Try To Love You (Chapter 2)

try to love you

Author : Parklu

Tittle : Try To Love You (Chapter 2)

Cast : Park Chanyeol, Lee Joon Yoora (OC)

Support cast : u can find it on strory

Genre : Romantic, School life

Lenght : Chapter

Rating : PG-13

 

Annyeong chingudeul ^^

pertama aku pengen ngucapin banyak terima kasih buat para readers  yang udah mau baca ff ini.

aku udah baca komen-komennya dan makasih ^^

 

oke happy reading


 

 

Namja-namja yang dia takuti itu akhirnya datang kekelasnya, dia mengetahui kehadiran namja-namja keterlaluan itu tapi tak menghiraukan mereka. Chanyeol lalu merebut novel yang yoora baca dan mengoper-operkannya ke teman gengnya yang lain. “sunbae tolong kembalikan bukuku” ucapnya yang lalu berusaha mengambil bukunya dari namja-namja tersebut, tapi namja-namja itu tak mengindahkan perkataan yoora dan terus mengoper-operkannya. “tolong sunbae!! Buku itu sangat berharga..” ucapnya dan namja itu lalu membuang novel yoora jauh-jauh “tuh ambil sja sendiri” ucap Luhan lelaki yang tampak imut namun jahat.

“dasar namja jahat” ucap Yoora penuh amarah dengan perlakukan namja-namja tadi.

*****

Yoora agak kebingungan ingin mengenakan pakaian apa untuk menghadiri cara Valentine Day dan dia kesulitan dalam memilih pakaian yang pas untuknya.

“bagaimana dengan ini?” ucapnya sambil mengangkat dress berwarna merah bermotif polkadot tersebut.

“aku pikir itu ngak pas” jawabnya dan lalu keluar.  Beberapa menit kemudian dia datang dengan dress Pink yang terlihat elegan. “aku pakai yang ini..” ucap nya

“ne aku akan memakai ini.. ini pas” ucap yoora dan tanpa basabasi langsung mengganti pakaiannya dan bersiap-siap.

*****

Kebetulan acara ini di haruskan menggunakan topeng maka mereka semua menggunakan topeng. Yoora masuk ke aula sekolah yang telah dihiasi seindah mungkin dan bertemakan berwarna pink yang memberi kesan romantis.

Musik mulai dimainkan dan murid-murid mulai mencari pasangan mereka untuk berdansa dan yoora hanya duduk dengan harapan seseorang akan mengajaknya berdansa. Harapannya akhirnya terkabulkan dan dia berdansa dengan seorang namja yang tidak sama sekali dia kenali karena dia memakai topeng. Saat waktunya tukaran pasangan dansa dan yoora tampak binggung dan ingin berpasangan dengan siapa.

Degg

Seseorang yang dihadapan yoora lalu memegang tangan yoora dan mulai berdansa, entah kenapa dia merasa mengenal namja yang sedang berdansa dengannya.

“saatnya kalian membuka topeng pasangan dansa kalian masing-masing dalam hitungan 1..2..3” ucap seorang namja dan lampu di aula tiba-tiba mati.

Yoora mengarahkan tangannya untuk memegang topeng namja itu dan bersiap-siap untuk membuka topengnya begitu pula sebaliknya.

Yoora berhasil membuka topeng namja itu dan tinggal menunggu lampu kembali menyala dan melihat jelas wajah namja yang saat ini dihadapannya.

Clekkk

Lampu kembali menyala dan serontak yoora terkaget melihat namja yang tengah berdiri dihadapannya itu.

Yoora POV

“ohh god kenapa aku harus berdansa dengannya? Dia itu namja yang jahat” batin yoora. Yoora lansung menunduk dan terdiam

Chanyeol POV

dia?? Knp harus dia?…’ batin chanyeol yang ikut terdiam melihat yoora ‘emm dia kelihatan cantik hari ini dan lain dari biasanya dengan lipstick pink yang menempel di bibirnya dan rambut yang terurai indah’ tambahnya

*****

Setelah kejadian di acara sekolah itu ada yang berbeda dengan chanyeol. Sekarang dia lebih suka memandang atau melihati Yoora

Chanyeol POV

“mengapa aku sekarang lebih suka memandanginya? Apa karena aku mulai menyukai dia?? Ahh tidak mungkin.. dia kan yeoja yang bodoh dan lemah” batin chanyeol

_____

Saat pulang sekolah tampak yoora yang menunggu appanya untuk menjemputnya namun tak datang dari tadi dan hari sudah semakin gelap. “appa dimana?? Kenapa lama sekali?” ucapnya yang mulai cemas appanya tidak akan datang.

Seorang namja lalu menghampiri yoora “hai..” ucap namja yang sama sekali tak ia kenali itu. Yoora terdiam dan tak menghiraukan namja itu, lama-kelamaan namja itu tampak menggangu yoora. Sepasang mata yang tengah memandangi perbuatan namja yang menggangu yoora tersebut langsung menghampiri yoora dan namja itu.

