Me And You [ Chapter 4 ]

efefd
Title : Me and You [ Chapter 4 ]
Main cast :
– Oh Sehun (EXO-K)
– Choi Hara (OC)
– Shin Kyuri (OC)
– Kim Jongin (EXO-K)
– Kim Hyerin (OC)
– new cast
Author : feeyaa
Genre : school life, marriage life, sad,romance
Length : Chaptered
Rating : PG-17

“Seorang yeoja 17 tahun terjebak dalam kesalahpahaman bersama seorang namja sedingin es”

Chapter sebelumnya >> Chapter 1 >> Chapter 2 >> Chapter 3

HAPPY READING~~

Sehun termenung selama beberapa saat. Matanya yang tajam nan dingin menatap kosong ke depan. Jika dilihat dari segala arah, namja itu terlihat seperti sebuah patung. Entahlah, namja itu berubah menjadi seperti ini sejak melihat sesuatu di ponselnya. Diam termenung dan kedua mata yang fokus pada satu titik. Entah apa itu.
“Oppa?” Hyerin melambai-lambaikan tangannya tepat di depan wajah sehun. Dan sepertinya lambaian tangan hyerin layaknya angin yang berlalu. Namja itu tak bereaksi sama sekali.hyerin mendengus kesal dan menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan. Tampaknya yeoja itu akan melakukan sesuatu.
“OPPA!!!!” Teriakan hyerin menggema di seluruh penjuru cafe. Walaupun suaranya tidak cukup keras, tapi para pengunjung cafe dapat mendengarnya dan merasa terganggu. Akhirnya hyerin memandang para pengunjung cafe dengan tatapan bersalah sembari membungkukkan badannya minta maaf.
“Apa yang terjadi?” Ujar seseorang di belakang hyerin. Hyerin menoleh dan mendapati sehun tengah memandangnya heran.
“Eoh? Oppa? Kau sudah sadar?” Tanya hyerin cepat. Sehun mengernyitkan dahinya mencoba mencerna perkataan hyerin.
“Oppa tak tahu? Oppa tadi tak bergerak sama sekali” ujar hyerin pelan.
“Gwenchana” sehun memandang hyerin sembari tersenyum meyakinkan yeoja itu bahwa dia baik-baik saja.
“Sepertinya oppa mematung setelah melihat sesuatu di ponsel oppa”ujar hyerin curiga.
“Eh? Sudahlah. Oppa baik-baik saja” sehun tersenyum kepada hyerin. Hyerin pun mengangguk-anggukan kepalanya sembari tersenyum ragu. Ia memang sedikit curiga dengan sehun. Tapi ia segera menepis segala hal negatif tentang sehun. Ia tidak mau berprasangka buruk terhadap namjachingunya sendiri.
“Kajja kita pulang” ajak sehun. Hyerin hanya memandangnya heran.
“Aku belum ingin pulang oppa. Kita disini saja dulu”. Sehun yang melihat raut wajah sedih hyerin hanya bisa mengangguk kecil menyetujuinya.

***
“Aish jinjja namja itu… Kenapa belum pulang juga” gerutu hara. Raut wajah yeoja itu terlihat gelisah bercampur kesal. Saat ini, yang hara lakukan hanya mondar-mandir di depan TV yang menampilkan acara kompetisi memasak dengan volume yang cukup keras. Sesekali ia melirik ponsel yang berada di genggamannya. Tidak ada tanda-tanda balasan dari sehun. Tiba-tiba bel apartemennya berbunyi, dengan tidak sabar hara melangkah ke pintu. “Itu pasti sehun oppa” gumam hara senang. Hara terkejut melihat bukan sehun yang datang melainkan eommanya.
“YA!! Kenapa kau memasang raut wajah seperti itu eoh? Kau tidak suka eomma mengunjungimu?” Eomma hara memandang putrinya yang terlihat kesal.
“Ani eomma. Masuklah” ujar hara pelan.
Eomma hara tersenyum dan segera melangkah masuk ke apartemen putrinya.
“Itu apa eomma?” Tanya hara sambil menunjuk beberapa kantong plastik yang eommanya bawa.
“Sayur-sayuran,dagin­g,dan bahan-bahan dapur lainnya. Hari ini, eomma akan membantumu memasak makanan untuk suamimu. Tapi, sepertinya sehun tidak ada disini. Kemana dia?” Eomma hara mengedarkan pandangannya ke segala penjuru apartemen putrinya.
“Dia belum pulang eomma” ujar hara murung.
“Aish jinjja. Dia kemana eoh? Apa dia tidak menghubungimu?” Tanya eomma hara kesal.
“Sudahlah eomma. Kajja bantu aku memasak” hara mencoba mengalihkan pembicaraan. Ia tidak mau eommanya berprasangka buruk terhadap sehun. Ia pun mengambil beberapa kantong plastik yang eommanya pegang dan melangkah ke dapur.

