[Freelance] I Chose To Get Married (Chapter 10)

poster-i-chose-to-get-married-2

Title : I Chose To Get Married (Chapter 10)

Genre : Romance, Married life, Family

Rating : PG 15

Main Cast : Cho Kyuhyun, Park Chaera

Credit: xilvermist @sugarcottoncandy.wordpress.com

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7 || Chapter 8 || Chapter 9 || Chapter 10

Chaera mendorong pintu ruang rawat oppanya, setelah tadi ia selesai bicara bersama dengan Jewo. Chaera menatap temannya dengan bingung, saat ia melihat Krystal yang menatapnya dengan tajam, yoeja itu melipat tangannya didepan dada.

 

“Ada apa?” tanya Chaera yang tidak mengerti dengan tatapan tajam yang diberi Krystal padanya. Seingatnya tadi gadis itu masih baik-baik saja sebelum ia dan Jewo pergi. Tapi sekarang sepertinya Krystal sedang memendam amarah.

 

“Apa kau benar-benar sudah menganggapku sebagai temanmu?” bukannya menjawab pertanyaannya Krystal justru malah melemparinya pertanyaan lagi, dengan nada dinginnya.

 

Chaera sungguh tidak mengerti dengan ucapan Krystal barusan. Tentu saja ia sudah menganggap yoeja itu sebagai temannya, malah Chaera sudah menganggapnya lebih dari sekedar teman. Karena hanya Krystallah yoeja yang mau berteman dengannya, tanpa menghiraukan gosip-gosip yang beredar tentangnya. “Tentu saja, kenapa kau bertanya seperti itu?”

 

“Jika kau memang manganggapku sebagai temanmu, lalu kenapa kau tidak pernah menceritakanku tentang kehidupan pernikahanmu dengan Kyuhyun oppa?”

 

Chaera membulatkan matanya, begitu ia mendengar ucapan Krystal barusan. Namun hanya sebentar, setelah itu ia sudah bisa mengendalikan ekspresinya. Begitu ia sadar sesuatu. “Karena tidak ada hal penting yang perlu aku ceritakan padamu tentang pernikahanku dengan Kyuhyun”

 

Krystal mendengus mengejek. Krystal tahu kalau sebenarnya Chaera tahu maksud ucapannya. Tapi yoeja itu justru bicara seolah segalanya memang normal. Padahal sudah jelas kenyataanya tidaklah seperti itu.

 

Krystal mendengar sendiri apa yang diucapkan oleh Chaera, bersama dengan Jewo, yang baru ia ketahui adalah kekasih dari suami sahabatnya itu. Tadinya Krystal hanya ingin menanyakan kamar rawat oppa yoeja itu. Tapi yang ia dengar ternyata adalah hal lain. Dan Ternyata benar dugaannya selama ini, kalau Cho Kyuhyun, dengan gadis bernama Jewo itu memang memiliki hubungan yang tidak biasa.

 

Dan Krystal sangat kecewa karena Chaera tidak menceritakan ini padanya. Ia tahu kalau ia, dan Chaera baru berteman selama beberapa bulan. Tapi tidak bisakah Chaera membagi sedikit cerita padanya? Ia saja selalu menceritakan segala hal pada yoeja itu.

 

Termaksud hal yang paling pribadi sekalipun. Seperti tentang namja yang ia sukai, ciuman pertamanya, dan beberapa artis SM yang tidak ia sukai. Semua itu ia lakukan karena ia sudah menganggap Chaera sebagai sahabatnya sendiri. Dan tidak bisakah jika Chaera juga menganggapnya seperti itu?

 

“Chaera kau tahu pasti apa yang aku maksud? Pantas saja selama ini aku selalu merasa ada yang aneh dengan sikapmu pada Kyu oppa, kau terlalu selalu bersikap seolah kau tidak peduli padanya” Krystal menatap sahabatnya itu dengan tatapan dingin, dan kecewanya.

 

Namun yang lebih dominan adalah raut kecewa gadis itu. “Aku bahkan harus memaksamu untuk ikut menonton drama musikalnya”

 

Chaera hanya tersenyum kecut pada yoeja itu. Ternyata tebakannya benar, Krystal telah menguping pembicaraannya bersama Jewo tadi. Dan Chaera tidak memiliki niat untuk membantah segala tuduhan yang diberikan Krystal padanya, karena percuma saja ia melakukan itu. Toh, yoeja itu juga sudah tahu yang sebenarnya “Maaf Krystal, apa yang terjadi pada aku dan Kyu oppa itu adalah urusanku dengannya”

 

Krystal tidak menampik, kalau ia terkejut mendengar ucapan yoeja yang baru saja ia anggap sebagai sahabatnya itu. Bagaimana bisa Chaera bicara seperti itu padanya, tidakah Chaera tahu, kalau ia benar-benar ingin berteman padanya.

 

“Kau tahu, kau adalah orang paling sombong yang pernah ku temui. Kau merasa, kau dapat menyelesaikan semua masalahmu sendiri” kali ini Krystal menatap Chaera dengan merendahkan, seolah Chaera adalah musuh besarnya.

 

Sementara Chaera hanya dapat diam, membenarkan semua tuduhan yang Krystal berikan padanya. Tapi yoeja itu justru menganggap lain kediaman Chaera. Kediaman Chaera seolah mengatakan kalau yoeja itu tidak peduli dengan segala kalimat yang keluar dari bibirnya. “Jadi kau tidak pernah benar-benar menganggapku sebagai sahabatmu?”

