MISS ANNOYING [CHAPTER 6B]

Miss Annoying 6B

Author : FanyByun(@afanya_)

Genre : School-life, AU!, Romance, Love-Hate, Friendship

Cast : Byun Baekhyun (E.X.O)| Choi Hyeyoung (OC/YOU) | Kim Jongin (E.X.O) | Do Kyungsoo (E.X.O)

Other Cast : Park Chanyeol (E.X.O) | Lee Minah (OC/YOU) | Mark Tuan (GOT7) | and other

Summary :Ice boy meet annoying girl, what will happen

Disclaimer : I own nothing but the story. Baekhyun, Jongin, and EXO member belong to themselves. OC’s belong to me, except Lee Minah—she’s belong to my bestfriend.

For : Teen (PG-15 !)

Length : Chapter

(TEASER | CHAPTER 1 | CHAPTER 2 | CHAPTER 3 | CHAPTER 4 |CHAPTER 5CHAPTER 6A | CHAPTER 6B)

Poster by me @byunbaek98hyun

 

Perhatian : tulisan yang di-italic itu merupakan ucapan dalam hati para karakter atau flashback 

2014©AFANYA PRESENT


Previous Chapter : 

Tatapannya kini terfokus pada bibir merah muda gadis itu. Buru-buru Jongin menggelengkan kepalanya, mengusir pikiran-pikiran tidak bermoral yang sempat merangsak memasuki otaknya. Dialihkannya tatapannya ke pohon sakura yang sudah muncul kuncup-kuncup bunga yang sebentar lagi akan mekar.

Hujan sudah reda. Tapi bolehkan Jongin meminta sesuatu pada Tuhan?

Tolong biarkan waktu berhenti sebentar saja, karena Jongin masih ingin bersama dengan Hyeyoung.

 

~

 

“Kau tahu gadis bernama Byun Cheonsa?”

 

Cheonsa yang sedang berjalan melintasi koridor sekolahnya berhenti karena merasa namanya disebut-sebut, terlebih dengan nada yang tidak mengenakkan.

 

“Oh, tahu. Gadis tidak tahu diri yang selalu mengejar-ngejar Mark kan? Dia benar-benar kutu pengganggu hubungan orang lain.”

 

Kemudian Cheonsa mendengar kikikan. Ia kesal. Sangat kesal. Ingin rasanya ia berjalan ke sana, melabrak orang-orang yang membicarakannya dengan seenak jidat mereka. Mengatakan bahwa ia punya alasan kuat mengapa ia selalu berusaha sedekat mungkin dengan Mark.

Perasaannya adalah alasan kuat tersebut.

Dua tahun yang lalu, Mark—laki-laki pindahan dari Los Angeles—datang menjadi tetangga sebelah rumahnya. Dia bukan manusia, itulah yang dipikirkan oleh Cheonsa saat pertama kali melihat Mark. Karena Mark sangat tampan. Tampan alami tanpa operasi plastik atau semacamnya.

Mark punya kepribadian yang easy-going , itulah yang membuat Mark mudah untuk mendapatkan teman. Meskipun baru sebulan tinggal di kompleks perumahan tersebut. Sangat berbeda dengan Cheonsa yang bahkan tidak memiliki teman satu pun di kompleks perumahan.

Lalu beberapa waktu setelahnya, ketika Cheonsa sedang mengalami krisis kepercayaan diri karena bully-an yang dilakukan teman-teman sekelasnya, Mark datang. Dengan wajah khawatirnya menghampiri Cheonsa, menangkup kedua pipi gadis itu. Menatap manik mata gadis itu, kemudian memeluk gadis itu.

Pertama kalinya, seseorang laki-laki yang bukan saudaranya, memeluknya. Dan Cheonsa merasa dunianya sudah dijungkir balik, membuatnya tidak bisa berpikir dengan benar. Setiap hari yang ada dipikiran gadis itu adalah Mark, Mark, dan Mark.

Tapi ia harus berusaha keras untuk mendekati Mark. Karena usianya terpaut tiga tahun lebih muda dari Mark, atau seusia dengan Joey Tuan—adik Mark yang sangat menyebalkan itu. Mark pernah mengatakan pada Cheonsa pada liburan musim panas tahun lalu, kalau Mark tidak akan berkencan dengan gadis yang seusia dengan Joey. Dan itu membuat Cheonsa cukup drop untuk beberapa waktu, tapi kemudian gadis itu bangkit. Berusaha membuktikan bahwa kata-kata Mark itu salah.

