WILD BOY #3 – GROWL!

WILD BOY6

 

Title :: WILD BOY #3 – Growl

Author :: Sangheera

Cast :: Xi Luhan of EXO and Cheon Sera (OC)

Support Cast :: Various artist as Lightsaber’s member and Kim Jinwoo of WINNER

Genre :: School Life, Romance, Comedy, Friendship, Family

Lenght :: Multi Chapter

Rating :: PG 17

Inspired by WILD BOY – Yoon Joon Shin feat. Kang Seung Yeon and Son Minho (WINNER)

Wild Boy, Wild Love for You

Previous chapter :: #1 – Let’s Get Started||#2 – Shit! I Can’t Handle Him||

그녀 곁에서 모두 물러나
Geu-nyeo gyeot-e-se mo-du da mur-reo-na

Everyone step away from her

이젠 조금씩 사나워진다
I-jen jo-geum-sshik sa-na-weo-jin-da

It’s going to get fierce from now on

으르렁 으르렁 으르렁대
Na eu-reu-reong dae
I’m growling

Hari ini adalah hari yang cerah. Meski semalam hujan turun dengan deras membasahi Distrik Dong-gu Gwangju, tapi paginya langit nampak bersih tanpa awan. Dan hari ini adalah hari yang penuh harapan bagi Cheon Sera.

Pelajaran ke-3 sedang berlangsung. Di depan kelas Kim Joonmyeon-songsaengnim sedang menjelaskan tentang penggunaan frasa dalam literatur. Tidak semua murid mendengarkan, karena jujur pelajaran Kim songsaengnim memang selalu membosankan. Daripada memperhatikan penjelasan Kim-saem beberapa murid nampak asyik memainkan ponselnya di bawah meja, ada yang membaca komik di balik buku pelajarannya dan ada juga yang terang-terangan tidur. Sepagi ini? Ya… entah apa yang mereka lakukan semalam sampai sepagi ini saja sudah pulas tidur dengan ludah berleleran di ujung bibir mereka, iuh!

Ah, sudahlah, Cheon Sera sendiri malas mengomentari kelakuan teman-teman sekelasnya. Apa bagi mereka sekolah itu hanya tempat menghabiskan waktu dan bermain? Sungguh masa muda yang sia-sia.

Oh iya, kembali kemasalah ‘harapan’. Kenapa hari ini menjadi hari yang penuh harapan bagi seorang Cheon Sera? Jawabannya mudah. Karena pengganggu nomor 1 dalam hidupnya—Xi Luhan—sepertinya hari ini tidak masuk sekolah. Ya, pria itu sepertinya membolos lagi.

Sejak semalam Sera sudah mengantisipasi jika dipagi hari nanti Luhan menginvasi rumahnya lagi. Gadis itu sampai sulit tidur dan harus menyumpal telinganya dengan music j-rock paling keras yang ia punya agar bisa tertidur. Namun ternyata, pagi hari Sera dijalaninya dengan damai. Xi Luhan tidak datang.

Pria itu juga tidak terlihat saat Sera melangkah melewati kelas 1-F ketika ia berangkat. Han Sooha juga sudah kembali ke tempat duduknya di samping Sera. Luhan dan ketiga temannya itu memang sering sekali membolos. Dalam satu bulan, mereka bisa membolos hingga belasan kali. Sera jadi heran, dengan tingkah seperti itu, bagaimana bisa Luhan selalu menempati ranking 1 ditiap ujian? Faktor IQ? Cih… yang benar saja.

Sera menyunggingkan senyumnya. Dalam hati ia berkali-kali berdoa pada Tuhan, semoga hari ini ia dibebaskan dari Luhan. Semoga Luhan benar-benar tidak masuk sekolah hari ini. Memikirkan bahwa mungkin ia akan menjalani hari ini dengan tenang membuat gadis itu menjadi lebih riang. Bahkan pelajaran membosankan Kim-saem sekarang menjadi terasa mengasyikkan. Kim-saem yang wajahnya sudah keriput karena faktor penuaan, jadi nampak muda dan tampan seperti Suho EXO, wkwkwk.

Namun senyum Sera dengan cepatnya terhapus saat tanpa sengaja ekor mata Sera menangkap sosok itu di luar jendela kelasnya. Oksigen seolah terenggut dari paru-parunya saat Sera melihat Luhan dan ketiga temannya itu—Ahn Jaehyo, Ryosuke Yamada dan Lee Chihoon—melangkah menyusuri koridor di depan kelasnya. Sial! Ternyata Luhan tidak membolos hari ini!

Keempat berandalan itu baru tiba di sekolah saat jam ke-3 berlangsung. Entah bagaimana mereka bisa masuk kedalam sekolah padahal pintu gerbang utama pasti sudah ditutup oleh penjaga gedung. Dan yang lebih menyebalkannya lagi, mereka dengan santainya lewat di depan kelas-kelas. Berjalan sok keren seolah mereka member F4 atau apa… cih!

Geu saeki~~!”umpatan Kim-saem keluar karena menyaksikan tingkah Luhan dkk itu. Yah, guru-guru sendiri sudah angkat tangan menghadapi mereka. Para guru di sekolah ini selalu serba salah dalam menghadapi Luhan dkk. Mereka berempat itu, meski nakalnya minta ampun, tapi tidak ada yang bisa mengeluarkan mereka dari sini. Luhan—karena kejeniusannya adalah aset yang berharga untuk menaikkan rerata nilai akhir sekolah mereka. Begitu juga dengan Ryosuke Yamada dan Ahn Jaehyo, kemampuan olahraga kedua pria itu bisa mengantarkan sekolah meraih medali emas dalam olimpiade tahunan. Lalu, Lee Chihoon—dia adalah pria yang paling tidak mungkin pihak sekolah lawan—karena ayah Lee Chihoon adalah ketua komite sekolah dan penyumbang dana terbesar. Lee Chihoon jugalah yang sering memanfaatkan koneksi ayahnya untuk menyelamatkan teman-temannya.

Untung saja tidak semua anggota Lightsaber bersekolah di tempat ini. Hanya 4 anggota yang bisa masuk ke Gwangju High School—sekolah unggulan di Gwangju. Sementara 4 anggota lain bersekolah di Jeonnam High School. Dan 1 anggota termuda mereka—Jeon Jungkook—masih berada di bangku Junior High School. Tidak ada yang mampu membayangkan betapa memusingkannya jika 9 orang itu berada dalam 1 sekolah.

Sera mengamati bagaimana Luhan dan ketiga temannya itu berjalan melewati kelasnya. Wajah mereka nampak ceria dan penuh tawa seperti biasa, kecuali Luhan. Mata Sera tak lepas memandangi pria itu karena—Oh hell, apa yang terjadi padanya—wajah pria itu lebam. Sera bisa melihat bekas pukulan keunguan di ujung bibir Luhan. Apakah mereka habis berkelahi? Tapi kenapa hanya Luhan yang terluka? Yang lain nampak baik-baik saja.

Dan juga, kenapa pria itu nampak dingin sekali? Apa ada sesuatu yang terjadi? Luhan bahkan tidak sedikitpun menoleh kedalam kelasnya untuk melihat Sera. Padahal kemarin ia begitu ceria-nya, begitu bersemangatnya, begitu senangnya saat berada di samping gadis itu.

“Brengsek! Kenapa juga kau harus memikirkan pria itu, Sera!”rutuk Sera dalam hati. Ya. Seharusnya ia senang karena Luhan sepertinya berubah. Akan bagus sekali jika pria itu sudah bosan bermain dengan Sera. Itu berarti perlawanan Sera tidak sia-sia dan hidup Sera akan kembali damai setelah ini.

Tapi sebenarnya, alasan dibalik perubahan sikap Luhan adalah hal yang sangat mengerikan.

Sera sedang berjalan menyusuri lorong di gedung baru, tempat ruangan kelas 2 dan 3 berada. Ia diminta oleh wali kelasnya untuk menyerahkan surat pada seorang sunbae di kelas 2-D. Mumpung dia sedang di sekitar ruangan kelas 2, Sera ingin sekalian menyapa Jinwoo oppa. Tapi saat di tengah jalan menyusuri koridor kelas 2, Sera tanpa sengaja mendengar percakapan 3 orang sunbae-nya.

“Kim Jinwoo anak kelas 2-A itu…”

Demi mendengar nama Jinwoo disebut, Sera melambatkan langkahnya.

“…apa terjadi sesuatu padanya?”

