[Freelance] Complicated Engagement (Chapter 2)

Cover - Comp Engage 2

Tittle : Complicated Engagement

Author : misskangen

Main Cast :

Park Chanyeol (EXO)

Kim Hyun Joo (OC/You)

Support Cast :

Jung Soo Jung (f(x))

Byun Baekhyun (EXO)

Kim Hyun Rae (OC)

Shin Hye Jin (OC)

Han Young Ji (OC)

 

Length : Chapters

Genre : Romance, Family, Comedy

Rate : General

Disclaimer : Cerita ini adalah fiktif dan merupakan karya milik penulis yang sebelumnya pernah di-posting di blog pribadi dan telah mengalami perubahan seperlunya sesuai kebutuhan untuk kesesuaian cast dan alur.

Summary : Cerita klasik mengenai perjodohan, tetapi memiliki warna tersendiri untuk setiap kisah. Hyun Joo yang mengetahui dijodohkan dengan anak Chaebol, Park Chanyeol, berusaha sekuat tenaga untuk menggagalkan perjodohan dengan cara-cara di luar nalar. Sementara Chanyeol merasa tertarik untuk mengikuti semua permainan Hyun Joo hingga membawa mereka pada situasi yang tak terduga.

Chapter 1 || Chapter 2

 

HAPPY READING…

 

Chapter 2

 

Hyun Joo terkejut mendapati seorang pria yang berdiri dihadapannya, dan dirumahnya sendiri. Hyun Joo membelalakkan matanya, dan hanya bisa terdiam. Benar-benar bingung, tak tahu ingin berkata apa.

 

Park Chanyeol sekarang berada di rumah keluarga Kim, memenuhi undangan makan siang dari calon ayah mertuanya. Dan sepertinya Chanyeol sangat antusias dengan hal ini sebab pada akhirnya dia akan bertemu lagi dengan tunangannya, Kim Hyun Joo yang asli. Setelah sebelumnya Hyun Joo sukses mengelabui Chanyeol dengan mengirim temannya untuk mdi Restoran tempo hari.

Lihat saja nona Kim, kau sudah berani mempermainkan seorang Park Chanyeol, lihat saja apa yang bisa kulakukan untuk membalasmu, ancamnya pelan sekaligus seringain terpatri di wajah Chanyeol.

 

Flashback

 

“Hyun Joo-ssi, mengapa kau disini? Apa tidak ada yang mengantarkanmu pulang??” tanya Chanyeol pada sosok gadis yang baru ditemuinya beberapa menit yang lalu. Ketika gadis aneh itu berhasil menghentikan mobil Chanyeol di jalan dan dia terlihat bersama seorang gadis lain yang sepertinya pernah ditemui Chanyeol sebelumnya.

Oh iya, gadis itu yang kulihat di depan toilet bersama gadis yang kutolong karena terpeleset, tapi kemana yang satu lagi itu ya… Apa mereka teman-temannya Kim Hyun Joo, yang ikut mengawasi pertemuan pertama kami? Pikir Chanyeol cepat dengan kecurigaannya.

 

Anhi, ada sesuatu yang penting yang ingin kukatakan padamu,” mendengar kalimat yang diucapkan gadis itu, Chanyeol pun keluar dari mobil dan serta merta mendengar semua cerita yang diungkapkan olehnya.

 

Mwo??? Jadi kau bukan Kim Hyun Joo, dan kau hanya seorang teman yang diminta untuk menemuiku dengan segala tipu daya sehingga aku akan membatalkan perjodohan ini??” Chanyeol memekik pelan dan melihat Hye Jin mengangguk merasa bersalah.

 

“Kim Hyun Joo yang asli adalah orang yang kau tolong di depan toilet tadi,” tambah gadis yang berdiri di sebelahnya, Soo Jung. “Kami benar-benar minta maaf, kami tak sanggup menolak permintaannya untuk melakukan ini karena kami sangat menyayanginya. Mohon jangan salahkan dia, karena perjodohan ini membuatnya susah dan terpojok.” Bahkan kali ini Soo Jung ikut memohon dengan raut wajah sungguh-sungguh.

 

Chanyeol mendengus sesaat lalu ia mengangguk mantap, “Ya sudahlah, tak usah dilanjutkan lagi. Aku tak menyalahkan kalian, Kim Hyun Joo sangat beruntung memiliki teman seperti kalian berdua.”

Flashback End

 

Kemunculan Hyun Joo benar-benar ditunggu oleh Chanyeol sebagai sang pelaku utama dalam kasus penipuan pertemuan pertama mereka. Sementara Hyun Joo sama sekali tak pernah memprediksi hal apa yang sedang menunggunya di rumah. Chanyeol sendiri pun berdiri seakan menyambutnya, begitu mereka berdiri berhadapan Chanyeol langsung saja menyapanya.