Lalu suara seorang gadis membuyarkan lamunan Cheonsa.

“Aku rasa dia akan segera menyerah. Karena ku dengar Mark akan segera berkencan dengan Jessica Koh.”

Jessica Koh, gadis tercantik di kompleks perumahan, pun di sekolah. Kapten cheer-leader. Pandai bersosialisasi. Dan yang menyebalkan, dia dekat dengan Mark. Yeah, hampir tiap hari Jumat Cheonsa memergoki Jessica dan Mark makan bersama di kantin. Banyak orang-orang berkata bahwa mereka adalah sepasang kekasih, tetapi Cheonsa tidak akan mengakui hal itu sebelum Mark yang menyatakannya dengan gamblang.

Tapi mendengar hal itu untuk kesekian kalinya tidak membuat Cheonsa kebal. Tetap saja hatinya seperti direndam dalam minyak panas. Tebakar. Cemburu. Apalah namanya itu, yang pasti Cheonsa merasakan dirinya tidak seperti dirinya yang biasanya.

“Yo , Angel. Sedang apa?”

Suara rendah itu, Cheonsa menoleh, menemukan Mark berdiri di sebelahnya. Ingin rasanya ia berteriak kencang, karena menemukan orang yang ia cari-cari sedari tadi. Tapi tidak, ia sedang dalam kondisi yang tidak baik. Kini ia rasa lebih baik pulang sendiri daripada bersama dengan ‘alien’ satu ini.

Are you sick? Coba kuperiksa…”

“Tidak perlu!” potong Cheonsa sebelum Mark melanjutkan kalimatnya. Tentu saja Mark mengerinyitkan dahinya, tidak bisa mencerna mengapa Cheonsa jadi sesensitif itu. Bukannya ini belum waktu bulanan gadis itu, lalu apa lagi masalah gadis ini?

Mark tersenyum seperti mendapatkan ilham dari Tuhan.

So, you’re not sick… lemme ask something, Angel.”

Cheonsa menatap Mark dengan tatapan kesalnya. Ogah-ogahan untuk mendengarkan pertanyaan dari crush-nya itu.Wajahnya juga dialihkan, tidak mau memperhatikan Mark, barang sedetikpun. Melihat hal itu membuat Mark mendesah kesal, diletakan dua tangannya melingkari pinggang Cheonsa, kemudian ditariknya gadis itu mendekat, menyisakan jarak 6 sentimeter.

Are you, jealous?

Cheonsa membulatkan matanya, bibirnya terbuka hendak menangkis pertanyaan yang lebih terdengar seperti pernyataan tersebut. Juga berniat mengomeli Mark karena seenaknya menyentuh pinggangnya.

Tapi, sebuah benda lembut telebih dahulu membungkan bibirnya.

Mark…

Menciumnya?

Don’t get jealous to another guy. Only to me. Cheonsa.”

 

*

 

Minah menggeleng-gelengkan kepalanya menatap layar televisi yang kini menyiarkan drama. Bukan apa-apa, drama tersebut sedang menampilkan adegan ciuman antara pemeran laki-laki dan wanitanya. Minah merasakan perasaan tidak suka. Benar juga, ia sudah berusia 17 tahun tapi belum pernah merasakan bagaimana rasanya ciuman itu.

Huh, ini pasti karena nasibnya menjadi seorang jomblo. Yang kerjaan tiap malam minggunya hanya menatap isi timeline yang penuh sesak dengan orang-orang yang bermesraan. Membuat Minah tambah kesal saja.

Televisi sudah mati.

Bukan Minah yang mematikannya, tapi Hyeyoung.

“Suaranya berisik sekali.” Kata gadis Choi itu.

Minah mengiyakan dalam hati. Lalu tatapannya jatuh pada layar ponselnya yang bekedip-kedip.

 

Sebuah pesan dari real__pcy. 18:23  

real__pcy : Minah-ssi, kau sedang apa?

 

“Orang ini …” Minah menggeleng-gelengkan kepalanya, untuk yang kedua kalinya dalam sepuluh menit terakhir.

Gadis Lee ini hanya tidak habis pikir saja, Chanyeol menanyakan hal seperti itu juga tiga puluh menit yang lalu. Dan sekarang menanyakan hal itu kembali. Apa laki-laki bi-polar itu tidak punya topik pembahasan lain, selain ‘kau sedang apa?’ ‘sudah makan?’ ‘belajarlah dengan giat’ ?

