-You-

 

-You-

 

 

 

-You-

 

By : Guitara19 (@caecilianovi_)

 

Cast : Byun Baekhyun (EXO) , Lee Hyosun (OC)

 

Other cast : you can find by yourself

 

Genre : Romance

 

Length : Oneshoot (± 3.000 word)

 

Rating : PG – 15th

 

Don’t Copas!

Don’t be a silent reader because I hate silent reader!

Typo everywhere!

 

“yang namanya TAKDIR, meskipun sang TAKDIR itu ada di ujung dunia sekali pun, pasti mereka akan di pertemukan” – Baekhyun

 

 

Dear Baekhyun,                                                                                                         2 Juny 2006

Satu tahun ini terasa cepat bukan?

Pertemuan kita berawal dari obrolan yang tidak penting, tapi entah mengapa saat itu aku tertawa mendengarnya.

Sejak pertemuan itu, aku selalu mencari keberadaanmu.

Aku tidak tau alasan yang pasti, kenapa aku selalu mencari keberadaanmu.

Sepertinya, kau mulai menarik perhatianku sehingga aku berkelakuan seperti itu.

Mulai di pagi hari, aku berjalan melalui area parkir. Aku mencari motormu dengan helm merah yang menggantung di kaca spion motormu. Kalau motormu sudah ada, berarti kau datang lebih pagi dariku. Tapi saat aku datang lebih pagi dari biasanya, motormu belum ada. Mungkin aku harus datang agak siang dari biasanya. Namun, saat aku datang agak siang dari biasanya, kau malah datang lebih pagi.

Sungguh kau menyebalkan, Baekhyun.

Saat aku melewati ruang kelasmu, terkadang aku suka curi curi kesempatan menengok ke arah kelasmu, mungkin saja pagi itu aku dapat melihat dan menyapamu.

Saat kau ada jadwal pelajaran olahraga. Diam diam dari jauh aku mengamatimu. Mencari keberadaanmu saat  berlari mengelilingi lapangan sekolah. Sangat senang apabila bisa melihatmu bermain bola. Mau bola basket ataupun bola sepak.terpancar dari matamu, semangat dalam mengiring bola. Kau berlari kesana kemari mengejar bola dengan penuh semangat. Dan tak lupa senyum yang selalu tertempel di bibirmu.

Saat istirahat tiba, meskipun aku sedang tak ingin jajan, tapi aku tetap ke kantin. Agar bisa bertemu denganmu atau menyapamu. Aku sungguh bodoh bukan? Hahaha tapi aku senang melakukannya.

Saat pulang sekolah, kau ingat saat kita bermain bersama? Kita bermain sampai langit hampir gelap. Kita bermain sampai penjaga sekolah mengusir kita.

Saat kau membawa gitar. Kau memainkannya dan aku hanya bisa menyaksikannya. Oh iya, apa kau ingat saat memainkan ‘Canon’ ? aku menyaksikannya saat itu. kau tau apa yang ku rasakan? Dunia seakan berhenti. Dan mataku tak henti menatap jari jarimu yang tengah menari indah di atas senar senar gitar itu. benar. Aku terpukau melihat permainanmu.

Saat mendengar celotehanmu yang kadang tak masuk akal dan terus membuatku tertawa. Kau sama seperti sahabatmu, Chanyeol si happy virus satu itu. tapi kau mempunyai sifat dingin yang tak pernah lepas dari dirimu.

Saat hari mulai gelap, saat itu aku tidak mempunyai teman untuk pulang. Kau menawariku untuk pulang bersama. Kau tau apa yang ku rasakan? Kupu kupu yang ada di perut tiba tiba berterbangan dengan riangnya. Di perjalanan pulang, terkadang kita diam membisu. Seakan aka nada tembok kecanggungan di antara kita. Tapi kita sering berbincang bincang membicarakan tentang suatu hal, bersifat rahasia pun pernah sepertinya. Rumahku lebih jauh di bandingkan rumahmu. Tapi kau suka memaksa tetap mengantarku sampai rumah. Itulah yang membuatku semakin senang denganmu. Kau orang yang baik Baekhyun-ah.