 

Chaera tetap diam mendengar pertanyaan itu. Rasanya ia ingin sekali bilang kalau itu tidaklah benar. Tapi sayangnya kerja otaknya sangat lambat memproses semua itu. Hingga akhirnya ia hanya dapat diam, menatap Krystal dengan raut kecewanya.

 

”Maaf jika selama ini aku sudah mengganggumu” Krystal mengambil tas Guccinya yang ada diatas sofa, yoeja itu menatap Chaera sekilas, sebelum ia benar-benar pergi dari kamar rawat itu.

 

Sementara Chaera, Chaera benar-benar merasa bersalah pada Krystal karena ia telah membuat yoeja itu kecewa padanya. Krystal memang sudah menganggapnya teman sejak pertama kali mereka bertemu, yoeja itu bahkan tidak peduli dengan segala gosip tentang dirinya dikampus.

 

Meskipun mereka tidak setiap hari dapat bertemu. Tapi setiap hari mereka selalu mengirim pesan, dan itu sangat berarti untuknya yang tidak pernah benar-benar punya seorang teman. Tapi sekarang, karena kebodohannya Chaera justru membiarkan satu-satunya orang yang mau berteman dengannya pergi begitu saja.

 

Chaera tidak akan terkejut jika setelah ini Krystal tidak mau bertemu dengannya. Yoeja itu benar, ia terlalu sombong, untuk tidak mau mengakui kalau ia lemah, kalau ia juga membutuhkan sandaran, kalau ia mungkin akan gila jika ia terus berada dalam rasa bersalahnya. Chaera memerlukan seseorang untuk tempatnya berbagi keluh kesahnya. Tapi ia tidak tahu pada siapa ia harus berbagi.

 

Tidak mungkin jika ia menceritkan semua yang ia rasakan, pada eommonim, Ahra eonnie, apa lagi pada Kyuhyun. Ia tidak mungkin menceritakannya pada ketiga oppanya, karena sejak awal mereka sudah memperingatkannya akan hal ini. Ia juga tidak mungkin menceritakan masalahnya pada pamannya, Chaera tidak mau membuat orang tua itu khawatir padanya.

 

Mungkin hanya ada satu orang yang masih mau mendengar keluh kesahnya. “Oppa” gumam Chaera dengan lirih, yoeja itu berusaha menahan laju air matanya saat ia sudah berdiri disamping oppanya.

 

Chaera menggenggam tangan oppanya itu dengan erat, seolah jika ia melepaskan tangan itu, ia tidak akan pernah lagi dapat menggenggamnya. “Oppa kau tidak boleh membenciku” kali ini Chaera dapat mendengar suaranya yang mulai bergetar, karena menahan isakannya yang siap keluar.

 

Yoeja itu menarik napas dengan dalam, berharap cairan yang ada dipelupuk matanya juga akan ketarik kembali kedalam tubuhnya. “Apa lagi meninggalkanku, kau tidak akan melakukan itu padakukan?” yah akhirnya pertahannya runtuh.Chaera menangis terisak-isak diatas dada oppanya. Berharap oppanya itu akan bangun, dan mengelus kepalanya dengan lembut, sama seperti dulu, saat ia juga menangis.

 

Sungguh Chaera ingin merasakan belaian tangan itu lagi dari oppanya. Sangat, ia sangat merindukan hal itu. Meskipun Chaera berusaha untuk menerima semuanya, tapi tetap saja ia menangisi takdirnya yang begitu menyedihkan ini. Apa salahnya? Kenapa tuhan begitu membencinya? Itulah pertanyaan yang selalu saja ada dikepalanya.

 

“Oppa aku sanggup kehilangan apapun, tapi asal itu bukanlah kau” lirihnya, dengan tatapan memohon pada oppanya itu.

 

* * *

 

23 pesan, dan 31 panggilan masuk di ponselnya, dan semua itu di lakukan dalam satu hari oleh satu orang, yaitu Cho Kyuhyun. Menakjubkan bukan?

 

Chaera menatap ponselnya yang lagi-lagi berbunyi menandakan ada panggilan masuk, dan dengan ini berarti sudah 32 panggilan masuk dari suaminya itu. Chaera tidak membuka, ataupun menjawab panggilan masuk itu, karena menurutnya pasti sama saja dengan yang sebelum-sebelumnya.

 

Namja itu pasti akan menanyakannya hal-hal yang tidak penting seperti, apakah ia sudah makan? Apa kegiatannya hari ini? Apa saja yang sudah ia lakukan? Oh menurut Chaera itu adalah hal yang tidak penting.

 

Chaera tidak punya waktu untuk membalas maupun mengangkat panggilan Kyuhyun. Lagian apakah namja itu tidak punya kegiatan disana, sampai harus mengerecokinya seperti ini.

 

“Chaera”

 

Chaera menatap pintu kamarnya yang terbuka, dan menampilkan sosok wanita paruh baya yang sangat ia kasihi. Sudah seminggu ini yoeja itu menginap dirumah bibinya, selain karena ia merindukan keluarga bibinya itu, ia juga sedang tidak ingin berada sendirian di apartemen. Chaera takut jika ia berada sendirian di apartemen, ia akan melakukan hal bodoh. Seperti bunuh diri mungkin?

 

“Kita makan malam sekarang” ucap bibi Kim, didepan pintu kamar keponakannya itu.