Annyeong, Hyun Joo-ssi,” Chanyeol tak lupa menatap sambil memberikan senyuman mautnya, seketika itu juga Hyun Joo terlihat hanya diam, berdiri terpaku, lebih tepatnya dia pasti shock melihat kehadiran Chanyeol.

Walaupun melihat dengan ekspresi seperti itu, Chanyeol akui dia adalah gadis yang cantik, memiliki kening dan mata yang indah. Dia jadi penasaran bagaimana jika Hyun Joo sedang tersenyum.

Aissh, apa sih yang sedang aku pikirkan, jangan lupa dia itu orang yang sudah membohongiku dan saat ini aku harus fokus untuk membalas keisengannya yang cukup kelewatan tempo hari, rutuk Chanyeol dalam hati.

 

Hyun Joo terlihat sangat terkejut mendapati sang calon tunangan berdiri di depannya, padahal tadinya ia berpikir bahwa perjodohan itu akan batal dengan sendirinya. Kenyataannya sekarang ia begitu shock dengan apa yang ada di hadapannya saat ini.

“Ini pasti mimpi. Yah, aku yakin ini mimpi,” Hyun Joo mencoba meyakinkan dirinya sendiri dalam bisikannya.

 

A…a…annyeong, Chanyeol-ssi,” akhirnya Hyun Joo bersuara juga, padahal Chanyeol kira dia sudah mati berdiri. Hyun Joo hanya tersenyum kecut menanggapi keadaan ini, itu adalah senyuman pertama yang dilihat Chanyeol darinya, walau senyum itu terpaksa tapi tetap tampak keindahan di wajahnya.

Lagi lagi, apa sih yang sedang kupikirkan, gadis itu bahkan tak mencoba tebar pesona sekarang, mengapa aku seperti terpesona begitu. Gawat!!! Aku tidak boleh mengalami love at first sight!!! Umpat Chanyeol dalam kebisuannya.

 

“Wah.. sepertinya kalian masih malu-malu untuk menunjukkan kedekatan kalian,” celetuk suara gadis yang memperkenalkan dirinya bernama Hyun Rae, kakak Hyun Joo.

“Seharusnya tidak perlu malu, karena hanya ada keluarga disini,” kali ini terdengar ibu Hyun Joo yang diikuti suara tawa tertahan dari Hyun Rae dan ayahnya. Sepertinya mereka keluarga yang sangat kompak, bahkan untuk menggoda satu sama lain. Chanyeol jadi merasa jika sungguh menyenangkan bila berada di tengah-tengah keluarga mereka.

 

Eomma, Eonni, apa maksud kalian bicara seperti itu. Aku sama sekali tak—“

 

“Ah.. Maksudnya kami sudah merasa cukup dekat sejak pertemuan pertama,” Chanyeol langsung memotong perkataan Hyun Joo, takut gadis itu akan mengatakan sesuatu yang bisa menggagalkan rencana pembalasannya. Mendengar ucapan Chanyeol, Hyun Joo balik menatap pria itu seakan berkata ‘apa maksudmu hah???’ Saat itu Chanyeol melihat raut lucu di wajah Hyun Joo. Walaupun Chanyeol tahu bahwa saat ini Hyun Joo sedang kesal, tapi ia merasa cukup terhibur dengan keadaan ini.

 

“Uhh so sweet…..” kakak dan Eomma Hyun Joo benar-benar kompak.

“Ya sudah..mari kita makan siang,” ajak Tuan Kim mengacaukan situasi tegang tersebut – oh, hanya Hyun Joo yang merasaka ketegangan itu.

 

Selama acara keluarga ini berlangsung, entah kenapa Chanyeol merasakan satu kesan yang mendalam. Kesan yang tidak pernah ia dapat selama ini, yaitu kehangatan keluarga. Chanyeol merasa seperti telah kenal lama dengan keluarga ini, seolah ia telah lama menjadi bagian dari keluarga ini.

Chanyeol melirik Hyun Joo yang sedari tadi memasang tampang cemberut karena berulang-ulang digoda oleh ibu dan kakaknya. Sepertinya Hyun Joo tak bisa membalas olokan mereka karena sudah terlanjur terpojok dengan kehadiran pria itu disini. Chanyeol jadi berpikir, Hyun Joo pasti diam-diam telah merencanakan kekacauan di pertemuan pertama tempo hari tanpa diketahui oleh keluarganya.

Kim Hyun Joo, kau sungguh gadis yang berani bahkan nekat!

 

****

 

Ahjussi, terima kasih atas undangan makan siangnya. Aku sangat terkesan” Chanyeol membungkuk kepada kedua orang tua Hyun Joo sebelum pamit pulang.

 

“Ah, kau tidak perlu sungkan. Sebentar lagi kau jadi menantuku dan kitapun akan jadi satu keluarga. Lebih baik kau panggil aku Abeonim dan memanggil istriku dengan sebutan Eomonim. Bukankah mengakrabkan diri mulai dari sekarang sangat tepat?” Hyun Joo mengalihkan pandangannya kepada sang ayah, menatap tak percaya dengan pernyataan yang baru saja diutarakan ayahnya.

