[Freelance] Miracle in My Life (Chapter 2)

Miracle in My Life2

Title : Miracle in My Life Chapter 2

Author : Hyunie_12

Main Cast : Nam Jihyun (OC)

Byun Baekhyun (EXO)

Other Cast: temukan sendiri ya ^^

Genre : Romance, Family, Sad etc mungkin marriage life juga

Rating : untuk saat ini aman buat smua umur

Length : Chapter

Disclaimer : FF ini terinspirasi dari kehidupan pribadi dan imajinasi author. jika ada kesamaan itu adalah sebuah ketidaksengajaan.

 

| Chapter 1 |

HAPPY READING^^

 

MWO????!!!!”

“Wae Jihyun-ah? Apa kamu suka? Pilih si perfect dari eomma saja ya?”

“APA KALIAN SUDAH GILA???”

 

~CHAPTER 2~

 

Author Pov

 

Jihyun membanting pintu kamarnya lalu menguncinya. Menangis. Hanya itu yang bisa Jihyun lakukan sekarang. Hatinya begitu teriris setelah mengetahui apa yang dilakukan kedua orangtuanya. Jihyun mengira orangtuanya akan memperingati ulang tahun pernikahan mereka. Tubuh Jihyun langsung merosot ke lantai. Jihyun merasakan lemas disekujur tubuhnya.

“Aku memang ingin berbakti pada mereka. Tapi apa aku harus melakukan itu?”

Tok tok tok

“Jihyun-ah buka pintunya nak eomma dan appa ingin bicara denganmu”

“SHIREO!!!”

“Jihyun-ah appa dan eomma tidak akan memaksamu memilih nak. Tapi appa perlu bicara denganmu, buka pintunya Jihyun”

Jihyun mengusap air matanya kasar dan membuka pintu kamarnya membiarkan eomma dan appanya masuk.

“Wae? Apa yang ingin kalian bicarakan?”

“Biar aku saja yang menjelaskan. Begini Jihyun tadi appa bertengkar dengan eommamu. Tapi kami sekarang sadar.”

Senyum tipis terukir dibibir Jihyun. Betapa leganya Jihyun setelah eomma dan appanya menyadari kesalahannya.

“Tanpa sengaja tadi eomma melihat isi kedua kertas itu. Dan ternyata kau tahu Jihyun eomma sangat senang sekali. Ternyata appamu bekerja sama dengan suami dari orang yang bekerja sama dengan eomma. Itu berarti kamu tidak perlu memilih Jihyun-ah.”

“Meski orang yang bekerja sama dengan kalian adalah suami istri yang mempunyai satu orang putra, apa kalian pikir aku senang? apa kalian pikir aku akan menyetujuinya? Aku mohon eomma dan appa keluar dari kamarku. Aku ingin sendiri. Jebal!”

“Eomma dan Appa memang akan pergi sekarang juga. Semi kau telpon keluarga Byun sekarang juga dan bilang kalau anaknya akan dijodohkan dengan anak kita. Aku akan menyatukan isi kedua kertas ini agar Jihyun cepat menandatanganinya.”

“Tidak kau suruhpun aku akan melakukannya. Jihyun-ah tidurlah ini sudah malam besok kau harus sekolah bukan? anyeong”

 

@ Jungwon High School

Jihyun berjalan gontai dengan muka kusut. Lingkaran hitam tercetak sempurna di matanya. Itu karena semalaman Jihyun sibuk mengurusi suasana hatinya untuk menangis.

“Ya Jihyun-ah… wae geure? Apa kamu sudah melupakan Baekhyun oppa? Apa kamu pindah ke hatinya Tao oppa?” Shinji berteriak tepat di telinga Jihyun hingga Jihyun tersentak ke belakang.

“Yakk mwoya? Kau hampir membuatku jatuh pabo. Apa maksudmu melupakan Baekhyun oppa. Aku ini fans yang setia pabo. Kau tahu kan aku bahkan rela melakukan apapun untuk bisa mendapatkan something yang berhubungan dengan si ByunBaek itu. Igeo coba lihat wallpaperku tetap foto suamiku”

“Houl kenapa kau begitu percaya pabo. lagipula kau tak pernah bertemu dengannya. Kau cuma melihatnya di konser, tv dan foto, kenapa menyebutnya suami? Aku itu menyindirmu. Kenapa kau tak peka sekali.”

“Maksudmu apa Shinji” Jihyun mengerutkan dahinya menatap Shinji dengan rasa penasaran.