Salah satu sunbae pria yang memakai cardigan coklat dan mengecat rambutnya menjawab. “Entah ini benar atau tidak, tapi katanya dia kemarin dipukuli oleh anak kelas 1 itu…”

Langkah Sera terhenti.

“Anak kelas 1? Siapa?”

“Ahh… masa kau tidak tahu? Yang menyabotase ruang siaran kemarin!”

Sera sudah tidak mendengar lagi percakapan ketiga sunbae-nya itu. Dengan perasaan ngeri luar biasa, Sera berlari menuju kelas Jinwoo. Sampai di depan pintu, ia hanya berdiri mematung. Kakinya terasa lemas saat melihat Jinwoo yang sedang dikerumuni teman-temannya. Meski tawa menghiasi bibirnya, wajah pria itu jelas babak belur. Bahkan ada luka yang ditutup kassa steril dikepalanya. Luka Jinwoo jauh lebih parah daripada luka Luhan.

Apa yang terjadi sebenarnya? Pertanyaan itu memenuhi kepala Sera. Mata Sera panas. Jemarinya meremas rok sekolahnya. Bagaimana bisa Luhan melakukan itu semua pada Jinwoo oppa? Demi tahu jawabannya, Sera harus menemui Luhan.

Langkah kaki gadis itu berderap menyusuri lorong, menuruni tangga dan menyeberang dari gedung baru menuju gedung lama sekolahnya. Meski napasnya terengah dan kakinya terasa pegal, Sera tidak menurunkan kecepatan larinya sedikitpun. Gadis itu sedang berusaha sekuat tenaga menahan sesuatu yang menggelegak didadanya. Kemarahan. Kebencian yang mendalam.

Bagaimana bisa Luhan melukai Jinwoo oppa? Berani-beraninya pria itu…

Kelas Luhan ramai oleh anak-anak yang sedang mengobrol didalam kelas. Namun kehadiran Sera membuat kelas itu mendadak hening. Keadaan Sera yang acak-acakan, napas yang terengah, keringat yang bercucuran dan mata yang memerah menahan tangis dan marah, langsung menyedot perhatian seluruh pasang mata ditempat itu.

Sera tidak peduli. Fokusnya hanya pada satu objek yang ada dibelakang ruangan kelas. Xi Luhan yang duduk dikelilingi ketiga sahabatnya sedang asyik mendengarkan musik dihandphonenya saat Sera tiba-tiba datang kehadapannya. Luhan tentu saja terkejut melihat keadaan Sera.

“Cheonse, waegure?”tanyanya cemas.

Tapi, Cheon Sera telah gelap mata karena amarah. Gadis itu menyahut tas yang ada dikursi dan memukulkannya ketubuh Luhan.

Buk!

“YAK!! CHEONSE!!”

Sera tidak peduli dengan teriakan Luhan. Gadis itu terus memukuli tubuh Luhan dengan tas yang ada ditangannya. Berkali-kali. Meski ditangkis dan terus ditangkis oleh Luhan, Sera terus memukuli pria itu. Didalam kepalanya terbayang luka-luka yang ada diwajah Jinwoo, bahkan mungkin ada luka lain ditubuhnya yang tak terlihat. Karena itu, Sera tidak mau berhenti memukuli Luhan hingga pria itu terjengkang dari kursinya dan jatuh kelantai.

“YAK! Ada apa dengan gadis ini?!”seru Jaehyo panik dan berusaha memegang Sera untuk menghentikannya. Luhan sendiri, terlalu terkejut dengan sikap Sera. Pria itu hanya menatap Sera dengan wajah yang syok luar biasa.

“LEPASKAN AKU!!”Sera berontak, gadis itu bahkan melemparkan kursi Luhan untuk menghalau teman-teman Luhan menghentikannya.

Sera menerjang kearah Luhan, menduduki tubuh pria itu yang setengah terbaring dilantai. Jika Luhan bisa kehilangan kewarasannya, mengapa Sera tidak? Hari itu Sera telah mencapai batasnya. Gadis itu, mencengkeram kerah Luhan erat-erat. Menatap pria itu dengan sorot mata benci. Ditatap seperti itu oleh Sera, entah kenapa membuat dada Luhan terasa sakit.

“Apa yang kau lakukan pada Jinwoo oppa? Daedaphae!”

Luhan nyaris tak percaya dengan apa yang ia dengar. “Kau seperti ini hanya karena pria itu? Jadi, benar dugaanku, pria itu adalah pria yang kau suka, eo? Apa pria itu mengadu padamu? Merengek karena aku membuat kepalanya sakit?”

“XI LUHAN!!!”teriak Sera marah. “Jika kau ingin menjadikanku mainanmu, silahkan! Aku tidak akan memprotes lagi. Aku juga tidak akan memrotes jika kau ingin memperlakukanku sebagai budak atau suruhanmu. Bahkan jika kau ingin menciumku, lakukan! Aku akan menerimanya. Tapi… jangan sakiti Jinwoo oppa! Kau tidak boleh menyentuhnya…”Tangan Sera gemetar. Airmata mulai menetes dari matanya.

Teringat oleh Sera sosok Jinwoo. Anak laki-laki yang dikenalkan appa-nya padanya sepuluh tahun lalu.

“Nama anak itu Kim Jinwoo, dia satu tahun lebih tua darimu, Sera. Jinwoo oppa tidak seberuntung dirimu,  jadi kau harus baik padanya ya?”

“Memangnya Jinwoo oppa kenapa, appa?”

“Jinwoo oppa sekarang sendirian, tidak punya siapa-siapa dan dia sempat diperlakukan jahat sekali oleh keluarga angkatnya. Kau lihat, memar-memar diwajahnya itu? Astaga bagaimana bisa ada orang yang tega melukai anak sekecil itu…”

“Bagaimana bisa kau tega…”lirih Sera.

“Ini semua adalah salahmu!”balas Luhan. Pria itu sungguh menakjubkan. Ada seorang gadis yang meratap dan menangis pilu didepannya seperti itu, Luhan malah balas menatapnya dengan begitu dingin.

M-mwo?”pegangan Sera dikerah Luhan melonggar.

“Bukankah aku sudah mengatakan padamu dan bahkan pada seluruh orang disini bahwa aku akan menganggap siapapun yang berani mengganggumu baik itu pria maupun wanita adalah tantangan bertarung denganku! Aku sungguh tidak akan segan-segan pada orang yang berani menyentuhmu, Cheon Sera. Apa kau lupa kata-kataku itu? Atau kau menganggapku hanya bercanda?”

Sera terhenyak.

“Yak! Xi Luhan!”hardik Chihoon pada Luhan. Entah kenapa kata-kata Luhan terdengar kejam ditelinganya. Apalagi melihat keadaan Cheon Sera yang kacau seperti itu.

Tapi Luhan tidak peduli. “Aku melihatmu, pulang bersamanya kemarin…”

Sera merasakan seolah godam raksasa memukul keras kepalanya.

“Aku sudah memperingatkanmu kan, Cheonse. Jangan selingkuh di belakangku…”

“K-karena itu kau memukul Jinwoo oppa?”

Geurae!”jawab Luhan lantang. “Lalu kau bilang itu kesalahanku?”Luhan tersenyum sinis. “Kau yang menyebabkan aku melakukan itu, Cheonse. Dan jangan salahkan aku karena luka-luka orang itu, aku sebenarnya hanya ingin memukulnya sekali dan memberinya peringatan. Tapi pria itu melawan. Kau lihat? Dia juga memukulku… jadi kita impas kan?”

“Kau benar-benar pria jahat, Xi Luhan!”

“Aku tidak peduli…”Kali ini, karena Sera berada dipangkuannya, Luhan bisa dengan mudah mencengkeram dagu gadis itu. Menatapnya buas. “Jadi, berhenti peduli pada pria itu! Kau hanya boleh peduli padaku saja, Cheon Sera! Kau milikku sekarang!”

Tubuh Sera gemetar. Luhan begitu menakutkan dimatanya. Bahkan orang-orang yang melihat perlakuan Luhan pada Sera seolah kehilangan kemampuan mereka untuk bernapas dengan benar. Sera, kasihan sekali.

“Jinwoo oppa tinggal di panti asuhan sejak kecil. Orang tuanya dan kakek-neneknya meninggal karena kecelakaan. Hanya oppa sendirian yang selamat. Bahkan kerabatnya pun tidak mau menampungnya. Paman oppa yang jahat, menyiksanya hingga terluka parah. Jinwoo oppa begitu kurus, lebam-lebam dan menderita, tapi saat bertemu denganku ia tersenyum lembut sekali seolah penderitaannya bukan sesuatu yang pantas untuk dikasihani…”

Luhan mengeryit. Kenapa gadis ini tiba-tiba menceritakan hal ini padanya?