 

“Baiklah bi, aku akan menyusul nanti”

 

Setelah yakin kalau bibi Kim sudah pergi. Chaera segera menatap ponselnya kembali. Yoeja itu menghembuskan napasnya dengan lega ketika ponselnya sudah tidak berbunyi lagi. Lebih baik ia matikan saja benda itu. Toh tidak akan ada yang menghubunginya kecuali suaminya itu.

 

Chaera segera menyusul bibinya itu, setelah sebelumnya ia mematikan ponselnya.

 

“Eonnie” Sunyoung berlari menghampiri eonnienya itu, dan Chaera langsung menggendong yoeja kecil itu, dan membawanya keruang makan. “Eonnie, besok akan mengantar aku sekolah lagikan?”

 

Chaera mencubit pipi chuby itu dengan gemas, saat ia melihat wajah Sunyoung yang penuh harap. “Pasti sayang”

 

“Kapan Kyuhyun pulang dari China?” tanya bibi Kim, ketika Chaera, dan Sunyoung sudah duduk di meja makan. Wanita paruh baya itu menuangkan sesendok nasi ke atas piringnya.

 

Sementara Chaera hanya dapat mengigit bibir bawahnya, sambil berusaha memikirkan jawaban yang tepat untuk ia berikan pada bibinya itu. Masalahnya ia sama sekali tidak tahu kapan tepatnya suaminya itu akan pulang.

 

Chaera hanya tahu kalau Kyuhyun akan disana kurang lebih tiga minggu, dan untuk pulang ia sama sekali tidak tahu, tanggal berapa tepatnya namja itu akan pulang, Bodohnya ia, tidak menanyakan itu pada Kyuhyun. Terakhir kali mereka berkomunikasi adalah minggu lalu, dan itupun yang mereka bicarakan bukanlah hal penting. “Aku tidak tahu bi”

 

Bibi Kim hanya menatap keponakannya itu dengan lembut. Saat melihat raut ragu diwajah Chaera. Wanita itu cukup dapat menebak seperti apa sebenarnya pernikahan yang dijalankan oleh keponakannya itu. Dan ia cukup mengerti tidaklah mudah untuk orang yang tidak saling mengenal untuk hidup dalam ikatan suatu pernikahan. “Kau harus lebih memperhatikannya lagi Chaera”

 

Chaera hanya menganggukan kepalanya dengan kaku, sebagai keharusan ia untuk menjawab nasihat dari bibinya itu. Chaera pikir tanpa perlu ia memperhatikan namja itu, pasti sudah ada seseorang yang akan memperhatikannya. Dan orang itu pasti bukanlah ia.

 

“Oh iya, paman dengar dari Seung Gi kau akan mempercepat wisudamu?” ucap paman Kim, sambil menyumpitkan lauk kedalam mulutnya. “Kau tahu dia mengadu padaku, tentang rencana kelulusanmu itu” lanjut pria pertengahan empat puluhan itu, saat melihat keponakannya tadi yang menganggukan kepalanya.

 

Sementara Chaera hanya tesenyum geli, saat bayangan ketiga oppanya yang sedang merajuk padanya kembali terbayang dalam ingatannya. Kemarin mereka semua menghabiskan waktu bersama diapartemen Won Bin, hal yang sudah sangat jarang mereka lakukan semenjak kecelakaan yang menimpa keluarganya.Selain karena kesibukan mereka di tahun terakhir ini.

 

Meskipun saat itu ia berusaha menahan rasa rindunya pada oppanya itu, karena biasanya mereka akan menghabiskan waktu berlima, bukan berempat seperti kemarin. Tentu saja berlima bersama dengan oppanya yang masih betah tertidur diranjang rumah sakit. Tapi Chaera cukup terhibur dengan kehadiran ketiga oppanya, yang memberikan rasa nyaman untuknya. Setidaknya saat itu Chaera dapat melupakan sebentar segala masalah yang menimpanya karena kelakukan ketiga namja itu.

 

Awalnya Chaera juga tidak mau menghabiskan waktu bersama ketiga oppanya itu. Karena ia takut apa yang diucapkan Gi oppa waktu itu padanya, akan membuat suasana menjadi canggung. Tapi ternyata ia salah Gi oppa, maupun kedua oppanya yang lain tidak pernah membahas pernyataan Gi oppa padanya waktu itu.

 

Walaupun saat Gi oppa menyatakan suka padanya, mereka hanya berdua. Tapi Chaera yakin kalau kedua oppanya yang lain pasti sudah mengetahui prihal hal itu. Karena Chaera mengenal baik bagaimana pribadi ketiga namja itu. Meski mereka pria, tapi Chaera tahu kalau mereka juga suka bergosip, atau lebih tepatnya berdiskusi jika mereka yang mengatakannya.

 

Yoeja itu senang, saat tahu kalau tidak ada yang berubah dianatara mereka. Ketiga oppanya itu masih sama seperti dulu. Mereka yang saling melempar lelucon, dan bergurau bersama. Chaera sungguh bahagia kemarin dapat menghabis waktu bersama ketiga namja itu.

 

Dan apa lagi saat ketiga namja itu protes padanya ketika ia mengatakan kalau ia akan mempercepat kelulusannya, dan hal itu sudah disetujui oleh dosen pembimbingnya, dan juga beberapa dosen lain. Bagaimana mereka tidak protes, kalau ternyata ia yang nota bene sebagai junior mereka, akan lulus bersamaan dengan ketiga namja itu.

