalagi kameraku, 2 hal itu adalah hal yang berarti untukku Kai-ssi” Yurin seanggukan mencoba menahan tangisnya dengan tangan yang menyentuh bibinya, ia masih tak percaya ciuman pertanya di rebut oleh pria dingin dan menakutkan yang ada di depannya saat ini

“Baiklah jika itu mau mu, kita lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya” Kai berkata dengan santai lalu berjalan menjauhi Yurin yang tegang, menuju sebuah jendela menatap kosong luar jendela itu

“A..pa a..ku bisa keluar sekarang?” tanya Yurin dengan nada yang masih ketakutan tanpa menjawab Kai hanya terus menatap ke arah jendela itu, tanpa banyak basa-basi ataupun mendengarkan jawaban Kai, Yurin berlari keluar dari ruangan itu dengan tangisan yang sudah tak terbendung lagi menutup pintu dengan kasar

 

“Pada akhirnya kau akan menjadi milikku seutuhnya” Ucap Kai masih pandangan kosong ke arah luar jendela

 

………

 

Yurin menangis sejadi-jadinya di atas gedung kampusnya, ia benar-benar akan gila jika harus berurusan dengan makhluk seperti Kai, bukan apa-apa sekarang orang-orang di fakultasnya sekarang dengan terang-terangan membully-nya apalgi para fangirls laki-laki yang berwatak aneh itu. Mata Yurin bengkak dan merah, tubuhnya gemetaran ia hanya memeluk lututnya dengan erat kemudian ia angkat tangannya menyetuh bibirnya seraya mengingat apa yang Kai lakukan padanya membuatnya semakin membenci laki-laki itu.

Yurin mengambil seputangan di tasnya lalu mengusapkannya pada bibirnya dengan kasar sambil masih terisak, jantung Yurin benar-benar akkan copot jika harus mengingat hal itu

“A..aku benci pada mu K..ai” Yurin seanggukan lalu ia menenggelamkan wajahnya diantara lutuhnya dan lengannya. Hatinya sangat sakit dan ketakutan ia belum merasakan hal seperti itu bahkan Jae Bum tak pernah menciumnya sedalam itu membuat Yurin benar-benar benci dengan laki-laki yang bernama Kai itu.

Setelah 2 jam mengurung diri di atap sambil menangis sejadi-jadinya akhirnya dengan hati yang berat Yurin-pun mencoba untuk menjadi Yurin yang seperti biasa yah walapun ia tau betul setelah turun dari atap ini pasti ia akan dihujani ujatan-hujatan pedas serta tatapan yang sangat ia benci tapi apa daya kalau keadaannya sendiri yang membuatnya seperti ini.

“Aku harus bisa” Yurin mencoba menyemangati dirinya sendiri walaupun dengan keyakinan yang masih ragu tapi ia mencoba untuk tetap semangat.

Yurin-pun berdiri lalu mengambil handphonenya dari tas, matanya terbelalak saat melihat ada 58 panggilan tak terjawab dan 108 pesan singkat. 10 panggilan tak terjawab dari sahabatnya Min Ra dan sisahnya berasal dari kekasihnya Jae Bum, ia memang sengaja me- Silent handphonenya agar tak ada yang menggangunya dalam acara tangis-tangisannya itu. Yurin kini terduduk lemas lagi, ia yakin kabar mengenai dirinya dan Kai sudah terdengar oleh Jae Bum, jujur saja ia sangat takut jika hal seperti ini Jae Bum ketahui karena kekasihnya karena Yurin kenal Jae Bum adalah sosok yang suka sekali salah paham itu membuat Yurin takut jika Jae Bum akan marah dan memutuskannya.

Dengan tangan yang masih bergetar sambil mengingit bibir bawahnya, ia mencoba menelpon Jae Bum.

Opp-“

“HAN YURIN SEKARANG KAU DIMANA HUH?” belum sempat Yurin berbicara namun kini dibalik telpon Jae Bum sudah memotongnya dan terdengar nada teriak.

“A…ak.u ada di atap Oppa” jawab Yurin sambil gemetaran, ia tau kini pasti Jae Bum sangat marah dengannya.

“Jangan kemana-mana, aku akan kesana sekarang” ucap Jae Bum.

“Iya”

Setelah itu sambungan telpon mereka pun mati dan sesuai permintaan Jae Bum kini Yurin hanya diam terduduk di atap sambil menunggu Jae Bum walaupu kini jantungnya berdetak dengan kencang karena ketakutannya tapi ia mencoba untuk bisa menetralkannya dengan menatap lagit biru dan awan putih yang bisa sedikit membuat perasaan Yurin membaik.