Lalu pernah di suatu pagi, hari itu ujian akhir sedang berlangsung. Seperti biasa aku berjalan menuju kelas sambilmenunduk dan mendengarkankan musik. Meskipun di telingaku terpasang earphone, aku masih bisa mendengarkan suara yang tidak berasal dari earphone. Yang ku dengar saat itu ya suara mu, Baekhyun-ah. Saat itu kau sedang asik berbincang dengan temanmu. Aku mendongakkankepalaku dan melihatmu. Dan kita kontak mata. Kau tersenyum dan melambaikan tangan padaku. Apakah itu untukku? Karena tidak yakin aku melihat ke sekeliling. Tidak ada orang. Berarti itu untukku? Kupu kupu di dalam perutku sontak berterbangan dengan riang karena perbuatanmu. Sepanjang jalan aku hanya tersenyum senyum sendiri. Sungguh bodoh.

Mungkin sampai disini saja. Hanya ini yang bisa ku sampaikan. Kau bisa menebak perasaanku bukan? Ya. Aku menyukaimu. Aku terkekeh saat membaca ulang isi surat ini. bisa bisanya aku mengungkapkan perasaan kepada teman mainku sendiri. Oh iya, besok aku harus terbang ke Jepang. Jangan kangen yaaa hahahaha

Ah, aku dengar kau di terima di Universitas Seoul ya? Chukkae ^^ semoga kau semakin rajin sama seperti kau di SMA.

Annyeong Baekhyun sunbae, Baekhyun oppa, Baekhyun-ah ^^v

 

Tertanda,

Yeodongsaeng, hoobae, Lee Hyosun 🙂

 

 

“Hyosun…” gumam Baekhyun saat selesai membaca surat yang terselip di buku yang kemarin di kembalikan Hyosun.

Dengan cepat ia mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Hyosun. Ponselnya tidak aktif. Dia bilang besokkan berangkat ke Jepang? Baekhyun melihat tanggal yang tertera di surat tersebut. 2 juni. Baekhyun pun mengalihkan pandangannya melihat ponsel. 3 Juni. Aish. Namja babo! Ejeknya pada diri sendiri. Hari ini Hyosun berangkat ke Jepang. Baekhyun mencoba menghubungi Minra, teman dekat Hyosun.

“ppalli…” gumam Baekhyun.

“Yeboseyo..” ucap seseorang di sebrang sana.

“Minra! Hyosun berangkat ke Jepang hari ini?” tanya Baekhyun tak sabar.

“ne, baru saja aku pulang sehabis mengantarkannya. Tapi karena pesawatnya delay ia malah menyuruhku pulang.”

Masih ada kesempatan.

“ah, arraseo. Gomawo.” Ucap Baekhyun alalu mengakhiri panggilan tersebut.

Lalu Baekhyun meraih kunci beserta helmnya yang ada di meja, ia harus segera pergi menuju bandara. Baekhyun langsung menancap gas menuju Incheon Airport. Selama perjalanan hanya satu yang ia pikirkan. Hyosun.

 

-Incheon Airport-

Baekhyun mengalihkan pandangannya ke sekitar bandara. Mencari keberadaan Hyosun. Baekhyun berlari kesana kemari mencari Hyosun.

Dimana kau Hyosun?

Baekhyun mengacak acak rambutnya, saking kebingungannya tak kunjung menemukan Hyosun. Ia sudah berlari mengelilingi bandara Incheon demi menemukan Hyosun. Kini ia terhenti di depan papan yang menunjukkan status pesawat.

Kenapa aku tidak mencari ini sedaritadi? Babo!

Baekhyun mencari peswat yang bertujuan ke Jepang.

“Japan – Japan Airlines – JP56 – Take Off

Membaca kata Take Off yang berarti sudah berangkat membuat Baekhyun lemas. Kini lututnya tak kuasa menahan beban Baekhyun. Baekhyun berlutut di depan papan tersebut. ia sudah tak sanggup berdiri lagi.

Hyosun apakah kita bisa bertemu lagi?