“Jinwoo oppa adalah anak asuh appaku. Tapi agar tidak terus-terusan bergantung pada appa, Jinwoo oppa selalu keras belajar dan berusaha mendapatkan beasiswa. Ia begitu baik padaku, tidak pernah membuatku menangis, tidak pernah sedikitpun mengasariku. Orang seperti itulah yang telah membuatku jatuh cinta, Xi Luhan…”

Luhan membelalakkan matanya.

“Lalu siapa dirimu? Kau bahkan tidak mengenal penderitaan, kau tidak pernah menghargai orang lain. Hidupmu pasti membahagiakan sekali, eo? Punya orang tua kaya, lengkap, apapun yang kau mau pasti terwujud dengan mudah. Kau juga punya otak yang jenius dan wajah tampan. Kau yang seperti ini, tidak pantas dibandingkan dengan Kim Jinwoo oppa!”

“CHEON SERA!! Kau…”

Sera bangkit dan memandang Luhan seolah pria itu hanyalah sampah tak berharga. “Seujung kukupun kau bahkan tidak pantas menyentuh Kim Jinwoo oppa, Luhan-ssi. Kau tidak pantas!”

Sera berbalik, tapi Luhan langsung bangkit dan menarik tubuh gadis itu hingga membentur dinding dengan keras.

Brak!!!

Sera mengeryit karena punggungnya yang terasa sakit. Luhan memerangkap tubuhnya diantara kedua tangannya. Mata pria itu begitu mengerikan menatap Sera. Luhan tersinggung, dia sangat tersinggung dengan perkataan gadis itu dan tatapan mata menghina Sera padanya.

Jika saja… oh… jika saja Chihoon dan Ryosuke tidak buru-buru menarik Luhan, dan Jaehyo tidak menjauhkan Sera, entah apa yang akan terjadi pada gadis itu. Skenario terburuk mungkin Luhan bisa tega memukul Sera saking marahnya. Saat Sera pergi meninggalkan kelas, Luhan tanpa bisa dicegah lagi melampiaskan seluruh kemarahannya pada segala benda yang ada di sekitarnya. Membanting meja, kursi, apapun.

Teriakan pria itu menggema hingga ke koridor. Dan Sera yang mendengarnya, hanya mampu menangis sedih.

Kenapa ini semua harus terjadi padanya?

Sera perlahan menghampiri Jinwoo yang duduk di tangga menatap teman-temannya yang berlarian mengejar bola di lapangan. Jinwoo hanya bisa menyemangati dari pinggir lapangan karena kondisinya. Sera yang melihat itu, merasakan sesak di dadanya.

“Ini semua adalah salahmu!”

Teringat lagi perkataan Luhan padanya tadi. Gadis itu menghela napas sedih dan duduk di sebelah Jinwoo.

“Lho? Sera-ya, ada apa?”Jinwoo yang baru menyadari kehadiran Sera mengamati wajah gadis di depannya ini lamat-lamat. Wajah Sera sembap, gadis itu tidak perlu mengatakan apapun, Jinwoo sudah tahu ada yang tidak beres. “Apa terjadi sesuatu?”

Mianhae oppa…”Sera mulai menangis. “Karena aku oppa—”

“Hei hei…”Jinwoo panik karena Sera tiba-tiba menangis. “Ada apa Sera-ya? Kenapa kau minta maaf?”

“Luhan memukul oppa karena aku. Seharusnya aku mendengarkan peringatannya. Mianhae oppa… mianhae…

Jinwoo mendesah sedih. Diangkatnya dagu Sera lembut agar menatapnya. “Hei, Sera-ya. Oppa gwaenchana. Oppa sudah bilang kan oppa lah yang lebih berhak ada di sisimu karena oppa adalah kakakmu. Oppa tidak peduli pada Luhan. Jangan hanya karena dia kau menjauhi oppa, ne?”

“Tapi oppa dipukul…”ujar Sera disela isakannya.

Jinwoo tersenyum. “Apa oppa kelihatan kesakitan? Oppa tersenyum bukan?”

Sera sejenak terhenyak mendengar perkataan Jinwoo. Benar, oppa-nya adalah oppa yang paling kuat di dunia. Tapi melihat bagaimana Jinwoo masih berusaha menghiburnya, Sera menjadi begitu sedih. Gadis itu menangis semakin keras.

Pria seperti inilah yang membuat Sera jatuh cinta…

남잔 참아 you know
namjan da chama you know
Men know how to hold it in, you know

 

중독되지 않은
jungdokdoeji anheun cheok
Pretending not to be addicted to you


아끼지만 낭비하고파
neol akkijiman nangbihagopa
I want to keep you but waste you at the same time


 

Semenjak pertengkaran antara Luhan dan Sera yang begitu menggegerkan itu, nampaknya riwayat couple aneh itu telah berakhir. Sekarang Luhan telah berhenti sama sekali mendekati Sera. Pria itu bahkan seolah menganggap Sera tidak ada jika ia berpapasan dengan gadis itu.

Sera lega. Dengan begitu ia bisa kembali ke kehidupan lamanya. Menyendiri, belajar tekun dan tidak mempedulikan apapun di sekitarnya.

Dari Jinwoo Sera tahu, hari itu sepertinya Luhan membuntuti Jinwoo saat pria itu pulang ke panti asuhan tempat ia tinggal. Di tengah jalan, Luhan menghadangnya dan tiba-tiba memukulnya. Jinwoo yang tidak terima, membalas pukulan Luhan dan terjadilah perkelahian itu. Jinwoo yang tidak berpengalaman tentu saja kalah. Setelah memberi peringatan pada Jinwoo untuk menjauhi Sera, Luhan pergi meninggalkan Jinwoo yang terluka di jalan.

Oppa tidak mengerti apa yang sebenarnya ada dipikiran Xi Luhan saat itu. Kenapa dia memperlakukan oppa seperti itu? Kenapa hanya karena oppa ada di dekatmu, Luhan bisa semarah itu? Aku masih berpikir Luhan sebenarnya bukanlah orang yang jahat, mungkin ia merasa tidak aman akan sesuatu. Takut kehilangan, yah, semacam itu. Jadi jangan tumbuhkan kebencian dihatimu karena masalah ini ya, Sera?”

Itu adalah kata-kata Jinwoo pada Sera. Sembari mengelus kepala Sera lembut, pria itu bisa dengan mudahnya memaafkan apa yang Luhan lakukan padanya. Kim Jinwoo oppa, kenapa bisa begitu baik?

Tapi, perubahan itu malah mencemaskan bagi Chihoon, Jaehyo dan Ryosuke. Setelah Luhan berhenti mengejar Sera, ternyata pria itu tidak kembali menjadi Luhan yang dulu sebelum bertemu gadis itu. Mereka bertiga paham sekali, Luhan tidak melepaskan Sera, pria itu hanya menahan diri. Dan karenanya tingkah Luhan menjadi semakin tak terkendali.

Jika saja Yongguk tidak mengawasinya, mungkin Luhan telah memicu perkelahian antar geng yang tidak perlu. Beberapa hari yang lalu, Luhan merangsek masuk ke sebuah bar, menenggak minuman beralkohol dan memukul orang sembarangan, untung Yongguk datang dan mencegah perkelahian menjadi lebih luas.

Yak! Saekkiya!! Waegeurayo, jincha?!”marah Yongguk pada Luhan saat itu. Mark dan Daehyun yang juga ada di situ saat itu hanya menatap Luhan tak mengerti. Dari seluruh anggota Lightsaber, hanya Luhan-lah yang perangainya sulit mereka tebak. Bahkan kadang mereka merasa tidak mengenal pria satu ini. Luhan punya jalan pikiran yang aneh, dan emosinya begitu tak terduga.

Luhan yang masih setengah teler, menatap Yongguk dengan tatapan kosong. “Aku tidak bisa melepaskan gadis itu dari pikiranku, Yongguk-ah. Na eotteokhaji? Rasanya aku bisa gila…”

Siapa sangka, seorang Cheon Sera hanya butuh sebuah ciuman kecil untuk menaklukkan monster mengerikan seperti Xi Luhan. Tanpa sadar, gadis itu telah mengikat Luhan dengan begitu kuat.