“Bagaimana keadaan di rumah eomma tanpa kehadiran putri cantikmu ini?” Tanya hara jail sambil menyikut lengan eommanya yang tengah memotong bawang.
“Rumah sangat aman,tenteram dan damai tanpamu”ujar eomma hara tenang.
“YA!! Eomma! Bagaimana bisa?” Hara menatap eommanya dengan kesal.
“Ani. Sebenarnya eomma dan appa sangat kesepian. Tapi, mau bagaimana lagi, kau harus tetap tinggal disini menemani sehun sampai kematian memisahkan kalian” hara mematung setelah mendengar perkataan eommanya. Sederet kalimat itu seperti ribuan jarum yang menusuk-nusuk hatinya.
“Tidak eomma. Aku dan sehun akan berpisah. Perjanjian itu….”Batin hara sedih.
“YA! Berhentilah melamun! Apa yang sedang kau pikirkan eoh?” Hara hanya tersenyum menatap eommanya sembari menggeleng-gelengkan­ kepalanya pelan.
“Jadi bagaimana dengan sehun? Apa kalian sudah melakukannya?” Tanya eomma hara pelan.
“Mwo? Maksud eomma apa eoh?” Hara menatap eommanya heran.
“Kau tidak mengerti? Ayolah. Eomma ingin menimang cucu”.
“MWO?” Hara menatap eommanya dengan mata melotot.
“YA! Ekspresimu berlebihan! Apa kalian belum pernah melakukannya?”
“Dia belum menyentuhku eomma..”
“MWO? Bagaimana bisa eoh?”.
“Aish eomma. Aku ini masih kecil. Lagipula aku tidak mau sehun menyentuhku”gerutu hara kesal.
“Aish jinjja.. Istri macam apa kau ini eoh?”.
“Eomma….Hanya saja…aku belum siap”.
“Arraseo. Eomma mengerti perasaanmu” wanita paruh baya itu menepuk pelan pundak putrinya. Kemudian ia meletakkan beberapa piring yang berisi bermacam-macam makanan di meja makan.
“Eomma pulang dulu ne” hara memandang eommanya heran.
“Jadi? Makanan ini bagaimana eomma? Kau tega membiarkanku menikmati semua makanan sebanyak ini?”Hara menunjuk makanan yang sudah tertata rapi di meja makan.
“Aish jinjja.. Yeoja pabo! Makanan itu eomma buat untuk kau dan sehun. Yasudah eomma pulang dulu ne… Sampaikan salam eomma untuk suamimu” hara menatap kesal eommanya yang mulai melangkah keluar pintu.