Lama-lama Minah bosan juga.

Diketiknya jawaban untuk Chanyeol.

 

MinahLee119 : Sedang menonton drama, sunbae sedang apa?

 

Diam-diam Minah jadi bertanya-tanya apa yang sedang dilakukan oleh Chanyeol. Apa dia sedang mengurus kegiatan Majelis Permusyawaratan Kelas, atau mungkin menonton drama juga?

Hei hei, tunggu dulu… kenapa Minah tersenyum-senyum seperti itu sambil memandangi layar ponsel-nya?

Oke, sepertinya kalian akan mengetahuinya.

 

real__pcy: Aku? Memikirkanmu J . Panggil aku oppa, bukankah aku pernah mengatakan hal ini sebelumnya?

 

Chessy!” pekik Minah, Hyeyoung yang tertidur di kasurnya menggeliat mendengar pekikakn tersebut. Buru-buru Minah membungkam mulutnya. Lalu terkekeh kecil.

 

MinahLee119 : Mian, Chanyeol oppa. Apa besok oppa ada acara?

 

Ya, Minah ingin meminta bantuan Chanyeol demi kelancaran rencana yang ia buat untuk Baekhyun dan Hyeyoung. Dan sepertinya berbicara dan mengatur rencana bersama Chanyeol adalah pilihan yang terbaik.

 

*

 

Hyeyoung menggeliat di kasurnya, matanya terbuka perlahan-lahan.

“Jam berapa ini?” gumam gadis itu, diambilnya ponselnya, untuk menge-check jam.

Pukul satu dini hari.

Crap, Hyeyoung tidak suka jika penyakit insomnia-nya kambuh mendadak seperti yang terjadi saat ini. Benar-benar mengganggu. Hyeyoung merebahkan tubuhnya kembali ke atas kasur. Berusaha suapaya tertidur kembali. Tapi sudah sedari tadi merubah gaya tidur, tetap saja, gadis itu tidak bisa tertidur.

Kalau sudah begini, lebih baik menonton televisi saja.

Diraihnya remote tv, menyalakannya.

Matanya disuguhi oleh film horror ‘Death Bell’. Buru-buru ditekannya tombol untuk mematikan televisi. Gila, seumur-umur ia tidak mau dan tidak akan pernah menonton film horror. Karena Hyeyoung itu tipe gadis penakut pada hantu. Jadi, bisa kalian bayangkan kan, bagaimana keadaan gadis itu saat ini?

Belum habis keterjutannya karena film horror tadi. Kini dia dikejutkan lagi oleh getar ponselnya. Telepon dari orang tidak dikenal? Tengah malam begini?

Ugh, jangan-jangan ini terror telepon tengah malam, terror via telepon mengerikan yang diceritakan oleh Minwoo—teman sekelasnya—pada saat jam pelajaran kosong tempo hari. Katanya orang yang mendapatkan telepon tengah malam dan mengangkat telepon tersebut akan mendapatkan kutukan dan akan mati bunuh diri di keesokan harinya. Kata Minwoo juga, telepon tengah malam itu menyenandungkan lagu Gloomy Sunday. Lagu menyedihkan yang bisa membuat si pendengar sampai bunuh diri karena depresi akut.

“Minah-ya…” panggil Hyeyoung.

Minah tidak membalas apapun. Gadis Lee itu tertidur dengan pulasnya. Ugh, Hyeyoung menelan ludahnya. Bagaimana ini, apakah Hyeyoung harus menjawab telepon itu?

Tapi siapa tahu itu temannya yang jahil ingin mengerjainya? Hyeyoung jadi punya rencana untuk menakuti balik si penelepon misterius ini.

Yeoboseyo…” kata Hyeyoung.

Tidak ada jawaban dari sebrang sana. Yang ada hanya suara embusan napas berat seseorang.

Bulu roma Hyeyoung berdiri semua. Gadis itu meletakkan ponselnya di rak. Tanpa sengaja Hyeyoung memencet tombol ‘speaker’.

‘Hyeyoung-ssi, ini Baekhyun. Selamat malam.’

Suara seseorang dari arah telepon.

Lalu telepon itu terputus.

“Tuh kan!” Hyeyoung memekik. Buru-buru menutup mulutnya karena Minah mengomel dalam tidurnya.