“Kau memang tak peka Jihhyun-ah. Maksud Shinji itu, coba lihat matamu sekarang.” Hyemi menyodorkan cermin kepada Jihyun.

“Aaaaa… ini bahkan lebih parah dari Tao oppa. Eottokae?” teriakan Jihyun membuat para siswa di koridor menatapnya heran.

“Kau membuat malu saja ini di luar kelas pabo. apa kau tak memandang cermin hari ini. Lihatlah penampilanmu begitu kacau. Sebenarnya apa yang kau lakukan semalaman seingatku kita tidak ada tugas.”

Jihyun bingung harus mengatakan apa. Hingga tanpa sadar satu kalimat penuh kebohongan meluncur begitu saja.

“Aku semalam pergi keluar ke mall dengan eonnie ku.”

“Jinjja?” tanya Hyemi dengan tatapan tidak percaya. Melihat tatapan Hyemi Jihyun langsung menghela napas dan menundukkan kepalanya. Jihyun takut jika Hyemi bisa membaca matanya yang sedang berbohong.

“eoh apa kalian sudah mengerjakan tugas jeon seongsaengnim?”

“Waegeure Jihyun-ah? hari ini tidak ada tugas sama sekali.” Hyemi mulai mengitimidasi Jihyun.

“jinjja? sepertinya aku terlalu lelah usai berjalan-jalan ke mall sampai tidak ingat apapun.” Jihyun tertawa kecut.

“Kau pergi ke mall jam berapa Jihyun-ah aku semalam juga pergi ke mall dengan eommaku? aneh kenapa kita tidak bertemu?”

Jihyun menelan ludah dengan susah payah. Pertanyaan Hyemi membuatnya benar-benar terpojok. Keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya. Bibirnya menuntun untuk berbohong tapi tidak dengan hatinya. Jihyun sebenarnya benci dengan namanya kebohongan. Karena kebohongan keluarganya menjadi seperti sekarang ini, penuh kebencian dan pertengkaran. Itu sebabnya Jihyun bersumpah untuk menjauhi kebohongan. Tapi apa daya seorang Jihyun, dia harus mendekati kebohongan hanya untuk menutupi bahwa dia adalah anak pemilik Jungwon High School. Berawal dari satu kebohongan yang ia ciptakan, ia tak bisa berhenti menciptakan kebohongan lainnya untuk menutupi kehidupannya.

Jihyun POV

 

“Kau pergi ke mall jam berapa Jihyun-ah aku semalam juga pergi ke mall dengan eommaku? aneh kenapa kita tidak bertemu?”

“bukankah sangat sulit untuk kita bertemu di tempat yang ramai dan luas itu? Kalau begitu aku mau pergi ke kelas dulu, tasku hari ini sangat berat. Kalian pasti mau ke kantin kan? Pergilah anyeong.”

Mengalihkan pembicaraan, itulah yang selalu aku lakukan jika mereka berdua memojokkanku. dan Demi Tuhan kenapa aku mengatakan tasku berat? Hari ini tasku bahkan jauh lebih ringan dari kemarin. Apa aku harus berbohong lagi?

Aku masuk ke kelas dan melempar tasku ke meja dan menggunakannya sebagai pengganti bantal. oh god apa tak ada miracle in my life. Apa miracle itu memang ada? Aku selalu menantinya. Jika miracle itu memang ada aku akan sabar menantinya tapi jika itu hanya mitos apa itu berarti penantianku sia-sia?

“Hei Nam Jihyun, kenapa pagi-pagi sudah lemas seperti ini?” “aaiiisshh kenapa kau memukul punggungku Ahra-ya?” “Mian aku refleks.” “Ahra-ya kau duduk sendiri kan?” “kenapa kau bertanya seperti itu? kau tahukan kalau aku selalu duduk sendiri.” “kau mau duduk bersamaku?” “jinjja?? tentu saja. emmmm…. lalu Hyemi bagaimana?” “aahh.. jangan khawatirkan dia. bagaimana kau mau?” Setelah mendapat anggukan dari Ahra aku langsung berpindah tempat dan kembali tidur di meja.

TEEEETTT….

“ini belum jam pelajaran dimulai. seharusnya 15menit lagi bel ini berbunyi.” “Apa belnya rusak?” “Tidak mungkin.”