“Kalian harus menjaganya baik-baik di sekolah, arachi?! Luhan mungkin bisa meledak sewaktu-waktu dan itu sangat berbahaya…” Begitu pesan Yongguk pada Ryosuke, Chihoon dan Jaehyo.

Benar. Untuk saat ini hanya butuh pemicu kecil saja sampai Luhan melakukan hal yang sembrono lagi.

Siang hari diawal musim semi, Luhan dan ketiga temannya itu sedang menikmati makan siang mereka di kantin seperti biasa. Mereka dan juga Chaerin—pacar Chihoon—selalu menempati kursi yang sama di ujung kantin. Dari tempat itu Luhan bisa melihat siapa-siapa saja yang masuk kedalam kantin.

Lalu gadis itu muncul. Sendirian. Berjalan dengan penuh percaya diri dan tatapan lurus seolah di dunia ini tidak masalah jika kau sendirian. Wajahnya datar tanpa ekspresi.  Sejak Luhan menjauhinya, entah siapa yang mengajak gadis itu bicara. Karena perilaku Sera yang menarik diri dari pergaulan, orang-orang jadi malas mendekatinya.

Luhan terus mengawasi gadis itu. Hingga saat Sera tanpa diduga menoleh kearahnya, Luhan membuang muka. Luhan begitu kesal melihat gadis itu seolah tidak terganggu sama sekali dengan sikapnya. Lihatlah gadis itu, ia masih saja begitu tenang, begitu damai dalam dunianya sendiri.

“Sial…”batin Luhan sambil kembali memfokuskan diri pada makanannya.

Chihoon dan Chaerin yang sejak tadi memperhatikan tingkah laku Luhan hanya menggeleng pelan.

“Apa gadis itu memang selalu sendirian seperti itu?”Ryosuke yang memperhatikan Sera disela makannya berujar heran. “Memangnya enak?”tanyanya polos.

“Dia hanya berteman dengan orang yang menguntungkan untuknya dan mempunyai reputasi baik. Anggap saja semua orang di sekolah ini tidak cukup baik bagi Sera, makanya dia sendirian seperti itu. Benar begitu kan Lu?”Jaehyo yang menjawab meminta persetujuan dari Luhan.

“Makan saja makananmu, Jae. Jangan usil mencampuri urusan orang lain!”jawab Luhan ketus.

“Apa dia tidak kasihan?”ujar Chaerin sambil menopang dagunya dan menatap kearah Sera yang makan seorang diri. “Kau dengar, hampir semua orang di kantin menatapinya dan berbisik-bisik menggunjingkannya. Tapi tidak ada satupun yang berada di sisi gadis itu, Lu. Kau lah yang seharusnya bertanggung jawab karena membuat kedamaian gadis itu rusak.”

“Jika dia sebegitu merananya, dia bisa minta tolong pada Jinwoo oppa-nya tersayang itu kan? Aku sudah tidak peduli lagi!”

Chaerin mendengus sebal. Lihatlah pria ini. Jalan pikirannya memang sangat aneh dan kekanak-kanakkan. Meskipun Luhan bilang begitu, siapapun juga tahu, pria itu sedang sangat kesal saat ini. Setiap kali ada yang bicara hal buruk tentang Sera, kening pria itu akan otomatis mengeryit dan bibirnya akan melontarkan sumpah serapah.

Sera sendiri sebenarnya merasakan dadanya sesak karena mendengar berbagai bisikan yang membicarakannya. Terutama mereka yang membicarakan mengapa Luhan bisa dengan mudah membuang Sera. Ya, sepertinya istilah ‘membuang’ itu menjadi istilah favorit terutama dari para gadis-gadis yang sejak awal memang tidak suka Luhan dekat dengan Sera. Meski ada yang mendukung—para fans Lusera Couple—tapi tetap saja yang dengki pada Sera lebih banyak.

Luhan memang punya predikat playboy, meski tidak terlalu parah karena Jaehyo adalah juaranya untuk urusan itu. Tapi pria itu tidak pernah secara khusus nampak memperhatikan seorang gadis. Sera mungkin tidak tahu hal itu, padahal bisa dibilang dialah gadis satu-satunya yang diperlakukan Luhan secara istimewa. Pantas saja banyak yang berbalik membenci gadis itu sekarang.

“Lihat lihat… bahkan Luhan sekarang sudah malas mendekati Cheon Sera.”

“Sok jual mahal sih…”

“Dia pikir dia cantik apa? Muka pas-pasan seperti itu berani-beraninya menolak Luhan, tidak tahu diri!”

“Ne! Sudah bagus Luhan mau berbelas kasih memperhatikannya. Luhan malah diperlakukan kasar sekali!”

Sera yang mendengar itu semua hanya memejamkan matanya dan menghela napas pasrah. Sudahlah, meski diserang secara psikologis, tidak berarti Sera akan kalah begitu saja. Meski sebenarnya gadis itu ingin menyumpal satu-persatu mulut jahat itu dengan kaos kaki, tapi Sera tahu marah akan menjatuhkan harga dirinya. Sera adalah gadis yang kuat dan dia akan melangkah kejalan yang lebih cerah daripada gadis-gadis pesolek dan bermulut besar itu. Lihat saja siapa yang akan menangis pada akhirnya nanti.

Lihat saja… ya…

Tapi…

Kenapa rasanya sakit sekali? Setiap kalimat jahat yang terlontar dari mulut mereka, rasanya ada pedang panjang yang menusuk dada Sera. Sera selalu menjadi gadis yang diam, ia tidak pernah mengusik kehidupan orang lain. Lalu kenapa sekarang semua orang begitu usil mencampuri hidupnya dan mengomentari macam-macam padahal mereka tidak tahu apa-apa? Apa salah Sera sebenarnya?

Dengan gerakan pelan, gadis itu beranjak dari duduknya. Makanannya masih tersisa separuh tapi ia tidak nafsu makan lagi untuk menghabiskannya. Sera berjalan menyusuri jalan yang memisahkan antar bangku. Tenang. Penuh percaya diri. Khas Sera.

Duk. Seseorang menubruk bahu Sera keras. Menyebabkan keseimbangan gadis itu goyah. Nampan yang ada dipengangannya terlepas dari tangannya. Belum cukup sampai di situ seseorang yang lain menubruknya lagi hingga membuatnya terjatuh.

“Aduh…”tanpa sengaja tangan Sera menumpu diatas pecahan mangkuk sopnya. Sera merasakan tangannya teriris dan saat ia melihatnya, darah menetes deras dari telapak tangannya.

“Ups, maaf ya, Cheon Sera!”

Sera mendongak. Gadis-gadis yang menggunjingkannya tadi…

“Aku tidak melihatmu tadi…”Gadis berambut panjang dengan eyeliner tebal dimatanya itu tersenyum sinis. Teman-teman di samping kanan-kirinya juga tersenyum tidak kalah sinisnya. “Makanya jangan terlalu sok, orang jadi malas melihatmu kan?”

Rahang Sera mengeras. Gadis-gadis bodoh sialan.

“YAK!! XI LUHAN!!!”suara Jaehyo memecah udara.

Mata Sera membulat. Lalu keributan itu terjadi. Semua berlangsung begitu cepat saat Luhan tiba-tiba berlari melintasi meja dan bangku makan. Menerjang kearah gadis bereyeliner yang barusan menghina Sera. Pria itu mencengkeram kuat-kuat kerah gadis itu dan mendorongnya keras hingga menabrak dinding. Luhan melayangkan kepalan tangannya dan BUAK!!

Teriakan histeris membumbung diudara.

Kepalan tangan Luhan menghantam dinding di samping kepala gadis bereyeliner itu. Mata Luhan nampak mengerikan seolah pria itu bukan manusia melainkan monster, hingga membuat gadis itu gemetar ketakutan dan menangis. Suasana kantin berubah begitu mencekam. Jaehyo, Chihoon dan Ryosuke berlari panik. Berusaha melepaskan Luhan dari gadis itu.

“Minta maaf!! KUBILANG, MINTA MAAF!!!”teriak Luhan di depan wajah gadis itu.

“M-maaf maaf maaf…”ujar gadis itu berulang-ulang karena ketakutan. Luhan menghempaskan tubuh gadis itu hingga ia terjatuh ke lantai. Tepat di hadapan Sera.

“Minta maaf padanya…”ujar Luhan dingin. Ia kemudian mengarahkan tatapannya kearah teman-teman gadis itu. “Kalian juga!”

