[Freelance] Autumn’s Voice (Chapter 1)

AUTUMN'S VOICE

|| Tittle : Autumn’s Voice ||

|| Author : Hanhanny ||

|| Genre : School, Romance, Life, Family, Fantasy ||

|| Length : Chaptered ||

|| Rating : PG-15 ||

|| Cast : Byun Baekhyun, Jung Gaeul ||

|| Summary :

Berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Menjadikan musim gugur menjadi sesuatu yang indah. Penuh dengan kenangan yang manis. Bersamamu.

 

Something on Autumn

 

 

 

Hari demi hari berlalu sejak curah hujan yang tinggi di perbatasan musim. Sudah lama sejak peristiwa itu terjadi, namun jejaknya seakan tak terhapus. Seakan jejak itu merupakan sebuah jimat pelindung baginya. Meski tak sepenuhnya dia suka atas semua yang dia miliki. Terkadang itu semua terasa menyiksa, dan tak jarang menguras pikiran.

Musim telah berganti, dan semuanya tampak berbeda. Teka-teki tak terpecahkan masih saja memutari otak, hingga tak ada kesempatan untuk merasa santai sedikit saja. Hidupnya memang telah menjadi berbeda sejak waktu itu, dan ia mencoba untuk menikmatinya. Tak banyak yang bisa merasakan hal seperti itu.

Kemanapun mata memandang, semuanya tampak senada. Daun-daun yang menguning, memerah, dan kemudian gugur. Udara yang kering, dan hawa dingin yang menghiasi hari demi hari. Disaat inilah orang-orang menyebutnya, musim kerapuhan. Dimana, mereka juga dapat mempelajari satu hal, bahwa setiap awal pasti memiliki akhir. Sama seperti daun-daun berguguran yang mulai diterbangkan angin itu. Ini yang menyebabkan musim gugur merupakan musim yang berkesan.

Byun Baekhyun menatap buku pelajarannya, tanpa berhenti. Suatu kehebatan lain yang ia miliki, dalam waktu hampir lima menit bahkan matanya tak sekalipun berkedip. Awalnya orang berpikir bahwa dia sedang sangat serius, namun semakin lama mereka mulai curiga. Mungkinkah seorang Byun Baekhyun melamun di dalam kelas ?

Mendengar keributan yang dua kali lipat lebih dari biasanya membuat Baekhyun tersadar bahwa dia telah melakukan hal yang salah. Terutama suara-suara nyaring daripada gadis-gadis berbedak tebal di pojok ruangan Sebenarnya semua tidak terdengar namun dia dapat mengetahuinya meski hanya diam dan tetap berada di posisi itu. Dan dia tahu kalau mereka semua perhatian atas perlakuannya barusan. Bagi mereka itu adalah hal aneh nan menarik.

“Berlebihan sekali, ternyata menjadi lelaki populer tidak selamanya menyenangkan.”

Lelaki itu bangkit dan keluar dari kelasnya sembari menggumamkan hal tersebut. Sedikit ekspresi kesal menghiasi wajah tampannya. Mata tajamnya menyoroti segala penjuru koridor yang sepi. Wajar saja, murid-murid tengah belajar dan hanya kelas mereka yang tidak; Seonsaengnim yang dikatakan sungguh menakutkan itu sedang izin. Terkadang ini menjadi hal paling menyenangkan baginya, sementara di hari-hari lain ia merasa sangat bosan.

Kedua kakinya telah membawa seluruh anggota tubuhnya ke arah utara gedung sekolahnya. Bagian yang merupakan barisan ruangan-ruangan penting, seperti aula sekolah, kantor guru dan kepala sekolah, beserta kantor tata usaha. Disana dia mengedarkan senyuman dan membungkukkan badan ketika berpapasan dengan beberapa guru. Ia menganggap biasa saja semua itu, meski seharusnya dia masih berada di kelas sekarang. Untungnya lagi, tak ada satupun guru yang memarahinya.

Sebuah objek telah menarik perhatiannya. Melihat seseorang berdiri disana bersama seorang wanita paruh baya, gadis itu melihat ke segala sudut yang bisa ia jangkau. Gadis yang sungguh penasaran dan sangat ingin tahu atas gedung yang akan dia hadiri setiap hari. Tentu saja Baekhyun tahu, seseorang yang berdiri disana pastilah seorang murid baru. Satu hal yang membuatnya lebih tertarik akan semua itu, bahwa dia merupakan sang gadis halte.

Baekhyun tidak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan orang ‘pendiam’ itu setelah dua hari lamanya. Rasanya kasus beberapa hari yang lalu benar-benar harus dia pecahkan mulai dari sekarang. Kemisteriusan yang dimiliki gadis itu sungguh mencurigakan.