 

Ne.. tentu saja, Abeonim. Kalau begitu aku pamit, aku harus kembali ke kantor” Chanyeol memamerkan lesung pipi kirinya yang mempesona.

“Hati-hati di jalan. Hyun Joo ayo kau antarkan Chanyeol sampai ke mobilnya” perintah ibunya.

 

Ne…” jawab Hyun Joo malas. Mau tak mau Hyun Joo berjalan mengikuti Chanyeol menuju mobilnya yang diparkir di depan rumah. Hyun Joo merasakan tatapan tiga orang di belakang punggungnya, yang masih setia mengawasi setiap gerak-geriknya.

 

Begitu sampai di mobil, Chanyeol langsung masuk ke mobilnya tanpa basa-basi pada Hyun Joo. Tanpa disangka-sangka Hyun Joo nekat ikut masuk ke dalam mobil Chanyeol, duduk disebelahnya di bangku penumpang bagian depan.

 

“Chanyeol-ssi, apa maksudmu bersikap seperti itu di depan keluargaku?” Hyun Joo langsung mencecarnya dengan pertanyaan to the point begitu sampai dalam mobilnya, bahkan Chanyeol belum sempat memasang seatbelt ataupun men-starter mobilnya. Pria satu itu benar-benar menghancurkan mood Hyun Joo hari ini.

 

“Maksud??? Anggap saja sekarang skor kita 1-1. Bukankah kemarin kau sudah berhasil menipuku dengan mengirimkan temanmu yang aneh itu untuk menemuiku?” Chanyeol menjawab dengan santai sambil menyetir meninggalkan halaman rumah. Awalnya Hyun Joo tak sadar kalau mobilnya sudah berjalan ke luar gerbang rumah, tapi ia mengabaikannya. Hyun Joo lebih mementingkan rasa penasarannya pada sang calon tunangan.

“jadi kau tau aku sudah membohongimu?? Siapa yang memberitahumu, apakah Soo Jung dan Hye Jin??” Hyun Joo makin penasaran tapi yang ditanya hanya tersenyum.

Dia tampan… tapi, tetap saja pria menyebalkan!! Umpat Hyun Joo tanpa suara.

Ternyata mereka sampai di tepi sungai Han, dan Chanyeol pun menghentikan laju mobil sebelum tercebur ke sungai. Hyun Joo mengikutinya keluar dari mobil dan duduk di satu bangku terdekat. Mereka duduk dengan menjaga jarak, dan Hyun Joo tetap memasang muka sebal. Gadis itu menunggunya mengatakan sesuatu, tetapi dia tetap diam seribu bahasa hanya menikmati pemandangan di depannya.

 

“Yak! Kenapa kau diam saja?? Kau akan membatalkan perjodohan ini kan?” Hyun Joo mulai membuka percakapan lagi.

“Tidak!! Aku tidak akan membatalkan perjodohan ini. Lagi pula yang menetapkan perjodohan ini kan orang tua kita, aku sama sekali tak punya kuasa untuk membatalkannya. Justru aku merasa ini akan jadi suatu situasi yang menarik, karena kau yang lebih dulu memulai permainan ini dan aku tertarik untuk terus melanjutkannya” terang Chanyeol yang membuat Hyun Joo semakin terpojok.

“Permainan katamu? Permainan apa, aku hanya berusaha agar tidak menikah denganmu. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidupku nantinya bersama orang sepertimu,” sembur Hyun Joo begitu saja.

Jinja?? Memangnya kau tidak tahu, aku ini tipe suami idaman wanita seluruh Korea. Aku tinggi, tampan, dan kaya. Aku yakin tidak akan ada wanita yang menolakku,” balas Chanyeol penuh percaya diri.

“Cih, kalau begitu aku akan jadi wanita pertama yang menolakmu karena kau sama sekali bukan type-ku,” sergah Hyun Joo apatis.

 

“Oh ya?? Kita lihat saja nanti bagaimana akhirnya” nada bicara Chanyeol terdengar sedikit mengejek.

“Yahhh kita lihat saja nanti…” lanjut Hyun Joo sembari mengangkat dagu memperlihatkan gaya arogan yang sepertinya gagal total karena justru Chanyeol tertawa.

Satu kalimat, dia tampan sekali!!! Ujar Hyun Joo dalam hati disela kekesalannya pada pria itu.

 

****

 

Mobil Chanyeol berhenti di depan rumah Hyun Joo. Chanyeol mengantarkan Hyun Joo kembali ke rumah setelah Hyun Joo sengaja masuk ke mobil Chanyeol untuk menginterogasinya panjang lebar.

“Kau beruntung hari ini mood ku sedang bagus sehingga aku bersedia mengantarkanmu kembali ke rumah padahal kau sudah membuang waktuku yang sangat berharga hanya untuk perdebatan tak penting.”