Kini kedua lengan kekar melingkar dengan sempurnah di pinggang rampingnya, Yurin tersentak kaget saat merasakannya dengan gerakan pelan ia-pun mencoba memutar tubuhnya untuk melihat siapa yang kini memeluknya dari belakang namun kepala seseorang yang Yurin yakini laki-laki sudah menyandar di antara bahu.

“Biarkan seperti ini dulu” bisik laki-laki itu dengan suara yang Yurin kenal adalah Jae Bum, senyuma Yurin langsung terukir disana.

Sekitar 3 menit Jae Bum menikmati aroma tubuh Yurin membuatnya benar-benar frustasi, ia sulit untuk melepaskan diri dari Yurin jika keadaannya.

Oppa” panggil Yurin.

“hm”

Mianhe” ucap singkat Yurin.

“Apa Kai menyakitimu?” kini Jae Bum mulai bertanya mengintimidasi pada Yurin seraya mengeratkan pelukannya Yurin kaget matanya terbelalak dan diam tak menjawab.

“Apa perlu aku beri pelajaran padanya?” Yurin langsung menggeleng, karena tak mau masalahnya bertambah sulit karena hal seperti ini, walaupun firs kiss nya diambil oleh Kai tapi tetap saja ia tak mau jika Jae Bum harus berurusan dengan laki-laki itu walaupun Jae Bum dan Kai satu jurusan.

“Baiklah jika itu maumu” ucap Jae Bum memeluk lebih erat Yurin.

 

…………..

 

“Kai, kau membawa perempuan itu kesini?” tanya Sehun saat mendengar desas desus yang mengatakan bahwa Kai menarik seorang gadis menuju ruang private EXO.

Kai hanya mengngguk masih menatap pemandangan di balik jendela membuat teman-temannya mendesah, karena tak biasanya Kai melakukan hal seperti ini dan makin memperberat tuduhan bahwa Kai benar-benar tertarik dengan gadis itu walaupun pada hakikatnya Kai sudah memiliki seseorang.

“Apa yang kau lakukan?” kini Dio menatap tajam Kai namun teman-temannya tak ada yang berani jika Dio sudah berbicara dingin dan menatap Kai tajam karena sungguh menakutkan

“Mengembalikan kameranya” jawab Kai singkat tanpa memandangi Dio sedikitpun.

“mengembalikannya? Bahkan kamera itu masih ada disini” nada kesal Dio kini mulai memuncak seraya melirik kamera yang tergeletak dengan indahnya di meja walaupun sebenarnya tak ada masalah jika Kai membawa gadis itu ke tempat private mereka hanya yang membuat Dio kesal adalah Kai seakan mempermainkan perempuan dan itu sikap yang Dio benci dari Kai.

“Dia sendiri yang tak mau memilih kameranya” lagi-lagi jawaban ketus itu Kai keluarkan membuat suasana diantara mereka semakin memanas walaupun bukan satu kali Kai beradu mulut dengan Dio namun jika hal itu terjadi ke-empat temannya hanya bisa menengang.

“Apa harus aku yang mengembalikannya?” Dio mulai menawarkan diri walaupun nada bicaranya masih dingin.

“Jangan campuri urusanku Do Kyungsoo, bukankah sudah kubilang gadis itu, Han Yurin adalah milikku” kini Kai membalas tatapan tajam Dio.

“Terserah kau saja, ku peringatkan kau masih memiliki seseorang Kai dan tetaplah pada sikapmu yang dingin itu” ucapan terakhir Dio sampai akhirnya ia meninggalkan ruangan itu.

Ke-empat temannya itu memandang punggung Dio yang sudah tak terlihat dan memalingkannya menuju Kai yang kini masih berdiri memandangi pemandangan di luar jendela membuat ke-empatnya hanya bisa mengehela nafas panjang.

“Selalu saja seperti ini” gerutu Baekhyun mulai menyalakan tivi untuk bermain PS bersama Chanyeol dan Sehun berusaha menetralkan suasana diruangan itu sedangkan Suho mengerjakan pekerjaannya sebagai ketua dewan mahasiswa walaupun dnegan suasana seperti ini.

Deringan telpon membuat konsentrasi mereka semua buyar, deringan itu dari ponsel milik Kai dan detik berikutnya Kai menganggkat telpon itu dan tampak berbicara dnegan seseorang.