 

Pasti secara tidak langsung Chaera sudah melukai harga diri mereka sebagai seorang sunbaenya. Tapi Chaera tahu, kalau ketiga oppanya itu turut senang akan berita itu, dan mereka juga akan tetap mendukung apapun yang ia lakukan.

 

* * *

 

At Café

20:30 KTS

 

Sebetulnya hari ini Chaera sangat lelah, setelah seharian ini ia kuliah, dan pergi ke galeri. Belum lagi begitu ia pulang, ia harus melanjutkan menyelesaikan skripsinya itu, bila ia ingin cepat lulus.

 

Meski begitu, pada kenyataannya, ia harus menahan niatannya itu untuk pulang. Karena tadi secara tiba-tiba kakak iparnya itu menghubunginya,dan memintanya untuk bertemu. Chaera tidak mau berpikiran jika ini akan ada hubungannya dengan suaminya itu. Rasanya ia sudah lelah terus memikirkan hal yang seperti ini. Saat ini ia hanya ingin fokus terhadap kuliahnya.

 

Chaera mendorong pintu kaca café tempat ia akan bertemu dengan kakak iparnya itu, Dan mencari sosok yoeja cantik itu dianatara pengunjung café yang ada.

 

“Chaera”

 

Yoeja itu langsung memutar kepalanya mencari sumber suara yang baru saja menyeruarakan namanya, dan tepat saat itu ia melihat Ahra eonnie yang melambaikan tangan kearahnya. Chaera segera berjalan menghampiri kakak iparnya itu.

 

“Maaf eonnie, tadi ada sedikit masalah digaleri” Chaera menarik bangku yang berada tepat didepan Ahra, sambil mengucapkan maaf karena membuat yoeja itu menunggunya.

 

“Tidak apa-apa, aku sudah memesankan makanan untukmu” Ahra tersenyum lembut pada yoeja dihadapannya itu. “Makanlah, kau terlihat sedikit kurus”

 

Chaera tersenyum lebar, saat ia melihat berbagai hidangan dihadapannya. Ahra eonnie memang paling hebat, yoeja itu tahu saja jika saat ini perutnya sudah mengecil karena menahan lapar.

 

Tanpa menunggu lama lagi, Chaera segera menyumpitkan makanan yang sudah dipesan Ahra untuknya dengan sangat lahap. Tanpa menyadari wajah Ahra yang menahan tawa karena melihat tingkah adik iparnya itu, yang terlihat sangat kelaparan. “Jika Kyuhyun tahu ini, pasti namja itu akan memarahiku karena membiarkan istrinya kelaparan”

 

Mendengar itu Chaera menghentikan gerakannya yang sedang menyumpitkan lauk kedalam mulut. Entah kenapa mendengar nama namja itu membuat nafsu makannya hilang dalam sekejap. Padahal jelas-jelas tadi ia sangat kelaparan.

 

Sementara Ahra yang melihat perubahan sikap Chaera, hanya dapat mendesah berat. Sungguh apa kedua orang itu, harus terus membuat ia pusing? Masih untung ia tidak mengadukan kejadian ciuman itu pada kedua orang tuanya. Karena kalau sampai ia menceritakan itu pada kedua orang tuanya, entah apa yang terjadi pada pasangan suami istri itu.

 

Terutama pada Kyuhyun, dan untungnya Ahra masih memikirkan nasib kedua dongsaengnya itu. Tapi sekarang mereka sudah seperti ini lagi. Ahra tahu kali ini masalahnya tidaklah seperti dulu, bahkan jauh berbeda.

 

Jika dulu mereka bertengkar karena kebencian Kyuhyun pada Chaera. Tapi kali ini mereka bertengkar karena Kyuhyun yang tidak kunjung mendapat kabar dari istrinya itu.

 

Bahkan sejak kemarin adiknya itu, selalu mengerecokinya melalui sambung internasional yang dilakukan namja itu setiap saat. Kyuhyun terus saja merengek tentang Chaera yang tanpa sebab tidak mau mengangkat panggilan dan membalas pesan singkat darinya.

 

Sebetulnya Ahra sedikit lucu dengan sikap Kyuhyun. Bukankah namja itu sendiri yang bilang jika ia tidak akan membuka hati pada yoeja manapun selain Jewo. Tapi coba lihat sekarang siapa yang merengek dan bertukuk lutut dihadapan Chaera.

 

Apa itu berarti Kyuhyun sudah dapat menerima kehadiran Chaera sebagai istrinya? Jika iya bukankah itu suatu kemajuan yang pesat? Tapi kenapa namja itu dapat berubah pikiran dengan cepat?

 

Ahra sendiri dapat melihat sikap Chaera yang tetap tidak berubah, yoeja itu masih saja bersikap cuek. Apa disini hanya Kyuhyun saja yang berubah, dan mulai menerima pernikahannya? “Apa kau dan Kyuhyun bertengkar lagi?”

 

Yoeja itu hanya menjawab dengan mengangkat kedua bahunya, sambil mulai melahap kembali makanannya dengan sedikit tidak bersemangat. Memang belakangan hari ini, Chaera selalu mengabaikan panggilan, dan pesan singkat dari namja yang berstatus suaminya itu.

 

Tapi Chaera melakukan itu semua bukan tanpa alasan. Chaera hanya ingin semua tetap dapat ia kendalikan, sebelum ia dapat mengembalikan semuanya ketempat semulanya.