Whatever!! Masa bodoh dengan waktu berhargamu itu. Aku kan tidak minta diantar, tadi aku sudah hampir naik taksi. Justru kau yang memaksaku untuk diantar olehmu, Chanyeol-ssi,” balas Hyun Joo.

“Kalau aku membiarkanmu naik taksi, orang tuamu pasti akan curiga. Bisa-bisa aku dianggap sebagai calon menantu yang tidak kompeten,” kata Chanyeol penuh percaya diri.

Hyun Joo mendesis, terperangah dengan perkataan Chanyeol. “Itu sih bukan urusanku!!” kata Hyun Joo sambil membuka pintu mobil. Meninggalkan Chanyeol dalam mobilnya dan masuk ke rumah dengan wajah cemberut.

 

****

 

Gubrak!!!

Soo Jung kaget setengah mati sampai menumpahkan minumannya, sementara Hye Jin sampai tersedak juga karena terkejut akibat ada orang yang sengaja menggebrak meja kantin tempat mereka duduk sekarang.

Soo Jung melihat sekeliling, dan semua pandangan tertuju kepada mereka. Tapi baginya dan Hye Jini pandangan semua orang tidak ada artinya dibanding gadis yang sedang berdiri dihadapan mereka dengan tatapan membunuhnya. Ini adalah saat yang sudah mereka tebak akan datang menghampiri, hari dimana Soo Jung dan Hyejin akan diadili karena tindakan menjadi pengkhianat bagi sahabat mereka sendiri.

 

“Kalian benar-benar tega!!! Aku tak menyangka kalian melakukan ini terhadapku. Karena kalian kini hidupku berada di ujung tanduk.” Hyun Joo mulai mengeluarkan unek-unek kekecewaannya kepada Soo Jung dan Hye Jin.

“Bukan maksud kami ingin berkhianat, tapi kami hanya ingin yang terbaik untukmu. Masa sih kau ingin menyia-nyiakan pria seperti Park Chanyeol. Dia adalah pria paling sempurna yang pernah ku temui,” Hye Jin pun mencoba menjelaskan.

“Jadi ternyata kau yang sudah jatuh cinta padanya, Hye Jin,” Hyun Joo tetap saja sewot.

Ah Ahniya… aku tak jatuh cinta, hanya saja menurutku dia masih jauh lebih baik daripada pria yang kau tunggu padahal tidak ada kejelasan kapan ia akan kembali ke Korea,” Hye Jin masih membela diri.

“Ne, benar kata Hye Jin. Daripada kau makan hati menunggu Pengacara Byun kembali, yang notabene masih belum ada kejelasan hubunganmu dengannya, bukankah lebih baik kau mencoba memulai hubungan baik dengan tuan muda Park,” Soo Jung turut menimpali kata-kata Hye Jin.

“Kalian ini sahabatku atau bukan, eoh? Asal kalian tahu saja, kalian sudah mengumpankan aku ke Hiu!!,” sahut Hyun Joo dan berlalu pergi. Dia terlihat sangat kecewa kepada kedua sahabatnya yang membuat mereka semakin merasa bersalah.

Bahkan hingga seminggu kemudian, Soo Jung maupun Hye Jin masih belum bisa menghubunginya. Hyun Joo masih sangat marah sampai tak sudi menemui kedua sahabatnya.

 

****

 

Drrrt…. drrrtt…. Ponsel Hyun Joo yang sejak tadi di silent nya bergetar. Hyun Joo yang sedang tidur siang masih ogah-ogahan mengambil ponselnya yang terletak di nakas sebelah tempat tidurnya.

Dengan mata yang setengah terbuka Hyun Joo memaksakan diri membaca pesan yang baru saja masuk.

 

From : 010-0884-xxxx

Hei, Nona Kim. Ini aku Park Chanyeol, calon suamimu ^^. Malam ini aku mengundangmu datang ke Empire Hotel di pusat kota Seoul. Temui aku di Casino lantai 17. Kau harus datang ya!!!

 

Mwo??!!!” mata Hyun Joo langsung membelalak mendapati isi pesan beserta pengirimnya. Beberapa detik kemudian masuk pesan yang lainnya.

 

From : 010-0884-xxxx

Akan ada banyak kesenangan nantinya, itupun kalau kau bisa menikmatinya. Oh.. aku lupa kalau kau cuma seorang gadis manja, mana mungkin bisa mengerti tempat seperti itu kekeke…

 

“Apa-apaan pria satu ini?? Berani sekali mengataiku anak manja. Dasar pria sok tahu!!!” omel Hyun Joo, berbicara sendirian.

 

Lalu masuk lagi satu pesan, dari nomor yang sama. Hyun Joo semakin emosi dibuatnya.