Yeoboseo”

“…….”

Aku akan menjemputmu noona”

Kai-pun menutup sambungan telpon itu lalu menatap teman-temannya yang kini juga tangah menatanya dangan pandangan yang bingung.

Noona baru saja pulang dari New York dan aku akan menjemputnya, aku pergi dulu” ucapnya lalu ke-empat temannya itu hanya menagguk dan mengizinkan Kai pergi menjemput kakak perempuannya itu.

“WOAA, aku benar-benar gila jika Dio dan Kai mulai aduh mulut” Baekhyun langsung menghentikan permainan PS-nya sesaat Kai meninggalkan ruangan.

“Kau benar bahkan melihat mereka aku sangat takut” gumam Sehun sambil berdigik ngeri jika mengingat Di dan Kai yang saling berpandangan tajam.

“Aku benar-benar tak bisa bernafas dengan benar jika melihat pertengkaran mereka berdua” Chanyeol berkata seraya menghela nafas panjang.

“Mereka akan baik jika sudah waktunya, bukankah hal ini selalu terjadi pada mereka berdua?” Suho berkata tanpa mengedarakan pandnagan dari beberapa dokumen di depannya.

“Kurasa kau benar Hyung” jawab Sehun kemudian Chanyeol dan Baekhyun mulai ricuh lagi karena permainan Ps mereka.

 

…………….

 

Kini Kai sudah berada di bandara untuk menjemput kakak perempuannya yang baru saja menyelesaikan sekolahnya di New York kemudian kembali lagi ke Korea. Kai mendengus pelan saat belum melihat sosok kakaknya padahal ia tadi mendegar bagaimana kakaknya menggerutu  karua-karuan di telpon untuk menjempunya sedangkan sekarang bahkan Kai tak dapat melihat tanda-tanda adanya orang itu.

Kai mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan kakaknya namun sayang hasilnya nihil walaupun Kai tau kakaknya itu aneh namun tetap saja sebagai adik yang baik bukankah harus menghormati kakak.

“Kemana orang aneh itu?” dengus Kai.

MWO? ANEH? DASAR KIM JONG IN HITAM” tiba-tiba saja Kai dapat mendengar teriakan seseorang di belakangnya dan dengan cepat ia berbalik lalu matanya berbulat saat mendapati kakaknya berdiri tepat di hadapannya dengan raut wajah menahan amarah bahkan karena teriakannya orang-orang di bandara menatap kedua adik kakak itu dengan tatapan bingung.

“DASAR ADIK KURANG AJAR” teriaknya lagi sambil menjitak kepala Kai walaupun tetap Kai yang tinggi namun berhasil membuat Kai meringis kesakitan dan sadar kini orang-orang menatap mereka.

Noona, bisakah kau bersikap normal huh?” bukannya minta maaf Kai kini menatap kakaknya dengan dingin dan datar.

Mendengar pertanyaan Kai membuat Young Won sadar lalu tersenyum kikuk di depan adiknya itu karena rasa malu atas kecerobohannya.

“Sorry” balasnya dengan aksen Inggrisnya lalu Kai hanya memutar bola matanya melihat tingkah kakaknya yang selalu kekanak-kanakan serta ceroboh walaupun berbanding terbalik dengan sikapnya tapi siapa sangka mereka dilahirkan dengan segumpal darah yang sama, di rahim yang sama namun dalam jangka waktu yang berbeda.

“Ayo pulang kurasa Ayah dan Ibu sangat merindukanmu” ucap Kai lalu berjalan mendahului Young Won. Young Won menatap tajam adiknya itu bagaimana tidak bukannya memeluknya ataupun mengatakan “aku merindukan mu” bahkan membawakan kopernya yang berat Kai malah meninggalkannya membuatnya benar-benar geram dnegan sikap Kai yang belum bisa berubah.

“Dasar anak kurang ajar” seraya menghentakkan kakinya geram.

Young Won pun mengekori Kai dengan perasaan kesalnya yang belum pernah padam karena ulah Kai walaupun begitu tetap saja ia merasa senang akhirnya ia bisa pulang ke tanah kelahirannya dengan selamat dan melihat keluarganya lagi berkumpul.

………..

 

Jae Bum dan Yurin sedang bergandengan tangan mengitari taman, banyak sekali orang-orang yang berjalan di sekitar mereka namun mereka berdua sangat menikmati pemandangan itu.