“Haaaiiissshhh… kenapa kelas ini berisik sekali. Hanya karena bel berbunyi bukan pada waktunya mereka sudah ribut seperti ini.” “Jihyun-ah cepat buka matamu, angkat kepalamu, dan bangun dari dunia mimpimu.” “wae Ahra-ya? aku mengantuk. Apa suaraku tadi keras sehingga mereka diam.” Ahra memukul punggungku dengan keras. Itulah kebiasaan Ahra jika aku tidak mendengarkannya. “Tentu saja mereka diam. Bagaimana mereka tidak diam jika si ketua kelas Park Hyunjo menempelkan pengumuman bahwa pemilik sekolah ini akan berkunjung.” “MWOOOO??!!”. Eomma akan kesini? Untuk apa? Apa dia akan memberitahu tentang tadi pagi itu? “Hey Nam Jihyun kenapa melamun? OMO!!! apakah dia pemilik sekolah ini? dia cantik meskipun sudah tua.” Eomma sudah datang? Kenapa perasaanku tidak tenang seperti ini ya? “Coba lihat dia datang kesini? Hei berhentilah melamun?”

“Anyeong anak-anak. Lihatlah betapa semangatnya kalian untuk bersekolah. Saya datang kesini hanya ingin menyampaikan sesuatu. Jadi tolong dengarkan ya? Emmmm dan untuk anak yang duduk di pojok depan tolong sadarkan temanmu dari lamunannya.” “Omo Jihyun-ah jangan melamun lagi. Apa kau tidak malu seisi kelas ini dan pemilik sekolah ini memperhatikanmu. Hei Jihyun.”

PLAAAKKK

Ya tentu saja Ahra memukul punggungku. Itu kebiasaan yang Ahra lakukan padaku, tapi itu berhasil menghancurkan lamunanku.

“Aww… Kim Ahra aku sudah memperingatkan untuk sekian kalinya. Kenapa kamu hobby sekali memukulku.” Teriakanku membuat seisi kelas ini membulatkan matanya. Bagaimana bisa aku berteriak seperti orang tak waras saat ada eomma disini? Oh God aku tampak menyedihkan di mata eomma sekarang ini. “Hei pelankan suaramu apa kau tak melihat siapa yang berada di depan?” Bisik Ahra. “Apa peduliku? Aku tak peduli. Semua juga tidak ada yang peduli padaku.” Aku menatap Park Semi pemilik Jungwon High School atau yang lebih tepatnya ibuku dengan menahan air mataku. Oke ini sudah cukup, ini bukan lomba menahan tangisan. Aku berlari ke luar kelas.

‘Kenapa Jihyun seperti ini? Kami melakukan ini demi kebaikanmu nak?’

‘Bukan ini bukan untuk kebaikanku. Ini untuk kebaikan kalian.’

 

15 menit kemudian

 

“Yakk kemana saja kau? Kau benar-benar membuat kita malu.”

“Apa kau tak pernah dididik oleh orantuamu?”

“Aku ketua kelas disini, kau membuatku malu saja.”

“Bisakah kalian diam? Kalian benar-benar membuatku pusing.”

Oh God aku hanya keluar 15 menit mereka semua sudah seperti ini. Jika kalian tahu siapa aku sebenarnya kalian pasti akan terkejut.

“Seenaknya kau bilang bilang seperti itu. Hey kau ingat kau bukan yang terpenting disini. Aku ketua kelas disini”

“APA KAU PIKIR KAU SEBAGAI KETUA KELAS BISA MENYELAMATKAN SEKOLAH INI. DISINI AKU SEBAGAI ORANG YANG BUKAN TERPENTING DI KELAS INILAH YANG AKAN MENYELAMATKAN MASA DEPAN KALIAN. SEHARUSNYA KALIAN BERTERIMA KASIH PADAKU. AKU BAHKAN RELA MENGORBANKAN MASA DEPANKU UNTUK KALIAN UNTUK ORANG YANG SELALU MENYUDUTKANKU, UNTUK ORANG YANG SELALU MENGANGGAPKU SAHABAT DI DEPAN DAN DI BELAKANG MENGANGGAPKU SEBAGAI PEMBOHONG.”

Apa aku baru mengucapkannya? Oke kurasa ini sudah cukup. Aku sudah tak tahan dengan sikap mereka. Dan oh god apa aku mengatakan semua ini di depan kelas sambil menangis? Akkhhh…. ini memalukan. Tapi kejadian tadi pagi.

Flashback

“Jihyun kesini nak sarapan dulu. Eommamu memasak makanan kesukaanmu.”

“Tidak perlu appa. Aku sudah terlambat nanti saja ke di sekolah.”