 

From : 010-0884-xxxx

Aku yakin kau pasti berpikir ribuan kali untuk datang. Anggap saja ini tantangan dariku untukmu. Bukankah skor kita masih sama kuat, 1-1. Nanti kita lihat siapa yang bisa unggul lebih dulu…

 

“Oh… jadi dia menantangku!!! Park Chanyeol, kau sudah menggali kuburanmu sendiri. Lihat saja nanti aku akan membuatmu KO!!” kata Hyun Joo begitu bersemangat.

 

Di lain tempat, Park Chanyeol terlihat senyum-senyum sendiri. Pria itu masih terheran-heran dengan dirinya sendiri yang tiba-tiba saja merencanakan suatu hal untuk menjahili Kim Hyun Joo, calon istrinya.

 

Entah apa yang ada di pikirannya saat itu, hingga menghasilkan ide yang aneh hanya untuk membuat seseorang merasa kesal dan jengah. Padahal sebelumnya hanya ada pekerjaan dan pekerjaan yang ada dalam pikirannya bahkan untuk memikirkan mencari hiburan tersendiri yang menyenangkan untuknya pun sepertinya dia tak punya waktu.

 

“Baiklah nona Kim, aku ingin lihat bagaimana anak manja sepertimu akan menangis di tengah suasana yang sangat asing bagimu. Apa yang akan kau lakukan untuk tetap menjaga harga dirimu hmmm… pasti akan menarik,” kata Chanyeol sambil merapikan dokumen di atas meja kerjanya.

 

Sepertinya kehadiran Kim Hyun Joo dalam hidupnya telah mampu merubah banyak hal….

 

>>>>>>>>> 

Sebenarnya Hyun Joo malas sekali datang ke tempat itu, namun gengsinya memenangkan ego karena seorang park Chanyeol yang telah menantangnya untuk datang. Jadi ia datang saja untuk menunjukkan bahwa Kim Hyun Joo bukan seorang penakut atau pecundang.

Hyun Joo datang ke Casino di salah satu hotel milik Chanyeol hanya dengan berpakaian kasual memadu-padankan jeans dengan turtle neck hitam dan jas merah maroon.

Kalau begini aku lebih mirip gadis tomboy. Tapi biarlah, aku tak mau merasa dianggap penting hanya karena datang ke tempat calon tunanganku, pikir Hyun Joo sesaat.

 

“Hyun Joo-ssi, kau datang, aku pikir kau tidak punya ‘taste’ datang ke tempat seperti ini,” sapa Chanyeol begitu melihat Hyun Joo.

Gadis itu hanya memberinya satu senyuman terpaksa yang sedikit mengejek dan merasa tak nyaman ketika Chanyeol memandanginya dari ujung kepala sampai ujung kaki.

“Yak, kau lihat apa? Tidak ada yang aneh dengan penampilanku. Aku hanya tidak ingin ada orang yang kenal denganku yang melihatku datang ke tempat seperti ini,” sergah Hyun Joo karena mulai merasa gugup Sebelumnya Hyun Joo tak pernah datang ke tempat asing sendirian karena biasanya ia akan ditemani Soo Jung dan Hye Jin. Tapi saat ini tak mungkin mereka menemani Hyun Joo, karena ia sedang marah pada mereka sebab masalah pengkhianatan itu.

 

Tiba-tiba seorang wanita datang dan langsung memeluk lengan Chanyeol, bergelayut sok mesra dan bermaksud merayu pria kaya itu. “Oppa….,” terdengar rengekan manja wanita itu. Justru orang yang sedang dirayu terlihat malas menanggapi seperti ingin segera mencampakannya ke lantai.

Cih, wanita ini.. penampilannya saja sudah membuatku muak dari awal. Dia mencoba tampil modis, tapi dandanannya itu…membuatnya terkesan kampungan, ejek Hyun Joo dengan suara sangat pelan disertai seringaian di wajahnya.

Akhirnya Hyun Joo mengikuti Chanyeol masuk ke dalam Casino. Dia berjalan mendahului masih dengan gadis parasit yang menempel di lengannya bak ikan sapu-sapu. Hyun Joo berjalan-jalan melihat tempat ini, all about gambling, dan ia sama sekali tak mengerti.

Tak lama kemudian Hyun Joo mendapati Chanyeol duduk di salah satu kursi dimana di mejanya yang berukuran sangat lebar terdapat satu roda yang berputar dengan satu bola kecil diatasnya. Di meja itu juga terbentang papan dengan gambar kotak-kotak berangka. Hyun Joo berpikir itu pasti papan taruhan karena ada begitu banyak koin yang tersusun diatasnya. Melihat bentuknya sepertinya ini tak asing bagi Hyun Joo,

“aku yakin pernah melihatnya. Ahh… iya ini pasti casino roulete. Aku pernah melihat Sehun sedang bermain game online casino roulete di internet. Jadi begini wujud aslinya,” Hyun Joo berbicara pada dirinya sendiri yang bahkan mungkin tidak didengar oleh orang lain. Ia sedang menguji dirinya sendiri.