“Maaf, Sera. Kami benar-benar minta maaf… maaf…”

Sera yang terkejut dengan apa yang terjadi tak memberikan reaksi. Bahkan sampai gadis-gadis tadi pergi dengan ketakutan, Sera masih membeku di tempatnya.

“Astaga tanganmu berdarah…”Chaerin datang mendekat kearah Sera dan melihat keadaan tangan gadis itu. Ryosuke ikut menghampiri dan berjongkok di sisi kiri Sera.

Sera mendongak kearah Luhan yang sekarang berdiri mematung di depannya. Pria itu masih menatapnya dengan begitu dingin lalu pergi begitu saja. Tidak mengatakan sepatah katapun pada Sera.

Sera lega. Dengan begitu ia bisa kembali kekehidupan lamanya. Menyendiri, belajar tekun dan tidak mempedulikan apapun di sekitarnya. Ya… awalnya ia berpikir seperti itu. Tapi kenapa saat melihat tatapan dingin Luhan dadanya terasa begitu sakit. Sera tidak tahu apa yang terjadi padanya, tapi saat melihat Luhan airmatanya tiba-tiba menggenang dan akhirnya keluar seperti ini.

Sera menangis. Ia tidak tahu kenapa ia menangis. Entah. Sera pasti sudah gila. Kenapa? Kenapa ia menangis? Apa luka ditangannya sesakit itu? Tidak. Luka dihatinya lah yang lebih sakit.

Wae? Wae ureo, Cheon Sera? Wae?”gumam Sera ditengah tangisnya. Chaerin yang ada di sampingnya, mendesah pelan. Kenapa Sera terlihat begitu menyedihkan di matanya? Gadis itu memeluk Sera erat. Mengelus lembut kepala gadis itu.

Chihoon, Ryosuke, dan Jaehyo yang melihatnya menggeleng kepala pelan dan mengeryitkan dahi mereka. Sebenarnya ada apa dengan dua orang ini?

Cheon Sera menatap kosong kearah telapak tangan kirinya yang sedang dibalut oleh dokter sekolah—Kwon Yuri uisa. Di sampingnya tergeletak wadah alumunium yang berisi pecahan-pecahan keramik berlumuran darah yang sebelumnya menancap di telapak tangan gadis itu. Wajah Sera masih sembab, tapi ia sudah tidak menangis lagi.

“Setelah ini kau boleh kembali kekelas, Sera-ya. Lain kali hati-hati ya…”pesan sang dokter sebelum meninggalkan gadis itu dengan tangan yang telah terobati dan terbalut rapi. Sera mengangguk kecil. Lalu gadis itu mendongakkan kepalanya dan mengedarkan pandangannya pada 3 orang di depannya. Lee Chihoon, Min Chaerin dan Ryosuke Yamada.

“Aku sudah tidak apa-apa, kalian bisa pergi…”ujar Sera pelan.

Min Chaerin menghampiri Sera dan duduk di ranjang UKS, di samping gadis itu. “Ahh… aku seharusnya tidak mencampuri urusanmu dan Luhan. Tapi aku benar-benar gemas melihat kalian berdua…”

“Kenapa?”Sera menoleh pada Chaerin. “Tidak ada yang terjadi diantara kami berdua.”

“Oh, ayolah, Cheon Sera…”Lee Chihoon melipat tangannya di dada. Nampak tak sabar. “Bisakah kau berhenti pura-pura tidak peduli pada Luhan kami? Oke, aku tahu kau tidak suka dan tidak terima dengan semua perlakuan Luhan yang kasar dan seenaknya padamu. Kami juga jujur agak terkejut dengan sikapnya. Tapi bisakah kau berusaha sedikit saja memahaminya? Mungkin dengan begitu kau akan bisa menerimanya dengan lebih baik.”

Sera memalingkan wajahnya dan menatap kebawah. Keningnya mengeryit. Memahami pria abnormal itu? Bagaimana caranya?

“Sebenarnya… mungkin ini agak sulit diterima, tapi jalan pikiran Luhan memang sedikit aneh,”ujar Ryosuke dengan aksen Koreanya yang canggung. “Tapi, dengan melihatnya, kami jadi memahami sesuatu. Xi Luhan itu berpikir kau tidak memperlakukannya dengan adil, Sera-san. Dia kesal karena tidak menerima balasan apapun darimu…”

Chaerin menambahi. “Luhan sejak awal begitu berminat padamu, tapi kau tidak menaruh minat yang sama padanya. Sejak awal Luhan begitu senang melihatmu, tapi kau tidak senang saat melihatnya. Ia menatapmu dengan penuh perasaan, tapi kau menatapnya dengan tatapan benci.”

“Dia selalu tersenyum padamu, tapi kau sedikitpun tidak pernah tersenyum padanya…”kata Chihoon. “Ia begitu peduli padamu, berharap kau juga peduli padanya, tapi kau tidak melakukannya. Perasaannya padamu satupun tidak berbalas. Sehingga ia putus asa. Kesal padamu dan dirinya sendiri. Kekanakan ya? Tapi seperti itulah Luhan…”

Sera yang mendengar perkataan teman-teman Luhan itu hampir-hampir tidak mempercayainya. Sera tidak mengenal mereka dan tidak suka mereka ikut campur urusannya. Tapi, melihat bagaimana halus tutur kata Chihoon, Chaerin dan Ryo, Sera tahu bahwa mereka memang hanya berniat menjelaskan pada Sera dengan sejujurnya dan sebaik-baiknya. Dia menghargai itu.

Lalu tentang Luhan…

“Aku benci pada sikapnya yang seenaknya dan tidak mempedulikan perasaan orang lain. Kurasa aku tidak akan pernah bisa mentolerirnya.”

“Yah. Kalau soal itu, mungkin kau bisa bilang itu adalah salah satu gangguan kepribadian dan keanehan cara berpikir pria itu. Luhan selalu dimanja sejak kecil dan dia punya otak yang berjalan dengan kecepatan lebih tinggi dari manusia-manusia lainnya, jadi sia-sia saja jika mengharapkan pria itu bersikap normal,”ujar Chaerin.

“Tapi Luhan bukan orang yang jahat, Sera-san. Untuk yang satu itu kami akan menjaminnya. Semua sikap aneh Luhan itu hanyalah karena ia tidak bisa mengekspresikan perasaannya dengan benar. Kumohon mengertilah…”kata Ryosuke.

Chihoon mengeryitkan dahinya. “Jangan-jangan kau berpikir bahwa kami—anggota Lightsaber—ini adalah kumpulan orang-orang jahat ya? Jangan salah sangka, kami tidak seperti yang kau pikirkan!”

Sera membuang pandangannya kearah lain. Tentu saja ia berprasangka buruk pada Lightsaber. Geng itu kan geng pembuat onar nomor satu di Gwangju. Member-membernya saja sering keluar masuk kantor polisi. Bagaimana mungkin Sera tidak berpikir bahwa mereka jahat?

“Jangan suka menilai sesuatu dari luarnya, Sera…”Chaerin menepuk paha Sera lembut. “Berusaha mengenal sesuatu bukanlah hal yang buruk kan?”

Sera termenung sejenak. Memandangi Chaerin—sunbaenya itu lama. Mengenal ya? Kenapa ia harus melakukan itu?

Joseonghamnida~” Kata maaf terlontar dari bibir Sera, membuat Chaerin, Chihoon dan Ryosuke kompak mengeryitkan dahi mereka.

“Aku menghargai niat baik kalian, sungguh. Tapi bisakah kalian membiarkanku sendiri? Bukankah lebih baik kita tidak usah saling kenal seperti dulu? Aku hanya merasa tidak nyaman dan itu membuatku sulit berkonsentrasi dengan pelajaran di sekolah. Jika ada yang menggunjingkanku atau apa, aku tidak apa-apa. Aku bisa menahannya…”ujar Sera. Gadis itu menatap bergantian pada Chaerin, Chihoon dan Ryosuke. Menghela napas panjang menyadari ekspresi terkejut di wajah mereka karena perkataannya.