 

-8 Tahun Kemudian-

 

Baekhyun tak henti menatap lembar demi lembar yang merupakan proposal yang baru saja di berikannya dari Direktur bagian Produksi. Ia mengecek lembar demi lembar isi proposal tersebut. sesekali ia mencoret lembar tersebut. entah apa yang ia coret. Yang pasti itu sebuah kesalahan yang dibuat oleh Direktur tersebut. Baekhyun tidak bisa menanda tangani proposal ini yang berarti harus di buat ulang.

Baekhyun melirik ke jam yang terpasang di pergelangan tangannya.

Sudah waktunya.

Baekhyun merapikan kembali proposal tersebut. lalu ia memakai jas nya yang tergantung di tiang gantung. Ia berjalan menuju meja sekretaris yang ada di depan ruangannya. Baekhyun memberikan proposal tersebut pada sekretarisnya.

“berikan ini pada Kim sajangnim, dan katakan benarkan apa yang aku coret.”

“ne sajangnim.”

“ah, bahan rapat letakan saja di mejaku, aku harus menjemput Soohyun sekarang.”

“ne sajangnim.”

Baekhyun berjalan menuju lift. Saat memasuki lift ia di sambut oleh beberapa karyawannya yang sudah membungkuk—memberi hormat pada CEO muda Byun Group. Pintu lift terbuka di lantai 1. Semua karyawan yang ada di lift memberi jalan terlebih dahulu untuk Baekhyun tak lupa juga membungkuk menghadap Baekhyun. Baekhyun membalas tanda hormat tersebut dengan membungkuk juga. Baekhyun berjalan menyusuri lobby kantornya.

Ia mengeluarkan ponselnya hendak menghubungi Soohyun. Baekhyun tak melihat bahwa ada yeoja yang di depannya yang sedang memandang dengan kagum besarnya Kantor Byun Group.

Bruk!

Baekhyun menabrak pundak yeoja yang ada di depannya lumayan keras, sehingga membuat yeoja itu sedikit meringis kesakitan.

“jeosonghamnida” ucap datar Baekhyun tanpa melihat yeoja itu dan tetap sibuk menatap ponselnya.

“ah ne gwenchana” ucap yeoja itu dingin . lalu mereka berdua kembali ke tujuannya masing masing tanpa mempermasalahkan kejadian tersebut.

“Soohyun-ah, kau sudah pulang?”

 

-Lobby Byun Group-

Hyosun membenarkan pakaiannya yang sedikit acak acakan karena bertabrakkan dengan seorang namja.

Namja itu ketus sekali. Minta maaf tapi melirikku sedikit saja tidak. Benar benar tidak sopan.

Hyosun kembali menatap Lobby Kantor Byun Group ini dengan tatapan kagum. Benar benar besar sekali. Di banding dengan kantor kantor yang ia sering kunjungi. Wajar saja Byun Group merupakan Perusahaan terkaya kedua di Korea. CEO nya saja orang muda terkaya yang pertama. Siapa yang tidak kagum?

Hyosun berjalan menuju meja resepsionis. Hari ini menjadi penerjemah investor asing untuk Byun Group. Tentu saja Hyosun menerimanya. Bayarannya pasti sangat besar. Hyosun hanya bekerja sebagai penerjemah freelance. Jadi paling tidak dalam seminggu ia mendapat 1 pekerjaan. Paling banyak dalam seminggu hanya 3 pekerjaan. Tapi bayaran yang di terima jangan di tanya. Hyosun bisa mengalahkan gaji sebulan seorang karyawan swasta. Hyosun sedikit beruntung memilih bekerja menjadi penerjemah.

“ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang yeoja yang menjaga meja resepsionis

“saya Lee Hyosun. Penerjemah bahasa asing Tuan Sakamoto.”

“sebentar..” yeoja itu tampa seperti mengecek sesuatu lalu memberikan name tag pada Hyosun.

“ini di pakai selama anda ada di gedung Byun Group. Rapat dengan Tuan Sakamoto akan di mulai 30 menit lagi di Ruang Jasmine yang ada di lantai 5.” Jelasnya pada Hyosun

“ah ne gamsahamnida” Hyosun pun mempakai name tag tadi yang di berikan oleh yeoja tersebut dan melangkah pergi menuju lift.