 

Sepertinya Park Chanyeol mencoba ikut bertaruh dengan casino roulete itu dan wanita aneh itu masih betah berdiri disampingnya, masih belum putus asa walau sepanjang waktu diabaikan seperti itu. Lalu Hyun Joo juga mendekatinya dan mencoba mengawasi permainannya.

Hyun Joo ikut berpikir bagaimana ia akan menelaah permainan judi itu. Walau tidak sering tapi beberapa Sehun – sepupunya – sempat mengajari Hyun Joo cara memainkan judi yang satu ini. Walaupun Sehun mengajarinya via media online, tapi setidaknya Hyun Joo mengerti peraturan permainan tersebut. Apalagi dilihat dari roda roulete itu jelas merupakan European Roulete, karena hanya ada angka 0-36, jadi kerumitannya tidak lebih sulit seperti American Roulete yang menambah angka ‘00’ di rodanya. Begitu menurut Hyun Joo, berdasarkan penjelasan Sehun sebelumnya.

 

Dilihat dari beberapa kali putaran Park Chanyeol ikut bermain, tapi sepertinya dia sedang tidak beruntung karena dia selalu kalah. Perkiraannya kemana bola pada roulete itu akan menunjukkan angka selalu tidak tepat. Hyun Joo pikir strategi taruhannya yang salah yang membuatnya bisa bangkrut seketika.

Dasar!! Tidak punya pengalaman saja sok main casino roulete, yang ada kau akan kalah taruhan cukup besar, ejek Hyun Joo dengan wajah gembira di belakang Chanyeol.

“ho hoo, ternyata keberuntunganmu di meja judi, tidak sejalan dengan keberuntunganmu di ranah bisnis,” ejek Hyun Joo terang-terangan.

“Aku tak tanya pendapatmu,” jawabnya dengan sangat kesal.

“Sini biar aku yang bermain,” Hyun Joo mencoba mengambil alih permainannya. Hey, hey Kim Hyun Joo.. kau benar-benar sudah gila, rutuknya dalam hati. Biar sajalah, aku sudah beberapa kali bermain casino roulete secara online, tentu saja dengan didampingi Sehun dan selalu menjalankan strategi yang diperintahkan Sehun. Semoga saja peraturannya tetap sama seperti judi online. Hyun Joo hanya berusaha mengingat-ingat strategi yang biasa Sehun mainkan, dan ia berharap bisa berguna. Hyun Joo tak pernah menyangka akan bermain judi ini secara nyata, tentunya dengan uang yang real pula untuk taruhannya.

“Ya Tuhan… ampuni aku, aku benar-benar terpaksa bermain judi ini. Park Chanyeol, ini semua gara-gara kau, maka kau yang harus menanggung dosaku.”

 

Hyun Joo mengambil kursi kosong disebelah Chanyeol. Seenaknya ia mengambil chip-chip taruhan milik Chanyeol yang belum dipasangkan untuk taruhan.

Hyun Joo ingat Sehun pernah bilang kalau lebih baik memasang taruhan kecil tapi meletakkannya pada banyak nomor taruhan daripada memasang taruhan besar pada satu nomor.

Baiklah, Hyun Joo jelas akan mengikuti tips itu. Untuk putaran pertama ini Hyun Joo mencoba bermain straight up, yaitu memasangkan pada satu nomor tunggal. Hyun Joo meletakkan lima chip taruhan pada empat nomor berbeda yaitu 7, 12, 25, dan 36. Entah kenapa angka-angka itu yang muncul dikepalanya, ia benar-benar hanya mengandalkan feeling saja. Akhirnya bola di atas roulete berputar dan akhirnya berhenti di angka 7.

“Yes!! Aku menang!!!”

Itu artinya Hyun Joo menang 35 kali lipat dari nilai chipnya eh… chipnya Chanyeol. Hyun Joo tak tahu berapa won nilai untuk satu chip miliknya itu, ia tidak sempat mengamati. Masa bodohlah!

 

Sekarang masuk putaran kedua. Kali ini Hyun Joo mencoba bermain split bet, yaitu memasangkan taruhan pada garis antara dua nomor. Hyun Joo kembali memasang masing-masing lima chip pada garis antara angka 4 dan 5, 15 dan 16, 29 dan 30, lalu 35 dan 0. Ia terus memperhatikan bola itu masih berputar di atas roulete, sampai mulai bergerak pelan dan… berhenti di angka 30.

“Omo… aku menang lagi. Wah… kali ini chip taruhanku bernilai 17 kali lipat lebih banya!” pekik Hyun Joo gembira. Hyun Joo melihat ekspresi semua peserta yang mengelilingi meja ini, mereka semua menggelengkan kepala dan beberapa memandang sinis kepadanya. Ia juga melirik Chanyeol, dan pria itu terlihat sangat tercengang. Owww…

 

Kini tiba saatnya putaran ketiga. Hyun Joo mengadu kedua tangannya, meremas jari-jarinya agar terlipat hingga mengeluarkan suara gemeletuk tulang-tulangnya.