“Teror telepon tengah malam itu hanya bualan Minwoo saja. Baiklah, aku akan tidur saja.”

Dan Hyeyoung benar-benar tidur pulas setelah hal itu.

Entah karena telepon tengah malam yang ternyata hanya bualan, atau karena suara Baekhyun yang berhasil menenangkannya.

 

*

 

Sudah tiga hari semejak insiden telepon tengah malam. Sekarang hari Jum’at. Saat bagi Hyeyoung untuk melaksanakan piket kelas. Sebenarnya dia malas, tapi bagaimana lagi, Jaebum si ketua kelas sudah memberikan perintah bagi petugas piket untuk tidak mangkir.

Jadilah Hyeyoung di dalam kelas, memegang alat pembersih kaca. Menyemprotkan cairan pembersih kaca ke jendela, kemudian membersihkannya. Begitu terus hingga seluruh kaca jendela bersih mengkilap.

“Kukira kau akan mangkir piket.” Itu suara dari Jiyeon—si sekretaris kelas yang genitnya mengalahkan Yubi.

Hyeyoung memberikan senyuman kuda, “Maaf ya, minggu kemarin aku mangkir.”

Jiyeon memberikan senyuman kecil, “Tidak apa-apa. Tapi Hyeyoung, aku ingin bertanya sesuatu. Kau tidak keberatan kan?”

Gadis Choi itu mengangguk menanggapi. “Silahkan saja.”

Jiyeon duduk di salah satu bangku, berhadapan dengan Hyeyoung yang berdiri masih memegang alat pembersih kaca.

“Kau, dekat dengan Baekhyun sunbae kan?”

Dekat? Dengan Baekhyun sunbae? Tidak juga, mereka tidak pernah berbicara banyak. Dan kalau dibilang seorang teman, sepertinya Baekhyun bukan merupakan salah satu teman dekatnya. Hubungannya dengan Baekhyun juga…

Crap, Hyeyoung jadi mengingat kejadian di Myeongdong waktu itu [Baca MISS ANOYING Chapter 5]. Pipinya bersemu merah. Jiyeon melihat hal itu, gadis bemarga Park itu tersenyum kecil. Ternyata benar Hyeyoung memang dekat dengan Baekhyun.Tapi Jiyeon kemudian mengubah mimiknya menjadi khawatir.

“Hyeyoung-ah, kau tahu kan kalau Baekhyun sunbae itu punya banyak fans?”

“Ya, aku tahu, Jiyeon.”

Jiyeon mengembuskan napas pelan, “Kau tahu, fans Baekhyun sunbae sudah menyadari kedekatan kalian. Yang aku takutkan, anak-anak itu akan menyakitimu. Hyeyoung-ah.”

Choi Hyeyoung hanya bisa menutup mulutnya. Tidak bisa berkata apa-apa. Jiyeon mengibaskan tangannya di depan wajah Hyeyoung, membuat Hyeyoung berkedip beberapa kali.

“Aku harap hal itu tidak akan terjadi, Hyeyoung-ah.”

 

*

 

Hyeyoung berjalan gontai melintasi koridor menuju Gedung Asrama Putri. Ia memikirkan terus kata-kata Jiyeon. Benar, ia memang seharusnya membuat jarak dengan Byun Baekhyun. Ia memang takut untuk mendapatkan bully-an dari fans Baekhyun. Sebut saja Hyeyoung penakut, itu memang benar. Gadis ini memang tidak pernah berharap menjadi orang yang tidak diinginkan.

Karena hal itu akan sangat menyakitkan.

Tapi di sisi lain, hatinya seolah menolak hal itu. Ia tidak ingin menjauh dari Byun Baekhyun. Ia merasa nyaman juga bersama dengan ‘balok es’ itu. Apalagi perlakuan Baekhyun yang terus membuatnya bertanya-tanya. Hyeyoung masih ingin juga mengungkap alasan mengapa Baekhyun bisa sependiam itu.

Masih banyak hal yang ingin ia lakukan dengan Byun Baekhyun.

Tunggu… kenapa jadi terdengar seperti pernyataan cinta?

“Tidak-tidak, aku tidak mungkin menyukai laki-laki itu!” pekik Hyeyoung.