Hyosun memasuki lift dan menekan tombol angka 5. Hyosun mengamati name tag yang sudah ia pakai sekarang. Tertera namanya Lee Hyosun dan di atasnya terdapat pas foto Hyosun. Di ujung name tag tersebut tertera nama CEO yang menanda tangani name tag ini.

Byun Baekhyun. Baekhyun. Baekhyun. Baekhyun. Baekhyun?!

Hyosun menatap nama dan tanda tangan yang ada di ujung name tag. Tatapan tak percaya ada di mata Hyosun. Hyosun merogoh rogoh tasnya mencari ponselnya. Lalu ia mengetik sebuah pesan singkat.

Hyosun :

Minra! Kau tau siapa CEO Byun Group tempat akan aku bekerja sekarang?

Minra :

            Ani. Nugu?

Hyosun :

            Byun Baekhyun! Baekhyun sunbae Minra-ya!

Minra :

            Jeongmalyo?

Hyosun : 

            Geurae. Ottokhe?

Minra :

            Terserah kau. Mian aku sedang tidak bisa membantumu sekarang.

Hyosun :

             Aish.. jjinja >.<

            Ottokhe???????

Minra tak membalas lagi pesan singkatku. Benar benar teman yang tidak bisa di andalkan. Keadaanku sedang urgent seperti ini. Baekhyun. Namja yang ku kirimi surat pengakuan sehari sebelum aku berangkat ke Jepang. Entah ia sudah membacanya atau belum aku tak tau.

Ting!

Pintu lift terbuka. Hyosun keluar bersama dengan beberapa orang. Mungkin salah satu karyawan disini. Di depan lift ada papan penunjuk jalan. Hyosun mencari ruang Jasmine. Ruang Jasmine belok ke arah kiri. Hyosun belok ke kiri dan menyusuri lorong ini. akhirnya, ada papan yang menandakan bahwa itu ruang Jasmine.

Di depan ruangan itu ada 2 orang namja yang kekar. Sepertinya mereka bodyguard dari Tuan Sakamoto. Ada isu yang mengatakan, Tuan Sakamoto merupakan keturunan Yakuza*.Hyosun sedikit bergidik ngeri mendengarnya.

sumimasen. Watashi wa Lee Hyosun desu. Penerjemah Tuan Sakamoto.”

Mendengar nama Tuan Sakamoto di sebutkan oleh Hyosun, kedua orang itu langsung membukakan pintu untuk Hyosun. Hyosun melangkah masuk. Saat ia sudah masuk ke dalam ruangan tersebut, ia di sambut berapa pasang yang menatapnya. Dan mereka semua adalah orang Jepang.

Hajime mashite. Watashi wa Lee Hyosun desu. Penerjemah Tuan Sakamoto.” Hyosun memperkenalkan diri di depan semua orang yang ada di ruangan tersebut lalu membungkuk.

Seorang namja paruh baya berdiri dan membungkuk kepada Hyosun.

Watashi wa Arata Sakamoto desu. Dozou yoroshiku.“

Haik!” jawab Hyosun dengan semangat.

Meskipun ada yang bilang Tuan Sakamoto merupakan keturunanYakuza, tapi kesan pertama yang Hyosun dapatkan Tuan Sakamoto orang yang humoris. Sambil menunggu rapat ini di mulai, Hyosun mengeluarkan berkas yang dikirim kepadanya minggu lalu. Itu adalah teks yang akan ia baca dalam bahasa Jepang nanti. Sebagian berkas yang di pegang Hyosun sudah di coret sedemikian rupa, coretan yang merupakan terjemahan bahasa Jepang. Jadi nanti Hyosun tinggal membacakannya saja.

15 menit kemudian ruangan ini mulai ramai oleh orang orang penting. Lalu masuk seorang namja dengan pakaian rapi. Tunggu Hyosun kenal namja itu. dia orang yang tadi yang menabrak Hyosun lumayan keras di lobby. Jangan jangan dia CEO Byun Group, Byun Baekhyun?!

 

-Seoul International Primary School-

“Soohyun-ah” panggil Baekhyun sambil melambai kepada seseorang yang ada di depannya. Lalu datang seorang yeoja kecil yang mengendong tas pororo berukuran sedang, berlari ke arah Baekhyun.