“Jangan seperti itu Jihyun nanti kamu sakit. Dan hargai usaha eommamu, sebelum berangkat bekerja dia menyempatkan membuat sarapan untukmu lagipula di sekolah, satpam, kepala sekolah, dan beberapa guru tahu jika kamu anak pemilik sekolah itu. Pasti mereka tidak akan menghukummu hanya karena terlambat. Percayalah”

“Aku hanya siswi biasa.” Ucapku datar.

“Jihyun jika appa bicara itu berarti perintah uuntukmu. Sekarang duduk dan makan appa mau bicara denganmu.”

Akupun duduk dan memakan sarapanku. Aku sungguh takut saat appaku marah.

“Jihyun kau pasti banyak teman bukan?” Pertanyaan macam apa ini. Kenapa appa mempertanyakan hal seperti ini?

“Untuk apa bertanya seperti itu? Tentu saja temanku banyak dan mereka selalu memberiku perhatian yang tidak pernah aku dapatkan.” Sindirku

“Baguslah kalau begitu.” Sudah hanya itu saja. Dia membentakku untuk duduk hanya untuk bertanya seperti itu. Orang ini benar-benar sudah gila.

“Apa kau tak ingin menyelamatkan masa depan teman-temanmu Jihyun?”

“MWO??? Apa maksudmu appa?” Pertanyaan apa lagi ini?

“Begini nak, eomma menandatangani surat perjanjian tanpa membaca isinya.”

“Lalu? Apa hubungannya denganku? Dan apa hubungannya dengan masa depan temanku?”

Appa mengeluarkan amplop coklat. Oh tidak jangan lagi ku mohon…

“Bacalah, appa tak sanggup menjelaskan nya padamu.”

Akupun membuka amplop itu dan membacanya dengan teliti.

Satu baris…

Dua baris…

Tiga baris…

Empat baris…

Cukup aku sudah paham dengan semua ini.

“Jadi maksud appa aku harus melakukan hal gila ini?”

“Tolong orangtuamu ini nak. Dan kau mulai minggu depan harus membagi waktumu untuk membantu apa di kantor.”

“Tapi appa….”

“Tolong Jihyun. Appa sudah tidak punya jalan keluar lain.”

“Akan aku pikirkan lagi appa. Aku berangkat sekolah dulu. Anyeong”

 

Flashback End

 

“Jihyun-ah apa maksudmu? Apa maksudmu kami menghancurkan masa depanmu? Apa aku juga menghancurkan masa depanmu?Mianhae jeongmal mianhae Jihyun-ah.”

“Ani. Mianhae Ahra. Aku akan memberitahu semuanya jika waktunya tepat. Tapi untuk kali ini aku tak ingin membahasnya. By the way tadi Nyonya Semi berbicara apa?”

“Dia hanya bilang kalau sekolah kita mungkin banyak jam kosongnya, tapi aku tak tahu karena apa. Bukankah itu mengasyikkan? Oh satu lagi, dia juga bilang jam kosong itu berakhir sampai anaknya mau menyetujui beberapa hal. Dia hanya bilang itu.”

“oh begitu. Dan kalian kenapa menatapku seperti itu?”

“Dasar anak gila. Apa kami memerlukan bantuanmu untuk menolong masa depan kami?”

Aaahh ketua kelas ini benar-benar mebuatku naik darah. Dan apa aku harus melakukan hal konyol itu? Apa aku harus menceritakan hal ini pada Ahra? Tidak-tidak aku tidak tahu bagaimana Ahra.

“Jihyun kau kenapa? Apa kau ingin menceritakan masalahmu padaku?”

“Ani. Kau tak ingin pulang?”

“Pulang?? ini bahkan masih jam tujuh lebih.”

“Sebentar lagi kau akan mendengarnya”

‘PENGUMUMAN KEPADA SELURUH MURID JUNGWON HIGH SCHOOL BAHWA HARI INI SEKOLAH AKAN DILIBURKAN. DAN MASUK KEMBALI PADA HARI RABU. SEKIAN PENGUMUMAN INI DAN TERIMA KASIH’

“waaaaaaa…. kita libur seminggu….”

‘jika kalian tau alasannya kalian tidak akan berteriak bahagia seperti itu’

“Bukankah itu hebat Jihyun. Kita libur seminggu dan saat kita masuk tidak akan ad pelajaran karena ada pensi. Daebak”

Aku hanya tersenyum tipis.