 

Chaera sangat sadar perubahan sikap Kyuhyun padanya sangat besar, dan ia tidak mau karena hal itu membuat hubungan suaminya itu dengan kekasih menjadi terganggu. Apa lagi saat Jewo eonnie mangatakan kalau Kyuhyun tidak lagi seperti dulu padanya.

 

Meski belum pasti perubahan itu disebabkan olehnya. Tapi Chaera tetap akan berjaga-jaga, untuk kemungkinan yang paling buruk.

 

Bukannya Chaera terlalu percaya diri, tapi ia takut jika Kyuhyun terus bersikap seperti ini padanya, ia takut namja itu akan jatuh cinta padanya. Bukan masalah jika yang jatuh cinta adalah dirinya, karena bagi Chaera cinta seperti itu bukanlah segalanya baginya.

 

Tapi ia rasa Kyuhyun tidak akan berpikiran yang sama sepertinya tentang cinta, dan Chaera disini hanya ingin mengantisipasi, dan berusaha untuk menjaga hati Kyuhyun tetap untuk kekasihnya itu. Chaera tidak mau menusuk yoeja itu lagi dari belakang, cukup pada apa yang ia lakukan pada Kyuhyun malam itu.

 

Dan jika Kyuhyun berubah karena malam itu, Chaera sungguh tidak pernah mendesak namja itu untuk bertanggung jawab padanya. Bahkan ia juga tidak pernah membahas hal itu, bukan?

 

“Chaera” Suara Ahra membuyarkan lamunan singkatnya. Yoeja itu hanya menatap kakak iparnya itu, dengan tatapan bertanya. Dan Ahra hanya menggelangkan kepalanya frustasi, karena ternyata sejak tadi Chaera tidak mendengar ucapannya, dan justru malah asik melamun sendiri.

 

Yoeja itu menghembuskan napasnya dengan frustasi. “Chaera kau tahu dengan pasti, bagaimana hubungan diawal pernikahan kalian, dan sekarang eonnie harap kau jangan menyia-nyiakan perhatian yang diberikan Kyuhyun untukmu”

 

Mendengar hal itu, Chaera hanya dapat membisu. Yoeja itu tidak tahu harus menjawab apa atas permohonan kakak iparnya itu. Tentu saja ia sangat tahu seberapa buruk hubungan mereka diawal pernikahan mereka. Bahkan Chaera tidak sanggup menghitung berapa banyak pertengkaran yang mereka lakukan, baik itu pertengakaran kecil maupun besar. Tapi ia rasa sepertinya itu sama saja, namanya tetap sebuah pertengkaran, baik itu besar maupun kecil.

 

Dan bukan maksud Chaera untuk menyia-nyiakan perhatian yang diberikan namja itu padanya. Bukankah sudah ia katakan, kalau ia hanya ingin semua tetap dapat ia kendalikan, saat ini tujuan utamanya hanyalah untuk mengembalikan apa yang sudah ia rusak ketempat semulanya. Dan ia tidak ingin perubahan sikap Kyuhyun, membuat ia harus menjadi orang jahat sekali lagi.

 

* * *

 

At Dorm SUJU

12:30 KTS

 

Yoeja itu merapatkan mantel tebalnya, saat pintu lift yang membawanya kelantai 12 terbuka. Tadi Leeteuk oppa menghubunginya, dan memintanya untuk datang kedorm. Entah apa tujuannya, tapi Chaera menurut saja. Tapi semoga saja ini tidak ada hubungannya dengan Kyuhyun. Lagi pula hari ini ia juga sedang tidak sibuk, dan hari ini juga ia tidak sedang ada jam kerja di galeri.

 

Chaera memasukan beberpa kombinasi angka, yang ada dipintu dorm itu. Semenjak Kyuhyun promosi di China, Chaera memang beberpa kali datang kedorm untuk menghabiskan waktu bersama oppadeul, tentunya atas ajakan mereka juga. Dan karena itu juga mereka memberitahukan password dorm mereka padanya.

 

“Kau sudah datang?”

 

Chaera hanya menganggukan kepalanya, begitu Heechul oppa yang langsung menyambutnya. “Mana Leeteuk oppa?”

 

“Dia sedang didapur” Heechul mempersilahkan yoeja itu untuk duduk disofa yang ada diruang tengah, saat ia melihat yoeja itu yang masih betah berdiri. “Apa kau sudah makan? Oppa dan yang lain sedang membuat jajangmyoen, kau mau?”

 

Chaera menganggukan kepalanya dengan bersemangat. “Mau oppa” siang ini ia memang belum makan, sehabis dari kampus Chaera langsung ke dorm begitu ia menerima telpon dari Leeteuk oppa yang memintanya untuk datang. Dan saat ini ia memang sudah sangat lapar sekali, dan dengan baik hatinya oppedeul ingin membuatkannya jajangmyeon

 

“Aku akan membantu oppa” Chaera segera mengikuti Heechul yang sudah lebih dulu berjalan kedapur. Meski ia tidak pandai memasak, tapi setidaknya mungkin ia dapat membantu oppadeul. Lagi pula menurut Chaera membuat mie instant itu tidaklah sulit.