“Baekhyun oppa! Belikan aku ice cream, karena kau terlambat menjemputku.” Ucap yeoja kecil itu sambil mengerucutkan bibirnya, dia adalah Byun Soohyun. Adik perempuan Baekhyun.

“arra arra. Kajja oppa ada rapat hari ini. ppalli ppalli” ucap Baekhyun sambil menggendong adik kecilnya ini.

Baekhyun menggendong Soohyun ke mobil yang ia parkir dekat sekolah Soohyun. Ia berjalan diiringi tatapan dari yeoja yeoja—pengasuh yang menjemput tuan muda dan nyonya kecil, menatap kagum melihat Baekhyun.

-Ruangan CEO Byun Group-

Baekhyun menurunkan Soohyun dari gendongannya dan membiarkan yeoja kecil itu makan ice cream seorang diri di meja tamu. Baekhyun kembali sibuk menatap berkas berkas yang merupakan bahan rapat hari ini dengan investor asing. Baekhyun menekan tombol intercomnya yang terhubung dengan sekretarisnya yang ada di depan ruangannya.

“masuk ke ruanganku segera.” Perintahnya

“ne, sajangnim.”

Tak lama kemudian masuk sekretarisnya. Sekretarisnya itu membungkuk ke Baekhyun.

“tolong jaga adikku selama rapat berlangsung. Pakai ini apabila ia meminta sesuatu. Arraseo?”

“Arraseo sajangnim. Ini proposal dari Park sajangnim, Direktur bagian Pemasaran.”

“letakkan saja di mejaku. Oh iya, satu lagi. Kau boleh memakai kartu kredit itu untuk makan siang.”

“ne gasahmnida sajangnim.”

Baekhyun pun dengan segera meninggalkan ruangannya tersebut tanpa pamit pada adiknya, dan pergi menuju ruang Jasmine.

 

-Ruang Jasmine-

“Lee Hyosun?”

“ne?”

“mari ikut saya. Rapat akan segera dimulai.”

“ah ne.” Hyosun pun merapikan pakaiannya kembali, agar ia tampak baik di depan nanti.

Hyosun berdiri di samping podium sesuai yang di perintahkan penanggung jawab rapat hari ini. tiba tiba ia di hampiri oleh seseorang yang membuat Hyosun sedikit merinding. Dia CEO Byun Group. Byun Baekhyun.

“kau penerjemah hari ini?” tanya Baekhyun pada Hyosun.

“n-ne sajangnim.” Jawab Hyosun gugup.

“mohon kerjasamanya” Baekhyun membungkuk dan Hyosun membalasnya dengan membungkuk juga. Baekhyun melangkah melewati Hyosun ke arah Podium. Jelas ini membuat Hyosun gugup tak henti. Selama rapat Baekhyun aka nada di sampingnya terus. Hal ini tidak pernah terbayangkan oleh Hyosun.

“bolehku tau namamu?” tanya Baekhyun yang membuyarkan lamunan Hyosun

“n—ne ?”

“na-ma-mu” Baekhyun mengulanginya lagi dengan ejaan

“Lee Hyosun imnida”

Pardon?”

“Lee Hyosun imnida” setelah Hyosun memberitahu namanya pada Baekhyun, Baekhyun menatapnya dengan tatapan tak percaya.

Lee Hyosun. Hyosun. Hyosun. Hyosun. Hyosun?! Pekik Baekhyun dalam hati

Baekhyun kembali fokus pada rapat ini. ia sangat memerlukan saham yang akan di tanamkan oleh Tuan Sakamoto hari ini. guna sebagai modal mengembangkan cabang di Jepang yang tentu akan di awasi langsung oleh Tuan Sakamoto.

“lama tak bertemu, Hyosun-ah” ucap Baekhyun sedikit berbisik pada Hyosun dan membuat pipi Hyosun bersemu merah.

 

-satu jam kemudian-

 

Setelah ia selesai berbincang singkat dengan Tuan Sakamoto seusai rapat, Hyosun menghela nafas dan mencoba merenggangkan badan sejenak. Di raihnya botol minum yang ada di hadapannya. Sekali teguk, Hyosun sudah menghabiskan setengah dari botol itu. Hyosun merasa tenggorokkannya benar benar kering karena banyak berbicara hari ini.