“Sudah lama kita tak berjalan sambil bergandengan tangan seperti ini” ucap Jae Bum seraya tersenyum ke arah Yurin dan gadis itu hanya mengangguk membalas senyuman Jae Bum dengan memperlihatkan deretan gigi putihnya.

Mereka berdua terus bergandengan, sungguh Yurin sangat suka dengan gaya kencannya dengan Jae Bum karena sangat simple namun sangat manis. Ia sadar karena hal sesimple inilah membuatnya bisa mencintai sosok Jae Bum. Mata Yurin terus lari kemana-mana hingga berhenti disalah satu emperan-emperan yang ada di sekitar taman.

“Apa kalian berdua sepasang kekasih?” tanya sosok perempuan dengan gaya aneh, ada banyak gelang di tangannya, alisnya tebal, bola matanya hitam pekat dan dengan lipstick hitam namun tetap membuat perempuan yang mungkin berumur 30 tahunan itu tetap terlihat cantik.

Yurin mengangguk semangat kepada perempuan itu lalu tersenyum menatap Jae Bum sedangkan laki-laki itu hanya menatap aneh dan bingung sosok perempuan yang ada di hadapan mereka.

“Apa kalian ingin aku ramal?” tanya perempuan itu.

Yurin mengangguk lagi dengan semangat, mungkin suatu kebanggaan jika Yurin tau bagaimana kelanjutan hubungannya nanti dengan Jae Bum karena itulah ia sangat bersemangat namun sebelum itu Yurin harus meminta izin pada kekasihnya bagaimanapun jika Yurin melakukan sesuatu itu harus sesuai izin yang diberikan oleh Jae Bum. Seperti sihir ataupun apa namanya Jae Bum sama sekali tak bisa menolak permintaan gadisnya itu walaupun hal-hal kekanakkan namun jika tak berbahaya untuk Yurin ia akan selalu menyetujuinya.

“Boleh” ucap Jae Bum membuat Yurin tersenyum kikuk.

“Baiklah pilih tiga kartu untuk kalian berdua” perintah perempuan itu dan dengan semngat Yurin lagsung memilih 2 kartu lalu Jae Bum memilih 1 kartu.

Kemudian detik berikutnya perempuan itu membuka tiga kartu itu sedangkan Jae Bum dan Yurin hanya menatap bingung pilihan kartu mereka jelas saja mereka berdua bahkan tak mengerti dengan gambar yang tertera di kartu itu dan jujur saja Yurin keliatan tegang saat melihat perempuan itu mulai menjelaskan maksud dari ketiga kartu itu.

“Kartu pertama, the Tower ini berarti ada sebuah keadaan dimana keadaan akan berubah dengan sangat berbeda membuat runtuhnya kepercayaan serta hubungan jadi intinya kecemburuan berada dekat dengan kalian”mendnegar penjelasan itu Jae Bum mulai menegang, entah mengapa ini bukanlah gayanya namun ia merasa sesuatu yang buruk memang akan terjadi pada mereka berdua

“kartu kedua three of cups ini berarti ketidak bahagiaan karena cinta segitiga karena keegoisan serta menjanjikan hal yang sia-sia” ucapnya lalu kini raut wajah Yurin benar-benar tak bisa dikatakan baik dari 2 kartu yang ia pilih semua bermakna tak baik hingga membuatnya tegang dan berkeringat dingin tangannya-pun gemetaran dan dirasakan langsung oleh Jae Bum.

“Cukup sudah, aku tidak percaya dengan ramalan bodohmu itu” Jae Bum merasa benar-benar menyesal mengizinkan Yurin mendengar hal-hal seperti tadi walaupun pada hakikatnya ia jugamerasakan hal yang sama pada Yurin “TAKUT”.

Peramal itu tersenyum menanggapi makian dari Jae Bum karena sudah biasa baginya tapi entah mengapa perempuan ini sudah merasakan hubungan dua sejoli ini tidak akan berjalan lama dan akan menyisakkan suatu kesakitan mendalam bagi keduanya. Yurin masih diam, ia masih sulit menerkah jika apa maksud kartu-kartu itu benar maka ia akan sulit bernafas dengan baik.

“Terima kasih sudah meramal tapi kami sama sekali tak percaya” ucap Jae Bum dengan genggaman tangan menguat pada tangan Yurin lalu memberi uang pada peramal itu namun siapa snagka peramal itu mengembalikan uang Jae Bum sambil tetap tersenyum.