 

Leeteuk tersenyum, saat ia tahu orang yang ia tunggu sudah ada dihadapannya “Kau sudah makan?” Namja itu kembali tersenyum saat melihat Chaera yang menggelengkan kepala. “Kalau begitu duduklah dulu, kami akan membuatkanmu jajangmeyon”

 

Tanpa protes, Chaera segera menarik bangku, dan duduk didepan meja makan, sambil melihat oppadeul yang membuatkannya jajangmyeon. Tadinya ia memang berniat untuk mebantu oppadeul. Tapi ia rasa empat namja lebih dari cukup untuk membuat jajangmyoen, dan ternyata namja-namja itu tidak lebih baik darinya saat mereka sedang berada di dapur.

 

Ternyata kehadiran Wooki oppa sangat membantu didorm ini. Tapi sayangnya namja itu sedang ikut promosi album di Chinna bersama member super junior M yang lainnya, termaksud bersama dengan suaminya.

 

Chaera tersenyum geli, saat melihat namja-namja itu yang kerepotan memasak, tanpa ada niat untuk membantu sama sekali. Lagian menurutnya bantuan yang ia berikan tidak akan begitu membantu, karena nyatanya ia juga tidak bisa memasak.

 

Shindong meletakan panci yang berisi penuh jajangmeyeon buatan mereka ditengah meja makan. “Jajangmyeon spesial super junior” ucap Shindong, Heechul,Leeteuk, dan Yesung bersamaan sambil mengacungkan ibu jari mereka diudara.

 

Chaera hanya tertawa melihat keempat namja itu yang terlihat sangat manis dihadapannya. Namun setelah itu mereka saling melempar tatapan penuh arti satu sama lain, dan sedetik kemudian mereka sudah meyerbu panci jajangmeyeon itu yang masih menggumpalkan asap.

 

Meski masih sangat panas, dan rasanya sedikit hambar karena terlalu banyak kuah. Tapi mereka tidak peduli, nyatanya mereka semua sudah menyerbu mie itu, dan memakannya dengan rakus, seolah mereka tidak makan selama berbulan-bulan.

 

Chaera menuangkan air mineral kedalam gelasnya, dan meminumnya setelah ia dan keempat namja itu selesai menyerbu jajangmyeon itu tanpa tersisa sedikitpun.

 

“Ehmm” Chaera menjilati bibirnya setelah selesai meneguk air mineral itu. “Mashitta oppa”

 

Namja-namja itu hanya tersenyum senang, melihat Chaera yang terlihat menyukai masakan mereka. Bahkan jajangmyeon buatan mereka sama sekali tidak tersisa. Sungguh beruntungnya mereka, jika setiap hari mereka dapat melihat wajah cantik yoeja itu.

 

Rasanya didorm memang harus diisi oleh satu orang yoeja, agar lebih hidup lagi. Bayangkan saja setiap hari, dan setiap saat mereka harus tinggal ditempat yang sama dengan segerombolan namja.

 

Leeteuk mengambil panci bekas mereka makan, namja itu bermaksud untuk mencuci panci itu, karena hari ini ialah yang bertugas mencuci piring. Sementara ketiga namja yang lain, sudah berlalu keruang tengah setelah perut mereka terisi penuh. Sebetulnya jajangmeyeon itu tidak cukup untuk mengisi kelima perut mereka, tapi setidaknya mie itu dapat mengganjal perut mereka hingga makan malam nanti.

 

“Oppa biarku bantu” Chaera menghampiri Leeteuk, yang sudah lebih dulu berada didepan pencuci piring. Tapi sebelum yoeja itu bangkit dari bangkunya, Leeteuk sudah lebih dulu menahannya. “Kau duduk disitu saja nona Park, atau tidak kau keruang tengah saja bersama yang lain. Ini hanya sebuah panci saja, oppa bisa mencucinya sendiri”

 

Chaera hanya mengangkat kedua bahunya pasrah, dan kembali duduk dibangkunya. Lagian ia juga sedang tidak berniat untuk mendebat namja itu. Chaera meletakan kedua tangannya diatas meja, sambil menopang dagunya. Yoeja itu menatap punggung Leeteuk dari belakang.

 

Mungkin setelah ia bercerai dari Kyuhyun, ia tidak akan dapat seperti ini lagi dengan para member Super Junior. Dan mungkin keadaan memang kembali seperti semula, dan ia akan kembali menjadi Elf, yang hanya dapat melihat mereka dari balik layar, dan meneriaki nama mereka dari bawah panggung.

 

Satu hal yang dapat Chaera syukuri dari pernikahannya dengan Kyuhyun, selain ia terbebas dari biaya rumah sakit oppanya, adalah ia dapat mengenal dan dekat dengan idolanya sendiri.

 

Sebelumnya pernahkah ia bermimpi, kalau ia dapat sedekat ini dengan Super Junior? Jawabannya adalah tidak. Jangankan untuk dekat dengan para member Super Junior, berfoto dengan mereka saja sebelumnya Chaera tidak pernah.

 

“Kau akan jatuh cinta padaku nona Park, jika kau terus menatap punggungku seperti itu” Leeteuk berbalik, ketika namja itu sudah selesai mencuci pancinya. Sebetulnya sejak tadi namja itu sudah merasa kalau Chaera terus menatap kearahnya, dan ternyata dugaannya benar.

 

Chaera hanya tersenyum menatap namja tampan itu. Dan mungkin ini salah satu momen yang akan ia rindukan nanti. Setelah ia berpisah dengan Kyuhyun.

 

Leeteuk dapat melihat keanehan dari senyum yang diberikan yoeja itu padanya. Namja itu dapat melihat, ada begitu banyak hal yang dipikirkan Chaera saat ini. Leeteuk menyayangi Chaera seperti adiknya sendiri, terlebih lagi yoeja itu adalah istri dari dongsaengnya yang paling kecil.