Bisa jadi dia adalah seorang paranormal yang menyamar menjadi pelajar demi menjalankan aksinya. Atau mungkin dia adalah sesosok hantu yang berwujud wanita cantik yang kapan saja dapat menghisap darah Baekhyun. Setidaknya itulah yang dipikirkannya atas kesunyian yang diciptakan oleh gadis ‘pendiam’ itu.

Namun terlepas dari semua hal yang disangkakan Baekhyun padanya, gadis itu tampaknya berbeda. Dia memiliki aura yang berbeda, dan kecantikan yang berbeda juga. Lelaki itu menggelengkan kepalanya, tidak ingin terlarut dalam kekagumannya. Walaupun pada dasarnya itu merupakan hal wajar bagi seorang lelaki remaja sepertinya.

Baekhyun menarik napasnya dalam-dalam sebelum akhirnya memutuskan untuk melalui ruangan itu. Jaraknya dengan ruangan yang hanya tiga meter membuatnya sedikit gugup. Gadis itu masih berada di posisi awalnya, dan matanya tertuju pada Baekhyun. Bisa saja dia merasa aneh atau bahkan risih. Yang jelas, senyuman yang Baekhyun lontarkan bagaikan terpantul begitu saja tanpa respond berarti dari sosok itu. Saat ini Baekhyun merasa dirinya bagaikan cahaya, dan gadis itu bagaikan cermin.

Aku tidak suka ada orang yang tersenyum padaku dengan cara seperti itu.

Langkah Baekhyun terhenti. Suara lemah lembut terbang memasuki pikirannya, melepaskan segala perkiraan yang dia kumpulkan sejak beberapa hari yang lalu. Pada akhirnya, dia dapat mendengar perkataan gadis itu. Menyebabkan ia berjalan mundur dan menatap gadis itu lagi. Sama seperti sebelumnya, balasan yang diberikan adalah tatapan risih.

Berbicara lagi. Berbicaralah…

Mantra yang biasanya akan selalu berhasil jika dia ucapkan dalam hati. Waktu berputar dari arah kiri ke kanan, menghitung sampai enam puluh detik lamanya. Aneh, tidak ada apapun. Padahal dia sudah benar-benar tahu bahwa gadis itu telah mengutuknya dari dalam hati. Mengapa kini tak terdengar apapun ? ataukah ini sebuah….

“Byun Baek Hyun, sedang apa kau disini ?”

Dengan deheman dan suara berat, ketukan yang dihasilkan oleh sepasang sepatu itu, serta wajah menyeramkan telah berhasil kembali membuat Baekhyun terdiam di tempatnya. Wajahnya berubah menjadi tegang, sebisa mungkin ia mencari alasan yang tepat. Sayangnya tidak ada satupun ide terlintas dipikirannya sebelum…

Yeoboseyo

Seonsaengnim mengerikan itu meletakkan handphone nya di samping telinga kiri, mengucapkan kata sapaan. Hal itu membuat sebuah senyuman tersungging di bibir Baekhyun, ia langsung berniat kabur; tak ingin memperpanjang masa-masa menegangkan lagi. Kali ini dia telah selamat lagi dari kutukan menyeramkan.

Tanpa aba-aba lagi dia langsung berbalik dari sana, setelah ia membungkukkan badannya. Langkah itu dipercepat, hingga sosoknya tak dapat terjangkau lagi dari sudut itu. Meninggalkan sebuah sorotan penuh makna yang telah mengikutinya hingga menghilang.

“Mereka berkata perempuan itu sangat cantik, namun lebih mirip seperti hantu.”

Keriuhan yang tercipta di seluruh ruangan kelas oleh para murid semakin menjadi. Sejak berita mengenai murid baru itu menyebar, semua orang mulai menggosip. Tidak peduli apakah mereka senior, atau junior. Ataukah mereka perempuan maupun lelaki. Daya tarik sang murid baru memang terlalu kuat untuk dihindari.

Disanalah Baekhyun, ditengah-tengah empat orang lelaki. Mereka dijuluki sebagai Shooting Star. Jika dibandingkan satu sama lain, mungkin Baekhyun lah orang terwaras diantara mereka. Sekarang mereka semua berkumpul di satu sisi ruang kelas, menggosip. Hal aneh, yang anehnya lelaki-lelaki populer itu sering lakukan.