Hyosun duduk di kursi yang ada di dekatnya.menghempaskan badannya ke kursi itu karena lelah sedari awal rapat ia berdiri terus, menerjemahkan apa yang di ucapkan Baekhyun. Tiba tiba orang yang menjadi penanggung jawab rapat tadi menghampiri Hyosun. Dan mengatakan Hyosun diminta menghadap Baekhyun sajangnim segera. Hyosun menghela nafas mendengar itu. akhirnya ia mengiyakan perintah orang tersebut. Hyosun meraih tas punggungnya dan meninggalkan ruangan terkutuk ini—bagi Hyosun.

 

-Ruang CEO Byun Group-

Hyosun sudah ada di depan ruangan anda sajangnim

“persilahkan masuk”

Kemudian terdengar bunyi ketukan pintu.

Tok.Tok.Tok.

“masuk”

Hyosun masuk ke ruang Baekhyun dengan kepala menunduk. Hyosun melihat Baekhyun memunggunginya.

Apakah ia marah karena aku terlambat memberitahunya?

“ada apa Baekhyun sajangnim?” tanya Hyosun dengan pelan

“panggil aku seperti biasa Hyosun-ah” balas Baekhyun

“Baekhyun sunbae”

“aku bukan lagi kakak kelasmu.”

“Baekhyun-ssi”

“terlalu formal”

“Baekhyun… Op—pa?”

“ambil amplop biru yang ada di mejaku dan bacakan dengan keras.”

Hyosun mengambil amplop biru sesuai perintah Baekhyun. Hyosun membuka amplop itu dan mengambil kertas yang ada di dalamnya. Melihat apa yang dipegangnya sekarang, Hyosun kaget.

Baekhyun sudah membacanya? Dan ia masih menyimpannya?

Hyosun menatap punggung Baekhyun intens. Baekhyun masih saja memunggunginya.

“bacakan Hyosun-ah”

Hyosun menghela nafas untuk sekian kalinya. Akhirnya mau tak mau Hyosun membaca isi surat yang dulu ia tulis untuk Baekhyun. Ia membacanya dengan terbata bata. Ia membacanya sambil mengingat ingat bagaimana perasaanya saat menulis. Ia menulis sambil terisak isak mengingat bahwa ia akan pergi meninggalkan Seoul. Dan yang berat meninggalkan Baekhyun. Namja yang ia suka.

Dan sebenarnya Hyosun kembali ke Seoul bukan dengan satu alasan yaitu bekerja. tapi ia pulang dengan membawa sejuta alasan. Salah satunya. Bertemu dengan Baekhyun.

Hyosun sudah selesai membaca suratnya tersebut.

“balikan kertasnya dan bacakan dengan keras”

Hyosun membalikkan kertas tersebut. ia membacanya dalam hati terlebih dahulu.                                     Nado Saranghae, Hyosun-ah

            Where are you now?

            I wanna marry you, Hyosun-ah. 🙂

Dan disitu juga tertempel cincin yang ditempel menggunakan selotip. Hyosun melepaskan cincin itu dan menatapnya dengan seksama.

“Oppa..”

“Bacakan dengan keras Hyosun-ah”

“Nado. Saranghae, Hyosun-ah. Where are you now? I wan—na mar—ry you, Hyosun-ah”

Akhirnya Baekhyun berbalik dan memeluk Hyosun. Sontak membuat Hyosun kaget. Baekhyun memeluknya dengan erat. Ia tak mau yeoja yang ia cintai pergi lagi untuk kedua kalinya. Berulang kali Baekhyun menciumi puncak kepala Hyosun. Ini membuat jantung Hyosun berdetak tak menentu.

Baekhyun melepaskan pelukannya itu. lalu meraih cincin yang masih di pegang oleh Hyosun dan memasukkannya ke dalam kotaknya. Baekhyun berlutut di depan Hyosun dan menyodorkan cincin tersebut pada Hyosun. Melihat sikap Baekhyun seperti ini, membuat Hyosun terharu dan matanya mulai berkaca-kaca.

“Will you marry me?” tanya Baekhyun tiba tiba menyodorkan sebuket bunga mawar merah.