“Aku rasa itu sudah cukup… sebaiknya kita keluar dari sini” tiba-tiba saja Chanyeol mengatakan itu.

“Ohh.. tidak bissaaa… aku sudah sejauh ini, untuk putaran kali ini aku ingin pasang taruhan yang lebih besar. Kau tunggulah disitu Chanyeol-ssi dan cukup jadi penonton saja. Bukankah aku hampir mengembalikan semua chip taruhanmu yang tadi hampir habis karena kau selalu kalah…”

 

Skak!! Haha… Park Chanyeol, dia pasti mati kutu.

Akhirnya Chanyeol berhenti protes, Hyun Joo pun melanjutkan putaran ketiga. Hyun Joo berjanji apapun hasilnya setelah ini, ia akan berhenti main. Untuk yang terakhir ini, Hyun Joo nekat memainkan Red/Black, yaitu memilih salah satu warna merah atau hitam dari hasil permainan yang mencakup 18 nomor. Dengan sedikit gemetar ia menumpuk 30 chip taruhan ke kotak Red, entah kenapa Hyun Joo punya feeling kuat kalau warna merah yang akan keluar dan mumpung ia sedang dinaungi dewi fortuna juga.

Hyun Joo menunggu dengan harap-harap cemas, ia merasa sangat gugup sekarang. Mungkin karena Hyun Joo sudah terlalu nekat memasang taruhan besar.

Bola itu sudah bergerak, berputar melewati semua angka di atas roulete. Roda itu mulai bergerak pelan… pelan… dan semakin pelan… hingga detik-detik mulai berhenti. Jantung Hyun Joo berdetak sangat kencang, sementara tangannya terasa sangat dingin. Ia takut membuka mata yang baru saja dipejamkan, tak berani melihat dimana bola itu berhenti. Hyun Joo mendengar suara-suara kekecewaan dari orang-orang disekelilingnya.

Oh my god… matilah aku kalau sampai salah tebak, jerit Hyun Joo dalam hati.

Akhirnya Hyun Joo memberanikan membuka matanya dan melihat bola itu ternyata berhenti di angka 21, dan warnanya merah.

“WAH!!!!!” Hyun Joo berjingkrak mengetahui kalau ia menang lagi. Menang 100% untuk semua taruhannya. “Yes, yes, yes!!” ia bersorak di depan raut-raut wajah yang masih sinis di sekitar mereka.

Ternyata, dalam sekali main Hyun Joo bisa menang besar. Ternyata ia sangat beruntung malam ini. Padahal Hyun Joo sama sekali tak pernah bermain dengan uang nyata. Lagi-lagi ia melirik Chanyeol dan tentu saja pria itu terlihat sangat kesal dengan kejadian ini. Skor 2-1 untuk Kim Hyun Joo.

 

***

 

Arrrgghhh, aku kesal setengah mati. Aku menantangnya datang ke Casino untuk menunjukkan bahwa seorang Park Chanyeol bisa melakukan apa saja, bahkan untuk hal sepele seperti bermain casino roulete. Tapi mengapa keberuntunganku buruk sekali, bahkan dalam satu putaran saja dia bisa menang besar. Aisshh, kali ini aku kehilangan muka di depannya, omel Chanyeol tanpa suara. Ia bahkan menggigit bibirnya sendiri agar umpatan itu tak benar-benar lolos dari mulutnya.

Chanyeol keluar dari Casino dengan wajah kesal, Hyun Joo pun terlihat mengikuti dari belakang. Tapi Chanyeol semakin kesal dengan keberadaan wanita di sampingnya itu. Yang Chanyeol tahu namanya, Han Young Ji. Chanyeol hanya bertemu beberapa kali dengannya, tapi malah wanita itu sudah bersikap sok-kenal-sok-dekat dengannya. Tadinya Chanyeol pikir bisa memanfaatkan keberadaan Young Ji untuk melihat reaksi Hyun Joo terhadapnya, tapi tampaknya gadis itu sama sekali tidak merasa terganggu dengan keadaan ini. Malah justru Chanyeol yang makin kesal dibuatnya.

 

“Oppa…ayo kita makan diluar atau kita pulang saja,” Young Ji mulai merengek lagi, dan Chanyeol sama sekali tidak suka. Ia pun mengeluarkan beberapa lembar uang 10.000 won dari dompetnya.

“kau pulang saja sendiri, ini ongkos naik taksi. Aku masih banyak urusan disini,” kata Chanyeol sembari memberikan uang itu kepadanya.

“Apa urusanmu dengan wanita itu? Memangnya dia itu siapa, Oppa??” tanyanya.

“Itu bukan urusanmu, cepat sana pergi,” kali ini Chanyeol tanpa ragu mengusirnya.