 

Dan karena itu Leeteuk ingin yang terbaik untuk kedua adiknya itu. “Chaera, Kyuhyun bilang belakangan ini kau sangat sulit dihubungi”

 

Chaera hanya menghembuskan napasnya dengan berat, begitu ia mendengar ucapan Leeteuk oppa tadi. Sementara Leeteuk yang melihat ke engganan Chaera untuk menanggapi ucapannya hanya tersenyum. “Oppa tidak akan menanyakan kenapa. Tapi kau harus menghargai usaha Kyuhyun untuk dapat menerima kehadiranmu. Bukankah kau yang tahu sendiri seberapa besar Kyuhyun membencimu waktu itu?”

 

Apa yang diucapkan Leeteuk oppa sangat mirip dengan apa yang diucapkan Ahra eonnie waktu itu. Apa Kyuhyun sengaja mengadukan hal ini pada semuanya, sama seperti saat namja itu menciumnya. Tidak bisakah Kyuhyun menutup mulutnya itu, dan biarkan segala masalah yang ada diantara mereka, hanya mereka saja yang tahu?

 

Leeteuk dan Ahra tidak tahu saja, kalau apa yang ia lakukan saat ini hanya untuk melindungi segala hal yang sedikit demi sedikit mulai berubah. Chaera tidak akan bersikap seperti itu pada Kyuhyun, jika sikap namja itupun tidak berubah padanya. “Aku hanya ingin semuanya tetap seperti dulu oppa”

 

Leeteuk tahu apa yang dimaksud dengan ucapan Chaera saat ini. Ia tahu itu, sejak Chaera membongkar rencana perceraian mereka waktu itu. Leeteuk tahu, kalau Chaera merasa bersalah atas pernikahan yang menimpa yoeja itu berserta Kyuhyun.

 

Apa lagi sejak Chaera mengenal Jewo, dan dekat dengan kekasih suaminya itu. “Oppa tidak memintamu untuk membuka hati untuk Kyuhyun. Oppa hanya memintamu untuk menerima kehadiran Kyuhyun”

 

Leeteuk menarik napas panjang, saat melihat raut wajah Chaera yang terlihat sangat lelah. “Apa kau tidak ingin berteman dengan Kyuhyun, setelah kalian bercerai nanti?”

 

Chaera hanya mematung dihadapan leder Super Junior itu. Tentu saja ia sangat ingin berteman dengan Kyuhyun. Chaera ingin dapat tersenyum, dan menyapa namja itu setelah mereka berpisah nanti, meskipun senyum itu hanya sebagai idol, kepada fansnya. Tapi apakah memang bisa seperti itu?

 

Leeteuk mengartikan kediaman Chaera sebagai jawaban, kalau yoeja itu juga menginginkan hal itu. “Jika memang iya, anggaplah Kyuhyun sebagai salah satu oppamu. Sama seperti kau menganggap kami semua sebagai oppamu”

 

Teuki oppa tidak mengerti, kalau Chaera juga menginginkan hal itu. Hanya saja ia bingung harus seperti apa ia bersikap pada suaminya itu. Chaera takut jika ia dekat dengan Kyuhyun, sama saja ia menusuk Jewo. Sementara disatu sisi, ia tahu ia tidak bisa membantah Kyuhyun, karena namja itu suaminya bukan?

 

Chaera masih bingung mana hal yang boleh ia lakukan dengan Kyuhyun, dan mana hal yang tidak boleh ia lakukan dengan namja itu. Ia tidak ingin rasa bersalahnya semakin besar pada Jewo, dan Kyuhyun. Karena rasa itu sungguh menyiksanya setiap harinya.

 

Tidak bisakah hal ini sedikit lebih mudah untuknya? Chaera lebih memilih Kyuhyun bersikap dingin dan cuek padanya. Dari pada namja itu harus bersikap perhatian padanya seperti sekarang. Jadi untuk sekarang Chaera akan lebih memilih untuk mengabaikan segala bentuk perhatian dari suaminya itu, sampai ia tahu batasan mana yang boleh ia lakukan bersama Kyuhyun tanpa menusuk Jewo eonnie dari belakang.

 

 

* * *

 

 

Chaera menatap layar ponselnya, sambil mengerikan rambutnya dengan handuk, yoeja itu baru saja selesai membersihkan dirinya setelah tadi ia baru pulang dari galeri.

 

Ia mengerutkan keningnya saat melihat nomor Kyuhyun dilayar ponselnya, yang membuat Chaera bingung adalah nomor itu bukanlah nomor internasional namja itu. Apa Kyuhyun sudah kembali ke Korea?

 

Chaera segera berlari menuju meja belajarnya begitu pertanyaan itu muncul dibenaknya. Yoeja itu menatap kalender yang ada diatas meja belajarnya. Benar, Kyuhyun sudah kembali, ini sudah tiga minggu namja itu pergi. Bodohnya ia karena tidak menyadari hal itu.

 

Pasti saat ini Kyuhyun sedang ada di apartemen mereka, dan pasti namja itu sedang memendam amarah untuknya lagi. Belum selesai keterkejutannnya itu, bibi Kim sudah lebih dulu masuk kekamarnya. “Sayang Kyuhyun datang untuk menjemputmu pulang”

 

Dan tepat saat itu, Chaera merasa jantungnya berhenti berdetak saat tahu suaminya sedang menunggunya dibawah. Oh God, apa Kyuhyun nanti akan membentaknya lagi? Bukannya Chaera takut melawan namja itu, namun belakangan ini ia merasa moodnya sedang berada dilevel paling bawah. Dan ia takut jika namja itu memancing emosinya, mereka mungkin akan bertengkar hebat.