“Tolong katakan ini pada Luhan. Aku berterimakasih padanya karena tidak mengusikku lagi dan maaf karena sikap kasarku waktu itu. Lebih baik Luhan mencari saja gadis lain. Bukankah banyak gadis yang menyukai Luhan dan lebih cantik dariku? Seperti halnya aku yang tidak mendapat keuntungan apapun jika berhubungan dengan Luhan, Luhan juga tidak akan mendapatkan apa-apa jika memacariku. Aku bukan tipe gadis yang akan menuruti semua kehendaknya. Karena itu, lebih baik jangan aku.” Senyum kecil terulas di bibir Sera. Tapi mata gadis itu tidak tersenyum seperti bibirnya. “Terima kasih sudah menemaniku, Chaerin sunbaenim, Chihoon-ssi, Yamada-san…” Sera beranjak dari ranjang yang ia duduki, membungkuk sedikit untuk berpamitan lalu pergi meninggalkan UKS tanpa berkata sepatah katapun lagi.

“Yaaa~ geu yeoja-ga jincha!”Chihoon masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.

Chaerin mendesah kecewa. Padahal ia menyukai gadis itu, tapi ternyata Cheon Sera lebih memilih mundur secara teratur seperti ini.

“Dia sudah menyukai orang lain, mau bagaimana lagi kan?”kata Ryosuke sambil menepuk bahu Chihoon. Yah… benar. Sepertinya Luhan sudah tidak ada harapan lagi.

Jaehyo mengetuk-ngetukkan sumpitnya kedasar mangkuk, wajahnya terlihat kesal. Luhan yang ada di depannya sejenak melirik lalu kembali berkutat pada semangkuk jjajangmyun di depannya, tidak peduli pada Jaehyo.

“Apa kau tidak bisa melakukan pendekatan dengan cara yang lebih wajar, eo? Pantas saja Sera salah paham dan takut padamu, Xi Luhan!”omel Jaehyo.

“Hapha makhsudmuuh?”tanya Luhan dengan mulut penuh mie.

Jaehyo menatapnya jijik. “Seorang gadis suka pada pria yang memperlakukannya dengan lembut, berkata manis dan bersikap cool. Kau tidak perlu memburu-buru Sera seperti itu. Duduk saja di sampingnya, dengarkan apa yang dia bicarakan, lalu jadikan dirimu teman mengobrol yang nyaman untuknya…”

Luhan mendengus. Teori Jaehyo terdengar tidak aplikatif di telinganya. “Sebelum aku melakukan itu semua, Sera sudah terlebih dulu menendang dan mengusirku!”katanya setelah menelan mie di mulutnya.

“Maka dari itu! Aish sial…”Jaehyo mengacak rambutnya frustasi. “Pendekatan awalmu saja sudah salah sekali. Mana ada pria yang bilang ‘kau adalah milikku’ dihari kedua setelah bertemu. Kau terlalu gegabah, chingu. Apalagi kau mengumumkannya di speaker sekolah, tentu saja Sera menjadi malu dan kesal padamu!”

Luhan mengedikkan bahunya tak peduli. “Kupikir itu cara yang paling praktis dan aku tidak menyangka Sera akan menolak!”

“Ish, memangnya seluruh gadis di dunia ini menyukaimu dan mau menjadi pacarmu apa?! Ge-er sih boleh saja, tapi kira-kira dong, saekiya! Untuk mendekati perempuan itu butuh taktik, bukan hanya serangan langsung membabi buta!”

Geurae! Geurae! Pakar cinta! Lalu apa saran yang akan kau berikan padaku?”

Jaehyo mendekatkan tubuhnya kearah Luhan. “Pertama cari tahu dulu apa yang gadis itu suka dan yang tidak ia suka…”

“Sera suka musik J-Rock…”kata Luhan datar.

Jaehyo mengerjap. “Benarkah? Gadis pendiam itu suka musik rock?”tanyanya tidak percaya.

Luhan menyeringai. “Eo. Sera-ku benar-benar menarik kan?”

“Yaaak, Lu…”Jaehyo tertawa kecil. “Pakai itu untuk membuat Sera terkesan. Cari tahu tentang band-band J-Rock. Coba tanya Ryosuke, dia pasti tahu banyak kan?”

“Aku tidak suka genre musik itu, telingaku sakit mendengarnya…”Luhan berkata tak acuh.

“Heish!”Jaehyo gemas, ingin rasanya menjitak kepala Luhan keras-keras. “Kau tidak harus menyukai musik itu untuk mendekati Sera, cukup memiliki pengetahuan lalu kau bisa mengajaknya mengobrol santai tentang musik itu. Gampang kan? Intinya, buat gadis itu nyaman terlebih dulu saat di dekatmu, baru kau bisa melangkah kebabak selanjutnya…”

“Apa tidak ada cara yang lebih praktis? Dengan godaan seksual mungkin?”

Kali ini Jaehyo benar-benar menjitak kepala Luhan. “YAK!! Mana bisa gadis seperti Sera kau dekati dengan cara seperti itu. Astaga! IQ 165-mu itu tidak berguna sama sekali kalau sudah menyangkut perempuan!”

“YAK!!!”Luhan balas berteriak dan melotot kesal kearah Jaehyo karena memukulnya. Tapi sebelum pria itu melancarkan pembalasannya, sebuah sapaan familiar menarik perhatiannya.

“Luhan-a! Jaehyo-ya!!”Member Lightsaber datang berbondong-bondong masuk kedalam restoran China itu. Bang Yongguk, Mark Tuan, Kim Myungsoo dan Jung Daehyun. Keempat pria itu memakai seragam sekolah dengan emblem almamater Jeonnam High School di dada kiri mereka. Karena sedang musim semi, mereka hanya memakai cardigan dan kemeja untuk atasan. Sedangkan si maknae—Jeon Jungkook—tidak bisa ikut berkumpul karena ada persiapan ujian akhir di sekolahnya. Bukan waktu yang tepat untuk membolos dan kabur dari sekolah.

“Eo! Chingudeul!! Di sekolah tadi si gila ini menyerang yeoja dan membuatnya menangis!”Jaehyo langsung mengadu pada teman-temannya yang baru datang itu dan menunjuk kearah Luhan. Luhan yang ditunjuk, membelalakkan matanya kesal.

Mwo?!”seru Myungsoo, Daehyun dan Mark terkejut.

Yongguk langsung menghadiahi Luhan pukulan di kepalanya. “YAK!! Geu jassik!!”umpatnya. Selama ini member-member Lightsaber selalu patuh pada satu aturan mereka, yaitu untuk tidak menyakiti perempuan. Tapi mungkin, hal itu tidak berlaku bagi Luhan. Pria itu selaluuuu dan selaluuuuuu seenaknya sendiri.

“Aduh! Yaish! Apa!”protes Luhan.

“Kau ini! Berhenti berulah, Xi Luhan!”Daehyun kali ini yang turun tangan. Mencekik leher Luhan dengan lipatan lengannya.

“Argh! APA! APA!!”pekik Luhan sambil memukul-mukul lengan Daehyun agar pria itu melepaskan kunciannya.

“Memangnya apa yang terjadi sampai Luhan menyerang yeoja? Apa yang kau maksud yeoja yang disukai Luhan itu?”tanya Mark yang duduk di samping Luhan. Pria China yang lahir di Amerika itu mengambil alih mie Jjajangmyun Luhan yang tinggal setengah. Menyantapnya tanpa permisi.

Jaehyo mengibaskan tangannya, “Bukan. Bukan. Luhan menyerangnya karena yeoja itu sudah mengejek dan membuat yeoja yang disukai oleh Luhan terluka. Tiba-tiba saja pria aneh ini melintasi kantin dan menakuti-nakuti yeoja itu dengan tonjokkannya. Hhh… aku saja yang melihatnya ngeri, apalagi yeoja malang itu.”

“Jadi ceritanya Luhan sedang membela gadis yang dia sukai itu?”

“Eo… tapi caranya sungguh diluar dugaan. Kapan sih kita bisa memahami seorang Xi Luhan?”tanya Jaehyo retoris yang diamini oleh teman-temannya.

“Lalu, dimana Ryosuke dan Chihoon?”tanya Yongguk.

“Mereka di sekolah. Karena tangan gadis yang membuat Luhan gila terluka, jadi mereka menemani gadis itu ke UKS. Tapi pria ini…”Jaehyo menunjuk Luhan lagi. “Malah pergi begitu saja!”

Luhan yang telah dilepaskan oleh Daehyun mengelus-elus lehernya yang sakit sembari berujar. “Wajah gadis itu membuatku kesal.”

“Tingkahmu itu yang membuat kesal! Dia menangis, Lu! Sera menangis lagi gara-gara kau! Kenapa sih kau itu senang sekali membuat para perempuan menangis, eo?!”Jaehyo emosi.