“Aku hanya berharap kalian akan kuat melewati rasa sakit itu” ucap peramal lalu Jae Bum tatap dengan tajam memendam rasa kesalnya, karena menurutnya tidak akan ada rasa sakit diantara dirinya dan Yurin namun jika memang ada rasa sakit itu maka Jae Bum akan berusaha hanya dia yang mersakannya tak ingin jika Yurin juga harus merasakannya.

Jae Bum pun menarik Yurin menjauh dari emperan Peramal itu dan tanpa mereka tau peramal itu membuka kartu pilihan Jae Bum yang belum sempat Jae Bum dan Yurin lihat.

Three of swords. Kesakitan, kehilangan dan patah hati akhir dari sebuah hubungan dan waktu akan bisa meringankan rasa sakit itu. Aku berharap kalian berdua akan melewati itu semua walaupun tak bersama” ucap peramal itu menatap punggung Jae Bum dan Yurin yang semakin menjauh dengan air muka yang sulit diartikan namun peramal itu hanya menginginkan keduanya tetap bisa melalu hal itu tanpa rasa sakit yang berlebihan.

 

………….

 

Yurin di dalam kamarnya kini merenungi ucapan peramal yang meramal dirinya dan Jae Bum tadi sore membuatnya benar-benar pusing, gadis itu benar-benar berpikir mengenai rasa sakit dari keduanya. Rasa sakit seperti apa itu? Apakah rasa sakit karena cinta segitiga? Sesuai dengan ramalan? Tapi bagaimanapun ia berpikir mengenai hal itu membuat otak Yurin buntu ia benar-benar tak tau harus bagaimana jika keadaan itu benar-benar terjadi padanya dan Jae Bum.

“Aku harus percaya pada Jae Bum” ucapnya pada dirinya sendiri, meyakinkan dirinya sendri bahwa tak ada masalah yang akan ada diantara dirinya dan Jae Bum.

Yurin-pun merebahkan tubuhnya pada kasuranya agar pikiran-pikiran yang menagganggunya dapat lebuh ringan walaupun kini otaknya terbagi beberapa cabang seperti urusan kamera, laki-laki gila Kai dan bertambah lagi hubungannya dengan Jae Bum benar-benar membuat kepalanya hampir pecah.

“AKU BISA GILA” teriaknya frustasi

 

…………….

 

Jae Bum melihat memandang kosong kearah kaca jendela mobil, ia tak tau harus bagaimana menghadapi masalah yang tiba-tiba saja datang kedalam hidupnya. Dalam perjalanan yang hening tanpa pembicaraan membuat suasana semakin canggung.

“Jae Bum nanti kau harus bersikap baik” akhirnya Tn. Lim atau ayah Jae Bum kini mulai angkat bicara agar dapat membiarkan keheningan yang sempat disekeliling mereka pergi.

Jae Bum tak menjawab entah mengapa ia lebih sibuk menata hatinya dan emosinya agar tak bersikap memberontak kepada orang tuanya karena walaupun ia merasa bodoh harus selalu menjadi sosok boneka bagi orang tuanya tak ada niat berani menolak kemauan orang tuanya.

“Bum-ah tolong jangan buat malu orang tua dan keluargamu, Arasseo?” kini Ny.Lim juga mulai memberi nasehat pada putranya, mendengar itu ingin sekali Jae Bum mengatakan “memangnya kapan aku membuat malu kalian” namun apadaya lidahnya terasa keluh untuk membalas pertanyaan ibunya membuatnya frustasi dan dengan berat hati Jae Bum hanya bisa mengangguk datar tanpa ekspresi dengan tatapan kosong yang hanya tertuju pada luar jendela mobilnya.

Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya Jae Bum dan keluarganya sudah sampai di sebuah restoran mewah dengan arsitektur gaya Eropa klasik dan interior-interior mewah membuat setiap orang yang masuk kedalam restoran itu selalu terkesan akan hal itu tapi Jae Bum malah menatap ha itu biasa bahkan ia menganggap tempat ini adalah akhir dari segalanya.

“Selamat datang Tn.Lim” ucap seorang pria yang kira-kira seumuran dengan ayah Jae Bum.

“Terima kasih atas sambutan hangatnya Tn. Kim” balas Tn. Lim dengan senyum yang menerka di wajahnya sama halnya dengan Ny. Lim senyuman-pun terihat jelas di wajahnya sedangkan Jae Bum hanya menatap ketiganya dengan tatapan bingung dan datar.