“kau mau ap??” tanya chanyeol ke namja itu

“tak ada” jawab namja tadi

“lalu kenapa kau menggangunya?” tanya chanyeol lagi

“memangnya kenapa? Apa urusanmu?” jawab namja yang tadi

“emm dia..” ucap chanyeol terputus dan melihat yoora, yoora juga ikut melihat chanyeol.

“alah kamu ngak bisa jawabkan, mendingan sekarang kamu pergi dan tinggalin dia” ucap namja itu dan yoora mulai ketakutan.

“kenapa? Kenapa aku harus pergi? Sebaiknya kau yang pergi” ucap chanyeol dan brukk namja itu melepaskan tinjuannya tepat di perut chanyeol. Chanyeol yang mulai emosi lalu membalas perlakuan namja itu dengan cara yang sama dan mereka pun  berkelahi.

Yoora ingin melepaskan mereka untuk segera mengakhiri perkelahian itu namun namja itu malah mendorong yoora yang menyebabkan lututnya berdarah karena tergores dengan aspal “awww” ucap yoora kesakitan dan chanyeol yang melihat yoora kesakitan karena perbuatan namja itu lansung memberikan namja itu pukulan mautnya yang menyebabkan namja itu tergeletak lemah di atas aspal. Chanyeol lalu membantu yoora berdiri dan segera pergi dari tempat itu.

*****

“aww..” ucap yoora yang semakin susah untuk melangkahkan kakinya. “sebaiknya kita singgah disitu dulu” ucap chanyeol dan mereka lalu duduk di bangku taman itu. Chanyeol lalu melihat luka yoora yang semakin parah dan mengeluarkan banyak darah. Chanyeol lalu mengambil sapu tangannya dan membalutkannya di lutut yoora untuk mengurangi darah yang keluar.

Yoora POV

aku melihat ada yang berbeda dengan chanyeol. Dia terlihat baik dan berbeda dengan sikapnya saat disekolah bersama teman-temannya.

“terima kasih sudah menolongku chanyeol sunbae” ucapku yang membuat namja tampan itu melihatku.

“cheonma..” ucapnya

“sebaiknya kita pulang saja sunbae..” ucapku

“tapi kakimu” ucapnya

“gwenchana..” ucapku sambil memberikan senyumanku ke namja tampan itu

“arasseo..” ucapnya dan dia lalu jongkok di depanku “naiklah ke punggungku” ucapnya yang membuat ku terkaget. “ani.. aku masih bisa berjalan” ucapku. “sudah ayo naik” ucapnya dan mau tidak mau aku pun mengikuti perkataannya.

******

“apa sunbae tidak capek” ucap yoora. “ani..” ucap chanyeol. “mianhe kalau aku merepotkanmu sunbae” ucap yoora. “ani..ani.. kau tidak sama sekali merepotkanku” ucap chanyeol. Yoora tersenyum dan “ehh” ucap yoora yang terkaget saat dia hendak terjatuh dan refleks dia lalu melingkarkan tangannya ke leher chanyeol

Chanyeol tersenyum melihat tingkah yoora

*****

Saat sampai di rumah chanyeol lalu menurunkan yoora. “mianhe aku sudah merepotkan sunbae” ucap yoora. “aku kan sudah bilang kalau kau tidak merepotkan sama sekali” ucap chanyeol dan yoora tersenyum “gomawo..” ucap yoora. “ne.. ya sudah aku pulang dulu” ucap chanyeol yang hendak pergi namun yoora menarik tangannya. “karena tadi sunbae sudah mengobati lukaku sekarang giliran ku mengobati sunbae” ucap yoora yang lalu mengajak chanyeol untuk masuk ke rumahnya dan mengobati luka chanyeol

Saat yoora mengobati luka chanyeol, chanyeol terus menatap wajah yoora yang membuat yoora merasa terganggu. “jangan menatapku seperti itu sunbae..” ucap yoora. “mianhe..” ucap chanyeol dan yoora tersenyum. Yoora kembali melanjutkan aktivitasnya mengobati luka chanyeol. “shhh” ucap chanyeol yang kesakitan lalu memegang tangan yoora “tolong pelan-pelan” ucap chanyeol. “mianhe sunbae” ucap yoora. “panggil aku oppa saja” ucap chanyeol. “ne.. chanyeol Op..oppa” ucap yoora yang mengembangkan senyuman manisnya.

Author POV

Itulah awal dari kedekatan mereka.

Semakin lama bibit cinta tumbuh di antara mereka, chanyeol yang awalnya begitu jahat kepada yoora sekarang telah berbalik.