Oh Sehun, yang paling cool. Park Chanyeol, si tiang listrik yang begitu akrab dengan Baekhyun. Xi Luhan, lelaki paling manly namun paling cute juga. Huang Zitao yang terkenal dengan wajah sangar dan kemampuan beladiri-nya, serta terkenal juga dengan kecengengannya. Itu adalah mereka semua yang masih asyik berbincang.

“Kata orang, dia itu sangat pendiam. Tidak pernah bicara kecuali jika penting. Dan dia itu sering merenung dan menatap kosong.”

“Kedengarannya mengerikan sekali,”

“Dan lebih parahnya, dia pernah mencakar temannya sampai wajahnya berdarah. Setelah itu dia histeris,”

Baekhyun memutar kedua bola matanya, merasa jemu. Ia tahu kalau gosip belum tentu benar adanya, jadi dia tidak pernah percaya akan hal-hal itu. Setelah apa yang sering dia lihat dan dengar selama ini, dia tahu kalau gosip hanyalah gosip. Entah kenapa keempat temannya hobi sekali melakukan hal-hal menyebalkan seperti itu.

Dari jendela kelas, dia menatap langit. Seperti ada sesuatu yang memanggilnya dari atas sana, sehingga dia sama sekali tak berusaha mengalihkan perhatiannya. Daun-daun masih menguning, suasana yang terlalu mirip. Semua terlihat bagaikan bayangan terpotong, ada hal yang tersisa dari mimpinya. Mimpi-mimpi yang sama sekali tak tertebak jawabannya. Masa lalu atau masa depan ? Tidak tahu apa maksudnya. Cuma keheningan, hembusan angin, daun menguning, dan sepia.

TBC

 

 

A/N :

Hi semuanya. Saya author yang masih baru menetas kemarin sore. Dan ini adalah karya terbaru saya. Uuh~ Susah juga ya jadi seorang author. J

Di fanfiction yang satu ini, aku mencoba untuk membawa tema yang sudah mainstream dengan cara ku sendiri. Gimana ? Readers suka nggak sama cerita aku yang aneh ini ? Don’t be Silent Readers okay ? And, don’t forget to give me a comment, or critic.

Tunggu kelanjutan fanfiction ini ya…

REGARDS

Han

 

18 responses to “[Freelance] Autumn’s Voice (Chapter 1)

  1. Aku suka kok. rada aneh ceritanya tapi bikin penasaran karna aku belum ngerti sepenuhnya sama alur cerita ini.
    Ditunggu ya nextnya.

  2. Ceritanya bagus author, mungkin karna baru chapter 1 jadi masih agak2 kurang jelas..
    Ditunggu next chapternya author..
    Keep writing..

  3. belum ngerti banget sich ma jalan ceritanya jadi apa baekhyun punya six sense gitu jadi bisa denger suara hati orang lain dan kehidupan gaeul yang penuh teka tekai
    next chingu ditunggu ya

  4. Maksud nya ini gimana thor?baekhyun manusia kan? Kok aku ngerasa baekhyun aneh yah atau emang baekhyun punya indra ke enam atau semacam nya…bingung -,-
    Cepet lanjut ne thor..oke kayak nya bakalan seru noh cerita..

  5. ffnya bagus kok thor,,tapi masih rada” aneh sih mungkin karna genrenya juga ada fantasynya atau karna masih chap 1
    aku penasaran emngnya gosipnya itu bener?? apa jung gaeul itu hantu atau baek punya indra keenam??arghh aku masih bingung tapi tetep bikin penasaran deh#sotoi deh aku
    daripada coment makin gk jelas ditunggu ya kelanjutannya fighting^^

  6. menurutku OK untuk chap 1 🙂 mungkin agak panjangan lagi buat selanjutnya. dan aku suka cewe misteriusnya ^.^ firasatku sih bakalan seru FFnya =.= dan gak salah lagi kl aku bakal nunggu kelanjutnnya >_< jangan lama-lama yah ^.^ pokoknya aku tunggu setiap chapnya 🙂 SEMANGAT

  7. Aku suka ff fantasy kyk gini.. 😀
    Penasaran ama tu murid baru..
    Nice ff.. ^_^ next thor..
    Keep writting!^^

  8. hmmm.. aq rada2 gajelas ya thor bacanya.. tp krn masih samar2 jdinya tmbh bkin pnsaran, nextnya dtnggu scptnya thor.. fighting

  9. Suka k’ ceritax,
    Tp lom bisa komen banyak cz lom tw jlan ceritax,
    Sepertix seru,
    Di chapter nie ceritax lom nampak y???
    Cz masih bnyak kyk kata” kiasan gtu,
    Heheheh. . .
    Next. . .

Leave a Reply to osehhll Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s