“Lebih baik kita masuk ke dalam agar lebih nyaman membicaraka rencana kita” saran Tn. Kim detik berikutnya keluarga Jae Bum mengikuti kemana perginya orang yang Jae Bum tau adalah rekan bisnis ayahnya. Disinilah akhirnya Jae Bum mulai memasuki ruangan yang lumayan luas hanya untuk pertemuan keluarganya namun yang benar saja manik matanya menangkap sosok laki-laki yang kini suduk disalah satu kursi dan tanpa sengaja laki-laki itupun membalas tatapan Jae Bum dengan dingin dan datar.

Sial

Kai atau Kim Jong In kini tengah duduk tepat di hadapan Jae Bum membuat keduanya saling menatap tajam, tatapan mereka berdua seakan tatapan antara anjing dan kucing yang siap untuk saling menerkam sedangkan seseorang yang duduk di samping Kai menatap keduanya bingung entah mengapa Young Won atau kakak Kai itu merasakan ada aura yang sangat buruk diantara keduanya.

“Bagaimana jika kita membicarakan mengenai rencana kita yang sempat tertunda” ucap Tn.Lim hingga membuat ke-tiga orang yang saling menatap itu hanya melongo tak mengetahui apa makna ucapan Tn.Lim. “Kurasa kau benar” angguk setuju Tn.Kim.

“Anak-anak, dengar baik-baik pengumuman ini mungkin akan membuat kalian kaget atau apapun itu yang jelas ini sudah tak bisa di ganggu gugat karena selain mempererat ikatan kerjasama perusahaan ini juga akan menjadi pengikat keluarga kita” jelas Tn. Kim membuat semua orang bungkam mendengarkannya dengar baik terlebih lagi ke-tiga anak yang yang hanya bisa melemparkan tatapan kecurigaan pada Tn. Kim.

Pria parubaya itu kemudian menarik nafas panjang lalu tersenyum meyakinkan ketiga anak yang sedang tampak kebingungan “Kami akan menjodohkan Young Won dan Jae Bum” lanjutnya membuat ketiga orang itu tampak membulatkan matanya, apalagi dengan Young Won dan Jae Bum tak pernah mereka berppikir akan di jodohkan seperti ini.

“Tap…i-” Young Won ingin menolak sesaat melihat mata ibunya tersenyum berbinar inilah satu kelemahannya melawan Ibunya ataupun Ayahnya walaupun ia mau tapi ia tak bisa karena ia sangat menghargai orang tuanya.

“Aku tak bisa” ucapan lantang itu berasal dari mulut Jae Bum, ia menatap tajam kedua orang tuanya karena baginya tak bisakah mereka menghargai sedikit Jae Bum bahkan ia selalu mengikuti perkataan Ayah dan Ibumya, tapi jujur saja saat ini permintaan orang tuanya sangat kekanakan yang juga harus menentukan masa depan Jae Bum.

Kai melihat hal itu hanya bisa diam namun tiba-tiba saja satu nama terintas di benaknya membuatnya menatap datar semua orang memang awalnya ia kaget tapi yang ia tau jika orang tuanya sudah berkata maka itu akan terjadi memang berlebihan tapi itulah orang tua Kai. Nama yang terlintas di benak Kai yakni nama sosok gadis yang akhir-akhir ini membuatnya candu Yurin, Han Yurin.

melihat ekspresi Jae Bum yang tampak menolak keras perjodohan itu membuatnya terlihat sangat mencintai gadisnya itu tapi kalau boleh jujur bolehkah saat ini Kai merasa senang karena akhirnya tanpa rencana apapun ia dapat membuat Yurin menjadi miliknya dan takdir yang harus Jae Bum dapati yakni berpisah dengan gadis yang ia cintai

“APA INI RENCANA MU BRENGSEK” bentak Jae Bum tiba-tiba menarik kerah baju Kai hingga Kai berdiri berhadapan dengannya tatapan mereka saling menajam, semua orang tercekat melihat kejadian itu bahkan mereka tak mengerti ucapan Jae Bum yang kini tampak menunpahkan kesalahan pada Kai yang sama sekali tak ada hubungannya dengan kejadian ini

“Cih, Aku bahkan belum melakukan apapun” balas Kai dengan nada suara datar namun tatapannya sangat dingin dan tajam. Tatapan mereka berdua seperti ada sengatan listrik di antaranya membuat Young Won hanya diam menegang