“Kau ini!!”Yongguk melayangkan pukulannya lagi kekepala Luhan. “Apa seperti itu perlakuanmu pada gadis yang kau suka, eo?”

“YAK!!”sentak Luhan sebal. “Berhenti memukulku, Bang Yongguk!”

Tak!! Kali ini Myungsoo yang menghadiahi Luhan pukulan dengan sumpit di tangannya. “Otakmu benar-benar kacau, Lu. Heuh…”

“HAISH MENYEBALKAN!!! Apa tujuan kalian kesini hanya untuk memukulku eo? Sialan! Pergi saja sana!!”usir Luhan.

Jaehyo dan Daehyun tertawa melihat Luhan yang marah-marah. Kedua pria itu dan ditambah Mark malah menghadiahi pukulan beruntun dan tendangan ketubuh Luhan. Yongguk dan Jaehyo sampai terpingkal melihat wajah Luhan yang merah padam karena marah dan kesakitan. Tapi sebelum acara pukul memukul itu berubah menjadi perkelahian, Yongguk buru-buru memisahkan mereka dengan jitakan satu persatu kekepala 4 orang sahabatnya itu. Yongguk—si leader lightsaber­—ini sepertinya memang hobi sekali menjitak kepala orang, hmm…

Geundaeee~, seperti apa sih gadis itu? Siapa namanya Jaehyo? Cheon Sera?”tanya Mark penasaran. Selama ini ia hanya mendengar bahwa Luhan sedang mengejar seorang gadis di sekolahnya tapi tidak ada yang menceritakan tentang seperti apa wujud gadis itu.

“Eo… sebenarnya tidak ada yang istimewa pada gadis itu. Biasa saja, tidak cantik sekali tapi juga tidak jelek sekali, sama sekali bukan tipe Luhan…”

Kali ini Luhan tersenyum simpul mendengar kata-kata Jaehyo. Benar, Sera sama sekali bukan tipenya. Tapi gadis itu…

“Tapi gadis itu menarik. Dia punya pesonanya sendiri. Kalian tahu, mungkin hanya Sera di sekolah yang berani melawan Luhan. Gadis itu sama sekali tidak ramah pada pria ini. Sikapnya yang sok kuat itu malah membuat Xi Luhan ini tergila-gila padanya. Biasa kan? Semakin kau ditolak, semakin kuat pula keinginanmu untuk mendapatkannya…”

“Jadi…”Yongguk menatap Luhan tajam. “Jika kau sudah mendapatkannya, apa yang akan kau lakukan Lu? Kau akan membuangnya karena bosan?”

Pertanyaan tanpa ampun Yongguk membuat Luhan terhenyak. Bukan hanya Luhan tapi Jaehyo dan Daehyun juga ikut kaget mendengarnya. Mark dan Myungsoo hanya menaikkan alis mereka sedikit. Pertanyaan Yongguk masuk akal…

“Hei heii…”

Geurae! Kau mengejar Sera karena gadis itu menolakmu kan? Karena dia menjauh saat kau dekati. Jadi jika kau sudah mendapatkannya berarti gadis itu tidak menarik lagi bagimu kan?”jelas Yongguk. “Kenapa kau nampak terkejut seperti itu Lu? Apa aku salah?”

“Benar atau salah sudah tidak penting lagi, Yongguk-ah!”tiba-tiba Chihoon dan Ryosuke muncul dan membuat semua kepala disana tertoleh kearah mereka. Kedua pria ini berhasil kabur dari sekolah. Seperti biasa, mereka akan memanjat pagar di belakang sekolah untuk bisa keluar.

“Sera meminta kami mengatakan ini padamu, Lu. Dia berterimakasih karena kau sudah tidak mengganggunya lagi dan memintamu untuk mencari gadis lain…”kata Ryosuke sambil menepuk pundak Luhan.

“Gadis yang lugas sekali, Cheon Sera itu…”Chihoon tersenyum simpul. Pria yang memiliki rambut yang dicat coklat itu mengambil kaleng soda Jaehyo dan meminum air berkarbonat di dalamnya.

“Sudahlah, Lu. Gadis itu sudah punya pria yang ia sukai dan pria itu adalah pria yang telah ia kenal sejak kecil. Tentu hubungan mereka dekat sekali kan? Sera toh bukan tipemu, kau bisa mendapatkan gadis yang lebih baik daripada dia. Kau tidak mencintainya kan? Jadi hentikan sajalah permainanmu ini. Sudah tidak seru lagi…”tandas Chihoon. Mata Chihoon tak lepas dari wajah Luhan yang datar tanpa ekspresi. Tapi Chihoon yang telah mengenal Luhan sejak mereka sama-sama duduk di bangku kelas 1 tingkat Sekolah Menengah Pertama tentu tahu bahwa mata Luhan lah yang selalu bicara jujur. Mata itu jelas nampak sedih dan kecewa.

Luhan menggeser kursinya dan berdiri. Tanpa berkata apapun, ia melangkahkan kakinya pergi meninggalkan meja tempat teman-temannya berkumpul.

“Kau mau kemana, Lu?”tanya Myungsoo.

“Jalan-jalan!”jawab Luhan singkat tanpa berbalik dan terus berjalan menuju pintu keluar. Yongguk dan yang lainnya hanya menatap Luhan sampai pria itu keluar dari restoran.

Daehyun melemparkan kaleng soda kosong kearah Chihoon dan tepat mengenai lengan pria itu. “Yak! Geu jassik! Kata-katamu tadi mengena, babo!

Chihoon tergelak. “Biarkan saja, Luhan perlu dibegitukan sekali-kali. Kalian tidak lihat sih bagaimana kasarnya pria itu memperlakukan Sera. Kita ini memang gangster, tapi paling tidak kita tahu bahwa perempuan harus diperlakukan lembut dan dilindungi.”

“Chihoon benar…”Yongguk mengangguk-anggukkan kepalanya. “Jika dibiarkan saja, Luhan mungkin akan melukai gadis yang ia cintai tanpa disadarinya.”

Jaehyo menyunggingkan senyum miringnya. “Cinta ya? Benar. Mungkin penjelasan yang paling masuk akal dari semua sikap Luhan selama ini pada Sera adalah karena cinta. Sayangnya, si bodoh itu sepertinya tidak menyadarinya.”

Ya. Luhan sungguh tidak menyadarinya. Sementara teman-temannya asyik membahas tentang dirinya dan Sera di restoran China itu, Luhan berjalan tak tentu arah. Hanya menyusur trotoar jalan tanpa peduli kemana langkahnya akan membawanya.

“… Orang seperti itulah yang telah membuatku jatuh cinta, Xi Luhan…”

“Lalu siapa dirimu? Kau bahkan tidak mengenal penderitaan, kau tidak pernah menghargai orang lain. Hidupmu pasti membahagiakan sekali, eo? Punya orang tua kaya, lengkap, apapun yang kau mau pasti terwujud dengan mudah. Kau juga punya otak yang jenius dan wajah tampan. Kau yang seperti ini, tidak pantas dibandingkan dengan Kim Jinwoo oppa!”

“Geurae! Kau mengejar Sera karena gadis itu menolakmu kan? Karena dia menjauh saat kau dekati. Jadi jika kau sudah mendapatkannya berarti gadis itu tidak menarik lagi bagimu kan?”

“Kau tidak mencintainya kan? Jadi hentikan sajalah permainanmu ini. Sudah tidak seru lagi…”

Luhan menghembuskan napasnya dengan berat. Kakinya berhenti melangkah. Pria itu memandang kelangit, melihat awan-awan berarak pelan disana.

“Aku tidak bisa memikirkan apapun lagi…”batin Luhan sambil memejamkan matanya. “Padahal bukan gayaku bertingkah seperti ini hanya karena seorang gadis…”

Luhan membuka matanya. “Sial, ini menyiksaku…”gumamnya sambil mengacak rambutnya frustasi.

To be continued

 

Preview #4

“Lepaskan aku, Luhan-ssi. Pacarmu bisa marah jika melihatmu seperti ini…”

 “YAK!! XI LUHAN!! BUKA PINTUNYA!!!!”

“Ah, aku bisa gila… ah… anak itu benar-benar sudah tidak waras!!”

“Kau boleh mencium siapapun yang kau inginkan…”

“Nana—she’s a good kisser.”

“Aku menginginkanmu…”

“Hipotesis diterima, Cheonse.”