Dan sekarang Chaera merasa jantungnya diremas kuat saat ia melihat sosok namja itu yang berdiri tepat dibelakang bibi Kim. Kyuhyun menatapnya dengan tatapan tajam, tatapan yang dulu sering diberikan Kyuhyun untuknya. Dan seakan terkunci oleh tatapan itu, Chaera merasa tubuhnya tidak dapat berkutik. Semua sel sarafnya seakan tidak berfungsi.

 

“Kalau begitu bibi kebawah dulu” ucap bibi Kim, yang menyadari kehadirannya mungkin mengganggu pasangan suami istri itu.

 

Setelah yakin bibi Kim telah keluar, Kyuhyun segera berjalan mendekati istrinya itu dengan tatapan yang tidak pernah berahli dari sosok dihadapannya itu. Dan setiap langkah Kyuhyun, semakin membuat Chaera merasa terintimidasi.

 

Namja itu berdiri tepat dihadapan Chaera yang masih betah mematung ditempatnya. Yoeja itu bahkan tidak berani menatap Kyuhyun, ia hanya berani menatap dada suaminya itu yang berada tepat dihadapannya.

 

Chaera mengepalkan kedua tangannya yang berada tepat disisi pahanya, sambil memejamkan matanya saat ia merasakan hembusan napas Kyuhyun yang menggelitik telingahnya. Tapi sekaligus membuatnya menciut diwaktu yang bersamaan.

 

“Rapihkan semua barang-barangmu, aku tunggu dibawah” bisik Kyuhyun dengan dingin, sebelum namja itu pergi dari hadapannya. Chaera menghembuskan napasnya yang entah sejak kapan ia tahan, saat sosok suaminya itu telah pergi.

 

Tadi Chaera dapat merasakan aura yang menakutkan dari Kyuhyun. Aura yang sama setiap kali namja itu marah, dan meledak padanya. Mungkin nanti begitu mereka sudah sampai diapartemen, mereka akan memulai pertengkaran mereka yang baru.

 

Tenang Chaera kau sudah biasa bukan menghadapi amarah namja itu? dan yang perlu kau lakukan sekali lagi adalah mengabaikannya, sama seperti sebelum-sebelumnya. Itu sangat mudah bagimu bukan?

 

Lagi pula, Chaera tidak merasa ia sudah melakukan sebuah kesalahan, jadi buat apa ia takut? Tidak, Chaera tahu kalau ia salah telah mengabaikan namja itu selama Kyuhyun berada di Chinna. Tapi….

 

Ia benar, ia sudah melakukan hal yang benar. Lagian sebelumnya merekapun tidak pernah saling menghubungi, dan mengirim pesan singkat setiap Kyuhyun pergi tour. Tapi? Entahlah saat ini Chaera benar-benar bingung apakah yang ia lakukan itu benar atau salah. Dan semoga Tuhan melidunginya kali ini.

Next part :

Chaera menghentikan langkahnya, begitu yoeja itu mendengar pernyataan yang keluar dari bibir suaminya itu. “Tidak, kita tetap akan bercerai” ucap Chaera, tanpa sedikitpun berbalik, menatap suaminya itu.

 Kyuhyun memejamkan matanya untuk dapat menetralkan kembali emosinya yang siap meledak kapan saja.”Hiduplah bersamaku, kita mulai semuanya dari awal Chaera” kini namja itu mengucapkan hal itu dengan nada lembut

“Baik jika maumu seperti itu” ucap Kyuhyun dengan nada dingin, dan Chaera dapat melihat jakun Kyuhyun yang bergerak ketika namja itu berusaha menelan air liurnya. “Cepatlah lulus, dan bawalah surat perceraian kehadapanku, dan aku akan langsung menandatanganinya”

“Aku tidak mau meminjamkan bajuku untukmu” bisik Kyuhyun tepat ditelingahnya. “Jadi kau harus melepaskannya”

Chaera tidak dapat berpikir lagi, saat dirasa Kyuhyun kembali menciumi seluruh wajahnya. Dan Chaera juga merasa remasannya pada ujung kemejanya semakin kuat. Begitu ia merasakan tangan namja itu yang sudah mengelus perut ratanya. “Jewo eonnie, bolehkah sekali lagi aku minta maaf, aku berjanji ini hanyalah sebatas kewajiban dan tidak lebih. Dan tidak akan pernah lebih” ucap Chaera dalam hati.

 

.

63 responses to “[Freelance] I Chose To Get Married (Chapter 10)

  1. chapter yg ini rasanya campur aduk. ada lucu, sedih, seneng :’) suka bgt sama karakter chaera. kalo byk yg ga suka karena dia cuek, aku justru suka banget hehe

  2. aku bingung sama Chaera ¡
    sbgitunya Kyuhyun khawatir sama dia. tapi malah i abaikan bgtu aja.. nyebelin bgt sh.. padahal kn kyuhyun udh berusaha membuka hati buat Chaera ¡

  3. Liat kyu bersikap dingin dgn tatapan tajamnya itu membuat merinding, apalagi klo marah2, beuuhh,,,kayak serigala garang :D’

    b^^d

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s