Jae Bum benar-benar benci dengan Kai, selain sebagai rival dance di kampus akhir-akhir ini Kai mendekati kekasihnya dan itu benar-benar marah walaupun ia mencoba untuk tidak terlibat karena kemauan Yurin tapi untuk sekarang Jae Bum sudah tidak bisa mentolerirnya lagi bahkan laki-laki brengsek ini mencoba mengikatnya dnegan tali perjodohan dnegan kakaknya agar Yurin menjadi miliknya

“Kau” kemarahan Jae Bum memuncak, ia tak habis pikir Kai melakukan cara sekeji ini untuk bisa mendapatkan kekasihnya

BRUK –

Satu tonjokan mendarat bebas di pipi Kai membuat Kai terkapar dengan darah segar di sudut bibirnya dan tindakan Jae Bum itu membuat kedua orang tuanya menatap tak percaya Jae Bum sedangkan Kai hanya tersenyum miring menatap rendah Jae Bum lalu mengusap darah di sudut bibirnya dengan kasar

“Kau fikir aku setuju jika orang seperti kau harus di jodohkan dengan noona ku?” tanya Kai dengan smirknya mencoba berdiri dengan baik di hadapan Jae Bum. Jae Bum menggerang ingin meninju Kai lagi

“LIM JAE BUM” teriak Tn. Lim membuat Jae Bum menghentikan niatnya

“Jonginnie kau tak apa-apa sayang?” Ny. Kim menghampiri anaknya yang sudah berdiri dengan menatap lembut anaknya dan Kai hanya tersenyum tipis menandakan ia tak apa-apa

“Sebenarnya ada apa ini?” tanya Tn. Kim menatap ke arah Kai dan Jae Bum bergantian namun tak ada satupun dari pihak Jae Bum maupun Kai ingin menjawab, menurut keduanya sudah sangat melelahkan jika harus menerangkan kejadiannya dan lagi jika di ceritakan mungkin saja Kai adalah pihak yang bersalah di sini

“Maafkan sikap anakku” Ny. Lim meminta maaf pada keluarga Kim dan mungkin sudah sikap Ny. Kim yang terlampau baik bahkan ia mengatakan terjadi kesalahpahaman disini dan pertemuan keluarga akan di lakukan lagi karena akibat kejadian ini semua orang masih bingung dengan apa ang sebenarnya terjadi pada Kai dan Jae Bum

Young Won yang dari tadi hanya melihat kejadian itu hanya bisa mendengus, walaupun ia tak kenal dengan Jae Bum tapi ia sudah kenal dengan adiknya Kai ia berasumsi ada sesuatu yang Kai lakukan hingga membuat Jae Bum marah dan Young Won yakin hal itu mengenai seorang gadis walaupun masih tidak percaya jika Kai harus mempertengkarkan hal ini lagi setelah kejadian itu kejadian yang membuat Kai dingin pada perempuan dan hanya percaya pada Young Won dan Ibunya saja

 

“Jongin mungkinkah kau sudah melupakannya?”

 

 

TBC

 

“Remember that a story is only story and you should learn to think for yourself”

Maxime Gorky

A/N : Yuhuuuu! I am Coming, hehe :D. Maaf yah aku bawa FF ini terlambat, mungkin tdk perlu aku kasih tau problemnya soalnya entar kepanjangan lagi ! seperti biasa maaf kalau kalian menemukan Typo yang  bertebaran, cerita  abal-abal atau apapun itu maklum aku baru penulis tingkat amatiran.

Untuk Trap wuaa aku senang banget yang komennya panjang-panjang apalagi yang kasih saran supaya tulisan aku makin bagus, ada juga kritikan yang buat aku belajar banyak sesungguhnya aku merlu komen seperti itu tapi kalian udah komen aja aku udah senang bangetkeep care with me ! don’t forget to comment 

Advertisements

99 responses to “LOVELINESS (CHAPTER 3) – THREE OF SWORDS

  1. JB di jodohin sama noona nya kai
    Trus gmn dgn yurin??
    Akan kah dia bisa sama kai???
    Tapi siapa yg dilupain sama kai????
    Mungkin mantan pacarnya kai ato malah pacarnya kai?????
    Makin penasaran ihhh

  2. lagi seru udh tbc aja..hemm 😦
    jb d jodohin sm kakak nya kai.. trus yurin sma kai ya thor.. wah.. makin penasaran aja.. yurin gmn iia klo tau jb d jodohin..
    kai mkn semangat aja nih pdkt m yurin 😀
    keep writing deh buat author na yar semangat nglanjutin ff loveliness nya 😀