Ohayougozaimasuuu~~

Siapa disini yang EXO-L tunjuk jariiiiii!!! Akhirnya fans EXO punya nama, hahaha… 😀

Ngomong-ngomong, hari ini Jinwoo Oppa debut!!! #tebarconfetti. Sengaja banget aku ngepost #3 tepat dihari launchingnya WINNER—boybandnya Kim Jinwoo oppa. Yep, Yep, ada BB baru namanya WINNER—pemenang program WIN-nya YG itu loh, tau tak? Mereka itu adiknya BIGBANG, dan saya sebagai YGstan tentu sudah sangat sangat sangat menunggu-nunggu debutnya mereka. Mohon dukungannya dan perhatikan mereka juga ya? ^^ Nanti kalau liat Jinwoo oppa, semoga kalian langsung inget FF ini dan mbatin ‘oh, ini, Jinwoo-nya Cheonse…” Hehe… soalnya banyak banget yang belum kenal dia… diposter uda sengaja banget aku kasih fotonya.

Ini ini WINNER… ^^ Hayooo… Kim Jinwoo yang mana??

 winner_1407078756_af_org 5

Oiya, soal karakter Luhan… aku akan senang sekali jika kalian juga gak paham and gak habis pikir ma kelakuan ini rusa, heheh. Di chapter ini Luhan nunjukin sisi kasarnya ya? Dan Sera, dia banyak nangis disini… eiii…

Lirik-lirik yang aku pakai ditiap FF-ku, itu style-ku. Anggap aja itu OST atau apa… haha… Akhir-akhir ini aku lagi kecanduan lagunya CHEN yang Best Luck—OST’nya Its Okay Its Love itu. Dan dramanya itu AARRRRGGGHHH epi 4 bener-bener bikin syok!!! D.O-yaaaaa… ternyata dia…. astaga! Gak sabar pengen nonton lanjutannya… >.<

Oh, apalah aku ini nulis hal-hal gak penting, hehe.

Yorobeun! Makasii ya uda baca sampai to be continued, jangan lupa kritik, saran dan komentarnya yaaa…

 

Regard,

Seara Sangheera

503 responses to “WILD BOY #3 – GROWL!

  1. wowowow luhan bner2 ggag bisa diprediksiiii. ntahlahhh kasian liat luhan yg frustasi. pasti nyiksa bgt

  2. Astaga un ceritanya anti-mainstream banget. Suka banget sama semua karakternya. Maaf un baru comment di chap ini 😦
    Daebakk un !!

  3. aku juga suka lagunya chen yg best luck ^^ kita sama kak 😉
    nah jadi .. jinwoo itu orang yg disukai sera? tapi mereka blm jadian kan yaa?
    agak ngeri sebenernya sama sikap Luhan, tapi yaa begitulah bad boy.. jadi aku mah terima2 aja 😀
    apa lusera udah saling jatuh cinta? hehe
    aiya, aku suka temen2nya Luhan disini.. mereka kayanya care banget deh, bahkan sama sera juga. persahabatan yg kaya gini yg aku suka 🙂
    okeh next lagi

  4. Chapter ini.. kereeennn.. Luhan gila banget, marahnya sampe segitunya. Sera juga ga peka sih sama Luhan. Pokoknya chapter ini keren deh (y)

  5. Emg bner sih kata2 chihoon. Skali2 luhan hrs dgtuin. Spya nanti.a dia gk nykitin sera. Jd sera pun gk enak. Yg d kasrin dan d gosipin sma yeoja2 d sklh.a

  6. yepp, luhan hanya bingung carq ngungkapin dan nunjukun perasaannya hihi tapi agak sebel juga sih sama sifat sera yg batu bgtttt. tapi diaitu tantangannya si luhan wkwj ahhhhhh pas luhan belain sera itu sweett bgttt hihi

  7. Cuma bisa bilang WOW :-O (Y)
    Ff ini bener-bener dah. Ah…tambah geregetan aku.
    Penasaran bgt ama kelanjutan hubungan Luhan dan Cheonse. 🙂
    Apalagi preview #4 nya bikin mati penasaran.

  8. Aeon, aku juga ygstan!!! Khususnya inner circle, dan ngebias Kim Jinwoo!!!! Dan di ff eonni ini banyak bias aku, dari bias utama Luhan, trus Jinwoo, Daehyun, Mark. Wohaaaa … Bener2 bikin ff ini jadi menarik bgt buat aku eon. Aku juga suka jrock, lebih tepatnya metal rock, BABYMETAL. Itu gegara aku otaku kikikiki mian malah curhat. Eonni nulis ohayou di note kebetulan aku bacanya juga sewaktu pagi wkowkowkow ….

  9. Jangankan Jinwoo, aku aja ga ngerti sama kelakuan Xi Luhan ini… Saking cintanya ama Sera ampe mukulin orang dan buat cewek nangis-,-

    Luhan mah gitu orangnya…!!!

    Aku next comment chap 4

  10. Jinwoo tipe kakak idaman luhan entahlah susah ngebayangin kalo ketemu cowok kek luhan bisa bisa serangan jantung😂

  11. hmm…kr2 apa luhan bkal nyerah gtu aja sm sera???…
    luhan syerem jg ya kl udh marah,smpe cew aja dgtuin…hehe…tp,kl aq blg keren bgt!!!#plak# abs dy ngebelain sera pe sgtunya… :p
    bagus bgt ceritanya…aq suka… ^^

  12. Aku suka banget konfliknya,susah juga buat ngebayangin luhan kalo lagi marah haha 😄luhan kan berkepribadian lembut.. di ff ini dibuat kasar, tapi keren koo..aku jadi keinget mv growl…waktu luhan ngamuk pas obat nya abis hahah 😄

  13. Wah lagu chen nyampe sekarang masih jadi top list harian aku.

    Luhan, bener kata temenmu. Cinta itu datang tanpa disadari, coba lebih lembut aja sera dah bilangkan kalo km bisa lajuin apa aja yang penting jangan ganggu jinwoo.

  14. gk bisa nebak sebenernya sera suka apa gk sama luhan. jinwoo juga.. bener-bener gk bisa ditebak perasaan sera luhan & jinwoo. tapi jujur ada watak sera yg sama kaya aku. lebih suka belajar dari pada bergaul yaa.. begitulah

  15. Lightsaber.. Aku suka prinsip mereka. Meskipun mereka gangster dan anak nakal tapi gk mau nyakitin perempuan. Ahhh melting
    Aku juga mau kali klo pacaran sama mereka ^^
    Lanjut next chapter kakak..
    Mumpung malam minggu dan apalah diriku mah gk ada yg ngapel T.T

  16. Hahhh.. Ini mereka berdua kenapa keras kepala banget gitu dah.. Si luhan ua, cwe yg dikasarin gitu mana ada yg mau hahhaa sena yg sabar yahh..

  17. Aduh, kata-kata teman2nya Luhan itu realistis banget. Emang kadang semakin sesuatu jauh, kita semakin kepingin sesuatu itu.

  18. Bner kata temen2nya,dia harus bersikap masnis sama sera,bkannya langsung bilang “kau miliku” pastilah seranya kesell…
    Greget bgtt ni sama luhaann..

  19. Astaga eon…ini kereeeennnn TT
    Lulu sampai segitunya ya mikirin Sera?
    Dan Sera,sebagai seorang cewek dia ‘so cool’ banget!! ><

  20. luhannn…sumpah pingin bawa deer lulu ke rawa” pingin aku salamain sm pangeran kodok. Masa sikapnya ihhh…nyebelin sumpah tapi lucu juga. Ah, soal Cheonse dia tuh cewek ya..wow. gk bisa di diskripsiin.

  21. Itu sih jelas cemburu! Luhan cemburu sama Jinwoo makanya dia pukul Jinwoo yang jelas-jelas bukan tandingan dia buat bertarung.

    Emang nggak bisa ditebak jalan pikiran Luhan disini. Dia bertingkah nggak peduli sama Sera tapi ngebelain Sera di depan orang banyak. Apa banget kan? Wkwkwk…

    Keep writing kak ^^ Ditunggu karya kakak yang lain.

  22. ya ampun luhan ckckc
    sedih bnget perasaan sera deh huuh rumit bnget
    luhan bener2 harus dilurusin nih otaknya(?)
    untung temen2nya luhan ga seliar luhan bener kata2 temen2nya luhan setuju bnget

  23. Ya ampun sera luhan bikin gemes :$ tp kucu banget waktu luhan bilang godaan seksual. Anjirrr emang anak satu iniii. Setuju banget sama jaehyo, luhan gitu pinter pinter stress omoooo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s