“I do Baekhyun oppa” ucap Hyosun terisak isak. Dengan segera ia memeluk Baekhyun. Sudah lama Hyosun ingin memeluk badan Baekhyun yang tidak terlalu besar. Hyosun menenggelamkan kepalanya ke pundak lebar Baekhyun. Baekhyun membalas pelukan Hyosun dengan erat.

“yang namanya takdir, meskipun sang takdir itu ada di ujung dunia sekali pun, pasti mereka akan di pertemukan” bisik Baekhyun.

“Gomawo Baekhyun” mereka pun saling memeluk erat. Mereka meluapan semua perasaan yang terpendam selama beberapa tahun ini.

 

Brak!!

 

“OPPAAA!! Kenapa aku tidak boleh masuk?!!” Soohyun masuk dengan membanting pintu. Mendengar suara tersebut dengan cepat mereka melepaskan diri dari pelukan.

“oppa, nugu?” tanya Soohyun kebingungan sambil menunjuk Hyosun.

“yeojachingu oppa” jawab Baekhyun sambil merangkul pinggang Hyosun.

“Baekhyun, nugu?” kali ini Hyosun menirukan sikap aegyo Soohyun tadi sambil menunjuk Soohyun.

“Aish, hentikan sikap aegyomu itu chagi. Soohyun kenalkan dirimu.” Perintah Baekhyun terhadap Soohyun.

“Annyeong haseyo, Byun Soohyun imnida. Yeodongsaeng ter—aegyo “ jelas Soohyun sambil menunjukkan sikap aegyonya lagi yang justru membuat Hyosun dan Baekhyun tertawa.

 

~THE END~

 

Haaiii everybody!!!!!!!!!!!!

Gimana ff oneshoot ini yang castnya Byun Baekhyun?

Maaf ya kalo ada kesalahan kata atau bahasanya yang ngaco.

Awalnya masin castnya Park Chanyeol, tapi ada yang nge request Baekhyun, yaudah aku ganti Baekhyun.

Untuk Guitar Coffe and Love aku post abis lebaran kayanya. Soalnya otak aku lagi mentok ngelanjutin ff satu itu. tapi tenang ff itu gaakan berhenti di tengah jalan. Aku bakal tamatin. Segera.

So jangan lupa comentnya yaaa 🙂

 

Yakuza :  yakuza itu semacam preman. Tapi di Jepang Yakuza itu agak dihormati karena menakutkan. Yakuza itu (kalo liat di komik) style nya nyentrik gitu. Ya kalian yang suka baca manga pasti tau ya hehe. (sumber : senangkepnya saya liat di komik *gaplok*)

Sumimasen : Permisi / maaf

 Watashi wa Lee Hyosun desu : ini rumus *anakIPA* dasar atau pola kalimat dasar dalam menyatakan nama.

Hajime mashite Perkenalkan

Dozou yoroshiku : salam kenal (kalo gasalah, aku lupa >.<)

Haik : Iya . kalau di Korea “iie” artinya iya, tapi kalo di Jepang kebalikannya “iie” artinya tidak.

 

Advertisements

67 responses to “-You-

  1. Asikkkk, lucu ihhh. Langsung dilamar huhuuuuuu. Semangat unnie, aku suka ff nya bahasanya ringan hehehe

  2. Ciee baru ketemu langsung diajak nikah aku juga mau doong#plak /bunuh gue pliss :v
    Eh aku kira soohyun itu pacarnya tapi pas tau soohyun masih kecil dikira anak baekhyun ohyampun dikira sad ending wkwk .-.
    Aku suka ff nya simple ga berbelit belit juga konfliknya 😀

  3. nggak nyangka si baekki jadi manis disini hihii. tapi aku mau koreksi dikit, kan si baekhyun tadi nanyanya “will you marry me” jawabnya harusnya “i will” itu aja sih tp semuanya bagus kok^^ keep writing yah 🙂

  4. Awal-awal baca sempet mikir “Ini kog sedih gini bakalan pergi yg ceweknya?” tapi setelah lanjut baca ceritanya seru..
    Gg nyangka mereka bakalan bertemu lagi setelah sekian lama..