***
Sehun melangkah memasuki lift dengan langkah-langkah yang ringan. Seragam sekolah masih menempel di tubuhnya saat ini. setelah mengantar hyerin ke rumahnya, ia memutuskan untuk segera pulang. Entah mengapa ia sedikit kasihan kepada hara karena ia tidak membalas satupun pesan dari istrinya itu. Ia melirik jam tangan yang bertengger di tangannya,Jam 8 malam. Sehun penasaran apa yang hara lakukan saat ini, mungkin saja dia sudah tidur atau duduk manis menunggunya di depan TV. sehun mempercepat langkahnya setelah tiba di lantai 21. Dan membuka pintu apartemennya setelah menekan password yang hanya dia dan hara yang mengetahuinya.
Cklek.
Sehun menghembuskan napasnya lega melihat hara yang tengah menyusun sesuatu di meja makan. Ternyata yeoja itu menunggunya pulang. Hara menoleh ke arah pintu dan terkejut melihat sehun sudah berada disana. Seulas senyum simpul menghiasi wajah hara.
“Oppa? Kau sudah pulang? Ayo makan malam dulu. Oppa belum makan bukan?” Ujar hara tanpa menatap sehun sama sekali. Yeoja itu masih sibuk dengan beberapa piring di meja makan. Sehun hanya memandang hara dengan datar.
“Kemarilah” hara kembali menatap sehun. Ia menautkan alisnya heran.
“Yang butuh dia, kenapa aku yang harus menghampirinya?” batin hara.
“Ppalli!!” Bentak sehun tak sabar. Ia kesal melihat hara yang masih mematung disamping meja makan. Seketika raut wajah hara dihiasi rasa takut. Dengan langkah pelan-pelan ia menghampiri suaminya itu.
“Apa yang akan dilakukan namja ini?” Hara masih saja berbicara dengan hatinya sendiri. Dan entah mengapa jantungnya berdegup kencang saat ia sudah berada di depan sehun.
“Wae oppa?” Tanya hara pelan. Sehun tak menjawab pertanyaan hara. Ia memandang hara dengan datar dan tak lama kemudian ia meraih tubuh kecil hara dan memeluknya erat. Hara tiba-tiba merasa tubuhnya lemah. Ia terkejut sehun tiba-tiba memeluknya. Rasa senang dan ragu menyergapnya. Apa yang telah terjadi dengan sehun? Kenapa ia bisa bersikap romantis seperti ini? Begitu banyak pertanyaan yang berkecamuk di pikiran hara. Tetapi ia tak menggubrisnya karena pelukan sehun yang menghangatkannya membuat yeoja itu seperti melupakan segalanya.
“Mianhe” bisik sehun. Walaupun bisikan itu terdengar dingin tetapi hara bisa merasakan ada nada penyesalan saat sehun mengucapkannya. Hara tak bisa berkutik. Tiba-tiba dia tak bisa berkata apa-apa. Perlahan sehun melepaskan pelukannya dan beralih menatap hara.
“Mi..mi..anhe untuk apa oppa?”Tanya hara gugup. Tiba-tiba sehun memajukan tubuhnya ke hara dan mencium kening yeoja itu. Hara shock dengan perlakuan sehun. Lagi-lagi namja itu membuatnya diam seribu bahasa.
“Kajja kita makan bersama” ajak sehun tak menggubris pertanyaan hara. Namja itu segera menarik tangan hara menuju meja makan. Semua perlakuan sehun malam ini masih menimbulkan tanda tanya besar bagi hara.

***
Rintik hujan mengiringi langkah kaki seorang yeoja yang memasuki sebuah supermarket. Supermarket yang terkenal sebagai supermarket terlengkap di kota seoul. Supermarket itu terlihat sepi malam ini. Hanya di huni oleh seorang yeoja yang berdiri di tempat kasir, namja berperawakan tinggi yang berdiri di depan rak minuman, dan seorang yeoja berambut pendek yang baru saja masuk. Yeoja itu mengambil troli yang terletak di dekat pintu masuk dan segera mengambil apa yang ia ingin beli. Setelah itu, ia ke meja kasir untuk membayar bahan belanjaannya diikuti namja tinggi bertopi di belakangnya. Setelah kasir itu menyebut jumlah uang yang harus dibayar, yeoja berambut pendek itu merogoh saku jaketnya. Kemudian merogoh saku celana panjang yang ia kenakan. Ia tidak mendapat benda itu disana. Sepertinya ia lupa membawa dompetnya. Yeoja berambut pendek itu hanya menatap yeoja bertopi di depannya dengan raut wajah takut.
“Kau lupa bawa dompetmu?” Tanya yeoja bertopi itu dengan raut wajah datar. Yeoja berambut pendek itu mengangguk sambil menggeser tubuhnya membiarkan namja bertopi dibelakangnya maju selangkah ke meja kasir untuk membayar.
“Sepertinya aku harus pulang dulu untuk mengambil dompetku” ujar yeoja berambut pendek itu yang dikenal bernama kyuri.
Tetapi yeoja bertopi itu masih sibuk memeriksa belanjaan namja jangkung di depannya dan tak menggubris perkataan kyuri. Kyuri menghembuskan nafas kasar dan tetap berdiri disamping namja jangkung itu seraya mengutak-atik ponselnya, menunggu kasir menjawab pertanyaannya.
“Ini belanjaanmu” kyuri mendongak dan memandang heran yeoja bertopi di depannya yang sedang menyodorkan kantong plastik putih kepadanya. Dan kyuri lebih heran lagi karena namja jangkung disampingnya sudah lenyap.
“Namja tadi sudah membayar belanjaanmu jadi ambillah ini” ujar yeoja bertopi itu lagi sambil menatap malas kyuri. Akhirnya kyuri mengambilnya dan mengucapkan terima kasih. Dia merasa tak enak dengan namja jangkung itu. Ia hanya berharap bisa bertemu dengannya untuk mengucapkan terima kasih dan mengembalikan uangnya.