  3. Hallo author aku maylinda handayani id komen ku ganti menjadi rae-ya hihihi xD author ini bener bener keren semoga yurin bisa melewatinya :”

  4. Pingback: Loveliness (Chapter 6)- It’s Hurt | KAINEAR·

  5. aku suka bgt dh sma ceritanya, makin seru aja.. wow bgt lahh
    apa jaebum sma yurin akan berpisah..??
    ga nyangka jaebum sma kai ternyata rival..
    enatah knpa aku suka bgian jaebum sma kai brantem.. seru..hehe

  6. Klo jaebum jadi sama kaka ny kai..terus yurin sama kai.,ber’arti cerita nya jadi kaka ipar ku mantan kekasih ku ????hihihi..
    Siapa wanita yang kai lupa’in../bukan lupa, tapi mungkin akan/hihi

  7. Pingback: LOVELINESS (Chapter 7) – Good Bye | Kainear·

  8. apa maksud perkataan d.o kalau kai masih memiliki seseorang, apa kai udah punya pacar??? huaaa andwweyoo.. itu jaebum dijodohkan sama kakaknya kai, astaga kayaknya bakal seeruu banget konfliknya. padahal jaebum sama yurin saling mencintai

  9. ehm,, kepoo bangett sama masalalunya Selingkuhan ane *lirik kai wkwkwk… Lanjutt thorr :v

  10. kai punya trauma kah? kok dia sampek dingin ke semua cewek kecuali ibu sm kakaknya?
    yurin kasian bakal ditinggal jaebum yg dijodoin. tp apa bakaln trus terlaksana perjodohannya ya? apalagi jaebum udah nonjok kai didepan kelurganya ckck

  11. Pingback: LOVELINESS (Chapter 8) – A New Problem, I Think | SAY - Korean Fanfiction·

  12. Sebenernya udah ngerti yang dari awal kaya jae bum berat ninggalin yurin eh benerkan ternyata dia di jodohin.

    Tapi ini namanya permainan takdir banget. Di satu sisi kasian sama yurin-jae tapi disatu sisi seneng juga soalnya yurin bisa sama jongin. Yailah bikin pening

    Udh nebak juga kai pasti dingin sama cewek karna dia punya kenangan buruk sama seorang cewek dan ternyata bener.

    Terus kai masih ada hubungan sama cewek itu? Complicated banget

  13. emang jongin sebelumnya suka sama siapa sebelum suka sama yurin?penasaran… dan whalaaaa aku seneng sih kalo akhir ya jaebum bakalan dijodohin sama kakaknya kai jadinya kai sama yurin bakalan bersatu(?) *eh?* wkwkwkwkak… lanjut baca ya ^^

  14. Pingback: LOVELINESS (Chapter 8) – A New Problem, I Think | Kainear·

  15. Pingback: LOVELINESS (Chapter 9)- Secret | SAY - Korean Fanfiction·

  16. Pingback: LOVELINESS (Chapter 9)- Secret | Kainear·

  17. yaelah kenapa jadi Jaebum di jodohin sama noona nya Kai? kasian kan Yurin nya 😥 walaupun disini main cast nya Kai yang berarti bakalan sama Yurin, tapi aku maunya mereka putus baik2 bukan gara2 Jaebum dijodohin trus hubungan mereka putus 😥 kasian banget Jaebum sama Yurin.

  18. Pingback: LOVELINES (Chapter 10) – Kim Namjoo (Secret Part II) | Kainear·

  19. Pingback: LOVELINES (Chapter 10) – Kim Namjoo (Secret Part II) | SAY - Korean Fanfiction·

  20. Pingback: LOVELINESS (Chapter 11) – Dillema | Kainear·

  21. Pingback: LOVELINESS (Chapter 11) – Dillema | SAY KOREAN FANFICTION·

  22. aku suka cerita’y.. seru trs penasaran sm kisah masa lalu jongin.

    bbaru tau judul ini uda eksis berarti aku bnr2 ketingalan updatean nih

  23. Anjir;3 aku kira Jae bum mau marah sama Yurin;Vwgwgwg

    Jae Bum emosian bgt-, PMS kali yak?haha , kai mah gaya nya santai tapi songong;Vhaha.

    Noonanya kai dijodohin sama Jaebum? gimana sama perasaan yurin?

  24. Pingback: LOVELINESS (Chapter 12) – Dillema (Part 2) | Kainear·

  25. Pingback: LOVELINESS (Chapter 12) – Dillema (Part 2) | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s