Ia berhenti karena jalannya terhadang oleh sekumpulan gadis-gadis kelas sebelas yang memandanginya tidak suka. Hyeyoung mengerutkan dahinya, tidak bisa mencerna situasi yang sebenarnya terjadi. Hingga salah seorang gadis kelas sebelas dari kumpulan itu menghampirinya dan menarik rambutnya yang diikat ekor kuda kasar.

“Jauhi Byun Baekhyun, dasar kau jalang!” teriak gadis itu.

Mendengar kata tidak menyenangkan itu ditujukan padanya,  Hyeyoung jadi marah. Ia menyentak tangan gadis kelas sebelas yang menarik ikatan rambutnya, membuat rambut Hyeyoung menutupi wajah gadis itu.

“Oh, jadi jalang satu ini sudah berani menantang kita!”

Dua orang gadis kelas sebelas mengunci tangan Hyeyoung hingga gadis itu tidak bisa bergerak, membawanya menuju ruang olahraga yang jarang digunakan. Hyeyoung hanya bisa mengikuti dengan pasrah, karena tentu saja, tenaganya kalah bila dibandingkan dengan sekumpulan gadis-gadis emosional ini.

Seseorang gadis kelas sebelas yang tadi mengatainya berdiri sombong di depannya. Memandangi Hyeyoung dengan tatapan matanya yang merendahkan.

“Kau tahu kesalahanmu kan?”

Hyeyoung meronta, mencoba lepas dari kuncian dua gadis kelas sebelas itu. “Lepaskan!”

“Minji, Nari, ikat saja dia!” teriak gadis kelas sebelas yang mengatainya.

“Baiklah Hyeri.”

Setelah itu dua orang gadis dari kumpulan itu berjalan ke arahnya, mengikat tangannya. Hyeyoung hanya bisa pasrah. Ia tidak mengerti harus melakukan apa lagi. Ia sudah berusaha melepaskan diri, tapi apa daya. Kekuatannya sudah habis.

Dua orang gadis yang tadi menahan tangannya kini melepaskan Hyeyoung. Tubuh Hyeyoung otomatis ambruk hingga kedua lututnya beradu dengan lantai kayu ruang olahraga yang berdebu, meninggalkan bekas lebam yang tertera jelas. Belum puas dengan keadaan Hyeyoung sudah kacau seperti itu, Hyeri menambahnya dengan menginjak tangan Hyeyoung dengan sepatunya. Hingga suara bergemelutuk tulang terdengar.

Bukannya meminta maaf atau apa, Hyeri malah tertawa seolah-olah hal tadi itu adalah hiburan yang terbaik.

“Ini konsekuensinya jika kau mendekati Baekhyun, jalang!” teriak gadis bernama Hyeri itu.

Lalu yang Hyeyoung sadari setelahnya, sekumpulan gadis-gadis itu berjalan menjauhinya. Dan pintu ruang olahraga tertutup. Hyeyoung mendesah, dalam hati ia berharap akan ada seseorang yang menolongnya.

 

*

 

Di lain tempat Minah terus saja menghubungi Hyeyoung, tapi tetap saja hasilnya sama. Tidak diangkat. Perasaan Minah jadi tidak enak. Hyeyoung bilang dia akan pulang cepat setelah melaksanakan piket. Tapi ini sudah lebih dari 2 jam, dan gadis itu belum kembali ke asrama.

Apalagi akan diadakan inspeksi setelah ini.

“Bagaimana ini?” Minah menggigit bibir bawahnya, tatapannya penuh dengan kekhawatiran.

Ia harus menghubungi seseorang. Siapa tahu Hyeyoung pergi dengan salah satu dari mereka.

Dihubunginya nomor milik Jongin, “Jongin-ya, kau bersama dengan Hyeyoung?”

Hah? Tidak . Memang kenapa?’

Minah jadi semakin paranoid. Ia takut saja Hyeyoung diculik atau semacamnya. Ahh, ia tidak menginginkan hal-hal buruk itu terjadi.

“Ia belum pulang sedari tadi. Aku sangat mengkhawatirkannya.” Balas Minah.

Jongin di sebrang sana juga nampak khawatir. ‘Bukannya dia piket? Aku dengar Jackson berulang tahun, jadi mungkin ia mengundang Hyeyoung juga ke acaranya.’

“Piket tidak mungkin sampai dua jam kan? Semoga saja begitu.”

‘Kau tenang saja Minah, aku akan mencarinya.’

Tut.