***
“Hara-ah.. Hara-ah…” Teriak kyuri sambil berlari menyusul hara yang berjalan pelan di koridor sekolah.
“Wae?” Hara memandang heran kyuri yang sedang mengatur nafas disampingnya.
“Kemarin aku ke supermarket. Dan kau tahu? Aku lupa membawa dompetku”.
“Memalukan” cibir hara.
“Tetapi.. Ada seorang namja yang baik hati, dia membayar belanjaanku” ujar kyuri dengan mata yang berbinar-binar.
“Kau sudah berterima kasih padanya dan mengembalikan uangnya?”.
“Sayangnya tidak. Dia pergi sebelum aku mengucapkan terima kasih”.
“Sebaiknya kau temui dia”.
“Tapi hara.. Aku tidak sempat menanyakan namanya”.
“Pabo!!”. Kyuri hanya memandang kesal hara yang berusaha menahan tawanya.

Bel masuk berbunyi. Para siswa sudah memasuki kelas masing-masing terutama hara dan kyuri yang sudah duduk di bangku mereka masing-masing. Kyuri sibuk mengutak-atik ponselnya sedangkan hara sibuk membaca novelnya. Sampai seseorang masuk ke kelasnya, menghentikan aktivitas mereka. Kang-seosangnim.
Kang seosangnim memberikan tugas kelompok kepada mereka. Setiap kelompok dihuni oleh 2 orang. Dan ternyata hara sekelompok dengan hyerin. Yeojachingu dari suaminya sendiri.
“Ya! Kenapa raut wajahmu begitu? Kau tidak suka sekelompok dengan hyerin?” Bisik kyuri sambil menyikut lengan hara.
“Ani” ujar hara singkat.
“Sepertinya kau membenci dia. Apa kau punya masalah dengannya?”.
“Aku bilang tidak kyuri. Aku tidak punya masalah apa-apa dengannya”.
“Apa kau menyukai sehun? Namjachingunya?”.
“Ani. Kenapa aku harus menyukai namja yang sudah punya yeojachingu? Sudahlah kyuri” ujar hara malas. Dia berusaha menutup kebenciannya pada hyerin. Dia tak ingin kyuri mengetahui jika dia dan sehun sudah menikah. Ini bukan waktu yang tepat bagi kyuri untuk mengetahuinya.
Setelah kang-seosangnim membagikan kelompok dan menjelaskan beberapa materi, pria paruh baya itupun melangkah keluar kelas diiringi bel istirahat yang berbunyi dengan nyaring.
“Aku ke toilet dulu. Tunggu aku di kantin” kyuri menepuk pundak hara yang sedang membereskan bukunya dan segera berlari keluar kelas.
“Hara-ssi, bagaimana jika kita mengerjakan tugas kelompok di rumahku?” Hyerin menoleh ke belakang menatap hara. Bangku hyerin memang berada di depan bangku hara dan kyuri.
“Eoh? Hmm arraseo”. Hyerin kembali menghadap ke depan. Tak lama kemudian, seorang namja memasuki kelas hara.
“Annyeong hara-ah.. Mau ke kantin?” Ujar namja itu.
“Ya! Jongin! Kau mengagetkanku saja! Yasudah kajja” jongin meraih tangan hara dan berjalan keluar kelas. Hara dan jongin berpapasan dengan sehun yang ingin masuk ke kelas. Hara menatap sehun dengan sendu. Pasti namja itu ingin menemui hyerin. Sesaat sehun menatap tangan hara yang digenggam jongin. Kemudian mengalihkan tatapannya dan kembali melanjutkan langkah kakinya menghampiri hyerin. Hara akhirnya menyimpulkan jika pelukan sehun semalam tidak berarti apa-apa. Sehun hanya mencintai hyerin. Bukan hara.