Arasso..” katanya sembari mengecup pipi kiri Chanyeol, dan pria itu tak menyangka dia melakukan hal tersebut.

 

“Ckckck, aku tak menyangka. Seorang Park Chanyeol tidak hanya menyebalkan dan seorang narsis, tapi dia juga seorang player alias playboy. Wah wah ini berita yang bagus,” Chanyeol mengalihkan pandangan pada Hyun Joo yang berdiri tak jauh dari setelah mendengar ejekan itu.

 

Chanyeol berjalan mendekati Hyun Joo, sementara di kepalanya sudah muncul ide yang bagus untuk membalas sindiran gadis itu. “Kau aku bilang Playboy?? Anggap saja begitu adanya..” kata Chanyeol sambil menarik tangan Hyun Joo kemudian mengecup bibirnya selama 3 detik. Reaksinya hanya diam, sepertinya dia terkejut dengan apa yang dilakukan Chanyeol.

 

Plakkkk…

Tiba-tiba Young Ji datang menarik lengan Hyun Joo dan menampar pipi kirinya, “hei kau nona, aku tidak tau siapa kau, tapi aku peringatkan jangan pernah mencoba merayu priaku,” teriak Young Ji pada Hyun Joo.

 

Plakkkk….

Sekali lagi terdengar suara itu, kali ini yang terlihat Hyun Joo membalas Young Ji. “Merayunya? Hei kau nona genit kampungan, justru aku yang akan memperingatkanmu. Kau harusnya bersyukur tidak mengenalku, kalau tidak aku sudah membuatmu jadi perkedel. Awas saja kau berani menyentuhku lagi, jangan harap kau bisa menggunakan tanganmu itu lagi,” Hyun Joo mengancamnya sambil berlalu pergi, sekilas menatap Chanyeol penuh kekesalan.

“Ternyata Kim Hyun Joo adalah gadis yang… cukup galak,” ucap Chanyeol menahan senyumannya.

 

To Be Continued…

 

 

 

31 responses to “[Freelance] Complicated Engagement (Chapter 2)

  1. Chanyeol makanya jangan sok, malu kan jadinya..
    Sekarang aja mereka udah berantem gini, gimana mereka nikah ya?
    Penasaran sama kelanjutan ceritanya..
    Ditunggu kelanjutannya author

  2. akhirnya dipost juga, seru-seru mereka kaya anak kecil aja, gimana tu reaksi Hyun Joo waktu dikissee ama Chanyeol?? Hehehe ditunggu nextnya keep fighting 😀 😀

  3. Wahhh…. Akhirnya muncul (di post) juga!!
    Beneran deh ini kocak bangettt…
    Yahhh… Chanyeol… Ceritanya mau nantangin malah mati kutu. Maen nyosor aje lu bang! Ahahhahaha… Ckckck baru jg ktemu udh berantem mulu… (Sm2 bersaing nih?! Pake skor2 an sgala) ahahahaha
    Tp kyanya udh mulai ada ketertarikkan nih dua2nyaa… ㅋㅋㅋㅋ

    Ditunggu next part nya segera yaaa… Hehe
    Btw kalau boleh dipanjangin lg dong chingu buat next2 part nya….thx.

    고마워요 친구… Keep writing, keep posting, keep sharing…. (ง’̀⌣’́)ง 화이팅!! 안녕 ^▿^!

  4. Akhirnya nongol jg kelanjutannya.. 🙂
    Maap nih thor aku baru sempet komen dan aku lansung komen di chapter ini, tp untuk kelanjutannya aku akan selalu komentar 😉

    Haduh~ kok chanyeol dan hyunjo seperti orang yg sedang memperebutkan hadiah sih -_- sepertinya mereka akan terus melakukan permainan sampai saatnya nanti ada yg mengalah..
    Hyunjo sumpah deh bener2 dewi fortuna ada dipihakmu, keren~ 😉

  5. Pingback: Complicated Engagement (Chapter 9) | SAY - Korean Fanfiction·

  6. Omg…karakter hyunjo daebak….johaaaaaa
    Hrsx hyunjo nampar tu cewe dua kali hahaha
    Lagian berani bangt nyentuh hyunjo ya…

  7. Jiahaha temen2 hyunjo ternyata gak dukung rencananya dia buat batalin perjodohan haha gila lucky bgt hyunjo menang main roulette haha dia sadar gak sih udah dicium chanyeol haha

  8. omo omo omo >o< kayaknya Chanyeol diem² tertarik sama Hyunjoo nya deh, bukan karna permainan nya lagi, aaahh menaariiikk, aku lanjut baca ya ^^

  9. aaaaaaaa suka bangeeeeet sama karakternya hyunjoooo!!!!!!😍😍
    lagian itu yang namanya youngji emang minta dibejekbejek banget😡
    suka deh sama karakternya chanyeol, jail tapi romantis2 manja gitu😍😍
    goodjob thor💕💕

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s