Telepon teputus. Minah memaki-maki Jongin. Bagaimana bisa ia tenang kalau begini caranya? Ia memandangi koleksi pororo Hyeyoung. Sungguh, ia akan membakar koleksi itu jika ternyata Hyeyoung malah pergi bersenang-senang bersama Jackson—anak pindahan Hongkong yang kini menjadi teman sekelas Hyeyoung.

Lalu pintu asramanya diketuk.

Oh tidak, inspeksinya!

Dibukanya pintu itu takut-takut. Wajah tampan tapi dingin milik Baekhyun menyapanya. Menatap Minah dengan tatapan dinginnya. Di belakang laki-laki itu ada Oh Sehun yang ogah-ogahan untuk melakukan inspeksi.

Baekhyun memasuki kamar asrama yang ditempati Hyeyoung dan Minah itu. Tatapan mata pemuda itu menajam.

“Teman sekamarmu dimana, nona?” itu suara Oh Sehun. Persis seperti pertanyaan yang hendak dilontarkan oleh Baekhyun.

Minah tergagap dia bingung harus menjawab bagaimana. “Itu anu dia dia anu…”

“Bisa kita jelaskan di ruang deten—“

“Tunggu Sehun.” Baekhyun menghentikan kata-kata Sehun. Memandangi Minah dengan tatapan minta penjelasan.

Mau bagaimana lagi, lebih baik jujur saja kan? Batin Minah.

“Sebenarnya…”

 

*

 

Jongin berlari menuju kafeteria, tempat dimana Jackson dan beberapa teman sekelasnya sedang makan-makan. Matanya menyusuri tiap-tiap orang di sana. Tapi tidak ada Hyeyoung. Crap, membuat Jongin makin khawatir saja.

“Hei, Jongin.” sapa Jackson.

Jongin memberikan senyuman singkat , setelah itu berlari meninggalkan kafeteria.

Jongin mencari Hyeyoung dengan berlarian menyusuri koridor dan kelas-kelas. Tidak jarang ia bertanya pada siswa-siswa yang bejalan berpapasan dengannya. Tapi tidak ada satupun dari mereka yang mengetahui dimana keberadaa Hyeyoung.

Lalu langkah Jongin terhenti, ia melihat seorang gadis dengan rambut diikat ekor kuda keluar dari kamar mandi wanita. Ia menghampiri gadis itu, karena mengiranya adalah Hyeyoung. Tapi setelah Jongin menepuk bahu gadis itu. Ternyata bukan Hyeyoung.

Bagaimana ini?

Dimana kau, Hyeyoung?

“Aku bisa mati khawatir kalau seperti ini.”

 

*

 

“Baekhyun hyung, mau kemana?” teriak Sehun masih berada dalam kamar asrama bersama Minah.

Minah yang berada di sana berusaha menenangkan Sehun. “Maaf sunbae, tapi sunbae tidak perlu khawatir. Baekhyun sunbae akan mencari Hyeyoung.”

Sehun memandangi Minah, “Bukan berarti kau terbebas dari hukuman.”

Sial, harusnya Minah tidak perlu menenangkan Sehun. Karena meskipun begitu, ia akan tetap masuk ruang detensi karena kesalahannya yang meletakkan seragam sekolah di balkon. Ia tahu itu mengganggu pemandangan, tapi kan kemarin itu hujan jadi Minah tepaksa mengeringkannya dengan cara seperti itu. Salah siapa sekolah tidak menyediakan hair-dryer?

“Tapi sunbae—“

“Ikut aku ke ruang detensi.”

 

*

 

Baekhyun melangkahkan kakinya mendekati ruang kelas Hyeyoung, setelah memasukinya tenyata tidak ada orang satupun.

“Dimana sebenarnya kau, Choi Hyeyoung?”

Lalu Baekhyun berjalan keluar dari kelas, melewati koridor. Tungkai kakinya berjalan tanpa arah. Hingga kakinya beradu dengan sebuah benda persegi cukup keras yang sering disebut ponsel. Diambilnya benda itu. Membuka lock-screen untuk mengetahui ponsel milik siapa itu.

Dibukanya gallery dan foto-foto seorang gadis memenuhi indra penglihatannya. Tidak, perasaannya jadi makin tidak karuan. Rasa khawatirnya semakin menjadi-jadi saja.

“Bagaimana bisa ponselmu ada di sini, Hyeyoung. Dasar gadis ceroboh!” maki Baekhyun.