***
Kyuri melirik jam tangannya sekilas. 5 menit lagi waktu istirahat berakhir. Dia berlari ke kantin untuk menemui hara.
Brugh!! Kyuri menabrak seseorang.
“Mian.. Aku terburu-buru”.
“Gwenchana, eh? Bukankah kau yeoja yang di supermarket semalam?” Kyuri mendongak menatap namja jangkung di depannya.
“Oh ne. Gomawo,, ini aku kembalikan uangmu” kyuri mengambil beberapa lembar uang di saku seragamnya.
“Tidak usah, aku ikhlas menolong kamu semalam” ujar namja jangkung itu sambil menatap kyuri dengan senyum simpul di wajahnya.
“Namamu?”.
“Kyuri. Shin kyuri.”
“Park chanyeol. Sepertinya kau harus memanggilku sunbae. Kau kelas XI kan?”.
“Ne… Sunbae” entah kenapa jantung kyuri berdegup dengan kencang. Sepertinya dia jatuh cinta dengan namja yang bernama park chanyeol ini.
“Mau ke kantin bersama?” Ajak chanyeol dan dibalas anggukan pelan oleh kyuri.

***
“Kau sudah baikan?” Jongin menatap hara didepannya yang sedang mengaduk-aduk asal jus jeruknya.
“Ne”.
“Tapi sepertinya kau terlihat tak bersemangat. Apa kau punya masalah?”.
“Ani. Aku baik-baik saja” ujar hara malas. Sebenarnya hara masih memikirkan tentang tugas kelompoknya bersama hyerin. Entah kenapa dia sangat membenci yeoja itu.
“Jika kau punya masalah, jangan segan-segan beritahu aku, mungkin saja aku bisa membantu”. Hara mengangguk-anggukkan kepalanya seraya tersenyum kearah jongin.
“Bagaimana sepulang sekolah kita jalan-jalan?” Ajak jongin.
“Aku tidak bisa jongin-ah”.
“Waeyo?”.
“Aku harus ke rumah hyerin untuk mengerjakan tugas kelompok”.
“Arraseo. Bagaimana jika besok saja?”.
“Kita lihat saja”. Hara merasa kasihan dengan jongin. Namja itu tak henti-hentinya memberinya perhatian-perhatian kecil. Hara tak bisa membalas perasaaan jongin. Dia sudah terperangkap dalam relung hati seseorang. Sehun. Suaminya sendiri. Walaupun sehun tidak bisa menjadi suami yang baik bagi hara, hara tetap menyayangi suaminya itu. Dia tak ingin menyia-nyiakan kesempatannya bersama sehun. Mengingat waktu kebersamaannya dengan sehun tak lama lagi. Perjanjian itu.

Hara melangkahkan kakinya dengan pelan di koridor sekolah. Ia berniat mencari hyerin untuk menanyakan alamat rumah yeoja itu. Sebenarnya ia ingin mengajak kyuri ke rumah hyerin tetapi kyuri sudah pulang duluan bersama namja yang hara tak kenal.
Hara menangkap sosok hyerin sedang berdiri di parkiran bersama sehun. Hati hara kembali berdenyut perih. Sampai kapan ia melihat mereka berdua seperti ini. Ia seperti tak ternilai dan tak pernah ada di mata sehun. Hara mencoba menetralkan jantungnya dan menarik nafas dalam-dalam dan segera menghampiri hyerin.
“Hyerin-ssi, kau belum memberiku alamat rumahmu” ujar hara datar sambil menatap malas hyerin.
“Oh iyayah, tunggu” hyerin merogoh tas selempangnya dan memberikan hara secarik kertas.
“Ok gomawo” hara segera pergi dari sana. Mengabaikan tatapan datar sehun kepadanya.