  5. Manis bngt,
    Takdir y??
    Wah so sweet. . .
    Kirain td soohyun tu anakx eh terxta adikx,
    Heheheh. . .
    Keep writing,

  6. Manis yee. Kalo jodoh emang dah. Emm…. Boleh minta sequelnya ga? Suka sama ini cerita hehehe. Tapi lumayan lama ye nunggunye 8 tahun kemudian. Nyesek bgt tuh pasti awalnye. Yakin dah /guekesambetapa/ Okeh syudah. Buat authorku, Semangat! Semangat! Uyehe! I heart you♥

  7. Ahh… Enak bgt itu baru ketemu lagi udh dilamar ajaaa…. Aku jg mau… (˘▿˘ʃƪ)ㅋㅋㅋㅋ.
    Bikin iri ajaa dehh… Ahh… Baekhyun!! Luv u !! Hahaha….
    Cecil, selain lanjut GC&L, buat ff one shoot gini juga oke kok. Keren.

    Next bikinin oneshoot nya Jongin or Kai dong… Ehhehee… *request* kalau bisa hehhe
    Thanks yaa… Bye ^^

  8. One shoot ini pengalaman pribadi ya? Bagus banget ko one shoot nya oke, bikin one shoot lagi dong cil, buat Guitar Coffee and Love nya semoga ga nge stuck yaa emang bikin ff menguras isi otakmu! Hehe keep fighting!!!

  9. Hai readers semua 🙂
    maaf gabisa bales comentnya satu satu, tapi aku bawa kabar gembira, -You- aku bakal buat sequelnya berjudul -Destiny- bakal secepatnya di post 🙂
    sekali lagi GAMSAHAMNIDA readers buat comentnya 😀

  10. wahh seneng.. bisa belajar sedikit bahasa jepang dengan baca ff ini .. bisa belajar juga .. dan bener yah .. yanh namanya takdir, walau diujunh dunia pun pasti akan bertemu–” Bahkan ketika Hyosun brada di Jepang pun selama 8th baek-sun tetap bisa bertemu dan akan segera menikah ^.^/\ ciee chukkaeyo oppa!!.. dan aku mau tanya soal hyosun.. XD dan mungkin ini agak konyol XD aku udh deg2an wktu ada penggalan kalimat “aku akan menjemput Soohyun” malahku kira Soohyun yg dimaksud itu adlah anak.a Baekhyunie dgn yeoja lain XD itu brrti dia udh menikah XD ngakak ga pas trnyata aku menemukan kata2 lain “Baekhyun oppa belikan aku ice cream” haahhh.. betapa tenang.a aku trnyata dia adalah yeodongsaeng trcinta.a baek .-. *jungkir balik* XD tapi diawal crita kn g djelasin baek pnya dongsaeng o_O thor ?? tapi kok kaya.a masih kecil ya.. XD berarti mungkin saat hyosun pergi ke jepang baek pnya adik baru haha .. wokeh drpd comentku makin panjang kbwah XD aku sudahi saja sampai disini ..
    BTW AKU BUTUH SEQUEL LOH THOR..

    PAI..PAI.. AND ANNYEONG–“”

  11. Aaaa ~ suka banget sama ffnya^^. Apa lagi castnya Baekhyun, tambah suka sama ffnya :D. Because Baekhyun is my idol number 1 ~ yeee 😀 berikan saya tepuk tangan (?) prok prok prok (apa’an sih loe, gaje -_-‘). Aduh thor aku terharu banget sama ungkapan cintanya Hyosun. Kata-katanya itu loe menyentuh banget. Sayangnya itu ada typonya sedikit dalam surat cintanya Hyosun, dan ada kata yang gak aku mengerti dalam surat itu, tapi walaupun begitu ffnya tetap nyambung kok :D. Aku juga paling suka saat Baekhyun melamar Hyosun. Baru pertama kali gue nemu ff yang lamarannya cara ginian :D. Oke mungkin gitu aja kalik ya :D. Oke semangat terus buat author, bikin ff yang cucok kayak ini lagi :D. Kalau bisa castnya Baekhyun sama Eunji thor, itu biasku semua 😀 (curhat + request ni kisahnya -_-). Oke segitu dulu thor. Sukses dengan karyanya yang lain :D. Annyeong^^.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s