Mungkin keberadaan Hyeyoung tidak jauh dari sini. Apa mungkin gadis itu—

Ponsel Baekhyun bergetar. Telepon dari Byun Cheonsa. Baekhyun mengangkatnya. Suara Cheonsa di ujung sana menyapanya.

Baekhyun oppa, kau bisa pulang malam ini?’

Baekhyun mendesah, ia memang seharusnya pulang malam ini. Tapi kalau keadaannya begini, ia tidak yakin bisa pulang malam ini.

“Semoga saja aku bisa pulang malam ini, Cheonsa.”

Cheonsa di sebrang sana yang sedang memakan camilannya mendesah sedih. ‘Baiklah oppa, jaga dirimu.’

“Kau juga, Cheonsa.”

Panggilan itu terputus. Baekhyun kembali berjalan. Langkahnya terhenti ketika seorang gadis berambut pendek menghadang jalannya. Itu Lee Hyeri, gadis ketua klub jurnalistik yang sudah lama memendam perasaan padanya. Tapi tidak terbalaskan.

Gadis itu memberikan senyuman manis kepada Baekhyun.

“Baekhyun-ssi, sedang melakukan inspeksi?”

Baekhyun tidak bergeming. Hyeri tidak puas dengan respon seperti itu. Jadi ia mengatakan hal yang membuat Baekhyun mengeraskan ekspresinya.

“Kau mencari Choi Hyeyoung kan, Byun Baekhyun?”

“Jika sampai sesuatu terjadi pada Hyeyoung, kau yang pertama kali aku temui, Hyeri Lee!”

Lalu Hyeri memberikan senyuman sinis, dan berlalu meninggalkan Baekhyun.

To be Continue


 Author Note : 

Maaf telat post, aku harusnya post hari Senin. Tetapi , karena kesibukan MOS aku jadi nggak bisa nge-post tepat waktu. Maaf banget. Buat yang udah susah-susah nyari password part 6A, terimakasih banyak, kalian yang terbaik {}. Buat yang udah komen dari teaser sampe ke part 6B ini, aku ucapkan terimakasih banyak, kalian bisa minta kecupan via bias masing-masing. Hehehe ^^. Maaf karena aku belum bisa membalas komentar kalian satu per satu T^T, aku ini emang nggak keren sama sekali huhuhu ….

Seperti biasa, maaf bila ada kesalahan penulisan, kesalahan pemilihan diksi, dan ketidak jelasan alur di sana-sini. Aku masih butuh banyak bimbingan dari yang lebih berpengalaman.

Btw, aku masuk kelas MIIA! Tepatnya kelas X-MIIA-2, hahaha, akhirnya kerja keras selama ini tebayar lunas. Tapi, ini baru awal, nanti aku bakal berusaha bikin prestasi yang lebih membanggakan orangtua, Amin.

Selamat berpuasa, dan jangan lupa berkomentar kawan~

Love Youuuuuu~~~ :*

Advertisements

161 responses to “MISS ANNOYING [CHAPTER 6B]

  1. Makin kece, keren dan seru. Hyeri nya kejam dan menyeramkan. Hayo baekhyun dan jongin siapa cepat di dapat. Lanjut trs thor jangan putus asa, jangan berhenti tengah jln atau berhenti mendadak. Tetap semangat trs… Keep writing dan keep calm yes hehehe. Post nya jangan terlalu telat. Aku akan slalu menunggu ff ini.

  2. Baek aja deh yg nemu hyeyoung dulu heheheh
    ntar kalo udh ktemu, pls ada moment baek sm hyeyoung deh

  3. cie mos, cie anak kelas X. kita sejenis horaay /paansihgajeamat/ elah, entah kenapa jadi addict part mark-cheonsa moment. duh, boleh minta tolong ntar di chapter besok-beso banyakin 🙂 hihi

  4. ,.wah wah wahh..apaan tuu yeol,.hahagk..ngajak pedekate yaa ma minah,.
    .trs ittu sebenernya mark ada rasa ga siih ma cheonsa..?? kok perlakuannya gtu” bgt..bikin patah hatii nee

  5. Kasian banget ngeliat Hyeyoung digituin. Sabar aja Hyeyoung… 😦
    Aku mau lanjutin baca ke chapter selanjutnya ya author 🙂

  6. Ehem, Cheonsa-Mark cieeee~~ :3

    Hyeri apa apaan–‘ siapa coba lu ngatur” Hyeyoung, suka suka dia mo dket ama siapa keless yess -o-
    susah yahh, kayanya emang kasus pembully-an itu paling nyangkut sama mslah bgnian.