***
Hara pulang ke apartemennya hanya untuk mengganti seragamnya dan segera ke rumah hyerin. Dia juga mengirim pesan singkat kepada sehun agar namja itu makan siang diluar saja karena dia tak sempat memasak. Bagaimanapun juga, hara harus melayani suaminya. Itu sudah tanggung jawabnya.
Hara tiba di rumah hyerin dan terkejut karena sehun juga ada disana. Hyerin dengan polosnya memperkenalkan sehun kepada hara. Hyerin juga tak henti-hentinya menggelayut manja di lengan sehun. Dan itu semakin membuat hara membenci hyerin. Hara pun mengajak hyerin untuk segera menyelesaikan tugas kelompoknya. Selama mereka berdua mengerjakan tugas kelompok, sehun tak henti-hentinya menatap hara. Entah apa arti dari tatapan namja itu. Hara yang merasa sedang ditatap oleh sehun hanya bisa mempercepat pekerjaannya dan segera pulang. Dia juga merasa muak dengan tingkah hyerin yang sangat manja kepada sehun.
“Selesai. Aku pulang dulu” hara beranjak dari kursi tamu hyerin dan segera melangkah keluar setelah pamit pada sehun dan hyerin.
Hara berjalan menuju halte dengan air mata yang tak henti-hentinya mengalir di pipinya. Entah kenapa dia sangat sakit melihat sehun dan hyerin. Dia sangat ingin mengatakan kepada hyerin agar yeoja itu menjauhi sehun. Tapi dia sadar dia tak akan pernah bisa. Walaupun dia mengatakannya kepada hyerin, sehun tak akan menjauhi yeoja itu. Sehun mencintai hyerin.
Sesampainya hara di halte, yeoja itu segera duduk di bangku halte menunggu bus yang menuju ke apartemennya. Hara menangkup wajahnya dengan kedua tangannya. Pundaknya naik turun. Yeoja itu berusaha menghentikan tangisanya.
“Ck, kenapa kau menangis eoh?” Hara mendongak dan menatap namja disampingnya dengan kedua matanya yang sembab.
“Oppa?” Hara tidak percaya. Sehun sekarang sedang disampingnya. Menatapnya datar.
“Kau belum jawab pertanyaanku. Kenapa kau menangis eoh?”.
“Aku hanya rindu dengan eomma”. Sehun mengernyitkan dahinya heran. Dia tidak puas dengan jawaban hara.
“Kau tak pandai berbohong”.
“Siapa yang berbohong?”.
“Matamu. Mulutmu bisa berbohong. Tapi matamu tidak. Ayo katakan yang sebenarnya”. Hara terlonjak kaget dengan perkataan sehun. Bagaimana bisa namja itu tahu jika ia berbohong.
“Tidak penting oppa. Mmm bus sudah datang,aku pulang dulu” hara beranjak dari bangku halte. Saat ia ingin naik ke bus, sehun menahan lengannya.
“Kita pulang sama-sama”.

Sesampainya di apartemen, hara segera mengganti seragamnya dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Dia mengambil cermin kecil diatas meja kecil disamping tempat tidurnya. Matanya masih bengkak.
Cklek.
Pintu kamar mandi terbuka. Sehun keluar dengan rambutnya yang masih basah. Ia bertelanjang dada dan handuk yang melingkar dipinggangnya. Hara terpaku menatap sehun.
“Kau tak usah melihatku seperti itu” sehun yang sadar jika hara memperhatikannya hanya memandang hara jahil. Hara mencibir dan melangkah keluar kamar. Segera sehun menyusul hara dan menahan lengan yeoja itu. Ia menyandarkan hara di tembok kamarnya.
“Kau masih belum mau memberitahuku?” Sehun menatap hara dengan tajam.
“Beritahu apa oppa?”.
“Kenapa kau menangis hingga membuat matamu bengkak seperti itu?”. Mulut hara terkatup. Tidak mungkin dia memberitahu sehun yang sebenarnya. Hara hanya menatap sehun dengan kedua matanya yang sembab. Ia berusaha memberitahu sehun lewat kedua matanya.
“Kau cemburu dengan hyerin?”. Hara masih tetap diam. Sehun berdecak kesal dan dengan secepat kilat meraih tengkuk hara dan mengecup sekilas bibir mungil milik hara. Perasaan senang dan tak percaya menghantui hara.

“Hubunganku dengan hyerin sudah berakhir. Bisakah kita memulainya lagi dari awal?”

TBC

Halo guyss mian baru posting soalnya lagi sibuk selama ramadhan hehe. Mian jika kurang memuaskan<3 jangan lupa RCL:) terima kasih tak henti-hentinya kuucapkan pada kalian yang udah nunggu ff ini dan berkomentar di chap sebelumnya. Annyeong!

Advertisements

105 responses to “Me And You [ Chapter 4 ]

  1. asikkn sehunn ngebuka dirinya buat haraaa,ahh kasian banget haranya dipanas2in sama hyerin sehunn,untung udh putuss
    nextnya jangan lama2 thorr^^

  2. Waktu di chap3 itu JLEB bngttt thorr,,,akhirnya sehun peka jga…lanjutt thorr,,,kok ch5 nya gak dipublish2 thor,aku tnggu lhoo

  3. huwaaaaaa…. betul k it? scepat it k sehun putus dan mmulai awal baru dgn hara…. ahhh cukkae.. aku jg ikut senang
    akhirx…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s