 

Author POV

Liburan??? Waaa itu pasti mengasyikkan bukan? Kalian akan rekreasi, bercanda bersama keluarga, tapi tidak untuk Jihyun. Dia harus membantu appanya bekerja di kantor, padahal dia masih kelas 1 SMA. Dan dia sudah menyetujui perjanjian itu CATAT menyetujui PERJODOHAN.

.

.

.

@Jungwon High School

Seminggu sudah berlalu, itu berarti liburan sudah selesai. Semua siswa juga sudah berada di kelas masing-masing.

“Anyeong Jihyun” sapa Hyemi dan Shinji bersamaan.

“Anyeong” jawab Jihyun malas atau mungkin dia sudah muak dengan temannya itu.

“Nanti sore aku dan Hyemi tunggu di tempat parkir ya Jihyun. Kita masuk bersama-sama. Bukankah kau bilang akan nonton pentas seni itu? Anyeong”

“Dasar gadis-gadis sinting. Aku belum menjawab mereka sudah menghilang begitu saja.”

Tanpa memperdulikan mereka lagi, Jihyun langsung melanjutkan kegiatan membacanya tadi.

~

Jihyun POV

Perasaanku saja atau memang waktu berjalan begitu cepat. Ini sudah sore dan seharusnya aku datang ke acara pentas seni sekolahku bukannya malah bilang ke Hyemi dan Shinji kalau aku sakit. Tapi mau bagaimana lagi, tidak mungkin aku bilang jika hari ini aku akan bertemu dengan seseorang yang akan dijodohkan denganku. Seandainya saja aku dijodohkan dengan Baekhyun, aku pasti akan menjadi fans yang paling beruntung di dunia. Sudahlah lupakan itu hanya sebuah impian yang konyol.

“Jihyun-ah cepat turun!!!!”

“Nae eomma”

Akupun keluar dan turun ke ruang tamu. Selama perjalanan ke ruang tamu (?) aku terus memikirkan bagaimana wujud (?) calon suamiku itu, bukankah dia lahir di tahun 1992. Aaahh… seandainya itu Byun Baekhyun oppa.

“Jihyun kau sudah datang. perkenalkan dirimu kepada calon suamimu Jihyun!”

 

~tbc~

 

Gimana chingu? Gaje ya? Iya emang gaje. Tapi ini ff pertamaku. Ff ini aku ambil dari berbagai sumber /? Wkwkw ide ceritanya berasal dari mimpiku dan ada yang kuambil dari kehidupan pribadiku. Jangan lupa komen ya???

 

18 responses to “[Freelance] Miracle in My Life (Chapter 2)

  1. masih penasaran baekhyun disini statusnya sebagai apa ya member exo kah atau siswa populer disekolah jadi belum ngerti dan apa isi dari perjanjian itu
    lanjut dech chingu

  2. Gakk papa namanya pemula..tp tlg perjelas dong kalimatnya, biar aq gk bingung bcnya..tp so farr aq suka kok ide qmu ditunggu ya lanjutannya ^^

  3. Akhirnya di publish jg,udah lma nunggu nya smpek udah lpa sma cerita awal nya.
    Masih agak bingung nih sma jlan ceritanya coz alurnya agak kecepetan trus baekhyun nya jg lom ada jd ga jlas status nya dia di sini punya peran apa:D:D:D…..

  4. Baekhyun artis atau cowok populer di sekolahnya Jihyun??
    Penasaran sama kelanjutan ceritanya, ditunggu next chapternya author

  5. Pasti yang dijodoin sama jihyun itu baekhyun..pasti..pasti bgt*maksa
    Cepet lanjut ye thor…cerita nya bagus

  6. kayaknya disini baekhyun cuman jd member exo aja ya? apa mungkin entar jihyun gk mau dijodohin trus ketemu baekhyun trus tumbuh benih2 cinta /? fans bruntung dong namany wkwkw

    LANJUT THOR PENASARAN AKU NYA…

  7. ohh jadi di FF author ini baekhyun tetap jadi member EXO toh, kirain disini baekhyun jadi orang biasa..

    gak tau kenapa kok aku bingung ya thor bacanya? apa mungkin penulisan author belum diperjelas yaa..? tolong dong author perjelas lagi dalam setiap dialognya siapa yg sedang berdialog.. 🙂

    aku menanti kelanjutannya ya thor 😀 keep writing and fighting for author 😉

  8. Calon suami jihyun tu baekhyun kan?
    Lalu apa profesix???
    Masih chapter awal masih bnyak tanda tanya,
    N aku harap kebelakangx makin jelas,
    Next thor,
    Keren,
    Pengen tw expresi jihyun lw tw tu baekhyu,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s