*****

Bel sekolah menegah atas yang terkenal di korea itu telah membunyikan bel tanda waktu pulang telah berbunyi. Siswa siswi telah berhamburan di sekitar sekolah.

Yoora POV

Entah aku merasa bosan dirumah, aku memutuskan untuk berjalan-jalan dahulu namun, mengingat kejadian kemarin membuatku takut untuk berjalan-jalan sendirian. Aku mengurungkan niatku untuk berjalan-jalan. Ku ambil ponselku dan hendak menelpon appa tpi aku baru teringat kalau appa kembali ke Ulsan untuk menemui rekan kerjanya. “aahh terpaksa pulang sendiri hari ini” ujarku sambil berjalan.

“haii..” sahut seorang namja yang sekarang tepat disebelah ku. “oppa.. emm haii” ucapku. “pulang sendiri?” sahut chanyeol. “ya sepertinya begitu” jawabku. ”nanti sore kamu ada waktu kosong??” tanya chanyeol. “emm ne.. wae oppa?” jawabku. “aku ingin mengajakmu berjalan-jalan” ujar chanyeol yang berhasil membuatku terdiam tidak percaya atas apa yang dia katakan.

“Yoora..”sahut chanyeol yang membuat ku terkaget, “aa emm ne oppa” jawabku dan aku bisa melihat senyuman di wajah namja yang tampan itu.

******

Yoora melangkahkan kakinya memasuki rumahnya yang benar-benar sepi karena yang hanya dia punya saat ini hanyalah appa’a yang sangat berarti baginya, dia harus kehilangan eomma’a saat dia berumur 2 tahun karena penyakit yang dideritanya.

“aaaahh” ujar yoora yang langsung merebahkan dirinya di tempat tidur

******

“pemandangan yang indah” sahut yoora yang membuat chanyeol melihatnya. “kau suka??” ujar chanyeol dan yoora menganggukkan kepalanya. “lain kali akan ku ajak kesini lagi ne..” kata chanyeol yang membuat yoora begitu senang “jinja oppa?? Aaa gomawo”.

Chanyeol POV

“lain kali ku ajak kesini lagi ne..” ujarku. “jinja oppa?? Aaa gomawo” ucapnya begitu gembira. Entah kenapa disetiap aku bersamanya hatiku serasa tenang dan nyaman.

Yoora POV

“lain kali ku ajak kesini lagi ne..” ujarnya. Aku begitu senang mendengar perkataannya, awalnya aku pikir dia seorang namja yang jahat tapi ternyata dugaan ku salah. “jinja oppa?? Aaa gomawo” jawabku dan aku bisa melihat senyumannya yang begitu lebar sehingga giginya yang rapi dan putih itu terekspose nyata.

****

“gomawo oppa buat jalan-jalannya” sahut yoora dan chanyeol kembali memperlihatkan senyuman yang begitu tulus. “cheonma..” ucapnya. “oppa ingin mampir?” ajak yoora. “emm mian, tapi ini sudah malam sebaiknya oppa mampirnya kapan-kapan ne..”

“gwenchana oppa”

“ya sudah oppa pulang dulu”

“ne, hati-hati di jalan oppa..”

“ne… oppa akan hati-hati”

“aku tidak ingin oppa kenapa-kenapa”

Chanyeol POV

“aku tidak ingin oppa kenapa-kenapa” sahutnya dari kejauhan. Apa aku bermimpi dia mengatakan itu?? Ohh sungguh dia sekarang membuatku senyum-senyum sendiri layak orang yang sedang dimabuk cinta. Dimabuk cinta?? Oh tidak apa aku mulai jatuh cinta kepadanya? Ohh tidak..itu tidak mungkin

 

TBC…

sebenarnya ff ini ada 4 chapter tapi karena banyak yang minta biar ceritanya di panjangin aku bakal buat ini jadi 3 chapter aja.

 

26 responses to “Try To Love You (Chapter 2)

  1. sbnrnya alurnya agak kecepetan sih, terus masih ada beberapa kata yg kurang baku…oiya thor kamu nya siganti kau aja dong kekeke
    tp aku cukup menikmati ceritanya kok…next nya aku tunggu ya ^^

  2. alurnya masih kecepetan tu thor bext chap lebih di jelasin lagi tiap momennya biar lbh jelas … keep writting

  3. Chanyeol kena batu nya nih..makanya di awal2 jgn jahat jahat jd org nah skrg jd cinta toh….aduh…
    Cerita nya sweet thor..tp alur nya msh ngebut….

  4. nanggung sich ya 4 chapter aja kenapa mesti 3 chapter bagus sich cuma agak kecepetan aja
    next ditunggu

  5. Sebenarnya jalan ceritanya bagus. Tapi ntah knapa aku ngerasa ringan aja gtu bacanya, feel nya kurang dapat. Trus typonya lumayan.
    Tapi jangan nyerah yaa chingu.
    Hwaiting!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s