    BaekKai main dulu”an nemuin hyeyoung yah^^ Yaaa moga aja mrka bsa nemuin Hyeyoung, kasian dia :’3

  7. Ayo baek temuin hyeyeong!!
    Hyeyong sabar baek pasti dateng buat nolongin^_^
    Minah juga kayanya udah mulai suka sama yeol bagus bagus bagus kalo gini kan enakk

    Tapi ada aja yg ganggu baek sama hyeyoung
    Inget yaa bully itu tidak baik *lirik hyeri n the geng lagian siapa lu larang hyeyoung deket sama baek huhh dasarr!!

    Yaudah deh kita lanjut aja ya thor cusss

  8. Kyaaaa ternyata bener nih baekhyun suka sama hyeyoung..
    Uugh dasar hyeri gila kan kasian hyeyoungnya.. Author jjang!! Disetiap chap selalu seru bikin ketagihan+penasaran
    DAEBAKKk!!
    Gomawo and fighting!! 🙂

  9. thor karena aku blm dapet pw chapter 6a jadi aku putuskan utk baca chapt ini dulu, huhuhu abisnya author blm bls emailku dan blm acc pin aku 😦 tp gpp deh hahaha yaampun itu kejem banget fans baek, ihh smoga aja hyeyeong gpp deh thor

  10. Baek ayo temukan hyeyoung. Kasian hyeyoung terkurung.
    Baekhyun sama Hyeyoung. Minah sama Chanyeol, terus Jong In dan D.O ama siapa? .-.

  11. Oh jd mark tuan itu anak got7 toh hehehe baru tau :p
    Eishh knp sih msh ada bully2an , cwe lagi haduuhhh
    Apa baek bakal nemuin hyeyong ? Apa kai duluan yg nemuin hyeyong ?

  12. Si Mark ngapain cium Cheonsa? Bukankah dia gak ingin berkencan dengan gadis yang berumur sama dengan adiknya?

  13. Akhirnya nemu lagi ff ini..ughh itu hyeri… Dan aku udh comment di chap sebelumnya waktu nama aku yg Chacaaa jadi..ijin baca and comment di chap selanjutnya yah un..makasih

  14. kenapa setiap siswa terkenal deket sama cewe pasti tuh cewe bakalan di bully abis”an sama fansnya kaya ngga berperikemanusiaan banget

  15. alur ceritanya nmpak pelik..gku tak faham utk chapt ini..mian thor klau mcm tak sopan tapi aku masih tak puas hati…

  16. Siapa yang duluan nemuin Hyeyoung? Jongin atau Baekhyun? Jadi penasaran dengan chapter selanjutnya :D. Iihh Hyeri jahat banget sih.. Aku jadi benci deh liatnya :@

  17. hah kasihan hyeyoung , bdoh ya org yg melakukan pembullyan , untung nya itu apa ? mlhn rugi kale , menjelekkan nama baik , next yah

  18. Hyeri jahat duh :G
    kasihan Hyeyoung 😥
    baekhyun kelihatan khawatir bngt ama hyeyoung >__< bkin pembaca seneng 😀
    keep writing ya thor~ 😀

  19. Waaah itu momentnya Cheonsa sama Mark ko lbh romantis dari pada oppanya sama Hyeyoung? Baek jangan mau kalah sama adikmu dong, cepat temukan Hyeyoung… semangat semangaaat…. 😀

  20. kan kan? MarkCheon daebakk! xD
    Aduh, jangan bullying.. Ayo Baek! Jongin juga ding! Temukan Hyeyoung!
    Kok, jadi mendramatisir gini? Apalah -_-
    Daebakk pokoknya 😀

  21. Mark cheonsa udah dating kah ?
    Ya hyerin lu songong banget emang baek suka sama lu -_- enggak kali
    Feelingnya baek yang bkal nemu in hyeyoung

  22. Makin kece+keren aja ff ini….

    Apa maksudnya baek nelpon malem malem cuma ngucapin “selamat malam” aja?

    Siapa yang bakal nyampe duluan? Baek atau jongin?

  23. hyeri jahat banget sih, ayo baekhyun segera temukan hyeyoung. moment cheonsa sama mark sweet banget..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s